SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Risiko relatif C. Rasio odd B.orang mendapatkan lamivudin. Uji Kai Kuadrat B. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Data diasumsikan terdistribusi normal. Regresi logistik B. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Regresi Cox E. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Rasio prevalensi D. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Regresi linear C. Uji T berpasangan D. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Uji Korelasi Pearson E. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Population attributable risk 16. Uji T independen C. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Log-linear D. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Uji ANOVA satu arah 15. Koefisien kontingensi E. merokok. Uji Korelasi Kanonikal 17. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. dan aktifitas fisik. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C.

Regresi linear D. kulit ketuban tidak ada. kepala turun . Eritrasma B. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Uji Wilcoxon 18. Injeksi insulin intravena B. denyut nadi 120 x/menit. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. VT pembukaan 7 cm. TFU 30 cm. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Uji Mann-Whitney E. Korelasi pearson B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A.45. kulit kering. skuama dan papul-papul. Setelah pengolahan data dilakukan. Rehidrasi cairan intravena C. frekuensi napas 32 x/menit dalam. temperatur 38. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Uji Kruskal-Wallis B. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Uji T Independen C. Kandidasis kutaneus E. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. Ptiriasis rosea D. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. tampak makula eritematosa. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. tercium bau buah segar. hiperpigmentasi. Regresi logistik E. letak kepala puki. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Korelasi spearman C.2˚C. Pemberian natrium bikarbonat D. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Uji T berpasangan D.studi ini. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. DJJ 12-11-12. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Setelah 12 minggu perlakuan. Tinea kruris C. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Dermatitis kontak alergika 20. tekanan darah 120/80 mmHg. Korelasi parsial 19.

Isosorbid D. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. pupil bulat regular. Ampisilin B. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Ulkus ventrikuli B. Kolelitiasis D. Asetazolamid 24. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. hingga seluruh tubuh. refleks pupil baik. Pankreatitis E. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Perdarahan subkonjungtiva B. lensa jernih. tangan. Nyeri hilang dan timbul. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. Hifema 26. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Furosemid E. perdarahan subkonjungtiva. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. edema kornea. Manitol C. khemosis. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. pustula.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Terapi apakah yang paling tepat? A. Edema kornea E. Hepatitis akuta 23. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. hematom palpebra. edema . Sulfametoksazole 25. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. Ulkus duodeni C. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. kripte iris baik. Siprofloksasin E. Hematom palpebra C. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. perdarahan subkonjungtiva. hematom palpebra. Thiazid B. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Gentamisin C. Plapebra khemosis D. khemosis. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Kloramfenikol D. dan krustae hitam di sekitar hidung. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal.

Penyakit paru restriktif ringan B. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. lensa jernih. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. OAT dan Quinolon 28. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Kampimetri D. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Aspirin 29. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Sesak nafas progresif B. Metampiron D. Nyeri kepala tegang E. Biometri 27. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu.52. Badan demam ringan. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Keratometri C. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Terapi simtomatis E. OAT kategori 2 C. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Refraktometri B. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Paracetamol C. Tonometri E. pupil bulat regular. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Nyeri dada kanan 30. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Pasca operasi katarak D. OAT kategori 3 D. Badan demam ringan C. refleks pupil baik. OAT kategori 1 B. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Asam mefenamat B.kornea. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Penyakit paru restriktif moderat C. Penyakit paru obstruktif ringan . Piroksikan E. kripte iris baik. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. refleks fundus suram. hifema setinggi 1/3 tinggi COA.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Medula spinalis segmen Th 4 B. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Medula spinalis segmen C 5 D. Asam mefenamat E. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Piroksikam B. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Ketokonazol D.5 mg/dl. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Medulla spinalis segmen C7 E. Hidroklorotiazid B. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Griseofulvin . sering pusing dan kakinya membengkak. Natrium diklofenak 47. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Nifedipin C. tonus otot meningkat bilateral. Deksametason D. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Medula spinalis segmen Th 10 B. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Diltiazem 48. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Itrakonazol E. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Medula spinalis segmen C 5 E. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Metampiron C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Captopril E. Amfoterisin B B. Propanolol D. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Flusitosin C. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Medula spinalis segmen L 1 45. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Medulla spinalis segmen C7 46. nadi 80x/menit.hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen Th 10 C. tonus otot meningkat bilateral. frekuensi napas 20x/menit.

Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Kobis D. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Hiperurisemia. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Amfoterisin B B. kadar . asam urat 10 mg/dL. Hipertensi E. asam urat 10 mg/dL. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. Tomat B. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Diabetes Melitus Tipe 2 C. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. tinggi badan 171 cm. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. tinggi badan 171 cm.49. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Jeruk C. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Flusitosin C.5 mg/dl. trigliserid 183 mg/dL. MCV 82 fL. Griseofulvin 50. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. B. Itrakonazol E.4%. Diabetes Insipidus 53. C. Diabetes Gestasional D. HDL-kolesterol 32 mg/dL. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. trigliserid 183 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Diabetes Tipe lain E. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Wortel 52. D. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Sindroma metabolik 51. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Dislipidemia. lingkar pinggang 73 cm.5 g/dL. hematokrit 22. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Mlinjo E. Obesitas. Ketokonazol D.

diet. Kurang asupan kalsium D. Struma nodusa C. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Kurang asupan kalium 57.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. KEP (Kurang Energi Protein) C. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. denyut nadi 104x/ menit. latihan jasmani yang cukup. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Defisiensi vitamin C 54. Kurang asupan yodium B. Struma koloid D. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Defisiensi besi B. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. suhu 37oC. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Penyakit Grave B. Hasil pemeriksaan fisik baik. Status gizi kurang. Struma Hashimoto . Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Defisiensi vitamin B12 D. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. Kedua orangtuanya pasien DM. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Diet dan minum obat glibenklamid C. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Defisiensi eritropoietin E. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. frekuensi napas 30x/ menit. Diet. Defisiensi asam folat C. dan pemberian OAD D. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. keton uria (+++). latihan jasmani. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. kontrol 6 bulan lagi 55.kreatinin serum 4. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Edukasi. dan minum obat glikuidon E. diameter 4 cm. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. tak nyeri tekan. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik.8 mg/dL. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Tekanan darah 130/80 mmHg. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar.

Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Pelemas otot B. Struma multinodular toksik E. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Analgetik C. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. Iodium redioakti 61. sesak. Operasi B. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Antihistamin D. free T3 dan free T4 meningkat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Propil tiourasil E. Hiportiroidisme E. frekuensi napas 20x/menit. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Kretinisme C. Tiroiditis subakut 59. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. bau nafas berbau khas. Penyakit Hashimoto 62. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Diazepam D. Penyakit Grave D. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol.50C. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. nafas cepat dalam. sering pusing dan kakinya membengkak. Radiasi C. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Antihipertensi 60. Struma difusa nontoksik 58. Struma koloid B. Struma Hashimoto D. Kortikosteroid E.E. . datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. suhu 38. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Penyakit Grave C. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. denyut nadi 80x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. free T4 menigkat. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Tiroiditis B.

Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Larynx B. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. bau nafas berbau khas. Laryngopharynx C. nafas cepat dalam. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. Ketoasidosis E. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Endolymphe 65. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Saat berobat kembali ke rumah sakit. HbA1C B. C-peptide C. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. Nefropati diabetikum C. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Foramen ovale B. Neuropati diabetikum B. kekakuan pada sendi pengungkit D. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. propanolol. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Nasopharynx E. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Tuberculosis paru D. Muskulus tensor tympani E. Keton darah D. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Analisis gas darah E. pharynx hyperaemia (++). Hipoglikemia 64. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. sesak. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. kaptopril dan furosemid. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. suhu badan 39 C. Oropharynx D. Membran vestibularis C. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Gula darah sewaktu 63.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Aditus laryngeus .

300/ul. Adenoiditis B. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Coronavirus 70. Streptococcus pyogenes D. Mycoplasma pneumoniae B. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Tonsilopharingitis kronis E. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. tenggorokan gatal dan susah menelan. Seorang perempuan usia 18 th. Nadi 80x/menit. tidak ada batuk pilek. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. kaptopril dan furosemid. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Rinosinusitis kronik D. Staphylococcus aureus C. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Tes serologi untuk virus influenzae 71. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. tidak ada batuk pilek. Kultur kuman dari swab tenggorok E.67. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. tenggorokan gatal dan susah menelan. Virus human influenzae E. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Saat berobat kembali ke rumah sakit. 6 th. Tonsilitis kronik C. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Seorang anak laki-laki. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. terdapat detritus. Respirasi 20x/menit. Foto rontgen kepala C. fibrosis. propanolol. tonsil terdapat eksudat. tonsil terdapat eksudat. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Seorang anak laki-laki. Biopsi limfonodi cervical D. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Tensi 120/80 mmHg.300/ul. ECG B. 6 th. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12.10 C. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. Berat badan 25 Kg panas 37.

turgor kulit < 2 detik. Cairan KA-EN 3A C. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. tidak ada nafsu makan. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. turgor kulit < 2 detik.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Tanpa dehidrasi B. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. terdapat detritus. Cairan Ringer lactate E. Cairan D ¼ S 76. Meningkatkan absorbsi Cl. Dokter . Khemoterapi E. fibrosis.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Respirasi 20x/menit. Pemeriksaan foto thoraks E. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Dehidrasi sedang D. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. Seorang perempuan usia 18 th. cairan menyerupai air cucian beras. Pemeriksaan ASTO C. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. kepala pusing. turgor kulit < 2 detik. Dehidrasi ringan C. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Diet rendah lemak C. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Total Bedrest (rawat inap) D. lidah kotor. perut hypertympani. Pemeriksaan ECG B.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Dehidrasi ringan-sedang E. E. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Dehidrasi berat 74. Terapi radiasi 73. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Menghambat pompa Natrium B. kehausan.pada kripte liberkuhn D. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Nadi 80x/menit. Tonsilektomi B. Cairan KA-EN 3B D. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. cairan menyerupai air cucian beras. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. cairan menyerupai air cucian beras. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Cairan Darrow B. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Tensi 120/80 mmHg. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th.A. Pemeriksaan darah rutin D. kehausan. kehausan.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Psoriasis D. Respirasi 20x/Meint. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. mengeluh adanya bercak kemerahan. CT Scan abdomen D. Setelah minggu pertama C. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. E. Lesi mengenai wajah. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. Lesi mengenai wajah. Pada Minggu pertama B. bersisik tebal. terasa perih. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. bersisik tebal. Nadi 88x/menit. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Anti bakteri B. Anti histamin 81. Ptiriasis rosea 80. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. kulit kepala berambut. mengeluh adanya bercak kemerahan. Endoskopi saluran pencernaan. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. siku. Ultrasonografi abdomen. bokong. Setiap saat 77. Dari pemeriksaan perut membesar. Tekanan darah 140/90 mmHg. Dan lokasi ujud . Pada Minggu kedua D. 79. kulit kepala berambut. Anti inflamasi D.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Keratosis seboroik B. Anti virus C. Enzym urease pada serum 78. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. Eritroderma E. kaki bengkak. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. bokong. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. OMD. Anti jamur E. dan lutut. siku. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. Photo BNO C. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Dermatitis seboroik C. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Setelah minggu kedua E. dan lutut. B.

Reserpin 85. ulkus diameter 2-3 mm. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Hidradenitis suppurative E. Miliaria B. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Gingivitis akut B. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Furosemid D. terutama pada telapak kaki. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. tepi menggaung dan eritematous. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. vesikel. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Etambutol (E) E. mukosa bukal dan bibir bawah. Pemeriksaan lampu Wood B. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Seorang perempuan berusia 37 tahun. Ulcerative gingivostomatitis 84. Aphthous ulcers C. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. Propanolol E. Streptomisin (S) . Akne vulgaris D. Stomatitis aftosa rekuren D. Herpetic gingivostomatitis E. demam dan penurunan nafsu makan. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Rifampisin (R) B. G2P1A0. tampak beberapa ulkus pada lidah. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Pirazinamid (Z) D. Rosasea 82. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Milia C. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Isoniazid (H) C. hilang timbul dan berpindah tempat. bula dan pustule.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Kaptopril C. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. HCT B. belum menikah.

Gangguan sekresi postprandial B. Inhalasi agonis β2 B. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. lebih suka posisi duduk. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Inhalasi kortikosteroid C. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. frekuensi napas 32 x/menit. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Kelainan genetik pankreas 90. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. frekuensi nadi 110 x/menit. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. sesak nafas dan demam. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Injeksi metilsantin E. Dokter merencanakan pemberian insulin. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Oral bronkodilator 87. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Insulin diberikan sebelum tidur C. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral.86. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Reaksi autoimun pada sel beta . Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Injeksi kortikosteroid D. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Defisiensi insulin bersifat relatif D. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Hipersekresi insulin saat makan C. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm.

Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Mencegah neuropati B. Gangguan respirasi E. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. Mencegah hipoglikemia E. keringat dingin dan jantung berdebar. Seorang perempuan 30 tahun.E. injeksi insulin dosis tinggi 95. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. infus NaCL tetesan cepat D. sulit tidur. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. GCS 2-1-3. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Mencegah nefropati D. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Refleks patologis negative. G1P0A0. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. tetapi pasien masih rajin minum obat. SGOT . Gangguan hemostatik D. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. dan mata kabur. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Pembakaran lemak karena obesitas 91. infuse RL tetesan cepat B. Dari anamnesis ke keluarga. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Berat badan 80 kg. tinggi badan 162 cm. Gangguan otonomik B. bolus Dextrose 40% iv E. Gangguan vaskular 94. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Gangguan neurogenik C. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Mencegah ketoasidosis 93. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Mencegah retinopati C. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. pasien sebelumnya mengalami demam. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C.

3 mg/dL . Creatinin 0. Peningkatan permeabilitas membran 98. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. Sangat peka terhadap opioid C. Koma uremik 96. drip neuroprotektan E. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. pasien sebelumnya mengalami demam. Penghambatan produksi bradikinin D. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Koma neurogenik B. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Penghambatan fungsi prostaglandin E. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. SGOT 23 mg/dL. Koma septik D. Blokade produksi prostaglandin B. Koma ketoasidosis C. dan teraba hangat. tanpa tanda lateralisasi. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. antibiotik intravena B. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Koma hepatikum E. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. gangguan elektrolit D. injeksi antipiretik 97. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Dari anamnesis ke keluarga. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. Sebelumnya.3 mg/dL . kejang umum 3 jam yang lalu. perdarahan intracerebral E. dosis OAD ditingkatkan C. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam.23 mg/dL. infeksi meningeal 100. Refleks patologis negative. rehidrasi cairan D. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. SGPT 30 mg/dL. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. hiperemis. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. GCS 2-1-3. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Ureum 40 mg/dL. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Dari . Blokade produksi ciclooxygenase C. Creatinin 0. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. SGPT 30 mg/dL. Ureum 40 mg/dL.

Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. tekanan darah 120/80. ekstasi E. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. Toxoplasmosis B. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Bendungan pembuluh darah . dan kulit terasa kering. mungkin ada keracunan . kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. Jika ternyata penderita tersebut koma. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. 103. A. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Kesadaran GCS E3V3M3. A. parasetamol D. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. diethylether C. 102. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Cerebral malaria E. warna dasar coklat tua. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Melakukan gerakan spontan D. tepi bengkak. diazepam C. nafas lambat. pentotal D. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. 104. digoksin B. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. ekstasi (MDMA) E.101. Kerusakan organ dalam leher C. tekanan darah 120/80. dan kulit terasa kering. Aseptic meningitis D. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. A. Lebar jejas jerat 4 cm. nafas lambat. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. phencyclidine B. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Cerebral tuberculoma C.

Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. tepi bengkak. Hati D. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Urin C. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Tanda perlawanan korban E. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Darah B. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. tepi bengkak. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Kulit 108. Rambut E. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Saat memasuki ruangan. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. 30-<90 mg/dL B. Lebar jejas jerat 4 cm. menabrak pohon. kadang hanya rasa tidak enak badan. warna dasar coklat tua. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. pasien dapat berjalan dengan dituntun. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Lebar jejas jerat 4 cm. 350-<400 mg/dL E. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Gejala penyakit tidak khas. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Mati lemas 105. Tanda asfiksia 107. 90-<250 mg/dL C. Apakah sampel yang paling tepat? A. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya.D. 250-<350 mg/dL D. Kerusakan organ dalam leher D. warna dasar coklat tua. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. tetapi sempoyongan. Refleks vagal E. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Mati lemas 106. >400 mg/Dl 109. Bendungan pembuluh darah E. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. meninggal dunia.

00-15. Intentional poisoning C. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. bayi aterm B. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak.00 114. jam 02. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Iatrogenic poisoning 111. Apakah terapi yang paling tepat? A. untuk dibuatkan visum et repertum. Terdapat memar pada kepala E. Hari Minggu antara jam 12. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Deliberate poisoning E.Hari Senin. antara jam 00. Accidental poisoning D. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. kecuali sendi kedua lutut. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Accidental poisoning D. Iatrogenic poisoning 110. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Terapi kerja berkelompok B. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. bayi mati tenggelam 113.00 hari yang sama E. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Deliberate poisoning E. Experimental poisoning B. Hari Senin. bayi viable C. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. bayi asfiksia D. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Terdapat luka tusuk B. kira-kira jam 04. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Hari Senin. Tidak ditemukan cedera D.00-08. Intentional poisoning C. Terdapat fraktur cricoid C. Experimental poisoning B. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A.00-04.00 C.00 B. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A.00-24. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Analgesik lokal C. Hari Minggu. Antidepresan . antara jam 00.A.00.00 D. bayi lahir hidup E. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12.00-12.

Gangguan nyeri psikogenik C. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Gangguan nyeri psikogenik C. nyeri kepala. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Suspect penyakit kardiovaskular B. muntah. Pemberian antipsikotik B. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Hipokondriasis 118. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Pemberian antidepresan C. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Ventilasi 115. jantung berdebar-debar keras. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Hipokondriasis E. Gangguan panik E.D. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Ventilasi E. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Gangguan somatisasi D. Ganguan panik 119. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Terapi kerja berkelompok D. Anxyolitic E. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . mual. berkeringat dingin. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. pandangan mata dobel. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. nyeri dada. haid tidak teratur. Gangguan Somatisasi D. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada.

Asma bronkial D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. denyut nadi 120 x/menit. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Antibiotika C. sesak terutama setelah beraktivitas. Ekspektoran D. Golongan ß-2 agonis 123. Tuberkulosis C. Antipiretik E. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kortikosteroid C. Mukolitik B. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Efusi pleura D. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Pada riwayat keluarga. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun.terakhir. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. frekuensi napas 32x/menit. Atelektasis E. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. denyut nadi 110 x/menit. Kortikosteroid E. Bronkiolitis 122. Antibiotika 121. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Emfisema 120. Bronkitis kronis E. batuk dan dahak disertai darah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. frekuensi napas 32x/menit. Foto polos thorax memperlihatkan . Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. denyut nadi 120 x/menit. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. frekuensi napas 60x/menit. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Oksigenasi D. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. frekuensi napas 60x/menit. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Bronchitis kronis B. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Bronkodilator inhalasi B. dan ekspirasi memanjang. Pada riwayat keluarga. tekanan darah 140/90 mm Hg. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pneumonia B. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. denyut nadi 94/menit. dan ekspirasi memanjang. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Asma bronkial C.

Pneumonia B. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Carcinoma of bronchus E. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Abses paru B. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Pancoast tumor C. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Angina pektoris stabil E. Angina pektoris tidak stabil D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Bronkiectasis C. Non STEMI 126. Tuberculosis paru 124. Bronkitis kronik E. Histoplasmosis D. Bronchial Carcinoid D.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A.

Test uji latih jantung atau treadmill test B. Enzim jantung 127. Thalium scanning D.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. Perokok . Echocardiografi E. Regurgitasi mitral E. Regurgitasi aorta D. Selulitis 129. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Hipoalbuminemia D. frekuensi napas 24 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. denyut nadi 100 x/menit. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Stenosis mitral C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Phlebitis E. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Stenosis aorta B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. perabaan hangat dan tampak kemerahan. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Insufisiensi tricuspid 128. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. Trombosis vena profunda B. disertai nyeri. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. Limfedema kronik C.

Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Gangguan somatisasi D. dan suara vesikuler menurun. Dislipidemi D. Apakah diagnosis paling mungkin? A. LDH E. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Terdapat riwayat hipertensi. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. perkusi redup. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. denyut nadi 110 x/menit. Usia pasien yang 46 tahun 130. Pneumonia C. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Pneumothorax sinistra . Gangguan nyeri psikogenik C. Troponin I B. tekanan darah 160/100 mmHg. frekuensi napas 28 x/menit. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Diabetes Mellitus E. Gangguan jantung tersembunyi B. Hipertensi C. SGOT D. Thymoma B. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. CK 131.B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Gangguan panik E. Hipokondriasis 132. CK MB C.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Inhalasi B2 agonis 134. Pungsi pleura B. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Antibiotika E. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. denyut nadi 110 x/menit. Injeksi adenosine E. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Bronkiektesis 137. Pneumothorax D. COPD B. Kardioversi B. Hernia diafragmatika 133. Hernia diaphragmatica 135. menahan kencing (katheter di klem) . Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Manuver vagal D. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. denyut nadi 140 x/menit. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Terdapat riwayat hipertensi. Bronkhitis kronis C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Furosemide C. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Pasien juga mengeluh demam. Asma Bronkhial E. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Efusi pleura sinistra E. tekanan darah 160/100 mmHg. Injeksi sulfas atropin 136. minum banyak. Mediastinal mass E. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri.D. Pneumothoraks D. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Tuberkulosis Paru B. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. frekuensi napas 24 x/menit. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Water seal drainage (WSD) D. tidak tinggi disertai keringat malam. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Injeksi digitalis C. Apakah terapi yang paling tepat? A. perkusi redup. dan suara vesikuler menurun. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. frekuensi napas 28 x/menit. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Pneumonia C. puasa makan dan minum B.

Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3.8. cholelithiasis D. urethrolithiasis C. sel epitel 2-4/LP. pielografi anterograd C. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. cystografi 139. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. teratoma 141. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. pusing. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sistitis B. urin acak B. Pyelonefritis . Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. protein (-). kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. Saat diperiksa penderita demam. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan.39. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. disertai mual.31 mg / dl.8. Nefritis C. kreatinin 1. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. vesicolithiasis E. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. spondiloarthrosis lumbales E. mual. disertai mual. cholelithiasis D. urethrografi B. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. tanpa persiapan E. kreatinin 4. eritrosit +3. nefrolithiasis B. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. pielografi retrograd D. urin pagi hari 142. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). urin malam hari E. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. urin pancar tengah D. tes alergi 138. urin tampung C. nephrolithiasis B.39. kreatinin 4. pielografi intra vena E. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. pankreatitis 140. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas.D. sel epitel 2-4/LP. ureterolithiasis C.

kadar kreatinin pasien adalah 1. Nefritis interstisial kronik C. . frekuensi napas 24x/menit. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. antibiotika E. diuretika D. Sindrom nefrotik 143. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros.0 mg/dL. Rheumatoid arthritis B. Bandage C. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Glomerulonefritis akut D. denyut nadi 100x/menit. Volar slab D. Pada pemeriksaan fisik. Gips s sirkular E. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Pembedahan 147. Hiperurikemia 146. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. gagal ginjal kronik 145. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg.D. Satu bulan yang lalu. kateterisasi B. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. pungsi supra pubik C. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Glomerulonefritis kronik E. Rasa gatal E. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sling B. kemerahan. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Rhematic fever D. suhu 370C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Peningkatan rasa nyeri C. Kondisi gips 148. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Osteoartritis E. dan terasa nyeri. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Gout arthritis C. analgesika 144. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Gangguan motorik D. Glomerulonefritis E.

Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. 2RHZ + 4RH C. kesadaran somnolen.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. 2RHZE + 4RH B. Kategori 2. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok neurogenik C. Alkalosis metabolik D. demam dan berkeringat pada malam hari. Syok anafilaktik D. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Kategori 3. Asidosis respiratorik E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Alkalosis respiratorik 149. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus kambuh E. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Syok obstruktif 151. 2RHE + 4RH 150. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? .1 gelas tiap buang air besar. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Kategori 1. 2RHZ + 4RH E. Batuk berdahak warna kekuningan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. TB paru kasus resistensi obat C. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Syok hipovolemik E. konsistensi cair. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Ketoasidosis B. Kategori 1. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Kategori 3. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. TB paru kasus gagal pengobatan B. sedikit ampas. TB paru kasus baru 152. Syok kardiogenik B. TB paru kasus putus obat D. Asidosis metabolik C.volume ½ .

Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Kauda equina 155. Neutrofilia B. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Kauda equine 156. Medula spinalis segmen C 5 C. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. namun tidak muntah. Basofilia D. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. tonus otot meningkat bilateral. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. tonus otot meningkat bilateral. Medulla spinalis segmen C7 E. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Conus medularis E. Limfopenia E.A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Conus medularis E. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Medula spinalis segmen L 1 . Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Vertigo 154. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Neutropenia 153. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen Th 10 B. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Eosinofilia C. Tension type headache B. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Migrain dengan aura C. Medula spinalis segmen C 5 D. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Cluster headache E. Medula spinalis segmen L 1 D. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Migrain tanpa aura D. terutama sekitar lubang dubur.

Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Papaverin E. mata hyperemia konjungtiva. hipersalivasi. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Medulla spinalis segmen C7 C. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. muntah-muntah. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Dermatitis kontak iritan 160. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Medula spinalis segmen Th 10 E. Neostigmin 159. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Sindroma Steven Johnson D. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Nekrolisis epidermal toksik B. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Dermatitis alergika B. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Medula spinalis segmen C 5 B. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Pasien mengeluh nyeri kepala. Dermatitis kontak iritan E. tonus otot meningkat bilateral. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. sebagian telah pecah membentuk erosi.157. Dermatitis kontak alergika B. Dermatits kontak alergika C. Medula spinalis segmen Th 4 D. Neurodermatitis E. skuama halus dan likhenifikasi. Ayahnya seorang penderita asma. batas tidak tegas. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Neurodermatitis . Atropin B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Eksema vulgaris C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Urtikaria D. Pemfigus 161. Epinefrin D. Dopamin C. hiperhidrosis dan bradikardi. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. hiperlakrimasi.

Pemeriksaan elektrolit darah D. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Pemeriksaan pH darah E. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. tanpa lendir maupun darah. T3 dan T4 normal D. T3 dan T4 meningkat C. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. Pemeriksaan elektrolit darah D. Ptiriasis rosea D. denyut jantung 120 x/menit. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Kokus gram positif pada pengecatan gram . TSH menurun. Tinea corporis E. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. T3 dan T4 menurun E. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. TSH menurun. sehari 3-5 x/hari. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. frekuensi napas 24 x/menit. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Hifa pada pemeriksaan KOH B. mudah lelah dan mengalami diare. TSH. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. mata eksoftalmus. hingga tidak mampu beraktivitas. sulit tidur. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan Hb 164. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. TSH meningkat.C. sebanyak + ½ gelas air mineral. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. kelemahan dirasakan semakin berat. hiperpigmentasi. TSH. skuama dan papul-papul. pembesaran kelenjar tiroid difus. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Psoriasis 162. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. T3 dan T4 menurun 163. T3 dan T4 meningkat B. Pemeriksaan pH darah 165. Pasien sering merasa gelisah. akral teraba hangat. tampak makula eritematosa. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. Pemeriksaan protein total E. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. lembek. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg.

tertutup skuama tebal berwarna putih. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Gel B. tertutup skuama tebal berwarna putih. Clostridium perfringens C. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu.E. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Streptococcus βhemoliticus B. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Eritroderma E. Psoriasis C. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Eritroderma B. edema. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Bedak E. Pemfigus E. proptosis bola mata. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Ptiriasis rosea D. sekret berbau. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Staphylococcus aureus E. Krim C. Bacillus cereus D. Salep D. Sindroma Stevens Johnson D. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. terdapat jaringan nekrotik. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Pasien juga mengeluh demam. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Badan terasa lemah. punggung serta tepi rambut kepala. tekanan darah 140/90 mmHg. tidak tahan panas. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. gelisah dan sulit tidur. Psoriasis 168. Pseudomonas aeruginosa 167. Dermatitis seboroik B. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Dermatitis kontak C. punggung serta tepi rambut kepala. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Herpes zoster 169. Obat kocok 170. pembesaran kelenjar tiroid difus.

b=20%. Oligozoospermia C. Introyeksi 173. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. c=25%. Oligoteratozoospermia E. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Oligoastenoteratozoospermia 172. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. motilitas : a=45%. Skala Gutmann 175. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. yaitu kurang dari normal.A. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Levothyroxine E. normal dan lebih dari normal. Proyeksi D. Represi C. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Skala nominal D. tampak biru. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Sublimasi E. Skala rasio B. Melakukan kompresi jantung C. Normozoospermia B. Skala interval E. Memberikan rangsang taktil B. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Regresi B. Skala ordinal C. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Oligoastenozoospermia D. Propilthiouracil C. Methimazol B. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Melakukan ventilasi tekanan positif D. morfologi 80%. 131 I D. Perchlorate 171. denyut jantung 90 x/menit. d=10%. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. lemah. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM).

Gangguan psikotik akut D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. tidak menangis. Rinitis alergi D. Polip nasi B. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Bayi tampak lemah. Abses nasi C. Kultur darah D. Sistematic Random Sampling B. Kadar hemoglobin C. Rinitis vasomotor E. Quota Sampling 176. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. denyut jantung 172 x/menit. Concha polipoid D. Kadar glukosa darah . Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. retraksi dinding dada. Gangguan bipolar manik C. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Sinusitis maksilaris akut 179. frekuensi napas 80 x/menit. Snowball Sampling E. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Rinitis alergika E. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Analisa gas darah E. Simple Random Sampling D. sianosis dan merintih. Skizofrenia paranoid E. Abses nasi C. Hitung jenis leukosit B. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media.waktu dan tenaga yang dimiliki. Cluster Random Sampling C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Polip nasi B. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan waham 177. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Sinusitis maksilaris akut 178. Gangguan panik B.

Ruptur uteri C. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. warna merah kebiruan. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Ethambutol C. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Myoma uteri E. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Inversi uteri B. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. denyut nadi 136 x/menit lemah. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Pirazinamid D. Streptomisin B. badan terasa lemah. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Hepatitis akuta 184. Memberikan sisipan 1 RHZS B.180. Ulkus duodeni C. frekuensi napas 28 x/menit. Memberikan sisipan 1RHZE C. tekanan darah 70/50. Ulkus ventrikuli B. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Plasenta dupleks 183. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Keluhan batuk. Ruptur vagina D. Nafsu makan menurun. berat badan menurun. Pankreatitis E. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Memberikan sisipan 1RHZES D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Kolelitiasis D. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. berbatas tegas dan teraba hangat. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Isoniazid 182. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Rifampisin E. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Nyeri hilang dan timbul. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif.

temperature 36. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Pada inspeksi pasien tampak . Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Sinus bradikardi D. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Sinus bradikardi C. nefrolitiasis E. defens muskuler C. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Sinus takikardi D. Supraventrikuler takikardi B.C. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Sinus bradikardi E. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Keluhan disertai mual dan muntah. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Pada saat dilakukan palpasi perut. denyut nadi sulit ditentukan. Aritmia C. predominan tympani B. fecalith 189. vesicolitiasis C. Sinus takikardi D. hidronefrosis B. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Sinus takikardi E. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. shiffting dullnes D. RBBB B. tes undulasi (+) E. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. appendicitis D. hiperperistaltik 190. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Normo sinus rythm C. Atrial fibrilasi 188. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Atrial flutter 187. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Seorang laki-laki umur 40 th. tidak teratur. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. denyut nadi 140x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Atrial fibrilasi E. Supraventrikuler takikardi B. Normosinus ritme 186.9 °C. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A.

Pertemuan tepi lateral kanan m. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. Airway management E. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Pemberian analgetik E. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. gatal-gatal. nyeri sumbu(+). Olahraga 30 menit/hari D. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. nyeri tekan (+). Fraktur impaksi C. Pembersihan luka D.pulsasi nadi lemah. tekanan darah 110/70 mmHg. deformitas (+). Reposisi-immobilisasi 194. frekuensi napas 30 x/menit. mata kuning. Reposisi B. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Penurunan BB 3 kg/mg B. luka robek di lengan bawah. Fraktur kominutif E. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. TB 155 cm. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. Penjahitan luka B. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Fraktur impresi B. Konsumsi penghancur lemak E. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. nyeri tekan (+). Fraktur patologis D. ascites minimal. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. denyut nadi 80 x/menit. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. Resusitasi C. frekuensi napas 24 x/menit. hepatomegali. tidak ada riwayat trauma. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. dan icterus . Diit cukup karbohidrat C. Fraktur kompresi . nyeri sumbu (+). pembesaran lien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Kenali dan hentikan perdarahan 193. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. akral dingin dan pucat. Pemasangan infus C. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. mengerang kesakitan. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. Immobilisasi D. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. deformitas (+). nyeri sumbu (+).

dan deformitas (+). Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. denyut nadi 120 x/menit. nyeri tekan (+). Parsial simple E. Resusitasi cairan agresif D. perdarahan masif. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. merasa mengantuk. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. 14 E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg.pulsasi nadi lemah. Syok neurogenik C. Grandmal C. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. apa yang perlu segera dilakukan? A. umur 7 tahun. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. 13 D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. 1 posisi C. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Fraktur terbuka B. 15 196. 11 B. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. lateral B. denyut nadi 120 x/ menit. anterior E. 2 posisi D. GCS = 5. Trauma neurologi E. dan bisa bergerak bebas. Sindroma kompartemen 198. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. akral dingin dan pucat. frekuensi napas 30 x/menit. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. dan deformitas (+). 12 C. Reposisi cito B. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun.195. Mioklonik D. saat kejang pasien tidak sadar. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Carpopedal spasme 197.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. bisa menjawab pertanyaan sederhana.Untuk mencegah perburukan kondisi. Debridement C. sesudah itu lemas seperti tertidur. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. GCS = 5. perdarahan masif. Seorang anak laki-laki. posterior 199. Syok hipovolemik D. nyeri sumbu (+). Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Petitmal B.

80C anak lemah. anak lemah. peristaltic meningkat. Hernia femoralis B. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. mata cekung. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Lakukan pemasangan infus C. denyut nadi 120 x/menit. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Difusi B.E. Ketika dilakukan anamnesis. temperatur 36. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. temperatur 390C. distensi abdomen. scrotum membesar. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. denyut nadi 120 x/menit. Hernia inguinalis medialis 201. Perfusi C. Hernia inguinalis lateralis 202. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. denyut nadi 164 x/menit. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Oksigenasi B. distensi abdomen. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Ileus obstruktivus D. Merujuk pasien ke ICU E. Hernia femoralis C. Limfoma maligna C. Ventilasi E. mual dan muntah.80C. Hernia inguinalis lateralis E. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Cold abses inguinal E. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. metallic sound (+). peristaltic meningkat. mual dan muntah. pemeriksaan lain dalam batas normal. turgor kurang. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. temperatur 36. Memberi obat anti diare 204. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Absorbsi D. temperatur 390C. scrotum membesar. pemeriksaan lain dalam batas normal. Ileus paralitik B. Appendix infiltrat D. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. Lakukan resusitasi cairan B. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. tidak mau minum. Rehidrasi intravena D. metallic sound (+). turgor kurang. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. Rehidrasi oral C. denyut nadi 164 x/menit. tidak mau minum. Oksigenasi 203. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. mata cekung.

seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Syok neurogenik D. Ginjal D. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. suara jantung lemah. Arteri radialis B. akral dingin. Angina pectoris tak stabil 206. Tetralogi Fallot C. Syok septik B. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Angina pectoris stabil E. Kesadaran gelisah. Arteri tibialis posterior E. frekuensi napas 30x/menit. Patent ductus arterisus 208. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Miokarditis C. jari tabuh (+). bising sistolik. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. tali pusat kotor dan berbau busuk. Intestinum E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A.D. malas menetek. Perikarditis B. Insufisiensi trikuspidal E. frekuensi napas 60 x/menit. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Arteri carotis interna D. Stenosis aorta B. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. pekak alih (+). Insufisiensi mitral D. Syok hipovolemik 207. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Arteri subclavia C. Infark miokard akut D. Syok distributif C. Pasien tidak sadar. Colon descendens 209. Syok kardiogenik E. denyut nadi 120 x/menit. kejang 3-5 kali. sianosis. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. tekanan darah 180/110 mmHg. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Arteri carotis communis 210. denyut nadi 140 x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. bising usus melemah. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. sianosis. Pada saat pemeriksaan fisik. frekuensi napas 30 x/menit. Bayi laki-laki umur 25 hari. Limpa C. Hati B.

212. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. menangis keras dan kulitnya merah jambu. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. Reaksi lekemoid . Cedera plexus brachialis C. isokor B. regio cervicalis lateraris D. Dislokasi articulatio humeri B. anisokor D. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. Vasa darah besar C. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan.211. regio cervicalis anterior C. trigonum submandibulare E. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Hepatitis B kronis B. Katub jantung B. reflek lambat E. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Vasa coronaria D. Peregangan m. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. 213. Hepatitis B kronis aktif C. Cacat/defek pada septum E. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. 215. pimpinan suatu perusahaan. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Sirosis Hepatitis B D. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Hepatitis B carrier sehat E. Fraktur humeri D. trigonum caroticum B. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. miosis maksimal C. Fraktur clavicula E. Bayi lahir selamat. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. 214. A. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus.

kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Multiple myeloma D. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. B. 217. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. 218.Saat masuk . lekosituria dan nitrituria E. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. reaksi imunitas E. infeksi virus D. 219. Glomerulonefritis E. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. infeksi bakteri C. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. SGPT: 24 IU/L. faring hiperemis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem.216. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. infeksi jamur B.5 mg/dl. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Bilirubin Direk: 6. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. hematuria dan glukosuria C. Myeodisplasia E. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. 220. kolelithiasis C. pH dan ketonuria B. hepatitis B. Pyelonefritis B. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. proteinuria dan silinderuria D. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. dan Bilirubin indirek:0. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. sirosis hepar D. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Sindrom Nefrotik C.3mg/dl. Sindrom Nefritik D. karsinoma hepar E.

Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. mencegah pneumonia B. parkinson gait B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. silostasol D. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Apakah diagnosis paling tepat? A. soporouscoma E. refleks patologis negatif. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. mencegah decubitus E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. 224. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. hemiparetik gait C. kekuatan ekstremitas kiri 4. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. afasia transkortikal E. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. afasia sensorik C. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. 225. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. Keluhan ini disertai rasa .221. afasia global D. paraparetik gait D. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. stupor C. pirasetam C. afasia motorik B. 223. coma B. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. mencegah kontraktur D. mekobalamin E. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. mencegah herniasi C. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. 222. somnolen D. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. sitikolin B. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. mendadak saat bangun tidur. ataxic gait E.

Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. disertai dengan tanda Autspitz . Apakah terapi yang sesuai? A. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Alergen B. Keluhan ini disertai rasa gatal. dengan bagian tepi papul-papul eritem. dengan skuama putih . Dermatitis kontak alergi B. dengan bagian tepi papul-papul eritem. gatal. Psoriasis vulgaris C. Pitiriasis rosea D. Trichophyton sp. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Keluhan ini disertai rasa gatal. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan ini disertai rasa gatal. Tinea korporis E. Pitiriasis rosea D. Tinea korporis E. Dermatitis kontak alergi B. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Micobacterium sp. dengan skuama putih. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Pitiriasis rosea D. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. badan dan paha. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. herald patch (+) pada lengan atas. batas tidak tegas.226. Kortikosteroid topical C. Dermatitis kontak alergi B. Antijamur topikal E. Kortikosteroid sistemik B. Keringat C. Psoriasis vulgaris C. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. dengan skuama putih . Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Antihistamin sistemik D. 230. batas tegas. 228. dengan skuama putih tipis collarete. disertai dengan tanda Autspitz . Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Psoriasis vulgaris C. 229. 227. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. batas tidak tegas. Tinea korporis E. batas tegas. D. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. E.

Dalam pemeriksaan. disertai rasa gatal. Kortikosteroid sistemik B. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. sehingga pasien ketakutan. denyut nadi 86 x per menit. Ekstrapiramidal Sindrom B. herald patch (+) pada lengan atas. meskipun rasa gatal berkurang. Tardive dyskinesia D. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. yang berasal dari dirinya sendiri.2 °C. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Apakah terapi yang sesuai? A. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. badan dan paha. distonia akut dan krisis okulomotorius. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Antihistamin C. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Antivirus D. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. berusia 16 tahun. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Sejak 2 minggu yang lalu. berusia 38 tahun. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. Antijamur E. 233. Apakah diagnosis yang tepat? A. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. Dalam pemeriksaan status mental. Tinea korporis E. multiple. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. pasien mengatakan pada pemeriksa. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Pitiriasis rosea D. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Dermatitis kontak alergi B. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Carbamazepin 2 x 200 mg D.231. atap datar. Huntington’s disease E. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Tekanan darah 130/80 mmHg. dibawa ke unit gawat darurat RS. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. Haloperidol 2 x 1. Psoriasis vulgaris C. 234. tipis collarete. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. terdapat tremor. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Ukuran lesi tetap. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Diazepam 2 x 2 mg B.5 mg C. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. Neuroleptik Malignan Sindrom C. dengan keluhan seluruh badan kaku. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. pil kuning dan pil hijau. 232. diberikan salep putih. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya.

237. Gangguan Panik C. Penderita juga sulit tidur. Demensia Seorang mahasiswi. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Gangguan Anxietas Phobic B. Sejak 2 bulan yang lalu. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. berusia 24 tahun. Gangguan Skizoafektif E. jantung berdebar-debar. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Skizofrenia B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan Waham menetap D. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Gangguan Afektif B. Pasien sering sulit tidur. Amnesia C.235. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Depresi Sedang dengan somatisasi D. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. namun ia sulit untuk menghilangkannya. Apakah diagnosis yang tepat? A.ngejar dan akan membunuhnya. Apakah diagnosis yang tepat ? A. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. 16 tahun. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). seluruh badan lemas. temperatur39. merasa tak berdaya. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Gangguan Psikotik Akut B. Apakah diagnosis yang tepat? A. 236. mengeluh nyeri kepala dan muntah. tangan dan kaki terasa dingin. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Stress paska trauma Seorang laki-laki. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. Gangguan Waham Menetap E. berusia 23 tahun. 238. keringat dingin. Gangguan Skizofrenia C. Delirium E. Stress Akut D. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. Apakah diagnosis yang tepat? A. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. berusia 18 tahun. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. Gangguan Obsesif Kompulsif D.

Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. disertai jantung terasa berdebar-debar.239. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Hipertrofi ventrikel kiri C. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Terapi Kognitif D. 240. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. 241. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. Gangguan Trans Dissosiatif D. Dilatasi ventrikel kiri B. usia 17 tahun. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. 243. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. angina pectoris tidak stabil D. Gangguan Fugue Disosiatif C. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. angina pectoris atipikal C. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. 242. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Terapi Aktivitas Kelompok B. angina pectoris heberden E. karena ia sadar. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Terapi Gestalt E. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. Terapi Desensitisasi C. Gangguan Konversi Histeri E. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. ia akan merasakan berdebar-debar. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Namun. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. angina pectoris stabil B. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. B. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. Apakah terapi yang paling tepat? A. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik.

Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hipoglikemi B. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Menurut keluarga yang mengantar. Streptococcus pyogenes. Syok anafilaksis E. D. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Stroke hemoragik D. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Stroke non hemoragik . Streptococcus viridans C. Syok septik 246. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Syok kardiogenik C.mengalami penyakit serius berupa demam. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Staphilococcus aureus B. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Syok hemoragik D. Fistula tracheaesofageal E. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Gagal Jantung Kongestif C. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Streptococcus beta hemoliticus E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg.5°C.Mitral Stenosis 244. Ketoasidosis diabetik E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Tetralogi of fallot C. Hiperglikemi C. Streptococcus alfa hemoliticus 245. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Floppy epiglotis B. Penyakit jantung reumatik B. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. tekanan darah 130/80 mmHg. Infark Miokard akut D. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Syok Hipovolemik B. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Respiratory distress syndrome 247. Atrial Septal Defect E. divertikulum zenkel D. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A.

intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Anti HBs D. syok septic 249. syok kardiogenik C. infark di hemisfer kiri B. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. subarachnoid hemorragi . Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Penyakit Crohn D. Anti HBe E. Monosit D. infark di hemisfer kanan C. nyeri dan fesesnya bercampur darah. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. IgM anti HBc 250. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. denyut jantung 100x/menit. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Karsinoma usus E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Hemoroid interna 251. Leukosit PMN 251. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase.248. Kolitis ulseratif C. Perutnya seringkali kram. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. syok hipovolemik B. Hematokrit E. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Limfosit C.tekanan darah 80/60 mmHg. Riwayat trauma disangkal. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Abses usus B. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. HBsAg C. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya.respirasi 32 x/menit. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. PCR B. syok neurogenik D. Eritrosit B. syok anafilaktik E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi.

Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu.251. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. fibroadenoma E. Fibroangioma D. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. bronkiektasis D. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. AML C. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. ALL B. asetilkolin E. transamin 253. defisiensi vitamin C C. Pasien adalah seorang perokok berat. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. infeksi virus 255. papilloma B. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. anemia dan trombositopenia. Kistadenoma C. bronkopneumonia 254. CLL . emfisema C. defisiensi besi E. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. asma B. defisiensi folat D. sianosis. intraductal papillomatosis 252. defisiensi vitamin B12 B. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. yang terjadi saat istirahat. berdasarkan epidemiologi. bradikinin D. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. serotonin C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. bronchitis kronik E. dan wheezing pada kedua lapang paru. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. dopamin B. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain.

Treponoma pallidum C. vagus 260. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. axillaris C.D. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. nervus tibialis C. DIC 256. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. nervus femoralis E. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. Hemofilus ducreyi B. Komplek ghon B. CML E. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. ulnaris E. Melanoma Maligna C. scrofula E. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. miliar 258. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. nervus fibularis D. fibrokistik D.tampak kurus. Nevus Pigmentosus D. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Clamidia trachomatis 257. Melanoma Lentiginosa E. Treponema pertenue D. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Neisseria gonorrhea E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. nervus vagus B. cold abses C. brachialis B. radialis D. Karsinoma sel basal B. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Karsinoma sel skuamosa 259. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. nervus ischiadicus . paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani.

Spondilosis 264. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. terutama pada saat perut kosong. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Selain pengobatan dengan H2 bloker. kanalis inguinalis D. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. aspirin B.261. amoksisilin D. Pasien penggemar minuman kopi. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. Spondilolisthesis D. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. ligamentum lata E. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. apneurosis abdominalis interna B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. fascia lata 263. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. bronkiektasis D. Hernia Nukleus Pulposus B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. Pasien adalah seorang perokok berat. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. emfisema B. Fraktur vertebra E. kloramfenikol 265. Ankylosing spondylitis C. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. ibuprofen C. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. metampiron E. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. peritoneum parietal C. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. pneumothorax E. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. emboli paru C. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. bronchitis kronis 262.

Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern.tekanan darah 140/90 mmHg. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Seorang perempuan berusia 45 tahun. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Kanker tiroid B. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong.9oC. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Keluhan disertai demam dan mual. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. dan berbatas tegas. Mioma uteri . antihistamin C. NSAID oral B. Treponema pallidum E. temperature 36. Injeksi penisilin E.makan yang baik. Neisseria gonorrhoeae B. Adenomiosis B. Perforasi akut pada kantung empedu E. acyclovir oral D. bengkak. indometasin oral 268. darah banyak. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Defisiensi iodine D. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Tiroiditis Hashimoto E. konsistensi padat kenyal. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Servik terlihat normal. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Mukosa vagina tampak merah. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Cholangitis akut B. Cholesistitis akut C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. sudah menikah. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. irreguler. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Sirosis biliaris 267. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Graves disease C. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Pancreatitis akut D. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Goiter multinoduler 266. Chlamydia trachomatis C. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Herpes simplex 269. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Candida albicans D. dan terasa nyeri.

konsistensi kenyal. Fibrocystic disease D. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. berbatas tegas. Tumor phyloides E. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak.270. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . bau khas. C. warna putih . datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. 274. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Karsinoma mammae B. 271. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. sperma berbentuk normal 45%. batas tidak tegas. Kistoma ovarium D. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. motilitas 18%. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Kista dermoid E. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Fibrocystic disease D. Karsinoma mammae B. HSV tipe 1 B. EBV E. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Azoospermia dan teratozoospermia E. Fibroadenoma mammae C. HIV D. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Azoospermia dan astenozoospermia C. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Tumor phyloides E. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. jumlah sperma 15 juta/cc. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. 272. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. HPV C. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. terdapat flek. 273. Fibroadenoma mammae C. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Benjolan tidak terasa nyeri. dapat digerakkan.

Ulkus Kornea 279. Mobilisasi sendi D. Panoftalmitis C. Dermatitis seboroik E. skuama tipis. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Pembidaian 276. Pemeriksaan patensi tuba C. Tinea Versicolor 277. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Glaukoma Akut B. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. tekanan darah 110/60 mmHg. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Fiksasi interna C. Tinea Kruris B. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. dan satelit papula. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. didapatkan hasil (+)(+)(-). Pemeriksaan tinja apung C. mual dan muntah. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Pemeriksaan tinja endapan D. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Elevasi tungkai E. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. frekuensi nafas 26 x/menit. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Kandidiasis D. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas.A. Pemeriksaan analisa sperma B. Uveitis Anterior D. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Endolftamitis E. Tinea Korporis C. Pemeriksaan tinja langsung B. Debridemen luka B. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Pemeriksaan Harada Mori E. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. denyut nadi 90 x/menit. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari.

Pseudogout 283. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Kehamilan Ektopik Terganggu D. frekuensi nafas 20x/menit. denyut nadi 85x/menit. Keluhan disertai nyeri kepala. Abortus Iminens C.2ºC.B. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Pemeriksaan βHCG urin positif. hematokrit 40 vol%. denyut nadi 110 x/menit. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Amoksisilin E.8 ºC. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. muntah. eritrosit 4juta/ul. Osteoporosis E. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan.000 /ul. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. dan didapatkan nyeri goyang servik. denyut nadi 90x/menit.Burney. leukosit 13. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Seorang perempuan berusia 28 tahun. terdapat Rovsing sign. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm.000/ul. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Osteoarthritis C. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. mual dan muntah. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Tiamfenikol C. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Kloramfenikol B. temperatur 37. temperatur 36. G1P0A0. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. kavum douglas menonjol. frekuensi nafas 24 x/menit. dan tidak buang air besar selama 3 hari. trombosit 250. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Fluorokuinolon 282. Segera lakukan Rontgen toraks C. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Abortus Insipiens B. Arthritis Gout D. Apendisitis . Segera lakukan tes tuberkulin D. mual. frekuensi nafas 20 x/menit. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Arthritis Rheumatoid B. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Torsi Kista Ovarium E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. berat badan 80kg. Kotrimoksazol D.

Pasien tidak mau makan dan rewel. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. kesadaran kompos mentis. batuk-batuk. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Limfadenitis TBC D. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. tekanan darah 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. temperatur 38˚C. temperatur 37. Kolik Ginjal D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. bertambah nyeri bila bernafas dalam. denyut nadi 84 x/menit. Keluhan disertai sakit kepala. USG abdomen E. kesadaran kompos mentis. 285. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. konsistensi kenyal. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit.284. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. denyut nadi 80 x/menit. Biopsi limponodi servikal . perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Endoscopy D. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Barium enema B. frekuensi nafas 22 x/menit. Otitis media akut stadium supurasi D. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Colonos copy C. tidak nyeri tekan. tidak nyeri tekan. B. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. konsistensi kenyal. tampak bengkak dan hiperemis. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. denyut nadi 80 x/menit. 287. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Limfoma maligna E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Otitis media akut stadium presupurasi C. jantung dan paru normal. Otitis media akut stadium perforasi E. Amoebiasis C. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Graves ‘Disease’ B. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. lien tidak membesar. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Kolik Ureter E. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Lekemi mieliod akut C. 286.2ºC. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu.

USG Tiroid E. T4 dan TSH D. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Antibiotic B. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. kesadaran kompos mentis. Kadar T3. konsistensi kenyal. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Antitiroid C. Hormon tiroid D. Gambaran darah tepi C. Sitostatika E. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan.B. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Vitamin B . denyut nadi 80 x/menit. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. tidak nyeri tekan. X Foto Thorax 288. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful