BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia kita mengenal adanya bangunan komersial sebagai sarana untuk melakukan berbagai kegiatan. Gedung sebagai salah satu bangunan komersial berfungsi sebagai tempat bekerja dan tempat hunian. Di dalam bangunan gedung kita dapat melakukan berbagai kegiatan seperti kegiatan usaha, kegiatan sosial dan budaya, keagamaan, jasa kesehatan atau kegiatan khusus lainnya. Ciri utama bangunan komersial biasanya mempunyai gaya arsitektur modern dan berada dalam kota serta mempunyai lokasi yang strategis. Sebagai tolok ukur dalam menampilkan percepatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang harus dapat menyediakan berbagai fasilitas pendukung utilitas kota seperti bangunan komersial rumah sakit yang dapat memaksimalkan fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan, bisnis, pariwisata, dan sektor ekonomi lainnya. Sejalan dengan trend dan tuntutan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, pembangunan Rumah Sakit Siloam dilaksanakan dengan memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh yang didahului dengan pengkajian lingkungan yang dilaksanakan lewat penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

1.2 Dasar Hukum Peraturan perundang-undangan yang menjadi rujukan dan dasar hukum dalam penyusunan dokumen UKL dan UPL ini, adalah : 1. Undang-undang Nomor 05 Tahun Agraria. 2. Undang-undang Nomor 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3. Undang-undang Nomor 03 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

1

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. 5. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 6. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. 7. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. 8. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 9. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 10. Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan. 11. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 2002 tentang Baku Tingkat Kebisingan. 12. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 50 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. 13. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 02/KPTS/1985 tentang Ketentuan pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Gedung. 14. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Gedung dan Lingkungan. 15. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 16. Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 02 Tahun 1999 tentang Ijin Lokasi. 17. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 147/MENKES/PER/I/2010 tentang Perijinan Rumah Sakit. 18. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

2

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

20. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. 21. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 22. Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 61 Tahun 2002 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2003. 23. Keputusan Bapedal Nomor 03 tahun 1995 tentang kualitas incinerator dan emisi yang dikeluarkannya. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 26. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 27. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air. 28. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999 tentang Pengolahan Bahan Limbah Berbahaya dan Beracun. 29. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Kota Kupang. 30. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kupang tahun 2011 – 2030. 31. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Kupang Tahun 2011 – 2030.

1.3 Tujuan dan Kegunaan 1.3.1 Tujuan Tujuan dari penyusunan dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang, adalah :

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

3

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

2 Kegunaan Kegunaan dari dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. c) Sebagai instrument pengikat dan acuan bagi pemrakarsa dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 4 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 4) Menguraikan tindakan pihak rumah sakit dalam program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. a) Kemudahan memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai. d) Sebagai bahan pertimbangan dalam permohonan rekomendasi kelayakan lingkungan hidup terhadap pembangunan dan pengoperasian rumah sakit. 1.1) Menyajikan informasi lingkungan sebelum adanya kegiatan rumah sakit. b) Sebagai pedoman bagi Pemerintah Kota Kupang dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan pemantauan lingkungan hidup. pelaksanaan. yang setara dengan rumah sakit di luar negeri seperti di Singapura serta fasilitas Dokter Ahli yang PT. 2) Menguraikan kegiatan yang akan dilakukan rumah sakit. 3) Bagi Masyarakat. b) Sebagai bahan acuan dalam upaya pemberdayaan masyarakat sebagai akibat dari kegiatan pengoperasian rumah sakit dan fasilitas penunjangnya. adalah : 1) Bagi Pemerintah a) Sebagai bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan. pengembangan. pengawasan dan pengendalian pembangunan. 2) Bagi Pemrakarsa a) Membantu pemrakarsa dalam pengambilan keputusan sehubungan dengan perencanaan dan pengelolaan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan Rumah Sakit Siloam.3. 3) Menguraikan komponen rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan menimbulkan dampak terhadap lingkugan hidup akibat pembangunan dan pengoperasian rumah sakit.

b) Terbukanya kesempatan kerja seperti penyediaan bahan pangan dan sayuran serta buah-buahan dari warga sekitar rumah sakit serta penyediaan berbagai jasa pendukung aktivitas lainnya oleh warga di sekitar rumah sakit.memadai baik dalam jumlah maupun kualitas pelayanan bagi pasien rawat inap. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 5 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . rawat jalan maupun pelayanan lainnya dengan harga yang bersaing dan terjangkau oleh masyarakat. c) Terjalin pola kemitraan dengan usaha lain. PT. d) Saling kontrol dari masyarakat terhadap kegiatan rumah sakit yang bersifat negatif.

Kecamatan Oebobo. Pekerjaan Struktur PT. Veteran RT: 017 RW: 005. : Rencana kegiatan terletak pada kawasan dengan peruntukan sesuai penataan ruang adalah kawasan jasa dan perdagangan.1 Identitas Pemrakarsa 1 2 Nama Badan Usaha Nama Penanggungjawab Rencana Usaha dan atau Kegiatan Alamat Kantor : PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 6 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Rumah Sakit Siloam Kota Rencana 2. Lokasi dan/atau Kegiatan 3. Kota Kupang. Nama Rencana Usaha dan/atau : Pembangunan Kegiatan Kupang. Kecamatan Oebobo. Kelurahan Fatululi. Kota Kupang.BAB II IDENTITAS PEMRAKARSA DAN DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN 2. 4. Dominikus Go 3 : Jl. Kelurahan Fatululi. 2. Pekerjaan Tanah 3. Skala Usaha dan/atau Kegiatan : Rumah Sakit tipe A.2.1 Kegiatan Konstruksi Kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang secara garis besar dikelompokan menjadi 7 (tujuh) jenis kegiatan utama : 1.2 Rencana Usaha dan/atau Kegiatan 1. Telp : - 2. Veteran RT: 017 RW: 005. Informasi Kegiatan Usaha : Jl. NUSA BAHANA NIAGA : Ir. Pekerjaan Persiapan 2.

11 839.1 1 2 3 4 C.00 540.00 m m m m m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan Unit m m m 2 2 1. Pekerjaan Pelengkap 6.53 609.42 883.20 422.00 37. Pekerjaan Mekanical dan Electrical 7.29 m 2 Unit Unit m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit PT. Pekerjaan Arsitektural 5.77 420.00 256.00 1. Tabel 1.25 1.502.59 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 7 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pekerjaan Landscape Secara jelas deskripsi kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang nantinya dapat dilihat pada tabel 1.00 60.750.00 1.00 300.79 18.372.00 2.4. Data Teknis Kegiatan Fisik Rumah Sakit Siloam Kota Kupang No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 C C.88 874.2 1 2 3 4 5 6 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat 239.76 273.00 9.

59 19.00 510.00 350.00 1.2.00 1.00 11.31 32. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan 12. 1 2 D. 1 D.187.75 14.00 323.00 1.00 42.417.00 1.006.93 1.00 4. 1 2 3 Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan Jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading.00 560.00 720.00 1.339.75 2.00 9. 1 2 3 4 5 6 7 8 D.60 6.688.25 462.00 56. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F.3.00 8.1.00 m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit m m m m m m 2 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1.014.93 411.42 12.370.57 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 8 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .98 200.D D.1.520.46 888.4.00 Unit Unit Unit PT.625.00 1 8.

Instalasi Rawat Jalan c. Instalasi Bersalin e.00 1. Instalasi Rehab Medic PT.00 1.00 1. Instalasi Intensif Care Unit h. Fasilitas Pokok.4 5 6 7 8 9 F.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1.00 1.00 1.2.00 1.00 1. Instalasi Bedah Sentral i. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mecanical dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 1.00 1.00 1.00 1.2 Fasilitas Pelayanan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang direncanakan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Instalasi Radiologi f. Instalasi Rawat Inap d. terdiri dari : a.2.00 Unit Unit Unit 2. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 9 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 1.00 1.00 1. Instalasi Pemulasaran Jenasah j. seperti: 1.00 1. Instalasi Laboratorium g. Instalasi Rawat Darurat b.

antara lain layanan Mobil Ambulance. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 10 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . terdiri dari : a. yaitu pelayanan jasa kesehatan dan penyediaan jasa yang berhubungan dengan kesehatan pasien. Instalasi Pemadam Kebakaran f. Instalasi Listrik. dan lain-lain. Fasilitas Umum. AC. Fasilitas Penunjang. e. Instalasi Air Bersih dan Air Limbah d. layanan KB Rumah Sakit dan layanan MOW (Medical Operatif Wanita). Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah c. Instalasi Hemodialisis 3. Internet. terdiri dari : a. Pelayanan ATM d. dan lain-lain) b.2. Instalasi Pemeliharaan Sarana (mesin-mesin. Instalasi Gizi c. layanan Medical Chek Up. Instalasi Farmasi b. Security Service g. Sarana Perparkiran b. Fasilitas Pendukung. Telepon / Fax. Taman Selain itu rumah sakit ini dilengkapi dengan layanan umum. Cafetaria c. terdiri dari : a. Ramp Pasien 4. layanan Visum and Repertum. maka Rumah Sakit PT. Lift service h. peralatan. Instalasi Sterilisasi d. Tangga Darurat i. Dalam usaha mendukung kegiatan utama.

Siloam Kota Kupang memiliki kapasitas 233 tempat tidur serta berbagai fasilitas pendukung seperti terlihat pada tabel 2.
Tabel 2. Sarana dan Prasarana Pendukung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang
No. 1 Fasilitas Rumah Sakit Siloam IGD, Ruang Bersalin, Ruang Operasi, Ruang Sterilisasi, Hemodialisis, Klinik Rawat Jalan, Medical Record, ICU, Rehab Medic, Laboratorium, Farmasi / Apotek, Ruang Dokter, Pusat ATM, Gudang, Dapur Umum, Ruang Pemulasaran Jenasah, IPAL, Incenerator, Rumah Pompa, Rumah Genset, Pos Satpam, Parkiran Kendaraan. Kantor, Cafetaria, Klinik, Ruang Sterilisasi, ICU, Radiologi, Ruang Dokter, Ruang Perawat, Ruang Rawat Inap, Ruang Cuci dan strika. Gudang, Pantry, Ruang Perawat, Ruang Dokter, Ruang Isolasi, Ruang Rawat Inap. Ruang Mesin Lift, Ruang ME, Ruang Kompresor AC, Ruang Tandon Air. Keterangan

Lantai Satu

2

Lantai Dua Lantai Tiga Atap

3 4

Tabel 3. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas utama
Jenis Pelayanan Instalasi Rawat Darurat Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap (jumlah tempat tidur) Instalasi Bersalin Instalasi Radiologi (USG, MRI, Rontgen, Foto, CT Scan) Instalasi Laboratorium Instalasi Intensif Care Unit Instalasi Bedah Sentral Instalasi Pemulasaran Jenasah Instalasi Rehab Medic Jumlah Ruang 1 15 233 1 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 20 30 233 15 10 10 12 1 5 20

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

11

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Tabel 4. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas pendukung
Jenis Pelayanan Instalasi Farmasi Instalasi Gizi Instalasi Sterilisasi Instalasi Hemodialisis Aula kecil/Meeting Room Restaurant/Cafeteria Jumlah Ruang 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 5 10 10 5 30 50

Tabel 5. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas penunjang
Jenis Pelayanan Instalasi Pemeliharaan Sarana : a. Genset b. Pompa Air c. Bak Penampung Air Bersih d. Tandon Air Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah : a. IPAL b. Incenerator Instalasi Listrik, Telepon / Fax, AC, Internet, dll : a. Listrik b. Telepon / Fax c. AC d. Internet Instalasi Pemadam Kebakaran Security Service Lift service : a. Lift Pasien b. Lift Umum c. Lift Barang Tangga Darurat Ramp Pasien Jumlah Ruang / Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 4 3 1 2 1 Kapasitas 1400 KVA 1 liter / detik 125 m3 46 m3 100 m3 / hari 80 kg / jam 1500 KVA 5 line 2.152.000 BTU /Jam wifi 532 sprinkle Hydrant umum 20 orang 1 bed 10 person 400 kg -

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

12

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

2.3 Garis Besar Usaha yang Menimbulkan Dampak Secara garis besar komponen pembangunan rumah sakit siloam yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dapat dibagi menjadi 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu : tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi dan tahap pasca operasi. a. Tahap Pra Konstruksi Pada tahap pra konstruksi kegiatan yang dilakukan yaitu survey, pengukuran lokasi, sosialisasi kepada masyarakat Kota Kupang khususnya masyarakat di Kelurahan Fatululi. Kegiatan ini diperkirakan akan menimbulkan dampak berupa keresahan pada masyarakat. b. Tahap Konstruksi 1) Perekrutan tenaga kerja Kebutuhan tenaga kerja menurut jenis dan posisi untuk proyek ini disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Posisi Manajer proyek Site Manajer Keuangan Tenaga Administrasi logistik Sopir Pelaksana Mandor Kepala Tukang Tukang Tenaga Buruh Security Jumlah Total Jumlah (Orang) 1 1 2 2 10 5 20 5 10 30 100 10 196 Spesifikasi S-1 S-1 S-1 D-3 SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SD, SMP, STM SMA orang

Kegiatan penerimaan tenaga kerja untuk konstruksi berpotensi menimbulkan dampak negatif berupa keresahan masyarakat, jika perekrutan tenaga kerja tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

13

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

kebisingan.2) Base camp Pembagunan base camp berfungsi sebagai kantor pelaksana. kebisingan.00 60. disamping itu dilengkapi dengan sarana MCK.00 1.502.29 m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan 1.53 609.00 540. bengkel perawatan dan perbaikan alat berat serta gudang penyimpanan material. dan gangguan terhadap lalu lintas. Tabel 7.372.00 300. 3) Penyiapan Lahan Kegiatan penyiapan lahan meliputi kegiatan pembersihan dan pengupasan lahan. Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa kesempatan usaha.00 9.79 18.750. pagar keliling lokasi pembangunan.25 1. Uraian pekerjaan konstruksi No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir 37. penginapan pekerja. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi. 4) Pekerjaan Konstruksi Uraian pekerjaan konstruksi disajikan secara lengkap dalam tabel 7. Kegiatan ini dapat menimbulkan dampak berupa debu. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 14 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 1.00 Unit m m m 2 2 m 2 Unit Unit PT. lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik dengan masyarakat setempat. P3K. hilangnya sejumlah vegetasi dan fauna lokal.

88 874.520.00 56. 1 2 3 4 5 6 7 8 D.00 4. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai Dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD 1.4.00 2.76 273.00 560.187.1 1 D.00 9.339.417.3.25 462.370.00 12.00 42.1 1 2 3 4 C.93 1.2 1 2 3 4 5 6 D D.00 256. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 15 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .11 839.46 888.60 6.00 m m m m m PT.00 1 m m m m m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit 2 2 2 2 2 8.42 883.00 11.00 510.98 Unit Unit m 2 239.C C.625.20 422.93 411.75 2.00 720.014.77 420.006.688.59 19.2 1 2 D.59 1.00 350.

00 8. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 16 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 323.4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 F.31 32.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1. debu.75 14. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mekanikal dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 200.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1.00 1.00 Unit Unit Unit Kegiatan tersebut di atas akan menimbulkan dampak berupa kebisingan.00 1.1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.42 12.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.57 1. peningkatan emisi gas buangan.00 1. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading. PT. peningkatan aliran permukaan.00 1.2. sedimentasi.00 m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1.

Dampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja baru. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 17 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat setempat. Dampak negatif yang mungkin terjadi bahwa kesempatan kerja yang ditawarkan dengan spesifikasi tertentu beresiko PT. Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa lapangan kerja dan kesempatan berusaha. 5) Tahap Operasi Rumah Sakit a. Perekrutan tenaga kerja operasi Tenaga kerja yang mendukung kegiatan operasional rumah sakit diperkirakan 200 karyawan baik medis maupun non medis. kebisingan.Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi. dengan rincian sebagai berikut : 1) Direktur Utama 2) Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Administrasi 3) Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan 4) Wakil Direktur Bidang Rawat Inap 5) Dokter Ahli/Spesialis 6) Dokter Umum 7) Front Office 8) Perawat 9) Bidan 10) Tenaga Adminitrasi Rumah Sakit 11) Pantry dan Restaurant 12) Laundry + Engineering 13) Satpam : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 9 orang : 11 orang : 20 orang : 46 orang : 15 orang : 50 orang : 10 orang : 15 orang : 20 orang Kegiatan perekrutan ini dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap masyarakat lokal.

kecemburuan dan bisa menimbulkan konflik sosial. juga peningkatan kebisingan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 18 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 4) Instalasi Perawatan Intensif (Intensive Care Unit = ICU). pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masingmasing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. 2) Instalasi Gawat Darurat. 5) Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pengoperasian rumah sakit. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Fasilitas untuk merawat pasien yang dalam keadaan sakit berat sesudah operasi berat atau bukan karena operasi berat yang memerlukan pemantauan secara intensif dan tindakan segera. Fasilitas yang melayani pasien yang berada dalam keadaan gawat dan terancam nyawanya yang membutuhkan pertolongan secepatnya. 6) Instalasi Bedah. Fasilitas menyelenggarakan kegiatan persalinan. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. meliputi : 1) Instalasi Rawat Jalan Fasilitas yang digunakan sebagai tempat konsultasi. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 3) Instalasi Rawat Inap. PT. b. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. penyelidikan. Fasilitas yang digunakan merawat pasien yang harus di rawat lebih dari 24 jam (pasien menginap di rumah sakit). nifas dan gangguan kesehatan reproduksi. perinatal.terhadap tenaga kerja lokal yang tidak tersedia sesuai kebutuhan berupa keresahan.

Karena alasan adanya radiasi bahan radioaktif. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 19 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Fasilitas untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien dengan menggunakan energi radioaktif seperti sinar gamma. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 8) Instalasi Radiodiagnostik dan Radioterapi. Fasilitas untuk mensterilkan instrumen. Fasilitas untuk penyediaan dan membuat obat racikan. yang membutuhkan kondisi steril dan kondisi khusus lainnya. maka desain ruangan untuk instalasi tersebut dirancang secara khusus sesuai dengan standar yang berlaku sebagaimana yang ada dalam gambar rencana. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. non medis dan limbah radioaktif. linen. bahan perbekalan. Kegiatan ini menimbulkan dampak berupa peningkatan sampah medis. 7) Instalasi Farmasi. 9) Unit Hemodialisa Fasilitas ini digunakan sebagai tempat pasien melakukan cuci darah. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. PT. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. penyediaan obat paten serta memberikan informasi dan konsultasi perihal obat.Suatu unit khusus di rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan pembedahan/operasi secara elektif maupun akurat. 10) Instalasi Sterilisasi Pusat (CSSD/ Central Supply Sterilization Departement) Instalasi Sterilisasi Pusat (Central Sterile Supply Department = CSSD). berkas elektron. foton. proton dan neutron dalam proses diagnosis dan pengobatan penyakit.

Fasilitas pelayanan untuk memberikan tingkat pengembalian fungsi tubuh dan mental pasien setinggi mungkin sesudah kehilangan / berkurangnya fungsi tersebut. riwayat penyakit. Fasilitas untuk meletakkan/menyimpan sementara jenazah sebelum diambil oleh keluarganya. pengolahan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 20 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dan sebagainya). memandikan jenazah. 15) Instalasi Gizi/Dapur. 12) Instalasi Rehabilitasi Medik. 14) Instalasi Pemulasaran Jenazah dan Forensik. gas buangan dan kebauan. kimia. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. dan penyajian makanan-minuman. hasil pemeriksaan dan pengobatan pasien yang diterapkan secara terpusat/sentral.11) Instalasi Laboratorium. penyimpanan. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah non medis. Fasilitas melakukan proses penanganan makanan dan minuman meliputi kegiatan pengadaan bahan mentah. 13) Bagian Administrasi dan Manajemen Suatu unit dalam rumah sakit yang merupakan tempat melaksanakan kegiatan administrasi pengelolaan/manajemen rumah sakit serta tempat melaksanakan kegiatan merekam dan menyimpan berkas-berkas jati diri. Fasilitas kerja khususnya untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan ilmiah (misalnya fisika. higiene. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan PT. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah medis maupun non medis. pemulasaraan dan pelayanan forensik.

434. 1. 2.00 68.sampah medis maupun non medis. limbah padat dan cair.00 200 30 30 30 Jumlah Kebutuhan air untuk perawatan gedung = 20% Cadangan air untuk pemadam kebakaran = 5% Cadangan Persediaan Air Bersih = 10% Total Kebutuhan Air Bersih PT.00 13. dan rata-rata tingkat hunian rumah sakit dalam wilayah Kota Kupang tahun 2012. Fasilitas untuk melakukan pencucian linen rumah sakit.680. Tabel 8.00 92.868. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis.00 2.00 13.980.00 6.000. Perhitungan kebutuhan air bersih untuk Rumah Sakit Siloam dapat dilihat pada tabel 8. 3.600. 16) Instalasi Cuci (Laundry). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 21 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Jenis Layanan Pasien Rawat Inap Tenaga Kerja Rumah Sakit Non Rawat Inap (lain-lain) Pengunjung (Non Pasien) Orang 233 200 90 466 Fasilitas / Peralatan Pemakaian Air (ltr/hr) Jumlah Kebubutuhan Air (ltr/hr) 46.00 3. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih untuk Rumah Sakit No. karyawan dan pengunjung 30 ltr/org/hr.700.736. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah non medis padat dan cair serta kebisingan.718. prasarana dan peralatan medik. 4. 18) Instalasi Air Bersih Angka kebutuhan air bersih Rumah Sakit Siloam diprediksi berdasarkan standar kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan sesuai ketentuan DirJen Cipta Karya (200 ltr/org/hr untuk pasien rumah sakit). gas buangan dan kebauan.00 6. 17) Bengkel Mekanikal dan Elektrikal (Workshop) Fasilitas untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan ringan terhadap komponen-komponen sarana.

maka akan terbuang sebagai air limbah. Sedangkan untuk sampah non medis sebesar 343 x 2. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 22 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2 m3/hr atau 3. Kegiatan ini menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. PT. 20) Instalasi Pengelolaan Limbah Padat Menurut SNI 3242 tahun 2008 tentang limbah padat/sampah untuk pemukiman kota menunjukan bahwa rata-rata limbah padat per hari sebesar 5 ltr/org/hr atau sebesar 2.72 m3/hari atau 3. Dengan demikian jumlah sampah medis yang dihasilkan sebesar =356 x 3 ltr/org/hr = 1. Sedangkan limbah cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman taman dan kolam. Untuk mengelola air limbah cair tersebut diperlukan unit pengelolaan limbah cair dengan kapasitas sebesar 100 m3/hr.176.72 m3/hr. untuk limbah padat rumah sakit diperkirakan 3 ltr/org/hr untuk sampah medis dan 2.5 kg /hari.5 ltr/org/hr untuk limbah non medis. Berdasarkan standar tersebut.718.00 liter/hari atau 92. dengan teknologi sistem biofilter aerob dan anaerob. juga dapat dipakai sebagai cadangan untuk pemadam kebakaran.Dari tabel diatas diperoleh total kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian Rumah Sakit Siloam sebesar 92.095 ltr/hr atau = 1. seperti dalam gambar rencana.5 ltr/hr atau = 0. 19) Instalasi Pengelolaan Air Limbah Dari jumlah pemanfaatan air bersih di atas diperkirakan 80% dari 92. Sesuai dengan kebutuhan akan air bersih di atas. 863 m3/jam. akan dibangun reservoar bawah yang mampu menampung air sebesar 125 m3 dan reservoar atas dengan daya tampung sebesar 20 m3. Dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemanfaatan air bersih berupa limbah cair.00 m3/hr atau 74.1 m3/jam. sehingga debit (Q) air limbah atau limbah cair yang dihasilkan dalam satu hari = 74.5 ltr/org/hr = 857.095 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan medis).8575 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan non medis).

Kegiatan ini menimbulkan dampak polusi udara. meliputi pemeliharaan unit medis. gas buangan dari hasil pembakaran. sanitasi dan fasilitas penunjang. PT. 6) Tahap Pasca Operasi Potensi dampak lingkungan terkait pengalihan fungsi lahan dan pemutusan hubungan kerja. dan lain-lain. Dampak yang timbul dari kegiatan ini adanya kebutuhan tambahan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan terhindar bahaya kebakaran pada gedung rumah sakit. ceceran oli. 22) Power Suply Agar dapat beroperasi secara maksimal. 23) Pemadam Kebakaran Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. kebauan. Untuk menjaga kesinambungan operasi rumah sakit saat terjadi pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN Persero Cabang Kupang maka disediakan 1 unit Genset Silent Type (sound proof) dengan daya terpasang 1400 KVA. polusi. 21) Tahap Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Pemeliharaan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperpanjang usia layanan. Dampak yang timbul dari instalasi dan operasinya berupa kebisingan.Untuk mengelola limbah padat medis tersebut di atas telah disiapkan 1 unit incenerator medis tipe Maxpell dengan kapasitas 80 kg sampah / jam. kebisingan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 23 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Dampak dari kegiatan pengelolaan limbah padat medis maupun non medis berupa kebauan. maka disediakan sarana pemadam kebakaran berupa tabung gas untuk ruangan. polusi udara. Rumah Sakit Siloam membutuhkan suplay arus listrik dari PT PLN sebesar 1400 KVA. non medis. limbah cair dan limbah padat. 2 (dua) unit hydrant di luar ruangan serta dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dalam gedung. Sedangkan limbah padat non medis pengelolaannya bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang.

1 Aspek Fisik 3. Sebelah Timur.98” E 1230 36’ 42.1.27 Km2 atau 18. Kabupaten Kupang.BAB III KONDISI UMUM RONA LINGKUNGAN AWAL 3. Kabupaten Kupang.83” E 1230 36’ 41.27” E Keterangan Selatan Lokasi Selatan Lokasi Utara Lokasi Utara Lokasi Secara geografis Kota Kupang memiliki luas wilayah sebesar 180. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 24 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . berbatasan dengan kecamatan Kupang Tengah.32” S 100 09’ 33.027 Ha. PT.94” S 100 09’ 36.1 Letak.16” S 100 09’ 32. Batas wilayah Kota Kupang diapit oleh wilayah Kabupaten Kupang dan Laut Teluk Kupang yaitu pada Sebelah Utara. Sebelah Barat. berbatasan dengan teluk Kupang. Batas-Batas Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Titik I II III IV Koordinat ( 0 ) X 100 09’ 36. Batas wilayah administrasi Kota Kupang dapat dilihat pada gambar 1.21” S Y 1230 36’ 40. Sebelah Selatan. Kabupaten Kupang. Luas dan Batas Wilayah Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam berlokasi di Kelurahan Fatululi RT: 17 RW: 05 Kecamatan Oebobo Kota Kupang dengan batas-batas lokasi usaha dengan koordinat sebagai berikut : Tabel 9. berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat. berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat.05” E 1230 36’ 39.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 25 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .PT.

PT. Peta Wilayah Administrasi Kota Kupang 3.2 Topografi Kondisi Kota Kupang secara geografis dapat dijelaskan. terletak pada dataran pantai pulau Timor dengan topografi bergelombang dari arah timur ke barat dengan memiliki kemiringan ±10 % dan memiliki ketinggian tertinggi berkisar antara 150-300 m dan daerah terendah berkisar antara 0-50 m dari permukaan laut.Gambar 1.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 26 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

3 Struktur Geologi Kota Kupang Hampir seluruh Kota Kupang berada di atas bentang alam kars yang berpuncak hampir datar. 1996). dan di samping itu dibatasi oleh tebing yang agak terjal hingga terjal. Pada bagian lereng dan lembah punggungan batu gamping di daerah ManulaiBatuplat dan Kolhua. punggungan tersebut mempunyai perbedaan ketinggian (elevasi) yang cukup besar dengan dataran pantai di sebelah utaranya. Peta Topografi Lokasi Rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3. PT. Sementara itu Praptisih (1996). punggungan batu gamping mirip morfologi plato. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 27 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .5 m. morfologinya merupakan satu seri teras yang terdiri dari tujuh teras dan satu teras modern yang mempunyai umur Plistosen Akhir (Praptisih. seperti di daerah Tenau mempunyai ketinggian wilayah kira-kira 75 m dpl. Di sebelah barat Kota Kupang. Teras-teras tersebut lebarnya antara 30-100 m dengan tinggi teras antara 2.1.72. Perbukitan di dekat pelabuhan Tenau. Di antara punggungan tersebut dibatasi oleh lembah sungai yang landai-agak terjal.8 . yang memanjang dengan arah utara-selatan. terdapat singkapan napal dan batu lempung (batuan yang berumur lebih tua). diperkirakan karena daerah tersebut dilalui oleh sesar mendatar berarah utaraselatan. seperti daerah antara Tenau dan Bolok. mengemukakan bahwa batu gamping terumbu koral di daerah Kota Kupang membentuk morfologi perbukitan memanjang (hampir utara-selatan).Gambar 2. Proses pembentukan teras adalah indikasi dari pengangkatan maupun pengaruh sesar (baratlaut-tenggara) yang ada di daerah Tenau yang erat kaitannya dengan dinamika tektonik.

3. keras. Kondisi Geoteknik dan Mekanika Tanah. dan di bagian timur terdapat sesar yang arahnya baratlaut-tenggara. Di daerah tersebut dijumpai endapan lempung hitam. PT. Jalur-jalur sesar tersebut hampir melingkar dan menggambarkan bentuk konsentrik. wilayah Kecamatan Kelapa Lima. Naikolan dan Sikumana (Kecamatan Oebobo dan Maulafa). dan di banyak tempat pada lembah terdapat bahan rombakan maupun sisa erosi.4 Kondisi Geoteknik Lokasi Rencana Pembangunan Penyebaran batuan di daerah telitian (coverage area rencana Rumah Sakit Siloam) merupakan endapan batuan sediment berapa berupa batu gamping dengan sisipan napal. Tufa berselingan dengan batu gamping berwarna putih . berbutir halus. dari Kota Kupang ke arah selatan melalui Manulai. ciri khas endapan danau. Di bagian barat daerah cekungan. mencakup daerah Bakunase. Akibatnya lebuh jauh adalah daerah tersebut mudah terjadi erosi dan gerakan tanah yang intensif. yang arahnya hampir barat-timur. tufa yang berselingan dengan batugamping pasiran.1. yang mengindikasi suatu bentuk cekungan. Dari kenampakan di lapangan. semakin ke arah timur.5. dari sebelah utara Kota Kupang meluas ke arah timur hingga aliran sungai Matahitu dan Tilong. sehingga merupakan cekungan dari dolina/kompleks dolina atau telaga. Berdasarkan pengamatan terhadap sebaran jalur sesar. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 28 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . menyudut sampai menyudut tanggungm serta Napal berwarna kecoklatan. arahnya timurlaut-baratdaya. padat.Pedataran aluvium (pantai dan sungai).tenggara. sehingga tertutup oleh tanah pelapukan (terarosa) yang tebal. terdapat jalur sesar mendatar (sinistral) yang berarah hampir utara-selatan. berbutir halus. Jalur sesar tersebut membentuk pematang bukit dan diperkirakan merupakan batas dari cekungan tersebut menyebabkan tersingkapnya napal dan batu lempung ke permukaan. breksi dan lanau. diperkirakan merupakan daerah depresi akibat dari pengaruh sesar mendatar (dextral). hampir utara-selatan. berturut-turut dari barat ke timur. batu gamping telah mengalami pelapukan cukup lanjut. baratlaut. 3.1.

dan sejumlah mineral lempung dalam tanah permukaan di lokasi tidak akan berpengaruh terhadap karakteristik teknis tanah terhadap perubahan cuaca. Hasil Penyelidikan Laboratorium Dari hasil penyelidikan laboratorium terhadap sejumlah sampel yang di ambil dari lokasi rencana diketahui secara teknis kondisi tanah/batuan di lokasi rencana sangat kompak dan mampu mendukung mendukung beban konstruksi multi storeys. hal ini terlihat dari nilai daya dukung tanah yang di peroleh.0 m sampai 0.00 – 20. ketebalan lapisan ini bervariasi antara 0. Hasil Penyelidikan Tanah a. Bor Log. yakni berkisar antara 17. Penampang stratigrafi hasil penyelidikan tanah dengan menggunakan core drill di sejumlah titik dalam kawasan rencana diketahui relativ seragam sampai pada kedalaman 10.1. 3. Pada umumnya lapisan ini terbentuk pada jaman plitosenakhir sehingga terkonsolidasi sangat baik. b. Disamping itu dilakukan juga pengambilan beberapa contoh tanah untuk diuji di laboratorium Tanah Politeknik Undana Kupang. Lapisan pertama terdiri dari top soil. serta bahan sisa pelapukan tumbuhtumbuhan (organic soft soil). Lapisan kedua terdiri dari batu gamping berwarna putih kompak dengan ketebalan bervariasi antara 10. Konsistensi dari adanya unsur organic soft soil. dengan nilai N-SPT berkisar antara 50 – 58.6. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah. lampiran hasil Soil investigation Report. dengan campuran lanau kelempungan abuabu pekat mengandung fargmengamping coral. pengujian penetrasistatis pada beberapa titik di lokasi rencana.80 m.00 m.00 m. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 29 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 seperti pada PT. diketahui lapisan tanah di lokasi rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian lapisan yang secara fisik nampak adanya perbedaan.Untuk mengetahui kondisi geoteknik lapisan tanah (sub soil) di lokasi rencana dilakukan dengan pengeboran inti (core drill).

Maka pertimbangan konstruksi tahan gempa untuk pekerjaan ini sangat berkaitan dengan aktivitas gempa bumi yang harus dipertimbangkan secara serius. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 30 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . sesar normal.00 kg/cm2. Seperti halnya kejadian gempa bumi tahun 1976 dan 1978.7. 1979). dan Tjokrosapoetro. Indikasinya adalah batuan yang terlipat.1. dan sesar naik. terlebih lagi apabila sesar mendatar (dextral) tersebut merupakan sesar aktif yang memungkinkan terakumulasinya pusat gempa. 1979). Diduga keberadaan punggungan yang berpuncak hampir datar tersebut merupakan sumbu lipatan maupun jalur sesar. (Rosidi.kg/cm2 sampai 25. Kegempaan di Kota Kupang Keberadaan struktur geologi Kota Kupang tidak dapat dipisahkan dengan proses tektonik yang sedang berlangsung. Report. PT. sesar mendatar. seperti pada lampiran hasil Soil investigation 3. dan Tjokrosapoetro. Jalur sesar tersebut memanjang dari wilayah sebelah timur (di luar Kota Kupang) hingga Tanjung Oesapa dan daerah pantai Kota Kupang. teridentifikasi adanya retakan di permukaan akibat dari pengangkatan dan penurunan tegak di wilayah tersebut (Rosidi. Wilayah ini akan semakin tidak stabil.

Posisi titik-titik penyelidikan tanah di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang PT.Gambar 3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 31 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

Grafik Stratigrafi hasil Core drill (deep boring) Geoteknik di Lokasi Rumah Sakit Siloam PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 32 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Gambar 4.

