Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut didaerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah ( Hendra, 2009). Ekosistem mengrove adalah suatu sistem yang terdiri atas komponen abiotik dan komponen biotek yang saling berinteraksi. Hutan mangrove merupakan ekosistem yang paling produktif dan merupakan sumber hara bagi perikanan pantai. Mangrove dapat menyokong kehidupan sejumlah besar spesies binatang dengan menyediakan tempat berbiak, berpijah dan makan. Spesies tersebut meliputi jenis burung, ikan, kerang, dan krustacea seperti udang dan kepiting ( Mastra, 1999). Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang unik merupakan sumber daya alam yang sangat potensial yang mendukung kehidupan keanekaragaman flora dan fauna komunitas terestrik aquatic yang secara langsung atau tidak langsung berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia baik dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan (Hausien, 2005). Habitat mangrove dapat dijadikan sebagai sumber produktivitas yang bisa dimanfaatkan baik dalam hal produktivitas perikanan dan kehutanan ataupun secara umum yang merupakan sumber alam yang kaya sebagai ekosistem tempat bermukimnya berbagai flora dan fauna. Salah satu hutan mangrove yang terdapat di Surabaya adalah hutan mangrove dikawasan Wonorejo-Surabaya. Lokasi dari hutan mangrove ini berada di Keluharan Wonorejo Kecamatan Rungkut Surabaya, dimana hutan mangrove ini sekarang dijadikan sebagai Ekowisata yang dikenal dengan sebutan Ekowisata Mangrove Wonorejo (EMW) yang diprakarsai oleh camat rungkut, lurah wonorejo beserta FKPM Nirwana Eksekutif serta disahkan dengan Keputusan Lurah Wonorejo nomor : 556/157/436.11.15.5/2009 tanggal 1 Juli 2009, dan

dikukuhkan oleh walikota Surabaya pada tanggal 9 Agustus 2009 (Petra, 2010). Wonorejo merupakan daerah yang memiliki kelimpahan flora dan fauna terutama mamalia, burung, dan hutan mangrove serta telah masuk daftar daerah IBA (Important Bird Area). Daerah IBA merupakan daerah penting bagi burung terutama burung air dan migran. Wonorejo memiliki luas wilayah sekitar 50 ha dimana wilayah tersebut telah disinggahi oleh lebih dari 10.000 burung air tiap tahunnya (Desmawati, 2009). Sehingga tempat ini sering dijadikan sebagai tempat favorit untuk lomba pengamatan burung, monitoring burung air, dan monitoring burung pantai (Peksa, 2007). Menurut Widhi (2008) Jenis burung yang telah teridentifikasi di Kawasan Wonorejo selama tahun 2007-2008 meliputi 140 jenis burung termasuk burung air, migrant maupun burung lain dan 31 diantaranya memiliki status dilindungi oleh Perundang - undangan Indonesia. Oleh karena itu maka dilakukan penelitian tentang Studi Keanekaragaman Burung Pantai Pada Pagi dan Sore Hari di Kawasan hutan mangrove Wonorejo-Surabaya.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana perbandingan keanekaragaman burung pantai pada pagi dan sore hari di kawasan hutan mangrove Wonorejo-Surabaya ? 2. Bagaimana perbandingan kelimpahan masing-masing spesies burung pantai pada pagi dan sore hari di kawasan hutan mangrove Wonorejo-Surabaya ?

C. Tujuan Penelitian Penelitian dilakukan bertujuan untuk: 1. Mengetahui perbandingan keanekaragaman burung pantai pada pagi dan sore hari di kawasan hutan mangrove Wonorejo-Surabaya. 2. Mengetahui perbandingan kelimpahan masing-masing spesies burung pantai pada pagi dan sore hari di kawasan hutan mangrove Wonorejo-Surabaya.

Hendra, A. 2009. Kondisi Mangrove Pantai Timur Surabaya dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Hidup. Vol. 1 (edisi khusus). Jurnal Biodiversitas. Mastra, R. 1999. Penggunaan Citra Untuk Memantau Perubahan dan Kerusakan Kawasan Panta., URL:http://sim.nilim.go.jp diakses pada tanggal 28 maret 2013. Husein, 2005. Melirik Kembali Mangrove. URL:http://www.duamata.blog.spot diakses pada tanggal 28 maret 2013. Petra. 2010. Mangrove chapter 4. Digital collections Desmawati. 2009. Studi Distribusi Jenis Burung Dilindungi Perundang-undangan Indonesia Di Kawasan Wonorejo-Surabaya. ITS. Peksa. 2007. Monitoring Burung Pantai :AWC 2007. Birdlife International. www.birdlife.org. diakses pada tangal 30 maret 2013. Widhi, Djatmiko. 2008. Burung burungdi Kawasan Wonorejo. Kutilang Press .Yogjakarta