Anda di halaman 1dari 52

RAHASIA

Lampiran III Keputusan Dankodiklat TNI AD Nomor Kep / 357 / XI / 2010 Tanggal 23 Nopember 2010
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT KODIKLAT

PANCASILA DAN UUD NKRI 1945 BAB I PENDAHULUAN

1.

Umum. Suatu bangsa yang merdeka, yang ingin mempertahankan serta mengisi

kemerdekaannya dan yang ingin kuat serta kekal hidupnya, haruslah selalu mempunyai landasan falsafah sebagai pegangan hidup. Dengan pegangan hidup itu, ia dapat kuat tidak terombang-ambing dalam perjalanan hidupnya ; karena dengan falsafahnya itu jelaslah pula apa yang menjadi dasar dan tujuannya. Oleh karena pegangan hidup itu merupakan pegangan hidup bagi seluruh bangsa, maka harus diterima oleh seluruh bangsa itu sendiri. Pegangan hidup yang merupakan pandangan hidup bangsa, penjelmaan falsafah hidup bangsa adalah cermin peradaban, keadaan, kebudayaannya, cermin keluhuran budi dan kepribadiannya yang berurat-akar dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangannya sendiri. Bagi Bangsa Indonesia falsafah dan pegangan hidup itu terkandung dalam sila-sila dari Pancasila. Peradaban, keadaan kebudayaan Bangsa Indonesia, mencerminkan totalitas dan integritas keseluruhan kepribadiannya sebagai bangsa, yang Berbhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu. Siapapun tidak dapat memungkiri anugerah ciptaan Tuhan YME, bahwa Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai-bagai suku bangsa dengan adat istiadat dan kebudayaan daerah bahwa Tumpah Darah Bangsa Indonesia terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil dengan kekhususan kekayaan serta keindahan alamnya. Inilah kenyataan Kebhinekaan Indonesia. Kebhinekaan ini bukan untuk dipertentangkan, meskipun memang berbeda. Kebhinekaan ini itu harus dipersatukan, sebab seluruh Bangsa Indonesia memang menginginkan persatuan ; Persatuan bangsa yang timbul dari persamaan sejarah dan

RAHASIA

nasib, yang akhirnya merupakan persatuan bangsa

yang

menghasilkan

persamaan

tujuan, yang membimbingnya ke arah kebahagiaan bersama. Suatu bangsa yang akan hidup terus memerlukan suatu wadah, suatu perumahan ialah negara dalam perumahan bangsa itulah (agar supaya kekal) mutlak diperlukan fundamen, suatu dasar yang dengan sendirinya tiada dapat lain daripada falsafah hidupnya yang sudah berurat-akar dalam kehidupannya sepanjang masa itu. Untuk Bangsa Indonesia fundamen tersebut adalah Pancasila yaitu sebagai berikut : a. b. c. d. e. Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/Perwakilan serta ; Dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila-sila tersebut dalam suatu kesatuan keseluruhan mencerminkan nilai-nilai pokok falsafah dan pandangan hidup seluruh Bangsa Indonesia, ialah falsafah dan pandangan hidup yang berurat-akar dalam kalbu Bangsa Indonesia dan merupakan ciriciri khas dari kepribadian Indonesia. 2. Maksud dan Tujuan. a. b. Maksud. Tujuan. Naskah ini disusun dengan maksud untuk dijadikan salah satu Untuk mengukur pengetahuan Perwira Siswa tentang Pancasila

bahan ajaran bagi Pendidikan Diklapa II Kecabangan Infanteri. dan UUD NKRI 1945. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Naskah ini meliputi penjelasan tentang

Pancasila dan UUD NKRI 1945 yang disusun dengan tata urut sebagai berikut : a. b. Pendahuluan. Hakekat Isi Pancasila, Nilai-nilai Dasar Pancasila, Pengamalan Pancasila

dalam kehidupan :

1) 2) 3) c.

Sebagai

Pedoman dalam kehidupan.

Sebagai Pedoman penyelenggaraan negara. Sebagai Pedoman pelaksana politik negara.

Kewaspadaan dalam Pengamalan Pancasila. : 1) 2) 3) Mentalitas yang menimbulkan kerawanan. Sumber Ancaman. Pencegahan dan Penanggulangan.

d. e. f. g.

Pokok-pokok Kaidah Fundamental Negara. Hakikat Kedudukan Pembukaan UUD 45. Kewaspadaan dalam Menegakan UUD 45. Penutup. BAB II

HAKEKAT ISI PANCASILA, NILAI-NILAI DASAR PANCASILA DAN PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN 4. Umum. Pancasila merupakan kesatuan keseluruhan, kesatuannya itu bersifat

organis, maka tidak satu silapun boleh ditiadakan atau dilupakan, meskipun hanya dalam angan-angan atau dalam kehendak, apalagi dalam sikap dan perbuatan. 5. Hakekat Isi Pancasila. Suatu dasar falsafah negara harus merupakan suatu

kesatuan keseluruhan, dapat terdiri atas bagian-bagian (Sila) akan tetapi bagian-bagian itu harus tidak saling bertentangan, bahkan kesemuanya itu harus bersama-sama menyusun satu hal baru yang merupakan keutuhan. Tiap-tiap bagian (Sila) merupakan bagian yang mutlak dari keseluruhan, apabila dihilangkan satu bagian saja maka hilanglah juga keseluruhannya (Pancasila), sebaliknya apabila terlepas dari keseluruhannya maka bagian yang bersangkutan kehilangan kedudukan dan fungsinya. Bahwa Pancasila merupakan kesatuan keseluruhan, kesatuannya itu bersifat organis, maka tidak satu silapun boleh ditiadakan atau dilupakan, meskipun hanya dalam anganangan atau dalam kehendak, apalagi dalam sikap dan perbuatan. Pada dasarnya yang menjadi subyek atau pendukung inti isi sila-sila Pancasila adalah manusia Indonesia sebagai manusia adalah monopuralis, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan kesatuan organis seimbang harmonis dinamis.

Tiap unsur mempunyai kedudukan dan fungsi yang mutlak, inti isi tiap Sila Pancasila adalah penjelmaan yang sesuai dengan unsur-unsur pribadi manusia Indonesia sebagai manusia, sehingga harus memiliki pula kedudukan dan fungsi mutlak dalam kesatuan organis Pancasila. Lima unsur Pancasila, masing-masing sebagai hal yang berdiri sendiri-sendiri di luar Pancasila mungkin saling bertentangan, misalnya keTuhanan Yang Maha Esa dan Kerakyatan (Demokrasi), tetapi kesatuan keseluruhan Kerakyatan (Demokrasi) adalah suatu sifat yang melekat pada manusia dan kemanusiaan adalah satu dari lima sila, sedangkan manusia adalah mahluk Tuhan. Perlu dijelaskan Susunan dalam hal ini sesungguhnya demokrasi yang berdiri sendiri tidaklah mengenai kedudukan manusia terhadap Tuhan, akan tetapi mengenai antara sesama manusia. Pancasila adalah hierarchis dan mempunyai bentuk piramida. Pengertian matematika piramida ini dipergunakan untuk menggambarkan hubungan hierarchi Sila-sila Pancasila dalam urut-urutan luas (kuantitas dan juga dalam hal isi sifatnya (kualitas). Kalau dilihat dari intinya urut-urutan lima sila menunjukkan suatu rangkaian tingkat dalam luas dan isi sifatnya. Tiap-tiap sila yang di belakang sila lainnya lebih sempit luasnya tetapi lebih banyak isi sifatnya dan merupakan pengkhususan sila-sila yang dimukanya. a. Jika urut-urutan lima sila dianggap mempunyai maksud maka diantara lima

sila ada hubungan yang saling mengikat, sehingga Pancasila merupakan suatu kesatuan keseluruhan yang bulat, apabila urut-urutan itu dilihat tidak mutlak , maka diantara sila dengan yang lainnya tidak ada sangkut pautnya, maka Pancasila lalu menjadi terpecah-pecah oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sebagai suatu azas falsafah bagi negara. b. Dengan demikian tiap-tiap sila dapat diartikan bermacam-macam, sehingga akhirnya sama saja dengan tidak ada Pancasila. Dalam susunan hierarchis dan piramida ini, ke-Tuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari kemanusiaan, persatuan Indonesia, Kerakyatan dan Keadilan Sosial, sebaliknya ke-Tuhanan Yang Maha Esa adalah ke-Tuhanan yang berkemanusiaan, berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. c. Memungkinkan penyesuaian dengan keadaan, tempat dan waktu, agar dalam setiap pembicaraan yang berpokok pangkal pada satu sila tidak meninggalkan tetapi justru tetap mengikut sertakan sila-sila yang lain dalam hubungannya hierarchis piramida.

d.

Rumusan Sila-sila Pancasila sebagai

kesatuan

keseluruhan

dalam

hubungannya yang hierarchis piramida itu adalah sebagai berikut : 1) Sila pertama : meliputi dan menjiwai sila-sila kemanusiaan yang adil

dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2) Sila kedua : Diliputi dan dijiwai oleh sila ke -Tuhanan Yang Maha Esa, meliputi dan menjiwai sila-sila persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3) Sila ketiga : Diliputi dan dijiwai sila-sila ke -Tuhanan Yang Maha Esa, yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam serta kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputi dan menjiwai sila-sila kerakyatan 4) permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila keempat : Diliputi dan dijiwai sila-sila ke -Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi dan menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 5) Sila kelima : Diliputi oleh sila-sila ke -Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengertian isi Pancasila bila dirumuskan secara ilmiah dapat digolongkan dalam beberapa tingkat pengertian sebagai berikut : a. Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang mutlak dan obyektif melekat

pada kelangsungan hidup negara, yang dengan jalan hukum tak dapat dirubah, mempunyai pengertian yang umum abstrak atau universal, yang mutlak merupakan pengertian kesatuan tafsir dari isi Pancasila. b. c. Pancasila dalam bentuknya sebagai pedoman penyelenggaraan negara Pancasila dalam bentuknya sebagai politik negara bersifat pengertian yang garis besar haluan negara bersifat pengertian yang umum kolektif. khusus konkrit.

