Anda di halaman 1dari 20

TUGAS AKHIR

DETIL DESAIN DERMAGA DAN BREAKWATER


PELABUHAN RAKYAT
DI KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN

OLEH :
DYAH WILUTAMI
3101 100 001

PROGRAM SARJANA (S1)


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2006

DETIL DESAIN DERMAGA DAN BREAKWATER


PELABUHAN RAKYAT
DI KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN
Oleh :
Dyah Wilutami
3101 100 001
Dosen Pembimbing :
1. Ir. Dyah Iriani Widyastuti, MSc
2. Ir. Sri Haryati

ABSTRAK
Pelabuhan Pasean merupakan salah satu penunjang bagi perkembangan kegiatan
perekonomian seiring dengan meningkatnya arus perdagangan antar pulau baik berupa
kebutuhan pokok mapupun angkutan kayu di daerah Pasean. Mengingat bahwa sejauh ini
perkembangan perekonomian di Pulau Madura hanya terkonsentrasi di jalur selatan Pulau
Madura yang memiliki beberapa pelabuhan, baik pelabuhan perikanan, pelabuhan rakyat
maupun pelabuhan garam. Sejauh ini kegiatan operasional bongkar muat dilakukan dengan
fasilitas yang tidak memadai, sehingga untuk merealisasikan rencana pengembangan
pelabuhan diperlukan studi untuk merencanakan detil teknis struktur pelabuhan. Sebagai satusatunya pelabuhan rakyat yang dibangun khusus untuk pelayanan bongkar/muat dari kapal
rakyat antar pulau, dengan adanya dermaga ini diharapkan dapat menjadi tempat yang
memadai dan menunjang bagi perkembangan ekonomi di daerah Pasean.
Sesuai layout dari studi kelayakan, struktur dermaga direncanakan dengan type
open pier (50 m x 10 m) dengan trestle (100 m x 8 m) sebagai penghubung menuju darat
dengan metode precast dan fasilitas penunjang yaitu breakwater dibagian timur dan barat.
Dermaga direncanakan untuk kapal rakyat 300 GT. Struktur dermaga
menggunakan karakteristik mutu beton 250 ton dan mutu baja tulangan U-32. Hasil
perencanaan menunjukkan bahwa dermaga membutuhkan pelat setebal 28 cm dengan
ketentuan untuk precast setebal 14 cm, balok melintang dan memanjang dengan dimensi 50/70
cm dengan balok precast U-shell 42/50 cm, poer tunggal dan ganda 80 x 80 x 80 cm dan 160 x
80 x 80 cm, tiang pancang baja dengan 40,64 cm sedalam 14 m dari permukaan tanah.
Konstruksi dermaga menggunakan fender kayu dengan dimensi 20/20 cm untuk balok vertikal
dan 12/8 cm untuk balok horizontal dan 20 ton Bollard AMB 20. Dari hasil perhitungan analisa
biaya, seluruh konstruksi dermaga dan trestle membutuhkan biaya pembangunan sebesar Rp.
3.985.138.775,99.
Konstruksi breakwater direncanakan menggunakan type Rubble Mound dengan
material A-Jacks untuk primary layer, sedang untuk lapisan lain digunakan batu alam.
Penggunaan A-Jacks sebagai material dengan tujuan untuk studi perbandingan dengan
material batu alam. Panjang total breakwater bagian barat 330 m sedangkan bagian timur 300
m dengan biaya pembangunan sebesar Rp. 17.573.879.198,55

Kata Kunci : Dermaga, Trestle, Precast, Breakwater, A-Jacks

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum Wr. Wb.


Alhamdullillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan segala karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas
Akhir ini yang berjudul Detil Desain Dermaga dan Breakwater Pelabuhan Rakyat di
Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.
Tugas Akhir tersebut merupakan salah satu syarat akademik bagi mahasiswa
jurusan teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya, dalam menyelesaikan studi S-1 dengan beban studi yang ditempuh
sebesar 4 sks.
Bagi pembaca yang kemungkinan membuka laporan Tugas Akhir ini baik yang
hanya membaca maupun mempelajari untuk sumber referensi, penulis mengucapkan
banyak banyak terima kasih. Penulis sadar dengan terbatasnya pengetahuan dan
pengalaman dalam mengerjakan tugas akhir ini. Oleh karena itu saran dan kritik penulis
terima demi kesempurnaan laporan Tugas Akhir ini.
Semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi
kepada rekan-rekan semua.

Wassalamualaikum wr. wb

Surabaya, Juli 2006

Dyah Wilutami
Penulis

ii

UCAPAN TERIMA KASIH


Penulis menyadari bahwa tidak akan berhasil menyelesaikan Tugas Akhir ini
tanpa adanya bimbingan, dorongan, dan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu
kami ucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada :
1. Ayahanda dan Ibunda tercinta, selalu mendoakan ananda setiap saat kehadirat-Nya ,
atas kasih sayang yang senantiasa diberikan dan atas dukungan moril dan materiil
selama ananda menyelesaikan Tugas Akhir ini.
2. Adikku tersayang, Riris Gendut dan kakakku, Heri yang banyak memberikan
dukungan dan bantuan dikala penulis dalam masalah.
3. Bapak Prof. Ir. Suprobo, Msc, PH. D selaku dekan FTSP ITS.
4. Bapak Prof. Dr. Ir. Indrasurya B.M, M.Sc, PH.D selaku Ketua Jurusan teknik Sipil
ITS.
5. Ibu Ir. Sri Wijati selaku dosen wali yang selalu sabar mengarahkan dan
membimbing penulis agar dapat menyelesaikan kuliah dengan baik.
6. Ibu Ir. Dyah Iriani, MSc selaku pembimbing. Terima kasih atas segala bimbingan,
kesabaran, waktu luang dan ilmu yang diberikan. Saya berharap dengan bekal yang
diberikan oleh Ibu nantinya dapat saya amalkan setelah saya lulus kuliah.
7. Ibu Ir. Sri Haryati selaku dosen pembimbing. Bimbingan dan ilmu yang Ibu berikan
tidak akan saya lupakan dan akan terus saya gunakan.
8. Bapak Ir. Fuddoly, MSc selaku dosen penguji. Terima kasih atas bimbingan dan
perhatian yang diberikan hingga saya dapat bersemangat untuk terus menyelesaikan
tugas akhir ini.
9. Bapak Prof. Dr. Ir. Herman Wahyudi, DEA selaku dosen penguji. Saran-saran dan
ilmu dari Bapak tidak akan saya lupakan, dan saya masih ingin terus belajar banyak
dari Bapak.
10. Bapak dan Ibu staf pengajar Teknik Sipil Lintas Jalur FTSP ITS.
11. Dwi Kurniawan Saputro sebagai seseorang yang dengan sabar telah menemani
penulis saat suka dan duka dan memberikan banyak bantuan pada penulis dalam
menyelesaikan tugas akhir ini.

iii

12. Sobat seperjuangan di pelabuhan yang selalu bersama-sama, Gom-gom dan Kun
Kanthi, terima kasih banyak atas bantuannya dan dukungan serta pesahabatan yang
tidak ternilai harganya. Terus berjuang, sobat, perjalanan kita masih panjang!
13. Teman-teman seperjuangan, Simon, Bang Christoph, Mas Dedi, dan Mas Yanto.
Anak-anak pelabuhan memang tidak pantang menyerah!
14. Sobat-sobatku, Sherlyn, Nimas dan Reny, terima kasih atas persahabatan yang tidak
ternilai harganya. Kebersamaan kita akan terus menjadi pemicu semangat untuk
terus berjuang.
15. KE COM, terima kasih atas rental gratis dan print gratisnya.
16. Arek-arek S-44 yang tidak bisa disebutkan satu persatu, banyak sudah pengalaman
dan kenangan manis yang tak terlupakan telah kita lalui bersama. Semoga masingmasing dari diri kita dapat menjadi sesorang yang kita harapkan. Selamat berjuang !

