Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH REPRODUKSI TUMBUHAN PENYEBARAN BIJI DENGAN PERANTARA AIR DAN MANUSIA Makalah Ini Disusun Untuk Melengkapi

Tugas Mata Kuliah Reproduksi Tumbuhan Dosen Pengampu Ibu Budiwati

Disusun oleh : 1. Dian Arum A.P.P 2. Setyarini widiastuti 3. Rivana Eka J 4. Dwi Rokhmiati 5. Haswinta Primasari 6. Agutina Yogi.P 7. Umi Mutamimah (10680022) (10680023) (10680024) (10680026) (10680027) (10680031) (10680033)

PROGRAM PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN

Buah merupakan perkembangan lebih lanjut, dari bakal buah dan terkandung juga bagianbagian bunga yang lain. Buah mengandung biji. Biji berkembang dari bakal biji struktur biji untuk setiap spesies berbeda-beda, tergantung pada perkembangan jaringan yang menyusun bakal biji. Kita tidak akan menumukan suatu tumbuhan hidup di sembarang tempat, tetapi hanya menghuni tempat-tempat tertentu saja di mana tumbuhan tersebut dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Hal ini terjadi karena pada dasarnya setiap tumbuhan mampu tumbuh secara maksimal apabila syarat-syarat yang diperlukan oleh tumbuhan tersebut terpenuhi. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhan menghuni areal atau daerah distribusi tertentu saja. Distribusi tumbuhan ini dipengaruhi oleh factor perantara pemencaran biji yaitu organism lain. Untuk mempertahan jenisnya, tumbuhan melakukan proses reproduksi, sedangkan untuk mempeluas daerahnya (melakukan persebaran), tumbuhan melakukan dispersal atau pemencaran/penyebaran alat reproduksinya (buah/biji). Distribusi makhluk hidup di bumi tergantung pada kemampuan setiap individu dalam beradaptasi. Tumbuhan yang terdapat di mana-mana atau daerah distribusinya sangat luas disebut kosmopolit,misalnya lumut dan dan rumput-rumputan. Tumbuhan yang daerah distribusinya sangat sempit dan terbatas disebut endemic, misalnya refflesia di daerah Bengkulu. Untuk kepentingan penyebaran keturunannya, tanaman telah melakukan mekanisme alami dengan membentuk struktur morfologis tertentu maupun melangsungkan proses-proses tertentu pada bijinya. Berbagai penelitian membuktikan adanya interaksi antara tanaman dengan agen tertentu dalam mekanisme penyebaran bijinya. Agen pembantu penyebaran biji ini dapat berupa agen biotik (burung, mamalia, serangga) maupun abiotik (angin, air, gravitasi).

BAB II ISI

Van der Pijl (1982) dalam Griffin dan Sedgley (1989) menjumpai adanya karakteristik tertentu pada tipe-tipe buah dan biji yang diduga merupakan mekanisme alami untuk menyesuaikan diri dengan agen penyebar buah/bijinya. Penyebaran tumbuhan berlangsung dengan dua acara yaitu : 1. Penyebaran tanpa bantuan luar, misalnya proses pemecahan cangkang buah akibat panas matahari yang menyebabkan biji terpelanting menjauhi induknya. Contoh : pada petai cina, biji karet, dan kacang kedelai. 2. Penyebaran dengan bantuan faktor luar, yaitu penyebaran bantuan dengan bantuan unsur abiotik (udara/angin, air, gravitasi, tanah) unsure biotik (organisme lain). Faktor ini sering disebut juga sebagai agen penyebaran tumbuhan. A. Agen penyebaran tumbuhan Agen penyebaran tumbuhan merupakan segala sesuatu yang membantu penyebaran tumbuahan baik itu berupa agen biotik (serangga, mamalia, burung, manusia) maupun berupa agen abiotik (air, udara, tanah). Untuk makalah ini akan dibahas mengenai penyebaran dengan perantara air dan angin. B. Penyebaran biji dengan agen perantara abiotik 1. Penyebaran dengan perantara Air Buah-buahan yang penyebaranya oleh air pada umumnya memiliki jaringan pengapung (seperti gabus) yang terisi udara atau jaringan yang tak basah oleh air. Misalnya jaringan sabut pada buah-buah kelapa (Cocos), ketapang (Terminalia) atau putat (Barringtonia).

Kerja air pada penyebaran biji hampir sama dengan yang dilakukan oleh angin. Biji dan buah, besar dan kecil, baik dalm jarak pendek diangkut oleh air hujan maupun dalam jarak jauh di bawa oleh arus air atau banjir. Buah bakau (Rizhopora) telah berkecambah semasa masih melekat dibatangnya (vivipar). Akar lembaga dan hipokotilnya tumbuh memanjang ke luar dari buah dan menggantung di ujung ranting, hingga pada saatnya kecambah terlepas dan jatuh ke lumpur atau air dibawahnya. Kecambah yang jatuh ke lumpur mungkin langsung menancap dan seterusnya tumbuh disitu, namun yang jatuh ke air akan terapung dan bisa jadi terbawa arus air sungai atau laut hingga ke tempat yang baru, di mana kecambah itu tersangkut dan tumbuh menjadi pohon. Tumbuhan yang penyebaranya (biji/buahnya) dibantu oleh air disebut hidrokori. Penyebaran secara hidrokori dapat mencapai tempat yang sangat jauh, karena buah/biji dari tanaman itu akan terbawa oleh arus air tersebut. Ciri-ciri dari biji penyebaran hidrokori: a. Berserabut, kalis air, banyak rongga udara b. Buah dapat terapung dalam jangka waktu yang lama c. Biasanya tumbuh berdekatan dengan air atau di pesisir pantai Oleh karena itu, biasanya mempunyai struktur kulit buah dengan tiga lapis :

a. Eksokarp, kulit yang paling luar mengkilap, tipis, dan kuat. b. Mesokarp, kulit yang tengah yang tebal berisi rongga udara sehingga biji menjadi ringan dan mengambang di air. c. Endokarp,kulit yang paling dalam kuat dan keras yang berfungsi untuk melindungi embrio.

Contoh tumbuhan yang penyebaran bijinya di bantu air adalah kelapa ( Cocos nucifero), enceng gondok ( Eichornia crassipes), teratai (Niphea sp.). Misalnya penyebaran buah kelapa yang menjulang ke laut buahnya akan berjatuhan kedalam air asin tidak mampu berkecambah atau hidup.Kemudian terbawa ombak atau arus dan bila sampai ke tepi laut dan tercuci air hujan maka buah kelapa tersebut akan berkecambah dan tumbuh menjadi pohon dewasa.

2. Penyebaran tumbuhan denga perantara Angin Di kawasan hutan hujan tropika, pemencaran oleh angin merupakan cara yang efektif untuk menyebarkan buah dan biji. Tidak mengherankan jika Dipterocarpaceae, kebanyakan memiliki bentuk buah samara, menjadi salah satu suku pohon yang mendominasi tegakan hutan di Kalimantan dan Sumatra. Tumbuhan lain yang memanfaatkan angin, yang juga melimpah keberadaannya di hutan hujan ini, adalah jenisjenis anggrek (Orchidaceae). Buah anggrek merupakan buah kotak yang memecah dengan celah-celah, untuk melepaskan biji-bijinya yang halus dan mudah diterbangkan angin.

Ada beberapa yang diterbangkan oleh angin,sebab biji-biji tersebut kecil dan ringan.Biji anggrek demikian kecilnya sehingga lebih sejuta terdapat satu kapsul.Pada buah dan biji lain,bulu atau jambul pada rambut-rambutnya berguna sekalai dalam penyebaran angin.Struktur ini adalah cuatan pada kulit biji,seperti pada Asclepias atau juga bagian pembentuk bunga yang dimodifikasi,seperti pada Taraxacum dan Cirsium.

Gambar 1.1 Cirsium.

Gambar 1.2 Asclepias

Penyebaran tumbuhan oleh angin adalah penyebaran yang memanfaatkan hembusan angin yang membawa biji atau buah dari tanaman itu jauh dari induknya yaitu ketempat yang lain dan tumbuh dan berkembang di sana. Tumbuhan yang penyebarannya dibantu oleh angin disebut dengan anemokori. Tumbuhan yang penyebarannya dibantu oleh angin memiliki ciri-ciri: a. Biji berbulu atau berambut, contoh: alang-alang (Imperata cylindrica), kapuk/kapas (Ceiba petanra) b. Biji terpencar, apabila tangkainya tergoyang oleh angin maka biji akan keluar lewat lubang atau celah pada biji. Mekanisme ini disebut pendupaan. Contoh: opium (Papaver sp.) c. d. Biji kecil dan ringan, contoh: angrek (famili Orchidaceae) Buah bersayap, contoh: meranti, tengkawang (famili Dipterocarpaceae)

e. Buah berambut, contoh: Anemones sp.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Agen perantara penyebaran biji diantaranya abiotik dan biotik.Abiotik meliputi air dan angin.Biotik meliputi manusia dan hewan. Penyebaran biji melalui air biasanya habitat hidupnya berada di dekat air dan biasanya memiliki tiga lapis struktur buah. Contonnya adalah kelapa, teratai dan ketapang. Penyebaran biji melalui angin biasanya memiliki biji yang ringan. Contohnya adalah pada bangsa rumput-rumputan, kapuk atau kapas.

Daftar pustaka

Kimball.john.w.1983.Biologi.Jilid II.Edisi Kelima,Jakarta:Erlangga Tjitrosomo,Siti Sutarmi.1983.Botani Umum 1.Bandung:Angkasa www.scribd.com/dock/57297682/penyebaran-biji-benih (diakses pada tanggal 14 Desember 2011 pukul: 12.00)
http://jurgeo.blogspot.com/2011/09/agen-penyebaran-tumbuhan.html

(diakses pada

tanggal 14 Desember 2011 pukul: 12.00)