MODEL ARSITEKTUR

GARIS BESAR
• • • • Sistem arsitektur Lapisan-lapisan software Model arsitektur Design requirements

TUJUAN
Tujuan dari komputasi terdistribusi adalah untuk menyatukan kemampuan dari sumber daya (baik yang berupa sumber komputasi ataupun sumber informasi) yang terpisah secara fisik, ke dalam suatu sistem gabungan yang terkoordinasi dengan kapasitas yang jauh melebihi dari kapasitas individual komponenkomponennya. Tujuan lain yang ingin dicapai dalam komputasi terdistribusi adalah transparansi. Kenyataan bahwa sumberdaya yang dipakai oleh pengguna sistim terdistribusi berada pada lokasi fisik yang terpisah, tidak perlu diketahui oleh pengguna sumberdaya tersebut. Transparansi ini memungkinkan pengguna sistem terdistribusi untuk melihat sumber daya yang terpisah tersebut seolah-olah sebagai satu sistem komputer tunggal, seperti yang biasa digunakannya. Salah satu masalah yang dihadapi dalam usaha menyatukan sumber daya yang terpisah ini antara lain adalah skalabilitas, dapat atau tidaknya sistem tersebut dikembangkan lebih jauh untuk mencakup sumber daya komputasi yang lebih banyak. Contoh pada sistem terdistribusi : paperless office • Kebutuhan : Sistem Terdistribusi, Viva Arifin-1/ 15

 tumbuh sesuai business berkembang. PERANCANGAN DISTRIBUSI SISTEM ARSITEKTUR Ada 3 sistem arsitektur pada client-server. yaitu : 1.  respon yang cepat. Viva Arifin-2/ 15 .    • Input dan penyimpanan scanned dokumen viewing / printing dokumen jaringan untuk resources sharing dan komunikasi akunting dan analisa data Hasil yang dibutuhkan :  Tidak ada kehilangan data atau akses data oleh pihak yang tidak berwenang. One Tier Arsitektur Sistem Terdistribusi.

pada client juga terjadi pemrosesan dan presentasi. Two Tier Arsitektur Dimana client langsung “berbicara” ke server.Dimana client langsung terhubung ke server. 2. Sedangkan pada server terjadi remote data access dan remote procedure call pada data prosessingnya. antara client dengan server. Peranan agent ini umumnya adalah untuk membantu kerja server dan meringankan beban jaringan. Contohnya memberikan layanan. Perbedaan dengan one tier. Kebanyakan aplikasi web adalah 3-Tier. tanpa ada perantara antara mereka. dan mengirimkan hasilnya kembali ke client. Viva Arifin-3/ 15 . Three Tier Arsitektur Menggunakan sebuah “agent” (misal : server). Pada server terjadi pemrosesan transaksi dan aplikasi dan data management / akses. tetapi sifatnya hanya berupa presentasi pada client dan tidak terjadi pemrosesan pada client. mengumpulkan hasil.  Translation services menyesuaikan sebuah aplikasi pada mainframe ke sebuah lingkungan client / server. Sistem Terdistribusi. 3.  Intelligent agent services mengarahkan sebuah permintaan ke beberapa server yang berbeda. untuk membatasi jumlah koneksi yang request ke server. Catatan :  Meteriag services bertindak sebagai transaction monitor.

Viva Arifin-4/ 15 .Contoh : Aplikasi e-Business Application GUI . operation. … Business Logic Data Gbr : Tiered System Presentation Browser Business Logic Data Webserver Sistem Terdistribusi. … Presentation Business rules. Webpage.

RMI. Viva Arifin-5/ 15 .Gbr : One Tier Arsitektur Presentation Business Logic Webserver Browser Data Database Gbr : Two Tier Arsitektur Presentation Webserver Middleware (CORBA. Server JDBC Data Database Browser Gbr : Three Tier Arsitektur Sistem Terdistribusi. …) Business Logic App.

N-Tier biasanya menunjuk ke aplikasi web yang menyalurkan lagi permintaan kepada pelayanan enterprise.e.N Tier Beberapa sistem terdistribusi saling berinteraksi. Aplikasi jenis ini yang paling berjasa bagi kesuksesan server aplikasi. i. Viva Arifin-6/ 15 . Logical Tier) One Tier Architecture Sistem Terdistribusi. on various hardware (Physical Tier vs. Notice: phrase Tier can also imply physical separation of components.

komunikasi lokal dan penanganan peripheral) • Middleware  Program pendukung untuk distributed computing Sistem Terdistribusi. Machintosh • Sistem operasi  Bertanggung jawab atas basic local resources management (alokasi memori / proteksi. local inter-process communication and peripheral devices handling) Operating System Platform Computer and network hardware Lapisan-lapisan terpenting software dari bawah ke atas : • Platform : komputer dan jaringan hardware  Merupakan level hardware dan software paling rendah  Umumnya terdapat program antarmuka  Implementasi yang berbeda dari fasilitas sistem operasi untuk koordinasi dan komunikasi  Contoh : Windows. penciptaan proses dan penjadwalan. process creation and scheduling.LAPISAN-LAPISAN SOFTWARE language and runtime support for program interaction Software Layers Applications. services Middleware Conventional and distributed applications Responsible for basic-local resource management (memory allocation/protection. Viva Arifin-7/ 15 .

Server process Client process Peer process Sistem Terdistribusi. Contoh : IPX / SPX (Novell).  Diperlukan untuk memindahkan aplikasi-aplikasi mainframe ke aplikasi client/server  Menyediakan komunikasi antar bermacam-macam platform.  Media protocol menentukan tipe dari koneksi fisik yang digunakan pada network. Apple Talk (Apple). RPC (Remote Procedur Protocol). misal : ethernet. memberikan aturan rata-rata bagaimana client meminta layananan dari server dan bagaimana server menjawabnya.  Client-Server protocol. TCP / IP. dan client / server protocol.  NOS menyediakan layanan seperti : routing.  Kunci dari konektifitas adalah NOS (Network Operating System). token ring. Software konektivitas yang terdiri atas kumpulan layanan-layanan saling berinteraksi pada jaringan. dimana layanan-layanan ini kemudian dapat ditempatkan dimana saja pada computer / mesin yang berbedabeda. FDDI (Fiber Distributed Data Interface)  Transport protocol menyediakan mekanisme untuk memindahkan paket data dari client ke server. Viva Arifin-8/ 15 . dan network management services. Karenanya NOS bergantung pada communication protocols : media. transport. messaging. APPC (Advanced Program to Program Communication) • Open distributed services  Layanan-layanan lanjut dalam sistem terdistribusi • Aplikasi  Aplikasi konvensional terdistribusi Lapisan-lapisan software merupakan lapisan layanan. 2. distribusi. 3. Tipe proses yang terjadi adalah : 1. Contoh : Windows NT / 2003 Server. file and print. Contoh : NetBIOS. Unix. Linux.

Viva Arifin-9/ 15 .. Definisi model arsitektur : Sistem Terdistribusi.Middle Provider • pendukung untuk proses terdistribusi / object – suitable for applications programming – komunikasi • • • remote method invocation (Java RMI) remote procedure call (Sun RPC) pelayanan infrastruktur untuk aplikasi program – penamaan. – produk : CORBA. event notification.. Pada tingkat yang lebih tinggi menghubungkan proses yang berjalan dalam CPU tersebut dengan sistem komunikasi juga dibutuhkan. DCOM Gbr : Dasar client / model servers MODEL ARSITEKTUR Banyak arsitektur perangkat lunak dan keras yang bervariasi yang digunakan untuk komputasi terdistribusi. . Pada tingkat yang lebih rendah. penghubungan beberapa CPU dengan menggunakan jaringan sangat dibutuhkan. keamanan. transaksi.

 Client-server ini termasuk 2-two tier. Viva Arifin-10/ 15 . Windows 2003 Server. Komponen software (processes. dan menyimpan data  Client menghubungi server untuk pengambilan data. cd-rom. yaitu : layer server. dan melakukan proses data  Client yang meminta pelayanan dari server. menyediakan akses melalui firewall  Agent / mesin yang bertindak atas nama server yang dibantu / digantikan fungsinya • Peer processes  Definisi : Sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam Sistem Terdistribusi. Unix. printer yang bisa di-share oleh client  Server yang melayani pelayanan untuk client. seperti : aplikasi. kemudian server memformatnya dan menampilkannya ke pengguna. lebih dari 1000 komputer) • Proxy servers  Untuk mengurangi beban pada jaringan. Linux dengan Windows 98 / NT Workstation / Windows XP / Linux • Multiple servers  Untuk kinerja dan kehandalan yang lebih baik (misal : search engines. objects)  ways in which components interact  pemetaan komponen kedalam jarungan Mengapa dibutuhkan ?  untuk menangani lingkungan yang bervariasi dan yang akan digunakan  to guarantee performance Tipe utamanya terdiri atas : • Client-Server  Tipe pertama dan paling umum digunakan  Server adalah komputer yang memiliki resources. dan layer client  Contoh : Windows NT.

• Service oriented :  Sistem diatur sebagai satu set pelayanan yang dapat diberikan melalui antar-muka standar. Sistem Terdistribusi. dan kemudian mengumpulkan kembali dan menyatukannya sebagai hasil akhir.  Digunakan bila respon interaktif yang lebih cepat  Berfungsi sebagai client maupun server  Tidak memilki kontrol terpusat pada sumber daya yang terbagi  Semua perlatan dapat membagikan sumber dayanya dengan semua komputer pada jaringan yang sama  Hubungan peer berarti tidak ada satu komputer-pun yang memiliki prioritas akses tertinggi.Workstation  Sistem berisi workstation-workstation (komputer pribadi berkinerja tinggi) tersebar dihubungkan LAN berkecepatan tinggi. • File Server . membagi tugas dalam bagian-bagian. yang dikenal sebagai peer. Dan semua kewajiban dibagi merata ke seluruh mesin. Viva Arifin-11/ 15 . • Mobile code :  Berdasarkan prinsip arsitektur mendekatkan pemrosesan ke sumber data • Replicated repository :  Di mana "repository" dibuat replikanya dan disebarkan ke dalam sistem untuk membantu pemrosesan online/offline dengan syarat keterlambatan pembaharuan data dapat diterima.jaringan. maupun tanggung jawab tertinggi untuk membagikan sumberdaya  Semua user dapat bertindak sebagai administrator jaringan  Setiap user dapat memutuskan user lain dapat mengakses sumberdaya secara sederhana hanya dengan melakukan permintaan atau harus menggunakan password • Tightly coupled (clustered):  biasanya menunjuk kepada satu set mesin yang sangat bersatu yang menjalankan proses yang sama secara paralel.

dan tidak peduli lokasi data yang diolahnya.Server Server1 acts as client for Server2 Multiple Server Sistem Terdistribusi.  Server hanya bertugas sebagai penyimpanan data  Proses dijalankan di masing-masing workstation / terminal  Worksation-workstation akan menggunakan file secara bersamaan  Proses yang besar dibutuhkan workstation berkemampuan besar (RAM dan prosessor)  Contoh : LAN (Novell Netware. Banyan Vines) MODEL DASAR Client . User mempunyai workstation. Viva Arifin-12/ 15 .

Servers may interact Proxy Server intranet Peer Process firewall outside world Sistem Terdistribusi. Viva Arifin-13/ 15 .

dan dijalankan secar lokal. dan kemudian kembali ke asal Catatan : mobile code dan mobile agent dibutuhkan pada security Web applets Client requests results. applet code is downloaded: Sistem Terdistribusi.Application Coordination Code Application Coordination Code Application Coordination Code ‘White-board’ (event notification) Client Server Dan Mobilisasi Pada prinsipnya terbagi atas : • Mobile code  Didownload dari server. Viva Arifin-14/ 15 .  Contoh : web applets • Mobile agent (code + data)  Berjalan dari satu komputer ke komputer lain  Mengumpulkan informasi.

karenanya dibutuhkan penggunaan redundancy  Correctness : penggunaan verifikasi  Security : kemampuan untuk menghadapi serangan asing / bahaya. Ketergantungan  Fault tolerance : kemampuan untuk menghadapi dan recover dari kesalahan. tergantung pada kecepatan dari server dan data transfer  Load balancing. Kualitas pelayanan  Apakah video frames dan audio saling sesuai ?  Apakah mampu untuk beradaptasi dengan perubahan sistem ? Sistem Terdistribusi. karenanya dibutuhkan penggunaan enkripsi 3. multiple servers 2. Kinerja. seberapa cepat tanggapannya ?  Responsiviness-nya seberapa cepat respon yang diberikan ?  dibantu oleh penggunaan caching. adanya penggunaan applets.Client Web Server Applet Code Client interacts with the applet: Web Server Client Applet PERSYARATAN DESIGN UNTUK SISTEM TERDISTRIBUSI Untuk menilai arsitekturnya. Viva Arifin-15/ 15 . ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan : 1. penggandaan  Throughput / hasil.