Surabaya, Juli 2006

Dyah Wilutami
Penulis

iv

DAFTAR ISI
ABSTRAK ..............................................................................................................
i
KATA PENGANTAR ............................................................................................
ii
DAFTAR ISI .........................................................................................................
v
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. xiv
DAFTAR TABEL ................................................................................................. xviii
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xxi
BAB I PENDAHULUAN
I.1.LATAR BELAKANG ...................................................................................
I.2.PERMASALAHAN .......................................................................................
I.3.TUJUAN
...............................................................................................
I.4.BATASAN MASALAH ................................................................................
I.5.LOKASI STUDI ............................................................................................
I.6.LINGKUP PEMBAHASAN..........................................................................

I-1
I- 3
I- 3
I- 3
I- 4
I- 8

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. UMUM
...............................................................................................
II-1
2.2. TOPOGRAFI DAN BATHYMETRI..........................................................
II-1
2.3. HYDRO OCEANOGRAFI .........................................................................
II-3
2.3.1. ANGIN ...............................................................................................
II-3
2.3.2. PASANG SURUT ................................................................................
II-3
2.3.3. ARUS ...............................................................................................
II-6
2.3.4. GELOMBANG.....................................................................................
II-6
2.3.4.1. Fetch ...............................................................................................
II- 10
2.3.4.2. Peramalan Tinggi Gelombang ........................................................
II- 11
2.3.4.3. Gelombang Pecah ...........................................................................
II- 15
2.3.4.4. Tinggi Gelombang Rencana ...........................................................
II- 15
2.3.5. PENYELIDIKAN TANAH..................................................................
II- 17
2.4. KONSTRUKSI DERMAGA.......................................................................
II- 17
2.4.1. OPEN PIER ..........................................................................................
II- 17
2.4.2. TRESTLE .............................................................................................
II- 18
2.5. PEMBEBANAN DERMAGA ....................................................................
II- 18
2.5.1. BEBAN VERTIKAL...........................................................................
II- 18
2.5.1.1. Beban Mati (Berat Sendiri) ...........................................................
II- 18
2.5.1.2. Beban Hidup Merata Akibat Muatan .............................................
II- 19
2.5.1.3. Beban Terpusat ...............................................................................
II- 19
2.5.2. BEBAN HORIZONTAL......................................................................
II- 19
2.5.2.1. Gaya Fender....................................................................................
II- 19
2.5.2.2. Gaya Boulder..................................................................................
II- 22
2.5.2.3. Beban Gempa .................................................................................
II- 25
2.6. PERHITUNGAN KONSTRUKSI BAGIAN ATAS (UPPER STRUCTURE)
...............................................................................................
II- 26
2.6.1. PERHITUNGAN PLAT.......................................................................
II- 27
2.6.1.1. Perhitungan Momen Plat ................................................................
II- 27
2.6.1.2. Penulangan Plat ..............................................................................
II- 31

2.6.1.2.1. Setelah Komposit...................................................................


II- 31
2.6.1.2.2. Setelah Komposit...................................................................
II- 32
2.6.1.3. Kontrol Plat ....................................................................................
II- 32
2.6.1.3.1. Kontrol Plat Saat Pengangkatan (Beton Berumur 3 Hari).....
II- 32
2.6.1.3.2. Kontrol Penumpukan Plat (Saat Beton Berumur 3 Hari) ......
II- 34
2.6.1.3.3. Kontrol Saat Monolith (Saat Beton Berumur 28 Hari)..........
II- 35
2.6.1.3.4. Kontrol Lebar Retak ..............................................................
II- 35
2.6.2. PERHITUNGAN STRUKTUR BALOK DAN POER ........................
II- 36
2.6.2.1. Balok Memanjang ..........................................................................
II- 36
2.6.2.2. Balok Melintang .............................................................................
II- 37
2.6.2.3. Perhitungan Momen Balok.............................................................
II- 38
2.6.2.4. Penulangan Balok dan Poer............................................................
II- 40
2.6.3. PERHITUNGAN BOLLARD ( BOULDER ) .....................................
II- 43
2.6.4. PERHITUNGAN FENDER .................................................................
II- 43
2.7. PERHITUNGAN KONSTRUKSI BAGIAN BAWAH (LOWER STRUCTURE)
...............................................................................................
II- 45
2.7.1. PEMILIHAN TIANG PANCANG ......................................................
II- 45
2.7.2 PEMBEBANAN...................................................................................
II- 46
2.7.3 DATA TANAH ....................................................................................
II- 46
2.7.4 DAYA DUKUNG TANAH .................................................................
II- 46
2.7.5 KONTROL KEKUATAN BAHAN.....................................................
II- 48
2.7.5.1 Kontrol Momen ..............................................................................
II- 48
2.7.5.2 Daya Dukung Tiang Akibat Beban Horizontal ..............................
II- 48
2.7.5.3. Kontrol Tegangan ...........................................................................
II- 51
2.7.5.4. Kontrol Tekuk ................................................................................
II- 52
2.7.6. KALENDERING .................................................................................
II- 52
2.7.7. LAJU KOROSI TIANG PANCANG BAJA........................................
II- 54
2.8. BREAKWATER .........................................................................................
II- 55
2.8.1. PEMILIHAN BREAKWATER ...........................................................
II- 55
2.8.2. STRUKTUR BREAKWATER ...........................................................
II- 57
2.8.2.1. Primary layer/Lapisan Pelindung ...................................................
II- 59
2.8.2.2. Lapisan Kedua (Secondary Layer) .................................................
II- 63
2.8.2.3. Lapisan Inti (Core Layer) ...............................................................
II- 63
2.8.2.4. Lapisan Filter..................................................................................
II- 63
2.8.2.5. Lapisan Ujung Bawah (Berm)........................................................
II- 64
2.8.3. STABILITAS BREAKWATER ..........................................................
II- 64
2.8.3.1. Stabilitas Terhadap Daya Dukung Tanah.......................................
II- 64
2.8.3.2. Stabilitas terhadap Sliding ..............................................................
II- 66
2.8.3.3. Stabilitas terhadap Penurunan Tanah (Settlement).........................
II- 67
2.8.3.3.1. Pemampatan Segera (Immediate Settlement)........................
II- 67
2.8.3.3.2. Pemampatan Konsolidasi Primer (Primary Consolidation Settlement)
.............................................................................................
II- 69
2.8.3.3.3. Pemampatan Konsolidasi Sekunder ( Secondary Consolidation
Settlement).............................................................................
II- 71
BAB III PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA
3.1. KONDISI UMUM.......................................................................................
3.2. DATA TOPOGRAFI DAN BATHYMETRI..............................................

vi

III-1
III-1

3.2.1. DATA TOPOGRAFI............................................................................


3.2.3. DATA BATHYMETRI........................................................................
3.3. DATA HYDRO OCEANOGRAFI .............................................................
3.3.1. DATA ANGIN .....................................................................................
3.3.2. DATA PASANG SURUT ....................................................................
3.3.3. DATA ARUS .......................................................................................
3.3.4. PERHITUNGAN TINGGI GELOMBANG ........................................
3.3.4.1. Panjang Fetch Efektif .....................................................................
3.3.4.2. Tinggi dan Periode Gelombang di Laut Dalam..............................
3.3.4.3. Tinggi Gelombang Berdasarkan Kejadian Ulang...........................
3.3.4.4. Tinggi Gelombang Berdasarkan Umur Rencana............................
3.3.4.5. Refraksi Gelombang .......................................................................
3.3.4.6. Tinggi Gelombang Rencana ...........................................................
3.4. DATA TANAH ...........................................................................................

III-1
III-2
III-3
III-3
III-4
III-5
III-6
III-6
III-11
III-15
III-19
III-19
III-23
III-24

BAB IV PERENCANAAN KONSTRUKSI DERMAGA


4.1. KRITERIA PERENCANAAN....................................................................
4.1.1. PERATURAN YANG DIGUNAKAN ................................................
4.1.2. KAPAL RENCANA ............................................................................
4.1.3. LAY OUT DERMAGA .......................................................................
4.1.4. KUALITAS MATERIAL ....................................................................
4.1.5. DESAIN DIMENSI STRUKTUR........................................................
4.2. PERENCANAAN PEMBEBANAN...........................................................
4.3. KRITERIA PEMBEBANAN DERMAGA.................................................
4.3.1. BEBAN VERTIKAL............................................................................
4.3.2. BEBAN HORIZONTAL......................................................................
4.3.2.1. Gaya Tekan Fender.........................................................................
4.3.2.2. Perencanaan Fender........................................................................
4.3.2.4. Perencanaan Boulder ......................................................................
4.3.2.5. Beban Gempa .................................................................................
4.4. PERHITUNGAN STRUKTUR BAGIAN ATAS.......................................
4.4.1. PERENCANAAN PELAT DERMAGA..............................................
4.4.1.1. Pembebanan Pelat Dermaga ...........................................................
4.4.1.2. Perhitungan Pelat Setelah Komposit ..............................................
4.4.1.2.1. Kontrol Tebal Pelat..................................................................
4.4.1.2.2. Perhitungan Momen Pelat .......................................................
4.4.1.2.3. Perhitungan Penulangan Plat .................................................
4.4.1.3. Perhitungan Pelat Sebelum Komposit ............................................
4.4.1.3.1. Kontrol Plat Lantai Sebelum Komposit ................................
4.4.1.4. Distribusi Beban Pelat Pada Balok Dermaga .................................
4.4.2. PERENCANAAN BALOK..................................................................
4.4.2.1. Pembebanan Pada Balok ................................................................
4.4.2.2. Perhitungan Penulangan Balok Memanjang (50 x 70 cm2)............
4.4.2.2. Perhitungan Penulangan Balok Melintang (50 x 70 cm2) ..............
4.5. PERENCANAAN STRUKTUR BAGIAN BAWAH.................................
4.5.1. PERENCANAAN POER .....................................................................
4.5.1.1. Poer Tiang Pancang Ganda ............................................................
4.5.1.2. Poer Tiang Pancang Tunggal.........................................................

IV-1
IV-1
IV-2
IV-2
IV-3
IV-4
IV-4
IV-5
IV-5
IV-6
IV-6
IV-7
IV-13
IV-18
IV-21
IV-21
IV-23
IV-23
IV-23
IV-25
IV-38
IV-48
IV-48
IV-61
IV-65
IV-65
IV-66
IV-78
IV-87
IV-87
IV-87
IV-96

vii

4.5.2. PERENCANAAN PONDASI ..............................................................


4.5.2.1. Pemilihan Tiang Pancang ...............................................................
4.5.2.2. Spesifikasi Tiang Pancang Baja .....................................................
4.5.2.3. Daya Dukung Tiang........................................................................
4.5.2.3.1. Daya Dukung Tiang Akibat Beban Vertikal ...........................
4.5.2.3.2. Daya Dukung Tiang Akibat Beban Vertikal ...........................
4.5.2.4. Kontrol Kekuatan Bahan Tiang Pancang .......................................
4.5.2.4.1. Kontrol Terhadap Momen .....................................................
4.5.2.4.2. Kontrol Terhadap Tegangan..................................................
4.5.2.5. Kontrol Tekuk ................................................................................
4.5.2.6. Kalendering ....................................................................................
4.5.2.7. Kontrol Korosi Tiang Pancang .......................................................

IV- 104
IV- 104
IV- 105
IV- 105
IV- 105
IV -110
IV- 113
IV -113
IV -114
IV- 117
IV- 118
IV- 120

BAB V PERENCANAAN KONSTRUKSI TRESTLE


5.1. KRITERIA PERENCANAAN....................................................................
5.1.1. PERATURAN YANG DIGUNAKAN ................................................
5.1.2. LAY OUT TRESTLE...........................................................................
5.2. KUALITAS MATERIAL ...........................................................................
5.3. DESAIN DIMENSI STRUKTUR...............................................................
5.4. PERENCANAAN PEMBEBANAN...........................................................
5.5. KRITERIA PEMBEBANAN DERMAGA.................................................
5.5.1. BEBAN VERTIKAL............................................................................
5.5.1.1. Beban Mati (Berat Sendiri) ............................................................
5.5.1.2. Beban Hidup Merata.......................................................................
5.5.1.3. Beban Terpusat ...............................................................................
5.5.2. BEBAN VERTIKAL............................................................................
5.6. PERHITUNGAN STRUKTUR BAGIAN ATAS.......................................
5.6.1. PERENCANAAN PELAT TRESTLE.................................................
5.6.1.1. Pembebanan Plat Trestle ................................................................
5.6.1.2. Perhitungan Pelat Setelah Komposit ..............................................
5.6.1.2.1. Kontrol Tebal Pelat................................................................
5.6.1.2.2. Perhitungan Momen Pelat .....................................................
5.6.1.2.3. Perhitungan Penulangan Plat .................................................
5.6.1.3. Perhitungan Pelat Sebelum Komposit ............................................
5.6.1.3.1. Kontrol Plat Lantai Sebelum Komposit ................................
5.6.1.4. Distribusi Beban Plat pada Balok Trestle......................................
5.6.2. PERENCANAAN BALOK..................................................................
5.6.2.1. Pembebanan Pada Balok ................................................................
5.6.2.2. Perhitungan Penulangan Balok Memanjang (50 x 70 cm2)............
5.6.2.3. Perhitungan Penulangan Balok Melintang (50 x 70 cm2) ..............
5.7. PERENCANAAN STRUKTUR BAGIAN BAWAH.................................
5.7.1. PERENCANAAN POER .....................................................................
5.7.1.1. Poer Tiang Pancang Ganda ............................................................
5.7.1.2. Poer Tiang Pancang Tunggal.........................................................
5.7.2. PERENCANAAN PONDASI ..............................................................
5.7.2.1. Pemilihan Tiang Pancang ...............................................................
5.7.2.2. Spesifikasi Tiang Pancang Baja .....................................................
5.7.2.3. Daya Dukung Tiang........................................................................

V-1
V-1
V-2
V-2
V-3
V-3
V-3
V-3
V-3
V-4
V-4
V-5
V-8
V-8
V-10
V-10
V-10
V-12
V-26
V-36
V-36
V-49
V-54
V-54
V-55
V-67
V-84
V-84
V-84
V-93
V-101
V-101
V-102
V-102

viii

5.7.2.3.1. Daya Dukung Tiang Akibat Beban Vertikal ...........................


5.7.2.3.2. Daya Dukung Tiang Akibat Beban Vertikal ...........................
5.7.2.4. Kontrol Kekuatan Bahan Tiang Pancang .......................................
5.7.2.4.1. Kontrol Terhadap Momen .....................................................
5.7.2.4.2. Kontrol Terhadap Tegangan..................................................
5.7.2.5. Kontrol Tekuk ................................................................................
5.7.2.6. Kalendering ....................................................................................
5.7.2.7. Kontrol Korosi Tiang Pancang .......................................................

