Anda di halaman 1dari 3

The Prehospital assessment of severe trauma patients` performed by the specialist ambulance nurse in Sweden a phenomenographic study

Latar Belakang: Karakteristik umum dari perawatan emergency pra-rumah sakit adalah pertemuan dan fragmentaris dengan pasien yang singkat dengan peningkatan tuntutan untuk pengobatan yang efisien dan cepat. Keputusan penting dan premis yang sering dibuat adalah kemampuan specialist ambulance nurses (SAN) untuk memahami situasi dengan segera. Oleh karena itu diperlukan prasyarat untuk mengambil keputusan dan tindakan yang tepat. Namun, pengalaman yang masih belum memadai untuk kasus trauma parah di Swedia menyebabkan kerentanan specialist ambulance nurses (SAN) dalam melakukan intervensi, sehingga masih sulit dalam menentukan penilaian dan membuat keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan persepsi specialist ambulance nurses (SAN) dalam menilai pasien dengan trauma parah. Metode: Studi ini merupakan studi pendekatan phenomenograpy dan dilakukan pada tahun 2011 sebagai studi interview. 15 specialist ambulance nurses (SAN) dengan minimal 2,5 tahun pengalaman praktik merupakan partisipan dalam penelitian ini. Analisa data dilakukan menggunakan phenomenograpy sesuai dengan Marton. Phenomenography didasarkan pada menilai dan menggambarkan pikiran atau perasaan tentang pengalaman terhadap suatu fenomena. Tujuannya adalah untuk menjelaskan variasi persepsi dari perspektif berbagai pengalaman. Dalam phenomenography, peneliti bekerja dengan perspektif pertama dan kedua-orde. Orde pertama perspektif - struktural mewakili sesuatu apa, yaitu fakta-fakta. Perspektif orde kedua - Yang referensial - berarti bagaimana fenomena itu dianggap. Participants Peserta terdiri dari 15 specialist ambulance nurses (SAN) direkrut dari berbagai bagian dari dua wilayah di Swedia. Sesuai dengan phenomenography, peserta secara strategis dipilih untuk mendapatkan variasi dalam ukuran distrik tertutup. Para peserta diminta untuk mengambil bagian dalam studi ini oleh kepala ambulans, yang menjelaskan tujuan penelitian secara lisan dan setiap

peserta yang potensial akan mendapatkan informasi secara tertulis. Kriteria inklusi adalah specialist ambulance nurses (SAN) yang memiliki minimal 2,5 tahun pengalaman bekerja. Penilaian yang dilakukan dalam kelompok bervariasi dengan rata-rata 6 kali per tahun. Pengumpulan Data Partisipan akan dihubungi untuk dilakukan wawancara pada waktu yang telah disepakati. Lokasi untuk wawancara berada di tempat partisipan bekerja atau stasiun ambulans. Selama wawancara, diberitahuakan pada partisipan bahwa mereka dapat melakukan wawancara secara sukarela dan bahwa mereka dapat mengundurkan diri atau menolak untuk melakukan wawancara setiap saat. Selain itu, data wawancara dan identitas partisipan akan dirahasiakan. Sebelum inklusi, persetujuan tertulis diperoleh dari semua partisipan. Setiap partisipan dalam penelitian ini tidak tergantung pada peneliti dengan cara apapun. Dalam phenomenography, pengambilan data yang paling umum adalah dengan melakukan wawancara. Penelitian kualitatif, eksploratif desain dengan pendekatan phenomenographic dipilih untuk mengeksplorasi variasi dari specialist ambulance nurses (SAN) pada penilaian mereka terhadap pasien dengan trauma parah. Penulis pertama melakukan wawancara selama 5 bulan. Dalam studi ini, wawancara dilakukan

menggunakan pertanyaan terbuka, kemudian direkam dan ditranskrip. Durasi antara 40 sampai 70 menit dan menilai bagaimana specialist ambulance nurses (SAN) memeberikan penilaian atas tanggapan mereka pada pasien dengan trauma parah. Kutipan dari teks disajikan sedemikian rupa sehingga informan tidak dapat diidentifikasi. Persetujuan Etis Persetujuan untuk studi ini diperoleh melalui Lokal University Research Komite Etika. Informed consent diperoleh dari semua partisipan, yang juga diberitahukan bahwa mereka dapat mengundurkan diri dari penelitian setiap saat. Hasil : Hasilnya menggambarkan berbagai persepsi fenomena untuk menilai pasien dengan trauma parah, terbagi menjadi : mempersiapkan untuk kondisi gawat darurat, keyakinan pada ones own leadership (kepemimpinan diri sendiri) dan mengembangkan pengetahuan professional.

Harus siap untuk situasi darurat difokuskan pada kemampuan untuk menilai situasi darurat dan mengevaluasi dan menanyakan konfirmasi tentang pengalaman sebelumnya. Tema referensial adalah: Untuk mengamati situasi, Siap untuk bertindak, Konfirmasi dan Validasi pengetahuan seseorang. Untuk mengamati situasi pada saat kedatangan di tempat terjadinya kecelakaan, membuat gambaran dari lingkungan dan faktor yang mempengaruhi trauma. Ini dianggap penting untuk mengetahui apa yang terjadi pada saat cedera untuk menafsirkan sejumlah trauma tubuh yang dialami pasien. Posisi tubuh dan penampakan dalam kaitannya dengan keadaan kendaraan atau benda yang mungkin telah melukai tubuh dianggap dalam penilaian. Kemampuan membaca adegan kecelakaan dan trauma pasien adalah berdasarkan pengetahuan teoritis dari pendidikan spesialis dan dari pengalaman setelah melakukan penilaian terhadap pasien trauma parah. Bekerja secara mandiri digambarkan sebagai suatu kelemahan ketika banyak yang harus dilakukan di lokasi kejadian dan SAN merasa tidak memadai. Rasa aman muncul dalam bekerja dengan rekan-rekan dengan pendidikan spesialis yang sama. Ini meringankan perasaan sendirian dan rentan. Dua SAN bisa saling melengkapi dan bekerja sama, memiliki pola pemikiran yang sama dan perencanaan prosedur jangka panjang yang sama. Dapat saling menilai dan mengkonfirmasi dalam penentuan pilihan strategi tindakan .Memberikan perawatan dengan hati hati tidak harus didelegasikan atau divalidasi ketika keduanya memiliki pengetahuan yang sama dan tanggung jawab medis.Mengembangkan pengetahuan profesional berfokus pada ketidakpastian bekerja sama dengan profesi lain dan belajar untuk dapat memenuhi tantangan baru. Tema referensial adalah: Kurangnya Strategi kerja pra-rumah sakit, pemahaman terhadap peralatan, pengetahuan baru dan pelatihan skenario kegawatan. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa specialist ambulance nurse (SAN), pada keadaan atau tempat terjadinya kecelakaan, mendapatkan tugas yang sulit dan rumit dalam melakukan pengkajian pada pasien trauma berat. Pada beberapa kasus, tetap melebihi apa yang mereka rasakan namun mampu untuk menyelesaikan. Specialist ambulance nurse (SAN) merasa tidak ada kejadian trauma yang sama dan membutuhakan semakin banyak kemampuan praktik, pelatihan, latihan dan umpan balik