Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN FISIOLOGI PERSALINAN

DISUSUN OLEH : Gemala Ryan A Sinta Yuliantini Gayuh Prastya M Rijki Rivan S Junaedy Nadia Rezki Ridavianti PEMBIMBING : Dr. Andi, Sp.OG
STASE OBGYN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN CIANJUR 2012

Definisi
Persalinan adalah pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar

Kriteria Persalinan Normal


Spontan dalam onset dan aterm

Presentasi verteks
Terminasi alami dengan bantuan minimal

Tidak ada komplikasi yang mempengaruhi kesehatan


ibu dan janin

Penyebab Onset Persalinan


Sebab terjadinya persalinan sampai kini masih merupakan teori-teori yang kompleks. Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun mendadak, nutrisi janin dari plasenta berkurang Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser, menjadi stimulasi (pacemaker) bagi kontraksi otot polos uterus. Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban, semakin merangsang terjadinya kontraksi

His Palsu
Terjadi sebelum onset persalinan sebenarnya : pada primigravida 1-2 minggu pada multipara beberapa hari sebelumnya Ciri-cirinya : Nyeri tumpul Pada perut bagian bawah dan lipat paha Continue dan tidak berhubungan dengan kontraksi uterus Tidak terjadi dilatasi servik Menghilang dengan pemberian obat

His Yang Sebenarnya


Nyeri yang disertai kontraksi uterus Pelepasan lendir darah Pendataran dan dilatasi servik

Tahapan Persalinan Normal


Kala I : Mulai dari onset persalinan pembukaan servik lengkap Kala II : Pembukaan lengkap pengeluaran janin Kala III : Pengeluaran janin pengeluaran plasenta dan selaput ketuban Kala IV : Satu jam setelah pengeluaran plasenta

Fase kala I persalinan


Fase Laten
Berlangsung selama 8 jam Pembukaan terjadi sangat lambat mencapai ukuran diameter 3 cm Tidak terlalu mules

Fase Aktif
Fase akselerasi : dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 4 cm Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat menjadi 9 cm Fase deselerasi : pembukaaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2 jam menjadi pembukaan lengkap

Pada primigravida : ostium uteri internum akan terbuka lebih

dahulu servik akan mendatar dan menipis ostium uteri


eksternum menbuka Pada multigravida : ostium uteri internum sudah sedikit terbuka. ostium uteri internum dan eksternum serta penipisan dan pendataran servik terjadi dalam saat yang sama. Ketuban akan pecah dengan sendiri ketika pembukaan hampir atau telah lengkap

Pada primigravida : 13 jam


Pada multigravida : 7 jam

Kala II
His menjadi lebih kuat dan cepat Kepala janin sudah masuk di ruang panggul Perineum mulai menonjol dan menjadi lebar dengan anus membuka Labia mulai membuka kepala janin tampak dalam vulva pada waktu his Kepala janin dilahirkan dahi muka dagu melewati perineum badan anggota bayi Pada primigravida 1,5 jam; pada multigravida 0,5 jam

Kala III
Tempat implantasi plasenta mengalami pengerutan akibat pengosongan kavum uteri dan kontraksi lanjutan

Plasenta dilepaskan dari perlengketannya

Pengumpulan darah pada ruang uteroplasenter akan mendorong plasenta keluar

Tiga Langkah Manajemen Aktif Kala III

Pemeberian oksitosin/uterotonika Melakukan penegangan tali pusat terkendali (PTT)

Masase fundus setelah plasenta lahir

Kala IV
OBSERVASI PASCAPERSALINAN Sampai dengan 1 jam postpartum, dilakukan observasi. 7 pokok penting yang harus diperhatikan pada kala 4 : 1) Kontraksi uterus harus baik 2) Tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain 3) Plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap 4) kandung kencing harus kosong 5) Luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma 6) Resume keadaan umum bayi 7) Resume keadaan umum ibu.

Mekanisme Persalinan Normal


Desensus Fleksi Putar paksi dalam ( internal rotation ) Ekstensi Putar paksi luar ( external rotation ) Ekspulsi

Dipengaruhi oleh : Kekuatan-kekuatan pada ibu seperti kekuatan his dan kekuatan mengedan Keadaan jalan lahir Janinnya sendiri

THANK YOU