Anda di halaman 1dari 24

ROSASEA

(Akne Rosasea)

dr.Siswanto Wahab, Sp.KK

Definisi
Penyakit kulit kronis pada daerah sentral wajah (yang menonjol/cembung) yang ditandai dengan kemerahan pada kulit dan telangiektasi disertai episode peradangan yang memunculkan erupsi, papul, pustul dan edema

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS Etiologi tdk diketahui. Ada beberapa hipotesis faktor penyebab : Makanan Psikis Obat-obatan Infeksi Musim Imunologis Lainnya :defisiensi vitamin, hormonal, dan sebore

Epidemiologi

Umur 30 40 an (remaja orang tua) Wanita > Pria Ras kulit putih > kulit hitam/berwarna Di negara barat lebih sering pada yang
bertaraf sosio-ekonomi rendah

Gejala Klinis
Tempat predileksi : sentral wajah
(hidung, pipi, dagu, kening, dan alis) Lesi umumnya simetris Gejala : eritema, telangiektasis, papul, edema, dan pustul.

Histopatologi
Khas tetapi tidak patognomonik Terdapat ektasia vaskular. Edema
dermis, dan disorganisasi jaringan konektif dermis

Diagnosis Banding
Akne Vulgaris
Tidak ada telangiektasia Dermatitis Seboroik ada sebore,skuama berminyak& agak gatal Dermatitis perioral Tanpa telangiektasia dan keluhan gatal Lupus eritematosus Ada eritema dan atrofi pd pipi & hidung dengan batas tegas & bentuk kupu-kupu

Pengobatan
1. Topikal Tetrasiklin, klindamisin, eritromisin salap 0.5 -2.0% Metronidasil 0,75% gel atau krim 2% Imidazole, ketokonazole Antiparasit Kortikosteroid (krim hidrokortison 1%)

Sistemik
Tetrasiklin, Eritromisin, Doksisiklin,
minosiklin

Isotretinoin 0.5 1.0/kgBB Metronidazole 2 x 500 mg/hari

Lainnya
Sunblock dgn SPF 15 atau lebih Facial Diet rokok, alkohol, kopi, pedas Bedah kulit skalpel atau dermabrasi

Prognosis

Umumnya persisten, berangsur


bertambah berat melalui episode akut. Ada pula yg mengalami remisi spontan

DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan atas dasar klinis dan pemeriksaan ekskohleasi sebum yaitu pengeluaran sumbatan sebum dengan komedo ekstraktor (sendok unna).

DIAGNOSIS BANDING Erupsi akneiformis yang disebabkan oleh induksi obat misalnya kortikosteroid, INH, barbiturat, bromida, yodida, difenil hidantoin dan ACTH. Akne venenata dan akne akibat rangsangan fisis. Dermatitis perioral.

Pencegahan Menghindari terjadinya peningkatan jumlah lipid sebum dan perubahan isi sebum misalnya dengan diet rendah lemak dan karbohidrat dan melakukan perawatan kulit untuk membersihkan permukaan kulit. Menghindari terjadinya faktor pemicu terjadinya akne misalnya stres, kosmetik, alkohol, rokok.

Pengobatan
A. Pengobatan Topikal

Bahan iritan yang dapat mengelupas kulit


(peeling), misalnya sulfur (4 8%), resorsinol (1 5%), asam salisilat (2 5%), peroksida benzoil (2,5 10%), asam vitamin A (0,025 0,1%), asam azeleat (15 20%) dan asam alfa hidroksi [AHA] (asam glikolat 3 8%).

Antibiotika topikal misalnya oksitetrasiklin


(1%), eritromisisn (1%), klindamisin fosfat (1%)

Antiperadangan topikal : Hidrokortison 1


2,5%, suntikan intralesi triamsinolon asetonid 10 mg/cc untuk lesi nodulo-kistik

B. Pengobatan Sistemik

Antibakteri sistemik :
Tetrasiklin Eritromisin Doksisiklin 250 mg 1,0 mg/hari 4 x 250 mg/hari 50 mg/hari

Obat hormonal untuk menekan produksi


androgen dan secara kompetitif menduduki resptor organ target di kelenjar sebasea, misalnya estrogen (50 mg/hari selama 21 hari dalam sebulan) atau antiandrogen siproteron

Vitamin A sebagai anti keratinisasi


(50.000 ui 150.000 ui/hari). Isotretinoin (0,5 1 mg/kgBB/hari) untuk menghambat produksi sebum pada akne nodulokistik dan konglobata

Akne grade I

Akne grade II

Akne grade III

Akne Konglobata

TERIMA KASIH