2012) PT.Tabel 10. Summary test result soil properties Tanah dari lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang (Lab Politeknik Undana. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 33 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 34 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 35 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Gambar 5. Fire Hydrant (hidran pemadam kebakaran) Fire hydrant adalah alat pemadam kebakaran. Tabung pemadam kebakaran di letakkan pada tempat yang mudah terlihat dan mudah dicapai. PT. Unit Tabung Pemadam Kebakaran Unit tabung pemadam kebakaran adalah unit pemadam kebakaran yang terbuat dari tabung kecil yang terisi dengan gas dan digunakan untuk kebakarankebakaran kecil yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Dan hydrant perkotaan adalah hydrant yang hampir sama dengan hydrant halaman namun hydrant kota memiliki dua sampai tiga selang kebakaran. Hydrant dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis.8. Sistem keamanan kebakaran pada gedung adalah suatu cara yang digunakan untuk dapat mencegah dan menanggulangi masalah kritis bila terjadi kebakaran pada gedung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Berdasarkan nama hydrant. Dan juga perletakannya berada di titik-titik tertentu perkotaan yang memungkinkan unit pemadam kebakaran suatu kota mengambil cadangan air. penyambung dan perlengkapan lainnya. dimana pada hydrant terdapat selang hydrant yang panjangnya 30 meter dengan tekanan air sejauh 5 meter. Sistem Keamanan Kebakaran Pada Gedung Rumah Sakit Siloam Kupang. selang kebakaran. Komponen hydrant kebakaran terdiri dari sumber air. 2. pompa-pompa kebakaran. hydrant halaman dan hydrant kota. yaitu hydrant gedung.1. Hydrant halaman adalah hydrant yang perletakannya di halaman suatu lokasi gedung. Struktur Geologi Lingkungan Kota Kupang dalam satuan batuan 3. maka hydrant gedung adalah hydrant yang perletakannya di dalam gedung. Jenis-Jenis sistem keamanan gedung yang digunakan untuk menanggulangi terjadinya kebakaran pada bangunan gedung Rumah Sakit Siloam sebagai berikut : 1.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 36 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sumber persediaan air untuk hydrant harus di perhitungkan untuk pemakaian selama 30 menit. Kebutuhan air pada sebuah hydrant bangunan gedung 1 unit hydrant : 400 liter/menit Kebutuhan air = Σ hydrant x 400 liter/menit Untuk hydrant kebakaran. Selang kebakaran dengan diameter minimum 1. Harus di sediakan kopling penyambung yang sama dengan kopling dari Barisan/Unit pemadam kebakaran. 3.Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada hydrant dapat pula dinyatakan dengan rumus : a. Hydrant bangunan yang menggunakan pipa tegak (riser) ukuran 6 inci (15 cm) harus dilengkapi dengan kopling outlet dengan diameter 2. b. Adapun pemasangan hydrant kebakaran juga memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. dengan panjang maksimum 30 meter.8 cm) harus terbuat dari bahan yang tahan panas. Pompa kebakaran dan peralatan listrik lainnya harus mempunyai aliran listrik tersendiri dan memiliki sumber daya listrik darurat.5 inci yang bentuk dan ukurnnya sama dengan kopling dari barisan/unit pemadam PT. diperlukan persyaratan teknis sesuai ketentuan sebagai berikut : 1. Jumlah hydrant Hydrant bangunan : 1 unit / 800 m2 Dimana : L bangunan = Luas bangunan dalam satuan m2. 2. Pipa pemancar sudah harus terpasang pada selang kebakaran 2. Semua peralatan hydrant harus dicat dengan warna merah. 4. 5.5 inci (3.

PT. di pasang juga pada ruangan-ruangan yang isinya mahal. Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada sprinkler dapat dinyatakan dengan rumus : a. meskipun tidak digunakan terus menerus namun alat ini berfungsi sebagai pemberi tanda agar agar barisan pemadam kebakaran dapat segerah menanggulangi kebakaran yang terjadi. sprinkler juga bekerja jika ruangan mencapai suhu panas tertentu. Sprinkler juga merupakan sistem keamanan kebakaran yang digunakan di gedung untuk memberikan peringatan dini pada penghuni atau pengujung gedung tersebut saat terjadi kebakaran. 3. Hydrant halaman harus di sambungkan dengan pipa induk dengan ukuran diameter minimum 6 inci (15 cm) dan mampu mengalirkan air 1000 liter/menit. Maksimal jarak antara hydrant adalah 200 meter dan penempatan hydrant harus mudah dicapai oleh mobil pemadam kebakaran. Jumlah sprinkler Area 1 head : 25 m2 1 zone : 16 unit b. Kebutuhan air 1 zone : 80 liter Kebutuhan air = Σ sprinkler x 80 liter. Ada beberapa jenis sprinkler. 3. dengan thermostat sprinkler akan membuka dan menyemprotkan air. Perletakan sprinkler biasanya di pasang pada plafon ruangan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 37 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . diantaranya yang sering digunakan adalah sprinkler tabung dan sprinkler segel. Sprinkler Spinkler adalah suatu alat semacam nozzle (penyemprot) yang dapat memancarkan air secara pengabutan (Fog) dan bekerja secara otomatis.kebakaran dan ditempatkan pada tempat yang mudah dicapai oleh petugas pemadam kebakaran.

Meskipun sistem sprinkler tidak perna aktif dalam jangka waktu yang cukup panjang. Susunan pipa cabang sprinkler 1) Susunan cabang tunggal dengan kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah. 4) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung. Pengoperasian tanda bahayanya dapat dilakukan secara manual dengan cara memecahkan kaca tombol saklar tanda kebakaran atau bekerja secara otomatis. 2) Susunan cabang tunggal dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung. Sistem Deteksi dan Tanda Bahaya Kebakaran Berdasarkan SNI 03-1736-2000 bangunan ini dilengkapi dengan sistem tanda bahaya jika terjadi kebakaran yang panel induknya berada dalam ruang pengendali kebakaran. yang berfungsi untuk mengevakuasi seluruh orang dalam gedung dengan cepat pada saat terjadi kebakaran. Tangga kebakaran ini langsung berhubungan PT.Pada saat sprinkler bekerja maka. Tangga Darurat Pada bangunan ini dilengkapi dengan 2 (dua) tangga darurat di sisi kiri-kanan gedung. c. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 38 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 5. 4. sedangkan sub panelnya dipasang di setiap lantai berdekatan dengan kotak hidran (lihat skema instalasi kebakaran). dimana tanda bahaya kebakaran dihubungkan dengan sistem detektor (detektor asap atau panas) atau sistem Sprinkler. tekanan air dalam pipa akan menurun dan sensor otomatis akan memberikan tanda bahaya (alarm) dan lokasi yang terbakar akan terlihat pada panel pengembalian kebakaran. 3) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah. namun sistem tersebut harus ada dalam keadan siap sehingga bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran tidak mengalami permasalahan.

Skema sistem Hydrant Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3.2 Iklim dan Cuaca PT. Gambar 6.dengan udara luar baik dari lantai dasar sampai atap gedung. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 39 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

3 26.10C sampai dengan 310C.4 27.2 316.2 2011 509.6 27. Dan suhu udara rata-rata kota kupang sekitar 26.2 2011 26.6 25. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 12.5 0 0 21. dengan memiliki suhu udara berkisar antara 20.7 24.3 26. dari tahun 2008 .5 299.9 PT.0 27.5 25.1 0 7.9 26.2 25.6 26.7 27.3 26.7 26.4 26.1 262.6 109.6 25.3 26. Tabel 11.9 27.5 26.980C.7 26.3 26. yaitu iklim kering yang dipengaruhi oleh angin Monsoon dengan hujan pendek (rata-rata 3 bulan per tahun) sekitar bulan November sampai Maret.7 Temperatur Udara (oC) 2009 2010 27.4 26.4 26.9 26.6 50.5 380.4 236.9 26.5 26.1 24.Karakteristik iklim pada wilayah Kota Kupang.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September 2008 27.2 25. Rata-Rata curah hujan kota Kupang menurut bulan dari tahun 2008 .4 104.4 33.3 132.7 179 124 10 2 34. Rata-rata Temperatur Udara Kota Kupang menurut bulan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 40 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2 27.3 25.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 564 1167 230 109 0 0 0 0 0 50 589 1112 2009 554 454 105 3 40 0 2 0 0 0 205 556 Curah Hujan (mm) 2010 598.10C sampai dengan 340C. Gambaran pola iklim dan curah hujan pada wilayah Kota Kupang seperti terlihat pada table 11.6 26.1 27.3 208.3 27.4 Sumber. Sedangkan bulan April sampai dengan awal Bulan November sebagai musim kering dengan suhu udara relatif panas berkisar antara 29.7 28.

Tahun 2008 – 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 47 24 42 69 78 73 78 78 77 74 60 36 Persentase Penyinaran Matahari 2009 2010 51 54 35 73 73 79 95 78 85 71 95 89 92 85 91 92 98 82 98 78 81 86 70 44 2011 29 57 52 53 89 97 89 98 99 90 89 60 Sumber.5 28. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 14.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September October Nopember Desember 4 6 6 4 8 6 10 10 8 8 6 7 2008 Nw Nw Nw E Se Se Se Se Se E Nw Nw Arah dan Kecepatan Angin (knots) 2009 2010 6 Nw 4 Nw 6 Nw 3 Nw 4 Nw 2 Nw 6 Nw 3 Nw 8 Se 5 Se/e 8 Se 8 Se/e 10 Se 9 Se/e 11 Se 8 Se/e 9 Se 7 Se/e 10 Nw 6 Nw 7 Nw 3 Nw 8 Nw 3 Nw 2011 4 4 2 4 3 6 8 6 6 9 5 8 Nw Nw Nw Se Se Se Se Se Se Se Nw Nw Sumber.9 28. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 13.3 29. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 41 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Rata-rata Kecepatan dan Arah Angin Kota Kupang Tahun 2008 .10 11 12 October Nopember Desember 28. Persentase Penyinaran Matahari Kota Kupang menurut Bulan.3 Sumber.6 29.7 27.9 28. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 PT.0 29.5 29.0 27.4 28.2 26.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 42 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

(Sumber Review RT RW Kota Kupang. BWK ini terletak di kawasan Timur Kota Kupang dan merupakan pintu gerbang Kota Kupang.3. 7 BWK VII: Kawasan Pengembangan Kota Baru. Pusat BWK ini berada di Kelurahan Oebobo pada persimpangan jalan Herewila dengan jalan Soeprapto. Bagian wilayah Kota Kupang. BWK ini terletak berdampingan dengan BWK VI dan terletak di Kelurahan Belo dan Kelurahan Fatukoa. Pusat BWK ini berada dalam kawasan Kelurahan Oebufu yang didominasi oleh kegiatan pemerintahan dan direncanakan sebagai Lokasi Pusat Kota yang baru. PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 43 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kota Kupang dibagi menjadi 7 (tujuh) Bagian Wilayah Kota (BWK) sebagai berikut: 1 BWK I : Kawasan Kota Lama. Wilayah ini pusatnya berada di kawasan Kelurahan Alak dan merupakan kawasan paling Barat Kota Kupang.3 Rencana Struktur Kota Kupang Berdasarkan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2003-2013. 2005). 5 BWK V: Kawasan Pengembangan Permukiman. 4 BWK IV: Kawasan Pengembangan Industri dan Pelabuhan. 3 BWK III: Kawasan Perdagangan. 2 BWK II: Kawasan Pemerintahan. BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Manulai dan Kelurahan Naioni dan merupakan BWK yang terletak di bagian Selatan Kota Kupang. 6 BWK VI: Kawasan Pengembangan Kota Baru. Pusat BWK terletak di Kelurahan Liliba. Pusat BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Maulafa dan berfungsi sebagai kawasan pengembangan permukiman. Pelabuhan dan pergudangan. Dominasi kegiatan adalah industri (berat).

Peta peruntukan penggunaan lahan Kota Kupang PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 44 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Gambar 7.

2 760 323 12.a Haukoto M.a Dendeng Kali Dendeng M. maka saat ini 90 % kebutuhan air bersih Kota Kupang memanfaatkan potensi air tanah (Dinas Pertambangan dan Energi Kota Kupang 2007) mengunakan sumur bor yang tersebar di beberapa cekungan air tanah.00 Sumber: Laporan Masterplan air bersih Kota Kupang tahun 2006 Dengan menipisnya potensi sumber air yang ada.5 174. Tabel 15.a Air Sagu II M.a Oefeu Kali Sembunyi M.a Amnesi M.02 26.70% seperti mata air baumata dari 75 ltr/dtk turun menjadi 18 – 20 ltr/dtk. dialirkan dan ditampung pada reservoir dengan ketinggian tertentu lalu didistribusikan secara gravitasi.a Oetona M. Namun kenyataannya akhirakhir ini sumber-sumber air yang biasa dipakai untuk melayani penduduk Kota Kupang mengalami penurunan debit yang besar antara 60% .4 Sumber Air Bersih Pada saat ini sumber daya air yang umum dimanfaatkan untuk kebutuhan pelayanan air bersih bagi kebutuhan Kota Kupang diambil dari sumber mata air yang keluar pada beberapa wilayah.8 0 317 4.a kali sembunyi Kali Fatukoa M.3.a Kali Fatukoa M.a Oeba M.8 120.355.a Air Lobang Air Sagu (PDAM) Air Nona Total Debit Debit Musim Hujan 261 20.Air labat M.8 150 110 3.22 1.5 50 17. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 45 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Cekungan air tanah di Kota Kupang dan sekitarnya menurut Laporan Akhir Penelitian Potensi Pengembangan Pengelolan dan Zonasi Air tanah di Kota Kupang PT.a Kolhua Kali Kolhua M.3 890 118 35. Potensi Debit Air Permukaan Tersedia Untuk Kebutuhan Air Bersih Kota Kupang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Sumber Air Mata Air M.a Oepura M.01 Debit Musim Kemarau 40 10 50 25 15 7 1 20 35 0 15 4 0 60 20 1 15 30 10 235.

Berdasarkan data dari hasil penelitian potensi air tanah di Kota kupang tahun 2007. Pada Cekungan Air Tanah Bolok – Alak . SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 46 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Tenau . No.Tenau adalah 107. dan sub cekungan Bolok yang berada dalam wilayah Kabupaten Kupang. potensi air tanah yang dapat diambil dari daerah cekungan ini adalah 2.9 x 106 m3/tahun. yaitu Cekungan Air Tanah Bolok – Alak – Tenau . dan 74 sumur bor tersebar di sekitar Kota Kupang.5 6 10 10 5 10 PT. Cekungan air tanah ini dapat dibedakan lagi menjadi sub cekungan Namosain dengan potensi air tanah yang dapat diambil adalah 19 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun.Namosain.66 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun. Beberapa data potensi air tanah yang ada di kota kupang yang dikelolah oleh PDAM Kab Kupang dan UPTD Kota Kupang. seperti tabel dibawah ini.(2007) dapat dibedakan menjadi 6 (enam) kelompok. Cekungan Air Tanah Tabun . Cekungan Air Tanah Pasir Panjang – Liliba – Oesapa Tarus. Cekungan Air Tanah Penfui dan Cekungan Air Tanah Baumata. Pemilik/ Debit maks Debit pakai Elevasi (m) Sumur Pengelolah (ltr/dtk) (ltr/dtk) 12 3 11 34 4 29 63 33 9 19 24 41 42 44 45 160 PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota PDAM PDAM UPTD Kota PDAM 67 171 76 76 171 27 188 72 61 46 29 26 60 47 40 60 31 30 30 20 30 30 26 25 16 15 15 15 15 15 15 15 15 10 15 15 10 6 7 7.Sikumana .Bello. terdapat sebanyak 3100 sumur gali. Cekungan Air Tanah Oebufu -nOebobo. Tabel 16. Data potensi air tanah tersedia di kota kupang yang di kelola oleh PDAM Kabupaten dan UPTD Kota Kupang.Namosain. sub cekungan Tenau Alak dengan potensi air tanah yang dapat diambil pada sub cekungan Alak .5 6 5 2.

Untuk kebutuhan konstruksi dan operasi rumah sakit. sedangkan Air Bor Oebobo dipilih sebagai sumber air untuk Rumah Sakit Siloam hanya karena letaknya dekat. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 47 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Hotel The Santosa. 3. pihak pemrakarasa memanfaatkan air tangki yang diambil dari sumur bor dalam wilayah kota Kupang.5 27 10 2.1 46 46 48 49 136 41 66 PDAM Rujab Walikota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota Bundaran PU Belo 261 37 32 60 113 67 67 311 12 10 10 10 10 5 2. Restoran Nelayan dan Rumah Sakit Mamami adalah bersumber dari Air Bor Oesapa.5 7. jika Rumah Sakit Siloam beroperasi maksimal adalah sebagai berikut : a.1 Kondisi awal Air Air bersih untuk kebutuhan Rumah Sakit Siloam direncanakan disuplai dari Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo. b. Karena letak Rumah Sakit Siloam yang akan dibangun. Karena itu.5 6 6 2.4. yakni di lokasi Pameran Fatululi (Kota Kupang) yang secara topografis berada di ketinggian. terutama kualitas air bersih yang direncakan untuk mensuplai kebutuhan Rumah Sakit. Pemenuhan kebutuhan air bersih untuk beberapa Hotel di Kota Kupang selama ini. sehingga pilihan sumur pantau untuk memantau kegiatan Rumah sakit. Adapun alasan dan perkiraan akan kebutuhan air dari kedua sumber air di atas. pemantauan terhadap kualitas air limbah Rumah sakit. yakni sumur yang berada pada titik yang lebih rendah (dengan asumsi di titik tersebut sebagai limpasan air bawah tanah). secara periodik akan dipantau pada Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). identifikasi kondisi awal kualitas air.5 0 7 Sedangkan sumur bor lainnya merupakan milik perorangan maupun instansi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri. yakni Hotel Kristal. yakni pada sumur bor sebelah barat Inaboi. Sedangkan sumur pantau adalah sumur bor Inaboi yang letaknya di PT. Meskipun demikian. yakni Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo.

