Anda di halaman 1dari 4

7ebIb LIgbugo I7A7t

BANGUNAN PENYADAP/INTAKE

Bangunan penyadap atau intake adalah suatu unit yang berfungsi
untuk menyadap atau mengambil air baku dari badan air sesuai dengan
debit yang diperlukan untuk pengolahan. Variasi kualitas air permukaan
sangat berarti dalam menentukan titik pengambilan air. Dimana
terdapat adanya variasi yang konstan (tidak berfluktuasi), di tempat
seperti inilah merupakan titik pengambilan yang diharapkan.
Analisa kualitas air permukaan pada setiap bagian penampang di
titik yang dinilai cocok untuk pengambilan air sangat penting bagi
penetapan lokasi intake, terutama intake langsung. Dan analisa kualitas
pada bagian air permukaan horisontal sangat pokok untuk menetapkan
titik pengambilan semua jenis intake.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan Intake :
1. Intake sebaiknya terletak ditempat dimana tidak ada aliran deras
yang bisa membahayakan intake.
2. Tanah disekitar Intake seharusnya cukup stabil dab tidak mudah
terkena erosi.
3. Inlet, sebaiknya berada di bawah permukaan badan air untuk
mencegah masuknya benda-benda terapung. Disamping itu inlet
sebaiknya terletak cukup di atas air.
4. Intake seharusnya terletak jauh sebelum sumber kontaminasi.
5. Intake sebaiknya terletak di hulu sungai suatu kota.
6. Intake sebaiknya dilengkapi dengan saringan kasar yang selalu
dibersihkan. Ujung pipa pengambilan air yang berhubungan dengan
pompa sebaiknya juga diberi saringan (stariner)
7. Untuk muka air yang berfluktuasi, inlet yang ke sumur pengumpul
sebaiknya dibuat pada beberapa level.
8. Jika permukaan badan air selalu konstan dan tebing sungai
terendam air, maka intake dapat dibuat di dekat sungai.

7ebIb LIgbugo I7A7t

Beberapa jenis intake dalam kaitannya dengan tinjauan kuantitas


air permukaan adalah sebagai berikut :

1. Impounding Reservoir intake
Intake ini diterapkan, apabila aliran air permukaan pada
musim kemarau kurang mencukupi kebutuhan air.
Dengan mempertimbangkan adanya kehilangan air dengan berbagai
cara, maka kapasitas impounding reservoir harus mencukupi
kebutuhan air hari maksimum pada kemarau, disamping adanya
kehilangan air tersebut.
Dalam aplikasinya, impounding reservoir perlu diperhatikan
mengenai : lokasi, area penangkapan air dan penyiapan lahan :
untuk memberikan proteksi bahaya pencemaran dan problem
lainnya.

2. Kanal intake
Air permukaan dapat diambil dari kanal sebagai intake, dimana
pengambilan airnya ditampung dalam sebuah penampung
(chamber). Dari penampung ini air dialirkan menuju instalasi
pengolahan dengan pipa yang dilengkapi dengan "bell mouth atau
penyaring mulut lonceng.

3. Intake Langsung
Intake ini diterapkan di sungai dengan kedalaman air cukup dalam.
Intake ini lebih murah dibandingkan intake lainnya, karena air
langsung diambil melalui pipa. Disamping air cukup dalam, juga
tebing harus tahan terhadap erosi, sebagai faktor yang harus
diperhatikan untuk intake langsung.
Akhirnya, untuk semua sumber air permukaan, penempatan
titik/pipa intake harus selalu di bawah muka air minimum, paling
tidak 1 m.
7ebIb LIgbugo I7A7t

Bagian-bagian dari intake langsung :


a. Bell mouth strainer
b. Pipa gravitasi air baku
c. Gate valve
d. Suction well
e. Foot valve
f. Pipa suction


Kriteia Perencanaan Intake

1. Bell mouth Strainer
- Kecepatan melalui lubang strainer 0,15 - 0,3 m/det
- Letak strainer 0,6 - 1 m di bawah tinggi muka air minimum.

2. Sumuran pengumpul
- Dasar sumuran diambil 1 m dibawah strainer.
- Konstruksi harus kuat,dan penempatan pipa dan perlengkapannya
dapat mudah dioperasikan dan dipelihara.
- Waktu detensi tidak lebih dari 20 menit.

3. Pipa penyalur air baku dengan pengaliran grafitasi
- Kecepatan aliran 0,6 - 1,5 m/det untuk mencegah iritasi dan
sedimentasi pada pipa.
- Ukuran diameter pipa ditetapkan dengan menjaga kecepatan
aliran 0,6 m/det pada saat level air terendah, dan tidak lebih dari
kecepatan aliran 1,5 m/det pada saat level air tertinggi.

4. Pipa penyalur air baku dengan pengaliran menggunakan pompa
7ebIb LIgbugo I7A7t

- Kecepatan aliran berkisar antara 1 - 1,5 m/det dengan


pengaturan diameter sama seperti kriteria pipa penyalur secara
gravitasi
- Pusat pompa ditempatkan tidak kurang dari 3,7 m di bawah level
air terendah dan tidak lebih dari 4 m di atas level air terendah.

5. Screen
- Jarak antar kisi adalah 25,4 - 76,2 mm
- Lebar kisi 0,25 - 5 inch
- Kemiringan kisi 30

- 45

dari horizontal
- Kehilangan tekanan pada kisi 0,01 - 0,8 m