V-102
V-107
V-110
V-110
V-111
V-114
V-115
V-117

BAB VI PERENCANAAN STRUKTUR BREAKWATER


6.1. DESAIN KRITERIA...................................................................................
VI-1
6.1.1. FUNGSI BREAKWATER ...................................................................
VI-1
6.1.2. TYPE BREAKWATER .......................................................................
VI-1
6.1.3. URUTAN PERHITUNGAN STRUKTUR BREAKWATER .............
VI-2
6.2. PENENTUAN LAY OUT BREAKWATER ..............................................
VI-2
6.3. DIFRAKSI GELOMBANG ........................................................................
VI-6
6.4. STRUKTUR BREAKWATER ...................................................................
VI-10
6.4.1. BERAT UNIT ARMOUR ....................................................................
VI-11
6.4.2. TEBAL LAPISAN ...............................................................................
VI-14
6.4.3. LEBAR PUNCAK DAN BERM BREAKWATER.............................
VI-15
6.4.4. PERBANDINGAN MATERIAL BATU PECAH DAN A-JACKS....
VI-17
6.4.5. ELEVASI PUNCAK BREAKWATER ..............................................
VI-21
6.4.6. FILTER LAYER (LAPISAN FILTER) ...............................................
VI-22
6.4.6.1. Internal Stability .............................................................................
VI-22
6.4.6.2. External Stability ............................................................................
VI-26
6.4.6.3. Overall Stability..............................................................................
VI-28
6.5. STABILITAS BREAKWATER .................................................................
VI-30
6.5.1. STABILITAS TERHADAP SLIDING ................................................
VI-30
6.5.2. STABILITAS TERHADAP SETTLEMENT ......................................
VI-31
6.5.2.1. Perhitungan Immediate Settlement.................................................
VI-33
6.5.2.1.1. Perhitungan Immediate Settlement Breakwater Bagian Barat VI-33
6.5.2.1.2. Perhitungan Immediate Settlement Breakwater Bagian Timur VI-37
6.5.2.2. Perhitungan Consolidation Settlement ...........................................
VI-40
6.5.2.2.1. Perhitungan Consolidation Settlement Breakwater Bagian Barat
.............................................................................................
VI-40
6.5.2.2.2. Perhitungan Consolidation Settlement Breakwater Bagian ..
Timur .....................................................................................
VI-44
6.5.3. STABILITAS TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH ...................
VI-49
6.5.3.1. Perhitungan Daya Dukung Tanah Breakwater Bagian Barat .........
VI-49
6.5.3.2. Perhitungan Daya Dukung Tanah Breakwater Bagian Timur........
VI-55
BAB VII METODE PELAKSANAAN
7.1. UMUM
...............................................................................................
7.2. METODE PEMBUATAN BREAKWATER..............................................
7.2.1. UMUM ...............................................................................................
7.2.2. Pekerjaan Persiapan..............................................................................
7.2.3. PEKERJAAN PENGGALIAN TANAH ASLI....................................
7.2.4. PEMASANGAN GEOTEXTILE.........................................................

ix

VI- 1
VI- 1
VI- 1
VI- 2
VI- 3
VI- 3

7.2.5. PENGANGKUTAN MATERIAL .......................................................


7.2.6. PENIMBUNAN MATERIAL BREAKWATER .................................
7.2.6.1. Material Inti (Core Stone) ..............................................................
7.2.6.2. Secondary Layer .............................................................................
7.2.6.3. Primary Layer .................................................................................
7.3. METODE PELAKSANAAN DERMAGA DAN TRESTLE .....................
7.3.1. PERSIAPAN ........................................................................................
7.3.2. PEMANCANGAN ...............................................................................
7.3.3. PEMBUATAN BEKISTING ...............................................................
7.3.4. PEMBUATAN POER PRECAST .......................................................
7.3.5. PEMBUATAN BALOK PRECAST ....................................................
7.3.6. PEMBUATAN PLAT PRECAST........................................................
7.3.7. PEMASANGAN POER PRECAST.....................................................
7.3.8. PEMASANGAN BALOK PRECAST .................................................
7.3.9. PEMASANGAN PLAT PRECAST.....................................................
7.3.10. PENGECORAN ..............................................................................
7.3.11. PEMASANGAN FENDER.............................................................
7.3.12. PEMASANGAN BOLLARD .........................................................
7.4. METODE PELAKSANAAN PENGERUKAN..........................................
7.4.1. UMUM ...............................................................................................
7.4.2. SURVEY PRA-PENGERUKAN (PREDREDGED SOUNDING) .....
7.4.3. PEKERJAAN PENGERUKAN ...........................................................
7.4.4. METODE KERJA ................................................................................
7.4.5. METODE PENGUKURAN VOLUME PENGERUKAN DAN
MONITORING HASIL........................................................................
7.4.6. PEMBUANGAN MATERIAL HASIL KERUKAN ...........................

VI- 4
VI- 5
VI- 6
VI-10
VI-12
VI-14
VI-14
VI-14
VI-15
VI-16
VI-16
VI-17
VI-18
VI-18
VI-19
VI-19
VI-20
VI-20
VI-20
VI-20
VI-21
VI-21
VI-23
VI-23
VI-24

