Anda di halaman 1dari 17

TRANSFUSI DARAH

By : SGD III

Modul V (Hematologi ) Skenario 5 SGD III


Tutor

: dr. Alamsyah Lukito Ketua : Rifqi Hamdani Pasaribu Sekretaris : Diana Sari Lubis Anggota : - Mega F L - Rifnatul Hasanah Alam - Aja Hamida Yusra - Gembirawati Lbs - Centika Selviana - Reza - M. Riza Bachtiar - Rifia Ramayani

Modul V (Hematologi ) Skenario - 5


TRANSFUSI Ibu Ida 45 tahun, menderita tumor rahim yang diharuskan operasi oleh dokter kandungan. Karena operasinya dikhawatirkan terjadi perdarahan, maka dokter menginstruksikan kepada petugas untuk mempersiapkan darah (PRC) sebanyak 500 cc untuk persiapan transfusi dari PMI . Sebelum menyediakan darah maka Ibu Ida harus memeriksa golongan darah termasuk pemeriksaan Rhesus Factor di laboratorium klinik rumah sakit tempat Ibu Ida dioperasi. Pada wakru darah transfusi diterima, petugas mewajibkan untuk melakukan cross check ulang secara 3 langsung dengan darah Ibu Ida sendiri untuk menghindari

TRANSFUSI
Transfusi darah : Proses pemindahan darah atau komponen darah dari seseorang (donor) ke orang lain (resipien). Transfusi merupakan suatu tindakan terapi dan merupakan suatu tindakan dalam kegawatdaruratan medik.
4

Bahan-bahan yang dapat ditransfusikan :


Whole Blood - Fresh Blood : darah yang disimpan kurang dari 6 jam - Stored Blood : darah yang disimpan lebih dari 6 jam 2. Komponen darah a. Preparat sel darah merah : - PRC (Pack red cell) -Wash red cell = Leucocyte-platelet and plasma poor RBC b. Konsentrat trombosit (platelet concentrate) c. Konsentrate granulosit 5
1.

Lanjutan
d. Komponen plasma - Five percent albumin solution = plasma protein fraction - Fresh Frozen plasma - Cryoprecipotate : mengandung F.VIII (80-100 unit ), faktor von Willebrand, F.XIII, fibronectin dan fibrinogen - Fibrinogen - Immunoglobulin

Golongan Darah
Dibedakan atas : 1. Sistem ABO 2. Sistem Rhesus

1. Sistem ABO
Sistem ini terdapat tiga gen alel. A,B, dan O. Gen A dan B mengendalikan enzim spesifik yang bertanggung jawab untuk penambahan residu karbohidrat tunggal (N-asetil galaktosamin untuk golongan A dan D-galaktosa untuk golongan B pada glikoprotein.

Aglutinogen (Antigen) dan Aglutinin(Antibodi)


Dua antigen (tipe A dan tipe B) terdapat pada permukaan sel darah merah. Antigen-antigen inilah yang menyebabkan reaksi transfusi. Bila tidak terdapat aglutinogen tipe A , dalam sel darah merah seseorang, maka dalam plasmanya akan terbentuk antibodi yang dikenal sebagai aglutinin anti A, dan bila tidak terdapat aglutinogen tipe B di dalam sel darah merah, maka dalam plasmanya akan terbentuk antibodi yang dikenal sebagai aglutinin anti B.
9

Golongan Darah Sistem ABO


No Golongan darah Aglutinogen / Antigen A B A dan B _ Aglutinin/ Antibodi Anti -B Anti- A _ Anti- A dan AntiB

1 2 3 4

A B AB O

10

2. Sistem Rhesus
Terdapat enam tipe antigen Rh yang umum yaitu C,D,E,c,d,dan e. Setiap tipe disebut faktor Rh. Tipe antigen D dijumpai secara luas dalam populasi dan bersifat lebih antigenik daripada antigen Rh lain. Karena hal tersebut, Rhesus (+) : Rh D (+) Rhesus (-) : Rh D (-)

11

Respon Imun Rh
Pembentukan Aglutinin Anti-Rh : Bila sel darah merah seseorang disuntikkan atau ditransfusikan ke tubuh orang yang yang darahnya tidak memiliki faktor Rh , perlahanlahan akan terbentuk aglutinin anti-Rh yang akan mencapai konsentrasi maksimum aglutinin kirakira 2 sampai 4 bulan kemudian. Jika sel darah sel darah ini masih terdapat di sirkulasi, akan terjadi agutinasi. Sel darah ini akan dihemolisis oleh sistem makrofag jaringan.
12

Prosedur transfusi darah


Penentuan golongan darah ABO dan Rh harus sama 2. Pemeriksaan donor : -Screening -Tes serologik 3. Pemeriksaan resipien -Major side cross match : serum resipien diinkubasikan dengan RBC donor untuk mencari antibodi serum - Minor side cross match : mencari antibodi dalam serum donor. 4. Prosedur pemberian darah
1.
13

Lanjutan
a.

b.
c. d. e.

6.

Hangatkan darah perlahan-lahan Catat nadi, tensi, dan respirasi sebelum ditransfusi Pasang infus dengan infus set darah Pertama diberikan larutan NaCl fisiollogik Pada 5 menit pertama pemberian darah-beri tetesan pelan-pelan. Selanjutnya awasi tensi, nadi,suhu, dan respirasi Atur kecepatan transufsi dengan benar

14

Komplikasi Tranfusi
1.

a.
b. c. d.

Reaksi Segera Reaksi hemolitik akibat lisis eritrosit donor oleh antibodi dalam serum resipien Reaksi febril karena antibodi terhadap leukosit atau trombosit Endotoksemianakibat transfusi memakai darah terkontaminasi kuman gram negatif Edema paru karena volume overload

15

2. Reaksi lambat (delayed reactions) a. Reaksi hemolitik lambat b. Penularan infeksi : hepatitis B dan C , malaria dan sifilis.

16

Thank you

17