P. 1
SOAL UKDI

SOAL UKDI

|Views: 407|Likes:
Dipublikasikan oleh John Wafa Azwar
ukdi
ukdi

More info:

Published by: John Wafa Azwar on Apr 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2015

pdf

text

original

Sections

  • SOAL – SOAL UKDI
  • E. Nonmaleficence
  • D. Beneficence
  • C. Autonomy
  • D. Glaukoma
  • E. Melakukan uji kocok vaksin
  • C. Kapitasi
  • D. Rp. 440.000
  • C. Multi-stages random sampling
  • D. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal
  • C. Uji T berpasangan
  • A. Rasio odd
  • A. Regresi logistik
  • D. Uji Mann-Whitney
  • C. Regresi linear
  • D. Kandidasis kutaneus
  • D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri
  • C. Kolelitiasis
  • D. Furosemid
  • A. Ampisilin
  • D. Edema kornea
  • D. Tonometri
  • D. Terapi simtomatis
  • C. Pasca operasi katarak
  • D. Penyakit paru obstruksi moderat
  • C. Tetrasiklin
  • D. Efusi pleura
  • B. Asidosis metabolik
  • C. STEMI
  • A. Memasang infus intravena
  • B. Kategori 1, 2RHZE +4RH
  • D. Syok hipovolemik
  • B. Eosinofilia
  • A. Tension type headache
  • D. Conus medularis
  • A. Medula spinalis segmen Th 10
  • A. Medula spinalis segmen Th 4
  • C. Deksametason
  • D. Captopril
  • D. Mlinjo
  • D. Defisiensi eritropoietin
  • C. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh
  • D. Kortikosteroid
  • C. Penyakit Grave
  • B. C-peptide
  • B. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin
  • A. Tonsilektomi
  • C. Psoriasis
  • C. Akne vulgaris
  • C. Stomatitis aftosa rekuren
  • C. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu
  • D. bolus Dextrose 40% iv
  • B. Blokade produksi ciclooxygenase
  • E. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi
  • B. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri
  • E. Mati lemas
  • A. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas
  • D. Rambut
  • C. Tidak ditemukan cedera
  • E. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis
  • E. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya
  • D. Gangguan panik
  • A. Bronchitis kronis
  • A. Bronkodilator inhalasi
  • C. Asma bronkial
  • E. Golongan ß-2 agonis
  • E. Tuberculosis paru
  • B. Bronkiectasis
  • D. Angina pektoris stabil
  • A. Test uji latih jantung atau treadmill test
  • D. Regurgitasi mitral
  • A. Trombosis vena profunda
  • D. Diabetes Mellitus
  • A. Troponin I
  • E. Hipokondriasis
  • D. Efusi pleura sinistra
  • A. Pungsi pleura
  • C. Pneumothorax
  • C. Manuver vagal
  • A. Tuberkulosis Paru
  • D. pielografi intra vena
  • A. urin acak
  • D. Glomerulonefritis
  • B. pungsi supra pubik
  • A. Gagal ginjal akut nefrotoksik
  • D. Gips s sirkular
  • B. Peningkatan rasa nyeri
  • A. Kategori 1, 2RHZE +4RH
  • C. TB paru kasus putus obat
  • A. Medula spinalis segmen C 5
  • A. Atropin
  • C. Urtikaria
  • C. Sindroma Steven Johnson
  • B. TSH menurun, T3 dan T4 meningkat
  • C. Pemeriksaan elektrolit darah
  • A. Hifa pada pemeriksaan KOH
  • D. Pemfigus
  • C. Salep
  • B. Propilthiouracil
  • C. Oligoastenozoospermia
  • A. Regresi
  • C. Melakukan ventilasi tekanan positif
  • B. Skala ordinal
  • C. Gangguan psikotik akut
  • A. Polip nasi
  • D. Analisa gas darah
  • B. Memberikan sisipan 1RHZE
  • C. Pirazinamid
  • A. Inversi uteri
  • B. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul
  • D. Sinus bradikardi
  • D. Atrial fibrilasi
  • E. Atrial fibrilasi
  • E. fecalith
  • B. defens muskuler
  • C. Pertemuan tepi lateral kanan m. Rectus abdominis & arcus kosta kanan
  • C. Olahraga 30 menit/hari
  • B. Resusitasi
  • C. Fraktur patologis
  • D. 14
  • B. Grandmal
  • C. Syok hipovolemik
  • C. 2 posisi
  • C. Resusitasi cairan agresif
  • E. Hernia inguinalis lateralis
  • B. Perfusi
  • C. Infark miokard akut
  • A. Syok septik
  • B. Tetralogi Fallot
  • B. Limpa
  • E. Arteri carotis communis
  • A. trigonum caroticum
  • E. midriasis maksimal
  • B. Cedera plexus brachialis
  • C. Vasa coronaria
  • D. Hepatitis B carrier sehat
  • B. AML (Acut Mieloid Lekimia)
  • C. proteinuria dan silinderuria
  • B. Sindrom Nefrotik
  • C. infeksi virus
  • A. parkinson gait
  • C. somnolen
  • A. afasia motorik
  • D. mencegah decubitus
  • C. silostasol
  • D. Tinea korporis
  • B. Psoriasis vulgaris
  • C. Pitiriasis rosea
  • C. Antivirus
  • A. Ekstrapiramidal Sindrom
  • C. Gangguan Obsesif Kompulsif
  • B. Gangguan Skizofrenia
  • D. Gangguan Cemas Menyeluruh
  • B. Hipertrofi ventrikel kiri
  • C. angina pectoris tidak stabil
  • B. Syok kardiogenik
  • D. Ketoasidosis diabetik
  • A. syok hipovolemik
  • D. intracranial hemorragi hemisfer kanan
  • D. fibroadenoma
  • A. dopamin
  • B. emfisema
  • D. defisiensi besi
  • A. ALL
  • A. Komplek ghon
  • B. nervus tibialis
  • B. Graves disease
  • B. Cholesistitis akut
  • C. acyclovir oral
  • B. HPV
  • C. Fibrocystic disease
  • B. Fibroadenoma mammae
  • D. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu
  • A. Debridemen luka
  • C. Kandidiasis
  • E. Pemeriksaan Scoth Adesive tape
  • A. Glaukoma Akut
  • C. Kehamilan Ektopik Terganggu
  • D. Amoksisilin
  • B. Osteoarthritis
  • B. Otitis media akut stadium presupurasi
  • D. USG abdomen
  • E. Struma nodosa normotiroid
  • D. USG Tiroid
  • C. Hormon tiroid

SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Uji T berpasangan D. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Uji Korelasi Pearson E. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Regresi logistik B. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Regresi Cox E. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Uji Kai Kuadrat B. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Uji T independen C. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Rasio odd B. Data diasumsikan terdistribusi normal. Koefisien kontingensi E. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Uji Korelasi Kanonikal 17. dan aktifitas fisik. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Risiko relatif C.orang mendapatkan lamivudin. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. merokok. Log-linear D. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Pasien dengan hepatitis B kronik B. Uji ANOVA satu arah 15. Rasio prevalensi D. Regresi linear C. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Population attributable risk 16.

letak kepala puki.studi ini. tercium bau buah segar. Uji T berpasangan D. Rehidrasi cairan intravena C. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. Ptiriasis rosea D. Tinea kruris C. Uji T Independen C. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. tekanan darah 120/80 mmHg. temperatur 38. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. kulit kering. Uji Mann-Whitney E. Korelasi spearman C. Regresi linear D. Korelasi parsial 19. Setelah pengolahan data dilakukan. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. VT pembukaan 7 cm.2˚C. denyut nadi 120 x/menit. Korelasi pearson B. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Dermatitis kontak alergika 20. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Regresi logistik E. hiperpigmentasi. Uji Wilcoxon 18. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. tampak makula eritematosa. kepala turun . Setelah 12 minggu perlakuan. Injeksi insulin intravena B. frekuensi napas 32 x/menit dalam. Eritrasma B. TFU 30 cm. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. skuama dan papul-papul. Uji Kruskal-Wallis B. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. DJJ 12-11-12. Pemberian natrium bikarbonat D. Injeksi antipiretik intramuskular 21. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik.45. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. kulit ketuban tidak ada. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Kandidasis kutaneus E.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. khemosis. Terapi apakah yang paling tepat? A. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Sulfametoksazole 25. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Thiazid B. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Ampisilin B. lensa jernih. pupil bulat regular. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Siprofloksasin E. Ulkus ventrikuli B. Perdarahan subkonjungtiva B. hingga seluruh tubuh. dan krustae hitam di sekitar hidung. Gentamisin C. Hepatitis akuta 23. perdarahan subkonjungtiva. refleks pupil baik. pustula. edema . Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Hematom palpebra C. kripte iris baik. Asetazolamid 24. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Edema kornea E. Ulkus duodeni C. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. tangan. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Hifema 26. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. hematom palpebra. Nyeri hilang dan timbul. Furosemid E. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. hematom palpebra. Pankreatitis E. khemosis. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Kloramfenikol D. Isosorbid D. Plapebra khemosis D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. edema kornea. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Manitol C. Kolelitiasis D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. perdarahan subkonjungtiva.

Piroksikan E. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Terapi simtomatis E. Refraktometri B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Nyeri dada kanan 30. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. refleks fundus suram. Badan demam ringan C. refleks pupil baik. Metampiron D. kripte iris baik. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Sesak nafas progresif B. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Pasca operasi katarak D. OAT kategori 1 B. Keratometri C. Aspirin 29. Penyakit paru restriktif ringan B. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. OAT kategori 3 D. Tonometri E. lensa jernih. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Nyeri kepala tegang E.kornea. Paracetamol C. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Kampimetri D. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala.52. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Biometri 27. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Asam mefenamat B. Penyakit paru obstruktif ringan . pupil bulat regular. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Penyakit paru restriktif moderat C. OAT kategori 2 C. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Badan demam ringan. OAT dan Quinolon 28. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Medulla spinalis segmen Th 12 D. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A.hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen Th 4 B.5 mg/dl. Medulla spinalis segmen C7 E. Itrakonazol E. Medula spinalis segmen Th 10 C. Griseofulvin . frekuensi napas 20x/menit. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Ketokonazol D. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Natrium diklofenak 47. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Diltiazem 48. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. nadi 80x/menit. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Medula spinalis segmen C 5 E. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Medula spinalis segmen C 5 D. Asam mefenamat E. Deksametason D. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. tonus otot meningkat bilateral. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Metampiron C. Amfoterisin B B. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. sering pusing dan kakinya membengkak. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Propanolol D. Piroksikam B. tonus otot meningkat bilateral. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Medula spinalis segmen L 1 45. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Nifedipin C. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Flusitosin C. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Captopril E. Hidroklorotiazid B. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medulla spinalis segmen C7 46.

C. D. Flusitosin C. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. tinggi badan 171 cm. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. MCV 82 fL. Itrakonazol E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Tomat B. Diabetes Gestasional D. trigliserid 183 mg/dL. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan.49.5 g/dL. Dislipidemia. asam urat 10 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Ketokonazol D. Hiperurisemia. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Mlinjo E.4%. Wortel 52. kadar . tekanan darah 140/ 90 mmHg. lingkar pinggang 73 cm. trigliserid 183 mg/dL. Amfoterisin B B. B. Sindroma metabolik 51. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Hipertensi E. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Kobis D. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Diabetes Insipidus 53.5 mg/dl. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. hematokrit 22. Obesitas. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Diabetes Tipe lain E. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Diabetes Melitus Tipe 2 C. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Griseofulvin 50. tinggi badan 171 cm. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. asam urat 10 mg/dL. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. Jeruk C. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip.

tak nyeri tekan. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. suhu 37oC. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. diameter 4 cm. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Defisiensi eritropoietin E. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Struma nodusa C. Defisiensi vitamin B12 D. latihan jasmani. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Tekanan darah 130/80 mmHg. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Defisiensi besi B. Diet. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. diet.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Struma Hashimoto . Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. Diet dan minum obat glibenklamid C. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Defisiensi vitamin C 54. denyut nadi 104x/ menit. Kurang asupan kalium 57. Edukasi. dan minum obat glikuidon E. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. latihan jasmani yang cukup. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. Penyakit Grave B. Hasil pemeriksaan fisik baik.kreatinin serum 4. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. kontrol 6 bulan lagi 55. Status gizi kurang. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Kurang asupan yodium B. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Struma koloid D. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Kurang asupan kalsium D. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Kedua orangtuanya pasien DM.8 mg/dL. KEP (Kurang Energi Protein) C. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. frekuensi napas 30x/ menit. Defisiensi asam folat C. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. keton uria (+++). dan pemberian OAD D. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun.

Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Antihipertensi 60. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Kortikosteroid E. Struma multinodular toksik E.50C.E. Tiroiditis B. sesak. Struma Hashimoto D. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. . Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Pelemas otot B. bau nafas berbau khas. Operasi B. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. sering pusing dan kakinya membengkak. denyut nadi 80x/menit. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Struma koloid B. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Penyakit Hashimoto 62. Analgetik C. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. frekuensi napas 20x/menit. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Penyakit Grave D. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. suhu 38. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. Kretinisme C. Antihistamin D. Penyakit Grave C. Iodium redioakti 61. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. nafas cepat dalam. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Tiroiditis subakut 59. Hiportiroidisme E. free T3 dan free T4 meningkat. Struma difusa nontoksik 58. Propil tiourasil E. Radiasi C. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Diazepam D. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. free T4 menigkat. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh.

Oropharynx D. Larynx B. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Muskulus tensor tympani E. HbA1C B. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Hipoglikemia 64. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. pharynx hyperaemia (++). propanolol. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Keton darah D. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. bau nafas berbau khas. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Foramen ovale B. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Laryngopharynx C. Endolymphe 65. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Membran vestibularis C. C-peptide C. Gula darah sewaktu 63. Analisis gas darah E. kaptopril dan furosemid.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. nafas cepat dalam. Aditus laryngeus . Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Nefropati diabetikum C. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. sesak. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. suhu badan 39 C. kekakuan pada sendi pengungkit D. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Nasopharynx E. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Ketoasidosis E. Neuropati diabetikum B. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Tuberculosis paru D. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya.

Seorang anak laki-laki. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Tes serologi untuk virus influenzae 71.300/ul. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle.67. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Tensi 120/80 mmHg. 6 th. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. Rinosinusitis kronik D. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Tonsilitis kronik C. Virus human influenzae E. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. tidak ada batuk pilek. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung.300/ul. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Berat badan 25 Kg panas 37. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. terdapat detritus. ECG B. kaptopril dan furosemid. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. fibrosis. tidak ada batuk pilek. Respirasi 20x/menit. Seorang perempuan usia 18 th. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. 6 th. Coronavirus 70. Nadi 80x/menit. Streptococcus pyogenes D. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Tonsilopharingitis kronis E. propanolol. Foto rontgen kepala C. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. tonsil terdapat eksudat. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Mycoplasma pneumoniae B. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. Kultur kuman dari swab tenggorok E. tenggorokan gatal dan susah menelan. Staphylococcus aureus C. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Biopsi limfonodi cervical D. tenggorokan gatal dan susah menelan. Adenoiditis B.10 C. Seorang anak laki-laki. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. tonsil terdapat eksudat. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12.

