Anda di halaman 1dari 3

Tanggal Praktikum: 28 Maret 2012 Tanggal Pengumpulan: 25 April 2012 Asdos : Salman

LAPORAN PRAKTIKUM PENGEMASAN PANGAN

PENGEMASAN PANGAN LEMAK DAN BAHAN PANGAN BERLEMAK

Kelompok 4A

Rahma Sofiannisa Deulis Apipah Amila Khairina Ferenalia Salsabila Ayu Herti Mastura

240210100016 240210100017 240210100018 240210100019 240210100020

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI INDURTRI PANGAN JATINANGOR 2012

I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kerusakan bahan pangan terutama disebabkan oleh proses oksidasi mengakibatkan destruksi vitamin yang larut dalam lemak dan oksidasi asam-asam lemak tidak jenuh, sehingga bahan pangan berbau tengik dan nilai gizi serta cita rasa bahan pangan menurun. Salah satu cara untuk mencegah atau menghambat kerusakan lemak dalam bahan pangan dapat dilakukan dengan cara membungkus bahan pangan dengan kemasan. Bahan kemasan dapat berupa gelas, kertas, plastik berwarna atau kaleng. Bahan kemasan tersebut harus bersifat tahan lemak, yang bertujuan untuk mencegah penetrasi lemak dari dalam bahan ke luar melalui dinding pembungkus. Khususnya gelas dan kertas atau plastik jika digunakan sebagai bahan pembungkus, warnanya harus dipilih sedemikian rupa sehingga sinar-sinar yang dapat menembus bahan pembungkus tersebut adalah sinar gelombang panjang yang mengandung energi lebih rendah. Dengan demikian maka peran cahaya sebagai katalis pada proses oksidasi lemak semakin berkurang. Cahaya merupakan akselerator terhadap timbulnya ketengikan, sedangkan kombinasi dari oksigen dan cahaya dapat mempercepat proses oksidasi. Konstituen tidak jenuh dan jenuh serta molekul trigliserida yang kena cahaya ultraviolet dalam jangka waktu lama, akan menghasilkan sejumlah kecil aldehida dan metal keton yang berbau tidak enak. Sinar matahari langsug kaya akan sinar ultraviolet. Kecepatan oksidasi yang dibiarkan diudara dan kena cahaya, sebagian besar ditentukan oleh sejumlah sinar yang sampai ke permukaan.

1.2. Tujuan 1. Mengetahui perubahan karakteristik produk selama penyimpanan dalam berbagai jenis plastik. 2. Menentukan jenis kemasan yang paling sesuai untuk produk makanan kering tersebut.