Anda di halaman 1dari 20

Boiler CFB PLTU Tarahan adalah pembangkit listrik berbahan batubara ramahlingkungan pertama di Indonesia, berkapasitas 2 x 100 Mega

Wattmenggunakan Boiler CFB (Circulating Fluidized Bed). Pembangkit buatanEropa-Jepang tercanggih se-Indonesia dengan kapasitas produksi uap perunit 400 ton/jam untuk memutar Turbin Generator padapembebanan 100 MW. Konsumsi batubara untuk kapasitas tersebut berkisar 50 ton/jam dengan Ash content (Fly Ash dan Bottom Ash)sebesar 5% yang akan disaring oleh Bag Filter dengan efisiensi 99,95%.Abu dari Bag Filter dan Bottom Furnace Boiler selanjutnya dikumpulkan di Ash Disposal Area seluas 11 Ha. Circulating :Sirkulasi batubara yang belum terbakar seluruhnya dalam furnace (Ruang Bakar) bersama Flue Gas (gas-gas sisa pembakaran)dialirkan menuju Cyclone kemudian masuk ke Sealpot dan kembali lagi ke Furnace sehingga memungkinkan proses pembakaran lebih sempurna. Fluidized :terdapat penghembusan Udara Primary dan Secondary dari P.AFan dan S.A Fan untuk menjaga agar material batubara tetap melayang didalam Furnace Bed material yang berupa partikel-partikel kecil (Pasir Kuarsa, BottomAsh) yang digunakan sebagai media awal transfer panas pembakaran HSDOil/solar ke pembakaran batubara (Coal) sekitar 100 ton.CFB System yang berfungsi sebagai system Boiler yang mensirkulasi batubara yang belum habis terbakar didalam Furnace sehingga pembakaran lebih sempurna.Teknologi Boiler type CFB ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis boiler yang kita kenal selama ini. Berikut adalah kelebihan dari Boiler CFB: 1.Temperatur pembakaran di Furnace rendah ( 800Oc 2.kadar SOx dan NOx yang rendah karena menggunakan Limestone 3.Ukuran batu bara yang masuk ke Furnace ( 6 mm). 4.Dapat menggunakan batubara dengan nilai kalor yang rendah (4000-5000 kkal/kg) 5.Menggunakan Panel Evaporator dan Panel Superheater didalamFurnace untuk pemanfaatan radiasi panas dari Pembakaran. 6.Penggunaan StartUp Burner tidak tergantung dari beban (MW) tetapi temperatur Furnace.

Design Performance Boiler CFB PLTU Tarahan

B. BAGIAN UTAMA Boiler CFB PLTU Tarahan unit 3 & 4 menggunakan boiler bertype CFB (circulating fluidized bed ), yaitu teknologi boiler yang menggunakan system pembakaran bersirkulasi melalui tiga peralatan utama. Adapun peralatan utama Boiler jenis ini yakni Furnace,Cyclone dan Back Pass. Furnace Furnace merupakan ruang yang digunakan untuk pembakaran bahan bakar, yang akan memanaskan air didalam pipa yang akan mengubahair menjadi uap yang nantinya akan dipakai untuk memutar turbinyang akan menghasilkan listrik. Didalam Furnace juga terdapat nozzleyang berfungsi untuk menghembuskan udara Primer dari PA Fan serta menjaga agar bed material tetap melayang didalam furnace yangbertujuan untuk memanaskan air. Disekeliling furnace adalah pipa-pipa (tube) air ketel yang menempel pada dinding Furnace yang akan menerima panas dari pembakaran yang terjadi didalam Furnace. Cyclone Cyclone adalah ruang pemisah antara flue gas dan batubara yang belum habis terbakar berdasarkan berat jenis, batubara akan jatuh menuju sealpot yang akan dimasukkan lagi ke dalam Furnace. Sedangkan flue gas akan dihisap oleh ID Fan melalui Vortex Vendor yang akan menuju ke Bag Pass, yang akan dimanfaatkan panasnya untuk memanaskan uap yang keluar dari Furnace Back Pass adalah ruang untuk memanfaatkan kalor dari flue gas sehingga dihasilkan uap yang sangat panas yang akan digunakan untuk memutar turbin. Flue gas yang merupakan gas-gas sisa pembakarandalam furnace setelah melalui cyclone masih memiliki temperatur yang tinggi yang selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memanaskan uap yang ada di Back Pass. Adapun komponenkomponen yang terdapat dalam Back Pass adalah:

a.Intermeadite Superheater. Intermeadite superheater atau dikenal juga dengan low temperatur superheater. Terletak dibagian kedua Back Pass dibawah FinishingSuperheater. Upa basah (uap

jenuh) yang telah melalui panel superheater selanjutnya masuk ke intermeadite superheater untuk mengalami pemanasan lanjut hingga didapat uap kering. b.Finishing Superheater Setelah melalui intermeadite superheater kemudian dilanjutkanmenuju finishing superheater yang terletak dibagian atas Back Passdimana temperatur dari flue gas masih sangat tinggi yang akandimanfaatkan untuk memanaskan uap kering. Temperatur padafinishing lebih tinggi bila dibandingkan dengan intermeadite. c. Economizer Merupakan pemanasan awal air sebelum masuk ke steam drum,media pemanas yang digunakan adalah flue gas sisa pembakarandari pembakaran bahan bakar dalam furnace. d.Air Heater. Air heater berfungsi sebagai pemanas udara primary dan secondarydari PA Fan dan SA Fan. Air heater terdiri dari pipa-pipa yangdidlamnya mengalir gas buang (flue gas) dari pembakaran bahanbakar, sedangkan di sela-sela pipa dialirkan udara hembusan dariPA dan SA Fan. Udara hembusan sebelum melalui air heatermempunyai temperatur yang sama dengan temperatur udara luar.Keuntungan dari pemakaian air heater adalah pembuatan uap lebihcepat sebab temperatur ruang bakar meningkat serta terjadipemanfaatan kalor gas buang.

C. BAGIAN PENDUKUNG BOILER CFB PRIMARY AIR FAN (PA Fan)Udara pembakaran disuplai dari dua primary air fan, dimana udara primay ini terbagi menjadi dua aliran udara yaitu aliran udara yang tidak melewati turbular air heater (cold air primary) dan aliran udara yang melewati turbular air primary (hot air primary).Fungsinya sebagai pemasok udara pembakaran yang utama. Aliran udara cold air primary diperoleh dari aliran udara PA Fan yang tidak melewati air heater , dengan temperature 570C dan tekanan 3kpa.Cold PA digunakan untuk menjaga aliran batubara atau sebagai seal batubara di dalam coal feeder tidak keluar dari Box feeder serta digunakan untuk mendorong batubara pada line yang menuju furnace dari coal feeder . Aliran udara dari PA Fan yang keluar dari turbular air heater atau yang biasa disebut Aliran udara hot air primary dengan temperature 215 0C dan preasure 14 kpa setelah keluar dari turbular air heater jalur nya terbagi menjadi 2, ada yang masuk bersamaan dengan line batubara dari coal feeder yang fungsinya untuk mengeringkan danmenghembuskan batubara sebelum masuk ke furnace dan ada juga line hot PA yang masuk langsung ke furnace melalui lubang-lubang nozzleyang ada di bawah furnace yang fungsinya adalah sebagai pemasok udara pembakaran di dalam ruang (Furnace). Gambar Hot PA pada plenum dan furnace. Komponen-komponenPrimary Air Fan(PA Fan) adalah sebagai berikut : a.Filter. Fungsi dari filter udara adalah untuk menyaring udara sebelummasuk ke dalam kipas (Fan) agar udara yang di hisap oleh kipasdalam keadaan bersih.Filter ini letaknya pada saluran masuk udarasebelum masuk ke dalam kipas (Fan).GambarFilter Primary Air Fan b.Kipas (Fan)Kipas (Fan) dari udara primarymerupakan jenis kipas sentrifugalyang fungsinya untuk menghisap dan menghembuskan udaraprimary menujuturbular air heater dancoal feeder. Kipas ini digerakkan oleh motor 6 kv.

c. Damper Karena udara primary ini terdiri dari dua buah kipas dan memiliki satu aliran discharge (keluaran) maka digunakanlah damper yang fungsinya sebagai penutup aliran udara apabila salah satu kipas tidak beroperasi. Damper pada PA Fan berjumlah dua buah,masing-masing satu pada tiap Fan. Damper ini bekerja menggunakan sistem pneumatic. d.RegulatorFungsi dari regulasi damper adalah untuk mengontrol aliran udara yang keluar dari kipas. Regulator ini dioperasikan melalui main control room e.Motor Listrik Motor digunakan sebagai penggerak kipas. Berikut ini spesifikasidari motor Primary air fan (PAF) yang di gunakan pada PLTUTarahan unit 3 & 4 adalah:TECO WESTING HOUSESerial : 9199AAKecepatan : 1481 rpmDaya : 2735 HPTegangan : 6000 VoltFrekuensi : 50 HzPh ase : 3 Phasa Ambient : 400C

f.Bearing Pada konstruksi primary air fan terdapat empat buah journal bearing. Fungsi journal bearing pada Primary Air Fanadalah sebagai tumpuan dan penahan gaya radial dan aksial. Gambar Bearing Primary Air Fan Untuk mendinginkan minyak pelumas pada bearing-bearing digunakan air sebagai media pendingin, air pendingin tersebut adalah air demin yang berasal dari pompa CCW (close coolingwater ). g. Back Stop Back Stop digunakan untuk menahan putaran balik pada kipas(Fan) pada saat salah satu kipas (Fan) tidak beroperasi. Putaran balik ini dapat mengakibatkan motor penggerak Fan rusak apabila saat motor dioperasikan dalam keadaan putaran balik, maka digunakan back stopagar tidak terjadi putaran balik.

SECONDARY AIR FAN(SA FAN) Selain menggunakan udara primary udara pembakaran juga berasal dari udara secondary Aliran udara SA Fan di peroleh dari dua buah Fan dengan temperature 258 0C dan tekanan 8,6 kpa. Fungsi

dari SAFan adalah sebagai pemasok udara pembakaran didalam furnace. Aliran udara SA Fan ini masuk ke dalam ruang bakar melalui damper-damper yang jumlahnya 12 damper. Selain itu udara SA Fan juga digunakan untuk star-up burners dengan menggunakan HSD.Komponen-komponen secondary air fanadalah : a. FilterFungsi dari filter udara adalah untuk menyaring udara masuk sebelum masuk ke dalam kipas (Fan) agar udara yang di hisap olehkipas dalam keadaan bersih. Filter ini letaknya pada saluran masuk udara sebelum masuk ke kipas (Fan). b.Kipas (Fan)Kipas (Fan) dari udara secondary merupakan jenis kipas sentrifugalyang fungsinya untuk menghisap dan menghembuskan udarasecondarymenujutubular air heater . Kipas ini digerakkan olehsebuah motor listrik 6 kv c. Damper Karena udara secondary ini terdiri dari dua buah kipas danmemiliki satu aliran discharge (keluaran) maka digunakanlahdamper yang fungsinya sebagai penutup aliran udara apabila salah satu kipas tidak beroperasi. Damper pada SA Fan berjumlah dua buah, masing-masing satu pada tiap Fan. Damper ini bekerja menggunakan sistem pneumatic. d.Regulasi DamperFungsi dari regulasi damper adalah untuk mengontrol aliran udarayang keluar dari secondary fan. Regulasi damper ini dioperasikan melalui main control room (MCR e.Bearing Pada konstruksi secondary air fan terdapat empat buah journal bearing. Fungsi bearing pada secondary air fan adalah sebagai penumpu dan menahan gaya radial dan aksial, untuk mendinginkan minyak pelumas pada bearing-bearing digunakan air sebagai media pendingin, air pendingin tersebut adalah air demin yang berasal dari pompa CCW (close cooling water ). f.Motor. Motor digunakan sebagai penggerak kipas. Berikut ini spesifikasidari motor Secondary Air Fan (SAF) yang digunakan pada PLTUTarahan unit 3& 4 adalah : TECO WESTING HOUSE Serial : 9199OA Kecepatan : 1468 rpm Daya : 750 HP Tegangan : 6000 Volt Frekuensi : 50 Hz Phase : 3 phasa Ambient : g. Back Stop. Back Stop digunakan untuk menahan putaran balik pada secondary fan, pada saat salah satu kipas (Fan) dalam keadaan tidak beroperasi, karena secondary air fan ini satu poros dengan motornya maka apabila terjadi putaran balik pada fan akanmengakibatkan motor rusak apabila saat motor dioperasikan dalamkeadaan putaran balik. INDUCED DRAFT FAN (ID FAN) Induced Draft Fan digunakan untuk mengisap gas-gas hasil pembakaran dari Furnace dan mendorong gas-gas pembakaran tersebutmenuju ke stack yang dibuang ke atmosfir. Komponen-komponen Induced Draft Fan (IDF) adalah a.Kipas (Fan)Kipas (Fan) pada ID Fan merupakan jenis kipas sentrifugal. ID Fanini letaknya diantara Bag House dan Stack, fungsinya untuk menghisap dan menghembuskan flue gas menuju ke stack. b.Damper .Induced Draft Fan ini terdiri dari dua buah kipas dan memiliki satualiran inlet (masuk) dan discharge (keluaran) maka di gunakan damper yang fungsinya sebagai penutup aliran flue gas apabila salah satu kipas tidak beroperasi atau sedang dalam perbaikan.

c.RegulatorFungsi dari regulator adalah untuk mengontrol aliran flue gas yangmasuk pada kipas. Regulator ini dioperasikan melalui main controlroom (MCR).Gambar Regulator ID Fan d.Motor ListrikMotor digunakan sebagai penggerak kipas. Berikut ini spesifikasidari motor ID Fan yang digunakana pada PLTU Tarahan Unit 3 &4 adalah:TECO WESTING HOUSE erial : 9199BA Kecepatan : 991 rpm Daya : 1679 HP Tegangan : 6000 Volt Frekuensi : 50 HzPhase : 3 phasa Ambient : 50 e. Bearing ID Fan memiliki empat buah journal bearing. Bearing padaInduced Darft Fan digunakan untuk menumpu dan menahan gaya radial dan aksial, sebagai pendingin bearing digunakan minyak pelumas dan untuk mendinginkan minyak pelumas pada bearing-bearing digunakan air sebagai media pendingin, air pendingin tersebut adalah air demin yang berasal dari pompa CCW (closed cooling water ) f.Back Stop. ID Fan menggunakan Back Stop untuk mencegah agar tidak terjadiputaran balik pada saat salah satu fan tidak beroperasi. Putaranbalik ini dapat mengakibatkan motor penggerak kipas (Fan)menjadi rusak akibat dioperasikan dalam putaran balik.

Fluidizing Air Blower (FA Blower)Selain dari aliran udara primary dan secondary udara pembakaran juga dibantu oleh fluidizing air blower , jumlah flow dari udara fluidizing air blower ini pada beban 100 MW berkisar 10803,4 kg/h dengan temperature 880C dan discharge pressure0,5 kg/cm 2Fluidizing air blower ini berfungsi untuk membuat aliran udara yang berputar(turbulen) yang tujuannya untuk melindungi dinding cyclone pada bagian expansion bellow, agar batubara yang belum habis terbakar dan p asir yang jatuh tidak mengenai atau menempel pada bagian expansion bellow pada dinding cyclone. Batubara yang belum habis terbakar yang menempel pada bagian expansion bellow akan dapat merusak dan menghambat sirkulasi pada cyclone. Selain untuk melindungi expansion bellow pada dinding cyclone udara yang berasal dari fluidizing air blower ini juga digunakan untuk mendorong batubara yang belum habis terbakar masuk kedalam furnacepada sealpot yang letaknya dibawah cyclone .Sealpot digunakan sebagai penghambat laju aliran batubara yangbelum habis terbakar sebelum masuk ke furnace. Udara dari fluidizing air blower juga digunakan untuk mendorong Inert Media Bed (Pasir) pada saat pengisian ke furnace, serta sebagaipendorong agar batubara yang belum habis terbakar dapat masuk kembali ke dalam ruang bakar(furnace)dari cyclone. Komponen dari FA Blower adalah : a. Inlet Filter Fungsinya adalah untuk menyaring udara luar sebelum masuk keblower agar udara yang masuk ke blower bersih dari kotoran-kotoran dari udara luar. b.Blower. Blower pada PLTU Tarahan unit 3 & 4 ini menggunakan jenisblower sentrifugal, fungsi dari blower digunakan untuk menghisapdan menghembuskan udara luar menuju kecyclone, dimana pada cyclone udara tersebut dimanfaatkan sebagai seal pada dinding cyclone. c.VentingFungsi venting adalah untuk membuang udara dari blower padasaat penyalaan awal atau star FA Blower.Gambar Venting

d.Motor Listrik. Motor sebagai penggerak dari blower. Berikut ini spesifikasi darimotor Fluidizing Air Blower pada PLTU Tarahan unit 3 & 4sebagai berikut:WEG BLOWER Tegangan : 6000 volt Kecepatan : 2974 rpm Daya : 225 kW Power Factor : 0.85 Frekuensi : 50 Hz Berat : 1.9 Ton e. RegulatorFungsi dari regulator adalah untuk mengkontrol aliran udara yangkeluar dariFluidizing Air Blower . Regulator ini dioperasikanmelalui main control room (MCR). f. Ash Screw Cooler. Ash Srew Cooler adalah pendingin abu berat (Bottom ash) yang berasal dari furnace. Air pendingin masuk ke dalam sebuah bantalan jacket pada dinding agian dalam dari Ash Screw Cooler, sedangkanBottom Ash akan diputar pada sebuah ulir (Screw) agar dapat bergerak maju. Putaran dari ulir tersebut tidak boleh terlalu cepat agar bottom ash dapat didinginkan dengan baik. g. Seal Pot Digunakan sebagai penghambat laju aliran batubara yang belum habis terbakar sebelum masuk ke furnace. Tempat untuk menampung batubara yang belum habis terbakar yang keluar bersama dengan flue gas dan batubara tersebut nantinya akan dimasukkan lagi ke dalamruang bakar (furnace) untuk pembakaran lebih sempurna. Batubara tersebut didorong oleh udara yang berasal dari FA Blower melaluinozzel yang ada didalam sealpot.

Gambar Sealpot dan Nozzle Sealpot Bag HouseBag House adalah suatu unit peralatan yang berfungsi untuk penyaringfly ash/bottom ash yang keluar dari furnace yang akan di buangmelalui Chimney vertikal. Abu yang ditangkap aleh bag housedigetarkan dengan vibrator agar jatuh / ditampung kedalam Hopper.Selain itu, dipasang juaga udara purging yang keluar dari line cook untuk mendorong abu yang menempel pada Filter agar rontok/jatuh kebawah Hopper. Udara purging diperoleh dari Dry Compresor yangsudah dikeringkan oleh air dryer. Udara purging ini akan meringankankerja ID Fan untuk mengisap gas buang selanjutnya dibuang ke Stack (Cerobong).Keuntungan penggunaan Bag House adalah gas buang akan menjadilebih bersih sehingga tidak mencemari udara lingkungan, serta dapatmengurangi keausan pada casing ID Fan akibat gesekan abu.Gambar Bag House.

Komponen-komponen dari Bag House adalah: a.Filter. Penyaring Fly Ash yang ada dalam Flue Gas dari sisa udarapembakaran yang keluar dari furnace. b.Frame. Sebagai penyangga/rumah dari Bag Filter, agar saat udara Pluggingbag filter tidak jatuh atau rusak . c.Line Cook Untuk mengeluarkan atau menembakkan udara ke Bag Filtersupaya abu Fly Ash yang tersaring tadi tidak menempel di BagFilter, yang akan menyebabkan Bag Filter menjadi macet . d.Regulasi Damper Alat utama untuk mengontrol Open dan Close damper. Damper Sebagai penyedot udara Plugging yang digunakan untuk membersihkan Bag Filter dari Fly Ash (abu ringan).Gambar Damper Shellf.Damper Back PassSebagai pengatur Open pada inlet dari Back Pass untuk mengaturmasuknya Fly Ash dari Back Pass, yaitu Fly Ash yang keluar dariBack Pass. e. Transporter. Peralatan ini berfungsi untuk memindahkan/mentransfer abu yangdatang dari Hopper Bag House menuju ke Silo Fly Ash denganmenggunakan udara dari Dry Compresor sebagai media transfer.Prinsip kerja Transporter adalah menampung dan menyalurkan abuFly Ash ke Silo dengan udara transfer dari Dry Compresor. f. Coal Feeder. Coal feeder memiliki fungsi penting yaitu untuk memberikan pasokanbatubara secara kontinyu serta mengatur laju aliran batubara untuk boiler . Di PLTU Tarahan jeniscoal feeder yang digunakan adalah Gravimetric Coal Feeder , yang berarti dapat mengontrol aliran batubara dalam satuan berat atau volume. Masing-masing Unit PLTUTarahan mempunyai 3 unit coal feeder Merrick type 490GA,B,Cyang bisa dioperasikan ketiganya sekaligus. Untuk beban 100 MWFlow batubara total yang dialirkan 50 ton/ jam dengan masing-masingcoal feeder 16-17 ton/ jam. Komponen-komponen Coal Feedera. Chain Scrapper Coalfeeder merrick type 490Gdilengkapi dengan scrapper (drag chain scavenger driven)dengan separate AC motor untuk membersihkan tumpahan bahan bakar, sistem kerjanya seperti belt conveyor. Belt Conveyor Belt conveyor pada coal feeder Merrick mempunyai dinding pembatas pada kedua sisinya yang berfungsi untuk menjagabatubara agar tidak jatuh ke samping dan mengarahkan tepat keline menuju Furnace (ruang bakar). Roll IdlerPada masing-masing belt feeder terdapat rol penyangga belt (rollidler) untuk menopang beban belt & batubara, pada coal feeder Adan C masing-masing terdapat 19 roll idler dan pada coal feeder Bterdapat 17 roll idler.

Steam DrumTangki uap (steam drum) adalah bejana bertekanan yang fungsiutamanya adalah untuk memisahkan fasa uap dan fasa air, jugaberfungsi sebagai penyedia air. Dibagian dalam terdapat pipa-pipa catudan pemisah air-uap separator utama dan kedua, sambungan ke pipaair penambah, sambungan ke pipa penguap evaporator dan sambunganke pipa pengering superheater. Pipa catu air pengisi menyalurkan airke pipa-pipa turun (downcomer). Terdapat juga pipa pembuang

blowdown terus menerus dan berkala intermittent serta pipa catupenyuntik bahan kimia.Gambar Stean Drum (Intermitten Blowdown Tank) IBTIntermitten Blowdown Tank digunakan sebagai tempat penampungansteam yang tidak terpakai atau berlebih yang kemudian dibuang keluar.Gambar Intermitten Blowdown Tank

BurnerBurner digunakan pada saat pemanasan awal, setealah mencapaitemperatur tertentu, kemudian batubara dimasukkan ke dalam ruangbakar (furnace) dan Burner dimatikan. Kenaikan temperaturpemanasan awal dilakukan secara bertahap, mulai dari 300C, 1500C,3000C, 4500C, 6000C, 7500C, sampai 9000C. Kenaikan temperaturyang bertahap tersebut dilakukan selama dua hari. Pada saattemperatur 6000C, Bed Material dimasukkan ke dalam Furnacekemudian setelah temperatur mencapai 8000C-9000C Burnerdimatikan.Gambar Burner Soot BlowerSoot blower berfungsi untuk menyemprotkan uap ke dalam ruangbakar sehingga membersihkan heat recovery area antara laineconomizer, superheater, dan air heater saat unit beroperasi. SootBlower bekerja berdasarkan waktu yang telah di tentukan,, biasanya 6 jam sekali. Uap yang digunakan adalah uap kering yang berasalsuperheater finishing.Gambar Soot BlowerD.

Sistem Udara PembakaranPLTU Taran Unit 3 & 4 menggunakan jenis boiler CFB (circulating fluidized bed ) dmana pada boiler jenis CFB ini material bed (batubara)yang terbakar didalam furnace semakin lama naik ke bagian atas furnace,karena massanya berkurang batubara menjadi ringan dan ikut terbawabersama flue gasmenuju cyclone. Cyclone berfungsi sebagai pemisahantara flue gas dan batubara, batubara tersebut jatuh atau masuk ke dalamcyclone, karena batubara didalam cyclone belum habis terbakar, makabatubara disirkulasikan kembali ke dalam furnace, sedangkan flue gasmenuju ke Back Pass.Sistem udara pembakaran pada jenis boiler CFB disuplai dari dua aliranudara utama yaitu udara primary dan udara secondary dan dibantu olehudara dariFluidizing Air Blower serta udara dari limestone. 60% udarapembakaran berasal dari Primary Air Fan, 36% dari Secondary Air Fan,3% udara berasal dari Fluidizing Air Blower dan 1% udara yang berasaldari limestone dengan total flow udara pada beban 100 MW berkisar285.985,40 kg/h sementara untuk menghisap gas-gas hasil pembakaran(flue gas) dari ruang bakar menggunakan Induced Draft Fan.Udara primary berasal dari udara luar yang masuk ke dalam kipas (Fan)kemidian udara di hembuskan menuju tubular air heater dimana pada tubular air heater terjadi pertukaran panas antara udara primary denganflue gas. Udara primary yang masuk ke dalam tubular air heater dengantemperatur 570C dan keluar tubular air heater dengan temperature2150C, sedangkan temperatur gas yang masuk ke dalam tubular air heater2850C dan temperatur flue gas keluar tubular air heater 1250C. Setelahmelewati tubular air heater udara primary panas masuk ke dalam air plenum yang letaknya di bagian bawah furnace (ruang bakar), didalam air plemun udara primary ditampung atau disimpan sebelum di hembuskan kedalam furnace melalui nozzle-nozzle bagian bawah didalam furnace

Udara primary ini digunakan dengan jumlah flow yang banyak dibandingkan dengan jumlah flow udara secondary karena fungsi udaraprimary ini untuk mengangkat udara didalam furnace selain sebagai udara pembakaran.Udara secondary juga berasal dari udara luar yang masuk ke dalam kipas(Fan) kemudian udara secondary ini dihembuskan ke dalam tubular airheater dengan temperatur 460C dan keluar tubular air heater dengantemperatur 2480C didalam tubular air heater ini terjadi perpindahan panasantara flue gas dengan udara secondary, setelah melewati tubular air heaterudara panas secondary masuk ke dalam furnace melalui damperdamperyang letaknya di bagiab depan yang jumlahnya delapan buah dampersedangkan di bagian belakang jumlahnya empat buah damper, selain ituudara panas secondary digunakan pada saat starup burner denganmenggunakan HSD.Selain dari udara primary dan udara secondary udara pembakaran jugadibantu oleh udara fluidizing air blower dan udara dari limestone, udarafluidizing air blower ini masuk ke dalam furnace bersama udara yangbelum habis terbakar pada cyclone serta udara pembakaran yang berasaldari udara yang masuk bersama limestone.Sedangkan untuk menghisap sisa-sisa hasil pembakaran (Flue Gas)digunakan Induce Draft Fan (IDF), IDF ini juga berfungsi untuk menghembuskan sisa-sisa hasil pembakaran (Flue Gas) menuju ke Stack. E.Siklus Bahan BakarBatubara merupakan bahan bakar pokok dari PLTU Tarahan, yangmenjadi sumber penyuplai batubara adalah PT. Bukit Asam denganmenggukan conveyor. Batubara yang akan dipergunakan untuk bahanbakar di PLTU Tarahan sebelumnya telah melalui beberapa tahap seleksi,mulai dari pemisahan logam-logam yang ikut di transfer bersama batubara.Setelah melalui tahap itu, kemudian batubara di transfer ke coal crusheruntuk di hancurkan menjadi halus dengan ukuran yang kecil (6mm).Selesai di hancurkan, batubara kemudian di transfer ke coal bunker dankemudian akan dipergunakan untuk bahan bakar.Dilain pihak selain batubara dipergunakan sebagai bahan bakar pokok,minyak solar pun dipergunakan sebagai bahan bakar, tetapi untuk penggunaan solar tidak menjadi inti bahan bakar pada PLTU Taran. Solardipergunakan untuk star awal PLTU Tarahan, setelah temperatur danpressure Furnace sudah bisa untuk menggunakan batubara maka solar dinon aktifkan atau tidak dipergunakan lagi. F.Siklus Air dan UapPrinsip kerja dari PLTU adalah dengan menggunakan siklus air uap, airyang merupakan suatu sistem tertutup. Air kondensat atau air dari hasilproses pengondensasian di condensor dan air darimake up water (air yangtelah dimurnikan di water treatment) dipompa oleh Condensate Pump kepemanas tekanan rendah (low pressure heater). Disini air dipanasikemudian dimasukkan ke deaerator untuk menghilangkan gas udara(oksigen), kemudian air ini dipompa oleh Boiler Feedwater Pump masuk ke pemanas tekanan tinggi (high pressure heater) lalu menuju keeconomizer. Dari economizer yang selanjutnya masuk ke boiler drum, di Boiler Drummasih terbentuk dua fasa, yakni fasa air dan fasa uap, yangmasih berbentuk fasa air di alirkan ke pipa Down Comer untuk dipanaskanpada wall tubes oleh boiler. Uap air ini dikumpulkan kembali pada steamdrum, kemudian dipanaskan lebih lanjut ke superheater. Keluar darisuperheater sudah berubah menjadi uap kering yang mempunyai tekanandan temperatur tinggi dan selanjutnya uap ini digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin.Didalam turbin uap bertekanan memutar turbin. Turbin berputar, generatorpun berputar dikarenakan turbin dan generator satu poros. Dengan putaran3000 rpm dan frekuensi 50 hz maka akan dihasilkan beban dengan besar100 MW per unit. Uap sisa setelah memutar turbin kemudian masuk keCondensor. Didalam Condensor, uap mengembun dan menjadi airkembali. Air keluar dari Condensor disalurkan ke Low Pressure (LP)Heater dengan menggunakan Condensor Pump (CP) kemudian keDeaerator dan High Pressure (HP) Heater. Air keluaran HP Heaterkemudian menuju Economizer dan disalurkan ke Boiler Drum.

G.Proses Pembakaran Dalam Furnace 1.Coal dan Limestone dimasukkan ke dalam Furnace, setelah FluidizingAir Blower / Primary Air Fan dari air plenum melalui nozzle grate.Tekanan Primary air menyebabkan bed material melayang di bag 2.Aliran udara turbulen menyebabkan coal cepat bercampur denganlimestone secara merata dengan bed material. Fluidizing air / primaryair dan bed temperatur menyebabkan material terbakar dan sirkulasi. 3.Material batu bara yang telah terbakar semakin lama naik ke bagianupper furnace karena massanya berkurang, kemudian masuk kecyclone, batubara menabrak vortex vendor, sehingga flue gas dan flyash terpisah dari material. 4.Material solid berputar menuju outlet cyclone dengan bantuan udaradari fluidizing air blower menuju sealpot dan diinjeksikan kembali kefurnace melalui sealpot return duct. H. Visual Basic ianbawah Furnace (primary zone)

http://image.made-in-

china.com/2f0j00wKGEUCTdgaqh/Y9-26-Type-Boiler-Induced-Draft-Fan.jpg

Drum adalah bejana tempat penampungan air dan uap. Uap berada pada bagian atas bejana dan air berada pada bagian bawah.Drum boiler terpasang pada bagian paling atas dari Furnace. economizer akan ditampung pada drum yang untuk selanjutnya dialirkan ke Down header melalui Piupa Down Comer. Uap uyang berasal dar upper header akan diteruskan ke Drum yang untuk selanjutnya uap tersebut dialirkan ke pemanas lanjut. Selain itu juga berfungsi untuk

mendistribusikan air , , , danmengeringkan uap setelah dipisahkan dari air. Air dariSteam Drumdisalurkan ke E vaporator dengan cara dipompa oleh BW C P .Uap dan air dalam steam drum dipisahkan dengan tiga tahap, primary , secondary dan drying . Tahap primary dan secondary dilakukan oleh turbo

Ada beberapa perlengkapan yang terdapat pada drum boiler, yaitu : 1. Gelas penduga/Size glass.

2. Manometer 3. Safety Valve, 4. Man Hole


Separator separator dan plat yang berombak ombak melakukan tahap drying.Fungsi utama dari alat pemisah ini adalah untuk memindahkan uap dari air boiler dan untuk mengurangi campuran yang terdapat dalam uap sebelum meninggalkansteam drum. Drum berfungsi untuk memisahkan uap dari campuran air dan uap yang masuk ke steam drum Air dari

5. 6. Inject Chemical menambahkan bahan kimia 7. Blowdown valve a. Continious blowdown membuang kontaminan dari air boiler b. Emergency blowdown