Anda di halaman 1dari 7

LEUKOSITOSIS

By : Rifqi Hamdani Pasaribu

Leukosit

LEUKOSIT
- Normal : 4.000 10.000/mm3 - Leukositopenia : < 4.000/mm3 - Leukositosis : > 10.000/mm3

Leukositosis
Peningkatan jumlah sel darah putih merupakan reaksi yang lazim ditemukan pada berbagai peradangan yang disebabkan rangsangan mikroba atau nonmikroba. Leukositosis merupakan tanda yang relatif tidak spesifik .

Penyebab Leukositosis
1. Leukositosis Neutrofilik ( netrofil lebih dari 7,5 x 109 / l) Infeksi bakteri akut, terutama disebabkan oleh organisme piogenik, peradangan steril yang disebabkan oleh , misalnya nekrosis jaringan ( infark miokardium, luka bakar) Reaksi Leukemoid suatu leukositosis reaktif dan berlebihan yang biasanya ditandai oleh adanya sel imatur ( misalnya mieoblas, promielosit, dan mielosit ) dalam darah tepi. Kelainan yang terkait antara lain infeksi berat atau kronik , hemolisis berat, atau kanker metastasis. Leukositosis Eusinofilik ( 0,4 x 109 / l ) Gangguan alergi seperti asma, hay fever, penyakit kulit alergi (misal, pemfigus, dermatitis herpetiformis), infeksi parasit, reaksi obat, keganasan tertentu(misal penyakit Hodgkin dan sebagian limfoma non hodgkin), penyakit kolagen vaskular dan sebagian vaskuliis, penyakit ateroembulus ( transien )

2.

3.

Continue..
4. Leukositosis Basofilik/Basofilia ( bsofil lebih dari 0,1 x109/l) Jarang, sering menunjukkan gangguan mieloprorelatif (misal, leukemia mielogenosa kronis). 5. Monositosis ( monosit llebih dari 0,8 x 109/ l ) Infeksi kronis (misal, tuberkulosis), endokarditis, dan malaria ; penyakit kolagen vaskular (misal, lupus eritematosus sistemik ) dan penyakit radang usus ( misal, kolitis ulserativa)

Continue
5. Limfositosis Menyertai monositosis pada banyak gangguan yang berkaitan dengan rangsangan imunologik berkepanjangan (misal, tuberkulosis, bruselosis) , infeksi virus, (misal hepatitis A , sitomefalovirus, virus Epstein Barr); infeksi Bordetella pertussis .