Anda di halaman 1dari 1

Patricia J.

Kalangi 110 111 173 Ruang 5

Manifestasi Klinis pada kasus 2


Diare (BAB > 7x/hari) : Malnutrisi pada bayi terjadi karena defisiensi makanan sumber energi (kalori)

dengan/tanpa defisiensi protein yang terjadi secara kronis sehingga perkembangan jaringan tubuh terganggu termasuk di usus halus dimana brush border menjadi atrofi. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat pada brush border tidak dapat bekerja dengan baik dalam mencerna makanan. Makanan yang tidak dicerna tidak dapat diabsorpsi. Terjadi maldigestive dan malabsorbsi. Lama-kelamaan makanan yang tidak dicerna tertumpuk di usus halus dan meningkatkan tekanan osmotik intralumoner. Akhirnya air ditarik dari plasma ke dalam lumen usus sehingga terjadi diare.

Muntah Saat anak tersebut terus diberi makan namun makanan yang tidak tercerna masih menumpuk di usus halus maka makanan yang masuk ke gaster akan terhambat masuk ke duodenum (peningkatan waktu pengosongan lambung). Tertahannya makanan di gaster dalam waktu lama dapat menyebabkan makanan balik ke atas dan terjadi muntah.

Mata cowong dan Mukosa mulut kering Termasuk tanda-tanda dehidrasi. Sebagian besar tubuh kita terdiri dari air. Air sangat diperlukan dalam menjaga elastisitas dan turgor kulit. Pada pasien ini sudah terjadi dehidrasi akibat banyaknya cairan yang keluar dari tubuh. Cairan dari intrasel keluar ke ekstrasel sehingga kurangnya cairan dalam jaringan sel tubuh dapat menimbulkan gejala mata cowong dan mukosa mulut kering.