BAB VIII ANALISA BIAYA


8.1. HARGA MATERIAL DAN UPAH............................................................ VIII-1
8.2. ANALISA HARGA SATUAN ................................................................... VIII-4
8.3. RENCANA ANGGARAN BIAYA ............................................................ VIII-10
BAB IX KESIMPULAN
LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Lokasi Pelabuhan Rakyat di Kecamatan Pasean, Kabupaten PamekasanI-6
Gambar 1. 2 Kondisi pantai di sekitar lokasi proyek. (Sumber : Peta Hydral No. 76) I-7
Gambar 1. 3 Layout Pelabuhan Rakyat di Pasean, Pamekasan.................................... I-8
Gambar 1. 4 Bagan Metodologi ................................................................................... I-9
Gambar 1. 5 Alur Pengerjaan Tugas Akhir ................................................................ I-10
Gambar 2.1. Sketsa Jalur Pengukuran Bathymetri
Gambar 2.2 Kedudukan Bumi Bulan Matahari .................................................. II-5
Gambar 2.8 Contoh Tipe Dermaga Open Pier ...................................................... II -18
Gambar 2.9 Kecepatan Merapat Kapal.................................................................. II -20
Gambar 2.10 Besarnya Faktor CE .......................................................................... II -21
Gambar 2.11 Gaya Boulder ................................................................................... II -22
Gambar 2.12 Grafik Koefisien Arus...................................................................... II -23
Gambar 2.13 Grafik Koefisien Angin ................................................................... II -24
Gambar 2.14 Momen Ultimate Plat Sebelum Komposit....................................... II -27
Gambar 2.15 Posisi Beban bx dan by pada Lantai Dermaga.................................. II -29
Gambar 2.16 Pengurangan Momen Jepit .............................................................. II -30
Gambar 2.17 Momen pengangkatan plat precast .................................................. II -33
Gambar 2.18 Momen penumpukan plat pracetak.................................................. II -34
Gambar 2.19 Layout Pembalokan Dermaga untuk 1 Segmen............................... II -38
Gambar 2.20 Distribusi Beban Plat pada Balok .................................................... II -38
Gambar 2.21 Beban Segitiga ................................................................................. II -39
Gambar 2.22 Beban Trapesium ............................................................................. II -39
Gambar 2.23 Posisi Titik Pengangkatan Poer Pracetak ........................................ II -40
Gambar 2.24 Daya Dukung Ujung Tiang.............................................................. II -47
Gambar 2.25 Breakwater pada Perairan Dangkal ................................................. II -58
Gambar 2.27 Dasar Teori untuk Substratum Dangkal .......................................... II -66
Gambar 2.28 Grafik untuk Menentukan dan ................................................... II -68
Gambar 2.29 Faktor Pengaruh Akibat Beban Timbunan ...................................... II -71
Gambar 3.1 Lokasi Titik Survey ........................................................................... III .-2
Gambar 3.2 Hasil Pemetaan Bathymetri dan Topografi........................................ III -3
Gambar 3.3 Wind Rose Kec. Pasean Kab. Pamekasan ......................................... III -4
Gambar 3.4 Pasang Surut di Perairan Pasean........................................................ III -5
Gambar 3.5 Fetch Effektif Arah Utara .................................................................. III -8
Gambar 3.6 Fetch Effektif Arah Timur Laut......................................................... III -9
Gambar 3.7 Fetch Effektif Arah Barat Laut .......................................................... III-10
Gambar 3.8 Grafik Reccurance Gelombang Arah Barat Laut............................... III-16
Gambar 3. 9 Grafik Reccurance Gelombang Arah Utara...................................... III-17
Gambar 3. 10 Grafik Reccurance Gelombang Arah Timur Laut .......................... III-18
Gambar 3. 11 Sudut Refraksi Gelombang Pada Kedalaman................................. III-20
Gambar 3. 12 Stratigrafi Tanah pada Bor Log 1, 2 dan 3 di Lokasi Pelabuhan Pasean
........................................................................................................ III-25
Gambar 4. 1 Ukuran Kapal..........................................................................................II-2
Gambar 4. 2 Elevasi dermaga......................................................................................II-3
Gambar 4. 3 Beban Terpusat Akibat Roda Truk .........................................................II-6
Gambar 4. 4 Gaya tarik boulder ................................................................................II-11

xiv

Gambar 4. 5 Dimensi Boulder...................................................................................II-15


Gambar 4. 6 Gaya tarik baut boulder .........................................................................II-16
Gambar 4. 7 Posisi titik jepit pada boulder. ..............................................................II-20
Gambar 4. 8 Dimensi dan Type Plat Dermaga..........................................................II-22
Gambar 4. 9 Beban Terpusat Akibat Roda Truk .......................................................II-23
Gambar 4. 10 Dimensi Pelat Tipe A ..........................................................................II-24
Gambar 4. 11 Dimensi Pelat Tipe A ..........................................................................II-25
Gambar 4. 12 Posisi Beban Roda Pada Kondisi 1 Arah Melintang ...........................II-27
Gambar 4. 13 Posisi Beban Roda Truk Pada Kondisi 1 Arah Memanjang...............II-30
Gambar 4. 14 Posisi Roda Truk Pada Kondisi 2 Arah Melintang.............................II-32
Gambar 4. 15 Posisi roda truk pada kondisi 2 arah memanjang. ..............................II-34
Gambar 4. 16 Penulangan Plat Dermaga Setelah Komposit .....................................II-46
Gambar 4. 17 Potongan 3-3.......................................................................................II-47
Gambar 4. 18 Potongan 4-4.......................................................................................II-47
Gambar 4. 19 Diagram Tegangan Plat Lantai Sebelum Dan Sesudah Komposit .....II-48
Gambar 4. 20 Transfer geser horizontal ke elemen komposit...................................II-49
Gambar 4. 21 Jarak Penanaman Tulangan Angkat Plat Tipe A ................................II-52
Gambar 4. 22 Gaya Horizontal Yang Bekerja Pada Tulangan Angkat .....................II-52
Gambar 4. 23 Momen Pengangkatan Plat Pcacetak ..................................................II-54
Gambar 4. 24 Momen arah X plat type D ..................................................................II-55
Gambar 4. 25 Momen arah y pelat tipe D .................................................................II-56
Gambar 4. 26 Momen Penumpukan Pelat .................................................................II-57
Gambar 4. 27 Denah Pembalokan Struktur Dermaga ...............................................II-61
Gambar 4. 28 Distribusi Beban Dermaga...................................................................II-62
Gambar 4. 29 Denah Balok yang Dihitung Untuk .....................................................II-66
Gambar 4. 30 Balok memanjang precast...................................................................II-67
Gambar 4. 31 Lebar efektif balok memanjang ..........................................................II-68
Gambar 4. 32 Gaya geser pada balok memanjang ....................................................II-71
Gambar 4. 33 Momen Pengangkatan Balok Memanjang Precast .............................II-74
Gambar 4. 34 Denah Balok Melintang yang Dihitung Untuk...................................II-78
Gambar 4. 35 Balok melintang precast .....................................................................II-79
Gambar 4. 36 Lebar efektif balok melintang.............................................................II-80
Gambar 4. 37Gaya Geser pada Balok Melintang .......................................................II-83
Gambar 4. 38 Momen balok melintang saat pengangkatan.......................................II-86
Gambar 4. 39 Potongan Memanjang Balok Dermaga Setelah Komposit .................II-92
Gambar 4. 40 Potongan Memanjang Balok Dermaga Sebelum Komposit ...............II-93
Gambar 4. 41 Potongan Melintang Balok Dermaga Setelah Komposit ....................II-94
Gambar 4. 42 Potongan Melintang Balok Dermaga Sebelum Komposit..................II-95
Gambar 4. 43 Precast Poer Tiang Pancang Ganda ....................................................II-96
Gambar 4. 44 Skema Gaya Dalam yang Bekerja pada Tiang Pancang Ganda .........II-97
Gambar 4. 45 Precast Poer Tunggal ........................................................................II-105
Gambar 4. 46 Skema Gaya Dalam yang Bekerja pada Tiang Pancang Tunggal ....II-106
Gambar 4. 47 Penampang Tiang Pancang...............................................................II-113
Gambar 5. 1 Beban Terpusat Akibat Roda Truk ....................................................... IV-4
Gambar 5. 2 Posisi Titik Jepit Tiang Pancang .......................................................... IV-7
Gambar 5. 3 Type Plat Trestle................................................................................... IV-9
Gambar 5. 4 Beban Terpusat Akibat Roda Truk ..................................................... IV-10
Gambar 5. 5 Dimensi pelat tipe A ........................................................................... IV-11

xv

Gambar 5. 6 Dimensi pelat tipe A ........................................................................... IV-12


Gambar 5. 7 Dimensi Plat Type D .......................................................................... IV-15
Gambar 5. 8 Posisi Beban Roda Pada Kondisi 1 Arah Melintang .......................... IV-15
Gambar 5. 9 Posisi Beban Roda Truk Pada Kondisi 1 Arah Memanjang............... IV-17
Gambar 5. 10 Posisi Roda Truk Pada Kondisi 2 Arah Melintang............................ IV-20
Gambar 5. 11 Posisi Roda Truk Pada Kondisi 2 Arah Memanjang ......................... IV-21
Gambar 5. 12 Penulangan Plat Trestle Setelah Komposit........................................ IV-34
Gambar 5. 13 Potongan 5-5...................................................................................... IV-35
Gambar 5. 14 Potongan 6-6...................................................................................... IV-35
Gambar 5. 15 Diagram Tegangan Plat Lantai ......................................................... IV-36
Gambar 5. 16 Transfer Geser Horizontal Ke Elemen Komposit............................. IV-36
Gambar 5. 17 Tulangan Shear Connector Tiap Tipe Plat......................................... IV-37
Gambar 5. 18 Gaya Angkat Plat Precast ................................................................. IV-38
Gambar 5. 19 Jarak Penanaman Tulangan Angkat Plat Tipe A .............................. IV-39
Gambar 5. 20 Gaya horizontal yang bekerja pada tulangan angkat ........................ IV-40
Gambar 5. 21 Momen Pengangkatan Plat Pcacetak ................................................ IV-40
Gambar 5. 22 Momen arah X plat type D ............................................................... IV-42
Gambar 5. 23 Momen arah y pelat tipe D ............................................................... IV-43
Gambar 5. 24 Momen Penumpukan Pelat ............................................................... IV-44
Gambar 5. 25 Denah Pembalokan Struktur Trestle.................................................. IV-45
Gambar 5. 26 Distribusi Beban Plat pada Balok Trestle......................................... IV-49
Gambar 5. 27 Denah Balok yang Dihitung Untuk .................................................. IV-51
Gambar 5. 28 Balok Memanjang Precast ................................................................ IV-55
Gambar 5. 29 Lebar efektif balok memanjang ........................................................ IV-56
Gambar 5. 30 Gaya Geser Pada Balok Memanjang ................................................ IV-60
Gambar 5. 31 Momen Pengangkatan Balok Memanjang Precast ........................... IV-62
Gambar 5. 32 Denah Balok Melintang yang Dihitung Untuk................................. IV-67
Gambar 5. 33 Balok Melintang Precast................................................................... IV-68
Gambar 5. 34 Lebar Efektif Balok Melintang......................................................... IV-68
Gambar 5. 35 Gaya Geser pada Balok Melintang ................................................... IV-72
Gambar 5. 36 Momen balok melintang saat pengangkatan..................................... IV-74
Gambar 5. 37 Penulangan Balok Memanjang C Setelah Komposit......................... IV-80
Gambar 5. 38 Penulangan Balok Memanjang C Sebelum Komposit....................... IV-81
Gambar 5. 39 Penulangan Balok Melintang 3-21 Setelah Komposit....................... IV-82
Gambar 5. 40 Penulangan Balok Melintang 3-21 Sebelum Komposit..................... IV-83
Gambar 5. 41 Precast Poer Tiang Pancang Ganda .................................................. IV-84
Gambar 5. 42 Skema Gaya Dalam yang Bekerja .................................................... IV-85
Gambar 5. 43 Precast Poer Tunggal ........................................................................ IV-93
Gambar 5. 44 Skema Gaya Dalam yang Bekerja pada ........................................... IV-94
Gambar 5. 45 Penampang Tiang Pancang............................................................. IV-110
Gambar 6. 1 Lay Out Asli Hasil Studi Kelayakan ......................................................V-3
Gambar 6. 2 Alternatif Lay Out 1................................................................................V-4
Gambar 6. 3 Alternatif Layout 2 .................................................................................V-5
Gambar 6. 4 Lokasi Titik yang Ditinjau Untuk Perhitungan Difraksi ........................V-7
Gambar 6. 5 Grafik Wiegel,1962 Koefisien Difraksi Gelombang .............................V-8
Gambar 6. 6 Grafik Wiegel,1962 Koefisien Difraksi Gelombang .............................V-9
Gambar 6. 7 Dimensi A-Jacks yang Digunakan untuk Perencanaan Breakwater.....V-10

xvi

Gambar 6. 8 Penampang Melintang Breakwater Barat Bagian Trunk Segmen 2 Dengan


Material A-Jacks...................................................................................V-18
Gambar 6. 9 Penampang Melintang Breakwater Barat Bagian Trunk Segmen 2 Dengan
Material Batu Pecah .............................................................................V-18
Gambar 6. 10 Internal Stability Breakwater Barat dengan Geotextile ......................V-23
Gambar 6. 11 Internal Stability Breakwater Timur dengan Geotextile.....................V-25
Gambar 6. 12 External Stability Breakwater Barat dengan Geotextile.....................V-27
Gambar 6. 13 External Stability Breakwater Timur dengan Geotextile....................V-28
Gambar 6. 14 Overall Stability Breakwater dengan Geotextile ................................V-29
Gambar 6. 15 Overall Stability Breakwater dengan Geotextile ................................V-30
Gambar 6. 16 Parameter Tanah di Bawah Breakwater di bawah BH2 .....................V-31
Gambar 6. 17 Kondisi Beban pada Grafik Osterberg................................................V-33
Gambar 6. 18 Dimensi Breakwater Barat Bagian Head............................................V-34
Gambar 6. 19 Grafik Giroud & Biarez ......................................................................V-35
Gambar 6. 20 Dimensi Breakwater Barat Bagian Trunk Segmen 2..........................V-36
Gambar 6. 21 Dimensi Breakwater Barat Bagian Trunk Segmen 3..........................V-37
Gambar 6. 22 Dimensi Breakwater Timur Bagian Head...........................................V-38
Gambar 6. 23 Dimensi Breakwater Bagian Timur Trunk Segmen 2 ........................V-39
Gambar 6. 24 Dimensi Breakwater Timur Bagian Trunk Segmen 3 ........................V-40
Gambar 6. 25 Dimensi Breakwater Barat Bagian Head............................................V-41
Gambar 6. 26 Grafik OSTERBERG..........................................................................V-42
Gambar 6. 27 Dimensi Breakwater Barat Bagian Trunk Segmen 2..........................V-43
Gambar 6. 28 Dimensi Breakwater Barat Bagian Trunk Segmen 3..........................V-44
Gambar 6. 29 Dimensi Breakwater Timur Bagian Head...........................................V-46
Gambar 6. 30 Dimensi Breakwater Timur Bagian Trunk Segmen 2 ........................V-47
Gambar 6. 31 Dimensi Breakwater Timur Bagian Trunk Segmen 3 ........................V-48
Gambar 7. 1 Pemasangan Rambu/Tanda Batas........................................................ VII-3
Gambar 7. 2 Pemasangan Geotextile........................................................................ VII-4
Gambar 7. 3 Skema Tahapan Penimbunan Material Breakwater............................. VII-5
Gambar 7. 4 Penimbunan Core Layer Pada Segmen 3 Dengan Menggunakan
Dumptruck ......................................................................................... VII-7
Gambar 7. 5 Penimbunan Core Layer pada Segemen 2 Sampai Head Dengan
Menggunakan Kapal.......................................................................... VII-7
Gambar 7. 6 Penimbunan Core Layer pada Segmen 2 Sampai Head Dengan
Menggunakan Ponton ........................................................................ VII-8
Gambar 7. 7 Perapian Material Core Stone Trunk Segmen 3 dengan Menggunakan
Excavator (Penampang Memanjang)................................................. VII-8
Gambar 7. 8 Perapian Material Core Stone Trunk Segmen 2 Sampai Head Dengan
Hydraulic Excavator .......................................................................... VII-9
Gambar 7. 9 Penimbunan Material Secondary Layer pada Bagian Ujung Breakwater
(Penampang Memanjang)................................................................ VII-10
Gambar 7. 10 Penimbunan Material Secondary Layer Bagian Atas...................... VII-10
Gambar 7. 11 Perapian Secondary Layer Bagian Atas dengan Menggunakan Excavator
(Penampang Memanjang)................................................................ VII-11
Gambar 7. 12 Penimbunan Secondary Layer Bagian Lereng ................................ VII-11
Gambar 7. 13 Perapian Tepi Secondary Layer dengan Menggunakan ................... VII-11
Gambar 7. 14 Penimbunan Material A-Jacks dengan Bantuan Crane dan.............. VII-12

