Anda di halaman 1dari 2

Penyakit Jamur Akar Merah Penyebab penyakit akar merah disebabkan oleh jamur akar merah atau Ganoderma

philippii. Klasifikasi jamur Akar Merah adalah sebagai berikut : Kingdom Phylum Class Subcalss Ordo Family Genus Spesies : Fungi : Basidiomycota : Basidiomycetes : Agaricomycetidae : Polyporales : Ganodermataceae : Ganodrma : Ganoderma philippii

Gejala penyakit yang terdapat pada bagian-bagian di atas tanah sama dengan gejala yang disebabkan oleh penyakit-penyakit akar lainnya, yaitu daundaun menguning, layu, rontok, dan tanaman mati. Penyakit akar merah menular dengan kontak antara akar yang sakit dengan yang sehat. Cendawan juga dapat membentuk rizomorf, namun berbeda dengan cendawan lainnya. Rizomorf cenawan ini tidak dapat menjalar bebas dalam tanah (terlepas dari permukaan akar). Penyebaran melalui spora. Penyakit dibantu oleh kelembapan tanah dan banyak terdapat di tanah latosol tua. Cendawan tumbuh lebih baik pada pH 6,0-7,0. Daur hidup jamur berasal dari pohon-pohon tua yang terdapat sebelum lahan ditanami teh. Sebagian besar infeksi berasal dari tunggul perdu teh atau pohon pelindung yang lama. Penularan penyakit karena adanya kontak antara akar yang sakit dengan yang sehat. Faktor yang mempengaruhi yaitu kelembaban tanah yang tinggi dan pohon pelindung yang rentan dapat membantu penularan. Jika akar-akar tanaman sakit digali, tampak bahwa pada permukaan akar terdapat benang-benang jamur berwarna merah, yang di sana-sini meluas membentuk selaput-selaput. Ini akan tampak jelas setelah tanah yang melekat dibersihkan dengan air. Benang-benang jamur dan selaput tadi mempunyai permukaan yang halus dan tidak mengikat butir-butir tanah. Benang dan selaput yang masih muda berwarna merah muda. Jika menjadi kering berwarna putih kotor, tetapi akan menjadi merah kembali kalau dibasahi. Pada umur yang lebih tua warna menjadi merah anggur tua (merah kecoklatan), dan warna ini tetap dipertahankan dalam keadaan kering. Jika akar menjadi busuk sama sekali warna berubah menjadi lembayung (violet) hitam, sedang benang-benang yang berwarna merah hanya terdapat di sana-sini.

Cara pengendalian : 1. Melakukan sanitasi membongkar dan membakar tanaman-tanaman yang terserang, termasuk pohon pelindung yang terserang sampai ke akarakarnya. 2. Membuat saluran draenasi secukupnya dan tidak menanam pohon pelindung yang peka terhadap jamur akar. 3. Membuat selokan isolasi yang dalamnya 60-100 cm. 4. Pemanfaatan agen hayati seperti Trichoderma sp. pada tanaman yang masih sehat disekitar pohon terserang untuk mencegah penularan penyakit. Trichoderma tidak mematikan secara langsung jamur penyebab penyakit tetapi mengusir dari tanah sekitarnya. Hal ini terjadi karena pertumbuhan spora Trichoderma lebih cepat dibandingkan pertumbuhan spora jamur penyebab penyakit. Jamur Trichoderma lebih efektif digunakan untuk pencegahan penyebaran penyakit pada tanaman teh yang berada disekitar tanaman yang sudah terserang berat atau mati akibat jamur. 5. Melakukan fumigasi dengan cara sebagai berikut: Methyl Bromida dialirkan melalui pipa plastik dengan dosis 227 gram/10 m2 tanah disungkap selama 14 hari, dan kemudian satu bulan setelah sungkup dibuka tanah dapat ditanami teh Melakukan fumigasi dengan Vapam dengan cara, menyuntikkan 8 ml Vapam pada lubang dengan kedalaman 30 cm dan jarak antar lubang satu sama lain juga 30 cm. Satu bulan setelah fumigasi tanah dapat ditanami teh kembali.