Anda di halaman 1dari 16

WAWASAN LINGKUNGAN

(PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN)

SUSTAINABLE DEVELOPMENT
Pengasuh : H. Didik Sarudji, M.Sc.

VI
KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN LH
GOAL
4/24/2013 1

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

GOAL
MHS MEMAHAMI LATAR BELAKANG KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN LH; MHS MEMAHAMI STRATEGI PEMBANGUNAN; MHS MEMAHAMI LANDASAN HUKUM KEBUIJAKSANAAN PEMBANGUNAN LH; MHS MEMAHAMI KEBIJAKSANAAN SEKTORSEKTOR PEMBANGUNAN KHUSUSNYA DALAM RANGKA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN/ PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP;

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

A. PENDAHULUAN
BERBAGAI MASALAH YANG TERKAIT DGN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN LH:
MASALAH MAKIN MARAKNYA PERUSAKAN LH. MASIH BERLANJUTNYA PENAMBANGAN LIAR. BELUM EFEKTIFNYA PELAKSANAAN PEDOMAN UMUM PE-NGEMBANGAN DAERAH PENYANGGA TAMAN NASIONAL. MASIH TINGGINYA PENCEMARAN LH. BELUM OPTIMALNYA PENGOLAHAN LIMBAH BAHAN BER-BAHAYA DAN BERACUN (B3). MASALAH MASIH LEMAHNYA PEMAHAMAN TTG PENGELOLAAN SDALH YANG BERKESINAMBUNGAN. MASALAH KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN. MASALAH PENEGAKAN HUKUM. SISTEM INFORMASI LH YANG TRANSPARAN BELUM ME-LEMBAGA DG BAIK.
3

LANDASAN HUKUM 1. 2. 3. PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4. 5.
6.

7. 8. 9.
4/24/2013

GOAL
PENDAHULUAN 1. STRATEGI

B. STRATEGI
MENGELOLA SDALH DGN MEMPERHATIKAN DDLH DAN DTLH DAN SOSBUD DNG EKOEFISIENSI DGN TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN. PENEGAKAN HUKUM PENDELEGASIAN WWN BERTAHAP KE DAERAH. MEMBERDAYAKAN MASY LOKAL UTK MENGELOLA LH. MENGEFEKTIFKAN PENGGUNAAN INDIKATOR-2 KEBERHASILAN PENGELOLAAN LH. REHAB KAWS RUSAK, KAWASAN KONSERVASI, MENETAPKAN KAWASN KONSERVASI BARU. MENINGKATKAN PENGAMANAN THD PERUSAKAN SDALH SCR PARTISIPATIF DGN MASY.
4

LANDASAN HUKUM 2. PROGRAM-2 3. 4. 5. 6. 7.

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

C. LANDASAN HUKUM
UUPLH NO. 23 TH 1997 Pasal 9:
(1) Pemerintah menetapkan kebijaksanaan nasional tentang pengelolaan lh dan penataan ruang dg tetap memperha-tikan nilai-2 agama, adat - istiadat, dan nilai-2 yang hidup dlm masy. Pengelolaan lh dilaks secara terpadu oleh inst Pem, masy serta pelaku pemb. Pengelolaan lh wajib dilakukan scr terpadu dgn penataan ruang, perlindungan sda non hayati, perlindungan sdbin, konsevasi sda hayati dan ekosistemnya, cagar budaya, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Keterpaduan perencanaan dan pelaks kebijaksanaan nas. pengelolaan lh dikoordinasi oleh Menteri LH.

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

(2)
KEBIJAKAN

(3)
PERTANYAAN

(4)

4/24/2013

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

D. PROGRAM-2 PEMBANGUNAN
1. 2. 3. 4. Pengembangan dan peningkatan akses informasi sdalh. Peningkatan efektifitas Pengelolaan, Konsevasi dan Rehabilitasi sda. Pencegahan dan pengendalian Kerusakan dan Pencemaran lh. Penataan Kelembagaan dan Penegakan Hukum dln Pengelolaan sda dan pelestarian lh. Peningkatan peranan masy dlm pengelolaan dsa dan pelestarian lh.
6

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

5.

4/24/2013

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

E.1. KBJ DL PEMB. INDUSTRI

1. 2.

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

PEMB. INDUSTRI MEMERLUKAN DUKUNGAN LH SBG WADAH/MEDIA ATAU SDA. PEMB. INDUSTRI BERDAMPAK LINGKUNGAN NEGATIF.

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

3.

UNTUK MENGENDALIKAN DAMPAK NEGATIF AGAR JANGAN SAMPAI MERUSAK / MENURUNKAN KUALITAS LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN AMDAL
AMDAL SEBAGAI SALAH SATU SYARAT DLM PENGAMBILAN KEPUTUSAN APAKAH INDUSTRI DIIJINKAN / TIDAK.

4.

4/24/2013

GOAL
PENDAHULUAN

E.2. KBJ DL PEMB. PERTANIAN


1. 70% PENDUDUK INDONESIA HIDUP AGRARIS. 2. SEHINGGA DAMPAK PERTANIAN LUAS DAN BESAR. 3. INTENSIFIKASI DAN EKSTENSIFIKASI PERTANIAN TIDAK BOLEH MENGORBANKAN PELESTARIAN FUNGSI LH PRODUKTIFITAS LAHAN MENURUN TERUS; 4. KEBIJAKAN YANG DIAMBIL: a. meningkatkan deversifikasi b. intensifikasi c. rehabilitasi lahan d. upaya pelestarian fungsi lh untuk pertanian e. menyesuaikan kehidupan dan kebutuhan masy setempat.
8

STRATEGI

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

GOAL

E.3. KBJ DL PEMB PERTAMBANGAN


1. PEMB. PERTAMBANGAN MELIBATKAN SEKTOR LAIN. 2. SEKTOR YANG TERLIBAT UMUMNYA KARENA TERKAIT LAHAN/WILAYAH YANG DIEKSPLOATASI. 3. PERLU KOORDINASI DARI PIHAK-PIHAK TERKAIT. 4. KOORDINASI HRS DISERTAI KETERPADUAN DALAM PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN. 5. DITEKANKAN : PEMANFAATAN KEKAYAAN SUMBER DAYA TAMBANG DILAKUKAN SECARA HEMAT DAN OPTIMAL DENGAN MANJAGA KELESTARIAN FUNGSI LH.

PENDAHULUAN STRATEGI

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

E.4. KBJ DL PEMB. KEHUTANAN


1. PENINGKATAN PENGELOLAAN HUTAN TERPADU.

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

2. MENJAGA KELESTARIAN FUNGSI HUTAN. sbg catchment area; sbg. pengendali air ; sbg. penahan tanah (agar tidak longsor); sumber keanekaragaman hayati; sumber kekayaan alam hasil hutan; sbg. Penentu ekosistem. dsb.
3. MENINGKATKAN UPAYA REHABILITASI; 4. MENINGKATKAN KELESTARIAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN.

4/24/2013

10

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

E.5. KBJ DL PEMB. PARIWISATA

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

1. PEMB. PARIWISATA ~ INDUSTRI YANG MASIH BARU; 2. MENJUAL KEINDAHAN FISIK. 3. MENARIK WISATAWAN KRN ASPEK-ASPEK BUDAYA. 4. KEBIJAKAN: a. kelestarian budaya; b. kelestarian pribadi bangsa; c. kelestarian fungsi dan mutu lingkungan hidup sbg obyek wisata.

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

11

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

E.6. KBJ DL PEMB. KELAUTAN

1. KEKAYAAN LAUT MELIMPAH. 2. KEKAYAAN LAUT BELUM DIMANFAATAKAN SECARA OPTIMAL. 3. MASIH BANYAK YANG DIJARAH ASING. 4. KEBIJAKAN: a. pengembangan IPTEK kelautan; b. pengembangan kelembagaan. c. kelestarian fungsi kelautan.

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

12

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

E.7. KBJ DL PEMB. ENERGI

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

1. JENIS ENERGI : TAK TERBARUKAN, TERBARUKAN, LESTARI.


2. KEBIJAKAN:
a. eksplorasi sumber energi baru. b. deversifikasi penggunaan energi. c. pengembangan sumber energi terbarukan (alkohol, minyak jarak dsb.) d. pemanfaatan energi ramah lingkungan.

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

13

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

E.8. KBJ DL PEMB. DAERAH

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

1. PEMBANGUNAN (PEMANFAATAN SDALH) SECARA BERTAHAP DISERAHKAN KEPADA DAERAH (OTONOMI DAERAH) 2. MELIBATKAN DAERAH-2 SEKITAR DALAM SUATU EKOSISTEM. 3. KOORDINASI ANTAR DAERAH DALAM MEMANFAATAKAN SDALH DAN MENGENDALIKAN DAMPAK LINGKUNGAN.

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM KEBER-SAMAAN (ANTAR DAERAH0.

4/24/2013

14

GOAL
PENDAHULUAN STRATEGI

F. PERTANYAAN

LANDASAN HUKUM PROGRAM-2

KEBIJAKAN
PERTANYAAN

4/24/2013

15

4/24/2013

16