P. 1
EM I_K4_AN_Airway Management & Ventilation

EM I_K4_AN_Airway Management & Ventilation

|Views: 3|Likes:
Dipublikasikan oleh Perisha Veera
airway management
airway management

More info:

Published by: Perisha Veera on Apr 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

Airway Management and Ventilation (Penanganan Jalan Nafas dan Nafas Bantu

)
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK – USU 2011
24/04/2013 1

BERNAFAS
OXYGENASI & VENTILASI
24/04/2013 2

OBSTRUKSI , TDK NAFAS
 HYPOXEMIA
 HYPOXIA

 HYPERCARBIA

24/04/2013

3

The Upper Airway A B C D E F G H 24/04/2013 Epiglottis Mandible Frontal Sinus Soft Palate Trachea Glottis Esophagus Vocal Cords 4 .

Functions of the Upper Airway      Passageway for air Warm Filter Humidify Protection   Gag Reflex Cough  Speech 24/04/2013 5 .

Listen .LOOK     Gerak dada & perut Tanda distres nafas Warna mukosa.LISTEN   RABA .FEEL  ( Look . kulit Kesadaran Gerak udara nafas dengan telinga Gerak udara nafas dengan pipi  DENGAR .Feel ) 6 .Menilai jalan nafas  LIHAT .

raba nafas)   Ada nafas Ada suara tambahan? Mendengkur.airway Korban sadar atau tidak ?   Sadar  ajak bicara  jika suara jelas  airway  bebas Tak sadar  bebaskan jalan nafas (chin lift.A. dengar. berkumur dll 7 Tidak ada nafas    berikan nafas buatan berikan oksigen . head tilt) Ada nafas? (lihat.

gargling.PRIORITAS UTAMA ADALAH JALAN NAFAS BEBAS  Jika pasien sadar. crowing 8  Nilai apakah jalan nafas bebas  . wajah ke depan. leher posisi netral adakah suara snoring. ajak bicara  bicara jelas = tak ada sumbatan masker 6 lpm  Berikan oksigen (jika ada)   Jaga tulang leher  baring datar.

Tanda sumbatan / obstruksi mendengkur : pangkal lidah (snoring) suara berkumur : cairan (gargling) stridor : kejang / edema pita suara (crowing) gelisah (karena hipoksia) gerak otot nafas tambahan (tracheal tug. retraksi sela iga) MAKIN PARAH gerak dada & perut paradoksal sianosis (tanda lambat) 9 .

Membebaskan jalan nafas  Sumbatan pangkal lidah      jaw thrust chin lift jalan nafas oropharynx jalan nafas nasopharynx intubasi trachea / LMA penghisap / suction cricothyroidotomy 10  Bersihkan cairan   Sumbatan di plica vocalis  .

X NECK LIFT X CHIN LIFT X X HEAD TILT jangan dilakukan pada trauma 11 HEAD TILT .

Cara paling aman : JAW THRUST 12 .

Oro-pharyngeal tube Jangan dipasang jika reflex muntah masih (+) (Derajat A dan V dari AVPU atau GCS > 10) 13 .

Oropharyngeal tube 24/04/2013 14 .

Oropharyngeal airway insertion 24/04/2013 15 .

Simple airway adjuncts 24/04/2013 16 .

Naso-pharyngeal tube Tidak merangsang muntah Hati-hati pasien dengan fraktura basis cranii U/ dewasa 7 mm atau jari kelingking kanan 17 .

Nasopharyngeal tube 24/04/2013 18 .

Nasopharyngeal airway insertion 24/04/2013 19 .

TUBE naso-pharyngeal Plica vocalis Cricothyroidotomy BASIS CRANII atap nasopharynx tulang tipis mudah patah 20 .

21 Currently recommended hand positions for manual in-line stabilisation of the cervical spine.Lindungi leher dari gerakan Previously recommended hand positions for manual in-line stabilisation of the cervical spine. .

Neck collar / Collar brace Dipasang tanpa menggerakkan leher (terlalu banyak) Kepala harus dipegang “in-line” . bila muntah akan aspirasi 22 .Airway bisa obstruksi.Tekanan intra-kranial bisa meningkat .

Intubasi trachea dengan laringoskopi 2. Laryngeal mask 23 .Pengelolaan jalan nafas teknik lanjut 1. Cricothyroidotomy needle / surgical 3.

     Cara-cara lain untuk Airway gagal Sukar memberikan nafas buatan Risiko aspirasi ke paru besar Mencegah pCO2↑ (cedera kepala) GCS  8 Pertimbangkan INTUBASI TRACHEA 24 .

Laringoskopi u/ intubasi trachea (definitive airway. paling efektif) 25 .

26 .

Intubasi trachea juga membawa risiko besar      Hipoksia karena spasme pita suara Tek darah naik Aritmia. intubasi dibantu obat anestesia dan obat pelumpuh otot (harus tenaga ahli) 27  . bradikardia sampai asistole Tekanan Intra Kranial naik Gerak leher memperberat cedera cervical Idealnya.

herniasi otak  fatal 28 . trauma kepala + kejang  sering rahang terkatup erat Jika dipaksa laringoskopi  -TIK naik . Pasien hipoksik. Pasien meninggal karena kurang oksigen bukan karena tidak intubasi trachea 3.INGAT 1. Tulang leher mungkin cedera 2.

Laryngeal Mask Airway dipasang tanpa laringoskopi 29 .

Pertimbangkan cricothyroidotomy  Intubasi gagal padahal jalan nafas masih tersumbat Pasien tidak dapat diberi nafas buatan dari atas (mulut hidung)  30 .

