Anda di halaman 1dari 7

FEED SUPLEMENT MAKANAN UNGGAS

Tinjauan Pustaka Feed Suplement

Feed suplement adalah tambahan pakan yang berasal dari zat gizi seperti dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, asam amino, enzim hormon dan lain-lain. Pengelompokan feed suplement didasarkan atas aktivitas dan cara kerjanya sebagaimana diterangkan di bawah ini. Peningkatan nilai manfaat penggunaan dapat dilakukan dengan memberikan bahan makanan tambahan. Bahan makanan tambahan tersebut dapat berupa zat gizi atau disebut dengan feed suplement dan zat non gizi atau feed additive. Fungsi feed suplement adalah untuk memperbaiki pakan. Sangat dianjurkan penggunaannya pada peternak yang memberikan pakan dengan kualitas rendah. Beberapa contoh feed suplement adalah asam amino, suplemen mineral dan suplemen vitamin. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak seperti dengan menambahkan feed additive termasuk didalamnya obat obatan atau antibiotik sintetis seperti amoxicillin, tetracycline, nitrofuran, penicillin, dll. Pemberian obat obatan tersebut terbukti dapat meningkatkan resistensi mikroba dalam saluran pencernaan sehingga Komisi Eropa melarang beberapa macam antibiotik ditambahkan kedalam ransum (The European Parliament and the Council of the European Union, 2003). Van den Bogaard et al. (2001) melaporkan bahwa kesalahan dalam cara memberikan antibiotik baik dalam hal batas penggunaan maupun penggunaan yang terus menerus dapat meningkatkan resistensi mikroba yang terdapat dalam saluran pencernaan. Penggunaan antibiotik mengakibatkan diproduksinya produk metabolit dalam bentuk residu antibiotik dan dapat terakumulasi kedalam produk ternak seperti daging, telur, susu dan jaringan tubuh lainnya (Jetacar, 1999). Mumtaz et al. (2000) melaporkan bahwa residu obat obatan didapatkan dalam daging unggas setelah beberapa hari pemberian obat obatan tersebut dan daging yang terkontaminasi dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia. Naeem et al. (2006) mendapatkan residu Quinolones dalam hati dan ginjal lebih banyak dibandingkan Di dalam daging dan telur ayam. Ladefoged (1996) melaporkan bahwa residu antibiotic dalam saluran pencernaan dapat mengakibatkan terbunuhnya mikroflora didalam saluran pencernaan dan gangguan pencernaan. Residu tersebut dapat terakumulasi pula dalam tubuh manusia yang

mengkonsumsi produk ternak yang mengandung residu antibiotik tersebut dan dapat mengakibatkan alergi, resistensi (Sundlof and Cooper, 1996), hipersensitif terhadap stimulant, karsinogenik, mutagenic dan Nurhayati dkk/Animal Production 11 (2) 103108 104 toksisitas (Voogd,1981).

Follet (2000) melaporkan bahwa resistensi antibiotik pada manusia tidak nyata disebabkan oleh orang tersebut mengkonsumsi produk ternak yang mengkonsumsi antibiotik yang sama. Hal senada disampaikan Donoghue (2003) bahwa residu antibiotic dalam produk unggas yang dapat dikonsumsi akan berkurang dan mencapai level toleransi dua hari setelah antibiotik tersebut dihentikan pemberiannya. Situasi ini mendorong ahli nutrisi ternak untuk mendapatkan bahan pakan tambahan yang bersifat alami sehingga fungsi feed supplement tidak hanya sebagai pakan tambahan tetapi juga dapat meningkatkan kualitas ransum, memperpanjang masa simpan dan mencegah tumbuh dan berkembangnya bakteri pathogen yang hidup dalam saluran pencernaan ternak tanpa mengakibatkan pengaruh negative kepada ternak dan manusia seperti terbentuknya produk metabolit sekunder.Karena efek negative yang berbahaya pada pengguanaan antibiotic sebagai food additive maka penggunaanya dilarang di seluruh dunia.

PENGGUNAAN FEED SUPLMENT UNTUK PAKAN UNGGAS

Feed suplemen adalah makanan pelengkap untuk pakan unggas agar lebih baik kwalitas maupun gizinya. Feed suplemen ini biasa disebut premix .Premix biasanya terdiri dari vitamin asam amino ,mineral, anti biotik atau keempatnya. Kita bisa membelinya di poultryshop atau toko ternak unggas.beberapa nama dagang untuk produk food supplement pada unggas antara lain adalah : Top mix,rodiamix,vetmix poultry plus, mineral A,grobig, dsb.Anda tinggal pilih. 1. Feed suplemen antibiotik antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu organisme untuk menghambat atau merusak pertumbuhan organisme lain.contohnya penisilin,aureomisin( klor tetrasiklin), terramisin (oksitetrasiklin ), feet suplemen ini bisa dicampur dengan pakan atau dicampur dengan air minum.Ayam yang di beri anti biotik pada pakannya , lebih terangsang pertumbuhannya daripada yang tidak.dosisnya 1 s/d 10 g /100kg pakan.

2. Feed suplemen pemacu pertumbuhan. Feed suplemen pemacu pertumbuhan adalahfeed suplemen anti biotik tidak mengandung zat antigenik dan dapat dieliminasikan secara cepat tanpa residu setelah 24 jam.Feed suplemen ini antara lain olaku indoks,basitrasin , flavomisin,Zn dan lain lain.beberapa merk feed suplemen antara lain Grobig, Rodhiamix.Dosis pemakaian untuk Ayam pedaging yaitu untuk stater gunakan grobig stater 500 g/100 kg pakan. untuk finisher, Grobig broiler 500g /100kg pakan.Jika menggunakan rodiamix , maka dosis yang di anjurkan untuk pedaging finisher.Gunakan rodiamix 22 sebanyak 500 g ,atau rodiamix CFT 22 sebanyak 140 g, atau Rodiamix 784 sebanyak 179 g tiap 100 kg pakan 3 Asam amino sintetis. Biasanya ada dua asam amino esensial yaitu DL-Methionin bahan ini mengandung 98 -99% methionin dan L-Lisinmengandung 60-99% lisin.Gunanya untuk melengkapi kekurangan protein hewani. 4. Koksidiostat (coccidiostat). Obat untuk mencegah berak darah (koksidiosis).Banyak macam obat yang bisa di campurkan ,misalnya Bambermycine, Amprolium, Monensin.Nikarbazin, Neomicine, Salinomycine, Sulfakuinoksalin yang tersedia dalam berbagai merk paten.dan jangan lupa perhatikan dosis yang ada dlm kemasannya 5. Anti jamur (anti mold). Jika bahan baku nyag di pakai mudah berjamur , maka sebaik nya di beri anti jamur antara lain ,Asam propionat, asam asetat asam sorbat, amoniumpropionat atau kombinasi dari bahan bahan tersebut.Dosisnya 0,09-0,1%. 6. Anti racun.(anti toksik).

Jika pakan berjamur maka akan menimbulkan racun bagi ternak.Maka berilah anti racun pada pakan .Tapi jika sudah di beri anti jamur maka tidak perlu di beri anti jamur. 7. Anti oksidan. Udara yang lembab, panas matahari, oksidasi pengaruh luar ,bisa merusak nutrisi dan kwalitas pakan .Untuk mengantisipasinya ,maka di beri antioksidan.Misalnya,BHT (Butylated hidroksi toluen),BHA (`butylated hydroksi anisol),EQ (etoxyquin),PG (prophilgallate)

PENGGUNAAN FOOD SUPLEMENT UNTUK RUMINANSIA

Banyak sekali jenis-jenis makanan suplemen ( food supplement ) yang beredar dipasaran. Seperti supplement Vitamin ( Vitamin supplement ), suplemen mineral ( Mineral supplement) , suplemen asam amino , suplemen enzim, suplemen hormon dan produk-produk kesehatan lainnya. Food supplement saat ini yang paling populer adalah supplement vitamin D, Vit C, Vit E, supplement mineral seperti Calsium dan zat besi, supplement herbal seperti Echinacea dan bawang putih, serta produk khusus seperti Glukosamin, probiotik dan minyak ikan (fish oil).

Food supplement terdapat dalam berbagai bentuk: tablet tradisional, kapsul, bubuk, serta minuman dan energi bar. Semua produk berlabel food supplement selalu disertai daftar yang berisi fakta isi ( ingredients), jumlah bahan aktif per porsi, dan bahan tambahan lainnya (seperti pengisi, pengikat, dan perasa). Produsen menunjukkan takaran konsumsi, tetapi pakar kesehatan Anda mungkin memutuskan bahwa jumlah yang berbeda adalah lebih sesuai.

Food supplement dapat memberikan gizi dalam jumlah yang memadai bagi ternak yang tidak mengkonsumsi berbagai pakanyang bergizi. Jika tidak bisa memberikan pakan dengan kualitas

baik,pemberian beberapa suplemen dapat membantu Anda mendapatkan jumlah nutrisi penting secara memadai. Namun, suplemen tidak dapat mengantikan makanan sehat yang sesungguhnya. Bukti ilmiah tentang Food supplement menunjukkan bahwa suplemen makanan ada yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tetapi ada juga suplemen makanan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping dan risiko yang tidak dinginkan. Contoh makanan suplemen yang bermanfaat bagi tubuh:

Kalsium dan vitamin D penting untuk menjaga tulang kuat dan mengurangi keropos tulang; Asam folat menurunkan risiko cacat lahir tertentu, dan Asam lemak Omega-3 dari minyak ikan dapat membantu beberapa orang dengan penyakit jantung.

Food supplement's Safety and risk Faktor Keselamatan dan Risiko mengkonsumsi food supplemen patut untuk dipertimbangkan. Banyak suplemen mengandung bahan aktif yang memiliki efek yang kuat dalam tubuh. Selalu waspada terhadap kemungkinan efek samping tak terduga, terutama saat mengambil produk baru. Food Supplement yang paling mungkin menyebabkan efek samping atau bahaya adalah makanan suplemen yang dikonsumsi tanpa melalui resep dokter dan dikonsumsi secara kombinasi dengan obat-obatan lain atau makanan suplemen lainnya. Beberapa suplemen dapat meningkatkan risiko perdarahan atau, jika seseorang mengkonsumsinya sebelum atau setelah operasi, akan mempengaruhi respon seseorang terhadap anestesi. Suplemen makanan juga dapat berinteraksi dengan obat resep tertentu dan menimbulkan masalah. Berikut adalah beberapa contoh:

Vitamin K dapat mengurangi kemampuan Coumadin untuk mencegah darah dari pembekuan.

Coumadin adalah Warfarin (Coumadin) pengencer darah yang mencegah pembentukan gumpalangumpalan darah

Suplemen Antioksidan seperti vitamin C dan E, dapat mengurangi efektivitas beberapa jenis kemoterapi kanker.

Perlu diingat bahwa beberapa bahan yang ditemukan dalam suplemen diet juga banyak ditambahkan dalam banyak bahan pakan, termasuk sereal sarapan dan minuman. Akibatnya,ternak mungkin akan mendapatkan zat gizi tertentu lebih dari yang diperlukan . Hal seperti ini selain tidak ekonomis juga dapat menimbulkan efek samping samping yang tidak bagus.

Daftar Pustaka
Jetacar (Joint Expert Advisory Committee On Antibiotik Resistance). 1999. The Use of Antibiotiks in Food Producing animals: Antibiotik-Resistant Bacteria in Animal and Humans.Commonwealth Departement of Agriculture,Fisheries and Forestry,Australia.Ladefoged O.996.Drug residuesin food of ani origin and related human hazards. In: Proc. Int. Workshop on Rational Applications of Vet. Pharmaceuticals and Biologicals.Balochistan Livestock Dev. Project, L & DD, Govt. of Balochistan, Quetta. March 13, 1996. Pp. 246 253. Mumtaz A, JA Awan, and M Athar. 2000. Rational use of drugs in broiler meat pro duction. Int. J. Agri. Biol. 2(3) : 269 272. Naeem M, K Khan, and S Rafiq, 2006. Determination of residues of quinolones in p oultry products by High PressureLiquidChromatography .J.Aplied Sci.6(2):373-379. Sundlof SF, and J Cooper. 1996.Human health risks associated with drug residues i n animalderived foods. In: Moats, W.A. and Medina, M.B. (eds). 1996.Veterinary Drug Residues: Food Safety. VAN DEN BOGAARD,A.E., N.BRUINSMA, and E.E.STOBBERINGH . 2000. The effect of banning avopracin on VRE carriage in the Netherlands (five abattoirs) and Sweden. J. Antimicrob. Chemother. 46 (1): 146-148. Donoghue, D. J.2003. Antibiotic residues in poultry tissues and eggs: human health concerns? Poult. Sci. 82:618621 .

Voogd ,CE. 1981. On the mutagenicity of nitrimidazoles .Mutat.Res.86(3):243277. Van den Bogaard AE, N London, C Driesen, and EE Stobberingh, 2001. Antibiotik resistance of faecal Eschericia coli in poultry, poultry farmers and poultry slaughterers. J. Antimicrobial Chemotherapy 47 : 763 771. The European Parliament and the Council of the European Union. 2003. Regulation (EC) 1831/2003 of The European Parliament and of the Council of 22 September 2003 on additives for use in animalnutrition. Brussels, Belgium

Anda sedang membaca artikel Makanan suplemen | Food Supplement jika ingin menautkan artikel Makanan suplemen | Food Supplement permalinknya adalah http://diajengsurendeng.blogspot.com/2011/10/makanan-suplemen-foodsupplement.html