Pengertian

yang

umum abstrak atau universal, memuat sifat-sifat

hakekat dari sesuatu dan menunjukkan sifat-sifat yang abstrak. Isi Pancasila yang abstrak hanya terlukis dalam pikiran atau angan-angan karena memang, Pancasila merupakan cita-cita bangsa yang menjadi dasar falsafah negara. Oleh karena itu, dasar falsafah negara tersebut merupakan sumber pokok segala sifat dan keadaan didalam masyarakat dan bangsa dan negara. Isi Pancasila yang umum kolektif itu merupakan pelaksanaan Pancasila dasar falsafah negara yang diterapkan dalam lingkungan Lembaga Negara Tertinggi menetapkan pedoman-pedoman tentang pelaksanaan Pancasila dalam pengertian yang umum dan kolektif. Isi Pancasila yang khusus konkrit merupakan pelaksanaan Pancasila dasar falsafah negara, yang diterapkan dalam lingkungan kehidupan keadaan, keagamaan, pendidikan kebudayaan dan golongan tertentu seperti partai, Ormas, karya yang nyata dan berlaku secara khusus, konkrit dan berpegang teguh pada TAP XVII/MPRS/1966, bahwa agama, pendidikan dan kebudayaan merupakan unsur-unsur mutlak dalam rangka nation dan character building. Pemerintah menetapkan pedoman-pedoman tentang pelaksanaan Pancasila dalam pengertian yang khusus konkrit misalnya di bidang politik perekonomian Nasional, politik pendidikan dan kebudayaan Nasional, politik pertahanan/keamanan Nasional, politik pembangunan Nasional dan lain sebagainya. 6. Nilai-nilai Dasar Pancasila. Adapun hakekat Sila-sila Pancasila sebagai dasar

falsafah negara yang merupakan pengertian umum abstrak, universal dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Ada kesesuaian dengan

hakekat ke-Tuhanan Yang Maha Esa Sebab pertama dari segala sesuatu ( Causa Prima), yang ESA dan merupakan asal mula dari segala sesuatu ; segala sesuatu yang ada tergantung kepadaNYA, jadi IA sempurna dan Maha Kuasa, DEAT yang mutlak, ADA yang mutlak Yang adanya ialah harus dalam arti mutlak, yaitu tidak dapat tidak.

Penjelasan :

Yang dimaksud dengan istilah kesesuaian ialah hubungan yang bersifat mutlak antara Negara Republik Indonesia dengan Tuhan sebabnya ; ada hubungan langsung (Proklamasi Kemerdekaan, alinea ketiga Pembukaan UUD 1945, dinyatakan dengan atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa) ; ada hubungan mutlak yang tidak langsung antara Negara Indonesia dengan Tuhan sebabnya yaitu melalui manusia Indonesia sebagai makhluk Tuhan. Misalnya segala sesuatu di dalam alam semesta, dalam hal bentuk, lingkungan dan nilai-nilai hidup, (termasuk kebenaran, kebaikan, kesusilaan keinginan rohani) semua berpokok pangkal kepada-Nya. 1) Negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan, dalam hal ke-

Tuhanan, sikap dan perbuatan anti, ke-Tuhanan, keagamaan, serta tidak boleh ada paksaan agama, dengan perkataan lain negara Indonesia tidak ada atheisme, yang seharusnya ada ialah ke-Tuhanan Yang Maha Esa dengan toleransi yang sejati. 2) Sebelum Proklamasi Kemerdekaan atau sebelum Bangsa Indonesia bernegara Republik Indonesia unsur-unsur yang terdapat dalam Pancasila sudah terdapat azas-azas dalam agama-agama, adat-istiadat serta kebudayaan dan setelah bernegara kemudian diberikan kedudukan baru terhadap unsur-unsur tersebut sebagai azas-azas kenegaraan Republik Indonesia. 3) Bagi negara, bangsa dan rakyat Indonesia, baik berlandaskan ilmu pengetahuan, maupun berlandaskan kesadaran dan keyakinan tentang adanya Tuhan dalam arti kenyataan yang sesungguhnya (obyektif) itu sudah tidak menjadi persoalan lagi. Ilmu pengentahuan alam kodrat dan ilmu hayat yang berlandaskan pada ratio (akal) dalam pertimbangannya akhirnya menjurus kepada kesadaran bahwa sendi mutlak dari alam semesta dan sendi dari adanya hidup itu bukanlah materi yang mati dan akhirnya menyadari, bahwa ada unsur gaib yang menjadi sumber dari segala sebab, yang disebut Tuhan. Berdasarkan ilmu pengetahuan kesadaran dan keyakinan yang demikian itulah maka pandangan hidup serta pandangan terhadap dunia

(waltandschaung) dari negara, bangsa

dan

rakyat

Indonesia

bersifat

kerohanian dan tidak materialistis dan atheistis. b. Bagi sila ke-2 : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Kesesuaian sifat-sifat

dan keadaan-keadaan di dalam Negara Republik Indonesia dengan hakekat susunan manusia, mempunyai susunan, Bhineka/majemuk/sarwa-tunggal atau monodualis, bertubuh jiwa, berakal-rasa kehendak, mempunyai sifat sendiri sebagai makhluk Tuhan yang menimbulkan kebutuhan kejiwaan dan religius, yang seharusnya sama-sama dipelihara dengan baik, dalam kesatuan yang seimbang atau harmonis dan dinamis. Penjelasan : 1) Sifat-sifat dan keadaan-keadaan di dalam negara harus sesuai

dengan hakekat manusia, dalam arti sebagai jenis mahluk karena kita membicarakan Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar falsafah negara dan belum mengenai pelaksanaannya dalam kehidupan negara. 2) Mengingat sifat persatuan dan kesatuan Pancasila maka di dalam pengertian kebutuhan kemanusiaan sebagai bawaan hakekat manusia adalah kebutuhan jasmaniah, kebutuhan rohaniah, kebutuhan religius, kebutuhan nasional, kebutuhan internasional serta kebutuhan akan keadilan, baik didalam lingkungan sosial ekonomi maupun di dalam lingkungan kejiwaan dalam negara dan masyarakat. 3) Segala sesuatu di dalam negara seharusnya sesuai dengan hakekat jenis manusia, karena diantara negara dan manusia ada hubungan sebabakibat, negara berasal mula dari manusia dari rakyat dan bangsa yang terdiri atas manusia, sehingga sebagai akibat sudah seharusnyalah negara mengandung sifat-sifat yang terdapat pada manusia sebagai sebabnya. 4) Di dalam sila kemanusian yang adil dan beradab tersimpul cita-cita kemanusian yang lengkap dan sempurna, yaitu memenuhi seluruh hakekat jenis manusia. 5) Di dalam sila kemanusian yang adil dan beradab tersimpul sifat-sifat

kepribadian Indonesia atau kepribadian Pancasila, ialah bahwa setiap orang Indonesia mempunyai susunan kepribadian bertingkat :

a) b) c)

Mempunyai kemanusian. Sebagai penjelmaan dari padanya mempunyai hakekat pribadi Sebagai penjelmaan dari kedua hakekat masing-masing itu

kebangsaan Indonesia atau kepribadian Pancasila. mempunyai hakekat konkrit kebangsaan Indonesia atau hakekat konkrit Pancasila. d) Sebagai penjelmaan hakekat kemanusia dan hakekat pribadi kebangsaan atau Pancasila serta hakekat konkrit kebangsaan atau Pancasila mengandung juga hakekat pribadi perorangan atau hakekat konkrit perorangan, dengan kemungkinan mengandung pula hakekat pribadi suku bangsa dan hakekat konkrit suku bangsa. Jadi, meskipun dalam kenyataannya kepribadian orang Indonesia yang satu berlainan perwujudannya dengan kepribadian orang Indonesia lainnya, tetapi sama dalam dasar inti dan sebagian bentuk perwujudannya dalam rangka kepribadian kebangsaan Indonesia atau kepribadian Pancasila dan hakekat kemanusian. c. Sila ketiga : Persatuan Indonesia. Kesesuaian sifat dan keadaan-keadaan

di dalam Negara Indonesia dengan hakekat satu ialah mutlak tidak dapat berbagi, merupakan diri pribadi yaitu mempunyai bentuk, susunan, sifat-sifat dan keadaan tersendiri, sehingga semuanya tadi menjadikan hal yang bersangkutan suatu keseluruhan mengambil atau mempunyai tempat tersendiri. Penjelasan : 1) Rakyat Indonesia sebagai keseluruhan jumlah semua orang Jadi

Indonesia mempunyai tanah air dan tumpah darah tersendiri.

mempunyai tempat tersendiri di atas bumi sesuai dengan hakekat satu maka oleh karena itu mempunyai sifat kesatuan dan sifat tidak dapat terbagi sebagai sifat yang mutlak. a) Proklamasi kemerdekaannya hanya menyatakan secara formil ke seluruh dunia, untuk memenuhi syarat yang diminta oleh dunia modern sebagai pokok sendi kemerdekaan dalam bentuk negara,

dalam b)

Proklamasi tersebut menyatakan kemerdekaan adalah Proklamasi, di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 Pengertian kebangsaan Indonesia didasarkan

10

Kami Bangsa Indonesia. dipertanggungjawabkan sebagai hak azasi dari segala bangsa atas kemerdekaannya. pada geopolitik, yang menghubungkan kesatuan rakyat dengan sebagian tertntu dari bumi ; terutama karena hubungan ini dinyatakan sebagai kurnia Tuhan, maka bagi rakyat dan Bangsa Indonesia. Lebih tegas lagi terbukti dari pernyataan yang menjadi dasar Undang-undang pokok Agraria yang kemudian ditetapkan bahwa hak bangsa dan hak orang Indonesia atas bumi Indonesia tidak dapat diganggu gugat. 2) Mengingat sifat persatuan dan kesatuan Pancasila maka persatuan

Indonesia mengandung arti : a) Ikatan dan hidup kebangsaan serta hidup kenegaraan

bukanlah merupakan tujuan rakyat Indonesia, tetapi adalah alat atau cara hidup bersama sesuai dengan hakekat sifat manusia sebagai makhluk sosial, ialah bekerja sama dengan segala kepentingan menggunakan kemampuan dan kekuatan bersama, agar supaya segala kepentingan dan kebutuhan hidup yang sesuai dengan martabat kemanusiaan, yang melampaui batas kemampuan serta kekuatan orang atau golongan orang secara sendiri-sendiri dapat dipenuhi sebaik-baiknya. b) negatif Dengan perkataan lain di dalam ikatan hidup kebangsaan dalam arti mengurangi atau merugikan, lebih-lebih serta hidup kenegaraan tidak ada tempat bagi unsur-unsur yang meniadakan segala sifat dan keadaan serta usaha penjelmaan hidup yang intinya terkandung di dalam empat sila lainnya, baik bagi segolongan orang Indonesia maupun bagi perorangan. c) Dengan demikian maka pemeliharaan segala sesuatunya itu harus sesuai serta baik bagi tujuan dan hakekat sifat manusia sebagai individu dan makhluk sosial, sebagai perseorangan maupun sebagai warga bangsa dan warga negara.

11

3)

Hal yang sebenarnya bangsa Indonesia dengan yang tampaknya

menjadi pendapat orang tentang terdapatnya perbedaan-perbedaan serta pertentangan-pertentangan di dalam bangsa negara sehingga dianggap atau dikuatirkan bertentangan dengan kesatuan kebangsaan. a) Sebenarnya susunan bangsa Indonesia dengan bermacam-

macam keadaan dan susunan wilayah atas kepulauan yang sangat luas dan sebesar jumlahnya, yang mengakibatkan perbedaanperbedaan serta pertentangan-pertentangan itu, adalah sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan sifat kesatuan kebangsaan Indonesia oleh karena itu tiada menpengaruhi sedikitpun dalam hal ada atau tidaknya kesatuan Indonesia sebagai bangsa, karena hakekat kebangsaan itu terletak di bidang lain ialah mengamankan adanya perbedaan atau pertentangan. b) Perbedaan-perbedaan serta pertentangan-pertentangan yang ada adalah hal yang biasa, yang dengan kebijaksanaan serta pelaksanaan nilai-nilai hidup (kenyataan dan kebenaran, kebaikan serta keindahan kejiwaan) malahan dapat dijadikan bekal dinamika bagi pembangunan hidup kebangsaan, hidup kenegaraan, hidup kemanusian. c) Persatuan dan kesatuan bangsa harus dipelihara, dipererat, dihidupkan dan diperkembangkan, harus diartikan agar perbedaanperbedaan yang saling mempunyai daya tarik (tidak merupakan pertentangan-pertentangan). Saling melengkapi untuk memperkaya kehidupan sedangkan perbedaan-perbedaan yang menimbulkan pertentangan-pertentangan agar supaya dipersatupadukan dalam suatu resultan yang memang mungkin dapat dicapai. d) Hal ini ada dasar ilmiah yang berdasarkan kenyataan bahwa,

adanya pertentangan juga memungkinkan timbulnya persatuan dan kesatuan sebagai resultan pertentangan, sehingga ada harmoni dan berdasarkan kenyataan bahwa ; bentuk realisasi hal-hal yang berbeda dapat sama sedangkan bentuk realisasi dari hal-hal yang sama dapat berlainan.

e)

Lain daripada itu terdapat juga petunjuk-petunjuk di dalam

12

teori-teori kesatuan kebangsaan selain teori geopolitik, yaitu dalam hubungannya dengan lambang kesatuan dan kenegaraan, Bhineka Tunggal budaya. d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan di Ika yang mengusahakan persatuan kehendak dan pelaksanaannya untuk bersatu sejarah serta nasib dan bersatu

permusyawaratan/perwakilan.

dalam negara dengan hakekat rakyat, ialah keseluruhan jumlah semua orang, warga dalam lingkungan daerah tertentu atau negara, yang dalam segala sesuatunya meliputi semua warga dan untuk keperluan seluruh warga, termasuk hak-hak serta kewajiban azasi kemanusiaan setiap warga, sebagai perseorangan dan sebagai penjelmaan hakekat manusia, termasuk penjelmaan hak wajib demokrasi dua macam yaitu demokrasi kekuasaan/politik dan demokrasi kepentingan/fungsionil. Penjelasan : 1) Negara Indonesia adalah bukan negara untuk satu orang dan bukan

negara untuk satu golongan tetapi negara, semua untuk semua, satu untuk semua dan semua untuk satu bahwa negara berdasarkan atas rakyat dan tidak pada golongan, ataupun perseorangan, berdasarkan atas permusyawaratan dan gotong royong, berdasarkan atas kekuasaan yang ada pada tangan rakyat (kedaulatan rakyat) bahwa kepentingan serta kebahagiaan seluruh rakyat dijamin. 2) Demokrasi politik adalah untuk mewujudkan persamaan dalam dalam lapangan sosial ekonomi yaitu mewujudkan lapangan politik dan demokrasi fungsionil adalah untuk mengadakan persamaan kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya, dengan dasar persyaratan : Dalam demokrasi terkandung kebulatan pendapat, yaitu mufakat dalam permusyawaratan/perwakilan. 3) Sila keempat menjelma pula dalam dasar politik negara yaitu :

a)

Dalam

Negara Republik

13

berkedaulatan

rakyat,

rakyat Sesuai

adalah pendukung kekuasaan tertinggi di dalam negara. arti demokrasi politik dan demokrasi fungsionil. b) Dalam demokrasi/rakyat ditempatkan

dengan pengertian kerakyatan tadi, kedaulatan rakyat mengandung Perbedaan antara di dalam/politik Sedangkan dua macam demokrasi ini terletak pada kedudukan rakyat. kedudukannya sebagai pendukung kekuasaan negara.

di dalam demokrasi fungsionil, rakyat ditempatkan di dalam kedudukannya sebagai pendukung keperluan atau kepentingan hidup, hidup. 4) Demokrasi ini dapat dijadikan dasar teori pemberian tempat sehingga demokrasi fungsionil merupakan alat atau mempunyai fungsi untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan

golongan-golongan fungsionil atau karya dalam sistem kenegaraan di samping golongan-golongan politik, sehingga dengan demikian menjadi jelas dan tegaslah kedudukan dua macam golongan demokrasi ini di dalam Negara Indonesia. 5) Sifat Negara Indonesia sebagai negara kerakyatan yang di dalam pengertian ilmiah mengenai kenegaraan dikatakan negara demokrasi monodualis, adalah didasarkan kepada hakekat sifat manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial dalam kesatuan dwitunggal : Dalam sifat kesatuannya adalah statis (tetap) sedang sifat keseimbangannya adalah dinamis yaitu selalu sesuai dengan keadaan dan tuntutan jaman serta negara, bangsa, masyarakat dan rakyat yang bersangkutan. 6) Negara Indonesia sebagai negara kerakyatan dan negara monodualis. a) Ada kesamaan negara unsur-unsur intinya dengan hakekat

sifat manusia sebagai makhluk sosial dalam ikatan kekeluargaan, yaitu satu untuk semua, semua untuk satu dan semua untuk semua sehingga dan Negara Indonesia adalah juga negara kekeluargaan demokrasinya adalah juga demokrasi

kekeluargaan atau demokrasi Pancasila.

b)

Selanjutnya

14

dalam unsur-unsur dan intinya, mempunyai

pula unsur-unsur inti gotong-royong, yaitu menurut perumusan yang pernah diadakan oleh DEPERNAS dan MPRS. e. Bagi Sila kelima : Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan di dalam Negara Indonesia dengan hekekat adil, ialah dipenuhinya sebagai kewajiban segala sesuatu yang telah merupakan hal di dalam hubungan hidup kemanusiaan. Sebagai penjelmaan hakekat manusia (dimana kewajiban lebih diutamakan makan daripada hak) pemenuhan hak-hak sebagai wajib itu meliputi hubungan antara warga negara (penduduk wajib) dengan negara disebut keadilan legal/ketaatan dan hubungan antara sesama warga disebut keadilan komulatif/timbal balik. Penjelasan : 1) Keadilan sosial menyangkut hubungan hidup dan hubungan Keadilan

diantara sesama manusia, tetapi didalamnya harus ada dan terselenggara pula keadilan dalam hubungan hidup manusia terhadap diri sendiri, agar supaya terlaksana penjelasan segenap unsur hakekat manusia dalam kesatuan monopularis, yaitu jiwa-raga, akal-rasa-kehendak serta sifat individu dan makhluk sosial, sebagai diri pribadi yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk Yang Maha Esa. 2) Keadilan sosial unsur-unsurnya dapat dikembalikan kepada hakekat sifat manusia yang monodualis atau kesatuan dari hakekat sifat individu dan makhluk sosial dalam keseimbangan yang dinamis. 3) Di dalam keadilan sosial tersimpul sebagai salah satu unsur pokoknya hak dan wajib yang bersifat hakiki, moral dan idiil atas dasar citacita termasuk ideologis dan politis, yang bersifat religius atas dasar Firman Tuhan atau kepercayaan akan kekuasaan gaib dan yang bersifat adat istiadat dalam arti luas, yang timbul sebagai hasil perkembangan sejarah, yang tergantung dari keadaan seperti keadaan alam, kebendaan dan kejiwaan, sosial, ekonomis, kulturil, kesusilaan 4) serta religius yang tergantung pula dari waktu, tempat dan manusia yang bersangkutan. Sila keadilan sosial adalah tujuan dari empat sila yang didahuluinya, maka itu merupakan tujuan bangsa Indonesia dengan bernegara yang

perwujudannya Pancasila. 7.

ialah

tata masyarakat adil dan makmur berdasarkan

15

Pengamalam Pancasila dalam Kehidupan. a. Sebagai Pedoman Kemasyarakatan . Salah sat pokok dalam kehidupan Pandangan ini

manusia dalam masyarakat adalah dengan kita memberi arti dan bagaimana kita memandang hubungan antara manusia dengan masyarakatnya. dasar kehidupan masrakat. Ada beberapa pandangan pokok mengenai hubungan manusia dengan masyarakatnya. 1) Pandangan yang satu memberikan arti semangat kuat kepada Pandangan yang menetapkan kebebasan merupakan landasan bagi kehidupan masyarakat, yang akan memberi citra dan

manusia sebagai pribadi.

individu dalam bobot yang berlebihan dalam kehidupan bermasyarakat, dalam usaha untuk mencapai kemakmuran manusia acap kali bergulat dengan manusia lainnya dalam pandangan bebas yang kadang-kadang kejam, yang tidak jarang mengakibatkan penindasan oleh yang kuat terhadap yang lemah. Ini menunjukkan kecenderungan bahwa hanya yang kuat sajalah yang dapat berkuasa. Masyarakat yang demikian banyak menimbulkan kepincangan dan mendatangkan kegelisahan yang tidak hanya harus kita jauhkan melainkan tidak dapat kita setujui secara fundamentil, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab, dengan azas keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Berhadapan dengan pandangan tadi, maka ada pandangan mengenai hubungan antara manusia dengan masyarakatnya. Pendapat ini tidak lebih dari sekedar nomor serta kehilangan pengabdiannya, masyarakatlah yang dianggap segala-galanya, dimana pribadi-pribadi dianggap seolah-olah sebuah alat saja. Masyarakat yang demikian itu mungkin dapat memberikan kecukupan kebendaan, namun kepuasan rohaniah tidak terpenuhi sehingga hidup ini tidak dapat memberi warna yang indah tidak mempunyai makna yang dalam. Dalam masyarakat yang demikian, terasa adanya tekanan batin, sehingga kebahagiaan yang utuh tidak terpenuhi.

2) salah

Sehingga, satu dari

16

bagaimanakah menurut Pancasila arti dan tadi, juga tidak mengawinkannya.

hubungan antara manusia dengan masyarakatnya, Pancasila tidak memilih pandangan Individualisme maupun liberalisme maupun komunisme dalam segala bentuk tidak sesuai dengan Pancasila. Pancasila memandang seperti telah diuraikan, bahwa sebahagian manusia akan tercapai jika dapat dikembangkan hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara manusia dengan masyarakatnya. Dalam pandangan Pancasila, maka hubungan sosial yang selaras, serasi dan seimbang antara individu dengan masyarakatnya tidaklah netral, melainkan dijiwai oleh nilai-nilai yang terkandung dalam Lima Sila dalam Pancasila sebagai kesatuan. b. Sebagai Pedoman Penyelenggaraan Negara . pencapaian kepentingan umum dan Bangsa Indonesia bukan kepentingan

memilih bentuk negara yang dinamakan republik yang merupakan suatu pola yang mengutamakan perseorangan atau kepentingan golongan. Ini merupakan kesejahteraan yang

ingin dicapai dalam hidup berkelompok. Berpangkal tolak pada bentuk organisasi untuk melaksanakan kepentingan umum maka timbul permasalahan bagaimana kepentingan umum tersebut ingin dicapai. Bangsa Indonesia mengoperasionalkan pencapaian kepentingan umum dalam berorganisasi bernegaranya dengan menuangkannya kedalam suatu pola kebijaksanaan yang disebut Haluan Negara. Dengan demikian Haluan Negara dapat kita rumuskan sebagai suatu pola kongkretisasi tujuan bernegara dalam kegiatan kenegaraan secara bertahap dan berkesinambungan. Bentuk pemerintahan ialah pola yang menentukan hubungan antar lembaga-lembaga negara dalam menentukan gerak kenegaraan. Interelasi antara lembaga tinggi negara ini dapat menentukan pola pengambilan keputusan kenegaraan. Sistem pemerintahan negara yang dipilih Bangsa Indonesia dirumuskan dalam tujuh kunci pokok, yaitu : 1) 2) 3) 4) Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum. Pemerintahan berdasar atas sistem konstituti tidak bersifat absolut. Kekuasaan negara tertinggi berada pada MPR. Presiden ialah penyelenggara pemerintah negara tertinggi di bawah

majelis.

5) 6) 7)

Presiden

tidak bertanggung jawab kepada DPR.

17

Menteri negara adalah pembantu Presiden, menteri negara tidak Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.

bertanggung jawab kepada DPR.

Bagi rumusan tentang bentuk pemerintahan dapat ditarik kesimpulan bahwa bentuk pemerintahan kita membedakan antara lembaga negara tertinggi dan lembaga tinggi negara lainnya. c. Prinsip ini dikembangkan di dalam TAP MPR.

Sebagai Pelaksana Politik Negara. Dalam bidang politik dalam negeri

dimantapkan kesadaran kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 bagi setiap warga negara sehingga terjamin kelancaran usaha mencapai Tujuan Nasional.Dalam rangka mencapai sasaran itu termasuk didalamnya usaha-usaha untuk menciptakan, mengkosolidasikan dan memanfaatkan kondisi serta situasi untuk memungkinkan terlaksananya prosesproses pembaharuan kehidupan politik sehingga dapat diciptakan keadaan dengan sistem politik, yang benar-benar demokratis, stabil, dinamis, efefktif dan efisien yang dapat memperkuat kehidupan konstitusional, mewujudkan pemerintahan yang bersih, berkemampuan dan berwibawa, pengawasan oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang semakin efektif serta terwujudnya kesadaran dan kepastian hukum dalam masyarakat yang semakin mantap. Dalam bidang politik luar negeri yang bebas aktif diusahakan agar Indonesia dapat terus meningkatkan peranannya dalam memberikan sumbangannya untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil dan sejahtera. 8. Evaluasi a. Persoalan Benar Salah 1) BS Hakekat Isi Pancasila.adalah Suatu dasar falsafah negara yang harus merupakan suatu kesatuan keseluruhan, dapat terdiri atas bagian-bagian (Sila) akan tetapi bagian-bagian itu harus tidak saling bertentangan, bahkan kesemuanya itu harus

bersama-sama keutuhan. 2) BS

18

menyusun satu hal baru yang merupakan

Sila kedua : Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, serta kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputi dan menjiwai sila-sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesi.

3)

BS

Sila keempat : Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi dan menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

b.

Persoalan Pilihan 1) Rumusan Sila-sila Pancasila pada sila pertama meliputi: a) Meliputi dan menjiwai sila-sila kemanusiaan yang adil dan

beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. b) Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi dan menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. c) Diliputi oleh yang sila-sila adil dan ke-Tuhanan beradab, hikmat oleh Yang Maha Esa, dalam kemanusiaan kerakyatan Indonesia. 2) Rumusan Sila-sila Pancasila pada sila Ketiga meliputi: a) Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, persatuan Indonesia,

yang

dipimpin

kebijaksanaan

permusyawaratan/-perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat

kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi

dan . b)

menjiwai

sila keadilan

19

sosial

bagi

seluruh

rakyat

Indonesia. Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, serta yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputi dan menjiwai sila-sila kerakyatan Indonesia. c) Diliputi oleh yang sila-sila adil dan ke-Tuhanan beradab, hikmat oleh Yang Maha Esa, dalam kemanusiaan kerakyatan Indonesia. 3). Penjelasan Sila kedua diantaranya adalah : a) Negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan, dalam hal kepersatuan Indonesia, permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat

yang

dipimpin

kebijaksanaan

permusyawaratan/-perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Tuhanan, sikap dan perbuatan anti ,ke-Tuhanan, keagamaan, serta tidak boleh ada paksaan agama, dengan perkataan lain negara Indonesia tidak ada atheisme, yang seharusnya ada ialah keTuhanan Yang Maha Esa dengan toleransi yang sejati. b) Sifat-sifat dan keadaan-keadaan di dalam negara harus sesuai dengan hakekat manusia, dalam arti sebagai jenis mahluk karena kita membicarakan Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar falsafah negara dan belum mengenai pelaksanaannya dalam kehidupan negara. c) Keadilan sosial unsur-unsurnya dapat dikembalikan kepada hakekat sifat manusia yang monodualis atau kesatuan dari hakekat sifat individu dan makhluk sosial dalam keseimbangan yang dinamis. c. Persoalan Isian. 1) Isi Dari Pancasila Adalah : a) b) Ketuhanan Yang Maha Esa ..

c) d) e) 2)

20

...................................................

Pengertian isi Pancasila bila dirumuskan secara ilmiah dapat

digolongkan dalam beberapa tingkat pengertian yaitu : a) b) c) 3) Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang mutlak dan ................................... .........................................

obyektif

Sebutkan sifat-sifat kepribadia Indonesia didalam Sil Kemanusiaan

yang Adil dan Beradab : a) b) c) d) d. Mempunyai Kemanusiaan ............................................ ............................................. .............................................

Persoalan Uraian 1) 2) Jelaskan Pengertian Pancasila secara Ilmiah ! Jelaskan Isi dari sila Kelima ! BAB III KEWASPADAAN DALAM PENGAMALAN PANCASILA

9.

Umum.

Di dalam mengamalkan Pancasila di dalam kehidupan masyarakat

hendaklah harus memperhtikan mentalitas yang menimbulkan kerawanan dalam masyarakat, sumber ancaman, pencegahan dan penanggulangan.

10.