4 Standar ( OC ) 27 2 Suhu air Air Sumur Bor Oebobo 30. Adapun kondisi awal kualitas air seperti yang tercantum di bawah ini : Pemeriksaan Fisik Air : a.0 Baku Mutu pH Air. b. Suhu air Data pengukuran suhu air dari ketiga sampel air dapat dilihat pada tabel 17. Hasil Pemeriksaan Suhu Air No 1 Jenis Pemeriksaan Suhu air Nama Sampel Air Sumur Bor Oesapa Hasil Pemeriksaan ( OC ) 30.7 27 3 Suhu Air Air Sumur Bor (Inaboi) 31.1 masih dalam ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 6 – 9 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Tabel 17. 6–9 6–9 1 Tingkat Keasaman Air Bor Oesapa 2 Tingkat Keasaman Air Bor Oebobo 7. NTT Tahun 2012 Nilai pH air sebagai sampel sebesar 7 dan 7.sebelah barat Hotel Inaboi Kupang. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 48 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT.6 6-9 3 Tingkat Keasaman Air Bor Inaboi 7. Air dengan pH lebih kecil dari pH normal akan bersifat asam dan sebaliknya bila lebih tinggi akan bersifat basa. Tingkat keasaman /basa (pH) Tabel 18.2 Sumber : Data hasil analisis Lab.6 27 Sumber : Hasil analisis Lab Lingkungan BLHD Provinsi NTT . Suhu air yang semakin tinggi menyebabkan sedikit oksigen yang terlarut di dalamnya. Lingkungan BLHD Prov. Hasil Pemeriksaan tingkat keasaman (pH) Air No Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan pH 7. Tahun 2012.

Kesadahan Total Kesadahan merupakan jumlah ion Ca dan Mg yang bersenyawa dengan karbonat yang terdapat di perairan. Lingkungan BLHD Prov.c. Total Suspended Solids (TSS) dan Kekeruhan. 25 Max. 50 1 2 3 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov.45 µm. Hasil Pemeriksaan TSS air. Tabel 19. d. NTT Tahun 2012. Kesadahan sementara dapat dihilangkan PT. terutama yang disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. Tingkat kekeruhan air yang terukur dapat dibaca pada tabel di tabel 20. 50 Max. Tabel 20. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 49 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . TSS terdiri dari lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik. yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap. Bau dan rasa air Analisis dengan pendekatan sensorik terhadap bau dan rasa air menunjukkan bahwa air tidak berbau. e. No Jenis Pemeriksaan TSS TSS TSS Hasil Nama Sampel Pemeriksaan (mg/liter) Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi 1 1 1 Standar (mg/liter) Max. dan berasa tawar atau normal. NTT Tahun 2012. Padatan tersuspensi total (Total Suspended Solids atau TSS) adalah bahanbahan yang tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan millipore dengan diameter pori 0. 50 Max. Kesadahan terbagi atas 2. 25 Max. Analisa Tingkat Kekeruhan Air No 1 2 3 Jenis Pemeriksaan Tkt kekeruhan Tingkat kekeruhan Tingkat kekeruhan Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (NTU) 4 6 4 Standar (NTU) Max. Nilai TSS air dapat dilihat pada tabel 19. 25 Sumber : Hasil Analisis Lab.

dengan jalan pendidihan sedangkan kesadahan tetap tidak dapat dihilangkan dengan cara pedidihan.166 Max 2 Max 2 Max 2 Max 10 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov. Hasil Pemeriksaan kadar BOD dan COD air. Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (mg/l) 219 268 234 Standar (mg/l) Max. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 50 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 500 Max. Jenis Pemeriksaan Kesadahan total Kesadahan total Kesadahan Total. No 1 2 3 4 Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan (mg/l) Standar (mg/l) BOD BOD BOD COD Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Inaboi 0. Lingkungan BLHD Prov. disenfikasi dan dididihkan. Air baku air minum adalah air yang dapat diolah menjadi air yang layak sebagai air minum dengan pengolahan secara tradisional melalui cara filtrasi. NTT Tahun 2012 PT. 500 Max. artinya tingkatan pencemaran oleh bahan organik dalam air masih dalam ambang kemampuan mikroorganisme untuk mengurai. BOD dan COD air masih dalam ambang batas seperti terbaca pada tabel.8 1. 500 Sumber : Data hasil analisis Lab.61 5. NTT Tahun 2012 f. Hasil pemeriksaan kesadahan total air No 1 2 3. Tabel 22. Karena lokasi kegiatan berdiri di atas tanah yang terbentuk dari batuan khas yang kaya akan mineral seperti Ca dan Mg maka variabel ini ditambahkan sebagai data pendukung yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pemanfaatan air baku air minum yang bersumber dari air sumur bor yang tersedia. Tabel 21. Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) Dari hasil analisa air sebagai data awal.8 0.

NTT Tahun 2012. Pb dan Fe pada masing-masing sample air masih memenuhi Baku Mutu menurut PP Nomor : 82 Tahun 2001. 1000 MPN/100 mL air ).0123 0. coli Coliform Coliform Coliform Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Boir Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (MPN/100 ml) 0 0 0 0 1200 0 1000 Standar (MPN/100 ml) 100 Sumber : Data hasil analisa Lab. Komponen Bakteriologi (E.0413 0.03 0.Menkes/SK/VII/2002 serta PP No. NTT Tahun 2012 Dari data hasil analisis mikrobiologi di atas. Coli E. Lingkungan BLHD Prov. h. Coli dan total Coliform air.1116 0.1746 -0.0141 0. merekomendasikan bahwa air bor Oebobo belum layak untuk digunakan sebagi sumber air bagi pemenuhan kebutuhan air di Rumah Sakit Siloam. Lingkungan BLHD Prov. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 51 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Hasil Pemeriksaan E. Tabel 23. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907. No 1 2 3 4 5 6 Jenis Pemeriksaan E.0018 0.2478 -0. Coli dan Total Coliform) Pengamatan coli fecal dan total coliform dilakukan terhadap sampel air baku yang diambil pada titik yang ditetapkan untuk pengamatan kualitas air awal. (Baku Standard PP 82 Tahun 2001.0970 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 0.2891 -0.3 Sumber : Data hasil analisis Lab. Tabel 24. Jenis logam berat Cd Pb Fe Konsentasi (mg/L) Air Bor Air Bor Air Bor Oesapa Oebobo Inaboi 0. Coli E. PT.01 0. Air Bor Oebobo dan Air Bor Inaboi) dapat dibaca pada tabel di bawah ini : Kadar logam Cd.g. 82 Tahun 2001. Hasil Pemeriksaan logam berat. karena jumlah coliform total-nya lebih besar dari baku mutu air yakni 1200 MPN dalam 100 mL air. Pemeriksaan logam berat Hasil pengukuran logam berat dalam ketiga sampel air (Air Bor Oesapa.

030 0.030 0. Nitrit (NO2. NTT Tahun 2012.030 0. tidak adanya saluran drainase yang tersedia di lokasi. Tabel 25. Nitrit dan Amoniak Hasil pemeriksaan Ion Nitrat. 3. Dari hasil identifikasi kondisi eksisting.) dan Amoniak.05 Air Bor Inaboi 0. menimbulkan perubahan besarnya jumlah air yang melimpas akibat hujan yang turun pada daerah tersebut.5 Sumber : Hasil analisis Lab. Nitrit dan Amoniak dapat dilihat pada tabel 25. Lokasi Pameran). 3. dan jika tidak diantisipasikan terjadi banjir/genangan baik dalam kawasan maupun diluar kawasan terbangun. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 52 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .4.04 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 10 0. Dengan tertutupnya lahan maka limpasan permukaan akan bertambah.2 Drainase Permukaan Kawasan Dengan adanya rencana pembanguan Rumah sakit serta jangka panjang adalah pembanguna Kupang use-mixed development di Fatululi (ex.5 Kondisi Kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.) Amoniak (NH3) Air Bor Oesapa 0.017 0. pada ketiga sumber air tersebut di atas menggambarkan kualitas air masih normal artinya masih dibawah baku mutu.i. Hasil Pemeriksaan Ion Nitrat. Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan PT. Nitrit dan Amoniak Konsentasi (mg/L) Jenis ion Nitrat ( NO3-) Nitrit ( NO2.057 0. Dari hasil pantauan lokasi rencana merupakan area resapan aair permukaan yang berasal dari jalan Frans Seda serta limpasan dari jalan Bajawa dan sekitarnya. Kadar Ion Nitrat ( NO3-).140 Air Bor Oebobo 0. Lingkungan BLHD Prov.06 0.007 0. Pemeriksaan Ion Nitrat.

4). dimana direncanakan akan dibangun Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 26. Veteran pertigaan Kampung Alor (titik I/St. Hasil Pengukuran Tingkat Kebisingan di Empat Titik Pengamatan Titik Pengukuran Titik 1.6” S. berdasarkan hasil analisis konsentrasi gas SOx. 1230 36’ 42. Permukiman Warga. Lingkungan BLHD Prov. 1230 36’ 42. 123036’46. Rumah Sakit.2).9” E Titik 3. di titik tengah lokasi Rumah Sakit (titik 2/St. yakni di Jl.1). di depan Toko Keagungan (titik 3/St.6” E Titik 4.6” S. PT. koordinat : 100 09’ 31. NOx dan NH3 pada 4 (empat) titik. Bajawa (titik 4/St. Tabel 26.2” S. Adapun hasil pengujian kualitas udara dapat dilihat pada tabel 27.1” E Tingkat Kebisingan Terukur dB(A) Baku Tingkat Kebisingan dB(A) Perumahan dan Pemukiman (55 dB(A). Tingkat kebisingan yang terukur pada 4 (empat) titik pengamatan yaitu di sekitar wilayah kelurahan Fatululi.3) dan di Jln.sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.9” S. Ruang terbuka Hijau Jln Frans Seda (koordinat : 100 09’31. NTT Tahun 2012 3.6 Kualitas Udara Ambien Kondisi lingkungan udara di Kelurahan Fatululi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 53 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Perumahan Dosen Undana (Koordinat : 100 09’28. 1230 36’ 35. Keterangan Memenuhi baku mutu toleransi + 3dB(A) 58 Ruang terbuka Hijau (50 dBA) 57 Melampaui Baku Mutu 51 Rumah Sakit atau sejenisnya (55 dBA) Perumahan dan Pemukiman (55 dBA) Memenuhi Baku Mutu 61 Melampaui Baku Mutu Sumber : Hasil pengukuran dan analisis Lab. koordinat : 100 09’ 25.0” E Titik 2.

3172 0. maka setiap usaha atau kegiatan perlu melakukan pengendalian akibat getaran yang dihasilkan. 1230 36’ 50. Karena itu. Keterangan : St : Stasiun Konsentasi gas di stasiun 1 (disamping siang hari sebelum hujan pada tanggal.44” E Stasiun 2 100 09’ 32.1926 0. Adapun baku tingkat getaran mekanik berdasarkan Jenis Bangunan adalah sebagai berikut: PT. 2012).69 353. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 54 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996. Konsentrasi (µg/Nm3) / Koordinat Sampling Parameter Stasiun 1 10o 09’ 31.16” E Stasiun 4 100 09’ 45.08” S.88 400 µg/Nm3 Saltzman NH3 0.4984 0. menunjukkan kadar SOx relatif tinggi. tetapi masih memenuhi baku mutu udara ambien sesuai Kepmen LH Nomor : Kep45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara Tanggal 13 Oktober 1997) artinya tingkat kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif (karena pH air hujan menjadi kurang dari 7 atau agak asam). 3. 1230 36’ 28. 13 Nov.42 175.20 433.81 409.78 452. Kota Kupang.3965 2 µg/liter Nessller Sumber : Hasil Sampling dan analisis Lab.Tabel 27. 1230 36’ 41. Kimia.09 343. sedangkan di stasiun lain rendah. 1230 36’ 41.04” E Stasiun 3 100 09’ 34.94” E Baku Mutu Metode SOx 710. Hasil Analisis Kualitas Udara Ambien di Lokasi Fatululi. dan nilai estetika.79 900 µg/Nm3 Pararosanilin NOx 397.22” S.06” S.44” S. Fakultas Sains dan Teknik UNDANA Tahun 2012.7 Getaran Untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup agar dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya.

8 <4 < 3.2 – 10 3–9 2–8 1 –7 Kategori C >27 – 140 >25 – 130 >21 – 110 >19 – 100 >16 – 90 >15 – 80 >14 – 70 >12 – 67 >10 – 60 >9 – 53 >8 – 50 >7 42 Kategori D 140 130 110 100 90 80 70 67 60 53 50 42 Sumber : Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Keterangan : Kategori A : Tidak menimbulkan kerusakan PT. Tabel 29.3 8 10 12. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 55 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .8 < 3. frekuensi Kelas Tipe Bangunan 1 10 20 .8 – 15 4 – 14 3.) Pada Fondasi (Frekuensi (Hz) 10 Hz Bangunan untuk keperluan niaga.5 16 20 25 31.5 Sumber : Kep. Frekuensi (Hz) (Sumber getar) 4 5 6. Perumahan dan bangunan dengan rancangan dan kegunaan sejenis Bangunan yang dilestarikan 10-50 Hz 50-100 Hz Pada bidang datar di lantai paling atas.10 8.40 40 . Camp.2 < 4.2 <3 <2 <1 Kategori B 2 – 27 7. baku tingkat getaran mekanik berdasarkan dampak kerusakan dapat dilihat pada tabel 29.5 40 50 Kecepatan Getaran ( mm/detik) Kategori A <2 < 7.2 – 16 4.8 – 12 3. MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Selain itu. Getaran (mm/det.20 15 3 3 3-8 8 .Tabel 28. bangunan industri dan bangunan sejenis. Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996.5 <7 <6 < 5.50 40 2 5 5 . Baku Tingkat Getaran Berdasarkan Dampak Kerusakan.5 – 25 7 – 21 6 – 19 5. Kec.15 15 .

18.Kategori B : Kemungkinan keretakan plesteran. 11. 13. Kota Kupang. 4. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 56 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 9. 6. 16. Sesuai hasil desain dan gambar – gambar perencanaan dapat disimpulkan bahwa proses pembangunan Rumah Sakit Internasional Siloam ini pada tahap konstruksi tidak mempergunakan peralatan. Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel 30.Fauna Pengamatan flora dan fauna pada lokasi Rumah Sakit Internasional Siloam dengan mengidentifikasi vegetasi tanaman dan hewan yang ada dilokasi dan sekitarnya di kelurahan Fatululi. Hasil pengamatan Flora di lokasi dan pemukiman sekitarnya No. 20. 3. Kecamatan Oebobo. Tabel 30. 15. 17. 2. 10. 14. 5. 12. Nama indonesia Mangga Kedondong Gamal Kelapa Euphorbia Bunga Kamboja Lamtaro Kabesak hitam Kapok Mahoni Pisang Jati Alfukat Jambu biji Bunga keladi Bunga asoka Cermelek Sukun Nangka Siri Nama latin Mangivera Indica Spondias dulcis Gliricidia Macaluta Cocos nucivera Euphorbia milii Plumeria acuminata Leocaena Leococephala Acasia Catechu Ceiba Petandra Gaernt Theobroma Cacao Musa Paradisiaca Tectona Grandis Persea americana mill Psidium Guajava Caladium bicolor Saraca indica Arthocarpus communis Arthocarpus Integra Piper betle Jumlah 23 6 36 15 110 48 22 1 6 3 47 9 2 3 28 1 5 9 24 6 Keterangan PT. Kategori C : Kemungkinan kerusakan komponen struktur dinding Kategori D : Rusak dinding pemikul beban. 1. 3. 19. 7.8 Komponen Flora . seperti pengunaan alat pancang yang menimbulkan getaran diatas baku mutu yang dipersyaratkan oleh Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996. 8.

Hasil Pengamatan Fauna di Lokasi dan Sekitarnya. persepsi dan perspektif. sistem interaksi sosial sampai dengan struktur mata pencaharian penduduk. Pengaruh langsung yang dimaksudkan adalah keseluruhan resiko dan atau dampak yang langsung bersinggungan dengan pola-pola kehidupan komunitas. Tahun 2012 No. Pepaya 23.9 Gambaran Umum Sosekbudkesmas 3. Nama Nama Nama Latin Jumlah Keterangan Lokal Indonesia 1 Fafi Babi Cavia porcellus 18 2 Asu Anjing Canis lupus familiaris 10 3 Manu Ayam Gallus sp 58 4 Rade Bebek Cairina moschata 12 5 Mbibi Kambing Capra aegagrus hircus 4 6 Busang Kucing Felis catus 3 7 Iang Ikan Latimeria 5 Sumber : Data Pengamatan Fauna di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Dari data diatas tidak ditemukan fauna yang dilindungi di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dan sekitarnya. lasimnya terdeskripsi abstrak dan dalam periode PT. Bunga kaktus 24. Tahun 2012 Tabel 31. Pinang Areca catechu 7 Sumber : Hasil Pengamatan Flora di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Berpengaruh secara linier yang dimaksudkan bahwa terdapat pengaruh timbal balik antara obyek perencanaan/proyek terhadap berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan. 3.21. kondisi eksisting berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan dapat mempengaruhi perencanaan/ proyek. Pengaruh tidak langsung. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 57 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kesambi 22. Demikian pula sebaliknya.1 Kependudukan Pelaksanaan suatu proyek pembangunan secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh secara linier dengan penduduk/masyarakat dan atau komunitas yang bermukim di sekitar wilayah perencanaan tersebut.9. Angsana Scleichera oleosa Carica Papaya Opuntia sp Pterocarpus indicus willd 4 60 30 12 25.

Banyaknya fasilitas penunjang pembangunan seperti misalnya fasiltas pendidikan dari tingkat pra sekolah hingga pendidikan tinggi. Bahkan termasuk komunitas dari Republik Demokrat Timor Leste.803 55.737 275. Jumlah penduduk Kota Kupang selalu mengalami penambahan setiap tahunnya.411 30.035 286.yang lebih lama dan merupakan konsekuensi-konsekuensi ikutan dari yang disebutkan dengan pengaruh langsung. Pada tahun 2010.306 2009 45. Pada tahun 2010 hasil dari Sensus Penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 336.851 79.853 114.196 336. Pada tabel 32 dapat dilihat perkembangan jumlah penduduk Kota Kupang sejak tahun 2005 hingga tahun 2010.379 55. Kota Kupang merupakan kota dengan pertumbuhan penduduk paling tinggi.794 2010 51. Hal.945 55.473 53. Kota Lama Kota Kupang 2005 39.153 71.2010 Kecamatan 1. Jumlah Penduduk Penduduk Kota Kupang. Maulafa 3. PT.675 jiwa atau sebesar 23.669 73.066 Jumlah Penduduk 2007 2008 43.981 45.979 75. Kota Raja 5.515 265.98 persen. a.625 50.882 71. 14 Dari tabel 32 di atas dapat dilihat bahwa tahun 2010.974 105. Kelapa Lima 6. yang sebelumnya dikenal sebagai Timor Timur.239 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.196 jiwa atau sebesar 8.159 291. secara makro merupakan komunitas dari berbagai suku.277 282.230 66. jumlah penduduk di Kecamatan Oebobo tercatat sebanyak 79. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2005 .757 103. dibandingkan dengan ibukota kabupaten lainnya.006 111. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 58 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . agama. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT. ras. Oebobo 4.675 47. penduduk Kota Kupang lebih banyak tersebar di Kecamatan Oebobo dan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Kota Lama. Tabel 32.239 jiwa yang tersebar di enam kecamatan. Akan tetapi. Alak 2. juga mencakup berbagai komunitas di Indonesia.140 71. yang bukan saja berasal dari pulau-pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur.050 2006 43.876 61.944 111.70 persen dari penduduk Kota Kupang dan di Kecamatan Kota Lama terdapat 30.

658 4. Komposisi Umur dan Jenis Kelamin Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin merupakan salah satu informasi penting karena perspektif demografis serta karakteristiknya berbeda menurut kelompok umur dan jenis kelamin baik untuk kelahiran.40 55. Alak 2. Angka Kepadatan Penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas wilayah tersebut.017 1.565 2008 529 1.021 5.183 5. Kota Lama Kota Kupang 70. 19 c.619 2010 728 1.211 3.463 3. Tabel 33.413 7. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk Kota Kupang tahun 2009 adalah 2. b.34 km² (Bappeda Kota Kupang) dengan jumlah penduduk sebanyak 336.900 2.933 1. kantor-kantor pemerintahan yang terdapat di Kecamatan Oebobo mempengaruhi keputusan penduduk untuk tinggal di kecamatan ini agar dekat dengan fasilitas-fasilitas tersebut.019 5. Hal.526 Kepadatan Penduduk 2007 506 1.034 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2006 .588 2009 527 1. Oebobo 4. Maulafa 3.19 15.239 jiwa.05 165. Komposisi penduduk di Kota Kupang tahun 2010 tertinggi pada kelompok umur 25-59 tahun yaitu sebesar 42. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 59 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .011 5. Luas Kota Kupang yang tercatat 165.40 persen. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk menggambarkan rata-rata banyaknya penduduk yang mendiami suatu wilayah (yang diukur dengan satuan km²).2010 Luas Kecamatan Wilayah (Km²) 1.734 4.pertokoan. Kelapa Lima 6.121 1.72 6.929 1.67 14.034 jiwa per km².011 9. kematian maupun perpindahan penduduk. Pada kelompok umur paling sedikit untuk laki-laki pada kelompok umur 60 tahun ke atas PT.34 2006 500 985 5. Kota Raja 5.469 4.31 3.

01 100.02 25 . PT. Usia Sekolah Pendidikan Tinggi (19-24 tahun). Persentase Penduduk Kota Kupang Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Kelompok Umur Laki .32 persen.24 13.00 100. dan Usia Pensiun (60 tahun ke atas). Usia Sekolah Dasar dan Menengah (5-19 tahun).40 5.59 41. Pada Tabel 1. Walaupun dalam berbagai analisis. Angka beban tanggungan hidup terbagi menjadi dua jenis yaitu angka beban tanggungan hidup penduduk muda (youth dependency ratio/ydr) untuk kelompok umur (0-14 tahun) dan angka beban tanggungan hidup penduduk lanjut usia (old dependency ratio/odr) untuk kelompokumur (65 tahun ke atas).69 persen dan untuk perempuan pada kelompok umur yang sama yaitu sebesar 5.97 30.01 60 + 4.yaitu sebesar 4.69 5.3.19 42.19 30.laki Perempuan (%) (%) 0-4 9.40 5 .37 13. Rincian angka beban tanggungan hidup dapat dilihat pada tabel 35.32 Jumlah 100.42 13.00 Angka beban tanggungan hidup (Dependency Ratio) menggambarkan beban tanggungan ekonomi penduduk usia produktif (15-64 tahun) terhadap kelompok usia muda (0-14 tahun) dan usia tua (65 tahun ke atas). Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin. 24 (olahan) Persentase Laki-laki+ Perempuan (%) 8. Tabel 34.55 8. yaitu: Usia Balita (0-4 tahun). usia produktif dan pasca produktif.78 45. dapat kita simak prosentase penduduk Kota Kupang yang menggambarkan komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur di Kota Kupang. belum terdapat suatu pembakuan klasifikasi usia untuk menghitung beban tanggungan hidup dimaksud.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 60 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .24 20 . Usia Produktif (25-59 tahun). Hal.59 30. Hal ini dimaksudkan agar deskripsi ini memudahkan telaahan beban komposisi penduduk antara usia sekolah. secara sengaja ditampilkan dalam konteks 5 (lima) klasifikasi.

67 dan 42.04 persen.55. Data tentang keadaan PT.67 42. Pada tahun 2010 penduduk usia 10 tahun ke atas mayoritas sudah tidak bersekolah lagi yaitu sebesar 61. belum pernah bersekolah maupun yang sudah selesai bersekolah. pendidikan merupakan upaya sadar seseorang untuk meningkatkan pengetahuan. Angka Beban Tanggungan Hidup Laki-Laki dan Perempuan di Kota Kupang tahun 2010 masing-masing sebesar 45. Hal. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 61 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat akan semakin baik pula kualitas sumber dayanya. Dalam pengertian praktis.75 persen.09 Angka Beban Tanggungan Hidup di Kota Kupang pada tahun 2010 sebesar 44. Angka Beban Tanggungan Hidup (Dependency Ratio) Menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Dependency Ratio (DR) YDR ODR Laki-laki 41. Kelompok umur yang sama sedang bersekolah sebesar 35.Tabel 35.27 Laki-laki+Perempuan 39. masyarakat dan keluarga. Sedangkan yang tidak atau belum pernah bersekolah berada pada posisi yang minoritas yaitu hanya sebesar 3.09 yang berarti 100 orang penduduk usia produktif di Kota Kupang menanggung beban hidup 44 orang penduduk usia nonproduktif. 26 Jenis Kelamin DR 45. Pada dasarnya pendidikan yang diupayakan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. keterampilan dan memperluas wawasan.9.13 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.55 44. 3.99 Perempuan 38.21 persen. Status Pendidikan Indikator pendidikan khususnya tentang status pendidikan dalam suatu masyarakat menggambarkan keadaan tentang penduduk yang sedang bersekolah.67 3. Pemerataan kesempatan pendidikan diupayakan melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar seperti gedung sekolah dan penambahan tenaga pengajar.27 4.2 Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang memiliki peran dalam peningkatan kualitas hidup.96 4. a.

00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.18 persen menggambarkan bahwa usia sebagian murid SD berada di luar kelompok umur 7-12 tahun. 43 Selain menunjukkan status sekolah data tersebut juga membuktikan adanya pertambahan secara signifikan ke tingkat Sekolah Lanjutan Atas dan Pendidikan Tinggi.16 Jumlah 100. Hal ini memungkinkan APK suatu wilayah di atas angka 100. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Angka Partisipasi Kasar (APK) menggambarkan persentase jumlah murid pada masing-masing jenjang pendidikan di suatu wilayah dibanding jumlah penduduk kelompok usia (7-12) tahun untuk SD. (13-15) tahun untuk SLTP dan (16-18) tahun untuk SLTA. Persentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Status Pendidikan Jenis Kelamin Status Sekolah Laki-laki Perempuan (%) 3.37 5.21 Sekolah Lanjutan Pertama 5. Dapat diartikan bahwa anak-anak usia 5-6 tahun sudah masuk dalam pendidikan SD cukup besar di Kota Kupang.38 13. juga akan terlihat dalam gambaran mengenai Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Kota Kupang. Tabel 36. Hal.27 61.00 (%) Tidak/Belum Pernah Sekolah 3.53 5. b.40 7.21 13.78 9.26 Perguruan Tinggi 8.82 Tidak Bersekolah Lagi 61.51 Sekolah Lanjutan Atas 8.70 62. Telaahan yang sama.29 5.status bersekolah penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 36.75 100. Sementara Angka PT. Hal ini menunjukkan Kota Kupang sebagai kota pendidikan yang berkonsekuensi tingginya penduduk dengan kelompok usia sekolah. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 62 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .33 100. Begitu juga APK tingkat SLTP 116.00 9.00 Laki-laki + Perempuan (%) 3.99 menggambarkan bahwa anak usia 11-12 tahun cukup banyak sudah berada pada jenjang pendidikan SLTP.04 Sekolah Dasar 13. APK jenjang pendidikan SD 126.

49 Jumlah 100. 49 APM 103. Hal.18 Sekolah Lanjutan Pertama 116.11 100.00 persen.00 100. Angka Partisipasi Murni (APM) Perguruan Tinggi menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Usia Perguruan Tinggi ( 19 .Partisipasi Murni (APM) menggambarkan kesesuaian antara usia dan jenjang pendidikan yang sedang diduduki di suatu wilayah.54 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.43 59. APM SD adalah persentase Murid SD usia 7-12 tahun dibagi dengan penduduk usia 7-12 tahun pada wilayah tersebut. Dengan data ijasah tertinggi yang dimiliki dapat dilihat tingkat kualitas sumber daya manusia yang terdapat di suatu wilayah. Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijasah merupakan bukti otentik bagi seseorang yang menerangkan bahwa orang tersebut telah menyelesaikan pendidikan yang dijalaninya. PT. Seyogyanya semua penduduk usia sekolah bersekolah dan berada pada jernjang pendidikan sesuai dengan kelompok umur di atas maka.89 39.00 Non Perguruan Tinggi 62. Tabel 37. APM mencapai titik tertinggi yaitu 100. 49 c.51 Perguruan Tinggi 37.57 40.70 60.24 tahun ) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan 60.99 Sekolah Lanjutan Atas 94. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 63 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Kota Kupang Tahun 2010 Jenjang Pendidikan APK Sekolah Dasar 126.72 Tabel 38. begitupun kelompok umur 13-15 untuk SLTP dan kelompok umur 16-18 untuk SLTA.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Hal.25 80.

61 6.19 7.32 persen. Program pembangunan kesehatan dan gizi dikoordinasikan secara nasional oleh Departemen PT.36 S2/S3 1.83 SMU/MA/sederajat 24.13 21.54 Diploma III/Sarmud 2.91 Diploma IV/S1 8. Hal ini akan menandai besaran akumulasi pencari kerja di Kota Kupang adalah mayoritas dengan ijazah mayoritas.10 SD/MI/sederajat 16.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.00 100. Hal.68 6. dimana dari jumlah tersebut sebesar 96.29 0.19 persen.91 Diploma I/II 0.23 persen.75 100. Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang tahun 2010 sebesar 81.32 . Persentase Penduduk 10 Tahun ke atas Menurut Jenis Kelamin dan Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijazah Tertinggi Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan (%) 21. Data lainnya yang berkaitan dengan pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis.29 0. Untuk mengukur tingkat kesehatan dan gizi kelompok masyarakat diperlukan suatu indikator yang relevan.90 persen yang dapat menulis dan membaca huruf latin dan sisanya sebesar 3.00 (%) (%) Tidak Punya 21.11 18.11 0.68 7.98 26. 3.55 Sekolah Menengah Kejuruan 7.45 2.79 27.3 Kesehatan Kondisi kesehatan merupakan bagian dari kesejahteraan rakyat yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.16 14. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 64 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .79 19. Sedangkan penduduk yang memiliki ijasah diploma I/II jumlahnya paling rendah yaitu sebesar 0.10 persen tidak dapat membaca saja atau menulis saja atau tidak dapat membaca dan menulis huruf latin.47 0.Tabel 39.9. 51 Penduduk 10 tahun ke atas Kota Kupang tahun 2010 mayoritas memiliki ijasah SMU atau sederajat sebagai ijasah tertinggi yang dimiliki yaitu sebesar 26.20 15.23 Jumlah 100.57 SLTP/MT/sederajat/kejuruan 17.

dominan dari mereka melakukan dengan menggunakan obat modern yaitu sebesar 90.04 21. Tabel 40.39 1. Penduduk yang berobat sendiri. Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Keluhan Kesehatan.Kesehatan.60 1.77 1. Penduduk Kota Kupang yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri terdapat sebesar 54.15 22.37 %.15 Perempuan (%) 10.83 24.60 22. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 65 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kota Kupang Tahun 2010 Jenis Kelamin Jenis Keluhan Panas Batuk Pilek Asma Diare Laki-laki (%) 12.52 1.21 23. a.98 %. Persentase ini merupakan angka rata-rata mengingat persebaran dan struktur sarana kesehatan yang tersedia pada masingmasing kecamatan dan kelurahan adalah bervariasi. Sedangkan dengan menggunakan obat tradisional sebesar 16.78 % mengaku bahwa mereka mengalami gangguan dalam melaksanakan kegiatan mereka sehari-hari. pemerintah dan dunia usaha.44 % dan lainnya sebesar 5. 38. Upaya-upaya dalam usaha meningkatkan status kesehatan dan gizi harus dilakukan secara bersama oleh masyarakat. Sedangkan dalam Tabel 41 terinci persentase penduduk yang pernah mengalami keluhan penyakit menurut jenis kelamin dan pengobatannya.79 %.13 PT. lembaga kemasyarakatan.83 1. Pada tabel 40 dapat dilihat secara rinci persentase penududuk menurut jenis kelamin dan jenis keluhan kesehatan yang dialami.05 % dan perempuan sebesar 54. Pengobatan Berdasarkan jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan. Menurut pengertiannya kesehatan dan gizi merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.11 Laki-laki+ Perempuan (%) 11. Persentase penduduk laki-laki yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri sebanyak 55.28 22. Sedangkan sisanya sebesar 61.26 1.22 % mengaku bahwa mereka tidak mengalami gangguan dalam kegiatan sehari-hari.90 %.

98 2.77 Puskesmas/Pustu 45.Sakit Kepala Berulang Sakit Gigi Lainnya 5. Tabel 41. Hal.44 47.83 Praktek Tenaga Kesehatan 0.37%.20 5.63 (%) 100.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.69 7.38 8.66 2.37 (%) 63.00 100.69 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.00 100. Tabel 42.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.92 1.36 persen. 69 Dari persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35. Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Menurut Jenis Kelamin dan Tempat/Cara Berobat Jenis Kelamin Tempat/ Cara Berobat Laki-laki Perempuan Laki-laki+ Perempuan (%) 14. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 66 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .63 1. Persentase penduduk laki-laki yang berobat jalan sebesar 36.17 5.85 19.39 7. Persentase Penduduk yang Pernah Mengalami Keluhan Penyakit Menurut Jenis Kelamin dan Apakah Pernah Berobat Jalan Berobat Jalan Jumlah Jenis Kelamin Pernah Tidak Pernah Laki .00 (%) (%) RS Pemerintah 13. 69 PT.06 2.37 Praktek Dokter 28.86 Dukun Bersalin 1. Hal tersebut secara rinci dapat dilihat pada tabel 42.61 65. Hal.39 34.96 RS Swasta 6.66 2.31 46.92 1.40 7.29 2. Hal.98 2. Persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35.03 24.00 100.86 Praktek Batra 0. dapat lagi dirinci berdasarkan tempat atau cara berobat yang dilakukan.92 1.92 100.18 Lainnya 1.64 64.35 7.75 14.18 Jumlah 100. 67 Untuk segera sembuh dari penyakit yang sedang diderita.52 2.laki Perempuan Laki-laki + Perempuan (%) 36.39 persen dan persentase penduduk perempuan yang berobat jalan sebesar 34.36 35. penduduk mencoba beberapa jenis pengobatan.37 persen.

72 b. Tabel 44.Jumlah rumah tangga menurut ketersediaan jaminan kesehatan dalam berobat sebesar 61. Oebobo 4.46 Jumlah 61.20 Dana Sehat 0. Tahun 2010 Jenis Jaminan Kesehatan Persentase Rumah Tangga JPK/PNS/Veteran/Pensiunan 26. Kota Raja 5.84 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Dari jumlah tersebut paling banyak rumah tangga memiliki jenis jaminan kesehatan berupa JPK/PNS/Veteran/Pensiunan yaitu sebesar 26. Selanjutnya adalah MM/Kartu Miskin sebesar 25.63 %.84 % rumah tangga tahun 2010. Hal. 79 PT.91 Lainnya 0.57 Kesehatan Swasta 3.61 Tunjangan Perusahaan 0. Pada tabel 44 dan 45 dapat dilihat secara rinci jumlah sarana kesehatan yang ada di Kota Kupang pada tahun 2010. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 67 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Alak 2.20 %.63 Jamsostek 4. Kelapa Lima 6. Persentase Rumah Tangga menurut Ketersediaan Jaminan Kesehatan Kota Kupang.46 MM/Kartu Miskin 25. Tabel 43. Sarana Kesehatan Pembangunan kesehatan terindikasi juga dari jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel 43. Maulafa 3. Jumlah Rumah Sakit menurut Kecamatan dan Statusnya Tahun 2010 Kecamatan 1. Hal. Kota Lama Kota Kupang Pemerintah 1 1 2 Status Swasta 1 1 TNI/Polri 1 1 1 1 4 Jumlah 1 1 2 1 2 7 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.

Hal standar umur ini.Tabel 45. yang dimaksudkan adalah persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas. Sehingga analisis mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM) biasanya menempatkan faktor ketenagakerjaan sebagai salah satu dimensi yang vital. Maulafa 3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 68 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . secara substansif berbeda dengan standar umur yang ditetapkan untuk perhitungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Walaupun penetapan standard umur tersebut. perluasan kesempatan kerja dan berusaha serta produktivfitas tenaga kerja. sejajar dengan penetapan standar umur untuk kriteria Angkatan Kerja. Konsep bekerja dalam konstelasi ketenagakerjaan adalah mereka yang melakukan kegiatan paling sedikit selama 1 jam selama seminggu dengan maksud memperoleh pendapatan atau keuntungan atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Kota Raja 5. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. 80 3. Standar BPS untuk menunjukkan angkatan kerja. Hal. terutama untuk evaluasi perencanaan pembangunan di bidang ketenagakerjaan seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja. Angkatan Kerja adalah penduduk usia 10 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kelapa Lima 6. Penduduk Usia Kerja: penduduk yang berumur 10 tahun ke atas. Penganggur adalah mereka yang termasuk dalam angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan. Alak 2.10 Ketenagakerjaan Dewasa ini data-data mengenai ketenagakerjaan semakin dibutuhkan. Banyaknya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Jenisnya Tahun 2010 Kecamatan 1. Sedangkan yang dimaksudkan dengan PT. adalah yang didefinisikan sebagai penduduk usia kerja. Oebobo 4. Kota Lama Kota Kupang Puskesmas 2 2 2 1 1 2 10 Pustu 12 6 4 4 4 3 33 Balai Pengobatan 3 1 3 2 2 11 Posyandu 61 62 47 29 40 25 264 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.

Bila dirinci menurut jenis kelamin. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki lebih besar dibandingkan dengan TPAK perempuan.15 3.31 %.00 Perempuan (%) 47. Hal.53 40. 71. Persentase Angkatan Kerja Kota Kupang usia 15 tahun ke atas terhadap total penduduk pada tahun 2010 adalah sebesar 59. Kegiatan Penduduk 15 Tahun ke Atas Ketenagakerjaan dan kependudukan saling berhubungan antara satu dengan lainnya.97 % dan TPAK perempuan sebesar 47.36 100. a.84 52. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) merupakan ukuran yang diperoleh melalui perbandingan antara jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas.96 17.70 16. 69 b. Tabel 46. Pada tabel 46 diuraikan penduduk usia 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan selama seminggu yang lalu dan jenis kelamin.62 6.21 5.Tingkat Pengangguran Terbuka adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja. Sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bersekolah sebanyak 17. TPAK laki-laki sebesar PT.67 4.67 100.16 17. Persentase dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja adalah 52.55 8.72 32. Sementara persentase Bukan Angkatan Kerja sebesar 40.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.97 65.00 Laki-laki+ Perempuan (%) 59.84 %.03 19.53 100.35 28.62 3.96 %.31 7.30 38.75 52. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 69 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Persentase Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Kegiatan Utama Selama Seminggu yang Lalu Jenis Kelamin Kegiatan Utama Seminggu yang Lalu Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran Bukan Angkatan Kerja Sekolah Mengurus Rumah Tangga Lainnya Jumlah Laki-laki (%) 71.16 %.30 %.

Jumlah ini terdiri dari 8. Pengeluaran Rata-rata Perkapita Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat digambarkan oleh jumlah pendapatan atau penghasilan dari masyarakat tersebut. Penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan disebut menganggur (unemployed). pola konsumsinya akan semakin baik. d.82 % penduduk laki-laki dan 18. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 70 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . yaitu pengeluaran rumah tangga untuk makanan dan non makanan.c. Pengeluaran rumah tangga yang dimaksud dibedakan menurut jenisnya.49 % penduduk perempuan (Indikator Kesra Kota Kupang. Penghitungan pendapatan masyarakat sangat sulit untuk dilakukan pada suatu survei atau sensus. PT. Tahun 2010).58 %. Jadi. Selain dapat mengetahui jumlah pendapatan rumah tangga dari suatu masyarakat dapat pula diketahui pola konsumsi dari masyarakat. Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang menganggur di Kota Kupang pada tahun 2010 adalah sebesar 12. telah diterima bekerja tetapi belum bekerja dan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tetapi masih berkeinginan untuk bekerja. seseorang dikatakan bekerja apabila mereka melakukan pekerjaan dengan maksud untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus selama seminggu yang lalu. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut definisi. Oleh sebab itu. untuk menghitung tingkat pendapatan atau penghasilan suatu masyarakat jumlah dilakukan dengan terutama menggunakan pendekatan terhadap pengeluaran pengeluaran rumah tangga. pengangguran termasuk mereka yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan. Semakin besar tingkat pendapatan berarti tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. Dimana semakin rendah pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran. Angka Pengangguran Terbuka dihitung melalui perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.

Dari jumlah tersebut 47. dan masih banyak fungsi lainnya bagi para penghuninya. a.11 Perumahan dan Lingkungan Arti fisik perumahan. Penduduk Kota Kupang pada tahun 2010 sebagian besar tergolong dalam kelompok penduduk dengan jumlah pengeluaran perkapita per bulan Rp 500.84 %. tetapi juga kerentanan bangunan itu sendiri dari PT. Program pembangunan bidang perumahan terus ditingkatkan. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan penduduk Kota Kupang tahun 2010 sebesar Rp 1. Permukiman yaitu tempat tinggal anggota masyarakat dan individu-individu yang biasanya hidup dalam ikatan perkawinan atau keluarga beserta berbagai fasilitas pendukungnya.Sebaliknya semakin tinggi pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran maka pola konsumsinya akan semakin buruk..999. 467.419 merupakan pengeluaran untuk makanan dan 52. hidup. Kondisi Fisik Bangunan Indiktor kondisi fisik bangunan menggambarkan kualitas dan kuantitas tempat tinggal yang dikuasai.00 sampai dengan Rp 199. sementara pengeluaran perkapita lebih kecil dari Rp 100. perlindungan dari gangguan.000.00 ke atas sebesar 69. tingkat pengeluaran perkapita sebulan antara Rp.000.sampai dengan Rp. Perumahan menjadi tempat untuk tumbuh. dalam konteks yang diperluas disebut permukiman.. 499. 3.13 % atau sebesar Rp.43 %.273. 200. Fisik bangunan yang kuat dan terbuat dari bahan yang tidak membahayakan menjamin keamanan penghuni tidak saja dari ancaman tindak kriminal.273 adalah pengeluaran bukan makanan. Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menjadikan kebutuhan terhadap perumahan semakin meningkat.099. berinteraksi.87 % atau sebesar Rp. 632.adalah sebesar 29.25 %. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 71 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 tidak ada. Sedangkan yang paling kecil terdapat pada kelompok dengan tingkat pengeluaran perkapita sebulan sebesar Rp 150. bukan hanya dari segi kuantitasnya melainkan juga dari segi kualitas. Secara akumulatif.999.000.00 yaitu sebesar 0.000.

bambu atau lainnya. dinding dan atap. Persentase rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 yang menghuni rumah dengan lantai tanah sebesar 8.55 % adalah rumah tangga yang menempati rumah dengan jenis lantai bukan tanah sebagai jenis lantai terluas. Semakin luas lantai yang dihuni oleh suatu rumah tangga. kayu.05 %. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 72 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sedangkan yang paling sedikit adalah yang tergolong dalam kelompok luas lantai 150+ m² yaitu sebesar 5. 4) Jenis Dinding Terluas Indikator ini menyajikan proporsi rumah tangga yang menghuni rumah berdinding tembok. 3) Jenis Lantai Terluas Semakin besar rumah tangga yang dihuni berlantai tanah mengindikasikan kondisi perumahan di daerah tersebut umumnya jelek.42 %. Semakin kecil angka persentase ini. Angka ini dapat digunakan sebagai petunjuk kondisi bangunan tempat tinggal penduduk.46 %. semakin baik kondisi (kesehatan) rumah tangga tersebut. persentase rumah tangga menurut luas lantai rumah paling banyak terdapat pada kelompok luas lantai 20-49 m² yaitu sebesar 44. menggunakan jenis atap seng sebagai jenis atap yang paling luas. Sementara jenis atap ijuk/rumbia yang digunakan rumah tangga sebagai jenis atap terluas adalah yang paling kecil yaitu sebesar 0. Persentase rumah tangga yang menempati rumah dengan tembok jenis dinding terluas merupakan kelompok PT. genteng dan lainnya (ijuk/rumbia).25 %. Sedangkan sisanya sebesar 91.45 %. Di Kota Kupang tahun 2010. Sementara kenyamanan dan kesehatan penghuni ditentukan oleh luasannya. 1) Luas Lantai Rumah Rata-rata luas lantai (hunian) per rumah tangga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi tempat tinggal penduduk. 2) Jenis Atap Terluas Indikator ini menyajikan klasifikasi rumah tangga beratap seng.kemungkinan terserang penyakit. Rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 sebagian besar yaitu sebesar 96. cenderung akan semakin baik tingkat kesejahteraannya. Fisik bangunan yang kuat ditentukan oleh pemilihan bahan komponen bangunan yaitu lantai.

Fasilitas Tempat Tinggal Indikator ini menunjukkan kelengkapan.42 %. Sedangkan yang rumah tangga dengan sumber air minum mata air tidak terlindung dan mata air terlindung yaitu sebesar 0. PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 73 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .02 %. 4) Tempat Buang Air Besar Persentase rumah tangga yang mempunyai fasilitas tempat buang air besar sendiri adalah paling banyak yaitu tercatat sebesar 74. 2) Sumber Air Minum Rumah tangga yang menggunakan leding meteran sebagai sumber air minum merupakan kelompok yang paling banyak yaitu 42. telepon. Sisanya sebesar 4.13 %.66 %. fasilitas dan penggunaan tempat tinggal seperti kelengkapan fasilitas listrik.24 %. air dan lain-lainnya. 1) Sumber Penerangan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang menggunakan penerangan yang bersumber dari istrik PLN yaitu sebesar 92. Sisanya adalah rumah tangga yang menggunakan kayu.07 % rumah tangga tidak tahu jarak sumber air minumnya ke penampungan.51 %. semakin nyaman berdiam di daerah tersebut.13 %. 3) Jarak Sumber Air Minum ke Penampungan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 memiliki jarak sumber air minum lebih dari 10 m² yaitu sebesar 61.yang terbanyak yaitu sebesar 66. bambu atau lainnya sebagai jenis dinding terluas. Sedangkan rumah tangga yang jarak sumber air minum ke penampungan kurang dari 10 m² sebanyak 34. Semakin lengkap fasilitas dan utilitas hunian di suatu daerah. kelayakan. Sedangkan yang paling kecil adalah rumah tangga dengan fasilitas tempat buang air besar umum dan yang tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar yaitu sebesar 0. b.87 %.

dengan luas 2. Jika diperhitungkan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2. Sedangkan klasifikasi keluarga menurut BKKBN yang mencakup keluarga Pra-Sejahtera 206 KK.920 Ha. tersebar dalam 45 Rukun Tetangga dan cakupan dari 13 Rukun Warga. Sejahtera II: 611 KK. jumlah penduduk Kelurahan Fatululi perSeptember 2012 mencapai 12. Jumlah penduduk Kelurahan Fatululi pada akhir tahun 2010 adalah 12. Kelurahan Fatululi merupakan salah satu kelurahan yang ada dalam wilayah Kecamatan Oebobo Kota Kupang.21 %. Kelompok Umur Klasifikasi kelompok umur penduduk yang dipresentasekan dalam laporan kegiatan bulanan Kelurahan Fatululi. Sedangkan paling kecil yaitu tempat akhir pembuangan tinja lainnya yaitu sebesar 0. 3.224 jiwa. Kelurahan Fatululi merupakan kelurahan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama dan dengan Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima. Penduduk tersebut. Sedangkan pada saat dilaksanakannya survey (Okt 2012).127 jiwa laki-laki dan 5.097 jiwa.970 jiwa perempuan.12 Kelurahan Fatululi Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Siloam Standar Internasional yakni di Kelurahan Fatululi. maka rata-rata tiap rumah tangga terdiri dari 4 orang. a. Walaupun merupakan bagian dari Kecamatan Oebobo. dan 277 KK yang diklasifikasi sebagai Sejahtera III Plus.996 pada tahun 2010.5) Tempat Pembuangan Tinja Persentase rumah tangga yang menggunakan jenis pembuangan tinja melalui tangki/spal paling tinggi yaitu sebesar 54. Hal tersebut seperti yang termuat secara rinci pada tabel 47. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 74 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .024 KK. yang sekaligus menunjukkan jumlah rumah tangga miskin di Kedlurahan Fatululi. yang terinci atas 6. Sejahtera I: 526 KK. sedikit berbeda dalam hal interval tahun. Saat ini (September 2012) di Kelurahan Fatululi terdapat 3. Pada tahun 2010. Sejahtera III: 350 KK.18 %. terdapat 523 rumah tangga yang memperoleh bantuan Beras Miskin (Raskin). PT.

238 4.152 Pengusaha/Lain-lain 730 523 1.297 2. Tingkat Pendidikan PT.laki Perempuan Perempuan 0-5 965 972 1. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumah Kelompok Umur Laki-laki + Laki .25 771 749 1.093 Pensiunan PNS/TNI/Polri 836 316 1.535 60 + 82 107 189 Jumlah 6.60 2.520 26 . Tabel 48.012 1.Tabel 47.253 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 c.904 3.970 12.937 6 . SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 75 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Mata Pencaharian dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Mata Pencaharian/ Pekerjaan/ Laki-laki+ L P Profesi Perempuan PNS 559 317 876 TNI/Polri 31 0 31 Guru 118 21 139 Dosen 15 5 20 Dokter 5 2 7 Mantri/Bidan 2 18 20 Petani/Nelayan 49 23 72 Pengemudi 118 0 118 Montir/Tukang Servis 50 15 65 Pedagang 655 438 1.916 21 . Mata Pencaharian Mata pencaharian yang dimaksudkan adalah pekerjaan atau pun profesi dari penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 b. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 48.20 2.127 5.

Selain itu terdapat 1 unit tempat kursus milik swasta.Pada tabel 49 dirinci jumlah penduduk menurut ijasah tertinggi yang dimiliki oleh penduduk Kelurahan Fatululi Tahun 2010. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Golongan Agama dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Golongan Agama Laki-laki+ L P Perempuan Kristen 3.430 Islam 661 682 1.343 PT.097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 Jumlah Sarana Pendidikan yang terdapat di Kelurahan Fatululi tahun 2010 mencakup SD/MI milik Pemerintah/Negeri sebanyak 4 unit dan 1 unit milik swasta.263 2. Tempat peribadatan agama lainnya tidak terdapat di Kelurahan Fatululi. dapat dilihat pada tabel 50. Golongan Agama Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kelurahan Fatululi yaitu sebanyak 12 unit Gereja Protestan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 76 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Tingkat Pendidikan Laki-laki + L P Perempuan Belum Sekolah 670 682 1352 TK 334 294 628 SD 686 598 1284 SLTP/Sederajad 700 573 1273 SLTA/Sederajad 2.167 4. maupun yang buta huruf.970 12.154 Katolik 2.041 6. Jumlah penduduk menurut golongan agama. Termasuk di dalamnya klasifikasi penduduk yang belum sekolah.051 4160 D3 (Diploma) 109 122 231 Stara 1 600 605 1205 Strata 2 56 35 91 Strata 3 6 2 8 Buta Huruf 443 487 930 Lainnya 414 521 935 Jumlah 6. Tabel 50.127 5.109 2.113 3. d. Tabel 49.

Hindu Budha Jumlah

58 32 6.127

58 22 5.970

116 54 12.097

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

e. Fasilitas Umum Lainnya Fasilitas umum lainnya seperti fasilitas perekonomian, kesehatan dan pelayanan jasa lainnya dapat dilihat dapat tabel 51.

