Anda di halaman 1dari 5

3.

Linea Lateralis Yaitu suatu bangunan berupa garis memanjang di sisi lateral truncus mulai dari kepala sampai ke pangkal ekor, tersusun oleh 2 macam sel : Sel penyokong Sel-sel sensoris yang disebut neuromast

Linea lateralis terjadi sebagai penebalan ectoderm, di kanan kiri kepala dekat telinga yang disebut placode. Ke arah cranical, linea lateralis melanjutkan diri dan berabang-cabang sebagai: Linea supraorbitalis ( di atas mata) di inervasi ( dipersyaraf ) oleh ramus opthalmicus superficialis lateralis, cabang nervus facialis. Linea infraorbitalis ( di bawah mata ) di inversi oleh ramus buccalis. Linea hyomandibularis (di rahang bawah ) di inversi oleh ramus mandibularis.

4. Dua buah lubang keluar ( muara ) yang saling berdekatan, berturut-turut dai cranical sampai caudal : a. Anus merupakan muara saluran makanan, sebagai lubang pembuangan sisa-sisa makanan. b. Porus urogenelitas merupakan muara bersama dari saluran kelamin dan saluran kencing. 5. Extremitas liberae ( anggota badan bebas ) ikan, berupa sirip ( pinna ) Tiap-tiap pinna tersusun dari: Membrane, terdiri dari jaringan lemak. Skeleton (rangka), terdiri dari jaringan tulang/cartigo (tulang rawan).

6. Cauda ( ekor ) 7. Pinna caudalis (sirip ekor )

SECARA SECTIO Sectio ikan yaitu: 1. Pneumatosyst (gelembung berenang), mengenai: - Letaknya : retroporitoneal, dibagian dorsal rongga perut.

Morphologi : warna keputih-putihan. Umumnya terdiri atas 2 bagian yaitu anterior dan posterior berbentuk oval besarnya tak tetap. Dindingnya dari luar ke dalam terdiri: 1). Capsula 2). Jaringan pengikat 3). Otot polos dan otot seran lintang 4). Epithelium squamosum

Pada beberapa jenis ikan, pneumatocyst mempunyai hubungan dengan esophagus dengan perantaraan saluran yang disebut ductus pneumaticus. Fungsi ductus pneumaticus : Untuk keluar masuknya udara ke dalam pneumatocyst. Pada jenis ikan yang tak memiliki pneumaticus pemasukan dan pengeluaran udara kedalam pneumatocyst dilakukan oleh alat tambahan yaitu macula rubra. Fungsi pneumatocyst: a. Sebagai alat hydrostatic, untuk menentukan daya berat badannya pada suatu tempat tertentu dalam air. b. Membantu alat pernapasan.

SYSTEMA DIGESTORUM
Dibedakan dalam : A. Tractus Digestivus (Saluran Pencernaan ) Terdiri : 1. Cavum Oris ( rongga mulut ) 2. Pharink ( pangkal tenggorokan ) 3. Eshophagus ( kerongkongan ) 4. Ventrikulus ( lambung ) 5. Intestinum ( usus ) 6. Anus B. Glandula Digestoria ( kelenjar Penernaan ) Terdiri : 1. Hepar ( hati ) 2. Vesica fellea ( kantong empedu ) 3. Pancreas

URUTAN SISTEM PENCERNAAN PADA IKAN Dimulai dari rongga mulut ( cavum oris ) makanan masuk ke esophagus melalui faring. Dari kerongkongan makanan masuk ke lambung, dari lambung makanan masuk ke usus dan yang terakhir bermuara ke anus. Kelenjar pencernaan pada ikan meliputi hati dan pancreas. Hati berfungsi menghasilkan empedu untuk membantu proses pencernaan lemak. Pancreas berfungsi menghasilkan enzimenzim pencernaan dan hormone insulin.

SYSTEMA REPIRATORIUM
Alat pernapasan pada ikan umumnya berupa insang, bagian-bagiannya yaitu : 1. Arcus branchialis (lengkungan insang), terdiri dari jaringan tulang rawan. 2. Hemibranchia (lembaran insang), terdiri jaringa lunak, melekat pada archus branchialis. 3. Holobranchiae. Ada 2 macam bentuk insang : 1. Insang yang mempunyai tutup insang, misaal pada Teleostei. 2. Insang yang tidak mempunyai tutup insang, misal Selachei. Mekanisme pernapasan pada Teleostei : a. Fase inspirasi Pemasukan oksigen ke dalam alat pernapasan. Untuk berlangsungnya pernapasan ini terutama tekanan dalam cavum oris harus lebih kecil daripada tekanan luar. Hal ini dapat berlangsung apabila operulum bergerak ke lateral sehingga volume cavum oris bertambah , akibatnya tekanan berkurang. Pada waktu operculum bergerak ke lateral, membrane branchiostegalis bergerak ke medial., dengan demkian celah insang luar tertutup oleh membrane. Peristiwa ini segera didiikuti dengan membukanya rima oris, sehingga air masuk ke dalam rongga mulut. b. Fase ekspirasi Terjadi apabila tekanan dalam cavum oris lebih besar dari pada tekanan lingkungan luar. Dimulai menutupnya oris yang diikuti yang diikuti oleh kembalinya oprculum ke media, volume cavum oris menjadi leih kecil sehingga tekanan naik. Pada waktu operculum bergerak ke medial membrane branchiostegalis bergerak ke lateral, tekanan air dalam avum oris lebih tinggi sehinngga celah insang terbuka, diikuti keluarnya air dari cavum oris melalui insang.

SYSTEM CARDIOVASULARE
(Sistem Sirkulasi / Peredaran Darah) PISCES System sirkulasi adalah system yang berfungsi untuk menangangkut dan mengedarkan O2 dari perairan ke sel-sel tubuh yang membutuhkan, juga mengangkut enzim, zat-zat nutrisi, garam-garam, hormn, dan anti ody serta mengangkut CO2dari dalam usus, kelenjar-kelenjar, insang, dsb ke luar tubuh. A. COR ( jantung ) Befungsi untuk memompa darah ( plasma darah dan butir-butir darah ) ke seluruh tubuh. Terletak dekat daerah insang dan di bungkus oleh selaput pericardium. Bagian-bagiannya : 1. Sinus venosus, berdinding tipis, warnanya merah coklat terdapat di bagian caudo dorsal or. Menerima darah dari vena cardanalis anterior dan vena cardanalis posterior. 2. Atrium (serambi), berwarna merah. 3. Ventrikel (bilik), berdining tebal, warnanya lebih muda dari atrium. 4. Bulbus arteriosus, dindingnya tebal sekali, berwarna putih. B. VASA (pembuluh-pembuluh darah) Berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Dari bulbus arteriosus keluar arteria besar ialah aorta ventralis yang menuju ke insang dan bercabang-cabang halus ke tiap-tiap insang. Dari insang kapiler-kapiler bersatu lagi menjadi pembuluh yag besar menuju aorta dorsalis, yang berjalan searah dengan tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke cor melalui vena.

SISTEM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI PISCES


A. Definisi System reproduksi adalah system untuk mempertahankan spesies dengan menghasilkan keturunan yang fertil. Embriologi adalah urutan proses perkembangan dari zygot (hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma) sampai menjadi anak ikan dan seterusnya. B. Organ-organ reproduksi 1. Gonad jantan : testis

Testis adalah organ reproduksi jantan yang terdapat berpasangan dan terletak di bawah tulang belakang. Tests berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga abdomen oleh mesorsium. 2. Gonad betina : ovary, lebih transparan, terdapat bintik-bintik. Ovary pada ikan terdiri dari banyak telur. Setiap jenis ikan memiliki ukuran telur sendiri, ada yang besar dan kecil. Uuran telur aka menentukan jumlah telur yang dimiliki oleh seekor iduk. Ukuran telur ikan banyak ditentukan oleh ukuran kuning telurnya. Makin besar kuning telurnya maka makin besar pula peluang embrio untuk bertahan hidup. Ciri kelamin ; 1. Primer (gonad dan saluran yang terlibat langsung dalam proses reproduksi) Jantan : organnya testes dengan salurannya vas deferens Betina : organnya ovarium dengan saluranna oviduct 2. Sekunder (terlihat dari luar) Bentuk : badan kepala, ukuran sirip, adanya genital papilla, ovipositor. Warna : jantan : cerah, warna-warni Betina : sederhana hanya warna Tingkah laku : jantan : agresif, lincah, membuat sarang Betina : tenang, menunggu sarang selesai. C. Tipe reproduksi Berdasakan organ kelamin : 1. Bisesual (individu betina terpisah dari individu jantan) 2. Hermafodit ( sel kelamin jantan dan betina terdapat pada satu individu ). 3. Parthenogenesis dan ginigenesis Parthenogenesis : reproduksi aseksual dimana betina memproduksi sel telur yang berkembang tanpa melalui proses fertilisasi. Ginogenesis : keturunan dihasilakan dengan mekanisme yang sama eperti parthenogenesis, tetapi dengan ketentuan sel telur harus distimulasi dengan keberadaan sperma sehingga dapat berkembang.