SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Log-linear D. Uji Korelasi Kanonikal 17. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. merokok. Uji Korelasi Pearson E. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Uji ANOVA satu arah 15. Uji T berpasangan D. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Rasio prevalensi D. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Uji Kai Kuadrat B. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam .orang mendapatkan lamivudin. Regresi logistik B. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Rasio odd B. dan aktifitas fisik. Uji T independen C. Regresi linear C. Data diasumsikan terdistribusi normal. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Koefisien kontingensi E. Regresi Cox E. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Population attributable risk 16. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Risiko relatif C. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. 8 orang meninggal atau loss to follow-up.

Regresi linear D. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Pemberian natrium bikarbonat D. tekanan darah 120/80 mmHg. Korelasi parsial 19. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. Uji T Independen C. Eritrasma B.2˚C.studi ini. Uji Mann-Whitney E. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Tinea kruris C. Injeksi antibiotika spektrum luas E. DJJ 12-11-12. letak kepala puki. Rehidrasi cairan intravena C. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Regresi logistik E. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Kandidasis kutaneus E. Uji Wilcoxon 18. kulit kering. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. hiperpigmentasi. kepala turun . Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Injeksi insulin intravena B. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. VT pembukaan 7 cm. frekuensi napas 32 x/menit dalam. Korelasi spearman C. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Korelasi pearson B. kulit ketuban tidak ada. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. tercium bau buah segar. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. temperatur 38. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Setelah 12 minggu perlakuan. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. tampak makula eritematosa. Ptiriasis rosea D.45. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. denyut nadi 120 x/menit. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Uji T berpasangan D. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. skuama dan papul-papul. TFU 30 cm. Setelah pengolahan data dilakukan. Dermatitis kontak alergika 20. Uji Kruskal-Wallis B.

Isosorbid D. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. Hematom palpebra C. Hifema 26. dan krustae hitam di sekitar hidung. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. edema kornea. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Nyeri hilang dan timbul. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. hingga seluruh tubuh. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. hematom palpebra. lensa jernih. refleks pupil baik. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Furosemid E. Kolelitiasis D. Sulfametoksazole 25. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Ampisilin B. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Thiazid B. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Edema kornea E. perdarahan subkonjungtiva. hematom palpebra. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. edema . kripte iris baik. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Ulkus ventrikuli B. Ulkus duodeni C. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. Pankreatitis E. Asetazolamid 24. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Plapebra khemosis D.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Gentamisin C. Kloramfenikol D. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. pustula. khemosis. tangan. Siprofloksasin E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Manitol C. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Terapi apakah yang paling tepat? A. pupil bulat regular. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Perdarahan subkonjungtiva B. khemosis. perdarahan subkonjungtiva. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. Hepatitis akuta 23.

Nyeri dada kanan 30. Aspirin 29. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Sesak nafas progresif B. lensa jernih. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. OAT kategori 3 D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. refleks fundus suram. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Keratometri C. OAT dan Quinolon 28. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Penyakit paru obstruktif ringan . Paracetamol C. Penyakit paru restriktif moderat C. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. kripte iris baik. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Tonometri E. OAT kategori 1 B. Metampiron D. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Pasca operasi katarak D. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Kampimetri D. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. refleks pupil baik. Penyakit paru restriktif ringan B. pupil bulat regular. Pemeriksaan sputum BTA negatif. OAT kategori 2 C. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Badan demam ringan. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Biometri 27. Refraktometri B. Terapi simtomatis E. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Piroksikan E. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat.52. Asam mefenamat B. hifema setinggi 1/3 tinggi COA.kornea. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Badan demam ringan C. Nyeri kepala tegang E.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. frekuensi napas 20x/menit. Captopril E. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Hidroklorotiazid B. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Asam mefenamat E.hipestesi setinggi umbilikus. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Medula spinalis segmen Th 4 B. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Medula spinalis segmen Th 10 B. Griseofulvin . nadi 80x/menit. Flusitosin C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Piroksikam B. Medula spinalis segmen L 1 45. Propanolol D. Medulla spinalis segmen C7 E. Nifedipin C. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Diltiazem 48. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medulla spinalis segmen Th 12 D. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen Th 10 C. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Deksametason D. Medulla spinalis segmen C7 46. Metampiron C. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Medula spinalis segmen C 5 E. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Amfoterisin B B. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Medula spinalis segmen C 5 D. Itrakonazol E. tonus otot meningkat bilateral. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal.5 mg/dl. Natrium diklofenak 47. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Ketokonazol D. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. sering pusing dan kakinya membengkak. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3.

HDL-kolesterol 32 mg/dL. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. Ketokonazol D. lingkar pinggang 73 cm. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat.49. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. Obesitas. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. trigliserid 183 mg/dL. Wortel 52. tinggi badan 171 cm. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Amfoterisin B B.4%. Jeruk C. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Griseofulvin 50. B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. Tomat B. Mlinjo E. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Itrakonazol E. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. tinggi badan 171 cm. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. kadar . Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. lingkar pinggang 73 cm. Diabetes Melitus Tipe 2 C. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Diabetes Melitus Tipe 1 B. asam urat 10 mg/dL. C. Hiperurisemia. Diabetes Tipe lain E. Flusitosin C. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Diabetes Insipidus 53. trigliserid 183 mg/dL. asam urat 10 mg/dL. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah.5 g/dL. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Dislipidemia. hematokrit 22. MCV 82 fL.5 mg/dl. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Diabetes Gestasional D. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Kobis D. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. Hipertensi E. Sindroma metabolik 51. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. D. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip.

Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. diet. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. keton uria (+++). Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Diet. Kurang asupan kalium 57. denyut nadi 104x/ menit. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. Hasil pemeriksaan fisik baik. Defisiensi asam folat C. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher.kreatinin serum 4. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. KEP (Kurang Energi Protein) C. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Struma Hashimoto . Struma nodusa C. Defisiensi vitamin C 54. latihan jasmani. kontrol 6 bulan lagi 55. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. dan minum obat glikuidon E. Defisiensi vitamin B12 D. Defisiensi besi B. diameter 4 cm. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. dan pemberian OAD D. tak nyeri tekan. Defisiensi eritropoietin E.8 mg/dL. Struma koloid D. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Tekanan darah 130/80 mmHg. Edukasi. Status gizi kurang. Penyakit Grave B. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Kurang asupan yodium B. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Diet dan minum obat glibenklamid C. Kurang asupan kalsium D. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. suhu 37oC. Kedua orangtuanya pasien DM. latihan jasmani yang cukup. frekuensi napas 30x/ menit. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D.

nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Hiportiroidisme E. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. Struma multinodular toksik E. Diazepam D. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Kortikosteroid E. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. sering pusing dan kakinya membengkak. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. free T4 menigkat. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. bau nafas berbau khas. frekuensi napas 20x/menit. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Struma Hashimoto D. Penyakit Grave D. Tiroiditis B. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. free T3 dan free T4 meningkat. Pelemas otot B. Penyakit Grave C. .E. Radiasi C. suhu 38. Struma koloid B. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Iodium redioakti 61. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. denyut nadi 80x/menit. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Propil tiourasil E. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A.50C. Operasi B. nafas cepat dalam. Antihipertensi 60. Kretinisme C. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. sesak. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Analgetik C. Antihistamin D. Penyakit Hashimoto 62. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Tiroiditis subakut 59. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Struma difusa nontoksik 58.

Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Laryngopharynx C. Hipoglikemia 64. Nefropati diabetikum C. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. C-peptide C. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Oropharynx D. Aditus laryngeus . suhu badan 39 C. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. propanolol. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. HbA1C B. Neuropati diabetikum B. Endolymphe 65. Analisis gas darah E. Nasopharynx E. nafas cepat dalam. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. Foramen ovale B. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. Keton darah D. kekakuan pada sendi pengungkit D. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. sesak. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Tuberculosis paru D. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Membran vestibularis C. Saat berobat kembali ke rumah sakit. kaptopril dan furosemid. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Ketoasidosis E. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Muskulus tensor tympani E. Gula darah sewaktu 63.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. pharynx hyperaemia (++). Larynx B. bau nafas berbau khas.

Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Streptococcus pyogenes D. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Rinosinusitis kronik D. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Staphylococcus aureus C. kaptopril dan furosemid. Seorang perempuan usia 18 th. Kultur kuman dari swab tenggorok E. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Tonsilopharingitis kronis E. 6 th. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Biopsi limfonodi cervical D.300/ul. Mycoplasma pneumoniae B. Seorang anak laki-laki. Berat badan 25 Kg panas 37. tonsil terdapat eksudat. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. 6 th. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Nadi 80x/menit. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Coronavirus 70. tenggorokan gatal dan susah menelan. tonsil terdapat eksudat. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Respirasi 20x/menit. Seorang anak laki-laki. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Adenoiditis B.10 C. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A.300/ul. tenggorokan gatal dan susah menelan. tidak ada batuk pilek. ECG B. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Foto rontgen kepala C. tidak ada batuk pilek. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. terdapat detritus. propanolol. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Tensi 120/80 mmHg. Virus human influenzae E.67. fibrosis. Tonsilitis kronik C. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1.

kehausan.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. Total Bedrest (rawat inap) D. Diet rendah lemak C. Cairan KA-EN 3B D. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. perut hypertympani. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. terdapat detritus. fibrosis. turgor kulit < 2 detik. Dehidrasi sedang D.pada kripte liberkuhn D. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. tidak ada nafsu makan. E. turgor kulit < 2 detik. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Tensi 120/80 mmHg. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Terapi radiasi 73. cairan menyerupai air cucian beras. cairan menyerupai air cucian beras. Tonsilektomi B. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Dehidrasi berat 74. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Dokter . Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Khemoterapi E. Pemeriksaan ASTO C. Cairan D ¼ S 76. Cairan Darrow B. Dehidrasi ringan C. Menghambat pompa Natrium B. kehausan. Pemeriksaan foto thoraks E. Pemeriksaan darah rutin D. turgor kulit < 2 detik.A. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Dehidrasi ringan-sedang E. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. cairan menyerupai air cucian beras. Respirasi 20x/menit. Nadi 80x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. kehausan. lidah kotor. Pemeriksaan ECG B. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. kepala pusing. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Tanpa dehidrasi B. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Cairan Ringer lactate E. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Cairan KA-EN 3A C. Seorang perempuan usia 18 th. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Meningkatkan absorbsi Cl.

IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Eritroderma E. Ultrasonografi abdomen. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. siku. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. bersisik tebal. Lesi mengenai wajah. 79. Keratosis seboroik B. dan lutut. Nadi 88x/menit. Ptiriasis rosea 80. Pada Minggu kedua D. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. CT Scan abdomen D. kulit kepala berambut. Anti bakteri B. mengeluh adanya bercak kemerahan. bokong. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. bersisik tebal. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Setelah minggu kedua E. Dari pemeriksaan perut membesar. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. Dan lokasi ujud . Anti jamur E. Tekanan darah 140/90 mmHg. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Dermatitis seboroik C. E. OMD. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Anti histamin 81. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Anti virus C. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. kulit kepala berambut. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Endoskopi saluran pencernaan. Setiap saat 77. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. mengeluh adanya bercak kemerahan. Respirasi 20x/Meint. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Enzym urease pada serum 78. siku. Photo BNO C. Setelah minggu pertama C. bokong. B. Anti inflamasi D. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Lesi mengenai wajah. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. Pada Minggu pertama B. kaki bengkak. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. dan lutut. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. terasa perih. Psoriasis D.

Propanolol E. Isoniazid (H) C. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. Pada anamnesis batuk disertai dahak. vesikel. Ulcerative gingivostomatitis 84. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Furosemid D. tampak beberapa ulkus pada lidah. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Rifampisin (R) B. Stomatitis aftosa rekuren D. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. mukosa bukal dan bibir bawah. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Hidradenitis suppurative E. ulkus diameter 2-3 mm. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Pemeriksaan lampu Wood B. Reserpin 85. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Rosasea 82. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Milia C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. belum menikah. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Streptomisin (S) . hilang timbul dan berpindah tempat. Miliaria B. Aphthous ulcers C. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. tepi menggaung dan eritematous. Pirazinamid (Z) D. Kaptopril C. Herpetic gingivostomatitis E. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. G2P1A0. Seorang perempuan berusia 37 tahun. demam dan penurunan nafsu makan. terutama pada telapak kaki. bula dan pustule. HCT B. Akne vulgaris D. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Gingivitis akut B. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Etambutol (E) E.

tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Inhalasi agonis β2 B. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Hipersekresi insulin saat makan C. frekuensi napas 32 x/menit. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Oral bronkodilator 87. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. sesak nafas dan demam. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Injeksi metilsantin E. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. frekuensi nadi 110 x/menit. lebih suka posisi duduk. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Insulin diberikan sebelum tidur C. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Dokter merencanakan pemberian insulin. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Kelainan genetik pankreas 90. Inhalasi kortikosteroid C. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Injeksi kortikosteroid D. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Reaksi autoimun pada sel beta . Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu.86. Gangguan sekresi postprandial B.

Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Gangguan vaskular 94. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . tetapi pasien masih rajin minum obat. infus NaCL tetesan cepat D. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari.E. dan mata kabur. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. keringat dingin dan jantung berdebar. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Seorang perempuan 30 tahun. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Mencegah nefropati D. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. G1P0A0. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Refleks patologis negative. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Berat badan 80 kg. Dari anamnesis ke keluarga. Gangguan respirasi E. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Mencegah ketoasidosis 93. SGOT . terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Mencegah neuropati B. GCS 2-1-3. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. pasien sebelumnya mengalami demam. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Mencegah retinopati C. infuse RL tetesan cepat B. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. tinggi badan 162 cm. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Gangguan otonomik B. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. injeksi insulin dosis tinggi 95. Mencegah hipoglikemia E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. bolus Dextrose 40% iv E. sulit tidur. Gangguan hemostatik D. Gangguan neurogenik C.

Blokade produksi prostaglandin B. perdarahan intracerebral E. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. tanpa tanda lateralisasi. Penghambatan produksi bradikinin D. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Refleks patologis negative. kejang umum 3 jam yang lalu. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Ureum 40 mg/dL. Creatinin 0. dosis OAD ditingkatkan C. Dari . pasien sebelumnya mengalami demam. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. infeksi meningeal 100. drip neuroprotektan E. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. SGOT 23 mg/dL. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Blokade produksi ciclooxygenase C.3 mg/dL . gangguan elektrolit D.23 mg/dL. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Ureum 40 mg/dL. Peningkatan permeabilitas membran 98.3 mg/dL . Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. injeksi antipiretik 97. GCS 2-1-3. hiperemis. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. Creatinin 0. antibiotik intravena B. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. rehidrasi cairan D. SGPT 30 mg/dL. Koma uremik 96. Koma septik D. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. SGPT 30 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. dan teraba hangat. Sebelumnya. Sangat peka terhadap opioid C. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. Koma ketoasidosis C. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. Dari anamnesis ke keluarga. Koma neurogenik B. Koma hepatikum E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5.

dan kulit terasa kering. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. digoksin B. nafas lambat. parasetamol D. A. nafas lambat. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. Jika ternyata penderita tersebut koma. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. pentotal D. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. 104. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Cerebral tuberculoma C. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. tepi bengkak. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. tekanan darah 120/80. ekstasi E. dan kulit terasa kering. phencyclidine B. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. Cerebral malaria E. warna dasar coklat tua. ekstasi (MDMA) E. Melakukan gerakan spontan D. Aseptic meningitis D. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Lebar jejas jerat 4 cm. diazepam C. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. mungkin ada keracunan . Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. A. Toxoplasmosis B. 103. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya.101. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. diethylether C. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. tekanan darah 120/80. Kerusakan organ dalam leher C. 102. Bendungan pembuluh darah . Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. A. Kesadaran GCS E3V3M3.

Darah B. menabrak pohon. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Urin C. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. >400 mg/Dl 109. Gejala penyakit tidak khas. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Rambut E. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. warna dasar coklat tua. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. tepi bengkak. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Saat memasuki ruangan. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Lebar jejas jerat 4 cm. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. 90-<250 mg/dL C. 30-<90 mg/dL B. Lebar jejas jerat 4 cm. meninggal dunia. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Kulit 108. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Hati D. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . warna dasar coklat tua. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. 250-<350 mg/dL D.D. Mati lemas 105. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Mati lemas 106. Bendungan pembuluh darah E. tepi bengkak. tetapi sempoyongan. kadang hanya rasa tidak enak badan. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Apakah sampel yang paling tepat? A. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. 350-<400 mg/dL E. Tanda perlawanan korban E. Tanda asfiksia 107. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Refleks vagal E. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. Kerusakan organ dalam leher D. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Tak ditemukan tanda kekerasan lain.

kira-kira jam 04. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Terdapat fraktur cricoid C.00-24. untuk dibuatkan visum et repertum. Hari Senin. Deliberate poisoning E. bayi asfiksia D. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Terdapat luka tusuk B.00. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. bayi mati tenggelam 113.00 C. kecuali sendi kedua lutut. jam 02. Hari Minggu antara jam 12.00 D. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Apakah terapi yang paling tepat? A. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. bayi aterm B. Deliberate poisoning E. bayi viable C.00-15.00 hari yang sama E. Terapi kerja berkelompok B. Hari Minggu. Terdapat memar pada kepala E.00 114. antara jam 00. Intentional poisoning C.Hari Senin. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Tidak ditemukan cedera D. Accidental poisoning D.00 B.00-12. Apakah arti dari temuan tersebut? A. antara jam 00.00-04.00-08. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Iatrogenic poisoning 111. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Intentional poisoning C. Hari Senin. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Accidental poisoning D. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Iatrogenic poisoning 110. Experimental poisoning B. bayi lahir hidup E. Antidepresan . Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet.A. Experimental poisoning B. Analgesik lokal C. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan.

Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. nyeri dada.D. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Gangguan panik E. haid tidak teratur. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Anxyolitic E. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. muntah. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Ganguan panik 119. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. mual. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Ventilasi 115. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gangguan Somatisasi D. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Pemberian antidepresan C. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Gangguan somatisasi D. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Pemberian antipsikotik B. Suspect penyakit kardiovaskular B. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. nyeri kepala. berkeringat dingin. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Gangguan nyeri psikogenik C. jantung berdebar-debar keras. Terapi kerja berkelompok D. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. pandangan mata dobel. Ventilasi E. Gangguan nyeri psikogenik C. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Hipokondriasis 118. Hipokondriasis E.

Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Atelektasis E. frekuensi napas 60x/menit. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Emfisema 120. Tuberkulosis C. Kortikosteroid E. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Oksigenasi D. Foto polos thorax memperlihatkan . Bronkodilator inhalasi B. Asma bronkial C. frekuensi napas 32x/menit. Antibiotika C. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Efusi pleura D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A.terakhir. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. dan ekspirasi memanjang. batuk dan dahak disertai darah. Pneumonia B. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. Bronkiolitis 122. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. tekanan darah 140/90 mm Hg. denyut nadi 120 x/menit. Golongan ß-2 agonis 123. Mukolitik B. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. denyut nadi 94/menit. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Pada riwayat keluarga. frekuensi napas 60x/menit. Asma bronkial D. nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Kortikosteroid C. sesak terutama setelah beraktivitas. Pada riwayat keluarga. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Antibiotika 121. dan ekspirasi memanjang. dan tekanan darah 110/80 mmHg. denyut nadi 120 x/menit. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Ekspektoran D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. denyut nadi 110 x/menit. Bronchitis kronis B. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Bronkitis kronis E. frekuensi napas 32x/menit. Antipiretik E. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam.

Bronchial Carcinoid D. Tuberculosis paru 124. Pancoast tumor C. Angina pektoris stabil E. Carcinoma of bronchus E. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Non STEMI 126. Tuberculosis milier --> level 3A 125. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Abses paru B. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Histoplasmosis D. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Angina pektoris tidak stabil D. Pneumonia B. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Bronkitis kronik E. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Bronkiectasis C. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Stenosis mitral C. Insufisiensi tricuspid 128. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Trombosis vena profunda B. frekuensi napas 24 x/menit. Stenosis aorta B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. denyut nadi 100 x/menit. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Enzim jantung 127. Test uji latih jantung atau treadmill test B. Thalium scanning D. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. Phlebitis E. Hipoalbuminemia D. Regurgitasi mitral E. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Regurgitasi aorta D. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Limfedema kronik C.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. Echocardiografi E. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Perokok . disertai nyeri. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Selulitis 129.

Pneumonia C. Hipertensi C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Terdapat riwayat hipertensi. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. perkusi redup. Thymoma B. Gangguan nyeri psikogenik C. LDH E. tekanan darah 160/100 mmHg. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Dislipidemi D. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. CK 131. denyut nadi 110 x/menit. dan suara vesikuler menurun. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Troponin I B. Gangguan jantung tersembunyi B. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. frekuensi napas 28 x/menit.B. CK MB C. Hipokondriasis 132. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Gangguan somatisasi D. Diabetes Mellitus E. Pneumothorax sinistra . Usia pasien yang 46 tahun 130. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. SGOT D. Gangguan panik E.

Pneumothorax D. Injeksi sulfas atropin 136. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Terdapat riwayat hipertensi. Manuver vagal D. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. Injeksi digitalis C. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul.D. Hernia diaphragmatica 135. Pneumonia C. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Inhalasi B2 agonis 134. dan suara vesikuler menurun. dan tekanan darah 130/80 mmHg. denyut nadi 110 x/menit. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Pneumothoraks D. Asma Bronkhial E. minum banyak. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. denyut nadi 140 x/menit. Apakah persiapan yang diperlukan? A. tidak tinggi disertai keringat malam. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Kardioversi B. Apakah terapi yang paling tepat? A. Bronkiektesis 137. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Pungsi pleura B. Injeksi adenosine E. Antibiotika E. perkusi redup. Mediastinal mass E. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Bronkhitis kronis C. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. Efusi pleura sinistra E. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. COPD B. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Water seal drainage (WSD) D. frekuensi napas 28 x/menit. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. menahan kencing (katheter di klem) . Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. frekuensi napas 24 x/menit. Tuberkulosis Paru B. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. puasa makan dan minum B. tekanan darah 160/100 mmHg. Hernia diafragmatika 133. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pasien juga mengeluh demam. Furosemide C.

pankreatitis 140. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). sel epitel 2-4/LP. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. Nefritis C. sel epitel 2-4/LP. nephrolithiasis B. pusing. Pyelonefritis . Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun.39. urin pancar tengah D. urin malam hari E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. urethrografi B. protein (-). tes alergi 138. Saat diperiksa penderita demam. kreatinin 4. spondiloarthrosis lumbales E.8. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. disertai mual.D. pielografi retrograd D. pielografi anterograd C. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. dan eritrosit pucat 3-4/LP. kreatinin 1. eritrosit +3. vesicolithiasis E. cystografi 139. disertai mual. kreatinin 4. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut.39. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. urin acak B. teratoma 141. urin tampung C. urin pagi hari 142. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3.31 mg / dl. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. urethrolithiasis C. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan.8. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. cholelithiasis D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. ureterolithiasis C. mual. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. tanpa persiapan E. nefrolithiasis B. Sistitis B. cholelithiasis D. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. pielografi intra vena E.

denyut nadi 100x/menit.0 mg/dL. Rheumatoid arthritis B. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Volar slab D. Kondisi gips 148. frekuensi napas 24x/menit. Glomerulonefritis akut D. kateterisasi B. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Bandage C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Peningkatan rasa nyeri C. Pada pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Glomerulonefritis E. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. . Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. diuretika D. Glomerulonefritis kronik E. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. Pembedahan 147. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Rhematic fever D. Nefritis interstisial kronik C. Gips s sirkular E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gangguan motorik D. dan terasa nyeri. analgesika 144. pungsi supra pubik C. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Sindrom nefrotik 143. gagal ginjal kronik 145. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.D. Gout arthritis C.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Osteoartritis E. kadar kreatinin pasien adalah 1. suhu 370C. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Rasa gatal E. kemerahan. Sling B. Satu bulan yang lalu. antibiotika E. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Hiperurikemia 146.

Asidosis respiratorik E. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Kategori 1. kesadaran somnolen. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. TB paru kasus putus obat D. konsistensi cair. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. TB paru kasus baru 152. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. demam dan berkeringat pada malam hari. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Kategori 1. Alkalosis respiratorik 149. Asidosis metabolik C.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. 2RHZ + 4RH C. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. TB paru kasus resistensi obat C. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Syok neurogenik C. Syok kardiogenik B. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Kategori 3. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Kategori 3. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Alkalosis metabolik D. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Syok hipovolemik E. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan.volume ½ . Batuk berdahak warna kekuningan. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. TB paru kasus gagal pengobatan B. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. 2RHE + 4RH 150. 2RHZ + 4RH E. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. TB paru kasus kambuh E. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Ketoasidosis B.1 gelas tiap buang air besar. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Kategori 2. 2RHZE + 4RH B. Syok obstruktif 151. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. sedikit ampas. Syok anafilaktik D.

Conus medularis E. Medula spinalis segmen Th 12 C. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Migrain dengan aura C. Medula spinalis segmen C 5 C. Neutropenia 153. Medula spinalis segmen L 1 . Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Kauda equine 156. Neutrofilia B. Medula spinalis segmen L 1 D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. tonus otot meningkat bilateral. Migrain tanpa aura D. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen L 1 D. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Eosinofilia C. Kauda equina 155.A. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen Th 10 B. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. terutama sekitar lubang dubur. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. tonus otot meningkat bilateral. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Conus medularis E. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Basofilia D. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Cluster headache E. Medula spinalis segmen C 5 D. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. namun tidak muntah. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Vertigo 154. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medulla spinalis segmen C7 E. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Limfopenia E. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Tension type headache B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang.

Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. hiperlakrimasi. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Papaverin E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. batas tidak tegas. Nekrolisis epidermal toksik B. Dermatitis kontak alergika B. Neurodermatitis E. Medula spinalis segmen Th 4 D. Atropin B. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Medula spinalis segmen Th 10 E. Ayahnya seorang penderita asma. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Dermatitis alergika B. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Urtikaria D. Medulla spinalis segmen C7 C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. muntah-muntah. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah.157. tonus otot meningkat bilateral. Pemfigus 161. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Sindroma Steven Johnson D. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Eksema vulgaris C. Dopamin C. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Epinefrin D. sebagian telah pecah membentuk erosi. hiperhidrosis dan bradikardi. Medula spinalis segmen C 5 B. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Dermatitis kontak iritan E. Neurodermatitis . Dermatitis kontak iritan 160. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. hipersalivasi. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. mata hyperemia konjungtiva. Neostigmin 159. Dermatits kontak alergika C. skuama halus dan likhenifikasi. Pasien mengeluh nyeri kepala.

TSH menurun. TSH menurun. T3 dan T4 meningkat B. Ptiriasis rosea D. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. Pasien sering merasa gelisah. akral teraba hangat. Tinea corporis E. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Kokus gram positif pada pengecatan gram . kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. pembesaran kelenjar tiroid difus. Pemeriksaan elektrolit darah D. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. hiperpigmentasi. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu.C. TSH meningkat. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. TSH. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. Pemeriksaan protein total E. Hifa pada pemeriksaan KOH B. tampak makula eritematosa. denyut jantung 120 x/menit. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan pH darah E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. sehari 3-5 x/hari. frekuensi napas 24 x/menit. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. TSH. tanpa lendir maupun darah. T3 dan T4 normal D. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. mata eksoftalmus. T3 dan T4 menurun 163. Pemeriksaan pH darah 165. sebanyak + ½ gelas air mineral. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. T3 dan T4 meningkat C. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. mudah lelah dan mengalami diare. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Psoriasis 162. sulit tidur. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. hingga tidak mampu beraktivitas. T3 dan T4 menurun E. kelemahan dirasakan semakin berat. lembek. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. skuama dan papul-papul. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan Hb 164. Pemeriksaan elektrolit darah D.

tidak tahan panas. Eritroderma E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar.E. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Salep D. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Staphylococcus aureus E. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. edema. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Gel B. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Pseudomonas aeruginosa 167. Ptiriasis rosea D. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Pasien juga mengeluh demam. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pemfigus E. tekanan darah 140/90 mmHg. Bacillus cereus D. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. terdapat jaringan nekrotik. Clostridium perfringens C. Psoriasis C. tertutup skuama tebal berwarna putih. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. punggung serta tepi rambut kepala. Obat kocok 170. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. sekret berbau. gelisah dan sulit tidur. Sindroma Stevens Johnson D. pembesaran kelenjar tiroid difus. Bedak E. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Dermatitis kontak C. punggung serta tepi rambut kepala. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Badan terasa lemah. tertutup skuama tebal berwarna putih. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Dermatitis seboroik B. proptosis bola mata. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Herpes zoster 169. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Krim C. Eritroderma B. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Psoriasis 168. Streptococcus βhemoliticus B.

Oligozoospermia C. lemah. Skala rasio B. Proyeksi D. Regresi B. tampak biru. Perchlorate 171. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Oligoteratozoospermia E. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. motilitas : a=45%. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Skala interval E. Methimazol B. denyut jantung 90 x/menit. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Represi C. Skala Gutmann 175. yaitu kurang dari normal. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Oligoastenozoospermia D. Oligoastenoteratozoospermia 172. 131 I D. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml.A. normal dan lebih dari normal. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. morfologi 80%. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Introyeksi 173. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Propilthiouracil C. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Melakukan kompresi jantung C. Levothyroxine E. b=20%. d=10%. Normozoospermia B. Skala nominal D. c=25%. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Skala ordinal C. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Sublimasi E. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Memberikan rangsang taktil B.

Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Sinusitis maksilaris akut 178. Sistematic Random Sampling B. Polip nasi B. Abses nasi C. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Simple Random Sampling D. retraksi dinding dada. Bayi tampak lemah. Skizofrenia paranoid E. Rinitis vasomotor E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. frekuensi napas 80 x/menit. Kultur darah D. tidak menangis. Sinusitis maksilaris akut 179. Gangguan panik B. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. sianosis dan merintih. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Gangguan waham 177. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Cluster Random Sampling C. Kadar glukosa darah . Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. denyut jantung 172 x/menit. Rinitis alergika E. Rinitis alergi D. Analisa gas darah E. Gangguan bipolar manik C. Abses nasi C. Quota Sampling 176. Kadar hemoglobin C. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Polip nasi B. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Snowball Sampling E. Concha polipoid D. Hitung jenis leukosit B.waktu dan tenaga yang dimiliki. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Gangguan psikotik akut D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat.

Ruptur uteri C. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Nyeri hilang dan timbul. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Plasenta dupleks 183. Pirazinamid D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Ruptur vagina D. warna merah kebiruan. denyut nadi 136 x/menit lemah. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. badan terasa lemah. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Hepatitis akuta 184. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. berbatas tegas dan teraba hangat. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. berat badan menurun. Inversi uteri B. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Rifampisin E. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Streptomisin B. frekuensi napas 28 x/menit. tekanan darah 70/50. Ulkus duodeni C. Memberikan sisipan 1RHZE C. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Keluhan batuk. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Ethambutol C. Myoma uteri E. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Ulkus ventrikuli B. Pankreatitis E. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Nafsu makan menurun. Isoniazid 182. Memberikan sisipan 1RHZES D. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina.180. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Kolelitiasis D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

Pada inspeksi pasien tampak . RBBB B. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Normo sinus rythm C. vesicolitiasis C. tes undulasi (+) E. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. defens muskuler C. Sinus bradikardi E. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Sinus takikardi E. Atrial flutter 187. Normosinus ritme 186. shiffting dullnes D. Sinus takikardi D. predominan tympani B. fecalith 189. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Keluhan disertai mual dan muntah. hidronefrosis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Aritmia C. Seorang laki-laki umur 40 th. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras.C. temperature 36. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. nefrolitiasis E. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Sinus takikardi D. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Supraventrikuler takikardi B. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu.9 °C. Sinus bradikardi D. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. denyut nadi 140x/menit. Atrial fibrilasi E. Atrial fibrilasi 188. Sinus bradikardi C. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Supraventrikuler takikardi B. appendicitis D. denyut nadi sulit ditentukan. tidak teratur. Pada saat dilakukan palpasi perut. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. hiperperistaltik 190.

memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Olahraga 30 menit/hari D. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. frekuensi napas 30 x/menit.pulsasi nadi lemah. Airway management E. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. nyeri sumbu (+). Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. tidak ada riwayat trauma. Fraktur patologis D. nyeri tekan (+). mengerang kesakitan. Kenali dan hentikan perdarahan 193. hepatomegali. luka robek di lengan bawah. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. dan icterus . frekuensi napas 24 x/menit. mata kuning. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. Diit cukup karbohidrat C. Immobilisasi D. Reposisi B. Fraktur kominutif E. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. deformitas (+). tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. pembesaran lien. Pertemuan tepi lateral kanan m. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. nyeri sumbu(+). nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. TB 155 cm. Penjahitan luka B. Konsumsi penghancur lemak E. akral dingin dan pucat. ascites minimal. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. deformitas (+). Fraktur impresi B. denyut nadi 80 x/menit. Resusitasi C. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. tekanan darah 110/70 mmHg. nyeri sumbu (+). gatal-gatal. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. nyeri tekan (+). Pembersihan luka D. Pemasangan infus C. Pemberian analgetik E. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Fraktur impaksi C. Penurunan BB 3 kg/mg B. Reposisi-immobilisasi 194. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Fraktur kompresi .

Syok neurogenik C. 14 E. lateral B. posterior 199. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. Trauma neurologi E. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. Reposisi cito B. frekuensi napas 30 x/menit.195. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas.pulsasi nadi lemah. 11 B. apa yang perlu segera dilakukan? A. perdarahan masif. Syok hipovolemik D. Parsial simple E. perdarahan masif. denyut nadi 120 x/menit. GCS = 5. nyeri tekan (+).Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. merasa mengantuk. 2 posisi D. dan bisa bergerak bebas. dan deformitas (+). GCS = 5. saat kejang pasien tidak sadar. Fraktur terbuka B. Sindroma kompartemen 198. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. akral dingin dan pucat. umur 7 tahun. Petitmal B. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. 15 196. 12 C. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Debridement C. Grandmal C. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. sesudah itu lemas seperti tertidur. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Resusitasi cairan agresif D. Carpopedal spasme 197. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . 1 posisi C. Seorang anak laki-laki. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. bisa menjawab pertanyaan sederhana. denyut nadi 120 x/ menit. nyeri sumbu (+). anterior E. 13 D.Untuk mencegah perburukan kondisi. dan deformitas (+). Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Mioklonik D.

Absorbsi D. turgor kurang. denyut nadi 164 x/menit. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. metallic sound (+). Nadi radialis dan carotis tidak teraba. Hernia inguinalis medialis 201. Difusi B. Hernia femoralis C. Cold abses inguinal E. Hernia inguinalis lateralis E. pemeriksaan lain dalam batas normal. mata cekung. scrotum membesar. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Perfusi C.80C. Ileus paralitik B. Merujuk pasien ke ICU E. mual dan muntah. Lakukan pemasangan infus C. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Hernia inguinalis lateralis 202. denyut nadi 120 x/menit. Ileus obstruktivus D. tidak mau minum. anak lemah. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. scrotum membesar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. temperatur 36. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. mual dan muntah. Oksigenasi 203. temperatur 36.80C anak lemah. Rehidrasi intravena D. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. tidak mau minum.E. Oksigenasi B. Limfoma maligna C. peristaltic meningkat. turgor kurang. peristaltic meningkat. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Rehidrasi oral C. Hernia femoralis B. denyut nadi 120 x/menit. temperatur 390C. distensi abdomen. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. pemeriksaan lain dalam batas normal. temperatur 390C. Ventilasi E. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 164 x/menit. Lakukan resusitasi cairan B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. distensi abdomen. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. mata cekung. Ketika dilakukan anamnesis. metallic sound (+). Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Appendix infiltrat D. Memberi obat anti diare 204.

Bayi laki-laki umur 25 hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Angina pectoris tak stabil 206. Colon descendens 209. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. frekuensi napas 60 x/menit. Syok kardiogenik E. Perikarditis B. Pada saat pemeriksaan fisik.D. Arteri tibialis posterior E. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Syok distributif C. Tetralogi Fallot C. Insufisiensi mitral D. Patent ductus arterisus 208. bising sistolik. bising usus melemah. pekak alih (+). suara jantung lemah. frekuensi napas 30 x/menit. Ginjal D. Angina pectoris stabil E. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Kesadaran gelisah. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Hati B. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. denyut nadi 120 x/menit. Miokarditis C. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. Arteri subclavia C. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. kejang 3-5 kali. Syok septik B. Limpa C. tali pusat kotor dan berbau busuk. Pasien tidak sadar. Infark miokard akut D. Stenosis aorta B. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. Syok hipovolemik 207. sianosis. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Arteri carotis interna D. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. sianosis. tekanan darah 180/110 mmHg. Arteri carotis communis 210. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Insufisiensi trikuspidal E. Intestinum E. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. malas menetek. jari tabuh (+). Arteri radialis B. akral dingin. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. denyut nadi 140 x/menit. frekuensi napas 30x/menit. Syok neurogenik D.

Vasa coronaria D. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. pimpinan suatu perusahaan. Sirosis Hepatitis B D. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Peregangan m. regio cervicalis anterior C. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. Bayi lahir selamat. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. Katub jantung B. Hepatitis B kronis B. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. regio cervicalis lateraris D. Reaksi lekemoid . pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. 215. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Cedera plexus brachialis C. Vasa darah besar C. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. 213. Dislokasi articulatio humeri B. Hepatitis B carrier sehat E. Hepatitis B kronis aktif C. miosis maksimal C. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus.211. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. 212. Fraktur clavicula E. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Cacat/defek pada septum E. 214. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. trigonum submandibulare E. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. anisokor D. trigonum caroticum B. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. reflek lambat E. A. Fraktur humeri D. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. isokor B.

Pyelonefritis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. infeksi jamur B. hematuria dan glukosuria C. kolelithiasis C. proteinuria dan silinderuria D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. B. pH dan ketonuria B.5 mg/dl. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. hepatitis B. infeksi virus D. faring hiperemis. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. reaksi imunitas E. dan Bilirubin indirek:0. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. karsinoma hepar E. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. Multiple myeloma D. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Bilirubin Direk: 6. sirosis hepar D. Glomerulonefritis E. Sindrom Nefrotik C.216. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. SGPT: 24 IU/L. 219. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. 217.3mg/dl. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. Myeodisplasia E. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. 218. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. 220. Sindrom Nefritik D. lekosituria dan nitrituria E. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma.Saat masuk . infeksi bakteri C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A.

Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. mendadak saat bangun tidur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. afasia global D. mekobalamin E. kekuatan ekstremitas kiri 4. ataxic gait E. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. 222. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. 225. mencegah decubitus E. Apakah diagnosis paling tepat? A. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. afasia sensorik C. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. Keluhan ini disertai rasa . mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. mencegah pneumonia B. 224. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). sitikolin B. 223. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. hemiparetik gait C. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak.221. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. refleks patologis negatif. coma B. silostasol D. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. parkinson gait B. paraparetik gait D. afasia motorik B. mencegah herniasi C. somnolen D. pirasetam C. soporouscoma E. mencegah kontraktur D. stupor C. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. afasia transkortikal E.

Apakah terapi yang sesuai? A. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. dengan skuama putih . batas tidak tegas. Dermatitis kontak alergi B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. gatal. Psoriasis vulgaris C. Trichophyton sp. Micobacterium sp. Kortikosteroid sistemik B. Pitiriasis rosea D. Pitiriasis rosea D. 229. Antihistamin sistemik D. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Tinea korporis E. batas tegas. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. E. herald patch (+) pada lengan atas. Psoriasis vulgaris C. disertai dengan tanda Autspitz . Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Pitiriasis rosea D. D. dengan skuama putih. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Keluhan ini disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Kortikosteroid topical C. Keluhan ini disertai rasa gatal. 227. Dermatitis kontak alergi B. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Keluhan ini disertai rasa gatal. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. dengan bagian tepi papul-papul eritem. dengan skuama putih tipis collarete. Dermatitis kontak alergi B. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Alergen B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Antijamur topikal E. 228. Psoriasis vulgaris C. Tinea korporis E. batas tidak tegas. badan dan paha. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. disertai dengan tanda Autspitz . dengan skuama putih . batas tegas. 230. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A.226. Tinea korporis E. Keringat C. dengan bagian tepi papul-papul eritem.

sehingga pasien ketakutan. berusia 38 tahun. dibawa ke unit gawat darurat RS. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki.5 mg C. badan dan paha. atap datar. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Dalam pemeriksaan. berusia 16 tahun. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. tipis collarete. terdapat tremor.2 °C. pil kuning dan pil hijau. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. Psoriasis vulgaris C. Dalam pemeriksaan status mental. disertai rasa gatal. meskipun rasa gatal berkurang. Neuroleptik Malignan Sindrom C. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. yang berasal dari dirinya sendiri. diberikan salep putih. multiple. Haloperidol 2 x 1. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. herald patch (+) pada lengan atas. pasien mengatakan pada pemeriksa. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. Ukuran lesi tetap. Pitiriasis rosea D. Tekanan darah 130/80 mmHg. Tardive dyskinesia D. 233. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. 232. Diazepam 2 x 2 mg B. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. Antivirus D. Ekstrapiramidal Sindrom B. Apakah diagnosis yang tepat? A. denyut nadi 86 x per menit. Sejak 2 minggu yang lalu. 234. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. distonia akut dan krisis okulomotorius. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Huntington’s disease E.231. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Kortikosteroid sistemik B. dengan keluhan seluruh badan kaku. Dermatitis kontak alergi B. Apakah terapi yang sesuai? A. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. Tinea korporis E. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Antijamur E. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Antihistamin C. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. Carbamazepin 2 x 200 mg D. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak .

berusia 24 tahun. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Gangguan Afektif B. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. 237. Gangguan Amnesia Dissosiatif . 236. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Penderita juga sulit tidur. mengeluh nyeri kepala dan muntah. Gangguan Waham Menetap E. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis yang tepat? A. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). tangan dan kaki terasa dingin. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Apakah diagnosis yang tepat? A. Amnesia C. Sejak 2 bulan yang lalu. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Pasien sering sulit tidur. berusia 23 tahun. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. temperatur39. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu.ngejar dan akan membunuhnya. Delirium E. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Gangguan Skizofrenia C. 238. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Demensia Seorang mahasiswi.235. berusia 18 tahun. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Gangguan Psikotik Akut B. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. jantung berdebar-debar. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Gangguan Skizoafektif E. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. namun ia sulit untuk menghilangkannya. Apakah diagnosis yang tepat? A. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. 16 tahun. Stress Akut D. keringat dingin. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan Waham menetap D. merasa tak berdaya. Gangguan Panik C. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. Gangguan Obsesif Kompulsif D. Gangguan Anxietas Phobic B. Skizofrenia B. Apakah diagnosis yang tepat ? A. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. seluruh badan lemas. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya.

Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Hipertrofi ventrikel kiri C. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. disertai jantung terasa berdebar-debar. Terapi Aktivitas Kelompok B. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Terapi Desensitisasi C. Terapi Gestalt E. Gangguan Trans Dissosiatif D. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. 240. Apakah terapi yang paling tepat? A. 242. Terapi Kognitif D. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Namun. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. angina pectoris heberden E. Gangguan Konversi Histeri E. karena ia sadar. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. angina pectoris tidak stabil D. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. 243. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Gangguan Fugue Disosiatif C. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. angina pectoris atipikal C. Dilatasi ventrikel kiri B.239. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. 241. ia akan merasakan berdebar-debar. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. usia 17 tahun. angina pectoris stabil B. B. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D.

Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Streptococcus pyogenes. Tetralogi of fallot C. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Gagal Jantung Kongestif C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hiperglikemi C. divertikulum zenkel D. Penyakit jantung reumatik B.Mitral Stenosis 244. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Staphilococcus aureus B. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Stroke hemoragik D. tekanan darah 130/80 mmHg. Syok kardiogenik C. Streptococcus alfa hemoliticus 245.5°C. Fistula tracheaesofageal E. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Syok septik 246. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Respiratory distress syndrome 247. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Hipoglikemi B. Syok hemoragik D. Ketoasidosis diabetik E. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A.mengalami penyakit serius berupa demam. D. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Atrial Septal Defect E. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Streptococcus viridans C. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Floppy epiglotis B. Menurut keluarga yang mengantar. Syok anafilaksis E. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Stroke non hemoragik . Syok Hipovolemik B. Streptococcus beta hemoliticus E. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Infark Miokard akut D. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung.

Anti HBs D. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. syok kardiogenik C. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. syok neurogenik D. infark di hemisfer kiri B. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A.248. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. PCR B. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Perutnya seringkali kram. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. HBsAg C. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. Karsinoma usus E. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. infark di hemisfer kanan C. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Penyakit Crohn D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Anti HBe E. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. IgM anti HBc 250. Riwayat trauma disangkal. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. syok anafilaktik E. Kolitis ulseratif C. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Leukosit PMN 251. Monosit D. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. syok septic 249. Eritrosit B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Hematokrit E. nyeri dan fesesnya bercampur darah.tekanan darah 80/60 mmHg. subarachnoid hemorragi . Limfosit C. Hemoroid interna 251.respirasi 32 x/menit. denyut jantung 100x/menit. syok hipovolemik B. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. Abses usus B. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney.

defisiensi vitamin C C. infeksi virus 255. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. dopamin B. fibroadenoma E. asma B. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. AML C. bronchitis kronik E.251.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. emfisema C. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. Pasien adalah seorang perokok berat. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Fibroangioma D. defisiensi folat D. anemia dan trombositopenia. asetilkolin E. yang terjadi saat istirahat. defisiensi besi E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. bradikinin D. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. berdasarkan epidemiologi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. transamin 253. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. bronkopneumonia 254. defisiensi vitamin B12 B. sianosis. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. papilloma B. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. bronkiektasis D. CLL . ALL B. intraductal papillomatosis 252. dan wheezing pada kedua lapang paru. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. Kistadenoma C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. serotonin C.

cold abses C. vagus 260. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Melanoma Lentiginosa E. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Karsinoma sel basal B. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. nervus ischiadicus . Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. nervus vagus B. ulnaris E. Neisseria gonorrhea E. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. miliar 258. scrofula E.D.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. nervus tibialis C. nervus fibularis D. fibrokistik D. Clamidia trachomatis 257. Nevus Pigmentosus D. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. brachialis B. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Hemofilus ducreyi B. Karsinoma sel skuamosa 259. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. Melanoma Maligna C. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. radialis D. Treponoma pallidum C. axillaris C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. nervus femoralis E.tampak kurus. Treponema pertenue D. CML E. Komplek ghon B. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. DIC 256.

tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. emboli paru C. Pasien adalah seorang perokok berat. Ankylosing spondylitis C. ibuprofen C. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. emfisema B. fascia lata 263. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. ligamentum lata E.261. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. metampiron E. Pasien penggemar minuman kopi. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Spondilolisthesis D. kanalis inguinalis D. kloramfenikol 265. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. bronchitis kronis 262. apneurosis abdominalis interna B. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. terutama pada saat perut kosong. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Hernia Nukleus Pulposus B. Spondilosis 264. peritoneum parietal C. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. amoksisilin D. aspirin B. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Fraktur vertebra E. pneumothorax E. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. bronkiektasis D.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. temperature 36. Adenomiosis B. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Neisseria gonorrhoeae B. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Pancreatitis akut D. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. dan berbatas tegas. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. Treponema pallidum E. Chlamydia trachomatis C. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. sudah menikah. Keluhan disertai demam dan mual. acyclovir oral D. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Sirosis biliaris 267.9oC. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Seorang perempuan berusia 45 tahun. bengkak. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Injeksi penisilin E. konsistensi padat kenyal. Perforasi akut pada kantung empedu E. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Cholangitis akut B. Servik terlihat normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Defisiensi iodine D. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. indometasin oral 268. Graves disease C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Goiter multinoduler 266.tekanan darah 140/90 mmHg. Kanker tiroid B. Mukosa vagina tampak merah. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. dan terasa nyeri.makan yang baik. irreguler. NSAID oral B. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. Herpes simplex 269. Mioma uteri . darah banyak. antihistamin C. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Cholesistitis akut C. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Tiroiditis Hashimoto E. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Candida albicans D.

HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. C. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. 273.270. Fibrocystic disease D. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. motilitas 18%. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. berbatas tegas. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . dapat digerakkan. Tumor phyloides E. Kistoma ovarium D. Karsinoma mammae B. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. 272. Benjolan tidak terasa nyeri. Kista dermoid E. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. jumlah sperma 15 juta/cc. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Tumor phyloides E. bau khas. EBV E. HPV C. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Fibroadenoma mammae C. HIV D. konsistensi kenyal. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Azoospermia dan teratozoospermia E. warna putih . Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. batas tidak tegas. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Fibroadenoma mammae C. sperma berbentuk normal 45%. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. HSV tipe 1 B. terdapat flek. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Azoospermia dan astenozoospermia C. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Karsinoma mammae B. 271. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Fibrocystic disease D. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. 274. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus.

Tinea Kruris B. Ulkus Kornea 279. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Pemeriksaan analisa sperma B. Debridemen luka B. Pemeriksaan patensi tuba C. Endolftamitis E. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Pemeriksaan tinja langsung B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. mual dan muntah. Pembidaian 276. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Pemeriksaan tinja apung C. frekuensi nafas 26 x/menit. Fiksasi interna C. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur.A. Dermatitis seboroik E. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Kandidiasis D. tekanan darah 110/60 mmHg. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Elevasi tungkai E. didapatkan hasil (+)(+)(-). Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. skuama tipis. Mobilisasi sendi D. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Pemeriksaan tinja endapan D. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Panoftalmitis C. Uveitis Anterior D. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. denyut nadi 90 x/menit. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Glaukoma Akut B.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Pemeriksaan Harada Mori E. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Tinea Versicolor 277. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. dan satelit papula. Tinea Korporis C.

Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. frekuensi nafas 20x/menit. eritrosit 4juta/ul. Kehamilan Ektopik Terganggu D. denyut nadi 90x/menit. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan.B. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. muntah. frekuensi nafas 24 x/menit. Abortus Insipiens B. trombosit 250. Osteoporosis E. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Tiamfenikol C. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu.8 ºC. berat badan 80kg. Pseudogout 283. Arthritis Gout D. frekuensi nafas 20 x/menit. G1P0A0. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. denyut nadi 110 x/menit. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E.000/ul. Pemeriksaan βHCG urin positif. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. mual. temperatur 36. teraba massa pada daerah adneksa kanan. temperatur 37. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. Abortus Iminens C. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi.Burney. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. mual dan muntah. Segera lakukan Rontgen toraks C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . leukosit 13. Apendisitis . Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Osteoarthritis C. Fluorokuinolon 282. Segera lakukan tes tuberkulin D. Arthritis Rheumatoid B. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. terdapat Rovsing sign. hematokrit 40 vol%. Torsi Kista Ovarium E.000 /ul.2ºC. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Kloramfenikol B. denyut nadi 85x/menit. Keluhan disertai nyeri kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kavum douglas menonjol. dan tidak buang air besar selama 3 hari. dan didapatkan nyeri goyang servik. Amoksisilin E. Kotrimoksazol D. Seorang perempuan berusia 28 tahun.

mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. denyut nadi 80 x/menit. denyut nadi 80 x/menit. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Limfadenitis TBC D. Graves ‘Disease’ B. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Limfoma maligna E. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Keluhan disertai sakit kepala. Amoebiasis C. konsistensi kenyal. konsistensi kenyal. Pasien tidak mau makan dan rewel. USG abdomen E. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. 285. Endoscopy D. temperatur 37. tekanan darah 120/80 mmHg. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu.2ºC. Otitis media akut stadium presupurasi C. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. tampak bengkak dan hiperemis. Otitis media akut stadium perforasi E. B. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Biopsi limponodi servikal . Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Otitis media akut stadium supurasi D. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.284. lien tidak membesar. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Barium enema B. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. batuk-batuk. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. 287. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Colonos copy C. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Kolik Ureter E. jantung dan paru normal. temperatur 38˚C. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. frekuensi nafas 22 x/menit. Lekemi mieliod akut C. 286. kesadaran kompos mentis. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 84 x/menit. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Kolik Ginjal D. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. tidak nyeri tekan. tidak nyeri tekan. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. kesadaran kompos mentis.

Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Vitamin B . Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. Kadar T3. tidak nyeri tekan. kesadaran kompos mentis. X Foto Thorax 288. Gambaran darah tepi C. konsistensi kenyal. Sitostatika E. denyut nadi 80 x/menit.B. Antitiroid C. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. USG Tiroid E. Antibiotic B. Hormon tiroid D. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. T4 dan TSH D.