BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia kita mengenal adanya bangunan komersial sebagai sarana untuk melakukan berbagai kegiatan. Gedung sebagai salah satu bangunan komersial berfungsi sebagai tempat bekerja dan tempat hunian. Di dalam bangunan gedung kita dapat melakukan berbagai kegiatan seperti kegiatan usaha, kegiatan sosial dan budaya, keagamaan, jasa kesehatan atau kegiatan khusus lainnya. Ciri utama bangunan komersial biasanya mempunyai gaya arsitektur modern dan berada dalam kota serta mempunyai lokasi yang strategis. Sebagai tolok ukur dalam menampilkan percepatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang harus dapat menyediakan berbagai fasilitas pendukung utilitas kota seperti bangunan komersial rumah sakit yang dapat memaksimalkan fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan, bisnis, pariwisata, dan sektor ekonomi lainnya. Sejalan dengan trend dan tuntutan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, pembangunan Rumah Sakit Siloam dilaksanakan dengan memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh yang didahului dengan pengkajian lingkungan yang dilaksanakan lewat penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

1.2 Dasar Hukum Peraturan perundang-undangan yang menjadi rujukan dan dasar hukum dalam penyusunan dokumen UKL dan UPL ini, adalah : 1. Undang-undang Nomor 05 Tahun Agraria. 2. Undang-undang Nomor 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3. Undang-undang Nomor 03 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

1

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. 5. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 6. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. 7. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. 8. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 9. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 10. Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan. 11. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 2002 tentang Baku Tingkat Kebisingan. 12. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 50 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. 13. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 02/KPTS/1985 tentang Ketentuan pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Gedung. 14. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Gedung dan Lingkungan. 15. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 16. Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 02 Tahun 1999 tentang Ijin Lokasi. 17. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 147/MENKES/PER/I/2010 tentang Perijinan Rumah Sakit. 18. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

2

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

20. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. 21. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 22. Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 61 Tahun 2002 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2003. 23. Keputusan Bapedal Nomor 03 tahun 1995 tentang kualitas incinerator dan emisi yang dikeluarkannya. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 26. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 27. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air. 28. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999 tentang Pengolahan Bahan Limbah Berbahaya dan Beracun. 29. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Kota Kupang. 30. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kupang tahun 2011 – 2030. 31. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Kupang Tahun 2011 – 2030.

1.3 Tujuan dan Kegunaan 1.3.1 Tujuan Tujuan dari penyusunan dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang, adalah :

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

3

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

c) Sebagai instrument pengikat dan acuan bagi pemrakarsa dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. 3) Menguraikan komponen rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan menimbulkan dampak terhadap lingkugan hidup akibat pembangunan dan pengoperasian rumah sakit. adalah : 1) Bagi Pemerintah a) Sebagai bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan.2 Kegunaan Kegunaan dari dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 2) Menguraikan kegiatan yang akan dilakukan rumah sakit. pengawasan dan pengendalian pembangunan. 1.3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 4 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . pelaksanaan. pengembangan. 4) Menguraikan tindakan pihak rumah sakit dalam program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. d) Sebagai bahan pertimbangan dalam permohonan rekomendasi kelayakan lingkungan hidup terhadap pembangunan dan pengoperasian rumah sakit. 2) Bagi Pemrakarsa a) Membantu pemrakarsa dalam pengambilan keputusan sehubungan dengan perencanaan dan pengelolaan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan Rumah Sakit Siloam. yang setara dengan rumah sakit di luar negeri seperti di Singapura serta fasilitas Dokter Ahli yang PT. b) Sebagai bahan acuan dalam upaya pemberdayaan masyarakat sebagai akibat dari kegiatan pengoperasian rumah sakit dan fasilitas penunjangnya. 3) Bagi Masyarakat. b) Sebagai pedoman bagi Pemerintah Kota Kupang dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan pemantauan lingkungan hidup. a) Kemudahan memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai.1) Menyajikan informasi lingkungan sebelum adanya kegiatan rumah sakit.

rawat jalan maupun pelayanan lainnya dengan harga yang bersaing dan terjangkau oleh masyarakat.memadai baik dalam jumlah maupun kualitas pelayanan bagi pasien rawat inap. d) Saling kontrol dari masyarakat terhadap kegiatan rumah sakit yang bersifat negatif. b) Terbukanya kesempatan kerja seperti penyediaan bahan pangan dan sayuran serta buah-buahan dari warga sekitar rumah sakit serta penyediaan berbagai jasa pendukung aktivitas lainnya oleh warga di sekitar rumah sakit. c) Terjalin pola kemitraan dengan usaha lain. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 5 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT.

Veteran RT: 017 RW: 005. Kecamatan Oebobo. Pekerjaan Tanah 3. Kota Kupang. Kelurahan Fatululi. Lokasi dan/atau Kegiatan 3. Nama Rencana Usaha dan/atau : Pembangunan Kegiatan Kupang. Rumah Sakit Siloam Kota Rencana 2. : Rencana kegiatan terletak pada kawasan dengan peruntukan sesuai penataan ruang adalah kawasan jasa dan perdagangan. Kelurahan Fatululi. Veteran RT: 017 RW: 005. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 6 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kota Kupang.1 Kegiatan Konstruksi Kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang secara garis besar dikelompokan menjadi 7 (tujuh) jenis kegiatan utama : 1. Skala Usaha dan/atau Kegiatan : Rumah Sakit tipe A. NUSA BAHANA NIAGA : Ir. Kecamatan Oebobo. 2. Pekerjaan Struktur PT.2 Rencana Usaha dan/atau Kegiatan 1.2. Dominikus Go 3 : Jl.1 Identitas Pemrakarsa 1 2 Nama Badan Usaha Nama Penanggungjawab Rencana Usaha dan atau Kegiatan Alamat Kantor : PT. Telp : - 2. Pekerjaan Persiapan 2. 4. Informasi Kegiatan Usaha : Jl.BAB II IDENTITAS PEMRAKARSA DAN DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN 2.

1 1 2 3 4 C.00 2.20 422.76 273. Pekerjaan Landscape Secara jelas deskripsi kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang nantinya dapat dilihat pada tabel 1.00 60. Pekerjaan Arsitektural 5.42 883. Tabel 1. Pekerjaan Pelengkap 6.59 1.79 18.502.88 874. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 7 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .11 839.372.750.2 1 2 3 4 5 6 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat 239.00 37.4.00 1.00 m m m m m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan Unit m m m 2 2 1. Pekerjaan Mekanical dan Electrical 7.25 1.00 300.00 9. Data Teknis Kegiatan Fisik Rumah Sakit Siloam Kota Kupang No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 C C.53 609.77 420.00 1.00 256.00 540.29 m 2 Unit Unit m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit PT.

339.46 888.D D.57 1.00 323.00 8.00 1 8.417.00 42. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F.93 1.00 Unit Unit Unit PT.688.1.00 720.00 9.00 1.520. 1 D.2.59 19.00 1.00 1.1.625. 1 2 D.98 200.00 m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit m m m m m m 2 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1.00 510.4.014.00 11.3.00 350. 1 2 3 4 5 6 7 8 D.60 6.75 2.31 32.25 462.42 12. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 8 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1 2 3 Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan Jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading.00 560.75 14.187.00 56. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan 12.00 1.93 411.00 1.370.006.00 4.

00 1.00 Unit Unit Unit 2. Instalasi Rawat Darurat b. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mecanical dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 1.00 1.00 1.00 1.00 1.2.00 1. Instalasi Bersalin e. Instalasi Bedah Sentral i. Instalasi Rawat Jalan c. Instalasi Rehab Medic PT.00 1.4 5 6 7 8 9 F. Fasilitas Pokok. terdiri dari : a. Instalasi Laboratorium g.2 Fasilitas Pelayanan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang direncanakan dilengkapi dengan berbagai fasilitas.00 1. Instalasi Intensif Care Unit h. Instalasi Pemulasaran Jenasah j. seperti: 1.00 1.2.00 1. Instalasi Rawat Inap d. Instalasi Radiologi f. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 9 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 1.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1.00 1.00 1.

terdiri dari : a. Cafetaria c. Instalasi Air Bersih dan Air Limbah d. Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah c. Ramp Pasien 4. Fasilitas Penunjang. Pelayanan ATM d. Taman Selain itu rumah sakit ini dilengkapi dengan layanan umum. Instalasi Pemeliharaan Sarana (mesin-mesin. peralatan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 10 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . AC. layanan Medical Chek Up.2. Sarana Perparkiran b. antara lain layanan Mobil Ambulance. terdiri dari : a. maka Rumah Sakit PT. Security Service g. Dalam usaha mendukung kegiatan utama. layanan KB Rumah Sakit dan layanan MOW (Medical Operatif Wanita). Fasilitas Umum. Instalasi Farmasi b. Instalasi Sterilisasi d. dan lain-lain) b. Lift service h. e. terdiri dari : a. Instalasi Listrik. Instalasi Gizi c. layanan Visum and Repertum. Tangga Darurat i. dan lain-lain. Instalasi Pemadam Kebakaran f. yaitu pelayanan jasa kesehatan dan penyediaan jasa yang berhubungan dengan kesehatan pasien. Telepon / Fax. Instalasi Hemodialisis 3. Fasilitas Pendukung. Internet.

Siloam Kota Kupang memiliki kapasitas 233 tempat tidur serta berbagai fasilitas pendukung seperti terlihat pada tabel 2.
Tabel 2. Sarana dan Prasarana Pendukung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang
No. 1 Fasilitas Rumah Sakit Siloam IGD, Ruang Bersalin, Ruang Operasi, Ruang Sterilisasi, Hemodialisis, Klinik Rawat Jalan, Medical Record, ICU, Rehab Medic, Laboratorium, Farmasi / Apotek, Ruang Dokter, Pusat ATM, Gudang, Dapur Umum, Ruang Pemulasaran Jenasah, IPAL, Incenerator, Rumah Pompa, Rumah Genset, Pos Satpam, Parkiran Kendaraan. Kantor, Cafetaria, Klinik, Ruang Sterilisasi, ICU, Radiologi, Ruang Dokter, Ruang Perawat, Ruang Rawat Inap, Ruang Cuci dan strika. Gudang, Pantry, Ruang Perawat, Ruang Dokter, Ruang Isolasi, Ruang Rawat Inap. Ruang Mesin Lift, Ruang ME, Ruang Kompresor AC, Ruang Tandon Air. Keterangan

Lantai Satu

2

Lantai Dua Lantai Tiga Atap

3 4

Tabel 3. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas utama
Jenis Pelayanan Instalasi Rawat Darurat Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap (jumlah tempat tidur) Instalasi Bersalin Instalasi Radiologi (USG, MRI, Rontgen, Foto, CT Scan) Instalasi Laboratorium Instalasi Intensif Care Unit Instalasi Bedah Sentral Instalasi Pemulasaran Jenasah Instalasi Rehab Medic Jumlah Ruang 1 15 233 1 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 20 30 233 15 10 10 12 1 5 20

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

11

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Tabel 4. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas pendukung
Jenis Pelayanan Instalasi Farmasi Instalasi Gizi Instalasi Sterilisasi Instalasi Hemodialisis Aula kecil/Meeting Room Restaurant/Cafeteria Jumlah Ruang 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 5 10 10 5 30 50

Tabel 5. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas penunjang
Jenis Pelayanan Instalasi Pemeliharaan Sarana : a. Genset b. Pompa Air c. Bak Penampung Air Bersih d. Tandon Air Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah : a. IPAL b. Incenerator Instalasi Listrik, Telepon / Fax, AC, Internet, dll : a. Listrik b. Telepon / Fax c. AC d. Internet Instalasi Pemadam Kebakaran Security Service Lift service : a. Lift Pasien b. Lift Umum c. Lift Barang Tangga Darurat Ramp Pasien Jumlah Ruang / Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 4 3 1 2 1 Kapasitas 1400 KVA 1 liter / detik 125 m3 46 m3 100 m3 / hari 80 kg / jam 1500 KVA 5 line 2.152.000 BTU /Jam wifi 532 sprinkle Hydrant umum 20 orang 1 bed 10 person 400 kg -

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

12

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

2.3 Garis Besar Usaha yang Menimbulkan Dampak Secara garis besar komponen pembangunan rumah sakit siloam yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dapat dibagi menjadi 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu : tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi dan tahap pasca operasi. a. Tahap Pra Konstruksi Pada tahap pra konstruksi kegiatan yang dilakukan yaitu survey, pengukuran lokasi, sosialisasi kepada masyarakat Kota Kupang khususnya masyarakat di Kelurahan Fatululi. Kegiatan ini diperkirakan akan menimbulkan dampak berupa keresahan pada masyarakat. b. Tahap Konstruksi 1) Perekrutan tenaga kerja Kebutuhan tenaga kerja menurut jenis dan posisi untuk proyek ini disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Posisi Manajer proyek Site Manajer Keuangan Tenaga Administrasi logistik Sopir Pelaksana Mandor Kepala Tukang Tukang Tenaga Buruh Security Jumlah Total Jumlah (Orang) 1 1 2 2 10 5 20 5 10 30 100 10 196 Spesifikasi S-1 S-1 S-1 D-3 SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SD, SMP, STM SMA orang

Kegiatan penerimaan tenaga kerja untuk konstruksi berpotensi menimbulkan dampak negatif berupa keresahan masyarakat, jika perekrutan tenaga kerja tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

13

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

00 540.502. Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa kesempatan usaha.372.29 m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan 1. kebisingan.2) Base camp Pembagunan base camp berfungsi sebagai kantor pelaksana.750.00 Unit m m m 2 2 m 2 Unit Unit PT. Kegiatan ini dapat menimbulkan dampak berupa debu. dan gangguan terhadap lalu lintas.25 1. disamping itu dilengkapi dengan sarana MCK. kebisingan. bengkel perawatan dan perbaikan alat berat serta gudang penyimpanan material. 3) Penyiapan Lahan Kegiatan penyiapan lahan meliputi kegiatan pembersihan dan pengupasan lahan.00 60. hilangnya sejumlah vegetasi dan fauna lokal. Tabel 7. 4) Pekerjaan Konstruksi Uraian pekerjaan konstruksi disajikan secara lengkap dalam tabel 7.00 1. Uraian pekerjaan konstruksi No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir 37. pagar keliling lokasi pembangunan.79 18. penginapan pekerja. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi.00 1.00 9. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 14 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 300. P3K. lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik dengan masyarakat setempat.53 609.

2 1 2 D.339.42 883.006.60 6.00 m m m m m PT.00 9.4.688.59 19.77 420. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 15 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .25 462.520.1 1 D.20 422. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai Dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD 1.00 1 m m m m m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit 2 2 2 2 2 8. 1 2 3 4 5 6 7 8 D.59 1.00 42.00 12.2 1 2 3 4 5 6 D D.00 350.00 4.93 1.76 273.00 510.370.1 1 2 3 4 C.00 720.00 11.014.00 56.46 888.00 560.625.C C.93 411.417.88 874.11 839.00 256.3.00 2.75 2.98 Unit Unit m 2 239.187.

75 14.00 1.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1. debu.00 1.2.00 Unit Unit Unit Kegiatan tersebut di atas akan menimbulkan dampak berupa kebisingan.00 1. sedimentasi.00 323. peningkatan emisi gas buangan. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1.00 8.00 1.00 1.57 1.00 1.1. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mekanikal dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 200. PT.00 1. peningkatan aliran permukaan.42 12.00 1.00 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 16 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 F.00 1.00 1.00 1.00 1.00 m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1.00 1.4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F.31 32.00 1.

Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi. Dampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja baru. Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Perekrutan tenaga kerja operasi Tenaga kerja yang mendukung kegiatan operasional rumah sakit diperkirakan 200 karyawan baik medis maupun non medis. 5) Tahap Operasi Rumah Sakit a. kebisingan. lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat setempat. dengan rincian sebagai berikut : 1) Direktur Utama 2) Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Administrasi 3) Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan 4) Wakil Direktur Bidang Rawat Inap 5) Dokter Ahli/Spesialis 6) Dokter Umum 7) Front Office 8) Perawat 9) Bidan 10) Tenaga Adminitrasi Rumah Sakit 11) Pantry dan Restaurant 12) Laundry + Engineering 13) Satpam : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 9 orang : 11 orang : 20 orang : 46 orang : 15 orang : 50 orang : 10 orang : 15 orang : 20 orang Kegiatan perekrutan ini dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap masyarakat lokal. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 17 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Dampak negatif yang mungkin terjadi bahwa kesempatan kerja yang ditawarkan dengan spesifikasi tertentu beresiko PT.

Fasilitas menyelenggarakan kegiatan persalinan. pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masingmasing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. Fasilitas untuk merawat pasien yang dalam keadaan sakit berat sesudah operasi berat atau bukan karena operasi berat yang memerlukan pemantauan secara intensif dan tindakan segera. 6) Instalasi Bedah. b. 5) Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan. juga peningkatan kebisingan. penyelidikan. Pengoperasian rumah sakit. meliputi : 1) Instalasi Rawat Jalan Fasilitas yang digunakan sebagai tempat konsultasi. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. nifas dan gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Fasilitas yang melayani pasien yang berada dalam keadaan gawat dan terancam nyawanya yang membutuhkan pertolongan secepatnya. 2) Instalasi Gawat Darurat. perinatal. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 18 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Fasilitas yang digunakan merawat pasien yang harus di rawat lebih dari 24 jam (pasien menginap di rumah sakit). Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis.terhadap tenaga kerja lokal yang tidak tersedia sesuai kebutuhan berupa keresahan. 3) Instalasi Rawat Inap. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 4) Instalasi Perawatan Intensif (Intensive Care Unit = ICU). kecemburuan dan bisa menimbulkan konflik sosial. PT.

Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. non medis dan limbah radioaktif. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 7) Instalasi Farmasi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 19 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 8) Instalasi Radiodiagnostik dan Radioterapi. Fasilitas untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien dengan menggunakan energi radioaktif seperti sinar gamma. Fasilitas untuk mensterilkan instrumen. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. linen. maka desain ruangan untuk instalasi tersebut dirancang secara khusus sesuai dengan standar yang berlaku sebagaimana yang ada dalam gambar rencana. Kegiatan ini menimbulkan dampak berupa peningkatan sampah medis. 10) Instalasi Sterilisasi Pusat (CSSD/ Central Supply Sterilization Departement) Instalasi Sterilisasi Pusat (Central Sterile Supply Department = CSSD). foton. Fasilitas untuk penyediaan dan membuat obat racikan. berkas elektron. proton dan neutron dalam proses diagnosis dan pengobatan penyakit. yang membutuhkan kondisi steril dan kondisi khusus lainnya. penyediaan obat paten serta memberikan informasi dan konsultasi perihal obat. PT. 9) Unit Hemodialisa Fasilitas ini digunakan sebagai tempat pasien melakukan cuci darah. bahan perbekalan.Suatu unit khusus di rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan pembedahan/operasi secara elektif maupun akurat. Karena alasan adanya radiasi bahan radioaktif.

12) Instalasi Rehabilitasi Medik. Fasilitas melakukan proses penanganan makanan dan minuman meliputi kegiatan pengadaan bahan mentah. 15) Instalasi Gizi/Dapur. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah medis maupun non medis. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 20 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . riwayat penyakit. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah non medis. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan PT. dan sebagainya).11) Instalasi Laboratorium. dan penyajian makanan-minuman. Fasilitas untuk meletakkan/menyimpan sementara jenazah sebelum diambil oleh keluarganya. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. penyimpanan. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. kimia. hasil pemeriksaan dan pengobatan pasien yang diterapkan secara terpusat/sentral. memandikan jenazah. higiene. pengolahan. 13) Bagian Administrasi dan Manajemen Suatu unit dalam rumah sakit yang merupakan tempat melaksanakan kegiatan administrasi pengelolaan/manajemen rumah sakit serta tempat melaksanakan kegiatan merekam dan menyimpan berkas-berkas jati diri. Fasilitas pelayanan untuk memberikan tingkat pengembalian fungsi tubuh dan mental pasien setinggi mungkin sesudah kehilangan / berkurangnya fungsi tersebut. 14) Instalasi Pemulasaran Jenazah dan Forensik. Fasilitas kerja khususnya untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan ilmiah (misalnya fisika. pemulasaraan dan pelayanan forensik. gas buangan dan kebauan.

700.00 92.00 13.434.600.000. 17) Bengkel Mekanikal dan Elektrikal (Workshop) Fasilitas untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan ringan terhadap komponen-komponen sarana. Tabel 8. 2. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah non medis padat dan cair serta kebisingan. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. karyawan dan pengunjung 30 ltr/org/hr.718.00 3.00 13. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 21 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 6. 4. prasarana dan peralatan medik. Fasilitas untuk melakukan pencucian linen rumah sakit.00 6.868. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih untuk Rumah Sakit No.680. gas buangan dan kebauan.00 68. 18) Instalasi Air Bersih Angka kebutuhan air bersih Rumah Sakit Siloam diprediksi berdasarkan standar kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan sesuai ketentuan DirJen Cipta Karya (200 ltr/org/hr untuk pasien rumah sakit).00 2. 16) Instalasi Cuci (Laundry).00 200 30 30 30 Jumlah Kebutuhan air untuk perawatan gedung = 20% Cadangan air untuk pemadam kebakaran = 5% Cadangan Persediaan Air Bersih = 10% Total Kebutuhan Air Bersih PT. Perhitungan kebutuhan air bersih untuk Rumah Sakit Siloam dapat dilihat pada tabel 8. 3. 1. limbah padat dan cair.980.sampah medis maupun non medis. Jenis Layanan Pasien Rawat Inap Tenaga Kerja Rumah Sakit Non Rawat Inap (lain-lain) Pengunjung (Non Pasien) Orang 233 200 90 466 Fasilitas / Peralatan Pemakaian Air (ltr/hr) Jumlah Kebubutuhan Air (ltr/hr) 46. dan rata-rata tingkat hunian rumah sakit dalam wilayah Kota Kupang tahun 2012.736.

sehingga debit (Q) air limbah atau limbah cair yang dihasilkan dalam satu hari = 74.8575 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan non medis).72 m3/hr.00 liter/hari atau 92. Sesuai dengan kebutuhan akan air bersih di atas.5 ltr/org/hr untuk limbah non medis.00 m3/hr atau 74.72 m3/hari atau 3. Kegiatan ini menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. Untuk mengelola air limbah cair tersebut diperlukan unit pengelolaan limbah cair dengan kapasitas sebesar 100 m3/hr. 20) Instalasi Pengelolaan Limbah Padat Menurut SNI 3242 tahun 2008 tentang limbah padat/sampah untuk pemukiman kota menunjukan bahwa rata-rata limbah padat per hari sebesar 5 ltr/org/hr atau sebesar 2.095 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan medis). Dengan demikian jumlah sampah medis yang dihasilkan sebesar =356 x 3 ltr/org/hr = 1.5 kg /hari. Sedangkan untuk sampah non medis sebesar 343 x 2.5 ltr/hr atau = 0.1 m3/jam. Dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemanfaatan air bersih berupa limbah cair.095 ltr/hr atau = 1. dengan teknologi sistem biofilter aerob dan anaerob. untuk limbah padat rumah sakit diperkirakan 3 ltr/org/hr untuk sampah medis dan 2. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 22 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Dari tabel diatas diperoleh total kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian Rumah Sakit Siloam sebesar 92. 863 m3/jam.176.5 ltr/org/hr = 857. maka akan terbuang sebagai air limbah. juga dapat dipakai sebagai cadangan untuk pemadam kebakaran.2 m3/hr atau 3. Berdasarkan standar tersebut.718. akan dibangun reservoar bawah yang mampu menampung air sebesar 125 m3 dan reservoar atas dengan daya tampung sebesar 20 m3. PT. Sedangkan limbah cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman taman dan kolam. seperti dalam gambar rencana. 19) Instalasi Pengelolaan Air Limbah Dari jumlah pemanfaatan air bersih di atas diperkirakan 80% dari 92.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 23 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . polusi. 23) Pemadam Kebakaran Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Untuk menjaga kesinambungan operasi rumah sakit saat terjadi pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN Persero Cabang Kupang maka disediakan 1 unit Genset Silent Type (sound proof) dengan daya terpasang 1400 KVA. maka disediakan sarana pemadam kebakaran berupa tabung gas untuk ruangan. 21) Tahap Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Pemeliharaan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperpanjang usia layanan. Dampak yang timbul dari kegiatan ini adanya kebutuhan tambahan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan terhindar bahaya kebakaran pada gedung rumah sakit. 6) Tahap Pasca Operasi Potensi dampak lingkungan terkait pengalihan fungsi lahan dan pemutusan hubungan kerja. polusi udara. Sedangkan limbah padat non medis pengelolaannya bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang. limbah cair dan limbah padat. Dampak yang timbul dari instalasi dan operasinya berupa kebisingan. dan lain-lain. kebisingan.Untuk mengelola limbah padat medis tersebut di atas telah disiapkan 1 unit incenerator medis tipe Maxpell dengan kapasitas 80 kg sampah / jam. non medis. kebauan. meliputi pemeliharaan unit medis. Dampak dari kegiatan pengelolaan limbah padat medis maupun non medis berupa kebauan. Kegiatan ini menimbulkan dampak polusi udara. gas buangan dari hasil pembakaran. 2 (dua) unit hydrant di luar ruangan serta dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dalam gedung. Rumah Sakit Siloam membutuhkan suplay arus listrik dari PT PLN sebesar 1400 KVA. sanitasi dan fasilitas penunjang. PT. ceceran oli. 22) Power Suply Agar dapat beroperasi secara maksimal.

berbatasan dengan kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupang. Sebelah Timur. Sebelah Barat.1. Batas wilayah administrasi Kota Kupang dapat dilihat pada gambar 1.1 Aspek Fisik 3.1 Letak. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 24 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .027 Ha.16” S 100 09’ 32. Batas-Batas Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Titik I II III IV Koordinat ( 0 ) X 100 09’ 36. berbatasan dengan teluk Kupang.83” E 1230 36’ 41. Kabupaten Kupang. Batas wilayah Kota Kupang diapit oleh wilayah Kabupaten Kupang dan Laut Teluk Kupang yaitu pada Sebelah Utara.94” S 100 09’ 36. PT.05” E 1230 36’ 39.21” S Y 1230 36’ 40.BAB III KONDISI UMUM RONA LINGKUNGAN AWAL 3. berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat.98” E 1230 36’ 42.32” S 100 09’ 33. Kabupaten Kupang.27 Km2 atau 18.27” E Keterangan Selatan Lokasi Selatan Lokasi Utara Lokasi Utara Lokasi Secara geografis Kota Kupang memiliki luas wilayah sebesar 180. berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat. Luas dan Batas Wilayah Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam berlokasi di Kelurahan Fatululi RT: 17 RW: 05 Kecamatan Oebobo Kota Kupang dengan batas-batas lokasi usaha dengan koordinat sebagai berikut : Tabel 9. Sebelah Selatan.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 25 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

terletak pada dataran pantai pulau Timor dengan topografi bergelombang dari arah timur ke barat dengan memiliki kemiringan ±10 % dan memiliki ketinggian tertinggi berkisar antara 150-300 m dan daerah terendah berkisar antara 0-50 m dari permukaan laut.Gambar 1.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 26 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2 Topografi Kondisi Kota Kupang secara geografis dapat dijelaskan. PT. Peta Wilayah Administrasi Kota Kupang 3.

seperti di daerah Tenau mempunyai ketinggian wilayah kira-kira 75 m dpl. Teras-teras tersebut lebarnya antara 30-100 m dengan tinggi teras antara 2.72. 1996). Sementara itu Praptisih (1996). terdapat singkapan napal dan batu lempung (batuan yang berumur lebih tua). punggungan batu gamping mirip morfologi plato.Gambar 2. dan di samping itu dibatasi oleh tebing yang agak terjal hingga terjal. Perbukitan di dekat pelabuhan Tenau.8 . Di antara punggungan tersebut dibatasi oleh lembah sungai yang landai-agak terjal. yang memanjang dengan arah utara-selatan.3 Struktur Geologi Kota Kupang Hampir seluruh Kota Kupang berada di atas bentang alam kars yang berpuncak hampir datar. PT.5 m. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 27 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . seperti daerah antara Tenau dan Bolok. Proses pembentukan teras adalah indikasi dari pengangkatan maupun pengaruh sesar (baratlaut-tenggara) yang ada di daerah Tenau yang erat kaitannya dengan dinamika tektonik. mengemukakan bahwa batu gamping terumbu koral di daerah Kota Kupang membentuk morfologi perbukitan memanjang (hampir utara-selatan). diperkirakan karena daerah tersebut dilalui oleh sesar mendatar berarah utaraselatan.1. punggungan tersebut mempunyai perbedaan ketinggian (elevasi) yang cukup besar dengan dataran pantai di sebelah utaranya. Peta Topografi Lokasi Rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3. Pada bagian lereng dan lembah punggungan batu gamping di daerah ManulaiBatuplat dan Kolhua. Di sebelah barat Kota Kupang. morfologinya merupakan satu seri teras yang terdiri dari tujuh teras dan satu teras modern yang mempunyai umur Plistosen Akhir (Praptisih.

tufa yang berselingan dengan batugamping pasiran. Naikolan dan Sikumana (Kecamatan Oebobo dan Maulafa). Tufa berselingan dengan batu gamping berwarna putih . sehingga merupakan cekungan dari dolina/kompleks dolina atau telaga.tenggara. yang arahnya hampir barat-timur. dari Kota Kupang ke arah selatan melalui Manulai. berbutir halus. breksi dan lanau. batu gamping telah mengalami pelapukan cukup lanjut. ciri khas endapan danau. terdapat jalur sesar mendatar (sinistral) yang berarah hampir utara-selatan. 3. Berdasarkan pengamatan terhadap sebaran jalur sesar. diperkirakan merupakan daerah depresi akibat dari pengaruh sesar mendatar (dextral). mencakup daerah Bakunase. Dari kenampakan di lapangan. Di bagian barat daerah cekungan.5. semakin ke arah timur. baratlaut. arahnya timurlaut-baratdaya. Kondisi Geoteknik dan Mekanika Tanah. wilayah Kecamatan Kelapa Lima. Jalur sesar tersebut membentuk pematang bukit dan diperkirakan merupakan batas dari cekungan tersebut menyebabkan tersingkapnya napal dan batu lempung ke permukaan. sehingga tertutup oleh tanah pelapukan (terarosa) yang tebal. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 28 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dan di banyak tempat pada lembah terdapat bahan rombakan maupun sisa erosi. hampir utara-selatan.1. 3. Di daerah tersebut dijumpai endapan lempung hitam. menyudut sampai menyudut tanggungm serta Napal berwarna kecoklatan. berbutir halus. dari sebelah utara Kota Kupang meluas ke arah timur hingga aliran sungai Matahitu dan Tilong.1. dan di bagian timur terdapat sesar yang arahnya baratlaut-tenggara. keras. padat. Akibatnya lebuh jauh adalah daerah tersebut mudah terjadi erosi dan gerakan tanah yang intensif.Pedataran aluvium (pantai dan sungai). PT.4 Kondisi Geoteknik Lokasi Rencana Pembangunan Penyebaran batuan di daerah telitian (coverage area rencana Rumah Sakit Siloam) merupakan endapan batuan sediment berapa berupa batu gamping dengan sisipan napal. berturut-turut dari barat ke timur. yang mengindikasi suatu bentuk cekungan. Jalur-jalur sesar tersebut hampir melingkar dan menggambarkan bentuk konsentrik.

00 m. dengan campuran lanau kelempungan abuabu pekat mengandung fargmengamping coral. Hasil Penyelidikan Tanah a. serta bahan sisa pelapukan tumbuhtumbuhan (organic soft soil).1. lampiran hasil Soil investigation Report. dan sejumlah mineral lempung dalam tanah permukaan di lokasi tidak akan berpengaruh terhadap karakteristik teknis tanah terhadap perubahan cuaca. Lapisan pertama terdiri dari top soil.6. yakni berkisar antara 17. Konsistensi dari adanya unsur organic soft soil. Penampang stratigrafi hasil penyelidikan tanah dengan menggunakan core drill di sejumlah titik dalam kawasan rencana diketahui relativ seragam sampai pada kedalaman 10. Disamping itu dilakukan juga pengambilan beberapa contoh tanah untuk diuji di laboratorium Tanah Politeknik Undana Kupang. pengujian penetrasistatis pada beberapa titik di lokasi rencana. dengan nilai N-SPT berkisar antara 50 – 58. Hasil Penyelidikan Laboratorium Dari hasil penyelidikan laboratorium terhadap sejumlah sampel yang di ambil dari lokasi rencana diketahui secara teknis kondisi tanah/batuan di lokasi rencana sangat kompak dan mampu mendukung mendukung beban konstruksi multi storeys. b. Bor Log.Untuk mengetahui kondisi geoteknik lapisan tanah (sub soil) di lokasi rencana dilakukan dengan pengeboran inti (core drill). 3.00 m.00 seperti pada PT.80 m. Lapisan kedua terdiri dari batu gamping berwarna putih kompak dengan ketebalan bervariasi antara 10. ketebalan lapisan ini bervariasi antara 0. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah. hal ini terlihat dari nilai daya dukung tanah yang di peroleh. diketahui lapisan tanah di lokasi rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian lapisan yang secara fisik nampak adanya perbedaan.00 – 20.0 m sampai 0. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 29 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pada umumnya lapisan ini terbentuk pada jaman plitosenakhir sehingga terkonsolidasi sangat baik.

1979). Wilayah ini akan semakin tidak stabil. sesar normal. Indikasinya adalah batuan yang terlipat. Report. Jalur sesar tersebut memanjang dari wilayah sebelah timur (di luar Kota Kupang) hingga Tanjung Oesapa dan daerah pantai Kota Kupang.7. terlebih lagi apabila sesar mendatar (dextral) tersebut merupakan sesar aktif yang memungkinkan terakumulasinya pusat gempa. seperti pada lampiran hasil Soil investigation 3. dan sesar naik. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 30 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . teridentifikasi adanya retakan di permukaan akibat dari pengangkatan dan penurunan tegak di wilayah tersebut (Rosidi. Maka pertimbangan konstruksi tahan gempa untuk pekerjaan ini sangat berkaitan dengan aktivitas gempa bumi yang harus dipertimbangkan secara serius. Diduga keberadaan punggungan yang berpuncak hampir datar tersebut merupakan sumbu lipatan maupun jalur sesar.1. PT. Seperti halnya kejadian gempa bumi tahun 1976 dan 1978. sesar mendatar. Kegempaan di Kota Kupang Keberadaan struktur geologi Kota Kupang tidak dapat dipisahkan dengan proses tektonik yang sedang berlangsung. dan Tjokrosapoetro.kg/cm2 sampai 25. (Rosidi. dan Tjokrosapoetro. 1979).00 kg/cm2.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 31 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Posisi titik-titik penyelidikan tanah di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang PT.Gambar 3.

Gambar 4. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 32 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Grafik Stratigrafi hasil Core drill (deep boring) Geoteknik di Lokasi Rumah Sakit Siloam PT.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 33 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Tabel 10. 2012) PT. Summary test result soil properties Tanah dari lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang (Lab Politeknik Undana.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 34 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

Struktur Geologi Lingkungan Kota Kupang dalam satuan batuan 3. penyambung dan perlengkapan lainnya. Berdasarkan nama hydrant.Gambar 5. hydrant halaman dan hydrant kota. Jenis-Jenis sistem keamanan gedung yang digunakan untuk menanggulangi terjadinya kebakaran pada bangunan gedung Rumah Sakit Siloam sebagai berikut : 1. Hydrant halaman adalah hydrant yang perletakannya di halaman suatu lokasi gedung.1. Dan hydrant perkotaan adalah hydrant yang hampir sama dengan hydrant halaman namun hydrant kota memiliki dua sampai tiga selang kebakaran. Unit Tabung Pemadam Kebakaran Unit tabung pemadam kebakaran adalah unit pemadam kebakaran yang terbuat dari tabung kecil yang terisi dengan gas dan digunakan untuk kebakarankebakaran kecil yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Sistem keamanan kebakaran pada gedung adalah suatu cara yang digunakan untuk dapat mencegah dan menanggulangi masalah kritis bila terjadi kebakaran pada gedung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Komponen hydrant kebakaran terdiri dari sumber air.8. Tabung pemadam kebakaran di letakkan pada tempat yang mudah terlihat dan mudah dicapai. pompa-pompa kebakaran. Hydrant dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis. Sistem Keamanan Kebakaran Pada Gedung Rumah Sakit Siloam Kupang. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 35 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dimana pada hydrant terdapat selang hydrant yang panjangnya 30 meter dengan tekanan air sejauh 5 meter. Dan juga perletakannya berada di titik-titik tertentu perkotaan yang memungkinkan unit pemadam kebakaran suatu kota mengambil cadangan air. selang kebakaran. 2. Fire Hydrant (hidran pemadam kebakaran) Fire hydrant adalah alat pemadam kebakaran. maka hydrant gedung adalah hydrant yang perletakannya di dalam gedung. PT. yaitu hydrant gedung.

Pipa pemancar sudah harus terpasang pada selang kebakaran 2.5 inci (3.5 inci yang bentuk dan ukurnnya sama dengan kopling dari barisan/unit pemadam PT.Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada hydrant dapat pula dinyatakan dengan rumus : a. 4. Pompa kebakaran dan peralatan listrik lainnya harus mempunyai aliran listrik tersendiri dan memiliki sumber daya listrik darurat. dengan panjang maksimum 30 meter. 3.8 cm) harus terbuat dari bahan yang tahan panas. Semua peralatan hydrant harus dicat dengan warna merah. Selang kebakaran dengan diameter minimum 1. b. Adapun pemasangan hydrant kebakaran juga memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Sumber persediaan air untuk hydrant harus di perhitungkan untuk pemakaian selama 30 menit. Hydrant bangunan yang menggunakan pipa tegak (riser) ukuran 6 inci (15 cm) harus dilengkapi dengan kopling outlet dengan diameter 2. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 36 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Jumlah hydrant Hydrant bangunan : 1 unit / 800 m2 Dimana : L bangunan = Luas bangunan dalam satuan m2. Kebutuhan air pada sebuah hydrant bangunan gedung 1 unit hydrant : 400 liter/menit Kebutuhan air = Σ hydrant x 400 liter/menit Untuk hydrant kebakaran. Harus di sediakan kopling penyambung yang sama dengan kopling dari Barisan/Unit pemadam kebakaran. 5. 2. diperlukan persyaratan teknis sesuai ketentuan sebagai berikut : 1.

Perletakan sprinkler biasanya di pasang pada plafon ruangan. Jumlah sprinkler Area 1 head : 25 m2 1 zone : 16 unit b. di pasang juga pada ruangan-ruangan yang isinya mahal. PT. 3. meskipun tidak digunakan terus menerus namun alat ini berfungsi sebagai pemberi tanda agar agar barisan pemadam kebakaran dapat segerah menanggulangi kebakaran yang terjadi. Sprinkler juga merupakan sistem keamanan kebakaran yang digunakan di gedung untuk memberikan peringatan dini pada penghuni atau pengujung gedung tersebut saat terjadi kebakaran. Ada beberapa jenis sprinkler. sprinkler juga bekerja jika ruangan mencapai suhu panas tertentu. diantaranya yang sering digunakan adalah sprinkler tabung dan sprinkler segel. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 37 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dengan thermostat sprinkler akan membuka dan menyemprotkan air. Kebutuhan air 1 zone : 80 liter Kebutuhan air = Σ sprinkler x 80 liter. Sprinkler Spinkler adalah suatu alat semacam nozzle (penyemprot) yang dapat memancarkan air secara pengabutan (Fog) dan bekerja secara otomatis. Hydrant halaman harus di sambungkan dengan pipa induk dengan ukuran diameter minimum 6 inci (15 cm) dan mampu mengalirkan air 1000 liter/menit.kebakaran dan ditempatkan pada tempat yang mudah dicapai oleh petugas pemadam kebakaran. Maksimal jarak antara hydrant adalah 200 meter dan penempatan hydrant harus mudah dicapai oleh mobil pemadam kebakaran. 3. Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada sprinkler dapat dinyatakan dengan rumus : a.

Pengoperasian tanda bahayanya dapat dilakukan secara manual dengan cara memecahkan kaca tombol saklar tanda kebakaran atau bekerja secara otomatis. yang berfungsi untuk mengevakuasi seluruh orang dalam gedung dengan cepat pada saat terjadi kebakaran. 2) Susunan cabang tunggal dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung. 3) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah. dimana tanda bahaya kebakaran dihubungkan dengan sistem detektor (detektor asap atau panas) atau sistem Sprinkler. Tangga kebakaran ini langsung berhubungan PT. Meskipun sistem sprinkler tidak perna aktif dalam jangka waktu yang cukup panjang. namun sistem tersebut harus ada dalam keadan siap sehingga bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran tidak mengalami permasalahan. 4) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung.Pada saat sprinkler bekerja maka. 4. Sistem Deteksi dan Tanda Bahaya Kebakaran Berdasarkan SNI 03-1736-2000 bangunan ini dilengkapi dengan sistem tanda bahaya jika terjadi kebakaran yang panel induknya berada dalam ruang pengendali kebakaran. Tangga Darurat Pada bangunan ini dilengkapi dengan 2 (dua) tangga darurat di sisi kiri-kanan gedung. c. 5. sedangkan sub panelnya dipasang di setiap lantai berdekatan dengan kotak hidran (lihat skema instalasi kebakaran). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 38 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . tekanan air dalam pipa akan menurun dan sensor otomatis akan memberikan tanda bahaya (alarm) dan lokasi yang terbakar akan terlihat pada panel pengembalian kebakaran. Susunan pipa cabang sprinkler 1) Susunan cabang tunggal dengan kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah.

Gambar 6. Skema sistem Hydrant Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3.2 Iklim dan Cuaca PT.dengan udara luar baik dari lantai dasar sampai atap gedung. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 39 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

3 26. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 40 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2 25.3 26.4 Sumber.7 26.9 26. Rata-Rata curah hujan kota Kupang menurut bulan dari tahun 2008 .5 299. Sedangkan bulan April sampai dengan awal Bulan November sebagai musim kering dengan suhu udara relatif panas berkisar antara 29.3 26.4 236. dengan memiliki suhu udara berkisar antara 20.5 26.4 33. yaitu iklim kering yang dipengaruhi oleh angin Monsoon dengan hujan pendek (rata-rata 3 bulan per tahun) sekitar bulan November sampai Maret.4 26.7 27.1 27. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 12.9 26. Tabel 11.3 208.1 0 7.5 26.1 24.7 Temperatur Udara (oC) 2009 2010 27.5 25.7 179 124 10 2 34.Karakteristik iklim pada wilayah Kota Kupang.4 27.3 132.10C sampai dengan 310C.3 27.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 564 1167 230 109 0 0 0 0 0 50 589 1112 2009 554 454 105 3 40 0 2 0 0 0 205 556 Curah Hujan (mm) 2010 598.2 25.2 316.0 27.6 27.6 26.4 104.3 26.6 26.9 26.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September 2008 27.2 2011 509.5 0 0 21. Dan suhu udara rata-rata kota kupang sekitar 26. dari tahun 2008 .7 24.1 262.4 26.10C sampai dengan 340C. Gambaran pola iklim dan curah hujan pada wilayah Kota Kupang seperti terlihat pada table 11.7 28. Rata-rata Temperatur Udara Kota Kupang menurut bulan.2 27.4 26.6 25.6 25.7 26.3 25.9 27.5 380.3 26.6 109.2 2011 26.9 PT.6 50.980C.

Tahun 2008 – 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 47 24 42 69 78 73 78 78 77 74 60 36 Persentase Penyinaran Matahari 2009 2010 51 54 35 73 73 79 95 78 85 71 95 89 92 85 91 92 98 82 98 78 81 86 70 44 2011 29 57 52 53 89 97 89 98 99 90 89 60 Sumber.0 29. Rata-rata Kecepatan dan Arah Angin Kota Kupang Tahun 2008 .2 26. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 14.4 28.3 Sumber.5 28.6 29.3 29.9 28.0 27.7 27. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 13. Persentase Penyinaran Matahari Kota Kupang menurut Bulan.9 28. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 41 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .10 11 12 October Nopember Desember 28.5 29. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 PT.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September October Nopember Desember 4 6 6 4 8 6 10 10 8 8 6 7 2008 Nw Nw Nw E Se Se Se Se Se E Nw Nw Arah dan Kecepatan Angin (knots) 2009 2010 6 Nw 4 Nw 6 Nw 3 Nw 4 Nw 2 Nw 6 Nw 3 Nw 8 Se 5 Se/e 8 Se 8 Se/e 10 Se 9 Se/e 11 Se 8 Se/e 9 Se 7 Se/e 10 Nw 6 Nw 7 Nw 3 Nw 8 Nw 3 Nw 2011 4 4 2 4 3 6 8 6 6 9 5 8 Nw Nw Nw Se Se Se Se Se Se Se Nw Nw Sumber.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 42 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .PT.

PT. Kota Kupang dibagi menjadi 7 (tujuh) Bagian Wilayah Kota (BWK) sebagai berikut: 1 BWK I : Kawasan Kota Lama. Wilayah ini pusatnya berada di kawasan Kelurahan Alak dan merupakan kawasan paling Barat Kota Kupang. 7 BWK VII: Kawasan Pengembangan Kota Baru. 2005). Dominasi kegiatan adalah industri (berat). 6 BWK VI: Kawasan Pengembangan Kota Baru.3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 43 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .3 Rencana Struktur Kota Kupang Berdasarkan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2003-2013. Pusat BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Maulafa dan berfungsi sebagai kawasan pengembangan permukiman. Pusat BWK terletak di Kelurahan Liliba. Pelabuhan dan pergudangan. Bagian wilayah Kota Kupang. Pusat BWK ini berada dalam kawasan Kelurahan Oebufu yang didominasi oleh kegiatan pemerintahan dan direncanakan sebagai Lokasi Pusat Kota yang baru. 4 BWK IV: Kawasan Pengembangan Industri dan Pelabuhan. 5 BWK V: Kawasan Pengembangan Permukiman. BWK ini terletak berdampingan dengan BWK VI dan terletak di Kelurahan Belo dan Kelurahan Fatukoa. BWK ini terletak di kawasan Timur Kota Kupang dan merupakan pintu gerbang Kota Kupang. Pusat BWK ini berada di Kelurahan Oebobo pada persimpangan jalan Herewila dengan jalan Soeprapto. 2 BWK II: Kawasan Pemerintahan. BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Manulai dan Kelurahan Naioni dan merupakan BWK yang terletak di bagian Selatan Kota Kupang. 3 BWK III: Kawasan Perdagangan. (Sumber Review RT RW Kota Kupang.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 44 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Gambar 7. Peta peruntukan penggunaan lahan Kota Kupang PT.

a Amnesi M.355.a Kali Fatukoa M.4 Sumber Air Bersih Pada saat ini sumber daya air yang umum dimanfaatkan untuk kebutuhan pelayanan air bersih bagi kebutuhan Kota Kupang diambil dari sumber mata air yang keluar pada beberapa wilayah.a Kolhua Kali Kolhua M.Air labat M.a Oepura M. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 45 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .a Dendeng Kali Dendeng M.a Oetona M.3.2 760 323 12.5 50 17.22 1.70% seperti mata air baumata dari 75 ltr/dtk turun menjadi 18 – 20 ltr/dtk.a Oeba M. maka saat ini 90 % kebutuhan air bersih Kota Kupang memanfaatkan potensi air tanah (Dinas Pertambangan dan Energi Kota Kupang 2007) mengunakan sumur bor yang tersebar di beberapa cekungan air tanah.00 Sumber: Laporan Masterplan air bersih Kota Kupang tahun 2006 Dengan menipisnya potensi sumber air yang ada.3 890 118 35.8 0 317 4.5 174.a Oefeu Kali Sembunyi M.8 120. Cekungan air tanah di Kota Kupang dan sekitarnya menurut Laporan Akhir Penelitian Potensi Pengembangan Pengelolan dan Zonasi Air tanah di Kota Kupang PT.a kali sembunyi Kali Fatukoa M.01 Debit Musim Kemarau 40 10 50 25 15 7 1 20 35 0 15 4 0 60 20 1 15 30 10 235.a Air Sagu II M.a Air Lobang Air Sagu (PDAM) Air Nona Total Debit Debit Musim Hujan 261 20. Namun kenyataannya akhirakhir ini sumber-sumber air yang biasa dipakai untuk melayani penduduk Kota Kupang mengalami penurunan debit yang besar antara 60% .8 150 110 3.02 26. Tabel 15.a Haukoto M. Potensi Debit Air Permukaan Tersedia Untuk Kebutuhan Air Bersih Kota Kupang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Sumber Air Mata Air M. dialirkan dan ditampung pada reservoir dengan ketinggian tertentu lalu didistribusikan secara gravitasi.

potensi air tanah yang dapat diambil dari daerah cekungan ini adalah 2.5 6 10 10 5 10 PT. dan sub cekungan Bolok yang berada dalam wilayah Kabupaten Kupang. Cekungan Air Tanah Tabun . dan 74 sumur bor tersebar di sekitar Kota Kupang.Tenau . Cekungan Air Tanah Penfui dan Cekungan Air Tanah Baumata. Berdasarkan data dari hasil penelitian potensi air tanah di Kota kupang tahun 2007. Cekungan Air Tanah Oebufu -nOebobo.(2007) dapat dibedakan menjadi 6 (enam) kelompok. Cekungan Air Tanah Pasir Panjang – Liliba – Oesapa Tarus. yaitu Cekungan Air Tanah Bolok – Alak – Tenau .5 6 5 2.Bello. Tabel 16.66 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun. Cekungan air tanah ini dapat dibedakan lagi menjadi sub cekungan Namosain dengan potensi air tanah yang dapat diambil adalah 19 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun. sub cekungan Tenau Alak dengan potensi air tanah yang dapat diambil pada sub cekungan Alak . Pemilik/ Debit maks Debit pakai Elevasi (m) Sumur Pengelolah (ltr/dtk) (ltr/dtk) 12 3 11 34 4 29 63 33 9 19 24 41 42 44 45 160 PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota PDAM PDAM UPTD Kota PDAM 67 171 76 76 171 27 188 72 61 46 29 26 60 47 40 60 31 30 30 20 30 30 26 25 16 15 15 15 15 15 15 15 15 10 15 15 10 6 7 7. seperti tabel dibawah ini. Beberapa data potensi air tanah yang ada di kota kupang yang dikelolah oleh PDAM Kab Kupang dan UPTD Kota Kupang.9 x 106 m3/tahun. terdapat sebanyak 3100 sumur gali. Pada Cekungan Air Tanah Bolok – Alak .Sikumana . Data potensi air tanah tersedia di kota kupang yang di kelola oleh PDAM Kabupaten dan UPTD Kota Kupang.Namosain.Namosain. No. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 46 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Tenau adalah 107.

terutama kualitas air bersih yang direncakan untuk mensuplai kebutuhan Rumah Sakit. b.5 27 10 2. pemantauan terhadap kualitas air limbah Rumah sakit. identifikasi kondisi awal kualitas air.5 7. yakni sumur yang berada pada titik yang lebih rendah (dengan asumsi di titik tersebut sebagai limpasan air bawah tanah). Hotel The Santosa. Adapun alasan dan perkiraan akan kebutuhan air dari kedua sumber air di atas.4. yakni Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo. pihak pemrakarasa memanfaatkan air tangki yang diambil dari sumur bor dalam wilayah kota Kupang. Karena itu. Sedangkan sumur pantau adalah sumur bor Inaboi yang letaknya di PT. yakni di lokasi Pameran Fatululi (Kota Kupang) yang secara topografis berada di ketinggian. sedangkan Air Bor Oebobo dipilih sebagai sumber air untuk Rumah Sakit Siloam hanya karena letaknya dekat.1 Kondisi awal Air Air bersih untuk kebutuhan Rumah Sakit Siloam direncanakan disuplai dari Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo.5 6 6 2. Restoran Nelayan dan Rumah Sakit Mamami adalah bersumber dari Air Bor Oesapa.5 0 7 Sedangkan sumur bor lainnya merupakan milik perorangan maupun instansi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri. jika Rumah Sakit Siloam beroperasi maksimal adalah sebagai berikut : a. Pemenuhan kebutuhan air bersih untuk beberapa Hotel di Kota Kupang selama ini. Karena letak Rumah Sakit Siloam yang akan dibangun. yakni pada sumur bor sebelah barat Inaboi. yakni Hotel Kristal. secara periodik akan dipantau pada Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Untuk kebutuhan konstruksi dan operasi rumah sakit. 3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 47 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . sehingga pilihan sumur pantau untuk memantau kegiatan Rumah sakit.1 46 46 48 49 136 41 66 PDAM Rujab Walikota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota Bundaran PU Belo 261 37 32 60 113 67 67 311 12 10 10 10 10 5 2. Meskipun demikian.

6 27 Sumber : Hasil analisis Lab Lingkungan BLHD Provinsi NTT . Hasil Pemeriksaan tingkat keasaman (pH) Air No Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan pH 7. Suhu air yang semakin tinggi menyebabkan sedikit oksigen yang terlarut di dalamnya. Hasil Pemeriksaan Suhu Air No 1 Jenis Pemeriksaan Suhu air Nama Sampel Air Sumur Bor Oesapa Hasil Pemeriksaan ( OC ) 30. b. PT. NTT Tahun 2012 Nilai pH air sebagai sampel sebesar 7 dan 7.4 Standar ( OC ) 27 2 Suhu air Air Sumur Bor Oebobo 30. Adapun kondisi awal kualitas air seperti yang tercantum di bawah ini : Pemeriksaan Fisik Air : a. 6–9 6–9 1 Tingkat Keasaman Air Bor Oesapa 2 Tingkat Keasaman Air Bor Oebobo 7.0 Baku Mutu pH Air. Tabel 17.sebelah barat Hotel Inaboi Kupang.6 6-9 3 Tingkat Keasaman Air Bor Inaboi 7. Lingkungan BLHD Prov.7 27 3 Suhu Air Air Sumur Bor (Inaboi) 31.1 masih dalam ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 6 – 9 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Tahun 2012.2 Sumber : Data hasil analisis Lab. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 48 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Air dengan pH lebih kecil dari pH normal akan bersifat asam dan sebaliknya bila lebih tinggi akan bersifat basa. Suhu air Data pengukuran suhu air dari ketiga sampel air dapat dilihat pada tabel 17. Tingkat keasaman /basa (pH) Tabel 18.

yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap. Kesadahan sementara dapat dihilangkan PT. NTT Tahun 2012.c. Analisa Tingkat Kekeruhan Air No 1 2 3 Jenis Pemeriksaan Tkt kekeruhan Tingkat kekeruhan Tingkat kekeruhan Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (NTU) 4 6 4 Standar (NTU) Max. terutama yang disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. NTT Tahun 2012. Kesadahan Total Kesadahan merupakan jumlah ion Ca dan Mg yang bersenyawa dengan karbonat yang terdapat di perairan. Hasil Pemeriksaan TSS air. 25 Max. Bau dan rasa air Analisis dengan pendekatan sensorik terhadap bau dan rasa air menunjukkan bahwa air tidak berbau.45 µm. Total Suspended Solids (TSS) dan Kekeruhan. Nilai TSS air dapat dilihat pada tabel 19. 25 Max. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 49 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Lingkungan BLHD Prov. Padatan tersuspensi total (Total Suspended Solids atau TSS) adalah bahanbahan yang tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan millipore dengan diameter pori 0. TSS terdiri dari lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik. e. No Jenis Pemeriksaan TSS TSS TSS Hasil Nama Sampel Pemeriksaan (mg/liter) Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi 1 1 1 Standar (mg/liter) Max. Kesadahan terbagi atas 2. Tingkat kekeruhan air yang terukur dapat dibaca pada tabel di tabel 20. 50 1 2 3 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov. dan berasa tawar atau normal. d. 50 Max. 50 Max. 25 Sumber : Hasil Analisis Lab. Tabel 19. Tabel 20.

Jenis Pemeriksaan Kesadahan total Kesadahan total Kesadahan Total. Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (mg/l) 219 268 234 Standar (mg/l) Max. Karena lokasi kegiatan berdiri di atas tanah yang terbentuk dari batuan khas yang kaya akan mineral seperti Ca dan Mg maka variabel ini ditambahkan sebagai data pendukung yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pemanfaatan air baku air minum yang bersumber dari air sumur bor yang tersedia. Hasil pemeriksaan kesadahan total air No 1 2 3.61 5.8 1. Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) Dari hasil analisa air sebagai data awal. Air baku air minum adalah air yang dapat diolah menjadi air yang layak sebagai air minum dengan pengolahan secara tradisional melalui cara filtrasi. disenfikasi dan dididihkan. Tabel 22. Tabel 21. Hasil Pemeriksaan kadar BOD dan COD air. BOD dan COD air masih dalam ambang batas seperti terbaca pada tabel. NTT Tahun 2012 PT. artinya tingkatan pencemaran oleh bahan organik dalam air masih dalam ambang kemampuan mikroorganisme untuk mengurai.8 0. 500 Max. 500 Sumber : Data hasil analisis Lab.166 Max 2 Max 2 Max 2 Max 10 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 50 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . No 1 2 3 4 Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan (mg/l) Standar (mg/l) BOD BOD BOD COD Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Inaboi 0. Lingkungan BLHD Prov. 500 Max. NTT Tahun 2012 f.dengan jalan pendidihan sedangkan kesadahan tetap tidak dapat dihilangkan dengan cara pedidihan.

karena jumlah coliform total-nya lebih besar dari baku mutu air yakni 1200 MPN dalam 100 mL air.0018 0. Coli E.2891 -0. Coli dan Total Coliform) Pengamatan coli fecal dan total coliform dilakukan terhadap sampel air baku yang diambil pada titik yang ditetapkan untuk pengamatan kualitas air awal. Tabel 24.0413 0.g. Lingkungan BLHD Prov. NTT Tahun 2012.03 0. NTT Tahun 2012 Dari data hasil analisis mikrobiologi di atas. coli Coliform Coliform Coliform Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Boir Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (MPN/100 ml) 0 0 0 0 1200 0 1000 Standar (MPN/100 ml) 100 Sumber : Data hasil analisa Lab.Menkes/SK/VII/2002 serta PP No. 82 Tahun 2001. Air Bor Oebobo dan Air Bor Inaboi) dapat dibaca pada tabel di bawah ini : Kadar logam Cd.1116 0. h. Coli dan total Coliform air.1746 -0. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907.0141 0. Hasil Pemeriksaan E. merekomendasikan bahwa air bor Oebobo belum layak untuk digunakan sebagi sumber air bagi pemenuhan kebutuhan air di Rumah Sakit Siloam. Hasil Pemeriksaan logam berat. Coli E.3 Sumber : Data hasil analisis Lab. No 1 2 3 4 5 6 Jenis Pemeriksaan E. PT.2478 -0. Pb dan Fe pada masing-masing sample air masih memenuhi Baku Mutu menurut PP Nomor : 82 Tahun 2001. Lingkungan BLHD Prov.0123 0. Pemeriksaan logam berat Hasil pengukuran logam berat dalam ketiga sampel air (Air Bor Oesapa. Jenis logam berat Cd Pb Fe Konsentasi (mg/L) Air Bor Air Bor Air Bor Oesapa Oebobo Inaboi 0. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 51 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .01 0. Komponen Bakteriologi (E.0970 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 0. 1000 MPN/100 mL air ). (Baku Standard PP 82 Tahun 2001. Tabel 23.

3. Dengan tertutupnya lahan maka limpasan permukaan akan bertambah.04 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 10 0. Hasil Pemeriksaan Ion Nitrat. tidak adanya saluran drainase yang tersedia di lokasi.5 Kondisi Kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.05 Air Bor Inaboi 0.) Amoniak (NH3) Air Bor Oesapa 0.030 0.057 0.140 Air Bor Oebobo 0. Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan PT.06 0. Nitrit dan Amoniak Konsentasi (mg/L) Jenis ion Nitrat ( NO3-) Nitrit ( NO2. Lokasi Pameran).2 Drainase Permukaan Kawasan Dengan adanya rencana pembanguan Rumah sakit serta jangka panjang adalah pembanguna Kupang use-mixed development di Fatululi (ex.017 0. 3. menimbulkan perubahan besarnya jumlah air yang melimpas akibat hujan yang turun pada daerah tersebut.4.030 0. Kadar Ion Nitrat ( NO3-). Lingkungan BLHD Prov. dan jika tidak diantisipasikan terjadi banjir/genangan baik dalam kawasan maupun diluar kawasan terbangun.) dan Amoniak. Nitrit dan Amoniak Hasil pemeriksaan Ion Nitrat. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 52 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .007 0.5 Sumber : Hasil analisis Lab.030 0. Nitrit dan Amoniak dapat dilihat pada tabel 25. NTT Tahun 2012. Nitrit (NO2. Dari hasil pantauan lokasi rencana merupakan area resapan aair permukaan yang berasal dari jalan Frans Seda serta limpasan dari jalan Bajawa dan sekitarnya. Dari hasil identifikasi kondisi eksisting. Tabel 25.i. pada ketiga sumber air tersebut di atas menggambarkan kualitas air masih normal artinya masih dibawah baku mutu. Pemeriksaan Ion Nitrat.

koordinat : 100 09’ 31. Adapun hasil pengujian kualitas udara dapat dilihat pada tabel 27. PT. 123036’46. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 53 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2). Hasil Pengukuran Tingkat Kebisingan di Empat Titik Pengamatan Titik Pengukuran Titik 1. yakni di Jl. Keterangan Memenuhi baku mutu toleransi + 3dB(A) 58 Ruang terbuka Hijau (50 dBA) 57 Melampaui Baku Mutu 51 Rumah Sakit atau sejenisnya (55 dBA) Perumahan dan Pemukiman (55 dBA) Memenuhi Baku Mutu 61 Melampaui Baku Mutu Sumber : Hasil pengukuran dan analisis Lab. Bajawa (titik 4/St.9” E Titik 3. koordinat : 100 09’ 25.6” E Titik 4.3) dan di Jln. Rumah Sakit. Perumahan Dosen Undana (Koordinat : 100 09’28. di depan Toko Keagungan (titik 3/St. Permukiman Warga.6 Kualitas Udara Ambien Kondisi lingkungan udara di Kelurahan Fatululi. Tabel 26.4).6” S.1).9” S.0” E Titik 2. NOx dan NH3 pada 4 (empat) titik. Lingkungan BLHD Prov. Ruang terbuka Hijau Jln Frans Seda (koordinat : 100 09’31.2” S.1” E Tingkat Kebisingan Terukur dB(A) Baku Tingkat Kebisingan dB(A) Perumahan dan Pemukiman (55 dB(A). dimana direncanakan akan dibangun Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 26. di titik tengah lokasi Rumah Sakit (titik 2/St. berdasarkan hasil analisis konsentrasi gas SOx. 1230 36’ 42.6” S.sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. 1230 36’ 35. NTT Tahun 2012 3. Tingkat kebisingan yang terukur pada 4 (empat) titik pengamatan yaitu di sekitar wilayah kelurahan Fatululi. Veteran pertigaan Kampung Alor (titik I/St. 1230 36’ 42.

dan nilai estetika. 1230 36’ 50. Hasil Analisis Kualitas Udara Ambien di Lokasi Fatululi.4984 0. 1230 36’ 41.Tabel 27. Karena itu. Keterangan : St : Stasiun Konsentasi gas di stasiun 1 (disamping siang hari sebelum hujan pada tanggal. 13 Nov. 3.69 353.3172 0.94” E Baku Mutu Metode SOx 710. 1230 36’ 28.08” S. menunjukkan kadar SOx relatif tinggi. Kimia.81 409. Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996.3965 2 µg/liter Nessller Sumber : Hasil Sampling dan analisis Lab. Konsentrasi (µg/Nm3) / Koordinat Sampling Parameter Stasiun 1 10o 09’ 31. Kota Kupang.16” E Stasiun 4 100 09’ 45.7 Getaran Untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup agar dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya.44” S.09 343. 2012).04” E Stasiun 3 100 09’ 34.42 175.44” E Stasiun 2 100 09’ 32. tetapi masih memenuhi baku mutu udara ambien sesuai Kepmen LH Nomor : Kep45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara Tanggal 13 Oktober 1997) artinya tingkat kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif (karena pH air hujan menjadi kurang dari 7 atau agak asam).79 900 µg/Nm3 Pararosanilin NOx 397.88 400 µg/Nm3 Saltzman NH3 0. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 54 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Fakultas Sains dan Teknik UNDANA Tahun 2012. maka setiap usaha atau kegiatan perlu melakukan pengendalian akibat getaran yang dihasilkan.06” S.78 452. 1230 36’ 41. Adapun baku tingkat getaran mekanik berdasarkan Jenis Bangunan adalah sebagai berikut: PT.20 433.1926 0.22” S. sedangkan di stasiun lain rendah.

Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 55 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2 – 10 3–9 2–8 1 –7 Kategori C >27 – 140 >25 – 130 >21 – 110 >19 – 100 >16 – 90 >15 – 80 >14 – 70 >12 – 67 >10 – 60 >9 – 53 >8 – 50 >7 42 Kategori D 140 130 110 100 90 80 70 67 60 53 50 42 Sumber : Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Keterangan : Kategori A : Tidak menimbulkan kerusakan PT.5 – 25 7 – 21 6 – 19 5.15 15 .5 16 20 25 31. Kec.Tabel 28. Getaran (mm/det.50 40 2 5 5 .2 – 16 4.8 < 3.) Pada Fondasi (Frekuensi (Hz) 10 Hz Bangunan untuk keperluan niaga. bangunan industri dan bangunan sejenis.5 40 50 Kecepatan Getaran ( mm/detik) Kategori A <2 < 7.40 40 .3 8 10 12.5 <7 <6 < 5.2 <3 <2 <1 Kategori B 2 – 27 7.10 8.20 15 3 3 3-8 8 .8 <4 < 3.8 – 15 4 – 14 3. Frekuensi (Hz) (Sumber getar) 4 5 6.2 < 4.8 – 12 3. frekuensi Kelas Tipe Bangunan 1 10 20 . baku tingkat getaran mekanik berdasarkan dampak kerusakan dapat dilihat pada tabel 29. MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Selain itu. Tabel 29. Baku Tingkat Getaran Berdasarkan Dampak Kerusakan. Perumahan dan bangunan dengan rancangan dan kegunaan sejenis Bangunan yang dilestarikan 10-50 Hz 50-100 Hz Pada bidang datar di lantai paling atas.5 Sumber : Kep. Camp.

10. Kecamatan Oebobo. 18. Kota Kupang. 20. 14. 19. 17. 2.Fauna Pengamatan flora dan fauna pada lokasi Rumah Sakit Internasional Siloam dengan mengidentifikasi vegetasi tanaman dan hewan yang ada dilokasi dan sekitarnya di kelurahan Fatululi. Tabel 30. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 56 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 6. 15. 4. 7. 1. 13. Hasil pengamatan Flora di lokasi dan pemukiman sekitarnya No. Nama indonesia Mangga Kedondong Gamal Kelapa Euphorbia Bunga Kamboja Lamtaro Kabesak hitam Kapok Mahoni Pisang Jati Alfukat Jambu biji Bunga keladi Bunga asoka Cermelek Sukun Nangka Siri Nama latin Mangivera Indica Spondias dulcis Gliricidia Macaluta Cocos nucivera Euphorbia milii Plumeria acuminata Leocaena Leococephala Acasia Catechu Ceiba Petandra Gaernt Theobroma Cacao Musa Paradisiaca Tectona Grandis Persea americana mill Psidium Guajava Caladium bicolor Saraca indica Arthocarpus communis Arthocarpus Integra Piper betle Jumlah 23 6 36 15 110 48 22 1 6 3 47 9 2 3 28 1 5 9 24 6 Keterangan PT. seperti pengunaan alat pancang yang menimbulkan getaran diatas baku mutu yang dipersyaratkan oleh Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996. 3.8 Komponen Flora . Sesuai hasil desain dan gambar – gambar perencanaan dapat disimpulkan bahwa proses pembangunan Rumah Sakit Internasional Siloam ini pada tahap konstruksi tidak mempergunakan peralatan. 12. 5. 11.Kategori B : Kemungkinan keretakan plesteran. 3. Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel 30. Kategori C : Kemungkinan kerusakan komponen struktur dinding Kategori D : Rusak dinding pemikul beban. 16. 8. 9.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 57 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3. Pinang Areca catechu 7 Sumber : Hasil Pengamatan Flora di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Bunga kaktus 24. Berpengaruh secara linier yang dimaksudkan bahwa terdapat pengaruh timbal balik antara obyek perencanaan/proyek terhadap berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan. Hasil Pengamatan Fauna di Lokasi dan Sekitarnya. Pepaya 23. sistem interaksi sosial sampai dengan struktur mata pencaharian penduduk. Angsana Scleichera oleosa Carica Papaya Opuntia sp Pterocarpus indicus willd 4 60 30 12 25. Nama Nama Nama Latin Jumlah Keterangan Lokal Indonesia 1 Fafi Babi Cavia porcellus 18 2 Asu Anjing Canis lupus familiaris 10 3 Manu Ayam Gallus sp 58 4 Rade Bebek Cairina moschata 12 5 Mbibi Kambing Capra aegagrus hircus 4 6 Busang Kucing Felis catus 3 7 Iang Ikan Latimeria 5 Sumber : Data Pengamatan Fauna di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Tahun 2012 No. lasimnya terdeskripsi abstrak dan dalam periode PT. kondisi eksisting berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan dapat mempengaruhi perencanaan/ proyek.21. Kesambi 22.9 Gambaran Umum Sosekbudkesmas 3. Dari data diatas tidak ditemukan fauna yang dilindungi di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dan sekitarnya. Tahun 2012 Tabel 31. Demikian pula sebaliknya. Pengaruh langsung yang dimaksudkan adalah keseluruhan resiko dan atau dampak yang langsung bersinggungan dengan pola-pola kehidupan komunitas.9. persepsi dan perspektif. Pengaruh tidak langsung.1 Kependudukan Pelaksanaan suatu proyek pembangunan secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh secara linier dengan penduduk/masyarakat dan atau komunitas yang bermukim di sekitar wilayah perencanaan tersebut.

675 47. Pada tabel 32 dapat dilihat perkembangan jumlah penduduk Kota Kupang sejak tahun 2005 hingga tahun 2010. yang bukan saja berasal dari pulau-pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota Kupang merupakan kota dengan pertumbuhan penduduk paling tinggi. Hal.757 103. yang sebelumnya dikenal sebagai Timor Timur.230 66. secara makro merupakan komunitas dari berbagai suku.411 30.944 111.006 111.196 336. Kota Raja 5.066 Jumlah Penduduk 2007 2008 43. Banyaknya fasilitas penunjang pembangunan seperti misalnya fasiltas pendidikan dari tingkat pra sekolah hingga pendidikan tinggi. Pada tahun 2010.851 79. Pada tahun 2010 hasil dari Sensus Penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 336. agama. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2005 .669 73.140 71.882 71. ras.473 53. 14 Dari tabel 32 di atas dapat dilihat bahwa tahun 2010. Akan tetapi. PT.98 persen.974 105.853 114.625 50. juga mencakup berbagai komunitas di Indonesia.803 55.035 286.050 2006 43. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT. jumlah penduduk di Kecamatan Oebobo tercatat sebanyak 79.737 275. Alak 2. Jumlah penduduk Kota Kupang selalu mengalami penambahan setiap tahunnya.239 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.945 55. Maulafa 3. Oebobo 4.2010 Kecamatan 1. Kota Lama Kota Kupang 2005 39.277 282. Bahkan termasuk komunitas dari Republik Demokrat Timor Leste.239 jiwa yang tersebar di enam kecamatan.515 265.794 2010 51.153 71. Tabel 32. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 58 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .yang lebih lama dan merupakan konsekuensi-konsekuensi ikutan dari yang disebutkan dengan pengaruh langsung.675 jiwa atau sebesar 23. penduduk Kota Kupang lebih banyak tersebar di Kecamatan Oebobo dan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Kota Lama. Kelapa Lima 6.159 291.70 persen dari penduduk Kota Kupang dan di Kecamatan Kota Lama terdapat 30.876 61.979 75.379 55. Jumlah Penduduk Penduduk Kota Kupang.306 2009 45. dibandingkan dengan ibukota kabupaten lainnya.196 jiwa atau sebesar 8.981 45. a.

Komposisi Umur dan Jenis Kelamin Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin merupakan salah satu informasi penting karena perspektif demografis serta karakteristiknya berbeda menurut kelompok umur dan jenis kelamin baik untuk kelahiran. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2006 .900 2.pertokoan.40 persen. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk Kota Kupang tahun 2009 adalah 2. Kelapa Lima 6.239 jiwa.021 5.034 jiwa per km².05 165.011 5.017 1.588 2009 527 1. Luas Kota Kupang yang tercatat 165. Maulafa 3.734 4.933 1.929 1.469 4.011 9.619 2010 728 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 59 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .34 km² (Bappeda Kota Kupang) dengan jumlah penduduk sebanyak 336. kematian maupun perpindahan penduduk. Komposisi penduduk di Kota Kupang tahun 2010 tertinggi pada kelompok umur 25-59 tahun yaitu sebesar 42. Tabel 33.72 6.183 5.34 2006 500 985 5.034 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Kota Lama Kota Kupang 70. Alak 2. Oebobo 4.67 14.121 1.413 7. Kota Raja 5.19 15.658 4.2010 Luas Kecamatan Wilayah (Km²) 1. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk menggambarkan rata-rata banyaknya penduduk yang mendiami suatu wilayah (yang diukur dengan satuan km²).463 3.31 3. Pada kelompok umur paling sedikit untuk laki-laki pada kelompok umur 60 tahun ke atas PT.211 3. Hal.40 55.526 Kepadatan Penduduk 2007 506 1. b.019 5. kantor-kantor pemerintahan yang terdapat di Kecamatan Oebobo mempengaruhi keputusan penduduk untuk tinggal di kecamatan ini agar dekat dengan fasilitas-fasilitas tersebut.565 2008 529 1. 19 c. Angka Kepadatan Penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas wilayah tersebut.

24 20 .00 100.69 5. Tabel 34.19 30.32 persen.55 8. belum terdapat suatu pembakuan klasifikasi usia untuk menghitung beban tanggungan hidup dimaksud. Pada Tabel 1.24 13.3. dapat kita simak prosentase penduduk Kota Kupang yang menggambarkan komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur di Kota Kupang.59 41. Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin.yaitu sebesar 4. Angka beban tanggungan hidup terbagi menjadi dua jenis yaitu angka beban tanggungan hidup penduduk muda (youth dependency ratio/ydr) untuk kelompok umur (0-14 tahun) dan angka beban tanggungan hidup penduduk lanjut usia (old dependency ratio/odr) untuk kelompokumur (65 tahun ke atas).19 42.42 13.37 13. dan Usia Pensiun (60 tahun ke atas). usia produktif dan pasca produktif.78 45.59 30.laki Perempuan (%) (%) 0-4 9.01 100.01 60 + 4. Hal ini dimaksudkan agar deskripsi ini memudahkan telaahan beban komposisi penduduk antara usia sekolah. Usia Sekolah Pendidikan Tinggi (19-24 tahun).32 Jumlah 100. 24 (olahan) Persentase Laki-laki+ Perempuan (%) 8.40 5.40 5 .00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Persentase Penduduk Kota Kupang Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Kelompok Umur Laki . Usia Produktif (25-59 tahun).97 30. yaitu: Usia Balita (0-4 tahun). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 60 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .02 25 . secara sengaja ditampilkan dalam konteks 5 (lima) klasifikasi.00 Angka beban tanggungan hidup (Dependency Ratio) menggambarkan beban tanggungan ekonomi penduduk usia produktif (15-64 tahun) terhadap kelompok usia muda (0-14 tahun) dan usia tua (65 tahun ke atas). PT. Rincian angka beban tanggungan hidup dapat dilihat pada tabel 35.69 persen dan untuk perempuan pada kelompok umur yang sama yaitu sebesar 5. Hal. Walaupun dalam berbagai analisis. Usia Sekolah Dasar dan Menengah (5-19 tahun).

21 persen.75 persen. pendidikan merupakan upaya sadar seseorang untuk meningkatkan pengetahuan. Data tentang keadaan PT. Sedangkan yang tidak atau belum pernah bersekolah berada pada posisi yang minoritas yaitu hanya sebesar 3. Angka Beban Tanggungan Hidup (Dependency Ratio) Menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Dependency Ratio (DR) YDR ODR Laki-laki 41.13 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Dalam pengertian praktis. masyarakat dan keluarga.9. Kelompok umur yang sama sedang bersekolah sebesar 35.09 Angka Beban Tanggungan Hidup di Kota Kupang pada tahun 2010 sebesar 44.04 persen.67 3. 3. Status Pendidikan Indikator pendidikan khususnya tentang status pendidikan dalam suatu masyarakat menggambarkan keadaan tentang penduduk yang sedang bersekolah. Pada tahun 2010 penduduk usia 10 tahun ke atas mayoritas sudah tidak bersekolah lagi yaitu sebesar 61. keterampilan dan memperluas wawasan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 61 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .55. Pada dasarnya pendidikan yang diupayakan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. a.67 42. Hal. 26 Jenis Kelamin DR 45.99 Perempuan 38.09 yang berarti 100 orang penduduk usia produktif di Kota Kupang menanggung beban hidup 44 orang penduduk usia nonproduktif.96 4. Angka Beban Tanggungan Hidup Laki-Laki dan Perempuan di Kota Kupang tahun 2010 masing-masing sebesar 45.27 4.67 dan 42.2 Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang memiliki peran dalam peningkatan kualitas hidup. Pemerataan kesempatan pendidikan diupayakan melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar seperti gedung sekolah dan penambahan tenaga pengajar.27 Laki-laki+Perempuan 39.55 44. belum pernah bersekolah maupun yang sudah selesai bersekolah. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat akan semakin baik pula kualitas sumber dayanya.Tabel 35.

Telaahan yang sama. b.27 61.21 13.70 62.00 9. APK jenjang pendidikan SD 126. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Angka Partisipasi Kasar (APK) menggambarkan persentase jumlah murid pada masing-masing jenjang pendidikan di suatu wilayah dibanding jumlah penduduk kelompok usia (7-12) tahun untuk SD. Hal ini memungkinkan APK suatu wilayah di atas angka 100. (13-15) tahun untuk SLTP dan (16-18) tahun untuk SLTA. Hal ini menunjukkan Kota Kupang sebagai kota pendidikan yang berkonsekuensi tingginya penduduk dengan kelompok usia sekolah. Dapat diartikan bahwa anak-anak usia 5-6 tahun sudah masuk dalam pendidikan SD cukup besar di Kota Kupang. juga akan terlihat dalam gambaran mengenai Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Kota Kupang.21 Sekolah Lanjutan Pertama 5.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. 43 Selain menunjukkan status sekolah data tersebut juga membuktikan adanya pertambahan secara signifikan ke tingkat Sekolah Lanjutan Atas dan Pendidikan Tinggi.37 5.51 Sekolah Lanjutan Atas 8. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 62 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .82 Tidak Bersekolah Lagi 61. Hal.53 5.38 13. Persentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Status Pendidikan Jenis Kelamin Status Sekolah Laki-laki Perempuan (%) 3. Begitu juga APK tingkat SLTP 116.40 7. Tabel 36.16 Jumlah 100.33 100.status bersekolah penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 36.26 Perguruan Tinggi 8.78 9. Sementara Angka PT.18 persen menggambarkan bahwa usia sebagian murid SD berada di luar kelompok umur 7-12 tahun.99 menggambarkan bahwa anak usia 11-12 tahun cukup banyak sudah berada pada jenjang pendidikan SLTP.29 5.75 100.00 Laki-laki + Perempuan (%) 3.00 (%) Tidak/Belum Pernah Sekolah 3.04 Sekolah Dasar 13.

89 39.51 Perguruan Tinggi 37.49 Jumlah 100.70 60.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.57 40.Partisipasi Murni (APM) menggambarkan kesesuaian antara usia dan jenjang pendidikan yang sedang diduduki di suatu wilayah.24 tahun ) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan 60.72 Tabel 38. APM SD adalah persentase Murid SD usia 7-12 tahun dibagi dengan penduduk usia 7-12 tahun pada wilayah tersebut.25 80. Hal.43 59. Hal.99 Sekolah Lanjutan Atas 94. 49 APM 103.00 Non Perguruan Tinggi 62. Tabel 37. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 63 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijasah merupakan bukti otentik bagi seseorang yang menerangkan bahwa orang tersebut telah menyelesaikan pendidikan yang dijalaninya. Seyogyanya semua penduduk usia sekolah bersekolah dan berada pada jernjang pendidikan sesuai dengan kelompok umur di atas maka. Angka Partisipasi Murni (APM) Perguruan Tinggi menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Usia Perguruan Tinggi ( 19 . Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Kota Kupang Tahun 2010 Jenjang Pendidikan APK Sekolah Dasar 126.00 persen.00 100. APM mencapai titik tertinggi yaitu 100. Dengan data ijasah tertinggi yang dimiliki dapat dilihat tingkat kualitas sumber daya manusia yang terdapat di suatu wilayah.54 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. begitupun kelompok umur 13-15 untuk SLTP dan kelompok umur 16-18 untuk SLTA.11 100.18 Sekolah Lanjutan Pertama 116. PT. 49 c.

68 7.29 0.79 19. Sedangkan penduduk yang memiliki ijasah diploma I/II jumlahnya paling rendah yaitu sebesar 0.23 persen.00 (%) (%) Tidak Punya 21.10 persen tidak dapat membaca saja atau menulis saja atau tidak dapat membaca dan menulis huruf latin. 51 Penduduk 10 tahun ke atas Kota Kupang tahun 2010 mayoritas memiliki ijasah SMU atau sederajat sebagai ijasah tertinggi yang dimiliki yaitu sebesar 26. Persentase Penduduk 10 Tahun ke atas Menurut Jenis Kelamin dan Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijazah Tertinggi Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan (%) 21.11 0. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 64 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Untuk mengukur tingkat kesehatan dan gizi kelompok masyarakat diperlukan suatu indikator yang relevan. Program pembangunan kesehatan dan gizi dikoordinasikan secara nasional oleh Departemen PT.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.90 persen yang dapat menulis dan membaca huruf latin dan sisanya sebesar 3. Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang tahun 2010 sebesar 81.10 SD/MI/sederajat 16.20 15.61 6.19 7.79 27.00 100.55 Sekolah Menengah Kejuruan 7.23 Jumlah 100.13 21.57 SLTP/MT/sederajat/kejuruan 17.9.91 Diploma IV/S1 8.3 Kesehatan Kondisi kesehatan merupakan bagian dari kesejahteraan rakyat yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.32 persen.91 Diploma I/II 0.Tabel 39.19 persen. Hal.11 18.54 Diploma III/Sarmud 2.36 S2/S3 1. 3.75 100. Hal ini akan menandai besaran akumulasi pencari kerja di Kota Kupang adalah mayoritas dengan ijazah mayoritas.83 SMU/MA/sederajat 24. dimana dari jumlah tersebut sebesar 96.32 .98 26.68 6.16 14.47 0.45 2. Data lainnya yang berkaitan dengan pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis.29 0.

26 1.39 1.77 1.11 Laki-laki+ Perempuan (%) 11.44 % dan lainnya sebesar 5. Persentase ini merupakan angka rata-rata mengingat persebaran dan struktur sarana kesehatan yang tersedia pada masingmasing kecamatan dan kelurahan adalah bervariasi.15 Perempuan (%) 10. 38.28 22. Sedangkan sisanya sebesar 61.90 %. Tabel 40.52 1.04 21.21 23.60 1.13 PT. Sedangkan dengan menggunakan obat tradisional sebesar 16.37 %. a.05 % dan perempuan sebesar 54. Persentase penduduk laki-laki yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri sebanyak 55. Pada tabel 40 dapat dilihat secara rinci persentase penududuk menurut jenis kelamin dan jenis keluhan kesehatan yang dialami.83 24.83 1.60 22. Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Keluhan Kesehatan.15 22. Pengobatan Berdasarkan jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan. pemerintah dan dunia usaha. Menurut pengertiannya kesehatan dan gizi merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penduduk yang berobat sendiri.79 %. Penduduk Kota Kupang yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri terdapat sebesar 54. lembaga kemasyarakatan. dominan dari mereka melakukan dengan menggunakan obat modern yaitu sebesar 90. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 65 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sedangkan dalam Tabel 41 terinci persentase penduduk yang pernah mengalami keluhan penyakit menurut jenis kelamin dan pengobatannya.Kesehatan. Kota Kupang Tahun 2010 Jenis Kelamin Jenis Keluhan Panas Batuk Pilek Asma Diare Laki-laki (%) 12.22 % mengaku bahwa mereka tidak mengalami gangguan dalam kegiatan sehari-hari.78 % mengaku bahwa mereka mengalami gangguan dalam melaksanakan kegiatan mereka sehari-hari. Upaya-upaya dalam usaha meningkatkan status kesehatan dan gizi harus dilakukan secara bersama oleh masyarakat.98 %.

63 (%) 100.69 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.20 5.31 46. Hal tersebut secara rinci dapat dilihat pada tabel 42. Hal.98 2.63 1.40 7.38 8. Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Menurut Jenis Kelamin dan Tempat/Cara Berobat Jenis Kelamin Tempat/ Cara Berobat Laki-laki Perempuan Laki-laki+ Perempuan (%) 14.66 2.69 7. 69 Dari persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35.96 RS Swasta 6.75 14.17 5. Tabel 42.35 7.37 Praktek Dokter 28. 69 PT.00 (%) (%) RS Pemerintah 13.laki Perempuan Laki-laki + Perempuan (%) 36.39 7. Persentase Penduduk yang Pernah Mengalami Keluhan Penyakit Menurut Jenis Kelamin dan Apakah Pernah Berobat Jalan Berobat Jalan Jumlah Jenis Kelamin Pernah Tidak Pernah Laki . penduduk mencoba beberapa jenis pengobatan. 67 Untuk segera sembuh dari penyakit yang sedang diderita.00 100.00 100. Tabel 41.18 Jumlah 100.64 64.85 19. Persentase penduduk laki-laki yang berobat jalan sebesar 36.18 Lainnya 1.44 47.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Hal.06 2.77 Puskesmas/Pustu 45.98 2.52 2.39 persen dan persentase penduduk perempuan yang berobat jalan sebesar 34.61 65.92 1.29 2.86 Dukun Bersalin 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 66 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .86 Praktek Batra 0.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.36 35.37 persen. dapat lagi dirinci berdasarkan tempat atau cara berobat yang dilakukan. Persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35.Sakit Kepala Berulang Sakit Gigi Lainnya 5.83 Praktek Tenaga Kesehatan 0.37%.92 1.66 2.37 (%) 63.92 100.36 persen.92 1.03 24. Hal.39 34.00 100.

46 Jumlah 61. Oebobo 4. Hal. Kota Raja 5. Selanjutnya adalah MM/Kartu Miskin sebesar 25. Alak 2. Sarana Kesehatan Pembangunan kesehatan terindikasi juga dari jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia.61 Tunjangan Perusahaan 0.57 Kesehatan Swasta 3. Maulafa 3.84 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Tabel 43. Tahun 2010 Jenis Jaminan Kesehatan Persentase Rumah Tangga JPK/PNS/Veteran/Pensiunan 26. Kota Lama Kota Kupang Pemerintah 1 1 2 Status Swasta 1 1 TNI/Polri 1 1 1 1 4 Jumlah 1 1 2 1 2 7 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.Jumlah rumah tangga menurut ketersediaan jaminan kesehatan dalam berobat sebesar 61. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel 43. 72 b. Persentase Rumah Tangga menurut Ketersediaan Jaminan Kesehatan Kota Kupang.63 Jamsostek 4. Jumlah Rumah Sakit menurut Kecamatan dan Statusnya Tahun 2010 Kecamatan 1.84 % rumah tangga tahun 2010.63 %. Kelapa Lima 6. Tabel 44. Hal. Dari jumlah tersebut paling banyak rumah tangga memiliki jenis jaminan kesehatan berupa JPK/PNS/Veteran/Pensiunan yaitu sebesar 26. Pada tabel 44 dan 45 dapat dilihat secara rinci jumlah sarana kesehatan yang ada di Kota Kupang pada tahun 2010.46 MM/Kartu Miskin 25.91 Lainnya 0. 79 PT.20 %.20 Dana Sehat 0. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 67 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

Oebobo 4. adalah yang didefinisikan sebagai penduduk usia kerja. Hal standar umur ini. 80 3.10 Ketenagakerjaan Dewasa ini data-data mengenai ketenagakerjaan semakin dibutuhkan. Maulafa 3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Standar BPS untuk menunjukkan angkatan kerja. sejajar dengan penetapan standar umur untuk kriteria Angkatan Kerja. Sehingga analisis mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM) biasanya menempatkan faktor ketenagakerjaan sebagai salah satu dimensi yang vital. secara substansif berbeda dengan standar umur yang ditetapkan untuk perhitungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Walaupun penetapan standard umur tersebut. Kelapa Lima 6. perluasan kesempatan kerja dan berusaha serta produktivfitas tenaga kerja. Banyaknya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Jenisnya Tahun 2010 Kecamatan 1. Angkatan Kerja adalah penduduk usia 10 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 68 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sedangkan yang dimaksudkan dengan PT. Alak 2.Tabel 45. terutama untuk evaluasi perencanaan pembangunan di bidang ketenagakerjaan seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja. Penduduk Usia Kerja: penduduk yang berumur 10 tahun ke atas. Hal. Konsep bekerja dalam konstelasi ketenagakerjaan adalah mereka yang melakukan kegiatan paling sedikit selama 1 jam selama seminggu dengan maksud memperoleh pendapatan atau keuntungan atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. yang dimaksudkan adalah persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas. Penganggur adalah mereka yang termasuk dalam angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan. Kota Raja 5. Kota Lama Kota Kupang Puskesmas 2 2 2 1 1 2 10 Pustu 12 6 4 4 4 3 33 Balai Pengobatan 3 1 3 2 2 11 Posyandu 61 62 47 29 40 25 264 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.

Kegiatan Penduduk 15 Tahun ke Atas Ketenagakerjaan dan kependudukan saling berhubungan antara satu dengan lainnya.96 %.35 28.67 100.75 52.15 3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 69 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .97 65.03 19.00 Perempuan (%) 47.62 3.84 %.53 40.53 100.55 8. Sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bersekolah sebanyak 17. a. Persentase dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja adalah 52.97 % dan TPAK perempuan sebesar 47.00 Laki-laki+ Perempuan (%) 59. Hal. 69 b.96 17.Tingkat Pengangguran Terbuka adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.36 100.16 17.30 %. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki lebih besar dibandingkan dengan TPAK perempuan.70 16. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) merupakan ukuran yang diperoleh melalui perbandingan antara jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas. Tabel 46.30 38.21 5. Sementara persentase Bukan Angkatan Kerja sebesar 40.72 32.31 7. Persentase Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Kegiatan Utama Selama Seminggu yang Lalu Jenis Kelamin Kegiatan Utama Seminggu yang Lalu Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran Bukan Angkatan Kerja Sekolah Mengurus Rumah Tangga Lainnya Jumlah Laki-laki (%) 71. 71. Persentase Angkatan Kerja Kota Kupang usia 15 tahun ke atas terhadap total penduduk pada tahun 2010 adalah sebesar 59. Bila dirinci menurut jenis kelamin. TPAK laki-laki sebesar PT.62 6.84 52.16 %.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.31 %. Pada tabel 46 diuraikan penduduk usia 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan selama seminggu yang lalu dan jenis kelamin.67 4.

Penghitungan pendapatan masyarakat sangat sulit untuk dilakukan pada suatu survei atau sensus. yaitu pengeluaran rumah tangga untuk makanan dan non makanan. Semakin besar tingkat pendapatan berarti tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. Dimana semakin rendah pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran. Pengeluaran Rata-rata Perkapita Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat digambarkan oleh jumlah pendapatan atau penghasilan dari masyarakat tersebut. pola konsumsinya akan semakin baik.49 % penduduk perempuan (Indikator Kesra Kota Kupang. Angka Pengangguran Terbuka dihitung melalui perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.c. Jumlah ini terdiri dari 8.58 %. Oleh sebab itu. Pengeluaran rumah tangga yang dimaksud dibedakan menurut jenisnya. Jadi. seseorang dikatakan bekerja apabila mereka melakukan pekerjaan dengan maksud untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus selama seminggu yang lalu. pengangguran termasuk mereka yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan. untuk menghitung tingkat pendapatan atau penghasilan suatu masyarakat jumlah dilakukan dengan terutama menggunakan pendekatan terhadap pengeluaran pengeluaran rumah tangga. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut definisi. PT. Tahun 2010). Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang menganggur di Kota Kupang pada tahun 2010 adalah sebesar 12. Selain dapat mengetahui jumlah pendapatan rumah tangga dari suatu masyarakat dapat pula diketahui pola konsumsi dari masyarakat.82 % penduduk laki-laki dan 18. telah diterima bekerja tetapi belum bekerja dan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tetapi masih berkeinginan untuk bekerja. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 70 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan disebut menganggur (unemployed). d.

632. Fisik bangunan yang kuat dan terbuat dari bahan yang tidak membahayakan menjamin keamanan penghuni tidak saja dari ancaman tindak kriminal.00 tidak ada.273. 499. Program pembangunan bidang perumahan terus ditingkatkan. dan masih banyak fungsi lainnya bagi para penghuninya. Sedangkan yang paling kecil terdapat pada kelompok dengan tingkat pengeluaran perkapita sebulan sebesar Rp 150.00 ke atas sebesar 69.999.11 Perumahan dan Lingkungan Arti fisik perumahan.87 % atau sebesar Rp. bukan hanya dari segi kuantitasnya melainkan juga dari segi kualitas.25 %.000. Secara akumulatif. berinteraksi. 200. tingkat pengeluaran perkapita sebulan antara Rp. 3.13 % atau sebesar Rp. Perumahan menjadi tempat untuk tumbuh.000.419 merupakan pengeluaran untuk makanan dan 52. tetapi juga kerentanan bangunan itu sendiri dari PT.000.sampai dengan Rp. Permukiman yaitu tempat tinggal anggota masyarakat dan individu-individu yang biasanya hidup dalam ikatan perkawinan atau keluarga beserta berbagai fasilitas pendukungnya.Sebaliknya semakin tinggi pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran maka pola konsumsinya akan semakin buruk.00 yaitu sebesar 0.000. 467. sementara pengeluaran perkapita lebih kecil dari Rp 100. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 71 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .999.00 sampai dengan Rp 199. Dari jumlah tersebut 47.adalah sebesar 29. hidup.43 %.84 %. Penduduk Kota Kupang pada tahun 2010 sebagian besar tergolong dalam kelompok penduduk dengan jumlah pengeluaran perkapita per bulan Rp 500.. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan penduduk Kota Kupang tahun 2010 sebesar Rp 1.273 adalah pengeluaran bukan makanan.099. Kondisi Fisik Bangunan Indiktor kondisi fisik bangunan menggambarkan kualitas dan kuantitas tempat tinggal yang dikuasai. perlindungan dari gangguan. Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menjadikan kebutuhan terhadap perumahan semakin meningkat.. dalam konteks yang diperluas disebut permukiman. a.

Sedangkan yang paling sedikit adalah yang tergolong dalam kelompok luas lantai 150+ m² yaitu sebesar 5. cenderung akan semakin baik tingkat kesejahteraannya.kemungkinan terserang penyakit.42 %. Persentase rumah tangga yang menempati rumah dengan tembok jenis dinding terluas merupakan kelompok PT. kayu. Sementara kenyamanan dan kesehatan penghuni ditentukan oleh luasannya. persentase rumah tangga menurut luas lantai rumah paling banyak terdapat pada kelompok luas lantai 20-49 m² yaitu sebesar 44.05 %. Semakin kecil angka persentase ini. Sedangkan sisanya sebesar 91.46 %. 4) Jenis Dinding Terluas Indikator ini menyajikan proporsi rumah tangga yang menghuni rumah berdinding tembok. Fisik bangunan yang kuat ditentukan oleh pemilihan bahan komponen bangunan yaitu lantai.25 %. Rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 sebagian besar yaitu sebesar 96. dinding dan atap. Persentase rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 yang menghuni rumah dengan lantai tanah sebesar 8. Angka ini dapat digunakan sebagai petunjuk kondisi bangunan tempat tinggal penduduk. Di Kota Kupang tahun 2010. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 72 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sementara jenis atap ijuk/rumbia yang digunakan rumah tangga sebagai jenis atap terluas adalah yang paling kecil yaitu sebesar 0. 2) Jenis Atap Terluas Indikator ini menyajikan klasifikasi rumah tangga beratap seng. 3) Jenis Lantai Terluas Semakin besar rumah tangga yang dihuni berlantai tanah mengindikasikan kondisi perumahan di daerah tersebut umumnya jelek. 1) Luas Lantai Rumah Rata-rata luas lantai (hunian) per rumah tangga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi tempat tinggal penduduk.55 % adalah rumah tangga yang menempati rumah dengan jenis lantai bukan tanah sebagai jenis lantai terluas. semakin baik kondisi (kesehatan) rumah tangga tersebut. Semakin luas lantai yang dihuni oleh suatu rumah tangga.45 %. genteng dan lainnya (ijuk/rumbia). bambu atau lainnya. menggunakan jenis atap seng sebagai jenis atap yang paling luas.

66 %. 3) Jarak Sumber Air Minum ke Penampungan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 memiliki jarak sumber air minum lebih dari 10 m² yaitu sebesar 61. air dan lain-lainnya.42 %.yang terbanyak yaitu sebesar 66. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 73 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Sisanya adalah rumah tangga yang menggunakan kayu. Sedangkan yang rumah tangga dengan sumber air minum mata air tidak terlindung dan mata air terlindung yaitu sebesar 0. 2) Sumber Air Minum Rumah tangga yang menggunakan leding meteran sebagai sumber air minum merupakan kelompok yang paling banyak yaitu 42. b.24 %. telepon.87 %. 1) Sumber Penerangan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang menggunakan penerangan yang bersumber dari istrik PLN yaitu sebesar 92. fasilitas dan penggunaan tempat tinggal seperti kelengkapan fasilitas listrik. semakin nyaman berdiam di daerah tersebut. bambu atau lainnya sebagai jenis dinding terluas. Fasilitas Tempat Tinggal Indikator ini menunjukkan kelengkapan. Sisanya sebesar 4.02 %. kelayakan.51 %. 4) Tempat Buang Air Besar Persentase rumah tangga yang mempunyai fasilitas tempat buang air besar sendiri adalah paling banyak yaitu tercatat sebesar 74. Sedangkan rumah tangga yang jarak sumber air minum ke penampungan kurang dari 10 m² sebanyak 34. Semakin lengkap fasilitas dan utilitas hunian di suatu daerah. PT.13 %. Sedangkan yang paling kecil adalah rumah tangga dengan fasilitas tempat buang air besar umum dan yang tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar yaitu sebesar 0.07 % rumah tangga tidak tahu jarak sumber air minumnya ke penampungan.13 %.

Jika diperhitungkan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2. Pada tahun 2010.996 pada tahun 2010. Sejahtera III: 350 KK. jumlah penduduk Kelurahan Fatululi perSeptember 2012 mencapai 12. Sedangkan paling kecil yaitu tempat akhir pembuangan tinja lainnya yaitu sebesar 0.12 Kelurahan Fatululi Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Siloam Standar Internasional yakni di Kelurahan Fatululi. terdapat 523 rumah tangga yang memperoleh bantuan Beras Miskin (Raskin). yang sekaligus menunjukkan jumlah rumah tangga miskin di Kedlurahan Fatululi. Kelurahan Fatululi merupakan kelurahan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama dan dengan Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima. dengan luas 2. PT. Hal tersebut seperti yang termuat secara rinci pada tabel 47. Kelompok Umur Klasifikasi kelompok umur penduduk yang dipresentasekan dalam laporan kegiatan bulanan Kelurahan Fatululi.024 KK. Sedangkan pada saat dilaksanakannya survey (Okt 2012). Sedangkan klasifikasi keluarga menurut BKKBN yang mencakup keluarga Pra-Sejahtera 206 KK.224 jiwa. Penduduk tersebut. Walaupun merupakan bagian dari Kecamatan Oebobo. Jumlah penduduk Kelurahan Fatululi pada akhir tahun 2010 adalah 12.920 Ha. Saat ini (September 2012) di Kelurahan Fatululi terdapat 3.21 %.18 %. a.970 jiwa perempuan. tersebar dalam 45 Rukun Tetangga dan cakupan dari 13 Rukun Warga.097 jiwa. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 74 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . maka rata-rata tiap rumah tangga terdiri dari 4 orang. yang terinci atas 6. dan 277 KK yang diklasifikasi sebagai Sejahtera III Plus. Sejahtera I: 526 KK. Kelurahan Fatululi merupakan salah satu kelurahan yang ada dalam wilayah Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Sejahtera II: 611 KK.5) Tempat Pembuangan Tinja Persentase rumah tangga yang menggunakan jenis pembuangan tinja melalui tangki/spal paling tinggi yaitu sebesar 54.127 jiwa laki-laki dan 5. 3. sedikit berbeda dalam hal interval tahun.

Tabel 47.093 Pensiunan PNS/TNI/Polri 836 316 1.60 2.916 21 .097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 b.970 12. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Mata Pencaharian dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Mata Pencaharian/ Pekerjaan/ Laki-laki+ L P Profesi Perempuan PNS 559 317 876 TNI/Polri 31 0 31 Guru 118 21 139 Dosen 15 5 20 Dokter 5 2 7 Mantri/Bidan 2 18 20 Petani/Nelayan 49 23 72 Pengemudi 118 0 118 Montir/Tukang Servis 50 15 65 Pedagang 655 438 1. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumah Kelompok Umur Laki-laki + Laki .152 Pengusaha/Lain-lain 730 523 1.520 26 .20 2.012 1.904 3.laki Perempuan Perempuan 0-5 965 972 1.297 2. Tingkat Pendidikan PT. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 48. Tabel 48.127 5. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 75 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .25 771 749 1.238 4.937 6 .253 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 c.535 60 + 82 107 189 Jumlah 6. Mata Pencaharian Mata pencaharian yang dimaksudkan adalah pekerjaan atau pun profesi dari penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

d.127 5. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Tingkat Pendidikan Laki-laki + L P Perempuan Belum Sekolah 670 682 1352 TK 334 294 628 SD 686 598 1284 SLTP/Sederajad 700 573 1273 SLTA/Sederajad 2.343 PT.097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 Jumlah Sarana Pendidikan yang terdapat di Kelurahan Fatululi tahun 2010 mencakup SD/MI milik Pemerintah/Negeri sebanyak 4 unit dan 1 unit milik swasta. Jumlah penduduk menurut golongan agama. Golongan Agama Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kelurahan Fatululi yaitu sebanyak 12 unit Gereja Protestan.970 12.113 3.263 2.430 Islam 661 682 1.Pada tabel 49 dirinci jumlah penduduk menurut ijasah tertinggi yang dimiliki oleh penduduk Kelurahan Fatululi Tahun 2010.051 4160 D3 (Diploma) 109 122 231 Stara 1 600 605 1205 Strata 2 56 35 91 Strata 3 6 2 8 Buta Huruf 443 487 930 Lainnya 414 521 935 Jumlah 6.109 2. maupun yang buta huruf. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 76 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .154 Katolik 2. Termasuk di dalamnya klasifikasi penduduk yang belum sekolah. dapat dilihat pada tabel 50. Tabel 49. Selain itu terdapat 1 unit tempat kursus milik swasta. Tabel 50.167 4. Tempat peribadatan agama lainnya tidak terdapat di Kelurahan Fatululi.041 6. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Golongan Agama dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Golongan Agama Laki-laki+ L P Perempuan Kristen 3.

Hindu Budha Jumlah

58 32 6.127

58 22 5.970

116 54 12.097

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

e. Fasilitas Umum Lainnya Fasilitas umum lainnya seperti fasilitas perekonomian, kesehatan dan pelayanan jasa lainnya dapat dilihat dapat tabel 51.

Tabel 51. Jumlah Fasilitas Umum Lainnya di Kelurahan Fatululi Tahun 2010
Fasilitas Umum Lainnya Perekonomian Supermarket/Minimarket Toko Kios PT/CV/FA Rmh Mkn/Cafe/Warung Jlh 1 52 135 12 25 Kesehatan Puskesmas Pembantu Praktek Dokter/Bidan Praktek Bidan Apotik Jlh 1 2 2 4 Jasa Lainnya Biro Perjalanan Tempat Kost Wartel Pitrad Jlh 2 78 1 3

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

77

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

BAB IV DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI

Potensi dampak yang mungkin terjadi dan perlu dilakukan pengelolaan dan pemantauan jika pembangunan Rumah Sakit Siloam serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Perubahan Fungsi dan Tata Guna Lahan. Pembangunan kegiatan rumah sakit akan merubah tata guna lahan serta produktivitas lahan di lingkungan sekitar kawasan rumah sakit. 2. Peningkatan Bangkitan Lalu lintas dan Kerusakan Jalan. Pembangunan dan kegiatan operasional kawasan rumah sakit akan meningkatkan bangkitan lalu lintas sehingga kemungkinan akan terjadi kemacetan. Selain itu jika kemampuan (kapasitas) beban jalan maksimum disekitar lokasi ternyata tidak mampu untuk menerima beban tambahan dari kegiatan pembangunan dan operasional Rumah Sakit maka akan terjadi kerusakan jalan. 3. Peningkatan Run Off, Erosi dan Banjir. Kegiatan pembukaan lahan, pemotongan dan pengurugan tanah pada tahap konstruksi akan mengakibatkan perubahan struktur dan sifat tanah, misalnya permukaan tanah menjadi terbuka, agregat tanah hancur dan menjadikan tanah peka terhadap erosi. Kegiatan pemadatan tanah pada tahap konstruksi juga mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga akan meningkatkan volume air limpasan (run off). 4. Penurunan Kualitas Udara (Debu). Penurunan kualitas udara (peningkatan kadar debu) diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

78

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

5.

Peningkatan Kebisingan. Peningkatan kebisingan diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

6.

Penurunan Kualitas Air. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pembagunan kawasan rumah sakit dapat berasal dari tahap operasional rumah sakit serta prasarana dan sarana lingkungan yang terdapat di kawasan rumah sakit tersebut. Jika pemrakarsa tidak memiliki perencanaan mengenai jaringan air limbah yang baik maka akan berakibat terhadap penurunan kualitas air. Potensi dampak penurunan kualitas air permukaan sangat kecil karena daerah Kelurahan Fatululi khususnya kawasan rumah sakit tidak mempunyai aliran air permukaan.

7.

Perubahan Mata Pencaharian dan Pendapatan Penduduk. Perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk lokal dapat ditimbulkan oleh kegiatan pembebasan lahan maupun oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan operasi.

8.

Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha. Kegiatan konstruksi dan operasi akan mengakibatkan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha bagi penduduk di sekitar kawasan Rumah Sakit Siloam.

Dampak Lingkungan yang mungkin terjadi jika pembangunan Rumah Sakit serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut: 4.1 Tahap Pra Konstruksi. a. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. Hal ini akan berdampak sangat kecil karena lokasi rencana usaha berada dalam penguasaan Rumah Sakit Siloam sesuai sertifikat terlampir. b. Potensi Dampak Terkait Survey dan Pengukuran. Survey dan pengukuran lokasi akan berdampak negatif kecil berupa konflik kepentingan dan keresahan pada masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan karena kurangnya informasi tentang rencana kegiatan yang

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

79

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Rekrutmen tenaga kerja pada tahap konstruksi berdampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja dibidang konstruksi. c. 4.akan dilaksanakan. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 80 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pembersihan dan penyiapan lokasi dilakukan meliputi pekerjaan penebangan pohon yang ada dan pembersihan semak pada lokasi dimana masyarakat sekitar diuntungkan karena memanfaatkan potongan dahan/pohon untuk kebutuhan kayu bakar. c. Tetapi konflik dan keresahan itu segera reda setelah selesai survey dan pengukuran oleh Pihak Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. Dampak negatif sesaat yang akan timbul adalah debu dan tingkat kebisingan yang meningkat karena aktivitas dan mobilitas kendaraan yang meningkat membawa material atau pembersihan dan perataan lahan yang dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan alat berat saat mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi. terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta kesepakatan tentang posisi tenaga kerja lokal sehingga dapat terjadi hubungan yang harmonis antar pemrakarsa dan masyarakat sekitarnya.2 Tahap Konstruksi a. b. Sosialisasi rencana kegiatan pembangunan rumah sakit pada masyarakat berdampak positif berupa terjalinnya komunikasi yang baik antara pemrakarsa dan masyarakat sekitar. Dampak negatif yang timbul pada tahap ini adalah timbulnya kecemburuan pada tenaga kerja yang tidak diterima bekerja pada kegiatan ini. Potensi Dampak Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. sopir dan kondektur. Pembangunan sarana dan Prasarana penunjang. PT. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi.

air bersih. pekerjaan struktur beton. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan untuk Manajemen Rumah Sakit Siloam serta Seleksi Calon Tenaga Kerja. pekerjaan tembok. 4. air limbah. penjualan dan promosi. area parkir dan pekerjaan drainase (untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran).Sebelum pembangunan bangunan fisik Rumah Sakit. sarana K3 serta tempat tidur penjaga. Rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan akan berdampak positif yakni terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja yang akan dimanfaatkan untuk tenaga administrasi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 81 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. Pembangunan fisik rumah sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak negatif berupa peningkatan kebisingan. dilakukan pembangunan base camp untuk tempat kerja yang dilengkapi dengan fasilitas MCK permanen . d. Sedangkan kebutuhan air untuk konstruksi disuplai menggunakan truk tanki. Pembangunan fisik rumah sakit terdiri dari pekerjaan tanah dan urugan. gudang penyimpanan peralatan dan bahan bangunan . Meskipun menyerap tenaga kerja lokal dan pemenuhan kebutuhan rumah sakit tetapi kesempatan kerja yang ada tidak bisa menampung angkatan kerja yang tersedia terutama berkaitan dengan ketrampilan yang dimiliki oleh pencari kerja lokal tersebut. penagihan. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. debu dan mungkin kecelakaan kerja. pekerjaan instalasi pengolahan limbah padat dan limbah cair. pekerjaan pondasi. pemadam kebakaran. pekerjaan instalasi penangkal petir. pekerjaan plafon. pekerjaan landscape. pekerjaan instalasi telekomunikasi. pekerjaan pintu dan jendela. sarana air bersih. pekerjaan instalasi listrik. Demikian juga dengan jumlah kamar dan tempat tidur yang disediakan tidak mencukupi permintaan penyediaan kamar dan tempat tidur bagi pasien rawat inap dari masyarakat Kota Kupang dan luar Kota Kupang. Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. AC.3 Tahap Operasi a. serta terpenuhinya kebutuhan kamar bagi 233 konsumen rawat inap. b.

cair dan gas yang dapat dikelompokan menjadi limbah klinik / medik dan limbah non klinik / non medik. Kelompok limbah medik/klinik yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan medik terdiri dari : 1) Limbah inveksius (limbah yang mengandung mikro organisme yang berasal dari ruang bedah. mudah PT. radiologi. dealisis / hemodialisis. laundry. obat-obat kedaluarsa atau obat-obat yang terkontaminasi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 82 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . poliklinik. korosif. pemusaran jenasah dan kemoterapi) 2) Kegiatan pelayanan pendukung (laboratorium – laboratorium. pecahan gelas dan gunting kuku). laboratorium dan hemodialisis yang dapat menimbulkan penyakit). tabung-tabung obat atau bungkusan-bungkusan obat) 5) Limbah dari Alat-alat bekas (syringe. antara lain : 1) Kegiatan pelayanan medik (ruang bedah. zat-zat berbahaya (yang bersifat racun. ruang UGD. kardus-kardus makanan. rumah tunggu dan asrama) Dari ketiga pelayanan diatas dapat menghasilkan limbah padat. 2) Limbah pathological (limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia) 3) Limbah Citotoxic (limbah yang terkontaminasi) 4) Limbah parmacological (obat-obat bekas. restaurant. berasal dari material-material yang Kelompok limbah non medik umumnya dihasilkan dari kegiatan pelayanan pendukung rumah sakit. juga berdampak pada perkembangan sektor perdagangan dan jasa kesehatan untuk memenuhi kebutuhan warga konsumen Rumah Sakit. gunting. dapur.Operasional Rumah Sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak berupa meningkatnya pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi. Dampak lain yang penting yang berkaitan dengan berbagai aktivitas yang terjadi dalam rumah sakit dari berbagai bidang. perkantoran dan sosial yang terdiri dari limbah umum. pisau. ruang perawatan dan farmasi) 3) Kegiatan perkantoran dan sosial (kegiatan administrasi perkantoran/medical record.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 83 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . bangkitan lalulintas karena mobilisasi kendaraan pengangkut. Pekerjaan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan akan banyak menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. angin puting beliung. b. gempa bumi. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan.terbakar dan reaktif) dan limbah kimia (disinfeksi dan laboratoriumlaboratorium). Pengalihan fungsi lahan akan berdampak negatif berupa munculnya konflik dan keresahan diantara karyawan karena kemungkinan penurunan pendapatan dan kehilangan pekerjaan/pemutusan hubungan kerja (PHK). 4. debu. Dampak positif adalah menyerap tenaga kerja non skill yang diperlukan untuk pembongkaran gedung. Keseluruhan limbah cair yang dihasilkan dari berbagai jenis pelayanan medik dan non medik diolah dengan teknologi pengolahan limbah cair secara ”Bio Filter Anaerob dan Aerob” (lihat dalam lampiran gambar alir proses pengolahan limbah cair). sedangkan sisa sebahagian bahan bongkaran dapat di daur ulang. bencana alam. maupun kebakaran yang besar. atau dapat menimbun fondasi bangunan lain yang diperlukan. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. PT. Salah satu sumber dampak pada tahap pasca operasi adalah Pemutusan hubungan kerja dengan jenis dampak negatif berupa keresahan dan munculnya pengangguran akibat tidak dipekerjakan lagi pada usaha yang baru. Sedangkan limbah padat medik dan non medik diolah dengan incenerator dan sampah lainnya diangkut secara berkala oleh Dinas Kebersihan Kota.4 Tahap Pasca Operasi a. Pengalihan fungsi lahan pada Rumah Sakit dapat terjadi karena beberapa hal seperti pailit.

1) Sasaran Pengelolaan.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 84 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 2) Upaya Pengelolaan. Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. 1) Sasaran Pengelolaan.1 Tahap Pra Konstruksi a. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat sekitar lokasi rencana kegiatan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Survey Dan Pengukuran. 3) Lokasi Pengelolaan. PT. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang.1 Upaya Pengelolaan Dampak Lingkungan Hidup 5. Pemberian informasi tentang rencana kegiatan pada lokasi yang dibebaskan. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan.BAB V PROGRAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 5. b. 2) Upaya Pengelolaan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan.

Sosialisasi rencana Siloam Kota Kupang. Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. kimia. terutama pemberian informasi tentang lowongan kerja yang tersedia sesuai kebutuhan kegiatan Rumah Sakit Siloam. biologi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 85 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 2) Upaya Pengelolaan Pemrakarsa memberitahukan ke pihak kelurahan dan kelurahan mengundang masyarakat dan aparat kelurahan guna memberikan sosialisasi dan pemberian informasi yang jelas tentang rencana kegiatan oleh pemrakarsa maksud serta tujuan pembangunan rumah sakit bagi masyarakat. Pada sosialisasi ini juga ditampilkan potensi dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dibidang fisik. 1) Sasaran Pengelolaan Masyarakat lingkup lokasi dan aparat kelurahan menjadi sasaran kegiatan pembangunan Rumah Sakit pengelolaan. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. model pengelolaan dan pemantauan yang wajib dilakukan serta peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga dampak positif dapat ditingkatkan serta dampak negatif diminimalisir. c. 3) Lokasi Pengelolaan. maupun peluang kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak pemrakarsa dalam hal pembangunan rumah sakit ini. 3) Lokasi Pengelolaan PT. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. sosial budaya.Melakukan survey dan pengukuran lokasi rencana kegiatan sehingga masyarakat memperoleh kepastian tentang batas lokasi usaha dan tidak resah. ekonomi dan kesehatan masyarakat yang mungkin terjadi.

2 Tahap Konstruksi a. yakni 30 (sembilan puluh) hari kerja. Pengelolaan dilakukan selama pengerjaan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. 5. Kegiatan ini menimbukan peningkatan kebisingan akibat aktivitas keluar masuk kendaraan operasional. serta operator kendaraan angkutan PT. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan Sosialisasi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2012 mulai jam 16. dilakukan penebangan pohon dan semak serta pembersihan sisa tebangan. 3) Lokasi Pengelolaan.00 dengan jumlah peserta seperti daftar hadir terlampir. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi 1) Sasaran Pengelolaan Pengelolaan dilakukan terhadap lokasi rencana kegiatan yang ditumbuhi pohon dan material.Sosialisasi dilakukan di lokasi rumah sakit/arena pameran di Kelurahan Fatululi.1. Pengelolaan yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut adalah pengangkutan sisa tebangan serta operasional pengangkutan dilakukan pada malam hari. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 2) Upaya Pengelolaan Saat pembersihan dan penyiapan lokasi. Kebisingan tidak terlalu nampak akibat kebisingan dari lingkungan dan transportasi. Kota Kupang. Kecamatan Oebobo. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Upaya Pengelolaan ini diharapkan dapat mengurangi kuantitas bangkitan debu ke udara. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 86 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .30 Wita sampai jam 20. semak.

3) Lokasi Pengelolaan. Pengumuman ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi. Disamping itu perlu pengaturan pembagian tugas dan Jadwal kerja yang jelas agar pekerjaan fisik dapat dilaksanakan secara maksimal.b. Persaingan dalam memanfaatkan kesempatan kerja bagi para pekerja lokal perlu diperhatikan. 4) Waktu dan durasi pengelolaan. Selain upayakan juga mengatur hubungan kerja yang baik diantara pekerja terampil dari luar dengan pekerja lokal yang kurang terampil sehingga terjadi peningkatan kinerja antara transfer teknologi pekerja. waktu pembayaran. sistim kerja. Prioritas utama ditujukan kepada pekerja lokal sebagai sasaran agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada gejolak sosial. Upaya ini akan mengeliminasi dampak negatif pada hubungan keharmonisan diantara pencari kerja lokal dan semakin memaksimalkan tingkat pendapatan mereka. sedangkan pembagian tugas dan jadwal kerja dijelaskan kepada pekerja di lokasi kegiatan pembangunan Rumah Sakit. Dinas Nakertrans Kota Kupang. jumlah lowongan. Dinas Nakertrans Kota Kupang dan lokasi rencana usaha. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 87 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. 1) Sasaran Pengelolaan PT. Dilakukan dengan cara mengumumkan secara luas tentang kesempatan kerja. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja 1) Sasaran Pengelolaan. Pengumuman lewat radio dan koran serta ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi. 2) Upaya Pengelolaan. cara pembayaran upah kerja. c. 14 (empat belas) hari sebelum rekrutmen dilaksanakan. semuanya dilaksanakan sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

sabuk pengaman. pembuatan gudang tempat penyimpanan material. 3) Lokasi Pengelolaan. penutupan dengan terpal pada bak truk pengangkut. Pengelolaan dilakukan untuk mencegah peningkatan debu dan kebisingan serta kecelakaan kerja. Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi. 3) Lokasi Pengelolaan. kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas. 2) Upaya Pengelolaan. sopir. d. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 88 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. penerapan disiplin dan Standart Operation Procedure (SOP). Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. pemasangan tanda larangan masuk dan rambu lalu lintas portabel. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. masker hidung. PT. 1) Sasaran Pengelolaan. kondektur. 2) Upaya Pengelolaan Pengelolaan dilakukan untuk mengurangi dampak peningkatan debu dan kebisingan. mentaati jadwal angkut dan jadwal kerja. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. sopir dan kondektur. pengawas. dan lain-lain. pagar lokasi. himbauan. serta taat terhadap Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) seperti penggunaan helm pengaman. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. pengawas. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. pemasangan tanda larangan masuk. sebelum kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya.

Meningkatkan kemampuan pekerja dengan latihan ketrampilan/ permagangan bagi tenaga pengurus rumah sakit. PT. dengan pihak Kepolisian dalam melatih satpam. diklat maupun kursus. kerjasama dengan Dinas kebersihan dalam menangani persampahan. Upaya pengelolaan dilakukan dengan cara mengumumkan jumlah kesempatan atau lowongan kerja sebanyak 200 orang tenaga yang dibutuhkan berdasarkan spesifikasi kebutuhan manajemen rumah sakit. Yang menjadi sasaran pengelolaan adalah masyarakat pencari kerja terutama yang memiliki spesifikasi di bidang pengelolaan rumah sakit dan fasilitasnya. 1) Sasaran Pengelolaan. Pengelolaan dampak lingkungan terkait rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan. serta masyarakat yang telah mendaftar untuk bekerja di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang.1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 89 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi sampai kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya selesai.3 Tahap Operasi a. 5.4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. serta peningkatan kesehatan kerja melalui Askes tenaga kerja guna pememeriksaan kesehatan pekerja ke paramedis setiap tahun. Selain itu juga direncanakan pelaksanaan peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia Rumah Sakit melalui berbagai program magang. serta pelaksanaan seleksi calon karyawan dilakukan secara transparan. Guna menjaga keharmonisan diperlukan Pengarahan dan selalu konsisten dalam menegaskan aturan yang sudah disepakati bersama pekerja. penanggulangan keadaan darurat pada Dinas Kebakaran. 2) Upaya Pengelolaan.

3) Lokasi Pengelolaan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Semua limbah cair dalam Equilizing tank dihomogenkan dan ditambahkan kadar oksigen terlarut (DO). Tahap Pengumuman sampai seleksi karyawan Rumah Sakit dilaksanakan 14 (empat belas) hari. sistem pengelolaan rumah sakit dan sarana prasarana pendukung Rumah Sakit Siloam. PT. Pengelolaan Dampak Lingkungan Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya 1) Sasaran Pengelolaan Sasaran pengelolaan pada manajemen rumah sakit. Dinas Nakertrans Kota Kupang serta Kantor manajemen Rumah Sakit agar diperoleh tenaga yang profesional dibidangnya. yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a. 2) Upaya Pengelolaan Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir dampak lingkungan berupa peningkatan pencemaran air karena aktifitas manusia saat operasional Rumah Sakit. b. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 90 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengumuman dilaksanakan di media massa. sedangkan program peningkatan SDM karyawan Rumah Sakit dilaksanakan secara terus menerus dan berkala sesuai tingkat kebutuhan manajemen rumah sakit. Sedangkan Seleksi karyawan Rumah Sakit dan peningkatan SDM dapat dilaksanakan pemrakarsa di tempat lain yang dianggap layak. b. selanjutnya dipompa ke arah STP Biofilter serta diolah secara biologis anaerob dan aerob. Kemudian limbah cair dari toilet dan laundry dialirkan ke Equilizing tank dan limbah cair dari dapur di treatment (untuk menangkap lemak dan minyak) selanjutnya dialirkan ke Equilizing tank. Limbah cair dari Unit UGD. Operasi dan laboratorium akan melalui proses pre-treatment setelah itu dialirkan ke Equilizing tank. Karena itu pengolahan semua limbah cair dari semua unit operasi Rumah Sakit Siloam akan diolah dengan sistem Bio Filter Anaerob dan Aerob.

Disamping itu perlu menyiapkan tempat/ ruang terbuka bagi perokok dengan tanaman seperti di atas. Limbah sebaiknya di incinerasi dan dapat dibuang ke Landfill. termasuk Sansivieria/ lidah mertua dan pakis Boston (Hasim. dipelihara sehingga tetap berfungsi dengan baik. Dari bak sedimentasi air dialirkan menuju tangki penampungan (storage tank) untuk di recycle kembali atau dibuang ke badan air. beringin (Ficus benjamina) hanya 1. Dari STP Biofilter air yang telah memenuhi baku lingkungan dialirkan ke bak sedimentasi dan ditambahkan PAC untuk mengendapkan zat-zat tersuspensi yang sebagian kemungkinan mengandung B3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 91 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . d.05 mg/l timbal. Sehelai daun Puring mampu menyerap 2. Pengelolaan polutan dengan menggunakan tanaman out door yaitu Puring/croton . Yokyakarta. Limbah yang harus disterilisasi di tempatkan dalam kantong biru muda. Upaya pengelolaan kualitas udara dengan memelihara pohon yang sudah ada dan menanam kembali atau menyediakan tanaman in door dalam tiap ruangan dapat menyerap polutan yang ada maupun menyerap tingkat kebisingan. Islam Indonesia. menyediakan tempat sampah dan TPS Rumah Sakit dengan peruntukan sebagai berikut: sampah umum dalam kantong plastik warna hitam.2008).Agts 2008). semua sampah akan diteruskan ke incenerator disimpan di dalam plastik berwarna kuning strip hitam. Tumbuhan ini merambat berdaun kuning. sumur resapan. menurut hasil penelitian Ir Suparwoko Univ. Sedangkan limbah padat radioaktif disimpan di PT. padatan yang mengendap diharuskan di sedot secara periodik.c. Upaya pengelolaan sistim drainase.505 mg/l (Trubus .025 mg/l dan Tanjung (Mimusops elengi) 0. Beberapa tanaman in door yang dianjurkan yaitu Siri Belanda ( Epipremnum aureum) meredam 53 % dari total Benzena sebesar 0. croton paling baik dalam menyerap Timbal.156 ppm per hari juga menekan 67 % dari total formaldehid 18 ppm dan 75 % dari total karbon Monoksida sebesar 113 ppm . Upaya pengelolaan untuk tujuan mengurangi timbunan sampah padat dilakukan dengan cara memasang tanda larangan membuang sampah sembarangan.

maupun himbauan. tanda bahaya (gampang terbakar. 5. pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran bagi karyawan. 3) Lokasi Pengelolaan Lokasi pengelolaan fasilitas berada dalam lokasi rumah sakit.dalam kotak yang dilapisi logam Pb dan beri identitas khusus bahan radioaktif (selanjutnya diolah di Badan Tenaga Atom (BATAN) dan limbah radiokatif cair dengan waktu paruh pendek di simpan dalam kotak berlapis Pb sampai aktivitasnya. Sasaran pengelolaan pada kegiatan ini adalah karyawan Rumah Sakit dan penghuni perumahan di sekitarnya. akses jalan yang cukup untuk kendaraan pemadam kebakaran. Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan cara penerapan SOP dan K3 secara ketat. 2) Upaya Pengelolaan. berhenti). parkir. 1) Sasaran Pengelolaan. Pembuatan sebuah TPS rumah sakit memudahkan saat menjalin kerjasama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang agar pengangkutan sampah dari TPS Rumah Sakit dilakukan secara rutin. dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang tiap 6 (enam) bulan. pemasangan tabung pemadam. serta menganalisa kualitas air maksimal dua kali dalam setahun pada Laboratorium terakreditasi di tingkat provinsi atau laboratorium lingkungan pada Dinas Kesehatan Kota Kupang. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 92 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . gampang meledak). 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan : Mengatur Jadwal penyedotan tinja secara rutin melalui Dinas Kebersihan Kota Kupang adalah cara yang tepat sebelum tangki septik penuh. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. Upaya pengelolaan untuk meminimalisir dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian informasi yang lengkap mengenai alasan PT.4 Tahap Pasca Operasi a.1. pemasangan tanda larangan (merokok.

Pengelolaan dampak kegiatan pengalihan fungsi lahan dilaksanakan di lokasi Rumah Sakit. 1) Sasaran Pengelolaan. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah pemilik bangunan Rumah Sakit yang dibongkar. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi pada masyarakat sekitar tentang rencana dan waktu pembongkaran. 3) Lokasi Pengelolaan. 2) Upaya Pengelolaan.pengalihan fungsi lahan dari rumah sakit ke usaha/kegiatan lain sehingga karyawan dan pemilik/penghuni dapat memahaminya sehingga tidak timbul konflik dan keresahan. PT. Sosialisasi. mencegah debu yang berterbangan dengan menyiram lokasi. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran Bangunan. mendaur ulang sebahagian bahan bangunan. Pengelolaan dampak kegiatan pembongkaran bangunan rumah sakit dilaksanakan pada kawasan rumah sakit. mempekerjakan tenaga kerja non skill sekitar lokasi rumah sakit. Waktu pemberian informasi kepada karyawan dilaksanakan 2-5 bulan sebelum pengalihan fungsi dilaksanakan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri secara lebih baik. 3) Lokasi Pengelolaan. penyerapan tenaga kerja dan pembongkaran dilaksanakan dalam waktu secepatnya. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. b. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 93 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . mengatur alat berat dan arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas maupun tenaga kerja. Sedangkan informasi kepada karyawan dilakukan paling lambat 1 tahun sebelum dialihfungsikan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri lebih baik.

Pemberian pesangon.1 Tahap Pra konstruksi. 1) Sasaran Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 94 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3) Tolok Ukur Pemantauan. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah karyawan yang akan di-PHK. 5. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga / instansi lain dilakukan saat pelaksanaan PHK.c. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. 2) Upaya Pengelolaan. terutama yang tidak dipekerjakan kembali pada usaha yang baru. maupun keluhan dan keraguan. mengalihkan tenaga kerja tersebut ke usaha lain/baru. 4) Waktu dan durasi Pengelolaan. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian pesangon sesuai dengan kontrak kerja dan aturan ketenagakerjaan . dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga atau instansi lain. a. Pengelolaan dampak kegiatan PHK dilaksanakan di manajemen rumah sakit. 2) Parameter Yang Dipantau.2.2 Upaya Pemantauan Dampak Lingkungan Hidup 5. 3) Lokasi Pengelolaan. Tanggapan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi dalam bentuk positif. PT. mengalihkan tenaga kerja ke usaha lain/baru. 1) Sasaran Pengelolaan. Sasaran pemantauan adalah masyarakat sekitar lokasi rencana usaha.

4) Metode Pemantauan. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan dan membandingkan jumlah persepsi negatif maupun positif. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Survey dan Pengukuran. dialog. Pemantauan dilakukan dengan metode observasi. Pemantauan dilakukan 1-2 hari sebelum saat pelaksanaan survey dan pengukuran oleh Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. tanya jawab dan dialog dengan masyarakat sekitar lokasi rencana usaha. 2) Parameter Yang Dipantau. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. b. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 95 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan. Pemantauan dilakukan di sekitar lokasi rencana usaha.Yang menjadi tolok ukur pemantauan dalam kegiatan ini adalah perbandingan persentase yang menolak dan yang menerima serta alasanalasannya. tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan. dialog. Jumlah dan asal persepsi negatif maupun positif terhadap rencana usaha. 5) Lokasi Pemantauan. PT. Sasarannya adalah masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. Masyarakat sekitar yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. 1) Sasaran Pemantauan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Observasi. 5) Lokasi Pemantauan. Observasi. 4) Metode Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan.

Masyarakat sekitar. 5. tokoh masyarakat dan aparat kelurahan Fatululi. 1) Sasaran Pemantauan.c. Pemantauan Dampak Lingkungan Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi. PT. Kondisi lingkungan rumah sakit. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 96 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Waktu pemantauan adalah saat pelaksanaan sosialisasi dan sesi dialog dengan masyarakat sekitar.2. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. Pemantauan dilakukan lewat metode observasi. 2) Parameter yang Dipantau. dialog dan wawancara. 5) Lokasi Pemantauan. Ada tidaknya informasi tentang rencana usaha serta peluang kerja kepada masyarakat sekitar. a. tokoh agama. Pemantauan dilaksanakan pada tempat sosialisasi rencana usaha. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Ketersediaan informasi dan bahan sosialisasi rencana kegiatan yang berisi peluang dan kesempatan kerja serta manfaat rencana kegiatan bagi pemrakarsa dan lingkungan sekitar. 3) Tolok Ukur Pemantauan. tingkat penerimaan masyarakat sekitar terhadap rencana usaha. 1) Sasaran Pemantauan.2 Tahap Konstruksi. 4) Metode Pemantauan.

2) Parameter Yang Dipantau. Metode pemantauan yang dipakai adalah pengujian tingkat partikel debu di udara serta tingkat kebisingan pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. wawancara dengan tenaga kerja dan manajemen usaha. 5) Lokasi Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Tolok ukur pemantauan adalah kebutuhan minimal tenaga kerja konstruksi sebanyak 196 orang agar pekerjaan konstruksi berjalan optimal. Lokasi rencana usaha pembangunan rumah sakit. 2) Parameter Yang Dipantau. Sasaran Pemantauan adalah tenaga kerja di lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit. Parameter yang dipakai dalam pemantauan adalah jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam tahap konstruksi. Tolok ukur pemantauan yang dipakai adalah kondisi tingkat partikel debu serta tingkat kebisingan awal. b. 4) Metode Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 97 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1) Sasaran Pemantauan. PT. Lokasi rencana usaha pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. 5) Lokasi Pemantauan. Pemantauan dilaksanakan menggunakan metode pemeriksaan daftar hadir tenaga kerja. Pemantauan dilakukan sekali pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 98 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1) Sasaran Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. kejadian kecelakaan kerja. c. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan.6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah kondisi kualitas lingkungan lokasi rencana usaha yang terdiri dari kualitas udara dan kebisingan. Kondisi lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit saat kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi. 2) Parameter yang Dipantau. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit Siloam dan Fasilitasnya. Pengukuran tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. d. Kondisi tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan daerah permukiman sekitar Rumah Sakit Siloam. PT. 2) Parameter Yang Dipantau. 5) Lokasi Pemantauan. Dilakukan saat sedang berlangsung kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan konstruksi. Lokasi rencana pembangunan rumah sakit. Pemantauan dilakukan minimal 2 (dua) kali selama kegiatan konstruksi. 4) Metode Pemantauan.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 99 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . a. Pembagian kerja. Kualitas udara dan tingkat kebisingan. 5. Pemantauan dilakukan lewat pengukuran kualitas udara dan kebisingan. jumlah tenaga kerja lokal yang melamar dan yang diterima. 3) Tolok Ukur Pemantauan. yaitu pada awal kegiatan. 5) Lokasi Pemantauan.Tingkat partikel debu dan kebisingan. jumlah kejadian kecelakaan kerja. 1) Sasaran Pemantauan.3 Tahap Operasi. Jumlah kebutuhan dan jumlah hasil rekrutmen karyawan. kontrak kerja dan upah serta kriteria dan jumlah calon karyawan yang lolos seleksi.2. Pemantauan dilakukan terhadap jumlah minimal karyawan (200 orang). dialog. Pemantauan dilakukan selama 3 (tiga) kali. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan dilakukan pada lokasi pembangunan rumah sakit. Sasaran pemantauan dalam kegiatan ini adalah Sistem dan hasil rekrutmen karyawan Rumah Sakit serta seleksi calon karyawan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan Rumah Sakit Siloam dan seleksi Calon Karyawan Rumah Sakit Siloam. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Informasi hak dan kewajiban karyawan. serta pengumuman pendaftaran maupun hasil seleksi calon karyawan. pertengahan dan akhir kegiatan untuk membandingkan ketepatan pengelolaan yang diterapkan. jadwal kerja. observasi. peralatan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) serta laporan kecelakaan kerja. SOP. Pengumuman seleksi dan penerimaan calon karyawan. Kotak P3K. PT. 4) Metode Pemantauan. ketersediaan sarana dan prasarana K3. 2) Parameter Yang Dipantau.

wawancara dengan calon karyawan dan manajemen rumah sakit. jalan. 1) Sasaran Pemantauan. Laporan jumlah kejadian Kecelakaan kerja dan kebakaran. Pemantauan dilakukan minimal 1 kali pada saat seleksi dilakukan. sarana dan prasarana pendukung aktivitas rumah sakit. pohon peneduh . Ketersediaan sarana dan prasarana K3. daftar calon serta kelengkapan terhadap dokumen yang disyaratkan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. manifest pendaftar. Pemantauan dilakukan pada kantor Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Sistem drainase. tanda larangan / himbauan. 5) Lokasi Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 100 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . udara dan kebisingan maka parameter lingkungan yang dipantau adalah jumlah dan kondisi IPAL. Sarana dan prasarana damkar. SOx dan membandingkan tingkat kebisingan pada saat rona awal dengan tahap operasi rumah sakit. PT. Pemantauan terhadap kualitas udara dan kebisingan dilakukan dengan mengukur kadar NOx. Pemantauan terhadap pengelolaan timbulan sampah dilaksanakan dengan melihat jumlah dan kondisi Tempat sampah atau TPS. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. fasilitas umum.4) Metode Pemantauan. Dalam rangka pencegahan dan meminimalisir dampak terhadap kualitas air. Septic Tank. Sedangkan pemantauan hasil dari upaya pengelolaan terhadap dampak kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan melihat SOP. daftar hadir calon karyawan. 2) Parameter Yang Dipantau. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah manajemen rumah sakit. serta SOP. b. Pemantauan dilakukan menggunakan metode pemeriksaan terhadap perjanjian kerja. sebelum rumah sakit difungsikan. tanda larangan dan himbauan.

Observasi. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. pengujian laboratorium pada kualitas air. Tolok ukurnya adalah jumlah karyawan yang masih aktif. jumlah karyawan dan jumlah warga di sekitar lokasi rumah sakit yang resah. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 101 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . udara dan tingkat kebisingan.4 Tahap pasca Operasi a. 4) Metode Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. Kualitas udara. 5. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. wawancara. 5) Lokasi Pemantauan. 5) Waktu dan Durasi Pemantauan. Parameter yang harus dilihat adalah apakah rumah sakit telah berhenti beroperasi secara permanen dan penyebab pengalihan usaha. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Pemantauan dilakukan tiap 6 (enam) bulan selama rumah sakit beroperasi dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang serta instansi terkait. 2) Parameter yang Dipantau. air dan tingkat kebisingan pada kondisi awal lokasi sebelum ada kegiatan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk Rumah Sakit pada tahap operasi.2. 3) Tolok Ukur Pemantauan. tingkat keresahan warga dan tenaga kerja. Sasaran pemantauan adalah kondisi karyawan dan manajemen rumah sakit yang akan berhenti beroperasi. survey. 4) Lokasi Pemantauan.3) Tolok Ukur Pemantauan. PT. kondisi manajemen rumah sakit.

1) Sasaran Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. Sasaran pemantauan adalah bangunan. b. sosialisasi dan waktu pembongkaran serta teknis penanganan pengangkutan material. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 102 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. tenaga kerja. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Sasaran pemantauan adalah karyawan dan manajemen rumah sakit. Pemantauan dilakukan sekali saat proses pembongkaran bangunan Rumah Sakit.Pemantauan dilakukan sekali selama proses pengalihan usaha. manajemen rumah sakit dan pemilik c. Bahan yang di daur ulang. survey. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. kualitas udara dan kebisingan serta keresahan warga. bangkitan lalu lintas dan jumlah tenaga kerja lokal yang diserap. PT. wawancara dengan pemrakarsa. 2) Parameter Yang Dipantau. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. kebisingan. 2) Parameter Yang Dipantau. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran bangunan Rumah Sakit. pengujian laboratorium. Parameter pemantauan adalah prosedur pembongkaran dan peralatan yang digunakan. 5) Lokasi Pemantauan. lurah dan masyarakat sekitar. Observasi. penempatan sisa bahan bangunan. debu.

5) Lokasi Pemantauan. besar pesangon atau kompensasi yang diterima. tingkat keresahan tenaga kerja. Observasi. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya.Parameter pemantauan adalah prosedur PHK. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 103 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . kontrak penyewaan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan dilakukan sekali saat proses PHK. kontrak kerja. survey. 4) Metode Pemantauan. PT. serta alasan PHK. jumlah yang di-PHK. Aturan ketenagakerjaan. wawancara dengan karyawan dan pemrakarsa.