SOAL UKDI

SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Regresi Cox E. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Uji Korelasi Pearson E. dan aktifitas fisik. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Uji Kai Kuadrat B. Risiko relatif C. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Regresi logistik B. Uji ANOVA satu arah 15. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Uji T berpasangan D. Population attributable risk 16. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Regresi linear C. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Rasio prevalensi D. Rasio odd B.orang mendapatkan lamivudin. Uji Korelasi Kanonikal 17. merokok. Data diasumsikan terdistribusi normal. Log-linear D. Uji T independen C. Koefisien kontingensi E. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Pasien dengan hepatitis B kronik B.

Uji Wilcoxon 18. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu.2˚C. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Ptiriasis rosea D. Uji Kruskal-Wallis B. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). VT pembukaan 7 cm. temperatur 38. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. Rehidrasi cairan intravena C. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Uji T Independen C. Regresi logistik E. Kandidasis kutaneus E. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. Pemberian natrium bikarbonat D. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Injeksi insulin intravena B. Korelasi spearman C. tampak makula eritematosa. Uji T berpasangan D. hiperpigmentasi. Tinea kruris C. Setelah 12 minggu perlakuan. DJJ 12-11-12. Eritrasma B. kulit kering. Regresi linear D. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Uji Mann-Whitney E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Injeksi antibiotika spektrum luas E. letak kepala puki. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak.45. Korelasi pearson B. kepala turun . Setelah pengolahan data dilakukan. kulit ketuban tidak ada. skuama dan papul-papul.studi ini. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. denyut nadi 120 x/menit. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. tekanan darah 120/80 mmHg. tercium bau buah segar. Korelasi parsial 19. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. frekuensi napas 32 x/menit dalam. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. TFU 30 cm. Dermatitis kontak alergika 20.

terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Ulkus duodeni C. khemosis. Hepatitis akuta 23. pustula. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. hematom palpebra. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. pupil bulat regular. Edema kornea E. Plapebra khemosis D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Furosemid E. Nyeri hilang dan timbul. hematom palpebra. Kloramfenikol D. lensa jernih. Sulfametoksazole 25. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. Perdarahan subkonjungtiva B. Kolelitiasis D. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Hifema 26. Siprofloksasin E. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Manitol C. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. edema . hingga seluruh tubuh. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. refleks pupil baik. dan krustae hitam di sekitar hidung. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Pankreatitis E. perdarahan subkonjungtiva. Asetazolamid 24. perdarahan subkonjungtiva. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. Ampisilin B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. edema kornea. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. Gentamisin C. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Terapi apakah yang paling tepat? A. Isosorbid D. Hematom palpebra C. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Thiazid B. kripte iris baik. tangan. khemosis. Ulkus ventrikuli B.

Nyeri dada kanan 30. lensa jernih. kripte iris baik. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. OAT kategori 1 B. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Tonometri E. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Penyakit paru restriktif moderat C. Paracetamol C. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. OAT kategori 2 C. Aspirin 29. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Asam mefenamat B. Metampiron D. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Badan demam ringan C. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu.52. Penyakit paru restriktif ringan B. Penyakit paru obstruktif ringan . refleks pupil baik. OAT dan Quinolon 28. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. OAT kategori 3 D. Sesak nafas progresif B. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Refraktometri B. Kampimetri D. pupil bulat regular. Pasca operasi katarak D. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Biometri 27. Badan demam ringan. refleks fundus suram. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Keratometri C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Piroksikan E. Nyeri kepala tegang E. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Terapi simtomatis E. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer.kornea. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Medulla spinalis segmen C7 E. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Itrakonazol E. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Piroksikam B. Propanolol D. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Amfoterisin B B. Hidroklorotiazid B. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Flusitosin C. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Medula spinalis segmen C 5 E. Medula spinalis segmen Th 4 B. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Medula spinalis segmen L 1 45. tonus otot meningkat bilateral. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Captopril E. nadi 80x/menit. Ketokonazol D. Deksametason D. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen C 5 D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Metampiron C. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Griseofulvin . Nifedipin C. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora.5 mg/dl.hipestesi setinggi umbilikus. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Medula spinalis segmen Th 10 C. sering pusing dan kakinya membengkak. Diltiazem 48. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Natrium diklofenak 47. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Medulla spinalis segmen C7 46. Medula spinalis segmen Th 10 B. frekuensi napas 20x/menit. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Asam mefenamat E.

Kobis D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. Amfoterisin B B. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Obesitas.5 mg/dl. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan.49. Hiperurisemia. B. D. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Diabetes Melitus Tipe 1 B. hematokrit 22. trigliserid 183 mg/dL. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A.4%. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Griseofulvin 50. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Mlinjo E. kadar .5 g/dL. Itrakonazol E. trigliserid 183 mg/dL. Dislipidemia. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. Diabetes Melitus Tipe 2 C. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Flusitosin C. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Sindroma metabolik 51. C. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. Diabetes Gestasional D. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. tinggi badan 171 cm. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. asam urat 10 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Diabetes Insipidus 53. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Tomat B. Jeruk C. asam urat 10 mg/dL. MCV 82 fL. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Diabetes Tipe lain E. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Wortel 52. Ketokonazol D. Hipertensi E. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. tinggi badan 171 cm.

Struma Hashimoto . kontrol 6 bulan lagi 55. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Hasil pemeriksaan fisik baik. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Defisiensi eritropoietin E. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. frekuensi napas 30x/ menit. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. dan minum obat glikuidon E. Kurang asupan kalsium D. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Struma nodusa C. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B.kreatinin serum 4. diet. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. latihan jasmani. suhu 37oC. Kurang asupan yodium B. diameter 4 cm. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A.8 mg/dL. denyut nadi 104x/ menit. Kedua orangtuanya pasien DM. keton uria (+++). Defisiensi besi B. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Tekanan darah 130/80 mmHg. Defisiensi asam folat C. Penyakit Grave B. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. tak nyeri tekan. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. KEP (Kurang Energi Protein) C. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Diet dan minum obat glibenklamid C. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. dan pemberian OAD D. Diet. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Defisiensi vitamin B12 D. Kurang asupan kalium 57. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Status gizi kurang. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. latihan jasmani yang cukup. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Edukasi. Struma koloid D. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. Defisiensi vitamin C 54. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama.

Struma Hashimoto D. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. frekuensi napas 20x/menit. Hiportiroidisme E. Kretinisme C. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Struma difusa nontoksik 58. Diazepam D. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Kortikosteroid E. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Struma multinodular toksik E. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. sesak. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Antihistamin D. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. Propil tiourasil E. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Struma koloid B. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. nafas cepat dalam. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. badan semakin kurus dan sering buang air besar. free T3 dan free T4 meningkat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Iodium redioakti 61. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Penyakit Hashimoto 62. bau nafas berbau khas. Antihipertensi 60. denyut nadi 80x/menit. Tiroiditis B. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Penyakit Grave D. suhu 38. Penyakit Grave C. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Tiroiditis subakut 59. . nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Analgetik C. Operasi B. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Pelemas otot B. Radiasi C.50C. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. sering pusing dan kakinya membengkak. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. free T4 menigkat.E. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg.

Ketoasidosis E. Foramen ovale B. Gula darah sewaktu 63. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. pharynx hyperaemia (++). Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. propanolol. Hipoglikemia 64. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. bau nafas berbau khas. sesak. Neuropati diabetikum B. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. nafas cepat dalam.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. HbA1C B. Oropharynx D. Endolymphe 65. Aditus laryngeus . Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. kaptopril dan furosemid. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Membran vestibularis C. kekakuan pada sendi pengungkit D. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Analisis gas darah E. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Keton darah D. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Tuberculosis paru D. Muskulus tensor tympani E. Nasopharynx E. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. suhu badan 39 C. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Larynx B. C-peptide C. Nefropati diabetikum C. Laryngopharynx C.

Seorang anak laki-laki. tidak ada batuk pilek. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A.300/ul. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. tenggorokan gatal dan susah menelan. Rinosinusitis kronik D. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Mycoplasma pneumoniae B. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Coronavirus 70.10 C. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Seorang perempuan usia 18 th. Tensi 120/80 mmHg. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Seorang anak laki-laki. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. propanolol. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. kaptopril dan furosemid. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. tonsil terdapat eksudat. Biopsi limfonodi cervical D. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Kultur kuman dari swab tenggorok E. Virus human influenzae E. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle.300/ul. terdapat detritus. Tonsilitis kronik C. Nadi 80x/menit. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya.67. Streptococcus pyogenes D. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. 6 th. Foto rontgen kepala C. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Adenoiditis B. fibrosis. tonsil terdapat eksudat. Respirasi 20x/menit. tenggorokan gatal dan susah menelan. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Staphylococcus aureus C. Tonsilopharingitis kronis E. 6 th. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. ECG B. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Berat badan 25 Kg panas 37. tidak ada batuk pilek. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68.

Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. Diet rendah lemak C. cairan menyerupai air cucian beras. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. E. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Cairan KA-EN 3A C. Dehidrasi ringan C. jumlah respirasi permenit 40 x/menit.A.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. kepala pusing. turgor kulit < 2 detik.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. turgor kulit < 2 detik. tidak ada nafsu makan. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. kehausan. fibrosis. Dehidrasi ringan-sedang E. Tensi 120/80 mmHg. Cairan Darrow B. Total Bedrest (rawat inap) D. Cairan KA-EN 3B D.pada kripte liberkuhn D. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. cairan menyerupai air cucian beras. Terapi radiasi 73. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Dokter . Pemeriksaan foto thoraks E. Pemeriksaan darah rutin D. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. kehausan. Seorang perempuan usia 18 th. Dehidrasi berat 74. turgor kulit < 2 detik. kehausan. Meningkatkan absorbsi Cl. perut hypertympani. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Pemeriksaan ECG B. lidah kotor. Dehidrasi sedang D. Nadi 80x/menit. Menghambat pompa Natrium B. cairan menyerupai air cucian beras. Khemoterapi E. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Pemeriksaan ASTO C. Tonsilektomi B. terdapat detritus. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Cairan D ¼ S 76. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Cairan Ringer lactate E. Respirasi 20x/menit. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Tanpa dehidrasi B.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A.

Keratosis seboroik B. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Photo BNO C. Setelah minggu pertama C. mengeluh adanya bercak kemerahan. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Anti histamin 81. Tekanan darah 140/90 mmHg. 79. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Anti jamur E. siku. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. Anti inflamasi D. Dari pemeriksaan perut membesar. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. dan lutut. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Enzym urease pada serum 78. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. bersisik tebal. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. OMD. siku. Respirasi 20x/Meint. Setelah minggu kedua E.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Endoskopi saluran pencernaan. Pada Minggu kedua D. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. CT Scan abdomen D. Psoriasis D. kulit kepala berambut. Pada Minggu pertama B. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Nadi 88x/menit. kulit kepala berambut. Lesi mengenai wajah. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Anti bakteri B. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. E. Ptiriasis rosea 80. kaki bengkak. bersisik tebal. Anti virus C. B. Eritroderma E. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. mengeluh adanya bercak kemerahan. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. Dan lokasi ujud . bokong. Lesi mengenai wajah. terasa perih. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Dermatitis seboroik C. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. dan lutut. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. bokong. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Ultrasonografi abdomen. Setiap saat 77.

tepi menggaung dan eritematous. Stomatitis aftosa rekuren D. vesikel. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Furosemid D. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Pemeriksaan lampu Wood B. demam dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. Pirazinamid (Z) D. Reserpin 85. Milia C. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Streptomisin (S) . Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Aphthous ulcers C. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Hidradenitis suppurative E. hilang timbul dan berpindah tempat. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. tampak beberapa ulkus pada lidah. Propanolol E. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Gingivitis akut B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Etambutol (E) E. Miliaria B. G2P1A0. belum menikah. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Akne vulgaris D. Herpetic gingivostomatitis E. terutama pada telapak kaki. Rosasea 82. bula dan pustule. HCT B. Rifampisin (R) B. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Isoniazid (H) C. ulkus diameter 2-3 mm. Kaptopril C. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Ulcerative gingivostomatitis 84. Seorang perempuan berusia 37 tahun. mukosa bukal dan bibir bawah. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu.

Dokter merencanakan pemberian insulin. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. lebih suka posisi duduk. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Insulin diberikan sebelum tidur C. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Kelainan genetik pankreas 90. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Reaksi autoimun pada sel beta . Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Injeksi metilsantin E. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Injeksi kortikosteroid D. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. sesak nafas dan demam. Hipersekresi insulin saat makan C. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. frekuensi nadi 110 x/menit. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Inhalasi agonis β2 B. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Oral bronkodilator 87. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A.86. Gangguan sekresi postprandial B. Inhalasi kortikosteroid C. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. frekuensi napas 32 x/menit. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88.

Gangguan hemostatik D. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Gangguan neurogenik C. G1P0A0. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. infuse RL tetesan cepat B. SGOT . tinggi badan 162 cm. tetapi pasien masih rajin minum obat. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. sulit tidur. Dari anamnesis ke keluarga. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Mencegah neuropati B. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Mencegah retinopati C. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Mencegah ketoasidosis 93. Mencegah hipoglikemia E.E. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. pasien sebelumnya mengalami demam. injeksi insulin dosis tinggi 95. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. GCS 2-1-3. Mencegah nefropati D. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Pembakaran lemak karena obesitas 91. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Gangguan otonomik B. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Gangguan respirasi E. Seorang perempuan 30 tahun. bolus Dextrose 40% iv E. Gangguan vaskular 94. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. infus NaCL tetesan cepat D. keringat dingin dan jantung berdebar. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Refleks patologis negative. Berat badan 80 kg. dan mata kabur.

SGPT 30 mg/dL. antibiotik intravena B. Sangat peka terhadap opioid C. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Blokade produksi ciclooxygenase C. Ureum 40 mg/dL. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. kejang umum 3 jam yang lalu.3 mg/dL . SGPT 30 mg/dL. GCS 2-1-3. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. pasien sebelumnya mengalami demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. gangguan elektrolit D. Koma uremik 96. drip neuroprotektan E. Penghambatan produksi bradikinin D. perdarahan intracerebral E. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Sebelumnya. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Koma neurogenik B. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Koma septik D. Creatinin 0. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A.3 mg/dL . Sensitisasi terjadi di reseptor B.23 mg/dL. Refleks patologis negative. Koma ketoasidosis C. SGOT 23 mg/dL. infeksi meningeal 100. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. hiperemis. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Koma hepatikum E. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. rehidrasi cairan D. Peningkatan permeabilitas membran 98. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Creatinin 0. Ureum 40 mg/dL. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. dan teraba hangat. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Dari . Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Dari anamnesis ke keluarga. dosis OAD ditingkatkan C. Sangat peka terhadap NSAIDs D. injeksi antipiretik 97. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. tanpa tanda lateralisasi. Blokade produksi prostaglandin B. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B.

denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. pentotal D. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. 102. parasetamol D. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. A. mungkin ada keracunan . Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Cerebral malaria E. nafas lambat. Aseptic meningitis D. diethylether C. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. Bendungan pembuluh darah . Cerebral tuberculoma C. tekanan darah 120/80. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B.101. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. A. Jika ternyata penderita tersebut koma. Kerusakan organ dalam leher C. Melakukan gerakan spontan D. Lebar jejas jerat 4 cm. dan kulit terasa kering. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. warna dasar coklat tua. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. 104. 103. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. ekstasi (MDMA) E. ekstasi E. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. tepi bengkak. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. diazepam C. A. digoksin B. dan kulit terasa kering. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Toxoplasmosis B. phencyclidine B. tekanan darah 120/80. nafas lambat. Kesadaran GCS E3V3M3. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat.

Mati lemas 106. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. tepi bengkak. Apakah sampel yang paling tepat? A. warna dasar coklat tua. menabrak pohon. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. meninggal dunia. 90-<250 mg/dL C. Refleks vagal E. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Mati lemas 105. Hati D.D. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Kerusakan organ dalam leher D. 250-<350 mg/dL D. Kulit 108. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Lebar jejas jerat 4 cm. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. kadang hanya rasa tidak enak badan. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. tepi bengkak. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. 30-<90 mg/dL B. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Rambut E. Tanda perlawanan korban E. Saat memasuki ruangan. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. warna dasar coklat tua. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Urin C. tetapi sempoyongan. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Bendungan pembuluh darah E. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. 350-<400 mg/dL E. Darah B. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Gejala penyakit tidak khas. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Lebar jejas jerat 4 cm. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Tanda asfiksia 107. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. >400 mg/Dl 109.

Intentional poisoning C. Antidepresan . Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. jam 02.00-24.00 B. Intentional poisoning C. bayi viable C. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan.00-15. bayi lahir hidup E. bayi asfiksia D. Hari Senin. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi.00 C.Hari Senin. Deliberate poisoning E. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Experimental poisoning B. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. bayi mati tenggelam 113. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Apakah terapi yang paling tepat? A. Tidak ditemukan cedera D. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu.00-12.00. Hari Minggu antara jam 12. Accidental poisoning D. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Hari Minggu. Accidental poisoning D. Iatrogenic poisoning 110. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. untuk dibuatkan visum et repertum. antara jam 00.00-04. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif.00 hari yang sama E. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. antara jam 00. kira-kira jam 04.00 114.00 D. Analgesik lokal C. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Terapi kerja berkelompok B.A. kecuali sendi kedua lutut. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Iatrogenic poisoning 111. Hari Senin. Terdapat fraktur cricoid C.00-08. bayi aterm B. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Terdapat memar pada kepala E. Experimental poisoning B. Deliberate poisoning E. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Terdapat luka tusuk B.

Pemberian antipsikotik B. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. nyeri kepala. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Anxyolitic E. Ventilasi 115. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. jantung berdebar-debar keras. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Gangguan Somatisasi D. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Gangguan nyeri psikogenik C. Pemberian antidepresan C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik.D. Terapi kerja berkelompok D. Suspect penyakit kardiovaskular B. nyeri dada. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. mual. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Gangguan nyeri psikogenik C. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. berkeringat dingin. Gangguan panik E. pandangan mata dobel. Ganguan panik 119. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Ventilasi E. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Hipokondriasis 118. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Hipokondriasis E. muntah. haid tidak teratur. Gangguan somatisasi D.

ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Golongan ß-2 agonis 123. denyut nadi 120 x/menit. Efusi pleura D. sesak terutama setelah beraktivitas. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. frekuensi napas 32x/menit. Kortikosteroid C. Ekspektoran D. frekuensi napas 60x/menit. Bronkodilator inhalasi B. frekuensi napas 60x/menit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Bronkitis kronis E. denyut nadi 94/menit. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Pada riwayat keluarga. frekuensi napas 32x/menit. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Antibiotika 121. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Pneumonia B. Tuberkulosis C. dan ekspirasi memanjang. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Kortikosteroid E. dan ekspirasi memanjang. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. denyut nadi 120 x/menit. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Oksigenasi D.terakhir. nadi 110 x/menit. Foto polos thorax memperlihatkan . Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Bronchitis kronis B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tekanan darah 140/90 mm Hg. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. batuk dan dahak disertai darah. Emfisema 120. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Bronkiolitis 122. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Mukolitik B. denyut nadi 110 x/menit. Pada riwayat keluarga. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. Asma bronkial C. Atelektasis E. Antibiotika C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Antipiretik E. Asma bronkial D.

Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Bronkiectasis C. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Histoplasmosis D. Pancoast tumor C. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Angina pektoris tidak stabil D. Bronchial Carcinoid D. Non STEMI 126. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Abses paru B. Pneumonia B. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Bronkitis kronik E.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Angina pektoris stabil E. Tuberculosis paru 124. Carcinoma of bronchus E. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru.

Foto rongen dada posisi anterior posterior C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Trombosis vena profunda B. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Insufisiensi tricuspid 128. Regurgitasi mitral E. Test uji latih jantung atau treadmill test B. Perokok . disertai nyeri. Selulitis 129. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Thalium scanning D. Hipoalbuminemia D. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. frekuensi napas 24 x/menit. Stenosis aorta B. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. Regurgitasi aorta D. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Stenosis mitral C. Phlebitis E. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. denyut nadi 100 x/menit. Limfedema kronik C.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Echocardiografi E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Enzim jantung 127. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu.

perkusi redup. Thymoma B. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Usia pasien yang 46 tahun 130. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Terdapat riwayat hipertensi. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. SGOT D. dan suara vesikuler menurun. Gangguan nyeri psikogenik C. CK 131. Hipokondriasis 132. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. frekuensi napas 28 x/menit. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. LDH E. CK MB C. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Hipertensi C. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C.B. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Gangguan panik E. denyut nadi 110 x/menit. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Dislipidemi D. Troponin I B. tekanan darah 160/100 mmHg. Gangguan jantung tersembunyi B. Pneumonia C. Gangguan somatisasi D. Diabetes Mellitus E. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Pneumothorax sinistra .

Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. denyut nadi 140 x/menit. Hernia diaphragmatica 135. Manuver vagal D. frekuensi napas 24 x/menit. Injeksi adenosine E. Efusi pleura sinistra E. COPD B. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. frekuensi napas 28 x/menit. Water seal drainage (WSD) D. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Asma Bronkhial E.D. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Pneumonia C. Tuberkulosis Paru B. Injeksi digitalis C. Injeksi sulfas atropin 136. Pneumothoraks D. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. minum banyak. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Mediastinal mass E. Pasien juga mengeluh demam. Kardioversi B. Bronkiektesis 137. Pneumothorax D. Apakah terapi yang paling tepat? A. Terdapat riwayat hipertensi. Hernia diafragmatika 133. dan suara vesikuler menurun. tidak tinggi disertai keringat malam. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Furosemide C. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. tekanan darah 160/100 mmHg. Antibiotika E. puasa makan dan minum B. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. menahan kencing (katheter di klem) . Bronkhitis kronis C. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Inhalasi B2 agonis 134. denyut nadi 110 x/menit. perkusi redup. Pungsi pleura B. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul.

ureterolithiasis C. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. teratoma 141. disertai mual. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). pusing. urin malam hari E. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. Pyelonefritis . muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. urin pagi hari 142. urin acak B. mual. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. vesicolithiasis E. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. pankreatitis 140.31 mg / dl. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. disertai mual.8. protein (-). sel epitel 2-4/LP. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. dan eritrosit pucat 3-4/LP. cholelithiasis D. dan eritrosit pucat 3-4/LP. urethrolithiasis C. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. tes alergi 138. urin tampung C.39. pielografi anterograd C. tanpa persiapan E. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. kreatinin 4.D. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Sistitis B. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. Saat diperiksa penderita demam.8. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. pielografi retrograd D. cholelithiasis D. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. sel epitel 2-4/LP.39. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. nephrolithiasis B. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. urethrografi B. eritrosit +3. spondiloarthrosis lumbales E. kreatinin 4. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. pielografi intra vena E. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. cystografi 139. kreatinin 1. Nefritis C. urin pancar tengah D. nefrolithiasis B. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51.

Osteoartritis E. . Bandage C. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Gangguan motorik D. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. diuretika D. antibiotika E. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Sindrom nefrotik 143. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. frekuensi napas 24x/menit. Nefritis interstisial kronik C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Volar slab D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Sling B. Pembedahan 147. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. kateterisasi B. Gout arthritis C. Gips s sirkular E. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. kadar kreatinin pasien adalah 1. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. denyut nadi 100x/menit. analgesika 144. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Rasa gatal E. kemerahan. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan.0 mg/dL. gagal ginjal kronik 145. Rhematic fever D. Hiperurikemia 146. Pada pemeriksaan fisik. Rheumatoid arthritis B. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Glomerulonefritis E. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Satu bulan yang lalu. Peningkatan rasa nyeri C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.D. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. dan terasa nyeri. suhu 370C. Glomerulonefritis akut D. Glomerulonefritis kronik E. pungsi supra pubik C. Kondisi gips 148.

sedikit ampas.volume ½ . Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. kesadaran somnolen. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 152. 2RHZE + 4RH B. 2RHE + 4RH 150. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Syok neurogenik C.1 gelas tiap buang air besar. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Asidosis metabolik C. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Batuk berdahak warna kekuningan. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. demam dan berkeringat pada malam hari. Kategori 3. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Syok hipovolemik E. Syok kardiogenik B. TB paru kasus putus obat D. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Kategori 1. 2RHZ + 4RH C. Kategori 1. TB paru kasus gagal pengobatan B. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Kategori 2. Syok anafilaktik D. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. konsistensi cair. Alkalosis respiratorik 149. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. 2RHZ + 4RH E. Alkalosis metabolik D. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Asidosis respiratorik E. Syok obstruktif 151. Kategori 3. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Ketoasidosis B. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. TB paru kasus resistensi obat C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari.

Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Tension type headache B. Basofilia D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Migrain tanpa aura D. Medula spinalis segmen C 5 D. namun tidak muntah. terutama sekitar lubang dubur. Medulla spinalis segmen C7 E. tonus otot meningkat bilateral. Conus medularis E. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Kauda equina 155. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medula spinalis segmen L 1 D. Neutropenia 153. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal.A. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Cluster headache E. Neutrofilia B. Medula spinalis segmen Th 10 B. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Medula spinalis segmen Th 12 C. Eosinofilia C. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medula spinalis segmen Th 10 B. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Kauda equine 156. Vertigo 154. Medula spinalis segmen L 1 D. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Migrain dengan aura C. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen C 5 C. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Medula spinalis segmen L 1 . Medulla spinalis segmen Th 12 C. Limfopenia E. Conus medularis E.

Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. sebagian telah pecah membentuk erosi. hipersalivasi. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Medula spinalis segmen C 5 B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. hiperlakrimasi. Medula spinalis segmen Th 10 E. Dermatitis kontak iritan 160. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Eksema vulgaris C. Urtikaria D. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). tonus otot meningkat bilateral. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. batas tidak tegas. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Pasien mengeluh nyeri kepala. Neostigmin 159. Dermatits kontak alergika C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Epinefrin D. Medula spinalis segmen Th 4 D. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Dermatitis kontak alergika B. skuama halus dan likhenifikasi. Dermatitis kontak iritan E. Medulla spinalis segmen Th 12 158. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Dopamin C. Neurodermatitis . Papaverin E. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk.157. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Ayahnya seorang penderita asma. Atropin B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Medulla spinalis segmen C7 C. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sindroma Steven Johnson D. hiperhidrosis dan bradikardi. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. mata hyperemia konjungtiva. Pemfigus 161. Nekrolisis epidermal toksik B. Dermatitis alergika B. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. muntah-muntah. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Neurodermatitis E. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm.

Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. T3 dan T4 meningkat C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. tampak makula eritematosa. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. tanpa lendir maupun darah. Pemeriksaan pH darah E.C. TSH meningkat. Pasien sering merasa gelisah. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. frekuensi napas 24 x/menit. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. sulit tidur. hingga tidak mampu beraktivitas. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Hifa pada pemeriksaan KOH B. T3 dan T4 menurun E. T3 dan T4 normal D. kelemahan dirasakan semakin berat. Kokus gram positif pada pengecatan gram . mata eksoftalmus. TSH. Pemeriksaan Hb 164. hiperpigmentasi. T3 dan T4 menurun 163. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. sebanyak + ½ gelas air mineral. Pemeriksaan protein total E. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. pembesaran kelenjar tiroid difus. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Pemeriksaan elektrolit darah D. skuama dan papul-papul. denyut jantung 120 x/menit. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. mudah lelah dan mengalami diare. lembek. akral teraba hangat. Pemeriksaan pH darah 165. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Tinea corporis E. Psoriasis 162. TSH menurun. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. T3 dan T4 meningkat B. Ptiriasis rosea D. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan elektrolit darah D. TSH menurun. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. TSH. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. sehari 3-5 x/hari.

Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Salep D. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Staphylococcus aureus E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Pemfigus E. Eritroderma B. Pseudomonas aeruginosa 167. tekanan darah 140/90 mmHg. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Dermatitis kontak C. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . punggung serta tepi rambut kepala. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Psoriasis 168. Gel B. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Streptococcus βhemoliticus B. Pasien juga mengeluh demam.E. Psoriasis C. Eritroderma E. punggung serta tepi rambut kepala. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. tertutup skuama tebal berwarna putih. Badan terasa lemah. sekret berbau. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. gelisah dan sulit tidur. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Clostridium perfringens C. Dermatitis seboroik B. Herpes zoster 169. Ptiriasis rosea D. proptosis bola mata. tidak tahan panas. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. terdapat jaringan nekrotik. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. edema. Sindroma Stevens Johnson D. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Bacillus cereus D. tertutup skuama tebal berwarna putih. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. pembesaran kelenjar tiroid difus. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Obat kocok 170. Bedak E. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Krim C. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu.

131 I D. Propilthiouracil C. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. lemah. normal dan lebih dari normal. Represi C. c=25%. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Regresi B. motilitas : a=45%. Melakukan kompresi jantung C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Levothyroxine E. tampak biru. Oligoteratozoospermia E. Skala rasio B. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Oligozoospermia C. Skala interval E. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Memberikan rangsang taktil B. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. b=20%.A. morfologi 80%. Skala Gutmann 175. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. Oligoastenoteratozoospermia 172. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. denyut jantung 90 x/menit. Skala ordinal C. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Perchlorate 171. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. yaitu kurang dari normal. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Oligoastenozoospermia D. d=10%. Sublimasi E. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Introyeksi 173. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Methimazol B. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Normozoospermia B. Skala nominal D. Proyeksi D.

diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. frekuensi napas 80 x/menit. Gangguan waham 177. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Kultur darah D. Gangguan psikotik akut D. Rinitis alergika E. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Simple Random Sampling D. Concha polipoid D. Sistematic Random Sampling B. Rinitis alergi D. Skizofrenia paranoid E. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Bayi tampak lemah. tidak menangis. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. denyut jantung 172 x/menit. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Hitung jenis leukosit B. Gangguan panik B. Kadar glukosa darah . Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Snowball Sampling E. retraksi dinding dada. Polip nasi B. Gangguan bipolar manik C. Sinusitis maksilaris akut 179. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Sinusitis maksilaris akut 178. Quota Sampling 176. Abses nasi C. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Polip nasi B. Cluster Random Sampling C. Abses nasi C. Kadar hemoglobin C. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Analisa gas darah E. sianosis dan merintih.waktu dan tenaga yang dimiliki. Rinitis vasomotor E.

Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. berbatas tegas dan teraba hangat. Nafsu makan menurun. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Isoniazid 182. frekuensi napas 28 x/menit. Rifampisin E. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. badan terasa lemah. tekanan darah 70/50. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Memberikan sisipan 1RHZE C. Ulkus ventrikuli B. Nyeri hilang dan timbul. Keluhan batuk. Ruptur vagina D. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Ethambutol C. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Inversi uteri B. Ruptur uteri C. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Ulkus duodeni C.180. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Pankreatitis E. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Hepatitis akuta 184. Myoma uteri E. Streptomisin B. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Pirazinamid D. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Memberikan sisipan 1RHZES D. Plasenta dupleks 183. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. warna merah kebiruan. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Kolelitiasis D. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. berat badan menurun. denyut nadi 136 x/menit lemah.

vesicolitiasis C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Sinus takikardi D. shiffting dullnes D. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. hiperperistaltik 190. Pada inspeksi pasien tampak . Normo sinus rythm C. Sinus bradikardi D. Supraventrikuler takikardi B. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. denyut nadi sulit ditentukan. predominan tympani B. RBBB B. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Atrial flutter 187. hidronefrosis B. Sinus bradikardi C. Sinus bradikardi E. denyut nadi 140x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. defens muskuler C. Atrial fibrilasi E. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Sinus takikardi D. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. Pada saat dilakukan palpasi perut. Seorang laki-laki umur 40 th. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. appendicitis D. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. tes undulasi (+) E. Keluhan disertai mual dan muntah. fecalith 189. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar.9 °C. temperature 36. tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Normosinus ritme 186. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Aritmia C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Atrial fibrilasi 188.C. Supraventrikuler takikardi B. nefrolitiasis E. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. Sinus takikardi E. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185.

Reposisi B. TB 155 cm. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. pembesaran lien. Konsumsi penghancur lemak E. Fraktur impaksi C. Pemberian analgetik E. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Pembersihan luka D. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Fraktur kominutif E. Fraktur kompresi . Pemasangan infus C. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. Airway management E.pulsasi nadi lemah. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Resusitasi C. ascites minimal. Kenali dan hentikan perdarahan 193. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Olahraga 30 menit/hari D. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. mengerang kesakitan. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. hepatomegali. Reposisi-immobilisasi 194. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Penjahitan luka B. nyeri sumbu (+). Diit cukup karbohidrat C. tidak ada riwayat trauma. frekuensi napas 24 x/menit. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. nyeri sumbu (+). Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). frekuensi napas 30 x/menit. Fraktur impresi B. deformitas (+). Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Immobilisasi D. Pertemuan tepi lateral kanan m. dan icterus . luka robek di lengan bawah. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. nyeri tekan (+). gatal-gatal. nyeri sumbu(+). Penurunan BB 3 kg/mg B. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. tekanan darah 110/70 mmHg. Fraktur patologis D. denyut nadi 80 x/menit. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. mata kuning. Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. deformitas (+). Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. akral dingin dan pucat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. nyeri tekan (+). Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor.

Debridement C. 13 D. GCS = 5. nyeri sumbu (+). Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. Syok neurogenik C. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. akral dingin dan pucat. sesudah itu lemas seperti tertidur. saat kejang pasien tidak sadar. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. GCS = 5. Petitmal B. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. denyut nadi 120 x/ menit.pulsasi nadi lemah. 11 B. umur 7 tahun.195. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. denyut nadi 120 x/menit. lateral B. Fraktur terbuka B. dan deformitas (+). Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Trauma neurologi E. 15 196. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang.Untuk mencegah perburukan kondisi. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. posterior 199. 1 posisi C. nyeri tekan (+). 12 C. Mioklonik D. apa yang perlu segera dilakukan? A. Sindroma kompartemen 198. 14 E. Seorang anak laki-laki. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. dan deformitas (+). Parsial simple E. Resusitasi cairan agresif D. merasa mengantuk. perdarahan masif. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. Carpopedal spasme 197. Grandmal C. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. Syok hipovolemik D. perdarahan masif. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Reposisi cito B. bisa menjawab pertanyaan sederhana. frekuensi napas 30 x/menit. 2 posisi D. anterior E. dan bisa bergerak bebas. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun.

pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Ketika dilakukan anamnesis.E. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Memberi obat anti diare 204. Hernia inguinalis lateralis 202. Ileus obstruktivus D. distensi abdomen. Rehidrasi intravena D. temperatur 36. metallic sound (+). turgor kurang. Lakukan pemasangan infus C. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. denyut nadi 164 x/menit. peristaltic meningkat. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. pemeriksaan lain dalam batas normal. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Cold abses inguinal E. Difusi B. scrotum membesar. Absorbsi D. temperatur 390C. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A.80C anak lemah. temperatur 36. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. denyut nadi 164 x/menit. Hernia inguinalis medialis 201. Perfusi C. Hernia inguinalis lateralis E. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Ileus paralitik B. mual dan muntah.80C. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. peristaltic meningkat. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. mual dan muntah. Oksigenasi 203. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. mata cekung. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Oksigenasi B. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. Hernia femoralis B. Hernia femoralis C. scrotum membesar. tidak mau minum. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. mata cekung. Limfoma maligna C. Merujuk pasien ke ICU E. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . distensi abdomen. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 120 x/menit. metallic sound (+). Lakukan resusitasi cairan B. turgor kurang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. anak lemah. Rehidrasi oral C. pemeriksaan lain dalam batas normal. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. Appendix infiltrat D. Ventilasi E. denyut nadi 120 x/menit. temperatur 390C. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. tidak mau minum.

Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Arteri carotis interna D. akral dingin. frekuensi napas 60 x/menit.D. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Intestinum E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Syok distributif C. frekuensi napas 30 x/menit. Insufisiensi mitral D. Perikarditis B. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Arteri subclavia C. jari tabuh (+). Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Syok kardiogenik E. malas menetek. suara jantung lemah. Patent ductus arterisus 208. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Stenosis aorta B. sianosis. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Tetralogi Fallot C. tali pusat kotor dan berbau busuk. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. pekak alih (+). bising sistolik. frekuensi napas 30x/menit. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Arteri carotis communis 210. sianosis. Hati B. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Ginjal D. Arteri radialis B. Insufisiensi trikuspidal E. Angina pectoris tak stabil 206. denyut nadi 140 x/menit. Kesadaran gelisah. Pada saat pemeriksaan fisik. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. Pasien tidak sadar. Arteri tibialis posterior E. Infark miokard akut D. Syok septik B. Angina pectoris stabil E. tekanan darah 180/110 mmHg. Colon descendens 209. kejang 3-5 kali. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Miokarditis C. Syok neurogenik D. denyut nadi 120 x/menit. Syok hipovolemik 207. Limpa C. bising usus melemah. Bayi laki-laki umur 25 hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A.

Vasa darah besar C. Hepatitis B kronis B. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. 215. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. reflek lambat E. isokor B. anisokor D. Hepatitis B carrier sehat E. miosis maksimal C. 214. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. pimpinan suatu perusahaan. trigonum caroticum B. menangis keras dan kulitnya merah jambu. regio cervicalis lateraris D. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Fraktur clavicula E. Reaksi lekemoid . trigonum submandibulare E. Peregangan m. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Cedera plexus brachialis C. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. 213. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. Fraktur humeri D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. Sirosis Hepatitis B D. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. Bayi lahir selamat. regio cervicalis anterior C. A. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. 212. Hepatitis B kronis aktif C. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Vasa coronaria D. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. Katub jantung B. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Cacat/defek pada septum E.211. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Dislokasi articulatio humeri B.

Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. infeksi jamur B. Multiple myeloma D. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. 220. Glomerulonefritis E. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. faring hiperemis. dan Bilirubin indirek:0. pH dan ketonuria B.3mg/dl. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Sindrom Nefrotik C. B. hematuria dan glukosuria C.216. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. Sindrom Nefritik D.Saat masuk . reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. kolelithiasis C. infeksi virus D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. karsinoma hepar E. sirosis hepar D. SGPT: 24 IU/L. 218. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. infeksi bakteri C. reaksi imunitas E. Pyelonefritis B. 219. Bilirubin Direk: 6. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar.5 mg/dl. 217. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. Myeodisplasia E. hepatitis B. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. proteinuria dan silinderuria D. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. lekosituria dan nitrituria E.

refleks patologis negatif. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. pirasetam C. mencegah pneumonia B. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. hemiparetik gait C. afasia motorik B. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. afasia transkortikal E. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. soporouscoma E. silostasol D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. 224. sitikolin B. afasia global D. 225. kekuatan ekstremitas kiri 4. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. parkinson gait B. mekobalamin E. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. stupor C. 223. mencegah kontraktur D. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. mencegah decubitus E. mendadak saat bangun tidur. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. mencegah herniasi C.221. ataxic gait E. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Keluhan ini disertai rasa . 222. coma B. Apakah diagnosis paling tepat? A. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. afasia sensorik C. paraparetik gait D. somnolen D.

Kortikosteroid topical C. E. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. dengan skuama putih . Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Keringat C. Keluhan ini disertai rasa gatal. Psoriasis vulgaris C. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Pitiriasis rosea D. dengan bagian tepi papul-papul eritem. batas tegas. Apakah terapi yang sesuai? A. Pitiriasis rosea D.226. Dermatitis kontak alergi B. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Dermatitis kontak alergi B. Tinea korporis E. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Keluhan ini disertai rasa gatal. Pitiriasis rosea D. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Antihistamin sistemik D. herald patch (+) pada lengan atas. badan dan paha. 228. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Psoriasis vulgaris C. Tinea korporis E. batas tidak tegas. batas tegas. Alergen B. D. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Micobacterium sp. 230. 227. Keluhan ini disertai rasa gatal. batas tidak tegas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. dengan skuama putih tipis collarete. Tinea korporis E. Kortikosteroid sistemik B. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. dengan skuama putih. Dermatitis kontak alergi B. Antijamur topikal E. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Psoriasis vulgaris C. Trichophyton sp. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. disertai dengan tanda Autspitz . gatal. dengan bagian tepi papul-papul eritem. 229. dengan skuama putih . disertai dengan tanda Autspitz .

Dalam pemeriksaan status mental. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Carbamazepin 2 x 200 mg D. meskipun rasa gatal berkurang. dibawa ke unit gawat darurat RS.5 mg C. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Dalam pemeriksaan. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. badan dan paha. atap datar. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Dermatitis kontak alergi B. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. herald patch (+) pada lengan atas. diberikan salep putih. terdapat tremor. Antivirus D. Diazepam 2 x 2 mg B. disertai rasa gatal. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. Antihistamin C. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. Tardive dyskinesia D. Ekstrapiramidal Sindrom B. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. sehingga pasien ketakutan. pasien mengatakan pada pemeriksa. distonia akut dan krisis okulomotorius. Apakah diagnosis yang tepat? A. 233. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Antijamur E. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. Kortikosteroid sistemik B. denyut nadi 86 x per menit. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Haloperidol 2 x 1. tipis collarete. Pitiriasis rosea D. 234. Neuroleptik Malignan Sindrom C. dengan keluhan seluruh badan kaku. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. Psoriasis vulgaris C. pil kuning dan pil hijau.2 °C. berusia 16 tahun. Tinea korporis E. Ukuran lesi tetap. 232. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Huntington’s disease E. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Apakah terapi yang sesuai? A. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Sejak 2 minggu yang lalu. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. berusia 38 tahun. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. multiple. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian.231. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. Tekanan darah 130/80 mmHg. yang berasal dari dirinya sendiri.

seluruh badan lemas. Amnesia C. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. temperatur39. jantung berdebar-debar. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Gangguan Psikotik Akut B. 238. Demensia Seorang mahasiswi. Penderita juga sulit tidur. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa.ngejar dan akan membunuhnya. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. 237. berusia 23 tahun. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. Gangguan Afektif B. 16 tahun. Gangguan Skizoafektif E. Pasien sering sulit tidur. Gangguan Anxietas Phobic B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Gangguan Panik C. tangan dan kaki terasa dingin. berusia 24 tahun. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Gangguan Obsesif Kompulsif D. Gangguan Cemas Menyeluruh E. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. 236. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. Stress Akut D. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Delirium E. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau.235. Apakah diagnosis yang tepat? A. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Gangguan Skizofrenia C. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Apakah diagnosis yang tepat? A. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Sejak 2 bulan yang lalu. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Apakah diagnosis yang tepat ? A. keringat dingin. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Apakah diagnosis yang tepat? A. namun ia sulit untuk menghilangkannya. berusia 18 tahun. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. merasa tak berdaya. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Gangguan Waham Menetap E. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Gangguan Waham menetap D. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. Skizofrenia B. Depresi Sedang dengan somatisasi D. mengeluh nyeri kepala dan muntah.

datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. angina pectoris heberden E. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya.239. disertai jantung terasa berdebar-debar. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . B. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Terapi Aktivitas Kelompok B. Gangguan Trans Dissosiatif D. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. Namun. 240. Gangguan Konversi Histeri E. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Dilatasi ventrikel kiri B. karena ia sadar. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. usia 17 tahun. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. 243. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Gangguan Fugue Disosiatif C. angina pectoris tidak stabil D. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Hipertrofi ventrikel kiri C. Terapi Desensitisasi C. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. 241. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Apakah terapi yang paling tepat? A. angina pectoris atipikal C. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Terapi Gestalt E. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. ia akan merasakan berdebar-debar. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. 242. Terapi Kognitif D. angina pectoris stabil B.

Respiratory distress syndrome 247.5°C. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Streptococcus pyogenes. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. D. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Hiperglikemi C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Gagal Jantung Kongestif C. Staphilococcus aureus B. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38.mengalami penyakit serius berupa demam. Syok Hipovolemik B. Tetralogi of fallot C. Streptococcus beta hemoliticus E. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Syok kardiogenik C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Syok anafilaksis E. Floppy epiglotis B. Stroke non hemoragik . dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Penyakit jantung reumatik B. Fistula tracheaesofageal E. tekanan darah 130/80 mmHg. Atrial Septal Defect E. divertikulum zenkel D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Syok septik 246. Streptococcus alfa hemoliticus 245. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Menurut keluarga yang mengantar. Infark Miokard akut D. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Hipoglikemi B. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Ketoasidosis diabetik E. Stroke hemoragik D.Mitral Stenosis 244. Streptococcus viridans C. Syok hemoragik D. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas.

Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. HBsAg C. Hemoroid interna 251. infark di hemisfer kiri B. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. Riwayat trauma disangkal. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. Anti HBe E. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya.248. syok septic 249. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Eritrosit B. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Abses usus B. Karsinoma usus E. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Leukosit PMN 251. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir.tekanan darah 80/60 mmHg. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. nyeri dan fesesnya bercampur darah. Limfosit C. Monosit D. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Kolitis ulseratif C. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. syok hipovolemik B. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. syok neurogenik D. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. syok kardiogenik C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Penyakit Crohn D. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. Perutnya seringkali kram. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Anti HBs D.respirasi 32 x/menit. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. syok anafilaktik E. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Hematokrit E. IgM anti HBc 250. infark di hemisfer kanan C. subarachnoid hemorragi . PCR B. denyut jantung 100x/menit.

Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. defisiensi besi E. asma B. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. asetilkolin E. defisiensi folat D. anemia dan trombositopenia. ALL B. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. yang terjadi saat istirahat. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. serotonin C. berdasarkan epidemiologi. bronchitis kronik E. Pasien adalah seorang perokok berat. fibroadenoma E. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. sianosis.251. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. AML C. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. papilloma B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. dan wheezing pada kedua lapang paru. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. defisiensi vitamin B12 B. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. bronkiektasis D. Kistadenoma C. Fibroangioma D. emfisema C. intraductal papillomatosis 252. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. infeksi virus 255. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. defisiensi vitamin C C. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. dopamin B. transamin 253. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. bronkopneumonia 254. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. bradikinin D. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. CLL .

miliar 258. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. cold abses C. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. fibrokistik D. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. vagus 260. Neisseria gonorrhea E. nervus femoralis E. Treponema pertenue D. Karsinoma sel basal B. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Komplek ghon B. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Treponoma pallidum C. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. Hemofilus ducreyi B. nervus tibialis C. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. Melanoma Lentiginosa E. nervus fibularis D. CML E. Nevus Pigmentosus D. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. Karsinoma sel skuamosa 259. scrofula E. ulnaris E.tampak kurus. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya.D. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. nervus vagus B. Clamidia trachomatis 257. Melanoma Maligna C. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. radialis D. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. DIC 256. axillaris C. brachialis B. nervus ischiadicus .

Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. Dia juga mengaku memiliki nafsu . ligamentum lata E. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. terutama pada saat perut kosong. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. apneurosis abdominalis interna B. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. Spondilolisthesis D. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. metampiron E. peritoneum parietal C. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. ibuprofen C. bronkiektasis D. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. kloramfenikol 265. kanalis inguinalis D. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Spondilosis 264. Selain pengobatan dengan H2 bloker. fascia lata 263. pneumothorax E. emfisema B. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. emboli paru C. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Pasien penggemar minuman kopi. Pasien adalah seorang perokok berat. amoksisilin D. bronchitis kronis 262. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Ankylosing spondylitis C. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. Hernia Nukleus Pulposus B. aspirin B. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah.261. Fraktur vertebra E.

Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu.tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Injeksi penisilin E. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Neisseria gonorrhoeae B. antihistamin C. konsistensi padat kenyal. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. dan terasa nyeri. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Chlamydia trachomatis C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. dan berbatas tegas. Pancreatitis akut D. acyclovir oral D. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Cholangitis akut B. Graves disease C. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. darah banyak. Perforasi akut pada kantung empedu E. irreguler. Cholesistitis akut C. Sirosis biliaris 267.makan yang baik. temperature 36. Goiter multinoduler 266. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. sudah menikah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Candida albicans D. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. NSAID oral B. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Treponema pallidum E. Seorang perempuan berusia 45 tahun. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Mukosa vagina tampak merah. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Servik terlihat normal. Defisiensi iodine D. bengkak.9oC. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Herpes simplex 269. Kanker tiroid B. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. Tiroiditis Hashimoto E. Adenomiosis B. Mioma uteri . indometasin oral 268. Keluhan disertai demam dan mual.

Azoospermia dan teratozoospermia E. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Karsinoma mammae B. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Kistoma ovarium D. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. dapat digerakkan. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. HIV D. HSV tipe 1 B. batas tidak tegas. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Benjolan tidak terasa nyeri. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . Karsinoma mammae B. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. berbatas tegas. motilitas 18%. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. Fibrocystic disease D. Fibroadenoma mammae C. warna putih . jumlah sperma 15 juta/cc. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. Tumor phyloides E. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. 271. Kista dermoid E. sperma berbentuk normal 45%. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. terdapat flek. Azoospermia dan astenozoospermia C. konsistensi kenyal. Tumor phyloides E. EBV E. 272. C. 273. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan.270. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Fibrocystic disease D. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. HPV C. bau khas. Fibroadenoma mammae C. 274.

Kandidiasis D. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Tinea Korporis C. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Glaukoma Akut B. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. mual dan muntah. Pemeriksaan tinja apung C. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Endolftamitis E. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. skuama tipis. Pemeriksaan tinja langsung B. Tinea Versicolor 277.A. dan satelit papula. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Ulkus Kornea 279. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. frekuensi nafas 26 x/menit. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. denyut nadi 90 x/menit. Dermatitis seboroik E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Pemeriksaan analisa sperma B. tekanan darah 110/60 mmHg.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Pemeriksaan tinja endapan D. Mobilisasi sendi D. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. didapatkan hasil (+)(+)(-). Panoftalmitis C. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Uveitis Anterior D. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Debridemen luka B. Elevasi tungkai E. Pemeriksaan Harada Mori E. Fiksasi interna C. Tinea Kruris B. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Pembidaian 276. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pemeriksaan patensi tuba C.

denyut nadi 85x/menit. Osteoporosis E. trombosit 250. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Fluorokuinolon 282. hematokrit 40 vol%. Amoksisilin E. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Kotrimoksazol D. frekuensi nafas 20 x/menit. denyut nadi 90x/menit.000/ul. Osteoarthritis C. Abortus Insipiens B. Abortus Iminens C.000 /ul. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. temperatur 37. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu.Burney. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Keluhan disertai nyeri kepala. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Tiamfenikol C. mual. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. kavum douglas menonjol. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Torsi Kista Ovarium E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. frekuensi nafas 24 x/menit. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. temperatur 36. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. mual dan muntah. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Pseudogout 283. frekuensi nafas 20x/menit. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Kehamilan Ektopik Terganggu D. terdapat Rovsing sign. muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. berat badan 80kg. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Arthritis Rheumatoid B. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Kloramfenikol B. leukosit 13. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. eritrosit 4juta/ul. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Arthritis Gout D. denyut nadi 110 x/menit. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. dan didapatkan nyeri goyang servik. Segera lakukan Rontgen toraks C.8 ºC. G1P0A0. Pemeriksaan βHCG urin positif.2ºC. dan tidak buang air besar selama 3 hari. Apendisitis . Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Segera lakukan tes tuberkulin D. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan.B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

Biopsi limponodi servikal . perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. tidak nyeri tekan. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. 286. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. denyut nadi 80 x/menit. Pasien tidak mau makan dan rewel. kesadaran kompos mentis. Barium enema B. Limfadenitis TBC D. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. tampak bengkak dan hiperemis. lien tidak membesar. denyut nadi 80 x/menit. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. konsistensi kenyal. USG abdomen E. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Limfoma maligna E. Lekemi mieliod akut C. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. kesadaran kompos mentis.2ºC. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. temperatur 37. Otitis media akut stadium supurasi D. Kolik Ginjal D. tidak nyeri tekan. frekuensi nafas 22 x/menit. Endoscopy D. temperatur 38˚C. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu.284. Keluhan disertai sakit kepala. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. tekanan darah 120/80 mmHg. konsistensi kenyal. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. Colonos copy C. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. denyut nadi 84 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. batuk-batuk. 285. Otitis media akut stadium perforasi E. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. B. 287. Kolik Ureter E. Graves ‘Disease’ B. Amoebiasis C. jantung dan paru normal. Otitis media akut stadium presupurasi C. Pasien merasa nyeri perut kanan atas.

tidak nyeri tekan. kesadaran kompos mentis. Antitiroid C. X Foto Thorax 288. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. USG Tiroid E. Antibiotic B. Gambaran darah tepi C. konsistensi kenyal. T4 dan TSH D. denyut nadi 80 x/menit. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Kadar T3. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Vitamin B . Hormon tiroid D. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan.B. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Sitostatika E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful