Anda di halaman 1dari 12

CHOLECIATHIAS (BATU EMPEDU)

Wanita > 30 tahun & gemuk Sering disebut 3F (Fat, Forty, Female) Dapat terjadi: Di Dalam Kantong Empedu Di Dalam Ductus Hepaticus Di Dalam Ductus Choleductus Di Dalam Pappila Vuterus Etiologi Adanya Bendungan Pada Saluran Empedu Adanya Peradangan Pada Saluran Empedu Gangguan Metabolisme Kholesterol

KOMPLIKASI : CHOLACYSTITIS CHOLARPITIS PERFORASI KANDUNG EMPEDU PERITONITIS PANCOATITIS SERROSIS HEPATIS
INDIKASI OPERASI : SERANGAN COLIK TERLALU HEBAT & TERUS-MENERUS RADANG YANG CHRONIS DENGAN PENGOBATAN KONSERVATIF TIDAK SEMBUH ADANYA PERFORASI SEGERA OPERASI JELAS ADANYA BATU EMPEDU

TREATMENT SECARA MEDICAL FISIOTERAPI JENIS OPERASI CYSTECTOMY YAITU SUATU BENTUK PEMBEDAHAN UNTUK PENGAMBILAN BATU EMPEDU YANG ADA DIDEPAN VESICA FUELIA BATU DALAM DUTUS HEPATICUS, BATU DALAM DUCTUS CYSTICUS DAN BATU DALAM DUCTUS CHOLECDUCTUS. METODE PEMBEDAHAN COCHORS PROGRAM FISIOTERAPI PRE OPERASI TINDAKAN PT DALAM KASUS TSB PD PRE OPERASI DAPAT DILAKUKAN BILA SIFAT OPERASI TDK CITO, BERARTI DLM BENTUK OPERASI BIASA.

TUJUAN LATIHAN: UNTUK MELANCARKAN SIRKULASI DARAH UNTUK MEMBANTU MENSUPLASY NUTRISI MENCEGAH THROMBOSIS MEMELIHARA KEKUATAN OTOT EKSPANSI THORAK MEMBANTU PENYEMBUHAN MENGEMBALIKAN KEADAAN UMUM PENDERITA SHG DAPAT BERAKTIFITAS SECARA FUNGSIONAL PELAKSANAAN PROGRAM PRE OPERASI : FISIOTERAPI (PTs) MEMPERSIAPKAN MENTAL TERHADAP PENDERITA MEMBERIKAN PENJELASAN. MENINGKATKAN KEADAAN UMUM (KU) PENDERITA BREATHING EXERCISES (BE), LATIHAN-LATIHAN LEG & ARM DGN GENTLE. HINDARI LATIHAN STRETCHING. MENGAJARKAN BE PADA APICAL COSTAL, UPPER & LOWER COSTAL. BOLEH DIBERIKAN COUGHING/LAT. BATUK DENGAN TERATUR BERSIFAT GENTLE.

POST OPERASI

Hari 1

Breathing Exercises (BE) Apical, Upper & Lower Costal Tehnik Apical Cosral : Posisi penderita lying, kepala miring ke arah yang berlawanan dgn Pts untuk menghindari hembusan nakrose. Pada saat 2/3 ekspirasi pasien diberikan penekanan ke arah dorsal pada daerah clavicula kanan kiri Pada inspirasi penekanan dikendurkan sehingga udara dapat masuk secara maksimal dalam paru-paru Proses ini berulang kali dilakukan agar sisa

narkose dengan lancar dapat terbuang kmd pasien dapat segera sadar serta mencegah adanya kelayuan jalan pernafasan.

Tehnik Upper Costal Breathing Exercises : Posisi pasien lying = apical costal breathing hanya penekannya pada upper costal disamping lateral ke daerah medial sehingga pengeluaran udara secara maksimal. Diharapkan pada inspirasi dapat maksimal.

Tehnik Lower Costal Breathing Exercises : Posisi pasien lying ( cat. Hati-hati berhubungan dekat dengan irisan operasi ) Breathing berulang kali diberikan dengan teratur dan dengan interval beberapa saat (hitungan 1-4 dst) sampai pasien sadar Dapat diberikan coughing dengan gentle jangan sampai menimbulkan refleks batuk yang kuat. Untuk daerah yang tidak di operasi dapat dilakukan secara deep breathing.

Hari ke 2 dan 3 :
Breathing exercises Latihan Assisted exercises, aktif toleransi Positioning 2-3 jam sekali untuk mencegah thrombosis, dekubitus dan memberikan rasa nyaman.

Hari ke 4 dan 5 :
Latihan Pernafasan Latihan duduk latihan ditingkatkan dengan aktifitas.

Hari ke 6 :

Luka biasanya sudah baik dan jahitan sudah dicabut Breathing exercises Deep breathing Latihan jalan dengan aktifitas yang bersifat penguatan dengan batas kemampuan pasien.

Hari ke 7 : (pasien pulang Ranap)

Latihan ADL untuk mengembalikan kekuatan otot dan aktifitas yang berfungsi dengan jalan memberikan latihan yang progresif, terarah sehingga pasien mampu mandiri normal.

Tehnik Koreksi Posture

Latihan dapat dilakukan mulai hari ke 2, pasien sudah sadar. Hari ke 3 dan 4 pasien diajarkan duduk, dapat dilakukan koreksi tubuh dengan cara :

Statis

Pasien duduk tegak di depan kaca. Dilihat dari depan ditarik garis khayal secara hotozontal mulai ke 2 telinga, ke 2 bahu dan pelvis maka garis masing-masing sejajar satu dengan yang lain.

Dinamis :
Pasien dapat berjalan menurut garis lurus di depan kaca yang panjang atau diawasi oleh fisioterapis. Diharapkan pasien bersikap yang benar dalam aktifitas sehari-hari.