BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Pembangunan kesehatan di Indonesia merupakan upaya untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi setiap

penduduk demi tercapainya tujuan nasional yaitu bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera (Bappenas,2009 ). Seiring dengan keberhasilan pemerintah dalam pencapaian tujuan nasional, telah terwujud hasil yang positif diberbagai bidang, yaitu kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan hidup serta kemajuan ilmu

pengetahuan dan teknologi. Peningkatan Ilmu pengetahuan dan teknologi secara tidak langsung telah merubah gaya hidup

masyarakat sehingga mengakibatkan pergeseran penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif. Salah satu penyakit degeneratif yang kerap ditemui adalah penyakit stroke

(Cahyono,2009). Stroke atau Cerebral Vascular Accident ( CVA ) adalah penyakit syaraf yang paling sering terjadi dan perlu untuk ditanggulangi (BONITA,1995). Badan kesehatan dunia (WHO)

mendefinisikan bahwa Stroke adalah suatu sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak secara fokal atau global yang

Ninds. memori. bahasa. Delapan puluh persen penderita stroke mengalami defisit neuromotor sehingga menimbulkan gejala kelumpuhan yang bervariasi (widianto... dan emosi yang secara mendadak yang dapat mengakibatkan penderita mengalami gangguan dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari.) . Selain menyebabkan kematian stroke juga merupakan penyakit nomor satu penyebab terjadinya kecacatan.dapat menimbulkan kematian atau kelainan yang menetap lebih dari 24 jam. Data World Health Organization (WHO)tahun 2005 menyebutkan bahwa 10 persen kematian di dunia disebabkan oleh penyakit stroke. berfikir... Penyakit stroke merupakan penyebab kematian ke tiga setelah jantung dan kanker (. Hal tersebut mengakibatkan penderita post stroke mengalami ketergantungan pada anggota keluarga lain atau orang yang berada disekitarnya.. Keterbatasan dalam melakukan aktifitas kehidupan seharihari (adl) merupakan salah satu dampak yang belum bisa dihindari oleh penderita post stroke..... sensorik. Berdasarkan hasil penelitian .2007 mengungkapkan bahwa Stroke dapat mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan motorik. Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan ketidakberdayaan (disabling) paling tinggi dibandingkan dengan penyakit kronis lain ..2009). serta dapat memberikan gejala sisa pada penderita post stroke..

. 2003) bahwa seperlima sampai dengan setengah dari penderita stroke mengalami ketergantungan dalam melakukan aktifitas perasaan yang tidak menyebabkan berguna. Depresi merupakan permasalahan psikologis yang sering dialami oleh penderita serebro vaskular (.WHO (Hidayati. serta keterbatasan sosial akibat terjadinya stroke (house 1987.. serta hilangnya nafsu makan. rasa bersalah dan tak berguna.). Depresi muncul sebagai gejala-gejala berupa rasa sedih yang persisten....dkk 1995 dalam Berhesda stroke . memiliki Mulyatisih. kehilangan harga diri. yakni kepribadian sebelum stroke.. berbagai faktor sosial yang berubah akibat kecacatan.2008 dalam menyatakan bahwa Penderita pasca stroke mengalami perubahan kepribadian dan emosi karena penderita post stroke tidak mampu mengungkapkan keinginannya. rasa lelah yang berkelebihan.. marah. sehingga menjadi frustasi. hilangnya perhatian dan minat.). kesulitan berkonsentrasi. Lebih dari lima puluh persen penderita post stroke mengalami depresi (psikiatri...Anderson.. insomnia. suasana kejiwaan yang terasa kosong... perasaan putus asa dan pesimis. Depresi pasca stroke dapat disebabkan oleh beberapa hal..... serta munculnya tidak ketidakberdayaan.. emosi. dan berakhir menjadi depresi. gairah hidup..

B. Depresi yang mengikuti stroke ditentukan oleh beberapa faktor antara lain lokasi dari lesi di otak. Sekitar 50-80% kasus depresi sering tidak terdeteksi oleh dokter non-psikiater. 2005). Sekitar 15% penderita depresi melakukan usaha bunuh diri (Amir.html. Adanya bagian otak yang mengatur pusat perasaan yang terkena.kompasiana. Jeannet. Di Indonesia sekitar 15-25% pasien stroke yang dirawat di rumah menderita depresi. sedangkan pasien stroke yang dirawat di rumah sakit sekitar 30-40% menderita depresi. A.. Pada edisi Agustus. & Author. http://kesehatan.B.com/kejiwaan/2010/10/2 9/depresi-pasca-stroke-307087.A. (2000).centerAuthor.2004 menyatakan bahwa Berat ringan nya depresi pasca stroke dipengaruhi oleh berat ringannya tingkat gangguan aktifitas hidup sehari-hari. depresi pada pasien stroke juga disebabkan karena adanya ketidakmampuan pasien dalam melakukan sesuatu yang biasanya dikerjakan sebelum terkena stroke. 2007 dari PIDT (Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan) PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) menyatakan bahwa insiden depresi pasca stroke berkisar 11-68% dengan prevalensi paling tinggi adalah 3 bulan setelah stroke (31%). hal ini kemungkinan disebabkan oleh gejalanya disamarkan dengan daya fisik dan limitasi aktivitas . adanya riwayat keluarga yang mengalami depresi dan fungsi sosial sebelum terserang stroke.

Husein adalah sebagai berikut: 749 pasien di rawat pada tahun 2010. Kunjungan rawat jalan di Rumah Sakit Moh. dan sebagian dari mereka menunjukkan tanda-tanda depresi. Tingginya angka kejadian stroke di rumah sakit mengakibatkan 220 jiwa meninggal di tahun 2010 dan 283 jiwa meninggal di tahun 2011 (Direktorat pelayanan medik RSUD Dr.huesein 2010-2011). Berdasarkan fenomena di atas.kehidupan sehari. 2007). dan mengalami peningkatan menjadi 837 di tahun 2011. Hasil dari studi awal yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moh. maka peneliti tertarik hubungan antara tingkat ketergantungan aktifitas sehari0hari dengan tingkat depresi pada penderita pasca stroke.Husein sebanyak 116 jiwa kunjungan baru dan 5226 pada tahun 2010 kunjungan pasien lama. .hari (ADL) yang kerap menyertai setelah stroke (Wibisono. Moh. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan perawat bahwa hampir keseluruhan pasien penderita post stroke mengalami ketergantungan dalam melakukan aktifitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful