Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI MIKROSKOPI

Oleh : MURDIONO NPM. E1J010065

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbicara tentang teknologi nano, maka tidak akan bisa lepas dari mikroskop, yaitu alat pembesar untuk melihat struktur benda kecil tersebut. (Teknologi nano : teknologi yang berbasis pada struktur benda berukuran nano meter. Satu nano meter = sepermilyar meter). Tentu yang dimaksud di sini bukanlah mikroskop biasa, tetapi mikroskop yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi untuk melihat struktur berukuran nano meter. Di bagian pertama tulisan ini, penulis bermaksud untuk mengulas sejarah perkembangan mikroskop dan kemampuannya dalam mengamati suatu obyek benda. Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan Jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optic memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer. Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932 lahir mikroskop elektron. Sebagaimana namanya, mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya. Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik. Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat

lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat ruang pengamatan obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa terhindarkan. 1.2 Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk: Mahasiswa dapat membedakan jenis-jenis mikroskop yang sering digunakan dalam kerja laboratorium. Mahasiswa mampu menyiapkan dan mengoperasikan mikroskop optic cermin maupun listrik sesuai dengan prosedur.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Salah satu alat yang erat sekali hubungannya dengan praktikum mikrobiologi, khususnya untuk melihat bayangan mikroorganisme yang ukuranya sangat kecil, yakni mikroskop. Ada beberapa jenis mikroskop yang biasa digunakan dan teknik-teknik dasar tertentu yang harus dipelajari oleh praktikan mikrobiologi untuk digunakan dalam laboratorium. (Purnomo, 2011). Kata mikroskop (microscope) berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata micron=kecil dan scopos=tujuan, yang maksudnya adalah alat yang digunakan untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. (Irawirawan, 2008). Mikroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat suatu benda yang jaraknya dekat dengan ukuran yang sangat kecil (mikron) untuk diperbesar agar dapat dilihat secara detil. Sifat bayangan yang terjadi yaitu maya, terbalik dan diperbesar. Biasanya digunakan untuk melihat bakeri, sel, virus, dan lain-lain. Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut. (Wiki, 2010). Tubuh mikroskop pada dasarnya terdiri dari bagian mekanik, bagian optic dan beberapa jenis dilengkapi dengan bagian elektrik dan fotografi. Bagaian mekanik dan bagian optic selalu ada pada setiap mikroskop, meskipun tidak semua sub-bagian ada. Bagian mekanik meliputi: statif, tubus, revolve, meja benda, skrup pengatur tubus, skrup pengatur meja benda, skrup pengatur kondensor. Bagian opticnya meliputi: lensa okuler, lensa obyektif, kondensor, dan cermin pengatur cahaya. (Purnomo, 2011). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan

mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal). (Wiki, 2010). Mikroskop biasa yakni mikroskop pantul cermin dan mikroskop lampu listrik pada dasarnya mempunyai kemampuan yang sama. Keduanya mempunyai perbedaan pada sumber cahaya pembentuk bayangan, yaitu cahaya pantulan dari cermin (baik dari matahari atau lampu listrik yang dipantulkan) dan cahaya langsung dari lampu listik. Mikroskop electron merupakan mikroskop yang menggunakan berkas sinar electron. Panjang sinar electron jauh lebih pendek disbanding cahaya biasa maupun ultraviolet. Oleh karena itu daya pisahnya menjadi sangat besar dan memungkinkan perbesaran sampai jutaan kali. Bayangan obyek pada mikroskop electron juga tidak dapat oleh mata langsung dan biasanya bayangan obyek dapat dilihat mata jika diproyeksikan dulu pada layar flousercen atau direkam dengan alat fotografi. Ada dua jenis mikroskop, yakni mikroskop electron pemayaran (scanning electron microscope) dan mikroskop elektron tranmisi (transmiting electron microscope). (Purnomo, 2011).

BAB III METODOLOGI 3.1 Mikroskop optic cermin pantul a. Bahan dan alat Bahan : 1 gulung kertas tissue, 1 lembar lap katun atau flannel, 100 ml alcohol 70%, dan 1 ml minyak imersi. Alat : 1 buah mikroskop optic cermin pantul, 1 buah preparat mikroorganisme awetan, 3 buah lensa filter (biru, merah, hijau). b. Prosedur kerja 1. Cermin pada mikroskop diarahkan ke sumber cahaya sedemikian rupa sehingga pantulan cahaya tepat jatuh melalui lubang diafragma kondensor. 2. Lensa obyektif pada pembesaran yang dikehendaki ditempatkan pada kedudukan seporos dengan lensa okuler, dengan cara memutar revolver. 3. Lensa-lensa diamati dengan cara mengintip pada lensa okuler untuk memastikan kebersihan lensa maupun intensitas cahaya yang masuk. 4. Jika dilihat ada kotoran, lensa dibersihkan dahulu dengan hati-hati menggunakn lap lunak yang tidak mudah terlepas bahan seratnya. Jika intensitas cahaya tidak sesuai dengan pandangan mata, posisi kondensor atau luas lubang diafragmanya diubah. 5. Preparat yang specimen dipasang diatas meja benda dan obyek diletakkan tepat diatas lubang meja benda serta tersorot cahaya dari cermin mikroskop. 6. Tubus diturunkan dengan memutar sekrup pengatur tubus sampai lensa obyektif pada kedudukan paling dekat dengan obyek, dengan hati-hati agar lensa obyektif tidak menabrak preparat. 7. Preparat diamati melaui lensa okuler dan diatur kembali masuknya cahaya ke dalam mikroskop, sehingga diperoleh bidang pemandangan yang cukup terang dan merata, dengan cara mengatur kedudukan kondensor dan lubang diafragma.

3.2 Mikroskop optic lampu listrik a) Bahan dan alat Bahan : 1 gulung kertas tissue, 1 lembar lap katun atau flannel, 100 ml alcohol 70%, dan 1 ml minyak imersi. Alat : 1 buah mikroskop optic lampu listrik, 1 buah preparat mikroorganisme awetan, 3 buah lensa filter (biru, merah, hijau). b) Cara kerja 1. Stecker dimasukkan ke sambungan listrik dan lampu di hidupkan dengan menekan kontak on. 2. Lensa obyektif pada pembesaran yang dikehendaki ditempatkan pada kedudukan seporos dengan lensa okuler, dengan cara memutar revolver. 3. Lensa-lensa diamati dengan cara mengintip pada lensa okuler untuk memastikan kebersihan lensa maupun intensitas cahaya yang masuk. 4. Jika dilihat ada kotoran, lensa dibersihkan dahulu dengan hati-hati menggunakn lap lunak yang tidak mudah terlepas bahan seratnya. Jika intensitas cahaya tidak sesuai dengan pandangan mata, posisi kondensor atau luas lubang diafragmanya diubah. 5. Preparat yang specimen dipasang diatas meja benda dan obyek diletakkan tepat diatas lubang meja benda serta tersorot cahaya dari lampu listrik mikroskop. 6. Meja benda dinaikkan dengan memutar sekrup pengatur sampai obyek pada kedudukan paling dekat dengan lensa obyektif, dengan hati-hati agar lensa obyektif tidak menabrak preparat. 7. Preparat diamati melaui lensa okuler dan diatur kembali masuknya cahaya ke dalam mikroskop, sehingga diperoleh bidang pemandangan yang cukup terang dan merata, dengan cara mengatur kedudukan kondensor dan lubang diafragma.

BAB IV PEMBAHASAN Susunan Mikroskop adalah alat optik untuk mengamati benda- benda yang sangat kecil, misalnya virus, bakteri, sel dll sehingga tampak jelas. Mikroskop sederhana terdiri dari dua buah lensa positif (cembung). Lensa positif yang berdekatan dengan mata disebut lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang berdekatan dengan bendadisebut lensa objektif.Jarak titik api lensa objektif lebih kecil daripada jarak titik api lensa okuler. Komponen-komponen mikroskop terdiri dari: 1. Lensa okuler Merupakan bagian yang dekat dengan mata pengamat saat mengamati objek. Lensa okuler terpasang pada tabung atas mikroskop. Perbesaran pada lensa okuler ada tiga macam, yaitu 5x, 10x, dan 12,5x. 2. Tabung mikroskop Merupakan penghubung lensa okuler dan lensa objektif. Tabung terpasang pada bagian bergerigi yang melekat pada pegangan mikroskop sebelah atas. Melalui bagian yang bergerigi, tabugn dapat digerakkan ke atas dan ke bawah. 3. Makrometer (sekrup pengarah kasar) Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung mikroskop ke atas dank e bawah dengan pergeseran besar. 4. Mikrometer (sekrup pengarah halus) Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung ke atas dan ke bawah dengan pergeseran halus. 5. Revolver Merupakan pemutar lensa untuk menempatkan lensa objektif yang dikehendaki.

6.

Lensa objektif Merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan objek atau specimen. Lensa objektif terpasang pada bagian bawah revolver. Perbesaran pada lensa objektif bervariasi, bergantung pada banyaknya lensa objektif pada mikroskop. Misalnya, ada perbesaran lensa objektif 10x dan 40x (mikroskop dengan dua lensa objektif); 4x, 10x, dan 40x (mikroskop dengan tiga lensa objektif); dan 4x, 10x, 45x, dan 400x (mikroskop dengan empat lensa objektif).

7.

Panggung mikroskop Merupakan meja preparat atau tempat sediaan obek/specimen. Pada bagian tengah panggung mikroskop terdapat lubang untuk jalan masuk cahaya ke mata pengamat. Panggung digunakan untuk meletakkan sediaan objek atau specimen. Pada panggung terdapat dua penjepit untuk menjepit object glass. Pada beberapa mikroskop lain, panggung dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.

8.

Diafragma Merupakan komponen untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop. Diafragma ini terpasang pada bagian bawah panggung mikroskop.

9.

Kondensor Merupakan alat untuk memfokuskan cahaya pada objek atau specimen. Alat ini terdapat di bawah panggung.

10. Lengan mikroskop Merupakan bagian yang dapat dipegang waktu mengangkat mikroskop atau menggeser mikroskop. 11. Cermin reflector Digunakan untuk menangkap cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop, yakni dengan cara mengubah-ubah letaknya. Cermin ini memiliki

permukaan datar dan permukaan cekung. Permukaan datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang dan permukaan cekung digunakan jika cahaya kurang terang. 12. Kaki mikroskop Merupakan tempat mikroskop bertumpu. Kebanyakan kaki mikroskop berbentuk seperti tapal kuda. Sebelum melakukan praktikum dengan menggunakan mikroskop cahaya maka perhatikan langkah-langkah berikut:

1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop

sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai.

2. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver.

3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang

berbentuk bulat (lapang pandang).

4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda.

5. Aturlah

fokus

untuk

memperjelas

gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah pemutar halus.

6. Apabila

bayangan

obyek

sudah

ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.

7.

Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.

BAB V KESIMPULAN Dari praktikum yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa: Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati mikrooragisme seperti sel, virus, bakteri dll. Bagian mekanik mikroskop meliputi: statif, tubus, revolve, meja benda, skrup pengatur tubus, skrup pengatur meja benda, skrup pengatur kondensor. Bagian optic mikroskop meliputi: lensa okuler, lensa obyektif, kondensor, dan cermin pengatur cahaya. Setiap bagian mikroskop memiliki kegunaan dan fungsi tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA Hadi. 2008. Sejarah Mikroskop. http//hirawirawan.blogspot.com/2008/11/sejarahmikroskop.html. 26 maret 2011. Kandri. 2010. Sejarah leeuwenhoek dan mikroskop. http://kadri26

blog.blogspot.com/2010/02/sejarah-leeuwenhoek-dan-mikroskopnya.html. maret 2011.

Purnomo, Bambang Ir MP. 2011. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Bengkulu: lab ilmu hama dan penyakit tanaman. Universitas Bengkulu. Wiki. 2010. Mikroskop. http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop. 26 maret 2011.