SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

dan aktifitas fisik. Uji Kai Kuadrat B. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Rasio prevalensi D. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Uji ANOVA satu arah 15. Uji T independen C. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. Rasio odd B. Koefisien kontingensi E. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Risiko relatif C. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Uji Korelasi Kanonikal 17. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Data diasumsikan terdistribusi normal. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Uji Korelasi Pearson E. Log-linear D. Regresi logistik B. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi.orang mendapatkan lamivudin. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Regresi linear C. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. merokok. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Uji T berpasangan D. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Regresi Cox E. Population attributable risk 16.

Korelasi spearman C. Uji T Independen C. VT pembukaan 7 cm. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. TFU 30 cm. Eritrasma B. kepala turun . Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. tekanan darah 120/80 mmHg. Uji Mann-Whitney E. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Setelah pengolahan data dilakukan. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. tercium bau buah segar. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Korelasi parsial 19. Uji Wilcoxon 18. DJJ 12-11-12. Uji Kruskal-Wallis B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A.studi ini.45. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Regresi logistik E. Injeksi insulin intravena B. denyut nadi 120 x/menit. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Dermatitis kontak alergika 20. Kandidasis kutaneus E. letak kepala puki. tampak makula eritematosa. Pemberian natrium bikarbonat D. Setelah 12 minggu perlakuan. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Rehidrasi cairan intravena C. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. hiperpigmentasi. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. kulit ketuban tidak ada. temperatur 38. frekuensi napas 32 x/menit dalam.2˚C. kulit kering. Ptiriasis rosea D. Uji T berpasangan D. skuama dan papul-papul. Tinea kruris C. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Regresi linear D. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. Korelasi pearson B.

pustula. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. Sulfametoksazole 25. Siprofloksasin E. refleks pupil baik. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Ulkus duodeni C. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Hepatitis akuta 23. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. dan krustae hitam di sekitar hidung. hematom palpebra. Manitol C. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. pupil bulat regular. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. khemosis. Kloramfenikol D. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. Terapi apakah yang paling tepat? A.Hodge 2+ UUK kiri lintang. edema . khemosis. Edema kornea E. Isosorbid D. Perdarahan subkonjungtiva B. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Hematom palpebra C. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. kripte iris baik. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Ulkus ventrikuli B. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. hingga seluruh tubuh. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. hematom palpebra. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. Ampisilin B. Plapebra khemosis D. Thiazid B. Nyeri hilang dan timbul. Kolelitiasis D. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. perdarahan subkonjungtiva. lensa jernih. Hifema 26. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Asetazolamid 24. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. Pankreatitis E. perdarahan subkonjungtiva. Gentamisin C. Furosemid E. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. edema kornea. tangan. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu.

Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Nyeri dada kanan 30. OAT kategori 2 C. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Kampimetri D. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Refraktometri B. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. lensa jernih. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer.52. Asam mefenamat B. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Badan demam ringan C. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. OAT kategori 1 B. Penyakit paru obstruktif ringan . Penyakit paru restriktif moderat C. Keratometri C. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Terapi simtomatis E. refleks pupil baik. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Paracetamol C. Penyakit paru restriktif ringan B. Piroksikan E. pupil bulat regular. refleks fundus suram. Badan demam ringan. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Sesak nafas progresif B. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Aspirin 29. kripte iris baik. Biometri 27. OAT kategori 3 D. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Metampiron D. Pasca operasi katarak D. Nyeri kepala tegang E. Tonometri E. OAT dan Quinolon 28.kornea.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Medulla spinalis segmen C7 46. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Medula spinalis segmen C 5 E. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Captopril E. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Ketokonazol D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Medula spinalis segmen Th 4 B. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Medula spinalis segmen Th 10 B. tonus otot meningkat bilateral. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Metampiron C. Piroksikam B. Griseofulvin . Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Diltiazem 48. Natrium diklofenak 47. Propanolol D. Deksametason D. frekuensi napas 20x/menit. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. nadi 80x/menit. Medula spinalis segmen L 1 45. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Flusitosin C. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Medulla spinalis segmen Th 12 C.hipestesi setinggi umbilikus. sering pusing dan kakinya membengkak. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Medula spinalis segmen C 5 D. Asam mefenamat E. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Medulla spinalis segmen C7 E. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak.5 mg/dl. Itrakonazol E. Medula spinalis segmen Th 10 C. Nifedipin C. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Hidroklorotiazid B. Amfoterisin B B.

Kobis D. Hiperurisemia. asam urat 10 mg/dL. Diabetes Melitus Tipe 2 C. tinggi badan 171 cm. Flusitosin C. Dislipidemia. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. lingkar pinggang 73 cm. trigliserid 183 mg/dL. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Diabetes Gestasional D. Hipertensi E. Diabetes Insipidus 53. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Wortel 52. Jeruk C. Amfoterisin B B. HDL-kolesterol 32 mg/dL. tinggi badan 171 cm. asam urat 10 mg/dL. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Sindroma metabolik 51. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Ketokonazol D. D.5 mg/dl. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. trigliserid 183 mg/dL. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. C. HDL-kolesterol 32 mg/dL. hematokrit 22. MCV 82 fL. Mlinjo E. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. lingkar pinggang 73 cm. tekanan darah 140/ 90 mmHg. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip.49. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. Griseofulvin 50. Tomat B. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. Itrakonazol E. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. kadar . Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora.4%. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Obesitas. B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Diabetes Tipe lain E.5 g/dL.

Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Tekanan darah 130/80 mmHg. Struma koloid D. kontrol 6 bulan lagi 55. Kedua orangtuanya pasien DM. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. diet. tak nyeri tekan. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. Defisiensi vitamin C 54. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. latihan jasmani yang cukup.kreatinin serum 4. Kurang asupan yodium B. Diet dan minum obat glibenklamid C. Status gizi kurang. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Penyakit Grave B. Diet. Hasil pemeriksaan fisik baik. denyut nadi 104x/ menit. Edukasi. Struma Hashimoto . Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Struma nodusa C. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Defisiensi besi B.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler.8 mg/dL. Kurang asupan kalsium D. keton uria (+++). Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. diameter 4 cm. suhu 37oC. Defisiensi eritropoietin E. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. dan pemberian OAD D. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. dan minum obat glikuidon E. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Defisiensi vitamin B12 D. Kurang asupan kalium 57. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. latihan jasmani. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. Defisiensi asam folat C. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. KEP (Kurang Energi Protein) C. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. frekuensi napas 30x/ menit.

bau nafas berbau khas. . free T4 menigkat. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. frekuensi napas 20x/menit.E.50C. Tiroiditis subakut 59. Propil tiourasil E. Penyakit Hashimoto 62. Operasi B. Pelemas otot B. Kortikosteroid E. free T3 dan free T4 meningkat. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Antihistamin D. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Struma koloid B. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Tiroiditis B. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Penyakit Grave D. Iodium redioakti 61. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Kretinisme C. Radiasi C. Struma multinodular toksik E. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. nafas cepat dalam. Struma difusa nontoksik 58. sesak. Antihipertensi 60. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. sering pusing dan kakinya membengkak. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. Hiportiroidisme E. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Analgetik C. Diazepam D. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Struma Hashimoto D. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. denyut nadi 80x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. suhu 38. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Penyakit Grave C.

Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Tuberculosis paru D. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Hipoglikemia 64. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. nafas cepat dalam. Aditus laryngeus . Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Laryngopharynx C. Gula darah sewaktu 63. kaptopril dan furosemid. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Foramen ovale B. Nefropati diabetikum C. Membran vestibularis C. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Endolymphe 65. pharynx hyperaemia (++). kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Oropharynx D. propanolol. C-peptide C. sesak. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. HbA1C B. Nasopharynx E. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Larynx B. Muskulus tensor tympani E. suhu badan 39 C. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Analisis gas darah E. Ketoasidosis E. kekakuan pada sendi pengungkit D. bau nafas berbau khas. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Pada pemeriksaan anak tampak lemas.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Neuropati diabetikum B. Keton darah D. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A.

Respirasi 20x/menit. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. tonsil terdapat eksudat.10 C. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. 6 th. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle.300/ul. Seorang anak laki-laki. Streptococcus pyogenes D. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Rinosinusitis kronik D. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Tonsilopharingitis kronis E. propanolol. Kultur kuman dari swab tenggorok E. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Foto rontgen kepala C.300/ul. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Saat berobat kembali ke rumah sakit. tidak ada batuk pilek. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Coronavirus 70. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . terdapat detritus. Tonsilitis kronik C. Biopsi limfonodi cervical D. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Tensi 120/80 mmHg. 6 th. kaptopril dan furosemid. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. Mycoplasma pneumoniae B. ECG B. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. tenggorokan gatal dan susah menelan. Berat badan 25 Kg panas 37.67. tenggorokan gatal dan susah menelan. Nadi 80x/menit. Virus human influenzae E. Seorang perempuan usia 18 th. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Adenoiditis B. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Staphylococcus aureus C. tonsil terdapat eksudat. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. fibrosis. tidak ada batuk pilek. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Seorang anak laki-laki.

Cairan Ringer lactate E. Tanpa dehidrasi B. kehausan.A. cairan menyerupai air cucian beras.pada kripte liberkuhn D. Pemeriksaan ECG B. Menghambat pompa Natrium B. perut hypertympani. Seorang perempuan usia 18 th. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. kehausan. turgor kulit < 2 detik. Dehidrasi sedang D. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Terapi radiasi 73. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Tonsilektomi B. Pemeriksaan foto thoraks E. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. cairan menyerupai air cucian beras. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. tidak ada nafsu makan. Pemeriksaan darah rutin D. fibrosis. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. terdapat detritus.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. turgor kulit < 2 detik.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Diet rendah lemak C. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. kehausan. Tensi 120/80 mmHg. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Cairan Darrow B. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Khemoterapi E. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Respirasi 20x/menit. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Meningkatkan absorbsi Cl. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Dehidrasi ringan-sedang E. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Cairan D ¼ S 76. kepala pusing. lidah kotor. Nadi 80x/menit. turgor kulit < 2 detik. Cairan KA-EN 3A C. Cairan KA-EN 3B D. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. cairan menyerupai air cucian beras.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Pemeriksaan ASTO C. Total Bedrest (rawat inap) D. Dehidrasi berat 74. Dehidrasi ringan C. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. E. Dokter .

Keratosis seboroik B. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. siku. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. Enzym urease pada serum 78. Lesi mengenai wajah. E. dan lutut.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Photo BNO C. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Anti inflamasi D. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Setelah minggu kedua E. siku. Anti bakteri B. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. bokong. Nadi 88x/menit. terasa perih. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pada Minggu pertama B. 79. B. bokong. kulit kepala berambut. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Respirasi 20x/Meint. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. Ptiriasis rosea 80. Anti jamur E. Tekanan darah 140/90 mmHg. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. Lesi mengenai wajah. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. mengeluh adanya bercak kemerahan. Dan lokasi ujud . Ultrasonografi abdomen. Setiap saat 77. bersisik tebal. Psoriasis D. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. kulit kepala berambut. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. OMD. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. mengeluh adanya bercak kemerahan. Anti histamin 81. Dari pemeriksaan perut membesar. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. dan lutut. CT Scan abdomen D. Dermatitis seboroik C. Anti virus C. Endoskopi saluran pencernaan. kaki bengkak. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. bersisik tebal. Setelah minggu pertama C. Eritroderma E. Pada Minggu kedua D.

kelenjar submandibula pada palpasi sakit. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Furosemid D. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. ulkus diameter 2-3 mm. Aphthous ulcers C. bula dan pustule. Pirazinamid (Z) D. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Pemeriksaan lampu Wood B. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. vesikel. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Rosasea 82. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Milia C. demam dan penurunan nafsu makan. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Miliaria B. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Propanolol E. belum menikah. Herpetic gingivostomatitis E. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. Streptomisin (S) . Rifampisin (R) B. Pada anamnesis batuk disertai dahak. tampak beberapa ulkus pada lidah. Stomatitis aftosa rekuren D. mukosa bukal dan bibir bawah. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Ulcerative gingivostomatitis 84. Gingivitis akut B. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Etambutol (E) E. Reserpin 85. Isoniazid (H) C. Seorang perempuan berusia 37 tahun. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. tepi menggaung dan eritematous. G2P1A0. terutama pada telapak kaki. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Hidradenitis suppurative E. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Kaptopril C. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. Akne vulgaris D. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. HCT B. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. hilang timbul dan berpindah tempat.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri.

Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Kelainan genetik pankreas 90. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. sesak nafas dan demam.86. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Dokter merencanakan pemberian insulin. frekuensi nadi 110 x/menit. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. lebih suka posisi duduk. Reaksi autoimun pada sel beta . Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Injeksi metilsantin E. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Insulin diberikan sebelum tidur C. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Gangguan sekresi postprandial B. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Inhalasi agonis β2 B. Oral bronkodilator 87. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Hipersekresi insulin saat makan C. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Inhalasi kortikosteroid C. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. frekuensi napas 32 x/menit. Injeksi kortikosteroid D. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu.

Mencegah retinopati C. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Mencegah nefropati D. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. SGOT . Mencegah hipoglikemia E. infus NaCL tetesan cepat D. Dari anamnesis ke keluarga. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi.E. tetapi pasien masih rajin minum obat. Pembakaran lemak karena obesitas 91. bolus Dextrose 40% iv E. Seorang perempuan 30 tahun. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Gangguan otonomik B. Refleks patologis negative. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Gangguan neurogenik C. GCS 2-1-3. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Mencegah neuropati B. G1P0A0. tinggi badan 162 cm. Gangguan respirasi E. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. sulit tidur. keringat dingin dan jantung berdebar. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. infuse RL tetesan cepat B. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. pasien sebelumnya mengalami demam. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Mencegah ketoasidosis 93. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. injeksi insulin dosis tinggi 95. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Berat badan 80 kg. Gangguan hemostatik D. dan mata kabur. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Gangguan vaskular 94. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C.

Koma uremik 96. antibiotik intravena B. Blokade produksi prostaglandin B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak.3 mg/dL . sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Ureum 40 mg/dL. SGPT 30 mg/dL. Sangat peka terhadap opioid C. perdarahan intracerebral E. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. hiperemis.3 mg/dL . kejang umum 3 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Koma hepatikum E. infeksi meningeal 100. rehidrasi cairan D. drip neuroprotektan E. Koma septik D. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. tanpa tanda lateralisasi. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. Peningkatan permeabilitas membran 98. injeksi antipiretik 97. Penghambatan produksi bradikinin D. Blokade produksi ciclooxygenase C. Ureum 40 mg/dL. Sebelumnya. SGOT 23 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. pasien sebelumnya mengalami demam. Koma ketoasidosis C. GCS 2-1-3. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Refleks patologis negative. Creatinin 0.23 mg/dL. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. dosis OAD ditingkatkan C. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. gangguan elektrolit D. Creatinin 0. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. Koma neurogenik B. Dari . Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Dari anamnesis ke keluarga. SGPT 30 mg/dL. dan teraba hangat.

morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Jika ternyata penderita tersebut koma. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. A. Melakukan gerakan spontan D. 104. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh.101. Kesadaran GCS E3V3M3. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. ekstasi E. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. digoksin B. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. tekanan darah 120/80. Toxoplasmosis B. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Cerebral malaria E. A. Aseptic meningitis D. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. diethylether C. Cerebral tuberculoma C. Lebar jejas jerat 4 cm. parasetamol D. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. warna dasar coklat tua. diazepam C. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. mungkin ada keracunan . Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. 102. ekstasi (MDMA) E. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. Bendungan pembuluh darah . Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. nafas lambat. 103. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. dan kulit terasa kering. pentotal D. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. A. nafas lambat. tekanan darah 120/80. tepi bengkak. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. dan kulit terasa kering. phencyclidine B. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Kerusakan organ dalam leher C.

Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. tepi bengkak. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Tanda asfiksia 107. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Kulit 108. 250-<350 mg/dL D. warna dasar coklat tua. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Urin C. Sianotik pada mukosa dan kulit C. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Hati D. 30-<90 mg/dL B. Rambut E. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. 350-<400 mg/dL E. Tanda perlawanan korban E. kadang hanya rasa tidak enak badan. Lebar jejas jerat 4 cm. Darah B. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Lebar jejas jerat 4 cm. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Bendungan pembuluh darah E. tetapi sempoyongan. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Apakah sampel yang paling tepat? A. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat.D. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Saat memasuki ruangan. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. meninggal dunia. >400 mg/Dl 109. tepi bengkak. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Refleks vagal E. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Kerusakan organ dalam leher D. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Mati lemas 106. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. 90-<250 mg/dL C. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Gejala penyakit tidak khas. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. warna dasar coklat tua. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Mati lemas 105. menabrak pohon. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau.

Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. untuk dibuatkan visum et repertum. kira-kira jam 04. Terdapat memar pada kepala E. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. bayi lahir hidup E. Terdapat fraktur cricoid C. Accidental poisoning D. Iatrogenic poisoning 110. antara jam 00. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Hari Senin. Tidak ditemukan cedera D. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Hari Senin. kecuali sendi kedua lutut. jam 02. Experimental poisoning B.00 hari yang sama E. antara jam 00. Experimental poisoning B.00-08. Analgesik lokal C. Terdapat luka tusuk B. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. bayi aterm B. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Deliberate poisoning E. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Intentional poisoning C.00 C. Hari Minggu. bayi mati tenggelam 113.00. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal.00-04.00-12. Antidepresan . Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak.00 D. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. bayi asfiksia D. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A.A. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan.00-24. Apakah terapi yang paling tepat? A. Accidental poisoning D. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Iatrogenic poisoning 111.00-15. Intentional poisoning C.Hari Senin. Hari Minggu antara jam 12. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Deliberate poisoning E. Terapi kerja berkelompok B.00 B.00 114. bayi viable C.

Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. muntah. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Pemberian antipsikotik B. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. nyeri dada. Hipokondriasis E. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Gangguan somatisasi D. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116.D. Gangguan panik E. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Suspect penyakit kardiovaskular B. Gangguan nyeri psikogenik C. Hipokondriasis 118. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . nyeri kepala. Gangguan Somatisasi D. Ventilasi 115. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Anxyolitic E. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Pemberian antidepresan C. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. jantung berdebar-debar keras. pandangan mata dobel. mual. Terapi kerja berkelompok D. Ganguan panik 119. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Ventilasi E. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Ketergantungan pada proses rawat inap B. haid tidak teratur. berkeringat dingin. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Gangguan nyeri psikogenik C. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas.

Antibiotika C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Bronchitis kronis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Antipiretik E. Efusi pleura D.terakhir. Kortikosteroid E. batuk dan dahak disertai darah. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pneumonia B. denyut nadi 120 x/menit. nadi 110 x/menit. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. frekuensi napas 60x/menit. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Antibiotika 121. Ekspektoran D. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. Pada riwayat keluarga. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. denyut nadi 94/menit. Pada riwayat keluarga. Emfisema 120. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Golongan ß-2 agonis 123. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Atelektasis E. frekuensi napas 32x/menit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Mukolitik B. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. dan ekspirasi memanjang. denyut nadi 110 x/menit. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. dan ekspirasi memanjang. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Kortikosteroid C. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Tuberkulosis C. Foto polos thorax memperlihatkan . Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Asma bronkial D. Bronkiolitis 122. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. frekuensi napas 32x/menit. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Oksigenasi D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. tekanan darah 140/90 mm Hg. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. sesak terutama setelah beraktivitas. denyut nadi 120 x/menit. Bronkodilator inhalasi B. Asma bronkial C. frekuensi napas 60x/menit. Bronkitis kronis E. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru.

Tuberculosis paru 124. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Angina pektoris stabil E. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Non STEMI 126. Pancoast tumor C. Histoplasmosis D. Carcinoma of bronchus E. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Bronkitis kronik E. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Angina pektoris tidak stabil D. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pneumonia B. Abses paru B. Bronchial Carcinoid D. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Bronkiectasis C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A.

Perokok . Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Phlebitis E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Trombosis vena profunda B. Regurgitasi mitral E. Stenosis mitral C. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. disertai nyeri. Hipoalbuminemia D. Insufisiensi tricuspid 128. Selulitis 129. Stenosis aorta B. Echocardiografi E. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Test uji latih jantung atau treadmill test B. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Enzim jantung 127. Regurgitasi aorta D. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Limfedema kronik C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. Thalium scanning D.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. frekuensi napas 24 x/menit. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. denyut nadi 100 x/menit. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A.

Dislipidemi D. denyut nadi 110 x/menit. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Hipokondriasis 132. Hipertensi C. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. CK 131. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Diabetes Mellitus E. Pneumonia C. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Troponin I B.B. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. CK MB C. LDH E. frekuensi napas 28 x/menit. Thymoma B. tekanan darah 160/100 mmHg. Gangguan jantung tersembunyi B. Gangguan nyeri psikogenik C. SGOT D. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Gangguan panik E. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Gangguan somatisasi D. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Pneumothorax sinistra . Terdapat riwayat hipertensi. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. dan suara vesikuler menurun. perkusi redup. Usia pasien yang 46 tahun 130.

Bronkiektesis 137. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. tekanan darah 160/100 mmHg. Pungsi pleura B. Pneumonia C. frekuensi napas 28 x/menit. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Efusi pleura sinistra E. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Kardioversi B. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Mediastinal mass E. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Water seal drainage (WSD) D. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Antibiotika E. denyut nadi 110 x/menit. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. COPD B. Manuver vagal D. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. tidak tinggi disertai keringat malam. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. Hernia diaphragmatica 135. Pneumothoraks D. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Furosemide C. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Asma Bronkhial E. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Injeksi digitalis C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pasien juga mengeluh demam. menahan kencing (katheter di klem) . Pneumothorax D. frekuensi napas 24 x/menit. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. puasa makan dan minum B. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. Tuberkulosis Paru B. Terdapat riwayat hipertensi. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Hernia diafragmatika 133. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi.D. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Apakah terapi yang paling tepat? A. minum banyak. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. dan suara vesikuler menurun. denyut nadi 140 x/menit. Injeksi adenosine E. Bronkhitis kronis C. Inhalasi B2 agonis 134. Injeksi sulfas atropin 136. perkusi redup. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter.

kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. tes alergi 138. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. pusing. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. ureterolithiasis C. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. disertai mual. mual. spondiloarthrosis lumbales E. pielografi intra vena E.39. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. dan eritrosit pucat 3-4/LP. kreatinin 1. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. cholelithiasis D. Nefritis C. urin pagi hari 142. urin pancar tengah D. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut.8. Pyelonefritis . pielografi anterograd C. Saat diperiksa penderita demam. teratoma 141. kreatinin 4. nefrolithiasis B.31 mg / dl. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. cholelithiasis D. urethrolithiasis C. pankreatitis 140. sel epitel 2-4/LP. urin acak B. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. nephrolithiasis B. urin malam hari E. kreatinin 4. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. urethrografi B. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. eritrosit +3.39. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. dan eritrosit pucat 3-4/LP. urin tampung C. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. Sistitis B. protein (-). vesicolithiasis E. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). tanpa persiapan E. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. sel epitel 2-4/LP. disertai mual. cystografi 139. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut.D. pielografi retrograd D. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++.8. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51.

Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. analgesika 144. Glomerulonefritis kronik E. kateterisasi B. kemerahan. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Nefritis interstisial kronik C. Bandage C. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Sindrom nefrotik 143. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Hiperurikemia 146. frekuensi napas 24x/menit. Glomerulonefritis E. Kondisi gips 148. kadar kreatinin pasien adalah 1. Glomerulonefritis akut D. Pembedahan 147. Rheumatoid arthritis B. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Rhematic fever D. Peningkatan rasa nyeri C. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.0 mg/dL. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. pungsi supra pubik C. Gips s sirkular E. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Sling B. diuretika D.D. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Gangguan motorik D. Satu bulan yang lalu. Osteoartritis E. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. antibiotika E. dan terasa nyeri. suhu 370C. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. gagal ginjal kronik 145. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Volar slab D. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. . Gout arthritis C. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Rasa gatal E. denyut nadi 100x/menit.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl.

Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 1. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. konsistensi cair. Kategori 2. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Syok anafilaktik D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A.volume ½ . Syok neurogenik C.1 gelas tiap buang air besar. 2RHZE + 4RH B. Asidosis respiratorik E. TB paru kasus gagal pengobatan B. Kategori 3. Alkalosis respiratorik 149. Syok hipovolemik E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. TB paru kasus putus obat D. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Kategori 3. 2RHZ + 4RH E. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. TB paru kasus baru 152. Syok obstruktif 151. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. demam dan berkeringat pada malam hari. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. Ketoasidosis B. TB paru kasus resistensi obat C. TB paru kasus kambuh E. kesadaran somnolen. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Alkalosis metabolik D. Syok kardiogenik B. Kategori 1. Asidosis metabolik C. 2RHZ + 4RH C. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. 2RHE + 4RH 150. Batuk berdahak warna kekuningan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. sedikit ampas.

Eosinofilia C. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Medula spinalis segmen L 1 D. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medulla spinalis segmen Th 12 C. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen C 5 C. Neutrofilia B. Medula spinalis segmen C 5 D. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A.A. Medula spinalis segmen L 1 D. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Cluster headache E. Neutropenia 153. terutama sekitar lubang dubur. Basofilia D. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Kauda equine 156. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Limfopenia E. Medula spinalis segmen Th 10 B. Vertigo 154. Migrain tanpa aura D. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Migrain dengan aura C. Medula spinalis segmen Th 10 B. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. tonus otot meningkat bilateral. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen L 1 . Conus medularis E. Medula spinalis segmen Th 10 B. Kauda equina 155. Conus medularis E. namun tidak muntah. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Medulla spinalis segmen C7 E. Tension type headache B.

Pemfigus 161. Ayahnya seorang penderita asma. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. skuama halus dan likhenifikasi. Sindroma Steven Johnson D. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. muntah-muntah. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.157. Neurodermatitis E. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Pasien mengeluh nyeri kepala. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Epinefrin D. batas tidak tegas. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Neostigmin 159. mata hyperemia konjungtiva. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Medulla spinalis segmen C7 C. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. tonus otot meningkat bilateral. hiperlakrimasi. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Papaverin E. Dermatitis kontak iritan 160. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Eksema vulgaris C. hiperhidrosis dan bradikardi. sebagian telah pecah membentuk erosi. Medula spinalis segmen C 5 B. Dermatits kontak alergika C. Medula spinalis segmen Th 10 E. hipersalivasi. Dermatitis alergika B. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Atropin B. Dermatitis kontak iritan E. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Neurodermatitis . Urtikaria D. Medula spinalis segmen Th 4 D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Nekrolisis epidermal toksik B. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Dermatitis kontak alergika B. Dopamin C. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara.

Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Pemeriksaan protein total E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. TSH. Pasien sering merasa gelisah. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. T3 dan T4 menurun E. Hifa pada pemeriksaan KOH B. tampak makula eritematosa. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. lembek. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. T3 dan T4 meningkat C. Pemeriksaan Hb 164. tanpa lendir maupun darah. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. sulit tidur. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Ptiriasis rosea D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. TSH menurun. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. T3 dan T4 meningkat B. kelemahan dirasakan semakin berat. TSH menurun. denyut jantung 120 x/menit. mata eksoftalmus. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. Tinea corporis E. sehari 3-5 x/hari. TSH meningkat. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. TSH. sebanyak + ½ gelas air mineral. hiperpigmentasi. T3 dan T4 normal D. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. T3 dan T4 menurun 163. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. pembesaran kelenjar tiroid difus. hingga tidak mampu beraktivitas. Kokus gram positif pada pengecatan gram . Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Psoriasis 162.C. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Pemeriksaan elektrolit darah D. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. frekuensi napas 24 x/menit. mudah lelah dan mengalami diare. akral teraba hangat. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Pemeriksaan pH darah 165. Pemeriksaan pH darah E. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. skuama dan papul-papul. Pemeriksaan elektrolit darah D.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Krim C. gelisah dan sulit tidur. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Streptococcus βhemoliticus B. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pseudomonas aeruginosa 167. Sindroma Stevens Johnson D. tidak tahan panas. Gel B. sekret berbau. Pasien juga mengeluh demam. Psoriasis C. punggung serta tepi rambut kepala. Clostridium perfringens C. tertutup skuama tebal berwarna putih. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. terdapat jaringan nekrotik. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. edema. Obat kocok 170. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Staphylococcus aureus E. Eritroderma E. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Salep D. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Herpes zoster 169. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Psoriasis 168. Bedak E. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Badan terasa lemah. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur.E. Dermatitis kontak C. Dermatitis seboroik B. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. tertutup skuama tebal berwarna putih. Pemfigus E. proptosis bola mata. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. tekanan darah 140/90 mmHg. Bacillus cereus D. Eritroderma B. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . pembesaran kelenjar tiroid difus. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. punggung serta tepi rambut kepala. Ptiriasis rosea D. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut.

Perchlorate 171. Oligoastenoteratozoospermia 172. Sublimasi E. Melakukan ventilasi tekanan positif D. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. 131 I D. Memberikan rangsang taktil B. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. yaitu kurang dari normal. Methimazol B. Regresi B. Oligoastenozoospermia D. Normozoospermia B. Skala interval E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Represi C. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok.A. b=20%. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. tampak biru. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. lemah. Proyeksi D. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. normal dan lebih dari normal. Introyeksi 173. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. morfologi 80%. c=25%. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Oligoteratozoospermia E. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Levothyroxine E. denyut jantung 90 x/menit. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Skala nominal D. d=10%. Skala Gutmann 175. Skala ordinal C. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. motilitas : a=45%. Oligozoospermia C. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Skala rasio B. Propilthiouracil C. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Melakukan kompresi jantung C.

Abses nasi C.waktu dan tenaga yang dimiliki. Kadar hemoglobin C. frekuensi napas 80 x/menit. denyut jantung 172 x/menit. Kultur darah D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Cluster Random Sampling C. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Gangguan panik B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Sinusitis maksilaris akut 178. Polip nasi B. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Gangguan psikotik akut D. Sinusitis maksilaris akut 179. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Polip nasi B. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Rinitis alergi D. Kadar glukosa darah . Sistematic Random Sampling B. Quota Sampling 176. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. retraksi dinding dada. Gangguan bipolar manik C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rinitis vasomotor E. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Gangguan waham 177. Bayi tampak lemah. Simple Random Sampling D. sianosis dan merintih. Snowball Sampling E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Concha polipoid D. Skizofrenia paranoid E. tidak menangis. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Analisa gas darah E. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Abses nasi C. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Rinitis alergika E. Hitung jenis leukosit B. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu.

Pankreatitis E. tekanan darah 70/50. badan terasa lemah. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Memberikan sisipan 1RHZE C. Keluhan batuk. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Plasenta dupleks 183. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. berbatas tegas dan teraba hangat. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Myoma uteri E. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. berat badan menurun. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Rifampisin E. Ruptur vagina D.180. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Ulkus ventrikuli B. Isoniazid 182. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Inversi uteri B. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Ethambutol C. warna merah kebiruan. Memberikan sisipan 1RHZES D. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Kolelitiasis D. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Ruptur uteri C. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Hepatitis akuta 184. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Pirazinamid D. Nyeri hilang dan timbul. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Streptomisin B. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Nafsu makan menurun. denyut nadi 136 x/menit lemah. Ulkus duodeni C. frekuensi napas 28 x/menit. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan.

tes undulasi (+) E. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. tidak teratur. Keluhan disertai mual dan muntah. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Sinus takikardi D. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. defens muskuler C. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Pada saat dilakukan palpasi perut. Sinus takikardi D. Pada inspeksi pasien tampak . appendicitis D. Sinus bradikardi E. Sinus bradikardi C. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. nefrolitiasis E. fecalith 189. hidronefrosis B. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. predominan tympani B. di regio inguinal kiri didapatkan redup. shiffting dullnes D. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Sinus bradikardi D. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Supraventrikuler takikardi B. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. denyut nadi 140x/menit. denyut nadi sulit ditentukan. Seorang laki-laki umur 40 th. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Supraventrikuler takikardi B. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. RBBB B. Sinus takikardi E. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Normo sinus rythm C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Normosinus ritme 186. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A.C.9 °C. Atrial flutter 187. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. hiperperistaltik 190. temperature 36. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Aritmia C. Atrial fibrilasi E. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. vesicolitiasis C. Atrial fibrilasi 188.

luka robek di lengan bawah. akral dingin dan pucat. deformitas (+). Penjahitan luka B. Immobilisasi D. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Pembersihan luka D. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Pertemuan tepi lateral kanan m. Fraktur patologis D. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Fraktur kompresi . Diit cukup karbohidrat C. dan icterus . Fraktur impresi B. Olahraga 30 menit/hari D. tekanan darah 110/70 mmHg. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. Penurunan BB 3 kg/mg B. frekuensi napas 24 x/menit. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. mata kuning. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Reposisi B. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. nyeri tekan (+). Fraktur impaksi C. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Pemberian analgetik E. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. nyeri sumbu(+). Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Konsumsi penghancur lemak E. hepatomegali. nyeri sumbu (+). nyeri tekan (+). frekuensi napas 30 x/menit. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Kenali dan hentikan perdarahan 193. nyeri sumbu (+). Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. ascites minimal. pembesaran lien.pulsasi nadi lemah. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Reposisi-immobilisasi 194. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. deformitas (+). gatal-gatal. TB 155 cm. Airway management E. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. denyut nadi 80 x/menit. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Pemasangan infus C. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. Fraktur kominutif E. mengerang kesakitan. tidak ada riwayat trauma. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Resusitasi C. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13.

Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. denyut nadi 120 x/menit.195. Debridement C. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. 11 B. dan bisa bergerak bebas. dan deformitas (+). Syok hipovolemik D. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. Trauma neurologi E. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan.Untuk mencegah perburukan kondisi. Parsial simple E. saat kejang pasien tidak sadar. 12 C. anterior E. Petitmal B. posterior 199. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. 1 posisi C. akral dingin dan pucat. 2 posisi D. nyeri sumbu (+). Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. nyeri tekan (+). Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. umur 7 tahun. Carpopedal spasme 197. GCS = 5. merasa mengantuk. Mioklonik D. apa yang perlu segera dilakukan? A. 15 196. Reposisi cito B. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. 14 E. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. Fraktur terbuka B. Sindroma kompartemen 198. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. perdarahan masif. Resusitasi cairan agresif D. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. sesudah itu lemas seperti tertidur. GCS = 5. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. perdarahan masif. bisa menjawab pertanyaan sederhana. Seorang anak laki-laki.pulsasi nadi lemah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Grandmal C. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. denyut nadi 120 x/ menit. dan deformitas (+). lateral B. frekuensi napas 30 x/menit. Syok neurogenik C. 13 D. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit.

temperatur 36. Cold abses inguinal E. temperatur 36. denyut nadi 120 x/menit. metallic sound (+). scrotum membesar. mual dan muntah. peristaltic meningkat. mata cekung. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. anak lemah.E. denyut nadi 164 x/menit. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. Hernia femoralis C. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. tidak mau minum. temperatur 390C. turgor kurang. Hernia inguinalis lateralis E. Hernia femoralis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Perfusi C. Difusi B. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. metallic sound (+). Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Oksigenasi B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Oksigenasi 203. mata cekung. Lakukan pemasangan infus C. Rehidrasi oral C. peristaltic meningkat. Merujuk pasien ke ICU E. turgor kurang. Absorbsi D. distensi abdomen. pemeriksaan lain dalam batas normal. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A.80C anak lemah. Ileus obstruktivus D. Limfoma maligna C. temperatur 390C. Hernia inguinalis lateralis 202. Lakukan resusitasi kardio pulmoner .80C. Hernia inguinalis medialis 201. Ketika dilakukan anamnesis. Appendix infiltrat D. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. pemeriksaan lain dalam batas normal. mual dan muntah. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Lakukan resusitasi cairan B. Memberi obat anti diare 204. denyut nadi 164 x/menit. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. tidak mau minum. Ventilasi E. distensi abdomen. Rehidrasi intravena D. scrotum membesar. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. denyut nadi 120 x/menit. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Ileus paralitik B.

Angina pectoris stabil E. Pada saat pemeriksaan fisik. Arteri carotis interna D. Arteri carotis communis 210. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Kesadaran gelisah. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Colon descendens 209. Arteri radialis B. sianosis. akral dingin. Infark miokard akut D. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. tekanan darah 180/110 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Arteri tibialis posterior E. Syok neurogenik D. Perikarditis B. Limpa C. kejang 3-5 kali. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. jari tabuh (+). Syok distributif C. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Insufisiensi trikuspidal E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Miokarditis C.D. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. denyut nadi 120 x/menit. pekak alih (+). Stenosis aorta B. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Intestinum E. bising usus melemah. tali pusat kotor dan berbau busuk. Bayi laki-laki umur 25 hari. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. frekuensi napas 30 x/menit. Patent ductus arterisus 208. Syok hipovolemik 207. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Arteri subclavia C. bising sistolik. malas menetek. Ginjal D. denyut nadi 140 x/menit. frekuensi napas 60 x/menit. Syok kardiogenik E. Tetralogi Fallot C. sianosis. Hati B. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Angina pectoris tak stabil 206. Syok septik B. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. frekuensi napas 30x/menit. suara jantung lemah. Insufisiensi mitral D. Pasien tidak sadar.

pimpinan suatu perusahaan. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Cacat/defek pada septum E. 215.211. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Peregangan m. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. miosis maksimal C. Fraktur clavicula E. A. Vasa coronaria D. Reaksi lekemoid . anisokor D. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Katub jantung B. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Sirosis Hepatitis B D. Hepatitis B kronis B. trigonum submandibulare E. Hepatitis B carrier sehat E. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. regio cervicalis lateraris D. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Vasa darah besar C. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. 213. trigonum caroticum B. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. isokor B. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Dislokasi articulatio humeri B. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. 214. regio cervicalis anterior C. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. Bayi lahir selamat. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Hepatitis B kronis aktif C. 212. Cedera plexus brachialis C. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Fraktur humeri D. reflek lambat E. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat.

CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. Multiple myeloma D. SGPT: 24 IU/L.216. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. B. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. hematuria dan glukosuria C. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Myeodisplasia E. 219. kolelithiasis C. infeksi virus D. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L.3mg/dl. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. hepatitis B. 220. 217. Sindrom Nefritik D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. karsinoma hepar E. faring hiperemis. sirosis hepar D. pH dan ketonuria B. Sindrom Nefrotik C. lekosituria dan nitrituria E. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. dan Bilirubin indirek:0. Pyelonefritis B. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. proteinuria dan silinderuria D. infeksi bakteri C. reaksi imunitas E. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. infeksi jamur B. Bilirubin Direk: 6. 218.Saat masuk . Glomerulonefritis E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem.5 mg/dl.

soporouscoma E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. Keluhan ini disertai rasa . refleks patologis negatif. mencegah decubitus E. silostasol D.221. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. mencegah pneumonia B. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. parkinson gait B. afasia sensorik C. mekobalamin E. paraparetik gait D. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. 224. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. afasia motorik B. stupor C. somnolen D. kekuatan ekstremitas kiri 4. mencegah kontraktur D. pirasetam C. mencegah herniasi C. ataxic gait E. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. hemiparetik gait C. sitikolin B. coma B. 225. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. afasia global D. Apakah diagnosis paling tepat? A. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. mendadak saat bangun tidur. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. 222. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. afasia transkortikal E. 223.

Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Micobacterium sp. herald patch (+) pada lengan atas.226. Trichophyton sp. dengan skuama putih tipis collarete. Pitiriasis rosea D. Tinea korporis E. batas tidak tegas. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Kortikosteroid topical C. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. 229. dengan skuama putih . Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. 227. Alergen B. 228. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. 230. Keluhan ini disertai rasa gatal. Dermatitis kontak alergi B. Dermatitis kontak alergi B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Pitiriasis rosea D. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan ini disertai rasa gatal. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Apakah terapi yang sesuai? A. Keringat C. Dermatitis kontak alergi B. batas tegas. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Psoriasis vulgaris C. badan dan paha. gatal. Antijamur topikal E. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. dengan skuama putih . Keluhan ini disertai rasa gatal. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Tinea korporis E. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. batas tidak tegas. Psoriasis vulgaris C. Pitiriasis rosea D. disertai dengan tanda Autspitz . Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Antihistamin sistemik D. Psoriasis vulgaris C. batas tegas. dengan skuama putih. D. E. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. disertai dengan tanda Autspitz . Tinea korporis E. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Kortikosteroid sistemik B.

terdapat tremor. Psoriasis vulgaris C. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Antivirus D. Dermatitis kontak alergi B. Tinea korporis E. dengan keluhan seluruh badan kaku. disertai rasa gatal. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. tipis collarete. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Tekanan darah 130/80 mmHg. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. meskipun rasa gatal berkurang. denyut nadi 86 x per menit. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Ukuran lesi tetap. Antijamur E. Ekstrapiramidal Sindrom B. 232. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. 234. multiple. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. Tardive dyskinesia D. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37.2 °C. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Carbamazepin 2 x 200 mg D. herald patch (+) pada lengan atas. sehingga pasien ketakutan. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. diberikan salep putih. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. yang berasal dari dirinya sendiri. Huntington’s disease E. Antihistamin C. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Dalam pemeriksaan status mental. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. badan dan paha. Dalam pemeriksaan. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Haloperidol 2 x 1. berusia 16 tahun. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. 233. Apakah diagnosis yang tepat? A. Neuroleptik Malignan Sindrom C. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. Kortikosteroid sistemik B.5 mg C. Diazepam 2 x 2 mg B. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. dibawa ke unit gawat darurat RS. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. pil kuning dan pil hijau. Apakah terapi yang sesuai? A.231. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. berusia 38 tahun. Pitiriasis rosea D. distonia akut dan krisis okulomotorius. pasien mengatakan pada pemeriksa. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. atap datar. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan.

pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. namun ia sulit untuk menghilangkannya. 16 tahun. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Gangguan Cemas Menyeluruh C. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. Apakah diagnosis yang tepat ? A. Apakah diagnosis yang tepat? A. Sejak 2 bulan yang lalu. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Gangguan Skizoafektif E. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Gangguan Waham Menetap E. temperatur39. berusia 24 tahun. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan Panik C. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Apakah diagnosis yang tepat? A. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. 238. seluruh badan lemas. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas.ngejar dan akan membunuhnya. Penderita juga sulit tidur. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Stress Akut D. merasa tak berdaya. mengeluh nyeri kepala dan muntah. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Gangguan Anxietas Phobic B. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Gangguan Psikotik Akut B. Apakah diagnosis yang tepat? A. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Demensia Seorang mahasiswi. tangan dan kaki terasa dingin. berusia 18 tahun. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Skizofrenia B. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. Pasien sering sulit tidur.235. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. keringat dingin. Gangguan Afektif B. Gangguan Waham menetap D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Gangguan Skizofrenia C. 237. berusia 23 tahun. Gangguan Obsesif Kompulsif D. 236. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Amnesia C. Delirium E. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. jantung berdebar-debar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. Gangguan Amnesia Dissosiatif .

namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu.239. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. karena ia sadar. Dilatasi ventrikel kiri B. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Terapi Desensitisasi C. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. angina pectoris heberden E. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Gangguan Konversi Histeri E. angina pectoris tidak stabil D. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. 241. disertai jantung terasa berdebar-debar. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Terapi Gestalt E. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Gangguan Trans Dissosiatif D. Terapi Kognitif D. 242. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Hipertrofi ventrikel kiri C. ia akan merasakan berdebar-debar. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Gangguan Fugue Disosiatif C. 243. angina pectoris atipikal C. 240. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. Apakah terapi yang paling tepat? A. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . angina pectoris stabil B. usia 17 tahun. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Namun. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Terapi Aktivitas Kelompok B. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. B. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan.

Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Infark Miokard akut D. Hiperglikemi C. Syok septik 246. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Streptococcus beta hemoliticus E. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Ketoasidosis diabetik E. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Staphilococcus aureus B. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Syok hemoragik D. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. tekanan darah 130/80 mmHg. Penyakit jantung reumatik B. Tetralogi of fallot C. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas.Mitral Stenosis 244.5°C. Streptococcus viridans C. Gagal Jantung Kongestif C. Streptococcus pyogenes. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Fistula tracheaesofageal E. Floppy epiglotis B. Syok anafilaksis E. divertikulum zenkel D. Hipoglikemi B. Menurut keluarga yang mengantar. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Stroke non hemoragik .mengalami penyakit serius berupa demam. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Respiratory distress syndrome 247. Stroke hemoragik D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Syok kardiogenik C. Atrial Septal Defect E. D. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Syok Hipovolemik B.

Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Leukosit PMN 251. Karsinoma usus E. syok septic 249. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. syok neurogenik D. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. PCR B. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. subarachnoid hemorragi . Perutnya seringkali kram. nyeri dan fesesnya bercampur darah. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. denyut jantung 100x/menit. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. Kolitis ulseratif C. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. syok anafilaktik E. Abses usus B. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Monosit D. Riwayat trauma disangkal. Anti HBe E. HBsAg C. Penyakit Crohn D. Hematokrit E. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. Limfosit C.tekanan darah 80/60 mmHg. infark di hemisfer kiri B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. syok hipovolemik B. infark di hemisfer kanan C. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney.respirasi 32 x/menit. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Anti HBs D. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Eritrosit B. IgM anti HBc 250.248. syok kardiogenik C. Hemoroid interna 251. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. defisiensi vitamin B12 B. ALL B. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A.251. dan wheezing pada kedua lapang paru. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. defisiensi vitamin C C. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. berdasarkan epidemiologi. infeksi virus 255. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. transamin 253. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. asetilkolin E. bronkiektasis D. CLL . Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. serotonin C. bradikinin D. anemia dan trombositopenia. bronchitis kronik E. intraductal papillomatosis 252. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. defisiensi folat D. AML C. emfisema C. Pasien adalah seorang perokok berat. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. fibroadenoma E. sianosis. defisiensi besi E. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Fibroangioma D. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. dopamin B. yang terjadi saat istirahat. papilloma B. bronkopneumonia 254. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. Kistadenoma C. asma B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya.

Melanoma Maligna C. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. Karsinoma sel skuamosa 259. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. nervus ischiadicus . Treponoma pallidum C. Melanoma Lentiginosa E. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. cold abses C. Neisseria gonorrhea E.tampak kurus. axillaris C.D. scrofula E. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. nervus tibialis C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. radialis D.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. nervus vagus B. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. DIC 256. Karsinoma sel basal B. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. Nevus Pigmentosus D. miliar 258. nervus femoralis E. ulnaris E. CML E. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. fibrokistik D. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. brachialis B. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Clamidia trachomatis 257. nervus fibularis D. vagus 260. Hemofilus ducreyi B. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. Treponema pertenue D. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. Komplek ghon B.

Ankylosing spondylitis C. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. apneurosis abdominalis interna B. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Fraktur vertebra E. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. fascia lata 263. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. peritoneum parietal C. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. amoksisilin D. kanalis inguinalis D. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Hernia Nukleus Pulposus B.261. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. Spondilolisthesis D. Pasien penggemar minuman kopi. aspirin B. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. Selain pengobatan dengan H2 bloker. bronkiektasis D. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. pneumothorax E. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. ligamentum lata E. Spondilosis 264. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. bronchitis kronis 262. emboli paru C. emfisema B. kloramfenikol 265. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. metampiron E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. ibuprofen C. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Pasien adalah seorang perokok berat. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. terutama pada saat perut kosong. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat.

antihistamin C. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Seorang perempuan berusia 28 tahun. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Herpes simplex 269. acyclovir oral D. darah banyak. temperature 36. irreguler. Treponema pallidum E. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Seorang perempuan berusia 45 tahun. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Mioma uteri . Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong.tekanan darah 140/90 mmHg. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Goiter multinoduler 266. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. indometasin oral 268. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Pancreatitis akut D. Perforasi akut pada kantung empedu E. NSAID oral B. Neisseria gonorrhoeae B. dan terasa nyeri. Keluhan disertai demam dan mual. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Servik terlihat normal. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. Mukosa vagina tampak merah. Tiroiditis Hashimoto E. Injeksi penisilin E. Candida albicans D. konsistensi padat kenyal. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari.9oC. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. Adenomiosis B. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Graves disease C.makan yang baik. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Cholangitis akut B. sudah menikah. Chlamydia trachomatis C. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Cholesistitis akut C. dan berbatas tegas. Kanker tiroid B. Sirosis biliaris 267. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. bengkak. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Defisiensi iodine D. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri .

Kista dermoid E. 271. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Azoospermia dan astenozoospermia C. EBV E. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Karsinoma mammae B. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. C. dapat digerakkan. Tumor phyloides E. HPV C. berbatas tegas. Fibrocystic disease D. HIV D. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. 273. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. jumlah sperma 15 juta/cc. Tumor phyloides E. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. warna putih . Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. sperma berbentuk normal 45%. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Kistoma ovarium D. Benjolan tidak terasa nyeri. 274. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. 272. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Fibroadenoma mammae C. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . terdapat flek. Azoospermia dan teratozoospermia E. bau khas. Fibrocystic disease D. Fibroadenoma mammae C. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. motilitas 18%. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Karsinoma mammae B. Apakah diagnosis kasus diatas? A.270. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. HSV tipe 1 B. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. konsistensi kenyal. batas tidak tegas.

Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Mobilisasi sendi D. Dermatitis seboroik E. Ulkus Kornea 279.A. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. didapatkan hasil (+)(+)(-). Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Elevasi tungkai E. Tinea Korporis C. Pembidaian 276. tekanan darah 110/60 mmHg. Ditunggu hingga 3 tahun 275. mual dan muntah. Tinea Versicolor 277. Kandidiasis D. Pemeriksaan Harada Mori E. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pemeriksaan analisa sperma B. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. frekuensi nafas 26 x/menit. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Glaukoma Akut B. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Panoftalmitis C. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. skuama tipis. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. dan satelit papula. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan tinja langsung B. Uveitis Anterior D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Debridemen luka B. Endolftamitis E. Pemeriksaan tinja apung C. denyut nadi 90 x/menit. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Fiksasi interna C. Pemeriksaan patensi tuba C. Pemeriksaan tinja endapan D. Tinea Kruris B.

frekuensi nafas 20 x/menit. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. kavum douglas menonjol. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Osteoporosis E. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Abortus Iminens C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.Burney.8 ºC.2ºC. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Arthritis Rheumatoid B. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan.000/ul. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Kotrimoksazol D. denyut nadi 85x/menit. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu.000 /ul. Fluorokuinolon 282. mual dan muntah. mual. temperatur 37. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Amoksisilin E. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. hematokrit 40 vol%. Keluhan disertai nyeri kepala. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Segera lakukan tes tuberkulin D. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. G1P0A0. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. Apendisitis . Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Arthritis Gout D. Kloramfenikol B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. eritrosit 4juta/ul. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Abortus Insipiens B. frekuensi nafas 20x/menit. Tiamfenikol C. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. frekuensi nafas 24 x/menit. berat badan 80kg.B. Pemeriksaan βHCG urin positif. dan didapatkan nyeri goyang servik. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Torsi Kista Ovarium E. leukosit 13. denyut nadi 90x/menit. dan tidak buang air besar selama 3 hari. trombosit 250. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. temperatur 36. terdapat Rovsing sign. denyut nadi 110 x/menit. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Osteoarthritis C. Pseudogout 283. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. Segera lakukan Rontgen toraks C. muntah.

mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. konsistensi kenyal. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Graves ‘Disease’ B. Otitis media akut stadium supurasi D. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. kesadaran kompos mentis. jantung dan paru normal. Pasien tidak mau makan dan rewel. lien tidak membesar. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Limfoma maligna E. Endoscopy D. Kolik Ginjal D.2ºC. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Lekemi mieliod akut C. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. tidak nyeri tekan. Kolik Ureter E. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. tidak nyeri tekan. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. frekuensi nafas 22 x/menit. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. temperatur 37. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Biopsi limponodi servikal . Keluhan disertai sakit kepala. denyut nadi 80 x/menit. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Barium enema B. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. kesadaran kompos mentis. Amoebiasis C. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. tampak bengkak dan hiperemis. Limfadenitis TBC D. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Otitis media akut stadium presupurasi C. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Colonos copy C. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. 286. Otitis media akut stadium perforasi E. konsistensi kenyal. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. temperatur 38˚C. denyut nadi 84 x/menit. tekanan darah 120/80 mmHg. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. 287. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. B. USG abdomen E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. batuk-batuk.284. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. 285. denyut nadi 80 x/menit.

Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Gambaran darah tepi C. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Hormon tiroid D. T4 dan TSH D. Sitostatika E. USG Tiroid E. tidak nyeri tekan. denyut nadi 80 x/menit. X Foto Thorax 288. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Kadar T3. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. konsistensi kenyal. Antibiotic B. Antitiroid C.B. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Vitamin B . kesadaran kompos mentis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful