Anda di halaman 1dari 8

DAMPAK GAME ONLINE DALAM SEGI PSIKOLOGIS PELAJAR

MAKALAH

OLEH SHANI RURI EFENDI Ph.D NIP : 9941735180

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN
A 1.1 Latar Belakang Dalam 10 tahun terakhir, permainan elektronik atau yang kita sering disebut dengan game online, telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Ini bisa kita lihat di kota-kota besar, tidak terkecuali juga kota-kota kecil, banyak sekali game center yang muncul. Game center itu sendiri tidak seperti halnya warnet, mereka memiliki pelanggan tetap yang lebih banyak daripada warnet. Inilah yang membuat game center hampir selalu ramai dikunjungi. Game Online juga membawa dampak yang besar terutama pada perkembangan anak maupun jiwa seseorang. Walaupun kita dapat bersosialisasi dalam game online dengan pemain lainnya, Game online kerap membuat pemainnya melupakan kehidupan sosial dalam kehidupan sebenarnya. Menurut Cabot dan Kahl (1967) dimana hubungan antar masyarakat adalah suatu sosiologi yang konkret karena meneliti situasi kehidupan, khususnya masalah interaksi dengan pengaruh dan psikologisnya. Jadi, interaksi mengakibatkan dan menghasilkan penyesuaian diri secara timbal balik yang mencakup kecakapan dalam penyesuaian dengan situasi baru. Beranjak dari teori diatas menurut Joseph Kwait sangat berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam kehidupan gamer. Ini dibuktikan dengan hasil wawancara yang menyimpulkan bahwa hubungan dengan teman, keluarga jadi menjauh karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang. Pergaulan hanya di game online saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi jauh dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata. Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain.

1.2 Tujuan a) Memberi tau dampak negative bermain game online b) Memberi penjelasan kenapa game online banyak digemari c) Memberikan solusi untuk keluar dari kecanduan game online

1.3 Manfaat a) Dapat meminimaliskan anak yang kecanduan game online b) Dengan adanya solusi, anak yang kecanduan dapat kembali normal

BAB II PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN DARI GAME ONLINE Game Online atau sering disebut Online Games adalah sebuah permainan (games) yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet).

2.2 DAMPAK GAME ONLINE DALAM SEGI PSIKOLOGIS ANAK Saya berpendapat bahwa anak yang gemar bermain game online adalah anak yang sangat menyukai tantangan. Anak-anak ini cenderung tidak menyukai rangsangan yang daya tariknya lemah, monoton, tidak menantang, dan lamban. Hal ini setidaknya berakibat pada proses belajar akademis. Suasana kelas seolah-olah merupakan penjara bagi jiwanya. Tubuhnya ada di kelas tetapi pikiran, rasa penasaran, dan keinginannya ada di game online. Sepertinya sedang belajar, tetapi pikirannya sibuk mengolah bayang-bayang game online yang mendebarkan. Kadangkala juga menjadi malas atau sering membolos kuliah maupun kantor hanya untuk bermain game. Bermain game juga mengakibatkan hubungan dengan teman, keluarga jadi menjauh karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang. Apalagi kebanyakan dari mereka sulit menahan emosinya hal ini diakibatkan oleh perasaan tidak sabaran saat bermain.

2.3 APA YANG MEMBUAT GAME ONLINE DIGEMARI Tampilan grafis game online yang apik membuat anak usia pelajar banyak menyukai game online. Kebanyakan game online menggunakan tampilan 3D. tampilan ini mempunyai keunggulan dalam grafis yang real atau nyata. Maksutnya adalah saat kita bermain dapat merasakan suasana seperti yang ada di dunia nyata. Seperti kita dapat melihat gunung, awan bahkan hujan. Game online ini tidak akan membuat bosan karena game online selalu di update atau diperbaharui. Sehingga para pecandu gamepun semakin banyak terutama anak pelajar.

Mudahnya mengakses game online. Game online dapat diakses hanya dengan memiliki data master dari game tersebut dan koneksi internet. Hal ini membuat game online semakin popular karena dapat diakses dengan mudah.

2.4 SOLUSI BAGI PARA PECANDU GAME ONLINE Sebenarnya para pecandu game ini sudah terperangkap dikurungan besi yang sulit dibuka. Karena jika seseorang bermain game online dia tidak akan merasa puas jika belum mencapai puncaknya. Oleh karena itu jika seseorang ingin keluar dari kurungan tersebut ia harus berniat untuk menyudahinya dan menahan rasa ingin kembali bermain. Kemudian peranan orang tua untuk mengingatkan anaknya yang sudah kecanduan agar tidak kembali bermain game online.

BAB III PENUTUP

3.1 SIMPULAN Dalam 10 tahun terakhir, permainan elektronik atau yang kita sering disebut dengan game online, telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Game Online membawa dampak yang besar terutama pada perkembangan anak maupun jiwa seseorang. Walaupun kita dapat bersosialisasi dalam game online dengan pemain lainnya, Game online kerap membuat pemainnya melupakan kehidupan sosial dalam kehidupan sebenarnya. Menurut Cabot dan Kahl (1967) dimana hubungan antar masyarakat adalah suatu sosiologi yang konkret karena meneliti situasi kehidupan, menghasilkan penyesuaian diri secara timbal balik yang mencakup kecakapan dalam penyesuaian dengan situasi baru. Tetapi menurut Joseph Kwait sangat berbanding terbalik dengan pendapat Cabot dan Kahl. Ini dibuktikan dengan hasil wawancara yang menyimpulkan bahwa hubungan dengan teman, keluarga jadi menjauh Menurut saya anak yang gemar bermain game online adalah anak yang sangat menyukai tantangan. Anak-anak ini cenderung tidak menyukai rangsangan yang daya tariknya lemah, monoton, tidak menantang, dan lamban. Hal ini setidaknya berakibat pada proses belajar akademis. Suasana kelas seolah-olah merupakan penjara bagi jiwanya. Tubuhnya ada di kelas tetapi pikiran, rasa penasaran, dan keinginannya ada di game online. Tampilan grafis game online yang apik membuat anak usia pelajar banyak menyukai game online. Kebanyakan game online menggunakan tampilan 3D. tampilan ini mempunyai keunggulan dalam grafis yang real atau nyata. Ditambah lagi game ini tidak membosankan dan mudah mengaksesnya membuat semakin digemari. Sebenarnya para pecandu game ini sudah terperangkap dikurungan besi yang sulit dibuka. Karena jika seseorang bermain game online dia tidak akan merasa puas jika belum mencapai puncaknya. Oleh karena itu jika seseorang ingin keluar dari kurungan tersebut ia harus berniat untuk menyudahinya dan menahan rasa ingin kembali bermain.

3.2 SARAN Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Karena itu saya menerima kritik maupun saran anda yang mungkin dapat menyempurnakan makalah ini.

BAB IV DAFTAR PUSTAKA

http://artdevilinspired.blogspot.com/dampak-game-onlineterhadap-psikologi.html http://www.kompasiana.com/home/GameCenterPerusakJiwa Anak.html http://www.ketok.com