BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia kita mengenal adanya bangunan komersial sebagai sarana untuk melakukan berbagai kegiatan. Gedung sebagai salah satu bangunan komersial berfungsi sebagai tempat bekerja dan tempat hunian. Di dalam bangunan gedung kita dapat melakukan berbagai kegiatan seperti kegiatan usaha, kegiatan sosial dan budaya, keagamaan, jasa kesehatan atau kegiatan khusus lainnya. Ciri utama bangunan komersial biasanya mempunyai gaya arsitektur modern dan berada dalam kota serta mempunyai lokasi yang strategis. Sebagai tolok ukur dalam menampilkan percepatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang harus dapat menyediakan berbagai fasilitas pendukung utilitas kota seperti bangunan komersial rumah sakit yang dapat memaksimalkan fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan, bisnis, pariwisata, dan sektor ekonomi lainnya. Sejalan dengan trend dan tuntutan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, pembangunan Rumah Sakit Siloam dilaksanakan dengan memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh yang didahului dengan pengkajian lingkungan yang dilaksanakan lewat penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

1.2 Dasar Hukum Peraturan perundang-undangan yang menjadi rujukan dan dasar hukum dalam penyusunan dokumen UKL dan UPL ini, adalah : 1. Undang-undang Nomor 05 Tahun Agraria. 2. Undang-undang Nomor 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3. Undang-undang Nomor 03 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

1

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. 5. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 6. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. 7. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. 8. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 9. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 10. Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan. 11. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 2002 tentang Baku Tingkat Kebisingan. 12. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 50 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. 13. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 02/KPTS/1985 tentang Ketentuan pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Gedung. 14. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Gedung dan Lingkungan. 15. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 16. Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 02 Tahun 1999 tentang Ijin Lokasi. 17. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 147/MENKES/PER/I/2010 tentang Perijinan Rumah Sakit. 18. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

2

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

20. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. 21. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 22. Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 61 Tahun 2002 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2003. 23. Keputusan Bapedal Nomor 03 tahun 1995 tentang kualitas incinerator dan emisi yang dikeluarkannya. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 26. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 27. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air. 28. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999 tentang Pengolahan Bahan Limbah Berbahaya dan Beracun. 29. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Kota Kupang. 30. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kupang tahun 2011 – 2030. 31. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Kupang Tahun 2011 – 2030.

1.3 Tujuan dan Kegunaan 1.3.1 Tujuan Tujuan dari penyusunan dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang, adalah :

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

3

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

b) Sebagai bahan acuan dalam upaya pemberdayaan masyarakat sebagai akibat dari kegiatan pengoperasian rumah sakit dan fasilitas penunjangnya. pengembangan. 3) Bagi Masyarakat.2 Kegunaan Kegunaan dari dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. c) Sebagai instrument pengikat dan acuan bagi pemrakarsa dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. 3) Menguraikan komponen rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan menimbulkan dampak terhadap lingkugan hidup akibat pembangunan dan pengoperasian rumah sakit. a) Kemudahan memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai. yang setara dengan rumah sakit di luar negeri seperti di Singapura serta fasilitas Dokter Ahli yang PT. adalah : 1) Bagi Pemerintah a) Sebagai bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan. pelaksanaan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 4 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1. b) Sebagai pedoman bagi Pemerintah Kota Kupang dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan pemantauan lingkungan hidup. pengawasan dan pengendalian pembangunan. 4) Menguraikan tindakan pihak rumah sakit dalam program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.1) Menyajikan informasi lingkungan sebelum adanya kegiatan rumah sakit. 2) Menguraikan kegiatan yang akan dilakukan rumah sakit. 2) Bagi Pemrakarsa a) Membantu pemrakarsa dalam pengambilan keputusan sehubungan dengan perencanaan dan pengelolaan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan Rumah Sakit Siloam. d) Sebagai bahan pertimbangan dalam permohonan rekomendasi kelayakan lingkungan hidup terhadap pembangunan dan pengoperasian rumah sakit.3.

PT. rawat jalan maupun pelayanan lainnya dengan harga yang bersaing dan terjangkau oleh masyarakat. b) Terbukanya kesempatan kerja seperti penyediaan bahan pangan dan sayuran serta buah-buahan dari warga sekitar rumah sakit serta penyediaan berbagai jasa pendukung aktivitas lainnya oleh warga di sekitar rumah sakit.memadai baik dalam jumlah maupun kualitas pelayanan bagi pasien rawat inap. c) Terjalin pola kemitraan dengan usaha lain. d) Saling kontrol dari masyarakat terhadap kegiatan rumah sakit yang bersifat negatif. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 5 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

1 Kegiatan Konstruksi Kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang secara garis besar dikelompokan menjadi 7 (tujuh) jenis kegiatan utama : 1. Pekerjaan Struktur PT. 4. Skala Usaha dan/atau Kegiatan : Rumah Sakit tipe A. Pekerjaan Tanah 3.2 Rencana Usaha dan/atau Kegiatan 1. Telp : - 2. Veteran RT: 017 RW: 005. Lokasi dan/atau Kegiatan 3.BAB II IDENTITAS PEMRAKARSA DAN DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN 2. Veteran RT: 017 RW: 005. Dominikus Go 3 : Jl. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 6 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . NUSA BAHANA NIAGA : Ir. : Rencana kegiatan terletak pada kawasan dengan peruntukan sesuai penataan ruang adalah kawasan jasa dan perdagangan. Informasi Kegiatan Usaha : Jl. Rumah Sakit Siloam Kota Rencana 2. Nama Rencana Usaha dan/atau : Pembangunan Kegiatan Kupang. Kota Kupang. Kota Kupang.2. Pekerjaan Persiapan 2.1 Identitas Pemrakarsa 1 2 Nama Badan Usaha Nama Penanggungjawab Rencana Usaha dan atau Kegiatan Alamat Kantor : PT. Kecamatan Oebobo. Kecamatan Oebobo. 2. Kelurahan Fatululi. Kelurahan Fatululi.

00 1.00 9.88 874.502.20 422.00 37.79 18. Pekerjaan Landscape Secara jelas deskripsi kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang nantinya dapat dilihat pada tabel 1.42 883.00 1. Pekerjaan Pelengkap 6. Data Teknis Kegiatan Fisik Rumah Sakit Siloam Kota Kupang No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 C C.372.53 609. Tabel 1.29 m 2 Unit Unit m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit PT.00 540.1 1 2 3 4 C.00 300.25 1. Pekerjaan Arsitektural 5.4. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 7 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 60. Pekerjaan Mekanical dan Electrical 7.2 1 2 3 4 5 6 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat 239.00 2.77 420.750.59 1.76 273.11 839.00 256.00 m m m m m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan Unit m m m 2 2 1.

370.014.688.42 12. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 8 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1 2 3 4 5 6 7 8 D.339. 1 2 3 Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan Jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading.60 6.625.00 1.520.1.00 323.00 56.93 1.1.3.00 m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit m m m m m m 2 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1.2.00 1.187.00 1.57 1.417.00 42.D D.00 8. 1 D. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan 12.59 19.31 32.00 11.00 4.98 200.00 9.75 2.00 510.00 720.006.00 350.25 462. 1 2 D.00 Unit Unit Unit PT.4.93 411.75 14.46 888. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F.00 1.00 560.00 1 8.00 1.

Instalasi Rawat Inap d. Instalasi Rehab Medic PT.00 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 9 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Instalasi Radiologi f. Instalasi Intensif Care Unit h. Instalasi Rawat Jalan c. Instalasi Laboratorium g.00 1. Instalasi Pemulasaran Jenasah j. terdiri dari : a.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1. seperti: 1.00 1.2 Fasilitas Pelayanan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang direncanakan dilengkapi dengan berbagai fasilitas.00 1.2.00 1.00 Unit Unit Unit 2. Instalasi Bedah Sentral i.00 1.00 1. Instalasi Rawat Darurat b.2. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mecanical dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 1.00 1. Instalasi Bersalin e.00 1.00 1.00 1.4 5 6 7 8 9 F.00 1.00 1.00 1. Fasilitas Pokok.

antara lain layanan Mobil Ambulance. Taman Selain itu rumah sakit ini dilengkapi dengan layanan umum. Instalasi Farmasi b. Sarana Perparkiran b. Dalam usaha mendukung kegiatan utama. Instalasi Air Bersih dan Air Limbah d. terdiri dari : a. Instalasi Pemeliharaan Sarana (mesin-mesin. terdiri dari : a. Tangga Darurat i. layanan Visum and Repertum. Internet. Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah c. Instalasi Sterilisasi d. Instalasi Listrik. e. dan lain-lain) b. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 10 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . layanan Medical Chek Up. yaitu pelayanan jasa kesehatan dan penyediaan jasa yang berhubungan dengan kesehatan pasien. Security Service g. Fasilitas Pendukung. Instalasi Gizi c. peralatan. Fasilitas Penunjang. AC. dan lain-lain. layanan KB Rumah Sakit dan layanan MOW (Medical Operatif Wanita). Telepon / Fax. Instalasi Hemodialisis 3. terdiri dari : a. Instalasi Pemadam Kebakaran f. Pelayanan ATM d. Lift service h. maka Rumah Sakit PT.2. Fasilitas Umum. Ramp Pasien 4. Cafetaria c.

Siloam Kota Kupang memiliki kapasitas 233 tempat tidur serta berbagai fasilitas pendukung seperti terlihat pada tabel 2.
Tabel 2. Sarana dan Prasarana Pendukung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang
No. 1 Fasilitas Rumah Sakit Siloam IGD, Ruang Bersalin, Ruang Operasi, Ruang Sterilisasi, Hemodialisis, Klinik Rawat Jalan, Medical Record, ICU, Rehab Medic, Laboratorium, Farmasi / Apotek, Ruang Dokter, Pusat ATM, Gudang, Dapur Umum, Ruang Pemulasaran Jenasah, IPAL, Incenerator, Rumah Pompa, Rumah Genset, Pos Satpam, Parkiran Kendaraan. Kantor, Cafetaria, Klinik, Ruang Sterilisasi, ICU, Radiologi, Ruang Dokter, Ruang Perawat, Ruang Rawat Inap, Ruang Cuci dan strika. Gudang, Pantry, Ruang Perawat, Ruang Dokter, Ruang Isolasi, Ruang Rawat Inap. Ruang Mesin Lift, Ruang ME, Ruang Kompresor AC, Ruang Tandon Air. Keterangan

Lantai Satu

2

Lantai Dua Lantai Tiga Atap

3 4

Tabel 3. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas utama
Jenis Pelayanan Instalasi Rawat Darurat Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap (jumlah tempat tidur) Instalasi Bersalin Instalasi Radiologi (USG, MRI, Rontgen, Foto, CT Scan) Instalasi Laboratorium Instalasi Intensif Care Unit Instalasi Bedah Sentral Instalasi Pemulasaran Jenasah Instalasi Rehab Medic Jumlah Ruang 1 15 233 1 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 20 30 233 15 10 10 12 1 5 20

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

11

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Tabel 4. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas pendukung
Jenis Pelayanan Instalasi Farmasi Instalasi Gizi Instalasi Sterilisasi Instalasi Hemodialisis Aula kecil/Meeting Room Restaurant/Cafeteria Jumlah Ruang 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 5 10 10 5 30 50

Tabel 5. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas penunjang
Jenis Pelayanan Instalasi Pemeliharaan Sarana : a. Genset b. Pompa Air c. Bak Penampung Air Bersih d. Tandon Air Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah : a. IPAL b. Incenerator Instalasi Listrik, Telepon / Fax, AC, Internet, dll : a. Listrik b. Telepon / Fax c. AC d. Internet Instalasi Pemadam Kebakaran Security Service Lift service : a. Lift Pasien b. Lift Umum c. Lift Barang Tangga Darurat Ramp Pasien Jumlah Ruang / Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 4 3 1 2 1 Kapasitas 1400 KVA 1 liter / detik 125 m3 46 m3 100 m3 / hari 80 kg / jam 1500 KVA 5 line 2.152.000 BTU /Jam wifi 532 sprinkle Hydrant umum 20 orang 1 bed 10 person 400 kg -

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

12

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

2.3 Garis Besar Usaha yang Menimbulkan Dampak Secara garis besar komponen pembangunan rumah sakit siloam yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dapat dibagi menjadi 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu : tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi dan tahap pasca operasi. a. Tahap Pra Konstruksi Pada tahap pra konstruksi kegiatan yang dilakukan yaitu survey, pengukuran lokasi, sosialisasi kepada masyarakat Kota Kupang khususnya masyarakat di Kelurahan Fatululi. Kegiatan ini diperkirakan akan menimbulkan dampak berupa keresahan pada masyarakat. b. Tahap Konstruksi 1) Perekrutan tenaga kerja Kebutuhan tenaga kerja menurut jenis dan posisi untuk proyek ini disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Posisi Manajer proyek Site Manajer Keuangan Tenaga Administrasi logistik Sopir Pelaksana Mandor Kepala Tukang Tukang Tenaga Buruh Security Jumlah Total Jumlah (Orang) 1 1 2 2 10 5 20 5 10 30 100 10 196 Spesifikasi S-1 S-1 S-1 D-3 SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SD, SMP, STM SMA orang

Kegiatan penerimaan tenaga kerja untuk konstruksi berpotensi menimbulkan dampak negatif berupa keresahan masyarakat, jika perekrutan tenaga kerja tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

13

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

4) Pekerjaan Konstruksi Uraian pekerjaan konstruksi disajikan secara lengkap dalam tabel 7.00 Unit m m m 2 2 m 2 Unit Unit PT. Kegiatan ini dapat menimbulkan dampak berupa debu. dan gangguan terhadap lalu lintas.00 540. kebisingan.2) Base camp Pembagunan base camp berfungsi sebagai kantor pelaksana. bengkel perawatan dan perbaikan alat berat serta gudang penyimpanan material. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 14 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik dengan masyarakat setempat.79 18.502.00 1.00 300. penginapan pekerja.53 609. Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa kesempatan usaha. hilangnya sejumlah vegetasi dan fauna lokal.750. P3K. disamping itu dilengkapi dengan sarana MCK.29 m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan 1. pagar keliling lokasi pembangunan.00 9.25 1. kebisingan. Tabel 7. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi.00 60. Uraian pekerjaan konstruksi No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir 37. 3) Penyiapan Lahan Kegiatan penyiapan lahan meliputi kegiatan pembersihan dan pengupasan lahan.00 1.372.

187.46 888.006.25 462.93 1.00 12.00 56.77 420.00 9.339.520.00 4.00 256.417.93 411.00 1 m m m m m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit 2 2 2 2 2 8.4.76 273.00 11.98 Unit Unit m 2 239.2 1 2 3 4 5 6 D D.00 350. 1 2 3 4 5 6 7 8 D.75 2.00 m m m m m PT.688.1 1 2 3 4 C.88 874.42 883. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 15 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 510.20 422.625.00 42.1 1 D.014.60 6.2 1 2 D.00 2.59 1.3.00 560. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai Dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD 1.370.11 839.00 720.59 19.C C.

00 323.2.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1.00 1.00 1.42 12.00 1.00 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 16 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 8.75 14. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading.00 1.00 1.00 1.31 32. PT.00 1. peningkatan emisi gas buangan.1.00 1.00 1.00 1.00 1.4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mekanikal dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 200. peningkatan aliran permukaan.00 Unit Unit Unit Kegiatan tersebut di atas akan menimbulkan dampak berupa kebisingan.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1. debu.00 1.00 1.57 1.00 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 F.00 1. sedimentasi.00 m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1.

Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Dampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja baru. Perekrutan tenaga kerja operasi Tenaga kerja yang mendukung kegiatan operasional rumah sakit diperkirakan 200 karyawan baik medis maupun non medis. lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat setempat. Dampak negatif yang mungkin terjadi bahwa kesempatan kerja yang ditawarkan dengan spesifikasi tertentu beresiko PT. dengan rincian sebagai berikut : 1) Direktur Utama 2) Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Administrasi 3) Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan 4) Wakil Direktur Bidang Rawat Inap 5) Dokter Ahli/Spesialis 6) Dokter Umum 7) Front Office 8) Perawat 9) Bidan 10) Tenaga Adminitrasi Rumah Sakit 11) Pantry dan Restaurant 12) Laundry + Engineering 13) Satpam : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 9 orang : 11 orang : 20 orang : 46 orang : 15 orang : 50 orang : 10 orang : 15 orang : 20 orang Kegiatan perekrutan ini dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap masyarakat lokal. kebisingan.Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi. 5) Tahap Operasi Rumah Sakit a. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 17 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. kecemburuan dan bisa menimbulkan konflik sosial. Fasilitas yang digunakan merawat pasien yang harus di rawat lebih dari 24 jam (pasien menginap di rumah sakit). juga peningkatan kebisingan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 18 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Fasilitas menyelenggarakan kegiatan persalinan. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. PT. 3) Instalasi Rawat Inap. Fasilitas untuk merawat pasien yang dalam keadaan sakit berat sesudah operasi berat atau bukan karena operasi berat yang memerlukan pemantauan secara intensif dan tindakan segera. perinatal. meliputi : 1) Instalasi Rawat Jalan Fasilitas yang digunakan sebagai tempat konsultasi. nifas dan gangguan kesehatan reproduksi. 2) Instalasi Gawat Darurat. Pengoperasian rumah sakit. pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masingmasing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. Fasilitas yang melayani pasien yang berada dalam keadaan gawat dan terancam nyawanya yang membutuhkan pertolongan secepatnya.terhadap tenaga kerja lokal yang tidak tersedia sesuai kebutuhan berupa keresahan. 6) Instalasi Bedah. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 4) Instalasi Perawatan Intensif (Intensive Care Unit = ICU). b. 5) Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan. penyelidikan.