Tanpa dehidrasi B.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Khemoterapi E. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A.pada kripte liberkuhn D. Cairan Darrow B. Pemeriksaan ASTO C. Diet rendah lemak C. Dehidrasi ringan-sedang E. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. perut kembung dan 3 hari tidak BAB.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. terdapat detritus. Dehidrasi berat 74. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Cairan Ringer lactate E. lidah kotor. Terapi radiasi 73. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Dehidrasi ringan C. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. perut hypertympani. cairan menyerupai air cucian beras. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. kehausan. Pemeriksaan darah rutin D. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Total Bedrest (rawat inap) D. kehausan. turgor kulit < 2 detik. turgor kulit < 2 detik. Meningkatkan absorbsi Cl. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Cairan KA-EN 3B D. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. tidak ada nafsu makan. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. cairan menyerupai air cucian beras. Seorang perempuan usia 18 th. Menghambat pompa Natrium B. Tensi 120/80 mmHg. fibrosis. E. Pemeriksaan ECG B. Tonsilektomi B. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit.A. Respirasi 20x/menit. kehausan. turgor kulit < 2 detik. Dokter . Pemeriksaan foto thoraks E. Dehidrasi sedang D. cairan menyerupai air cucian beras. Cairan KA-EN 3A C. Nadi 80x/menit. Cairan D ¼ S 76. kepala pusing. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas.

OMD. terasa perih. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. kulit kepala berambut. bersisik tebal. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. CT Scan abdomen D. 79. B. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. bokong. Respirasi 20x/Meint. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Dari pemeriksaan perut membesar. Anti histamin 81. Pada Minggu kedua D. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. siku. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Anti virus C. kulit kepala berambut. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Setelah minggu kedua E. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Photo BNO C. Lesi mengenai wajah. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Enzym urease pada serum 78. Pada Minggu pertama B. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Tekanan darah 140/90 mmHg. mengeluh adanya bercak kemerahan. Ultrasonografi abdomen. kaki bengkak. Endoskopi saluran pencernaan. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Dan lokasi ujud . Keratosis seboroik B. Psoriasis D. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Nadi 88x/menit. siku. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. dan lutut. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. Setiap saat 77. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Ptiriasis rosea 80. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Setelah minggu pertama C. Dermatitis seboroik C. Lesi mengenai wajah. bokong. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. E. dan lutut. Anti bakteri B. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Anti jamur E. bersisik tebal. Eritroderma E. mengeluh adanya bercak kemerahan. Anti inflamasi D. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik.

Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. ulkus diameter 2-3 mm. Pirazinamid (Z) D. Hidradenitis suppurative E. Ulcerative gingivostomatitis 84. Isoniazid (H) C. Furosemid D. Pemeriksaan lampu Wood B. mukosa bukal dan bibir bawah. Pada anamnesis batuk disertai dahak. tampak beberapa ulkus pada lidah. Stomatitis aftosa rekuren D. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. HCT B. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. demam dan penurunan nafsu makan.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Kaptopril C. vesikel. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Streptomisin (S) . marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Akne vulgaris D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Milia C. bula dan pustule. Gingivitis akut B. belum menikah. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Rosasea 82. Miliaria B. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Reserpin 85. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Aphthous ulcers C. G2P1A0. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Seorang perempuan berusia 37 tahun. terutama pada telapak kaki. Herpetic gingivostomatitis E. tepi menggaung dan eritematous. hilang timbul dan berpindah tempat. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Rifampisin (R) B. Propanolol E. Etambutol (E) E.

Insulin diberikan sebelum tidur C. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Inhalasi agonis β2 B. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Kelainan genetik pankreas 90. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Sekresi insulin mutlak terganggu B. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. lebih suka posisi duduk. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88.86. Dokter merencanakan pemberian insulin. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Hipersekresi insulin saat makan C. Injeksi metilsantin E. Reaksi autoimun pada sel beta . Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. frekuensi nadi 110 x/menit. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. frekuensi napas 32 x/menit. Inhalasi kortikosteroid C. Injeksi kortikosteroid D. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Gangguan sekresi postprandial B. Oral bronkodilator 87. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. sesak nafas dan demam. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D.

Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Gangguan hemostatik D. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Mencegah hipoglikemia E. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. GCS 2-1-3. Gangguan vaskular 94. Dari anamnesis ke keluarga.E. Gangguan otonomik B. Berat badan 80 kg. pasien sebelumnya mengalami demam. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Gangguan neurogenik C. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. tinggi badan 162 cm. Mencegah ketoasidosis 93. SGOT . tetapi pasien masih rajin minum obat. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. infuse RL tetesan cepat B. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. G1P0A0. Seorang perempuan 30 tahun. injeksi insulin dosis tinggi 95. Mencegah nefropati D. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. dan mata kabur. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Mencegah retinopati C. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. keringat dingin dan jantung berdebar. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Refleks patologis negative. Gangguan respirasi E. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. bolus Dextrose 40% iv E. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Mencegah neuropati B. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. infus NaCL tetesan cepat D. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. sulit tidur. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C.

perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Peningkatan permeabilitas membran 98. tanpa tanda lateralisasi. Koma septik D. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. dosis OAD ditingkatkan C. perdarahan intracerebral E. Ureum 40 mg/dL. dan teraba hangat. injeksi antipiretik 97. Blokade produksi prostaglandin B. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Koma hepatikum E. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. Creatinin 0. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. SGPT 30 mg/dL. Sangat peka terhadap opioid C. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. gangguan elektrolit D. SGOT 23 mg/dL. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Ureum 40 mg/dL. Penghambatan produksi bradikinin D.3 mg/dL . hiperemis. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. rehidrasi cairan D.3 mg/dL . SGPT 30 mg/dL. drip neuroprotektan E. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Sebelumnya. Koma uremik 96. Dari . Blokade produksi ciclooxygenase C. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. Koma ketoasidosis C. Creatinin 0. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5.23 mg/dL. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Koma neurogenik B. kejang umum 3 jam yang lalu. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. infeksi meningeal 100. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Dari anamnesis ke keluarga. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. GCS 2-1-3. Sangat peka terhadap NSAIDs D. pasien sebelumnya mengalami demam. antibiotik intravena B. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Refleks patologis negative. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam.

Kesadaran GCS E3V3M3. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. diethylether C. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Cerebral malaria E. Melakukan gerakan spontan D. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. pentotal D. parasetamol D. A. nafas lambat. mungkin ada keracunan . digoksin B. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam.101. phencyclidine B. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Toxoplasmosis B. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. 103. tekanan darah 120/80. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. ekstasi E. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. A. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. tepi bengkak. Lebar jejas jerat 4 cm. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. ekstasi (MDMA) E. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. Cerebral tuberculoma C. 104. Jika ternyata penderita tersebut koma. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. diazepam C. tekanan darah 120/80. nafas lambat. dan kulit terasa kering. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. Bendungan pembuluh darah . Aseptic meningitis D. 102. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. dan kulit terasa kering. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Kerusakan organ dalam leher C. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. A. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. warna dasar coklat tua.

tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Apakah sampel yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. kadang hanya rasa tidak enak badan. Saat memasuki ruangan. Gejala penyakit tidak khas. Kerusakan organ dalam leher D. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. 350-<400 mg/dL E. Darah B. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Mati lemas 105. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Lebar jejas jerat 4 cm. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. >400 mg/Dl 109. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Refleks vagal E. Mati lemas 106.D. tepi bengkak. Rambut E. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. meninggal dunia. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. menabrak pohon. 30-<90 mg/dL B. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Tanda perlawanan korban E. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Kulit 108. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Tanda asfiksia 107. 250-<350 mg/dL D. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Bendungan pembuluh darah E. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Hati D. 90-<250 mg/dL C. tetapi sempoyongan. warna dasar coklat tua. warna dasar coklat tua. Lebar jejas jerat 4 cm. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Urin C. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. tepi bengkak.

Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. bayi aterm B.00-15. Iatrogenic poisoning 110. Hari Senin.00-08. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Hari Minggu antara jam 12. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. antara jam 00. Terapi kerja berkelompok B. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu.00 hari yang sama E. bayi mati tenggelam 113. Terdapat fraktur cricoid C. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. Deliberate poisoning E. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan.00. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Apakah terapi yang paling tepat? A.00 C. Analgesik lokal C. Experimental poisoning B. untuk dibuatkan visum et repertum. Antidepresan . Experimental poisoning B. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi.00 114.00 B. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Accidental poisoning D. Terdapat luka tusuk B.A. antara jam 00. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Accidental poisoning D. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Deliberate poisoning E. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Intentional poisoning C. Iatrogenic poisoning 111. Tidak ditemukan cedera D. Terdapat memar pada kepala E.00 D.00-24. jam 02.00-12. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Hari Minggu. Hari Senin. bayi asfiksia D. kecuali sendi kedua lutut.Hari Senin. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal.00-04. kira-kira jam 04. bayi lahir hidup E. bayi viable C. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Intentional poisoning C.

Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. haid tidak teratur. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. mual. Gangguan panik E. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Pemberian antipsikotik B. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Hipokondriasis E. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Ventilasi E. jantung berdebar-debar keras. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. nyeri dada. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Ganguan panik 119. Gangguan somatisasi D. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. berkeringat dingin.D. Hipokondriasis 118. nyeri kepala. Gangguan Somatisasi D. Pemberian antidepresan C. Terapi kerja berkelompok D. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Suspect penyakit kardiovaskular B. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Ketergantungan pada proses rawat inap B. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. muntah. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Anxyolitic E. Gangguan nyeri psikogenik C. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Gangguan nyeri psikogenik C. Ventilasi 115. pandangan mata dobel. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun .

dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. denyut nadi 120 x/menit. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Golongan ß-2 agonis 123. frekuensi napas 60x/menit. tekanan darah 140/90 mm Hg.terakhir. denyut nadi 120 x/menit. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Pada riwayat keluarga. Atelektasis E. Tuberkulosis C. Bronchitis kronis B. Antibiotika 121. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. nadi 110 x/menit. Antipiretik E. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. denyut nadi 94/menit. batuk dan dahak disertai darah. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Efusi pleura D. frekuensi napas 60x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Bronkiolitis 122. Asma bronkial D. dan ekspirasi memanjang. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. frekuensi napas 32x/menit. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. Bronkodilator inhalasi B. sesak terutama setelah beraktivitas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Emfisema 120. Kortikosteroid E. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Pada riwayat keluarga. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Ekspektoran D. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Asma bronkial C. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Kortikosteroid C. Pneumonia B. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. frekuensi napas 32x/menit. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Bronkitis kronis E. Oksigenasi D. dan ekspirasi memanjang. denyut nadi 110 x/menit. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Foto polos thorax memperlihatkan . Antibiotika C. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Mukolitik B.

ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Bronkitis kronik E. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Bronchial Carcinoid D. Angina pektoris stabil E. Non STEMI 126.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Pancoast tumor C. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Angina pektoris tidak stabil D. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Pneumonia B. Abses paru B. Carcinoma of bronchus E. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Tuberculosis paru 124. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Bronkiectasis C. Histoplasmosis D.

Stenosis mitral C. denyut nadi 100 x/menit. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. Phlebitis E. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Trombosis vena profunda B. Test uji latih jantung atau treadmill test B. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Selulitis 129. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Echocardiografi E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Hipoalbuminemia D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Perokok . Stenosis aorta B. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. perabaan hangat dan tampak kemerahan.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Enzim jantung 127. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Regurgitasi mitral E. Limfedema kronik C. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Insufisiensi tricuspid 128. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. frekuensi napas 24 x/menit. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Regurgitasi aorta D. disertai nyeri. Thalium scanning D.

dan suara vesikuler menurun. Gangguan somatisasi D. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. tekanan darah 160/100 mmHg. Gangguan nyeri psikogenik C. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Pneumothorax sinistra . Dislipidemi D. Gangguan panik E.B. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Thymoma B. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Troponin I B. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Diabetes Mellitus E. Gangguan jantung tersembunyi B. LDH E. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. CK MB C. Pneumonia C. CK 131. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Usia pasien yang 46 tahun 130. perkusi redup. denyut nadi 110 x/menit. Terdapat riwayat hipertensi. Hipertensi C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. SGOT D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. frekuensi napas 28 x/menit. Hipokondriasis 132.

Water seal drainage (WSD) D. Injeksi adenosine E. perkusi redup. frekuensi napas 24 x/menit. menahan kencing (katheter di klem) . Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. tidak tinggi disertai keringat malam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Injeksi digitalis C. Pasien juga mengeluh demam. Tuberkulosis Paru B. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. minum banyak. dan suara vesikuler menurun. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. puasa makan dan minum B. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Hernia diaphragmatica 135. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. frekuensi napas 28 x/menit. Apakah terapi yang paling tepat? A. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. denyut nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat.D. Bronkiektesis 137. denyut nadi 140 x/menit. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Antibiotika E. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Efusi pleura sinistra E. Hernia diafragmatika 133. Manuver vagal D. Pneumothorax D. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. COPD B. Injeksi sulfas atropin 136. tekanan darah 160/100 mmHg. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Kardioversi B. Inhalasi B2 agonis 134. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Bronkhitis kronis C. Asma Bronkhial E. Terdapat riwayat hipertensi. Mediastinal mass E. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Furosemide C. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pneumothoraks D. Pungsi pleura B. Pneumonia C. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Apakah persiapan yang diperlukan? A.

tanpa persiapan E. cystografi 139. tes alergi 138. sel epitel 2-4/LP. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. pielografi retrograd D. Saat diperiksa penderita demam. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. Nefritis C. kreatinin 1. dan eritrosit pucat 3-4/LP. disertai mual. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Pyelonefritis . Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. cholelithiasis D. sel epitel 2-4/LP. nephrolithiasis B.39. pielografi intra vena E.8. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. nefrolithiasis B. urin pancar tengah D. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). vesicolithiasis E. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. eritrosit +3. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. urethrografi B. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. teratoma 141.8. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang.D. mual. pielografi anterograd C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. kreatinin 4. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. urin tampung C. pankreatitis 140. urin malam hari E. disertai mual. urin acak B.39. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. spondiloarthrosis lumbales E. pusing. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. cholelithiasis D. protein (-). kreatinin 4. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. ureterolithiasis C.31 mg / dl. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. urethrolithiasis C. Sistitis B. urin pagi hari 142.

Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Peningkatan rasa nyeri C.0 mg/dL. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. kadar kreatinin pasien adalah 1. Gangguan motorik D. Sindrom nefrotik 143. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Sling B. Hiperurikemia 146. Rheumatoid arthritis B. Nefritis interstisial kronik C. Glomerulonefritis kronik E. Kondisi gips 148. pungsi supra pubik C. kateterisasi B. Gout arthritis C. denyut nadi 100x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Osteoartritis E. gagal ginjal kronik 145.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Bandage C. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pembedahan 147. Gips s sirkular E. Rhematic fever D. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja.D. frekuensi napas 24x/menit. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. analgesika 144. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. kemerahan. dan terasa nyeri. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. suhu 370C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. diuretika D. Glomerulonefritis E. Satu bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik. antibiotika E. Glomerulonefritis akut D. Volar slab D. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Rasa gatal E. .

Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. 2RHZ + 4RH C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Kategori 1. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. kesadaran somnolen. Ketoasidosis B. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. 2RHZE + 4RH B. Batuk berdahak warna kekuningan. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Syok anafilaktik D. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Syok kardiogenik B. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 1. 2RHZ + 4RH E. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. TB paru kasus resistensi obat C. Syok obstruktif 151. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. TB paru kasus putus obat D. Alkalosis metabolik D.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. sedikit ampas. 2RHE + 4RH 150. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. TB paru kasus gagal pengobatan B. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. TB paru kasus baru 152. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg.volume ½ . Kategori 3. demam dan berkeringat pada malam hari. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu.1 gelas tiap buang air besar. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Alkalosis respiratorik 149. Asidosis respiratorik E. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. Kategori 2. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. konsistensi cair. Asidosis metabolik C. Syok hipovolemik E. TB paru kasus kambuh E. Kategori 3. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Syok neurogenik C. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya.

Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen C 5 D. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Medulla spinalis segmen C7 E. Limfopenia E. terutama sekitar lubang dubur. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Tension type headache B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. tonus otot meningkat bilateral. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Medulla spinalis segmen Th 12 C. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen L 1 D. Neutropenia 153. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kauda equine 156. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Conus medularis E. Medula spinalis segmen L 1 . Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang.A. Vertigo 154. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. namun tidak muntah. Medula spinalis segmen Th 10 B. Eosinofilia C. Medula spinalis segmen Th 12 C. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Basofilia D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Kauda equina 155. Migrain dengan aura C. Medula spinalis segmen Th 10 B. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Migrain tanpa aura D. Neutrofilia B. Conus medularis E. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Medula spinalis segmen L 1 D. Cluster headache E.

Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Dopamin C. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. mata hyperemia konjungtiva. tonus otot meningkat bilateral. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Sindroma Steven Johnson D. Dermatitis kontak iritan E. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Neurodermatitis E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Pemfigus 161. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. sebagian telah pecah membentuk erosi. hipersalivasi. Medula spinalis segmen Th 10 E. Eksema vulgaris C. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Dermatitis kontak alergika B. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Dermatits kontak alergika C. hiperhidrosis dan bradikardi. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Dermatitis alergika B. Nekrolisis epidermal toksik B. Medulla spinalis segmen Th 12 158. batas tidak tegas. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Neostigmin 159. Medula spinalis segmen C 5 B. Epinefrin D. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. skuama halus dan likhenifikasi. Pasien mengeluh nyeri kepala. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. hiperlakrimasi. muntah-muntah. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Atropin B. Medula spinalis segmen Th 4 D. Papaverin E. Urtikaria D. Ayahnya seorang penderita asma. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Medulla spinalis segmen C7 C. Neurodermatitis . Dermatitis kontak iritan 160. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas.157.

Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. sulit tidur. kelemahan dirasakan semakin berat. T3 dan T4 meningkat C. Tinea corporis E. skuama dan papul-papul. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Pemeriksaan protein total E. akral teraba hangat. Ptiriasis rosea D. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. T3 dan T4 normal D. sebanyak + ½ gelas air mineral. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. T3 dan T4 menurun E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan pH darah E. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. pembesaran kelenjar tiroid difus. Pemeriksaan pH darah 165. hiperpigmentasi. TSH. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Kokus gram positif pada pengecatan gram . TSH.C. T3 dan T4 menurun 163. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. tampak makula eritematosa. Hifa pada pemeriksaan KOH B. hingga tidak mampu beraktivitas. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. TSH meningkat. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. mata eksoftalmus. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. Pasien sering merasa gelisah. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Pemeriksaan elektrolit darah D. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. sehari 3-5 x/hari. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Pemeriksaan elektrolit darah D. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Pemeriksaan Hb 164. TSH menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. T3 dan T4 meningkat B. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Psoriasis 162. lembek. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. mudah lelah dan mengalami diare. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. frekuensi napas 24 x/menit. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. tanpa lendir maupun darah. denyut jantung 120 x/menit. TSH menurun.

Obat kocok 170. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Gel B. Eritroderma B. Psoriasis 168. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. punggung serta tepi rambut kepala. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Psoriasis C. terdapat jaringan nekrotik. pembesaran kelenjar tiroid difus. Bacillus cereus D. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Eritroderma E. Pemfigus E. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Ptiriasis rosea D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tidak tahan panas. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Clostridium perfringens C. Herpes zoster 169. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. tertutup skuama tebal berwarna putih. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Pasien juga mengeluh demam. tekanan darah 140/90 mmHg. Streptococcus βhemoliticus B. Dermatitis seboroik B. proptosis bola mata. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. punggung serta tepi rambut kepala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Staphylococcus aureus E. Badan terasa lemah. Krim C.E. edema. Sindroma Stevens Johnson D. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Dermatitis kontak C. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Pseudomonas aeruginosa 167. tertutup skuama tebal berwarna putih. Bedak E. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. gelisah dan sulit tidur. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Salep D. sekret berbau. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu.

Skala interval E. d=10%. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Oligoteratozoospermia E. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Oligoastenozoospermia D. denyut jantung 90 x/menit. Skala nominal D. Regresi B. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Methimazol B. Proyeksi D. Sublimasi E. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Oligozoospermia C. Represi C. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Levothyroxine E. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas.A. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. yaitu kurang dari normal. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. 131 I D. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Skala ordinal C. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Melakukan kompresi jantung C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Oligoastenoteratozoospermia 172. normal dan lebih dari normal. Normozoospermia B. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Skala Gutmann 175. c=25%. motilitas : a=45%. Introyeksi 173. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. morfologi 80%. tampak biru. Propilthiouracil C. Skala rasio B. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Perchlorate 171. lemah. b=20%. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. Memberikan rangsang taktil B.

retraksi dinding dada. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Analisa gas darah E. Kultur darah D. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. tidak menangis. Hitung jenis leukosit B. Rinitis alergika E. Gangguan panik B. Rinitis vasomotor E. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Kadar glukosa darah . frekuensi napas 80 x/menit. Polip nasi B. Bayi tampak lemah. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Gangguan bipolar manik C. Snowball Sampling E. denyut jantung 172 x/menit. Rinitis alergi D. Polip nasi B. Simple Random Sampling D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Skizofrenia paranoid E.waktu dan tenaga yang dimiliki. Gangguan psikotik akut D. Sistematic Random Sampling B. Abses nasi C. Concha polipoid D. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Abses nasi C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Kadar hemoglobin C. Quota Sampling 176. Gangguan waham 177. Cluster Random Sampling C. Sinusitis maksilaris akut 178. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. sianosis dan merintih. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Sinusitis maksilaris akut 179. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu.

warna merah kebiruan. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. frekuensi napas 28 x/menit. Ruptur uteri C. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Inversi uteri B. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Nyeri hilang dan timbul. Memberikan sisipan 1 RHZS B.180. Rifampisin E. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. berbatas tegas dan teraba hangat. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Nafsu makan menurun. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Pirazinamid D. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. berat badan menurun. Memberikan sisipan 1RHZE C. Plasenta dupleks 183. Myoma uteri E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Ulkus ventrikuli B. Ethambutol C. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. denyut nadi 136 x/menit lemah. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. tekanan darah 70/50. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Memberikan sisipan 1RHZES D. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Keluhan batuk. Kolelitiasis D. Ruptur vagina D. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. badan terasa lemah. Pankreatitis E. Hepatitis akuta 184. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Streptomisin B. Ulkus duodeni C. Isoniazid 182.

defens muskuler C. Sinus bradikardi E. shiffting dullnes D. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh.9 °C. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Atrial fibrilasi E. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. predominan tympani B. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. vesicolitiasis C. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Sinus bradikardi C. appendicitis D. denyut nadi 140x/menit. Supraventrikuler takikardi B. temperature 36. Aritmia C. Seorang laki-laki umur 40 th. Keluhan disertai mual dan muntah. tidak teratur. Normo sinus rythm C. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. RBBB B. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. hiperperistaltik 190. Pada inspeksi pasien tampak . Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. nefrolitiasis E. denyut nadi sulit ditentukan. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Supraventrikuler takikardi B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Normosinus ritme 186. tes undulasi (+) E. Sinus bradikardi D. fecalith 189. Sinus takikardi D. Pada saat dilakukan palpasi perut. Atrial flutter 187. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A.C. Sinus takikardi D. Sinus takikardi E. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Atrial fibrilasi 188. hidronefrosis B. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg.

nyeri sumbu (+). Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. luka robek di lengan bawah. dan icterus . Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Reposisi B. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. deformitas (+). nyeri tekan (+). nyeri sumbu(+). dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. nyeri sumbu (+). Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. TB 155 cm. Immobilisasi D. frekuensi napas 24 x/menit. Resusitasi C. Fraktur impresi B. Pembersihan luka D. gatal-gatal. tekanan darah 110/70 mmHg. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. ascites minimal. hepatomegali. tidak ada riwayat trauma. Kenali dan hentikan perdarahan 193. Penurunan BB 3 kg/mg B. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. Airway management E. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. nyeri tekan (+). tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. pembesaran lien. akral dingin dan pucat. frekuensi napas 30 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. mata kuning. Diit cukup karbohidrat C. Fraktur kompresi . Pemasangan infus C. Reposisi-immobilisasi 194. Fraktur impaksi C. deformitas (+). denyut nadi 80 x/menit. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Pemberian analgetik E. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal.pulsasi nadi lemah. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Penjahitan luka B. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. mengerang kesakitan. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. Pertemuan tepi lateral kanan m. Olahraga 30 menit/hari D. Fraktur kominutif E. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Fraktur patologis D. Konsumsi penghancur lemak E. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir.

denyut nadi 120 x/menit. Syok neurogenik C. 14 E. dan deformitas (+). 1 posisi C. denyut nadi 120 x/ menit.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. saat kejang pasien tidak sadar. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah.Untuk mencegah perburukan kondisi. nyeri sumbu (+). Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. 15 196. 13 D. 11 B. Fraktur terbuka B. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. 12 C. Resusitasi cairan agresif D. Debridement C. lateral B. perdarahan masif. Seorang anak laki-laki. dan bisa bergerak bebas. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. Syok hipovolemik D.195. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . 2 posisi D. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis.pulsasi nadi lemah. merasa mengantuk. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. posterior 199. apa yang perlu segera dilakukan? A. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Petitmal B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. dan deformitas (+). anterior E. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. akral dingin dan pucat. Grandmal C. Reposisi cito B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Parsial simple E. GCS = 5. perdarahan masif. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. GCS = 5. Sindroma kompartemen 198. bisa menjawab pertanyaan sederhana. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Mioklonik D. Carpopedal spasme 197. Trauma neurologi E. nyeri tekan (+). Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. frekuensi napas 30 x/menit. sesudah itu lemas seperti tertidur. umur 7 tahun. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu.

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. scrotum membesar. Ventilasi E. Ileus obstruktivus D. temperatur 390C.80C. Absorbsi D. metallic sound (+). turgor kurang.E. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . pemeriksaan lain dalam batas normal. Hernia inguinalis medialis 201. turgor kurang. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Appendix infiltrat D. Rehidrasi intravena D. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Cold abses inguinal E. mual dan muntah. Hernia femoralis B. tidak mau minum. mual dan muntah. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. peristaltic meningkat. Difusi B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. tidak mau minum. Merujuk pasien ke ICU E. metallic sound (+). pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. denyut nadi 164 x/menit.80C anak lemah. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. distensi abdomen. Memberi obat anti diare 204. Lakukan pemasangan infus C. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. anak lemah. peristaltic meningkat. Rehidrasi oral C. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. denyut nadi 120 x/menit. Ileus paralitik B. temperatur 390C. Oksigenasi B. Limfoma maligna C. Oksigenasi 203. mata cekung. Hernia inguinalis lateralis 202. denyut nadi 164 x/menit. scrotum membesar. temperatur 36. temperatur 36. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Perfusi C. pemeriksaan lain dalam batas normal. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. distensi abdomen. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. mata cekung. Hernia inguinalis lateralis E. Ketika dilakukan anamnesis. denyut nadi 120 x/menit. Hernia femoralis C. Lakukan resusitasi cairan B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas.

kejang 3-5 kali. Syok septik B. frekuensi napas 30x/menit. Arteri carotis communis 210. Bayi laki-laki umur 25 hari. frekuensi napas 30 x/menit. sianosis. tekanan darah 180/110 mmHg. tali pusat kotor dan berbau busuk. Insufisiensi trikuspidal E. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. denyut nadi 140 x/menit. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas.D. sianosis. Syok distributif C. Angina pectoris tak stabil 206. Syok neurogenik D. Perikarditis B. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Intestinum E. Infark miokard akut D. Stenosis aorta B. akral dingin. frekuensi napas 60 x/menit. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. Limpa C. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Kesadaran gelisah. Miokarditis C. pekak alih (+). Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Pada saat pemeriksaan fisik. Patent ductus arterisus 208. Pasien tidak sadar. bising sistolik. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Insufisiensi mitral D. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Ginjal D. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Tetralogi Fallot C. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Arteri subclavia C. Arteri tibialis posterior E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Arteri radialis B. Arteri carotis interna D. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. denyut nadi 120 x/menit. jari tabuh (+). Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Syok kardiogenik E. Syok hipovolemik 207. Angina pectoris stabil E. suara jantung lemah. bising usus melemah. Hati B. malas menetek. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Colon descendens 209. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah.

Hepatitis B kronis B. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. 212. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Hepatitis B kronis aktif C. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial.211. trigonum caroticum B. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Hepatitis B carrier sehat E. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. reflek lambat E. Vasa darah besar C. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. trigonum submandibulare E. pimpinan suatu perusahaan. Vasa coronaria D. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. isokor B. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. Cedera plexus brachialis C. Cacat/defek pada septum E. Bayi lahir selamat. miosis maksimal C. Reaksi lekemoid . Peregangan m. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Fraktur humeri D. Katub jantung B. 215. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. A. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. regio cervicalis lateraris D. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Dislokasi articulatio humeri B. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. regio cervicalis anterior C. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Fraktur clavicula E. 213. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. anisokor D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. 214. Sirosis Hepatitis B D.

Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. faring hiperemis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem.Saat masuk . Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. lekosituria dan nitrituria E. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. proteinuria dan silinderuria D. dan Bilirubin indirek:0. Bilirubin Direk: 6. reaksi imunitas E.5 mg/dl. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. pH dan ketonuria B. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. Sindrom Nefrotik C. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. infeksi jamur B.216. hematuria dan glukosuria C. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. Multiple myeloma D. hepatitis B. 217. kolelithiasis C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. infeksi bakteri C. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Myeodisplasia E. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. sirosis hepar D. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. infeksi virus D. SGPT: 24 IU/L. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. Glomerulonefritis E. karsinoma hepar E. 219. 218. Pyelonefritis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. B. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. 220.3mg/dl. Sindrom Nefritik D. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis.

223. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. ataxic gait E. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. Keluhan ini disertai rasa . mencegah decubitus E. mendadak saat bangun tidur. coma B. kekuatan ekstremitas kiri 4. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. mencegah pneumonia B. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. somnolen D.221. sitikolin B. afasia global D. refleks patologis negatif. hemiparetik gait C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. 225. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. paraparetik gait D. afasia transkortikal E. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. stupor C. parkinson gait B. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. mekobalamin E. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. afasia sensorik C. soporouscoma E. afasia motorik B. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. pirasetam C. Apakah diagnosis paling tepat? A. 222. silostasol D. mencegah kontraktur D. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. 224. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). mencegah herniasi C. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi.

Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. 230. batas tidak tegas. Kortikosteroid topical C. dengan skuama putih . Tinea korporis E. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. dengan skuama putih tipis collarete. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Kortikosteroid sistemik B. dengan skuama putih. Antijamur topikal E. disertai dengan tanda Autspitz . Pitiriasis rosea D. Dermatitis kontak alergi B. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan ini disertai rasa gatal. badan dan paha. D. dengan bagian tepi papul-papul eritem. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. E. Alergen B. Psoriasis vulgaris C. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. batas tidak tegas. dengan skuama putih . Dermatitis kontak alergi B. Pitiriasis rosea D.226. Dermatitis kontak alergi B. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. Micobacterium sp. Tinea korporis E. herald patch (+) pada lengan atas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Antihistamin sistemik D. disertai dengan tanda Autspitz . dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. 229. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Psoriasis vulgaris C. Psoriasis vulgaris C. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Tinea korporis E. 228. gatal. Apakah terapi yang sesuai? A. Trichophyton sp. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. batas tegas. 227. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Keluhan ini disertai rasa gatal. Keluhan ini disertai rasa gatal. batas tegas. Pitiriasis rosea D. Keringat C.

Tinea korporis E. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Dalam pemeriksaan. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. Neuroleptik Malignan Sindrom C. badan dan paha. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. atap datar. pil kuning dan pil hijau. Tekanan darah 130/80 mmHg. Kortikosteroid sistemik B. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Tardive dyskinesia D. Sejak 2 minggu yang lalu. 233. multiple. berusia 16 tahun. diberikan salep putih. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Carbamazepin 2 x 200 mg D. herald patch (+) pada lengan atas. Ekstrapiramidal Sindrom B. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. dengan keluhan seluruh badan kaku. berusia 38 tahun. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. meskipun rasa gatal berkurang. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Antijamur E.231. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. dibawa ke unit gawat darurat RS. 232.5 mg C. Ukuran lesi tetap. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. disertai rasa gatal. Diazepam 2 x 2 mg B. Antihistamin C. yang berasal dari dirinya sendiri. Dalam pemeriksaan status mental. pasien mengatakan pada pemeriksa. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. denyut nadi 86 x per menit. Apakah diagnosis yang tepat? A. Psoriasis vulgaris C. Pitiriasis rosea D. Huntington’s disease E. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Antivirus D. terdapat tremor. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. distonia akut dan krisis okulomotorius. 234. Apakah terapi yang sesuai? A. tipis collarete. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. Dermatitis kontak alergi B. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. Haloperidol 2 x 1.2 °C. sehingga pasien ketakutan. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A.

berusia 18 tahun. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). berusia 24 tahun. Gangguan Skizofrenia C. Stress Akut D. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Skizofrenia B. Apakah diagnosis yang tepat? A. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. karena tiba-tiba berteriak-teriak. seluruh badan lemas. Gangguan Panik C. Apakah diagnosis yang tepat? A. jantung berdebar-debar. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Apakah diagnosis yang tepat? A.ngejar dan akan membunuhnya. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Gangguan Anxietas Phobic B. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. temperatur39. Pasien sering sulit tidur. Gangguan Afektif B. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. namun ia sulit untuk menghilangkannya. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. Demensia Seorang mahasiswi. tangan dan kaki terasa dingin. Gangguan Waham Menetap E. Gangguan Skizoafektif E. Sejak 2 bulan yang lalu. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. 237. berusia 23 tahun. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Apakah diagnosis yang tepat ? A. Delirium E. 236. Amnesia C.235. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. Gangguan Psikotik Akut B. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. 238. merasa tak berdaya. Gangguan Obsesif Kompulsif D. Gangguan Waham menetap D. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. 16 tahun. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Gangguan Cemas Menyeluruh E. mengeluh nyeri kepala dan muntah. keringat dingin. Penderita juga sulit tidur. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya.

240. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Dilatasi ventrikel kiri B. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Gangguan Fugue Disosiatif C. angina pectoris stabil B. ia akan merasakan berdebar-debar. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. angina pectoris heberden E. Terapi Kognitif D. Namun. Terapi Gestalt E. Hipertrofi ventrikel kiri C. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Terapi Desensitisasi C. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Gangguan Trans Dissosiatif D. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. B. karena ia sadar. usia 17 tahun. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Apakah terapi yang paling tepat? A. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual.239. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Terapi Aktivitas Kelompok B. disertai jantung terasa berdebar-debar. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Gangguan Konversi Histeri E. 243. 242. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. 241. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. angina pectoris atipikal C. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. angina pectoris tidak stabil D.

Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Syok kardiogenik C. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A.Mitral Stenosis 244. Stroke hemoragik D. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Infark Miokard akut D. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. tekanan darah 130/80 mmHg. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Streptococcus pyogenes. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Hipoglikemi B. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A.5°C. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Stroke non hemoragik . Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Atrial Septal Defect E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. divertikulum zenkel D. Gagal Jantung Kongestif C. Penyakit jantung reumatik B. Ketoasidosis diabetik E. Menurut keluarga yang mengantar. D. Syok anafilaksis E. Staphilococcus aureus B. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Syok septik 246. Hiperglikemi C. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Syok Hipovolemik B. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Streptococcus viridans C. Streptococcus beta hemoliticus E.mengalami penyakit serius berupa demam. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Floppy epiglotis B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Respiratory distress syndrome 247. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Tetralogi of fallot C. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Fistula tracheaesofageal E. Syok hemoragik D.

Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. nyeri dan fesesnya bercampur darah. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Perutnya seringkali kram. Kolitis ulseratif C. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen.respirasi 32 x/menit. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri.248. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. syok anafilaktik E. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase.tekanan darah 80/60 mmHg. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Penyakit Crohn D. Anti HBs D. denyut jantung 100x/menit. Karsinoma usus E. Abses usus B. PCR B. IgM anti HBc 250. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Leukosit PMN 251. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. syok kardiogenik C. syok hipovolemik B. infark di hemisfer kiri B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Monosit D. Riwayat trauma disangkal. Hematokrit E. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. HBsAg C. syok septic 249. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. subarachnoid hemorragi . Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. infark di hemisfer kanan C. Eritrosit B. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. syok neurogenik D. Anti HBe E. Hemoroid interna 251. Limfosit C. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A.

Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. intraductal papillomatosis 252. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. defisiensi vitamin C C. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. dan wheezing pada kedua lapang paru. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. yang terjadi saat istirahat. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. defisiensi vitamin B12 B. bronchitis kronik E. emfisema C. sianosis. bronkopneumonia 254. CLL . asetilkolin E. fibroadenoma E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. bradikinin D. Fibroangioma D. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. defisiensi besi E.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. Kistadenoma C. AML C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. papilloma B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. defisiensi folat D. anemia dan trombositopenia. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. bronkiektasis D. asma B. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. infeksi virus 255.251. transamin 253. ALL B. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. berdasarkan epidemiologi. Pasien adalah seorang perokok berat. serotonin C. dopamin B.

nervus vagus B. nervus femoralis E. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. Melanoma Maligna C. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Neisseria gonorrhea E. brachialis B.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif.tampak kurus. Komplek ghon B. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. DIC 256. vagus 260. nervus tibialis C. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. scrofula E. Karsinoma sel basal B. miliar 258. Hemofilus ducreyi B. axillaris C. fibrokistik D.D. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Clamidia trachomatis 257. cold abses C. ulnaris E. Nevus Pigmentosus D. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Treponema pertenue D. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. radialis D. nervus ischiadicus . Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. Karsinoma sel skuamosa 259. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. CML E. Melanoma Lentiginosa E. nervus fibularis D. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Treponoma pallidum C.

Fraktur vertebra E. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. ligamentum lata E. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. emfisema B. ibuprofen C. metampiron E. bronkiektasis D. Spondilosis 264. peritoneum parietal C. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. fascia lata 263. pneumothorax E. Hernia Nukleus Pulposus B. Pasien penggemar minuman kopi. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. Pasien adalah seorang perokok berat. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas.261. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. emboli paru C. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Spondilolisthesis D. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. kanalis inguinalis D. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. amoksisilin D. apneurosis abdominalis interna B. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. kloramfenikol 265. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Ankylosing spondylitis C. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. terutama pada saat perut kosong. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. aspirin B. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. bronchitis kronis 262. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah.

Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina.makan yang baik. Seorang perempuan berusia 45 tahun. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Neisseria gonorrhoeae B. Goiter multinoduler 266. Mukosa vagina tampak merah. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. sudah menikah. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Adenomiosis B. bengkak. Mioma uteri . Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Chlamydia trachomatis C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. konsistensi padat kenyal. dan berbatas tegas. Injeksi penisilin E. Pancreatitis akut D. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. indometasin oral 268. antihistamin C. Servik terlihat normal. acyclovir oral D. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. temperature 36. Tiroiditis Hashimoto E. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Graves disease C. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. Seorang perempuan berusia 28 tahun. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. irreguler. Sirosis biliaris 267. Cholesistitis akut C. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern.9oC. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Herpes simplex 269. Treponema pallidum E. NSAID oral B. Cholangitis akut B. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. Candida albicans D.tekanan darah 140/90 mmHg. darah banyak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Kanker tiroid B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Defisiensi iodine D. dan terasa nyeri. Perforasi akut pada kantung empedu E. Keluhan disertai demam dan mual. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu.

nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Fibrocystic disease D. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Karsinoma mammae B. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Karsinoma mammae B. Fibroadenoma mammae C. 272. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Kistoma ovarium D. Apakah diagnosis kasus diatas? A. berbatas tegas. 273. konsistensi kenyal. 271. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. 274. Tumor phyloides E. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . EBV E. terdapat flek. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun.270. sperma berbentuk normal 45%. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. bau khas. batas tidak tegas. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. C. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. jumlah sperma 15 juta/cc. Tumor phyloides E. HSV tipe 1 B. Benjolan tidak terasa nyeri. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. motilitas 18%. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Azoospermia dan astenozoospermia C. Fibrocystic disease D. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Kista dermoid E. HIV D. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Fibroadenoma mammae C. dapat digerakkan. Azoospermia dan teratozoospermia E. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. HPV C. warna putih . Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal.

Pemeriksaan Harada Mori E. Ditunggu hingga 3 tahun 275. frekuensi nafas 26 x/menit. Pemeriksaan tinja apung C. Ulkus Kornea 279. Elevasi tungkai E. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Fiksasi interna C. Pemeriksaan tinja langsung B. didapatkan hasil (+)(+)(-). Pembidaian 276. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Kandidiasis D. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Pemeriksaan analisa sperma B. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Tinea Versicolor 277. Tinea Korporis C. Mobilisasi sendi D. skuama tipis. Dermatitis seboroik E.A. Panoftalmitis C. dan satelit papula. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. denyut nadi 90 x/menit. Pemeriksaan patensi tuba C. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. mual dan muntah. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Glaukoma Akut B. tekanan darah 110/60 mmHg. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Tinea Kruris B. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Debridemen luka B. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Pasien juga merasakan nyeri kepala. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Pemeriksaan tinja endapan D. Endolftamitis E. Uveitis Anterior D. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Pasien diketahui menderita diabetes melitus.

Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Abortus Insipiens B.2ºC.000/ul. mual dan muntah. temperatur 36. teraba massa pada daerah adneksa kanan. denyut nadi 90x/menit. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. trombosit 250. Tiamfenikol C. dan tidak buang air besar selama 3 hari. Torsi Kista Ovarium E. Osteoarthritis C. leukosit 13. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Arthritis Gout D. Keluhan disertai nyeri kepala. hematokrit 40 vol%. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Kotrimoksazol D. dan didapatkan nyeri goyang servik. kavum douglas menonjol. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. muntah. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. berat badan 80kg. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. denyut nadi 85x/menit. Pseudogout 283. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Kehamilan Ektopik Terganggu D. frekuensi nafas 20x/menit. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Amoksisilin E. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. eritrosit 4juta/ul. denyut nadi 110 x/menit.Burney. Apendisitis . Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. Abortus Iminens C. terdapat Rovsing sign. Kloramfenikol B. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Osteoporosis E. Pemeriksaan βHCG urin positif. temperatur 37. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. Fluorokuinolon 282. Segera lakukan tes tuberkulin D. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Arthritis Rheumatoid B. G1P0A0. frekuensi nafas 20 x/menit. mual. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi.8 ºC.000 /ul.B. Segera lakukan Rontgen toraks C. frekuensi nafas 24 x/menit.

Pasien merasa nyeri perut kanan atas. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. batuk-batuk. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. konsistensi kenyal. Endoscopy D. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. konsistensi kenyal.2ºC. frekuensi nafas 22 x/menit. tidak nyeri tekan. Lekemi mieliod akut C. temperatur 38˚C. 287. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Graves ‘Disease’ B. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. 286. 285. tekanan darah 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. jantung dan paru normal. Limfadenitis TBC D. Kolik Ureter E. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. denyut nadi 80 x/menit. kesadaran kompos mentis. Biopsi limponodi servikal . Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Otitis media akut stadium presupurasi C. Amoebiasis C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. temperatur 37. Otitis media akut stadium perforasi E. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Kolik Ginjal D. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Limfoma maligna E. USG abdomen E. tampak bengkak dan hiperemis. lien tidak membesar. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. B. tidak nyeri tekan. denyut nadi 80 x/menit. Pasien tidak mau makan dan rewel. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. kesadaran kompos mentis. Keluhan disertai sakit kepala. Otitis media akut stadium supurasi D. denyut nadi 84 x/menit. Barium enema B. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan.284. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Colonos copy C.

kesadaran kompos mentis. tidak nyeri tekan. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Gambaran darah tepi C. Antitiroid C. Kadar T3. USG Tiroid E. Hormon tiroid D. Sitostatika E. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Antibiotic B. X Foto Thorax 288.B. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. denyut nadi 80 x/menit. konsistensi kenyal. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Vitamin B . Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. T4 dan TSH D. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->