Anda di halaman 1dari 6

MENGHADAPI MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN

Dunia pendidikan merupakan suatu wilayah proses yang menyeluruh, menyangkut aspek pengembangan koginitif, afektif (emosional) dan psikomotorik. Pengembangan seluruh aspek kepribadian, sehingga menjadi manusia yang seutuhnya, Ikhsan ( Nurcholish Madjis, 2001:ix) Ada riga pilar yang berperan dalam proses pendidikan, antara lain:.

A. Keluarga Berada dimanakah keluarga kita? Yang mengasuh atau mndidik anak semenjak dari buaian sampai menjadi besar. Masa depan pelajar amat ditentukan oleh dasar pendidikan yang diberikan keluarga. Bahwa, sampai usia 12 tahun anak amat ditentukan oleh keluarganya. Tetapi melebihi usia 12 tahun anak ajkan menjadi milik lingkungannya. Lingkungan sangat berperan dalam kepribadian anak. Keluraga memainkan peran penting untuk memberikan dasar , fondasi nilai-nilai yang akan membentuk kepribadian anak. Dukungan orangtua (material moral, spiritual) merupakan komponen penting untuk bisa mennetukan dirinya sendiri. Rumi pernah mengatkan bahwa,: anak adalah mata panah, sementara orangtua adalah busur yang akan melesatkan mata penah menuju ke sasarannya

B. Masyarakat Masyarakat merupakan wilayah yang lebih luas daripada keluarga. Suatu habitat, tempat keluarga tumbuh dan berinteraksi dan bekembang. Didalamnya tersedia dan terserap nilai-nilai yang kemudian menjadi milik anak. Kemampuan berinteraksi dengan lingkungan masyarakat akan menjadi mata rantai kehidupan

pelajar atau anak muda.Kelak, kKe dalam masyarakat anak muda atau pelajar akan kembali. Masyarakat yang baik, ramah, peduli akan berpengaruh terhadap diri dan masa depan pelajar.

C. Sekolah Sekolah, memiliki sejarah buram dalam masa kehidupan kolonial. Sekolah hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan dan bangsa Eropa. Sementara kaum inlander (boemipoetra) hanya boleh sekolah rendahan dan nantinya boleh menjadi pegawai rendahan. Sekolah didirikan di jaman itu untuk menciptakan ambtenar (pegawai negeri) Hubungan antara sekolah dengan pegawai kantoran merupakan warisan feodal yang sampai kini mencekam dalam persepsi masyarakat kita. Sekolah terseret kepada lembaga pemberi sertifikat dan aneka gelar daripada sebagai lembaga pendidikan yang memberikan pilihan bagi pelajar untuk mampu menentukan dan mengembangkan diri. Sekolah terperangkap ke dalam dunia pengjaran, sehingga perlu meredefinisikan kembali sebagai lembaga pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh aspek kepribadian pelajar.. Suatu lem,baga yang mampu memantapkan dirinya sebagai institusi pendidikan yang berwajah kemanusiaan. Lalu, bagaimana hubungan antara pendidikan, moral dan masa depan pelajar ? Wouww, fantastis!!! Bila yang dimaksudkan pendidikan secara meluas (hakikat), maka ketiga pilar penopang pendidikan harus ditegakkan; keluarga. Masyarakat, dan dunia persekolahan. Ketiganya harus bersinergi untuk memanusiakan manusia. Memandang manusia sebagai makhluk yang unik dan spesifik. Azzumardi Azra (2004) menjelaskan dalam dunia pendidikan (persekolahan), guru dalam masyarakat modern telah bergeser sebagai penjual jasa keilmuan yang digaji oleh negara, sehingga memrak yang secara moral belum dapat dijadikan panutan tetapi memiliki kecakaopan keilmuan dapat menjalani profesi keguruan. Sementara

dalam masyarakat tradisional guru lebih menekankan kepada nilai-nilai anutan, yang digugu dan ditiru, lebih dominan daripada aspek keilmuan.

3. Moral Pelajar, remaja, khilangan figur anutan moral. Sebab, persoalan moral menyangkut aspek perilaku. Di saat pelajar merindukan tokoh anutan, idola yang harus dijadikan tauladan, dunia entertaint menawarkan tayangan tokoh yang atraktif dan memikat, namun miskin nilai-nilai moral. Dlam perdaban masyarakat globalmondeal,nilai-nilai moral menjadi tuntutan kebutuhan yang harus terintegrasi dalam dunia pendidikan. Nilai-nilai moral akan memberikan kekuatan bagi anak untuk menentukan nilai-nilai yang mengitari bahkan menyerbunya. Suatu nilai yang akan membrikan sikap bagi pelajar untuk menentukan mana yang baik dan tidak baik bagi dirinya. Perilaku mana yang harus tiinggalkan dan mana yang harus dikerjakan. Pelajar sebagai generasi pemegang masa depan bangsa, harus dibekalai dengan nilainilai moral untuk dapat menentukan identitas dirinya, sebagai anggota keluarga, bagian masyarakat, dan penentu masa depan bangsa. Masa Depan Pelajar Yesterday is gone Today is starting the future Masa depan pelajar, perlu dipersipakan dari saat ini, melakukan retrospeksi untuk memantapkan langkah, dengan memperbaiki sistem pendidikan , nilai-nilai kehidupan yang akan memantapkan kepribadian pelajar dan akan berpengaruh terhadap masa depannya. Salah satu isu penting dalam merancang masa depan pelajar Indonesia adalah akuntabilitas lembaga pendidikan dimana para pelajar menuntut ilmu pengetahuan dan memulai masa depannya. Setidaknya ada dua pertanyaan strategis yang relevan untuk dijawab terkait dengan akuntabilitas lembaga pendidikan, yakni: 1. Apakah lembaga pendidikan (sekolah, kampus, dan madrasah) memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup dan niat yang suggguh-sunguh untuk mengantarkan

pelajar (siswa-siswinya) menjadi warga negara yang mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungannya. 2. Bagaimana jika dalam proses pembelajaran, suatu lembaga pendidikan melakukan suatu tindakan yang merugikan masa depan siswa-siswinya, baik disengaja ataupun tidak disengaja? Sebagai pelajar muslim yang baik, tujuan untuk menuntut ilmu yang utama adalah untuk mendapatkan ridho Allah. Ilmu dapat mebuat kita hidup lebih baik. Selain itu, ilmu juga membuat seorang manusia menjadi lebih berpikiran terbuka. Sebagai pelajar, kita wajib untuk terus belajar dan menuntut ilmu, karena menurut firman Allah dalam surat Al- Mujadalah 11, yaitu Allah swt akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang menuntut ilmu pengetahuan beberapa derajat. Ilmu ilmu tersebut untuk membekali hidup kita di masa depan. Di masa depan, kita akan menghadapi persaingan yang sangat ketat terutama dalam dunia pekerjaan. Terutama kita, sebagai mahasiswa kedokteran, harus belajar sungguh sungguh. Karena di kemudian hari, kita akan menjadi seorang dokter. Seorang dokter muslim harus dapat menjadi dokter yang dapat dipercaya oleh seluruh kalangan. Selain itu, kita hanya berfungsi sebagai perantara Allah. Kita hanya membantu proses penyembuhannya, kesembuhan datang dari Allah. Pendidikan bersifat universal sebagai upaya manusia meningkatkan kualitas diri sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai manusia yang utuh. Sebagaimana diamanatkan dalam al Quran surat Hud ayat 61 : Dan Dia yang menciptakan kami dari bumi (tanah) dan menugaskan kamu untuk memakmurkan Selain ilmu ilmu keduniawian, kita juga harus mengamalkan ilmu agama melalu Al Qran dan Al Hadits. Menurut Muhammad Qutubh dalam kitabnya Manhaj Tarbiyah Al Islamiyah tujuan pendidikan Qurani adalah membina manusia secara pribadi maupun kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai

hamba Allah dan KhalifahNya, guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan Allah. Konsep pendidikan Islam dan tugas yang diemban oleh manusia dalam kehidupan di muka bumi ini merupakan garis kewajiban yang akan

dipertanggungjawabkan. Hal ini kembali mengukuhkan betapa pentingnya posisi sistem pendidikan dengan segala turunannya dalam kehidupan beragama. Bahkan Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah menegaskan bahwa menuntut ilmu wajib atas muslim baik laki-laki maupun perempuan. Kesadaran untuk senantiasa belajar dan menuntut ilmu dengan tiada putus-putus sampai ajal menjemput kita merupakan sikap kerendahan hati sebagai hamba Allah. Sifat pendidikan Qurani adalah dengan mengajarkan Kitab Allah yang tertulis maupun tidak tertulis serta mempelajarinya secara terus menerus. Seperti firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 79 yang menekankan tugas untuk membaca kitab dan mengajarkannya secara terus menerus. Tidak sepantasnya seorang manusia yang diberi kitab Allah, hikmah dan kenabian, lantas berkata kepada manusia : sembahlah aku, bukan Allah ! Tetapi ia akan berkata : hendaklah kamu menjadi hamba Allah yang amat taat karena kamu mengajarkan kitab dan membacanya Kesadaran untuk terus belajar dalam kehidupan nyata dalam garis agama, merupakan citra muslim yang harus dibangun untuk mewujudkan generasi yang berkualitas secara mental, moral dan intelektual. Generasi yang demikianlah yang dibutuhkan untuk kejayaan Islam di masa depan dalam menghadapi berbagai tantangan yang juga secara kualitatif terus meningkat. Secara pragmatis Rasulullah menunjukkan betapa penguasaan terhadap ilmu pengetahuan merupakan jalan menuju kebahagiaan dan keselamatan yang digambarkan dengan kehidupan surgawi. Sabda

Rasulullah : Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR Muslim). Maka dari itu, sebagai remaja muslim yang berpendidikan, marilah kita terus menuntut ilmu untuk menyongsong masa depan. Bekal ilmu tersebut dapat membantu kita di masa depan, baik masa depan dunia maupun akhirat. Dengan senantiasa menuntut ilmu, kita juga ters mengamalkannya. Karena dengan begitulah, kita dapat menjadi hamba Allah yang baik.

SUMBER SUMBER Abu Mushlih Ari Wahyudi. 2010. Sekarang dan Masa Depan.

http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sekarang-dan-masa-depan.html. Diakses pada 21 Desember 2010. Anonim. 2010. Pendidikan Qur'ani Kewajiban Kaum Muslimin.

http://www.kampungmedia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8 3:pendidikan-qurani-kewajiban-kaum-muslimin&catid=28:artikel-&Itemid=34. Diakses pada 21 November 2010.

Esai.

2010.

Narasi

dan

pendidikan

moral

dan

masa

depan.

http://esaihidayatraharja.blogspot.com/2008/10/narasi-pendidikan-moral-dan-masadepan.html. Diakses pada 21 Desember 2010. Subandi. 2010. Masa depan pelajar. http://petamasadepanku.net/tag/masadepan-pelajar/. Diakses pada 21 November 2010.