Anda di halaman 1dari 23

PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

CONCEPT REVIEW

SUMBER DANA PERUSAHAAN : - MODAL (TERMASUK LABA DITAHAN) - PINJAMAN JANGKA PENDEK - PINJAMAN JANGKA PANJANG
BIAYA DANA DARI PINJAMAN ADALAH BUNGA. SEMAKIN LAMA JANGKA WAKTU PINJAMAN, SEMAKIN TINGGI TINGKAT BUNGA. DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN INVESTASI, MANAJER KEUANGAN HARUS MEMUTUSKAN BAGAIMANA INVESTASI ITU DIBIAYAI.. DALAM HAL INVESTASI TERSEBUT AKAN DIBIAYAI OLEH PINJAMAN, MAKA PEMILIHAN SUMBER DANA PINJAMAN AKAN MEMPERTIMBANGKAN DUA HAL UTAMA, YAITU JANGKA WAKTU DAN BUNGA,.

THE MATCING PRINCIPLE


AND THE PRINCIPLE OF SELF-LIQUIDATING DEBT

DUA PRINSIP PEMBIAYAAN DI ATAS MENYATAKAN BAHWA PENGGUNAAN DANA SEBAIKNYA SESUAI DENGAN NILAI DAN JANGKA WAKTU SUMBER DANA NYA (MATCHING SEPADAN). DISAMPING ITU, PELUNASAN PINJAMAN SEBAIKNYA BERSUMBER DARI DANA BERUPA HASIL INVESTASI (SELF LIQUIDATING) DIMANA PINJAMAN ITU DIGUNAKAN. TEKNIK MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MENGELOLA KESESUAIAN NILAI, JANGKA WAKTU, DAN SYARAT PINJAMAN INI DISEBUT HEDGING CONTOH KLASIK DARI KONSEP DIATAS ADALAH DALAM HAL PEMBIAYAAN MODAL KERJA BERUPA PERSEDIAAN. PERUSAHAAN MEMBELI BARANG KEPADA SUPPLIER, DENGAN KREDIT. UTANG DAGANG INI TIMBUL KARENA KEBUTUHAN PERUSAHAAN DALAM PENGADAAN STOCK BARANG. PELUNASAN UTANG AKAN SPONTAN DILAKUKAN KETIKA PERSEDIAAN DIJUAL MENJADI KAS (BAIK LANGSUNG ATAUPUN MELALUI PIUTANG TERLEBIH DAHULU).

CONTOH HEDGING DALAM PERUSAHAAN :


A. Persediaan permanen dalam perusahaan dibiayai dengan kredit modal kerja permanen dari bank, yang diperpanjang (roll-over) selama aktivitas berjalan lancar. Sedangkan persediaan yang diperlukan secara musiman (seasonal seperti produk-produk pertanian, fashion) di biayai oleh inventory financing yang harus lunas ketika kondisi kembali normal. B. Piutang dagang dibiayai oleh TRUST RECEIPT atau melalui mekanisme ANJAK PIUTANG (modal kerja untuk pembiayaan piutang dagang). Hutang kepada bank akan naik turun (berfluktuasi) sesuai dengan naik turunnya penjualan dan pencairan piutang dagang. C. Penjualan ekspor-impor dibiayai dengan LETTER OF CREDIT yang nilai valuta dan jangka waktunya sesuai dengan perputaran transaksi tersebut.

D. Pembelian Mesin dari luar negeri yang menggunakan valuta asing, sedang kan penjualan hasil produksi dengan rupiah. Perusahaan melakukan hedging dengan currency SWAP.

SUMBER PENDANAAN SPONTAN, TEMPORER, DAN PERMANEN


SUMBER PENDANAAN SPONTAN ADALAH SUMBER DANA YANG TIMBUL KARENA MEKANISME TRANSAKSI ITU SENDIRI, CONTOHNYA UTANG DAGANG. DALAM DUNIA BISNIS, UTANG DAGANG SELALU ADA DI PASAR (ARTINYA SELALU ADA KEKUATAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN). CONTOH LAIN ADALAH UPAH YANG DITANGGUHKAN. WALAUPUN PRESTASI SUDAH DIBERIKAN OLEH KARYAWAN, NAMUN KARENA UPAH DIBAYAR PADA WAKTU TERTENTU, SEOLAH-OLAH HASIL PRODUKSI MENGGUNAKAN UTANG KEPADA PEGAWAI DALAM PROSES PRODUKSINYA..

SUMBER DANA TEMPORER DIGUNAKAN UNTUK MEMBIAYAI INVESTASI YANG SIFATNYA SEMENTARA. PADA UMUMNYA UNTUK MEMBIAYAI KEBUTUHAN PERSEDIAAN BARANG, PIUTANG DAGANG, ATAU PROSES PRODUKSI YANG SIFATNYA MUSIMAN.

SUMBER DANA PERMANEN BERSIFAT JANGKA PANJANG (DIATAS 1 TAHUN) YANG UMUMNYA DIBUTUHKAN SELAMA PERUSAHAAN TUMBUH. CONTOHNYA UNTUK INVESTASI AKTIVA TETAP SEPERTI BANGUNAN PABRIK, MESIN DAN PERALATAN.

SUMBER DANA PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

DI INDONESIA SUMBER DANA PINJAMAN JANGKA PENDEK MASIH RELATIF TERBATAS KARENA BELUM AKTIFNYA PASAR UANG. SEBAGIAN BESAR UTANG JANGKA PENDEK PERUSAHAAN ADALAH UTANG DAGANG DAN KREDIT MODAL KERJA DARI BANK. PADA BEBERAPA PERUSAHAAN, SUDAH ADA JUGA TRANSAKSI DISKONTO PIUTANG DAGANG MELALUI PERUSAHAAN FACTORING, MAUPUN PENERBITAN SURAT UTANG JANGKA PENDEK (COMMERCIAL PAPER). KREDIT BANK UNTUK MODAL KERJA JUGA BERSIFAT KEBUTUHAN MODAL KERJA SECARA KESELURUHAN. PADA BEBERAPA BANK ASING DAPAT DITEMUKAN KEBUTUHAN PENDANAAN MODAL KERJA KHUSUS SEPERTI MISALNYA TRUST RECEIPT, INVENTORY FINANCING, MAUPUN RECEIVABLE FINANCING.

ESTIMASI BUNGA KREDIT JANGKA PENDEK

MEMPERKIRAKAN BIAYA KREDIT BANK KHUSUSNYA BIAYA BUNGA CUKUP SEDERHANA YAITU : BUNGA = HUTANG POKOK X TINGKAT BUNGA X LAMA PEMAKAIAN KREDIT

CONTOHNYA, BILA SEBUAH PERUSAHAAN MEMPEROLEH KREDIT BANK SEBESAR RP 100 JUTA, DENGAN BUNGA 12% PERTAHUN SELAMA 6 BULAN, MAKA BESARNYA BIAYA BUNGA ADALAH : BUNGA YANG DIBAYAR = 100.000.000 X 0.12 X 6/12 = RP 6 JUTA. ESTIMASI BIAYA BUNGA DALAM DIATAS BELUM TENTU SAMA DENGAN REALISASINYA, KARENA TERGANTUNG DARI BERBAGAI FAKTOR TERUTAMA METODA PERHITUNGAN BUNGA, DAN SISTIM PEMBUKUAN PINJAMAN DI BANK.

PERHITUNGAN BUNGA PINJAMAN DIBAYAR AWAL VS AKHIR PERIODE


PADA PRINSIPNYA PERHITUNGAN BUNGA DIHITUNG DENGAN CARA BUNGA = HUTANG POKOK X TINGKAT BUNGA X LAMA PEMAKAIAN KREDIT NAMUN DEMIKIAN CARA PEMBAYARAN BUNGA DAPAT MENYEBABKAN PERBEDAAN ATAS TINGKAT BUNGA EFEKTIF NYA. CONTOH : PT ABC MEMPEROLEH KREDIT SEBESAR RP 100 JUTA DENGAN TINGKAT BUNGA 10% DAN LAMA PEMAKAIAN KREDIT SATU TAHUN. A. BILA BUNGA DIBAYAR DI AKHIR PERIODE MAKA TINGKAT BUNGA EFEKTIF = 10% X 12/12 X RP 100 JUTA = RP 10 JUTA. PELUNASAN KREDIT BERIKUT BUNGANYA MENJADI RP 110 JUTA. B. BILA BUNGA DIBAYAR DIAWAL PERIODE, JUMLAH BUNGA TETAP SAMA YAITU RP 10 JUTA. PT ABC AKAN MENERIMA PINJAMAN EFEKTIF YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK OPERASI USAHA RP 90 JUTA. KARENA ITU TINGKAT BUNGA EFEKTIF ATAS BUNGA YANG DIBAYAR DIMUKA MENJADI = 10 JUTA/90 JUTA = 11,11%.

PERHITUNGAN BUNGA PINJAMAN


MENGINGAT SIFAT PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK INI PERIODENYA ADALAH KURANG DARI SATU TAHUN, MAKA PERHITUNGAN BUNGA PINJAMAN PADA UMUMNYA BERUPA BUNGA TUNGGAL (SIMPLE INTEREST RATE). TETAPI BILA PERHITUNGAN BUNGA DIPAKAI BUNGA MAJEMUK, MAKA TINGKAT BUNGA EFEKTIF NYA DIGUNAKAN RUMUS TINGKAT BUNGA EFEKTIF = ( 1 +i/m) - 1 , dimana : i = tingkat bunga nominal m = frequensi perhitungan bunga majemuk CONTOH : PT ABC MENERIMA PINJAMAN BANK RP 10 JUTA DENGAN BUNGA 12% PERTAHUN, DIHITUNG BUNGA MAJEMUK SETIAP 4 BULAN. BERAPA TINGKAT BUNGA EFEKTIF NYA ? TBE = (1 + .12/4) 1 = 0,126 = 12, 6% CATATAN : DALAM PRAKTEKNYA BUNGA MAJEMUK DIHITUNG DALAM PERIODE TAHUN, SOAL DIATAS HANYA CONTOH SAJA.
4 m

KREDIT MODAL KERJA DARI BANK

DI INDONESIA, BANK PADA UMUMNYA MEMBERIKAN KREDIT MODAL KERJA DALAM BENTUK KREDIT MODAL KERJA UMUM (GENERAL PURPOSE WORKING CAPITAL). TIDAK SELURUH KEBUTUHAN MODAL KERJA DAPAT DIBIAYAI DENGAN KREDIT. SETIAP BANK MENENTUKAN PERSENTASE PEMBIAYAAN YANG BERBEDA, MISALNYA 70% DARI TOTAL KEBUTUHAN MODAL KERJA. BESARNYA PERSENTASE PEMBIAYAAN INI ADALAH AGAR RASIO LIKUIDITAS PERUSAHAAN TETAP DALAM KONDISI BAIK. PERHITUNGAN KEBUTUHAN MODAL KERJA PADA UMUMNYA ATAS DASAR SIKLUS OPERASIONAL DIMANA BANK MENGHITUNG BAIK DENGAN CARA PERHITUNGAN PERPUTARAN MODAL KERJA ATAU DENGAN METODA ARUS KAS. KEDUA METODA INI AKAN MENGHASILKAN PERHITUNGAN YANG RELATIF SAMA. DALAM MEMBERIKAN KREDIT MODAL KERJA, BEBERAPA BANK MEMBERIKAN SYARAT ADANYA SALDO MINIMUM REKENING PERUSAHAAN DI BANK. WALAUPUN SALDO REKENING INI MEMPEROLEH JASA GIRO, TENTUNYA TIDAK AKAN SEBESAR TINGKAT BUNGA KREDIT BANK ITU SENDIRI. OLEH KARENA ITU, BILA SYARAT SALDO MINIMUM DITERAPKAN, BIAYA KREDIT TERSEBUT MENJADI LEBIH BESAR YAITU SELAIN BUNGA, PERUSAHAAN HARUS MEMPERHITUNGKAN HILANGNYA KESEMPATAN DANA YANG TIDAK DAPAT DIOPERASIKAN (OPPORTUNITY LOSS).

KREDIT MODAL KERJA DARI BANK

FAKTOR LAINNYA YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BIAYA ADALAH METODA PENARIKAN KREDIT YANG BERBEDA PADA SETIAP BANK.