Suatu unit khusus di rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan pembedahan/operasi secara elektif maupun akurat. proton dan neutron dalam proses diagnosis dan pengobatan penyakit. foton. maka desain ruangan untuk instalasi tersebut dirancang secara khusus sesuai dengan standar yang berlaku sebagaimana yang ada dalam gambar rencana. non medis dan limbah radioaktif. Fasilitas untuk mensterilkan instrumen. Fasilitas untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien dengan menggunakan energi radioaktif seperti sinar gamma. penyediaan obat paten serta memberikan informasi dan konsultasi perihal obat. 7) Instalasi Farmasi. yang membutuhkan kondisi steril dan kondisi khusus lainnya. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 19 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. bahan perbekalan. 10) Instalasi Sterilisasi Pusat (CSSD/ Central Supply Sterilization Departement) Instalasi Sterilisasi Pusat (Central Sterile Supply Department = CSSD). Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Karena alasan adanya radiasi bahan radioaktif. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 9) Unit Hemodialisa Fasilitas ini digunakan sebagai tempat pasien melakukan cuci darah. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Fasilitas untuk penyediaan dan membuat obat racikan. 8) Instalasi Radiodiagnostik dan Radioterapi. Kegiatan ini menimbulkan dampak berupa peningkatan sampah medis. berkas elektron. linen.

Fasilitas untuk meletakkan/menyimpan sementara jenazah sebelum diambil oleh keluarganya. higiene. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah non medis. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 20 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . pemulasaraan dan pelayanan forensik. dan penyajian makanan-minuman. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan PT.11) Instalasi Laboratorium. pengolahan. memandikan jenazah. Fasilitas melakukan proses penanganan makanan dan minuman meliputi kegiatan pengadaan bahan mentah. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. hasil pemeriksaan dan pengobatan pasien yang diterapkan secara terpusat/sentral. riwayat penyakit. 12) Instalasi Rehabilitasi Medik. dan sebagainya). Fasilitas pelayanan untuk memberikan tingkat pengembalian fungsi tubuh dan mental pasien setinggi mungkin sesudah kehilangan / berkurangnya fungsi tersebut. penyimpanan. Fasilitas kerja khususnya untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan ilmiah (misalnya fisika. 13) Bagian Administrasi dan Manajemen Suatu unit dalam rumah sakit yang merupakan tempat melaksanakan kegiatan administrasi pengelolaan/manajemen rumah sakit serta tempat melaksanakan kegiatan merekam dan menyimpan berkas-berkas jati diri. kimia. 15) Instalasi Gizi/Dapur. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah medis maupun non medis. 14) Instalasi Pemulasaran Jenazah dan Forensik. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. gas buangan dan kebauan.

Jenis Layanan Pasien Rawat Inap Tenaga Kerja Rumah Sakit Non Rawat Inap (lain-lain) Pengunjung (Non Pasien) Orang 233 200 90 466 Fasilitas / Peralatan Pemakaian Air (ltr/hr) Jumlah Kebubutuhan Air (ltr/hr) 46.718.00 2. gas buangan dan kebauan.00 92. Perhitungan kebutuhan air bersih untuk Rumah Sakit Siloam dapat dilihat pada tabel 8.00 6.000. limbah padat dan cair.736. 2.sampah medis maupun non medis. 18) Instalasi Air Bersih Angka kebutuhan air bersih Rumah Sakit Siloam diprediksi berdasarkan standar kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan sesuai ketentuan DirJen Cipta Karya (200 ltr/org/hr untuk pasien rumah sakit).00 68.00 13.600.868. 16) Instalasi Cuci (Laundry). prasarana dan peralatan medik. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih untuk Rumah Sakit No. Tabel 8.980. 1.00 6. 4. 17) Bengkel Mekanikal dan Elektrikal (Workshop) Fasilitas untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan ringan terhadap komponen-komponen sarana.700. karyawan dan pengunjung 30 ltr/org/hr. dan rata-rata tingkat hunian rumah sakit dalam wilayah Kota Kupang tahun 2012.00 3.00 13.00 200 30 30 30 Jumlah Kebutuhan air untuk perawatan gedung = 20% Cadangan air untuk pemadam kebakaran = 5% Cadangan Persediaan Air Bersih = 10% Total Kebutuhan Air Bersih PT. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah non medis padat dan cair serta kebisingan. Fasilitas untuk melakukan pencucian linen rumah sakit.434. 3.680. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 21 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

5 ltr/hr atau = 0. 20) Instalasi Pengelolaan Limbah Padat Menurut SNI 3242 tahun 2008 tentang limbah padat/sampah untuk pemukiman kota menunjukan bahwa rata-rata limbah padat per hari sebesar 5 ltr/org/hr atau sebesar 2.00 m3/hr atau 74. maka akan terbuang sebagai air limbah. akan dibangun reservoar bawah yang mampu menampung air sebesar 125 m3 dan reservoar atas dengan daya tampung sebesar 20 m3.00 liter/hari atau 92.718. 863 m3/jam. juga dapat dipakai sebagai cadangan untuk pemadam kebakaran. seperti dalam gambar rencana. Berdasarkan standar tersebut. Sedangkan limbah cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman taman dan kolam. Sesuai dengan kebutuhan akan air bersih di atas.095 ltr/hr atau = 1. sehingga debit (Q) air limbah atau limbah cair yang dihasilkan dalam satu hari = 74.72 m3/hr. Dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemanfaatan air bersih berupa limbah cair. untuk limbah padat rumah sakit diperkirakan 3 ltr/org/hr untuk sampah medis dan 2.Dari tabel diatas diperoleh total kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian Rumah Sakit Siloam sebesar 92. Dengan demikian jumlah sampah medis yang dihasilkan sebesar =356 x 3 ltr/org/hr = 1.5 ltr/org/hr untuk limbah non medis.176.1 m3/jam. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 22 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sedangkan untuk sampah non medis sebesar 343 x 2.2 m3/hr atau 3. Untuk mengelola air limbah cair tersebut diperlukan unit pengelolaan limbah cair dengan kapasitas sebesar 100 m3/hr. dengan teknologi sistem biofilter aerob dan anaerob.5 ltr/org/hr = 857.8575 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan non medis).5 kg /hari. PT.72 m3/hari atau 3. 19) Instalasi Pengelolaan Air Limbah Dari jumlah pemanfaatan air bersih di atas diperkirakan 80% dari 92. Kegiatan ini menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat.095 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan medis).

dan lain-lain. polusi udara.Untuk mengelola limbah padat medis tersebut di atas telah disiapkan 1 unit incenerator medis tipe Maxpell dengan kapasitas 80 kg sampah / jam. kebisingan. limbah cair dan limbah padat. Dampak yang timbul dari instalasi dan operasinya berupa kebisingan. Untuk menjaga kesinambungan operasi rumah sakit saat terjadi pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN Persero Cabang Kupang maka disediakan 1 unit Genset Silent Type (sound proof) dengan daya terpasang 1400 KVA. Sedangkan limbah padat non medis pengelolaannya bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang. 2 (dua) unit hydrant di luar ruangan serta dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dalam gedung. non medis. 23) Pemadam Kebakaran Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 23 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . kebauan. maka disediakan sarana pemadam kebakaran berupa tabung gas untuk ruangan. Dampak yang timbul dari kegiatan ini adanya kebutuhan tambahan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan terhindar bahaya kebakaran pada gedung rumah sakit. 6) Tahap Pasca Operasi Potensi dampak lingkungan terkait pengalihan fungsi lahan dan pemutusan hubungan kerja. meliputi pemeliharaan unit medis. sanitasi dan fasilitas penunjang. polusi. 21) Tahap Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Pemeliharaan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperpanjang usia layanan. 22) Power Suply Agar dapat beroperasi secara maksimal. Dampak dari kegiatan pengelolaan limbah padat medis maupun non medis berupa kebauan. ceceran oli. Rumah Sakit Siloam membutuhkan suplay arus listrik dari PT PLN sebesar 1400 KVA. PT. Kegiatan ini menimbulkan dampak polusi udara. gas buangan dari hasil pembakaran.

berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat.21” S Y 1230 36’ 40. Sebelah Barat.BAB III KONDISI UMUM RONA LINGKUNGAN AWAL 3.16” S 100 09’ 32.1 Letak. Luas dan Batas Wilayah Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam berlokasi di Kelurahan Fatululi RT: 17 RW: 05 Kecamatan Oebobo Kota Kupang dengan batas-batas lokasi usaha dengan koordinat sebagai berikut : Tabel 9. Batas wilayah administrasi Kota Kupang dapat dilihat pada gambar 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 24 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Batas wilayah Kota Kupang diapit oleh wilayah Kabupaten Kupang dan Laut Teluk Kupang yaitu pada Sebelah Utara.83” E 1230 36’ 41. berbatasan dengan kecamatan Kupang Tengah. PT. Sebelah Selatan.1 Aspek Fisik 3.1. Kabupaten Kupang. Batas-Batas Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Titik I II III IV Koordinat ( 0 ) X 100 09’ 36.27 Km2 atau 18. Kabupaten Kupang.027 Ha.27” E Keterangan Selatan Lokasi Selatan Lokasi Utara Lokasi Utara Lokasi Secara geografis Kota Kupang memiliki luas wilayah sebesar 180. berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat.94” S 100 09’ 36.98” E 1230 36’ 42. Sebelah Timur. Kabupaten Kupang. berbatasan dengan teluk Kupang.32” S 100 09’ 33.05” E 1230 36’ 39.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 25 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .PT.

terletak pada dataran pantai pulau Timor dengan topografi bergelombang dari arah timur ke barat dengan memiliki kemiringan ±10 % dan memiliki ketinggian tertinggi berkisar antara 150-300 m dan daerah terendah berkisar antara 0-50 m dari permukaan laut.2 Topografi Kondisi Kota Kupang secara geografis dapat dijelaskan.Gambar 1. PT. Peta Wilayah Administrasi Kota Kupang 3.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 26 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

5 m. Teras-teras tersebut lebarnya antara 30-100 m dengan tinggi teras antara 2. morfologinya merupakan satu seri teras yang terdiri dari tujuh teras dan satu teras modern yang mempunyai umur Plistosen Akhir (Praptisih. Peta Topografi Lokasi Rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3. punggungan batu gamping mirip morfologi plato. Perbukitan di dekat pelabuhan Tenau.Gambar 2. Proses pembentukan teras adalah indikasi dari pengangkatan maupun pengaruh sesar (baratlaut-tenggara) yang ada di daerah Tenau yang erat kaitannya dengan dinamika tektonik. Di sebelah barat Kota Kupang. 1996). seperti daerah antara Tenau dan Bolok. mengemukakan bahwa batu gamping terumbu koral di daerah Kota Kupang membentuk morfologi perbukitan memanjang (hampir utara-selatan). yang memanjang dengan arah utara-selatan. PT. Sementara itu Praptisih (1996). punggungan tersebut mempunyai perbedaan ketinggian (elevasi) yang cukup besar dengan dataran pantai di sebelah utaranya.3 Struktur Geologi Kota Kupang Hampir seluruh Kota Kupang berada di atas bentang alam kars yang berpuncak hampir datar. Pada bagian lereng dan lembah punggungan batu gamping di daerah ManulaiBatuplat dan Kolhua. Di antara punggungan tersebut dibatasi oleh lembah sungai yang landai-agak terjal. dan di samping itu dibatasi oleh tebing yang agak terjal hingga terjal.72. terdapat singkapan napal dan batu lempung (batuan yang berumur lebih tua).8 . seperti di daerah Tenau mempunyai ketinggian wilayah kira-kira 75 m dpl.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 27 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . diperkirakan karena daerah tersebut dilalui oleh sesar mendatar berarah utaraselatan.

Di bagian barat daerah cekungan. Berdasarkan pengamatan terhadap sebaran jalur sesar. Jalur sesar tersebut membentuk pematang bukit dan diperkirakan merupakan batas dari cekungan tersebut menyebabkan tersingkapnya napal dan batu lempung ke permukaan. hampir utara-selatan.1. Dari kenampakan di lapangan. keras. dari Kota Kupang ke arah selatan melalui Manulai.tenggara. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 28 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Naikolan dan Sikumana (Kecamatan Oebobo dan Maulafa).5. batu gamping telah mengalami pelapukan cukup lanjut. sehingga tertutup oleh tanah pelapukan (terarosa) yang tebal. berbutir halus. diperkirakan merupakan daerah depresi akibat dari pengaruh sesar mendatar (dextral).Pedataran aluvium (pantai dan sungai). yang arahnya hampir barat-timur. PT. breksi dan lanau. Di daerah tersebut dijumpai endapan lempung hitam. mencakup daerah Bakunase. Jalur-jalur sesar tersebut hampir melingkar dan menggambarkan bentuk konsentrik. tufa yang berselingan dengan batugamping pasiran. ciri khas endapan danau. berturut-turut dari barat ke timur.4 Kondisi Geoteknik Lokasi Rencana Pembangunan Penyebaran batuan di daerah telitian (coverage area rencana Rumah Sakit Siloam) merupakan endapan batuan sediment berapa berupa batu gamping dengan sisipan napal. Kondisi Geoteknik dan Mekanika Tanah.1. 3. baratlaut. terdapat jalur sesar mendatar (sinistral) yang berarah hampir utara-selatan. Akibatnya lebuh jauh adalah daerah tersebut mudah terjadi erosi dan gerakan tanah yang intensif. menyudut sampai menyudut tanggungm serta Napal berwarna kecoklatan. yang mengindikasi suatu bentuk cekungan. padat. dan di bagian timur terdapat sesar yang arahnya baratlaut-tenggara. arahnya timurlaut-baratdaya. semakin ke arah timur. dari sebelah utara Kota Kupang meluas ke arah timur hingga aliran sungai Matahitu dan Tilong. Tufa berselingan dengan batu gamping berwarna putih . wilayah Kecamatan Kelapa Lima. sehingga merupakan cekungan dari dolina/kompleks dolina atau telaga. berbutir halus. 3. dan di banyak tempat pada lembah terdapat bahan rombakan maupun sisa erosi.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 29 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . yakni berkisar antara 17.00 – 20. dengan nilai N-SPT berkisar antara 50 – 58. Lapisan kedua terdiri dari batu gamping berwarna putih kompak dengan ketebalan bervariasi antara 10. Disamping itu dilakukan juga pengambilan beberapa contoh tanah untuk diuji di laboratorium Tanah Politeknik Undana Kupang.00 seperti pada PT.0 m sampai 0. Hasil Penyelidikan Tanah a.6. Konsistensi dari adanya unsur organic soft soil. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah.00 m. diketahui lapisan tanah di lokasi rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian lapisan yang secara fisik nampak adanya perbedaan. ketebalan lapisan ini bervariasi antara 0.80 m. dengan campuran lanau kelempungan abuabu pekat mengandung fargmengamping coral. 3. pengujian penetrasistatis pada beberapa titik di lokasi rencana. Pada umumnya lapisan ini terbentuk pada jaman plitosenakhir sehingga terkonsolidasi sangat baik. b.1. serta bahan sisa pelapukan tumbuhtumbuhan (organic soft soil). Bor Log. hal ini terlihat dari nilai daya dukung tanah yang di peroleh. Lapisan pertama terdiri dari top soil. lampiran hasil Soil investigation Report.00 m. Hasil Penyelidikan Laboratorium Dari hasil penyelidikan laboratorium terhadap sejumlah sampel yang di ambil dari lokasi rencana diketahui secara teknis kondisi tanah/batuan di lokasi rencana sangat kompak dan mampu mendukung mendukung beban konstruksi multi storeys. dan sejumlah mineral lempung dalam tanah permukaan di lokasi tidak akan berpengaruh terhadap karakteristik teknis tanah terhadap perubahan cuaca. Penampang stratigrafi hasil penyelidikan tanah dengan menggunakan core drill di sejumlah titik dalam kawasan rencana diketahui relativ seragam sampai pada kedalaman 10.Untuk mengetahui kondisi geoteknik lapisan tanah (sub soil) di lokasi rencana dilakukan dengan pengeboran inti (core drill).

7.1. Wilayah ini akan semakin tidak stabil. teridentifikasi adanya retakan di permukaan akibat dari pengangkatan dan penurunan tegak di wilayah tersebut (Rosidi. Diduga keberadaan punggungan yang berpuncak hampir datar tersebut merupakan sumbu lipatan maupun jalur sesar. terlebih lagi apabila sesar mendatar (dextral) tersebut merupakan sesar aktif yang memungkinkan terakumulasinya pusat gempa. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 30 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1979). PT. dan Tjokrosapoetro. Maka pertimbangan konstruksi tahan gempa untuk pekerjaan ini sangat berkaitan dengan aktivitas gempa bumi yang harus dipertimbangkan secara serius. sesar normal. Kegempaan di Kota Kupang Keberadaan struktur geologi Kota Kupang tidak dapat dipisahkan dengan proses tektonik yang sedang berlangsung. Indikasinya adalah batuan yang terlipat. 1979). dan sesar naik. Jalur sesar tersebut memanjang dari wilayah sebelah timur (di luar Kota Kupang) hingga Tanjung Oesapa dan daerah pantai Kota Kupang. dan Tjokrosapoetro. seperti pada lampiran hasil Soil investigation 3. (Rosidi.kg/cm2 sampai 25. Report. sesar mendatar.00 kg/cm2. Seperti halnya kejadian gempa bumi tahun 1976 dan 1978.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 31 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Posisi titik-titik penyelidikan tanah di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang PT.Gambar 3.

Gambar 4. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 32 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Grafik Stratigrafi hasil Core drill (deep boring) Geoteknik di Lokasi Rumah Sakit Siloam PT.

2012) PT. Summary test result soil properties Tanah dari lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang (Lab Politeknik Undana. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 33 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Tabel 10.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 34 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .PT.

Unit Tabung Pemadam Kebakaran Unit tabung pemadam kebakaran adalah unit pemadam kebakaran yang terbuat dari tabung kecil yang terisi dengan gas dan digunakan untuk kebakarankebakaran kecil yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Struktur Geologi Lingkungan Kota Kupang dalam satuan batuan 3. Hydrant dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis. Sistem keamanan kebakaran pada gedung adalah suatu cara yang digunakan untuk dapat mencegah dan menanggulangi masalah kritis bila terjadi kebakaran pada gedung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang.Gambar 5. 2. selang kebakaran.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 35 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dimana pada hydrant terdapat selang hydrant yang panjangnya 30 meter dengan tekanan air sejauh 5 meter. Berdasarkan nama hydrant. PT. Dan hydrant perkotaan adalah hydrant yang hampir sama dengan hydrant halaman namun hydrant kota memiliki dua sampai tiga selang kebakaran. Jenis-Jenis sistem keamanan gedung yang digunakan untuk menanggulangi terjadinya kebakaran pada bangunan gedung Rumah Sakit Siloam sebagai berikut : 1. yaitu hydrant gedung. Sistem Keamanan Kebakaran Pada Gedung Rumah Sakit Siloam Kupang. pompa-pompa kebakaran. Dan juga perletakannya berada di titik-titik tertentu perkotaan yang memungkinkan unit pemadam kebakaran suatu kota mengambil cadangan air. Komponen hydrant kebakaran terdiri dari sumber air. maka hydrant gedung adalah hydrant yang perletakannya di dalam gedung. Hydrant halaman adalah hydrant yang perletakannya di halaman suatu lokasi gedung. hydrant halaman dan hydrant kota.8. penyambung dan perlengkapan lainnya. Tabung pemadam kebakaran di letakkan pada tempat yang mudah terlihat dan mudah dicapai. Fire Hydrant (hidran pemadam kebakaran) Fire hydrant adalah alat pemadam kebakaran.

dengan panjang maksimum 30 meter. Selang kebakaran dengan diameter minimum 1. b. Pipa pemancar sudah harus terpasang pada selang kebakaran 2. 2. Hydrant bangunan yang menggunakan pipa tegak (riser) ukuran 6 inci (15 cm) harus dilengkapi dengan kopling outlet dengan diameter 2.Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada hydrant dapat pula dinyatakan dengan rumus : a. 3. diperlukan persyaratan teknis sesuai ketentuan sebagai berikut : 1. 4. 5. Adapun pemasangan hydrant kebakaran juga memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Harus di sediakan kopling penyambung yang sama dengan kopling dari Barisan/Unit pemadam kebakaran. Semua peralatan hydrant harus dicat dengan warna merah. Kebutuhan air pada sebuah hydrant bangunan gedung 1 unit hydrant : 400 liter/menit Kebutuhan air = Σ hydrant x 400 liter/menit Untuk hydrant kebakaran.5 inci (3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 36 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pompa kebakaran dan peralatan listrik lainnya harus mempunyai aliran listrik tersendiri dan memiliki sumber daya listrik darurat. Jumlah hydrant Hydrant bangunan : 1 unit / 800 m2 Dimana : L bangunan = Luas bangunan dalam satuan m2.5 inci yang bentuk dan ukurnnya sama dengan kopling dari barisan/unit pemadam PT. Sumber persediaan air untuk hydrant harus di perhitungkan untuk pemakaian selama 30 menit.8 cm) harus terbuat dari bahan yang tahan panas.

dengan thermostat sprinkler akan membuka dan menyemprotkan air. Perletakan sprinkler biasanya di pasang pada plafon ruangan. Maksimal jarak antara hydrant adalah 200 meter dan penempatan hydrant harus mudah dicapai oleh mobil pemadam kebakaran. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 37 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada sprinkler dapat dinyatakan dengan rumus : a. di pasang juga pada ruangan-ruangan yang isinya mahal. sprinkler juga bekerja jika ruangan mencapai suhu panas tertentu. diantaranya yang sering digunakan adalah sprinkler tabung dan sprinkler segel.kebakaran dan ditempatkan pada tempat yang mudah dicapai oleh petugas pemadam kebakaran. Kebutuhan air 1 zone : 80 liter Kebutuhan air = Σ sprinkler x 80 liter. 3. PT. meskipun tidak digunakan terus menerus namun alat ini berfungsi sebagai pemberi tanda agar agar barisan pemadam kebakaran dapat segerah menanggulangi kebakaran yang terjadi. Ada beberapa jenis sprinkler. Jumlah sprinkler Area 1 head : 25 m2 1 zone : 16 unit b. Hydrant halaman harus di sambungkan dengan pipa induk dengan ukuran diameter minimum 6 inci (15 cm) dan mampu mengalirkan air 1000 liter/menit. 3. Sprinkler Spinkler adalah suatu alat semacam nozzle (penyemprot) yang dapat memancarkan air secara pengabutan (Fog) dan bekerja secara otomatis. Sprinkler juga merupakan sistem keamanan kebakaran yang digunakan di gedung untuk memberikan peringatan dini pada penghuni atau pengujung gedung tersebut saat terjadi kebakaran.

namun sistem tersebut harus ada dalam keadan siap sehingga bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran tidak mengalami permasalahan. 4. 4) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung.Pada saat sprinkler bekerja maka. Meskipun sistem sprinkler tidak perna aktif dalam jangka waktu yang cukup panjang. Tangga kebakaran ini langsung berhubungan PT. tekanan air dalam pipa akan menurun dan sensor otomatis akan memberikan tanda bahaya (alarm) dan lokasi yang terbakar akan terlihat pada panel pengembalian kebakaran. sedangkan sub panelnya dipasang di setiap lantai berdekatan dengan kotak hidran (lihat skema instalasi kebakaran). yang berfungsi untuk mengevakuasi seluruh orang dalam gedung dengan cepat pada saat terjadi kebakaran. 5. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 38 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Tangga Darurat Pada bangunan ini dilengkapi dengan 2 (dua) tangga darurat di sisi kiri-kanan gedung. 2) Susunan cabang tunggal dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung. Susunan pipa cabang sprinkler 1) Susunan cabang tunggal dengan kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah. Pengoperasian tanda bahayanya dapat dilakukan secara manual dengan cara memecahkan kaca tombol saklar tanda kebakaran atau bekerja secara otomatis. c. 3) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah. dimana tanda bahaya kebakaran dihubungkan dengan sistem detektor (detektor asap atau panas) atau sistem Sprinkler. Sistem Deteksi dan Tanda Bahaya Kebakaran Berdasarkan SNI 03-1736-2000 bangunan ini dilengkapi dengan sistem tanda bahaya jika terjadi kebakaran yang panel induknya berada dalam ruang pengendali kebakaran.

2 Iklim dan Cuaca PT. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 39 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Skema sistem Hydrant Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3.dengan udara luar baik dari lantai dasar sampai atap gedung. Gambar 6.

Dan suhu udara rata-rata kota kupang sekitar 26.3 27. Tabel 11.9 26.3 26.4 Sumber.3 26.9 27.4 27.4 104.2 25.5 0 0 21. Rata-rata Temperatur Udara Kota Kupang menurut bulan.7 26.1 262. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 12.9 26.6 27.1 24. Gambaran pola iklim dan curah hujan pada wilayah Kota Kupang seperti terlihat pada table 11. Rata-Rata curah hujan kota Kupang menurut bulan dari tahun 2008 .3 26.4 26.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 564 1167 230 109 0 0 0 0 0 50 589 1112 2009 554 454 105 3 40 0 2 0 0 0 205 556 Curah Hujan (mm) 2010 598. Sedangkan bulan April sampai dengan awal Bulan November sebagai musim kering dengan suhu udara relatif panas berkisar antara 29.6 25.5 26.5 25.1 0 7.7 24.3 208.5 380.2 2011 509.7 Temperatur Udara (oC) 2009 2010 27.2 27.4 236.6 26.7 28.3 25.1 27.3 26.5 299.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September 2008 27.9 PT.7 26. dengan memiliki suhu udara berkisar antara 20.4 33.2 25.2 2011 26.6 25.6 109.2 316.3 132.9 26. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 40 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dari tahun 2008 .0 27.10C sampai dengan 310C.4 26.3 26.6 50.6 26.10C sampai dengan 340C.7 179 124 10 2 34.Karakteristik iklim pada wilayah Kota Kupang. yaitu iklim kering yang dipengaruhi oleh angin Monsoon dengan hujan pendek (rata-rata 3 bulan per tahun) sekitar bulan November sampai Maret.980C.5 26.7 27.4 26.

Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 13.3 Sumber.5 29. Persentase Penyinaran Matahari Kota Kupang menurut Bulan. Rata-rata Kecepatan dan Arah Angin Kota Kupang Tahun 2008 .4 28.6 29.3 29.2 26.0 29.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September October Nopember Desember 4 6 6 4 8 6 10 10 8 8 6 7 2008 Nw Nw Nw E Se Se Se Se Se E Nw Nw Arah dan Kecepatan Angin (knots) 2009 2010 6 Nw 4 Nw 6 Nw 3 Nw 4 Nw 2 Nw 6 Nw 3 Nw 8 Se 5 Se/e 8 Se 8 Se/e 10 Se 9 Se/e 11 Se 8 Se/e 9 Se 7 Se/e 10 Nw 6 Nw 7 Nw 3 Nw 8 Nw 3 Nw 2011 4 4 2 4 3 6 8 6 6 9 5 8 Nw Nw Nw Se Se Se Se Se Se Se Nw Nw Sumber. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 PT. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 14.5 28.10 11 12 October Nopember Desember 28. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 41 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .9 28. Tahun 2008 – 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 47 24 42 69 78 73 78 78 77 74 60 36 Persentase Penyinaran Matahari 2009 2010 51 54 35 73 73 79 95 78 85 71 95 89 92 85 91 92 98 82 98 78 81 86 70 44 2011 29 57 52 53 89 97 89 98 99 90 89 60 Sumber.7 27.0 27.9 28.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 42 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .PT.

2005). Pusat BWK ini berada dalam kawasan Kelurahan Oebufu yang didominasi oleh kegiatan pemerintahan dan direncanakan sebagai Lokasi Pusat Kota yang baru. BWK ini terletak di kawasan Timur Kota Kupang dan merupakan pintu gerbang Kota Kupang. 2 BWK II: Kawasan Pemerintahan. Pusat BWK terletak di Kelurahan Liliba. 5 BWK V: Kawasan Pengembangan Permukiman. Pusat BWK ini berada di Kelurahan Oebobo pada persimpangan jalan Herewila dengan jalan Soeprapto. BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Manulai dan Kelurahan Naioni dan merupakan BWK yang terletak di bagian Selatan Kota Kupang. Pusat BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Maulafa dan berfungsi sebagai kawasan pengembangan permukiman. 3 BWK III: Kawasan Perdagangan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 43 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. Pelabuhan dan pergudangan. 6 BWK VI: Kawasan Pengembangan Kota Baru. (Sumber Review RT RW Kota Kupang. 4 BWK IV: Kawasan Pengembangan Industri dan Pelabuhan. Wilayah ini pusatnya berada di kawasan Kelurahan Alak dan merupakan kawasan paling Barat Kota Kupang. Kota Kupang dibagi menjadi 7 (tujuh) Bagian Wilayah Kota (BWK) sebagai berikut: 1 BWK I : Kawasan Kota Lama.3 Rencana Struktur Kota Kupang Berdasarkan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2003-2013. 7 BWK VII: Kawasan Pengembangan Kota Baru. Dominasi kegiatan adalah industri (berat). Bagian wilayah Kota Kupang.3. BWK ini terletak berdampingan dengan BWK VI dan terletak di Kelurahan Belo dan Kelurahan Fatukoa.

Peta peruntukan penggunaan lahan Kota Kupang PT.Gambar 7. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 44 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

70% seperti mata air baumata dari 75 ltr/dtk turun menjadi 18 – 20 ltr/dtk.4 Sumber Air Bersih Pada saat ini sumber daya air yang umum dimanfaatkan untuk kebutuhan pelayanan air bersih bagi kebutuhan Kota Kupang diambil dari sumber mata air yang keluar pada beberapa wilayah. maka saat ini 90 % kebutuhan air bersih Kota Kupang memanfaatkan potensi air tanah (Dinas Pertambangan dan Energi Kota Kupang 2007) mengunakan sumur bor yang tersebar di beberapa cekungan air tanah.Air labat M.8 120.2 760 323 12. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 45 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .3. Potensi Debit Air Permukaan Tersedia Untuk Kebutuhan Air Bersih Kota Kupang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Sumber Air Mata Air M.02 26.355.a kali sembunyi Kali Fatukoa M. Namun kenyataannya akhirakhir ini sumber-sumber air yang biasa dipakai untuk melayani penduduk Kota Kupang mengalami penurunan debit yang besar antara 60% . Tabel 15.8 0 317 4.5 174.00 Sumber: Laporan Masterplan air bersih Kota Kupang tahun 2006 Dengan menipisnya potensi sumber air yang ada.5 50 17.a Air Sagu II M.8 150 110 3.01 Debit Musim Kemarau 40 10 50 25 15 7 1 20 35 0 15 4 0 60 20 1 15 30 10 235.a Oetona M.a Amnesi M.a Oefeu Kali Sembunyi M. Cekungan air tanah di Kota Kupang dan sekitarnya menurut Laporan Akhir Penelitian Potensi Pengembangan Pengelolan dan Zonasi Air tanah di Kota Kupang PT.a Air Lobang Air Sagu (PDAM) Air Nona Total Debit Debit Musim Hujan 261 20.a Kali Fatukoa M.a Oeba M.a Haukoto M.a Dendeng Kali Dendeng M.3 890 118 35.a Oepura M.a Kolhua Kali Kolhua M.22 1. dialirkan dan ditampung pada reservoir dengan ketinggian tertentu lalu didistribusikan secara gravitasi.

Tenau adalah 107. dan 74 sumur bor tersebar di sekitar Kota Kupang.(2007) dapat dibedakan menjadi 6 (enam) kelompok. Cekungan Air Tanah Pasir Panjang – Liliba – Oesapa Tarus. Berdasarkan data dari hasil penelitian potensi air tanah di Kota kupang tahun 2007. Beberapa data potensi air tanah yang ada di kota kupang yang dikelolah oleh PDAM Kab Kupang dan UPTD Kota Kupang. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 46 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pada Cekungan Air Tanah Bolok – Alak . Tabel 16.Namosain.Namosain.Tenau . Cekungan air tanah ini dapat dibedakan lagi menjadi sub cekungan Namosain dengan potensi air tanah yang dapat diambil adalah 19 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun. seperti tabel dibawah ini. Cekungan Air Tanah Penfui dan Cekungan Air Tanah Baumata. dan sub cekungan Bolok yang berada dalam wilayah Kabupaten Kupang.66 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun. No. sub cekungan Tenau Alak dengan potensi air tanah yang dapat diambil pada sub cekungan Alak .5 6 10 10 5 10 PT. Cekungan Air Tanah Oebufu -nOebobo.5 6 5 2. Cekungan Air Tanah Tabun . terdapat sebanyak 3100 sumur gali. yaitu Cekungan Air Tanah Bolok – Alak – Tenau .9 x 106 m3/tahun.Sikumana . Data potensi air tanah tersedia di kota kupang yang di kelola oleh PDAM Kabupaten dan UPTD Kota Kupang. potensi air tanah yang dapat diambil dari daerah cekungan ini adalah 2. Pemilik/ Debit maks Debit pakai Elevasi (m) Sumur Pengelolah (ltr/dtk) (ltr/dtk) 12 3 11 34 4 29 63 33 9 19 24 41 42 44 45 160 PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota PDAM PDAM UPTD Kota PDAM 67 171 76 76 171 27 188 72 61 46 29 26 60 47 40 60 31 30 30 20 30 30 26 25 16 15 15 15 15 15 15 15 15 10 15 15 10 6 7 7.Bello.

4.5 27 10 2. Pemenuhan kebutuhan air bersih untuk beberapa Hotel di Kota Kupang selama ini. sehingga pilihan sumur pantau untuk memantau kegiatan Rumah sakit. yakni sumur yang berada pada titik yang lebih rendah (dengan asumsi di titik tersebut sebagai limpasan air bawah tanah). Meskipun demikian. terutama kualitas air bersih yang direncakan untuk mensuplai kebutuhan Rumah Sakit. Adapun alasan dan perkiraan akan kebutuhan air dari kedua sumber air di atas. pihak pemrakarasa memanfaatkan air tangki yang diambil dari sumur bor dalam wilayah kota Kupang. Karena itu.1 Kondisi awal Air Air bersih untuk kebutuhan Rumah Sakit Siloam direncanakan disuplai dari Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo.1 46 46 48 49 136 41 66 PDAM Rujab Walikota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota Bundaran PU Belo 261 37 32 60 113 67 67 311 12 10 10 10 10 5 2. jika Rumah Sakit Siloam beroperasi maksimal adalah sebagai berikut : a. pemantauan terhadap kualitas air limbah Rumah sakit. Sedangkan sumur pantau adalah sumur bor Inaboi yang letaknya di PT. yakni pada sumur bor sebelah barat Inaboi.5 7. yakni Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo. Untuk kebutuhan konstruksi dan operasi rumah sakit. b. sedangkan Air Bor Oebobo dipilih sebagai sumber air untuk Rumah Sakit Siloam hanya karena letaknya dekat.5 6 6 2. yakni di lokasi Pameran Fatululi (Kota Kupang) yang secara topografis berada di ketinggian. secara periodik akan dipantau pada Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Restoran Nelayan dan Rumah Sakit Mamami adalah bersumber dari Air Bor Oesapa. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 47 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3. identifikasi kondisi awal kualitas air. Karena letak Rumah Sakit Siloam yang akan dibangun. yakni Hotel Kristal.5 0 7 Sedangkan sumur bor lainnya merupakan milik perorangan maupun instansi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri. Hotel The Santosa.

b.6 6-9 3 Tingkat Keasaman Air Bor Inaboi 7. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 48 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 6–9 6–9 1 Tingkat Keasaman Air Bor Oesapa 2 Tingkat Keasaman Air Bor Oebobo 7. Lingkungan BLHD Prov. Adapun kondisi awal kualitas air seperti yang tercantum di bawah ini : Pemeriksaan Fisik Air : a. Tingkat keasaman /basa (pH) Tabel 18.2 Sumber : Data hasil analisis Lab. Suhu air Data pengukuran suhu air dari ketiga sampel air dapat dilihat pada tabel 17.1 masih dalam ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 6 – 9 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Hasil Pemeriksaan Suhu Air No 1 Jenis Pemeriksaan Suhu air Nama Sampel Air Sumur Bor Oesapa Hasil Pemeriksaan ( OC ) 30.0 Baku Mutu pH Air. Suhu air yang semakin tinggi menyebabkan sedikit oksigen yang terlarut di dalamnya.sebelah barat Hotel Inaboi Kupang. PT. Hasil Pemeriksaan tingkat keasaman (pH) Air No Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan pH 7.6 27 Sumber : Hasil analisis Lab Lingkungan BLHD Provinsi NTT . Tabel 17. Tahun 2012. NTT Tahun 2012 Nilai pH air sebagai sampel sebesar 7 dan 7.7 27 3 Suhu Air Air Sumur Bor (Inaboi) 31.4 Standar ( OC ) 27 2 Suhu air Air Sumur Bor Oebobo 30. Air dengan pH lebih kecil dari pH normal akan bersifat asam dan sebaliknya bila lebih tinggi akan bersifat basa.

Kesadahan Total Kesadahan merupakan jumlah ion Ca dan Mg yang bersenyawa dengan karbonat yang terdapat di perairan. dan berasa tawar atau normal. 50 Max. Total Suspended Solids (TSS) dan Kekeruhan. 25 Max. e. Bau dan rasa air Analisis dengan pendekatan sensorik terhadap bau dan rasa air menunjukkan bahwa air tidak berbau. TSS terdiri dari lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik. Kesadahan terbagi atas 2. Tabel 19. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 49 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Lingkungan BLHD Prov. NTT Tahun 2012. Analisa Tingkat Kekeruhan Air No 1 2 3 Jenis Pemeriksaan Tkt kekeruhan Tingkat kekeruhan Tingkat kekeruhan Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (NTU) 4 6 4 Standar (NTU) Max. terutama yang disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. Padatan tersuspensi total (Total Suspended Solids atau TSS) adalah bahanbahan yang tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan millipore dengan diameter pori 0. Nilai TSS air dapat dilihat pada tabel 19. No Jenis Pemeriksaan TSS TSS TSS Hasil Nama Sampel Pemeriksaan (mg/liter) Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi 1 1 1 Standar (mg/liter) Max. Hasil Pemeriksaan TSS air. yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap. NTT Tahun 2012. d. 25 Max. Tingkat kekeruhan air yang terukur dapat dibaca pada tabel di tabel 20. 50 1 2 3 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov. Kesadahan sementara dapat dihilangkan PT. Tabel 20.45 µm. 25 Sumber : Hasil Analisis Lab.c. 50 Max.

Tabel 22.8 1.8 0. Tabel 21. Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) Dari hasil analisa air sebagai data awal. 500 Max. NTT Tahun 2012 f.61 5. Hasil Pemeriksaan kadar BOD dan COD air. Jenis Pemeriksaan Kesadahan total Kesadahan total Kesadahan Total. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 50 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Lingkungan BLHD Prov.dengan jalan pendidihan sedangkan kesadahan tetap tidak dapat dihilangkan dengan cara pedidihan. BOD dan COD air masih dalam ambang batas seperti terbaca pada tabel. 500 Sumber : Data hasil analisis Lab. disenfikasi dan dididihkan.166 Max 2 Max 2 Max 2 Max 10 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov. NTT Tahun 2012 PT. No 1 2 3 4 Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan (mg/l) Standar (mg/l) BOD BOD BOD COD Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Inaboi 0. artinya tingkatan pencemaran oleh bahan organik dalam air masih dalam ambang kemampuan mikroorganisme untuk mengurai. Air baku air minum adalah air yang dapat diolah menjadi air yang layak sebagai air minum dengan pengolahan secara tradisional melalui cara filtrasi. Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (mg/l) 219 268 234 Standar (mg/l) Max. Karena lokasi kegiatan berdiri di atas tanah yang terbentuk dari batuan khas yang kaya akan mineral seperti Ca dan Mg maka variabel ini ditambahkan sebagai data pendukung yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pemanfaatan air baku air minum yang bersumber dari air sumur bor yang tersedia. Hasil pemeriksaan kesadahan total air No 1 2 3. 500 Max.

Tabel 23. Tabel 24. Hasil Pemeriksaan E. h. Pemeriksaan logam berat Hasil pengukuran logam berat dalam ketiga sampel air (Air Bor Oesapa.3 Sumber : Data hasil analisis Lab. Coli E. (Baku Standard PP 82 Tahun 2001. Coli E. Coli dan total Coliform air. No 1 2 3 4 5 6 Jenis Pemeriksaan E. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 51 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .0141 0. Pb dan Fe pada masing-masing sample air masih memenuhi Baku Mutu menurut PP Nomor : 82 Tahun 2001. Jenis logam berat Cd Pb Fe Konsentasi (mg/L) Air Bor Air Bor Air Bor Oesapa Oebobo Inaboi 0. NTT Tahun 2012.0018 0. coli Coliform Coliform Coliform Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Boir Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (MPN/100 ml) 0 0 0 0 1200 0 1000 Standar (MPN/100 ml) 100 Sumber : Data hasil analisa Lab.1116 0. Coli dan Total Coliform) Pengamatan coli fecal dan total coliform dilakukan terhadap sampel air baku yang diambil pada titik yang ditetapkan untuk pengamatan kualitas air awal. Lingkungan BLHD Prov.g. merekomendasikan bahwa air bor Oebobo belum layak untuk digunakan sebagi sumber air bagi pemenuhan kebutuhan air di Rumah Sakit Siloam. Komponen Bakteriologi (E.2891 -0. Lingkungan BLHD Prov.0413 0. PT.01 0. NTT Tahun 2012 Dari data hasil analisis mikrobiologi di atas. karena jumlah coliform total-nya lebih besar dari baku mutu air yakni 1200 MPN dalam 100 mL air. Air Bor Oebobo dan Air Bor Inaboi) dapat dibaca pada tabel di bawah ini : Kadar logam Cd.03 0. 1000 MPN/100 mL air ). 82 Tahun 2001.0970 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 0.Menkes/SK/VII/2002 serta PP No. Hasil Pemeriksaan logam berat.1746 -0.0123 0.2478 -0.

menimbulkan perubahan besarnya jumlah air yang melimpas akibat hujan yang turun pada daerah tersebut.057 0. Nitrit dan Amoniak dapat dilihat pada tabel 25. Hasil Pemeriksaan Ion Nitrat.04 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 10 0. Pemeriksaan Ion Nitrat. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 52 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .05 Air Bor Inaboi 0.) dan Amoniak.030 0. Nitrit (NO2. Nitrit dan Amoniak Konsentasi (mg/L) Jenis ion Nitrat ( NO3-) Nitrit ( NO2.) Amoniak (NH3) Air Bor Oesapa 0. tidak adanya saluran drainase yang tersedia di lokasi. Nitrit dan Amoniak Hasil pemeriksaan Ion Nitrat. Tabel 25. dan jika tidak diantisipasikan terjadi banjir/genangan baik dalam kawasan maupun diluar kawasan terbangun. pada ketiga sumber air tersebut di atas menggambarkan kualitas air masih normal artinya masih dibawah baku mutu.i. Dari hasil identifikasi kondisi eksisting. Dari hasil pantauan lokasi rencana merupakan area resapan aair permukaan yang berasal dari jalan Frans Seda serta limpasan dari jalan Bajawa dan sekitarnya. Kadar Ion Nitrat ( NO3-).06 0.030 0. NTT Tahun 2012. Dengan tertutupnya lahan maka limpasan permukaan akan bertambah.4. 3.007 0.140 Air Bor Oebobo 0.2 Drainase Permukaan Kawasan Dengan adanya rencana pembanguan Rumah sakit serta jangka panjang adalah pembanguna Kupang use-mixed development di Fatululi (ex.5 Kondisi Kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. 3.017 0. Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan PT. Lokasi Pameran).5 Sumber : Hasil analisis Lab.030 0. Lingkungan BLHD Prov.

4). Ruang terbuka Hijau Jln Frans Seda (koordinat : 100 09’31. di depan Toko Keagungan (titik 3/St. Lingkungan BLHD Prov.1). Adapun hasil pengujian kualitas udara dapat dilihat pada tabel 27. dimana direncanakan akan dibangun Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 26. NOx dan NH3 pada 4 (empat) titik. Hasil Pengukuran Tingkat Kebisingan di Empat Titik Pengamatan Titik Pengukuran Titik 1. yakni di Jl. Bajawa (titik 4/St.sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. 1230 36’ 35. Tabel 26.0” E Titik 2. di titik tengah lokasi Rumah Sakit (titik 2/St.1” E Tingkat Kebisingan Terukur dB(A) Baku Tingkat Kebisingan dB(A) Perumahan dan Pemukiman (55 dB(A). Keterangan Memenuhi baku mutu toleransi + 3dB(A) 58 Ruang terbuka Hijau (50 dBA) 57 Melampaui Baku Mutu 51 Rumah Sakit atau sejenisnya (55 dBA) Perumahan dan Pemukiman (55 dBA) Memenuhi Baku Mutu 61 Melampaui Baku Mutu Sumber : Hasil pengukuran dan analisis Lab.6” S. Veteran pertigaan Kampung Alor (titik I/St. koordinat : 100 09’ 25. Permukiman Warga. 1230 36’ 42. PT.6” S.6 Kualitas Udara Ambien Kondisi lingkungan udara di Kelurahan Fatululi. Tingkat kebisingan yang terukur pada 4 (empat) titik pengamatan yaitu di sekitar wilayah kelurahan Fatululi. 1230 36’ 42. NTT Tahun 2012 3. berdasarkan hasil analisis konsentrasi gas SOx. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 53 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .6” E Titik 4. 123036’46. Rumah Sakit.2).2” S.9” E Titik 3.9” S.3) dan di Jln. Perumahan Dosen Undana (Koordinat : 100 09’28. koordinat : 100 09’ 31.

3.4984 0. Karena itu. Konsentrasi (µg/Nm3) / Koordinat Sampling Parameter Stasiun 1 10o 09’ 31. 13 Nov.Tabel 27. Kimia. Fakultas Sains dan Teknik UNDANA Tahun 2012.42 175.06” S.78 452.1926 0. sedangkan di stasiun lain rendah. Keterangan : St : Stasiun Konsentasi gas di stasiun 1 (disamping siang hari sebelum hujan pada tanggal.3172 0.09 343.44” S. Hasil Analisis Kualitas Udara Ambien di Lokasi Fatululi.22” S.94” E Baku Mutu Metode SOx 710.08” S. dan nilai estetika. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 54 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .79 900 µg/Nm3 Pararosanilin NOx 397.44” E Stasiun 2 100 09’ 32. 1230 36’ 50. maka setiap usaha atau kegiatan perlu melakukan pengendalian akibat getaran yang dihasilkan.69 353. 1230 36’ 41.3965 2 µg/liter Nessller Sumber : Hasil Sampling dan analisis Lab. 2012).81 409. menunjukkan kadar SOx relatif tinggi. 1230 36’ 41.88 400 µg/Nm3 Saltzman NH3 0.7 Getaran Untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup agar dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya. 1230 36’ 28.16” E Stasiun 4 100 09’ 45. Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996. Adapun baku tingkat getaran mekanik berdasarkan Jenis Bangunan adalah sebagai berikut: PT. Kota Kupang.04” E Stasiun 3 100 09’ 34. tetapi masih memenuhi baku mutu udara ambien sesuai Kepmen LH Nomor : Kep45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara Tanggal 13 Oktober 1997) artinya tingkat kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif (karena pH air hujan menjadi kurang dari 7 atau agak asam).20 433.

8 – 15 4 – 14 3.3 8 10 12. Frekuensi (Hz) (Sumber getar) 4 5 6.2 <3 <2 <1 Kategori B 2 – 27 7.50 40 2 5 5 . Perumahan dan bangunan dengan rancangan dan kegunaan sejenis Bangunan yang dilestarikan 10-50 Hz 50-100 Hz Pada bidang datar di lantai paling atas.8 <4 < 3. Baku Tingkat Getaran Berdasarkan Dampak Kerusakan. bangunan industri dan bangunan sejenis. Camp. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 55 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .10 8.5 Sumber : Kep.2 < 4. MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Selain itu.5 <7 <6 < 5.15 15 .) Pada Fondasi (Frekuensi (Hz) 10 Hz Bangunan untuk keperluan niaga. Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996.5 40 50 Kecepatan Getaran ( mm/detik) Kategori A <2 < 7.2 – 16 4.40 40 .5 – 25 7 – 21 6 – 19 5. Kec. frekuensi Kelas Tipe Bangunan 1 10 20 . Tabel 29.8 – 12 3.20 15 3 3 3-8 8 .8 < 3.2 – 10 3–9 2–8 1 –7 Kategori C >27 – 140 >25 – 130 >21 – 110 >19 – 100 >16 – 90 >15 – 80 >14 – 70 >12 – 67 >10 – 60 >9 – 53 >8 – 50 >7 42 Kategori D 140 130 110 100 90 80 70 67 60 53 50 42 Sumber : Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Keterangan : Kategori A : Tidak menimbulkan kerusakan PT.Tabel 28.5 16 20 25 31. baku tingkat getaran mekanik berdasarkan dampak kerusakan dapat dilihat pada tabel 29. Getaran (mm/det.

5. 9. 7. Sesuai hasil desain dan gambar – gambar perencanaan dapat disimpulkan bahwa proses pembangunan Rumah Sakit Internasional Siloam ini pada tahap konstruksi tidak mempergunakan peralatan. Kategori C : Kemungkinan kerusakan komponen struktur dinding Kategori D : Rusak dinding pemikul beban. 15. 10. 1. 2. seperti pengunaan alat pancang yang menimbulkan getaran diatas baku mutu yang dipersyaratkan oleh Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996. 18.8 Komponen Flora . 3.Fauna Pengamatan flora dan fauna pada lokasi Rumah Sakit Internasional Siloam dengan mengidentifikasi vegetasi tanaman dan hewan yang ada dilokasi dan sekitarnya di kelurahan Fatululi. 8. 20. 14. 19. 17. 11. 13. 6. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 56 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3. 4. Kecamatan Oebobo. 16. Hasil pengamatan Flora di lokasi dan pemukiman sekitarnya No. Tabel 30. Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel 30. Nama indonesia Mangga Kedondong Gamal Kelapa Euphorbia Bunga Kamboja Lamtaro Kabesak hitam Kapok Mahoni Pisang Jati Alfukat Jambu biji Bunga keladi Bunga asoka Cermelek Sukun Nangka Siri Nama latin Mangivera Indica Spondias dulcis Gliricidia Macaluta Cocos nucivera Euphorbia milii Plumeria acuminata Leocaena Leococephala Acasia Catechu Ceiba Petandra Gaernt Theobroma Cacao Musa Paradisiaca Tectona Grandis Persea americana mill Psidium Guajava Caladium bicolor Saraca indica Arthocarpus communis Arthocarpus Integra Piper betle Jumlah 23 6 36 15 110 48 22 1 6 3 47 9 2 3 28 1 5 9 24 6 Keterangan PT. 12. Kota Kupang.Kategori B : Kemungkinan keretakan plesteran.

Demikian pula sebaliknya. lasimnya terdeskripsi abstrak dan dalam periode PT. Tahun 2012 No. Angsana Scleichera oleosa Carica Papaya Opuntia sp Pterocarpus indicus willd 4 60 30 12 25. Pinang Areca catechu 7 Sumber : Hasil Pengamatan Flora di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Tahun 2012 Tabel 31. Hasil Pengamatan Fauna di Lokasi dan Sekitarnya. Berpengaruh secara linier yang dimaksudkan bahwa terdapat pengaruh timbal balik antara obyek perencanaan/proyek terhadap berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan. persepsi dan perspektif. 3. sistem interaksi sosial sampai dengan struktur mata pencaharian penduduk.9 Gambaran Umum Sosekbudkesmas 3. Pepaya 23. Pengaruh langsung yang dimaksudkan adalah keseluruhan resiko dan atau dampak yang langsung bersinggungan dengan pola-pola kehidupan komunitas. Kesambi 22.1 Kependudukan Pelaksanaan suatu proyek pembangunan secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh secara linier dengan penduduk/masyarakat dan atau komunitas yang bermukim di sekitar wilayah perencanaan tersebut. Pengaruh tidak langsung.9. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 57 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Bunga kaktus 24. Nama Nama Nama Latin Jumlah Keterangan Lokal Indonesia 1 Fafi Babi Cavia porcellus 18 2 Asu Anjing Canis lupus familiaris 10 3 Manu Ayam Gallus sp 58 4 Rade Bebek Cairina moschata 12 5 Mbibi Kambing Capra aegagrus hircus 4 6 Busang Kucing Felis catus 3 7 Iang Ikan Latimeria 5 Sumber : Data Pengamatan Fauna di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya.21. Dari data diatas tidak ditemukan fauna yang dilindungi di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dan sekitarnya. kondisi eksisting berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan dapat mempengaruhi perencanaan/ proyek.

196 336.945 55.70 persen dari penduduk Kota Kupang dan di Kecamatan Kota Lama terdapat 30.794 2010 51.379 55.675 jiwa atau sebesar 23.851 79. Alak 2.159 291. dibandingkan dengan ibukota kabupaten lainnya. Pada tabel 32 dapat dilihat perkembangan jumlah penduduk Kota Kupang sejak tahun 2005 hingga tahun 2010. Pada tahun 2010 hasil dari Sensus Penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 336.066 Jumlah Penduduk 2007 2008 43. penduduk Kota Kupang lebih banyak tersebar di Kecamatan Oebobo dan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Kota Lama. Kota Lama Kota Kupang 2005 39.2010 Kecamatan 1.98 persen.944 111.853 114.230 66.153 71.974 105. Kota Raja 5. yang sebelumnya dikenal sebagai Timor Timur.473 53.050 2006 43. yang bukan saja berasal dari pulau-pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur. PT. a. Hal.669 73.196 jiwa atau sebesar 8. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 58 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . agama. secara makro merupakan komunitas dari berbagai suku. Maulafa 3. Jumlah penduduk Kota Kupang selalu mengalami penambahan setiap tahunnya. Akan tetapi.306 2009 45.035 286.757 103. ras. Jumlah Penduduk Penduduk Kota Kupang. Oebobo 4.876 61. Kelapa Lima 6.625 50.981 45. Banyaknya fasilitas penunjang pembangunan seperti misalnya fasiltas pendidikan dari tingkat pra sekolah hingga pendidikan tinggi.006 111.277 282.239 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.979 75. Kota Kupang merupakan kota dengan pertumbuhan penduduk paling tinggi. Tabel 32.140 71.411 30.515 265. 14 Dari tabel 32 di atas dapat dilihat bahwa tahun 2010.yang lebih lama dan merupakan konsekuensi-konsekuensi ikutan dari yang disebutkan dengan pengaruh langsung.239 jiwa yang tersebar di enam kecamatan.675 47.737 275. Pada tahun 2010. juga mencakup berbagai komunitas di Indonesia. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT. jumlah penduduk di Kecamatan Oebobo tercatat sebanyak 79. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2005 . Bahkan termasuk komunitas dari Republik Demokrat Timor Leste.882 71.803 55.

900 2. Tabel 33.011 5. Alak 2.526 Kepadatan Penduduk 2007 506 1.67 14.619 2010 728 1.05 165. 19 c. Oebobo 4.019 5.734 4. kantor-kantor pemerintahan yang terdapat di Kecamatan Oebobo mempengaruhi keputusan penduduk untuk tinggal di kecamatan ini agar dekat dengan fasilitas-fasilitas tersebut.34 2006 500 985 5.2010 Luas Kecamatan Wilayah (Km²) 1.239 jiwa.34 km² (Bappeda Kota Kupang) dengan jumlah penduduk sebanyak 336.469 4.31 3.183 5. Maulafa 3.034 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.40 55.017 1. Komposisi penduduk di Kota Kupang tahun 2010 tertinggi pada kelompok umur 25-59 tahun yaitu sebesar 42.565 2008 529 1. Kelapa Lima 6.463 3. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk menggambarkan rata-rata banyaknya penduduk yang mendiami suatu wilayah (yang diukur dengan satuan km²). Kota Raja 5.pertokoan.19 15.211 3. Pada kelompok umur paling sedikit untuk laki-laki pada kelompok umur 60 tahun ke atas PT. Komposisi Umur dan Jenis Kelamin Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin merupakan salah satu informasi penting karena perspektif demografis serta karakteristiknya berbeda menurut kelompok umur dan jenis kelamin baik untuk kelahiran.021 5.933 1.121 1. Hal. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk Kota Kupang tahun 2009 adalah 2. Kota Lama Kota Kupang 70. b.034 jiwa per km².588 2009 527 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 59 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .72 6. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2006 .011 9.658 4.413 7.929 1. Angka Kepadatan Penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas wilayah tersebut.40 persen. kematian maupun perpindahan penduduk. Luas Kota Kupang yang tercatat 165.

Walaupun dalam berbagai analisis.01 100.19 42.59 30. yaitu: Usia Balita (0-4 tahun). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 60 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dapat kita simak prosentase penduduk Kota Kupang yang menggambarkan komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur di Kota Kupang.42 13.78 45.yaitu sebesar 4. Rincian angka beban tanggungan hidup dapat dilihat pada tabel 35.37 13.69 persen dan untuk perempuan pada kelompok umur yang sama yaitu sebesar 5. 24 (olahan) Persentase Laki-laki+ Perempuan (%) 8. Pada Tabel 1.00 100.00 Angka beban tanggungan hidup (Dependency Ratio) menggambarkan beban tanggungan ekonomi penduduk usia produktif (15-64 tahun) terhadap kelompok usia muda (0-14 tahun) dan usia tua (65 tahun ke atas).69 5. dan Usia Pensiun (60 tahun ke atas).laki Perempuan (%) (%) 0-4 9.24 13.01 60 + 4. belum terdapat suatu pembakuan klasifikasi usia untuk menghitung beban tanggungan hidup dimaksud.59 41. Angka beban tanggungan hidup terbagi menjadi dua jenis yaitu angka beban tanggungan hidup penduduk muda (youth dependency ratio/ydr) untuk kelompok umur (0-14 tahun) dan angka beban tanggungan hidup penduduk lanjut usia (old dependency ratio/odr) untuk kelompokumur (65 tahun ke atas).3.02 25 .32 persen.40 5 . Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Hal. PT. secara sengaja ditampilkan dalam konteks 5 (lima) klasifikasi. Hal ini dimaksudkan agar deskripsi ini memudahkan telaahan beban komposisi penduduk antara usia sekolah. Usia Produktif (25-59 tahun). Usia Sekolah Dasar dan Menengah (5-19 tahun).40 5.32 Jumlah 100.19 30. usia produktif dan pasca produktif. Persentase Penduduk Kota Kupang Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Kelompok Umur Laki . Tabel 34.55 8. Usia Sekolah Pendidikan Tinggi (19-24 tahun).97 30.24 20 .

21 persen. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat akan semakin baik pula kualitas sumber dayanya. Pada dasarnya pendidikan yang diupayakan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. masyarakat dan keluarga.67 dan 42. Status Pendidikan Indikator pendidikan khususnya tentang status pendidikan dalam suatu masyarakat menggambarkan keadaan tentang penduduk yang sedang bersekolah. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 61 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Angka Beban Tanggungan Hidup (Dependency Ratio) Menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Dependency Ratio (DR) YDR ODR Laki-laki 41. Data tentang keadaan PT.55 44. 26 Jenis Kelamin DR 45.96 4.09 Angka Beban Tanggungan Hidup di Kota Kupang pada tahun 2010 sebesar 44.13 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Angka Beban Tanggungan Hidup Laki-Laki dan Perempuan di Kota Kupang tahun 2010 masing-masing sebesar 45. pendidikan merupakan upaya sadar seseorang untuk meningkatkan pengetahuan.04 persen.75 persen. Pada tahun 2010 penduduk usia 10 tahun ke atas mayoritas sudah tidak bersekolah lagi yaitu sebesar 61.27 4. Dalam pengertian praktis. Hal. 3.Tabel 35. Kelompok umur yang sama sedang bersekolah sebesar 35.55.2 Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang memiliki peran dalam peningkatan kualitas hidup. Pemerataan kesempatan pendidikan diupayakan melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar seperti gedung sekolah dan penambahan tenaga pengajar.27 Laki-laki+Perempuan 39.67 3. belum pernah bersekolah maupun yang sudah selesai bersekolah.67 42. Sedangkan yang tidak atau belum pernah bersekolah berada pada posisi yang minoritas yaitu hanya sebesar 3.99 Perempuan 38.9. keterampilan dan memperluas wawasan. a.09 yang berarti 100 orang penduduk usia produktif di Kota Kupang menanggung beban hidup 44 orang penduduk usia nonproduktif.

78 9. Hal ini menunjukkan Kota Kupang sebagai kota pendidikan yang berkonsekuensi tingginya penduduk dengan kelompok usia sekolah.21 13. juga akan terlihat dalam gambaran mengenai Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Kota Kupang.53 5.16 Jumlah 100. APK jenjang pendidikan SD 126.00 9.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Tabel 36. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Angka Partisipasi Kasar (APK) menggambarkan persentase jumlah murid pada masing-masing jenjang pendidikan di suatu wilayah dibanding jumlah penduduk kelompok usia (7-12) tahun untuk SD.99 menggambarkan bahwa anak usia 11-12 tahun cukup banyak sudah berada pada jenjang pendidikan SLTP.04 Sekolah Dasar 13.21 Sekolah Lanjutan Pertama 5. b. Dapat diartikan bahwa anak-anak usia 5-6 tahun sudah masuk dalam pendidikan SD cukup besar di Kota Kupang.27 61.status bersekolah penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 36.82 Tidak Bersekolah Lagi 61. Hal.33 100. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 62 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 43 Selain menunjukkan status sekolah data tersebut juga membuktikan adanya pertambahan secara signifikan ke tingkat Sekolah Lanjutan Atas dan Pendidikan Tinggi.29 5.00 (%) Tidak/Belum Pernah Sekolah 3. Telaahan yang sama.38 13. Sementara Angka PT.75 100.37 5. (13-15) tahun untuk SLTP dan (16-18) tahun untuk SLTA. Hal ini memungkinkan APK suatu wilayah di atas angka 100. Persentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Status Pendidikan Jenis Kelamin Status Sekolah Laki-laki Perempuan (%) 3.18 persen menggambarkan bahwa usia sebagian murid SD berada di luar kelompok umur 7-12 tahun.51 Sekolah Lanjutan Atas 8.00 Laki-laki + Perempuan (%) 3.26 Perguruan Tinggi 8. Begitu juga APK tingkat SLTP 116.40 7.70 62.

49 c.00 Non Perguruan Tinggi 62. Angka Partisipasi Murni (APM) Perguruan Tinggi menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Usia Perguruan Tinggi ( 19 .25 80.Partisipasi Murni (APM) menggambarkan kesesuaian antara usia dan jenjang pendidikan yang sedang diduduki di suatu wilayah. begitupun kelompok umur 13-15 untuk SLTP dan kelompok umur 16-18 untuk SLTA. 49 APM 103.24 tahun ) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan 60. Dengan data ijasah tertinggi yang dimiliki dapat dilihat tingkat kualitas sumber daya manusia yang terdapat di suatu wilayah.89 39.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. APM mencapai titik tertinggi yaitu 100.00 persen. Hal.57 40.00 100.11 100.51 Perguruan Tinggi 37.49 Jumlah 100.72 Tabel 38.70 60. Tabel 37. Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijasah merupakan bukti otentik bagi seseorang yang menerangkan bahwa orang tersebut telah menyelesaikan pendidikan yang dijalaninya. PT.43 59. Hal.18 Sekolah Lanjutan Pertama 116.99 Sekolah Lanjutan Atas 94.54 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Kota Kupang Tahun 2010 Jenjang Pendidikan APK Sekolah Dasar 126. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 63 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Seyogyanya semua penduduk usia sekolah bersekolah dan berada pada jernjang pendidikan sesuai dengan kelompok umur di atas maka. APM SD adalah persentase Murid SD usia 7-12 tahun dibagi dengan penduduk usia 7-12 tahun pada wilayah tersebut.

3 Kesehatan Kondisi kesehatan merupakan bagian dari kesejahteraan rakyat yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. 51 Penduduk 10 tahun ke atas Kota Kupang tahun 2010 mayoritas memiliki ijasah SMU atau sederajat sebagai ijasah tertinggi yang dimiliki yaitu sebesar 26. Program pembangunan kesehatan dan gizi dikoordinasikan secara nasional oleh Departemen PT.83 SMU/MA/sederajat 24.98 26.29 0.54 Diploma III/Sarmud 2.32 .00 (%) (%) Tidak Punya 21. Data lainnya yang berkaitan dengan pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis. Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang tahun 2010 sebesar 81.10 SD/MI/sederajat 16. Sedangkan penduduk yang memiliki ijasah diploma I/II jumlahnya paling rendah yaitu sebesar 0.91 Diploma I/II 0.45 2.79 27.29 0.36 S2/S3 1.23 persen. 3.47 0. Hal.19 persen.90 persen yang dapat menulis dan membaca huruf latin dan sisanya sebesar 3. Hal ini akan menandai besaran akumulasi pencari kerja di Kota Kupang adalah mayoritas dengan ijazah mayoritas.68 6.11 18.10 persen tidak dapat membaca saja atau menulis saja atau tidak dapat membaca dan menulis huruf latin.55 Sekolah Menengah Kejuruan 7. Persentase Penduduk 10 Tahun ke atas Menurut Jenis Kelamin dan Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijazah Tertinggi Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan (%) 21.23 Jumlah 100.91 Diploma IV/S1 8.68 7.9.Tabel 39. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 64 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .20 15.61 6.57 SLTP/MT/sederajat/kejuruan 17.16 14.11 0.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.00 100.79 19.32 persen.13 21.75 100. dimana dari jumlah tersebut sebesar 96. Untuk mengukur tingkat kesehatan dan gizi kelompok masyarakat diperlukan suatu indikator yang relevan.19 7.

Menurut pengertiannya kesehatan dan gizi merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.60 1.04 21. Sedangkan dengan menggunakan obat tradisional sebesar 16. Tabel 40.26 1.13 PT. dominan dari mereka melakukan dengan menggunakan obat modern yaitu sebesar 90. Pada tabel 40 dapat dilihat secara rinci persentase penududuk menurut jenis kelamin dan jenis keluhan kesehatan yang dialami.79 %. Penduduk Kota Kupang yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri terdapat sebesar 54.52 1.21 23. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 65 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .15 22. Kota Kupang Tahun 2010 Jenis Kelamin Jenis Keluhan Panas Batuk Pilek Asma Diare Laki-laki (%) 12. Persentase ini merupakan angka rata-rata mengingat persebaran dan struktur sarana kesehatan yang tersedia pada masingmasing kecamatan dan kelurahan adalah bervariasi. Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Keluhan Kesehatan. pemerintah dan dunia usaha.77 1.05 % dan perempuan sebesar 54.90 %. 38.44 % dan lainnya sebesar 5. Penduduk yang berobat sendiri.78 % mengaku bahwa mereka mengalami gangguan dalam melaksanakan kegiatan mereka sehari-hari.28 22. lembaga kemasyarakatan. Sedangkan dalam Tabel 41 terinci persentase penduduk yang pernah mengalami keluhan penyakit menurut jenis kelamin dan pengobatannya.Kesehatan.98 %. Sedangkan sisanya sebesar 61.39 1. Persentase penduduk laki-laki yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri sebanyak 55. Upaya-upaya dalam usaha meningkatkan status kesehatan dan gizi harus dilakukan secara bersama oleh masyarakat.37 %.83 24.11 Laki-laki+ Perempuan (%) 11.60 22.15 Perempuan (%) 10.83 1. a.22 % mengaku bahwa mereka tidak mengalami gangguan dalam kegiatan sehari-hari. Pengobatan Berdasarkan jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan.

92 1.40 7. Hal tersebut secara rinci dapat dilihat pada tabel 42. Persentase penduduk laki-laki yang berobat jalan sebesar 36.03 24.00 (%) (%) RS Pemerintah 13. Tabel 42.38 8.39 34.92 1.66 2.35 7.20 5.18 Jumlah 100. 67 Untuk segera sembuh dari penyakit yang sedang diderita.36 35.39 persen dan persentase penduduk perempuan yang berobat jalan sebesar 34.00 100.66 2.44 47.63 (%) 100.36 persen.92 1.96 RS Swasta 6.98 2.69 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.31 46.86 Dukun Bersalin 1.64 64.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.37 Praktek Dokter 28.06 2. Hal.61 65. Tabel 41.98 2. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 66 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .75 14.86 Praktek Batra 0. penduduk mencoba beberapa jenis pengobatan.92 100. 69 PT.Sakit Kepala Berulang Sakit Gigi Lainnya 5.17 5.18 Lainnya 1.69 7.52 2.29 2. Persentase Penduduk yang Pernah Mengalami Keluhan Penyakit Menurut Jenis Kelamin dan Apakah Pernah Berobat Jalan Berobat Jalan Jumlah Jenis Kelamin Pernah Tidak Pernah Laki .85 19. 69 Dari persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35.77 Puskesmas/Pustu 45.83 Praktek Tenaga Kesehatan 0.37 persen. Persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Hal.00 100.37 (%) 63.63 1.37%.39 7. dapat lagi dirinci berdasarkan tempat atau cara berobat yang dilakukan. Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Menurut Jenis Kelamin dan Tempat/Cara Berobat Jenis Kelamin Tempat/ Cara Berobat Laki-laki Perempuan Laki-laki+ Perempuan (%) 14. Hal.00 100.laki Perempuan Laki-laki + Perempuan (%) 36.

46 Jumlah 61. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel 43. Maulafa 3. Jumlah Rumah Sakit menurut Kecamatan dan Statusnya Tahun 2010 Kecamatan 1.20 %.63 %. Persentase Rumah Tangga menurut Ketersediaan Jaminan Kesehatan Kota Kupang. Oebobo 4. Hal.46 MM/Kartu Miskin 25. Hal.84 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. 72 b. Sarana Kesehatan Pembangunan kesehatan terindikasi juga dari jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia. Tabel 43. Tahun 2010 Jenis Jaminan Kesehatan Persentase Rumah Tangga JPK/PNS/Veteran/Pensiunan 26. Alak 2.57 Kesehatan Swasta 3. Pada tabel 44 dan 45 dapat dilihat secara rinci jumlah sarana kesehatan yang ada di Kota Kupang pada tahun 2010. 79 PT. Kota Raja 5.61 Tunjangan Perusahaan 0. Dari jumlah tersebut paling banyak rumah tangga memiliki jenis jaminan kesehatan berupa JPK/PNS/Veteran/Pensiunan yaitu sebesar 26. Selanjutnya adalah MM/Kartu Miskin sebesar 25.Jumlah rumah tangga menurut ketersediaan jaminan kesehatan dalam berobat sebesar 61.20 Dana Sehat 0.63 Jamsostek 4. Kota Lama Kota Kupang Pemerintah 1 1 2 Status Swasta 1 1 TNI/Polri 1 1 1 1 4 Jumlah 1 1 2 1 2 7 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.84 % rumah tangga tahun 2010.91 Lainnya 0. Tabel 44. Kelapa Lima 6. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 67 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

Banyaknya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Jenisnya Tahun 2010 Kecamatan 1. Penduduk Usia Kerja: penduduk yang berumur 10 tahun ke atas. terutama untuk evaluasi perencanaan pembangunan di bidang ketenagakerjaan seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja.Tabel 45. sejajar dengan penetapan standar umur untuk kriteria Angkatan Kerja.10 Ketenagakerjaan Dewasa ini data-data mengenai ketenagakerjaan semakin dibutuhkan. Konsep bekerja dalam konstelasi ketenagakerjaan adalah mereka yang melakukan kegiatan paling sedikit selama 1 jam selama seminggu dengan maksud memperoleh pendapatan atau keuntungan atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Kelapa Lima 6. Standar BPS untuk menunjukkan angkatan kerja. Hal. secara substansif berbeda dengan standar umur yang ditetapkan untuk perhitungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Kota Raja 5. Sehingga analisis mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM) biasanya menempatkan faktor ketenagakerjaan sebagai salah satu dimensi yang vital. adalah yang didefinisikan sebagai penduduk usia kerja. perluasan kesempatan kerja dan berusaha serta produktivfitas tenaga kerja. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 68 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 80 3. Hal standar umur ini. Maulafa 3. Oebobo 4. yang dimaksudkan adalah persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas. Penganggur adalah mereka yang termasuk dalam angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan. Sedangkan yang dimaksudkan dengan PT. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Angkatan Kerja adalah penduduk usia 10 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kota Lama Kota Kupang Puskesmas 2 2 2 1 1 2 10 Pustu 12 6 4 4 4 3 33 Balai Pengobatan 3 1 3 2 2 11 Posyandu 61 62 47 29 40 25 264 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Walaupun penetapan standard umur tersebut. Alak 2.

Persentase Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Kegiatan Utama Selama Seminggu yang Lalu Jenis Kelamin Kegiatan Utama Seminggu yang Lalu Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran Bukan Angkatan Kerja Sekolah Mengurus Rumah Tangga Lainnya Jumlah Laki-laki (%) 71.53 40.62 6.30 38. Pada tabel 46 diuraikan penduduk usia 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan selama seminggu yang lalu dan jenis kelamin.96 %.96 17.31 %.30 %.75 52. TPAK laki-laki sebesar PT.00 Laki-laki+ Perempuan (%) 59.72 32.Tingkat Pengangguran Terbuka adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.67 4.70 16.36 100.62 3. Bila dirinci menurut jenis kelamin. a.55 8.15 3.84 52.31 7.67 100. Hal.03 19.16 17.53 100. Sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bersekolah sebanyak 17. Sementara persentase Bukan Angkatan Kerja sebesar 40. Persentase Angkatan Kerja Kota Kupang usia 15 tahun ke atas terhadap total penduduk pada tahun 2010 adalah sebesar 59. Tabel 46.97 65. 69 b.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.84 %. Persentase dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja adalah 52. Kegiatan Penduduk 15 Tahun ke Atas Ketenagakerjaan dan kependudukan saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) merupakan ukuran yang diperoleh melalui perbandingan antara jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas.16 %. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 69 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .35 28.00 Perempuan (%) 47. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki lebih besar dibandingkan dengan TPAK perempuan.97 % dan TPAK perempuan sebesar 47. 71.21 5.

seseorang dikatakan bekerja apabila mereka melakukan pekerjaan dengan maksud untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus selama seminggu yang lalu. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut definisi. Penghitungan pendapatan masyarakat sangat sulit untuk dilakukan pada suatu survei atau sensus. Pengeluaran rumah tangga yang dimaksud dibedakan menurut jenisnya. Jadi. Tahun 2010). d. yaitu pengeluaran rumah tangga untuk makanan dan non makanan. pola konsumsinya akan semakin baik. pengangguran termasuk mereka yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan. Semakin besar tingkat pendapatan berarti tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. Pengeluaran Rata-rata Perkapita Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat digambarkan oleh jumlah pendapatan atau penghasilan dari masyarakat tersebut. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 70 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan disebut menganggur (unemployed). Oleh sebab itu.49 % penduduk perempuan (Indikator Kesra Kota Kupang. Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang menganggur di Kota Kupang pada tahun 2010 adalah sebesar 12. Angka Pengangguran Terbuka dihitung melalui perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja. Selain dapat mengetahui jumlah pendapatan rumah tangga dari suatu masyarakat dapat pula diketahui pola konsumsi dari masyarakat.c. Dimana semakin rendah pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran.82 % penduduk laki-laki dan 18. PT. telah diterima bekerja tetapi belum bekerja dan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tetapi masih berkeinginan untuk bekerja. Jumlah ini terdiri dari 8.58 %. untuk menghitung tingkat pendapatan atau penghasilan suatu masyarakat jumlah dilakukan dengan terutama menggunakan pendekatan terhadap pengeluaran pengeluaran rumah tangga.

419 merupakan pengeluaran untuk makanan dan 52.11 Perumahan dan Lingkungan Arti fisik perumahan.273 adalah pengeluaran bukan makanan.000.25 %. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 71 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .999.00 ke atas sebesar 69. perlindungan dari gangguan. Sedangkan yang paling kecil terdapat pada kelompok dengan tingkat pengeluaran perkapita sebulan sebesar Rp 150. 200. Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menjadikan kebutuhan terhadap perumahan semakin meningkat.000. Program pembangunan bidang perumahan terus ditingkatkan.adalah sebesar 29. hidup.43 %.000.87 % atau sebesar Rp. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan penduduk Kota Kupang tahun 2010 sebesar Rp 1.099.sampai dengan Rp.84 %.Sebaliknya semakin tinggi pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran maka pola konsumsinya akan semakin buruk. 499. tingkat pengeluaran perkapita sebulan antara Rp. Permukiman yaitu tempat tinggal anggota masyarakat dan individu-individu yang biasanya hidup dalam ikatan perkawinan atau keluarga beserta berbagai fasilitas pendukungnya. 632. Kondisi Fisik Bangunan Indiktor kondisi fisik bangunan menggambarkan kualitas dan kuantitas tempat tinggal yang dikuasai.. Dari jumlah tersebut 47.273. berinteraksi.999.00 sampai dengan Rp 199. dan masih banyak fungsi lainnya bagi para penghuninya.00 tidak ada.13 % atau sebesar Rp.00 yaitu sebesar 0. Perumahan menjadi tempat untuk tumbuh. sementara pengeluaran perkapita lebih kecil dari Rp 100. a. Secara akumulatif.000. dalam konteks yang diperluas disebut permukiman.. bukan hanya dari segi kuantitasnya melainkan juga dari segi kualitas. 467. 3. Penduduk Kota Kupang pada tahun 2010 sebagian besar tergolong dalam kelompok penduduk dengan jumlah pengeluaran perkapita per bulan Rp 500. Fisik bangunan yang kuat dan terbuat dari bahan yang tidak membahayakan menjamin keamanan penghuni tidak saja dari ancaman tindak kriminal. tetapi juga kerentanan bangunan itu sendiri dari PT.

menggunakan jenis atap seng sebagai jenis atap yang paling luas. 1) Luas Lantai Rumah Rata-rata luas lantai (hunian) per rumah tangga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi tempat tinggal penduduk. Persentase rumah tangga yang menempati rumah dengan tembok jenis dinding terluas merupakan kelompok PT.55 % adalah rumah tangga yang menempati rumah dengan jenis lantai bukan tanah sebagai jenis lantai terluas.05 %. Semakin kecil angka persentase ini. Sementara jenis atap ijuk/rumbia yang digunakan rumah tangga sebagai jenis atap terluas adalah yang paling kecil yaitu sebesar 0. Sementara kenyamanan dan kesehatan penghuni ditentukan oleh luasannya. 2) Jenis Atap Terluas Indikator ini menyajikan klasifikasi rumah tangga beratap seng.25 %. cenderung akan semakin baik tingkat kesejahteraannya. persentase rumah tangga menurut luas lantai rumah paling banyak terdapat pada kelompok luas lantai 20-49 m² yaitu sebesar 44. semakin baik kondisi (kesehatan) rumah tangga tersebut. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 72 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Persentase rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 yang menghuni rumah dengan lantai tanah sebesar 8. Rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 sebagian besar yaitu sebesar 96. Angka ini dapat digunakan sebagai petunjuk kondisi bangunan tempat tinggal penduduk. 3) Jenis Lantai Terluas Semakin besar rumah tangga yang dihuni berlantai tanah mengindikasikan kondisi perumahan di daerah tersebut umumnya jelek. 4) Jenis Dinding Terluas Indikator ini menyajikan proporsi rumah tangga yang menghuni rumah berdinding tembok.45 %. dinding dan atap. kayu.42 %.46 %. Fisik bangunan yang kuat ditentukan oleh pemilihan bahan komponen bangunan yaitu lantai. Di Kota Kupang tahun 2010.kemungkinan terserang penyakit. bambu atau lainnya. genteng dan lainnya (ijuk/rumbia). Semakin luas lantai yang dihuni oleh suatu rumah tangga. Sedangkan sisanya sebesar 91. Sedangkan yang paling sedikit adalah yang tergolong dalam kelompok luas lantai 150+ m² yaitu sebesar 5.

02 %. Sedangkan rumah tangga yang jarak sumber air minum ke penampungan kurang dari 10 m² sebanyak 34. 1) Sumber Penerangan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang menggunakan penerangan yang bersumber dari istrik PLN yaitu sebesar 92. Sisanya sebesar 4.07 % rumah tangga tidak tahu jarak sumber air minumnya ke penampungan. Sisanya adalah rumah tangga yang menggunakan kayu. semakin nyaman berdiam di daerah tersebut. kelayakan. 4) Tempat Buang Air Besar Persentase rumah tangga yang mempunyai fasilitas tempat buang air besar sendiri adalah paling banyak yaitu tercatat sebesar 74. bambu atau lainnya sebagai jenis dinding terluas. Sedangkan yang paling kecil adalah rumah tangga dengan fasilitas tempat buang air besar umum dan yang tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar yaitu sebesar 0.66 %.51 %. Semakin lengkap fasilitas dan utilitas hunian di suatu daerah. telepon. Fasilitas Tempat Tinggal Indikator ini menunjukkan kelengkapan.87 %. 3) Jarak Sumber Air Minum ke Penampungan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 memiliki jarak sumber air minum lebih dari 10 m² yaitu sebesar 61.24 %. b. Sedangkan yang rumah tangga dengan sumber air minum mata air tidak terlindung dan mata air terlindung yaitu sebesar 0. air dan lain-lainnya. PT. 2) Sumber Air Minum Rumah tangga yang menggunakan leding meteran sebagai sumber air minum merupakan kelompok yang paling banyak yaitu 42.13 %. fasilitas dan penggunaan tempat tinggal seperti kelengkapan fasilitas listrik.42 %.yang terbanyak yaitu sebesar 66. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 73 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .13 %.

097 jiwa. jumlah penduduk Kelurahan Fatululi perSeptember 2012 mencapai 12.12 Kelurahan Fatululi Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Siloam Standar Internasional yakni di Kelurahan Fatululi. Sedangkan pada saat dilaksanakannya survey (Okt 2012). terdapat 523 rumah tangga yang memperoleh bantuan Beras Miskin (Raskin).21 %. Hal tersebut seperti yang termuat secara rinci pada tabel 47. Pada tahun 2010. Sejahtera II: 611 KK.970 jiwa perempuan.920 Ha.18 %. dengan luas 2. Walaupun merupakan bagian dari Kecamatan Oebobo. Sejahtera I: 526 KK. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 74 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Jika diperhitungkan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2. Sejahtera III: 350 KK. Jumlah penduduk Kelurahan Fatululi pada akhir tahun 2010 adalah 12. yang sekaligus menunjukkan jumlah rumah tangga miskin di Kedlurahan Fatululi. Sedangkan paling kecil yaitu tempat akhir pembuangan tinja lainnya yaitu sebesar 0. sedikit berbeda dalam hal interval tahun. Kelurahan Fatululi merupakan kelurahan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama dan dengan Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima.127 jiwa laki-laki dan 5. PT. Kelurahan Fatululi merupakan salah satu kelurahan yang ada dalam wilayah Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Sedangkan klasifikasi keluarga menurut BKKBN yang mencakup keluarga Pra-Sejahtera 206 KK. Kelompok Umur Klasifikasi kelompok umur penduduk yang dipresentasekan dalam laporan kegiatan bulanan Kelurahan Fatululi. maka rata-rata tiap rumah tangga terdiri dari 4 orang.224 jiwa.996 pada tahun 2010.5) Tempat Pembuangan Tinja Persentase rumah tangga yang menggunakan jenis pembuangan tinja melalui tangki/spal paling tinggi yaitu sebesar 54. yang terinci atas 6. tersebar dalam 45 Rukun Tetangga dan cakupan dari 13 Rukun Warga. Saat ini (September 2012) di Kelurahan Fatululi terdapat 3.024 KK. 3. dan 277 KK yang diklasifikasi sebagai Sejahtera III Plus. Penduduk tersebut. a.

238 4.097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 b.25 771 749 1. Tabel 48. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Mata Pencaharian dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Mata Pencaharian/ Pekerjaan/ Laki-laki+ L P Profesi Perempuan PNS 559 317 876 TNI/Polri 31 0 31 Guru 118 21 139 Dosen 15 5 20 Dokter 5 2 7 Mantri/Bidan 2 18 20 Petani/Nelayan 49 23 72 Pengemudi 118 0 118 Montir/Tukang Servis 50 15 65 Pedagang 655 438 1.520 26 .60 2.012 1.127 5.970 12.20 2.253 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 c.937 6 . Mata Pencaharian Mata pencaharian yang dimaksudkan adalah pekerjaan atau pun profesi dari penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tingkat Pendidikan PT. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumah Kelompok Umur Laki-laki + Laki .Tabel 47. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 48. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 75 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .152 Pengusaha/Lain-lain 730 523 1.916 21 .093 Pensiunan PNS/TNI/Polri 836 316 1.297 2.laki Perempuan Perempuan 0-5 965 972 1.535 60 + 82 107 189 Jumlah 6.904 3.

Pada tabel 49 dirinci jumlah penduduk menurut ijasah tertinggi yang dimiliki oleh penduduk Kelurahan Fatululi Tahun 2010.041 6. d.167 4. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 76 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Selain itu terdapat 1 unit tempat kursus milik swasta. dapat dilihat pada tabel 50. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Tingkat Pendidikan Laki-laki + L P Perempuan Belum Sekolah 670 682 1352 TK 334 294 628 SD 686 598 1284 SLTP/Sederajad 700 573 1273 SLTA/Sederajad 2.051 4160 D3 (Diploma) 109 122 231 Stara 1 600 605 1205 Strata 2 56 35 91 Strata 3 6 2 8 Buta Huruf 443 487 930 Lainnya 414 521 935 Jumlah 6. Tabel 49.109 2. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Golongan Agama dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Golongan Agama Laki-laki+ L P Perempuan Kristen 3. Termasuk di dalamnya klasifikasi penduduk yang belum sekolah. maupun yang buta huruf.154 Katolik 2.970 12. Tempat peribadatan agama lainnya tidak terdapat di Kelurahan Fatululi.097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 Jumlah Sarana Pendidikan yang terdapat di Kelurahan Fatululi tahun 2010 mencakup SD/MI milik Pemerintah/Negeri sebanyak 4 unit dan 1 unit milik swasta.430 Islam 661 682 1.113 3. Jumlah penduduk menurut golongan agama. Tabel 50.263 2.127 5. Golongan Agama Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kelurahan Fatululi yaitu sebanyak 12 unit Gereja Protestan.343 PT.

Hindu Budha Jumlah

58 32 6.127

58 22 5.970

116 54 12.097

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

e. Fasilitas Umum Lainnya Fasilitas umum lainnya seperti fasilitas perekonomian, kesehatan dan pelayanan jasa lainnya dapat dilihat dapat tabel 51.

Tabel 51. Jumlah Fasilitas Umum Lainnya di Kelurahan Fatululi Tahun 2010
Fasilitas Umum Lainnya Perekonomian Supermarket/Minimarket Toko Kios PT/CV/FA Rmh Mkn/Cafe/Warung Jlh 1 52 135 12 25 Kesehatan Puskesmas Pembantu Praktek Dokter/Bidan Praktek Bidan Apotik Jlh 1 2 2 4 Jasa Lainnya Biro Perjalanan Tempat Kost Wartel Pitrad Jlh 2 78 1 3

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

77

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

BAB IV DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI

Potensi dampak yang mungkin terjadi dan perlu dilakukan pengelolaan dan pemantauan jika pembangunan Rumah Sakit Siloam serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Perubahan Fungsi dan Tata Guna Lahan. Pembangunan kegiatan rumah sakit akan merubah tata guna lahan serta produktivitas lahan di lingkungan sekitar kawasan rumah sakit. 2. Peningkatan Bangkitan Lalu lintas dan Kerusakan Jalan. Pembangunan dan kegiatan operasional kawasan rumah sakit akan meningkatkan bangkitan lalu lintas sehingga kemungkinan akan terjadi kemacetan. Selain itu jika kemampuan (kapasitas) beban jalan maksimum disekitar lokasi ternyata tidak mampu untuk menerima beban tambahan dari kegiatan pembangunan dan operasional Rumah Sakit maka akan terjadi kerusakan jalan. 3. Peningkatan Run Off, Erosi dan Banjir. Kegiatan pembukaan lahan, pemotongan dan pengurugan tanah pada tahap konstruksi akan mengakibatkan perubahan struktur dan sifat tanah, misalnya permukaan tanah menjadi terbuka, agregat tanah hancur dan menjadikan tanah peka terhadap erosi. Kegiatan pemadatan tanah pada tahap konstruksi juga mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga akan meningkatkan volume air limpasan (run off). 4. Penurunan Kualitas Udara (Debu). Penurunan kualitas udara (peningkatan kadar debu) diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

78

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

5.

Peningkatan Kebisingan. Peningkatan kebisingan diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

6.

Penurunan Kualitas Air. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pembagunan kawasan rumah sakit dapat berasal dari tahap operasional rumah sakit serta prasarana dan sarana lingkungan yang terdapat di kawasan rumah sakit tersebut. Jika pemrakarsa tidak memiliki perencanaan mengenai jaringan air limbah yang baik maka akan berakibat terhadap penurunan kualitas air. Potensi dampak penurunan kualitas air permukaan sangat kecil karena daerah Kelurahan Fatululi khususnya kawasan rumah sakit tidak mempunyai aliran air permukaan.

7.

Perubahan Mata Pencaharian dan Pendapatan Penduduk. Perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk lokal dapat ditimbulkan oleh kegiatan pembebasan lahan maupun oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan operasi.

8.

Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha. Kegiatan konstruksi dan operasi akan mengakibatkan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha bagi penduduk di sekitar kawasan Rumah Sakit Siloam.

Dampak Lingkungan yang mungkin terjadi jika pembangunan Rumah Sakit serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut: 4.1 Tahap Pra Konstruksi. a. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. Hal ini akan berdampak sangat kecil karena lokasi rencana usaha berada dalam penguasaan Rumah Sakit Siloam sesuai sertifikat terlampir. b. Potensi Dampak Terkait Survey dan Pengukuran. Survey dan pengukuran lokasi akan berdampak negatif kecil berupa konflik kepentingan dan keresahan pada masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan karena kurangnya informasi tentang rencana kegiatan yang

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

79

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 80 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. b. Pembangunan sarana dan Prasarana penunjang. Dampak negatif sesaat yang akan timbul adalah debu dan tingkat kebisingan yang meningkat karena aktivitas dan mobilitas kendaraan yang meningkat membawa material atau pembersihan dan perataan lahan yang dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan alat berat saat mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi. terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta kesepakatan tentang posisi tenaga kerja lokal sehingga dapat terjadi hubungan yang harmonis antar pemrakarsa dan masyarakat sekitarnya. Sosialisasi rencana kegiatan pembangunan rumah sakit pada masyarakat berdampak positif berupa terjalinnya komunikasi yang baik antara pemrakarsa dan masyarakat sekitar. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi. 4.akan dilaksanakan. c. Potensi Dampak Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. Rekrutmen tenaga kerja pada tahap konstruksi berdampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja dibidang konstruksi. Dampak negatif yang timbul pada tahap ini adalah timbulnya kecemburuan pada tenaga kerja yang tidak diterima bekerja pada kegiatan ini. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. Pembersihan dan penyiapan lokasi dilakukan meliputi pekerjaan penebangan pohon yang ada dan pembersihan semak pada lokasi dimana masyarakat sekitar diuntungkan karena memanfaatkan potongan dahan/pohon untuk kebutuhan kayu bakar. Tetapi konflik dan keresahan itu segera reda setelah selesai survey dan pengukuran oleh Pihak Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. c.2 Tahap Konstruksi a. sopir dan kondektur.

pekerjaan pondasi. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan untuk Manajemen Rumah Sakit Siloam serta Seleksi Calon Tenaga Kerja. sarana K3 serta tempat tidur penjaga. area parkir dan pekerjaan drainase (untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran).Sebelum pembangunan bangunan fisik Rumah Sakit. d. Pembangunan fisik rumah sakit terdiri dari pekerjaan tanah dan urugan. 4. dilakukan pembangunan base camp untuk tempat kerja yang dilengkapi dengan fasilitas MCK permanen . penjualan dan promosi. Sedangkan kebutuhan air untuk konstruksi disuplai menggunakan truk tanki. Demikian juga dengan jumlah kamar dan tempat tidur yang disediakan tidak mencukupi permintaan penyediaan kamar dan tempat tidur bagi pasien rawat inap dari masyarakat Kota Kupang dan luar Kota Kupang. sarana air bersih. penagihan. pekerjaan plafon. air bersih. AC. Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. serta terpenuhinya kebutuhan kamar bagi 233 konsumen rawat inap. pekerjaan struktur beton. gudang penyimpanan peralatan dan bahan bangunan . pekerjaan landscape. PT. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. pekerjaan tembok. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 81 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan akan berdampak positif yakni terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja yang akan dimanfaatkan untuk tenaga administrasi. pekerjaan pintu dan jendela. b. Pembangunan fisik rumah sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak negatif berupa peningkatan kebisingan.3 Tahap Operasi a. pekerjaan instalasi pengolahan limbah padat dan limbah cair. pemadam kebakaran. Meskipun menyerap tenaga kerja lokal dan pemenuhan kebutuhan rumah sakit tetapi kesempatan kerja yang ada tidak bisa menampung angkatan kerja yang tersedia terutama berkaitan dengan ketrampilan yang dimiliki oleh pencari kerja lokal tersebut. pekerjaan instalasi telekomunikasi. air limbah. debu dan mungkin kecelakaan kerja. pekerjaan instalasi penangkal petir. pekerjaan instalasi listrik.

laundry. berasal dari material-material yang Kelompok limbah non medik umumnya dihasilkan dari kegiatan pelayanan pendukung rumah sakit. restaurant. antara lain : 1) Kegiatan pelayanan medik (ruang bedah. kardus-kardus makanan. rumah tunggu dan asrama) Dari ketiga pelayanan diatas dapat menghasilkan limbah padat. juga berdampak pada perkembangan sektor perdagangan dan jasa kesehatan untuk memenuhi kebutuhan warga konsumen Rumah Sakit. perkantoran dan sosial yang terdiri dari limbah umum. Kelompok limbah medik/klinik yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan medik terdiri dari : 1) Limbah inveksius (limbah yang mengandung mikro organisme yang berasal dari ruang bedah. gunting. radiologi. cair dan gas yang dapat dikelompokan menjadi limbah klinik / medik dan limbah non klinik / non medik. 2) Limbah pathological (limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia) 3) Limbah Citotoxic (limbah yang terkontaminasi) 4) Limbah parmacological (obat-obat bekas. ruang UGD. pemusaran jenasah dan kemoterapi) 2) Kegiatan pelayanan pendukung (laboratorium – laboratorium. poliklinik. Dampak lain yang penting yang berkaitan dengan berbagai aktivitas yang terjadi dalam rumah sakit dari berbagai bidang. zat-zat berbahaya (yang bersifat racun. korosif. obat-obat kedaluarsa atau obat-obat yang terkontaminasi. dapur. dealisis / hemodialisis.Operasional Rumah Sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak berupa meningkatnya pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi. mudah PT. pisau. laboratorium dan hemodialisis yang dapat menimbulkan penyakit). ruang perawatan dan farmasi) 3) Kegiatan perkantoran dan sosial (kegiatan administrasi perkantoran/medical record. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 82 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . tabung-tabung obat atau bungkusan-bungkusan obat) 5) Limbah dari Alat-alat bekas (syringe. pecahan gelas dan gunting kuku).

angin puting beliung. Pekerjaan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan akan banyak menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. debu. bencana alam. maupun kebakaran yang besar. Sedangkan limbah padat medik dan non medik diolah dengan incenerator dan sampah lainnya diangkut secara berkala oleh Dinas Kebersihan Kota. bangkitan lalulintas karena mobilisasi kendaraan pengangkut. sedangkan sisa sebahagian bahan bongkaran dapat di daur ulang. b. Keseluruhan limbah cair yang dihasilkan dari berbagai jenis pelayanan medik dan non medik diolah dengan teknologi pengolahan limbah cair secara ”Bio Filter Anaerob dan Aerob” (lihat dalam lampiran gambar alir proses pengolahan limbah cair). gempa bumi. Salah satu sumber dampak pada tahap pasca operasi adalah Pemutusan hubungan kerja dengan jenis dampak negatif berupa keresahan dan munculnya pengangguran akibat tidak dipekerjakan lagi pada usaha yang baru. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja.4 Tahap Pasca Operasi a. 4. Dampak positif adalah menyerap tenaga kerja non skill yang diperlukan untuk pembongkaran gedung. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 83 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. Pengalihan fungsi lahan akan berdampak negatif berupa munculnya konflik dan keresahan diantara karyawan karena kemungkinan penurunan pendapatan dan kehilangan pekerjaan/pemutusan hubungan kerja (PHK).terbakar dan reaktif) dan limbah kimia (disinfeksi dan laboratoriumlaboratorium). Pengalihan fungsi lahan pada Rumah Sakit dapat terjadi karena beberapa hal seperti pailit. atau dapat menimbun fondasi bangunan lain yang diperlukan.

Pemberian informasi tentang rencana kegiatan pada lokasi yang dibebaskan. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat sekitar lokasi rencana kegiatan. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan. PT.1 Upaya Pengelolaan Dampak Lingkungan Hidup 5. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 2) Upaya Pengelolaan. 1) Sasaran Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan.1. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. 1) Sasaran Pengelolaan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 84 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .1 Tahap Pra Konstruksi a. 2) Upaya Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Survey Dan Pengukuran.BAB V PROGRAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 5. Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. b. 3) Lokasi Pengelolaan.

Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. 3) Lokasi Pengelolaan PT. sosial budaya. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. kimia. ekonomi dan kesehatan masyarakat yang mungkin terjadi. model pengelolaan dan pemantauan yang wajib dilakukan serta peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga dampak positif dapat ditingkatkan serta dampak negatif diminimalisir. 1) Sasaran Pengelolaan Masyarakat lingkup lokasi dan aparat kelurahan menjadi sasaran kegiatan pembangunan Rumah Sakit pengelolaan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. biologi. terutama pemberian informasi tentang lowongan kerja yang tersedia sesuai kebutuhan kegiatan Rumah Sakit Siloam. 3) Lokasi Pengelolaan. 2) Upaya Pengelolaan Pemrakarsa memberitahukan ke pihak kelurahan dan kelurahan mengundang masyarakat dan aparat kelurahan guna memberikan sosialisasi dan pemberian informasi yang jelas tentang rencana kegiatan oleh pemrakarsa maksud serta tujuan pembangunan rumah sakit bagi masyarakat. c. Pada sosialisasi ini juga ditampilkan potensi dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dibidang fisik. Sosialisasi rencana Siloam Kota Kupang. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 85 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . maupun peluang kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak pemrakarsa dalam hal pembangunan rumah sakit ini.Melakukan survey dan pengukuran lokasi rencana kegiatan sehingga masyarakat memperoleh kepastian tentang batas lokasi usaha dan tidak resah. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

4) Waktu dan Durasi Pengelolaan.Sosialisasi dilakukan di lokasi rumah sakit/arena pameran di Kelurahan Fatululi. 5. serta operator kendaraan angkutan PT. Pengelolaan dilakukan selama pengerjaan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. Pengelolaan yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut adalah pengangkutan sisa tebangan serta operasional pengangkutan dilakukan pada malam hari. semak.00 dengan jumlah peserta seperti daftar hadir terlampir. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan Sosialisasi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2012 mulai jam 16. Kecamatan Oebobo. yakni 30 (sembilan puluh) hari kerja. Kota Kupang.1.2 Tahap Konstruksi a. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 86 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3) Lokasi Pengelolaan. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 2) Upaya Pengelolaan Saat pembersihan dan penyiapan lokasi. Kegiatan ini menimbukan peningkatan kebisingan akibat aktivitas keluar masuk kendaraan operasional. Upaya Pengelolaan ini diharapkan dapat mengurangi kuantitas bangkitan debu ke udara. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi 1) Sasaran Pengelolaan Pengelolaan dilakukan terhadap lokasi rencana kegiatan yang ditumbuhi pohon dan material.30 Wita sampai jam 20. dilakukan penebangan pohon dan semak serta pembersihan sisa tebangan. Kebisingan tidak terlalu nampak akibat kebisingan dari lingkungan dan transportasi.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 87 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . sistim kerja. c. 2) Upaya Pengelolaan. Prioritas utama ditujukan kepada pekerja lokal sebagai sasaran agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada gejolak sosial. jumlah lowongan. 14 (empat belas) hari sebelum rekrutmen dilaksanakan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. semuanya dilaksanakan sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku. cara pembayaran upah kerja. Dilakukan dengan cara mengumumkan secara luas tentang kesempatan kerja. 4) Waktu dan durasi pengelolaan. Persaingan dalam memanfaatkan kesempatan kerja bagi para pekerja lokal perlu diperhatikan. Upaya ini akan mengeliminasi dampak negatif pada hubungan keharmonisan diantara pencari kerja lokal dan semakin memaksimalkan tingkat pendapatan mereka. waktu pembayaran. Selain upayakan juga mengatur hubungan kerja yang baik diantara pekerja terampil dari luar dengan pekerja lokal yang kurang terampil sehingga terjadi peningkatan kinerja antara transfer teknologi pekerja.b. Pengumuman lewat radio dan koran serta ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi. Disamping itu perlu pengaturan pembagian tugas dan Jadwal kerja yang jelas agar pekerjaan fisik dapat dilaksanakan secara maksimal. sedangkan pembagian tugas dan jadwal kerja dijelaskan kepada pekerja di lokasi kegiatan pembangunan Rumah Sakit. Dinas Nakertrans Kota Kupang. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja 1) Sasaran Pengelolaan. 3) Lokasi Pengelolaan. 1) Sasaran Pengelolaan PT. Pengumuman ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi. Dinas Nakertrans Kota Kupang dan lokasi rencana usaha.

Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Pengelolaan dilakukan untuk mencegah peningkatan debu dan kebisingan serta kecelakaan kerja.Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 88 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . himbauan. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. pengawas. 2) Upaya Pengelolaan Pengelolaan dilakukan untuk mengurangi dampak peningkatan debu dan kebisingan. 3) Lokasi Pengelolaan. sopir dan kondektur. pagar lokasi. 3) Lokasi Pengelolaan. 1) Sasaran Pengelolaan. dan lain-lain. pembuatan gudang tempat penyimpanan material. Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi. pengawas. d. penerapan disiplin dan Standart Operation Procedure (SOP). sebelum kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya. penutupan dengan terpal pada bak truk pengangkut. 2) Upaya Pengelolaan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas. Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. masker hidung. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. mentaati jadwal angkut dan jadwal kerja. serta taat terhadap Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) seperti penggunaan helm pengaman. pemasangan tanda larangan masuk dan rambu lalu lintas portabel. PT. pemasangan tanda larangan masuk. sopir. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. kondektur. sabuk pengaman.

kerjasama dengan Dinas kebersihan dalam menangani persampahan. Upaya pengelolaan dilakukan dengan cara mengumumkan jumlah kesempatan atau lowongan kerja sebanyak 200 orang tenaga yang dibutuhkan berdasarkan spesifikasi kebutuhan manajemen rumah sakit. serta peningkatan kesehatan kerja melalui Askes tenaga kerja guna pememeriksaan kesehatan pekerja ke paramedis setiap tahun. PT.4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Meningkatkan kemampuan pekerja dengan latihan ketrampilan/ permagangan bagi tenaga pengurus rumah sakit.1. dengan pihak Kepolisian dalam melatih satpam. 2) Upaya Pengelolaan. Pengelolaan dampak lingkungan terkait rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan. Yang menjadi sasaran pengelolaan adalah masyarakat pencari kerja terutama yang memiliki spesifikasi di bidang pengelolaan rumah sakit dan fasilitasnya. serta pelaksanaan seleksi calon karyawan dilakukan secara transparan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 89 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi sampai kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya selesai. serta masyarakat yang telah mendaftar untuk bekerja di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Selain itu juga direncanakan pelaksanaan peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia Rumah Sakit melalui berbagai program magang. Guna menjaga keharmonisan diperlukan Pengarahan dan selalu konsisten dalam menegaskan aturan yang sudah disepakati bersama pekerja. 5.3 Tahap Operasi a. 1) Sasaran Pengelolaan. diklat maupun kursus. penanggulangan keadaan darurat pada Dinas Kebakaran.

Dinas Nakertrans Kota Kupang serta Kantor manajemen Rumah Sakit agar diperoleh tenaga yang profesional dibidangnya. Pengelolaan Dampak Lingkungan Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya 1) Sasaran Pengelolaan Sasaran pengelolaan pada manajemen rumah sakit. Semua limbah cair dalam Equilizing tank dihomogenkan dan ditambahkan kadar oksigen terlarut (DO). yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Pengumuman dilaksanakan di media massa. sistem pengelolaan rumah sakit dan sarana prasarana pendukung Rumah Sakit Siloam. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 90 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Tahap Pengumuman sampai seleksi karyawan Rumah Sakit dilaksanakan 14 (empat belas) hari. Karena itu pengolahan semua limbah cair dari semua unit operasi Rumah Sakit Siloam akan diolah dengan sistem Bio Filter Anaerob dan Aerob. Kemudian limbah cair dari toilet dan laundry dialirkan ke Equilizing tank dan limbah cair dari dapur di treatment (untuk menangkap lemak dan minyak) selanjutnya dialirkan ke Equilizing tank. selanjutnya dipompa ke arah STP Biofilter serta diolah secara biologis anaerob dan aerob. Operasi dan laboratorium akan melalui proses pre-treatment setelah itu dialirkan ke Equilizing tank. 2) Upaya Pengelolaan Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir dampak lingkungan berupa peningkatan pencemaran air karena aktifitas manusia saat operasional Rumah Sakit. sedangkan program peningkatan SDM karyawan Rumah Sakit dilaksanakan secara terus menerus dan berkala sesuai tingkat kebutuhan manajemen rumah sakit. PT. b. Sedangkan Seleksi karyawan Rumah Sakit dan peningkatan SDM dapat dilaksanakan pemrakarsa di tempat lain yang dianggap layak.3) Lokasi Pengelolaan. b. Limbah cair dari Unit UGD.

Yokyakarta. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 91 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . d. Pengelolaan polutan dengan menggunakan tanaman out door yaitu Puring/croton . Limbah sebaiknya di incinerasi dan dapat dibuang ke Landfill. Sedangkan limbah padat radioaktif disimpan di PT. croton paling baik dalam menyerap Timbal. Upaya pengelolaan untuk tujuan mengurangi timbunan sampah padat dilakukan dengan cara memasang tanda larangan membuang sampah sembarangan.c. menyediakan tempat sampah dan TPS Rumah Sakit dengan peruntukan sebagai berikut: sampah umum dalam kantong plastik warna hitam. Limbah yang harus disterilisasi di tempatkan dalam kantong biru muda.Agts 2008). Upaya pengelolaan kualitas udara dengan memelihara pohon yang sudah ada dan menanam kembali atau menyediakan tanaman in door dalam tiap ruangan dapat menyerap polutan yang ada maupun menyerap tingkat kebisingan. Tumbuhan ini merambat berdaun kuning. dipelihara sehingga tetap berfungsi dengan baik. sumur resapan. padatan yang mengendap diharuskan di sedot secara periodik. Dari STP Biofilter air yang telah memenuhi baku lingkungan dialirkan ke bak sedimentasi dan ditambahkan PAC untuk mengendapkan zat-zat tersuspensi yang sebagian kemungkinan mengandung B3. Disamping itu perlu menyiapkan tempat/ ruang terbuka bagi perokok dengan tanaman seperti di atas.156 ppm per hari juga menekan 67 % dari total formaldehid 18 ppm dan 75 % dari total karbon Monoksida sebesar 113 ppm . Upaya pengelolaan sistim drainase.025 mg/l dan Tanjung (Mimusops elengi) 0.505 mg/l (Trubus . termasuk Sansivieria/ lidah mertua dan pakis Boston (Hasim. Sehelai daun Puring mampu menyerap 2. Dari bak sedimentasi air dialirkan menuju tangki penampungan (storage tank) untuk di recycle kembali atau dibuang ke badan air. menurut hasil penelitian Ir Suparwoko Univ. Islam Indonesia. beringin (Ficus benjamina) hanya 1.2008). Beberapa tanaman in door yang dianjurkan yaitu Siri Belanda ( Epipremnum aureum) meredam 53 % dari total Benzena sebesar 0.05 mg/l timbal. semua sampah akan diteruskan ke incenerator disimpan di dalam plastik berwarna kuning strip hitam.

2) Upaya Pengelolaan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan : Mengatur Jadwal penyedotan tinja secara rutin melalui Dinas Kebersihan Kota Kupang adalah cara yang tepat sebelum tangki septik penuh.4 Tahap Pasca Operasi a. Upaya pengelolaan untuk meminimalisir dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian informasi yang lengkap mengenai alasan PT. berhenti). pemasangan tabung pemadam. serta menganalisa kualitas air maksimal dua kali dalam setahun pada Laboratorium terakreditasi di tingkat provinsi atau laboratorium lingkungan pada Dinas Kesehatan Kota Kupang. Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan cara penerapan SOP dan K3 secara ketat. 1) Sasaran Pengelolaan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 92 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sasaran pengelolaan pada kegiatan ini adalah karyawan Rumah Sakit dan penghuni perumahan di sekitarnya. gampang meledak). dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang tiap 6 (enam) bulan. Pembuatan sebuah TPS rumah sakit memudahkan saat menjalin kerjasama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang agar pengangkutan sampah dari TPS Rumah Sakit dilakukan secara rutin.dalam kotak yang dilapisi logam Pb dan beri identitas khusus bahan radioaktif (selanjutnya diolah di Badan Tenaga Atom (BATAN) dan limbah radiokatif cair dengan waktu paruh pendek di simpan dalam kotak berlapis Pb sampai aktivitasnya. pemasangan tanda larangan (merokok. maupun himbauan. 3) Lokasi Pengelolaan Lokasi pengelolaan fasilitas berada dalam lokasi rumah sakit. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. tanda bahaya (gampang terbakar. parkir. pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran bagi karyawan.1. 5. akses jalan yang cukup untuk kendaraan pemadam kebakaran.

pengalihan fungsi lahan dari rumah sakit ke usaha/kegiatan lain sehingga karyawan dan pemilik/penghuni dapat memahaminya sehingga tidak timbul konflik dan keresahan. 3) Lokasi Pengelolaan. Waktu pemberian informasi kepada karyawan dilaksanakan 2-5 bulan sebelum pengalihan fungsi dilaksanakan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri secara lebih baik. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Pengelolaan dampak kegiatan pengalihan fungsi lahan dilaksanakan di lokasi Rumah Sakit. Sosialisasi. PT. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran Bangunan. Pengelolaan dampak kegiatan pembongkaran bangunan rumah sakit dilaksanakan pada kawasan rumah sakit. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 93 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sedangkan informasi kepada karyawan dilakukan paling lambat 1 tahun sebelum dialihfungsikan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri lebih baik. mempekerjakan tenaga kerja non skill sekitar lokasi rumah sakit. mengatur alat berat dan arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas maupun tenaga kerja. 1) Sasaran Pengelolaan. mencegah debu yang berterbangan dengan menyiram lokasi. b. penyerapan tenaga kerja dan pembongkaran dilaksanakan dalam waktu secepatnya. 2) Upaya Pengelolaan. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah pemilik bangunan Rumah Sakit yang dibongkar. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi pada masyarakat sekitar tentang rencana dan waktu pembongkaran. mendaur ulang sebahagian bahan bangunan. 3) Lokasi Pengelolaan.

1) Sasaran Pemantauan. terutama yang tidak dipekerjakan kembali pada usaha yang baru. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. 4) Waktu dan durasi Pengelolaan. PT. Sasaran pemantauan adalah masyarakat sekitar lokasi rencana usaha. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 94 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 5. 3) Lokasi Pengelolaan. dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga / instansi lain dilakukan saat pelaksanaan PHK.2 Upaya Pemantauan Dampak Lingkungan Hidup 5. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian pesangon sesuai dengan kontrak kerja dan aturan ketenagakerjaan . mengalihkan tenaga kerja tersebut ke usaha lain/baru. Pemberian pesangon. dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga atau instansi lain. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah karyawan yang akan di-PHK.c. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. maupun keluhan dan keraguan. a. Pengelolaan dampak kegiatan PHK dilaksanakan di manajemen rumah sakit. 2) Upaya Pengelolaan. 2) Parameter Yang Dipantau. Tanggapan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi dalam bentuk positif.1 Tahap Pra konstruksi. 1) Sasaran Pengelolaan. mengalihkan tenaga kerja ke usaha lain/baru.2.

dialog. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Survey dan Pengukuran. Pemantauan dilakukan di sekitar lokasi rencana usaha. Pemantauan dilakukan dengan metode observasi.Yang menjadi tolok ukur pemantauan dalam kegiatan ini adalah perbandingan persentase yang menolak dan yang menerima serta alasanalasannya. tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan. 4) Metode Pemantauan. b. 2) Parameter Yang Dipantau. Masyarakat sekitar yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. 5) Lokasi Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 95 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . tanya jawab dan dialog dengan masyarakat sekitar lokasi rencana usaha. PT. Jumlah dan asal persepsi negatif maupun positif terhadap rencana usaha. Observasi. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. dialog. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan dan membandingkan jumlah persepsi negatif maupun positif. 1) Sasaran Pemantauan. Pemantauan dilakukan 1-2 hari sebelum saat pelaksanaan survey dan pengukuran oleh Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. Observasi. Sasarannya adalah masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. 5) Lokasi Pemantauan. tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan.

PT. dialog dan wawancara.2 Tahap Konstruksi. 5) Lokasi Pemantauan. Pemantauan dilakukan lewat metode observasi. 1) Sasaran Pemantauan. Ada tidaknya informasi tentang rencana usaha serta peluang kerja kepada masyarakat sekitar. tingkat penerimaan masyarakat sekitar terhadap rencana usaha. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. 2) Parameter yang Dipantau. Masyarakat sekitar. 5. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan dilaksanakan pada tempat sosialisasi rencana usaha. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 96 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2. tokoh masyarakat dan aparat kelurahan Fatululi. Ketersediaan informasi dan bahan sosialisasi rencana kegiatan yang berisi peluang dan kesempatan kerja serta manfaat rencana kegiatan bagi pemrakarsa dan lingkungan sekitar. Pemantauan Dampak Lingkungan Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi. tokoh agama. a.c. 1) Sasaran Pemantauan. Waktu pemantauan adalah saat pelaksanaan sosialisasi dan sesi dialog dengan masyarakat sekitar. Kondisi lingkungan rumah sakit.

Sasaran Pemantauan adalah tenaga kerja di lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Metode pemantauan yang dipakai adalah pengujian tingkat partikel debu di udara serta tingkat kebisingan pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. 3) Tolok Ukur Pemantauan. 5) Lokasi Pemantauan. 2) Parameter Yang Dipantau. Lokasi rencana usaha pembangunan rumah sakit. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan dilakukan sekali pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. 5) Lokasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. Parameter yang dipakai dalam pemantauan adalah jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam tahap konstruksi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 97 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pemantauan dilaksanakan menggunakan metode pemeriksaan daftar hadir tenaga kerja. Lokasi rencana usaha pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. b. PT. Tolok ukur pemantauan adalah kebutuhan minimal tenaga kerja konstruksi sebanyak 196 orang agar pekerjaan konstruksi berjalan optimal. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan. wawancara dengan tenaga kerja dan manajemen usaha. 1) Sasaran Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. Tolok ukur pemantauan yang dipakai adalah kondisi tingkat partikel debu serta tingkat kebisingan awal.2) Parameter Yang Dipantau.

6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah kondisi kualitas lingkungan lokasi rencana usaha yang terdiri dari kualitas udara dan kebisingan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Pengukuran tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan. kejadian kecelakaan kerja. PT. 1) Sasaran Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit Siloam dan Fasilitasnya. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan. c. d. 5) Lokasi Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 98 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pemantauan dilakukan minimal 2 (dua) kali selama kegiatan konstruksi. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. Lokasi rencana pembangunan rumah sakit. 1) Sasaran Pemantauan. Kondisi lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit saat kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi. 2) Parameter yang Dipantau. Dilakukan saat sedang berlangsung kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan konstruksi. Kondisi tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan daerah permukiman sekitar Rumah Sakit Siloam. 2) Parameter Yang Dipantau.

PT. 5) Lokasi Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. Pemantauan dilakukan pada lokasi pembangunan rumah sakit. 3) Tolok Ukur Pemantauan. 4) Metode Pemantauan.2. Sasaran pemantauan dalam kegiatan ini adalah Sistem dan hasil rekrutmen karyawan Rumah Sakit serta seleksi calon karyawan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 99 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . jumlah tenaga kerja lokal yang melamar dan yang diterima. Pengumuman seleksi dan penerimaan calon karyawan. SOP. Kualitas udara dan tingkat kebisingan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan Rumah Sakit Siloam dan seleksi Calon Karyawan Rumah Sakit Siloam. peralatan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) serta laporan kecelakaan kerja. dialog.3 Tahap Operasi. Kotak P3K.Tingkat partikel debu dan kebisingan. jumlah kejadian kecelakaan kerja. pertengahan dan akhir kegiatan untuk membandingkan ketepatan pengelolaan yang diterapkan. Pemantauan dilakukan lewat pengukuran kualitas udara dan kebisingan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Informasi hak dan kewajiban karyawan. kontrak kerja dan upah serta kriteria dan jumlah calon karyawan yang lolos seleksi. Pembagian kerja. ketersediaan sarana dan prasarana K3. yaitu pada awal kegiatan. serta pengumuman pendaftaran maupun hasil seleksi calon karyawan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan dilakukan terhadap jumlah minimal karyawan (200 orang). Pemantauan dilakukan selama 3 (tiga) kali. 2) Parameter Yang Dipantau. jadwal kerja. 5. a. observasi. Jumlah kebutuhan dan jumlah hasil rekrutmen karyawan.

SOx dan membandingkan tingkat kebisingan pada saat rona awal dengan tahap operasi rumah sakit.4) Metode Pemantauan. sebelum rumah sakit difungsikan. fasilitas umum. daftar hadir calon karyawan. udara dan kebisingan maka parameter lingkungan yang dipantau adalah jumlah dan kondisi IPAL. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 100 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1) Sasaran Pemantauan. manifest pendaftar. Pemantauan dilakukan menggunakan metode pemeriksaan terhadap perjanjian kerja. wawancara dengan calon karyawan dan manajemen rumah sakit. Ketersediaan sarana dan prasarana K3. daftar calon serta kelengkapan terhadap dokumen yang disyaratkan. pohon peneduh . 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Pemantauan dilakukan minimal 1 kali pada saat seleksi dilakukan. Pemantauan dilakukan pada kantor Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Pemantauan terhadap pengelolaan timbulan sampah dilaksanakan dengan melihat jumlah dan kondisi Tempat sampah atau TPS. b. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah manajemen rumah sakit. jalan. tanda larangan / himbauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. sarana dan prasarana pendukung aktivitas rumah sakit. Sedangkan pemantauan hasil dari upaya pengelolaan terhadap dampak kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan melihat SOP. tanda larangan dan himbauan. Sarana dan prasarana damkar. Septic Tank. 5) Lokasi Pemantauan. 2) Parameter Yang Dipantau. Sistem drainase. serta SOP. PT. Pemantauan terhadap kualitas udara dan kebisingan dilakukan dengan mengukur kadar NOx. Laporan jumlah kejadian Kecelakaan kerja dan kebakaran. Dalam rangka pencegahan dan meminimalisir dampak terhadap kualitas air.

pengujian laboratorium pada kualitas air. 5) Lokasi Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. wawancara.2. tingkat keresahan warga dan tenaga kerja. Pemantauan dilakukan tiap 6 (enam) bulan selama rumah sakit beroperasi dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang serta instansi terkait. Kualitas udara.3) Tolok Ukur Pemantauan. 5.4 Tahap pasca Operasi a. 4) Lokasi Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 101 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . survey. Parameter yang harus dilihat adalah apakah rumah sakit telah berhenti beroperasi secara permanen dan penyebab pengalihan usaha. kondisi manajemen rumah sakit. air dan tingkat kebisingan pada kondisi awal lokasi sebelum ada kegiatan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk Rumah Sakit pada tahap operasi. Observasi. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. jumlah karyawan dan jumlah warga di sekitar lokasi rumah sakit yang resah. 4) Metode Pemantauan. 2) Parameter yang Dipantau. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. PT. 5) Waktu dan Durasi Pemantauan. udara dan tingkat kebisingan. Tolok ukurnya adalah jumlah karyawan yang masih aktif. Sasaran pemantauan adalah kondisi karyawan dan manajemen rumah sakit yang akan berhenti beroperasi.

2) Parameter Yang Dipantau. PT. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. debu. tenaga kerja. Pemantauan dilakukan sekali saat proses pembongkaran bangunan Rumah Sakit. lurah dan masyarakat sekitar. Bahan yang di daur ulang. Sasaran pemantauan adalah bangunan. survey. sosialisasi dan waktu pembongkaran serta teknis penanganan pengangkutan material. Sasaran pemantauan adalah karyawan dan manajemen rumah sakit. kebisingan. 1) Sasaran Pemantauan. wawancara dengan pemrakarsa. pengujian laboratorium. bangkitan lalu lintas dan jumlah tenaga kerja lokal yang diserap. Observasi. 5) Lokasi Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 102 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Parameter pemantauan adalah prosedur pembongkaran dan peralatan yang digunakan.Pemantauan dilakukan sekali selama proses pengalihan usaha. 3) Tolok Ukur Pemantauan. b. 1) Sasaran Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. manajemen rumah sakit dan pemilik c. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran bangunan Rumah Sakit. penempatan sisa bahan bangunan. 2) Parameter Yang Dipantau. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. kualitas udara dan kebisingan serta keresahan warga. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan.

serta alasan PHK. 5) Lokasi Pemantauan. Observasi. PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 103 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Aturan ketenagakerjaan. 4) Metode Pemantauan. kontrak kerja. Pemantauan dilakukan sekali saat proses PHK. 3) Tolok Ukur Pemantauan. jumlah yang di-PHK. survey. wawancara dengan karyawan dan pemrakarsa. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. besar pesangon atau kompensasi yang diterima. tingkat keresahan tenaga kerja. kontrak penyewaan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan.Parameter pemantauan adalah prosedur PHK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful