Anda di halaman 1dari 2

HEMOGLOBIN

1.1 Deskripsi Hemoglobin Hemoglobin adalah suatu substansi protein dalam sel sel darah merah yang terdiri dari zat besi, yang merupakan pembawa oksigen. nilai hemoglobin yang tinggi dapat disebabkan karena hemokonsentrasi akibat dehidrasi. Nilai hemoglobin yang rendah berhubungan dengan masalah klinis seperti anemia. Dewasa : pria ( 13,5 18 g/dL ) ; wanita (12 16 g/dL ) Anak : bayi baru lahir ( 12 -24 g/dL ) ; 6 bulan sampai 4 tahun ( 10 15 g/dL ) ; 5 tahun sampai 14 tahun ( 11 16 g/dL ) 1.2 Fungsi Hemoglobin Hemoglobin pada eritrosit vertebrata melakukan 2 fungsi pengangkutan yang penting. : 1. Pengangkutan O2 dari organ respirasi ke jaringan perifer, 2. Dan penggangkutan CO2 dan berbagai proton dari jaringan perifer ke organ respirasi untuk selanjutnya diekskresikan ke luar. 1.3. Sifat-sifat Alosterik Pada Hemoglobin Sifat-sifat Hemoglobin secara individual merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari dari struktur kuaternernya. Struktur kuaterner hemoglobin memberikan sifat-sifat tambahan yang menakjubkan (sifat-sifat ini tidak terdapat pada mioglobin) yang menyelaraskan hemoglobin dengan peranan biologiiknya yang unik dan memungkinkan pengaturan sifat-sifatnya secara persis. Sifatsifat alosterik (kata Yunani Allos yang berarti lain, dan Steros, ruang) pada hemoglobin juga merupakan model untuk memahami jenis-jenis protein alosterik lainnya. 1.4. Oksigenasi Hemoglobin Hemoglobin mengikat empat molekul oksigen pertetramer (satu per sub-unit heme) dan kurva saturasi oksigen berbentuk sigmoid. Sarana yang menyebabkan O2 terikat pada hemoglobin bergantung pada kenyataan apakah molekul O2 lain terdapat pada tetramer yang sama. Jika O2 sudah ada, pengikatan O2 yang berikutnya akan berlangsung lebih mudah. Jadi, hemoglobin memperlihatkan kinetika peningkatan komparatif, yaitu suartu sifat yang memungkinkan hemoglobin untuk mengikat O2 dengan jumlah yang semaksimal mungkin pada organ-organ respiratorius dan memberikan O2 dengan jumlah yang semaksimal mungkin pada Po2 jaringan perifer. Bandingkan , misalnya, jumlah ini pada Po2 paru-paru manusia (100 mmHg) dan jaringan (20 mmHg) dengan mioglobin.

HEMOGLOBIN DARAH (Hb atau Hgb) DARAH Masalah masalah klinis Penurunan kadar : anemia, kanker, penyakit ginjal, pemberian cairan intra vena yang berlebihan, penyakit hodgkns Terapi obat : Obat yang dapat menurunkan hasil hemoglobin : anti biotika, aspirin, obat obat anti neoplasma, doksapram ( dopram), indometasin (indocin), sulfonamida, primakuin, prima rifampin, trimetadion (tridione) Peningkatan kadar : dehidrasi atau hemokonsentrasi, polisitemia, tempat yang tinggi, penyakit paru obstruksi menahun (PPOM) seperti episema dan asma, gagal jantung kongestif (GJK), luka bakar yang hebat. Obat obat yang dapat meningkatkan hasil hemoglobin : metildopa (aldomet), gentamisin, Prosedur : 1. Tidak perlu pembatasan makan dan cairan 2. Torniket sebaiknya kurang dari satu menit 3. Jangan mengambil darah pada extremitas yang ada infus Imlikasi keperawatan Penuranan kadar 1. Kenali masalah masalah klinis dan obat-obat yang dapat menyababkan nilai hemoglobin menurun ( misal anemia dengan Hb <10,5 g/dL ) 2. Obserfasi tanda tanda dan gejala-gejala anemia ( misal pusing, takikardia, lemah, dispnea pada saat istirahat) gejala gejala berbeda beda tergantung dengan nilai Hb yang menurun. 3. Periksa hematokrit jika nilai jika nilai Hb rendah Peningkatan kadar 1. Obserfasi tanda tanda dan gejala gejala dehidrasi ( misal, rasa haus, tugor kulit jelek, membran mukasa kering, gejala gejala seperti syok, takikardi, takipnea, dan kemudian tekanan darah menurun ) 2. Anjurkan klien untuk mempertahankan masukan cairan yang adekuat.