A. METODA PENARIKAN KREDIT SEKALIGUS, DARI REKENING PINJAMAN DIPINDAHKAN SEBESAR MAKSIMUM KREDIT KE REKENING GIRO. MUTASI REKENING (PENGAMBILAN DAN PENYETORAN) AKAN TERJADI DI REKENING GIRO. AKIBAT DARI METODA INI MAKA PERUSAHAAN AKAN MENANGGUNG BUNGA SEBESAR MAKSIMUM KREDIT SELAMA PERIODE PINJAMAN.
B. METODA PENARIKAN SESUAI KEBUTUHAN PERUSAHAAN DAN SETORAN PERUSAHAAN DISALURKAN MELALUI REKENING PINJAMAN. DENGAN METODA INI MAKA BIAYA BUNGA DIHITUNG DARI OUTSTANDING (BESARNYA KREDIT YANG DIPAKAI) SETIAP HARI SELAMA PERIODE PINJAMAN.

BIAYA YANG TERKAIT DENGAN KREDIT BANK

A. BIAYA BUNGA B. BIAYA PROPISI , ATAU COMMITMENT FEE YANG DITARIK SEKALIGUS PADA SAAT REALISASI KREDIT SEBESAR PERSENTASE TERTENTU DARI MAKSIMUM KREDIT. C. BIAYA PERJANJIAN KREDIT, SEPERTI AKTA NOTARIS. D. BIAYA MATERAI KREDIT. E. BIAYA PENGIKATAN JAMINAN SEPERTI FIDUCIA, CESSIE DAN PERSONAL GUARANTEE.

KESELURUHAN BIAYA TERSEBUT TENTUNYA HARUS DIPERHITUNGKAN OLEH PERUSAHAAN DAN MENJADI BEBAN LABA/RUGI. SELAIN BIAYA-BIAYA TERSEBUT, CARA PERHITUNGAN BUNGA, ADANYA SALDO MINIMUM REKENING (COMPENSATING BALANCE), DAN METODA PENARIKAN KREDIT, AKAN MEMPENGARUHI BESARNYA BIAYA KREDIT.

PEMANTAUAN KREDIT BANK

MANAJER KEUANGAN DAPAT MEMANTAU EFEKTIVITAS KREDIT BANK INI DIANTARANYA MELALUI MUTASI REKENING KREDIT. KREDIT MODAL KERJA UMUMNYA ADALAH UNTUK MEMBIAYAI INVESTASI PADA PERSEDIAAN DAN PIUTANG. KREDIT YANG DIGUNAKAN DALAM SATU PERIODE MISALNYA 1 BULAN, (DI REKENING BANK PADA SISI DEBET) , BESARNYA HARUS SEBANDING DENGAN NILAI PIUTANG DAN PERSEDIAAN YANG ADA DI PERUSAHAAN. JUMLAH SETORAN PER BULAN KE BANK (DI REKENING BANK PADA SISI KREDIT) SEHARUSNYA SEBANDING DENGAN NILAI PELUNASAN PIUTANG OLEH PELANGGAN PERUSAHAAN. OUTSTANDING KREDIT (BESARNYA PEMAKAIAN KREDIT) SETIAP AKHIR BULAN (DI REKENING BANK BERUPA SALDO ATAU BAKI DEBET) SEHARUS NYA SEBANDING DENGAN JUMLAH PERSEDIAAN DAN PIUTANG DAGANG PADA AKHIR PERIODE DI PEMBUKUAN PERUSAHAAN.

CONTOH MUTASI REKENING KREDIT MODAL KERJA :

BULAN

DEBET

KREDIT

SALDO

JAN
FEB MRT JUMLAH

RP 40.000.000,RP 41.000.000,RP 35.000.000,RP 116.000.000,-

RP 44.000.000,RP 40.000.000,RP 45.000.000,RP 129.000.000,-

RP 23.000.000,RP 24.000.000,RP 14.000.000,-

BESARNYA PENGAMBILAN (DEBET) HARUS SEBANDING DENGAN BESARNYA PERSEDIAAN & PIUTANG BESARNYA KREDIT HARUS SEBANDING DENGAN PELUNASAN PIUTANG SALDO KREDIT HARUS LEBIH KECIL DARI TOTAL PERSEDIAAN DAN PIUTANG.

LETTER OF CREDIT

LETTER OF CREDIT (L/C) MERUPAKAN SALAH SATU PRODUK BANK YANG DIGUNAKAN UNTUK NASABAHNYA DALAM MELAKUKAN TRANSAKSI JUAL BELI PERSEDIAAN BARANG. KARENA ITU PERUSAHAAN YANG MEMBUTUHKAN L/C HARUS TERLEBIH DAHULU MENJADI NASABAH BANK DENGAN REPUTASI YANG BAIK. PADA DASARNYA L/C ADALAH SALAH SATU BENTUK KREDIT MODAL KERJA TIDAK LANGSUNG.

L/C TIMBUL DARI SUATU KEBUTUHAN TRANSAKSI DIMANA PEMBELI DAN PENJUAL MEMERLUKAN KEYAKINAN BAHWA TRANSAKSI MEREKA AMAN DAN TERJAMIN KELANGSUNGANNYA. PIHAK PEMBELI HARUS PASTI BAHWA BARANG AKAN DIKIRIM OLEH PENJUAL KETIKA PEMBELI MEMBAYAR HARGA BARANG. DILAIN PIHAK, PENJUAL JUGA HARUS YAKIN BAHWA YBS AKAN MENERIMA UANG, KETIKA BARANG DIKIRIM KEPADA PEMBELI.

SKEMA TRANSAKSI L/C


PEMBELI (APPLICANT) (1) Aplikasi L/C (4b. Barang dikirim ke pembeli) BANK (OPENING BANK) (9) Pembeli membayar harga barang

(8) Pembayaran L/C) (reimbursemenet)

(7) Dokumen L/C (2) Kirim L/C ke bank-nya penjual. BANK (ADVISING BANK) (3) L/C disampaikan Ke pembeli PENJUAL (BENEFICIARY)

BANK (NEGOTIATING BANK) bisa sama dgn bank yang melakukan advising.

Proses negosiasi l/c

(5)

(4.a)

PENJUAL MEMENUHI SYARAT L/C ANTARA LAIN SHIPMENT BARANG SESUAI INSTRUKSI, DOKUMEN2-NYA DISERAHKAN KEPADA BANK.

LETTER OF CREDIT

DENGAN MEMAHAMI SKEMA L/C DAPAT DISIMPULKAN BAHWA L/C MERUPAKAN SALAH SATU PENDANAAN JANGKA PENDEK BAGI PERUSAHAAN DALAM MEMBELI BARANG. DENGAN L/C, PADA DASARNYA PERUSAHAAN MENERIMA KREDIT TIDAK LANGSUNG DARI BANK UNTUK PENGADAAN BARANG.

L/C INI LAZIM DIGUNAKAN UNTUK TRANSAKSI ANTAR NEGARA (EXPOR/ IMPOR), NAMUN SEBENARNYA DAPAT JUGA DIPAKAI UNTUK TRANSAKSI DI DALAM NEGERI (DISEBUT L/C DN).
UNTUK PENDALAMAN TRANSAKSI INI, DAPAT DIPELAJARI BUKU YANG KHUSUS MEMBAHAS TRANSAKSI L/C. SATU DAN LAIN HAL TENTANG UNIFORM CUSTOM & PRACTICE FOR DOCUMENTARY CREDIT (UCP), JENIS-JENIS L/C DAN SYARAT SERTA KONDISI L/C.

PROJECT FINANCING
PROJECT FINANCING MERUPAKAN SALAH SATU SUMBER DANA TRANSAKSIONAL DARI BANK KHUSUS UNTUK PEMBIAYAAN PROYEK (MISALNYA UNTUK KONTRAKTOR ATAU SUPPLIER BARANG UNTUK KEPERLUAN TERTENTU). DASAR PEMBIAYAAN KREDIT BANK ADALAH SURAT PERINTAH KERJA (SPK) ATAU SEJENISNYA SEPERTI PERJANJIAN KONTRAK.

KREDIT BANK DALAM PROYEK FINANCING INI HARUS LUNAS PADA SAAT PROYEK SELESAI DAN TIDAK BISA DI ROLL OVER (DIGUNAKAN KEMBALI).
DALAM PEMBIAYAAN INI ADA 2 KATEGORI PEMBIAYAAN : A. COST TO COMPLETE : KONTRAKTOR MEMBIAYAI PROYEK TERLEBIH SECARA BERTAHAP, BANK AKAN MENGGANTI DANA PERUSAHAAN. B. SHARING FINANCING : BANK BERSAMA DGN KONTRAKTOR, DGN PERSENTASE PEMBIAYAAN TERTENTU BERSAMA-SAMA MENYE DIAKAN DANA UNTUK PROYEK.

REVIEW SUMBER DANA BANK

1. KREDIT MODAL KERJA UMUM

2. KREDIT MODAL KERJA PERMANEN


3. KREDIT UNTUK PEMBIAYAAN PERSEDIAAN (INVENTORY FINANCING) 4. KREDIT UNTUK PEMBIAYAAN PIUTANG (RECEIVABLE FINANCING) 5. LETTER OF CREDIT 6. PROJECT FINANCING

WESEL

SECARA UMUM PENGERTIAN WESEL ADALAH SURAT BERHARGA TENTANG ADANYA TRANSAKSI PENJUALAN/PEMBELIAN YANG PEMBAYARANNYA BAIK SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA BELUM DILAKUKAN. BAGI PEMBELI : WESEL BAYAR, MERUPAKAN UTANG. BAGI PENJUAL : WESEL TAGIH, MERUPAKAN PIUTANG. SURAT UTANG INI DAPAT DIPERDAGANGKAN DI PASAR UANG DENGAN CARA DISKONTO ATAS WESEL. MISAL SEBUAH WESEL, YANG AKAN JATUH TEMPO (PEMEGANG WESEL AKAN MENERIMA PEMBAYARAN DARI PENERBIT WESEL) DALAM 3 BULAN YANG AKAN DATANG) SEBESAR RP 100 JUTA. DITAWARKAN DI PASAR UANG DENGAN DISKONTO (DISCOUNT RATE 12%. MAKA WESEL ITU BERHARGA 3/12 X 12% X RP 100 JT.

WESEL

TENTUNYA PERDAGANGAN WESEL DI PASAR UANG AKAN TERJADI BILA PENERBIT WESEL SUDAH DIKETAHUI BONAFIDITASNYA. DI LUAR NEGERI SUDAH ADA LEMBAGA RATING UNTUK KORPORAT YANG BERPERAN DALAM MEMBERIKAN PERINGKAT BONAFIDITAS DAN KREDIBILITAS PERUSAHAAN YANG DIPERINGKAT. SEMAKIN BAIK PERINGKAT PERUSAHAAN, SEMAKIN LIKUID SURAT BERHARGA YANG DITERBITKANNYA DAN SEMAKIN RENDAH TINGKAT BUNGANYA. TRANSAKSI YANG MENJADI DASAR PENERBITAN WESEL (UNDERLINE TRANSACTION) PADA UMUMNYA ADALAH LETTER OF CREDIT ATAU DELIVERY ORDER (PERINTAH PENGIRIMAN BARANG).

COMMERCIAL PAPER

COMMERSIAL PAPER ATAU PROME NOTE ATAU PROMES, MERUPAKAN SURAT UTANG JANGKA PENDEK YANG DI TERBITKAN OLEH KORPORAT UNTUK TUJUAN PENDANAAN PERUSAHAAN SECARA UMUM. BEDANYA DENGAN WESEL, ADALAH BAHWA PROMES INI TIDAK PERLU TERKAIT DENGAN ADANYA SUATU TRANSAKSI DAGANG YANG SPESIFIK.

UNTUK MENERBITKAN SURAT BERHARGA INI, PERUSAHAAN MEMERLUKAN PERUSAHAAN PENDUKUNG SEPERTI LEMBAGA RATING, LEMBAGA KEUANGAN BAIK BANK MAUPUN MULTI FINANCE , YANG AKAN MELAKUKAN DISTRIBUSI DAN TRANSAKSI DI PASAR UANG. SEPERTI WESEL, TRANSAKSI COMMERCIAL PAPER DILAKUKAN DENGAN DISKONTO.

ANJAK PIUTANG ATAU FACTORING

MERUPAKAN SUMBER PENDANAAN MODAL KERJA DENGAN CARA MENJUAL PIUTANG DAGANG KEPADA PERUSAHAAN ANJAK PIUTANG. CARA MENJUALNYA BISA DENGAN 2 CARA : A. WITH RECOURSE : PERUSAHAAN TETAP BERTANGGUNG JAWAB BILA PIUTANG TSB TIDAK DIBAYAR OLEH PELANGGAN NYA. B. WITHOUT RECOURSE : PERUSAHAAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB BILA PIUTANG ITU MACET, RISIKO ADA PADA PERUSAHAAN FACTORING. KEUNTUNGAN ANJAK PIUTANG ADALAH MEMPERCEPAT PERPUTARAN MODAL KERJA, NAMUN DILAIN PIHAK KEUNTUNGAN BERBAGI DENGAN PERUSAHAAN FACTORING.