Crico-thyroido-tomy Jalur darurat untuk oksigenasi Bertahan 10 menit Tidak dapat membuang CO2 31 .

pasca luka bakar  dll 24/04/2013 32 . fracture mandibula  Tumor dalam ronga mulut  Anatomy yang berubah.AIRWAY ASSESSMENT  History & Anatomy  Riwayat sulit intubasi  Trauma wajah.

…So I said “Hey Ya’ll…watch this”………… 24/04/2013 33 .

 Predictors of Difficult Facemask Ventilation  Older than 55 years old  Body mass index > 26 kg/m2  Beard  Lack of teeth  History of snoring 24/04/2013 34 .

jaw thrust)  Tekanan pada jaringan lunak submandibular harus dihindari  Jempol dan jari telunjuk anestesiolog melakukan tahanan balik pada facemask  Tekanan ventilasi harus < 20 cm H2O  24/04/2013 35 . Tehnik Facemask ditahan ke wajah pasien dengan jari tangan kiri anestesiolog mengangkat mandibula (chin lift.

Nasal airway lebih ditoleransi pada pasien dengan anestesi ringan   24/04/2013 36 .Air Adjuncts Digunakan bila ada kesulitan dalam menghasilkan tekanan positif yang cukup dalam sirkuit pernafasan anestesia  Oral dan nasal airways diciptakan untuk memberikan jalur udara dengan menyingkirkan lidah dari dinding faringeal posterior  Oral airway dapat menyebabkan gag reflex atau laryngospasm pada pasien sadar atau terbius ringan.

24/04/2013 37 .

24/04/2013 38 .

24/04/2013 39 .

24/04/2013 41 .

24/04/2013 42 .

24/04/2013 43 .

24/04/2013 44 .

24/04/2013 45 .

24/04/2013 46 .

sela iga Listen .Menilai pernafasan       Look . suara tambahan Feel .Dengar: suara nafas.Lihat: gerak dada.Raba: udara nafas keluar hidung mulut Palpasi: gerak dada. simetris ? Perkusi . cuping hidung.Ketuk: Redup ? Hipersonor ? Simetris ? Auskultasi (stetoskop): Suara nafas ada? Simetris ? 47 .

Ada patah iga ganda?  flail chest 5. Ada luka dada terbuka / menghisap? 3. Ada hemotoraks? 6. Ada emfisema bawah kulit? 48 .Breathing       1. Ada nafas? Nafas normal atau distres? 2. Ada pneumotoraks tension? 4.

1.

Ada nafas?
Nafas normal atau distres?

Tidak ada nafas  beri nafas buatan + O2 Ada nafas sengal-sengal  beri nafas buatan + O2 Ada nafas cepat > 25, gerak cuping hidung, retraksi intercosta  beri O2 + siapkan nafas buatan
49

Berikan nafas buatan, tambahkan oksigen
50

Tanda distres nafas


   

Nafas dangkal cepat Gerak cuping hidung Tarikan sela iga / otot leher Nadi cepat Hipotensi Vena leher distensi Sianosis (tanda lambat)
51

Ada luka dada terbuka / menghisap    Luka tembus dada Luka dada menghisap Flail chest tutup luka tutup luka fiksasi pleister lebar 52 .2.

Cara menutup luka tembus toraks Sehelai plastik tipis Di-pleister 3 sisinya  Jadi katub satu arah cara dulu: kasa steril + vaselin steril 53 .

Ada pneumotoraks tension? Diagnosis harus ditegakkan secara klinis Lihat dan Palpasi toraks  gerak sisi sakit tertinggal Palpasi trachea  terdorong ke sisi sehat Ketuk toraks  sisi sakit hipersonor (suara rongga) Dengar suara nafas  sisi sakit menghilang Lakukan punksi (needle thoracostomy) tanpa tunggu foto sinar-X 54 .3.

Raba pergeseran letak trachea (di sternal notch) Lebih curigai pneumotoraks (+) bila ada Patah tulang iga Emfisema subkutan 55 .

Dengarkan (pakai stetoskop) Suara nafas & suara tambahan Suara jantung Suara usus (usus masuk rongga dada) 56 .

Punksi pleura untuk dugaan pneumotoraks (sistim jarum + spuit + air) air Jika keluar gelembung = ada pneumotoraks Jarum jangan dicabut sampai drain terpasang masuk 5 cm Jika air terhisap masuk = tak ada pne-toraks Jarum segera dicabut sebelum air habis 57 .

Posisi punksi     Sela iga ke dua (ICS 2) Garis tengah selangka (mid clavicular line) Jarum besar (#14. 16) drain thorax dipasang kemudian 58 .

4. Ada Flail Chest ? Inspirasi Expirasi Perhatikan gerak dada waktu bernafas 59 .

1 2 5. Ada hemotoraks? 60 .

Ada emfisema (sub)kutis ? teraba seperti plastik tipis yang diremas Paling sering disebabkan oleh pneumothorax 61 .6.

jangan dikeluarkan dengan menekan lambung (risiko aspirasi) 62 .Nafas buatan     12-20 x / menit. sampai dada nampak terangkat diberikan bila nafas abnormal (tidak menunggu sampai apnea dulu) dengan tambahan oksigen (kalau ada) jika udara salah masuk lambung.

Nafas buatan dilakukan dengan in-line immobilisation (pegangi kepalaleher) agar tulang leher tak bergerak banyak 63 .

Nafas buatan dengan intubasi trachea 1. Mencegah aspirasi ke paru 64 . Oksigenasi & pembuangan CO2 lebih efektif 2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->