Anda di halaman 1dari 9

1. Tujuan Percobaan: Memahami cara kerja alat Frank-Hertz. Mempelajari bahwa atom dapat menyerap energi.

gi. Mempelajari peristiwa tumbukan tidak elastik antara elektron dan atom.

2. Teori Dasar

James Frank dan Gustav Hertz pada tahun 1914, melakukan eksperimen yang bertujuan untuk membuktikan bahwa elektron di dalam sebuah atom dapat menyerap sejumlah energi ketika atom tersebut naik atau tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi. Saat elektron jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah akan memancarkan foton. Energi foton tersebut dapat dihitung dengan persamaan efek fotolistrik: E= hf = E2-E1 = E

Eksperimen Frank-Hertz

Pada percobaan ini Frank-Hertz menggunakan tabung hampa (tabung Frank-Hertz) yang biasanya diisi dengan gas neon, argon atau uap raksa (merkuri). Elektron-elektron yang dilepas dari filamen dipercepat, menembaki gas dan mengenai sebuah kisi (grid) yang mempunyai tegangan V volt lebih besar dari tegangan filamen. Kerja yang dilakukan pada

muatan ketika bergerak dari filamen ke kisi adalah W Joule, sehingga kerja yang dilakukan elektron dengan muatan e adalah eV Joule. Maka elektron akan sampai pada kisi mempunyai energi kinetik sebesar

U=

1 2 mv = eV = (elektron-volt) 2

dengan 1 elektron volt = 1.6 x 10-19 J. Apabila elektron-elektron bertumbukkan dengan atom-atom gas diantara filamen dan kisi, elektron-elektron tersebut akan melepaskan energi selama tumbukan dan tiba di kisi yang mempunyai energi yang lebih kecil dari elektron-volt. Untuk mengukur energi elektron maka beda potensial penghalang yang kecil () digunakan di antara kisi dan anoda pengumpul. Elektron-elektron yang tiba di kisi dengan energi yang lebih besar dari dapat melewati potensial penghalang dan menembus kawat-kawat kisi untuk dikumpulkan pada anoda. Elektron-elektron yang memiliki energi lebih kecil dari dikumpulkan pada kisi. Oleh karena itu, arus anoda berbanding lurus dengan jumlah elektron sampai di kisi dengan energi lebih besar dari .

Data Frank-Hertz untuk Merkuri

Data Frank-Hertz untuk gas neon

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai cara kerja dari alat Frank-Hertz ini dapat dilihat pada gambar rangkaian percobaan Frank-Hertz berikut ini :

Grafik hubungan V dengan IA

Saat arus IA diukur sebagai fungsi V, arus yang diamati naik dan turun pada intervalinterval tertentu secara teratur seperti pada gambar (b) di atas. Tidak ada arus yang dicatat sampai V = , di atas arus mulai bertambah besar karena elektron-elektron tiba pada kisi dengan energi yang lebih besar. Ketika V V1 elektron-elektron memperoleh energi yang cukup untuk melempar electron orbital dalam atom gas ke tingkat yang lebih tinggi. Elektronelektron penembak tidak memiliki energi sisa sehingga electron tidak dapat mencapai anoda. Sehingga arus anoda turun secara tajam saat V < V 1 tetapi tidak mencapai nol karena sebagian electron bergerak di antara atom-atom gas tanpa mengalami tumbukan. Pada kondisi V melebihi V1 elektron-elektron dapat mengalami tumbukan tidak elastic sebelum mencapai kisi dan kemudian memperoleh energi yang cukup setelah tumbukan untuk mencapai anoda. Arus terus bertambah sampai V = 2V 1 saat electron mengalami tumbukan di sepanjang tabung, memperoleh energi yang cukup untuk tumbukan tidak elastik pada kisi. Kemudian arus turun kembali dan naik lagi sampai V = 3V 1 dan seterusnya. Puncak-puncak diamati pada V = 4V1, 5V1, 6V1 dan seterusnya. potensial eksitasi adalah Energi yang diperlukan untuk menaikkan electron ke tingkat yang lebih tinggi untuk tingkat tertentu. Electron yang memiliki kecepatan yang tinggi dapat terlempar dari orbit electron ke luar dari atom. Energi yang diperlukan untuk melakukan ini disebut potensial ionisasi dan prosesnya disebut ionisasi maka terbentuklah ion positif.

3. Alat-alat

Seperangkat alat eksperimen Frank-Hertz Sumber Listrik 220VAC Ploter

Keterangan dan fungsi alat eksperimen Frank-Hertz pada gambar di atas adalah sebagai berikut :

No. 1

POWER Saklar penghubung. Ketika saklar penghubung ini digeser ke atas, maka rangkaian hidup dan lampu pilot menyala.

No. 2

HEATER VOL.ADJ Tombol ini untuk mengatur arus pemanas tabung Frank-Hertz. Ketika diputar searah jarum jam, arus mengalir dan termion dibangkitkan dari katoda.

No. 3

G1-K.VOL.ADJ Tombol ini untuk mengatur tegangan kisi pertama dan katoda tabung FrankHertz.

No. 4

G2-P.VOL.ADJ Tombol ini untuk mengatur potensial penghalang antara kisi kedua dan lempeng tabung Frank-Hertz.

No. 5

G2-K.VOL.ADJ Tombol ini untuk mengatur tegangan antara kisi kedua dan katoda tabung Frank-Hertz.

No. 6

VOLTMETER Voltmeter ini untuk menunjukkan tegangan antara grid kedua dan katoda tabung Frank-Hertz.

No. 7

ZERO ADJ Tombol ini sebagai pengatur nol ammeter dengan menyeimbangkan titik NOL (ZERO) penguat DC.

No. 8

GAIN Tombol ini untuk mengubah faktor penguatan dari penguat DC. Biasanya, tombol ini digunakan dengan cara menempatkan tanda anak panahnya pada titik atas kanan (akan tetapi, ketika mikroammeter tidak digunakan, atur posisi tanda anak panah bila perlu).

No. 9

AUTO-MANU Saklar ini digunakan untuk memilih kenaikan tegangan secara otomatis antara kisi kedua dan katoda tabung Frank-Hertz atau kenaikan tegangan secara manual dengan mengubah tombol 5. Ketika AUTO dipilih, tegangan bertambah secara otomatis ke keadaan yang diatur dalam tombol 5. Oleh karena itu, ketika saklar ini dipasang ke posisi AUTO, tombol 5 harus diputar searah jarum jam secara penuh.

No. 10

EXTERNAL-INTERNAL Saklar ini digunakan untuk memilih apakah arus diantara kisi kedua dan lempeng tabung Frank-Hertz diamati dengan amperemeter 12 pada panel atau meter yang dihubungkan ke terminal 14.

No. 11

METER-OSC Ketika pengamatan ini dilakukan dengan cara terminal 13 dihubungkan dengan terminal vertikal, horizontal, dan terminal bumi (ground) dari osiloskop, saklar ini harus diubah ke bagian OSC. Sebagai outputnya adalah terminal 14. Hal ini mungkin untuk menghubungkan sebuah pengukur eksternal. Akan tetapi output menjadi besar.

No. 12

AMMETER Pengukur ini menunjukkan arus yang mengalir ke lempengan.

OSCILOSCOPE Untuk mengamati bentuk gelombang dari energi eksitasi, hubungkan terminalterminal V, E, H ke input vertikal, input horizontal dan terminal-terminal bumi (ground) dari osiloskop.

No. 13

P-G2(I) Untuk mengukur arus I antara lempengan dan kisi dengan mikrometer eksternal, hubungkan ammeter ke terminal ini dan tekan saklar 10 ke bagian EXTERNAL.

No. 14

G2-K(K) Untuk mengukur tegangan antara kisi kedua dan katoda dengan voltmeter eksternal, hubungkan voltmeter ke terminal ini.

No. 15

HEATER, TERMINAL, SHORT SWITCH Untuk mengukur arus pemanas, ubah saklar ini ke posisi OPEN dan hubungkan ammeter AC ke terminal 17. Jika tidak ada pengukuran yang diperlukan, ubah saklar ini ke posisi SHORT.

No. 16

HEATER Untuk membaca arus pemanas, hubungkan ammeter AC ke terminal ini. (Skala penuh adalah 1 ampere)

4. Prosedur Eksperimen Sebelum melakukan eksperimen dan pengambilan data, praktikan terlebih dahulu meminta petunjuk kepada asisten mengenai prosedur eksperimen. Prosedur eksperimen adalah sebagai berikut : 1) Buku penutup acrylic dari panel dan memasukkan tabung Frank-Hertz ke dalam soket. 2) Memutar semua tombol berlawanan arah dengan jarum jam secara penuh, dan mengubah saklar 9, 10, dan 11 ke posisi yang lebih rendah. Kemudian mengubah saklar 9, 10, dan 11 ke posisi SHORT. Menghubungkan AC ammeter ke terminal 15 ketika saklar ini diubah ke posisi OPEN.

3) Menghubungkan steker pada catu daya 220VAC dan mengubah saklar POWER 1 ke posisi ON. Mengatur penunjuk ammeter ke posisi nol dengan menggunakan tombol 7 (ZERO.ADJ) 4) Selanjutnya memutar tombol 8 (GAIN) pada posisi tertentu. Menunggu selama 2 sampai 3 menit sehingga jarum jam penunjuk distabilkan pada titik nol dan membuat pengaturan nol kembali. 5) Memutar tombol 5 (G2-K VOL ADJ) searah jarum jam untuk menyesuaikan tegangan sehingga penunjukkan voltmeter 6 menjadi sekitar 30 volt. 6) Memutar tombol 2 (HEATER.E.C.EDJ.) searah jarum jam. Kemudian, mengatur tombol 3 (G1-K VOL ADJ) pada posisi dimana penunjuk ammeter 12 menyimpang jauh dengan cara perlahan-lahan memutar tombol 3. Mengatur penunjuk disekitar tengah-tengah dari skala. Selanjutnya, jika tombol 3 diputar berlebihan, penunjuk turun. 7) Memutar tombol 5 (G2-K.VOL.ADJ) berlawanan arah jarum jam untuk membuat tegangan voltmeter 6 menjadi nol dan kemudian membuat pengaturan nol kembali dari petunjuk Ammeter. Selanjutnya memutar tombol 5, mengembalikan tegangan voltmeter menjadi 30 volt dan memastikan penunjuk ammeter menyimpang di sekitar tengah-tengah skala. 8) Memutar perlahan-lahan tombol 4 (G2-P.VOL.ADJ) sehingga penunjuk ammeter turun menjadi sekitar 2/3 bagian dari penyimpangannya. Kemudian memutar penuh tombol 5 berlawanan arah jarum jam. 9) Memutar tombol 5 (G2-K.VOL.ADJ) secara perlahan-lahan kamudian mencatat nilai tegangan penunjuk voltmeter 6 dan nilai arus pada penunjuk ammeter 12 pada saat yang sama. 10) Tombol 5 (G2-K.VOL.ADJ) yang diubah searah jarum jam (tegangan G2-K berubah terus-menerus secara otomatis). Ketika tegangan G2-P diatur oleh tombol 4 (G2P.VOL.ADJ), bagian dasar dari kurva menjadi lebih rendah karena proses penyesuaian di atas dan juga dipengaruhi oleh penyesuaian dari arus pemanas.