Anda di halaman 1dari 15

MANAJEMEN RUANG DI RB KASIH BUNDA GUNUNG PATI-SEMARANG

2008

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumah bersalin Kasih Bunda ini dalam pembangunannya bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu layanan kesehatan yang dapat memnuhi kebutuhan yang dirasakan dan diselenggarakan dengan cara yang baik, tepat waktu tanggap serta mampu menyembuhkan keluhan serta mencegah berkembangnya penyakit atau meluasnya penyakit. Di dalam Rumah Bersalin Kasih Bunda memberikan pelayanan serta fasilitas-fasilitas yang ada didalamnya seperti ketersediaan peralatan, prosedur kerja atau protokol layanan pendukung lainnya yang semoga saja menjadi suatu yang efektif serta efisien untuk menyelenggarakan layanan kesehatan yang bermutu tinggi. Dalam sistem Rumah Bersalin ini tidak luput merupakan tugas untuk bagaimana membangun dengan indikator Mutu pelayanan Kebidanan maka Kami membuat suatu perencanaan di dalamnya penilaian Mutu Pelayanan Kebidanan Berdasarkan Daftar Tilik, salah satunya kami menggunakan sistem PDCA (Plan, Do, Check, Action) yaitu Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti.

BAB II PEMBAHASAN

Teori Siklus PDCA A. Siklus PDCA Konsep siklus PDCA pertama kali diperkenalkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1930 yang disebut dengan Shewhart cycle. PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do, Check, Act" ("Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti"), adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah interatif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. Selanjutnya konsep ini dikembangkan oleh Dr. Walter Edwards Deming yang kemudian dikenal dengan The Deming Wheel(Tjitro, 2009) Metode ini dipopulerkan oleh W. Edwards Deming, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas modern sehingga sering juga disebut dengan siklus Deming. Deming sendiri selalu merujuk metode ini sebagai siklus Shewhart, dari nama Walter A. Shewhart, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas statistis. Siklus PDCA berguna sebagai pola kerja dalam perbaikan suatu proses atau system sehingga mutu pelayanan kesehatan. PDCA merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan kerja, pelaksanaan kerja, pengawasan kerja dan perbaikan kerja yang dilakukan terus menerus dan berkesinambungan mutu pelayanan. Siklus PDCA digunakan dalam pelayanan kesehatan untuk penyelesaian masalah dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Secara sederhana siklus PDCA dapat digambarkan sebagai berikut : Siklus PDCA terdiri dari empat tahapan, yaitu: 1. Perencanaan ( Plan ) Tahapan pertama adalah membuat suatu perencanaan. Perencanaan merupakan suatu upaya menjabarkan cara penyelesaian masalah yang ditetapkan ke dalam unsur-unsur rencana yang lengkap serta saling terkait dan terpadu sehingga dapat dipakaisebagai pedoman dalam melaksanaan cara penyelesaian masalah. Hasil akhir yang dicapai dari perencanaan adalah tersusunnya rencana kerja penyelesaian masalah mutu yang akan

diselenggarakan. Rencana kerja penyelesaian masalah mutu yang baik mengandung setidaktidaknya tujuh unsur rencana yaitu: a. Judul rencana kerja (topic), b. Pernyataan tentang macam dan besarnya masalah mutu yang dihadapi (problem statement), c. Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus, lengkap dengan target yang ingin dicapai (goal, objective, and target), d. Kegiatan yang akan dilakukan (activities), e. Organisasi dan susunan personalia pelaksana (organization and personnels) f. Biaya yang diperlukan (budget), g. Tolak ukur keberhasilan yang dipergunakan (milestone). 2. Pelaksanaan ( Do ) Tahapan kedua yang dilakukan ialah melaksanakan rencana yang telah disusun. Jika pelaksanaan rencana tersebut membutuhkan keterlibatan staf lain di luar anggota tim, perlu terlebih dahulu diselenggarakan orientasi, sehingga staf pelaksana tersebut dapat memahami dengan lengkap rencana yang akan dilaksanakan. Pada tahap ini diperlukan suatu kerjasama dari para anggota dan pimpinan manajerial. Untuk dapat mencapai kerjasama yang baik, diperlukan keterampilan pokok manajerial, yaitu : a. Keterampilan komunikasi (communication) untuk menimbulkan pengertian staf terhadap cara pentelesaian mutu yang akan dilaksanakan b. Keterampilan motivasi (motivation) untuk mendorong staf bersedia menyelesaikan cara penyelesaian masalah mutu yang telah direncanakan c. Keterampilan kepemimpinan (leadershif) untuk mengkordinasikan kegiatan cara

penyelesaian masalah mutu yang dilaksanakan d. Keterampilan pengarahan (directing) untuk mengarahkan kegiatan yang dilaksanakan.

3. Pemeriksaan ( Check ) Tahapan ketiga yang dilakukan ialah secara berkala memeriksa kemajuan dan hasil yang dicapai dan pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pemeriksaan untuk mengetahui :

a. Sampai seberapa jauh pelaksanaan cara penyelesaian masalahnya telah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan b. Bagian mana kegiatan yang berjalan baik dan bagian mana yang belum berjalan dengan baik c. Apakah sumberdaya yang dibutuhkan masih cukup tersedia d. Apakah cara penyelesaian masalah yang sedang dilakukan memerlukan perbaikan atau Untuk dapat memeriksa pelaksanaan cara penyelesaian masalah, ada dua alat bantu yang sering dipergunakan yakni a. Lembaran pemeriksaan (check list) Lembar pemeriksaan adalah suatu formulir yang digunakan untuk mencatat secara periodik setiap penyimpangan yang terjadi. Langkah pembuatan lembar pemeriksan adalah: Tetapkan jenis penyimpangan yang diamati Tetapkan jangka waktu pengamatan Lakukan perhitungan penyimpangan b. Peta kontrol (control diagram) Peta kontrol adalahsuatu peta / grafik yang mengambarkan besarnya penyimpangan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Peta kontrok dibuat bedasarkan lembar pemeriksaan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan peta kontrol adalah : Tetapkan garis penyimpangan minimum dan maksimum Tentukan prosentase penyimpangan Buat grafik penyimpangan Nilai grafik

4. Perbaikan (Action) Tahapan keempat yang dilakukan adalah melaksanaan perbaikan rencana kerja. Lakukanlah penyempurnaan rencana kerja atau bila perlu mempertimbangkan pemilihan dengan cara penyelesaian masalah lain. Untuk selanjutnya rencana kerja yang telah diperbaiki tersebut dilaksanakan kembali. Jangan lupa untuk memantau kemajuan serta hasil yang dicapai. Untuk kemudian tergantung dari kemajuan serta hasil tersebut, laksanakan tindakan yang sesuai. Cara melakukan penilaian mutu pelayanan kebidanan

1. Lihat daftar tilik daftar tilik adl suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh pelayanan sesuai atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Berisi daftar kelengkapan sarana, pra sarana, pengetahuan, kompetensi teknis, persepsi klien, dsb 2. Lihat sasaran penilaian a. Observasi : mengamati pada saat pelayanan Observasi: suatu penyelidikan yg dijalankan secara sistematis & sengaja diadakan dgn menggunakan alat indra terutama mata terhadap kejadian-kejadian yg langsung (Bimo Walgito, 1987:54) Observasi: suatu tehnik untuk mengamati secara langsung maupun tidak langsung gejala-gejala yg sedang /berlangsung baik di dlm (di luar) sekolah (Djumhur, 1985:51). Observasi sebagai alat pengumpul data : pengamatan yg memiliki sifat-sifat

(depdikbud:1975:50): a. dilakukan sesuai dgn tujuan yg telah dirumuskan lebih dulu. b. direncanakan secara sistematis. c. hasilnya dicatat & diolah sesuai dgn tujuannya. d. dpt diperiksa validitas, reliabilitas & ketelitiannya e. bersifat kwantitatif.

b. Wawancara : dengan diskusi, tanya jawab, cek pemahaman Kartono (1980: 171) interview (wawancara) : suatu percakapan yg diarahkan pd suatu masalah ttt; ini merupakan proses tanya jawab lisan, dimana 2 orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik. Dlm proses interview terdapat 2 pihak dgn kedudukan yg berbeda. pertama berfungsi sebagai penanya, disebut pula sebagai interviewer, lainnya berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer), interviewer atau informan. Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan, meminta keterangan (penjelasan), sambil menilai jawaban-jawabannya. Sekaligus ia mengadakan paraphrase (menyatakan kembali isi jawaban interviewee dgn kata-kata lain), mengingat-ingat & mencatat jawaban-jawaban.

Disamping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut & berusaha melakukan probing (rangsangan, dorongan) .

c. Dokumen : sebuah tulisan yg memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas & informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan atau memakai media elektronik. melihat kelengkapan dokumen rekam medik, register, buku catatan

Rumah Bersalin Kasih Bunda 1. Denah RB Kasih Bunda RUANG-RUANG DI RB KASIH BUNDA: Ruang Prndaftaran Ruang Karyawan Ruang Tunggu Toilet Ruang Tunggu Rawat Inap Ruang Persalinan Ruang Water Bone Ruang Bayi Mother corner Ruang Balita Ruang Pemeriksaan Apotik Kantin Parkir / Halaman

2. Struktur Organisasi Struktur Organisasi sebagai berikut:

1. Ketua 2. Wakil 3. Sekretaris 4. Administrasi 5. Kepala Ruangan 6. Gizi 7. Humas 8. Fasilitas 9. Sie Kebersihan :

: : : : : :

: :

3. Pelayanan Di Rumah Bersalin Kasih Bunda Dalam hal ini kami merencanakan Berbagai pelayanan-pelayanan atau fasilitas-fasilita yang ada di Rumah Bersalin Kasih Bunda diantaranya Yaitu: Persalinan normal dengan perlengkapan yg lengkap Fasilitas ini kami sediakan untuk menambah nilai mutu pelayanan agar klien merasa nyaman dan aman saat akan melakukan persalinan karena apa yang di butuhkan klien sudah tersedia di ruang persalinan. Layanan rujukan Kami juga mempunyai layanan rujukan, agar jika terjadi diluar kehamilan normal kami telah siap dengan merujuk klien di rumah sakit yang kami tunjukkan karna kami bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Ruangan Khusus perawatan Bayi Kami menyediakan ruangan khusus perawatan Bayi agar bayi dapat beristirahat atau tersedinya kebutuhan bayi di ruangan ini Senam Hamil Senam Hamil bertujuan untuk meningkatkan kesehatan Ibu dan Janin dan juga untuk memuaskan Ibu dalam pelayan kami Senam Nifas Senam nifas ini agar keluhan-keluhan yang di alami ibu dapat berkurang dan sebelum ibu pulang senam nifas ini dilakukan

Penyuluhan Mengenai Perawatan Bayi Di RB ini kami menyediakan pendidikan tentang bagaimana ibu merawat bayi saat di rumah nanti agar anak tersebut mendapatkan asupan dan kebutuhan yang cukup Pelayanan KB Kami juga menyediakan pelayanan KB lengkap Mother corner Ruangan ini bila ibu ingin melakukan persalinan tekniik di air Ruang Perawatan Balita Perawatan Ibu dan Bayi selama 5 hari 4 malam Kami menyediakan perawatan ibu dan Bayi selama 5 hari 4 malam dalam hal ini selama dalam perawatan di RB ibu dan bayi di rawat, memberikan kebutuhan yang di butuhkan, pendidikan tentang bayi dan sebagainya 4. Beberapa Fasilitas Di RB Kasih Bunda Terdapat fasilitas di ruang masing-masing kami akan menyebutkan di antaranya saja yaitu: 1. Ruang Pendaftaran Perlengkapan Alat Tulis Komputer Loker Meja Kursi Kipas Angin TV 2. Fasilitas Ruang Persalinan 2 buah tempat tidur untuk bersalin Alat vacuum ekstraktor sebagai alat bantu pertolongan persalinan dengan ekstrasi vacum CTG untuk mendeteksi detak jantung Tabung Oksigen Air Conditioner Toilet 3. Fasilitas Ruang Balita Tempat tidur Balita

4.

Lemari Untuk Perlengkapan Balita Karpet AC Mainan Anak-anak Tempat Sampah medis Non medis Sofa Westafel Toilet Tabung Oksigen Kamera CCTV Fasilitas Ruang Bayi

Tempat tidur Bayi 3 Lemari Untuk perlengkapan Bayi Kereta bayi Karpet Inkubator Tabung oksigen Mainan

Melaksanakan PDCA di Ruang Bayi Dan Balita a. PLAN merencanakan meningkatkan sarana dan prasarana serta fasilitas di ruang bayi dan balita yang melibatkan seluruh anggota petugas yang bekerja di RB Kasih Bunda di laksanakan Minggu depan Perencanaan tersebut yaitu menambah fasilitas fasilitas yang ingin tercakupi di ruang bayi dan balita agar nilai mutu pelayanan mengalami peningkatan. Pencakupan fasilitas-fasilitas tersebut diantaranya: Fasilitas di ruangan Bayi dan Balita: Perawatan Bayi dan Balita Khusus Kami disini ingin perawatan bayi dan balita khusus terpisah dengan ruangannya agar kenyaman masing-masing antara bayi dan balita memuaskan Pemijatan Bayi Di ruangan bayi kamu juga akan melakukan pemijatan bayi agar bayi merasa relaks dan peredaran darah bayi lancar.

Memandikan bayi Agar bayi selalu segar dan bersih dan juga untuk kesehatannya kebutuhan bayi pun terpenuhi. Menyusui Bayi Setiap 2 jam sekali bayi di serahkan kepada ibunya untuk di susui atau ibunya bisa menghampiri bayinya untuk menyusi bila sudah kuat karena tersedia sofa. Keamanan CCTV Penjemuran Kenyamanan Bayi dan Balita b. Do Melaksanakan perubahan perubahan dilaksanakan oleh petugas yang bertugas di ruangan Bayi dan Balita. Dalam hal ini kami mencoba pelaksanaan yang akan kami terpkan di ruang bayi Sarana Yang di butuhkan diantaranya: Ruangan Bayi 6 Tempat tidur bayi dan balita Mainan 3 Kereta Bayi Karpet Gambar / hiasan dinding Inkubator Tong sampah Westafel 2 Bath tube 4 Kamera CCTV Penghangat Ruangan 1 Kipas Angin Sofa Atap Otomatis Ruangan Balita 6 Tempat tidur Balita

1 Tabung oksigen 1 AC Mainan Gambar/hiasan dinding 2 Kamera CCTV Toilet Sofa Lemari Westafel

Mekanisme pelaksanaan : Setelah 6 jam bayi lahir dan di susui bayi di mandikan Di tidurkan di tempat tidur Setiap 2 jam sekali bayi di serahkan kepada ibunya untuk di susui atau ibunya bisa menghampiri bayinya untuk menyusi bila sudah kuat karena tersedia sofa Bayi juga di beri penerangan yang cukup Suhu bayi terjaga karena terdapat pengatur suhu Bila bayi masih di rawat di RB di pagi hari bayi di jemur selama 30 menit Pemijatan bayi di pagi hari Bayi dimandikan 2kali sehari Mengadakan terapi otak untuk melatih sistem kerja otak kiri dan kanan contoh nya Bermain puzzle dan mengadakan permainan lain nya Memeberikan pendididkan anak usia dini kepada masing masing ibu Mengadakan imunisasi Bila bayi masih di rawat di RB di pagi hari bayi di jemur selama 30 menit Pemijatan bayi di pagi hari Bayi dimandikan 2kali sehari c. Check Pelaksanaan tersebut lumayan baik terlaksana perubahan tersebut perlu ditinjau dari klien: Faktor mendukung: Fasilitas meningkat Bayi dan balita terjaga dan ibu merasa puas Kebutuhan bay dan balita lebih terpenuhi Faktor Penghambat: Petugas mungkin merasa kelelahan karna terus menjaga bayi dan balita Biaya mahal Keinginan pasien yang selalu ingin di utamakan d. Action

Terlihat dari check bahwa faktor tersebut meningkatkan mutu pelayanan sehingga klien merasa puas namun dalam hal ini juga terdapat penghambat yaitu petugas merasa kelelahan karna terus mengawasi bayi dan juga biaya yang dikeluarkan klien pun terbilang mahal karena fasilitas tersebut sehingga mutu pelayanan tersebut hanya bisa di rasakan oleh kalangan menengah ke atas Akan tetapi RB.KASIH BUNDA ini memberikan kesempatan untuk kalangan tidak mampu dan menengah dengan di adakan surat keterangan tidak mampu . Kami akan memberikan toleransi kepada keluarga tidak mampu agar dapat pelayanan kesehatan yang baik . Dan RB.KASIH BUNDA ini mengadakan pendidikan kesehatan bagi remaja,bumil,bufas dan balita KHUSUS : RB.KASIH BUNDA ini menyediakan program aku dan ibu. Program ini memberikan pedidikan untuk balita dan ibu bagaimana cara menangani balita yg aktif,pasif maupun yg kekurangan/cacat mental.

BAB III PENUTUP Kesimpulan Dalam hal ini pembuatan penilaian mutu pelayanan kebidanan tidak luput dari sasaran penilaian yaitu berupa observasi, wawancara serta dokumen. Dan dalam penilaian melalui siklus PDCA harus berkesinambungan antara satu dan lainnya aga pelayanan mutu berjalan dengan baik. Sekian tugas dari kami tentang perancanaan tugas tersebut tetang pelayanan mutu, sekiranya kami menyadari kekurangan yang ada pada tugas kami, tetang penilaian mutu pelayanan kebidanan berdasarkan siklus PDCA di dalam RB Kasih Bunda di ruangan Bayi dan Balita. Mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam penulisan serta dalam teknik mohon saran dan kritik bagi pembaca.