Tabel 51. Jumlah Fasilitas Umum Lainnya di Kelurahan Fatululi Tahun 2010
Fasilitas Umum Lainnya Perekonomian Supermarket/Minimarket Toko Kios PT/CV/FA Rmh Mkn/Cafe/Warung Jlh 1 52 135 12 25 Kesehatan Puskesmas Pembantu Praktek Dokter/Bidan Praktek Bidan Apotik Jlh 1 2 2 4 Jasa Lainnya Biro Perjalanan Tempat Kost Wartel Pitrad Jlh 2 78 1 3

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

77

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

BAB IV DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI

Potensi dampak yang mungkin terjadi dan perlu dilakukan pengelolaan dan pemantauan jika pembangunan Rumah Sakit Siloam serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Perubahan Fungsi dan Tata Guna Lahan. Pembangunan kegiatan rumah sakit akan merubah tata guna lahan serta produktivitas lahan di lingkungan sekitar kawasan rumah sakit. 2. Peningkatan Bangkitan Lalu lintas dan Kerusakan Jalan. Pembangunan dan kegiatan operasional kawasan rumah sakit akan meningkatkan bangkitan lalu lintas sehingga kemungkinan akan terjadi kemacetan. Selain itu jika kemampuan (kapasitas) beban jalan maksimum disekitar lokasi ternyata tidak mampu untuk menerima beban tambahan dari kegiatan pembangunan dan operasional Rumah Sakit maka akan terjadi kerusakan jalan. 3. Peningkatan Run Off, Erosi dan Banjir. Kegiatan pembukaan lahan, pemotongan dan pengurugan tanah pada tahap konstruksi akan mengakibatkan perubahan struktur dan sifat tanah, misalnya permukaan tanah menjadi terbuka, agregat tanah hancur dan menjadikan tanah peka terhadap erosi. Kegiatan pemadatan tanah pada tahap konstruksi juga mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga akan meningkatkan volume air limpasan (run off). 4. Penurunan Kualitas Udara (Debu). Penurunan kualitas udara (peningkatan kadar debu) diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

78

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

5.

Peningkatan Kebisingan. Peningkatan kebisingan diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

6.

Penurunan Kualitas Air. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pembagunan kawasan rumah sakit dapat berasal dari tahap operasional rumah sakit serta prasarana dan sarana lingkungan yang terdapat di kawasan rumah sakit tersebut. Jika pemrakarsa tidak memiliki perencanaan mengenai jaringan air limbah yang baik maka akan berakibat terhadap penurunan kualitas air. Potensi dampak penurunan kualitas air permukaan sangat kecil karena daerah Kelurahan Fatululi khususnya kawasan rumah sakit tidak mempunyai aliran air permukaan.

7.

Perubahan Mata Pencaharian dan Pendapatan Penduduk. Perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk lokal dapat ditimbulkan oleh kegiatan pembebasan lahan maupun oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan operasi.

8.

Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha. Kegiatan konstruksi dan operasi akan mengakibatkan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha bagi penduduk di sekitar kawasan Rumah Sakit Siloam.

Dampak Lingkungan yang mungkin terjadi jika pembangunan Rumah Sakit serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut: 4.1 Tahap Pra Konstruksi. a. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. Hal ini akan berdampak sangat kecil karena lokasi rencana usaha berada dalam penguasaan Rumah Sakit Siloam sesuai sertifikat terlampir. b. Potensi Dampak Terkait Survey dan Pengukuran. Survey dan pengukuran lokasi akan berdampak negatif kecil berupa konflik kepentingan dan keresahan pada masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan karena kurangnya informasi tentang rencana kegiatan yang

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

79

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

c.akan dilaksanakan. Sosialisasi rencana kegiatan pembangunan rumah sakit pada masyarakat berdampak positif berupa terjalinnya komunikasi yang baik antara pemrakarsa dan masyarakat sekitar. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi. c. Pembangunan sarana dan Prasarana penunjang. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 80 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Dampak negatif sesaat yang akan timbul adalah debu dan tingkat kebisingan yang meningkat karena aktivitas dan mobilitas kendaraan yang meningkat membawa material atau pembersihan dan perataan lahan yang dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan alat berat saat mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi. sopir dan kondektur. Dampak negatif yang timbul pada tahap ini adalah timbulnya kecemburuan pada tenaga kerja yang tidak diterima bekerja pada kegiatan ini. Pembersihan dan penyiapan lokasi dilakukan meliputi pekerjaan penebangan pohon yang ada dan pembersihan semak pada lokasi dimana masyarakat sekitar diuntungkan karena memanfaatkan potongan dahan/pohon untuk kebutuhan kayu bakar. b.2 Tahap Konstruksi a. Rekrutmen tenaga kerja pada tahap konstruksi berdampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja dibidang konstruksi. PT. Tetapi konflik dan keresahan itu segera reda setelah selesai survey dan pengukuran oleh Pihak Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. Potensi Dampak Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta kesepakatan tentang posisi tenaga kerja lokal sehingga dapat terjadi hubungan yang harmonis antar pemrakarsa dan masyarakat sekitarnya. 4.

area parkir dan pekerjaan drainase (untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran). serta terpenuhinya kebutuhan kamar bagi 233 konsumen rawat inap. sarana air bersih. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. pekerjaan pintu dan jendela. b.3 Tahap Operasi a. penjualan dan promosi. Demikian juga dengan jumlah kamar dan tempat tidur yang disediakan tidak mencukupi permintaan penyediaan kamar dan tempat tidur bagi pasien rawat inap dari masyarakat Kota Kupang dan luar Kota Kupang. 4. pekerjaan struktur beton. Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. debu dan mungkin kecelakaan kerja. d. pekerjaan instalasi telekomunikasi. Sedangkan kebutuhan air untuk konstruksi disuplai menggunakan truk tanki. pekerjaan pondasi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 81 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . pekerjaan landscape. gudang penyimpanan peralatan dan bahan bangunan . pekerjaan plafon. pekerjaan instalasi penangkal petir. Meskipun menyerap tenaga kerja lokal dan pemenuhan kebutuhan rumah sakit tetapi kesempatan kerja yang ada tidak bisa menampung angkatan kerja yang tersedia terutama berkaitan dengan ketrampilan yang dimiliki oleh pencari kerja lokal tersebut. dilakukan pembangunan base camp untuk tempat kerja yang dilengkapi dengan fasilitas MCK permanen . Pembangunan fisik rumah sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak negatif berupa peningkatan kebisingan. pemadam kebakaran. pekerjaan instalasi pengolahan limbah padat dan limbah cair. PT. Rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan akan berdampak positif yakni terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja yang akan dimanfaatkan untuk tenaga administrasi. pekerjaan tembok. pekerjaan instalasi listrik. air bersih. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan untuk Manajemen Rumah Sakit Siloam serta Seleksi Calon Tenaga Kerja. sarana K3 serta tempat tidur penjaga. AC. air limbah. Pembangunan fisik rumah sakit terdiri dari pekerjaan tanah dan urugan.Sebelum pembangunan bangunan fisik Rumah Sakit. penagihan.

pecahan gelas dan gunting kuku). Dampak lain yang penting yang berkaitan dengan berbagai aktivitas yang terjadi dalam rumah sakit dari berbagai bidang. kardus-kardus makanan. poliklinik. obat-obat kedaluarsa atau obat-obat yang terkontaminasi. Kelompok limbah medik/klinik yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan medik terdiri dari : 1) Limbah inveksius (limbah yang mengandung mikro organisme yang berasal dari ruang bedah. laboratorium dan hemodialisis yang dapat menimbulkan penyakit). mudah PT. laundry. korosif. perkantoran dan sosial yang terdiri dari limbah umum. gunting. 2) Limbah pathological (limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia) 3) Limbah Citotoxic (limbah yang terkontaminasi) 4) Limbah parmacological (obat-obat bekas. dapur. pisau. juga berdampak pada perkembangan sektor perdagangan dan jasa kesehatan untuk memenuhi kebutuhan warga konsumen Rumah Sakit. antara lain : 1) Kegiatan pelayanan medik (ruang bedah. zat-zat berbahaya (yang bersifat racun. rumah tunggu dan asrama) Dari ketiga pelayanan diatas dapat menghasilkan limbah padat. pemusaran jenasah dan kemoterapi) 2) Kegiatan pelayanan pendukung (laboratorium – laboratorium. dealisis / hemodialisis. berasal dari material-material yang Kelompok limbah non medik umumnya dihasilkan dari kegiatan pelayanan pendukung rumah sakit.Operasional Rumah Sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak berupa meningkatnya pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi. radiologi. ruang UGD. cair dan gas yang dapat dikelompokan menjadi limbah klinik / medik dan limbah non klinik / non medik. tabung-tabung obat atau bungkusan-bungkusan obat) 5) Limbah dari Alat-alat bekas (syringe. ruang perawatan dan farmasi) 3) Kegiatan perkantoran dan sosial (kegiatan administrasi perkantoran/medical record. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 82 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . restaurant.

Pekerjaan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan akan banyak menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. debu.terbakar dan reaktif) dan limbah kimia (disinfeksi dan laboratoriumlaboratorium). gempa bumi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 83 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . atau dapat menimbun fondasi bangunan lain yang diperlukan. Pengalihan fungsi lahan akan berdampak negatif berupa munculnya konflik dan keresahan diantara karyawan karena kemungkinan penurunan pendapatan dan kehilangan pekerjaan/pemutusan hubungan kerja (PHK).4 Tahap Pasca Operasi a. 4. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. b. bangkitan lalulintas karena mobilisasi kendaraan pengangkut. bencana alam. Keseluruhan limbah cair yang dihasilkan dari berbagai jenis pelayanan medik dan non medik diolah dengan teknologi pengolahan limbah cair secara ”Bio Filter Anaerob dan Aerob” (lihat dalam lampiran gambar alir proses pengolahan limbah cair). Salah satu sumber dampak pada tahap pasca operasi adalah Pemutusan hubungan kerja dengan jenis dampak negatif berupa keresahan dan munculnya pengangguran akibat tidak dipekerjakan lagi pada usaha yang baru. Pengalihan fungsi lahan pada Rumah Sakit dapat terjadi karena beberapa hal seperti pailit. maupun kebakaran yang besar. Dampak positif adalah menyerap tenaga kerja non skill yang diperlukan untuk pembongkaran gedung. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. angin puting beliung. sedangkan sisa sebahagian bahan bongkaran dapat di daur ulang. Sedangkan limbah padat medik dan non medik diolah dengan incenerator dan sampah lainnya diangkut secara berkala oleh Dinas Kebersihan Kota. PT.

1 Tahap Pra Konstruksi a. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan. PT. Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 84 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1) Sasaran Pengelolaan. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat sekitar lokasi rencana kegiatan. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 3) Lokasi Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan.1. Pemberian informasi tentang rencana kegiatan pada lokasi yang dibebaskan. 2) Upaya Pengelolaan. 2) Upaya Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Survey Dan Pengukuran. 1) Sasaran Pengelolaan.1 Upaya Pengelolaan Dampak Lingkungan Hidup 5. b.BAB V PROGRAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 5.

model pengelolaan dan pemantauan yang wajib dilakukan serta peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga dampak positif dapat ditingkatkan serta dampak negatif diminimalisir. c. Sosialisasi rencana Siloam Kota Kupang. sosial budaya. 3) Lokasi Pengelolaan. terutama pemberian informasi tentang lowongan kerja yang tersedia sesuai kebutuhan kegiatan Rumah Sakit Siloam. Pada sosialisasi ini juga ditampilkan potensi dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dibidang fisik. biologi. 1) Sasaran Pengelolaan Masyarakat lingkup lokasi dan aparat kelurahan menjadi sasaran kegiatan pembangunan Rumah Sakit pengelolaan. 3) Lokasi Pengelolaan PT. 2) Upaya Pengelolaan Pemrakarsa memberitahukan ke pihak kelurahan dan kelurahan mengundang masyarakat dan aparat kelurahan guna memberikan sosialisasi dan pemberian informasi yang jelas tentang rencana kegiatan oleh pemrakarsa maksud serta tujuan pembangunan rumah sakit bagi masyarakat. maupun peluang kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak pemrakarsa dalam hal pembangunan rumah sakit ini. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan.Melakukan survey dan pengukuran lokasi rencana kegiatan sehingga masyarakat memperoleh kepastian tentang batas lokasi usaha dan tidak resah. kimia. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. ekonomi dan kesehatan masyarakat yang mungkin terjadi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 85 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

00 dengan jumlah peserta seperti daftar hadir terlampir. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi 1) Sasaran Pengelolaan Pengelolaan dilakukan terhadap lokasi rencana kegiatan yang ditumbuhi pohon dan material.Sosialisasi dilakukan di lokasi rumah sakit/arena pameran di Kelurahan Fatululi. dilakukan penebangan pohon dan semak serta pembersihan sisa tebangan. Kegiatan ini menimbukan peningkatan kebisingan akibat aktivitas keluar masuk kendaraan operasional. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 86 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 2) Upaya Pengelolaan Saat pembersihan dan penyiapan lokasi. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. yakni 30 (sembilan puluh) hari kerja. Kecamatan Oebobo. 5. Kota Kupang.30 Wita sampai jam 20.2 Tahap Konstruksi a. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan Sosialisasi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2012 mulai jam 16.1. semak. Upaya Pengelolaan ini diharapkan dapat mengurangi kuantitas bangkitan debu ke udara. Pengelolaan yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut adalah pengangkutan sisa tebangan serta operasional pengangkutan dilakukan pada malam hari. serta operator kendaraan angkutan PT. Kebisingan tidak terlalu nampak akibat kebisingan dari lingkungan dan transportasi. Pengelolaan dilakukan selama pengerjaan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. 3) Lokasi Pengelolaan.

waktu pembayaran. c. 2) Upaya Pengelolaan. Prioritas utama ditujukan kepada pekerja lokal sebagai sasaran agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada gejolak sosial. semuanya dilaksanakan sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku. 4) Waktu dan durasi pengelolaan. Persaingan dalam memanfaatkan kesempatan kerja bagi para pekerja lokal perlu diperhatikan. Upaya ini akan mengeliminasi dampak negatif pada hubungan keharmonisan diantara pencari kerja lokal dan semakin memaksimalkan tingkat pendapatan mereka. sistim kerja. Disamping itu perlu pengaturan pembagian tugas dan Jadwal kerja yang jelas agar pekerjaan fisik dapat dilaksanakan secara maksimal. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja 1) Sasaran Pengelolaan. jumlah lowongan. Pengumuman lewat radio dan koran serta ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi. Selain upayakan juga mengatur hubungan kerja yang baik diantara pekerja terampil dari luar dengan pekerja lokal yang kurang terampil sehingga terjadi peningkatan kinerja antara transfer teknologi pekerja. 1) Sasaran Pengelolaan PT.b. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. 14 (empat belas) hari sebelum rekrutmen dilaksanakan. Dilakukan dengan cara mengumumkan secara luas tentang kesempatan kerja. Pengumuman ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi. sedangkan pembagian tugas dan jadwal kerja dijelaskan kepada pekerja di lokasi kegiatan pembangunan Rumah Sakit. Dinas Nakertrans Kota Kupang dan lokasi rencana usaha. Dinas Nakertrans Kota Kupang. 3) Lokasi Pengelolaan. cara pembayaran upah kerja. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 87 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

masker hidung. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. pengawas. serta taat terhadap Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) seperti penggunaan helm pengaman. 1) Sasaran Pengelolaan. pembuatan gudang tempat penyimpanan material. PT. 2) Upaya Pengelolaan Pengelolaan dilakukan untuk mengurangi dampak peningkatan debu dan kebisingan. pagar lokasi. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. 3) Lokasi Pengelolaan.Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. sopir. kondektur. penutupan dengan terpal pada bak truk pengangkut. penerapan disiplin dan Standart Operation Procedure (SOP). pemasangan tanda larangan masuk. Pengelolaan dilakukan untuk mencegah peningkatan debu dan kebisingan serta kecelakaan kerja. mentaati jadwal angkut dan jadwal kerja. kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas. d. sebelum kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi. pengawas. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 88 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . sabuk pengaman. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. pemasangan tanda larangan masuk dan rambu lalu lintas portabel. 2) Upaya Pengelolaan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. dan lain-lain. 3) Lokasi Pengelolaan. himbauan. sopir dan kondektur.

penanggulangan keadaan darurat pada Dinas Kebakaran. serta peningkatan kesehatan kerja melalui Askes tenaga kerja guna pememeriksaan kesehatan pekerja ke paramedis setiap tahun. Upaya pengelolaan dilakukan dengan cara mengumumkan jumlah kesempatan atau lowongan kerja sebanyak 200 orang tenaga yang dibutuhkan berdasarkan spesifikasi kebutuhan manajemen rumah sakit. serta masyarakat yang telah mendaftar untuk bekerja di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Pengelolaan dampak lingkungan terkait rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan. Meningkatkan kemampuan pekerja dengan latihan ketrampilan/ permagangan bagi tenaga pengurus rumah sakit. serta pelaksanaan seleksi calon karyawan dilakukan secara transparan.3 Tahap Operasi a. Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi sampai kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya selesai. diklat maupun kursus. 5. 2) Upaya Pengelolaan.4) Waktu dan Durasi Pengelolaan.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 89 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. dengan pihak Kepolisian dalam melatih satpam. 1) Sasaran Pengelolaan. kerjasama dengan Dinas kebersihan dalam menangani persampahan. Guna menjaga keharmonisan diperlukan Pengarahan dan selalu konsisten dalam menegaskan aturan yang sudah disepakati bersama pekerja. Yang menjadi sasaran pengelolaan adalah masyarakat pencari kerja terutama yang memiliki spesifikasi di bidang pengelolaan rumah sakit dan fasilitasnya. Selain itu juga direncanakan pelaksanaan peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia Rumah Sakit melalui berbagai program magang.

Limbah cair dari Unit UGD. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 90 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengelolaan Dampak Lingkungan Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya 1) Sasaran Pengelolaan Sasaran pengelolaan pada manajemen rumah sakit. yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Tahap Pengumuman sampai seleksi karyawan Rumah Sakit dilaksanakan 14 (empat belas) hari. Dinas Nakertrans Kota Kupang serta Kantor manajemen Rumah Sakit agar diperoleh tenaga yang profesional dibidangnya. Kemudian limbah cair dari toilet dan laundry dialirkan ke Equilizing tank dan limbah cair dari dapur di treatment (untuk menangkap lemak dan minyak) selanjutnya dialirkan ke Equilizing tank.3) Lokasi Pengelolaan. Operasi dan laboratorium akan melalui proses pre-treatment setelah itu dialirkan ke Equilizing tank. sistem pengelolaan rumah sakit dan sarana prasarana pendukung Rumah Sakit Siloam. b. PT. b. Semua limbah cair dalam Equilizing tank dihomogenkan dan ditambahkan kadar oksigen terlarut (DO). 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Pengumuman dilaksanakan di media massa. sedangkan program peningkatan SDM karyawan Rumah Sakit dilaksanakan secara terus menerus dan berkala sesuai tingkat kebutuhan manajemen rumah sakit. selanjutnya dipompa ke arah STP Biofilter serta diolah secara biologis anaerob dan aerob. Karena itu pengolahan semua limbah cair dari semua unit operasi Rumah Sakit Siloam akan diolah dengan sistem Bio Filter Anaerob dan Aerob. Sedangkan Seleksi karyawan Rumah Sakit dan peningkatan SDM dapat dilaksanakan pemrakarsa di tempat lain yang dianggap layak. 2) Upaya Pengelolaan Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir dampak lingkungan berupa peningkatan pencemaran air karena aktifitas manusia saat operasional Rumah Sakit.

Limbah sebaiknya di incinerasi dan dapat dibuang ke Landfill. padatan yang mengendap diharuskan di sedot secara periodik. Dari STP Biofilter air yang telah memenuhi baku lingkungan dialirkan ke bak sedimentasi dan ditambahkan PAC untuk mengendapkan zat-zat tersuspensi yang sebagian kemungkinan mengandung B3. Islam Indonesia.05 mg/l timbal. Sehelai daun Puring mampu menyerap 2. Disamping itu perlu menyiapkan tempat/ ruang terbuka bagi perokok dengan tanaman seperti di atas. Upaya pengelolaan sistim drainase.505 mg/l (Trubus . Pengelolaan polutan dengan menggunakan tanaman out door yaitu Puring/croton . menyediakan tempat sampah dan TPS Rumah Sakit dengan peruntukan sebagai berikut: sampah umum dalam kantong plastik warna hitam. menurut hasil penelitian Ir Suparwoko Univ. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 91 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Upaya pengelolaan untuk tujuan mengurangi timbunan sampah padat dilakukan dengan cara memasang tanda larangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan limbah padat radioaktif disimpan di PT. Tumbuhan ini merambat berdaun kuning. d. Dari bak sedimentasi air dialirkan menuju tangki penampungan (storage tank) untuk di recycle kembali atau dibuang ke badan air. termasuk Sansivieria/ lidah mertua dan pakis Boston (Hasim.2008).156 ppm per hari juga menekan 67 % dari total formaldehid 18 ppm dan 75 % dari total karbon Monoksida sebesar 113 ppm .025 mg/l dan Tanjung (Mimusops elengi) 0. sumur resapan. Limbah yang harus disterilisasi di tempatkan dalam kantong biru muda. Beberapa tanaman in door yang dianjurkan yaitu Siri Belanda ( Epipremnum aureum) meredam 53 % dari total Benzena sebesar 0.Agts 2008). dipelihara sehingga tetap berfungsi dengan baik.c. Upaya pengelolaan kualitas udara dengan memelihara pohon yang sudah ada dan menanam kembali atau menyediakan tanaman in door dalam tiap ruangan dapat menyerap polutan yang ada maupun menyerap tingkat kebisingan. Yokyakarta. croton paling baik dalam menyerap Timbal. beringin (Ficus benjamina) hanya 1. semua sampah akan diteruskan ke incenerator disimpan di dalam plastik berwarna kuning strip hitam.

Sasaran pengelolaan pada kegiatan ini adalah karyawan Rumah Sakit dan penghuni perumahan di sekitarnya. maupun himbauan. berhenti). Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan cara penerapan SOP dan K3 secara ketat. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 92 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran bagi karyawan. akses jalan yang cukup untuk kendaraan pemadam kebakaran. Upaya pengelolaan untuk meminimalisir dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian informasi yang lengkap mengenai alasan PT. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan : Mengatur Jadwal penyedotan tinja secara rutin melalui Dinas Kebersihan Kota Kupang adalah cara yang tepat sebelum tangki septik penuh. 5. 1) Sasaran Pengelolaan. dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang tiap 6 (enam) bulan. parkir. 2) Upaya Pengelolaan.4 Tahap Pasca Operasi a. pemasangan tanda larangan (merokok. gampang meledak). pemasangan tabung pemadam.dalam kotak yang dilapisi logam Pb dan beri identitas khusus bahan radioaktif (selanjutnya diolah di Badan Tenaga Atom (BATAN) dan limbah radiokatif cair dengan waktu paruh pendek di simpan dalam kotak berlapis Pb sampai aktivitasnya. tanda bahaya (gampang terbakar. serta menganalisa kualitas air maksimal dua kali dalam setahun pada Laboratorium terakreditasi di tingkat provinsi atau laboratorium lingkungan pada Dinas Kesehatan Kota Kupang. Pembuatan sebuah TPS rumah sakit memudahkan saat menjalin kerjasama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang agar pengangkutan sampah dari TPS Rumah Sakit dilakukan secara rutin. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan.1. 3) Lokasi Pengelolaan Lokasi pengelolaan fasilitas berada dalam lokasi rumah sakit.

Sosialisasi. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran Bangunan. 2) Upaya Pengelolaan. Waktu pemberian informasi kepada karyawan dilaksanakan 2-5 bulan sebelum pengalihan fungsi dilaksanakan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri secara lebih baik. Pengelolaan dampak kegiatan pembongkaran bangunan rumah sakit dilaksanakan pada kawasan rumah sakit. PT. 3) Lokasi Pengelolaan. b. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. penyerapan tenaga kerja dan pembongkaran dilaksanakan dalam waktu secepatnya. Sedangkan informasi kepada karyawan dilakukan paling lambat 1 tahun sebelum dialihfungsikan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri lebih baik. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah pemilik bangunan Rumah Sakit yang dibongkar. mendaur ulang sebahagian bahan bangunan. mencegah debu yang berterbangan dengan menyiram lokasi. mempekerjakan tenaga kerja non skill sekitar lokasi rumah sakit. mengatur alat berat dan arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas maupun tenaga kerja. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi pada masyarakat sekitar tentang rencana dan waktu pembongkaran. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 93 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengelolaan dampak kegiatan pengalihan fungsi lahan dilaksanakan di lokasi Rumah Sakit. 1) Sasaran Pengelolaan. 3) Lokasi Pengelolaan.pengalihan fungsi lahan dari rumah sakit ke usaha/kegiatan lain sehingga karyawan dan pemilik/penghuni dapat memahaminya sehingga tidak timbul konflik dan keresahan.

Pengelolaan dampak kegiatan PHK dilaksanakan di manajemen rumah sakit. mengalihkan tenaga kerja ke usaha lain/baru. Tanggapan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi dalam bentuk positif. 3) Lokasi Pengelolaan. 1) Sasaran Pengelolaan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. a. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah karyawan yang akan di-PHK. maupun keluhan dan keraguan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. 1) Sasaran Pemantauan.2 Upaya Pemantauan Dampak Lingkungan Hidup 5. Pemberian pesangon. Sasaran pemantauan adalah masyarakat sekitar lokasi rencana usaha. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 94 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3) Tolok Ukur Pemantauan.2. terutama yang tidak dipekerjakan kembali pada usaha yang baru. 4) Waktu dan durasi Pengelolaan. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian pesangon sesuai dengan kontrak kerja dan aturan ketenagakerjaan . 2) Parameter Yang Dipantau. 5. dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga / instansi lain dilakukan saat pelaksanaan PHK.c. PT. mengalihkan tenaga kerja tersebut ke usaha lain/baru. 2) Upaya Pengelolaan.1 Tahap Pra konstruksi. dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga atau instansi lain.

5) Lokasi Pemantauan. Pemantauan dilakukan 1-2 hari sebelum saat pelaksanaan survey dan pengukuran oleh Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. Jumlah dan asal persepsi negatif maupun positif terhadap rencana usaha. dialog. b. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan dan membandingkan jumlah persepsi negatif maupun positif. Sasarannya adalah masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan. Masyarakat sekitar yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. dialog. Observasi.Yang menjadi tolok ukur pemantauan dalam kegiatan ini adalah perbandingan persentase yang menolak dan yang menerima serta alasanalasannya. 2) Parameter Yang Dipantau. Observasi. tanya jawab dan dialog dengan masyarakat sekitar lokasi rencana usaha. tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. PT. 3) Tolok Ukur Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 95 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pemantauan dilakukan di sekitar lokasi rencana usaha. 4) Metode Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Pemantauan dilakukan dengan metode observasi. 5) Lokasi Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Survey dan Pengukuran.

Pemantauan dilaksanakan pada tempat sosialisasi rencana usaha. 1) Sasaran Pemantauan. Kondisi lingkungan rumah sakit. 3) Tolok Ukur Pemantauan. PT. a. 5) Lokasi Pemantauan. Ada tidaknya informasi tentang rencana usaha serta peluang kerja kepada masyarakat sekitar. Pemantauan Dampak Lingkungan Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi. 5. 2) Parameter yang Dipantau. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 96 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . tokoh agama.2. tokoh masyarakat dan aparat kelurahan Fatululi. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. Pemantauan dilakukan lewat metode observasi.c. dialog dan wawancara. Masyarakat sekitar. Ketersediaan informasi dan bahan sosialisasi rencana kegiatan yang berisi peluang dan kesempatan kerja serta manfaat rencana kegiatan bagi pemrakarsa dan lingkungan sekitar. 1) Sasaran Pemantauan.2 Tahap Konstruksi. tingkat penerimaan masyarakat sekitar terhadap rencana usaha. Waktu pemantauan adalah saat pelaksanaan sosialisasi dan sesi dialog dengan masyarakat sekitar. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan.

2) Parameter Yang Dipantau. 3) Tolok Ukur Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan. Pemantauan dilaksanakan menggunakan metode pemeriksaan daftar hadir tenaga kerja. 4) Metode Pemantauan. Metode pemantauan yang dipakai adalah pengujian tingkat partikel debu di udara serta tingkat kebisingan pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 97 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. Parameter yang dipakai dalam pemantauan adalah jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam tahap konstruksi. Tolok ukur pemantauan yang dipakai adalah kondisi tingkat partikel debu serta tingkat kebisingan awal. Pemantauan dilakukan sekali pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. wawancara dengan tenaga kerja dan manajemen usaha. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Lokasi rencana usaha pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Tolok ukur pemantauan adalah kebutuhan minimal tenaga kerja konstruksi sebanyak 196 orang agar pekerjaan konstruksi berjalan optimal. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. 5) Lokasi Pemantauan. b. Sasaran Pemantauan adalah tenaga kerja di lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit. 2) Parameter Yang Dipantau. 5) Lokasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. Lokasi rencana usaha pembangunan rumah sakit.

1) Sasaran Pemantauan. c. Pengukuran tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit Siloam dan Fasilitasnya. Dilakukan saat sedang berlangsung kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan konstruksi. d. Pemantauan dilakukan minimal 2 (dua) kali selama kegiatan konstruksi. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Kondisi lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit saat kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi. 2) Parameter Yang Dipantau. 4) Metode Pemantauan. 2) Parameter yang Dipantau.6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Kondisi tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan daerah permukiman sekitar Rumah Sakit Siloam. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah kondisi kualitas lingkungan lokasi rencana usaha yang terdiri dari kualitas udara dan kebisingan. Lokasi rencana pembangunan rumah sakit. 5) Lokasi Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. kejadian kecelakaan kerja. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 98 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. PT.

6) Waktu dan Durasi Pemantauan. jumlah kejadian kecelakaan kerja.2. kontrak kerja dan upah serta kriteria dan jumlah calon karyawan yang lolos seleksi. 3) Tolok Ukur Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 99 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kotak P3K.3 Tahap Operasi. Pemantauan dilakukan terhadap jumlah minimal karyawan (200 orang). pertengahan dan akhir kegiatan untuk membandingkan ketepatan pengelolaan yang diterapkan. Informasi hak dan kewajiban karyawan. yaitu pada awal kegiatan. Pemantauan dilakukan selama 3 (tiga) kali. Pemantauan dilakukan pada lokasi pembangunan rumah sakit. 3) Tolok Ukur Pemantauan. ketersediaan sarana dan prasarana K3. 5) Lokasi Pemantauan. observasi. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan Rumah Sakit Siloam dan seleksi Calon Karyawan Rumah Sakit Siloam. Sasaran pemantauan dalam kegiatan ini adalah Sistem dan hasil rekrutmen karyawan Rumah Sakit serta seleksi calon karyawan. Pengumuman seleksi dan penerimaan calon karyawan. a. Jumlah kebutuhan dan jumlah hasil rekrutmen karyawan.Tingkat partikel debu dan kebisingan. serta pengumuman pendaftaran maupun hasil seleksi calon karyawan. PT. Kualitas udara dan tingkat kebisingan. 4) Metode Pemantauan. jadwal kerja. Pembagian kerja. jumlah tenaga kerja lokal yang melamar dan yang diterima. Pemantauan dilakukan lewat pengukuran kualitas udara dan kebisingan. SOP. 1) Sasaran Pemantauan. dialog. 5. peralatan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) serta laporan kecelakaan kerja. 2) Parameter Yang Dipantau.

daftar calon serta kelengkapan terhadap dokumen yang disyaratkan. serta SOP. Pemantauan dilakukan menggunakan metode pemeriksaan terhadap perjanjian kerja. sebelum rumah sakit difungsikan. PT. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. fasilitas umum. 5) Lokasi Pemantauan. Dalam rangka pencegahan dan meminimalisir dampak terhadap kualitas air. Sedangkan pemantauan hasil dari upaya pengelolaan terhadap dampak kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan melihat SOP. Sistem drainase. tanda larangan dan himbauan. tanda larangan / himbauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 100 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . jalan. Pemantauan dilakukan pada kantor Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Septic Tank. manifest pendaftar. Pemantauan terhadap pengelolaan timbulan sampah dilaksanakan dengan melihat jumlah dan kondisi Tempat sampah atau TPS. udara dan kebisingan maka parameter lingkungan yang dipantau adalah jumlah dan kondisi IPAL. SOx dan membandingkan tingkat kebisingan pada saat rona awal dengan tahap operasi rumah sakit.4) Metode Pemantauan. Pemantauan terhadap kualitas udara dan kebisingan dilakukan dengan mengukur kadar NOx. 2) Parameter Yang Dipantau. daftar hadir calon karyawan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Sarana dan prasarana damkar. wawancara dengan calon karyawan dan manajemen rumah sakit. 1) Sasaran Pemantauan. b. sarana dan prasarana pendukung aktivitas rumah sakit. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah manajemen rumah sakit. Laporan jumlah kejadian Kecelakaan kerja dan kebakaran. Pemantauan dilakukan minimal 1 kali pada saat seleksi dilakukan. Ketersediaan sarana dan prasarana K3. pohon peneduh .

5) Waktu dan Durasi Pemantauan. udara dan tingkat kebisingan. Pemantauan dilakukan tiap 6 (enam) bulan selama rumah sakit beroperasi dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang serta instansi terkait.2. 5) Lokasi Pemantauan. kondisi manajemen rumah sakit. jumlah karyawan dan jumlah warga di sekitar lokasi rumah sakit yang resah. PT. tingkat keresahan warga dan tenaga kerja. air dan tingkat kebisingan pada kondisi awal lokasi sebelum ada kegiatan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk Rumah Sakit pada tahap operasi. Sasaran pemantauan adalah kondisi karyawan dan manajemen rumah sakit yang akan berhenti beroperasi. survey. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. Parameter yang harus dilihat adalah apakah rumah sakit telah berhenti beroperasi secara permanen dan penyebab pengalihan usaha. 3) Tolok Ukur Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. 2) Parameter yang Dipantau. pengujian laboratorium pada kualitas air. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 101 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Observasi. 4) Lokasi Pemantauan. wawancara.3) Tolok Ukur Pemantauan. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Tolok ukurnya adalah jumlah karyawan yang masih aktif. 4) Metode Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan.4 Tahap pasca Operasi a. 5. Kualitas udara.

3) Tolok Ukur Pemantauan.Pemantauan dilakukan sekali selama proses pengalihan usaha. wawancara dengan pemrakarsa. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. bangkitan lalu lintas dan jumlah tenaga kerja lokal yang diserap. b. Bahan yang di daur ulang. pengujian laboratorium. 1) Sasaran Pemantauan. tenaga kerja. Parameter pemantauan adalah prosedur pembongkaran dan peralatan yang digunakan. 2) Parameter Yang Dipantau. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Sasaran pemantauan adalah bangunan. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. kebisingan. manajemen rumah sakit dan pemilik c. sosialisasi dan waktu pembongkaran serta teknis penanganan pengangkutan material. survey. 1) Sasaran Pemantauan. 2) Parameter Yang Dipantau. Pemantauan dilakukan sekali saat proses pembongkaran bangunan Rumah Sakit. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 102 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 4) Metode Pemantauan. debu. PT. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran bangunan Rumah Sakit. lurah dan masyarakat sekitar. penempatan sisa bahan bangunan. 5) Lokasi Pemantauan. Observasi. Sasaran pemantauan adalah karyawan dan manajemen rumah sakit. kualitas udara dan kebisingan serta keresahan warga.

Aturan ketenagakerjaan. Pemantauan dilakukan sekali saat proses PHK. tingkat keresahan tenaga kerja. jumlah yang di-PHK. survey. Observasi. kontrak penyewaan. serta alasan PHK. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. wawancara dengan karyawan dan pemrakarsa. 5) Lokasi Pemantauan. PT. besar pesangon atau kompensasi yang diterima. 4) Metode Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. kontrak kerja. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 103 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3) Tolok Ukur Pemantauan.Parameter pemantauan adalah prosedur PHK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful