Anda di halaman 1dari 50

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

DINAS PENDAPATAN

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

(LPPD)
TAHUN 2012

KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala Puji dan Kebesaran hanya milik ALLAH SWT, yang atas Irodah dan Inayah-NYA sehingga Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012 dapat diselesaikan. Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Dinas Pendapatan pada dasarnya mengetengahkan gambaran kinerja Dinas Pendapatan secara utuh sepanjang tahun 2012 yang berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat. Semoga Laporan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kinerja Dinas Pendapatan dalam mewujudkan Tercapainya

Peningkatan Pendapatan Daerah secara optimal setiap tahunnya sesuai dengan potensi yang ada. Ibarat tiada gading yang tak retak demikian pula
laporan ini, untuk itulah semua kritik, saran dan masukan yang sifatnya konstruktif sangat diharapkan dari berbagai pihak, guna penyempurnaan di masa mendatang. Banyuwangi, Pebruari 2013

KEPALA DINAS PENDAPATAN KABUPATEN BANYUWANGI

Drs. SUYANTO WASPO TONDO W,MSi Pembina NIP. 19700421 198903 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................ DAFTAR ISI .............................. BAB I PENDAHULUAN .............................. 1.1 1.2 1.3 BAB II Kedudukan Dispenda..................... Struktur Organisasi dan Tupoksi Dispenda...... Sumber daya ........................................................................ i ii I-1 I1 I1 I 10 II 17 II 17 II 20 II 21 III - 29 IV 42 V - 43 VI - 44

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA Dispenda) .................................... 2.1 2.2 2.3 Visi dan Misi .......................................................................... Tujuan dan Sasaran ............................................................... Strategi Dispenda ...................................................................

BAB III BAB IV BAB V BAB VI

URUSAN DESENTRALISASI ............................................................. TUGAS PEMBANTUAN ..................................................................... TUGAS UMUM PEMERINTAHAN ....................................................... PENUTUP .......................................................................................

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Anggaran Belanja, Realisasi dan Pelaksanaan Urusan Wajib Dispenda Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Kedudukan Dinas Pendapatan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 140 Lingkungan Mojoroto Kecamatan Mojopanggung Kabupaten Banyuwangi. Bangunan berlantai dua yang terletak di Kantor Dinas Pendapatan ini dilengkapi fasilitas listrik dari PLN, Telepone/Faxmile dan air bersih (sumur bor).

1.2.

Struktur Organisasi dan Tupoksi Dinas Pendapatan 7 Struktur Organisasi, Dinas Pendapatan adalah memakai pola

maksimal, yakni terdiri dari 18 (delapan belas) jabatan struktural, yakni 1 (satu) eselon II, 5 (lima) eselon III dan 12 (sebelas) eselon IV. Disamping jabatan struktural terdapat juga jabatan fungsional, namun sampai saat ini jabatan fungsional tersebut masih belum pernah diisi. Lima jabatan struktual eselon III itu terdiri dari Sekretariat yang dipimpin seorang Sekretaris dan 4 Bidang yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Bidang, yakni Bidang Pendataan dan Penetapan Pendapatan, Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan, Bidang PBB dan BPHTB dan Bidang Pengelolaan Pasar. Untuk sekretariat jabatan sekretaris sampai saat ini belum terisi. Sekretariat terdiri dari 3 Sub Bagian, yaitu Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan serta Sub Bagian Penyusunan Program. Sedangkan untuk Bidang terdiri dari masingmasing 2 Seksi, kecuali Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan terdiri dari 3 Seksi. Berikut disajikan Struktur Organisasi Dinas Pendapatan sesuai Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2011.

Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi sebagai berikut :

Bagan Struktur Organisasi


KEPALA DINAS Drs. SUYANTO WASPO TONDO W. M.Si IV/a Nip. 19700421 198903 1 001
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIS

KASUBAG ADMINISTRASI UMUM DAN KEPEGAWAIAN Dra. ERNAWATI PUJI H III/d Nip. 19680417 199203 2 005

KASUBAG KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN LILIK MURTOSIYAH. S.AP III/d Nip. 19591030 198003 2 002

KASUBAG PENYUSUNAN PROGRAM

HADI SANTOSO,SE/III/b

Nip. 19660605 199602 1 00

KABID PENDATAAN DAN PENETAPAN EDI SISWANTO, SE, M.Si IV/a Nip. 19610321 198203 1 003

KABID PENAGIHAN, PENGENDALIAN DAN PELAPORAN Dra. FRANCISKA SUDARMI, M.Si IV/a Nip. 19660425 199503 2 002

KABID PBB DAN BPHTB Drs. GANI FIANTO, M.Si IV/a Nip. 19631112 199203 1 006

KABID PENGELOLAAN PASAR SRI WIDIYANTO, SH III/d Nip. 19660912 198503 1 001

KASI PENDATAAN Drs. SISWOYO III/d Nip. 19591214 198503 1 012

KASI PENAGIHAN AGUS SETIO GUNAWAN, SP III/c Nip. 19650108 199312 1 001

KASI PBB SUTEDJO PURWODIREJO, S.Soa, MAP III/c Nip. 19670920 199103 1 006

KASI RETRIBUSI DAN PERIZINAN PRIYONO, SH.MM III/c Nip.19680421 198903 1 013

KASI PENETAPAN ARMI ASTUTI, SH III/d Nip. 19680317 199403 2 011

KASI PENGENDALIAN OPERASIONAL TRI KUSUMA JAYA, S.STP/III/b Nip. 19840229 200212 1 003

KASI BPHTB SUMARYONO, SAP III/c Nip. 19601120 198602 1 003

KASI PEMELIHARAAN, KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN ACHMAD PRIJANTO, S.Sos III/c Nip. 19590824 198602 1 003

KASI PELAPORAN Dra. RR SOEPRAPTI III/c Nip. 19590310 198603 2 010

Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Pendapatan dan Pengelolaan Pasar. Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pendapatan dan Pengelolaan Pasar Daerah ; b. Pengoordinasian penyusunan tugas di bidang Pendapatan dan Pengelolaan Pasar Daerah ; c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Pendapatan dan Pengelolaan Pasar Daerah : d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Adapun susunan organisasi Dinas Pendapatan adalah sebagai berikut : a. Kepala Dinas, dengan uraian tugas : a. Memimpin segala usaha dan kegiatan perencanaan pelaksanaan tugas pokok dinas; b. Merumuskan kebijakan, penyusunan/perencanaan teknis, pemberian bimbingan/penyuluhan di bidang pendapatan dan pengelolaan pasar; c. Melaksanakan pendaftaran, pendataan wajib dan objek pajak daerah dan retribusi daerah; d. Melaksanakan penghitungan penetapan besarnya pajak daerah dan retribusi daerah; e. Melaksanakan pendataan obyek dan subyek PBB serta penyampaian dan menerima kembali Surat Pemberitahuan Obyek Pajak (SPOP) Wajib Pajak; f. Menyampaikan SPPT, SKP, SPT dan sarana administrasi PBB lainnya kepada wajib pajak serta melakukan penyampaian DHPP PBB kepada petugas pemungut Pajak Bumi dan Bangunan; g. Melaksanakan penagihan pajak bumi dan bangunan, pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan asli daerah lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku; 3

h. Melaksanakan pembukuan dan pelaporan atas pemungutan dan penyetoran Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Asli Daerah lainnya; i. Menyusun perencanaan dan pengendalian operasional serta pengawasan di bidang pendataan, penetapan, penagihan pajak daerah dan retribusi daerah serta pendapatan asli daerah lainnya; j. Memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar sasaran dapat dicapai sesuai dengan program kerja dan ketentuan yang berlaku; k. Menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. m. Menyampaikan laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. b. Sekretaris; Sekretaris mempunyai tugas pokok menyusun rencana kegiatan tahunan dan pengendalian serta pengelolaan keuangan dan urusan umum. tugas : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Menyusun rencana sekretaris berdasarkan rencana kerja Dinas ; Menyelenggarakan Menyelenggarakan administrasi hubungan umum di untuk bidang mendukung administrasi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas ; kerja dengan satuan kerja perangkat daerah terkait ; Mengoordinasikan kegiatan di lingkungan Dinas ; Mengoordinasikan bawahan agar terjalin kerja sama yang baik dan saling mendukung ; Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier ; Melaksanakan tugas kedinasan yang di berikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya ; Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan. Selain tugas pokok tersebut, Sekretaris juga mempunyai

Sedangkan untuk melaksanakan tugas-tugas dimaksud diatas, Sekretaris Dinas mempunyai fungsi : 1. 2. 3. 4. Penyelenggaraan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas ; Penyelenggaraan hubungan kerja dibidang administrasi dengan satuan kerja perangkat daerah terkait ; Pengoordinasikan kegiatan di lingkungan Dinas ; Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya. c. Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Pendapatan Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Pendapatan mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan pendataan wajib pajak daerah kecuali PBB dan BPHTB retribusi daerah, melaksanakan penghitungan dan penetapan jumlah pajak daerah dan retribusi daerah yang terhutang. Selain tugas diatas, Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Pendapatan juga mempunyai tugas : 1. Menyusun rencana Bidang Pendataan dan Penetapan Pendapatan sesuai dengan rencana kerja Dinas ; 2. Mengolah data subyek dan obyek pajak kecuali PBB dan BPHTB dan retribusi daerah melalui Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) serta pemeriksaan lokasi / lapangan atas tembusan surat dinas dari Instansi lainnya ; 3. Menyusun daftar Induk wajib Pajak Daerah kecuali PBB dan BPHTB dan wajib Retribusi Daerah, menyimpan surat perpajakan dan retribusi daerah yang berkaitan dengan pendataan ; 4. Melaksanakan penghitungan dan penetapan jumlah pajak daerah dan retribusi daerah kecuali PBB dan BPHTB ; 5. Menyiapkan naskah Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ; 6. Mengoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung ; 7. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier ; 8. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya ; 5

9. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Bidang Pendataan dan Penetapan Pendapatan mempunyai fungsi : 1. Pengolahan data subyek dan obyek pajak kecuali PBB dan BPHTB dan retribusi daerah melalui Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) serta pemeriksaan lokasi / lapangan atas tembusan surat dinas dari Instansi lainnya ; 2. Penyusunan daftar Induk wajib Pajak Daerah kecuali PBB dan BPHTB dan wajib Retribusi Daerah, menyimpan surat perpajakan dan retribusi daerah yang berkaitan dengan pendataan ; 3. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. d. Kepala Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan Kepala Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan

mempunyai tugas pokok melaksanakan penagihan pajak daerah dan retribusi daerah kecuali PBB dan BPHTB yang telah melampaui batas waktu jatuh tempo, melayani keberatan dan permohonan banding serta mengumpulkan dan mengolah data sumber-sumber penerimaan daerah lainnya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Selain tugas pokok diatas, Kepala Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan juga mempunyai tugas: 1. Menyusun rencana Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan sesuai dengan rencana kerja Dinas ; 2. Melaksanakan penagihan pajak daerah dan retribusi daerah kecuali PBB dan BPHTB serta memberikan pelayanan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ; 3. Menyiapkan laporan realisasi penerimaan dan tunggakan pemungutan/ pembayaran/ penyetoran pajak daerah dan retribusi daerah kecuali PBB dan BPHTB dan realisasi penerimaan/ pengeluaran ; 4. Menyiapkan naskah Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ;

5. Mengoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung ; 6. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier ; 7. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya ; 8. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan. Untuk melaksakan tugas pokok dimaksud, Penagihan dan Pelaporan Pendapatan mempunyai fungsi : Bidang

1. Pelaksanaan penagihan pajak daerah diluar PBB dab BPHTB serta memberikan pelayanan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ; 2. Penyiapan laporan realisasi penerimaan dan tunggakan pemungutan/pembayaran/penyetoran pajak daerah di luar PBB dan BPHTB, retribusi daerah, realisasi penerimaan/pengeluaran dan sisa persediaan benda berharga secara berkala ; 3. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya. e. Kepala Bidang PBB dan BPHTB Kepala Bidang PBB dan BPHTB mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan Pendataan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), melaksanakan penghitungan, penetapan dan penagihan jumlah pajak yang telah melampaui batas waktu jatuh tempo, melayani keberatan dan permohonan banding serta pelaporan; Selain tugas pokok diatas, Kepala Bidang PBB dan BPHTB juga mempunyai tugas : 1. Menyusun rencana Bidang PBB dan BPHTB rencana kerja Dinas ; sesuai dengan

2. Mengolah data subyek dan obyek pajak dan retribusi daerah melalui Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) serta pemeriksaan lokasi / lapangan atas tembusan surat dinas dari Instansi lainnya ; 3. Menyusun daftar Induk wajib PBB dan BPHTB dan wajib, menyimpan surat perpajakan ;

4. Melaksanakan penghitungan dan penetapan jumlah PBB dan BPHTB yang terhutang serta menghitung besarnya angsuran atas permohonan wajib pajak ; 5. Melaksanakan penagihan PBB dan BPHTB serta memberikan pelayanan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ; 6. Menyediakan konsep perencanaan pendapatan daerah yang bersumber dari PBB dan BPHTB ; 7. Menyediakan bahan informasi penerimaan PBB dan BPHTB sebagai bahan penyusunan laporan realisasi penerimaan ; 8. Menyiapkan naskah Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ; 9. Mengoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung ; 10. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier ; 11. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya ; 12. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan. Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, Bidang PBB dan BPHTB mempunyai fungsi : 1. Pengolahan data subyek dan obyek PBB dan BPHTB melalui Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) serta pemeriksaan lokasi / lapangan atas tembusan surat dinas dari Instansi lainnya ; 2. Penyusunan menyimpan pendataan ; daftar Induk Wajib Pajak PBB dan BPHTB, surat perpajakan yang berkaitan dengan

3. Pelaksanaan penghitungan dan penetapan jumlah pajak yang terhutang serta menghitung besarnya angsuran atas permohonan wajib pajak ; 4. Penyusunan laporan realisasi penerimaan dan tunggakan pemungutan/pembayaran/penyetoran PBB dan BPHTB ; 5. Pelaksanaan penagihan PBB dan BPHTB serta memberikan pelayanan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ; 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

f. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Kepala Bidang Pengelolaan Pasar mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan program pengelolaan pasar. Selain mempunyai tugas pokok tersebut diatas, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar juga mempunyai tugas: 1. Menyusun rencana Bidang Pengelolaan Pasar rencana keja Dinas ; sesuai dengan

2. Melaksanakan pengaturan penempatan pedagang dalam pasar ; 3. Melaksanakan proses perizinan penempatan/sewa menyewa atas bangunan dalam pasar ; 4. Melaksanakan pemungutan retribusi atas jasa tempat sewa dan jasa-jasa lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku ; 5. Melaksanakan pembukuan atas hasil retribusi serta pendapatan lainnya ; 6. Melaksanakan pemeliharaan bangunan, kebersihan, ketertiban dan keamanan pasar ; 7. Mengoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung ; 8. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier ; 9. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya ; 10. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan. Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, Bidang

Pengelolaan Pasar mempunyai fungsi : 1. Perumusan kebijakan dan penyusunan rencana teknis pengelolaan pasar termasuk didalamnya peningkatan sarana dan prasarana ; 2. Pelayanan masyarakat menyangkut penyediaan tempat yang sehat dan memenuhi syarat untuk berjualan dan berbelanja bagi masyarakat ; 3. Pelaksanaan proses perizinan penempatan/sewa menyewa atas bangunan pasar ; 9

4. Pelaksanaan pemungutan retribusi atas jasa tempat sewa dan jasa-jasa lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku ; 5. Pelaksanaan pemeliharaan, kebersihan dan keamanan pasar ; 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya. g. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Kelompok Jabatan Fungsional dimaksud pada ayat (1) pasal ini, dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Dinas. Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis jenjang Jabatan Fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tenaga fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. 1.3. Sumberdaya Tahun 2011-2015 adalah merupakan tahun penuh tantangan dan sekaligus peluang, hal ini seiring dengan lahirnya Undang-undang No. 28 Tahun 2009 sebagai pengganti Undang-undang No. 18 Tahun 1997 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Di Kabupaten Banyuwangi ada 11 jenis pajak daerah dan 26 jenis retribusi. Dengan adanya pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah tersebut tentunya harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana, sumberdaya manusia serta perangkat lunak dan kerasnya. Itulah sebabnya beban tugas-tugas dinas akan semakin berat. Namun dipihak lain juga akan dapat meningkatkan pendapatan daerah. Dalam 10

menjalankan tugas dan fungsi organisasi, Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi memiliki sumberdaya, antara lain : a. Sumberdaya Manusia Secara keseluruhan jumlah pegawai Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi adalah 137 orang, termasuk pegawai yang ditugaskan di pasar-pasar. Dilihat dari jumlah pegawainya, dinas ini memang kelihatan sangat besar. Hal ini dikarenakan sebagian besar, yakni 80 orang ditugaskan di pasar-pasar sebagai UPTD, tenaga administrasi, juru pungut dan kebersihan. Di Banyuwangi terdapat sekitar 20 Pasar Daerah (dengan 3 Pasar tambahan) dibawah pengendalian Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi tersebar di Kecamatan-kecamatan. Kecamatan-kecamatan, Dinas Pendapatan Karena maka Kabupaten keberadaannya pengendaliannya Banyuwangi tersebar di memerlukan berdasarkan

perhatian yang cukup intensif. Berikut disajikan potensi pegawai Pangkat/Golongan Ruang dan Tingkat Pendidikan (Tabel 1.3.1).

11

Tabel 1.3.1 :

Potensi Pegawai Berdasarkan Pangkat/Golongan Ruang I 2 2 1 10 6 17 13 41 II 3 1 1 Eselon III 4 4 4 1 IV 5 5 5 2 V 6 Staf 7 1 3 17 7 Jumlah 8 5 5 7 8 19 7 40 6 17 13 41 77 2 1 10 12

Golongan / Ruang 1 Golongan IV/e Golongan IV/d Golongan IV/c Golongan IV/b Golongan IV/a Jumlah Golongan IV Golongan III/d Golongan III/c Golongan III/b Golongan III/a Jumlah Golongan III Golongan II/d Golongan II/c Golongan II/b Golongan II/a Jumlah Golongan II Golongan I/d Golongan I/c Golongan I/b

Golongan I/a Jumlah Golongan I Jumlah 2 2 15 137

Menurut Struktur Organisasi, Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi terdiri dari 18 (delapan belas) jabatan struktural, yakni 1 (satu) eselon II, 5 (lima) eselon III dan 12 (dua belas) eselon IV. Dari 5 (lima) jabatan eselon III dan 12 (dua belas) eselon IV yang ada diharapkan akan mampu mengemban tugas dan fungsi yang berat ini dengan baik karena rata-rata sudah mempunyai

kemampuan dan kecakapan yang cukup. Hanya saja perlu adanya penambahan jumlah staf karena jumlah staf yang ada masih dipandang belum mencukupi, baik untuk dalam dinas sendiri maupun untuk kebutuhan pengelolaan pasar daerah. Jumlah pegawai berdasarkan latar belakang pendidikan, sebagian besar berlatar belakang pendidikan S2 sebanyak 6 orang, S1 sebanyak 22 orang, D-II sebanyak 2 orang, pendidikan SLTA (SMA), yakni sekitar 76 orang. Kemudian disusul pegawai dengan pendidikan SLTP sebanyak 16 orang dan SD sebanyak 15 orang. Komposisi tersebut masih belum memadai. Kedepan diharapkan

jumlah pegawai berpendidikan S-1 dan D-3 perlu ditambah agar kinerja organisasi bisa lebih baik lagi.

b. Sarana, Prasarana dan Asset Daerah Ditinjau dari potensi sarana dan prasarana pendukung yang ada pada Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi juga masih perlu adanya pengembangan, terutama gedung kantor beserta sarana 13

pendukung lainnya, seperti perangkat keras dan lunak. Hal ini mengingat akan diserahkannya pemungutan beberapa jenis pajak daerah, baik oleh pemerintah pusat maupun provinsi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, antara lain seperti PBB, BPHTB dan Pajak Air Tanah. Dinas Pendapatan mengelola beberapa asset daerah yang menghasilkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah, seperi : 1. Pasar Banyuwangi; 2. Pasar Blambangan; 3. Pasar Wongsorejo; 4. Pasar Rogojampi; 5. Pasar Srono; 6. Pasar Muncar; 7. Pasar Jajag; 8. Pasar Genteng I; 9. Pasar Genteng II; 10. Pasar Kalibaru; 11. Pasar Glenmore; 12. Pasar Benculuk: 13. Pasar Kebondalem; 14. Pasar Gendoh; 15. Pasar Sobo; 16. Pasar Mojopanggung; 17. Pasar Segi Tiga Berlian; 18. Pasar Pujasera; 19. Pasar Gambiran; 20. Pasar Jatirejo; 21. Pasar Dam Buntung; 22. Pasar Sambirejo; 23. Pasar Songgon; 24. Gedung Wanita Paramitha Kencana; 25. Gedung Seni dan Budaya Taman Blambangan (Gesibu); 14

26. Stadion Diponegoro. c. Sumberdaya Anggaran Anggaran untuk Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi pada Tahun Anggaran 2012, yaitu : a. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus yang menjadi tanggungjawab Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi pada Tahun 2012 adalah Rp. 40.677.484.404.00 realisasi yang dicapai sebesar Rp. 43.598.687,256,00 atau dicapai sebesar 107,18% dari target. Target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Tabel 1.3.2. Target dan Realisasi PAD Tahun 2012
Uraian Target (Rp.) Realisasi (Rp.) Lebih/(kurang) (Rp.) Capaian (%)

Pajak Daerah Retribusi Daerah

37.242.520.504,00 40.769.833.221,00 3.527.312.717,00 3.422.310.200,00 2.237.799.500,00 1.184.510.700,00 12.653.700,00 2.814.064.775,00 (608.245.425,00) 2.266.188.500,00 28.389.000,00

109,47 82,23 101,27 46,25 116,88

- Retribusi - Retribusi

Jasa Umum Jasa Usaha

547.876.275,00 (636.634.425,00) 14.789.260,00 2.135.560,00

Lain-lain PAD yang Sah

Jumlah 40.677.484.404,00 43.598.687.256,00 2.921.202.852,00

107,18

Dengan memperhatikan tabel di atas dapat dilihat bahwa tahun 2012 Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyuwangi memberikan kontribusi yang cukup besar dengan capaian 114,10% dari target yang telah ditetapkan. 15

b. Sedangkan untuk belanja dari anggaran Rp. 20.428.448.540,00 terealisasi sebesar Rp. 16.663.054.525,- atau 81,57%. Untuk belanja tidak langsung, dari anggaran dana yang ada, terealisasi sebesar 76,00%, sedangkan untuk belanja langsung dari anggaran dana yang ada, direalisasikan sebesar 89,95%. Target dan realisasi belanja tidak langsung dan belanja langsung untuk Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi pada Tahun Anggaran 2012, dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1.3.3. Target dan Realisasi Belanja Tahun 2012
Uraian Belanja tidak langsung Belanja Pegawai Belanja Langsung Target (Rp.) Realisasi (Rp.) Lebih/(kurang) (Rp.) Capaian (%)

12.274.537.040,00 12.274.537.040,00 8.153.911.500,00 596.584.000,00 4.487.653.335,00

9.328.893.928,00 (2.945.643.112,00) 9.328.893.928,00 (2.945.643.112,00) 7.334.160.597,00 419.548.000,00 3.992.427.192,00 (819.750.903,00) (177.036.000,00) (495.226.143,00)

76,01 76,01 89,95 70,29 88.96

- Belanja Pegawai - Belanja


Barang dan Jasa - Belanja Modal JUMLAH

3.069.674.165,00

2.922.185.405,00

(147.488.760,00)

95,20 81,57

20.428.448.540,00 16.663.054.525,00 (3.765.394.015,00)

Dengan memperhatikan tabel di atas dapat dipastikan bahwa, apabila dilihat angka absolut untuk dana yang digunakan tahun 2012 terdapat penurunan anggaran, sehingga dapat disimpulkan bahwa anggaran yang digunakan Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi untuk tahun 2012 ini disebut efektif dan efisien.

16

BAB II RENCANA STRATEGIS (RENSTRA DISPENDA)

2.1. Visi dan Misi Dispenda Kabupaten Banyuwangi Setiap satuan kerja perangkat daerah wajib menyusun rencana strategis yang disebut dengan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD). Renstra SKPD adalah suatu dokumen yang memuat visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan SKPD dalam kurun waktu lima tahunan. Renstra SKPD dipakai sebagai pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan suatu program dan kegiatan selama lima tahun yang pelaksanaannya dijabarkan dalam Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJASKPD) pada setiap tahunnya. Renstra SKPD merupakan penjabaran dari RPJMD Kabupaten yang memuat visi dan misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih saat melakukan kampanye. Masing-masing SKPD harus mampu menjabarkan dan mengimplementasikan apa yang menjadi tujuan serta sasaran RPJMD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Adapun Tugas pokok dari dinas ini adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah. Fungsi Dinas Pendapatan menangani 2(dua) fungsi sekaligus, yakni fungsi kedispendaan, dan fungsi pengelolaan pasar. Renstra SKPD ini disusun oleh Tim Penyusun Renstra SKPD melalui Surat Keputusan Bupati. Penyusunan Renstra SKPD diawali dengan pelaksanaan orientasi kepada Tim Penyusun dalam rangka penyamaan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap berbagai peraturan perundang-undangan berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Lalu kemudian menyusun agenda kegiatan Tim, pengumpulan data dan informasi, pengolahan data dan informasi secara simultan dengan perumusan Rancangan Renstra. Sebelum ditetapkan, Renstra SKPD terlebih dahulu diverifikasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk memastikan bahwa Ranstra SKPD sudah 17

bersinergi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta dokumen-dokumen perencanaan pembangunan lainnya seperti RPJMD Provinsi, RPJM K/L, RPJMN dan RPJP. Landasan 1. 2. 3. penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja

Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Tahun 2011-2015 adalah : Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang; 4. 5. 6. 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah; Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;

18

10. Peraturan Presiden RI. Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI. Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI. Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri RI. Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI. Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 13. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014. Penyusunan Banyuwangi Tahun Renstra-SKPD 2011-2015 Dinas Pendapatan sebagai Kabupaten dokumentasi

dimaksudkan

perencanaan program pembangunan yang dilaksanakan SKPD untuk kurun waktu lima tahunan sekaligus menjadi penunjuk arah perjalanan SKPD dalam melaksanakan strategi dan kebijakan melalui program dan kegiatan guna mewujudkan tujuan dan sasaran organisasi. Adapun tujuan disusunnya dokumen Renstra-SKPD Dinas

Pendapatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ini adalah : 1. Sebagai pedoman untuk memberikan arah terhadap kebijakan keuangan SKPD, strategi dan kebijakan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi dalam mewujudkan tercapainya kinerja tujuan dan sasaran SKPD; 2. Sebagai pedoman SKPD dalam menyusun program kegiatan untuk kurun waktu 2011-2015;

19

3. Sebagai pedoman SKPD dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) setiap tahunnya; 4. Sebagai dokumen formal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga adanya kepastian pijakan, karena merupakan komitmen Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi dengan segenap

jajarannya dalam melaksanakan program kegiatan lima tahun kedepan; Sebagai instrumen untuk melakukan evaluasi capaian kinerja organisasi, baik evaluasi setiap akhir tahun anggaran maupun lima tahunan (akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2015 dimaksudkan untuk memberikan arah terhadap kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program satuan kerja perangkat daerah dan program kewilayahan disertai dengan rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka anggaran yang bersifat indikatif selama 5 (lima) tahun. Adapun Visi Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi adalah PAD Sumber Utama APBD ( Pendapatan Asli Daerah menjadi Sumber Utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ) Adapun Misi Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi dirumuskan dengan mengacu pada visi dan tupoksi yang diemban, yaitu sebagai berikut : 1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas; 2. Mewujudkan masyarakat sadar pajak dan retribusi; 3. Melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah; 2.2. Tujuan dan Sasaran Tujuan yang hendak dicapai oleh Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi adalah: Tercapainya peningkatan pendapatan daerah secara optimal setiap tahunnya sesuai dengan potensi yang ada.

20

Tujuan Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi merupakan implementasi dari penyataan misi yang telah ditentukan sehingga dapat menggambarkan arah strategi yang akan diciptakan dan meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan misi. Sasaran yang harus dicapai oleh Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi adalah: Meningkatnya pendapatan daerah yang dicerminkan dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 10%. Dalam meningkatkan PAD, Dinas Pendapatan Daerah melakukan tindakantindakan yang dapat memberikan kontribusi pemasukan dan penerimaan untuk daerah sesuai target yang ditentukan. Untuk mencapai tujuan, sasaran dirumuskan dengan memberikan fokus pada penyusunan kebijakan, program dan kegiatan yang telah diukur dalam pencapaiannya. 2.3. Strategi Dinas Pendapatan Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan diatas diperlukan strategi yang memuat cara cara yang di rancang secara konseptual, analitis, realistis, rasional dan komprehensif yang nantinya diwujudkan dalam kebijakan Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi. Agar strategi yang dirumuskan benar-banar sesuai dengan sistuasi, kondisi, potensi dan permasalahan yang ada secara obyektif, maka sangat penting dilakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan

Threats).

Dalam analisis SWOT terdapat dua lingkungan strategis yang

harus diperhitungkan, yakni lingkungan Strategis Internal dan lingkungan Strategis Eksternal.

21

a. Lingkungan Internal Kekuatan (Strengths) 1. Potensi SDM Aparatur Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi yang Mumpuni (cukup kompeten). Potensi aparatur Dinas Pendapatan cukup berkualitas dalam melaksanakan perencanaan pendapatan tugas dan pokok dan fungsinya, pendapatan. dengan yakni perumusan dengan pelaksanaan Terkait

pendapatan, maka dinas ini dituntut menghimpun penerimaan sebesar-besarnya tidak membebani/ memberatkan masyarakat. Sebagai tempat menghimpun dan

sekaligus melayani pembayar pajak dan retribusi menuntut adanya aparatur yang mumpuni, bekerja keras, semangat dan jujur. Petugas yang ada sekarang ini sudah cukup memadai dalam hal kompetensinya karena memang rata-rata dari mereka sudah lama bekerja di dinas ini. lagi. 2. Tugas Pokok dan Fungsi yang jelas; Adanya job discription yang jelas sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Bupati Banyuwangi No. 56 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas Fungsi dan Tata Kerja pokok dan fungsinya. Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi memberikan kepastian dalam melaksanakan tugas Hanya saja jumlahnya masih perlu ditambah

3.

Dukungan Anggaran Operasional yang Memadai; Anggaran operasional yang memadai sangat mendukung dalam pelaksanaan tugas-tugas operasional, terutama anggaran untuk lembur dan perjalanan dinas. Hal ini karena volume pekerjaan yang cukup besar sehingga hampir setiap hari harus dilakukan lembur demikian halnya dengan perjalanan dinas, baik dalam maupun luar daerah.

22

4.

Areal Kantor yang Cukup Luas. Areal kantor yang cukup luas menjamin adanya peluang perluasan gedung/kantor. Hal ini dalam rangka persiapan pelaksanaan Ada tiga jenis ke pemerintah pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah yang diserahkan kewenangannya ke pemerintah kabupaten/ kota. pajak yang akan diserahkan pemungutannya

kabupaten/ kota, yakni Pajak Air Tanah, Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang akan diserahkan mulai tahun 2011 dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang akan diserahkan paling lambat tahun 2014. tambahan petugas dan gedung/kantor. Kelemahan (Weaknesses) 1. Lemahnya fungsi koordinasi antar dan inter instansi; Kata koordinasi sangat mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan. Lemahnya koordinasi, baik diintern satuan kerja maupun antar satuan kerja sering membuat terhambatnya pelaksanaan tugas-tugas kantor. 2. Lemahnya fungsi pengawasan melekat; Adanya beban dan volume kerja yang cukup tinggi menyebabkan pelaksanaan fungsi pengawasan melekat yang dilakukan pejabat struktural cenderung kurang maksimal. Akibat lemahnya pengawasan melekat ini tidak jarang staf melakukan tindakan yang melebihi kewenangannya. Kecenderungan adanya kolusi dengan pihak ketiga (wajib pajak dan retribusi) tanpa sepengetahuan atasannya akan dapat merugikan dinas dan pemerintah. 3. Kurang memadainya jumlah pegawai (kuantitas); Dari segi kuantitas (jumlah) pegawai, dinas ini masih kurang. Ada beberapa kualifikasi tenaga yang masih belum tersedia di dinas ini, antara lain Tenaga Juru Sita, Tenaga Penilai Asset (appraisal) dan 23 Tentunya akan dibutuhkan

kedepan juga dibutuhkan tenaga Penilai PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Tenaga PPNS juga masih sangat dibutuhkan dalam rangka efektifitas pemungutan pajak dan retribusi daerah. 4. Sarana dan prasarana kantor maupun fasilitas publik yang kurang memadai. Sarana dan prasarana masih belum memadai, baik yang menyangkut peralatan kantor, perlengkapan gedung/ kantor maupun gedung/ kantornya sendiri. Fasilitas publik seperti bangunan-bangunan pasar dan tempat-tempat lainnya (WC umum) masih kurang memadai dan terkesan kumuh dan kurang bersih. Kebersihan dan kenyamanan pasar sangat berpengaruh terhadap daya tarik pengunjung pasar sehingga tidak terlalu jauh berbeda dengan pasar-pasar modern. 5. Lemahnya penerapan sanksi bagi pelanggar pajak dan retribusi. Penerapan sanksi selama ini masih lemah, terutama terhadap pengambilan tindakan langsung di lapangan. Hal ini karena keterbatasan tenaga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). b. Lingkungan Eksternal Peluang (Opportunities) 1. Potensi Obyek serta Wajib Pajak dan Retribusi yang cukup tinggi; Masih banyak potensi obyek wajib pajak dan retribusi yang belum tergali. Hal ini Karena wilayah obyek yang cukup luas dan tersebar sampai ke pelosok desa. Apabila potensi ini bisa digali, maka peluang untuk meningkatkan penerimaan pendapatan dari pajak daerah dan retribusi daerah sangat besar. 2. Adanya Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 Lahirnya Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah berpeluang terhadap meningkatnya penerimaan pendapatan dari pajak dan retribusi. Hal ini karena Undang-undang tersebut memberikan tambahan kewenangan bagi

24

pemerintah kabupaten/kota untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah. Adapun tambahan wewenang tersebut adalah pemungutan Pajak Air Tanah, Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Sarang Burung Walet dan pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). 3. Dukungan politik yang kuat dari partai-partai besar terhadap terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati terpilih; Langsung ataupun tidak langsung, stabilitas politik yang ada di daerah akan ikut mempengaruhi kegiatan investasi di daerah. Kegiatan investasi di daerah sangat mempengaruhi aktifitas ekonomi daerah terutama aktifitas sektor riil. Aktifitas sektor riil akan berpengaruh terhadap penerimaan pajak dan retribusi di daerah. Tantangan/Ancaman (Threats) 1. Cakupan wilayah potensi yang cukup luas; Cakupan wilayah yang sangat luas dan terpencil (tersebar di 24 kecamatan dan 217 Desa/Kelurahan hingga ke pelosok) seringkali menjadi hambatan dalam menjaring obyek maupun wajib pajak dan retribusi, terutama pada even-even yang dilaksanakan masyarakat secara insidental. 2. Rendahnya kesadaran masyarakat Wajib Pajak dan Retribusi; Tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi yang masih rendah berpengaruh terhadap penerimaan pendapatan. Kekurangjujuran perhitungan masyarakat dalam juga menentukan berpengaruh besaran terhadap pengenaan pajaknya

penerimaan pendapatan pajak dan retribusi.

Dari

kedua

faktor

lingkungan

strategis

yang

menghasilkan

identifikasi beberapa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman tersebut diatas haruslah dilakukan kolaborasi analisis strategi. Ada empat strategi

25

utama yang bisa digunakan untuk menentukan strategi, yakni S O, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk mencapai atau meraih peluang. Strategi W O, yaitu strategi menekan kelemahan untuk mencapai atau meraih peluang, strategi S T, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghadapai tantangan atau ancaman. Dan strategi W T, yaitu strategi menekan kelemahan untuk menghadapi tantangan atau ancaman. Berikut disajikan analisnya seperti pada Bagan 2.2.1.

Bagan 2.2. 1 : Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran Dinas Pendapatan Lingkungan Internal Lingkungan Eksternal 1. Manfaatkan SDM aparatur dalam menggali potensi obyek dan wajib pajak dan retribusi; 2. Manfaatkan anggaran yang ada untuk menjangkau seluas-luasnya potensi pajak dan retribusi daerah; 3. Aktif menginisiasi penyusunan Rancangan Perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; 4. Menbangun tambahan gedung kantor sebagai antisipasi penyerahan wewenang pemungutan pajak dan retribusi. 1. Mengintensifkan koordinasi intern dan antar SKPD; 2. Mengintensifkan fungsi pengawasan melekat intern SKPD; 3. Melakukan pengadaan sarana dan prasarana kantor; 4. Mengusulkan tambahan pegawai yang berkualifikasi khusus; 5. Membenahi fasilitas pasar tradisional; 6. Meningkatkan penerapan sanksi terhadap pelanggar pajak dan retribusi.

Kekuatan (S)

Kelemahan (W)

Peluang (O)

26

1. Mengintensifkan pelaksanaan pengawasan di lapangan ; Ancaman (T) 2. Melakukan sosialisasi perpajakan kepada masyarakat;

1. Aktif mengirimkan pegawai untuk mengikuti pendidikan perpajakan dan pengelolaan keuangan; 2. Tambahan pengadaan sarana mobilitas untuk menjangkau luasnya wilayah potensi; 3. Meningkatkan penerapan sanksi terhadap pelanggaran pajak dan retribusi; 4. Manfaatkan petugas Polisi pamong Praja dan PPNS di wilayah (kecamatan) dalam pengawasan pajak dan retribusi di lapangan;

Sebagaimana terlihat pada Bagan di atas, terdapat empat kelompok strategi dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi berdasarkan analisis SWOT, sebagai berikut : 1. Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mencapai atau meraih peluang (S - O) : a. Manfaatkan SDM aparatur dalam menggali potensi obyek dan wajib pajak dan retribusi; b. Memanfaatkan anggaran yang ada untuk menjangkau seluas-luasnya potensi pajak dan retribusi daerah; c. Aktif menginisiasi penyusunan Rancangan Perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; d. Menbangun tambahan gedung kantor sebagai antisipasi penyerahan wewenang pemungutan pajak dan retribusi.

27

2. Strategi yang menekan kelemahan untuk mencapai atau meraih peluang (W - O) : a. Mengintensifkan koordinasi intern dan antar SKPD; b. Mengintensifkan Pendapatan; fungsi pengawasan melekat intern Dinas

c. Melakukan pengadaan sarana dan prasarana kantor; d. Mengusulkan tambahan pegawai yang berkualifikasi khusus; e. Membenahi fasilitas pasar tradisional; f. Meningkatkan penerapan sanksi terhadap pelanggar pajak dan retribusi. 3. Strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghadapi atau menaklukan ancaman.(S - T) : a. Mengintensifkan pelaksanaan pengawasan di lapangan ; b. Melakukan sosialisasi perpajakan kepada masyarakat. 4. Strategi yang menekan kelemahan untuk menghadapi atau menaklukan ancaman (W - T) : a. Aktif mengirimkan pegawai untuk mengikuti pendidikan perpajakan dan pengelolaan keuangan; b. Tambahan pengadaan sarana mobilitas untuk menjangkau luasnya wilayah potensi; c. Meningkatkan penerapan sanksi terhadap pelanggaran pajak dan retribusi; d. Manfaatkan petugas Polisi pamong Praja dan PPNS di wilayah (kecamatan) dalam pengawasan pajak dan retribusi di lapangan;

28

BAB III URUSAN DESENTRALISASI 3.1. Ringkasan Urusan Desentralisasi 3.1.1. 3.1.2. Rincian Anggaran belanja, realisasi dan pelaksanaan untuk masing-masing urusan wajib dalam tabel lampiran. Rincian Anggaran belanja, realisasi dan pelaksanaan untuk masing-masing urusan pilihan pada Dinas Pendapatan nihil, karena semua urusan yang ditangani adalah urusan wajib. 3.2. Prioritas urusan wajib yang dilaksanakan Prioritas urusan wajib yang dilaksanakan Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut : 3.2.1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Cukup 4.000.000,00 4.000.000,00 3.2.1.1. Pelayanan Jasa Surat Menyurat

Diusulkan (rutin)

3.2.1.2. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik NO 1. 2. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara URAIAN : : Sekretariat

29

3.

Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol

13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org.

4. 5. 6. 7. 8.

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi

: : : : :

Rp. Rp.

489.000.000,00 314,952,117,00

Diusulkan (rutin) Cukup -

3.2.1.3. Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Cukup 14.000.000,00 14.000.000,00

Diusulkan (rutin)

3.2.1.4. Penyediaan jasa perkantoran NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. Alokasi Anggaran : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. 340.400.000,00

30

5. 6. 7. 8.

Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi

: : : :

Rp. Cukup -

255.000.000,00

Diusulkan (rutin)

3.2.1.5. Penyediaan alat tulis kantor NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Cukup 445.500.000,00 345.276.250,00 URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. 105.000.000,00 103.775.600,00

Diusulkan (rutin) Cukup -

3.2.1.6. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan kantor

Diusulkan (rutin)

31

3.2.1.7. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. 40.000.000,00 39.865.100,00

Diusulkan (rutin) Cukup -

3.2.1.8. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Cukup 362.000.000,00 358.015.000,00

Diusulkan (rutin)

3.2.1.9. Penyediaan peralatan rumah tangga NO 1. Tingkat Capaian SPM URAIAN : -

32

2. 3.

Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol

: :

Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org.

4. 5. 6. 7. 8.

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi

: : : : :

Rp. Rp. Cukup -

40.000.000,00 39.907.100,00

Diusulkan (rutin)

3.2.1.10. Penyediaan makanan dan minuman NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. NO 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran : : Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat Pejabat eselon dan non eselon yang bertugas Rp. Rp. 960.000.000,00 936.450.000,00 URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Cukup 50.000.000,00 49.620.000,00

Diusulkan (rutin)

3.2.1.11. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah

33

6. 7. 8. 3.2.2.

Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi

: : :

Diusulkan (rutin) Cukup -

Program Peningkatan Sarana dan prasarana aparatur NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Diusulkan Cukup 70.000.000,00 67.500.000,00 URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Diusulkan Cukup 90.000.000,00 89.074.000,00

3.2.2.1. Pengadaan perlengkapan gedung kantor

3.2.2.2. Pengadaan Mebeleur

34

3.2.2.3. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. 320.000.000,00 317.762.000,00

Diusulkan Cukup -

3.2.2.4. Pembangunan Gedung Kantor NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org, Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Diusulkan Cukup 200.000.000,00 99.850.000,00

3.2.2.5. Pengadaan Perlengkapan Kantor NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi URAIAN : : : Sekretariat 13 Org, Go. III-7 Org,

35

Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : :

Gol. II-5 Org, Gol. I-1 Org. Rp. Rp. Diusulkan Cukup 57.100.000,00 56.675.000,00

3.2.2.6. Pemeliharaan rutin/berkala jaringan intranet NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Penagihan 8 Org, Gol. IV-1 Gol. III4 Org, Gol. II-3 Org. Rp. Rp. Diusulkan Cukup 50.000.000,00 46.655.000,00

3.2.2.7. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pelayanan Publik NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana : : : : URAIAN : : : Penagihan 8 Org, Gol. IV-1 Gol. III4 Org, Gol. II-3 Org. Rp. Rp. Diusulkan Cukup 35.000.000,00 34.658.800,00

36

8. 3.2.3.

Permasalahan & Solusi

Program peningkatan dan pengembangan system pelaporan capaian kinerja ikhtisar realisasi kinerja SKPD

3.2.3.1. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat, PBB dan BPHTB 21 Org, Gol. IV 1 Org, Gol. III-11 Org, Gol. II-8 Org dan Gol. I-1 Org Rp. Rp. Diusulkan Cukup 129.920.000,00 99.365.700,00

3.2.3.2. Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan : : : URAIAN : : : Penagihan, PBB dan BPHTB 16 Org, Gol. IV-2 Org, Gol. III-8 Org, Gol. II-6 Org Rp. Rp. 120.000.000,00 111.174.600,00

Diusulkan

37

7. 8. 3.2.4.

Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi Peningkatan dan

: :

Cukup Pengelolaan

Program

Pengembangan

Keuangan Daerah 3.2.4.1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan Daerah NO 1. Tingkat Capaian SPM URAIAN : PBB dan BPHTB, 2. Bidang Penyelenggara : Penagihan, Pendataan dan Penetapan, Pengelolaan Pasar 3. Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. 3.3. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : : 38 Org, Gol. IV-4 Org, Gol. III-16 Org, Gol. II17 Org, Gol. I-1 Org Rp. Rp. 809.500.000,00 721.793.630,00

Diusulkan Cukup -

Prioritas Urusan Pilihan yang Dilaksanakan Prioritas urusan pilihan yang dilaksanakan pada Dinas Pendapatan Kabupaten adalah sebagai berikut : 3.3.1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan NO 1. 2. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara URAIAN : : Pengelolaan Pasar 3.3.1.1. Penyusunan Kebijakan Manajemen Pengelolaan Sampah

38

3.

Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol

8 Org terdiri dari Gol. IV-1 Org, Gol. III-3 Org, Gol. II-4 Org

4. 5. 6. 7. 8. 3.3.2.

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi

: : : : :

Rp. Rp. Diusulkan Cukup

40.000.000,00 39.660.000,00

Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : Sekretariat 13 Org. Gol III- 7 Org, Gol II-5 Org dan Gol. I1 Org Rp. Rp. Diusulkan Cukup 50.000.000,00 49.284.000,00

3.3.2.1. Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH)/Taman

3.3.7.

Program Optimalisasi Pemanfaatan Tehnologi Informasi untuk Penertiban Sektor Pendapatan Daerah NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi URAIAN : : : Penagihan 8 orang. Gol IV-1 Org,

3.3.7.1. Sinkronisasi Sistem Pendapatan Daerah dan Sistem Perijinan

39

Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. 3.3.8 Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : :

Gol III- 4 Org, Gol II-3 Org Rp. Rp. Diusulkan Cukup 110.000.000,00 71.057.800,00

Program Pengalihan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)

3.3.8.1. Penunjang Pengalihan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : : URAIAN : : : PBB dan BPHTB 8 orang, Gol IV- 1 Org, Gol. III-4 Org, Gol. II-3 Org Rp. Rp. Cukup 3.182.491.500,00 3.032.913.500,00

Diusulkan

3.3.8.2. Sosialisasi Pengalihan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) NO 1. 2. 3. Tingkat Capaian SPM Bidang Penyelenggara Jumlah Pegawai/Kualifikasi URAIAN : : : PBB dan BPHTB 8 orang, Gol IV- 1 Org,

40

Pendidikan/Pangkat&Gol 4. 5. 6. 7. 8. Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Proses Perencanaan Kondisi Sarana&Prasarana Permasalahan & Solusi : : : : :

Gol. III-4 Org, Gol. II-3 Org Rp. Rp. Diusulkan Cukup 40.000.000,00 35.874.600,00

41

BAB IV TUGAS PEMBANTUAN

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi tidak mengelola dana Tugas Pembantuan.
7

42

BAB V TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

Rincian

tugas

umum

pemerintahan

yang

dilaksanakan

Dinas

Pendapatan Kabupaten Banyuwangi tidak ada.


7

43

BAB VI PENUTUP

Demikian informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Dinas Pendapatan Tahun Anggaran 2012 yang disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesi Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pada Dinas Pendapatan Kabupaten Banyuwangi pada hakekatnya adalah berkat rahmat serta karunia Allah SWT, tetapi sangat disadari bahwa dengan keterbatasan yang dalam pelaksanaanya belum optimal sebagaimana yang diharapkan. Namun demikian permasalahan yang dihadapi mampu diselesaikan sehingga tidak menjadi penghambat dalam melaksanakan program dan kegiatan yang ada. Permasalahan pada tahun 2012 dijadikan sebagai catatan untuk selanjutnya dapat dijadikan tolok ukur dalam peningkatan kinerja aparatur Dinas Pendapatan khususnya serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan pada tahun yang akan datang.

44

ANGGARAN BELANJA, REALISASI DAN PELAKSANA URUSAN WAJIB DINAS PENDAPATAN KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2012
No.
1

Program/Kegiatan/Sub Kegiatan
2

Belanja Tidak Langsung


3

Belanja Langsung Pegawai


4 596.584.000,00

Barang/Jasa
5 4.437.653.335,00

Modal
6 3.079.674.165,00

Total Belanja
7 8.153.911.500,00

Realisasi Belanja
8 7.334.159.197,00

%
9 89,95

Nama Pelaksana
10

2.719.518.904

1. 1.1. 1.1.1.

Urusan Lingkungan Hidup Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Penyusunan Kebijakan Manajemen Pengelolaan Persampahan Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH)/Taman Urusan Umum Pemerintahan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan jasa surat menyurat Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan jasa perkantoran Penyediaan alat tulis kantor Penyediaan barang cetakan pengandaan Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan peralatan rumah tangga Penyediaan makanan dan minuman Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur -

40.000.000,00

40.000.000,00

39.660.000,00

99,15 Bid. Pengelolaan Pasar

1.2. 1.2.1. 2. 2.1. 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. 2.1.4. 2.1.5. 2.1.6. 2.1.7.

50.000.000,00

50.000.000,00

49.284.000,00

98,57 Sekretariat

4.000.000,00 489.000.000,00 14.000.000,00 340.400.000,00 105.000.000,00 445.500.000,00 40.000.000,00 40.000.000,00 50.000.000,00 960.000.000,00

362.000.000,00 -

4.000.000,00 489.000.000,00 14.000.000,00 340.400.000,00 105.000.000,00 445.500.000,00 40.000.000,00

4.000.000,00 314.952.117,00 14.000.000,00 255.000.000,00 103.775.000,00 345.276.250,00 39.865.100,00

100,00 Sekretariat 64,41 Sekretariat 100,00 Sekretariat 74,91 Sekretariat 98,83 Sekretariat 77,50 Sekretariat 99,66 Sekretariat

2.334.500 7.570.277 20.000.000 10.000.000 74.366.200 39.940.000 20.000.000 46.921.000 20.000.000 19.170.000 640.060.000

2.1.8. 2.1.9. 2.1.10. 2.1.11. 2.2.

362.000.000,00 40.000.000,00 50.000.000,00 960.000.000,00

358.015.000,00 39.907.100,00 49.620.000,00 936.450.000,00

98,90 Sekretariat 99,77 Sekretariat 99,24 Sekretariat 97,55 Sekretariat

2.2.1. 2.2.2. 2.2.3. 2.2.4. 2.2.5. 2.2.6. 2.2.7.

Pengadaan perlengkapan gedung kantor Pengadaan mebeleur Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Pembangunan Gedung Kantor Pengadaan Perlengkapan Kantor Pemeliharaan rutin/berkala Jaringan Intranet Pengadaan Sarana dan Prasarana Pelayanan Publik

120.000.000,00 50.000.000,00 -

90.000.000,00 70.000.000,00 200.000.000,00 200.000.000,00 57.100.000,00 35.000.000,00

90.000.000,00 70.000.000,00 320.000.000,00 200.000.000,00 57.100.000,00 50.000.000,00 35.000.000,00

89.074.000,00 67.500.000,00 317.762.000,00 99.850.000,00 56.675.000,00 46.655.000,00 34.658.800,00

98,97 Sekretariat 96,43 Sekretariat 99,30 Sekretariat 49,93 Sekretariat 99,26 Sekretariat 93,31 Bid. Penagihan 99,03 Bid. Penagihan

17.885.000 64.975.000 16.281.800 -

2.3. 2.3.1.

Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan Penyusunan laporan capaian kinerja ikhtisar realisasi kinerja SKPD Penyusunan laporan capaian kinerja ikhtisar realisasi kinerja SKPD-Sub Bid. Sekretariat Penyusunan laporan capaian kinerja ikhtisar realisasi kinerja SKPD-Sub Bid PBB & BPHTB -

104.920.000,00

25.000.000,00

129.920.000,00

99.365.700,00

76,48 Sekretariat & Bid. PBB dan BPHTB

19.951.500

2.3.2.

Penyusunan pelaporan Keuangan Semesteran Penyusunan pelaporan Keuangan SemesteranSub Bidang Penagihan Penyusunan pelaporan Keuangan SemesteranSub Bidang PBB dan BPHTB

15.000.000,00

105.000.000,00

120.000.000,00

111.174.600,00

92,65 Bid Penagihan & PBB/BPHTB

2.4. 2.4.1

Program Peningkatan dan Pengembnagan Pengelolaan Keuangan Daerah Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Daerah -

317.070.000,00

324.253.335,00

168.176.665,00

809.500.000,00

721.793.630,00

89,17 Bid.PBB & BPHTB, Pengelolaan Pasar, Penetapan dan Pendataan, Penagihan

Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumbersumber Pendapatan Daerah Sub Bidang PBB & BPHTB Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumbersumber Pendapatan Daerah Sub Bidang Penagihan

61.662.000 85.286.600

Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumbersumber Pendapatan Daerah Sub Bidang Pengelolaan Pasar Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumbersumber Pendapatan Daerah Sub Bidang Penetapan dan Pendataan

62.670.400

83.557.650

35.099.800
2.5 2.5.1 Program Optimalisasi Pemanfaatan Tehnologi Informasi Sinkronisasi Sistem Pendapatan Daerah dan Sistem Perijinan untuk Penertiban Sektor Pendapatan Daerah -

10.000.000,00

100.000.000,00

110.000.000,00

71.057.800,00

64,60 Bid Penagihan

2.6. 2.6.1.

Program Pengalihan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) Penunjang Pengalihan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Sosialisasi Pengalihan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)

146.344.000,00

1.138.750.000,00

1.897.397.500,00

3.182.491.500,00

3.032.913.500,00

95,30 Bid PBB dan BPHTB

123.425.100

2.6.2.

3.250.000,00

36.750.000,00

40.000.000,00

35.874.600,00

89,69 Bid PBB dan BPHTB

118.371.450

70.546.695

Banyuwangi, 14 Pebruari 2013 KEPALA DINAS PENDAPATAN KABUPATEN BANYUWANGI

Drs. SUYANTO WASPO TONDO W, M.S.i Pembina NIP. 19700421 198903 1 001