xvii

Gambar 7. 15 Penampang Melintang Breakwater Setelah Penimbunan Primary Layer


......................................................................................................... VII-13
Gambar 7. 16 Loading Tiang Pancang ke Lokasi Proyek ...................................... VII-15
Gambar 7. 17 Bekisting Poer Precast .................................................................... VII-17
Gambar 7. 18 Pembuatan Poer Precast................................................................... VII-17
Gambar 7. 19 Pabrikasi Balok Precast
............................................................ VII-17
Gambar 7. 20 Tulangan Balok U-Shell ................................................................... VII-17
Gambar 7. 21 Balok U-Shell Precast...................................................................... VII-17
Gambar 7. 22 Plat Precast Selesai Dibongkar ........................................................ VII-17
Gambar 7. 23 Poer Precast Selesai Dipasang ......................................................... VII-18
Gambar 7. 24 Erection Balok Precast
.............................................................. VII-18
Gambar 7. 25 Poer dan Balok Precast .................................................................... VII-19
Gambar 7. 26 Tampak Atas Balok U-Shell............................................................ VII-19
Gambar 7. 27 Pemasangan Tulangan Plat .......................................................... VII-19
Gambar 7. 28 Bekisting Plat dan Pipa.................................................................... VII-20
Gambar 7. 29 Pemasangan Panel-Panel ................................................................. VII-20
Gambar 7. 30 Plat Setelah Dicor ............................................................................ VII-20
Gambar 7. 31 Small Range Backhoe Dredger......................................................... VII-22

xviii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Perhitungan Refraksi Gelombang
Lampiran Hasil Analisa STABLE
Lampiran Data Hydo-Oceanografi
Lampiran Data Tanah
Lampiran Brosur-Brosur
Lampiran Gambar

xxi

DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Parameter Gelombang di Laut Dalam Transisi dan Dangkal.................. II-7
Tabel 2. 2 Persamaan untuk Peramalan Tinggi Gelombang dengan Menggunakan
Metode SMB (Satuan SI) ..................................................................... II -12
Tabel 2. 3 Prediksi Tinggi Gelombang dari Data Angin....................................... II -15
Tabel 2. 4 Contoh Tabel Frekuensi Kejadian Gelombang .................................... II -16
Tabel 2. 5 Gaya Tarik pada Boulder...................................................................... II -23
Tabel 2. 6 Harga - harga nh untuk cohesionless soil diperoleh dari Terzaghi ...... II -26
Tabel 2. 7 Perbandingan kekuatan beton untuk umur tertentu .............................. II -33
Tabel 2. 8 Koefisien-koefisien untuk perhitungan lebar retak .............................. II -36
Tabel 2. 9 Hubungan antara diameter boulder dengan gaya tarik ......................... II -43
Tabel 2.10 Faktor Keamanan Untuk Kapasitas Dukung Aksial............................ II -48
Tabel 2.11 Angka Keamanan Untuk Gaya Cabut Tiang Pancang ........................ II -48
Tabel 2.12 Bearing-Capacity Factors Untuk Perumusan Terzaghi ....................... II -50
Tabel 2.13 Shape, Depth, and Inclination Factors for the Meyerhof .................... II -50
Tabel 2.14 Temporary Compression of Cushion (pile head & cap)...................... II -53
Tabel 2.15 Laju Korosi Baja.................................................................................. II -54
Tabel 2.16 Kelebihan dan Kekurangan Breakwater.............................................. II -56
Tabel 2.17 Nilai KD Yang Disarankan .................................................................. II -60
Tabel 2.18 Nilai K dan n...................................................................................... II -61
Tabel 2.19 Nilai Perkiraan Modulus Elastisitas Tanah (Bowles, 1977)................ II -69
Tabel 3.1 Data Angin Tahunan ............................................................................. III -4
Tabel 3.2 Perhitungan Panjang Fetch Effektif....................................................... III-11
Tabel 3.3 Perhitungan Tinggi Gelombang di Laut Dalam Berdasarkan Fetch Limited
.............................................................................................................. III-13
Tabel 3.4 Perhitungan Tinggi Gelombang di Laut Dalam Berdasarkan Keadaan Fully
Developed Sea ...................................................................................... III-13
Tabel 3.5 Perhitungan Tinggi Gelombang Berdasarkan Time Duration............... III-14
Tabel 3.6 Frekuensi Kejadian Tinggi Gelombang Arah Barat Laut...................... III-16
Tabel 3.7 Frekuensi Kejadian Tinggi Gelombang Arah Utara.............................. III-17
Tabel 3. 8 Frekuensi Kejadian Tinggi Gelombang Arah Timur Laut ................... III-18
Tabel 3. 9 Tinggi Gelombang Rencana Berdasarkan Umur Rencana................... III-19
Tabel 3. 10 Besarnya pada Masing - masing Arah Gelombang ......................... III-20
Tabel 3. 11 Rekapitulasi Gelombang Hasil Refraksi Pada Arah Barat Laut......... III-22
Tabel 3. 12 Rekapitulasi Gelombang Hasil Refraksi Pada Arah Utara................. III-22
Tabel 3. 13 Rekapitulasi Gelombang Hasil Refraksi Pada Arah Timur Laut ....... III-22
Tabel 3. 14 Tinggi Gelombang Rencana ............................................................... III-23
Tabel 4. 1 Dimensi Pelat Dermaga....................................................................... IV-23
Tabel 4. 2 Kontrol Tebal Pelat Untuk Plat Tipe Lain........................................... IV-24
Tabel 4. 3 Koefisien Plat Terjepit Elastis ............................................................. IV-25
Tabel 4. 4 Momen Plat Akibat Beban Mati dan Beban Hidup............................. IV-26
Tabel 4. 5 Koefisien Momen Akibat Beban Terpusat Tipe Plat D........................ IV-27
Tabel 4. 6 Momen, Lebar Jalur dan Momen Maksimum Akibat Beban Terpusat IV-36
Tabel 4. 7 Momen Akibat beban Mati, Beban Hidup Merata dan Beban Terpusat IV-37
Tabel 4. 8 Momen Kombinasi dan Momen Rencana Plat..................................... IV-37
Tabel 4. 9 Kebutuhan Tulangan Tarik dan Tekan Sesudah Komposit.................. IV-45

xviii

Tabel 4. 10 Tulangan Shear Connector Tiap Tipe Plat ......................................... IV-50


Tabel 4. 11 Diameter Tulangan Angkat Tiap-tiap Type Plat ................................ IV-53
Tabel 4. 12 Beban Ekuivalen Akibat Beban Mati dan Hidup Tiap Plat................ IV-62
Tabel 4. 13 Distribusi Beban Pelat Arah Portal Memanjang ................................. IV-64
Tabel 4. 14 Distribusi Beban Plat Arah Portal Melintang...................................... IV-64
Tabel 4. 15 Output SAP 2000 Untuk Frame 69 .................................................... IV-67
Tabel 4. 16 Output SAP 2000 Frame 77 ............................................................... IV-67
Tabel 4. 17 Output SAP 2000 Untuk Frame 129 ................................................... IV-79
Tabel 4. 18 Output SAP 2000 Untuk Frame 130 .................................................. IV-79
Tabel 4. 19 Tulangan Pakai Balok Memanjang Dermaga...................................... IV-91
Tabel 4. 20 Tulangan Pakai Balok Melintang Dermaga ....................................... IV-91
Tabel 4. 21 Kriteria Pemilihan Tiang Pancang .................................................. IV -104
Tabel 4. 22 Spesifikasi Dimensi Tiang yang Digunakan Untuk Perencanaan ... IV -105
Tabel 4. 23 Grafik Daya Dukung Pondasi Tiang Tunggal Tegak ...................... IV -109
Tabel 4. 24 Grafik Daya Dukung Tiang Group Miring...................................... IV -109
Tabel 4. 25 Beban Rencana Pondasi Tiang Tegak dan Tiang Miring................ IV -109
Tabel 4. 26 Kedalaman Tiang Pancang yang Dibutuhkan Akibat Beban Kerja IV -110
Tabel 4. 27 Momen Maximum yang Bekerja pada Tiang Pancang ................... IV -113
Tabel 5. 1 Dimensi Plat Trestle .................................................................................V-10
Tabel 5. 2 Persyaratan Tebal Plat Trestle ..................................................................V-11
Tabel 5. 3 Koefisien Plat Terjepit Elastis ..................................................................V-13
Tabel 5. 4 Momen Plat Akibat Beban Mati dan Beban Hidup..................................V-14
Tabel 5. 5 Koefisien Momen Akibat Beban Terpusat Tipe Plat D............................V-15
Tabel 5. 6 Koefisien Momen Akibat Beban Roda Truk............................................V-23
Tabel 5. 7 Momen, Lebar Jalur dan Momen Maksimum Akibat Beban Roda Truk.V-24
Tabel 5. 8 Momen Akibat Beban Mati, Beban Hidup Merata dan Beban Terpusat .V-25
Tabel 5. 9 Momen Kombinasi dan Momen Rencana Plat.........................................V-25
Tabel 5. 10 Kebutuhan Tulangan Tekan dan Tarik Plat Sesudah Komposit.............V-33
Tabel 5. 11 Diameter Tulangan Angkat Tiap Tipe Plat ............................................V-41
Tabel 5. 12 Beban Ekuivalen Akibat Beban Mati dan Hidup Tiap Plat....................V-50
Tabel 5. 13 Distribusi Beban Plat Arah Portal Memanjang ......................................V-53
Tabel 5. 14 Distribusi Beban Plat Arah Portal Melintang.........................................V-53
Tabel 5. 15 Output SAP 2000 Untuk Frame 189 ......................................................V-55
Tabel 5. 16 Output SAP 2000 Frame 171 .................................................................V-55
Tabel 5. 17 Output SAP 2000 Untuk Frame 132 ......................................................V-67
Tabel 5. 18 Output SAP 2000 Untuk Frame 72 ........................................................V-67
Tabel 5. 19 Tulangan Pakai Balok Memanjang Trestle ............................................V-79
Tabel 5. 20 Tulangan Pakai Balok Melintang Trestle ...............................................V-79
Tabel 5. 21 Kriteria Pemilihan Tiang Pancang .......................................................V-101
Tabel 5. 22 Spesifikasi Dimensi Tiang Pancang Baja.............................................V-102
Tabel 5. 23 Grafik Daya Dukung Pondasi Tiang Tunggal Tegak ...........................V-106
Tabel 5. 24 Grafik Daya Dukung Tiang Group Miring...........................................V-106
Tabel 5. 25 Beban Rencana Pondasi Tiang Tegak dan Tiang Miring.....................V-107
Tabel 5. 26 Kedalaman Tiang Pancang yang Dibutuhkan Akibat Beban Kerja .....V-107
Tabel 5. 27 Momen Maximum yang Bekerja pada Tiang Pancang ........................V-110
Tabel 6. 1 Data Panjang Breakwater dan Luas Kolam Untuk Tiap Alternatif.......... VI-5
Tabel 6. 2 Evaluasi Pemilihan Layout Alternatif ...................................................... VI-6
Tabel 6. 3 Perhitungan Tinggi Gelombang Pada Kolam Pelabuhan ......................... VI-8

xix

Tabel 6. 4 Dimensi A-Jacks yang Digunakan ......................................................... VI-10


Tabel 6. 5 Tinggi Gelombang Rencana untuk Perhitungan Armour Unit............... VI-11
Tabel 6. 6 Tinggi Gelombang Rencana untuk Perhitungan Armour Unit............... VI-11
Tabel 6. 7 Perhitungan Berat Armour Unit pada Primary Layer............................. VI-12
Tabel 6. 8 Perhitungan Berat Armour Unit pada Primary Layer............................. VI-12
Tabel 6. 9 Berat dan Diameter Armour Unit pada Tiap Layer................................ VI-12
Tabel 6. 10 Berat dan Diameter Armour Unit pada Tiap Layer.............................. VI-13
Tabel 6. 11 Perhitungan Berat Armour Unit pada Primary Layer........................... VI-13
Tabel 6. 12 Perhitungan Berat Armour Unit pada Primary Layer........................... VI-13
Tabel 6. 13 Berat dan Diameter Armour Unit Pada Tiap Layer.............................. VI-14
Tabel 6. 14 Berat dan Diameter Armour Unit Pada Tiap layer............................... VI-14
Tabel 6. 15 Tebal Lapisan pada Tiap Layer Breakwater Bagian Barat................... VI-14
Tabel 6. 16 Tebal Lapisan pada Tiap Layer Breakwater Bagian Timur ................. VI-15
Tabel 6. 17 Tebal Lapisan pada Tiap Layer Breakwater Bagian Barat................... VI-15
Tabel 6. 18 Tebal Lapisan pada Tiap Layer Breakwater Bagian Timur ................. VI-15
Tabel 6. 19 Lebar Puncak dan Berm Breakwater Bagian Barat.............................. VI-16
Tabel 6. 20 Lebar Puncak dan Berm Breakwater Bagian Timur............................. VI-16
Tabel 6. 21 Lebar Puncak dan Berm Breakwater Bagian Barat.............................. VI-16
Tabel 6. 22 Lebar Puncak dan Berm Breakwater Bagian Timur............................. VI-16
Tabel 6. 23 Analisa Harga Satuan Untuk Material Batu Pecah .............................. VI-19
Tabel 6. 24 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Untuk Material A-Jacks ................... VI-20
Tabel 6. 25 Perbandingan Biaya Total Pekerjaan Antara Batu Pecah & A-Jacks... VI-21
Tabel 6. 26 Perbandingan Metode Pelaksanaan Antara .......................................... VI-21
Tabel 6. 27 Perhitungan Elevasi Puncak Breakwater Bagian Barat........................ VI-22
Tabel 6. 28 Perhitungan Elevasi Puncak Breakwater Bagian Timur ...................... VI-22
Tabel 6. 29 Tinggi Settlement pada Struktur Breakwater ....................................... VI-49
Tabel 6. 30 Safety Faktor Breakwater terhadap Daya Dukung Tanah.................... VI-62
Tabel 8. 1 Daftar Harga Satuan Material............................................................ VIII -1
Tabel 8. 2 Daftar Harga Satuan Upah ................................................................ VIII -3
Tabel 8. 3 Daftar Harga Satuan Peralatan .......................................................... VIII -3
Tabel 8. 4 Analisa Harga Satuan ........................................................................ VIII -4
Tabel 8. 5 Rencana Anggaran Biaya .................................................................. VIII-11
Tabel 8. 6 Rekapitulasi Anggaran Biaya ............................................................ VIII-13

xx