SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Rasio odd B. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Uji Korelasi Kanonikal 17. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Rasio prevalensi D. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Data diasumsikan terdistribusi normal. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Uji T berpasangan D. Uji T independen C. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Population attributable risk 16. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Regresi Cox E. Regresi linear C. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Log-linear D. merokok. dan aktifitas fisik. Uji Kai Kuadrat B. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Risiko relatif C. Koefisien kontingensi E. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Uji ANOVA satu arah 15. Regresi logistik B. Uji Korelasi Pearson E.orang mendapatkan lamivudin. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E.

denyut nadi 120 x/menit. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. TFU 30 cm. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. kulit kering. tekanan darah 120/80 mmHg. Uji T Independen C. letak kepala puki. Rehidrasi cairan intravena C. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Korelasi spearman C. Setelah pengolahan data dilakukan. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut.45. Kandidasis kutaneus E. Eritrasma B. Uji T berpasangan D. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. VT pembukaan 7 cm. frekuensi napas 32 x/menit dalam. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. tampak makula eritematosa. hiperpigmentasi. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. temperatur 38. Pemberian natrium bikarbonat D. Injeksi antipiretik intramuskular 21. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. kepala turun . Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. skuama dan papul-papul. Regresi linear D. Ptiriasis rosea D. Uji Kruskal-Wallis B. Tinea kruris C. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. Injeksi insulin intravena B. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Korelasi parsial 19. Setelah 12 minggu perlakuan. DJJ 12-11-12. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Regresi logistik E. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik.studi ini. Uji Mann-Whitney E. tercium bau buah segar. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Uji Wilcoxon 18. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Dermatitis kontak alergika 20. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL.2˚C. Korelasi pearson B. kulit ketuban tidak ada. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A.

Terapi apakah yang paling tepat? A. khemosis. hematom palpebra. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. Manitol C. Siprofloksasin E. Pankreatitis E. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Thiazid B. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. Plapebra khemosis D. Hifema 26. Kolelitiasis D. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Kloramfenikol D. Furosemid E. dan krustae hitam di sekitar hidung. Asetazolamid 24. kripte iris baik. tangan. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Hematom palpebra C. Sulfametoksazole 25. edema . pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. Nyeri hilang dan timbul. Ulkus ventrikuli B. Isosorbid D. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. hingga seluruh tubuh. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Hepatitis akuta 23.Hodge 2+ UUK kiri lintang. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. perdarahan subkonjungtiva. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. pustula. khemosis. Ampisilin B. lensa jernih. Edema kornea E. edema kornea. hematom palpebra. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Ulkus duodeni C. pupil bulat regular. perdarahan subkonjungtiva. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Perdarahan subkonjungtiva B. Gentamisin C. refleks pupil baik.

refleks pupil baik. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Badan demam ringan. pupil bulat regular. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Pasca operasi katarak D. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Nyeri kepala tegang E. Kampimetri D. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. kripte iris baik. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. refleks fundus suram. Piroksikan E. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Refraktometri B. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. lensa jernih.52. Sesak nafas progresif B. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Badan demam ringan C. OAT kategori 2 C. OAT dan Quinolon 28. Terapi simtomatis E. Penyakit paru obstruktif ringan . kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Penyakit paru restriktif moderat C. Tonometri E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu.kornea. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Biometri 27. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. OAT kategori 1 B. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Penyakit paru restriktif ringan B. Paracetamol C. OAT kategori 3 D. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Asam mefenamat B. Keratometri C. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Aspirin 29. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Nyeri dada kanan 30. Metampiron D.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Hidroklorotiazid B. Apakah obat yang paling sesuai ? A. frekuensi napas 20x/menit. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. tonus otot meningkat bilateral. Itrakonazol E. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Medula spinalis segmen Th 4 B. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Piroksikam B.5 mg/dl. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Medula spinalis segmen C 5 E. Nifedipin C. Medula spinalis segmen C 5 D. Deksametason D. Medula spinalis segmen Th 10 C. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Propanolol D. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Metampiron C. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Diltiazem 48. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Captopril E. Ketokonazol D. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Asam mefenamat E. Medulla spinalis segmen C7 E. nadi 80x/menit. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Griseofulvin . tonus otot meningkat bilateral. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. sering pusing dan kakinya membengkak. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Amfoterisin B B. Flusitosin C. Medulla spinalis segmen C7 46. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Natrium diklofenak 47. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Medulla spinalis segmen Th 12 C.hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen L 1 45. Medula spinalis segmen Th 10 B. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk.

Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Ketokonazol D. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. Griseofulvin 50. Jeruk C. trigliserid 183 mg/dL. asam urat 10 mg/dL. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. Wortel 52. Hipertensi E. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. kadar . tekanan darah 140/ 90 mmHg. Diabetes Tipe lain E. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal.4%. lingkar pinggang 73 cm. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Itrakonazol E. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Diabetes Melitus Tipe 2 C. trigliserid 183 mg/dL. Mlinjo E. Diabetes Gestasional D. lingkar pinggang 73 cm. Tomat B. Dislipidemia. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Amfoterisin B B. tinggi badan 171 cm. hematokrit 22. D. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl.5 mg/dl. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. MCV 82 fL. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun.5 g/dL. B. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. tinggi badan 171 cm. Kobis D. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Hiperurisemia. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. Sindroma metabolik 51.49. C. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Flusitosin C. HDL-kolesterol 32 mg/dL. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Diabetes Insipidus 53. asam urat 10 mg/dL. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Obesitas.

Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Struma Hashimoto . Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Hasil pemeriksaan fisik baik. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Defisiensi vitamin B12 D.kreatinin serum 4. Status gizi kurang. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Defisiensi eritropoietin E. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. latihan jasmani yang cukup. KEP (Kurang Energi Protein) C. Edukasi. Kurang asupan kalium 57. Kurang asupan kalsium D. Defisiensi asam folat C. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. tak nyeri tekan. diameter 4 cm. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. keton uria (+++). frekuensi napas 30x/ menit. Diet. diet. Penyakit Grave B. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. suhu 37oC. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Kurang asupan yodium B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. latihan jasmani. kontrol 6 bulan lagi 55. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Defisiensi besi B. denyut nadi 104x/ menit. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. Kedua orangtuanya pasien DM. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Diet dan minum obat glibenklamid C. Defisiensi vitamin C 54. Struma koloid D. Tekanan darah 130/80 mmHg.8 mg/dL. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. dan pemberian OAD D. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. dan minum obat glikuidon E. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Struma nodusa C.

