Anda di halaman 1dari 13

BAB II RUMUSAN MASALAH

A. B. C. D.

Apa pengertian Agama Katolik? Sejarah Agama Kaatolik di indonesia Apa sajakah ajaran agama katolik itu? Apakah yang dinamakan Sakramen pada agama katolik?

BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Agama Katolik Agama katolik merupakan agama untuk menyebut agama Kristen. Agama ini berpusat di vatikan Roma. Kristen juga dikenal dengan sebutan agama ktisten katolik. Katolik berasal dari bahasa yunani KATHOIKOS yang artinya am dapat ditafsirkan bahwa agama katolik adalah agama yang bersifat untuk semua manusia. B. Sejarah Agama katolik di indonesia Pada awal kehadiran agama ini kurang mendapatkan tanggapan baik di tengah masyarakat karena dianggap sebagai proses kolonial karena disebarkan oleh bagian dari masyarakat kolonial pada masa itu sehingga sering disebut "agama kafir". Sebenarnya penyebaran agama Katolik sudah dimulai sejak kedatangan Portugis di Indonesia yang dilakukan oleh beberapa misionaris pada abad ke-16 dan abad ke-17 di bagian timur seperti di Maluku dan Flores. Agama katolik baru memasuki tanah Jawa pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels di Batavia awal abad-19 dengan didirikan gereja pertama di sana pada tahun 1807 dan disertai dengan diakuinya oleh Vatikan. Pada 2005, sekitar 3,05%7.380.203 dari 241.973.879 penduduk Indonesia. C. Pokok-pokok Ajaran agama katolik Sepuluh perintah Allah Akulah Tuhan, Allahmu, Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu. 2. Jangan menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat. 3. Kuduskanlah hari Tuhan. 4. Hormatilah ibu bapamu. 5. Jangan membunuh. 6. Jangan berzina. 7. Jangan mencuri. 8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu. 9. Jangan mengingini istri sesamamu. 10.Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
1.

Tradisi Gereja yang setia kepada Kitab Suci dan yang mengikuti teladan Yesus, selalu mengakui keunggulan Kesepuluh Perintah Allah serta pentingnya. Orang-orang Kristen diwajibkan untuk mengamalkannya. (KKGK # 438). Sepuluh perintah ini dapat dibaca dalam versi asli di dalam kitab Keluaran (20:1-17) dan kitab Ulangan (5:1-21). Lima perintah Gereja Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu. Ikutlah perayaan ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan, dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu. 3. Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan. 4. Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun. 5. Sambutlah Tubuh Tuhan pada Masa Paskah.
1. 2.

Lima perintah Gereja bertujuan menjamin bagi umat beriman minimum semangat doa, hidup sakramental, usaha moral serta pertumbuhan dalam kasih kepada Allah dan sesama. (KKGK # 431) Dua Perintah Kasih Dalam perintah ini tercakuplah segala perintah yang lain. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.(Mat 22:37, 39) Hukum baru, yaitu Hukum Injil, adalah kepenuhan dan penggenapan Hukum Allah, baik alami maupun yang diwahyukan, yang diwujudkan melalui Kristus. Hukum itu mencakup perintah mengasihi Allah dan sesama, supaya semua orang saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita. (KKGK #420) Kaidah emas Peganglah patokan ini dalam hubungan dengan semua manusia tanpa kecuali. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. (Mat 7:12) Delapan Sabda Bahagia Tak cukup tidak berdosa saja. Tuhan menghendaki supaya kita berbuat baik. Dengan berbuat baik, kita disebut berbahagia. Inilah teksnya yang dikutip dari Perjanjian Baru edisi ke-2 ( LAI)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kehendak Allah, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang berbelaskasihan, karena mereka akan beroleh belas kasihan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anakanak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya karena melakukan kehendak Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dinaiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. (Mat 5:3-12) Kedelapan Sabda Bahagia menurut Alkitab-Kabar Baik:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Berbahagialah orang yang merasa tidak berdaya dan hanya bergantung pada Tuhan saja, mereka adalah anggota umat Allah! Berbahagialah orang yang bersedih hati; Allah akan menghibur mereka! Berbahagialah orang yang rendah hati; Allah akan memenuhi janji-Nya kepada mereka! Berbahagialah orang yang rindu melakukan kehendak Allah; Allah akan memuaskan mereka! Berbahagialah orang yang mengasihani orang lain; Allah akan mengasihani mereka juga! Berbahagialah orang yang murni hatinya; mereka akan mengenal Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai di antara manusia; Allah akan mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya! Berbahagialah orang yang menderita penganiayaan karena melakukan kehendak Allah; mereka adalah anggota umat Allah! Berbahagialah kalian kalau dicela, dan difitnah demi Aku. Nabi-nabi yang hidup sebelum kalian pun sudah dianiaya seperti itu. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah upah di surga yang disediakan Tuhan untuk kalian. (Mat 5:3-12)

Sabda-sabda Bahagia menempati tempat sentral dalam pemberitaan Yesus, mengulangi dan menggenapkan janji-janji Allah yang diberikan semasa Abraham. Juga mencerminkan wajah Yesus sendiri, menjadi ciri khas hidup Kristen otentik serta menyingkapkan tujuan akhir segala tindakan manusiawi: kebahagiaan kekal. (KKGK # 360)

Pokok-pokok iman Inilah hal-hal pokok yang diimani orang Katolik:


1. 2. 3. 4. 5. 6.

Ada satu Allah saja. Allah adalah Hakim yang Mahaadil: Ia membalas yang baik dan menghukum yang jahat. Ada tiga Pribadi Allah: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Allah Putra telah menjadi manusia, menderita sengsara, wafat di salib dan bangkit demi keselamatan kita. Jiwa manusia kekal/tidak dapat mati. Rahmat Allah mutlak perlu agar manusia memperoleh keselamatan.

D. Sakramen agama katolik Sakramen Agama katolik adalah : Amal wajib yang harus dilakukan umat kristiani, menyangkut suatu perbuatan dan perkataan rahmat serta keselamatan, dikerjakan oleh roh kudus, perantara pastur. Tujuh sakramen kudus Supaya kita dapat hidup suci, Kristus datang kepada kita dalam tanda-tanda yang kelihatan, yaitu dalam sakramen-sakramen kudus. Ia hadir dalam tanda-tanda itu untuk memberi kekuatan serta rahmat.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Baptisan. Krisma. Ekaristi. Tobat dan Rekonsiliasi. Pengurapan orang sakit. Tahbisan. Perkawinan.

Syarat-syarat sakramen tobat Melalui baptisan kita telah menjadi anak Allah. Jika kita kehilangan kesucian yang diperoleh dalam sakramen baptisan, kita dapat memperolehnya kembali dengan memenuhi syarat-syarat ini:
1. 2. 3. 4. 5.

Pemeriksaan batin. Sesal dan tobat. Niat teguh untuk memperbaiki kesalahan. Pengakuan dosa yang jujur dan lengkap. Penitensi.

Tiga keutamaan adikodrati

1. 2. 3.

Iman. (Fides) Harapan. (Spes) Kasih. (Caritas)

Empat keutamaan moral


1. 2. 3. 4.

Kebijaksanaan. (Prudentia) Keadilan. (Iustitia) Ketangguhan. (Fortitudo) Kesahajaan/Tahu batas. (Temperantia)

Lima keutamaan intelektual


1. 2. 3. 4. 5.

Akal budi. (Intellectus) Pengetahuan. (Scientia) Paham. (Sapientia) Kebijaksanaan. (Prudentia) Kesenian. (Ars)

Tiga perbuatan baik yang utama


1. 2. 3.

Doa. Puasa. Amal.

Tiga nasihat injili


1. 2. 3.

Kemiskinan sukarela. Kemurnian seumur hidup. Ketaatan demi kasih Kristus.

Tujuh karunia Roh Kudus


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kebijaksanaan. (Sapientia) Pengertian. (Intellectus) Pengetahuan. (Scientia) Nasihat. (Consilium) Kekuatan. (Fortitudo) Kesalehan. (Pietas) Ketakwaan. (Timor)

Dua belas buah Roh Kudus

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Kasih. (Caritas) Sukacita. (Gaudium) Damai. (Pax) Kesabaran. (Patientia) Kemurahan hati. (Benignitas) Kebaikan. (Bonitas) Kelapangan hati. (Longanimitas) Kelembutan hati. (Mansuetudo) Kepercayaan. (Fides) Kesopanan. (Modestitas) Pengendalian diri. (Continentia) Kemurnian. (Castitas)

Tujuh keutamaan pokok


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Rendah hati. Murah hati. Murni. Mengasihi. Tahu batas. Sabar. Rajin dan bersemangat.

Tujuh cacat jiwa utama


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Sombong. (Superbia) Tamak. (Avaritia) Tidak sopan. (Luxuria) Iri hati. (Invidia) Rakus dalam makanan dan minuman. (Gula) Marah. (Ira) Malas. (Acedia)

Cacat jiwa adalah kebalikan keutamaan, yaitu kecenderungan-kecenderungan yang menumpulkan suara hati dan membujuk manusia untuk berbuat dosa. Semua cacat jiwa itu dapat dihimpun seputar tujuh dosa yang biasa disebut dosa utama. (KKGK #398) Anak-anak cacat jiwa utama Anak-anak kesombongan: Keangkuhan, ambisi, gila hormat, bualan, kemunafikan, perselisihan, ketidaktaatan. Anak-anak ketamakan:

Kekerasan hati, kekhawatiran atau keinginan berlebihan akan benda duniawi, kekerasan dalam mendapatkan harta, kelicikan,penipuan. Anak-anak ketidaksopanan: Kebutaan hati, ketidakbijaksanaan, ketidakteguhan, cinta diri dan kebencian akan Allah, keterikatan pada masa kini dan kengerian terhadap masa mendatang. Anak-anak keirihatian: Kebencian, sungut, fitnahan, kesusahan karena keberhasilan sesama, sukacita karena kegagalan sesama. Anak-anak kerakusan: Ketumpulan otak, kebiasaan bicara banyak, kesukaan akan lelucon yang tidak pantas, kegembiraan yang tidak wajar, ketidaksopanan segala jenis. Anak-anak kemarahan: Keberangan, kepongahan, bicara keras, hujah, caci maki, perkelahian. Anak-anak kemalasan: Kelambanan dalam melaksanakan perintah, ketidakpedulian akan hal-hal terlarang, ketawaran hati, keputusasaan mengenai keselamatan sendiri.

Tahun gerejawi
1.

Adven. Dari sore menjelang hari Minggu I Adven hingga sore menjelang hari raya Natal.

2.

Natal. Dari sore menjelang hari raya Natal hingga hari Minggu Baptisan Tuhan [antara 7-13 Januari].

3.

Prapaskah. Dari hari Rabu Abu hingga misa Kamis Putih.

4.

Trihari Suci. Dari misa Perjamuan Terakhir pada malam Kamis Putih hingga sore hari raya Paskah.

5.

Paskah. Dari hari raya Paskah hingga hari raya Pentekosta.

6.

Masa biasa. Dari Senin sesudah hari Minggu Baptisan Tuhan hingga hari Rabu Abu; dari Senin sesudah hari raya Pentekosta hingga sore menjelang hari Minggu I Adven.

Bulan-bulan suci sepanjang tahun Januari: Bulan Nama Yesus Februari: Bulan Sengsara Yesus Maret: Bulan Santo Yosef April: Bulan Ekaristi Mei: Bulan Santa Perawan Maria Juni: Bulan Hati Yesus yang Mahakudus Juli: Bulan Tubuh dan Darah yang Mahakudus Agustus: Bulan Hati St. Perawan Maria yang mulia. September: Bulan Bunda Maria Berdukacita Oktober: Bulan Rosario Suci

November: Bulan Jiwa-jiwa di Purgatorium Desember: Bulan Kanak-kanak Yesus Hari-hari suci sepanjang pekan Senin: Hari Trinitas yang Mahakudus Selasa: Hari Roh Kudus Rabu: Hari para Malaikat dan semua Orang Kudus Kamis: Hari Ekaristi yang Mahakudus Jumat: Hari Hati Yesus yang Mahakudus Sabtu: Hari Santa Perawan Maria. Tujuh belas tema renungan harian
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Allah yang perlu dimuliakan. Yesus yang perlu diikuti. Para malaikat dan para kudus yang perlu diminta doanya. Jiwa yang perlu diselamatkan. Tubuh yang perlu dikuasai. Dosa yang perlu ditinggalkan. Keutamaan-keutamaan yang perlu dimiliki. Neraka yang perlu dihindari. Surga yang perlu dicapai. Kekekalan yang perlu dipersiapkan. Waktu yang perlu dimanfaatkan dengan baik. Sesama yang perlu diberi teladan. Dunia yang perlu ditangkis. Iblis yang perlu diperangi. Nafsu yang perlu ditaklukkan. Kematian yang perlu diterima. Penghakiman yang perlu dihadapi.

Tata tertib hidup orang Katolik Apa saja yang Anda lakukan, lakukanlah itu demi mengasihi Allah dan sesama.
1.

Setelah bangun dari tidur, buatlah tanda salib dan persembahkanlah seluruh hari kepada Allah. Bila mungkin, ikutilah perayaan ekaristi setiap hari.

Laksanakanlah dengan setia dan rajin tugas kewajiban Anda. Ingatlah bahwa Allah itu Maha Tahu. Ia selalu melihat dan mendengar Anda. Ia mengenal pikiran Anda yang paling rahasia. Maka taatlah kepada-Nya. 4. Berdoalah sebelum dan sesudah makan. Jangan makan tanpa batas. 5. Anda boleh mencari hiburan untuk menjadi segar kembali. Tetapi, hiburan itu hendaknya Anda cari pada saat yang sesuai, dan hendaknya Anda terlibat di dalamnya secara wajar. Jangan mengambil bagian dalam pesta pora dan jangan ikut serta dalam himpunan orang yang tidak benar tingkah lakunya. Jauhkanlah orang-orang yang demikian. 6. Ramah tamahlah terhadap setiap orang. Jangan menyinggung perasaan orang lain. Jangan merugikan nama ataupun harta sesama. Kendalikanlah lidah. Bicaralah benar. Jangan mendengarkan ataupun meneruskan perkataan atau cerita yang buruk, fitnah, makian, dan sebagainya. Hindarilah kesempatan-kesempatan yang dapat menjerumuskan Anda ke dalam dosa. 7. Tanggunglah derita dengan sabar. Jangan mengeluh dalam kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi. Menderita karena kasih kepada Allah menghasilkan pahala. Karena itu jangan menyimpan rasa benci atau rasa ingin membalas dendam. Jika Anda disengsarakan tanpa alasan yang serius, bertahanlah dengan rendah hati. 8. Ingatlah bahwa Anda wajib merayakan hari-hari suci. Gereja adalah rumah Allah dan pintu menuju keselamatan. Jika pada hari Minggu Anda tidak pergi ke gereja tanpa alasan yang serius, Anda merugikan diri sendiri dan umat beriman lain. 9. Terimalah sesering mungkin sakramen ekaristi. Sekali sebulan akukanlah dosa Anda. Takutilah hilangnya rahmat Allah, tetapi jangan takut terhadap kematian. Seandainya Anda telah berdosa berat sesalilah secepatnya dosa itu. Berdoalah, Tuhan Yesus, kasihanilah aku! Lalu sesegera mungkin pergilah kepada imam untuk mengaku dosa. 10.Ingatlah akan kematian dan akhir hidupmu. Segala sesuatu akan berlalu di dunia ini. Karena itu bersahabatlah dengan Tuhan dan berdoalah senantiasa. Berdoalah pula untuk mereka yang sudah meninggal dunia dan mintalah Tuhan agar Anda berpulang kelak dengan hati yang bersih (1Tes 4:3).
2. 3.

BAB IV PENUTUP

A, Kesimpulan