Mentalitas

yang

Menimbulkan Kerawanan dalam Masyarakat. Berbagai

21

kerawanan yang secara prinsip tidak sesuai dengan pengamalan Pancasila, antara lain : a. Sikap dan Gaya Hidup yang Materialistis . Sikap menghargai materi

adalah baik, tetapi mendewakan materi dengan menganggapnya sebagai ukuran paling dasar untuk menilai makna hidup adalah tidak tepat. Sikap hidup demikian itu bertentangan dengan nafas Pancasila dan cenderung menjadi serakah, ingin memegang monopoli, khususnya di bidang ekonomi dan tidak peka terhadap nilainilai sosial dan hal-hal yang berkaitan dengan spritual keagamaan. b. Mentalitas yang berorientasi pada kekuatan dan kekerasan . Mentalitas Bagi aparatur negara atau ini tercermin dalam prilaku yang mudah mengambil sikap atau tindakan kekerasan sebagai cara menangani masalah yang dihadapi. penyelenggara negara, sikap yang demikian itu jelas tida demokratis dan mencerminkan tindakan negara kekuasaan dan bukan negara hukum. Hal yang demikian itu juga menunjukkan kemiskinan budaya dan membahayakan masyarakat karena mau menang sendiri akan menjadi ukuran yang menentukan, tanpa mengingat dasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. c. Persepsi yang sempit dan tertutup . Dalam kehidupan masyarakat kita yang majemuk, dibutuhkan wawasan yang luas, yang mampu dan mau menghargai pihak dan kelompok lain dengan cara hidup, pandangan dan kebudayaan yang berbeda. Persepsi yang sempit justru menghalangi terwujudnya wawasan yang luas itu sehinggan cenderung tertutup dan mudah menimbulkan konflik. Cara berpikir ini tidak mendorong seseorang untuk maju, malah Persepsi dan sikap yang demikian, jelas tidak membuatnya makin terbelakang.

sesuai dengan paham kebangsaan dan persatuan Indonesia dan tidak kondusif untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. d. Sikap yang formalistis. Kalaupun sikap ini nampaknya mematuhi Sikap ini menjadi lemah dan tidak kukuh Pada dasarnya, sikap ini juga berwawasan peraturan, tetapi pada dasarnya tidak dapat menghargai makna peraturan dan cenderung menyalahgunakannya. e. Sikap yang primordial. dalam pendirian. Konsekuensinya mudah terjerumus ke dalam sikap kemunafikan. sempit dan isolatif serta hanya mengutamakan kepentingan asal-usul kelompoknya seperti dinasti, ras, suku, golongan, daerah dan agama. Dengan demikian, sikap primordial cenderung menjadi eksklusif dan tidak peka terhadap perlunya kesatuan

dan persatuan bangsa sebagai cara hidup kebersamaan yang lebih luas dan terbuka. Primordialisme, sebagai sikap yang mementingkan persepsi, pandangan, dan kepentingan kelompok ikatan lama, berikut : 1) Mempersempit moralitas pengakuan terhadap kesamaan harkat dan antara lain ; mengakibatkan hal-hal

22

martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa serta membatasi hanya kepada kelompoknya saja. 2) 3) 4) Melunturkan wawasan kebangsaan serta persatuan dan kesatuan Mempersulit upaya pencapaian negara Nasional dan loyalitas Cenderung menginkari keadilan negara bagi seluruh rakyat bangsa. bersama. Indonesia. 11. Sumber Ancaman. a. Umum. Sejarah perjuangan bangsa tidak terlepas dari pahitnya rasa

terjajah dan tertindas di bawah kekuasaan penjajah pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya berarti juga bahwa kaum penjajah harus diusir dari bumi Indonesia. Dengan sikap demikian dapatlah diketahui bahwa Bangsa Indonesia tidak berkompromi dengan Imperialisme, kolonialisme dan kapitalisme karena tidak sesuai dengan falsafah bangsa, yaitu Pancasila. Sekarang kita harus waspada dan siaga terhadap ancaman yang membahayakan Pancasila sesuai doktrin Cadek, maka ancaman yang dapat membahayakan kita selain berasal dari luar dan juga dari luar negeri. b. Ancaman Ideologi dari luar negeri. 1) Individualisme/liberalisme. a) Bahwa dasar pokok daripada hidup kemasyarakyatan adalah

mengutamakan kebebasan individu.

(1)

23

Kapitalisme. Paham tentang penguasaan Pada dasarnya

dengan kapital sebagai kekuatan politik. ajaran ini berasal dari liberalisme. (2) (3) Inperialisme. Kolonialisme.

Adalah bentuk khusus dari penguasa Suatu akan paham adanya yang tetap ingin suatu

wilayah lain di luar wilayah sendiri. mempertahankan penguasaan

pemerintahan di luar tapal betas negaranya. b) Landasan pokok ajaran. (1) Individualisme/liberalisme. (a) (b) (c) (d) (e) (2) Kebebasan individu tak terbatas. Negara luas mengabdi kepada kepentingan Menuntut adanya kebebasan politik. Dalam bidang ekonomi tidak usah campur Sangat mempopulerkan Hak azasi.

individu.

tangan.

Kapitalisme. (a) (b) (c) (d) (e) Konsentrasi produksi pada perusahaan besar. Perusahaan besar mendapat perhatian lebih. Tujuan konsentrasi, monopoli. Alat-alat produksi milik privat. Kekuasaan tertinggi di tangan pengusaha.

(3)

Imperialisme. (a) (b) (c) (d) Kuasai wilayah lain, kebanggaan. Kuasai ekonomi lalu kuasai politik. Daerah jajahan sebagai daerah pemasaran. Gunakan rakyat setempat sebagai alat.

(4) (a) (b) (c)

24

Kolonialisme.

Kuasai wilayah lain, hidup dari wilayah itu. Ikat wilayah jajahan dengan janji. Taktik penguasaan wilayah disesuaikan dengan

perkembangan politik negara tetangga. c) Pola kegiatan. Sebenarnya tidak terdapat sistem tertentu

pola kegiatan yang dilakukan oleh paham individualisme, kapitalisme, kolonialisme, kapitalisme tetapi dalam perkembangannya dapat diketahui sebagai berikut : (1) Konsep ideologi pada mulanya membuat perubahan ideologi agar pimpinan konomi bangsa itu menarik

mental (2) (3) (4)

kepercayaan kepada sistem liberal. Dalam bidang membuat ketergantungan ekonomi. Menguasai segenap aspek kehidupan negara itu. Tahap pelaksanaannya antara lain, sebagai berikut : (a) (b) (c) (d) Tahap pertama kuasai ekonomi. Tahap cara berpikir warga negara pemimpin Tahap kedua kuasai kaum cendikiawan. Tahap ketiga melaksanakan publik opini.

bangsa.

d)

Sasarannya. (1) (2) (3) (4) (5) Kaum intelektual. Pemuda, mahasiswa/pelajar. Butuh tani, nelayan. Wartawan, seniman, budayawan. Media.

2)

Komunisme. a)

25

Pengertian. Ajaran yang mencari perubahan dari dasar-dasar Ajaran ini menitikberatkan kepada sosialisme idelistis.

ekonomi dan moral yang individualitis kepada azas yang bersifat kolektif. Paham sosialisme dibagi dua, yaitu : (1) (2) b) Sosialisme Utopi. Sosialisme Marxisme.

Landasan pokok ajaran. (1) (2) (3) (4) (5) Dasar pikiran kemanusiaan dan ekonomi adalah

kolektif. Bukan individu yang pokok tetapi masyarakat. Bekerja atas dasar hasrat, tanah dan modal lainnya Kehidupan manusia ditentukan oleh kekuatan

adalah milik masyarakat. ekonomi/materi. Kehidupan selalu ada dua hal yang saling bertentangan sampai ada revolusi. c) Pola kegiatan klasik komunisme. (1) Langkah -1. (a) (b) (2) (3) Pembentukan organisasi revolusioner. Kegiatan propaganda/agitasi. Bersifat demonstratif untuk menarik simpati

Langkah -2. massa. Langkah -3 Timbulkan huru-hara dan teror sebagai peningkatan langkah-langkah.

(4)

Langkah -4

(5)

26

Menimbulkan

pemberontakan

untuk

pencepatan tujuan. Langkah -5 dengan Melaksanakan coup detat. sikon segala tata kehidupan yang meliputi Adapun modus operandinya berubah-ubah disesuaikan Ipoleksosbudhankam yang dihadapi guna merealisir pola kegiatan klasik. Hanya saja dalam tiap modus operandinya terdapat ciri yang khas, yaitu berusaha menimbulkan dan memanfaatkan antagonisme dan kontradiksi atas dasar fanatisme. d) Sasarannya. (1) (2) (3) (4) (5) (6) c. Pemuda, Mahasiswa, Pelajar. Golongan Konservatif. Golongan tidak puas. Golongan buruh, miskin kota, nelayan. Golongan pengawai negeri rendah. Golongan Ba/Ta AB.

Ancaman ideologi dari dalam negeri. 1) Golongan EKKA adalah kelompok kecil Umat Islam yang

menciptakan diberlakukannya Hukum Islam sebagai hukum positif di Indonesia yang selanjutnya ingin merubah NKRI sebagai Negara Islam. Adapun cirinya : a) b) c) d) e) f) Heterogen. Emosional. Situsional. Kurang konsepsional. Cepat beralih dari stadium laten ke stadium manifest. Mudah dimanfaatkan oleh Golongan EKKI dan liberalisme.

2)

Golongan EKKI adalah kelompok

27

kecil

orang

Indonesia

yang

memperjuangkan eksistensi pengaruh Ideologi Komunis di Indonesia. Golongan EKKI terdiri dari : a) b) c) Sebagian Ex. G.30 S/PKI yang belum sadar. Sebagian dari Ex.G.30 S/PKI yang belum tertangkap dan Kader baru yang diterima oleh Komunisme Internasional baik

belum sadar. yang berasal dari luar maupun dalam negeri. Adapun ciri-cirinya : (1) (2) (3) (4) (5) (6) 3) Rasional. Konsepsional. Bekerja jangka panjang. Expert dalam penetrasi dan penggalangan. Enggan mengambil resiko. Lamban beralih dari stadium laten ke manifest.

Landasan pokok ajarannya. a) positif. b) c) d) e) Menimbulkan ketegangan mental dalam masyarakat dengan Hanya melihat pada kelemahan dari konsep yang ada. Menggunakan publik opinion. Menghindari saluran musyawarah, lebih bersifat demonstratif isu tertentu. Tidak puas dengan keadaan yang ada walaupun keadaan itu

baik aksi fisik maupun aksi ilmiah yang bersifat Psycho ilmiah. 4) Pola kegiatan. a) Menimbulkan rasa tidak puas terhadap keadaan yang telah

ada dengan menampilkan alasan rasional tetapi sepihak. Karena itu pada mulanya atau tahap pertama bersifat penguasaan mental.

b) c) d) e)

Tahap

kedua penguasaan mass media guna sebagai

28

sarana dalam pembinaan pendapat umum. Tahap ketiga penguasaan masa untuk memaksakan pendapat Tahap terakhir berupa pertentangan politik. Sebagai dasar bertolak biasanya menggunakan alasan politik dan sikapnya.

dan ekonomi serta kasus sosial lainnya. 5) 12. Sasaran. Pada prinsipnya sama dengan sasaran liberalisme.

Pencegahan dan Penanggulangan. a. Umum. Komunisme merupakan bahaya laten bagi Bangsa Indonesia yang

berlandaskan Pancasila dan UUD 45 karena secara mendasar Komunisme bertentangan dengan Pancasila. Di samping itu telah berulangkali melakukan penghianatan dan pemberontakan. Apabila ditinjau kembali gerakan komunis di Indonesia bahwa pemberontakan yang terjadi selalu didahului dengan kondisi yang dapat mengakomodasikan konsep perjuangan komunis untuk mengadakan pemberontakan oleh karena itu perlu segera dilakukan upaya untuk pencegahan dan penanggulangannya. b. Masalah yang harus ditangani : 1) Mencegah hidupnya kembali kegiatan unsur komunis di seluruh

wilayah Indonesia. 2) 3) Meniadakan/minimalisir kerawanan-kerawanan nasional di bidang Memantapkan daya tangkal ideologi segenap aparatur pemerintah

Ipoleksosbud Hankam. dan masyarakat. c. Pola pelaksanaan. Penggunaan seluruh potensi dan kekuatan yang ada

di wilayah Indonesia secara terpadu dan berlanjut untuk menanggulangi bahaya laten komunisme dalam rangka memperkokoh sistem kehidupan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu oleh para pelaksana, yaitu :

29

1)

Aparatur pemerintah/aparat keamanan. a) b) c) Memberi kepekaan, kewaspadaan dan kekebalan masyarakat Melakukan pengawasan fisik terhadap mobilitas dan kegiatan Membantu Aparat Pemda dalam usaha peningkatan

terhadap komunisme. Ex. G.30 S/PKI terutama golongan Hard Core. kesejahteraan sosial. 2) Aparat Pemda. a) b) Melaksanakan pengawasan administrasi terhadap mobilitas Menciptakan iklim yang dapat memberi sumber penghidupan

Ex. G.30 S/PKI. bagi mereka dengan memperhatikan faktor keamanan dan fisikologis masyarakat. c) d) e) 3) Membina mereka agar jadi warga negara yang positif. Memberi info secara kontinyu kepada aparat keamanan Melaksanakan usaha kesejahteraan sosial.

tentang kegiatan Ex.G.30 S/PKI.

Masyarakat. a) b) c) Membantu usaha Binkam dan peningkatan kesejahteraan Secara swakarsa beri info kepada aparat keamanan dan Membantu membimbing Ex.G.30S/PKI beserta keluarga untuk

sosial di lingkungan masing-masing. aparat Pemda mengenai kegiatan negatif Ex. G.30 S/PKI. jadi warga negara yang positif. d. Pola tindakan. Pola tindakan dalam menghadapi bahaya komunisme

terdapat 4 komponen tindakan, yaitu :

1)

Meningkatkan

30

mekanisme

kerja

aparatur

pemerintah.

Langkah-langkah untuk meningkatkan mekanisme kerja tersebut dilakukan baik untuk meningkatkan efektifitas masing-masing apataratur maupun efektifitas aparatur tersebut secara koordinatif. 2) Meningkatkan kewaspadaan masyarakat. a) b) c) Mengadakan kegiatan penerangan agar masyarakat makin Membentuk citra di kalangan masyarakat terutama generasi Manfaatkan potensi dan mekanisme dalam masyarakat

menyadari dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. muda bahwa komunis bertentangan dengan Pancasila. dengan menumbuhkan rasa ikut bertanggung jawab dalam Binkam dan penanggulangan komunis. 3) Pengawasan dan pembinaan Ex.G.30 S/PKI. a) b) c) d) Merubah sikap mental ideloginya dan menumbuhkan

kesadaran berdharma bhakti kepada masyarakat. Mengawasi mobilitas dan kegiatan mereka. Mengambil tindakan reprensif bila melakukan kegiatan untuk Terhadap golongan soft core dan hard core tidak diberi

kepentingan komunis. kesempatan untuk menduduki lapangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi orang lain untuk mengembangkan komunis baik langsung/tidak langsung. 4) Membina kondisi lingkungan. a) Memantapkan P4 dalam masyarakat dan meningkatkan

kewaspadaan terhadap idelogi lain yang bertentangan dengan Pancasila. b) c) Memelihara stabilitas politik dalam rangka memelihara stabilitas nasional. Mencegah dan menghalangi gejolak sosial dengan motif Ipoleksosbud Hankam yang menjurus pada anarki.

d) e) f) g) h) i) j) 13. Evalusi. a.

Merahabilisir

31

pelaksanaan pemerataan pembangunan.

Mewujudkan kehidupan dan kerukunan beragama. Meningkatkan terwujudnya kemanunggalan TNI/Rakyat. Mewujudkan aparatur pemerintah yang tertib, bersih dan Menerapkan Sispam swakarsa dalam rangka kesadaran dan Mencegah dan menaggulangi secara dini ancaman

berwibawa. keikutsertaan masyarakat. golongan/kelompok extrim dari stadium laten ke manifest Mengembangkan sikap dan prilaku antikomunis.

Persoalan Benar Salah 1) BS Inperialisme.Adalah bentuk khusus dari penguasa wilayah lain di luar wilayah sendiri. 2) BS Kolonialisme Adalah Suatu Paham tentang penguasaan Pada dasarnya

dengan kapital sebagai kekuatan politik. ajaran ini berasal dari liberalisme. 3) BS

Landasan pokok ajaran komunisme diantaranya adalah bukan individu yang pokok tetapi masyarakat.

b.

Persoalan Pilihan 1) Landasan pokok Ajaran Individualisme diantaranya adalah: a) b) c) 2) Kebebasan Individu tak barsyarat. Tujuan Konsentrasi,Monopoli. Kuasai ekonomi lalu kuasai politik.

Landasan pokok Ajaran imperialisme diantaranya adalah: a) Sangat mempopulerkan Hak Azasi.

b) c) 3)

Kekuasaan

32

Tertinggi ditangan Pengusaha.

Gunakan rakyat setempat sebagai alat.

Pola tindakan dalam menghadapi bahaya komunisme diantaranya adalah: a) b) c) Meningkatkan kewaspadaan masyarakat . Mengatur pemerintah/aparat keamanan. Meningkatkan kewaspadaan Aparat Pemda.

c.

Persoalan Isian. 1) Sebutkan kerawanan yang secara prinsip tidak sesuai dengan

pengamalan Pancasila: a) b) c). d). e) 2) Sikap dan Gaya Hidup yang Materialistis. .. ...................................................

Sebutkan sasaran ajaran komunisme a) b) c) d) e) f) .. Golongan Konservatif ......................................... .......................................... .......................................... ..........................................

3)

Sebutkan ciri-ciri Kader baru yang diterima oleh Komunisme

Internasional baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri . a) b) Rasional ............................................

c) d) e) f) d.

........................... .................. ............................................. ............................................. .............................................

33

Persoalan Uraian 1) 2) Sebutkan landasan pokok ajaran Kapitalisme? Sebutkan sasaran ajaran Komunisme ?

BAB IV POKOK-POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA 14. Umum. Di dalam pembahasan pokok-pokok kaidah fundamental Negara

Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terlebih dahulu harus memahami tentang Pengertian UUD 1945 dan Pokok-pokok Kaidah Fundamental Negara. 15. Pengertian UUD 1945. Undang-undang Dasar 1945 ialah suatu Hukum Dasar

tertulis (konstitusi negara) yang menjadi dasar dan sumber dari peraturan-peraturan lain atau perundang-uandangan lain yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). a. dari : 1) 2) Pembukaan, batang tubuh/isi dan penjelasan. Ditetapkan oleh PPKI RI tahun II Nomor 7 tanggal 15 Pebruari 1946. Undang-undang Dasar 1945 ini merupakan sebuah naskah yang terdiri

b.

Mengapa

dinamakan

UUD 1945 ? Karena UUD 1945 tersebut disusun

34

dan ditetapkan pada tahun 1945. Sedangkan Undang-undang lain pernah dimiliki dan digunakan oleh Bangsa Indonesia adalah sebagai berikut : 1) 1949. 2) c. UUD 1950. Disebut sebagai UUD sementara (UUDS) 1950. UUD 1949. Disebut sebagai konstitusi Republik Indonesia (KRIS)

UUD 1945 mempunyai kekuatan untuk mengikat : 1) 2) 3) 4) Pemerintah. Lembaga-lembaga negara/pemerintah. Lembaga-lembaga masyarakat. Warga negara/penduduk.

d. dasar. e.

UUD 1945 berisikan norma-norma, aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan UUD 1945 merupakan hukum tertinggi bila dibandingkan dengan peraturan

atau perundang-undangan lainnya. 16. Pokok-pokok Kaidah Fundamental Negara. a. Arti pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 ialah pengantar

batang tubuh UUD 1945, mengandung pokok-pokok pikiran dan kaidah negara fundamental yang dengan jalan hukum tidak dapat dirubah dengan demikian, pembukaan pada dasarnya merupakan : 1) 2) 3) b. Pengantar batang tubuh dari UUD 1945. Mengandung pokok-pokok pikiran dan kaidah negara fundamental. Pernyataan kemerdekaan.

Asal mula dan kedudukan Pembukaan UUD 1945 . Asal mula pembukaan UUD 1945 adalah Panitia Persiapan

Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang intinya oleh Komite Nasional, pada

hakekatnya

adalah

wakil seluruh Rakyat Indonesia, yang bukan

35

mensahkan dan menetapkan Pembukaan UUD 1945, tetapi dapat disebut juga bahwa PPKI tersebut adalah Pembentukan Negara dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pembukaan UUD 1945 adalah Pembentuk Negara. 17. Evaluasi. a. Persoalan Benar Salah. 1) BS Undang-undang Dasar 1945 ialah suatu Hukum Dasar tertulis (konstitusi negara) yang menjadi dasar dan sumber dari peraturan-peraturan lain atau perundang-uandangan lain yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 3) B S Undang-undang Dasar 1945 merupakan sebuah naskah yang terdiri dari Pembukaan,Batang tubuh/isi Dan Penjelasan b. Persoalan Pilihan. 1) UU lain Yang pernah dimiliki bangsa Indonesia adalah: a) b) c) 2). UUD 1949 UUD 1950 A Dan B benar

Undang-undang Dasar 1945 terdiri dari: a) b) c) Pembukaan,batang/isi dan penjelasan Awal, Inti dan Penutup Bab I,Bab II dan Bab III

c.

Persoalan Isian. 1) UUD 1945 mempunyai kekuatan untuk mengikat: a) Pemerintah

b) c) d) 2)

36

..

UUD 1945 Terdiri dari: a) b) c) Pembukaan ....................................... .........................................

d.

Persoalan Uraian. 1) 2) Jelaskan Pengertian Dari UUD 1945? Jelaskan Asal mula dan kedudukan Pembukaan UUD 1945? BAB V HAKIKAT KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD 1945

18.

Umum.

Salah satu bagian yang terpenting dari UUD 1945 adalah hakikat

kedudukan Pembukaan UUD 1945 sebab Pembukaan UUD 1945 merupakan inti sari atau cerminan dari pandangan hidup Bangsa Indonesia yang harus dikedepankan. 19. Hakikat Kedudukan Pembukaan UUD 1945. UUD 1945 yaitu PPKI) mensahkan Kedudukan dari Pembukaan UUD dan menetapkan berlakunya.

1945 adalah sebagai tertib Hukum Indonesia. setelah pembentuk negara (pembentuk Pembukaan Pembukaan UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 maka mulailah juga berlaku Tertib Hukum Indonesia. Tertib Hukum ialah keseluruhan daripada peraturan hukum yang memenuhi empat syarat yaitu : a. b. c. d. Ada kesatuan subyek (Penguasa) yang mengadakan peraturan hukum. Ada kesatuan azas rohani yang menjadi dasar daripada keseluruhan Ada kesatuan daerah dimana keseluruhan peraturan hukum berlaku. Ada kesatuan waktu dimana keseluruhan peraturan hukum berlaku.

peraturan hukum.

Keempat syarat tertib hukum itu, juga ada pada pembukaan UUD 1945 (Dalam alenia keempat) yaitu : a. b. c. d. Ada kesatuan subyek/Penguasa yaitu dengan disebutnya Pemerintah RI. Ada kesatuan azas kerohanian yaitu dengan disebutnya Pancasila. Ada kesatuan daerah, yaitu dengan disebutnya seluruh tumpah darah Ada kesatuan waktu, yaitu disebutnya disusunlah Kemerdekaan Bangsa

37

Indonesia. Indonesia dalam bentuk negara. Dengan demikian semua syarat yang harus dipenuhi oleh Pembukaan UUD 45 sebagai suatu tertib hukum telah ada maka kedudukan UUD 45 adalah Tertib Hukum Indonesia. 20. Sifat Pembukaan UUD 1945. Sifat dari Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai Menurut pengertian ilmiah, pokok kaidah

pokok kaidah negara yang fundamental.

negara fundamental, memiliki beberapa unsur mutlak yaitu : a. Dalam hal terjadinya : 1) 2) Ditentukan oleh Pembentuk Negara. Terjelma dalam pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak

Pembentuk Negara untuk dijadikan Dasar Negara yang dibentuk. b. Dalam hal isi, memuat : 1) Dasar-dasar Negara yang dibentuk, yaitu atas dasar : a) b) c) 2) azas kerohanian negara, (apa azas kerohanian negara). Azas politik negara, apa (cita-cita negara apa). Azas cita-cita negara, apa (tujuan negara).

Ketentuan diadakan UUD Negara.

Unsur-unsur pokok kaidah negara fundamental itu, juga ada pada Pembukaan UUD1945 yaitu ; Pembukaan UUD 1945 menurut sejarah terjadinya ditentukan oleh Pembentuk Negara, PPKI, sebagai penjelma kehendaknya yang dalam hakekatnya. Dipisahkan, rencananya dibahas oleh Panitia Hukum Dasar dari UUD. (Direncanakan oleh suatu panitia UUD). Dan menurut isinya memuat azas kerohanian negara (Pancasila), azas politik negara (Republik yang Berkedaulatan Rakyat) dan cita-cita negara (melindungi segenap Bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia) dan untuk memajukan kesehjateraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, lagi pula menetapkan adanya UUD Negara Indonesia. Dengan demikian unsur yang harus dipenuhi oleh Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara fundamental telah ada, maka Pembukaan UUD 1945 bersifat pokok kaidah negara yang fundamental. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan pokok kaidah negara yang

38

fundamental, maka ia memiliki hakekat kedudukan yang tetap kuat dan juga tidak berubah bagi negara yang dibentuk atau dengan jalan hukum tidak lagi dapat berubah, karena merupakan kelangsungan hidup negara. 21. Evalusi. a. Persoalan Benar Salah 1) BS Kedudukan dari Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai tertib Hukum Indonesia. 2) B S Tertib Hukum ialah keseluruhan daripada peraturan hukum yang memenuhi enam syarat. b. Persoalan Pilihan 1) Sifat Pembukaan UUD 1945 dalam hal terjadinya adalah: a) b) Ditentukan oleh Pembentuk Negara . Terjelma dalam pernyataan lahir sebagai penjelmaan

kehendak Pembentuk Negara untuk dijadikan Dasar Negara yang dibentuk.

c) 2)

A Dan B benar

39

Syarat Tertib Hukum diantaranya adalah: a) b) c) Ada kesatuan subyek. Ada kesatuan waktu A dan B benar

c.

Persoalan Isian. 1) Empat Syarat Tertib Hukum: a) b) c) d) 2) Ada kesatuan subyek (Penguasa) yang mengadakan

peraturan hukum .. .

Dasar-dasar Negara yang dibentuk, yaitu atas dasar : a) b) c) azas kerohanian negara, (apa azas kerohanian negara). ....................................... .........................................

d.

Persoalan Uraian 1) 2) Jelaskan sifat-sifat Pembukaan UUD1945? Sebutkan empat syarat tertib Hukum? BAB VI KEWASPADAAN DALAM MENEGAKAN UUD 1945

22.

Umum.

Ada beberapa hal yang haru diperhatikan mengenai kewaspaan

40

dalam menegakkan UUD 1945 yaitu Kewaspadaan dalam Menegakkan UUD 45 dan Pencegahan serta Penanggulangan. 23. Kewaspadaan dalam Menegakkan UUD 1945. a. Di dalam menegakkan UUD 1945 banyak timbul kerawanan prinsip yang

tidak sesuai dengan UUD 1945. 1) Tidak ada kesadaran hukum. a) b) c) 2) Tidak ada pengakuan dan perlindungan atas Hak-hak azasi Adanya peradilan yang masih diperbaharui oleh sesuatu Tidak ada legalitas dalam arti hukum dalam segala bentuknya.

manusia. kekuasaan atau kekuatan lain.

Tidak ada tujuan hukum. a) b) Tidak dapat mewujudkan ketertiban dan ketentraman. Tidak bisa menciptakan kepastian dan keadilan, serta

menjelaskan kepentingan-kepentingan para anggota masyarakat. Sehingga sulit untuk mewujudkan keadilan sosial. 3) Sikap formalitas. Sepertinya patuh tapi tidak menghargai aturan

hukum dan cenderung untuk menyalah gunakan aturan UUD 1945 dan tidak kokoh terhadap pendirian, mudah terpengaruh dan terjerumus. b. Sumber ancaman. 1) Ancaman terhadap UUD 45 berasal dari luar negeri sebagai berikut : a) Individualisme/liberalisme. (1) Kapitalisme

(2) (3) b) 2)

41

Imperialisme

Kolonialisme

Komunisme.

Ancaman dari dalam negeri. a) Golongan EKA. (1) (2) (3) b) Kelompok Umat Islam Fundamental (kelompok garis Diperlakukan Hukum Islam sebagai hukum positif. Merubah NKRI sebagai Negara Islam Fundamental. Adalah kelompok kecil masyarakat Indonesia

keras).

Golongan EKI.

yang memperjuangkan eksistensi ideologi komunis di Indonesia. 24. Pencegahan dan Penanggulangan. Untuk menegakan UUD 1945 agar tetap

kokoh di NKRI perlu diadakan upaya pencegahan dan penanggulangan sebagai berikut : a. b. Memberikan pengarahan/penyuluhan kepada masyarakat tentang sadar Memberikan penyuluhan tentang pengertian Pancasila dan UUD 1945

hukum dan sadar kehendak. secara utuh dan konsekuen kepada seluruh masyarakat mulai dari tingkat bawah, menengah dan tingkat atas (bedasarkan strata masing-masing) melalui pelajaran disekolah-sekolah mulai dari tingkat dasar sampai mahasiswa, melalui media cetak, media elektronik. c. d. Melaksanakan pengawasan serta penanggulangan dini dari ancaman Menciptakan sikap dan perilaku cinta tanah air, rasa Nasionalisme yang golongan EKA dan EKI. tinggi serta anti Komunis. 25. Evalusi a. Persoalan Benar Salah

42

1)

B S Di dalam menegakkan UUD 1945 banyak timbul kerawanan prinsip yang tidak sesuai dengan UUD 1945 diantaranya adalah tidak ada kesadaran hukum.

2)

B S Golongan EKI.Adalah kelompok besar masyarakat Indonesia yang memperjuangkan eksistensi ideologi komunis di Indonesia.

b.

Persoalan Pilihan

1)

Di dalam menegakkan UUD 1945 banyak timbul kerawanan prinsip

yang tidak sesuai dengan UUD 1945 disebabkan oleh : a) b) c) 2) Tidak ada tujuan hukum. Karena Individu. Masyarakat itu sendiri.

Ancaman terhadap UUD 45 berasal dari luar negeri adalah : a) b) c) Liberalisme Golongan EKA Golongan EKI

c.

Persoalan Isian. 1) Di dalam menegakkan UUD 1945 banyak timbul kerawanan prinsip

yang tidak sesuai dengan UUD 1945.disebabkan oleh a) b) Tidak ada kesadaran Hukum ..

c)

43

2)

Individualisme/Liberalisme terdiri dari : a) b) c) Kapitalisme ....................................... .........................................

d.

Persoalan Uraian 1) Sebutkan dan Jelaskan kerawanan prinsip yang tidak sesuai dengan

UUD1945? 2) Jelaskan pencegahan dan penanggulangan agar UUD 1945 tetap

kokoh di NKRI?

BAB VII EVALUASI AKHIR PELAJARAN (Bukan Naskah Ujian) 26. Evaluasi Akhir. a. Persoalan Benar Salah 1) BS Hakekat Isi Pancasila.adalah Suatu dasar falsafah negara yang harus merupakan suatu kesatuan keseluruhan, dapat terdiri atas bagian-bagian (Sila) akan tetapi bagian-bagian itu harus tidak saling bertentangan, bahkan kesemuanya itu harus bersama-sama menyusun satu hal baru yang merupakan keutuhan. 2) BS Sila kedua : Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, serta kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputi dan

menjiwai sila-sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesi. 3) BS Sila keempat : Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi dan menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 4) BS Inperialisme.Adalah bentuk khusus dari penguasa wilayah lain di luar wilayah sendiri. 5) BS Kolonialisme Adalah Suatu Paham tentang penguasaan Pada dasarnya

44

dengan kapital sebagai kekuatan politik. ajaran ini berasal dari liberalisme. 6) BS

Landasan pokok ajaran komunisme diantaranya adalah bukan individu yang pokok tetapi masyarakat.

7)

B S Undang-undang Dasar 1945 ialah suatu Hukum Dasar tertulis (konstitusi negara) yang menjadi dasar dan sumber dari peraturan-peraturan lain atau perundang-uandangan lain yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

8)

B S Undang-undang Dasar 1945 merupakan sebuah naskah yang terdiri dari Pembukaan,Batang tubuh/isi dan Penjelasan.

9)

B S Kedudukan dari Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai tertib Hukum Indonesia.

10)

B S Tertib Hukum ialah keseluruhan daripada peraturan hukum yang memenuhi enam syarat.

11)

B S Di dalam menegakkan UUD 1945 banyak timbul kerawanan prinsip yang tidak sesuai dengan UUD 1945 diantaranya

adalah tidak ada kesadaran hukum. 12) B S Golongan EKI.Adalah kelompok besar masyarakat Indonesia yang memperjuangkan eksistensi ideologi komunis di Indonesia. b. Persoalan Pilihan. 1) Rumusan Sila-sila Pancasila pada sila pertama meliputi: a) Meliputi dan menjiwai sila-sila kemanusiaan yang adil dan

45

beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. b) Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi dan menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. c) Diliputi oleh yang sila-sila adil dan ke-Tuhanan beradab, hikmat oleh Yang Maha Esa, dalam kemanusiaan kerakyatan Indonesia. 2) Rumusan Sila-sila Pancasila pada sila Ketiga meliputi: a) Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, persatuan Indonesia,

yang

dipimpin

kebijaksanaan

permusyawaratan/-perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat

kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi dan menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. . b) Diliputi dan dijiwai sila-sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa, serta yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputi dan menjiwai sila-sila kerakyatan Indonesia. c) Diliputi oleh yang sila-sila adil dan ke-Tuhanan beradab, Yang Maha Esa, kemanusiaan persatuan Indonesia, permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat

kerakyatan Indonesia. 3)

yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

46

permusyawaratan/-perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Penjelasan Sila kedua diantaranya adalah : a) Negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan, dalam hal ke-

Tuhanan, sikap dan perbuatan anti ,ke-Tuhanan, keagamaan, serta tidak boleh ada paksaan agama, dengan perkataan lain negara Indonesia tidak ada atheisme, yang seharusnya ada ialah keTuhanan Yang Maha Esa dengan toleransi yang sejati. b) Sifat-sifat dan keadaan-keadaan di dalam negara harus sesuai dengan hakekat manusia, dalam arti sebagai jenis mahluk karena kita membicarakan Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar falsafah negara dan belum mengenai pelaksanaannya dalam kehidupan negara. c) Keadilan sosial unsur-unsurnya dapat dikembalikan kepada hakekat sifat manusia yang monodualis atau kesatuan dari hakekat sifat individu dan makhluk sosial dalam keseimbangan yang dinamis. 4) Landasan pokok Ajaran Individualisme diantaranya adalah: a) b) c) 5) Kebebasan Individu tak barsyarat. Tujuan Konsentrasi,Monopoli. Kuasai ekonomi lalu kuasai politik.

Landasan pokok Ajaran imperialisme diantaranya adalah: a) b) c) Sangat mempopulerkan Hak Azasi. Kekuasaan Tertinggi ditangan Pengusaha. Gunakan rakyat setempat sebagai alat.

6)

Pola tindakan dalam menghadapi bahaya komunisme diantaranya adalah:

a) b) c) 7)

Meningkatkan

47

kewaspadaan masyarakat .

Mengatur pemerintah/aparat keamanan. Meningkatkan kewaspadaan Aparat Pemda.

UU lain Yang pernah dimiliki bangsa Indonesia adalah: a) b) c) UUD 1949 UUD 1950 A Dan B benar

8)

Undang-undang Dasar 1945 terdiri dari: a) b) c) Pembukaan,batang/isi dan penjelasan Awal, Inti dan Penutup Bab I,Bab II dan Bab III

9)

Sifat Pembukaan UUD 1945 dalam hal terjadinya adalah: a) b) Ditentukan oleh Pembentuk Negara . Terjelma dalam pernyataan lahir sebagai penjelmaan

kehendak Pembentuk Negara untuk dijadikan Dasar Negara yang dibentuk. c) 10) A Dan B benar

Syarat Tertib Hukum diantaranya adalah: a) b) c) Ada kesatuan subyek. Ada kesatuan waktu A dan B benar

11)

Di dalam menegakkan UUD 1945 banyak timbul kerawanan prinsip

yang tidak sesuai dengan UUD 1945 disebabkan oleh :

a) b) c) 12)

Tidak ada tujuan hukum. Karena Individu. Masyarakat itu sendiri.

48

Ancaman terhadap UUD 45 berasal dari luar negeri adalah : a) b) c) Liberalisme Golongan EKA Golongan EKI

c.

Persoalan Isian. 1) Isi Dari Pancasila Adalah : a) b) c) d) e) 2) Ketuhanan Yang Maha Esa .. ...................................................

Pengertian isi Pancasila bila dirumuskan secara ilmiah dapat

digolongkan dalam beberapa tingkat pengertian yaitu : a) b) c) 3) Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang mutlak dan ................................... .........................................

obyektif

Sebutkan sifat-sifat kepribadia Indonesia didalam Sil Kemanusiaan

yang Adil dan Beradab : a) Mempunyai Kemanusiaan

b) c) d) 4)

........................... ................. ............................................. .............................................

49

Sebutkan kerawanan yang secara prinsip tidak sesuai dengan

pengamalan Pancasila: a) b) c). d). e) 5) Sikap dan Gaya Hidup yang Materialistis. .. ...................................................

Sebutkan sasaran ajaran komunisme a) b) c) d) e) f) .. Golongan Konservatif ......................................... .......................................... .......................................... ..........................................

6)

Sebutkan ciri-ciri Kader baru yang diterima oleh Komunisme

Internasional baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri . a) b) c) d) e) f) 7) Rasional ............................................ ............................................. ............................................. ............................................. .............................................

UUD 1945 mempunyai kekuatan untuk mengikat: a) Pemerintah

b) c) d) 8)

50

..

UUD 1945 Terdiri dari: a) b) c) Pembukaan ....................................... .........................................

9)

Empat Syarat Tertib Hukum: a) b) c) d) Ada kesatuan subyek (Penguasa) yang mengadakan

peraturan hukum .. .

10)

Dasar-dasar Negara yang dibentuk, yaitu atas dasar : a) b) c) azas kerohanian negara, (apa azas kerohanian negara). ....................................... .........................................

11)

Di dalam menegakkan UUD 1945 banyak timbul kerawanan prinsip

yang tidak sesuai dengan UUD 1945.disebabkan oleh a) b) c) 12) Tidak ada kesadaran Hukum ..

Individualisme/Liberalisme terdiri dari : a) b) Kapitalisme .......................................

c) d.

........................... ..............

51

Persoalan Uraian 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jelaskan Pengertian Pancasila secara Ilmiah ! Jelaskan Isi dari sila Kelima ! Sebutkan landasan pokok ajaran Kapitalisme? Sebutkan sasaran ajaran Komunisme ? Jelaskan Pengertian Dari UUD 1945? Jelaskan Asal mula dan kedudukan Pembukaan UUD 1945?

RAHASIA

7) 8) 9)

Jelaskan sifat-sifat Pembukaan UUD1945? Sebutkan empat syarat tertib Hukum? Sebutkan dan Jelaskan kerawanan prinsip yang tidak sesuai dengan

UUD1945? 10) Jelaskan pencegahan dan penanggulangan agar UUD 1945 tetap

kokoh di NKRI?

BAB VIII PENUTUP

26.

Penutup. Demikian Naskah Sekolah Sementara tentang Pancasila dan UUD

NKRI 1945 disusun sebagai pedoman bagi tenaga pendidik dan siswa dalam proses belajar mengajar pada Pendidikan Diklapa II Kecabangan Infanteri.

52

A.n. Komandan Kodiklat Dirdik Wahid Hidayat, S. IP Brigadir Jenderal TNI

RAHASIA