Anda di halaman 1dari 3

Nama : Fuad Hardhiyansyah NIM Kelas : 11504244002 : A1

OBSERVASI DAN PEMBAHASAN PELUANG USAHA DI LINGKUGAN SEKITAR

Observasi ini saya lakukan di Desa Jamur, Sendangrejo, Minggir , Sleman tepatnya di lingkungan tempat tinggal saya. Banyak usaha yang mungkin bisa dikembangkan di desa saya ini seperti toko kelontong, warung makan, laundry, warnet, dan lain-lain. Keunggulan produk desa saya selain dari padi yang dihasilkan, ada pula budidaya ikan lele dan udang, selain itu juga terdapat kerajinan-kerajinan dari bambu dan tikar. Melihat dari potensi yang dimiliki desa ini usaha yang dapat dikembangkan dalam skala besar adalah restoran. Dengan memanfaatkan keindahan alam sekitar, pontensi alam sekaligus produk masyarakat dan kemudahan akses dari jalan lintas propinsi, maka usaha ini bisa dikembangkan dengan modal yang cukup besar. Usaha ini mungkin sekali dikembngkan dengan terkenalnya budidaya ikan lele dan udang di lingkungan desa ini. Persiapan untuk memulai usaha ini dengan modal yang lumayan besar karena sasaran restoran ini pasti untuk kalangan menengah ke atas jadi sarana prasana dan fasilitas juga harus mendukung. Pemilihan tempat yang strategis dan juga strategi pemasaran yang baik sangat berpengaruh untuk berkembangnya usaha ini. Adapun strategi dan tips-tips yang dapat dikembangkan di bisnis restoran antara lain : 1. Pemilihan Tempat yang strategis , Dekorasi dan Tata Letak Pemilihan tempat yang strategis ini sangat berpengaruh terhadap minat konsumen untuk mengunjungi restoran, contohnya di dekat jalan raya atau terlihat dari jalan raya. Selain pemilihan tempat, dekorasi restoran juga sangat berpengaruh ini akan menjadi daya tarik konsumen untuk datang atau betah di restoran ini. Dekorasi tempat harus memiliki konsep tersendiri yang menarik sesuai sasaran utama konsumennya. Contohnya karena di desa ini banyak kolam-kolam budidaya ikan dan

udan maka konsep yang tepat untuk usaha restoran ini adalah dengan menggunakan konsep rumah apung.

2. Pemilihan Menu Makanan yang Disajikan Pemilihan menu ini menyesuaikan dengan ketersediaannya supply bahan baku, dan penguasaan pengolahan bahan baku dan presentasi hasil pengolahan dan penamaan menu. Beberapa bahan baku unggulan mungkin bisa didapat di desa ini seperti Gurame, Nila, Lele, Ayam, dll namun jika hanya menu ini saja yang disajikan maka akan kurang menarik mungkin bisa ditambahkan olahan lain seperti kepiting, cumicumi dan lain lain. Hal ini bertujuan untuk menambah variasi menu yang akan disajikan.

3. Harga Makanan Penentuan harga makanan juga harus mempertimbangkan beberapa aspek seperti biaya produksi dan harga bahan baku. Selain itu juga harus mempunyai strategi untuk menarik minat konsumen, contohnya dengan menggunakan promo-promo di awal atau dengan memberi diskon-diskon tertentu, atau dengan menawarkan makanan secara paket dengan harga yang lebih murah.

4. Sasaran Utama Konsumen dan Strategi Pemasaran Dengan menentukan sasaran utama konsumen maka akan ditentukan pula strategi pemasaran apa yang akan dipakai. Contohnya jika kita menentukan anak-anak muda sebagai sasaran utama konsumen, maka untuk pemasaran paling efektif adalah dengan menggunakan media sosial seperti facebook, twitter dll. Ini sangat efektif mengingat anak muda sekarang merupakan penggiat media sosial. Selain itu strategi pemasaran yang lain adalah dengan menggunakan promosi-promosi di brosur, spanduk, baleho dll dengan desain yang menarik disesuaikan dengan sasaran utama konsumen kita.

5. Pelayanan dan Fasilitas Pendukung Pelayanan yang cepat dan ramah adalah yang paling tepat untuk usaha restoran. Fasilitas pendukung lain juga harus bisa menarik konsumen agar mau datang ke restoran ini atau setidaknya betah di restoran ini, contohnya dengan menawarkan wifi gratis, toilet, mushola, dll

6. Kebersihan Dalam usaha kuliner sperti ini maka harus dituntut kebersihan yang ekstra. Selain kebersihan pada makanan itu sendiri kebersihan tempat dan peralatan makan juga harus diperhatikan.

Perlu diketahui juga usaha restoran seperti ini juga sangat beresiko untuk mengalami kerugian, namun jika kita tahu untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan ini maka usaha ini akan tetap berkembang. Kerugian yang mungkin terjadi dalam usaha ini : 1. Bahan baku makanan yang tidak bertahan lama sehingga basi. Hal ini bisa dicegah dengan memperhitungkan bahan baku yang disupply / disimpan sesuai dengan kebutuhan kita. Sebagai contoh untuk supply di Hari Minggu pasti harus lebih banyak daripada hari-hari kerja. 2. Kurangtertariknya pelanggan untuk mengunjungi lagi restoran ini. Hal ini bisa ditanggulangi dengan melakukan inovasi-inovasi baik dalam pengolahan makanan atau pemberian fasilitas-fasiltas yang lebih baik lagi.