Anda di halaman 1dari 4

Latar Belakang Masalah Pada tahun 1988 Allied mempunyai program Total Forms Control (TFC).

Penjualan TFC pada tahun 1992 sekitar $60 juta, Allied mendirikan suatu perusahaan terpisah untuk menangani bisnis ini. Layanan yang disediakan oleh TFC meliputi pergudangan dan distribusi formulir (termasuk pendanaan persediaan) serta pengendalian persediaan dan pelaporan penggunaan formulir. Allied menggunakan jaringan sistem komputer untuk memonitor persediaan formulir klien, penggunaan formulir, dan aktivitas pemesanan. Dalam bisnis TFC yang pembebanan layanan antara klien yang satu dengan yang lain sama sehingga tidak mencerminkan profitabilitas pelanggan dengan baik. Masalah lain pun muncul, seperti misalnya bagian gudang memiliki sebagian gudang yang telah lama menganggur. Kemudian bagian administrasi operasi yang mendasarkan segala sesuatunya pada jumlah permintaan, bukan pada aktivitas operasinya. TFC juga melakukan aktivitas pick-pack dimana pekerja terlatih secara actual membuka karton yang masih penuh untuk mengambil sejumlah tertentu formulir yang diminta oleh klien. Jumlah tenaga kerja untuk aktivitas pick-pack ini dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Di samping itu Allied juga menawarkan desk top delivery dimana karyawan Allied akan mendistribusikan formulir ke kantor-kantor individual sehingga memerlukan waktu yang lebih banyak. Dapat disimpulkan bahwa permasalahan dasarnya adalah diperlukan analisis terhadap setiap aktivitas bisnis yang dilakukan dalam TFC untuk menyusun perencanaan strategis guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi yang akan mendorong peningkatan profitabilitas pelanggan. Solusi Terhadap Permasalahan 1. Penerapan ABC (activity based costing) Dalam ABC (activity based costing), harus dilakukan penelitian aktivitas apa saja yang dilakukan untuk memproduksi produk. Ketelitian penemuan aktivitas akan menyebabkan ketelitian perhitungan harga pokok produk. ABC memakai pemicu biaya dasar unit maupun non unit, yang jumlah pemicu biayanya lebih besar dibandingkan jumlah pemicu pada sistem tradisional, sehingga meningkatkan akurasi penentuan biaya pokok produk. Tahap-tahap sistem ABC a. Menelusuri atau mengalokasikan biaya-biaya ke aktivitas-aktivitas kumpulan biaya aktivitas

b. Kumpulan biaya aktivitas diatas, dibebankan ke produk-produk, dengan memakai pemicu biaya. Perhitungan ABC untuk bisnis TFC :
Pool (pemicu biaya) Storage Requisition handling Basic warehouse stock selection Pick-pack activity $734,000 90% x $734,000 Pck-pack lines = 697,500 Data entry $612,000 2.5 lines x Lines 310,000 = 775,000 Desk top delivery $250,000 8,500 desk request Total $5,708,000 top $29.41 $ 0,79 $ 1.05 Total cost $1,550,000 $1,801,000 $761,000 Total activity Unit of Activity Cost per activity $4.43 $5.81 $58,538.46 350,000 Carton 310,000 Requisition 13 Shipment

2. Activitity based costing untuk masing-masing pelanggan dapat dihitung sebagai berikut. Customer A Cost based on ABC

Pool Storage Requisition handling Basic warehouse stock selection Pick-pack activity Data entry Desk top delivery

Cost per activity $4,43 $5,81 $58.538,46 $1,05 $0,79 $29,41

Total activity

350 $1.550,50 364 $2.114,84 0 910 $955,5 910 $718,9 0 $5.339,74

Customer B Cost based on ABC $3.101,00 $4.589,90 $2.625,00 $1.975,00 $764,66 $13,054.66

Pool Storage Requisition handling Basic warehouse stock selection Pick-pack activity Data entry Desk top delivery

Cost per activity $4,43 $5,81 $58.538,46 $1,05 $0,79 2$9,41

Total activity 700 790 0 2500 2500 26

3. Kedua pelanggan memiliki profitabilitas yang berbeda. Hal ini dapat dijadikan kesempatan oleh manajemen untuk mencari cara-cara yang paling efisien dalam memenuhi pesanan masing-masing pelanggan. Dalam hal ini, pemenuhan pesanan Pelanggan B mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding dengan Pelanggan A karena dari jumlah aktivitasnya pun Pelanggan B lebih banyak memakai sumber daya yang ada. Maka dari itu, pembebanan harga pelayanan untuk Pelanggan B seharusnya dikenakan lebih besar dibanding terhadap Pelanggan A. Untuk mempertahankan profitabilitas Pelanggan A dan B perusahaan dapat menggunakan pemesanan secara elektronik dan terkomputerisasi untuk memudahkan setiap transaksi. Terlebih lagi untuk Pelanggan B yang sudah masuk ke dalam list desk top delivery. 4. Ya, sebaiknya TFC menerapkan sistem penetapan harga berdasarkan SBP agar harga yang diterapkan pada masing-masing pelanggan bersifat objektif dan akurat. 5. Sebaiknya Allied menerapkan service based costing yang didasarkan pada activity based costing di atas dalam menetukan harga pokok produksi terhadap masingmasing pelanggan. Penerapan sistem ini akan menghasilkan harga yang berisfat objektif dan akurat sehingga diharapkan akan meningkatkan profitabilitas pelanggan. Terkait dengan value chain yang terdapat pada exhibit 5, Allied sebaiknya memilih opsi-opsi operasi yang efisien, seperti misalnya pengiriman produk secara just in time

dan pelaksanaan pemesanan oleh pelanggan secara elektronik. Cara ini akan lebih praktis, cepat, dan memudahkan konsumen. Selain itu, sistem pemesanan di dalam perusahaan sebaiknya dikomputerisasi untuk memudahkan manajemen dan konsumen untuk mengakses informasi antar satu sama lain.