Struma multinodular toksik E. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. frekuensi napas 20x/menit. Analgetik C. Radiasi C. Diazepam D. Tiroiditis B. sering pusing dan kakinya membengkak. sesak. Penyakit Hashimoto 62. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. Penyakit Grave C. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Hiportiroidisme E. Kortikosteroid E.E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Antihipertensi 60. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. denyut nadi 80x/menit. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya.50C. free T4 menigkat. free T3 dan free T4 meningkat. Antihistamin D. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. suhu 38. Struma difusa nontoksik 58. Tiroiditis subakut 59. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Kretinisme C. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Struma Hashimoto D. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Struma koloid B. . Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. nafas cepat dalam. Penyakit Grave D. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Pelemas otot B. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. bau nafas berbau khas. Iodium redioakti 61. Propil tiourasil E. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Operasi B. Seorang perempuan berusia 21 tahun.

Oropharynx D. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. propanolol. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. bau nafas berbau khas. Membran vestibularis C. Analisis gas darah E. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. pharynx hyperaemia (++). Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Endolymphe 65. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. kaptopril dan furosemid. kekakuan pada sendi pengungkit D. C-peptide C. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Hipoglikemia 64.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Keton darah D. Aditus laryngeus . Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Tuberculosis paru D. suhu badan 39 C.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Gula darah sewaktu 63. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Nasopharynx E. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Larynx B. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. nafas cepat dalam. Muskulus tensor tympani E. Neuropati diabetikum B. Nefropati diabetikum C. HbA1C B. sesak. Foramen ovale B. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Laryngopharynx C. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Ketoasidosis E. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B.

Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. kaptopril dan furosemid. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A.67. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Coronavirus 70. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. tonsil terdapat eksudat. Virus human influenzae E. tenggorokan gatal dan susah menelan. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Nadi 80x/menit. Tensi 120/80 mmHg. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka.10 C. Foto rontgen kepala C. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. 6 th.300/ul. Seorang perempuan usia 18 th. Staphylococcus aureus C. fibrosis. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. tidak ada batuk pilek. Tonsilopharingitis kronis E. Biopsi limfonodi cervical D. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Berat badan 25 Kg panas 37. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Rinosinusitis kronik D. ECG B. tidak ada batuk pilek. 6 th. Seorang anak laki-laki. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Tonsilitis kronik C. terdapat detritus. propanolol. Kultur kuman dari swab tenggorok E. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Respirasi 20x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Streptococcus pyogenes D.300/ul. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. tonsil terdapat eksudat. tenggorokan gatal dan susah menelan. Adenoiditis B. Seorang anak laki-laki. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Mycoplasma pneumoniae B.

fibrosis. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut.A. kehausan. Tanpa dehidrasi B. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. perut hypertympani. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. turgor kulit < 2 detik. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Pemeriksaan ECG B. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Menghambat pompa Natrium B.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. E. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Terapi radiasi 73. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. turgor kulit < 2 detik. Dehidrasi ringan C. Cairan D ¼ S 76. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. kehausan. tidak ada nafsu makan. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. Total Bedrest (rawat inap) D. Cairan Ringer lactate E. Pemeriksaan darah rutin D. Dehidrasi berat 74. cairan menyerupai air cucian beras. Tensi 120/80 mmHg. Diet rendah lemak C. Pemeriksaan ASTO C. terdapat detritus. Meningkatkan absorbsi Cl. Khemoterapi E. Cairan KA-EN 3B D. Dokter . jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Cairan Darrow B. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Dehidrasi ringan-sedang E. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Nadi 80x/menit.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. lidah kotor. kehausan. Seorang perempuan usia 18 th. Respirasi 20x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Pemeriksaan foto thoraks E. kepala pusing. Dehidrasi sedang D. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. cairan menyerupai air cucian beras. Cairan KA-EN 3A C. cairan menyerupai air cucian beras. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat.pada kripte liberkuhn D. Tonsilektomi B.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. turgor kulit < 2 detik.

79. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Anti histamin 81. kulit kepala berambut. E. Pada Minggu kedua D. Anti virus C. dan lutut. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Anti inflamasi D. bokong. Setelah minggu pertama C. Pada Minggu pertama B. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. mengeluh adanya bercak kemerahan. Dan lokasi ujud . terasa perih. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. mengeluh adanya bercak kemerahan. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Lesi mengenai wajah. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Dermatitis seboroik C. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Anti jamur E. Anti bakteri B. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Ultrasonografi abdomen. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. Ptiriasis rosea 80. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. siku. bokong. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. bersisik tebal. Setelah minggu kedua E. Respirasi 20x/Meint. OMD. Psoriasis D. Eritroderma E. B. Keratosis seboroik B. Tekanan darah 140/90 mmHg. dan lutut. Endoskopi saluran pencernaan. Setiap saat 77. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Dari pemeriksaan perut membesar. Lesi mengenai wajah. siku. Nadi 88x/menit. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Enzym urease pada serum 78. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. CT Scan abdomen D. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. bersisik tebal. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. kulit kepala berambut.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Photo BNO C. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. kaki bengkak.

Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Miliaria B. Aphthous ulcers C. G2P1A0. Propanolol E. Herpetic gingivostomatitis E. Rifampisin (R) B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. Pirazinamid (Z) D. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. demam dan penurunan nafsu makan. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. bula dan pustule. Etambutol (E) E. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. tepi menggaung dan eritematous. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. tampak beberapa ulkus pada lidah. mukosa bukal dan bibir bawah. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Kaptopril C. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Seorang perempuan berusia 34 tahun.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Gingivitis akut B. HCT B. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Stomatitis aftosa rekuren D. terutama pada telapak kaki. Pemeriksaan lampu Wood B. Isoniazid (H) C. Streptomisin (S) . Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Seorang perempuan berusia 37 tahun. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. vesikel. hilang timbul dan berpindah tempat. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. belum menikah. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Ulcerative gingivostomatitis 84. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. Milia C. ulkus diameter 2-3 mm. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Akne vulgaris D. Reserpin 85. Furosemid D. Rosasea 82. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Hidradenitis suppurative E.

86. Injeksi metilsantin E. Dokter merencanakan pemberian insulin. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Injeksi kortikosteroid D. frekuensi nadi 110 x/menit. sesak nafas dan demam. Insulin diberikan sebelum tidur C. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. frekuensi napas 32 x/menit. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. lebih suka posisi duduk. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Inhalasi kortikosteroid C. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Hipersekresi insulin saat makan C. Kelainan genetik pankreas 90. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Inhalasi agonis β2 B. Gangguan sekresi postprandial B. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Reaksi autoimun pada sel beta . Oral bronkodilator 87.

Seorang perempuan 30 tahun.E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. tetapi pasien masih rajin minum obat. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. bolus Dextrose 40% iv E. Gangguan neurogenik C. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Mencegah neuropati B. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Gangguan vaskular 94. G1P0A0. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Mencegah hipoglikemia E. Gangguan hemostatik D. GCS 2-1-3. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. tinggi badan 162 cm. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Gangguan respirasi E. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Mencegah nefropati D. sulit tidur. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. infuse RL tetesan cepat B. Dari anamnesis ke keluarga. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Refleks patologis negative. Berat badan 80 kg. pasien sebelumnya mengalami demam. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. dan mata kabur. injeksi insulin dosis tinggi 95. infus NaCL tetesan cepat D. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Gangguan otonomik B. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Mencegah retinopati C. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. keringat dingin dan jantung berdebar. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. SGOT . Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Mencegah ketoasidosis 93.

Koma hepatikum E. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. rehidrasi cairan D. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. SGPT 30 mg/dL. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Creatinin 0. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Creatinin 0. Blokade produksi ciclooxygenase C. tanpa tanda lateralisasi.3 mg/dL . Refleks patologis negative. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Sangat peka terhadap opioid C. injeksi antipiretik 97. Koma septik D. Koma uremik 96. SGOT 23 mg/dL. dosis OAD ditingkatkan C. Penghambatan fungsi prostaglandin E. GCS 2-1-3. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. gangguan elektrolit D. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. perdarahan intracerebral E. drip neuroprotektan E. Penghambatan produksi bradikinin D. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. pasien sebelumnya mengalami demam. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. Sebelumnya. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Koma ketoasidosis C. infeksi meningeal 100. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Ureum 40 mg/dL. Ureum 40 mg/dL. Dari . kejang umum 3 jam yang lalu. Dari anamnesis ke keluarga. hiperemis. Blokade produksi prostaglandin B. Koma neurogenik B.3 mg/dL . Peningkatan permeabilitas membran 98. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A.23 mg/dL. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. SGPT 30 mg/dL. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. dan teraba hangat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. antibiotik intravena B.

Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. dan kulit terasa kering. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. Kesadaran GCS E3V3M3. ekstasi E. mungkin ada keracunan . Lebar jejas jerat 4 cm. nafas lambat. tepi bengkak. 104. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Jika ternyata penderita tersebut koma. Melakukan gerakan spontan D. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. dan kulit terasa kering. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Aseptic meningitis D. pentotal D. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. warna dasar coklat tua. Cerebral malaria E. parasetamol D. tekanan darah 120/80. phencyclidine B. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. A. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. digoksin B. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Cerebral tuberculoma C. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. ekstasi (MDMA) E. Kerusakan organ dalam leher C. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. A. nafas lambat. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. A. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. diazepam C.101. Toxoplasmosis B. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. tekanan darah 120/80. 103. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. 102. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Bendungan pembuluh darah . diethylether C.

Tak ditemukan tanda kekerasan lain. tepi bengkak. Apakah sampel yang paling tepat? A. 250-<350 mg/dL D. menabrak pohon. warna dasar coklat tua. tetapi sempoyongan. Darah B. 30-<90 mg/dL B. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Tanda perlawanan korban E. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. meninggal dunia. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. Alat gantungnya berupa tali tambang D. >400 mg/Dl 109. Urin C. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Tanda asfiksia 107. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Gejala penyakit tidak khas. Seorang laki-laki berusia 55 tahun.D. Lebar jejas jerat 4 cm. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Lebar jejas jerat 4 cm. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Refleks vagal E. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Mati lemas 105. Kerusakan organ dalam leher D. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Hati D. kadang hanya rasa tidak enak badan. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Kulit 108. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Rambut E. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. warna dasar coklat tua. 350-<400 mg/dL E. 90-<250 mg/dL C. Mati lemas 106. tepi bengkak. Saat memasuki ruangan. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Bendungan pembuluh darah E.

Apakah arti dari temuan tersebut? A. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Terdapat memar pada kepala E.00-08. bayi aterm B. kira-kira jam 04. Accidental poisoning D. kecuali sendi kedua lutut.00-12. Deliberate poisoning E. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. bayi asfiksia D. Iatrogenic poisoning 110. Intentional poisoning C.00 hari yang sama E. jam 02.00-15. Apakah terapi yang paling tepat? A. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. bayi mati tenggelam 113.00 114. untuk dibuatkan visum et repertum. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi.00 D.A. Hari Senin. Intentional poisoning C.00 C. Iatrogenic poisoning 111. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Hari Senin. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Deliberate poisoning E. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Hari Minggu antara jam 12.00-04. antara jam 00.00.00-24. Analgesik lokal C. Terdapat fraktur cricoid C. bayi viable C. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung.00 B.Hari Senin. Terdapat luka tusuk B. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Accidental poisoning D. Hari Minggu. Experimental poisoning B. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Terapi kerja berkelompok B. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. antara jam 00. Tidak ditemukan cedera D. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Antidepresan . Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. bayi lahir hidup E. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Experimental poisoning B.

Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Hipokondriasis 118. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Hipokondriasis E. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Ventilasi E. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Gangguan somatisasi D. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. nyeri dada. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Gangguan nyeri psikogenik C. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. berkeringat dingin. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Gangguan nyeri psikogenik C. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Pemberian antipsikotik B. mual. Ventilasi 115. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. nyeri kepala. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Terapi kerja berkelompok D. Suspect penyakit kardiovaskular B. muntah. pandangan mata dobel. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Gangguan Somatisasi D. haid tidak teratur. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. jantung berdebar-debar keras. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Gangguan panik E. Ganguan panik 119. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Pemberian antidepresan C.D. Anxyolitic E.

frekuensi napas 32x/menit. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Antibiotika 121. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Foto polos thorax memperlihatkan . frekuensi napas 60x/menit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Bronchitis kronis B. Bronkiolitis 122. denyut nadi 120 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Asma bronkial D. frekuensi napas 32x/menit. Pneumonia B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Bronkodilator inhalasi B.terakhir. Antibiotika C. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. frekuensi napas 60x/menit. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Ekspektoran D. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Kortikosteroid C. nadi 110 x/menit. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. dan ekspirasi memanjang. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. denyut nadi 94/menit. denyut nadi 120 x/menit. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. dan ekspirasi memanjang. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. sesak terutama setelah beraktivitas. Efusi pleura D. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Antipiretik E. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Mukolitik B. tekanan darah 140/90 mm Hg. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. denyut nadi 110 x/menit. Bronkitis kronis E. Pada riwayat keluarga. Asma bronkial C. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. batuk dan dahak disertai darah. Tuberkulosis C. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Emfisema 120. Golongan ß-2 agonis 123. Kortikosteroid E. Pada riwayat keluarga. Oksigenasi D. Atelektasis E.

Bronkiectasis C. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Bronchial Carcinoid D. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Pneumonia B. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Pancoast tumor C. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Non STEMI 126. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Abses paru B. Tuberculosis paru 124. Angina pektoris stabil E. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Bronkitis kronik E. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Histoplasmosis D. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Angina pektoris tidak stabil D. Carcinoma of bronchus E. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak.

Enzim jantung 127. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. Limfedema kronik C. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Regurgitasi mitral E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Stenosis aorta B. Thalium scanning D. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. frekuensi napas 24 x/menit. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. denyut nadi 100 x/menit. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Hipoalbuminemia D. Test uji latih jantung atau treadmill test B. Echocardiografi E. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Phlebitis E. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Trombosis vena profunda B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Stenosis mitral C. Regurgitasi aorta D. Selulitis 129. Insufisiensi tricuspid 128. Perokok . Foto rongen dada posisi anterior posterior C. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. disertai nyeri.

SGOT D. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. perkusi redup. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Troponin I B. Gangguan nyeri psikogenik C. Dislipidemi D. Pneumonia C. CK MB C. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. frekuensi napas 28 x/menit. Terdapat riwayat hipertensi. Gangguan panik E. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir.B. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Pneumothorax sinistra . Diabetes Mellitus E. Thymoma B. Hipertensi C. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. LDH E. Usia pasien yang 46 tahun 130. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. denyut nadi 110 x/menit. Gangguan jantung tersembunyi B. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Gangguan somatisasi D. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. tekanan darah 160/100 mmHg. CK 131. Hipokondriasis 132. dan suara vesikuler menurun.

Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. Inhalasi B2 agonis 134. Asma Bronkhial E. Efusi pleura sinistra E. Injeksi adenosine E. Injeksi digitalis C. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pneumothoraks D. denyut nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. Hernia diaphragmatica 135. Apakah terapi yang paling tepat? A. Injeksi sulfas atropin 136. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. denyut nadi 140 x/menit. Pneumonia C. Mediastinal mass E. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Manuver vagal D. Terdapat riwayat hipertensi. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. COPD B. puasa makan dan minum B. Bronkhitis kronis C. Water seal drainage (WSD) D. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Pasien juga mengeluh demam. Pneumothorax D. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Tuberkulosis Paru B. perkusi redup. Kardioversi B. tekanan darah 160/100 mmHg. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. menahan kencing (katheter di klem) . Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. frekuensi napas 28 x/menit. minum banyak. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. frekuensi napas 24 x/menit. tidak tinggi disertai keringat malam. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Hernia diafragmatika 133.D. Antibiotika E. Furosemide C. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. dan suara vesikuler menurun. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Pungsi pleura B. Bronkiektesis 137.

Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. urin acak B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra.39. disertai mual. tanpa persiapan E. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). sel epitel 2-4/LP. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. pielografi retrograd D.D. disertai mual. cholelithiasis D. cystografi 139. protein (-). pielografi anterograd C. urin pagi hari 142. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. kreatinin 4. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2.39. tes alergi 138. kreatinin 4. Pyelonefritis . spondiloarthrosis lumbales E.31 mg / dl. cholelithiasis D. urethrografi B. nephrolithiasis B. mual. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. teratoma 141. eritrosit +3. sel epitel 2-4/LP. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. urin pancar tengah D. nefrolithiasis B. Saat diperiksa penderita demam. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++.8. pankreatitis 140. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. urin tampung C. kreatinin 1. vesicolithiasis E. dan eritrosit pucat 3-4/LP. urethrolithiasis C. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. urin malam hari E. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. ureterolithiasis C.8. pusing. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Nefritis C. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. Sistitis B. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. pielografi intra vena E. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan.

Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. kadar kreatinin pasien adalah 1. Pada pemeriksaan fisik. Hiperurikemia 146. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. denyut nadi 100x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. Sling B. Gout arthritis C. pungsi supra pubik C. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. antibiotika E. Sindrom nefrotik 143. Glomerulonefritis E. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Rhematic fever D. Rheumatoid arthritis B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Rasa gatal E. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. gagal ginjal kronik 145. suhu 370C. Gips s sirkular E. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Pembedahan 147. Kondisi gips 148. Satu bulan yang lalu. analgesika 144. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. .0 mg/dL. Volar slab D.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Nefritis interstisial kronik C. dan terasa nyeri. kateterisasi B. Glomerulonefritis kronik E.D. diuretika D. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Glomerulonefritis akut D. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Gangguan motorik D. frekuensi napas 24x/menit. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. kemerahan. Osteoartritis E. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Bandage C. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Peningkatan rasa nyeri C.

konsistensi cair. 2RHZ + 4RH E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Syok hipovolemik E.volume ½ . Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Asidosis respiratorik E.1 gelas tiap buang air besar. Kategori 3. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Kategori 1. 2RHZE + 4RH B. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. sedikit ampas. TB paru kasus baru 152. Kategori 2. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Asidosis metabolik C. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Syok obstruktif 151. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. TB paru kasus gagal pengobatan B. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Alkalosis respiratorik 149. 2RHZ + 4RH C. Ketoasidosis B. Syok anafilaktik D. TB paru kasus kambuh E. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Batuk berdahak warna kekuningan. 2RHE + 4RH 150. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. kesadaran somnolen. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. TB paru kasus resistensi obat C. Syok kardiogenik B. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Syok neurogenik C. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Kategori 3. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. TB paru kasus putus obat D. Alkalosis metabolik D. Kategori 1. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. demam dan berkeringat pada malam hari.

Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Medula spinalis segmen C 5 D. Kauda equine 156. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. namun tidak muntah. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Basofilia D. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Medulla spinalis segmen Th 12 C. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Medula spinalis segmen Th 10 B. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medula spinalis segmen Th 10 B. Tension type headache B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Medula spinalis segmen C 5 C. Medulla spinalis segmen C7 E. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3.A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Neutrofilia B. Migrain dengan aura C. tonus otot meningkat bilateral. Limfopenia E. Migrain tanpa aura D. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kauda equina 155. Medula spinalis segmen L 1 D. Medula spinalis segmen Th 12 C. Neutropenia 153. tonus otot meningkat bilateral. terutama sekitar lubang dubur. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Vertigo 154. Conus medularis E. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Medula spinalis segmen L 1 . Cluster headache E. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Eosinofilia C.

Nekrolisis epidermal toksik B. hiperhidrosis dan bradikardi. muntah-muntah. Eksema vulgaris C. Pasien mengeluh nyeri kepala. Epinefrin D. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Medula spinalis segmen Th 10 E. Neurodermatitis . mata hyperemia konjungtiva. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Dermatitis alergika B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Dermatits kontak alergika C. hipersalivasi. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Dopamin C. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Papaverin E. skuama halus dan likhenifikasi. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Atropin B. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Medulla spinalis segmen C7 C.157. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Pemfigus 161. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Dermatitis kontak iritan E. Sindroma Steven Johnson D. Dermatitis kontak alergika B. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Urtikaria D. Medula spinalis segmen C 5 B. Dermatitis kontak iritan 160. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. batas tidak tegas. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. sebagian telah pecah membentuk erosi. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Ayahnya seorang penderita asma. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. hiperlakrimasi. Neurodermatitis E. Medula spinalis segmen Th 4 D. Neostigmin 159.

Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Pemeriksaan pH darah E. hiperpigmentasi. tanpa lendir maupun darah. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. denyut jantung 120 x/menit. lembek. skuama dan papul-papul. Tinea corporis E. Pasien sering merasa gelisah. T3 dan T4 meningkat C. TSH. kelemahan dirasakan semakin berat. TSH. T3 dan T4 normal D. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Psoriasis 162. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. sebanyak + ½ gelas air mineral. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. sehari 3-5 x/hari. Kokus gram positif pada pengecatan gram . T3 dan T4 menurun E. akral teraba hangat. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. hingga tidak mampu beraktivitas.C. T3 dan T4 menurun 163. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. mata eksoftalmus. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. sulit tidur. Pemeriksaan Hb 164. Pemeriksaan elektrolit darah D. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. frekuensi napas 24 x/menit. Pemeriksaan protein total E. pembesaran kelenjar tiroid difus. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Hifa pada pemeriksaan KOH B. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Pemeriksaan elektrolit darah D. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. T3 dan T4 meningkat B. Pemeriksaan pH darah 165. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. TSH meningkat. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. Ptiriasis rosea D. tampak makula eritematosa. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. TSH menurun. TSH menurun. mudah lelah dan mengalami diare.

tidak tahan panas. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Bedak E. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Psoriasis 168. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Eritroderma B. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi.E. tekanan darah 140/90 mmHg. Salep D. edema. proptosis bola mata. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Dermatitis seboroik B. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Eritroderma E. tertutup skuama tebal berwarna putih. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. terdapat jaringan nekrotik. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. punggung serta tepi rambut kepala. punggung serta tepi rambut kepala. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. pembesaran kelenjar tiroid difus. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Herpes zoster 169. Pasien juga mengeluh demam. Bacillus cereus D. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Psoriasis C. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Staphylococcus aureus E. Dermatitis kontak C. Clostridium perfringens C. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. gelisah dan sulit tidur. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Pemfigus E. Obat kocok 170. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Badan terasa lemah. Ptiriasis rosea D. Gel B. Krim C. sekret berbau. Sindroma Stevens Johnson D. Streptococcus βhemoliticus B. Pseudomonas aeruginosa 167. tertutup skuama tebal berwarna putih.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Skala Gutmann 175. Introyeksi 173. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Oligoteratozoospermia E. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Propilthiouracil C. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. c=25%. tampak biru. Memberikan rangsang taktil B. Levothyroxine E. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. 131 I D. d=10%. Normozoospermia B. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). lemah. Skala rasio B. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Sublimasi E. Oligoastenozoospermia D. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Melakukan kompresi jantung C. Methimazol B. Skala ordinal C. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Regresi B. Oligozoospermia C. Skala interval E. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. b=20%. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. motilitas : a=45%. Skala nominal D. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. morfologi 80%.A. Proyeksi D. normal dan lebih dari normal. Oligoastenoteratozoospermia 172. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Represi C. yaitu kurang dari normal. denyut jantung 90 x/menit. Perchlorate 171. Memberikan natrium bikarbonat intravena E.

Polip nasi B. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Abses nasi C. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Polip nasi B. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. frekuensi napas 80 x/menit. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Hitung jenis leukosit B. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal.waktu dan tenaga yang dimiliki. retraksi dinding dada. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. sianosis dan merintih. Sinusitis maksilaris akut 179. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Cluster Random Sampling C. Skizofrenia paranoid E. Rinitis vasomotor E. Gangguan psikotik akut D. Kultur darah D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Concha polipoid D. Analisa gas darah E. Simple Random Sampling D. tidak menangis. Gangguan waham 177. Snowball Sampling E. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Sinusitis maksilaris akut 178. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Quota Sampling 176. Gangguan panik B. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Sistematic Random Sampling B. Kadar glukosa darah . Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Bayi tampak lemah. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Kadar hemoglobin C. denyut jantung 172 x/menit. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Rinitis alergika E. Rinitis alergi D. Gangguan bipolar manik C. Abses nasi C. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A.

Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. denyut nadi 136 x/menit lemah. Hepatitis akuta 184. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Inversi uteri B. Kolelitiasis D. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Plasenta dupleks 183. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Myoma uteri E. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Memberikan sisipan 1RHZES D. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. berbatas tegas dan teraba hangat. Memberikan sisipan 1RHZE C. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Streptomisin B.180. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. tekanan darah 70/50. Ethambutol C. Ulkus ventrikuli B. Keluhan batuk. Nyeri hilang dan timbul. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Ulkus duodeni C. Ruptur uteri C. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Pirazinamid D. Ruptur vagina D. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Nafsu makan menurun. Rifampisin E. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. berat badan menurun. badan terasa lemah. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). warna merah kebiruan. Isoniazid 182. Pankreatitis E. frekuensi napas 28 x/menit. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A.

denyut nadi sulit ditentukan. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Atrial fibrilasi E. fecalith 189. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. tidak teratur. Supraventrikuler takikardi B. Sinus bradikardi E. Keluhan disertai mual dan muntah. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. hiperperistaltik 190. Sinus bradikardi C. appendicitis D. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Pada saat dilakukan palpasi perut. nefrolitiasis E. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Aritmia C. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Atrial flutter 187. predominan tympani B. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. shiffting dullnes D. Sinus bradikardi D. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D.C. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Normosinus ritme 186. Atrial fibrilasi 188. tes undulasi (+) E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut.9 °C. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. denyut nadi 140x/menit. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Sinus takikardi D. Normo sinus rythm C. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. vesicolitiasis C. Seorang laki-laki umur 40 th. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Supraventrikuler takikardi B. RBBB B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. temperature 36. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. defens muskuler C. Sinus takikardi D. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. Sinus takikardi E. Pada inspeksi pasien tampak . hidronefrosis B.

tidak ada riwayat trauma. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). dan icterus . Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. deformitas (+). nyeri sumbu (+). Konsumsi penghancur lemak E. Pertemuan tepi lateral kanan m. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. frekuensi napas 24 x/menit. Olahraga 30 menit/hari D. TB 155 cm. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Fraktur impaksi C. nyeri tekan (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. frekuensi napas 30 x/menit. Resusitasi C. deformitas (+). Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Fraktur kominutif E. nyeri sumbu(+). Pembersihan luka D. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. ascites minimal. mengerang kesakitan. Diit cukup karbohidrat C. Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Pemberian analgetik E. Pemasangan infus C. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. nyeri sumbu (+). Immobilisasi D. Airway management E. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Penurunan BB 3 kg/mg B. Penjahitan luka B. luka robek di lengan bawah. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi.pulsasi nadi lemah. Reposisi-immobilisasi 194. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Reposisi B. tekanan darah 110/70 mmHg. akral dingin dan pucat. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. Fraktur kompresi . Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. gatal-gatal. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. Kenali dan hentikan perdarahan 193. denyut nadi 80 x/menit. mata kuning. nyeri tekan (+). hepatomegali. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Fraktur impresi B. pembesaran lien. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. Fraktur patologis D. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan.

fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang.Untuk mencegah perburukan kondisi. lateral B. perdarahan masif. Parsial simple E. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. umur 7 tahun. Carpopedal spasme 197. 15 196. Sindroma kompartemen 198. Reposisi cito B. Resusitasi cairan agresif D. sesudah itu lemas seperti tertidur. 14 E. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. denyut nadi 120 x/ menit. dan bisa bergerak bebas. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. GCS = 5. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. 1 posisi C. nyeri sumbu (+). Petitmal B. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. posterior 199. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Debridement C. dan deformitas (+). Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. bisa menjawab pertanyaan sederhana. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Mioklonik D. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. nyeri tekan (+).195. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. frekuensi napas 30 x/menit. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. anterior E. Grandmal C. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Seorang anak laki-laki. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. apa yang perlu segera dilakukan? A. Trauma neurologi E. 12 C. 11 B. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. Fraktur terbuka B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. merasa mengantuk. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . GCS = 5. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. 2 posisi D. Syok neurogenik C. Syok hipovolemik D. saat kejang pasien tidak sadar. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas.pulsasi nadi lemah. denyut nadi 120 x/menit. akral dingin dan pucat. dan deformitas (+). 13 D. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. perdarahan masif. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit.

Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. pemeriksaan lain dalam batas normal. Memberi obat anti diare 204. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. scrotum membesar. Hernia femoralis C. Perfusi C. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. Rehidrasi oral C. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Oksigenasi 203. denyut nadi 164 x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. temperatur 390C. peristaltic meningkat. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. scrotum membesar. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. mata cekung. Ketika dilakukan anamnesis. temperatur 36. pemeriksaan lain dalam batas normal. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. tidak mau minum. Ileus obstruktivus D. Merujuk pasien ke ICU E. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung.80C anak lemah. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Hernia inguinalis medialis 201. denyut nadi 120 x/menit. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Hernia inguinalis lateralis 202. turgor kurang. Cold abses inguinal E. Hernia femoralis B. denyut nadi 120 x/menit. denyut nadi 164 x/menit. peristaltic meningkat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Absorbsi D. anak lemah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. tidak mau minum.E. Lakukan resusitasi cairan B. Oksigenasi B. Hernia inguinalis lateralis E. metallic sound (+). distensi abdomen. temperatur 36. mual dan muntah. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. distensi abdomen. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Difusi B. mual dan muntah. Ileus paralitik B. Rehidrasi intravena D. turgor kurang. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. mata cekung. metallic sound (+). Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. temperatur 390C. Lakukan pemasangan infus C. Ventilasi E. Limfoma maligna C.80C. Appendix infiltrat D.

datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah.D. Infark miokard akut D. bising sistolik. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Arteri carotis communis 210. Stenosis aorta B. Syok neurogenik D. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Bayi laki-laki umur 25 hari. Perikarditis B. denyut nadi 140 x/menit. Syok distributif C. denyut nadi 120 x/menit. akral dingin. tekanan darah 180/110 mmHg. Angina pectoris stabil E. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Hati B. sianosis. Kesadaran gelisah. Syok kardiogenik E. frekuensi napas 60 x/menit. pekak alih (+). Tetralogi Fallot C. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Insufisiensi trikuspidal E. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Syok hipovolemik 207. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Arteri carotis interna D. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . tali pusat kotor dan berbau busuk. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Angina pectoris tak stabil 206. Arteri subclavia C. Intestinum E. jari tabuh (+). suara jantung lemah. Insufisiensi mitral D. Patent ductus arterisus 208. Miokarditis C. Arteri radialis B. Syok septik B. sianosis. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Colon descendens 209. Ginjal D. frekuensi napas 30 x/menit. frekuensi napas 30x/menit. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. kejang 3-5 kali. Pada saat pemeriksaan fisik. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Limpa C. Pasien tidak sadar. malas menetek. Arteri tibialis posterior E. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. bising usus melemah. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan.

215. 213. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. 212. trigonum submandibulare E. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. 214. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. Katub jantung B. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun.211. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. isokor B. Hepatitis B carrier sehat E. Vasa coronaria D. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Hepatitis B kronis aktif C. Fraktur humeri D. Dislokasi articulatio humeri B. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. regio cervicalis lateraris D. Cacat/defek pada septum E. regio cervicalis anterior C. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. Reaksi lekemoid . Peregangan m. reflek lambat E. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. A. Vasa darah besar C. pimpinan suatu perusahaan. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. Hepatitis B kronis B. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. miosis maksimal C. Fraktur clavicula E. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. trigonum caroticum B. Bayi lahir selamat. Cedera plexus brachialis C. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Sirosis Hepatitis B D. anisokor D. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl.

reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. sirosis hepar D. hepatitis B. infeksi virus D. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Sindrom Nefritik D. infeksi bakteri C. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. 220. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. hematuria dan glukosuria C. Sindrom Nefrotik C. 217. Multiple myeloma D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Bilirubin Direk: 6. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. reaksi imunitas E.5 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. pH dan ketonuria B. kolelithiasis C. infeksi jamur B. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. Glomerulonefritis E. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan.216. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan.Saat masuk . B. SGPT: 24 IU/L. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. karsinoma hepar E. Pyelonefritis B. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. faring hiperemis. 219. Myeodisplasia E.3mg/dl. dan Bilirubin indirek:0. proteinuria dan silinderuria D. lekosituria dan nitrituria E. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. 218.

afasia sensorik C. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. hemiparetik gait C. Keluhan ini disertai rasa . compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. mencegah herniasi C. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. silostasol D. 224. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. stupor C. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. pirasetam C. Apakah diagnosis paling tepat? A. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. afasia motorik B. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. soporouscoma E.221. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. 222. refleks patologis negatif. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. somnolen D. afasia transkortikal E. mencegah pneumonia B. parkinson gait B. kekuatan ekstremitas kiri 4. afasia global D. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. 223. coma B. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. paraparetik gait D. ataxic gait E. sitikolin B. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. mencegah decubitus E. 225. mendadak saat bangun tidur. mencegah kontraktur D. mekobalamin E.

Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. dengan bagian tepi papul-papul eritem. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Dermatitis kontak alergi B. Keluhan ini disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. 227. badan dan paha. D. batas tegas. Antijamur topikal E. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Kortikosteroid topical C. Tinea korporis E. disertai dengan tanda Autspitz . Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Tinea korporis E. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Kortikosteroid sistemik B. Keluhan ini disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Psoriasis vulgaris C. Micobacterium sp. gatal. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Alergen B. Antihistamin sistemik D. Psoriasis vulgaris C.226. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. 229. Pitiriasis rosea D. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. 228. dengan skuama putih. Pitiriasis rosea D. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan ini disertai rasa gatal. disertai dengan tanda Autspitz . Tinea korporis E. batas tidak tegas. batas tegas. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. 230. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. batas tidak tegas. Keringat C. Psoriasis vulgaris C. Trichophyton sp. Dermatitis kontak alergi B. Pitiriasis rosea D. Dermatitis kontak alergi B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. dengan skuama putih . dengan skuama putih . Apakah diagnosis yang sesuai ? A. E. Apakah terapi yang sesuai? A. herald patch (+) pada lengan atas. dengan skuama putih tipis collarete.

pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. badan dan paha. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya.5 mg C. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. Haloperidol 2 x 1. Apakah diagnosis yang tepat? A. dengan keluhan seluruh badan kaku. Tekanan darah 130/80 mmHg. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. 233. Antihistamin C. atap datar. pasien mengatakan pada pemeriksa. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Psoriasis vulgaris C. tipis collarete. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. distonia akut dan krisis okulomotorius. Tinea korporis E. sehingga pasien ketakutan. yang berasal dari dirinya sendiri. berusia 38 tahun. Pitiriasis rosea D. Ukuran lesi tetap. Kortikosteroid sistemik B. Tardive dyskinesia D. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. Ekstrapiramidal Sindrom B. Carbamazepin 2 x 200 mg D. 234. Huntington’s disease E. disertai rasa gatal. herald patch (+) pada lengan atas. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap.231. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. pil kuning dan pil hijau. Sejak 2 minggu yang lalu. meskipun rasa gatal berkurang. multiple. Antijamur E. Apakah terapi yang sesuai? A. Dalam pemeriksaan status mental. dibawa ke unit gawat darurat RS. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Neuroleptik Malignan Sindrom C. 232. Dalam pemeriksaan. Antivirus D. Dermatitis kontak alergi B. diberikan salep putih. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. denyut nadi 86 x per menit. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. terdapat tremor. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak .2 °C. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Diazepam 2 x 2 mg B. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. berusia 16 tahun. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa.

pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Gangguan Waham Menetap E. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. Apakah diagnosis yang tepat? A. Gangguan Psikotik Akut B.ngejar dan akan membunuhnya. Amnesia C. berusia 23 tahun. berusia 18 tahun.235. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. seluruh badan lemas. Gangguan Waham menetap D. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Gangguan Obsesif Kompulsif D. merasa tak berdaya. tangan dan kaki terasa dingin. jantung berdebar-debar. temperatur39. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. Demensia Seorang mahasiswi. Pasien sering sulit tidur. 237. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Gangguan Anxietas Phobic B. Gangguan Amnesia Dissosiatif . keringat dingin. Gangguan Cemas Menyeluruh C. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. Skizofrenia B. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. mengeluh nyeri kepala dan muntah. Sejak 2 bulan yang lalu. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Gangguan Cemas Menyeluruh E. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. Delirium E. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Apakah diagnosis yang tepat? A. 16 tahun. Gangguan Skizofrenia C. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. berusia 24 tahun. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. Apakah diagnosis yang tepat ? A. namun ia sulit untuk menghilangkannya. 236. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Apakah diagnosis yang tepat? A. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. Penderita juga sulit tidur. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. Gangguan Skizoafektif E. Gangguan Panik C. Gangguan Afektif B. Stress Akut D. 238. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Stress paska trauma Seorang laki-laki.

Terapi Aktivitas Kelompok B. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Apakah terapi yang paling tepat? A. 240. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Terapi Gestalt E. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. usia 17 tahun. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. karena ia sadar. Gangguan Trans Dissosiatif D. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. 241. angina pectoris atipikal C. 243. Gangguan Fugue Disosiatif C. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Terapi Kognitif D. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A.239. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Namun. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. angina pectoris stabil B. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. Terapi Desensitisasi C. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. B. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Gangguan Konversi Histeri E. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. disertai jantung terasa berdebar-debar. Hipertrofi ventrikel kiri C. ia akan merasakan berdebar-debar. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. 242. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. angina pectoris tidak stabil D. angina pectoris heberden E. Dilatasi ventrikel kiri B. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah.

Streptococcus beta hemoliticus E. Staphilococcus aureus B. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Streptococcus viridans C. D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Stroke hemoragik D. Syok anafilaksis E. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Syok kardiogenik C.5°C. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Hiperglikemi C. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Atrial Septal Defect E. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A.Mitral Stenosis 244. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Respiratory distress syndrome 247. Hipoglikemi B. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Ketoasidosis diabetik E. Syok Hipovolemik B. Fistula tracheaesofageal E. Gagal Jantung Kongestif C. Penyakit jantung reumatik B. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. divertikulum zenkel D. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. tekanan darah 130/80 mmHg. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Floppy epiglotis B. Tetralogi of fallot C. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Streptococcus pyogenes. Menurut keluarga yang mengantar. Infark Miokard akut D. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Syok hemoragik D. Stroke non hemoragik . Syok septik 246. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik.mengalami penyakit serius berupa demam. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A.

Karsinoma usus E. Kolitis ulseratif C. Anti HBs D. IgM anti HBc 250. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hematokrit E.tekanan darah 80/60 mmHg. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. syok hipovolemik B. subarachnoid hemorragi . komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. syok anafilaktik E. Penyakit Crohn D. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. infark di hemisfer kanan C. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Perutnya seringkali kram. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. Eritrosit B. syok neurogenik D. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. infark di hemisfer kiri B. syok septic 249. Leukosit PMN 251. PCR B. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A.respirasi 32 x/menit. Monosit D. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. Abses usus B. HBsAg C. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. syok kardiogenik C. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. nyeri dan fesesnya bercampur darah. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Anti HBe E.248. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Hemoroid interna 251. Limfosit C. denyut jantung 100x/menit. Riwayat trauma disangkal.

sianosis. dan wheezing pada kedua lapang paru. Pasien adalah seorang perokok berat. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. defisiensi vitamin B12 B. bronkopneumonia 254. asetilkolin E. papilloma B. bronkiektasis D. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. asma B. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. anemia dan trombositopenia. yang terjadi saat istirahat. dopamin B. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. defisiensi folat D. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. intraductal papillomatosis 252.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. transamin 253. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. defisiensi vitamin C C. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. fibroadenoma E. ALL B. Fibroangioma D. infeksi virus 255. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. berdasarkan epidemiologi. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu.251. defisiensi besi E. CLL . emfisema C. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. AML C. serotonin C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. bradikinin D. Kistadenoma C. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. bronchitis kronik E.

cold abses C. brachialis B. Clamidia trachomatis 257. Melanoma Lentiginosa E. nervus vagus B. axillaris C. scrofula E. Neisseria gonorrhea E. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. Karsinoma sel basal B. nervus femoralis E. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. vagus 260. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Treponoma pallidum C. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. Melanoma Maligna C. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Hemofilus ducreyi B. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. miliar 258.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. Komplek ghon B. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. radialis D. Nevus Pigmentosus D. Treponema pertenue D. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. nervus ischiadicus . datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Karsinoma sel skuamosa 259. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. fibrokistik D. ulnaris E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan.D. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. DIC 256.tampak kurus. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. nervus fibularis D. nervus tibialis C. CML E. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla.

bronchitis kronis 262. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Fraktur vertebra E. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. fascia lata 263. Spondilosis 264. amoksisilin D. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Spondilolisthesis D. peritoneum parietal C. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Pasien adalah seorang perokok berat. pneumothorax E. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. aspirin B. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. bronkiektasis D. Pasien penggemar minuman kopi. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. ligamentum lata E. kloramfenikol 265. emboli paru C. metampiron E. apneurosis abdominalis interna B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg.261. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Ankylosing spondylitis C. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. emfisema B. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. kanalis inguinalis D. terutama pada saat perut kosong. Hernia Nukleus Pulposus B. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. ibuprofen C.

Candida albicans D. Seorang perempuan berusia 45 tahun. indometasin oral 268. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Adenomiosis B. dan terasa nyeri. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Cholesistitis akut C. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. Treponema pallidum E. Cholangitis akut B. Sirosis biliaris 267. bengkak. Graves disease C. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Pancreatitis akut D. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. Chlamydia trachomatis C.9oC. Goiter multinoduler 266. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. antihistamin C. Defisiensi iodine D. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya.tekanan darah 140/90 mmHg. konsistensi padat kenyal. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Servik terlihat normal. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. sudah menikah. Herpes simplex 269. Mioma uteri . darah banyak. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . NSAID oral B. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Kanker tiroid B. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Mukosa vagina tampak merah. dan berbatas tegas. Apakah diagnosis kasus diatas? A. irreguler. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. temperature 36. Injeksi penisilin E. Perforasi akut pada kantung empedu E. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Tiroiditis Hashimoto E. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Neisseria gonorrhoeae B. acyclovir oral D.makan yang baik. Keluhan disertai demam dan mual. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu.

270. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. 274. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. sperma berbentuk normal 45%. motilitas 18%. dapat digerakkan. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. C. Apakah diagnosis kasus diatas? A. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Azoospermia dan teratozoospermia E. Karsinoma mammae B. Fibroadenoma mammae C. HIV D. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. terdapat flek. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Azoospermia dan astenozoospermia C. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . Fibrocystic disease D. 272. batas tidak tegas. HSV tipe 1 B. Karsinoma mammae B. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Tumor phyloides E. Kista dermoid E. bau khas. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Kistoma ovarium D. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. EBV E. 271. konsistensi kenyal. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. Fibrocystic disease D. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Benjolan tidak terasa nyeri. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Tumor phyloides E. warna putih . berbatas tegas. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Fibroadenoma mammae C. HPV C. 273. jumlah sperma 15 juta/cc. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun.

Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Pemeriksaan Harada Mori E. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. denyut nadi 90 x/menit. Mobilisasi sendi D. skuama tipis. Tinea Kruris B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Debridemen luka B. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Ulkus Kornea 279. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pemeriksaan analisa sperma B. Uveitis Anterior D. Pembidaian 276. Dermatitis seboroik E. frekuensi nafas 26 x/menit. Pemeriksaan tinja apung C. Tinea Versicolor 277. didapatkan hasil (+)(+)(-). Glaukoma Akut B. dan satelit papula. Tinea Korporis C. Endolftamitis E. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Elevasi tungkai E. Pemeriksaan tinja endapan D. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. mual dan muntah. Pasien juga merasakan nyeri kepala.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Pemeriksaan tinja langsung B. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Panoftalmitis C. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. tekanan darah 110/60 mmHg. Fiksasi interna C. Pemeriksaan patensi tuba C. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A.A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Kandidiasis D. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras.

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Osteoporosis E. mual dan muntah. Amoksisilin E. Arthritis Gout D. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. denyut nadi 90x/menit. kavum douglas menonjol. Pseudogout 283. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Segera lakukan Rontgen toraks C. leukosit 13.8 ºC. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Pemeriksaan βHCG urin positif. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl.B. mual. Segera lakukan tes tuberkulin D. Arthritis Rheumatoid B. temperatur 36. Abortus Iminens C. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan.000/ul. Osteoarthritis C. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kloramfenikol B. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A.000 /ul. Torsi Kista Ovarium E. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Penyakit Inflamasi pelvis 281. muntah. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Keluhan disertai nyeri kepala. berat badan 80kg. Tiamfenikol C. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Seorang perempuan berusia 28 tahun.Burney. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. frekuensi nafas 20x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. hematokrit 40 vol%. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. temperatur 37. Fluorokuinolon 282. G1P0A0. trombosit 250. terdapat Rovsing sign.2ºC. dan didapatkan nyeri goyang servik. denyut nadi 110 x/menit. Kotrimoksazol D. frekuensi nafas 24 x/menit. dan tidak buang air besar selama 3 hari. eritrosit 4juta/ul. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Abortus Insipiens B. denyut nadi 85x/menit. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Apendisitis . Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. frekuensi nafas 20 x/menit.

Colonos copy C. denyut nadi 84 x/menit. tekanan darah 120/80 mmHg. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. konsistensi kenyal. Keluhan disertai sakit kepala. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. temperatur 38˚C. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Barium enema B. frekuensi nafas 22 x/menit. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Limfoma maligna E. batuk-batuk. konsistensi kenyal. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Amoebiasis C. denyut nadi 80 x/menit. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm.284. B. Otitis media akut stadium perforasi E. jantung dan paru normal.2ºC. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Limfadenitis TBC D. 286. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. kesadaran kompos mentis. Endoscopy D. Lekemi mieliod akut C. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. 287. USG abdomen E. temperatur 37. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. tidak nyeri tekan. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Kolik Ureter E. Kolik Ginjal D. Otitis media akut stadium supurasi D. Otitis media akut stadium presupurasi C. Pasien tidak mau makan dan rewel. Graves ‘Disease’ B. Biopsi limponodi servikal . Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. tampak bengkak dan hiperemis. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. denyut nadi 80 x/menit. kesadaran kompos mentis. tidak nyeri tekan. 285. lien tidak membesar.

Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Hormon tiroid D. konsistensi kenyal. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan.B. Gambaran darah tepi C. tidak nyeri tekan. Sitostatika E. Antitiroid C. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. T4 dan TSH D. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. kesadaran kompos mentis. denyut nadi 80 x/menit. USG Tiroid E. Kadar T3. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. Antibiotic B. X Foto Thorax 288. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Vitamin B .