SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Risiko relatif C. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Population attributable risk 16. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Regresi Cox E. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. dan aktifitas fisik. Uji ANOVA satu arah 15. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Log-linear D. Regresi linear C. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Rasio prevalensi D. Koefisien kontingensi E. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Regresi logistik B. Rasio odd B. Uji T independen C. Uji Kai Kuadrat B. Data diasumsikan terdistribusi normal. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Uji T berpasangan D. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin.orang mendapatkan lamivudin. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Uji Korelasi Kanonikal 17. Uji Korelasi Pearson E. merokok.

frekuensi napas 32 x/menit dalam. Ptiriasis rosea D. Dermatitis kontak alergika 20. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml).2˚C. temperatur 38. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Eritrasma B. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. hiperpigmentasi. letak kepala puki. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. skuama dan papul-papul. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. Regresi logistik E. Korelasi spearman C. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. tekanan darah 120/80 mmHg. Regresi linear D. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. VT pembukaan 7 cm. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. tampak makula eritematosa. TFU 30 cm. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. Uji T Independen C. kepala turun . dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan.studi ini. Setelah 12 minggu perlakuan. Korelasi pearson B. Uji Kruskal-Wallis B. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. kulit ketuban tidak ada. Setelah pengolahan data dilakukan. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. kulit kering. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. tercium bau buah segar. Injeksi antibiotika spektrum luas E.45. Rehidrasi cairan intravena C. Kandidasis kutaneus E. Uji T berpasangan D. denyut nadi 120 x/menit. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Uji Wilcoxon 18. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Injeksi insulin intravena B. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Pemberian natrium bikarbonat D. Korelasi parsial 19. Tinea kruris C. Uji Mann-Whitney E. DJJ 12-11-12.

Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. Gentamisin C. Hifema 26. Plapebra khemosis D. Terapi apakah yang paling tepat? A. Kolelitiasis D. khemosis. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. Sulfametoksazole 25. hematom palpebra. Ulkus ventrikuli B. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. perdarahan subkonjungtiva. kripte iris baik. hematom palpebra. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Isosorbid D. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Ampisilin B. Ulkus duodeni C. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. edema kornea. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Hepatitis akuta 23. Kloramfenikol D. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Pankreatitis E. Nyeri hilang dan timbul. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. pustula. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Edema kornea E. dan krustae hitam di sekitar hidung. refleks pupil baik. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Manitol C. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. Siprofloksasin E. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Asetazolamid 24. lensa jernih. Perdarahan subkonjungtiva B. edema . perdarahan subkonjungtiva. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. pupil bulat regular. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. tangan. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Hematom palpebra C. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Thiazid B. khemosis. hingga seluruh tubuh. Furosemid E.

Asam mefenamat B. Badan demam ringan C. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Aspirin 29. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda.kornea. Sesak nafas terjadi terus-menerus. OAT kategori 1 B. pupil bulat regular. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Penyakit paru obstruktif ringan . lensa jernih. Tonometri E. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Paracetamol C. OAT kategori 3 D. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Metampiron D. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Refraktometri B. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Keratometri C. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Nyeri dada kanan 30. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Badan demam ringan. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Terapi simtomatis E. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Biometri 27. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Pasca operasi katarak D. Nyeri kepala tegang E. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. refleks fundus suram. kripte iris baik. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Penyakit paru restriktif ringan B. OAT kategori 2 C. Kampimetri D. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. refleks pupil baik. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Sesak nafas progresif B. Penyakit paru restriktif moderat C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. OAT dan Quinolon 28. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0.52. Piroksikan E.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Flusitosin C. Propanolol D. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Medula spinalis segmen Th 10 C. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Medula spinalis segmen L 1 45. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. frekuensi napas 20x/menit. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. sering pusing dan kakinya membengkak. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Nifedipin C. Deksametason D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 E. Medula spinalis segmen Th 4 B. Asam mefenamat E. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Metampiron C. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Captopril E. tonus otot meningkat bilateral. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Natrium diklofenak 47. Griseofulvin . nadi 80x/menit. Diltiazem 48. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak.5 mg/dl. Medulla spinalis segmen C7 46. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Medula spinalis segmen C 5 D. Medulla spinalis segmen C7 E. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Hidroklorotiazid B. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Itrakonazol E.hipestesi setinggi umbilikus. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Amfoterisin B B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Piroksikam B. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Ketokonazol D. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A.

Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Diabetes Melitus Tipe 1 B. lingkar pinggang 73 cm. HDL-kolesterol 32 mg/dL. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Itrakonazol E. trigliserid 183 mg/dL. Tomat B. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. asam urat 10 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Jeruk C. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A.49. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Mlinjo E. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A.5 g/dL. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. MCV 82 fL. asam urat 10 mg/dL. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Griseofulvin 50. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Hiperurisemia. Wortel 52. Diabetes Tipe lain E. D. tinggi badan 171 cm. C. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Sindroma metabolik 51. Hipertensi E. tinggi badan 171 cm. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Flusitosin C. Diabetes Insipidus 53. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Dislipidemia. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Ketokonazol D. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Kobis D. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Diabetes Melitus Tipe 2 C. kadar . Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. hematokrit 22. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum.5 mg/dl. Obesitas. HDL-kolesterol 32 mg/dL. B. Amfoterisin B B. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. trigliserid 183 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya.4%. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Diabetes Gestasional D.

suhu 37oC. Struma Hashimoto . Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. kontrol 6 bulan lagi 55. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. frekuensi napas 30x/ menit. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. dan pemberian OAD D. Penyakit Grave B. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. diet. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. denyut nadi 104x/ menit. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Diet. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Status gizi kurang. Defisiensi asam folat C. Struma koloid D. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Struma nodusa C. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Kurang asupan kalium 57. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. diameter 4 cm. Kedua orangtuanya pasien DM. Diet dan minum obat glibenklamid C. Kurang asupan yodium B. Tekanan darah 130/80 mmHg. Hasil pemeriksaan fisik baik. KEP (Kurang Energi Protein) C. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Edukasi. Defisiensi besi B. Defisiensi vitamin C 54. dan minum obat glikuidon E. latihan jasmani yang cukup. tak nyeri tekan. Defisiensi eritropoietin E.8 mg/dL. latihan jasmani. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL.kreatinin serum 4. Kurang asupan kalsium D. keton uria (+++). Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Defisiensi vitamin B12 D.

Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A.E. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Antihistamin D. Tiroiditis B. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. free T4 menigkat. Seorang perempuan berusia 21 tahun. frekuensi napas 20x/menit. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Operasi B. Struma koloid B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Tiroiditis subakut 59.50C. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Kortikosteroid E. suhu 38. sesak. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Antihipertensi 60. Struma multinodular toksik E. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Kretinisme C. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Struma Hashimoto D. denyut nadi 80x/menit. Penyakit Grave C. Radiasi C. Diazepam D. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Propil tiourasil E. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Iodium redioakti 61. sering pusing dan kakinya membengkak. . free T3 dan free T4 meningkat. Analgetik C. nafas cepat dalam. Penyakit Grave D. Pelemas otot B. Hiportiroidisme E. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Struma difusa nontoksik 58. Penyakit Hashimoto 62. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. bau nafas berbau khas.

Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Neuropati diabetikum B. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. HbA1C B. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Nasopharynx E. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. Laryngopharynx C. Aditus laryngeus . Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Ketoasidosis E. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Endolymphe 65. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. propanolol. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Analisis gas darah E. suhu badan 39 C. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Oropharynx D. pharynx hyperaemia (++). Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Larynx B. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. nafas cepat dalam. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. kekakuan pada sendi pengungkit D. Nefropati diabetikum C. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Gula darah sewaktu 63. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Membran vestibularis C. sesak. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. C-peptide C. Muskulus tensor tympani E. Keton darah D. Hipoglikemia 64. bau nafas berbau khas. kaptopril dan furosemid. Foramen ovale B. Tuberculosis paru D. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin.

Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. terdapat detritus. tenggorokan gatal dan susah menelan. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. tonsil terdapat eksudat. Berat badan 25 Kg panas 37. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. ECG B. Nadi 80x/menit. Seorang anak laki-laki. Seorang perempuan usia 18 th. kaptopril dan furosemid. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. tenggorokan gatal dan susah menelan. Tensi 120/80 mmHg. Tonsilopharingitis kronis E. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. 6 th. Kultur kuman dari swab tenggorok E. propanolol. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Mycoplasma pneumoniae B. Foto rontgen kepala C. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. Adenoiditis B. Tonsilitis kronik C. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. tonsil terdapat eksudat. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. tidak ada batuk pilek. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Virus human influenzae E. tidak ada batuk pilek. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Streptococcus pyogenes D. Staphylococcus aureus C. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C.300/ul. Respirasi 20x/menit. 6 th. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Rinosinusitis kronik D. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Seorang anak laki-laki. Coronavirus 70. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12.10 C.300/ul. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Biopsi limfonodi cervical D. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. fibrosis. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? .67.

Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Dehidrasi berat 74. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. kehausan. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Menghambat pompa Natrium B. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. turgor kulit < 2 detik. Cairan Ringer lactate E. tidak ada nafsu makan.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Cairan Darrow B.pada kripte liberkuhn D. Cairan D ¼ S 76. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Tanpa dehidrasi B. kehausan. Nadi 80x/menit. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Total Bedrest (rawat inap) D. cairan menyerupai air cucian beras. cairan menyerupai air cucian beras. fibrosis. lidah kotor. perut hypertympani. Pemeriksaan foto thoraks E. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. turgor kulit < 2 detik. Tonsilektomi B. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Seorang perempuan usia 18 th. Pemeriksaan ECG B. Dokter . Dehidrasi sedang D. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. E. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. turgor kulit < 2 detik. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Terapi radiasi 73. Respirasi 20x/menit. Tensi 120/80 mmHg. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. Pemeriksaan ASTO C. Cairan KA-EN 3B D. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. terdapat detritus. Meningkatkan absorbsi Cl. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Khemoterapi E. kepala pusing. Dehidrasi ringan-sedang E. Pemeriksaan darah rutin D. Cairan KA-EN 3A C. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Diet rendah lemak C.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. kehausan.A. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Dehidrasi ringan C. cairan menyerupai air cucian beras. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A.

datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. Keratosis seboroik B. dan lutut. Photo BNO C. Ultrasonografi abdomen. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. mengeluh adanya bercak kemerahan. Lesi mengenai wajah. Psoriasis D. mengeluh adanya bercak kemerahan. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. B. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. kulit kepala berambut. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Eritroderma E. kulit kepala berambut. Anti virus C. Endoskopi saluran pencernaan. E. OMD. Ptiriasis rosea 80. Pada Minggu pertama B. siku. bersisik tebal. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. siku. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Dermatitis seboroik C. Anti inflamasi D. bokong. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Respirasi 20x/Meint. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. kaki bengkak. bersisik tebal. CT Scan abdomen D. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. Enzym urease pada serum 78. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Nadi 88x/menit. dan lutut. bokong. Setelah minggu pertama C. Pada Minggu kedua D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Anti jamur E. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. 79. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Setiap saat 77. Lesi mengenai wajah. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Setelah minggu kedua E. Tekanan darah 140/90 mmHg. Dari pemeriksaan perut membesar. terasa perih. Anti histamin 81. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Dan lokasi ujud .curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Anti bakteri B.

G2P1A0. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Akne vulgaris D. belum menikah. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Ulcerative gingivostomatitis 84. Herpetic gingivostomatitis E. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Reserpin 85. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Isoniazid (H) C. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Propanolol E. vesikel. ulkus diameter 2-3 mm. Seorang perempuan berusia 37 tahun. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. bula dan pustule. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Aphthous ulcers C. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Stomatitis aftosa rekuren D. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Kaptopril C. Streptomisin (S) . Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. HCT B. tampak beberapa ulkus pada lidah. Rifampisin (R) B. Rosasea 82. hilang timbul dan berpindah tempat. demam dan penurunan nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. tepi menggaung dan eritematous. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Miliaria B. mukosa bukal dan bibir bawah. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Etambutol (E) E. Hidradenitis suppurative E. terutama pada telapak kaki. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Pirazinamid (Z) D. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Milia C. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. Furosemid D. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Gingivitis akut B. Pemeriksaan lampu Wood B. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A.

tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. frekuensi napas 32 x/menit. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D.86. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Kelainan genetik pankreas 90. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Hipersekresi insulin saat makan C. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Injeksi metilsantin E. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. frekuensi nadi 110 x/menit. sesak nafas dan demam. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Insulin diberikan sebelum tidur C. Reaksi autoimun pada sel beta . Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Oral bronkodilator 87. Inhalasi agonis β2 B. Injeksi kortikosteroid D. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Dokter merencanakan pemberian insulin. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Inhalasi kortikosteroid C. Defisiensi insulin bersifat relatif D. lebih suka posisi duduk. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Gangguan sekresi postprandial B. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. GD 2 jam PP 224 mg/dL.

Pembakaran lemak karena obesitas 91. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Gangguan neurogenik C. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Gangguan hemostatik D. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Berat badan 80 kg. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Gangguan otonomik B. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. bolus Dextrose 40% iv E. infuse RL tetesan cepat B. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. injeksi insulin dosis tinggi 95. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. keringat dingin dan jantung berdebar. G1P0A0. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. pasien sebelumnya mengalami demam. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. dan mata kabur. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Refleks patologis negative. Mencegah neuropati B. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Mencegah hipoglikemia E. Mencegah retinopati C. GCS 2-1-3. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. tinggi badan 162 cm. SGOT . infus NaCL tetesan cepat D. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Mencegah ketoasidosis 93. sulit tidur. tetapi pasien masih rajin minum obat. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg.E. Seorang perempuan 30 tahun. Mencegah nefropati D. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Dari anamnesis ke keluarga. Gangguan respirasi E. Gangguan vaskular 94. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B.

infeksi meningeal 100. dan teraba hangat. Creatinin 0. Dari . Blokade produksi prostaglandin B. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. hiperemis. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. perdarahan intracerebral E. Koma uremik 96. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Refleks patologis negative. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Sangat peka terhadap opioid C. Koma neurogenik B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. SGPT 30 mg/dL. Sensitisasi terjadi di reseptor B. rehidrasi cairan D. Koma septik D. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Sebelumnya. Koma hepatikum E. Penghambatan produksi bradikinin D. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. SGOT 23 mg/dL. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki.3 mg/dL . Creatinin 0.23 mg/dL. tanpa tanda lateralisasi. Blokade produksi ciclooxygenase C. Koma ketoasidosis C. kejang umum 3 jam yang lalu. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Ureum 40 mg/dL. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID.3 mg/dL . Dari anamnesis ke keluarga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. SGPT 30 mg/dL. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. antibiotik intravena B. dosis OAD ditingkatkan C. pasien sebelumnya mengalami demam. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. drip neuroprotektan E. Ureum 40 mg/dL. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Peningkatan permeabilitas membran 98. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. gangguan elektrolit D. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. GCS 2-1-3. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. injeksi antipiretik 97. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari.

A.101. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. pentotal D. Bendungan pembuluh darah . Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. dan kulit terasa kering. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. nafas lambat. ekstasi (MDMA) E. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. tekanan darah 120/80. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Melakukan gerakan spontan D. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. A. Aseptic meningitis D. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. 102. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. phencyclidine B. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Cerebral malaria E. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Kerusakan organ dalam leher C. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. parasetamol D. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. diethylether C. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. dan kulit terasa kering. 103. A. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. ekstasi E. warna dasar coklat tua. Toxoplasmosis B. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Cerebral tuberculoma C. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. Lebar jejas jerat 4 cm. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. diazepam C. digoksin B. mungkin ada keracunan . Kesadaran GCS E3V3M3. Jika ternyata penderita tersebut koma. tekanan darah 120/80. tepi bengkak. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. nafas lambat. 104.

tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat.D. Kerusakan organ dalam leher D. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. meninggal dunia. warna dasar coklat tua. Sianotik pada mukosa dan kulit C. 90-<250 mg/dL C. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Saat memasuki ruangan. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Mati lemas 106. Tanda perlawanan korban E. Alat gantungnya berupa tali tambang D. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. tepi bengkak. Hati D. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. menabrak pohon. Rambut E. Apakah sampel yang paling tepat? A. Refleks vagal E. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. 350-<400 mg/dL E. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . 30-<90 mg/dL B. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Kulit 108. Lebar jejas jerat 4 cm. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Mati lemas 105. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. >400 mg/Dl 109. Urin C. Tanda asfiksia 107. Lebar jejas jerat 4 cm. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Bendungan pembuluh darah E. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. warna dasar coklat tua. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. tepi bengkak. Darah B. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. tetapi sempoyongan. kadang hanya rasa tidak enak badan. 250-<350 mg/dL D. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Gejala penyakit tidak khas. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah.

Apakah terapi yang paling tepat? A. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Antidepresan . Terapi kerja berkelompok B. Iatrogenic poisoning 110. Hari Minggu. bayi aterm B. Experimental poisoning B. bayi viable C.00. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain.00 B. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi.00 hari yang sama E. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Intentional poisoning C. Terdapat memar pada kepala E. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Hari Senin.00-04. untuk dibuatkan visum et repertum. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. bayi mati tenggelam 113. jam 02. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Accidental poisoning D. Deliberate poisoning E. Iatrogenic poisoning 111. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan.00-12. antara jam 00. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Deliberate poisoning E. Terdapat fraktur cricoid C.00 114.00-24. Hari Senin.00 D. Intentional poisoning C. Hari Minggu antara jam 12. Terdapat luka tusuk B.00-08.Hari Senin. Experimental poisoning B. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. bayi lahir hidup E.00 C. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Analgesik lokal C. Accidental poisoning D. kecuali sendi kedua lutut. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. bayi asfiksia D. kira-kira jam 04.00-15. Tidak ditemukan cedera D. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung.A. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. antara jam 00. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Pemberian antidepresan C. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. jantung berdebar-debar keras. Terapi kerja berkelompok D. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. nyeri dada. Ganguan panik 119. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Ventilasi E. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Ventilasi 115.D. Hipokondriasis 118. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Gangguan panik E. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Suspect penyakit kardiovaskular B. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. mual. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. pandangan mata dobel. Anxyolitic E. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Gangguan nyeri psikogenik C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipokondriasis E. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. muntah. Pemberian antipsikotik B. berkeringat dingin. Ketergantungan pada proses rawat inap B. nyeri kepala. Gangguan somatisasi D. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Gangguan nyeri psikogenik C. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Gangguan Somatisasi D. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. haid tidak teratur.

ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Asma bronkial C. Kortikosteroid C. Bronkiolitis 122. frekuensi napas 32x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Antibiotika 121. Bronkitis kronis E. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. dan ekspirasi memanjang. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Emfisema 120. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Pneumonia B. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Antibiotika C. Ekspektoran D. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Foto polos thorax memperlihatkan . dan tekanan darah 110/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. dan ekspirasi memanjang. frekuensi napas 60x/menit. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. frekuensi napas 60x/menit. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. frekuensi napas 32x/menit. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Asma bronkial D. sesak terutama setelah beraktivitas. Mukolitik B. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Oksigenasi D. Bronchitis kronis B. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. tekanan darah 140/90 mm Hg. nadi 110 x/menit. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. batuk dan dahak disertai darah. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Antipiretik E. denyut nadi 120 x/menit. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. denyut nadi 120 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Kortikosteroid E. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Tuberkulosis C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. denyut nadi 110 x/menit. Pada riwayat keluarga. Bronkodilator inhalasi B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Golongan ß-2 agonis 123. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Efusi pleura D. denyut nadi 94/menit. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Atelektasis E.terakhir. Pada riwayat keluarga.

Bronchial Carcinoid D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Histoplasmosis D. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Carcinoma of bronchus E. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Tuberculosis paru 124. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Bronkiectasis C. Angina pektoris tidak stabil D. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Pancoast tumor C. Non STEMI 126. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Bronkitis kronik E. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Abses paru B.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Pneumonia B. Angina pektoris stabil E.

Test uji latih jantung atau treadmill test B. Regurgitasi mitral E. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Echocardiografi E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Limfedema kronik C. Trombosis vena profunda B. Perokok . 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Phlebitis E. Selulitis 129. Thalium scanning D. Stenosis aorta B. disertai nyeri. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. frekuensi napas 24 x/menit. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Insufisiensi tricuspid 128. Hipoalbuminemia D. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. perabaan hangat dan tampak kemerahan. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Stenosis mitral C. denyut nadi 100 x/menit. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Regurgitasi aorta D. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Enzim jantung 127.

Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Hipertensi C. Dislipidemi D. perkusi redup. CK 131. tekanan darah 160/100 mmHg. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Usia pasien yang 46 tahun 130. dan suara vesikuler menurun. denyut nadi 110 x/menit. Gangguan panik E. Gangguan somatisasi D. Gangguan nyeri psikogenik C. Thymoma B. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Hipokondriasis 132. SGOT D. frekuensi napas 28 x/menit. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Diabetes Mellitus E. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Troponin I B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. CK MB C. Gangguan jantung tersembunyi B. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Pneumothorax sinistra .B. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Pneumonia C. Terdapat riwayat hipertensi. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. LDH E. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak.

Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Injeksi digitalis C. perkusi redup. Antibiotika E. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Bronkiektesis 137. puasa makan dan minum B. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. denyut nadi 140 x/menit. Terdapat riwayat hipertensi. Injeksi adenosine E. menahan kencing (katheter di klem) . Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Hernia diaphragmatica 135. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Inhalasi B2 agonis 134. frekuensi napas 24 x/menit. Apakah terapi yang paling tepat? A. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. frekuensi napas 28 x/menit. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Furosemide C. minum banyak.D. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. Efusi pleura sinistra E. Tuberkulosis Paru B. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Mediastinal mass E. Pungsi pleura B. tidak tinggi disertai keringat malam. COPD B. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Asma Bronkhial E. Injeksi sulfas atropin 136. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Manuver vagal D. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Bronkhitis kronis C. Pneumothorax D. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Kardioversi B. Pneumonia C. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Pneumothoraks D. Water seal drainage (WSD) D. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. dan suara vesikuler menurun. denyut nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Hernia diafragmatika 133. tekanan darah 160/100 mmHg. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Pasien juga mengeluh demam.

dan eritrosit pucat 3-4/LP. urin tampung C. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. tanpa persiapan E. mual. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. cholelithiasis D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.D. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. ureterolithiasis C. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. urin acak B. Saat diperiksa penderita demam. disertai mual. urethrografi B. protein (-). Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. Pyelonefritis . Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang.39. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2.39. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. urin malam hari E. sel epitel 2-4/LP. pusing. disertai mual. teratoma 141. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. sel epitel 2-4/LP. urethrolithiasis C. nefrolithiasis B. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). urin pancar tengah D. Sistitis B. kreatinin 4. kreatinin 4. Nefritis C. pielografi intra vena E. cholelithiasis D. kreatinin 1. nephrolithiasis B. vesicolithiasis E. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. dan eritrosit pucat 3-4/LP. cystografi 139.31 mg / dl. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. tes alergi 138.8. pankreatitis 140. spondiloarthrosis lumbales E. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. eritrosit +3. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi.8. pielografi anterograd C. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. urin pagi hari 142. pielografi retrograd D. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut.

Peningkatan rasa nyeri C.0 mg/dL. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. diuretika D. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. Pembedahan 147. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Gout arthritis C. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Rheumatoid arthritis B. . pungsi supra pubik C.D. analgesika 144. denyut nadi 100x/menit. suhu 370C. Osteoartritis E.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Hiperurikemia 146. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Gangguan motorik D. Volar slab D. Bandage C. antibiotika E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rasa gatal E. gagal ginjal kronik 145. Glomerulonefritis E. dan terasa nyeri. kadar kreatinin pasien adalah 1. frekuensi napas 24x/menit. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Satu bulan yang lalu. kemerahan. Gips s sirkular E. Sindrom nefrotik 143. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Glomerulonefritis kronik E. Pada pemeriksaan fisik. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Glomerulonefritis akut D. kateterisasi B. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Rhematic fever D. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Kondisi gips 148. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Nefritis interstisial kronik C. Sling B.

Syok anafilaktik D. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Syok kardiogenik B. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Syok hipovolemik E. TB paru kasus gagal pengobatan B. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Asidosis respiratorik E. TB paru kasus kambuh E. 2RHZE + 4RH B.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Syok obstruktif 151. Kategori 1. TB paru kasus baru 152. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Batuk berdahak warna kekuningan. sedikit ampas. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Syok neurogenik C. demam dan berkeringat pada malam hari. Asidosis metabolik C. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya.1 gelas tiap buang air besar. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan.volume ½ . 2RHE + 4RH 150. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. kesadaran somnolen. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Alkalosis metabolik D. konsistensi cair. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Kategori 3. 2RHZ + 4RH E. TB paru kasus resistensi obat C. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Ketoasidosis B. Kategori 1. Alkalosis respiratorik 149. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kategori 3. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. Kategori 2. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. TB paru kasus putus obat D. 2RHZ + 4RH C. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg.

Kauda equina 155. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. tonus otot meningkat bilateral. Conus medularis E. Medula spinalis segmen L 1 D. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Medula spinalis segmen Th 12 C. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Tension type headache B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen Th 10 B. Migrain dengan aura C. Conus medularis E. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Medula spinalis segmen L 1 D. terutama sekitar lubang dubur. Limfopenia E. Medula spinalis segmen L 1 . namun tidak muntah. Medula spinalis segmen C 5 C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Kauda equine 156. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen C 5 D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Vertigo 154. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Medula spinalis segmen Th 10 B. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Medulla spinalis segmen C7 E. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Migrain tanpa aura D. tonus otot meningkat bilateral. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Neutropenia 153. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3.A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Basofilia D. Cluster headache E. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Eosinofilia C. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Neutrofilia B.

sebagian telah pecah membentuk erosi. Dermatitis kontak alergika B. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Medula spinalis segmen C 5 B. Eksema vulgaris C. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Medulla spinalis segmen C7 C. Dermatits kontak alergika C. skuama halus dan likhenifikasi. muntah-muntah. Urtikaria D. Papaverin E. Atropin B. hiperhidrosis dan bradikardi. Dermatitis alergika B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Dermatitis kontak iritan E. Sindroma Steven Johnson D. Medula spinalis segmen Th 10 E. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Dermatitis kontak iritan 160. Pemfigus 161. Neurodermatitis E. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. hiperlakrimasi. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. tonus otot meningkat bilateral. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Ayahnya seorang penderita asma. Epinefrin D. Nekrolisis epidermal toksik B. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Neostigmin 159. mata hyperemia konjungtiva. batas tidak tegas.157. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. hipersalivasi. Pasien mengeluh nyeri kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Neurodermatitis . Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medula spinalis segmen Th 4 D. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Dopamin C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

akral teraba hangat. T3 dan T4 menurun 163. frekuensi napas 24 x/menit. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Pemeriksaan pH darah E. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. TSH. Pemeriksaan elektrolit darah D. mata eksoftalmus. T3 dan T4 normal D. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. kelemahan dirasakan semakin berat. denyut jantung 120 x/menit. skuama dan papul-papul. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. tampak makula eritematosa. Pemeriksaan protein total E. TSH. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. hiperpigmentasi. T3 dan T4 meningkat C. sehari 3-5 x/hari. lembek. T3 dan T4 meningkat B. hingga tidak mampu beraktivitas. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. sebanyak + ½ gelas air mineral. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. TSH menurun. pembesaran kelenjar tiroid difus. Kokus gram positif pada pengecatan gram . denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. Psoriasis 162. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. sulit tidur. Pemeriksaan pH darah 165. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. mudah lelah dan mengalami diare. Tinea corporis E. TSH meningkat. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. TSH menurun. Pasien sering merasa gelisah. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. Pemeriksaan Hb 164. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Ptiriasis rosea D. T3 dan T4 menurun E. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. Pemeriksaan elektrolit darah D.C. Hifa pada pemeriksaan KOH B. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. tanpa lendir maupun darah.

Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. punggung serta tepi rambut kepala. Pemfigus E. Obat kocok 170. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Dermatitis kontak C. Bacillus cereus D. proptosis bola mata. Krim C. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Herpes zoster 169. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Ptiriasis rosea D. gelisah dan sulit tidur. sekret berbau. punggung serta tepi rambut kepala. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Bedak E. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Clostridium perfringens C. Psoriasis 168. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . edema. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tidak tahan panas.E. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Pseudomonas aeruginosa 167. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gel B. Pasien juga mengeluh demam. Psoriasis C. Badan terasa lemah. Salep D. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Eritroderma B. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Streptococcus βhemoliticus B. tertutup skuama tebal berwarna putih. Sindroma Stevens Johnson D. Dermatitis seboroik B. Staphylococcus aureus E. Eritroderma E. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. tertutup skuama tebal berwarna putih. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. pembesaran kelenjar tiroid difus. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. terdapat jaringan nekrotik. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur.

Oligozoospermia C. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. normal dan lebih dari normal. Normozoospermia B. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Perchlorate 171. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Proyeksi D. Melakukan kompresi jantung C. morfologi 80%. Skala ordinal C. Skala interval E. Represi C. Introyeksi 173. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Regresi B. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. lemah. Memberikan rangsang taktil B. Propilthiouracil C. c=25%. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. tampak biru. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Skala rasio B. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Methimazol B. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. denyut jantung 90 x/menit. Oligoastenoteratozoospermia 172. Skala nominal D. Sublimasi E. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Levothyroxine E. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. d=10%. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. 131 I D. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin.A. yaitu kurang dari normal. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Oligoteratozoospermia E. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. b=20%. motilitas : a=45%. Skala Gutmann 175. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Oligoastenozoospermia D.

Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan bipolar manik C. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Rinitis vasomotor E. Sistematic Random Sampling B. sianosis dan merintih. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Abses nasi C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gangguan waham 177. Kultur darah D. Polip nasi B. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Simple Random Sampling D. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Gangguan panik B. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Rinitis alergika E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Sinusitis maksilaris akut 179. Gangguan psikotik akut D. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. retraksi dinding dada. Analisa gas darah E. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Quota Sampling 176. Rinitis alergi D. Cluster Random Sampling C. Polip nasi B. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Concha polipoid D. Skizofrenia paranoid E. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Hitung jenis leukosit B. Bayi tampak lemah. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. denyut jantung 172 x/menit. tidak menangis. Kadar hemoglobin C. frekuensi napas 80 x/menit. Abses nasi C.waktu dan tenaga yang dimiliki. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Kadar glukosa darah . Snowball Sampling E. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Sinusitis maksilaris akut 178.

Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Ethambutol C. Pankreatitis E. Ruptur vagina D. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Rifampisin E. Memberikan sisipan 1RHZES D. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Hepatitis akuta 184. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. berat badan menurun. Pirazinamid D. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Ruptur uteri C. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Ulkus ventrikuli B. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Memberikan sisipan 1RHZE C. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. tekanan darah 70/50. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Plasenta dupleks 183. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. warna merah kebiruan. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Myoma uteri E. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Inversi uteri B. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Ulkus duodeni C. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Kolelitiasis D. berbatas tegas dan teraba hangat. Isoniazid 182. frekuensi napas 28 x/menit. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Nyeri hilang dan timbul. Keluhan batuk. denyut nadi 136 x/menit lemah. Nafsu makan menurun. badan terasa lemah. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Streptomisin B.180. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya.

appendicitis D. denyut nadi sulit ditentukan. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. temperature 36. Supraventrikuler takikardi B. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Sinus takikardi E. defens muskuler C. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Atrial fibrilasi E. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Aritmia C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Sinus bradikardi D. Atrial flutter 187. Pada saat dilakukan palpasi perut. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. vesicolitiasis C. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. predominan tympani B. Sinus takikardi D. Sinus bradikardi E. hiperperistaltik 190. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Normosinus ritme 186. Normo sinus rythm C. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Sinus bradikardi C. Supraventrikuler takikardi B. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E.9 °C. hidronefrosis B. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. tidak teratur.C. Atrial fibrilasi 188. Seorang laki-laki umur 40 th. Pada inspeksi pasien tampak . Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. nefrolitiasis E. shiffting dullnes D. RBBB B. denyut nadi 140x/menit. Sinus takikardi D. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. tes undulasi (+) E. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. fecalith 189. Keluhan disertai mual dan muntah.

kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Pemberian analgetik E. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. akral dingin dan pucat.pulsasi nadi lemah. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. hepatomegali. nyeri sumbu(+). Fraktur kompresi . Pembersihan luka D. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. ascites minimal. pembesaran lien. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Immobilisasi D. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. tidak ada riwayat trauma. frekuensi napas 30 x/menit. Diit cukup karbohidrat C. nyeri sumbu (+). Penjahitan luka B. Fraktur patologis D. tekanan darah 110/70 mmHg. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. nyeri sumbu (+). deformitas (+). frekuensi napas 24 x/menit. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Kenali dan hentikan perdarahan 193. gatal-gatal. Reposisi B. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. nyeri tekan (+). Fraktur impaksi C. dan icterus . Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. TB 155 cm. Pemasangan infus C. Penurunan BB 3 kg/mg B. mata kuning. luka robek di lengan bawah. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. Fraktur kominutif E. mengerang kesakitan. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Pertemuan tepi lateral kanan m. nyeri tekan (+). Olahraga 30 menit/hari D. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. Fraktur impresi B. deformitas (+). denyut nadi 80 x/menit. Airway management E. Reposisi-immobilisasi 194. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Resusitasi C. Konsumsi penghancur lemak E.

Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. denyut nadi 120 x/ menit. 14 E.Untuk mencegah perburukan kondisi. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Parsial simple E. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. saat kejang pasien tidak sadar. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. 11 B. nyeri sumbu (+). Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. 12 C. Syok neurogenik C. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. bisa menjawab pertanyaan sederhana. Trauma neurologi E.pulsasi nadi lemah. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. umur 7 tahun. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. 15 196. akral dingin dan pucat. dan bisa bergerak bebas. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Grandmal C. dan deformitas (+).195. perdarahan masif. Fraktur terbuka B. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. 2 posisi D. perdarahan masif. Resusitasi cairan agresif D. Seorang anak laki-laki. sesudah itu lemas seperti tertidur. GCS = 5. Mioklonik D. 1 posisi C. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Debridement C. GCS = 5. anterior E. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. dan deformitas (+). 13 D. Syok hipovolemik D. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. denyut nadi 120 x/menit. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. posterior 199. apa yang perlu segera dilakukan? A. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Sindroma kompartemen 198. merasa mengantuk. nyeri tekan (+). Petitmal B. Reposisi cito B. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . lateral B. Carpopedal spasme 197. frekuensi napas 30 x/menit.

mual dan muntah. mata cekung. Difusi B. scrotum membesar. turgor kurang. denyut nadi 120 x/menit. peristaltic meningkat. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. Ileus paralitik B. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. scrotum membesar. Ventilasi E. Hernia femoralis B. Hernia inguinalis medialis 201. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Oksigenasi B. Rehidrasi intravena D. tidak mau minum. Ketika dilakukan anamnesis. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. peristaltic meningkat. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. denyut nadi 120 x/menit. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level.E. Lakukan pemasangan infus C. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Hernia inguinalis lateralis E. mual dan muntah. temperatur 36. temperatur 36. Perfusi C. turgor kurang. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. denyut nadi 164 x/menit. Limfoma maligna C.80C anak lemah. pemeriksaan lain dalam batas normal. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Oksigenasi 203. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. distensi abdomen. denyut nadi 164 x/menit.80C. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. metallic sound (+). metallic sound (+). Hernia femoralis C. pemeriksaan lain dalam batas normal. temperatur 390C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. mata cekung. Merujuk pasien ke ICU E. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. distensi abdomen. Hernia inguinalis lateralis 202. anak lemah. Appendix infiltrat D. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. Absorbsi D. Lakukan resusitasi cairan B. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. Ileus obstruktivus D. tidak mau minum. temperatur 390C. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. Memberi obat anti diare 204. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Rehidrasi oral C. Cold abses inguinal E.

Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. pekak alih (+). Arteri radialis B. akral dingin. Stenosis aorta B. tali pusat kotor dan berbau busuk. Perikarditis B. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. sianosis. bising usus melemah. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Insufisiensi mitral D. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. Bayi laki-laki umur 25 hari. denyut nadi 140 x/menit. kejang 3-5 kali. Insufisiensi trikuspidal E. Syok hipovolemik 207. Arteri subclavia C. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Intestinum E. Arteri carotis communis 210. Miokarditis C. Kesadaran gelisah. Ginjal D. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Arteri tibialis posterior E. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Angina pectoris tak stabil 206. suara jantung lemah. Syok kardiogenik E. Syok septik B. Syok neurogenik D. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Syok distributif C. Tetralogi Fallot C. Patent ductus arterisus 208. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. malas menetek. tekanan darah 180/110 mmHg. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. jari tabuh (+). datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah.D. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. denyut nadi 120 x/menit. Colon descendens 209. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Pasien tidak sadar. frekuensi napas 30 x/menit. Infark miokard akut D. Arteri carotis interna D. sianosis. Hati B. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Pada saat pemeriksaan fisik. Angina pectoris stabil E. frekuensi napas 30x/menit. frekuensi napas 60 x/menit. Limpa C. bising sistolik.

A. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. isokor B. Vasa darah besar C. 214. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A.211. Vasa coronaria D. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. Sirosis Hepatitis B D. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. pimpinan suatu perusahaan. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Reaksi lekemoid . 215. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. regio cervicalis anterior C. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. 212. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Hepatitis B kronis B. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. reflek lambat E. trigonum submandibulare E. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Cedera plexus brachialis C. Peregangan m. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Bayi lahir selamat. Fraktur humeri D. trigonum caroticum B. anisokor D. Cacat/defek pada septum E. Fraktur clavicula E. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. 213. miosis maksimal C. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. Katub jantung B. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. regio cervicalis lateraris D. Dislokasi articulatio humeri B. Hepatitis B kronis aktif C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Hepatitis B carrier sehat E. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid.

Saat masuk . Sindrom Nefritik D. proteinuria dan silinderuria D. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. hematuria dan glukosuria C. B. pH dan ketonuria B. infeksi virus D. faring hiperemis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. sirosis hepar D. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Bilirubin Direk: 6. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. hepatitis B. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Myeodisplasia E. 217. Sindrom Nefrotik C. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. karsinoma hepar E. reaksi imunitas E. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. 220. Glomerulonefritis E.5 mg/dl. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. lekosituria dan nitrituria E. 218. kolelithiasis C. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. SGPT: 24 IU/L. Multiple myeloma D. dan Bilirubin indirek:0. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A.3mg/dl. infeksi bakteri C. infeksi jamur B. 219. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. Pyelonefritis B.216.

kekuatan ekstremitas kiri 4. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. afasia transkortikal E. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. mencegah kontraktur D. 224. Apakah diagnosis paling tepat? A. ataxic gait E. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. soporouscoma E. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. afasia motorik B. hemiparetik gait C. refleks patologis negatif. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. parkinson gait B. 222. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. mencegah pneumonia B.221. afasia global D. mencegah herniasi C. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. Keluhan ini disertai rasa . pirasetam C. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). mendadak saat bangun tidur. mekobalamin E. paraparetik gait D. afasia sensorik C. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. 225. silostasol D. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. coma B. mencegah decubitus E. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. stupor C. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. 223. somnolen D. sitikolin B.

Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Tinea korporis E. Kortikosteroid topical C. dengan bagian tepi papul-papul eritem. batas tidak tegas. batas tegas. badan dan paha. D. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Micobacterium sp. Keringat C. Pitiriasis rosea D. Kortikosteroid sistemik B. Psoriasis vulgaris C. dengan skuama putih . dengan bagian tepi papul-papul eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. gatal. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Tinea korporis E. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. 230. Dermatitis kontak alergi B. Dermatitis kontak alergi B. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Keluhan ini disertai rasa gatal. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal.226. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan ini disertai rasa gatal. Psoriasis vulgaris C. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Dermatitis kontak alergi B. disertai dengan tanda Autspitz . Antihistamin sistemik D. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Pitiriasis rosea D. Tinea korporis E. Keluhan ini disertai rasa gatal. 229. E. Trichophyton sp. dengan skuama putih tipis collarete. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. herald patch (+) pada lengan atas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. 228. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. 227. Apakah terapi yang sesuai? A. Antijamur topikal E. batas tidak tegas. Pitiriasis rosea D. Alergen B. dengan skuama putih. Psoriasis vulgaris C. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. batas tegas. dengan skuama putih . disertai dengan tanda Autspitz . Apakah diagnosis yang paling sesuai? A.

denyut nadi 86 x per menit. 232. Apakah diagnosis yang tepat? A.5 mg C. meskipun rasa gatal berkurang. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. herald patch (+) pada lengan atas. atap datar. Tardive dyskinesia D. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. terdapat tremor. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. 234. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. multiple. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. sehingga pasien ketakutan. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. dibawa ke unit gawat darurat RS. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Dermatitis kontak alergi B. Dalam pemeriksaan. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. Tinea korporis E. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. berusia 16 tahun. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. Kortikosteroid sistemik B. Sejak 2 minggu yang lalu. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. pil kuning dan pil hijau. 233.2 °C. Pitiriasis rosea D. Huntington’s disease E. Apakah terapi yang sesuai? A. Ekstrapiramidal Sindrom B. diberikan salep putih. pasien mengatakan pada pemeriksa. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. yang berasal dari dirinya sendiri. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Neuroleptik Malignan Sindrom C. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. Antijamur E. Diazepam 2 x 2 mg B. distonia akut dan krisis okulomotorius. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. Ukuran lesi tetap. disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Dalam pemeriksaan status mental. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Tekanan darah 130/80 mmHg. badan dan paha. tipis collarete. dengan keluhan seluruh badan kaku. Antivirus D. berusia 38 tahun. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Carbamazepin 2 x 200 mg D. Psoriasis vulgaris C.231. Antihistamin C. Haloperidol 2 x 1.

dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. jantung berdebar-debar. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Gangguan Skizoafektif E. Gangguan Waham Menetap E. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Demensia Seorang mahasiswi. namun ia sulit untuk menghilangkannya. tangan dan kaki terasa dingin. Gangguan Panik C. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. Stress Akut D. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Gangguan Anxietas Phobic B. 16 tahun. Amnesia C. Apakah diagnosis yang tepat ? A. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Stress paska trauma Seorang laki-laki. 238. Gangguan Skizofrenia C. Delirium E. Pasien sering sulit tidur. karena tiba-tiba berteriak-teriak. berusia 18 tahun. berusia 24 tahun. Gangguan Waham menetap D. Gangguan Psikotik Akut B. Sejak 2 bulan yang lalu. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Apakah diagnosis yang tepat? A. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. 236. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. mengeluh nyeri kepala dan muntah.ngejar dan akan membunuhnya. 237. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. temperatur39. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Apakah diagnosis yang tepat? A. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. keringat dingin. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Penderita juga sulit tidur. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa.235. Gangguan Afektif B. Gangguan Obsesif Kompulsif D. seluruh badan lemas. Skizofrenia B. Apakah diagnosis yang tepat? A. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. berusia 23 tahun. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. merasa tak berdaya. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU.

Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. angina pectoris tidak stabil D. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. Gangguan Konversi Histeri E. angina pectoris atipikal C. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. 242. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Namun. Gangguan Fugue Disosiatif C. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. usia 17 tahun. Gangguan Trans Dissosiatif D. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. B. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Apakah terapi yang paling tepat? A. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. disertai jantung terasa berdebar-debar. Terapi Gestalt E. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Hipertrofi ventrikel kiri C. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. angina pectoris heberden E. karena ia sadar. ia akan merasakan berdebar-debar. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Terapi Desensitisasi C. Terapi Aktivitas Kelompok B. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Dilatasi ventrikel kiri B. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. 241. angina pectoris stabil B. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. 243. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. 240. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Terapi Kognitif D. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir.239. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah.

Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Ketoasidosis diabetik E. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Stroke hemoragik D. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Streptococcus beta hemoliticus E. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Syok hemoragik D. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Respiratory distress syndrome 247. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Fistula tracheaesofageal E. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Stroke non hemoragik . Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Hipoglikemi B. Staphilococcus aureus B. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Gagal Jantung Kongestif C. Hiperglikemi C. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Menurut keluarga yang mengantar. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri.Mitral Stenosis 244. Tetralogi of fallot C. D. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. tekanan darah 130/80 mmHg. Infark Miokard akut D.5°C. Penyakit jantung reumatik B. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Syok septik 246. divertikulum zenkel D.mengalami penyakit serius berupa demam. Streptococcus viridans C. Syok anafilaksis E. Syok Hipovolemik B. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Atrial Septal Defect E. Floppy epiglotis B. Syok kardiogenik C. Streptococcus pyogenes.

infark di hemisfer kiri B. Eritrosit B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Riwayat trauma disangkal. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. syok neurogenik D. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. PCR B. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase.tekanan darah 80/60 mmHg. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Penyakit Crohn D. Hemoroid interna 251. Leukosit PMN 251. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. syok kardiogenik C. denyut jantung 100x/menit. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. syok septic 249. Kolitis ulseratif C. syok anafilaktik E. Hematokrit E. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Perutnya seringkali kram. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Monosit D. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Karsinoma usus E. IgM anti HBc 250.248. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. infark di hemisfer kanan C. nyeri dan fesesnya bercampur darah. HBsAg C. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. syok hipovolemik B. Abses usus B. Anti HBe E. Anti HBs D.respirasi 32 x/menit. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Limfosit C. subarachnoid hemorragi .

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. berdasarkan epidemiologi. Pasien adalah seorang perokok berat. serotonin C. emfisema C. Kistadenoma C. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. dan wheezing pada kedua lapang paru. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. defisiensi vitamin B12 B. asma B. fibroadenoma E. bradikinin D. infeksi virus 255. anemia dan trombositopenia. intraductal papillomatosis 252. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. ALL B. CLL . transamin 253. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. dopamin B. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. bronkiektasis D. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. defisiensi besi E. defisiensi folat D.251. bronchitis kronik E. yang terjadi saat istirahat. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. sianosis. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. Fibroangioma D. bronkopneumonia 254. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. asetilkolin E. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. AML C. papilloma B. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. defisiensi vitamin C C. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest.

ulnaris E. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. Hemofilus ducreyi B. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. cold abses C. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. radialis D. nervus vagus B. fibrokistik D. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. axillaris C. Nevus Pigmentosus D. Treponoma pallidum C. Melanoma Lentiginosa E. Neisseria gonorrhea E. nervus fibularis D. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. scrofula E.D. vagus 260. Karsinoma sel skuamosa 259. nervus ischiadicus . Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. Komplek ghon B. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. Clamidia trachomatis 257. nervus tibialis C. nervus femoralis E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. Treponema pertenue D. brachialis B. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. Karsinoma sel basal B. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Melanoma Maligna C.tampak kurus. CML E. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. miliar 258. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. DIC 256. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus.

Pasien penggemar minuman kopi. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Ankylosing spondylitis C. fascia lata 263. bronkiektasis D. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. kloramfenikol 265. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. terutama pada saat perut kosong. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Fraktur vertebra E. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. metampiron E. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. peritoneum parietal C. Hernia Nukleus Pulposus B. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. ibuprofen C. apneurosis abdominalis interna B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Spondilolisthesis D. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. kanalis inguinalis D. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. aspirin B. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. pneumothorax E.261. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. emfisema B. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. ligamentum lata E. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. emboli paru C. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Spondilosis 264. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Selain pengobatan dengan H2 bloker. amoksisilin D. bronchitis kronis 262. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Pasien adalah seorang perokok berat.

Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Servik terlihat normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Perforasi akut pada kantung empedu E. Seorang perempuan berusia 45 tahun. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Injeksi penisilin E. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Graves disease C. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Tiroiditis Hashimoto E. indometasin oral 268. dan terasa nyeri. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Defisiensi iodine D. Apakah diagnosis kasus diatas? A. NSAID oral B. Mioma uteri . Seorang perempuan berusia 28 tahun. Herpes simplex 269.tekanan darah 140/90 mmHg. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Neisseria gonorrhoeae B. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. irreguler. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri .makan yang baik. Keluhan disertai demam dan mual. Kanker tiroid B. Sirosis biliaris 267. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Pancreatitis akut D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. bengkak. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Cholangitis akut B. antihistamin C. sudah menikah. konsistensi padat kenyal. Chlamydia trachomatis C. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. darah banyak. Kulit pasien teraba hangat dan kering. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. Mukosa vagina tampak merah. dan berbatas tegas. Goiter multinoduler 266. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. acyclovir oral D. Candida albicans D. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak.9oC. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Cholesistitis akut C. temperature 36. Treponema pallidum E. Adenomiosis B. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal.

Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. bau khas. sperma berbentuk normal 45%. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. konsistensi kenyal. Kista dermoid E. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Fibroadenoma mammae C. Azoospermia dan astenozoospermia C. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. motilitas 18%. warna putih . Fibrocystic disease D. dapat digerakkan. EBV E. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. HSV tipe 1 B. 271. Karsinoma mammae B.270. berbatas tegas. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Fibroadenoma mammae C. Kistoma ovarium D. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. HIV D. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. batas tidak tegas. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. jumlah sperma 15 juta/cc. C. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Apakah diagnosis kasus diatas? A. terdapat flek. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Tumor phyloides E. Fibrocystic disease D. Benjolan tidak terasa nyeri. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Azoospermia dan teratozoospermia E. Tumor phyloides E. Karsinoma mammae B. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . 273. 274. 272. HPV C. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun.

Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Endolftamitis E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas.A. Tinea Versicolor 277. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Fiksasi interna C. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Uveitis Anterior D. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Pemeriksaan tinja langsung B. Pembidaian 276. Dermatitis seboroik E. Pemeriksaan tinja endapan D. dan satelit papula. didapatkan hasil (+)(+)(-). Pemeriksaan analisa sperma B. Tinea Kruris B. Ulkus Kornea 279. tekanan darah 110/60 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Mobilisasi sendi D. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Kandidiasis D. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. skuama tipis. Debridemen luka B. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Glaukoma Akut B. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Tinea Korporis C. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Pemeriksaan Harada Mori E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Panoftalmitis C. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. denyut nadi 90 x/menit. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Pemeriksaan patensi tuba C. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . mual dan muntah. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan tinja apung C. Elevasi tungkai E. frekuensi nafas 26 x/menit. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka.

mual dan muntah. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Pseudogout 283. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Fluorokuinolon 282. kavum douglas menonjol. eritrosit 4juta/ul. frekuensi nafas 20x/menit.B. mual. Penyakit Inflamasi pelvis 281. temperatur 36.000 /ul. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Pemeriksaan βHCG urin positif. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi.Burney. Arthritis Rheumatoid B. Abortus Insipiens B. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Arthritis Gout D. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. G1P0A0. dan didapatkan nyeri goyang servik. terdapat Rovsing sign. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Tiamfenikol C. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Kotrimoksazol D. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. berat badan 80kg. Torsi Kista Ovarium E. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. denyut nadi 90x/menit. dan tidak buang air besar selama 3 hari. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. muntah. leukosit 13.8 ºC. denyut nadi 110 x/menit. Kloramfenikol B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 28 tahun. trombosit 250. Segera lakukan tes tuberkulin D. Keluhan disertai nyeri kepala. Osteoporosis E. Abortus Iminens C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu.2ºC. frekuensi nafas 20 x/menit. hematokrit 40 vol%. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. Segera lakukan Rontgen toraks C. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.000/ul. temperatur 37. Osteoarthritis C. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Amoksisilin E. Apendisitis . Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. denyut nadi 85x/menit. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. frekuensi nafas 24 x/menit.

Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. denyut nadi 80 x/menit. Kolik Ureter E. 285. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Otitis media akut stadium perforasi E. B. Biopsi limponodi servikal .2ºC.284. lien tidak membesar. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. denyut nadi 84 x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tidak nyeri tekan. tampak bengkak dan hiperemis. Pasien tidak mau makan dan rewel. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. tidak nyeri tekan. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. batuk-batuk. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. temperatur 37. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Keluhan disertai sakit kepala. denyut nadi 80 x/menit. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. jantung dan paru normal. Limfadenitis TBC D. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. 287. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. tekanan darah 120/80 mmHg. Amoebiasis C. Lekemi mieliod akut C. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. konsistensi kenyal. Limfoma maligna E. 286. kesadaran kompos mentis. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Kolik Ginjal D. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Colonos copy C. kesadaran kompos mentis. Graves ‘Disease’ B. konsistensi kenyal. USG abdomen E. frekuensi nafas 22 x/menit. Barium enema B. Endoscopy D. Otitis media akut stadium supurasi D. temperatur 38˚C. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Otitis media akut stadium presupurasi C. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang.

Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. Sitostatika E. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Vitamin B . USG Tiroid E. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. konsistensi kenyal. Antibiotic B. kesadaran kompos mentis. T4 dan TSH D. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. tidak nyeri tekan. Hormon tiroid D. Gambaran darah tepi C. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Kadar T3. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Antitiroid C. X Foto Thorax 288.B. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 80 x/menit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful