P. 1
Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia

Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia

|Views: 310|Likes:
Dipublikasikan oleh Shela Meilinda Hanum

More info:

Published by: Shela Meilinda Hanum on Apr 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

2005 -2015

CETAK BIRU CETAK BIRU CETAK BIRU CETAK BIRU
PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH INDONESIA PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH INDONESIA PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH INDONESIA PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH INDONESIA
V.21.05.2007
2
/ // /D DD DQ QQ QG GG GD DD DV VV VD DD DQ QQ Q + ++ +X XX XN NN NX XX XP PP P 3 33 3H HH HU UU UE EE ED DD DQ QQ QN NN ND DD DQ QQ Q 6 66 6\ \\ \D DD DU UU UL LL LD DD DK KK K
1. UU No.7/1992 tentang Perbankan memberikan peluang untuk membuka
bank yang beroperasi dengan prinsip bagi hasil. Indonesia memasuki era
dual banking system, di mana bank dengan prinsip bagi hasil dan bank
konvensional secara bersama-sama mendukung pembangunan
perekonomian Nasional.
2. UU No.10/1998, yang merupakan amandemen dari UU No.7/1992
tentang Perbankan, memberikan landasan hukumyang lebih kuat bagi
keberadaan bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip
syariah. Bank konvensional dimungkinkan untuk membuka unit usaha
syariah.
3. UU No.23/1999 yang selanjutnya diamandemen dengan UU No.3/2004
tentang Bank Indonesia, memberi kewenangan kepada BI sebagai
otoritas pengawasan perbankan syariah, dan memungkinkan BI untuk
dapat menggunakan instrumen kebijakan moneter berdasarkan prinsip
syariah.
Back to Framework
3
Perbankan Syariah Sebagai Bagian dari
Sistem Keuangan Nasional
The Indonesian Financial System Architecture The Indonesian Financial System Architecture The Indonesian Financial System Architecture The Indonesian Financial System Architecture The Indonesian Financial System Architecture The Indonesian Financial System Architecture The Indonesian Financial System Architecture The Indonesian Financial System Architecture
Indonesian Banking Architecture Indonesian Banking Architecture Indonesian Banking Architecture Indonesian Banking Architecture
Arsitektur Arsitektur Arsitektur Arsitektur Sistem Sistem Sistem SistemKeuangan Keuangan Keuangan KeuanganIndonesia Indonesia Indonesia Indonesia
(ASKI) (ASKI) (ASKI) (ASKI)
Indonesian Banking Architecture Indonesian Banking Architecture Indonesian Banking Architecture Indonesian Banking Architecture
Arsitektur Perbankan
Indonesia
(API)
Cetak Biru Pengembangan
Perbankan Syariah
Indonesia
Pasar Modal Asuransi
Pasar Valas
Dana Pensiun
Perusahaan
Pembiayaan
Microfinance
Pegadaian
Sistem
Pembayaran
Sektor Riil
dan Fiskal
Sektor
Moneter
Sistem Sistem Sistem SistemKeuangan Keuangan Keuangan Keuanganyang yang yang yang Sehat Sehat Sehat Sehat, , , , Efisien Efisien Efisien Efisiendan dan dan dan
Stabil Stabil Stabil Stabil untuk untuk untuk untuk Mendukung Mendukung Mendukung MendukungPertumbuhan Pertumbuhan Pertumbuhan Pertumbuhan
Ekonomi Ekonomi Ekonomi Ekonomi Nasional Nasional Nasional Nasional
Pengembangan Perbankan Syariah sejalan dengan API dan ASKI
Perbankan
4
Kebijakan Pengembangan Perbankan Syariah adalah
untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yg Tinggi
dan Berkualitas
1. Menyediakan alternatif jasa keuangan
dan perbankan.
2. Tidak melakukan transaksi yg bersifat
spekulatif di pasar valas dan di pasar
modal, (built-in characteristic dari bank
syariah).
3. Menciptakan harmonisasi antara
sektor keuangan dengan sektor
produktif riil (re-attachment) melalui
penyediaan likuiditas yang sesuai
dengan aktivitas riil perekonomian.
4.Mendorong fungsi sosial, memperluas
jangkauan pertumbuhan ekonomi
kepada UMK dan ekonomi lemah,
melalui peran perbankan syariah dalam
voluntary sector (CSR, ZISWaH).
Link to: Perbankan Syariah Mendorong Harmonisasi Antara Sektor Keuangan dan Sektor Riil Ekonomi
1. Meningkatkan mobilisasi dana
masyarakat u/ pembiayaan
pembangunan nasional & mendukung
kelancaran sistempembayaran.
2. Mendukung stabilitas harga dan
meningkatkan daya tahan sistem
keuangan terhadap economic shocks.
3. Mengurangi excess liquidity trap.
Memperkuat sektor produktif
perekonomian dan mendukung
pencapaian inflasi yg rendah.
4. Memperkuat ketahanan sistem
perekonomian melalui pemberdayaan
UMKM yg dapat menyerap tenaga
kerja/mengurangi pengangguran dan
social safety net menciptakan quality
of growth.
5
) )) )U UU UD DD DP PP PH HH HZ ZZ ZR RR RU UU UN NN N& && &H HH HW WW WD DD DN NN N % %% %L LL LU UU UX XX X 3 33 3H HH HQ QQ QJ JJ JH HH HP PP PE EE ED DD DQ QQ QJ JJ JD DD DQ QQ Q
3 33 3H HH HU UU UE EE ED DD DQ QQ QN NN ND DD DQ QQ Q 6 66 6\ \\ \D DD DU UU UL LL LD DD DK KK K
(sebuah 574808 574808 574808 574808 penataan dan pengembangan lndustri Perbankan Syariah)
VISI & MISI PENGEMBANGAN
PERBANKAN SYARIAH
Peluang & Tantangan
Pengembangan
Perbankan Syariah
LANDASAN FILOSOFI
PERBANKAN SYARIAH
Paradigma
Pengembangan
Perbankan Syariah
Struktur Industri
Perbankan Syariah
LANDASAN HUKUM
PERBANKAN SYARIAH
Infrastruktur Industri
Perbankan Syariah
6 6 Pilar Pilar Pengembangan Pengembangan
Perbankan Perbankan Syariah Syariah
6 Sasaran
Strategis
Pengembangan
4 Tahapan
Pencapaian
112
Program
Inisiatif
VISI ARSITEKTUR
PERBANKAN INDONESIA
6 Pilar API
6
Visi dan Enam Pilar API









Sistem perbankan yang sehat, kuat, dan
efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan
dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi nasional
Struktur
Perbankan
yang Sehat
Si stem
Pengaturan
yang
Efekti f
Si stem
Pengawasan
yang
Independen
dan Efekti f
Industri
Perbankan
yang Kuat
Infrastruktur
Pendukung
yang
Mencukupi
Perl i ndungan
Nasabah
Pilar 1 Pilar 2 Pilar 3 Pilar 4 Pilar 5 Pilar 6









Sistem perbankan yang sehat, kuat, dan
efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan
dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi nasional
Struktur
Perbankan
yang Sehat
Si stem
Pengaturan
yang
Efekti f
Si stem
Pengawasan
yang
Independen
dan Efekti f
Industri
Perbankan
yang Kuat
Infrastruktur
Pendukung
yang
Mencukupi
Perl i ndungan
Nasabah
Pilar 1 Pilar 2 Pilar 3 Pilar 4 Pilar 5 Pilar 6
Sistem perbankan yang sehat, kuat, dan
efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan
dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi nasional
Struktur
Perbankan
yang Sehat
Si stem
Pengaturan
yang
Efekti f
Si stem
Pengawasan
yang
Independen
dan Efekti f
Industri
Perbankan
yang Kuat
Infrastruktur
Pendukung
yang
Mencukupi
Perl i ndungan
Nasabah
Pilar 1 Pilar 2 Pilar 3 Pilar 4 Pilar 5 Pilar 6
Back to Framework CetakBiru
7
Falsafah Ekonomi Syariah sebagai Landasan Filosofis
Perbankan Syariah
Ketuhanan Yang Maha Esa
HukumMuamalah Akhlak
Kebersamaan Universal
Keadilan Keseimbangan Kemaslahatan
Masyarakat Sejahtera
Material & spiritual
4
Fondasi
3
Pilar
1
Tujuan
Kesuksesan yang hakiki dalamberekonomi berupa
tercapainya kesejahteraan yang mencakup kebahagiaan
(spiritual) dan kemakmuran (material) pada tingkatan individu
dan masyarakat.
Tiga Pilar Ekonomi Syariah:
- aktifitas ekonomi yang berkeadilan dg menghindari eksploitasi
berlebihan, excessive hoardings/ unproductive, spekulatif, dan
kesewenang-wenangan.
- adanya keseimbangan aktivitas di sektor riil-finansial, pengelolaan
risk-return, aktivitas bisnis-sosial, aspek spiritual-material & azas
manfaat-kelestarian linkungan
- Orientasi pada kemaslahatan yg berarti melindungi keselamatan
kehidupan beragama, proses regenarasi, serta perlindungan
keselamatan jiwa, harta dan akal.
Fondasi Ekonomi Syariah:
Meletakkantata hubungan bisnis dalamkonteks kebersamaan
universal untuk mencapai kesuksesan bersama.
Kaidah2 hukum muamalah di bidang ekonomi yang membimbing
aktivitas ekonomi shg selalu sesuai dgnsyariah.
Akhlak yang membimbing aktivitas ekonomi senantiasa
mengedepankankebaikan sbg cara mencapai tujuan.
Ketuhanan Yang Maha Esa yg menimbulkankesadaran bahwa
setiap aktivitas manusia memiliki akuntabilitas ketuhanan sehingga
menumbuhkan integritas yg sejalan dg prinsip GCG dan market
discipline.
Back to Framework CetakBiru
8
Visi dan Misi Pengembangan Perbankan
Syariah
A. VISI
• “ Terwujudnya sistem perbankan syariah yang sehat, kuat dan
selaras dengan prinsip syariah dalam kerangka keadilan,
kemaslahatan dan keseimbangan guna mencapai masyarakat
yang sejahtera secara material dan spiritual”
B. MISI
• “ Mewujudkan iklim yang kondusif untuk pengembangan
perbankan syariah yang sehat, efisien dan kompetitif atas dasar
prinsip syariah dan prinsip kehati-hatian, yang mampu
mendukung sektor riil melalui kegiatan pembiayaan berbasis
bagi hasil dan transaksi riil, dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional”
Back to Framework CetakBiru
9
Paradigma Pengembangan Perbankan
Syariah
1.
1.
Fair Treatment
Fair Treatment
2.
2.
Market Driven
Market Driven
3.
3.
Sustainable Approach
Sustainable Approach
4.
4.
Comply to
Comply to
Sharia
Sharia
Principles
Principles
5.
5.
Consistent
Consistent
Back to Framework CetakBiru
10
6 Pilar Pengembangan Perbankan Syariah
Struktur Struktur
Perbankan Perbankan
Syariah Syariah yg yg
sehat sehat
Perlindung Perlindung- -
an an nasabah nasabah
Terpenuhi Terpenuhi - -
nya nya prinsip prinsip
kehati kehati - -
hatian hatian & &
kepatuhan kepatuhan
syariah syariah
Industri Industri
perbankan perbankan
syariah syariah yg yg
kuat kuat
Sistem Sistem
pengawas pengawas- -
an an yg yg
indepen indepen- -
den den dan dan
efektif efektif
Infrastruktur Infrastruktur
pendukung pendukung
yg yg
mencukupi mencukupi
Pilar 1 Pilar 2 Pilar 4 Pilar 5 Pilar 6 Pilar 3
Back to Framework Cetak Biru
Visi dan Misi Pengembangan Perbankan Syariah
Visi Arsitektur Perbankan Indonesia
11
6 Sasaran Strategis Pengembangan Perbankan Syariah
Nasional
1. Terpenuhinya prinsip syariah dalam operasional perbankan syariah.
2. Diterapkannya prinsip kehati-hatian dalam operasional perbankan syariah.
3. Terciptanya sistem perbankan syariah yang kompetitif dan efisien.
4. Mendukung penciptaan stabilitas sistemik serta terealisasinya kemanfaatan
bagi masyarakat luas.
5. Meningkatnya kualitas SDM dan tersedianya SDM secara memadai untuk
mendukung pertumbuhanperbankan syariah.
6. Optimalnya fungsi sosial bank syariah melalui perannya dalam
memfasilitasi keterkaitan antara voluntary sector dengan pemberdayaan
ekonomi rakyat (dhua’fa, usaha mikro dan kecil).
Back to Framework Cetak Biru
12
7 77 7D DD DK KK KD DD DS SS SD DD DQ QQ Q 3 33 3H HH HQ QQ QF FF FD DD DS SS SD DD DL LL LD DD DQ QQ Q 6 66 6D DD DV VV VD DD DU UU UD DD DQ QQ Q
3 33 3H HH HQ QQ QJ JJ JH HH HP PP PE EE ED DD DQ QQ QJ JJ JD DD DQ QQ Q 3 33 3H HH HU UU UE EE ED DD DQ QQ QN NN ND DD DQ QQ Q 6 66 6\ \\ \D DD DU UU UL LL LD DD DK KK K
Back to Framework Cetak Biru
Tahap I (2002-2004) Peletakan landasan pengembangan.
Fokus aktivitas dalam tahap ini adalah menyusun ketentuan kelembagaan bank syariah dan
menyiapkan infrastruktur dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan bank syariah
Tahap II (2005-2009) Penguatan struktur industri,
Fokus aktifitas peningkatan daya saing, efisiensi operasi, pengayaan produk, serta
kompetensi dan profesionalisme SDMperbankan syariah
Tahap III (2010-2012) Pencapaian standar keuangan dan kualitas
pelayanan internasional.
Fokus aktivitas meningkatkan kualitas layanan dan operasional
perbankan syariah.
Tahap IV (2013-2015) Pencapaian pangsa yang
signifikan dalam kondisi mulai terbentuknya
integrasi dg sektor keuangan syariah lainnya.
13
Infrastruktur Industri Perbankan Syariah (2015)
BUS
UUS
UUS
BPRS
BPRS
PasarUangAntar
Bank Syariah
Bank Indonesia: Pengawasan bank,
Kebijakanmoneter & Sistempembayaran
Bank Indonesia: Pengawasan bank,
Kebijakanmoneter & Sistempembayaran
DewanSyariah Nasional
Lembagafatwa
DewanSyariah Nasional
Lembagafatwa
Pasarmodal
Syariah
•Lembaga Arbitrase Syariah
•Asosiasi Akuntan
•Asosiasi Bank Syariah
•Lembaga Keuangan Syariah Non
Bank
•Lembaga Keuangan Mikro Syariah
•Lembaga Amil Zakat & wakaf
•Forum Komunikasi Ekonomi
Syariah
•Lembaga Sertifikasi Profesi
•Lembaga Pendidikan & Pelatihan
•Lembaga Penjaminan Simpanan
Lembaga Peradilan Muamalah
•Lembaga Rating
•Lembaga Riset
IFSB, IIFM, IDB, AAOIFI
DepKeu-RI: KebijakanFiscal
BappepamLK: Pengawasan LKBB & PS Modal
DPS DPS DPS
F Pengawasan
F Koordinasi
Transaksi Perbankan
Kepatuhan syariah
SektorSosial
Syariah
Lembaga
Pengawasan
LAZ/UPZ
Back to Framework Cetak Biru
14
Target Pencapaian Aset Perbankan Syariah
15% 10% 9% 7% 5% 2,8% 1,6% Aset Bank
Syariah
2015 2011 2010 2009 2008 2007 2006 Share
Asumsi:
- momentum akselerasi 2007-2008 tetap terjaga dan berkelanjutan.
- Faktor-faktor kunci yg mempengaruhi keberhasilan pencapaian target: jumlah bank,
jaringan kantor/layanan, variasi produk, SDM, IT, fungsi pengawasan BI, dukungan
pemerintah & stakeholder lainnya, kondisi perekonomian dan efektifnya market
discipline.
15
Penjabaran Sasaran Strategis untuk
mendukung pencapaian Pilar I
1. Terwujudnya bank-bank syariah dengan standar operasi internasional,
didukung oleh permodalan yang memadai, berdaya saing serta
kompetensi pada jenis pasar yang dipilihnya.
2. Tercapainya pangsa pasar perbankan syariah yang cukup signifikan
pada akhir tahun 2015 (sekitar 15%).
3. J umlah BUS minimal 10% dari perbankan nasional dicapai pada tahun
2015.
4. Terwujudnya aliansi strategis bank syariah dengan lembaga-lembaga
keuangan syariah lain.
5. Terwujudnya linkage program antara BUS, UUS dan BPRS dalam
melayani sektor UMK, Usaha Menengah dan Korporasi.
Back to
matrix
16
1. Perbankan syariah memiliki undang-undang tersendiri (UU Bank
Syariah)
2. Berlakunya ketentuan perpajakan yang fair bagi transaksi perbankan
syariah
3. Tersusunnya standar keuangan syariah untuk mendukung
pengembangan produk yang selaras antara aspek syariah dan kehati-
hatian;
4. Terimplementasinya nilai-nilai syariah secara mikro dalam bentuk
ketentuan Good Corporate Governance (GCG) dan terbentuk market
discipline.
5. Diterapkannya kebijakan exit dan entry yang efisien
6. Dibuatnya peraturan yang spesifik sesuai dengan karakteristik
operasional bank syariah.
Penjabaran Sasaran Strategis untuk
mendukung pencapaian Pilar II
Back to
matrix
17
1. Terwujudnya sistem pengaturan dan pengawasan berbasis risiko yang dapat
mendorong ke arah terbentuknya self-regulatory system, dengan dukungan IT dan
SDM yg memadai.
2. Tercukupinya kebutuhan SDMpengawas bank syariah yang memiliki tingkat
keahlian yang tinggi dan dalam jumlah yang proporsional dengan kebutuhan
pengawasan;
3. Terwujudnya kerjasama antara otoritas pengawasan perbankan syariah nasional
dengan otoritas pengawasan negara lain dalamrangka cross border supervision.
4. Terwujudnya mekanisme dan harmonisasi pengawasan prinsip syariah dalam
industri perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah non-bank;
5. Menyempurnakan organisasi Direktorat Perbankan Syariah dan satker lainnya
termasuk KBI sesuai dengan kebutuhan pengawasan bank syariah.
6. Terjaganya tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi dalam hal penerapan
prinsip syariah dalam setiap transaksi.
Penjabaran Sasaran Strategis untuk
mendukung pencapaian Pilar III
Back to
matrix
18
1. Diterapkannya GCG dalam operasional perbankan syariah.
2. Semakin efisien operasional perbankansyariah.
3. Tercapainya porsi pembiayaan berbasis bagi hasil secara signifikan.
4. Tersedianya SDMbank syariah yang memiliki kualifikasi keahlian
internasional dan dalam jumlah yang memadai.
5. Perbankan syariah memiliki IT yang memadai.
6. Perbankan syariah memiliki Internal Control yang memadai untuk
memastikan pemenuhan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan syariah.
7. Pengembangan produk perbankan syariah yang disesuaikan dengan
kebutuhan pengguna jasa perbankan syariah dengan selalu
memperhatikan aspek kehati-hatian dan kepatuhan syariah.
8. Pengembangan jaringan kantor dan layanan bank syariah hingga ke
daerah-daerah secara merata serta sesuai kebutuhan masyarakat.
9. Berkembangnya fungsi sosial bank syariah untuk mendorong
pengembangan UMK dan pengentasankemiskinan.
Penjabaran Sasaran Strategis untuk
mendukung pencapaian Pilar IV
Back to
matrix
19
1. Terwujudnya pasar keuangan syariah yang efisien dan merefleksikan prinsip-
prinsip syariah dalam instrumen dan jenis transaksinya.
2. Telah berdiri/berkembang/berfungsinya institusi infrastruktur perbankan syariah,
seperti lembaga rating, asosiasi perbankan syariah, lembaga sertifikasi,
lembaga arbitrase, lembaga peradilan muamalah, lembaga pendidikan,lembaga
riset, lembaga amil zakat & wakaf dan DSN.
3. Semakin meningkatnya kerjasama dg lembaga keuangan Internasional (IFSB,
IIFM, IDB, AAOIFI dll) dalamrangka peningkatan standar pengawasan dan
standar industri perbankan syariah.
4. Semakin meningkatnya kerjasama dg lembaga domestik dalammendukung
perkembangan industri perbankan syariah.
5. Adanya kesamaan visi dan misi serta kejelasan kedudukan perbankan syariah
dalam optimalisasi pengelolaan dana-dana voluntary sector dalam
pengembangan dan pemberdayaan UMKM(Cetak biru pengembangan shariah
voluntary sector)
6. Mulai berkembangnya pasar keuangan sosial (voluntary sectory) dimana
perbankan syariah memiliki peran yang signifikan dalamhal monilisasi dana-
dana sosial dan penyalurannya ke UMK dan pengentasan kemiskinan.
Penjabaran Sasaran Strategis untuk
mendukung pencapaian Pilar V
Back to
matrix
20
1. Tercapainya tingkat pemahaman masyarakat yang tepat mengenai
fungsi, peran dan positioning bank syariah dalam masyarakat, produk-
produk bank syariah melalui proses sosialisasi yang efektif.
2. Tercapainya tingkat pemahaman nasabah terkait dengan hak dan
kewajiban nasabah serta mekanisme penyelesaianapabila terdapat
perselisihanmelalui proses sosialisasi yang efektif.
3. Terbentuknya Lembaga Mediasi yang memiliki kemampuan untuk
melayani pengaduan nasabah/bank syariah.
4. Terwujudnya safety-net keuangan syariah yang merupakan kesatuan
dengan konsep operasional perbankan yang berhati-hati.
5. Terwujudnya mekanisme perlindungan konsumen.
Penjabaran Sasaran Strategis untuk
mendukung pencapaian Pilar VI
Back to
matrix
21
FINANCIAL MARKET
Share/Equity Holder Entrepreneur
Capital Market
Sh. Bond Market Equity Market
Money Market Voluntary Sector Market
PLAYER REGULATOR SUPERVISOR
ARBITRAGE
RATING INSTITUTION
REAL ECONOMY
Harmonisasi sektor keuangan dan sektor riil
(Perspektif Ekonomi Syariah)
Back
Sh. STN Market
22
IMFIs
ICBs/IBUs
IRBs
MSEs
Unit
CCBs=Conventional Commercial Banks; IRBs=Islamic Rural Banks;
ICBs=Islamic Commercial Banks; IBUs=Islamic Business Unit;
IMFs=Islamic Microfinance Institutions
T/A
Providers
Donor
Institutions
voluntary
sector funds
collecting
agency
INFRASTRUCTURE
•Regulation
•Supervision
•Information
•Law
enforcement
•Insurance
Business class fund
Voluntary sector funds
Technical assistance
CCBs
Government
Peran Perbankan Syariah
Dalam Mendorong Sektor UMKM
Back
23
Program Akselerasi 2007 - 2008
BUK dg UUS
BUK (Bank
Umum
Konvensional)
BUS (Bank
UmumSyariah)
Ekspansi
pembiayaan
Korporasi Retail
Mendirikan
UUS (Unit
Usaha Syariah)
Konversi
BUS
Subsidiary
BUS
INVESTOR
DN-LN
PENABUNG
DEPOSAN
PEMERINTAH
DANA
SOSIAL
DN-LN
I. Penguatan Sisi Permintaan
II. Penguatan Sisi Penawaran
Pengembangan
jaringan &
layanan BS
Mendirikan
BUS
Permodalan,
manajemen, SDM
BS yg kuat
Back
24
Infrastruktur Industri Perbankan Syariah:
kondisi saat ini (2007)
BUS
UUS
UUS
BPRS
BPRS
PasarUangAntar
Bank Syariah
Bank Indonesia: Pengawasan bank,
Kebijakanmoneter & Sistempembayaran
Bank Indonesia: Pengawasan bank,
Kebijakanmoneter & Sistempembayaran
DewanSyariah Nasional
Lembagafatwa
DewanSyariah Nasional
Lembagafatwa
Pasarmodal
Syariah
•Lembaga Arbitrase Syariah
•Asosiasi Akuntan
•Asosiasi Bank Syariah
•Lembaga Keuangan Syariah Non
Bank
•Lembaga Keuangan Mikro
Syariah
•Lembaga Amil Zakat
•Forum Komunikasi Ekonomi
Syariah
•Lembaga Sertifikasi Profesi
•Lembaga Pendidikan
•Lembaga Penjaminan Simpanan
Lembaga Peradilan Muamalah
IFSB, IIFM, IDB, AAOIFI
DepKeu-RI: Kebijakan Fiscal
Bappepam LK: Pengawasan LKBB & PS Modal
Back
DPS DPS DPS
F Pengawasan
F Koordinasi
Transaksi Perbankan
Kepatuhan syariah
25
1.Terpenuhinya prinsip syariah dalam operasional
perbankan syariah:
– Tersusunnya standar keuangan syariah untuk mendukung
pengembangan produk yang selaras antara aspek syariah dan
kehati-hatian;
– Terimplementasinya nilai-nilai syariah secara mikro dalam bentuk
ketentuan Good Corporate Governance (GCG) dan terbentuk
market discipline;
– Terwujudnya mekanisme dan harmonisasi pengawasan prinsip
syariah dalam industri perbankan syariah dan lembaga keuangan
syariah non-bank;
– Terjaganya tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi dalam
hal penerapan prinsip syariah dalam setiap transaksi.
Penjabaran Strategi Pengembangan Industri
Perbankan syariah
26
2. Diterapkannya prinsip kehati-hatian dalam operasional
perbankan syariah:
– Diterapkannya kebijakan exit dan entry yang efisien
– Terwujudnya sistem pengaturan dan pengawasan berbasis risiko
yang dapat mendorong ke arah terbentuknya self-regulatory
system
– Diterapkannya konsep GCG dalam operasional perbankan
syariah
– Terbentuknya mekanisme dan harmonisasi pengawasan antara
perbankan syariah dengan lembaga keuangan syariah non-bank
– Terlibatnya lembaga-lembaga penelitian perbankan syariah
secara konstruktif
Penjabaran Strategi Pengembangan Industri
Perbankan syariah
27
3. Terciptanya sistem perbankan syariah yang kompetitif dan efisien:
– Tercapainya pertumbuhan perbankan syariah dalam segi volume yang didukung oleh
daya jangkau pelayanan dan varietas produk yang kompetitif
– Terwujudnya bank-bank syariah dengan standar operasi internasional, daya saing pada
tingkat global serta kompetensi pada jenis pasar yang dipilihnya
– Terwujudnya aliansi strategis dengan lembaga-lembaga keuangan syariah lain, otoritas
pengaturan dan lembaga riset secara domestik dan internasional
– Terwujudnya mekanisme kerja sama dengan lembaga-lembaga pendukung termasuk
instansi terkait dan satuan-satuan kerja di Bank Indonesia
– Terwujudnya pasar keuangan syariah yang efisien dan merefleksikan prinsip-prinsip
syariah dalam instrumen dan jenis transaksinya.
– Tercapainya Pangsa pasar perbankan syariah 15% pada akhir tahun 2015 dengan
jumlah bank 10% dari perbankan nasional.
Penjabaran Strategi Pengembangan Industri
Perbankan syariah
28
4. Terciptanya stabilitas sistemik serta terealisasinya
kemanfaatan bagi masyarakat:
– Terwujudnya safety-net keuangan syariah yang merupakan
kesatuan dengan konsep operasional perbankan yang berhati-hati
– Tercapainya tingkat pemahaman masyarakat yang tepat
mengenai fungsi, peran dan positioning bank syariah dalam
masyarakat
– Terwujudnya mekanisme perlindungan konsumen
– Tercapainya porsi pembiayaan berbasis bagi hasil secara
signifikan
– Berdirinya pusat-pusat penelitian, pendidikan dan pengembangan
ekonomi dan perbankan syariah yang dapat mendukung kebijakan
secara makro.
Penjabaran Strategi Pengembangan Industri
Perbankan syariah
29
5. Tercapainya SDM yang memadai dari segi kuantitas dan
kualitas untuk mendukung pertumbuhan bank syariah:
– Tersedianya SDMbank syariah yang memiliki kualifikasi
keahlian internasional dan dalam jumlah yang memadai;
– Tercukupinya kebutuhan SDMpengawas bank syariah yang
memiliki tingkat keahlian yang tinggi dan dalam jumlah yang
proporsional dengan kebutuhan pengawasan;
– Tersedianya lembaga pendidikan dan pelatihan perbankan
syariah yang memiliki kualitas yang baik yang dapat
mempersiapkan SDI dalam industri perbankan syariah secara
berkesinambungan.
Penjabaran Strategi Pengembangan Industri
Perbankan syariah
30
6. Optimalnya fungsi sosial bank syariah melalui perannya
dalam memfasilitasi keterkaitan antara voluntary sector
dengan pemberdayaan ekonomi rakyat (Dhua’fa, usaha mikro
dan kecil):
– Adanya kesamaan visi dan misi serta kejelasan kedudukan
perbankan syariah dalam optimalisasi pengelolaan dana-dana
voluntary sector dalam pengembangan dan pemberdayaan
UMKM;
– Terwujudnya aliansi strategis yang efektif antara perbankan
syariah dengan lembaga-lembaga keuangan syariah lain,
didukung oleh otoritas pengaturan dan lembaga riset baik
domestik maupun internasional dalam hal pembangunan
struktur syariah voluntary sector.
Penjabaran Strategi Pengembangan Industri
Perbankan syariah
31
MODEL OF ISLAMIC SOCIAL SECTOR
Surplus Spending Unit
Deficit Spending Unit
• CSR Funds
• Zakat (Shariah obligatory
Funds)
• Infaq+Shodaqah+Hibah
(Shariah voluntary Funds)
• Cash Waqf (Shariah
Evergreen Funds)
A. Producti ve investment
(un-bankable):
• Micro and Small Scale
Enterprises
• Un-employment (start-up
business)
B. Consumpti ve investment:
Basic needs (food,
education, health care).
Supervisor/Regulator
Institutions, Individuals
Institutions, Individuals
Arbitrage Rating Institution
Social Financial
Intermediary
Institutions
Social Financial
Intermediary
Institutions
MARKET
2005 -2015
Terima Terima Terima Terima Kasih Kasih Kasih Kasih

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->