Anda di halaman 1dari 18

PENATALAKSANAAN dan KIE pada gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Prenatal

Pengertian KIE
Komunikasi Informasi dan Edukasi adalah suatu strategi dan metode pendidikan kesehatan dengan meningkatkan hubungan saling percaya dengan klien sehingga dapat membantu perubahan perilaku ke arah yang positif. KIE Sebagai salah satu bagian dari program komunikasi pembangunan yang menfokuskan pada persoalan kesehatan (khususnya ide-ide dan program kesehatan)

TUJUAN KIE
Untuk memberikan informasi kepada pasien atau keluarganya mengenai hal medis yang berkenaan dengan pasien

KOMUNIKASI EFEKTIF DOKTERPASIEN PADA GANGGUAN PRENATAL


Pengembangan hubungan dokter-pasien secara efektif yang berlangsung secara efisien, dengan tujuan utama penyampaian informasi atau pemberian penjelasan yang diperlukan dalam rangka membangun kerja sama antara dokter dengan pasien. Komunikasi yang menghasilkan pemahaman pasien terhadap keadaan kesehatannya, peluang dan kendalanya, sehingga dapat bersama-sama dokter mencari alternatif untuk mengatasi permasalahannya.

Gunakan kata atau kalimat yang menimbulkan semangat atau meyakinkannya. Ulangi pesan yang penting. Pastikan pasien/keluarga mengerti apa yang disampaikan. Menanggapi reaksi psikologis yang ada, terlihat dari ucapan atau sikap dan dengan empati. SEPERTI Saya dapat mengerti jika ibu khawatir. Beri kesempatan pasien/keluarga untuk bertanya, jangan memonopoli pembicaraan. Berikan nomor telpon yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu diperlukan.

KIE PADA GANGGUAN PRENATAL

Mempersiapkan strategi dan kata-kata sebelum menyampaikan penjelasan tentang gangguan yang di alami sang janin ( gangguan prenatal ) Mengkondisikan suasana yang tenang dalam penyampaian informasi. Tidak menyampaikan secara langsung atau tiba-tiba, tetapi bertahap-tahap. Memperhatikan kondisi sang ibu (fisik dan psikologi) Memberikan dukungan moril dan motivasi pada keluarga pasien, terutama sang ibu. Memberi kesempatan pasien untuk bertanya dan menyampaikan pendapatnya. Mengkonsultasikan pilihan tindakan medis untuk tujuan terapi.

PENATALAKSANAAN

SPINA BIFIDA ATRESIA ANI CLEFT LIP/PALATE ATRESIA REKTI & ANUS HIDROSEFALUS TETRALOGI FALLOT KOARKTASIO(PENYEMPITAN)AORTA (CoA)

SPINA BIFIDA

Pengobatan - mengurangi kerusakan saraf akibat spina bifida - meminimalkan komplikasi (misalnya infeksi) - membantu keluarga dalam menghadapi kelainan ini. Pembedahan untuk menutup lubang yang terbentuk dan untuk mengobati hidrosefalus, kelainan ginjal dan kandung kemih serta kelainan bentuk fisik yang sering menyertai spina bifida. Terapi fisik dilakukan agar pergerakan sendi tetap terjaga dan untuk memperkuat fungsi otot. Untuk membantu memperlancar aliran air kemih bisa dilakukan penekanan lembut diatas kandung kemih. Pada kasus yang berat kadang harus dilakukan pemasangan kateter. Untuk mengatasi gejala muskuloskeletal (otot dan kerangka tubuh) perlu campur tangan dari ortopedi (bedah tulang) maupun terapi fisik. Kelainan saraf lainnya diobati sesuai dengan jenis dan luasnya gangguan fungsi yang terjadi.

ATRESIA ANI
Penanganan secara preventif antara lain: 1. Kepada ibu hamil hingga kandungan menginjak usia tiga bulan untuk berhati-hati terhadap obat-obatan, makanan awetan dan alkohol yang dapat menyebabkan atresia anin. 2. Memeriksa lubang dubur bayi saat baru lahir karena jiwanya terancam jika sampai tiga hari tidak diketahui mengidap atresia ani karena hal ini dapat berdampak feses atau tinja akan tertimbun hingga mendesak paruparunya. 3. Pengaturan diet yang baik dan pemberian laktulosa untuk menghindari konstipasi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom, USG untuk mengetahui lebih awal kelainan yang terjadi pada bayi.dan pmenuhan gizi yang baik untuk bayi. Ultrasonograpgy, dan pemeriksaan darah (Percutaneus Umbilical Blood Sampling).

Cleft Lip (Bibir Sumbing)


Operasi operasi untuk menutup celah di bibir operasi untuk menutup celah pada langit-langit rongga mulut Pencegahan menjaga kesehatan saat kehamilan. Hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok pada masa kehamilan. Konsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap harinya selama bulan sebelum konsepsi dan selama dua bulan pertama kehamilan Konsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap harinya selama bulan sebelum konsepsi dan selama dua bulan pertama kehamilan

Atresia Rekti & Anus


Pembedahan: a. Untuk kelainan dilakukan kolostomi, kemudian anoplasti perineal yaitu dibuat anus permanen (prosedur penarikan perineum abnormal) dilakukan pada bayi berusia 12 bulan.

b. Aksisi membran anal (membuat anus buatan) Fiktusi yaitu dengan melakukan kolostomi sementara dan setelah 3 bulan dilakukan korksi sekaligus (pembuat anus permanen)

HIDROSEFALUS
Penatalaksanaan 1. Terapi medikamentosa Ditujukan untuk membatasi evolusi hidrosefalus melalui upaya mengurangi sekresi cairan dari pleksus khoroid atau upaya meningkatkan resorpsinya. Obat yang sering digunakan adalah: - Asetasolamid - Furosemid

2. Lumbal pungsi berulang (serial lumbar puncture) Mekanisme pungsi lumbal berulang dalam hal menghentikan progresivitas hidrosefalus belum diketahui secara pasti. umumnya dikerjakan pada hidrosefalus komunikan terutama pada hidrosefalus yang terjadi setelah perdarahan subarakhnoid, periventrikularintraventrikular dan meningitis TBC.

3. Terapi Operasi Operasi biasanya langsung dikerjakan pada penderita hidrosefalus. Pada penderita gawat yang menunggu operasi biasanya diberikan : Mannitol per infus 0,5-2 g/kgBB/hari yang diberikan dalam jangka waktu 1030 menit.

Tetralogi Fallot
Gagal jantung jarang sekali terjadi, maka Digoksin bermanfaat hanya sedikit sekali. Tindakan utama untuk Tetralogi Fallot ialah BEDAH. Diharap seri bedah dapat ditunda sampai lewat umur satu tahun.

KOARKTASIO AORTA (CoA)


Tipe Bayi/Infantil: segera dioperasi kalau payah jantung diobati karena asidosis berat lama memburukkan hasil operasi. Tipe Anak/Dewasa: Biasanya tidak ada gagal jantung. Operasi dipertimbangkan dari segi derajat hipertensinya. Operasi lebih berhasil bila ditunda sesudah umur 5 tahun.

TERIMA KASIH