Anda di halaman 1dari 7

Nama : Lita Paramita NIM : 112100146 LBM 4 BLOK 19 1. Bagaimana cara mereparasi gigi tiruan yang retak ? a.

Dicari landasan gigi tiruan yang retak pada bagian yang mana b. pada bagian landasan gigi tiruan dicor dengan gips yang berkontak dnegan jaringan lunak di cor dengan gips sebagai landasan c. dibur sehingga ada celah diantaranya kurang lebih 3mm d. dibuat bevel kearah luar kemuadian ditambahkan dovetail untuk menambah retensi e. permukaan model kerja diolesi cms, cold curring akrilik pada daerah yang direparasi kemudian diratakan f. setelah mengeras dilakukan pembuangan pada bagian yang berlebih dan dilakukan penyelesaian dan pemolesan Cara melakukan direct rebasing : 1. Mukosa mulut pasien yang akan berkontak dengan fitting surface GTL diolesi dengan vaselin terlebih dahulu. 2. Fitting surface GTL dibikin kasar dengan stone bur termasuk pheriperial sealnya. 3. Polishing surface GTL diolesi vaselin, untuk memudahkan pemberihan akibat kelebihan bahan self curing. 4. Buat adonan bahan self curing scrylic resin. 5. Tuangkan adonan tersebut pada fitting surface GTL. 6. Insersikan GTL tersebut pada mulut pasien.

7. Instrusikan pasien untuk melakukan oklusi antara RA dan RB. 8. Lakukan muscle trimming dan periksa dimensi vertikalnya 9. Tunggu sampai self curing mengalami setting time secara lengkap. Sifat self curing yang eksotermal akan menyebabkan pasien merasa panas dan tidak enak. 10. GTL dilepasa dari dalam mulut, rapikan bahan self curing yang berlebihan pada daerah polishing surface. 11. Lakukan proses tersebut secara bergantian untuk RA dan RB / tergantung mana GTL yang mengalami kerurakan / longgar.

2. Mengapa pasien merasa sakit saat mengunyah dan lepas saat digunakan berbicara ? Gigi yang mengalami retak akan mengalami gangguan pada retensi dan stabilitas, tidak ada lagi keseimbangan pada gigi tiruan tersebut maka pasien merasa tidak nyaman karena fitting surfacenya tidak normal. Oklusi gigi tidak pas sehingga mempengaruhi tekanannya. Basis yang tidak rata akan mengenai jaringan atau mukosa maka pasien akan merasakan sakit. Pasien merasa sakit saat mengunyah karena, rasa tidak enak / discomfort : - Seluruh gerakan otot dikontrol oleh system kortikal termasuk lidah dan mandibula waktu makan dan berbicara. - Pada waktu mengunyah tekanan yang diberikan adalah secara seimbang dan konstan, jadi apabila ada gigi yang terlalu tinggi / premature kontak maka kita akan kehilangan kontrol pada gigi tersebut dan akibatnya akan mengganggu gerakan reflex yang akan diikuti dengan rasa sakit.

Faktor-faktor yang bisa menyebabkan lepasnya gigi tiruan saat berbicara : a. Oklusi b. Perbedaan tekanan dan terjadinya resorbsi , basisnya menjadi longgar c. Kontak antara mukosa dan basisnya tidak rapat dan tidak rata d. Gigi yang besar mengakibatkan perluasan basisnya tidak maksimal, maka akan menghasilkan ruang hampa sebagai penarikan dari base plate yang besar pada mukosa tekanan adhesi kohesi tidak tercapai.

3. Apakah ada hubungan rasa sakit pasien dengan gigi tiruan yang sering lepas terhadap molar 1 artificial yang terlalu besar dan sadel yang menyempit ? Faktor predisposisi dari gigi molar 1 artificial besar sehingga permukaan yang luas akan menghasilkan tekanan yang besar ditambah adanya retakan sehingga mengakibatkan rasa sakit. Saat tekanan oklusi saat mengunyah lebih besar, pasien merasakan sakit. Sadel digunakan kebanyakan pada gtsl, biasanya dibuat pendek selama gigi dukungannya lebih kuat. Sadel harus dibuat luas dengan perluasan maksimal agar beban kunyah stabil. Prinsip sadel meneruskan beban gigi tiruannya.

4. Mengapa sadel molar 1 sebelah kiri menyempit dibanding sadel yang lain ? Karena molar artificial 1 besar sehingga sadel terlihat sempit dan resorpsi yang terjadi lebih cepat. Karena tekanan yang diterima molar 1 terlalu besar.

5. Apa saja yang dapat menyebabkan protesa retak dan patah? Ada 2, yaitu : a. Impact, kelalaian pasien yang kurang hati-hati dan kecelakaan

b. Kelelahan, bahan gigi tiruan yang aus karena penggunaan terlalu lama bisa dikaitkan karena desain yang salah seperti pada oral anatomy, pernah dilakukan reparasi Resin akrilik terlalu tipis dan tekanan terlalu besar

6. Apakah penatalaksanaan untuk kasus retak pada gigi tiruan dan patah pada gigi tiruan? GTL retak : a. Dicari landasan gigi tiruan yang retak pada bagian yang mana b. pada bagian landasan gigi tiruan dicor dengan gips yang berkontak dnegan jaringan lunak di cor dengan gips sebagai landasan c. dibur sehingga ada celah diantaranya kurang lebih 3 mm d. dibuat bevel kearah luar kemuadian ditambahkan dovetail untuk menambah retensi e. permukaan model kerja diolesi cms, cold curring akrilik pada daerah yang direparasi kemudian diratakan f. setelah mengeras dilakukan pembuangan pada bagian yang berlebih dan dilakukan penyelesaian dan pemolesan

GTL patah : a. direposisi hubungan dengan sticky wax, disatukan dengan garis patah lalu sticky wax cair dilelehkan pada permukaannya b. dimasukkan ke model kerja lalu penyambungan dengan wax merah c. penanaman dalam kuvet, wax merah lebih tinggi untuk memperkuat sambungan akrilik dan untuk mengimbangi kontraksi akrilik

7. Penatalaksanaan dari sedel menyempit 8. Penatalaksaana dari molar 1 artificial yang besar a. Diganti dengan yang baru

9. Penatalaksaan dari stabilitas gigi tiruan mudah lepas? a. Relining Indikasi : 1. Hanya terdapat sedikit saja perubahan oklusi 2. Desain kerangka gigi tiruan masih baik 3. Keadaan basis protesa masih baik 4. Elemen tidak patah,aus, atau rusak 5. Penderita merasa puas dengan penampilannya 6. Gigi tiruan tidak memerlukan perubahan yang besar 7. Ketika residual alveolar ridges mengalami resobsi dan adaptasi dasar gigi tiruan pada ridges longgar. 8. 3-6 bulan setelah menggunakan immediate denture 9. Untuk lansia dan pasien berpenyakit kronis yang tidak bisa melakukan kunjungan yang lama dan berulang untuk pembuatan gigi tiruan baru

Kontraindikasi : Jika kehilangan dimensi vertikal lebih dari 7 mm Gigi tiruan yang aus Jika gigi tiruan memiliki estetik yang buruk atau relasi rahang yang tidak baik Jika gigi tiruan membuat masalah utama fungsi bicara

Ketika jaringan lunak teriritasi. Prosedur relining ditunda sampai penyembuhan jaringan lunak

b. Rebasing Indikasi : Rebasing merupakan persyaratan tambahan untuk: 1. Dasar gigi tiruan yang berporus 2. Dasar gigi tiruan yang terkontaminasi dan mengalami perubahan warna 3. Pada gigi tiruan lengkap yang sudah sangat longgar 4. Gigi tiruan yang underextention dengan tanpa retensi 5. Fitting surface gigi tiruan menimbulkan trauma

Kontraindikasi : 1. Ketika sudah mengalami resorpsi yang berlebihan membuat penempatan gigi tiruan pada ridge jadi sulit 2. Jika terdapat hubungan rahang yang tidak normal.

Diatasi dengan stabilitasnya melalu beban kunyah yang rata dengan gigi yang imbang

10. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah perawatan ? a. Sesudah perawatan : Bruxism atau tidak, dengan mengurangi kebiasaan buruk Pembersihan jangan terlalu keras dan lebih hati-hati Kontak oklusi tidak boleh berlebihan

b. Sebelum perawatan :

11. Efek dari molar 1 artificial yang besar ? a. Tekanan lebih besar b. Tidak stabil

12. Jenis bahan gigi tiruan yang tidak mudah retak apa saja? a. Valplast : seperti akrilik namum lebih lentur dan fleksibel b. Metal :