Anda di halaman 1dari 10

TUGAS RESUME BAB 4 TEORI AKUNTANSI DAN PERUMUSANNYA

DI SUSUN OLEH: FITRIA ANGGRAENI DIAH PAMULARSIH

PROGRAM PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG

2011

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


A. Pengertian Sistem
Sistem adalah sebuah entitas yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi yang di koordinasikan untuk mencapai satu ataulebih tujuan bersama (Wilkinson).Akuntansi seringkali di sebut sebagai language of business atau bahasa bisnis. Menurut Kieso dkk (2002), akuntansi adalah sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat kejadian-kejadian ekonomi dalam sebuah organisasi serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Tidak semua system memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah Input, Transformasi, Output, Mekanisme kontrol, Tujuan. Jenis sistem di bagi menjadi 2 bagian yaitu Sistem Lingkaran Terbuka adalah sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan. Sedangkan Sistem lingkaran Tertutup adalah sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan. Sifat sistem terdiri dari sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem Terbuka adalah sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya. Sistem Tertutup adalah sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya. Sitem Fisik adalah sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik. Sistem Konseptual adalah sitem yang menggunakan sumber daya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.

B. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern. Menurut Kiesko dkk (2002), sistem informasi akuntansi adalah sistem yang mengumpulkan dan memproses data transaksi serta menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sistem informasi berkembang sepanjang waktu dan menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembangan organisasi. Organisasi saat ini memerlukan sistem informasi akuntansi untuk mendukung proses bisnis dan bersaing secara kompetitif.

C. Karakteristik, Perbedaan, Komponen SIA


Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya: 1. SIA melaksanakan tugas yang diperlukan 2. Berpegang pada prosedur yang relative standar 3. Menangani data rinci 4. Berfokus historis 5. Menyediakan informasi pemecahan minimal Perbedaan SIA dan SIM : SIA : mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedang. SIM : mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipeinformasi. Komponen SIA:

Spesialis informasi Akuntan

D. Pengembangan SIA
Terdapat beberapa tahapan yang di perlukan untuk mengembangkan SIA: 1. Analisis Tahap awal yang harus di lalui dalam pengembangan SIA adalah malakukan analisis. Analisis d perlukan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah informasi yang di perlukan oleh pengguna SIA. Sistem analisis kemudianmengidentifikasi sumber informasi yang di perlukan, menentukan pencatatan dan prosedur yang di perlukan untuk melaporkan data. 2. Design (perancangan) Pada tahap ini SIA mulai dirancang. Untuk membangun sebuah sistem baru, perancangan di mulai dari hal yang paling mendasar seperi formulir dan dokumen.metode dan prosedur, job description,pengawasan yang diperlukan, bentuk laporan yang dihasilkan oleh sistem serta peralahan (hardwaredan software) yang di perlukan. 3. Implementation Pada tahap implementasi, sistem informasi akuntansi yang telah dirancang mulai di operasikan. 4. Follow Up Tahap ini dilaksanakan setelah SIA diimplementasikan. Hal ini diperlukan untuk memonitor adanya kelemahan dan kegagalan SIA yang telah dioperasikan.

E. Prinsip Dasar Penyusunan Sistem Informasi Akuntansi


Menurut Kieso dkk (2002) Sistem informasi akuntansi yang efisien dan efektif didasarkan pada prinsip-prinsip dasar berikut ini. 1. Cost effectiveness (efektifitas biaya) Dalam membangun suatu sistem informasi akuntansi, harus mempertimbangkan adanya efektifitas biaya. Manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari implementasi sistem informasi akuntansi harus melebini biaya yang diperlukan untuk menyediakan sistem informasi tersebut. 2. Useful Output Output yang dihasilkan oleh sistrem informasi akuntansi harus bermanfaat bagi semua pihak. Agar dapat dimengerti, informasi harus dapat dimengerti, relevan, reliable, tepat waktu dan akurat. Oleh karena itu dalam membangun sistem informasi akuntansi , perancang sistem informasi akuntansi harus mempertimbangkan kebutuhan dan pengetahuan dari berbagai macam pengguna. 3. Flexibility (fleksibilitas) Sistem informasi akuntansi harus fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan organisasi. Sistem akuntansi harus dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai macam pengguna dan adanya perubahan informasi yang diperlukan.

F. Contoh Sistem Informasi Akuntansi


Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran. Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu : 1. 2. Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan. Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

G. Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer


1 Fokus Awal Pada Data Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama EDP yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. Sekarang kita menggunakan istilah SIA untuk menggantikan EDP. Fokus Baru Pada Informasi Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM

menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.

Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan Sementara SIM terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS, yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer. Fokus Sekarang Pada Komunikasi Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik. Fokus Potensial Pada Konsultasi Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.

H. Latar Belakang Penyusunan Sistem Informasi Akuntansi


Latar belakang yang mendasari perlunya penyusunan Sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut: 1. Undang-undang no 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara yang menyatakan bahwa penyelenggaraan pemerintah hegara untuk mewujudkan tujuan bernegara menimbulkan hak dan kewajiban Negara yang perlu dikelola dalam suatu sistem pengelola keuangan Negara. Selain itu, pengelolaan keuangan Negara perlu dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, yamh diwujudkan dalam anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). 2. Permendagri No 13 tahun 2006 yang menyatakan bahwa entitas pelaporan dan entitas akuntansi harus menyelenggarakan sistem akuntansi pemerintah

daerah. Sistem akuntansi pemerintah daerah tersebut meliputi serangkaian prosedur yang dimulai dari pengikhtisaran, sampai proses pengumpulan data, pencatatan, keuangan dalam rangka dengan pelaporan

mempertanggung jawabkan pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan aplikasi computer. 3. Peraturan pemerintah No.23 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan badan layangan umumnya dan peraturan mentri dalam negeri No.61 tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah yang menyatakan bahwa badan layanan umum harus menerapkan sistem informasi manajemen keuangan sesuai dengan kebutuhan dan praktik bisnis yang sehat.Setiap transaksi keuangan badan layanan umum harus diakuntansikan dan dokumen pendukungnya harus dikelola dengan tertib.

I. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

J. SIA terdiri dari 3 subsistem:


Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak. Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

D.Periode Teori Akuntansi


1. Pre-theory period (1492-1800) Peragallo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke 19. Kalaupun ada, saran-saran atau pernyataanpernyataan belum dapat digolongkan sebagai teori atau pernyataan yang sistematis. 2. General scientific period (1800-1955) Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang penekanannya baru berupa penjelasan terhadap praktik akuntansi. Di sini sudah ada kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktik akuntansi. Akuntansi dikembangkan berdasarkan metode empiris 3. Normative period (1956-1970) Salam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan norma-norma atau praktik akuntansi yang baik. 4. Specific Scientific Period (1970-sekarang) Periode ini disebut juga positive era.Di sini teori akuntansi tidak cukup hanya dengan sifat nomatif tetapi harus bisa diuji kebenarannya.Teori normatif terdiri dari: a. Teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesis. b. Teori normatif didasarkan pada pertimbangan subjektif. Karena teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yang subjektif maka tidak bisa diterima begitu saja harus dapat diuji secara empiris agar meiliki dasar teori yang kuat. Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menerangkan dan meramalkan

praktik akuntansi. Salah satu contoh yaitu hipotesis bonus plan. Hipotesis ini menunjukkan bahwa manajemen yang remunerasinya didasarkan pada bonus maka mereka akan berusaha memaksimasi pendapatnya melalui pendekatan akuntansi yang dapat menaikkan laba sehingga bonusnya tinggi yang bisa menuju arah cretive accounting.Watts dan Zimmerman pendukung konsep ini dalam bukunya Positive Accounting Theory menyatakan bahwa keuntungan pendekatan ini bahwa regulator bisa meramalkan konsekuensi ekonomis dari berbagai kebijakan atau praktik akuntansi. Menurut Godfrey dkk pada akhir-akhir ini ada kecenderungan munculnya perbedaan antara riset academics dan riset profesional yang sebelumnya dinilai seragam.