Anda di halaman 1dari 12

Analisa Vektor

Notasi Vektor
Vektor A dapat dituliskan dalam bentuk komponen-komponen vektor satuan sebagai

A = Axax + Ayay + Azaz


Dalam bentuk komponen-komponennya, magnituda vektor A didefinisikan sebagai |A| =A=

Ax 2 Ay 2 Az 2

Vektor satuan sepanjang arah A diberikan oleh

A A aA | A | A'

Aljabar Vektor
Vektor dapat dijumlahkan dan juga dikurangkan
A B = (Axax + Ayay + Azaz) (Bxax + Byay + Bzaz) = (AxBx)ax + (Ay By)ay + (Az Bz)az

Sifat-sifat asosiatif, distributif, dan komutatif berlaku dalam aljabar vektor


A + (B + C) k(A + B) A+B C = A+B=B+A A+(B+C) = (A+B)+C = = = (A + B) + C kA + kB, (kl + k2)A = kIA + k2A B+A Komutatif Assosiatif

Komutatif & Assosiatif


Komunikatif Contoh : C= A+B=B+A

Assosiatif

Contoh : D = A+(B+C) = (A+B)+C

Perkalian Vektor dengan Skalar


Hasil perkalian vektor dengan skalar adalah vektor Besar perkalian vektor dengan skalar adalah kelipatan a (skalar) dari nilai vektor asli Arah vektor yang dihasilkan adalah sama dengan arah vektor asal bila a > 0, dan berlawanan dengan arah vektor asal bila Perkalian vektor dengan skalar memenuhi hukum distributif , yaitu
a (A +B ) = aA + aB

Contoh :
B = aA a<0, B berlawanan A

B = aA a > 0, B searah A

Perkalian Titik (Dot) Dua Vektor


A B = AB cos (dibaca sebagai "A titik B") Hasil perkalian titik atau dot product adalah besaran skalar

A .B

A B cos
A.B = B.A A.(B+C) = A.B + A.C A kB = k(A B)

Perkalian titik adalah komutatif Perkalian titik adalah distributif

Perkalian titik memenuhi perkalian skalar

Contoh :

C A B cos
di mana adalah sudut antara A dan B yang lebih kecil. Dalam bentuk komponen, perkalian titik adalah sama dengan

A B = AxBx + AyBy + AzBz

Perkalian Silang Dua Buah Vektor


Hasil perkalian silang atau cross product adalah besaran vektor yang arah nya tegak lurus kedua vektor asal dengan aturan tangan kanan.
C AXB A B sin

Perkalian silang tidak memenuhi hukum komutatif

AXB = -BXA

Perkalian silang adalah distributif AX(B+C) = AXB + AXC

Contoh :
C AXB A B sin

= sudut antara A dan B yang lebih kecil. an = Vektor satuan adalah normal terhadap bidang datar A dan B Hasil perkalian silang memenuhi aturan tangan kanan / putaran skrup

Perluasan perkalian silang dalam bentuk komponen-komponen vektor akan menghasilkan,

A x B = (Axax + Ayay + Azaz) x (Bxax + Byay + Bzaz) = (AYBZ AzBz)ax + (AzBx - AxBz)ay + (AxBy AyBx)az
Contoh : Jika A = 2a + 4a 3a dan B = a a , carilah A B dan A x B ! x y Z x y
Penyelesaian!

A B ( 2 )(1) ( 4 )( 1) ( 3)( 0 ) 2

ax A B 2 1

ay 4 1

az 3 3ax 3ay 6 az 0

Soal-soal dan Penyelesaiannya


Soal 1
Carilah vektor C yang memiliki arah dari M(x1, y1, z1) ke N(x2, y2, z2)! Berapakah magnituda dari vektor ini dan vektor satuan arahnya? Penyelesaian : Koordinat-koordinat titik M dan N digunakan untuk menuliskan posisi dari kedua vektor A dan B pada Gambar 1-6. Selanjutnya. C = B A = (x2 x1)ax + (y2 y1)ay + (z2 z1)az Magnituda C adalah Vektor satuannya adalah

C | C | ( x 2 x1 ) 2 ( y 2 y1 ) 2 ( z 2 z1 ) 2

( x 2 x1 ) a x ( y 2 y 1 ) a y ( z 2 z 1 ) a z C aC C ( x 2 x1 ) 2 ( y 2 y 1 ) 2 ( z 2 z 1 ) 2

Soal 2
Diberikan A = (y 1 )ax+2xay, carilah vektor pada (2,2,1) dan proyeksinya pada vektor B = 5ax ay + 2az! Penyelesaian : A = (2 1)ax + 2(2)ay = ax + 4ay. Seperti ditunjukkan pada Gambar, proyeksi sebuah vektor pada vektor kedua dapat diperoleh dengan menyatakan vektor satuan yang searah dengan vektor kedua serta mengambil perkalian titiknya.
A

Proyeksi A pada B =

A aB

AB |B |

aB

Jadi pada (2,2,1) Proyeksi A pada B =

Proyeksi A pada B

A aB

A B (1)(5) (4)(1) (0)(2) 1 | B| 30 (5) 2 (1) 2 (2) 2

Soal 3

Soal 3

Beri Nilai