Anda di halaman 1dari 13

TUJUAN

Untuk mengetahui dan mengamati perubahan yang terjadi pada materi.

PERUBAHAN MATERI Materi dapat berubah. Perubahan materi dapat digolongkan menjadi dua macam.

Perubahan Fisika Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak menghasilkan materi baru dan hanya bersifat sementara. Contoh : Air membeku menjadi es, gula larut dalam air, pembuatan garam, logam dipanaskan, kayu atau kertas dipotong-potong. Perubahan Kimia Perubahan kimia adalah perubahan materi yang menghasilkan materi baru dan tidak dapat kembali menjadi materi asal. Materi baru adalah materi yang sifatsifatnya berlainan dengan materi asal dan sifat tersebut tidak dapat kembali ke sifat asalnya. Contoh : proses fotosintesis, besi berkarat, meledaknya bom/petasan, proses peragian, makanan membusuk, perubahan warna, proses pernafasan.

By Farid Qim 1996

1. Alat Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain:

v Gelas kimia v Batang pengaduk v Neraca analitik v Lampu spiritus v Rak tabung reaksi v Cawan penguap v Tang v Kaki tiga v kasa asbes v Spatula v Pipet tetes v Mortar dan alu

2. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain : v Lilin v Paku kecil v Gula pasir v Air atau es batu v Asam klorida (HCl) v Beras dan v Kertas HVS

1. 2.

3.
4. 5.

6.
7. 8. 9.

Menyalakan lilin dan amatilah lilin menyala itu. Memasukan spatula pada lilin yang menyala itu lalu amatilah perubahannya. Memasukan 5 gram potongan lilin ke dalam sebuah tabung reksi dengan mengunakan tang, panaskan tabung yang berisi potongan lilin tersebut dengan lampu spiritus hingga lilinnya meleleh. Mendiamkan hingga beberapa menit amatilah perubahan yang terjadi. Mengulang langkah ke-2 dengan menggunakan gula pasir ke dalam cawan penguap kemudian amati perubahan yang terjadi. Memasukan kertas ke dalam cawan penguap (kertas harus dirobek) kemudian bakar kertas di dalam cawan penguap hingga habis terbakar. Amati perubahan yang terjadi. Memperhatikan bentuk es batu dalam gelas kimia, kemudian panaskan gelas kimia yang berisi es batu itu dengan menggunakan lampu spiritus, lalu amati perubahan yang terjadi. Memperhatikan warna paku, masukan paku ke tabung reaksi kemudian tuangkan 5 mL asam klorida (HCl) ke dalam tabung reaksi yang berisi paku tersebut, lalu amati perubahannya. Mengambil beberapa bijih beras (10-15) dan masukan ke dalam mortar kemudian diiris sampai halus dan di keluarkan dan di masukan ke dalam tabung reaksi lalu amati perubahannya.

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Data yang diamati

Hasil Pengamatan

7.
8. 9. 10. 11.

No.
1. 2.

Data yang diamati


Menyalakan lilin Lilin menyala ditambah spatula (paku)

Hasil Pengamatan
Terjadi perubahan fisika (perubahan wujud) Terjadi perubahan fisika (perubahan warna)

3.
4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Lilin ditambah lampu spiritus


Diamkan beberapa menit (lilin) Gula pasir ditambah cawan penguap Gula pasir dalam cawan penguap ditambah lampu spiritus Kertas di bakar dalam cawan penguap Es batu ditambah gelas kimia Es batu dalam gelas kimia dipanaskan dengan lampu spiritus Paku ditambah HCl Bijih beras di iris

Terjadi perubahan fisika (perubahan wujud


Terjadi perubahan fisika (perubahan wujud) Tidak terjadi perubahan Terjadi perubahan kimia yaitu gula berubah menjadi arang. Terjadi perubahan kimia yaitu kertas diubah menjadi arang Tidak terjadi perubahan Terjadi perubahan fisika (perubaha n wujud) Terjadi perubahan kimia Terjadi perubahan fisika (perubaha n bentuk)

Berdasarkan dapat pengamatan diatas maka praktikan dapat menganalisa data sebagai berikut : a. Pada saat menyalakan lilin terjadi perubahan fisika (perubahan wujud) yang di tandai pada lilin yaitu lilin meleleh. b. Kemudian dimasukan spatula ke atas lilin menyala itu dapat terjadi perubahan fisika yang di tandai pada paku kecil yaitu paku berubah menjadi warna hitam atau karbon yang melekat pada paku. c. Memasukan 5 gram potongan lilin ke dalam tabung reaksi tidak terjadi perubahan karena lilin belum memberi panas (menyalakan). d. Kemudian memanaskan lilin tersebut dengan menggunakan lampu spiritus dapat terjadi perubahan fisika yaitu lilin mencair dalam tabung. e. Mendiamkan selama beberapa menit dapat terjadi perubahan fisika yaitu lilin dapat kembali ke bentuk semula (lilin menjadi padat). f. Memanaskan gula pasir yang sudah ada dalam cawan penguap dapat terjadi perubahan kimia yang di tandai pada gula yaitu gula berubah menjadi arang. g. Memasukan kertas ke dalam cawan penguap dan di robek kertas tersebut, dapat terjadi perubahan fisika yaitu ukuran kertas diubah menjadi kecil (perubahan bentuk). h. Kemudian bakar kertas tersebut dapat terjadi perubahan kimia yang di tandai pada kertas yaitu kertas diubah menjadi arang atau abu. i. Memasukan es batu ke dalam tabung reaksi dan di panaskan dapat terjadi perubahan fisika (perubahan wujud) yang ditandai pada es yaitu es mencair. j. Memasukan paku kecil ke dalam gelas kimia dan mencampuri dengan larutan HCl dapat terjadi gelembung-gelembung gas (tidak bereaksi). k. Beras di masukan ke dalam mortar kemudian diiris dapat terjadi perubahan fisika (perubahan bentuk) yang ditandai pada bijih beras yaitu bijih beras berubah menjadi tepung beras.

Berdasarkan tujuan di atas,maka praktikan dapat menyimpulkan sebagai berikut : 1. Perubahan materi adalah peristiwa dimana suatu materi dapat berubah secara kimia dan fisika. 2. Perubahan materi dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. 3. Perubahan fisika yaitu perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru tetap hanya terjadi perubahan warna, bentuk, ukuran dan lain sebagainya, seperti lilin meleleh, es mencair dan lain-lain 4. Perubahan kimia adalah perubahan materi yang dapat menghasilkan zat baru, seperti kayu diubah menjadi arang kayu, kertas diubah menjadi abu, besi berkarat dan lain-lain.

Goenawan J. 1999. Buku kimia SLTA IA. Penerbit PT. GRASINDO. Jakarta, Indonesia Modul Praktikum. 2010. Praktikum kimia dasar II. Faculdade de cincias da educao. Universidade Nacional Timor Lorosae.