BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia kita mengenal adanya bangunan komersial sebagai sarana untuk melakukan berbagai kegiatan. Gedung sebagai salah satu bangunan komersial berfungsi sebagai tempat bekerja dan tempat hunian. Di dalam bangunan gedung kita dapat melakukan berbagai kegiatan seperti kegiatan usaha, kegiatan sosial dan budaya, keagamaan, jasa kesehatan atau kegiatan khusus lainnya. Ciri utama bangunan komersial biasanya mempunyai gaya arsitektur modern dan berada dalam kota serta mempunyai lokasi yang strategis. Sebagai tolok ukur dalam menampilkan percepatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang harus dapat menyediakan berbagai fasilitas pendukung utilitas kota seperti bangunan komersial rumah sakit yang dapat memaksimalkan fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan, bisnis, pariwisata, dan sektor ekonomi lainnya. Sejalan dengan trend dan tuntutan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, pembangunan Rumah Sakit Siloam dilaksanakan dengan memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh yang didahului dengan pengkajian lingkungan yang dilaksanakan lewat penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

1.2 Dasar Hukum Peraturan perundang-undangan yang menjadi rujukan dan dasar hukum dalam penyusunan dokumen UKL dan UPL ini, adalah : 1. Undang-undang Nomor 05 Tahun Agraria. 2. Undang-undang Nomor 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3. Undang-undang Nomor 03 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

1

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. 5. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 6. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. 7. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. 8. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 9. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 10. Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan. 11. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 2002 tentang Baku Tingkat Kebisingan. 12. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 50 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. 13. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 02/KPTS/1985 tentang Ketentuan pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Gedung. 14. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Gedung dan Lingkungan. 15. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 16. Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 02 Tahun 1999 tentang Ijin Lokasi. 17. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 147/MENKES/PER/I/2010 tentang Perijinan Rumah Sakit. 18. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

2

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

20. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. 21. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 22. Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 61 Tahun 2002 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2003. 23. Keputusan Bapedal Nomor 03 tahun 1995 tentang kualitas incinerator dan emisi yang dikeluarkannya. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 26. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 27. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air. 28. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999 tentang Pengolahan Bahan Limbah Berbahaya dan Beracun. 29. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Kota Kupang. 30. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kupang tahun 2011 – 2030. 31. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Kupang Tahun 2011 – 2030.

1.3 Tujuan dan Kegunaan 1.3.1 Tujuan Tujuan dari penyusunan dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang, adalah :

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

3

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

2) Menguraikan kegiatan yang akan dilakukan rumah sakit.3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 4 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2 Kegunaan Kegunaan dari dokumen UKL-UPL rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. adalah : 1) Bagi Pemerintah a) Sebagai bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan. 4) Menguraikan tindakan pihak rumah sakit dalam program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. 3) Bagi Masyarakat. yang setara dengan rumah sakit di luar negeri seperti di Singapura serta fasilitas Dokter Ahli yang PT. 1. 2) Bagi Pemrakarsa a) Membantu pemrakarsa dalam pengambilan keputusan sehubungan dengan perencanaan dan pengelolaan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan Rumah Sakit Siloam. b) Sebagai bahan acuan dalam upaya pemberdayaan masyarakat sebagai akibat dari kegiatan pengoperasian rumah sakit dan fasilitas penunjangnya. d) Sebagai bahan pertimbangan dalam permohonan rekomendasi kelayakan lingkungan hidup terhadap pembangunan dan pengoperasian rumah sakit. c) Sebagai instrument pengikat dan acuan bagi pemrakarsa dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. 3) Menguraikan komponen rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan menimbulkan dampak terhadap lingkugan hidup akibat pembangunan dan pengoperasian rumah sakit. b) Sebagai pedoman bagi Pemerintah Kota Kupang dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan pemantauan lingkungan hidup. pelaksanaan. pengawasan dan pengendalian pembangunan. a) Kemudahan memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai.1) Menyajikan informasi lingkungan sebelum adanya kegiatan rumah sakit. pengembangan.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 5 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . c) Terjalin pola kemitraan dengan usaha lain. b) Terbukanya kesempatan kerja seperti penyediaan bahan pangan dan sayuran serta buah-buahan dari warga sekitar rumah sakit serta penyediaan berbagai jasa pendukung aktivitas lainnya oleh warga di sekitar rumah sakit. PT. rawat jalan maupun pelayanan lainnya dengan harga yang bersaing dan terjangkau oleh masyarakat.memadai baik dalam jumlah maupun kualitas pelayanan bagi pasien rawat inap. d) Saling kontrol dari masyarakat terhadap kegiatan rumah sakit yang bersifat negatif.

Veteran RT: 017 RW: 005. Kelurahan Fatululi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 6 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 2. Lokasi dan/atau Kegiatan 3. Pekerjaan Struktur PT.2. Kecamatan Oebobo. Kelurahan Fatululi.2 Rencana Usaha dan/atau Kegiatan 1. Skala Usaha dan/atau Kegiatan : Rumah Sakit tipe A. Kota Kupang. Dominikus Go 3 : Jl. NUSA BAHANA NIAGA : Ir. Pekerjaan Persiapan 2. : Rencana kegiatan terletak pada kawasan dengan peruntukan sesuai penataan ruang adalah kawasan jasa dan perdagangan. 4.1 Kegiatan Konstruksi Kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang secara garis besar dikelompokan menjadi 7 (tujuh) jenis kegiatan utama : 1. Nama Rencana Usaha dan/atau : Pembangunan Kegiatan Kupang.BAB II IDENTITAS PEMRAKARSA DAN DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN 2.1 Identitas Pemrakarsa 1 2 Nama Badan Usaha Nama Penanggungjawab Rencana Usaha dan atau Kegiatan Alamat Kantor : PT. Rumah Sakit Siloam Kota Rencana 2. Kecamatan Oebobo. Kota Kupang. Telp : - 2. Informasi Kegiatan Usaha : Jl. Pekerjaan Tanah 3. Veteran RT: 017 RW: 005.

Pekerjaan Landscape Secara jelas deskripsi kegiatan pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang nantinya dapat dilihat pada tabel 1.77 420.00 9.750.29 m 2 Unit Unit m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit PT.00 300.372.2 1 2 3 4 5 6 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat 239. Tabel 1.502.59 1.42 883.00 540.79 18.00 m m m m m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan Unit m m m 2 2 1. Data Teknis Kegiatan Fisik Rumah Sakit Siloam Kota Kupang No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 C C.76 273.00 256.20 422.00 2.53 609. Pekerjaan Pelengkap 6. Pekerjaan Mekanical dan Electrical 7.00 37. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 7 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .88 874.25 1.00 1. Pekerjaan Arsitektural 5.4.11 839.00 1.00 60.1 1 2 3 4 C.

00 560.688.25 462.98 200. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 8 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 720.00 350.187.1.75 2.4.339.75 14.00 1.00 8.00 1 8.00 1.625.42 12.00 42. 1 2 D.2. 1 2 3 4 5 6 7 8 D.520.60 6.006.00 Unit Unit Unit PT.00 510.00 4.1.00 9.93 411.3.31 32.00 m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit m m m m m m 2 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan 12.D D.014.370.00 1.59 19.00 323.93 1. 1 D.46 888. 1 2 3 Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan Jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F.00 1.00 56.00 1.57 1.00 11.417.

Instalasi Intensif Care Unit h.00 1.00 1.00 Unit Unit Unit 2.00 1. Instalasi Pemulasaran Jenasah j.4 5 6 7 8 9 F. Instalasi Rawat Inap d.00 1.00 1. Instalasi Bedah Sentral i.00 1.00 1. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mecanical dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 1.2.00 1. terdiri dari : a.00 1. Instalasi Rawat Jalan c.2. Instalasi Bersalin e. Instalasi Rawat Darurat b.00 1. seperti: 1. Instalasi Rehab Medic PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 9 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 1. Instalasi Radiologi f.2 Fasilitas Pelayanan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang direncanakan dilengkapi dengan berbagai fasilitas.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1. Fasilitas Pokok. Instalasi Laboratorium g.00 1.00 1.

terdiri dari : a. Taman Selain itu rumah sakit ini dilengkapi dengan layanan umum. terdiri dari : a. Instalasi Pemadam Kebakaran f. e. dan lain-lain) b. Lift service h. layanan KB Rumah Sakit dan layanan MOW (Medical Operatif Wanita). dan lain-lain.2. Ramp Pasien 4. yaitu pelayanan jasa kesehatan dan penyediaan jasa yang berhubungan dengan kesehatan pasien. Pelayanan ATM d. Telepon / Fax. Fasilitas Pendukung. Instalasi Hemodialisis 3. Tangga Darurat i. Instalasi Sterilisasi d. antara lain layanan Mobil Ambulance. Instalasi Air Bersih dan Air Limbah d. Instalasi Gizi c. peralatan. maka Rumah Sakit PT. Cafetaria c. Security Service g. Instalasi Pemeliharaan Sarana (mesin-mesin. Dalam usaha mendukung kegiatan utama. AC. Internet. Fasilitas Umum. layanan Visum and Repertum. Instalasi Farmasi b. Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah c. layanan Medical Chek Up. Sarana Perparkiran b. terdiri dari : a. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 10 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Fasilitas Penunjang. Instalasi Listrik.

Siloam Kota Kupang memiliki kapasitas 233 tempat tidur serta berbagai fasilitas pendukung seperti terlihat pada tabel 2.
Tabel 2. Sarana dan Prasarana Pendukung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang
No. 1 Fasilitas Rumah Sakit Siloam IGD, Ruang Bersalin, Ruang Operasi, Ruang Sterilisasi, Hemodialisis, Klinik Rawat Jalan, Medical Record, ICU, Rehab Medic, Laboratorium, Farmasi / Apotek, Ruang Dokter, Pusat ATM, Gudang, Dapur Umum, Ruang Pemulasaran Jenasah, IPAL, Incenerator, Rumah Pompa, Rumah Genset, Pos Satpam, Parkiran Kendaraan. Kantor, Cafetaria, Klinik, Ruang Sterilisasi, ICU, Radiologi, Ruang Dokter, Ruang Perawat, Ruang Rawat Inap, Ruang Cuci dan strika. Gudang, Pantry, Ruang Perawat, Ruang Dokter, Ruang Isolasi, Ruang Rawat Inap. Ruang Mesin Lift, Ruang ME, Ruang Kompresor AC, Ruang Tandon Air. Keterangan

Lantai Satu

2

Lantai Dua Lantai Tiga Atap

3 4

Tabel 3. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas utama
Jenis Pelayanan Instalasi Rawat Darurat Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Inap (jumlah tempat tidur) Instalasi Bersalin Instalasi Radiologi (USG, MRI, Rontgen, Foto, CT Scan) Instalasi Laboratorium Instalasi Intensif Care Unit Instalasi Bedah Sentral Instalasi Pemulasaran Jenasah Instalasi Rehab Medic Jumlah Ruang 1 15 233 1 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 20 30 233 15 10 10 12 1 5 20

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

11

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Tabel 4. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas pendukung
Jenis Pelayanan Instalasi Farmasi Instalasi Gizi Instalasi Sterilisasi Instalasi Hemodialisis Aula kecil/Meeting Room Restaurant/Cafeteria Jumlah Ruang 1 1 1 1 1 1 Kapasitas (orang) 5 10 10 5 30 50

Tabel 5. Deskripsi layanan dan kapasitas fasilitas penunjang
Jenis Pelayanan Instalasi Pemeliharaan Sarana : a. Genset b. Pompa Air c. Bak Penampung Air Bersih d. Tandon Air Instalasi Pengolahan Limbah dan Pemusnahan Sampah : a. IPAL b. Incenerator Instalasi Listrik, Telepon / Fax, AC, Internet, dll : a. Listrik b. Telepon / Fax c. AC d. Internet Instalasi Pemadam Kebakaran Security Service Lift service : a. Lift Pasien b. Lift Umum c. Lift Barang Tangga Darurat Ramp Pasien Jumlah Ruang / Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 4 3 1 2 1 Kapasitas 1400 KVA 1 liter / detik 125 m3 46 m3 100 m3 / hari 80 kg / jam 1500 KVA 5 line 2.152.000 BTU /Jam wifi 532 sprinkle Hydrant umum 20 orang 1 bed 10 person 400 kg -

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

12

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

2.3 Garis Besar Usaha yang Menimbulkan Dampak Secara garis besar komponen pembangunan rumah sakit siloam yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dapat dibagi menjadi 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu : tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi dan tahap pasca operasi. a. Tahap Pra Konstruksi Pada tahap pra konstruksi kegiatan yang dilakukan yaitu survey, pengukuran lokasi, sosialisasi kepada masyarakat Kota Kupang khususnya masyarakat di Kelurahan Fatululi. Kegiatan ini diperkirakan akan menimbulkan dampak berupa keresahan pada masyarakat. b. Tahap Konstruksi 1) Perekrutan tenaga kerja Kebutuhan tenaga kerja menurut jenis dan posisi untuk proyek ini disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Posisi Manajer proyek Site Manajer Keuangan Tenaga Administrasi logistik Sopir Pelaksana Mandor Kepala Tukang Tukang Tenaga Buruh Security Jumlah Total Jumlah (Orang) 1 1 2 2 10 5 20 5 10 30 100 10 196 Spesifikasi S-1 S-1 S-1 D-3 SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SMA/STM SD, SMP, STM SMA orang

Kegiatan penerimaan tenaga kerja untuk konstruksi berpotensi menimbulkan dampak negatif berupa keresahan masyarakat, jika perekrutan tenaga kerja tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

13

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

P3K. Uraian pekerjaan konstruksi No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 Uraian Rencana Kegiatan Pekerjaan Persiapan Mobilisasi de Mobilisasi Pembersihan Lapangan Uitzet & Bouwplank Pagar Pengaman Keliling Direksi keet Air & Listrik Kerja Papan nama Proyek (120 x240) cm Pekerjaan Tanah Galian pematangan lahan Galian tanah pondasi struktur Urugan dan pemadatan tanah peninggian elevasi gedung Urugan pasir 37. 4) Pekerjaan Konstruksi Uraian pekerjaan konstruksi disajikan secara lengkap dalam tabel 7.00 9.25 1. penginapan pekerja. hilangnya sejumlah vegetasi dan fauna lokal. 3) Penyiapan Lahan Kegiatan penyiapan lahan meliputi kegiatan pembersihan dan pengupasan lahan.00 1. disamping itu dilengkapi dengan sarana MCK.00 540.372. bengkel perawatan dan perbaikan alat berat serta gudang penyimpanan material. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 14 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . pagar keliling lokasi pembangunan. Kegiatan ini dapat menimbulkan dampak berupa debu. Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa kesempatan usaha.29 m m m m 3 3 3 3 Volume Satuan Kegiatan 1.00 Unit m m m 2 2 m 2 Unit Unit PT.79 18. kebisingan. lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik dengan masyarakat setempat. kebisingan.2) Base camp Pembagunan base camp berfungsi sebagai kantor pelaksana.502.53 609. dan gangguan terhadap lalu lintas. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi.00 300. Tabel 7.750.00 60.00 1.

00 256.93 1.C C.00 9.4.20 422.42 883.00 2.00 720.00 4.417.11 839.00 12.339.1 1 2 3 4 C.370. 1 2 3 4 5 6 7 8 D.2 1 2 3 4 5 6 D D.520. 1 2 3 4 5 E 1 2 3 Pekerjaan Struktur Pekerjaan Beton Sub Struktur Lantai kerja Pondasi Pondasi Footplat Pondasi bored pile Pile cup Pekerjaan Beton Upper struktur Beton Bertulang Ground Floor Beton Bertulang 2nd Floor Beton Bertulang 3rd Floor Beton Bertulang Roof Floor Beton Bertulang Tangga Beton Bertulang Tangga Darurat Pekerjaan Arsitektural Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Plesteran dan Acian Pekerjaan Pintu dan jendela dan Partisi Pekerjaan Pintu dan jendela Pekerjaan Partisi Pekerjaan Finishing Lantai Dan Dinding Pekerjaan lantai Marmer Pekerjaan lantai dan dinding Keramik Pekerjaan Dinding lapis Granit Pekerjaan Dinding ACP Pekerjaan dinding Lapis Timbel (Luar dalam) Pengecatan dinding Interior dinding Pekerjaan dinding Cat epoxy Pekerjaan Waterproffing Atap Pekerjaan Plafond/Celling Plafond Akustik t = 15 mm + Rangka Menti Crossti Plafon Fin ACP + Rangka Galvalum Lis gipsum arsitektural Pengecatan interior plafond Pekerjaan Plafond Cat epoxy Pekerjaan Pelengkap Railing Tangga Penyekat Urinoir Canopy Teras IGD 1.88 874.625.77 420.59 1.00 m m m m m PT.60 6.00 560.76 273.25 462.00 11.006.688.2 1 2 D.75 2.1 1 D.3.014.00 350.00 56.93 411.00 1 m m m m m m m m 3 3 3 3 3 3 3 3 Unit Unit m m 2 2 Bh m m m m m m m m 2 3 2 2 2 2 2 2 Unit 2 2 2 2 2 8.00 510.98 Unit Unit m 2 239.59 19.00 42.187.46 888. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 15 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 16 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 m m m m m 2 2 2 2 2 Unit Unit Unit Unit 1.00 1.00 1.00 1. peningkatan emisi gas buangan. 1 2 3 4 5 6 7 G 1 2 3 Canopy Teras Samping Pedestrian Ramp IGD Tangga Samping Ramp loading.00 1.00 Unit Unit Unit Kegiatan tersebut di atas akan menimbulkan dampak berupa kebisingan.4 5 6 7 8 9 10 11 12 F F.00 8.57 1.00 1. sedimentasi.31 32.42 12.00 1.75 14.00 1.00 1.2.00 1.00 1. debu.00 1.00 1.00 1.00 1. unloading Pekerjaan Gedung Mortuary Pekerjaan Rumah Genset dan pompa Pekerjaan Instalasi Power Suply 1500 KVA Logo Dan Plank Nama Pekerjaan Mecanical dan Electrical Pekerjaan Mecanical dan Electrical Gedung Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Pekerjaan Instalasi Lift Pekerjaan Instalasi AC dan Exhaust fan Pekerjaan Instalasi Fire alarm Pekerjaan Instalasi Tata Suara Pekerjaan Instalasi Telepon dan outlet data System Pekerjaan Instalasi penangkal Petir Pekerjan Instalasi air Limbah Pekerjaan Instalasi air Bersih Pekerjaan Mekanikal dan Electrical Landscape Pekerjaan Instalasi Listrik dan penerangan Kompleks Pekerjan Instalasi air Limbah kawasan Pekerjaan Instalasi air Bersih taman Pekerjaan Ground reservoar air bersih Pekerjaan Tandon Air Pekerjaan instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) Pekerjaan Instalasi pengolahan limbah padat (Incenerator) Pekerjaan Landscape Pekerjaan Jalan masuk dan area parkir Pekerjaan Tata Taman Pekerjaan Saluran drainase permukaan 200.1.00 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 F.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1. PT.00 1.00 1.00 1.00 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1. peningkatan aliran permukaan.00 323.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 17 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan material konstruksi. Perekrutan tenaga kerja operasi Tenaga kerja yang mendukung kegiatan operasional rumah sakit diperkirakan 200 karyawan baik medis maupun non medis. 5) Tahap Operasi Rumah Sakit a. dengan rincian sebagai berikut : 1) Direktur Utama 2) Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Administrasi 3) Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan 4) Wakil Direktur Bidang Rawat Inap 5) Dokter Ahli/Spesialis 6) Dokter Umum 7) Front Office 8) Perawat 9) Bidan 10) Tenaga Adminitrasi Rumah Sakit 11) Pantry dan Restaurant 12) Laundry + Engineering 13) Satpam : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 9 orang : 11 orang : 20 orang : 46 orang : 15 orang : 50 orang : 10 orang : 15 orang : 20 orang Kegiatan perekrutan ini dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap masyarakat lokal. Dampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja baru. lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para pekerja yang bisa menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat setempat. Selain itu kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Dampak negatif yang mungkin terjadi bahwa kesempatan kerja yang ditawarkan dengan spesifikasi tertentu beresiko PT. kebisingan.

Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. 3) Instalasi Rawat Inap. penyelidikan. b. 4) Instalasi Perawatan Intensif (Intensive Care Unit = ICU). 5) Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Fasilitas yang digunakan merawat pasien yang harus di rawat lebih dari 24 jam (pasien menginap di rumah sakit). perinatal.terhadap tenaga kerja lokal yang tidak tersedia sesuai kebutuhan berupa keresahan. Fasilitas yang melayani pasien yang berada dalam keadaan gawat dan terancam nyawanya yang membutuhkan pertolongan secepatnya. Fasilitas menyelenggarakan kegiatan persalinan. meliputi : 1) Instalasi Rawat Jalan Fasilitas yang digunakan sebagai tempat konsultasi. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. juga peningkatan kebisingan. 2) Instalasi Gawat Darurat. Fasilitas untuk merawat pasien yang dalam keadaan sakit berat sesudah operasi berat atau bukan karena operasi berat yang memerlukan pemantauan secara intensif dan tindakan segera. Pengoperasian rumah sakit. nifas dan gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. kecemburuan dan bisa menimbulkan konflik sosial. 6) Instalasi Bedah. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 18 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masingmasing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. PT.

Fasilitas untuk mensterilkan instrumen. Fasilitas untuk penyediaan dan membuat obat racikan. maka desain ruangan untuk instalasi tersebut dirancang secara khusus sesuai dengan standar yang berlaku sebagaimana yang ada dalam gambar rencana. bahan perbekalan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 19 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 7) Instalasi Farmasi. yang membutuhkan kondisi steril dan kondisi khusus lainnya. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Fasilitas untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien dengan menggunakan energi radioaktif seperti sinar gamma. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. linen. 9) Unit Hemodialisa Fasilitas ini digunakan sebagai tempat pasien melakukan cuci darah. foton. Kegiatan ini menimbulkan dampak berupa peningkatan sampah medis. 8) Instalasi Radiodiagnostik dan Radioterapi. proton dan neutron dalam proses diagnosis dan pengobatan penyakit. Karena alasan adanya radiasi bahan radioaktif. penyediaan obat paten serta memberikan informasi dan konsultasi perihal obat. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. non medis dan limbah radioaktif.Suatu unit khusus di rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan pembedahan/operasi secara elektif maupun akurat. 10) Instalasi Sterilisasi Pusat (CSSD/ Central Supply Sterilization Departement) Instalasi Sterilisasi Pusat (Central Sterile Supply Department = CSSD). PT. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. berkas elektron.

riwayat penyakit. Fasilitas melakukan proses penanganan makanan dan minuman meliputi kegiatan pengadaan bahan mentah. Fasilitas pelayanan untuk memberikan tingkat pengembalian fungsi tubuh dan mental pasien setinggi mungkin sesudah kehilangan / berkurangnya fungsi tersebut. hasil pemeriksaan dan pengobatan pasien yang diterapkan secara terpusat/sentral. kimia. penyimpanan. dan sebagainya). higiene. Fasilitas untuk meletakkan/menyimpan sementara jenazah sebelum diambil oleh keluarganya. gas buangan dan kebauan. 12) Instalasi Rehabilitasi Medik. Fasilitas kerja khususnya untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan ilmiah (misalnya fisika. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah medis maupun non medis. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan PT. pengolahan.11) Instalasi Laboratorium. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 20 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah non medis. 13) Bagian Administrasi dan Manajemen Suatu unit dalam rumah sakit yang merupakan tempat melaksanakan kegiatan administrasi pengelolaan/manajemen rumah sakit serta tempat melaksanakan kegiatan merekam dan menyimpan berkas-berkas jati diri. 15) Instalasi Gizi/Dapur. memandikan jenazah. 14) Instalasi Pemulasaran Jenazah dan Forensik. pemulasaraan dan pelayanan forensik. dan penyajian makanan-minuman.

17) Bengkel Mekanikal dan Elektrikal (Workshop) Fasilitas untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan ringan terhadap komponen-komponen sarana.00 13.868. 1. 18) Instalasi Air Bersih Angka kebutuhan air bersih Rumah Sakit Siloam diprediksi berdasarkan standar kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan sesuai ketentuan DirJen Cipta Karya (200 ltr/org/hr untuk pasien rumah sakit). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 21 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .00 13.718.736. karyawan dan pengunjung 30 ltr/org/hr.00 6.600.00 68. Jenis Layanan Pasien Rawat Inap Tenaga Kerja Rumah Sakit Non Rawat Inap (lain-lain) Pengunjung (Non Pasien) Orang 233 200 90 466 Fasilitas / Peralatan Pemakaian Air (ltr/hr) Jumlah Kebubutuhan Air (ltr/hr) 46.000. Tabel 8.00 200 30 30 30 Jumlah Kebutuhan air untuk perawatan gedung = 20% Cadangan air untuk pemadam kebakaran = 5% Cadangan Persediaan Air Bersih = 10% Total Kebutuhan Air Bersih PT. limbah padat dan cair. 4. 3. 2. Perhitungan kebutuhan air bersih untuk Rumah Sakit Siloam dapat dilihat pada tabel 8.700.680.00 3.434.00 92.00 6. Fasilitas untuk melakukan pencucian linen rumah sakit. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih untuk Rumah Sakit No. gas buangan dan kebauan.sampah medis maupun non medis. 16) Instalasi Cuci (Laundry). dan rata-rata tingkat hunian rumah sakit dalam wilayah Kota Kupang tahun 2012.00 2. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis. prasarana dan peralatan medik. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah non medis padat dan cair serta kebisingan.980.

Dengan demikian jumlah sampah medis yang dihasilkan sebesar =356 x 3 ltr/org/hr = 1. Sesuai dengan kebutuhan akan air bersih di atas.72 m3/hari atau 3. sehingga debit (Q) air limbah atau limbah cair yang dihasilkan dalam satu hari = 74.095 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan medis). akan dibangun reservoar bawah yang mampu menampung air sebesar 125 m3 dan reservoar atas dengan daya tampung sebesar 20 m3. Kegiatan ini menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. 20) Instalasi Pengelolaan Limbah Padat Menurut SNI 3242 tahun 2008 tentang limbah padat/sampah untuk pemukiman kota menunjukan bahwa rata-rata limbah padat per hari sebesar 5 ltr/org/hr atau sebesar 2. Berdasarkan standar tersebut. untuk limbah padat rumah sakit diperkirakan 3 ltr/org/hr untuk sampah medis dan 2. juga dapat dipakai sebagai cadangan untuk pemadam kebakaran.718. PT.1 m3/jam.72 m3/hr.8575 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan non medis).Dari tabel diatas diperoleh total kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian Rumah Sakit Siloam sebesar 92.5 ltr/org/hr = 857.2 m3/hr atau 3.5 ltr/hr atau = 0.5 ltr/org/hr untuk limbah non medis. Untuk mengelola air limbah cair tersebut diperlukan unit pengelolaan limbah cair dengan kapasitas sebesar 100 m3/hr.5 kg /hari. Sedangkan limbah cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman taman dan kolam. Sedangkan untuk sampah non medis sebesar 343 x 2. Dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemanfaatan air bersih berupa limbah cair. 19) Instalasi Pengelolaan Air Limbah Dari jumlah pemanfaatan air bersih di atas diperkirakan 80% dari 92. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 22 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .176. seperti dalam gambar rencana.00 liter/hari atau 92. maka akan terbuang sebagai air limbah.095 ltr/hr atau = 1.00 m3/hr atau 74. dengan teknologi sistem biofilter aerob dan anaerob. 863 m3/jam.

sanitasi dan fasilitas penunjang. Untuk menjaga kesinambungan operasi rumah sakit saat terjadi pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN Persero Cabang Kupang maka disediakan 1 unit Genset Silent Type (sound proof) dengan daya terpasang 1400 KVA. non medis. maka disediakan sarana pemadam kebakaran berupa tabung gas untuk ruangan.Untuk mengelola limbah padat medis tersebut di atas telah disiapkan 1 unit incenerator medis tipe Maxpell dengan kapasitas 80 kg sampah / jam. Rumah Sakit Siloam membutuhkan suplay arus listrik dari PT PLN sebesar 1400 KVA. 6) Tahap Pasca Operasi Potensi dampak lingkungan terkait pengalihan fungsi lahan dan pemutusan hubungan kerja. polusi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 23 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Dampak dari kegiatan pengelolaan limbah padat medis maupun non medis berupa kebauan. Sedangkan limbah padat non medis pengelolaannya bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang. meliputi pemeliharaan unit medis. 22) Power Suply Agar dapat beroperasi secara maksimal. kebisingan. kebauan. polusi udara. Dampak yang timbul dari instalasi dan operasinya berupa kebisingan. 2 (dua) unit hydrant di luar ruangan serta dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dalam gedung. 23) Pemadam Kebakaran Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Dampak yang timbul dari kegiatan ini adanya kebutuhan tambahan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan terhindar bahaya kebakaran pada gedung rumah sakit. ceceran oli. PT. Kegiatan ini menimbulkan dampak polusi udara. 21) Tahap Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Pemeliharaan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperpanjang usia layanan. gas buangan dari hasil pembakaran. dan lain-lain. limbah cair dan limbah padat.

16” S 100 09’ 32.1.1 Aspek Fisik 3.94” S 100 09’ 36. Kabupaten Kupang. Sebelah Selatan. berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat. berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat. Batas wilayah administrasi Kota Kupang dapat dilihat pada gambar 1. Sebelah Barat. PT.27” E Keterangan Selatan Lokasi Selatan Lokasi Utara Lokasi Utara Lokasi Secara geografis Kota Kupang memiliki luas wilayah sebesar 180. Sebelah Timur.1 Letak. Kabupaten Kupang. Kabupaten Kupang. Batas-Batas Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam Kota Kupang Titik I II III IV Koordinat ( 0 ) X 100 09’ 36.98” E 1230 36’ 42. Luas dan Batas Wilayah Lokasi Usaha Rumah Sakit Siloam berlokasi di Kelurahan Fatululi RT: 17 RW: 05 Kecamatan Oebobo Kota Kupang dengan batas-batas lokasi usaha dengan koordinat sebagai berikut : Tabel 9.BAB III KONDISI UMUM RONA LINGKUNGAN AWAL 3. berbatasan dengan teluk Kupang.21” S Y 1230 36’ 40.32” S 100 09’ 33. Batas wilayah Kota Kupang diapit oleh wilayah Kabupaten Kupang dan Laut Teluk Kupang yaitu pada Sebelah Utara. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 24 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .83” E 1230 36’ 41.027 Ha.05” E 1230 36’ 39. berbatasan dengan kecamatan Kupang Tengah.27 Km2 atau 18.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 25 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

terletak pada dataran pantai pulau Timor dengan topografi bergelombang dari arah timur ke barat dengan memiliki kemiringan ±10 % dan memiliki ketinggian tertinggi berkisar antara 150-300 m dan daerah terendah berkisar antara 0-50 m dari permukaan laut. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 26 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .1. Peta Wilayah Administrasi Kota Kupang 3.Gambar 1. PT.2 Topografi Kondisi Kota Kupang secara geografis dapat dijelaskan.

dan di samping itu dibatasi oleh tebing yang agak terjal hingga terjal. Di antara punggungan tersebut dibatasi oleh lembah sungai yang landai-agak terjal. punggungan batu gamping mirip morfologi plato. terdapat singkapan napal dan batu lempung (batuan yang berumur lebih tua). morfologinya merupakan satu seri teras yang terdiri dari tujuh teras dan satu teras modern yang mempunyai umur Plistosen Akhir (Praptisih. Peta Topografi Lokasi Rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3. seperti daerah antara Tenau dan Bolok. Teras-teras tersebut lebarnya antara 30-100 m dengan tinggi teras antara 2. punggungan tersebut mempunyai perbedaan ketinggian (elevasi) yang cukup besar dengan dataran pantai di sebelah utaranya. Proses pembentukan teras adalah indikasi dari pengangkatan maupun pengaruh sesar (baratlaut-tenggara) yang ada di daerah Tenau yang erat kaitannya dengan dinamika tektonik.3 Struktur Geologi Kota Kupang Hampir seluruh Kota Kupang berada di atas bentang alam kars yang berpuncak hampir datar. Di sebelah barat Kota Kupang. yang memanjang dengan arah utara-selatan. Sementara itu Praptisih (1996). Perbukitan di dekat pelabuhan Tenau. 1996).Gambar 2. mengemukakan bahwa batu gamping terumbu koral di daerah Kota Kupang membentuk morfologi perbukitan memanjang (hampir utara-selatan). Pada bagian lereng dan lembah punggungan batu gamping di daerah ManulaiBatuplat dan Kolhua. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 27 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .1.72. PT.5 m. diperkirakan karena daerah tersebut dilalui oleh sesar mendatar berarah utaraselatan.8 . seperti di daerah Tenau mempunyai ketinggian wilayah kira-kira 75 m dpl.

padat. hampir utara-selatan. Di daerah tersebut dijumpai endapan lempung hitam.4 Kondisi Geoteknik Lokasi Rencana Pembangunan Penyebaran batuan di daerah telitian (coverage area rencana Rumah Sakit Siloam) merupakan endapan batuan sediment berapa berupa batu gamping dengan sisipan napal. Di bagian barat daerah cekungan. berturut-turut dari barat ke timur. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 28 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . breksi dan lanau. Berdasarkan pengamatan terhadap sebaran jalur sesar. berbutir halus. 3. batu gamping telah mengalami pelapukan cukup lanjut. yang mengindikasi suatu bentuk cekungan. berbutir halus. diperkirakan merupakan daerah depresi akibat dari pengaruh sesar mendatar (dextral). baratlaut.1.Pedataran aluvium (pantai dan sungai). mencakup daerah Bakunase. ciri khas endapan danau. terdapat jalur sesar mendatar (sinistral) yang berarah hampir utara-selatan. keras. Tufa berselingan dengan batu gamping berwarna putih . menyudut sampai menyudut tanggungm serta Napal berwarna kecoklatan. Naikolan dan Sikumana (Kecamatan Oebobo dan Maulafa). dari sebelah utara Kota Kupang meluas ke arah timur hingga aliran sungai Matahitu dan Tilong. Akibatnya lebuh jauh adalah daerah tersebut mudah terjadi erosi dan gerakan tanah yang intensif. 3. dan di banyak tempat pada lembah terdapat bahan rombakan maupun sisa erosi. Dari kenampakan di lapangan. yang arahnya hampir barat-timur. wilayah Kecamatan Kelapa Lima.tenggara. Jalur-jalur sesar tersebut hampir melingkar dan menggambarkan bentuk konsentrik. sehingga tertutup oleh tanah pelapukan (terarosa) yang tebal. arahnya timurlaut-baratdaya. dan di bagian timur terdapat sesar yang arahnya baratlaut-tenggara. Kondisi Geoteknik dan Mekanika Tanah. semakin ke arah timur. tufa yang berselingan dengan batugamping pasiran. PT.5. Jalur sesar tersebut membentuk pematang bukit dan diperkirakan merupakan batas dari cekungan tersebut menyebabkan tersingkapnya napal dan batu lempung ke permukaan. dari Kota Kupang ke arah selatan melalui Manulai. sehingga merupakan cekungan dari dolina/kompleks dolina atau telaga.1.

00 m. Penampang stratigrafi hasil penyelidikan tanah dengan menggunakan core drill di sejumlah titik dalam kawasan rencana diketahui relativ seragam sampai pada kedalaman 10. 3.00 seperti pada PT. dan sejumlah mineral lempung dalam tanah permukaan di lokasi tidak akan berpengaruh terhadap karakteristik teknis tanah terhadap perubahan cuaca. dengan nilai N-SPT berkisar antara 50 – 58. pengujian penetrasistatis pada beberapa titik di lokasi rencana.Untuk mengetahui kondisi geoteknik lapisan tanah (sub soil) di lokasi rencana dilakukan dengan pengeboran inti (core drill).6. Hasil Penyelidikan Tanah a. Pada umumnya lapisan ini terbentuk pada jaman plitosenakhir sehingga terkonsolidasi sangat baik. Lapisan pertama terdiri dari top soil. serta bahan sisa pelapukan tumbuhtumbuhan (organic soft soil). hal ini terlihat dari nilai daya dukung tanah yang di peroleh. Lapisan kedua terdiri dari batu gamping berwarna putih kompak dengan ketebalan bervariasi antara 10.00 m. yakni berkisar antara 17. ketebalan lapisan ini bervariasi antara 0. Bor Log. b.0 m sampai 0.00 – 20. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah. dengan campuran lanau kelempungan abuabu pekat mengandung fargmengamping coral.80 m. Disamping itu dilakukan juga pengambilan beberapa contoh tanah untuk diuji di laboratorium Tanah Politeknik Undana Kupang. Hasil Penyelidikan Laboratorium Dari hasil penyelidikan laboratorium terhadap sejumlah sampel yang di ambil dari lokasi rencana diketahui secara teknis kondisi tanah/batuan di lokasi rencana sangat kompak dan mampu mendukung mendukung beban konstruksi multi storeys.1. Konsistensi dari adanya unsur organic soft soil. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 29 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . lampiran hasil Soil investigation Report. diketahui lapisan tanah di lokasi rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian lapisan yang secara fisik nampak adanya perbedaan.

sesar mendatar. Report. seperti pada lampiran hasil Soil investigation 3. dan sesar naik. terlebih lagi apabila sesar mendatar (dextral) tersebut merupakan sesar aktif yang memungkinkan terakumulasinya pusat gempa. Indikasinya adalah batuan yang terlipat. dan Tjokrosapoetro. (Rosidi. teridentifikasi adanya retakan di permukaan akibat dari pengangkatan dan penurunan tegak di wilayah tersebut (Rosidi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 30 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Jalur sesar tersebut memanjang dari wilayah sebelah timur (di luar Kota Kupang) hingga Tanjung Oesapa dan daerah pantai Kota Kupang.7. Diduga keberadaan punggungan yang berpuncak hampir datar tersebut merupakan sumbu lipatan maupun jalur sesar.1. 1979).kg/cm2 sampai 25.00 kg/cm2. Maka pertimbangan konstruksi tahan gempa untuk pekerjaan ini sangat berkaitan dengan aktivitas gempa bumi yang harus dipertimbangkan secara serius. sesar normal. dan Tjokrosapoetro. PT. Wilayah ini akan semakin tidak stabil. Seperti halnya kejadian gempa bumi tahun 1976 dan 1978. 1979). Kegempaan di Kota Kupang Keberadaan struktur geologi Kota Kupang tidak dapat dipisahkan dengan proses tektonik yang sedang berlangsung.

Posisi titik-titik penyelidikan tanah di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 31 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Gambar 3.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 32 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Gambar 4. Grafik Stratigrafi hasil Core drill (deep boring) Geoteknik di Lokasi Rumah Sakit Siloam PT.

2012) PT.Tabel 10. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 33 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Summary test result soil properties Tanah dari lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang (Lab Politeknik Undana.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 34 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

dimana pada hydrant terdapat selang hydrant yang panjangnya 30 meter dengan tekanan air sejauh 5 meter. Dan juga perletakannya berada di titik-titik tertentu perkotaan yang memungkinkan unit pemadam kebakaran suatu kota mengambil cadangan air. Struktur Geologi Lingkungan Kota Kupang dalam satuan batuan 3. pompa-pompa kebakaran. maka hydrant gedung adalah hydrant yang perletakannya di dalam gedung. Sistem Keamanan Kebakaran Pada Gedung Rumah Sakit Siloam Kupang. yaitu hydrant gedung. Hydrant halaman adalah hydrant yang perletakannya di halaman suatu lokasi gedung. Fire Hydrant (hidran pemadam kebakaran) Fire hydrant adalah alat pemadam kebakaran. Tabung pemadam kebakaran di letakkan pada tempat yang mudah terlihat dan mudah dicapai. Jenis-Jenis sistem keamanan gedung yang digunakan untuk menanggulangi terjadinya kebakaran pada bangunan gedung Rumah Sakit Siloam sebagai berikut : 1. Dan hydrant perkotaan adalah hydrant yang hampir sama dengan hydrant halaman namun hydrant kota memiliki dua sampai tiga selang kebakaran.8.Gambar 5. Sistem keamanan kebakaran pada gedung adalah suatu cara yang digunakan untuk dapat mencegah dan menanggulangi masalah kritis bila terjadi kebakaran pada gedung Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. penyambung dan perlengkapan lainnya. Berdasarkan nama hydrant. 2. selang kebakaran. Komponen hydrant kebakaran terdiri dari sumber air. Unit Tabung Pemadam Kebakaran Unit tabung pemadam kebakaran adalah unit pemadam kebakaran yang terbuat dari tabung kecil yang terisi dengan gas dan digunakan untuk kebakarankebakaran kecil yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Hydrant dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis. hydrant halaman dan hydrant kota. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 35 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .1. PT.

5 inci (3. dengan panjang maksimum 30 meter. Selang kebakaran dengan diameter minimum 1. Sumber persediaan air untuk hydrant harus di perhitungkan untuk pemakaian selama 30 menit. diperlukan persyaratan teknis sesuai ketentuan sebagai berikut : 1.8 cm) harus terbuat dari bahan yang tahan panas. Adapun pemasangan hydrant kebakaran juga memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Jumlah hydrant Hydrant bangunan : 1 unit / 800 m2 Dimana : L bangunan = Luas bangunan dalam satuan m2. Hydrant bangunan yang menggunakan pipa tegak (riser) ukuran 6 inci (15 cm) harus dilengkapi dengan kopling outlet dengan diameter 2. Pipa pemancar sudah harus terpasang pada selang kebakaran 2. Harus di sediakan kopling penyambung yang sama dengan kopling dari Barisan/Unit pemadam kebakaran. Semua peralatan hydrant harus dicat dengan warna merah. Pompa kebakaran dan peralatan listrik lainnya harus mempunyai aliran listrik tersendiri dan memiliki sumber daya listrik darurat. 4. b. 5.5 inci yang bentuk dan ukurnnya sama dengan kopling dari barisan/unit pemadam PT. 3. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 36 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kebutuhan air pada sebuah hydrant bangunan gedung 1 unit hydrant : 400 liter/menit Kebutuhan air = Σ hydrant x 400 liter/menit Untuk hydrant kebakaran.Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada hydrant dapat pula dinyatakan dengan rumus : a. 2.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 37 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Untuk perhitungan jumlah dan kebutuhan air pada sprinkler dapat dinyatakan dengan rumus : a. Maksimal jarak antara hydrant adalah 200 meter dan penempatan hydrant harus mudah dicapai oleh mobil pemadam kebakaran. Ada beberapa jenis sprinkler. Jumlah sprinkler Area 1 head : 25 m2 1 zone : 16 unit b. Sprinkler Spinkler adalah suatu alat semacam nozzle (penyemprot) yang dapat memancarkan air secara pengabutan (Fog) dan bekerja secara otomatis. 3. PT. Kebutuhan air 1 zone : 80 liter Kebutuhan air = Σ sprinkler x 80 liter.kebakaran dan ditempatkan pada tempat yang mudah dicapai oleh petugas pemadam kebakaran. meskipun tidak digunakan terus menerus namun alat ini berfungsi sebagai pemberi tanda agar agar barisan pemadam kebakaran dapat segerah menanggulangi kebakaran yang terjadi. Sprinkler juga merupakan sistem keamanan kebakaran yang digunakan di gedung untuk memberikan peringatan dini pada penghuni atau pengujung gedung tersebut saat terjadi kebakaran. Perletakan sprinkler biasanya di pasang pada plafon ruangan. 3. Hydrant halaman harus di sambungkan dengan pipa induk dengan ukuran diameter minimum 6 inci (15 cm) dan mampu mengalirkan air 1000 liter/menit. di pasang juga pada ruangan-ruangan yang isinya mahal. dengan thermostat sprinkler akan membuka dan menyemprotkan air. diantaranya yang sering digunakan adalah sprinkler tabung dan sprinkler segel. sprinkler juga bekerja jika ruangan mencapai suhu panas tertentu.

Susunan pipa cabang sprinkler 1) Susunan cabang tunggal dengan kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah. 2) Susunan cabang tunggal dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung. Tangga kebakaran ini langsung berhubungan PT. Meskipun sistem sprinkler tidak perna aktif dalam jangka waktu yang cukup panjang. Pengoperasian tanda bahayanya dapat dilakukan secara manual dengan cara memecahkan kaca tombol saklar tanda kebakaran atau bekerja secara otomatis. dimana tanda bahaya kebakaran dihubungkan dengan sistem detektor (detektor asap atau panas) atau sistem Sprinkler. c.Pada saat sprinkler bekerja maka. tekanan air dalam pipa akan menurun dan sensor otomatis akan memberikan tanda bahaya (alarm) dan lokasi yang terbakar akan terlihat pada panel pengembalian kebakaran. Tangga Darurat Pada bangunan ini dilengkapi dengan 2 (dua) tangga darurat di sisi kiri-kanan gedung. 3) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di tengah. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 38 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . yang berfungsi untuk mengevakuasi seluruh orang dalam gedung dengan cepat pada saat terjadi kebakaran. 4. namun sistem tersebut harus ada dalam keadan siap sehingga bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran tidak mengalami permasalahan. 4) Susunan cabang ganda dengan tiga kepala sprinkler dan pemasokan air di ujung. 5. Sistem Deteksi dan Tanda Bahaya Kebakaran Berdasarkan SNI 03-1736-2000 bangunan ini dilengkapi dengan sistem tanda bahaya jika terjadi kebakaran yang panel induknya berada dalam ruang pengendali kebakaran. sedangkan sub panelnya dipasang di setiap lantai berdekatan dengan kotak hidran (lihat skema instalasi kebakaran).

Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Skema sistem Hydrant Rumah Sakit Siloam Kota Kupang 3.dengan udara luar baik dari lantai dasar sampai atap gedung. Gambar 6.2 Iklim dan Cuaca PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 39 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

4 236.1 262.4 33.7 26.0 27.2 2011 26. Gambaran pola iklim dan curah hujan pada wilayah Kota Kupang seperti terlihat pada table 11.6 27.6 26.5 0 0 21.9 27.2 25.1 27.5 380.4 26.4 Sumber. dari tahun 2008 .2 27.9 26.7 28.2 316.6 25.7 24.6 26.9 26.4 26. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 40 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .9 26.7 27.3 26.10C sampai dengan 340C.3 132.Karakteristik iklim pada wilayah Kota Kupang. yaitu iklim kering yang dipengaruhi oleh angin Monsoon dengan hujan pendek (rata-rata 3 bulan per tahun) sekitar bulan November sampai Maret. dengan memiliki suhu udara berkisar antara 20.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 564 1167 230 109 0 0 0 0 0 50 589 1112 2009 554 454 105 3 40 0 2 0 0 0 205 556 Curah Hujan (mm) 2010 598.1 24. Tabel 11.5 26.5 26. Rata-rata Temperatur Udara Kota Kupang menurut bulan.6 50.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September 2008 27.4 27.3 26.7 179 124 10 2 34. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 12.9 PT.3 26.5 299.2 2011 509.7 Temperatur Udara (oC) 2009 2010 27.4 104. Rata-Rata curah hujan kota Kupang menurut bulan dari tahun 2008 .3 26.3 26.6 25.2 25.5 25.7 26.4 26.3 25.980C.3 27. Dan suhu udara rata-rata kota kupang sekitar 26.6 109. Sedangkan bulan April sampai dengan awal Bulan November sebagai musim kering dengan suhu udara relatif panas berkisar antara 29.10C sampai dengan 310C.3 208.1 0 7.

5 29.6 29.9 28. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 14. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 PT.3 29.9 28.10 11 12 October Nopember Desember 28. Persentase Penyinaran Matahari Kota Kupang menurut Bulan.0 27.2 26. Rata-rata Kecepatan dan Arah Angin Kota Kupang Tahun 2008 .7 27. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2011 Tabel 13.4 28. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 41 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Tahun 2008 – 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2008 47 24 42 69 78 73 78 78 77 74 60 36 Persentase Penyinaran Matahari 2009 2010 51 54 35 73 73 79 95 78 85 71 95 89 92 85 91 92 98 82 98 78 81 86 70 44 2011 29 57 52 53 89 97 89 98 99 90 89 60 Sumber.5 28.2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September October Nopember Desember 4 6 6 4 8 6 10 10 8 8 6 7 2008 Nw Nw Nw E Se Se Se Se Se E Nw Nw Arah dan Kecepatan Angin (knots) 2009 2010 6 Nw 4 Nw 6 Nw 3 Nw 4 Nw 2 Nw 6 Nw 3 Nw 8 Se 5 Se/e 8 Se 8 Se/e 10 Se 9 Se/e 11 Se 8 Se/e 9 Se 7 Se/e 10 Nw 6 Nw 7 Nw 3 Nw 8 Nw 3 Nw 2011 4 4 2 4 3 6 8 6 6 9 5 8 Nw Nw Nw Se Se Se Se Se Se Se Nw Nw Sumber.3 Sumber.0 29.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 42 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

Dominasi kegiatan adalah industri (berat).3.3 Rencana Struktur Kota Kupang Berdasarkan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2003-2013. PT. 2005). Pelabuhan dan pergudangan. Pusat BWK ini berada di Kelurahan Oebobo pada persimpangan jalan Herewila dengan jalan Soeprapto. BWK ini terletak berdampingan dengan BWK VI dan terletak di Kelurahan Belo dan Kelurahan Fatukoa. Pusat BWK ini berada dalam kawasan Kelurahan Oebufu yang didominasi oleh kegiatan pemerintahan dan direncanakan sebagai Lokasi Pusat Kota yang baru. 4 BWK IV: Kawasan Pengembangan Industri dan Pelabuhan. 2 BWK II: Kawasan Pemerintahan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 43 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 7 BWK VII: Kawasan Pengembangan Kota Baru. 5 BWK V: Kawasan Pengembangan Permukiman. BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Manulai dan Kelurahan Naioni dan merupakan BWK yang terletak di bagian Selatan Kota Kupang. Kota Kupang dibagi menjadi 7 (tujuh) Bagian Wilayah Kota (BWK) sebagai berikut: 1 BWK I : Kawasan Kota Lama. 3 BWK III: Kawasan Perdagangan. Wilayah ini pusatnya berada di kawasan Kelurahan Alak dan merupakan kawasan paling Barat Kota Kupang. Pusat BWK terletak di Kelurahan Liliba. BWK ini terletak di kawasan Timur Kota Kupang dan merupakan pintu gerbang Kota Kupang. Pusat BWK ini terletak di kawasan Kelurahan Maulafa dan berfungsi sebagai kawasan pengembangan permukiman. Bagian wilayah Kota Kupang. 6 BWK VI: Kawasan Pengembangan Kota Baru. (Sumber Review RT RW Kota Kupang.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 44 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Gambar 7. Peta peruntukan penggunaan lahan Kota Kupang PT.

a Kolhua Kali Kolhua M.a Oepura M. Namun kenyataannya akhirakhir ini sumber-sumber air yang biasa dipakai untuk melayani penduduk Kota Kupang mengalami penurunan debit yang besar antara 60% .a Haukoto M.a Air Lobang Air Sagu (PDAM) Air Nona Total Debit Debit Musim Hujan 261 20.00 Sumber: Laporan Masterplan air bersih Kota Kupang tahun 2006 Dengan menipisnya potensi sumber air yang ada.a Oeba M.a Kali Fatukoa M. maka saat ini 90 % kebutuhan air bersih Kota Kupang memanfaatkan potensi air tanah (Dinas Pertambangan dan Energi Kota Kupang 2007) mengunakan sumur bor yang tersebar di beberapa cekungan air tanah.a Air Sagu II M.02 26.355. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 45 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .5 174.Air labat M.a Dendeng Kali Dendeng M.a Oetona M.3 890 118 35. Cekungan air tanah di Kota Kupang dan sekitarnya menurut Laporan Akhir Penelitian Potensi Pengembangan Pengelolan dan Zonasi Air tanah di Kota Kupang PT.3.8 150 110 3. Potensi Debit Air Permukaan Tersedia Untuk Kebutuhan Air Bersih Kota Kupang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Sumber Air Mata Air M.a kali sembunyi Kali Fatukoa M. Tabel 15.4 Sumber Air Bersih Pada saat ini sumber daya air yang umum dimanfaatkan untuk kebutuhan pelayanan air bersih bagi kebutuhan Kota Kupang diambil dari sumber mata air yang keluar pada beberapa wilayah. dialirkan dan ditampung pada reservoir dengan ketinggian tertentu lalu didistribusikan secara gravitasi.2 760 323 12.a Oefeu Kali Sembunyi M.01 Debit Musim Kemarau 40 10 50 25 15 7 1 20 35 0 15 4 0 60 20 1 15 30 10 235.22 1.a Amnesi M.8 0 317 4.70% seperti mata air baumata dari 75 ltr/dtk turun menjadi 18 – 20 ltr/dtk.5 50 17.8 120.

terdapat sebanyak 3100 sumur gali. No. Tabel 16. dan 74 sumur bor tersebar di sekitar Kota Kupang. sub cekungan Tenau Alak dengan potensi air tanah yang dapat diambil pada sub cekungan Alak . potensi air tanah yang dapat diambil dari daerah cekungan ini adalah 2. Beberapa data potensi air tanah yang ada di kota kupang yang dikelolah oleh PDAM Kab Kupang dan UPTD Kota Kupang.5 6 10 10 5 10 PT.Namosain. dan sub cekungan Bolok yang berada dalam wilayah Kabupaten Kupang. Berdasarkan data dari hasil penelitian potensi air tanah di Kota kupang tahun 2007.Tenau adalah 107.66 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun.(2007) dapat dibedakan menjadi 6 (enam) kelompok. Cekungan Air Tanah Tabun .9 x 106 m3/tahun.Tenau . Data potensi air tanah tersedia di kota kupang yang di kelola oleh PDAM Kabupaten dan UPTD Kota Kupang. Cekungan Air Tanah Pasir Panjang – Liliba – Oesapa Tarus. yaitu Cekungan Air Tanah Bolok – Alak – Tenau . Cekungan air tanah ini dapat dibedakan lagi menjadi sub cekungan Namosain dengan potensi air tanah yang dapat diambil adalah 19 ltr/dtk dengan pemompaan selama 24 jam non stop selama setahun. Pada Cekungan Air Tanah Bolok – Alak . Cekungan Air Tanah Oebufu -nOebobo.Bello.Sikumana .Namosain.5 6 5 2. Pemilik/ Debit maks Debit pakai Elevasi (m) Sumur Pengelolah (ltr/dtk) (ltr/dtk) 12 3 11 34 4 29 63 33 9 19 24 41 42 44 45 160 PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab PDAM Kab UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota PDAM PDAM UPTD Kota PDAM 67 171 76 76 171 27 188 72 61 46 29 26 60 47 40 60 31 30 30 20 30 30 26 25 16 15 15 15 15 15 15 15 15 10 15 15 10 6 7 7. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 46 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Cekungan Air Tanah Penfui dan Cekungan Air Tanah Baumata. seperti tabel dibawah ini.

5 7. Adapun alasan dan perkiraan akan kebutuhan air dari kedua sumber air di atas.5 27 10 2. identifikasi kondisi awal kualitas air. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 47 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .5 0 7 Sedangkan sumur bor lainnya merupakan milik perorangan maupun instansi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri. Sedangkan sumur pantau adalah sumur bor Inaboi yang letaknya di PT. Untuk kebutuhan konstruksi dan operasi rumah sakit. Pemenuhan kebutuhan air bersih untuk beberapa Hotel di Kota Kupang selama ini. yakni Hotel Kristal.5 6 6 2. yakni sumur yang berada pada titik yang lebih rendah (dengan asumsi di titik tersebut sebagai limpasan air bawah tanah). yakni di lokasi Pameran Fatululi (Kota Kupang) yang secara topografis berada di ketinggian. pemantauan terhadap kualitas air limbah Rumah sakit. secara periodik akan dipantau pada Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). yakni Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo. Karena itu. Hotel The Santosa. Meskipun demikian. b.4. Restoran Nelayan dan Rumah Sakit Mamami adalah bersumber dari Air Bor Oesapa.1 Kondisi awal Air Air bersih untuk kebutuhan Rumah Sakit Siloam direncanakan disuplai dari Air Bor Oesapa dan Air Bor Oebobo. jika Rumah Sakit Siloam beroperasi maksimal adalah sebagai berikut : a. sehingga pilihan sumur pantau untuk memantau kegiatan Rumah sakit.1 46 46 48 49 136 41 66 PDAM Rujab Walikota UPTD Kota UPTD Kota PDAM UPTD Kota Bundaran PU Belo 261 37 32 60 113 67 67 311 12 10 10 10 10 5 2. 3. pihak pemrakarasa memanfaatkan air tangki yang diambil dari sumur bor dalam wilayah kota Kupang. sedangkan Air Bor Oebobo dipilih sebagai sumber air untuk Rumah Sakit Siloam hanya karena letaknya dekat. terutama kualitas air bersih yang direncakan untuk mensuplai kebutuhan Rumah Sakit. yakni pada sumur bor sebelah barat Inaboi. Karena letak Rumah Sakit Siloam yang akan dibangun.

6 6-9 3 Tingkat Keasaman Air Bor Inaboi 7.sebelah barat Hotel Inaboi Kupang.0 Baku Mutu pH Air. PT. NTT Tahun 2012 Nilai pH air sebagai sampel sebesar 7 dan 7. b.6 27 Sumber : Hasil analisis Lab Lingkungan BLHD Provinsi NTT . Tahun 2012. Tabel 17. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 48 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Lingkungan BLHD Prov. Hasil Pemeriksaan tingkat keasaman (pH) Air No Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan pH 7. 6–9 6–9 1 Tingkat Keasaman Air Bor Oesapa 2 Tingkat Keasaman Air Bor Oebobo 7. Hasil Pemeriksaan Suhu Air No 1 Jenis Pemeriksaan Suhu air Nama Sampel Air Sumur Bor Oesapa Hasil Pemeriksaan ( OC ) 30.4 Standar ( OC ) 27 2 Suhu air Air Sumur Bor Oebobo 30. Air dengan pH lebih kecil dari pH normal akan bersifat asam dan sebaliknya bila lebih tinggi akan bersifat basa. Suhu air Data pengukuran suhu air dari ketiga sampel air dapat dilihat pada tabel 17.2 Sumber : Data hasil analisis Lab.1 masih dalam ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 6 – 9 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Adapun kondisi awal kualitas air seperti yang tercantum di bawah ini : Pemeriksaan Fisik Air : a.7 27 3 Suhu Air Air Sumur Bor (Inaboi) 31. Tingkat keasaman /basa (pH) Tabel 18. Suhu air yang semakin tinggi menyebabkan sedikit oksigen yang terlarut di dalamnya.

yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap. 25 Max. Hasil Pemeriksaan TSS air. 50 Max. TSS terdiri dari lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik. Kesadahan terbagi atas 2. Tabel 20. NTT Tahun 2012. Nilai TSS air dapat dilihat pada tabel 19.45 µm. NTT Tahun 2012. d. dan berasa tawar atau normal. Bau dan rasa air Analisis dengan pendekatan sensorik terhadap bau dan rasa air menunjukkan bahwa air tidak berbau. Total Suspended Solids (TSS) dan Kekeruhan. Tabel 19.c. 25 Sumber : Hasil Analisis Lab. No Jenis Pemeriksaan TSS TSS TSS Hasil Nama Sampel Pemeriksaan (mg/liter) Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi 1 1 1 Standar (mg/liter) Max. Padatan tersuspensi total (Total Suspended Solids atau TSS) adalah bahanbahan yang tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan millipore dengan diameter pori 0. 50 Max. Tingkat kekeruhan air yang terukur dapat dibaca pada tabel di tabel 20. Analisa Tingkat Kekeruhan Air No 1 2 3 Jenis Pemeriksaan Tkt kekeruhan Tingkat kekeruhan Tingkat kekeruhan Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (NTU) 4 6 4 Standar (NTU) Max. 50 1 2 3 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov. Lingkungan BLHD Prov. Kesadahan sementara dapat dihilangkan PT. terutama yang disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. Kesadahan Total Kesadahan merupakan jumlah ion Ca dan Mg yang bersenyawa dengan karbonat yang terdapat di perairan. e. 25 Max. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 49 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

No 1 2 3 4 Jenis Pemeriksaan Nama Sampel Hasil Pemeriksaan (mg/l) Standar (mg/l) BOD BOD BOD COD Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Inaboi 0. Hasil pemeriksaan kesadahan total air No 1 2 3. Jenis Pemeriksaan Kesadahan total Kesadahan total Kesadahan Total. BOD dan COD air masih dalam ambang batas seperti terbaca pada tabel. NTT Tahun 2012 f. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 50 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Hasil Pemeriksaan kadar BOD dan COD air. Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (mg/l) 219 268 234 Standar (mg/l) Max.dengan jalan pendidihan sedangkan kesadahan tetap tidak dapat dihilangkan dengan cara pedidihan. Lingkungan BLHD Prov.8 1.166 Max 2 Max 2 Max 2 Max 10 Sumber : Data hasil analisa Lab Lingkungan BLHD Prov. Tabel 22.8 0. Karena lokasi kegiatan berdiri di atas tanah yang terbentuk dari batuan khas yang kaya akan mineral seperti Ca dan Mg maka variabel ini ditambahkan sebagai data pendukung yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pemanfaatan air baku air minum yang bersumber dari air sumur bor yang tersedia. Air baku air minum adalah air yang dapat diolah menjadi air yang layak sebagai air minum dengan pengolahan secara tradisional melalui cara filtrasi. Tabel 21. artinya tingkatan pencemaran oleh bahan organik dalam air masih dalam ambang kemampuan mikroorganisme untuk mengurai. 500 Max. Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) Dari hasil analisa air sebagai data awal. 500 Sumber : Data hasil analisis Lab. disenfikasi dan dididihkan. NTT Tahun 2012 PT.61 5. 500 Max.

karena jumlah coliform total-nya lebih besar dari baku mutu air yakni 1200 MPN dalam 100 mL air. Tabel 23. Hasil Pemeriksaan E. NTT Tahun 2012.0123 0. Lingkungan BLHD Prov.03 0.0141 0.Menkes/SK/VII/2002 serta PP No. Coli dan Total Coliform) Pengamatan coli fecal dan total coliform dilakukan terhadap sampel air baku yang diambil pada titik yang ditetapkan untuk pengamatan kualitas air awal. Hasil Pemeriksaan logam berat.0970 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 0. Coli dan total Coliform air. (Baku Standard PP 82 Tahun 2001.1116 0.3 Sumber : Data hasil analisis Lab.0413 0. Lingkungan BLHD Prov. Tabel 24. Pemeriksaan logam berat Hasil pengukuran logam berat dalam ketiga sampel air (Air Bor Oesapa. No 1 2 3 4 5 6 Jenis Pemeriksaan E.01 0.0018 0. coli Coliform Coliform Coliform Nama Sampel Air Bor Oesapa Air Boir Oebobo Air Bor Inaboi Air Bor Oesapa Air Bor Oebobo Air Bor Inaboi Hasil Pemeriksaan (MPN/100 ml) 0 0 0 0 1200 0 1000 Standar (MPN/100 ml) 100 Sumber : Data hasil analisa Lab. Jenis logam berat Cd Pb Fe Konsentasi (mg/L) Air Bor Air Bor Air Bor Oesapa Oebobo Inaboi 0. Coli E. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907.2891 -0. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 51 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 82 Tahun 2001. Pb dan Fe pada masing-masing sample air masih memenuhi Baku Mutu menurut PP Nomor : 82 Tahun 2001.g. Coli E. Komponen Bakteriologi (E. PT.1746 -0.2478 -0. Air Bor Oebobo dan Air Bor Inaboi) dapat dibaca pada tabel di bawah ini : Kadar logam Cd. h. merekomendasikan bahwa air bor Oebobo belum layak untuk digunakan sebagi sumber air bagi pemenuhan kebutuhan air di Rumah Sakit Siloam. NTT Tahun 2012 Dari data hasil analisis mikrobiologi di atas. 1000 MPN/100 mL air ).

04 Baku Mutu menurut PP 82 Tahun 2001 (mg/L) 10 0.057 0. Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan PT.030 0.) Amoniak (NH3) Air Bor Oesapa 0. Kadar Ion Nitrat ( NO3-). Dari hasil identifikasi kondisi eksisting. Lingkungan BLHD Prov.06 0. Nitrit dan Amoniak Konsentasi (mg/L) Jenis ion Nitrat ( NO3-) Nitrit ( NO2.5 Sumber : Hasil analisis Lab. 3.2 Drainase Permukaan Kawasan Dengan adanya rencana pembanguan Rumah sakit serta jangka panjang adalah pembanguna Kupang use-mixed development di Fatululi (ex. NTT Tahun 2012. Hasil Pemeriksaan Ion Nitrat. Nitrit (NO2. Tabel 25. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 52 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .007 0. 3. dan jika tidak diantisipasikan terjadi banjir/genangan baik dalam kawasan maupun diluar kawasan terbangun.i.140 Air Bor Oebobo 0.05 Air Bor Inaboi 0.017 0.030 0. Pemeriksaan Ion Nitrat.4.030 0. Nitrit dan Amoniak Hasil pemeriksaan Ion Nitrat. Lokasi Pameran). pada ketiga sumber air tersebut di atas menggambarkan kualitas air masih normal artinya masih dibawah baku mutu. menimbulkan perubahan besarnya jumlah air yang melimpas akibat hujan yang turun pada daerah tersebut. Dari hasil pantauan lokasi rencana merupakan area resapan aair permukaan yang berasal dari jalan Frans Seda serta limpasan dari jalan Bajawa dan sekitarnya. tidak adanya saluran drainase yang tersedia di lokasi. Nitrit dan Amoniak dapat dilihat pada tabel 25. Dengan tertutupnya lahan maka limpasan permukaan akan bertambah.5 Kondisi Kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.) dan Amoniak.

2).sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Adapun hasil pengujian kualitas udara dapat dilihat pada tabel 27. Bajawa (titik 4/St. koordinat : 100 09’ 31. 1230 36’ 35. di titik tengah lokasi Rumah Sakit (titik 2/St. Hasil Pengukuran Tingkat Kebisingan di Empat Titik Pengamatan Titik Pengukuran Titik 1.0” E Titik 2.9” S. Veteran pertigaan Kampung Alor (titik I/St.1). berdasarkan hasil analisis konsentrasi gas SOx. Tingkat kebisingan yang terukur pada 4 (empat) titik pengamatan yaitu di sekitar wilayah kelurahan Fatululi.6” E Titik 4.6” S. koordinat : 100 09’ 25. PT.1” E Tingkat Kebisingan Terukur dB(A) Baku Tingkat Kebisingan dB(A) Perumahan dan Pemukiman (55 dB(A). 1230 36’ 42. Permukiman Warga. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 53 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . di depan Toko Keagungan (titik 3/St. Tabel 26.4).2” S. NOx dan NH3 pada 4 (empat) titik. Keterangan Memenuhi baku mutu toleransi + 3dB(A) 58 Ruang terbuka Hijau (50 dBA) 57 Melampaui Baku Mutu 51 Rumah Sakit atau sejenisnya (55 dBA) Perumahan dan Pemukiman (55 dBA) Memenuhi Baku Mutu 61 Melampaui Baku Mutu Sumber : Hasil pengukuran dan analisis Lab. Lingkungan BLHD Prov.6 Kualitas Udara Ambien Kondisi lingkungan udara di Kelurahan Fatululi. 1230 36’ 42.9” E Titik 3. Perumahan Dosen Undana (Koordinat : 100 09’28.6” S. dimana direncanakan akan dibangun Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 26. 123036’46. NTT Tahun 2012 3. Ruang terbuka Hijau Jln Frans Seda (koordinat : 100 09’31.3) dan di Jln. yakni di Jl. Rumah Sakit.

1230 36’ 41.44” S. dan nilai estetika. maka setiap usaha atau kegiatan perlu melakukan pengendalian akibat getaran yang dihasilkan.Tabel 27. 13 Nov. Kota Kupang. sedangkan di stasiun lain rendah. Karena itu.22” S. 3.81 409. Keterangan : St : Stasiun Konsentasi gas di stasiun 1 (disamping siang hari sebelum hujan pada tanggal. Kimia.44” E Stasiun 2 100 09’ 32. Fakultas Sains dan Teknik UNDANA Tahun 2012. Adapun baku tingkat getaran mekanik berdasarkan Jenis Bangunan adalah sebagai berikut: PT. menunjukkan kadar SOx relatif tinggi.3965 2 µg/liter Nessller Sumber : Hasil Sampling dan analisis Lab. 1230 36’ 28. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 54 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .4984 0.3172 0.7 Getaran Untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup agar dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya.04” E Stasiun 3 100 09’ 34.09 343.20 433.78 452.69 353.1926 0. 1230 36’ 41. Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996. 1230 36’ 50.79 900 µg/Nm3 Pararosanilin NOx 397.16” E Stasiun 4 100 09’ 45. Hasil Analisis Kualitas Udara Ambien di Lokasi Fatululi.08” S.94” E Baku Mutu Metode SOx 710. Konsentrasi (µg/Nm3) / Koordinat Sampling Parameter Stasiun 1 10o 09’ 31. 2012).88 400 µg/Nm3 Saltzman NH3 0. tetapi masih memenuhi baku mutu udara ambien sesuai Kepmen LH Nomor : Kep45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara Tanggal 13 Oktober 1997) artinya tingkat kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif (karena pH air hujan menjadi kurang dari 7 atau agak asam).42 175.06” S.

5 Sumber : Kep. Getaran (mm/det. Camp. Tabel 29.2 < 4.2 <3 <2 <1 Kategori B 2 – 27 7.8 < 3. Perumahan dan bangunan dengan rancangan dan kegunaan sejenis Bangunan yang dilestarikan 10-50 Hz 50-100 Hz Pada bidang datar di lantai paling atas. frekuensi Kelas Tipe Bangunan 1 10 20 . Frekuensi (Hz) (Sumber getar) 4 5 6. Baku Tingkat Getaran Berdasarkan Dampak Kerusakan.Tabel 28.2 – 10 3–9 2–8 1 –7 Kategori C >27 – 140 >25 – 130 >21 – 110 >19 – 100 >16 – 90 >15 – 80 >14 – 70 >12 – 67 >10 – 60 >9 – 53 >8 – 50 >7 42 Kategori D 140 130 110 100 90 80 70 67 60 53 50 42 Sumber : Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Keterangan : Kategori A : Tidak menimbulkan kerusakan PT.2 – 16 4.15 15 .8 – 15 4 – 14 3. MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996 Selain itu. baku tingkat getaran mekanik berdasarkan dampak kerusakan dapat dilihat pada tabel 29.8 <4 < 3.10 8.3 8 10 12. Baku Tingkat Getaran dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 49/MENLH/11/1996. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 55 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .5 16 20 25 31. Kec.5 – 25 7 – 21 6 – 19 5.40 40 .5 40 50 Kecepatan Getaran ( mm/detik) Kategori A <2 < 7.8 – 12 3.20 15 3 3 3-8 8 .50 40 2 5 5 . bangunan industri dan bangunan sejenis.) Pada Fondasi (Frekuensi (Hz) 10 Hz Bangunan untuk keperluan niaga.5 <7 <6 < 5.

Fauna Pengamatan flora dan fauna pada lokasi Rumah Sakit Internasional Siloam dengan mengidentifikasi vegetasi tanaman dan hewan yang ada dilokasi dan sekitarnya di kelurahan Fatululi. Hasil pengamatan Flora di lokasi dan pemukiman sekitarnya No. 9. 18. 11. 1. 6. Kategori C : Kemungkinan kerusakan komponen struktur dinding Kategori D : Rusak dinding pemikul beban. 3. 7. 15. Kota Kupang.Kategori B : Kemungkinan keretakan plesteran. Sesuai hasil desain dan gambar – gambar perencanaan dapat disimpulkan bahwa proses pembangunan Rumah Sakit Internasional Siloam ini pada tahap konstruksi tidak mempergunakan peralatan. Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel 30.8 Komponen Flora . 3. 2. seperti pengunaan alat pancang yang menimbulkan getaran diatas baku mutu yang dipersyaratkan oleh Kep-MENLH Nomor : 49/MENLH/11/1996. 19. 12. 14. 8. 20. 13. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 56 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kecamatan Oebobo. 16. Nama indonesia Mangga Kedondong Gamal Kelapa Euphorbia Bunga Kamboja Lamtaro Kabesak hitam Kapok Mahoni Pisang Jati Alfukat Jambu biji Bunga keladi Bunga asoka Cermelek Sukun Nangka Siri Nama latin Mangivera Indica Spondias dulcis Gliricidia Macaluta Cocos nucivera Euphorbia milii Plumeria acuminata Leocaena Leococephala Acasia Catechu Ceiba Petandra Gaernt Theobroma Cacao Musa Paradisiaca Tectona Grandis Persea americana mill Psidium Guajava Caladium bicolor Saraca indica Arthocarpus communis Arthocarpus Integra Piper betle Jumlah 23 6 36 15 110 48 22 1 6 3 47 9 2 3 28 1 5 9 24 6 Keterangan PT. 5. 4. Tabel 30. 17. 10.

Tahun 2012 Tabel 31. Berpengaruh secara linier yang dimaksudkan bahwa terdapat pengaruh timbal balik antara obyek perencanaan/proyek terhadap berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan.21. Demikian pula sebaliknya. Tahun 2012 No.9 Gambaran Umum Sosekbudkesmas 3. Pengaruh langsung yang dimaksudkan adalah keseluruhan resiko dan atau dampak yang langsung bersinggungan dengan pola-pola kehidupan komunitas. Kesambi 22. Angsana Scleichera oleosa Carica Papaya Opuntia sp Pterocarpus indicus willd 4 60 30 12 25. Pinang Areca catechu 7 Sumber : Hasil Pengamatan Flora di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya.1 Kependudukan Pelaksanaan suatu proyek pembangunan secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh secara linier dengan penduduk/masyarakat dan atau komunitas yang bermukim di sekitar wilayah perencanaan tersebut. 3. Bunga kaktus 24. Hasil Pengamatan Fauna di Lokasi dan Sekitarnya. lasimnya terdeskripsi abstrak dan dalam periode PT. persepsi dan perspektif. Nama Nama Nama Latin Jumlah Keterangan Lokal Indonesia 1 Fafi Babi Cavia porcellus 18 2 Asu Anjing Canis lupus familiaris 10 3 Manu Ayam Gallus sp 58 4 Rade Bebek Cairina moschata 12 5 Mbibi Kambing Capra aegagrus hircus 4 6 Busang Kucing Felis catus 3 7 Iang Ikan Latimeria 5 Sumber : Data Pengamatan Fauna di Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Pepaya 23. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 57 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengaruh tidak langsung.9. kondisi eksisting berbagai varians dalam komunitas/masyarakat yang bersangkutan dapat mempengaruhi perencanaan/ proyek. Dari data diatas tidak ditemukan fauna yang dilindungi di lokasi Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dan sekitarnya. sistem interaksi sosial sampai dengan struktur mata pencaharian penduduk.

737 275. yang sebelumnya dikenal sebagai Timor Timur.306 2009 45. jumlah penduduk di Kecamatan Oebobo tercatat sebanyak 79. Pada tahun 2010.981 45. Maulafa 3.853 114. Bahkan termasuk komunitas dari Republik Demokrat Timor Leste. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 58 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pada tabel 32 dapat dilihat perkembangan jumlah penduduk Kota Kupang sejak tahun 2005 hingga tahun 2010. Kelapa Lima 6. Hal.876 61. Tabel 32. Kota Lama Kota Kupang 2005 39.006 111. Kota Raja 5.945 55. PT.473 53.066 Jumlah Penduduk 2007 2008 43.675 47. secara makro merupakan komunitas dari berbagai suku. dibandingkan dengan ibukota kabupaten lainnya. juga mencakup berbagai komunitas di Indonesia. Jumlah Penduduk Penduduk Kota Kupang. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT. penduduk Kota Kupang lebih banyak tersebar di Kecamatan Oebobo dan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Kota Lama.239 jiwa yang tersebar di enam kecamatan.794 2010 51.979 75. Alak 2.2010 Kecamatan 1. ras. yang bukan saja berasal dari pulau-pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur.803 55. Jumlah penduduk Kota Kupang selalu mengalami penambahan setiap tahunnya. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2005 .70 persen dari penduduk Kota Kupang dan di Kecamatan Kota Lama terdapat 30.159 291.379 55.974 105. Pada tahun 2010 hasil dari Sensus Penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 336.675 jiwa atau sebesar 23.277 282.yang lebih lama dan merupakan konsekuensi-konsekuensi ikutan dari yang disebutkan dengan pengaruh langsung.196 jiwa atau sebesar 8.230 66.411 30.140 71.944 111.239 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.757 103.882 71. Oebobo 4.515 265. Banyaknya fasilitas penunjang pembangunan seperti misalnya fasiltas pendidikan dari tingkat pra sekolah hingga pendidikan tinggi.050 2006 43.153 71.625 50.035 286. Akan tetapi. 14 Dari tabel 32 di atas dapat dilihat bahwa tahun 2010. a.669 73.98 persen. agama.851 79.196 336. Kota Kupang merupakan kota dengan pertumbuhan penduduk paling tinggi.

b.183 5.658 4.017 1. Alak 2. Hal. Kelapa Lima 6. Kota Raja 5.211 3.19 15. Komposisi penduduk di Kota Kupang tahun 2010 tertinggi pada kelompok umur 25-59 tahun yaitu sebesar 42.019 5. Komposisi Umur dan Jenis Kelamin Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin merupakan salah satu informasi penting karena perspektif demografis serta karakteristiknya berbeda menurut kelompok umur dan jenis kelamin baik untuk kelahiran. kematian maupun perpindahan penduduk. Maulafa 3.933 1.pertokoan. Kota Lama Kota Kupang 70.239 jiwa. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk menggambarkan rata-rata banyaknya penduduk yang mendiami suatu wilayah (yang diukur dengan satuan km²). kantor-kantor pemerintahan yang terdapat di Kecamatan Oebobo mempengaruhi keputusan penduduk untuk tinggal di kecamatan ini agar dekat dengan fasilitas-fasilitas tersebut.40 persen. Oebobo 4. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2006 .121 1.619 2010 728 1.565 2008 529 1.900 2. Angka Kepadatan Penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas wilayah tersebut.034 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.588 2009 527 1.34 km² (Bappeda Kota Kupang) dengan jumlah penduduk sebanyak 336.011 9.2010 Luas Kecamatan Wilayah (Km²) 1.734 4.72 6.67 14.526 Kepadatan Penduduk 2007 506 1.469 4.034 jiwa per km². SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 59 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .05 165.413 7.463 3.40 55. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk Kota Kupang tahun 2009 adalah 2.021 5.34 2006 500 985 5. Pada kelompok umur paling sedikit untuk laki-laki pada kelompok umur 60 tahun ke atas PT.011 5. Tabel 33.929 1. Luas Kota Kupang yang tercatat 165. 19 c.31 3.

32 persen. dapat kita simak prosentase penduduk Kota Kupang yang menggambarkan komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur di Kota Kupang.00 Angka beban tanggungan hidup (Dependency Ratio) menggambarkan beban tanggungan ekonomi penduduk usia produktif (15-64 tahun) terhadap kelompok usia muda (0-14 tahun) dan usia tua (65 tahun ke atas).59 30. 24 (olahan) Persentase Laki-laki+ Perempuan (%) 8. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 60 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . yaitu: Usia Balita (0-4 tahun). secara sengaja ditampilkan dalam konteks 5 (lima) klasifikasi. Tabel 34.97 30.59 41.01 60 + 4.40 5 .32 Jumlah 100. Usia Sekolah Pendidikan Tinggi (19-24 tahun).01 100.24 13.37 13.78 45.00 100. Rincian angka beban tanggungan hidup dapat dilihat pada tabel 35. dan Usia Pensiun (60 tahun ke atas). Walaupun dalam berbagai analisis.69 persen dan untuk perempuan pada kelompok umur yang sama yaitu sebesar 5. Usia Produktif (25-59 tahun). Pada Tabel 1. Angka beban tanggungan hidup terbagi menjadi dua jenis yaitu angka beban tanggungan hidup penduduk muda (youth dependency ratio/ydr) untuk kelompok umur (0-14 tahun) dan angka beban tanggungan hidup penduduk lanjut usia (old dependency ratio/odr) untuk kelompokumur (65 tahun ke atas). PT. Persentase Penduduk Kota Kupang Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Kelompok Umur Laki .19 42. Hal.19 30. usia produktif dan pasca produktif.3. Hal ini dimaksudkan agar deskripsi ini memudahkan telaahan beban komposisi penduduk antara usia sekolah.yaitu sebesar 4.02 25 . belum terdapat suatu pembakuan klasifikasi usia untuk menghitung beban tanggungan hidup dimaksud. Usia Sekolah Dasar dan Menengah (5-19 tahun). Komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin.42 13.laki Perempuan (%) (%) 0-4 9.55 8.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.69 5.40 5.24 20 .

26 Jenis Kelamin DR 45. Kelompok umur yang sama sedang bersekolah sebesar 35.67 3. Pemerataan kesempatan pendidikan diupayakan melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar seperti gedung sekolah dan penambahan tenaga pengajar.67 dan 42.09 Angka Beban Tanggungan Hidup di Kota Kupang pada tahun 2010 sebesar 44. keterampilan dan memperluas wawasan. Angka Beban Tanggungan Hidup (Dependency Ratio) Menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Dependency Ratio (DR) YDR ODR Laki-laki 41.99 Perempuan 38. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 61 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .13 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.9. 3. a.75 persen. masyarakat dan keluarga.27 Laki-laki+Perempuan 39. Hal. belum pernah bersekolah maupun yang sudah selesai bersekolah. Sedangkan yang tidak atau belum pernah bersekolah berada pada posisi yang minoritas yaitu hanya sebesar 3. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat akan semakin baik pula kualitas sumber dayanya.04 persen.2 Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang memiliki peran dalam peningkatan kualitas hidup. Angka Beban Tanggungan Hidup Laki-Laki dan Perempuan di Kota Kupang tahun 2010 masing-masing sebesar 45. Status Pendidikan Indikator pendidikan khususnya tentang status pendidikan dalam suatu masyarakat menggambarkan keadaan tentang penduduk yang sedang bersekolah.96 4. Pada dasarnya pendidikan yang diupayakan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah.67 42. Data tentang keadaan PT.Tabel 35.27 4.09 yang berarti 100 orang penduduk usia produktif di Kota Kupang menanggung beban hidup 44 orang penduduk usia nonproduktif. Pada tahun 2010 penduduk usia 10 tahun ke atas mayoritas sudah tidak bersekolah lagi yaitu sebesar 61.55.21 persen. Dalam pengertian praktis.55 44. pendidikan merupakan upaya sadar seseorang untuk meningkatkan pengetahuan.

33 100. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 62 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Hal.29 5. juga akan terlihat dalam gambaran mengenai Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Kota Kupang.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Dapat diartikan bahwa anak-anak usia 5-6 tahun sudah masuk dalam pendidikan SD cukup besar di Kota Kupang.40 7. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Angka Partisipasi Kasar (APK) menggambarkan persentase jumlah murid pada masing-masing jenjang pendidikan di suatu wilayah dibanding jumlah penduduk kelompok usia (7-12) tahun untuk SD. APK jenjang pendidikan SD 126. Persentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Status Pendidikan Jenis Kelamin Status Sekolah Laki-laki Perempuan (%) 3.51 Sekolah Lanjutan Atas 8.70 62.75 100. Hal ini memungkinkan APK suatu wilayah di atas angka 100.78 9.04 Sekolah Dasar 13.16 Jumlah 100. 43 Selain menunjukkan status sekolah data tersebut juga membuktikan adanya pertambahan secara signifikan ke tingkat Sekolah Lanjutan Atas dan Pendidikan Tinggi. Hal ini menunjukkan Kota Kupang sebagai kota pendidikan yang berkonsekuensi tingginya penduduk dengan kelompok usia sekolah. Tabel 36. (13-15) tahun untuk SLTP dan (16-18) tahun untuk SLTA.21 13.00 (%) Tidak/Belum Pernah Sekolah 3. b.27 61.18 persen menggambarkan bahwa usia sebagian murid SD berada di luar kelompok umur 7-12 tahun.26 Perguruan Tinggi 8.38 13.status bersekolah penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 36. Telaahan yang sama. Begitu juga APK tingkat SLTP 116.00 9. Sementara Angka PT.00 Laki-laki + Perempuan (%) 3.37 5.99 menggambarkan bahwa anak usia 11-12 tahun cukup banyak sudah berada pada jenjang pendidikan SLTP.21 Sekolah Lanjutan Pertama 5.53 5.82 Tidak Bersekolah Lagi 61.

Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijasah merupakan bukti otentik bagi seseorang yang menerangkan bahwa orang tersebut telah menyelesaikan pendidikan yang dijalaninya.18 Sekolah Lanjutan Pertama 116. Dengan data ijasah tertinggi yang dimiliki dapat dilihat tingkat kualitas sumber daya manusia yang terdapat di suatu wilayah. APM mencapai titik tertinggi yaitu 100.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.72 Tabel 38.70 60.43 59.00 Non Perguruan Tinggi 62. begitupun kelompok umur 13-15 untuk SLTP dan kelompok umur 16-18 untuk SLTA. Angka Partisipasi Murni (APM) Perguruan Tinggi menurut Jenis Kelamin Tahun 2010 Usia Perguruan Tinggi ( 19 .99 Sekolah Lanjutan Atas 94.00 100.11 100. Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Kota Kupang Tahun 2010 Jenjang Pendidikan APK Sekolah Dasar 126. 49 c.49 Jumlah 100.25 80. PT. 49 APM 103. Seyogyanya semua penduduk usia sekolah bersekolah dan berada pada jernjang pendidikan sesuai dengan kelompok umur di atas maka.51 Perguruan Tinggi 37. Hal.24 tahun ) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan 60.54 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Hal.57 40.00 persen. APM SD adalah persentase Murid SD usia 7-12 tahun dibagi dengan penduduk usia 7-12 tahun pada wilayah tersebut.89 39.Partisipasi Murni (APM) menggambarkan kesesuaian antara usia dan jenjang pendidikan yang sedang diduduki di suatu wilayah. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 63 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Tabel 37.

55 Sekolah Menengah Kejuruan 7.79 27.91 Diploma IV/S1 8. Hal ini akan menandai besaran akumulasi pencari kerja di Kota Kupang adalah mayoritas dengan ijazah mayoritas. 3.11 18.Tabel 39.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.83 SMU/MA/sederajat 24.29 0.61 6.10 SD/MI/sederajat 16.13 21.32 .00 (%) (%) Tidak Punya 21. 51 Penduduk 10 tahun ke atas Kota Kupang tahun 2010 mayoritas memiliki ijasah SMU atau sederajat sebagai ijasah tertinggi yang dimiliki yaitu sebesar 26.36 S2/S3 1.75 100.68 7. Data lainnya yang berkaitan dengan pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis. dimana dari jumlah tersebut sebesar 96.9.16 14. Program pembangunan kesehatan dan gizi dikoordinasikan secara nasional oleh Departemen PT. Untuk mengukur tingkat kesehatan dan gizi kelompok masyarakat diperlukan suatu indikator yang relevan.10 persen tidak dapat membaca saja atau menulis saja atau tidak dapat membaca dan menulis huruf latin.00 100. Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Kupang tahun 2010 sebesar 81.3 Kesehatan Kondisi kesehatan merupakan bagian dari kesejahteraan rakyat yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.23 Jumlah 100.90 persen yang dapat menulis dan membaca huruf latin dan sisanya sebesar 3. Hal.29 0.98 26.47 0.79 19.91 Diploma I/II 0.19 persen.11 0. Sedangkan penduduk yang memiliki ijasah diploma I/II jumlahnya paling rendah yaitu sebesar 0.19 7.32 persen.68 6.23 persen. Persentase Penduduk 10 Tahun ke atas Menurut Jenis Kelamin dan Ijasah Tertinggi yang Dimiliki Ijazah Tertinggi Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki+ Perempuan (%) 21. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 64 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .20 15.54 Diploma III/Sarmud 2.45 2.57 SLTP/MT/sederajat/kejuruan 17.

90 %.60 1. Penduduk yang berobat sendiri.26 1.04 21.79 %. Menurut pengertiannya kesehatan dan gizi merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. lembaga kemasyarakatan. Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Keluhan Kesehatan.Kesehatan.21 23.44 % dan lainnya sebesar 5.60 22. 38. Tabel 40. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 65 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kota Kupang Tahun 2010 Jenis Kelamin Jenis Keluhan Panas Batuk Pilek Asma Diare Laki-laki (%) 12. Pengobatan Berdasarkan jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan. pemerintah dan dunia usaha.11 Laki-laki+ Perempuan (%) 11.15 22. Sedangkan dengan menggunakan obat tradisional sebesar 16. Persentase ini merupakan angka rata-rata mengingat persebaran dan struktur sarana kesehatan yang tersedia pada masingmasing kecamatan dan kelurahan adalah bervariasi.37 %. a.05 % dan perempuan sebesar 54.15 Perempuan (%) 10.52 1.77 1.83 1. Sedangkan dalam Tabel 41 terinci persentase penduduk yang pernah mengalami keluhan penyakit menurut jenis kelamin dan pengobatannya.39 1.28 22. Pada tabel 40 dapat dilihat secara rinci persentase penududuk menurut jenis kelamin dan jenis keluhan kesehatan yang dialami.78 % mengaku bahwa mereka mengalami gangguan dalam melaksanakan kegiatan mereka sehari-hari. Upaya-upaya dalam usaha meningkatkan status kesehatan dan gizi harus dilakukan secara bersama oleh masyarakat.22 % mengaku bahwa mereka tidak mengalami gangguan dalam kegiatan sehari-hari. Penduduk Kota Kupang yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri terdapat sebesar 54.98 %. dominan dari mereka melakukan dengan menggunakan obat modern yaitu sebesar 90.13 PT. Sedangkan sisanya sebesar 61. Persentase penduduk laki-laki yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat sendiri sebanyak 55.83 24.

69 Dari persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 66 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Hal.98 2.00 (%) (%) RS Pemerintah 13.37 (%) 63.39 persen dan persentase penduduk perempuan yang berobat jalan sebesar 34.75 14.17 5.44 47.66 2.64 64.laki Perempuan Laki-laki + Perempuan (%) 36. Tabel 41. 69 PT.18 Lainnya 1.06 2.98 2. Tabel 42.38 8.86 Dukun Bersalin 1. Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Menurut Jenis Kelamin dan Tempat/Cara Berobat Jenis Kelamin Tempat/ Cara Berobat Laki-laki Perempuan Laki-laki+ Perempuan (%) 14. Hal.Sakit Kepala Berulang Sakit Gigi Lainnya 5.37 persen.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.52 2.77 Puskesmas/Pustu 45. penduduk mencoba beberapa jenis pengobatan.69 7.96 RS Swasta 6. Persentase penduduk Kota Kupang yang berobat jalan sebesar 35.36 persen.18 Jumlah 100.37 Praktek Dokter 28.83 Praktek Tenaga Kesehatan 0.39 34.69 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Hal tersebut secara rinci dapat dilihat pada tabel 42.63 (%) 100. 67 Untuk segera sembuh dari penyakit yang sedang diderita. Hal. Persentase penduduk laki-laki yang berobat jalan sebesar 36.40 7.85 19.00 100.92 1.63 1.36 35.29 2.39 7. Persentase Penduduk yang Pernah Mengalami Keluhan Penyakit Menurut Jenis Kelamin dan Apakah Pernah Berobat Jalan Berobat Jalan Jumlah Jenis Kelamin Pernah Tidak Pernah Laki .66 2.03 24.20 5.00 100.92 1.00 100.92 100. dapat lagi dirinci berdasarkan tempat atau cara berobat yang dilakukan.92 1.31 46.35 7.61 65.86 Praktek Batra 0.37%.

63 %. Selanjutnya adalah MM/Kartu Miskin sebesar 25. Hal. Persentase Rumah Tangga menurut Ketersediaan Jaminan Kesehatan Kota Kupang.20 Dana Sehat 0.57 Kesehatan Swasta 3. Tabel 43.84 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Tabel 44. Hal.20 %. Pada tabel 44 dan 45 dapat dilihat secara rinci jumlah sarana kesehatan yang ada di Kota Kupang pada tahun 2010. Kota Lama Kota Kupang Pemerintah 1 1 2 Status Swasta 1 1 TNI/Polri 1 1 1 1 4 Jumlah 1 1 2 1 2 7 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Dari jumlah tersebut paling banyak rumah tangga memiliki jenis jaminan kesehatan berupa JPK/PNS/Veteran/Pensiunan yaitu sebesar 26. Kota Raja 5. Oebobo 4. Tahun 2010 Jenis Jaminan Kesehatan Persentase Rumah Tangga JPK/PNS/Veteran/Pensiunan 26.61 Tunjangan Perusahaan 0. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel 43.84 % rumah tangga tahun 2010. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 67 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .91 Lainnya 0.46 MM/Kartu Miskin 25. Maulafa 3. Alak 2.63 Jamsostek 4. 79 PT. 72 b. Kelapa Lima 6. Sarana Kesehatan Pembangunan kesehatan terindikasi juga dari jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia.46 Jumlah 61. Jumlah Rumah Sakit menurut Kecamatan dan Statusnya Tahun 2010 Kecamatan 1.Jumlah rumah tangga menurut ketersediaan jaminan kesehatan dalam berobat sebesar 61.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Sehingga analisis mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM) biasanya menempatkan faktor ketenagakerjaan sebagai salah satu dimensi yang vital. Walaupun penetapan standard umur tersebut. Banyaknya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Jenisnya Tahun 2010 Kecamatan 1. Penganggur adalah mereka yang termasuk dalam angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan. Konsep bekerja dalam konstelasi ketenagakerjaan adalah mereka yang melakukan kegiatan paling sedikit selama 1 jam selama seminggu dengan maksud memperoleh pendapatan atau keuntungan atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Hal standar umur ini. Hal. Standar BPS untuk menunjukkan angkatan kerja. Penduduk Usia Kerja: penduduk yang berumur 10 tahun ke atas. Alak 2. Kota Lama Kota Kupang Puskesmas 2 2 2 1 1 2 10 Pustu 12 6 4 4 4 3 33 Balai Pengobatan 3 1 3 2 2 11 Posyandu 61 62 47 29 40 25 264 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. 80 3. adalah yang didefinisikan sebagai penduduk usia kerja. secara substansif berbeda dengan standar umur yang ditetapkan untuk perhitungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Maulafa 3.Tabel 45. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 68 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .10 Ketenagakerjaan Dewasa ini data-data mengenai ketenagakerjaan semakin dibutuhkan. Sedangkan yang dimaksudkan dengan PT. Kota Raja 5. perluasan kesempatan kerja dan berusaha serta produktivfitas tenaga kerja. Oebobo 4. sejajar dengan penetapan standar umur untuk kriteria Angkatan Kerja. Angkatan Kerja adalah penduduk usia 10 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. terutama untuk evaluasi perencanaan pembangunan di bidang ketenagakerjaan seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja. yang dimaksudkan adalah persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas. Kelapa Lima 6.

31 %.00 Perempuan (%) 47.97 % dan TPAK perempuan sebesar 47. Persentase Angkatan Kerja Kota Kupang usia 15 tahun ke atas terhadap total penduduk pada tahun 2010 adalah sebesar 59.84 %.16 %. Tabel 46.16 17. Kegiatan Penduduk 15 Tahun ke Atas Ketenagakerjaan dan kependudukan saling berhubungan antara satu dengan lainnya. 69 b.67 4.53 100. Persentase dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja adalah 52.75 52.15 3.00 Sumber: Indikator Kesra Kota Kupang Tahun 2010. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki lebih besar dibandingkan dengan TPAK perempuan.21 5. Persentase Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Kegiatan Utama Selama Seminggu yang Lalu Jenis Kelamin Kegiatan Utama Seminggu yang Lalu Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran Bukan Angkatan Kerja Sekolah Mengurus Rumah Tangga Lainnya Jumlah Laki-laki (%) 71.30 %.Tingkat Pengangguran Terbuka adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 69 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .72 32.62 6. 71.96 %.97 65.00 Laki-laki+ Perempuan (%) 59. Pada tabel 46 diuraikan penduduk usia 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan selama seminggu yang lalu dan jenis kelamin. Hal.03 19. TPAK laki-laki sebesar PT.30 38. Sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bersekolah sebanyak 17.62 3.35 28. a.36 100.70 16. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) merupakan ukuran yang diperoleh melalui perbandingan antara jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas.84 52.53 40.96 17.67 100.31 7.55 8. Sementara persentase Bukan Angkatan Kerja sebesar 40. Bila dirinci menurut jenis kelamin.

yaitu pengeluaran rumah tangga untuk makanan dan non makanan. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut definisi. Tahun 2010). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 70 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pengeluaran rumah tangga yang dimaksud dibedakan menurut jenisnya.58 %.c. Angka Pengangguran Terbuka dihitung melalui perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja. Jumlah ini terdiri dari 8. Penghitungan pendapatan masyarakat sangat sulit untuk dilakukan pada suatu survei atau sensus. PT. Pengeluaran Rata-rata Perkapita Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat digambarkan oleh jumlah pendapatan atau penghasilan dari masyarakat tersebut. Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang menganggur di Kota Kupang pada tahun 2010 adalah sebesar 12.82 % penduduk laki-laki dan 18. seseorang dikatakan bekerja apabila mereka melakukan pekerjaan dengan maksud untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus selama seminggu yang lalu.49 % penduduk perempuan (Indikator Kesra Kota Kupang. telah diterima bekerja tetapi belum bekerja dan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tetapi masih berkeinginan untuk bekerja. Dimana semakin rendah pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran. Semakin besar tingkat pendapatan berarti tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. untuk menghitung tingkat pendapatan atau penghasilan suatu masyarakat jumlah dilakukan dengan terutama menggunakan pendekatan terhadap pengeluaran pengeluaran rumah tangga. pengangguran termasuk mereka yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan. Jadi. Oleh sebab itu. Selain dapat mengetahui jumlah pendapatan rumah tangga dari suatu masyarakat dapat pula diketahui pola konsumsi dari masyarakat. pola konsumsinya akan semakin baik. Penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan disebut menganggur (unemployed). d.

00 sampai dengan Rp 199. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan penduduk Kota Kupang tahun 2010 sebesar Rp 1.adalah sebesar 29.25 %.000.00 yaitu sebesar 0.000.273.Sebaliknya semakin tinggi pengeluaran rumah tangga untuk makanan terhadap total pengeluaran maka pola konsumsinya akan semakin buruk. a.84 %. Perumahan menjadi tempat untuk tumbuh. Penduduk Kota Kupang pada tahun 2010 sebagian besar tergolong dalam kelompok penduduk dengan jumlah pengeluaran perkapita per bulan Rp 500.00 ke atas sebesar 69. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 71 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .sampai dengan Rp. 3. Fisik bangunan yang kuat dan terbuat dari bahan yang tidak membahayakan menjamin keamanan penghuni tidak saja dari ancaman tindak kriminal.. perlindungan dari gangguan. hidup. bukan hanya dari segi kuantitasnya melainkan juga dari segi kualitas.00 tidak ada.999. dan masih banyak fungsi lainnya bagi para penghuninya. 632.13 % atau sebesar Rp. tingkat pengeluaran perkapita sebulan antara Rp.87 % atau sebesar Rp. Sedangkan yang paling kecil terdapat pada kelompok dengan tingkat pengeluaran perkapita sebulan sebesar Rp 150. 200.099. Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menjadikan kebutuhan terhadap perumahan semakin meningkat. Program pembangunan bidang perumahan terus ditingkatkan. Dari jumlah tersebut 47.273 adalah pengeluaran bukan makanan. 467. tetapi juga kerentanan bangunan itu sendiri dari PT.000. Kondisi Fisik Bangunan Indiktor kondisi fisik bangunan menggambarkan kualitas dan kuantitas tempat tinggal yang dikuasai.419 merupakan pengeluaran untuk makanan dan 52.999.000.11 Perumahan dan Lingkungan Arti fisik perumahan. Permukiman yaitu tempat tinggal anggota masyarakat dan individu-individu yang biasanya hidup dalam ikatan perkawinan atau keluarga beserta berbagai fasilitas pendukungnya. sementara pengeluaran perkapita lebih kecil dari Rp 100. dalam konteks yang diperluas disebut permukiman. Secara akumulatif.. 499. berinteraksi.43 %.

45 %. Angka ini dapat digunakan sebagai petunjuk kondisi bangunan tempat tinggal penduduk. 3) Jenis Lantai Terluas Semakin besar rumah tangga yang dihuni berlantai tanah mengindikasikan kondisi perumahan di daerah tersebut umumnya jelek. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 72 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Persentase rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 yang menghuni rumah dengan lantai tanah sebesar 8. 2) Jenis Atap Terluas Indikator ini menyajikan klasifikasi rumah tangga beratap seng. bambu atau lainnya.46 %. semakin baik kondisi (kesehatan) rumah tangga tersebut.55 % adalah rumah tangga yang menempati rumah dengan jenis lantai bukan tanah sebagai jenis lantai terluas. Fisik bangunan yang kuat ditentukan oleh pemilihan bahan komponen bangunan yaitu lantai. genteng dan lainnya (ijuk/rumbia). Sedangkan sisanya sebesar 91. persentase rumah tangga menurut luas lantai rumah paling banyak terdapat pada kelompok luas lantai 20-49 m² yaitu sebesar 44.25 %. dinding dan atap. Semakin luas lantai yang dihuni oleh suatu rumah tangga. Rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 sebagian besar yaitu sebesar 96.05 %. Semakin kecil angka persentase ini.kemungkinan terserang penyakit. Sementara jenis atap ijuk/rumbia yang digunakan rumah tangga sebagai jenis atap terluas adalah yang paling kecil yaitu sebesar 0. kayu. 1) Luas Lantai Rumah Rata-rata luas lantai (hunian) per rumah tangga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi tempat tinggal penduduk. Di Kota Kupang tahun 2010. Persentase rumah tangga yang menempati rumah dengan tembok jenis dinding terluas merupakan kelompok PT. 4) Jenis Dinding Terluas Indikator ini menyajikan proporsi rumah tangga yang menghuni rumah berdinding tembok. cenderung akan semakin baik tingkat kesejahteraannya. menggunakan jenis atap seng sebagai jenis atap yang paling luas.42 %. Sementara kenyamanan dan kesehatan penghuni ditentukan oleh luasannya. Sedangkan yang paling sedikit adalah yang tergolong dalam kelompok luas lantai 150+ m² yaitu sebesar 5.

b. 1) Sumber Penerangan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang menggunakan penerangan yang bersumber dari istrik PLN yaitu sebesar 92. 2) Sumber Air Minum Rumah tangga yang menggunakan leding meteran sebagai sumber air minum merupakan kelompok yang paling banyak yaitu 42. bambu atau lainnya sebagai jenis dinding terluas. air dan lain-lainnya. Sedangkan rumah tangga yang jarak sumber air minum ke penampungan kurang dari 10 m² sebanyak 34. Fasilitas Tempat Tinggal Indikator ini menunjukkan kelengkapan. Sedangkan yang rumah tangga dengan sumber air minum mata air tidak terlindung dan mata air terlindung yaitu sebesar 0.13 %.51 %. 4) Tempat Buang Air Besar Persentase rumah tangga yang mempunyai fasilitas tempat buang air besar sendiri adalah paling banyak yaitu tercatat sebesar 74. Semakin lengkap fasilitas dan utilitas hunian di suatu daerah.87 %. PT.42 %. kelayakan. Sedangkan yang paling kecil adalah rumah tangga dengan fasilitas tempat buang air besar umum dan yang tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar yaitu sebesar 0.24 %.yang terbanyak yaitu sebesar 66. Sisanya adalah rumah tangga yang menggunakan kayu. semakin nyaman berdiam di daerah tersebut. 3) Jarak Sumber Air Minum ke Penampungan Sebagian besar rumah tangga di Kota Kupang tahun 2010 memiliki jarak sumber air minum lebih dari 10 m² yaitu sebesar 61.13 %.66 %. Sisanya sebesar 4.07 % rumah tangga tidak tahu jarak sumber air minumnya ke penampungan.02 %. telepon. fasilitas dan penggunaan tempat tinggal seperti kelengkapan fasilitas listrik. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 73 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

a. terdapat 523 rumah tangga yang memperoleh bantuan Beras Miskin (Raskin). PT. Sedangkan klasifikasi keluarga menurut BKKBN yang mencakup keluarga Pra-Sejahtera 206 KK. Kelurahan Fatululi merupakan salah satu kelurahan yang ada dalam wilayah Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Sejahtera I: 526 KK. dan 277 KK yang diklasifikasi sebagai Sejahtera III Plus.970 jiwa perempuan. Kelurahan Fatululi merupakan kelurahan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama dan dengan Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima. Sejahtera II: 611 KK. Saat ini (September 2012) di Kelurahan Fatululi terdapat 3. Jika diperhitungkan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2. Walaupun merupakan bagian dari Kecamatan Oebobo. Sejahtera III: 350 KK.024 KK. Penduduk tersebut. yang sekaligus menunjukkan jumlah rumah tangga miskin di Kedlurahan Fatululi. sedikit berbeda dalam hal interval tahun. Sedangkan pada saat dilaksanakannya survey (Okt 2012). tersebar dalam 45 Rukun Tetangga dan cakupan dari 13 Rukun Warga.21 %. Hal tersebut seperti yang termuat secara rinci pada tabel 47. jumlah penduduk Kelurahan Fatululi perSeptember 2012 mencapai 12.18 %. Sedangkan paling kecil yaitu tempat akhir pembuangan tinja lainnya yaitu sebesar 0.5) Tempat Pembuangan Tinja Persentase rumah tangga yang menggunakan jenis pembuangan tinja melalui tangki/spal paling tinggi yaitu sebesar 54.920 Ha. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 74 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . maka rata-rata tiap rumah tangga terdiri dari 4 orang.097 jiwa.12 Kelurahan Fatululi Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Siloam Standar Internasional yakni di Kelurahan Fatululi. Kelompok Umur Klasifikasi kelompok umur penduduk yang dipresentasekan dalam laporan kegiatan bulanan Kelurahan Fatululi. Pada tahun 2010.127 jiwa laki-laki dan 5.996 pada tahun 2010. 3.224 jiwa. Jumlah penduduk Kelurahan Fatululi pada akhir tahun 2010 adalah 12. dengan luas 2. yang terinci atas 6.

152 Pengusaha/Lain-lain 730 523 1.535 60 + 82 107 189 Jumlah 6.20 2.916 21 .25 771 749 1.laki Perempuan Perempuan 0-5 965 972 1. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 75 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Tabel 47.238 4.937 6 . Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumah Kelompok Umur Laki-laki + Laki .097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 b. Mata Pencaharian Mata pencaharian yang dimaksudkan adalah pekerjaan atau pun profesi dari penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.970 12.904 3. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Mata Pencaharian dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Mata Pencaharian/ Pekerjaan/ Laki-laki+ L P Profesi Perempuan PNS 559 317 876 TNI/Polri 31 0 31 Guru 118 21 139 Dosen 15 5 20 Dokter 5 2 7 Mantri/Bidan 2 18 20 Petani/Nelayan 49 23 72 Pengemudi 118 0 118 Montir/Tukang Servis 50 15 65 Pedagang 655 438 1.297 2. Tabel 48. Tingkat Pendidikan PT.253 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 c.127 5.520 26 . Secara rinci dapat dilihat pada tabel 48.093 Pensiunan PNS/TNI/Polri 836 316 1.60 2.012 1.

Tempat peribadatan agama lainnya tidak terdapat di Kelurahan Fatululi. maupun yang buta huruf. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Golongan Agama dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Golongan Agama Laki-laki+ L P Perempuan Kristen 3.097 Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010 Jumlah Sarana Pendidikan yang terdapat di Kelurahan Fatululi tahun 2010 mencakup SD/MI milik Pemerintah/Negeri sebanyak 4 unit dan 1 unit milik swasta.154 Katolik 2. Jumlah penduduk menurut golongan agama. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 76 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .263 2.343 PT. Golongan Agama Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kelurahan Fatululi yaitu sebanyak 12 unit Gereja Protestan.430 Islam 661 682 1. dapat dilihat pada tabel 50. Selain itu terdapat 1 unit tempat kursus milik swasta. Tabel 49. Tabel 50.051 4160 D3 (Diploma) 109 122 231 Stara 1 600 605 1205 Strata 2 56 35 91 Strata 3 6 2 8 Buta Huruf 443 487 930 Lainnya 414 521 935 Jumlah 6.041 6. Jumlah Penduduk Kelurahan Fatululi Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Jenis Kelamin Jumlah Tingkat Pendidikan Laki-laki + L P Perempuan Belum Sekolah 670 682 1352 TK 334 294 628 SD 686 598 1284 SLTP/Sederajad 700 573 1273 SLTA/Sederajad 2. Termasuk di dalamnya klasifikasi penduduk yang belum sekolah.Pada tabel 49 dirinci jumlah penduduk menurut ijasah tertinggi yang dimiliki oleh penduduk Kelurahan Fatululi Tahun 2010.167 4. d.109 2.113 3.127 5.970 12.

Hindu Budha Jumlah

58 32 6.127

58 22 5.970

116 54 12.097

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

e. Fasilitas Umum Lainnya Fasilitas umum lainnya seperti fasilitas perekonomian, kesehatan dan pelayanan jasa lainnya dapat dilihat dapat tabel 51.

Tabel 51. Jumlah Fasilitas Umum Lainnya di Kelurahan Fatululi Tahun 2010
Fasilitas Umum Lainnya Perekonomian Supermarket/Minimarket Toko Kios PT/CV/FA Rmh Mkn/Cafe/Warung Jlh 1 52 135 12 25 Kesehatan Puskesmas Pembantu Praktek Dokter/Bidan Praktek Bidan Apotik Jlh 1 2 2 4 Jasa Lainnya Biro Perjalanan Tempat Kost Wartel Pitrad Jlh 2 78 1 3

Sumber: Laporan Kelurahan Fatululi Keadaan Bulan Desember 2010

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

77

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

BAB IV DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI

Potensi dampak yang mungkin terjadi dan perlu dilakukan pengelolaan dan pemantauan jika pembangunan Rumah Sakit Siloam serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Perubahan Fungsi dan Tata Guna Lahan. Pembangunan kegiatan rumah sakit akan merubah tata guna lahan serta produktivitas lahan di lingkungan sekitar kawasan rumah sakit. 2. Peningkatan Bangkitan Lalu lintas dan Kerusakan Jalan. Pembangunan dan kegiatan operasional kawasan rumah sakit akan meningkatkan bangkitan lalu lintas sehingga kemungkinan akan terjadi kemacetan. Selain itu jika kemampuan (kapasitas) beban jalan maksimum disekitar lokasi ternyata tidak mampu untuk menerima beban tambahan dari kegiatan pembangunan dan operasional Rumah Sakit maka akan terjadi kerusakan jalan. 3. Peningkatan Run Off, Erosi dan Banjir. Kegiatan pembukaan lahan, pemotongan dan pengurugan tanah pada tahap konstruksi akan mengakibatkan perubahan struktur dan sifat tanah, misalnya permukaan tanah menjadi terbuka, agregat tanah hancur dan menjadikan tanah peka terhadap erosi. Kegiatan pemadatan tanah pada tahap konstruksi juga mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga akan meningkatkan volume air limpasan (run off). 4. Penurunan Kualitas Udara (Debu). Penurunan kualitas udara (peningkatan kadar debu) diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

78

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

5.

Peningkatan Kebisingan. Peningkatan kebisingan diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

6.

Penurunan Kualitas Air. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pembagunan kawasan rumah sakit dapat berasal dari tahap operasional rumah sakit serta prasarana dan sarana lingkungan yang terdapat di kawasan rumah sakit tersebut. Jika pemrakarsa tidak memiliki perencanaan mengenai jaringan air limbah yang baik maka akan berakibat terhadap penurunan kualitas air. Potensi dampak penurunan kualitas air permukaan sangat kecil karena daerah Kelurahan Fatululi khususnya kawasan rumah sakit tidak mempunyai aliran air permukaan.

7.

Perubahan Mata Pencaharian dan Pendapatan Penduduk. Perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk lokal dapat ditimbulkan oleh kegiatan pembebasan lahan maupun oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan operasi.

8.

Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha. Kegiatan konstruksi dan operasi akan mengakibatkan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha bagi penduduk di sekitar kawasan Rumah Sakit Siloam.

Dampak Lingkungan yang mungkin terjadi jika pembangunan Rumah Sakit serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut: 4.1 Tahap Pra Konstruksi. a. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan. Hal ini akan berdampak sangat kecil karena lokasi rencana usaha berada dalam penguasaan Rumah Sakit Siloam sesuai sertifikat terlampir. b. Potensi Dampak Terkait Survey dan Pengukuran. Survey dan pengukuran lokasi akan berdampak negatif kecil berupa konflik kepentingan dan keresahan pada masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan karena kurangnya informasi tentang rencana kegiatan yang

PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

79

Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Tetapi konflik dan keresahan itu segera reda setelah selesai survey dan pengukuran oleh Pihak Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. c. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 80 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . b. 4. c. Potensi Dampak Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi. terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta kesepakatan tentang posisi tenaga kerja lokal sehingga dapat terjadi hubungan yang harmonis antar pemrakarsa dan masyarakat sekitarnya. Dampak negatif yang timbul pada tahap ini adalah timbulnya kecemburuan pada tenaga kerja yang tidak diterima bekerja pada kegiatan ini.2 Tahap Konstruksi a.akan dilaksanakan. Rekrutmen tenaga kerja pada tahap konstruksi berdampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja dibidang konstruksi. Pembersihan dan penyiapan lokasi dilakukan meliputi pekerjaan penebangan pohon yang ada dan pembersihan semak pada lokasi dimana masyarakat sekitar diuntungkan karena memanfaatkan potongan dahan/pohon untuk kebutuhan kayu bakar. Sosialisasi rencana kegiatan pembangunan rumah sakit pada masyarakat berdampak positif berupa terjalinnya komunikasi yang baik antara pemrakarsa dan masyarakat sekitar. PT. sopir dan kondektur. Pembangunan sarana dan Prasarana penunjang. Dampak negatif sesaat yang akan timbul adalah debu dan tingkat kebisingan yang meningkat karena aktivitas dan mobilitas kendaraan yang meningkat membawa material atau pembersihan dan perataan lahan yang dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan alat berat saat mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi.

Demikian juga dengan jumlah kamar dan tempat tidur yang disediakan tidak mencukupi permintaan penyediaan kamar dan tempat tidur bagi pasien rawat inap dari masyarakat Kota Kupang dan luar Kota Kupang. Pembangunan fisik rumah sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak negatif berupa peningkatan kebisingan. debu dan mungkin kecelakaan kerja. pekerjaan pondasi. dilakukan pembangunan base camp untuk tempat kerja yang dilengkapi dengan fasilitas MCK permanen . pekerjaan tembok. area parkir dan pekerjaan drainase (untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran). air limbah. sarana air bersih. Rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan akan berdampak positif yakni terbukanya kesempatan kerja bagi 200 orang tenaga kerja yang akan dimanfaatkan untuk tenaga administrasi.3 Tahap Operasi a. PT. serta terpenuhinya kebutuhan kamar bagi 233 konsumen rawat inap. Pembangunan fisik rumah sakit terdiri dari pekerjaan tanah dan urugan. penjualan dan promosi. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan untuk Manajemen Rumah Sakit Siloam serta Seleksi Calon Tenaga Kerja. b. sarana K3 serta tempat tidur penjaga. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 81 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .Sebelum pembangunan bangunan fisik Rumah Sakit. AC. pekerjaan plafon. gudang penyimpanan peralatan dan bahan bangunan . d. pekerjaan instalasi pengolahan limbah padat dan limbah cair. pekerjaan instalasi listrik. Sedangkan kebutuhan air untuk konstruksi disuplai menggunakan truk tanki. pekerjaan landscape. 4. Meskipun menyerap tenaga kerja lokal dan pemenuhan kebutuhan rumah sakit tetapi kesempatan kerja yang ada tidak bisa menampung angkatan kerja yang tersedia terutama berkaitan dengan ketrampilan yang dimiliki oleh pencari kerja lokal tersebut. pekerjaan struktur beton. pekerjaan pintu dan jendela. pekerjaan instalasi telekomunikasi. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. pekerjaan instalasi penangkal petir. penagihan. pemadam kebakaran. Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. air bersih.

mudah PT. antara lain : 1) Kegiatan pelayanan medik (ruang bedah. 2) Limbah pathological (limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia) 3) Limbah Citotoxic (limbah yang terkontaminasi) 4) Limbah parmacological (obat-obat bekas. tabung-tabung obat atau bungkusan-bungkusan obat) 5) Limbah dari Alat-alat bekas (syringe.Operasional Rumah Sakit dan fasilitasnya akan menimbulkan dampak berupa meningkatnya pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi. obat-obat kedaluarsa atau obat-obat yang terkontaminasi. restaurant. laboratorium dan hemodialisis yang dapat menimbulkan penyakit). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 82 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . poliklinik. juga berdampak pada perkembangan sektor perdagangan dan jasa kesehatan untuk memenuhi kebutuhan warga konsumen Rumah Sakit. rumah tunggu dan asrama) Dari ketiga pelayanan diatas dapat menghasilkan limbah padat. dapur. zat-zat berbahaya (yang bersifat racun. pisau. cair dan gas yang dapat dikelompokan menjadi limbah klinik / medik dan limbah non klinik / non medik. ruang UGD. kardus-kardus makanan. gunting. laundry. Dampak lain yang penting yang berkaitan dengan berbagai aktivitas yang terjadi dalam rumah sakit dari berbagai bidang. berasal dari material-material yang Kelompok limbah non medik umumnya dihasilkan dari kegiatan pelayanan pendukung rumah sakit. dealisis / hemodialisis. pemusaran jenasah dan kemoterapi) 2) Kegiatan pelayanan pendukung (laboratorium – laboratorium. perkantoran dan sosial yang terdiri dari limbah umum. ruang perawatan dan farmasi) 3) Kegiatan perkantoran dan sosial (kegiatan administrasi perkantoran/medical record. radiologi. korosif. pecahan gelas dan gunting kuku). Kelompok limbah medik/klinik yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan medik terdiri dari : 1) Limbah inveksius (limbah yang mengandung mikro organisme yang berasal dari ruang bedah.

Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. sedangkan sisa sebahagian bahan bongkaran dapat di daur ulang. Sedangkan limbah padat medik dan non medik diolah dengan incenerator dan sampah lainnya diangkut secara berkala oleh Dinas Kebersihan Kota. maupun kebakaran yang besar. PT. atau dapat menimbun fondasi bangunan lain yang diperlukan. Keseluruhan limbah cair yang dihasilkan dari berbagai jenis pelayanan medik dan non medik diolah dengan teknologi pengolahan limbah cair secara ”Bio Filter Anaerob dan Aerob” (lihat dalam lampiran gambar alir proses pengolahan limbah cair). b.4 Tahap Pasca Operasi a. Salah satu sumber dampak pada tahap pasca operasi adalah Pemutusan hubungan kerja dengan jenis dampak negatif berupa keresahan dan munculnya pengangguran akibat tidak dipekerjakan lagi pada usaha yang baru. bencana alam.terbakar dan reaktif) dan limbah kimia (disinfeksi dan laboratoriumlaboratorium). Pekerjaan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan akan banyak menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. gempa bumi. 4. bangkitan lalulintas karena mobilisasi kendaraan pengangkut. angin puting beliung. debu. Pengalihan fungsi lahan pada Rumah Sakit dapat terjadi karena beberapa hal seperti pailit. Dampak positif adalah menyerap tenaga kerja non skill yang diperlukan untuk pembongkaran gedung. Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. Pengalihan fungsi lahan akan berdampak negatif berupa munculnya konflik dan keresahan diantara karyawan karena kemungkinan penurunan pendapatan dan kehilangan pekerjaan/pemutusan hubungan kerja (PHK). SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 83 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 84 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 1) Sasaran Pengelolaan.1 Tahap Pra Konstruksi a. PT. 3) Lokasi Pengelolaan. 2) Upaya Pengelolaan.1. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Survey Dan Pengukuran. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat sekitar lokasi rencana kegiatan.BAB V PROGRAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 5. Pengelolaan dilakukan terhadap masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan. 1) Sasaran Pengelolaan. b. 2) Upaya Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan.1 Upaya Pengelolaan Dampak Lingkungan Hidup 5. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Pemberian informasi tentang rencana kegiatan pada lokasi yang dibebaskan. Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

3) Lokasi Pengelolaan.Melakukan survey dan pengukuran lokasi rencana kegiatan sehingga masyarakat memperoleh kepastian tentang batas lokasi usaha dan tidak resah. terutama pemberian informasi tentang lowongan kerja yang tersedia sesuai kebutuhan kegiatan Rumah Sakit Siloam. 2) Upaya Pengelolaan Pemrakarsa memberitahukan ke pihak kelurahan dan kelurahan mengundang masyarakat dan aparat kelurahan guna memberikan sosialisasi dan pemberian informasi yang jelas tentang rencana kegiatan oleh pemrakarsa maksud serta tujuan pembangunan rumah sakit bagi masyarakat. 3) Lokasi Pengelolaan PT. sosial budaya. Pada sosialisasi ini juga ditampilkan potensi dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dibidang fisik. ekonomi dan kesehatan masyarakat yang mungkin terjadi. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. maupun peluang kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak pemrakarsa dalam hal pembangunan rumah sakit ini. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 85 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . kimia. model pengelolaan dan pemantauan yang wajib dilakukan serta peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga dampak positif dapat ditingkatkan serta dampak negatif diminimalisir. Sosialisasi rencana Siloam Kota Kupang. 1) Sasaran Pengelolaan Masyarakat lingkup lokasi dan aparat kelurahan menjadi sasaran kegiatan pembangunan Rumah Sakit pengelolaan. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Informasi tentang rencana usaha disampaikan 7 (tujuh) hari sebelum dilakukan survey dan pengukuran. biologi. c.

2 Tahap Konstruksi a. Kegiatan ini menimbukan peningkatan kebisingan akibat aktivitas keluar masuk kendaraan operasional. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 86 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Kebisingan tidak terlalu nampak akibat kebisingan dari lingkungan dan transportasi. dilakukan penebangan pohon dan semak serta pembersihan sisa tebangan. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan Sosialisasi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2012 mulai jam 16. 2) Upaya Pengelolaan Saat pembersihan dan penyiapan lokasi. Kota Kupang.Sosialisasi dilakukan di lokasi rumah sakit/arena pameran di Kelurahan Fatululi. 3) Lokasi Pengelolaan. yakni 30 (sembilan puluh) hari kerja. Upaya Pengelolaan ini diharapkan dapat mengurangi kuantitas bangkitan debu ke udara. Pengelolaan yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut adalah pengangkutan sisa tebangan serta operasional pengangkutan dilakukan pada malam hari.00 dengan jumlah peserta seperti daftar hadir terlampir. 5. semak.1. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. serta operator kendaraan angkutan PT. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Rumah Sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Kecamatan Oebobo. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi 1) Sasaran Pengelolaan Pengelolaan dilakukan terhadap lokasi rencana kegiatan yang ditumbuhi pohon dan material.30 Wita sampai jam 20. Pengelolaan dilakukan selama pengerjaan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi.

sedangkan pembagian tugas dan jadwal kerja dijelaskan kepada pekerja di lokasi kegiatan pembangunan Rumah Sakit. Prioritas utama ditujukan kepada pekerja lokal sebagai sasaran agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada gejolak sosial. 1) Sasaran Pengelolaan PT. Disamping itu perlu pengaturan pembagian tugas dan Jadwal kerja yang jelas agar pekerjaan fisik dapat dilaksanakan secara maksimal. 3) Lokasi Pengelolaan. 14 (empat belas) hari sebelum rekrutmen dilaksanakan. Dilakukan dengan cara mengumumkan secara luas tentang kesempatan kerja. 2) Upaya Pengelolaan. waktu pembayaran. Dinas Nakertrans Kota Kupang dan lokasi rencana usaha. Pengumuman lewat radio dan koran serta ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi. sistim kerja. semuanya dilaksanakan sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Persaingan dalam memanfaatkan kesempatan kerja bagi para pekerja lokal perlu diperhatikan. Dinas Nakertrans Kota Kupang. jumlah lowongan. c. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja 1) Sasaran Pengelolaan. Pengumuman ditempatkan di Kantor Lurah Fatululi.b. 4) Waktu dan durasi pengelolaan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 87 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . cara pembayaran upah kerja. Upaya ini akan mengeliminasi dampak negatif pada hubungan keharmonisan diantara pencari kerja lokal dan semakin memaksimalkan tingkat pendapatan mereka. Selain upayakan juga mengatur hubungan kerja yang baik diantara pekerja terampil dari luar dengan pekerja lokal yang kurang terampil sehingga terjadi peningkatan kinerja antara transfer teknologi pekerja.

himbauan. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. pengawas. 2) Upaya Pengelolaan Pengelolaan dilakukan untuk mengurangi dampak peningkatan debu dan kebisingan. penerapan disiplin dan Standart Operation Procedure (SOP). 2) Upaya Pengelolaan.Sasaran pengelolaan pada lokasi rencana usaha serta para pekerja konstruksi bangunan. pemasangan tanda larangan masuk. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. pembuatan gudang tempat penyimpanan material. kondektur. d. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 88 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . sopir dan kondektur. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 3) Lokasi Pengelolaan. penutupan dengan terpal pada bak truk pengangkut. PT. masker hidung. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit dan Fasilitasnya. dilaksanakan melalui penyiraman lokasi. Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi. mentaati jadwal angkut dan jadwal kerja. pengawas. kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas. pemasangan tanda larangan masuk dan rambu lalu lintas portabel. sopir. dan lain-lain. 3) Lokasi Pengelolaan. sebelum kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya. Pengelolaan dilakukan untuk mencegah peningkatan debu dan kebisingan serta kecelakaan kerja. sabuk pengaman. serta taat terhadap Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) seperti penggunaan helm pengaman. pagar lokasi. 1) Sasaran Pengelolaan. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan rumah sakit di RT/RW 17/005 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

5.1. 1) Sasaran Pengelolaan. 2) Upaya Pengelolaan. Pengelolaan dilakukan pada tahap konstruksi sampai kegiatan pembangunan fisik Rumah Sakit dan fasilitasnya selesai. Yang menjadi sasaran pengelolaan adalah masyarakat pencari kerja terutama yang memiliki spesifikasi di bidang pengelolaan rumah sakit dan fasilitasnya. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 89 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . serta pelaksanaan seleksi calon karyawan dilakukan secara transparan. Pengelolaan dampak lingkungan terkait rekrutmen karyawan rumah sakit dan seleksi calon karyawan. serta peningkatan kesehatan kerja melalui Askes tenaga kerja guna pememeriksaan kesehatan pekerja ke paramedis setiap tahun. PT. Upaya pengelolaan dilakukan dengan cara mengumumkan jumlah kesempatan atau lowongan kerja sebanyak 200 orang tenaga yang dibutuhkan berdasarkan spesifikasi kebutuhan manajemen rumah sakit. kerjasama dengan Dinas kebersihan dalam menangani persampahan. diklat maupun kursus. serta masyarakat yang telah mendaftar untuk bekerja di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang.3 Tahap Operasi a. dengan pihak Kepolisian dalam melatih satpam. Guna menjaga keharmonisan diperlukan Pengarahan dan selalu konsisten dalam menegaskan aturan yang sudah disepakati bersama pekerja. penanggulangan keadaan darurat pada Dinas Kebakaran. Meningkatkan kemampuan pekerja dengan latihan ketrampilan/ permagangan bagi tenaga pengurus rumah sakit. Selain itu juga direncanakan pelaksanaan peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia Rumah Sakit melalui berbagai program magang.4) Waktu dan Durasi Pengelolaan.

yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 90 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . selanjutnya dipompa ke arah STP Biofilter serta diolah secara biologis anaerob dan aerob.3) Lokasi Pengelolaan. sedangkan program peningkatan SDM karyawan Rumah Sakit dilaksanakan secara terus menerus dan berkala sesuai tingkat kebutuhan manajemen rumah sakit. Sedangkan Seleksi karyawan Rumah Sakit dan peningkatan SDM dapat dilaksanakan pemrakarsa di tempat lain yang dianggap layak. Dinas Nakertrans Kota Kupang serta Kantor manajemen Rumah Sakit agar diperoleh tenaga yang profesional dibidangnya. Operasi dan laboratorium akan melalui proses pre-treatment setelah itu dialirkan ke Equilizing tank. Karena itu pengolahan semua limbah cair dari semua unit operasi Rumah Sakit Siloam akan diolah dengan sistem Bio Filter Anaerob dan Aerob. Kemudian limbah cair dari toilet dan laundry dialirkan ke Equilizing tank dan limbah cair dari dapur di treatment (untuk menangkap lemak dan minyak) selanjutnya dialirkan ke Equilizing tank. Pengelolaan Dampak Lingkungan Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya 1) Sasaran Pengelolaan Sasaran pengelolaan pada manajemen rumah sakit. b. Pengumuman dilaksanakan di media massa. 2) Upaya Pengelolaan Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir dampak lingkungan berupa peningkatan pencemaran air karena aktifitas manusia saat operasional Rumah Sakit. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. Limbah cair dari Unit UGD. Tahap Pengumuman sampai seleksi karyawan Rumah Sakit dilaksanakan 14 (empat belas) hari. sistem pengelolaan rumah sakit dan sarana prasarana pendukung Rumah Sakit Siloam. b. PT. Semua limbah cair dalam Equilizing tank dihomogenkan dan ditambahkan kadar oksigen terlarut (DO).

dipelihara sehingga tetap berfungsi dengan baik.Agts 2008). menyediakan tempat sampah dan TPS Rumah Sakit dengan peruntukan sebagai berikut: sampah umum dalam kantong plastik warna hitam. Dari bak sedimentasi air dialirkan menuju tangki penampungan (storage tank) untuk di recycle kembali atau dibuang ke badan air. Disamping itu perlu menyiapkan tempat/ ruang terbuka bagi perokok dengan tanaman seperti di atas. Sedangkan limbah padat radioaktif disimpan di PT. semua sampah akan diteruskan ke incenerator disimpan di dalam plastik berwarna kuning strip hitam.156 ppm per hari juga menekan 67 % dari total formaldehid 18 ppm dan 75 % dari total karbon Monoksida sebesar 113 ppm . croton paling baik dalam menyerap Timbal. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 91 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . menurut hasil penelitian Ir Suparwoko Univ.c. Tumbuhan ini merambat berdaun kuning. Yokyakarta. d. sumur resapan. Dari STP Biofilter air yang telah memenuhi baku lingkungan dialirkan ke bak sedimentasi dan ditambahkan PAC untuk mengendapkan zat-zat tersuspensi yang sebagian kemungkinan mengandung B3. beringin (Ficus benjamina) hanya 1.2008). padatan yang mengendap diharuskan di sedot secara periodik. Upaya pengelolaan kualitas udara dengan memelihara pohon yang sudah ada dan menanam kembali atau menyediakan tanaman in door dalam tiap ruangan dapat menyerap polutan yang ada maupun menyerap tingkat kebisingan.025 mg/l dan Tanjung (Mimusops elengi) 0. Limbah sebaiknya di incinerasi dan dapat dibuang ke Landfill. Beberapa tanaman in door yang dianjurkan yaitu Siri Belanda ( Epipremnum aureum) meredam 53 % dari total Benzena sebesar 0. Islam Indonesia. Upaya pengelolaan sistim drainase. Sehelai daun Puring mampu menyerap 2. termasuk Sansivieria/ lidah mertua dan pakis Boston (Hasim. Pengelolaan polutan dengan menggunakan tanaman out door yaitu Puring/croton . Upaya pengelolaan untuk tujuan mengurangi timbunan sampah padat dilakukan dengan cara memasang tanda larangan membuang sampah sembarangan. Limbah yang harus disterilisasi di tempatkan dalam kantong biru muda.505 mg/l (Trubus .05 mg/l timbal.

Sasaran pengelolaan pada kegiatan ini adalah karyawan Rumah Sakit dan penghuni perumahan di sekitarnya. 3) Lokasi Pengelolaan Lokasi pengelolaan fasilitas berada dalam lokasi rumah sakit. Pembuatan sebuah TPS rumah sakit memudahkan saat menjalin kerjasama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang agar pengangkutan sampah dari TPS Rumah Sakit dilakukan secara rutin.dalam kotak yang dilapisi logam Pb dan beri identitas khusus bahan radioaktif (selanjutnya diolah di Badan Tenaga Atom (BATAN) dan limbah radiokatif cair dengan waktu paruh pendek di simpan dalam kotak berlapis Pb sampai aktivitasnya. parkir. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 92 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran bagi karyawan. tanda bahaya (gampang terbakar. dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang tiap 6 (enam) bulan.1. gampang meledak). serta menganalisa kualitas air maksimal dua kali dalam setahun pada Laboratorium terakreditasi di tingkat provinsi atau laboratorium lingkungan pada Dinas Kesehatan Kota Kupang. berhenti).4 Tahap Pasca Operasi a. 5. Upaya pengelolaan untuk tujuan meminimalisir kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan cara penerapan SOP dan K3 secara ketat. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan : Mengatur Jadwal penyedotan tinja secara rutin melalui Dinas Kebersihan Kota Kupang adalah cara yang tepat sebelum tangki septik penuh. pemasangan tabung pemadam. 2) Upaya Pengelolaan. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. akses jalan yang cukup untuk kendaraan pemadam kebakaran. Upaya pengelolaan untuk meminimalisir dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian informasi yang lengkap mengenai alasan PT. maupun himbauan. 1) Sasaran Pengelolaan. pemasangan tanda larangan (merokok.

Sosialisasi. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah pemilik bangunan Rumah Sakit yang dibongkar. PT. Pengelolaan dampak kegiatan pembongkaran bangunan rumah sakit dilaksanakan pada kawasan rumah sakit. mengatur alat berat dan arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas maupun tenaga kerja. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 93 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . 3) Lokasi Pengelolaan. 3) Lokasi Pengelolaan. mendaur ulang sebahagian bahan bangunan. penyerapan tenaga kerja dan pembongkaran dilaksanakan dalam waktu secepatnya.pengalihan fungsi lahan dari rumah sakit ke usaha/kegiatan lain sehingga karyawan dan pemilik/penghuni dapat memahaminya sehingga tidak timbul konflik dan keresahan. 1) Sasaran Pengelolaan. Waktu pemberian informasi kepada karyawan dilaksanakan 2-5 bulan sebelum pengalihan fungsi dilaksanakan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri secara lebih baik. mencegah debu yang berterbangan dengan menyiram lokasi. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi pada masyarakat sekitar tentang rencana dan waktu pembongkaran. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. 2) Upaya Pengelolaan. Pengelolaan dampak kegiatan pengalihan fungsi lahan dilaksanakan di lokasi Rumah Sakit. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran Bangunan. mempekerjakan tenaga kerja non skill sekitar lokasi rumah sakit. 4) Waktu dan Durasi Pengelolaan. b. Sedangkan informasi kepada karyawan dilakukan paling lambat 1 tahun sebelum dialihfungsikan sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri lebih baik.

1) Sasaran Pengelolaan. 1) Sasaran Pemantauan. mengalihkan tenaga kerja ke usaha lain/baru.c.2 Upaya Pemantauan Dampak Lingkungan Hidup 5. Pemberian pesangon. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 94 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga atau instansi lain. PT. maupun keluhan dan keraguan. Sasaran pemantauan adalah masyarakat sekitar lokasi rencana usaha. terutama yang tidak dipekerjakan kembali pada usaha yang baru. 2) Parameter Yang Dipantau.1 Tahap Pra konstruksi. Pengelolaan dampak kegiatan PHK dilaksanakan di manajemen rumah sakit. 2) Upaya Pengelolaan. a. 5. 3) Lokasi Pengelolaan. Upaya pengelolaan dampak akibat kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian pesangon sesuai dengan kontrak kerja dan aturan ketenagakerjaan . 4) Waktu dan durasi Pengelolaan. Sasaran pengelolaan dari kegiatan ini adalah karyawan yang akan di-PHK. mengalihkan tenaga kerja tersebut ke usaha lain/baru. Pengelolaan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembebasan Lahan.2. dan/atau mengusahakan bantuan modal usaha dari lembaga / instansi lain dilakukan saat pelaksanaan PHK. Tanggapan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi dalam bentuk positif.

Jumlah dan asal persepsi negatif maupun positif terhadap rencana usaha. 5) Lokasi Pemantauan. tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan. tanya jawab dan dialog dengan masyarakat sekitar lokasi rencana usaha. dialog. 4) Metode Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Masyarakat sekitar yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. dialog. 3) Tolok Ukur Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 95 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pemantauan dilakukan di sekitar lokasi rencana usaha. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Survey dan Pengukuran. Observasi. tanya jawab dengan masyarakat dilakukan pada saat sebelum pembebasan lahan. Pemantauan dilakukan dengan metode observasi. 4) Metode Pemantauan. 5) Lokasi Pemantauan.Yang menjadi tolok ukur pemantauan dalam kegiatan ini adalah perbandingan persentase yang menolak dan yang menerima serta alasanalasannya. Pemantauan dilakukan 1-2 hari sebelum saat pelaksanaan survey dan pengukuran oleh Rumah Sakit dan Dinas Tata Ruang Kota Kupang. Sasarannya adalah masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana usaha. 1) Sasaran Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 2) Parameter Yang Dipantau. b. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan dan membandingkan jumlah persepsi negatif maupun positif. Observasi. PT.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 96 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . PT. Ada tidaknya informasi tentang rencana usaha serta peluang kerja kepada masyarakat sekitar.2 Tahap Konstruksi. 1) Sasaran Pemantauan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. a.2. Kondisi lingkungan rumah sakit. Pemantauan dilakukan lewat metode observasi. 5) Lokasi Pemantauan. 5. dialog dan wawancara. 1) Sasaran Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Sosialisasi Rencana Kegiatan. Ketersediaan informasi dan bahan sosialisasi rencana kegiatan yang berisi peluang dan kesempatan kerja serta manfaat rencana kegiatan bagi pemrakarsa dan lingkungan sekitar. Pemantauan Dampak Lingkungan Lingkungan Terkait Pembersihan dan Penyiapan Lokasi. 2) Parameter yang Dipantau. tokoh agama. Masyarakat sekitar. Pemantauan dilaksanakan pada tempat sosialisasi rencana usaha.c. 4) Metode Pemantauan. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Waktu pemantauan adalah saat pelaksanaan sosialisasi dan sesi dialog dengan masyarakat sekitar. tingkat penerimaan masyarakat sekitar terhadap rencana usaha. tokoh masyarakat dan aparat kelurahan Fatululi.

PT. 2) Parameter Yang Dipantau. Lokasi rencana usaha pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. Parameter yang dipakai dalam pemantauan adalah jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam tahap konstruksi. Pemantauan dilaksanakan menggunakan metode pemeriksaan daftar hadir tenaga kerja. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan. 4) Metode Pemantauan. Tolok ukur pemantauan adalah kebutuhan minimal tenaga kerja konstruksi sebanyak 196 orang agar pekerjaan konstruksi berjalan optimal. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. b. Lokasi rencana usaha pembangunan rumah sakit. wawancara dengan tenaga kerja dan manajemen usaha. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Sasaran Pemantauan adalah tenaga kerja di lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit. 4) Metode Pemantauan. 1) Sasaran Pemantauan. Pemantauan dilakukan sekali pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. 3) Tolok Ukur Pemantauan. Tolok ukur pemantauan yang dipakai adalah kondisi tingkat partikel debu serta tingkat kebisingan awal. Metode pemantauan yang dipakai adalah pengujian tingkat partikel debu di udara serta tingkat kebisingan pada saat kegiatan pembersihan lahan dan penyiapan lokasi. 5) Lokasi Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 97 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang .2) Parameter Yang Dipantau. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja. 5) Lokasi Pemantauan.

3) Tolok Ukur Pemantauan. Pemantauan dilakukan minimal 2 (dua) kali selama kegiatan konstruksi. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan atau Material Konstruksi. 1) Sasaran Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. 2) Parameter yang Dipantau. Tingkat partikel debu di udara dan tingkat kebisingan. 2) Parameter Yang Dipantau. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Dilakukan saat sedang berlangsung kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan konstruksi. 5) Lokasi Pemantauan. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembangunan Fisik Rumah Sakit Siloam dan Fasilitasnya.6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Pengukuran tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan. kejadian kecelakaan kerja. PT. Kondisi tingkat partikel debu dan tingkat kebisingan daerah permukiman sekitar Rumah Sakit Siloam. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah kondisi kualitas lingkungan lokasi rencana usaha yang terdiri dari kualitas udara dan kebisingan. 1) Sasaran Pemantauan. c. Lokasi rencana pembangunan rumah sakit. Kondisi lingkungan lokasi rencana pembangunan rumah sakit saat kegiatan mobilisasi dan demobilisasi bahan / material konstruksi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 98 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . d.

1) Sasaran Pemantauan. ketersediaan sarana dan prasarana K3. Sasaran pemantauan dalam kegiatan ini adalah Sistem dan hasil rekrutmen karyawan Rumah Sakit serta seleksi calon karyawan. Kualitas udara dan tingkat kebisingan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. PT. observasi. 4) Metode Pemantauan. pertengahan dan akhir kegiatan untuk membandingkan ketepatan pengelolaan yang diterapkan. Pemantauan dilakukan pada lokasi pembangunan rumah sakit. Pengumuman seleksi dan penerimaan calon karyawan. jumlah tenaga kerja lokal yang melamar dan yang diterima. Pembagian kerja.2.Tingkat partikel debu dan kebisingan. yaitu pada awal kegiatan. 2) Parameter Yang Dipantau. Pemantauan dilakukan selama 3 (tiga) kali. dialog. SOP. Pemantauan dilakukan terhadap jumlah minimal karyawan (200 orang). 5. Kotak P3K. a.3 Tahap Operasi. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. Informasi hak dan kewajiban karyawan. Pemantauan dilakukan lewat pengukuran kualitas udara dan kebisingan. peralatan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) serta laporan kecelakaan kerja. serta pengumuman pendaftaran maupun hasil seleksi calon karyawan. 5) Lokasi Pemantauan. Jumlah kebutuhan dan jumlah hasil rekrutmen karyawan. kontrak kerja dan upah serta kriteria dan jumlah calon karyawan yang lolos seleksi. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 99 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Rekrutmen Karyawan Rumah Sakit Siloam dan seleksi Calon Karyawan Rumah Sakit Siloam. jumlah kejadian kecelakaan kerja. jadwal kerja.

manifest pendaftar. Pemantauan dilakukan minimal 1 kali pada saat seleksi dilakukan. tanda larangan / himbauan. Pemantauan dilakukan pada kantor Rumah Sakit Siloam Kota Kupang. jalan. fasilitas umum. 5) Lokasi Pemantauan. Sistem drainase. Pemantauan terhadap pengelolaan timbulan sampah dilaksanakan dengan melihat jumlah dan kondisi Tempat sampah atau TPS. daftar calon serta kelengkapan terhadap dokumen yang disyaratkan. Pemantauan dilakukan menggunakan metode pemeriksaan terhadap perjanjian kerja. Septic Tank. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Operasional Rumah Sakit dan Fasilitasnya. 1) Sasaran Pemantauan. tanda larangan dan himbauan. Sarana dan prasarana damkar. SOx dan membandingkan tingkat kebisingan pada saat rona awal dengan tahap operasi rumah sakit. pohon peneduh . sebelum rumah sakit difungsikan. daftar hadir calon karyawan. Ketersediaan sarana dan prasarana K3. Laporan jumlah kejadian Kecelakaan kerja dan kebakaran. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 100 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . sarana dan prasarana pendukung aktivitas rumah sakit.4) Metode Pemantauan. udara dan kebisingan maka parameter lingkungan yang dipantau adalah jumlah dan kondisi IPAL. Pemantauan terhadap kualitas udara dan kebisingan dilakukan dengan mengukur kadar NOx. PT. wawancara dengan calon karyawan dan manajemen rumah sakit. b. serta SOP. Sasaran pemantauan pada kegiatan ini adalah manajemen rumah sakit. Dalam rangka pencegahan dan meminimalisir dampak terhadap kualitas air. 2) Parameter Yang Dipantau. Sedangkan pemantauan hasil dari upaya pengelolaan terhadap dampak kecelakaan kerja dan kebakaran dilakukan dengan melihat SOP. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan.

3) Tolok Ukur Pemantauan. 5. pengujian laboratorium pada kualitas air. 4) Metode Pemantauan. Kualitas udara.4 Tahap pasca Operasi a. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 101 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . survey. air dan tingkat kebisingan pada kondisi awal lokasi sebelum ada kegiatan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk Rumah Sakit pada tahap operasi. tingkat keresahan warga dan tenaga kerja. Parameter yang harus dilihat adalah apakah rumah sakit telah berhenti beroperasi secara permanen dan penyebab pengalihan usaha. Tolok ukurnya adalah jumlah karyawan yang masih aktif. udara dan tingkat kebisingan. Pemantauan dilakukan tiap 6 (enam) bulan selama rumah sakit beroperasi dan dilaporkan ke BPLHD Kota Kupang serta instansi terkait. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. jumlah karyawan dan jumlah warga di sekitar lokasi rumah sakit yang resah. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pengalihan Fungsi Lahan. Sasaran pemantauan adalah kondisi karyawan dan manajemen rumah sakit yang akan berhenti beroperasi. 1) Sasaran Pemantauan. Observasi. 2) Parameter yang Dipantau.3) Tolok Ukur Pemantauan. PT. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. 5) Waktu dan Durasi Pemantauan. 5) Lokasi Pemantauan. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. kondisi manajemen rumah sakit. wawancara.2. 4) Lokasi Pemantauan.

Pemantauan dilakukan sekali selama proses pengalihan usaha. 1) Sasaran Pemantauan. 2) Parameter Yang Dipantau. penempatan sisa bahan bangunan. PT. wawancara dengan pemrakarsa. Parameter pemantauan adalah prosedur pembongkaran dan peralatan yang digunakan. b. debu. 5) Lokasi Pemantauan. bangkitan lalu lintas dan jumlah tenaga kerja lokal yang diserap. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pemutusan Hubungan Kerja. Sasaran pemantauan adalah bangunan. 3) Tolok Ukur Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. pengujian laboratorium. 1) Sasaran Pemantauan. survey. manajemen rumah sakit dan pemilik c. tenaga kerja. Pemantauan dilakukan sekali saat proses pembongkaran bangunan Rumah Sakit. 2) Parameter Yang Dipantau. Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. Bahan yang di daur ulang. sosialisasi dan waktu pembongkaran serta teknis penanganan pengangkutan material. kebisingan. kualitas udara dan kebisingan serta keresahan warga. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 102 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . lurah dan masyarakat sekitar. Sasaran pemantauan adalah karyawan dan manajemen rumah sakit. Observasi. Pemantauan Dampak Lingkungan Terkait Pembongkaran bangunan Rumah Sakit.

Lokasi Rumah Sakit Siloam dan sekitarnya. 6) Waktu dan Durasi Pemantauan. wawancara dengan karyawan dan pemrakarsa. kontrak kerja. Pemantauan dilakukan sekali saat proses PHK. serta alasan PHK. Aturan ketenagakerjaan. kontrak penyewaan. 5) Lokasi Pemantauan. 4) Metode Pemantauan. tingkat keresahan tenaga kerja. jumlah yang di-PHK. survey.Parameter pemantauan adalah prosedur PHK. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan 103 Pembangunan Rumah Sakit Siloam Kota Kupang . besar pesangon atau kompensasi yang diterima. Observasi. 3) Tolok Ukur Pemantauan. PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful