P. 1
Lapkas Abortus 2

Lapkas Abortus 2

|Views: 20|Likes:
Dipublikasikan oleh Sinta Sintaa

More info:

Published by: Sinta Sintaa on Apr 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2014

pdf

text

original

ABORTUS

Disusun oleh : Fahmi Junaidy 2008730066 Pembimbing : Dr. Edy Purwanta, Sp.OG

Identitas Pasien
Identitas Pasien


 

Nama Umur Pekerjaan No RMK Masuk RS 15.00wib

: : : : :

Ny. US 26 tahun Karyawati 00 73 90 85 29-06-2012,

Keluhan Utama : Keluar gumpalan darah sejak 7 jam SMRS  RPS : Ibu mengeluh keluar gumpalan darah banyak dan berwarna hitam, ibu juga merasa perut sedikit mules. Keluhan pusing, mual dan muntah disangkal oleh pasien. Ibu tidak mengetahui keluar airair atau tidak dari jalan lahir. Ini merupakan kehamilan yang pertama, ibu merasa hamil 2 bulan. Keluhan demam dosangkal oleh ibu.

Ibu kadang terasa sesak jika terkena debu. tidak pernahoperasi sebelumnya. tekanan darah tinggi dan kencing manis.Riwayat penyakit dahulu/ operasi: Ibu menyangkal menderita asma. Riwayat Pengobatan : Ibu mengkonsumsi vitamin 1x1 tapi lupa apa nama obatnya Riwayat Alergi : Riwayat Alergi obat dan makanan disangkal. Riawayat Penyakit keluarga : Ibu menyangkal dikeluarga ada yang menderita asma. . tekanan darah tinggi dan kencing manis.

HPHT 18-04-2012. Riwayat perkawinan : Ini merupakan perkawinan yang pertama. sebulan sekali.  . kadang terasa nyeri dan teratur. taksiran persalinan 2501-2013  Riwayat ANC Pasien sudah memeriksakan kehamilan 2 kali ke dokter. Lama haid 7 hari. masih kawin dan lama perkawinan 8 bulan Riwayat haid : Haid pertama kali usia 16 tahun. siklus haid 28 hari.

aterm(0). SC(0) NO TB Pnlng Thn Aterm JP Pnyuli t - JK BBL H 1 Hamil ini - - - - - - - . premature(0). anak hidup(0).Riwayat Persalinan Gravida(1). abortus(0).

Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : Baik TD : 110/80 mmHg Nadi : 88x/mnt Napas : 24 x/mnt Suhu : 36 0C Status generalis Mata : konjungtiva anemis (-) Sclera ikterik (-) Mulut : coated tongue (-) Leher : pembesaran KGB (-) Toraks : Vesikuler pada kedua lapang paru. BJ I dan II murni regular Ekstremitas : edema -/-. akral hangat +/+. CRT < 2dtk +/+ .

tampak darah sedikit menumpuk pada canalis servikalis. masa atau cairan pada kelenjar bartholini. tidak tampak adanya peradangan pada vagina. . Linea nigra (-) Pemeriksaan Ginekologi Inspeksi :vulva vagina belum membuka. Inspekulo : tidak tampak ada luka dinding vagina. perineum tidak menonjol. Palpasi : Tidak teraba adanya pembangkakan. striae (-). tidak tampak adanya luka pada portio. Inspeksi : perut tidak tampak membesar. bekas operasi (-).

Terdapat sedikit darah. . teraba jaringan pada ostium uteri. tidak nyeri goyang.Pemeriksaan bimanual : Portio tebal lunak. ukuran uterus sebesar telur bebek. posisi uterus antefleksi. tidak teraba masa.Pembukaan 1 cm. tidak terdapat nyeri tekan pada uterus.

Assessment  Ibu : G1P0A0 umur 26 tahun hamil 8 minggu dengan Abortus Inkomplit  Janin :Rencana Tindakan  Infus Cairan RL  R/ Curetase.  USG Prognosis  Ibu : Qou Vitam ad bonam Qou Fungsionam ad bonam  Anak : Qou ad vitam malam Qou ad fungsionam malam .

     Laporan Curetase : Asepsis dan antisepsis daerah vulva dan sekitarnya. Tutup duk steril kecuali yang akan dilakukan tindakan. Pasang spekulum. dilanjutkan kuretase dengan sendok kuret secara sistematis searah jarum jam sampai bersih.     . kogel tang sonde. Evakuasi konsepsi dengan abortus tang. Jaringan PA Perdarahan (-) Lepas alat Tindakan selesai.

Tinjauan Pustaka .

DEFINISI ABORTUS Lama Kehamilan < 20 minggu Berat janin < 500 gram .

DEFINISI Abortus Abortus Spontan Abortus Provocatus Abortus Provocatus Therapeuticus Abortus Provocatus Criminalis .

Abortus spontan  50-70% kehamilan Sekitar 75% abortus spontan terjadi pada minggu ke 16 dan 62% sebelum minggu ke 12 Faktor Resiko: • • • Riwayat abortus pada kehamilan sebelumnya Riwayat IUFD Bayi dengan kelainan kongenital maupun defek genetik pada kehamilan sebelumnya .

Abortus iminens Abortus insipiens Abortus Inkomplit Abortus komplit Abortus tertunda (missed abortion) KLASIFIKASI Abortus habitualis .

       Faktor Genetik Kelainan Kongenital Uterus Autoimun Defek Fase Luteal Infeksi Hematologi Lingkungan Etiologi .

. vili korialis belum menanamkan diri dengan erat ke dalam decidua o < Minggu ke 10 telur dikeluarkan lengkap  o Minggu ke 10-12 vili korialis dengan decidua makin erat  sisa-sisa korion (plasenta) sering tertinggal apabila terjadi abortus.PATOLOGI o Perdarahan dalam decidua dan nekrose sekitarnya ovum terlepas  sebagai benda asing  menimbulkan kontraksi  mengeluarkan isi rahim.

. pulsasi jantung janin belum jelas.ABORTUS IMMINENS  Anamnesis : Pemeriksaan dalam : ◦ fluksus sedikit ◦ ostium uteri tertutup ◦ Perdarahan sedikit dari jalan lahir ◦ Nyeri perut tidak ada atau ringan   USG ◦ Buah kehamilan masih utuh. ◦ Buah kehamilan tidak baik / janin mati. ditemukan tanda kehidupan janin ◦ Meragukan  kantong kehamilan masih utuh.

 Bila perdarahan terus berlangsung. nilai ulang kondisi janin (USG) 1 minggu kemudian.Terapi  Bila kehamilan masih utuh :     Rawat jalan Tirah baring Aktivitas berlebihan atau hubungan seksual ↓ Bila perdarahan berhenti  pemeriksaan kehamilan selanjutnya.  Bila hasil USG meragukan. ulangi pemeriksaan USG 1-2 minggu kemudian. kehamilan  Bila hasil USG tidak baik : evakuasi tergantung umur ABORTUS IMMINENS .

 Pemeriksaan dalam :  Terapi ◦ Evakuasi ◦ Uterotonika pasca evakuasi ◦ Antibiotika selama 3 hari . dapat menonjol.ABORTUS INSIPIENS  Anamnesis : ◦ Perdarahan dari jalan lahir ◦ Nyeri/kontraksi rahim ◦ Ostium terbuka ◦ Buah kehamilan masih dalam rahim ◦ Ketuban utuh.

ABORTUS INKOMPLIT  Anamnesis : ◦ Perdarahan dari jalan lahir  banyak  syok ◦ Nyeri/kontraksi rahim (+)  Pemeriksaan dalam : ◦ Ostium uteri terbuka ◦ Teraba sisa jaringan buah kehamilan. .

ABORTUS INKOMPLIT Terapi ◦ Bila ada syok. atasi dahulu syok (perbaiki keadaan umum) ◦ Transfusi bila Hb < 8 gr% ◦ Evakuasi ◦ Uterotonika (metil ergometrin tablet 3 x 0.125 mg) ◦ Beri antibiotika spektrum luas selama 3 hari ◦ Jika Tindakan dpengobatan gagal maka dilanjutkan dengan Kuretase .

 Pemeriksaan dalam :  Terapi ◦ Beri antibiotika selama 3 hari ◦ Uterotonika .ABORTUS KOMPLIT  Anamnesis : ◦ Perdarahan dari jalan lahir sedikit ◦ Keluar buah kehamilan ◦ Ostium biasanya tertutup ◦ Ostium terbuka  teraba rongga uterus kosong.

fibrinogen. waktu pembekuan. ABORTUS TERTUNDA missed abortion . Anamnesis : ◦ Perdarahan bisa ada atau tidak  Pemeriksaan dalam : ◦ Fundus uteri lebih kecil dari umur kehamilan ◦ Bunyi jantung janin tidak ada  Pemeriksaan Penunjang  USG : terdapat tanda janin mati  Laboratorium : Hb. waktu protrombin. waktu perdarahan.

Terapi ◦ Evakuasi ◦ Beri antibiotika selama 3 hari ◦ Uterotonika ABORTUS TERTUNDA missed abortion .

atasi syok septik bila ada ◦ Posisi fowler ◦ Antibiotika yang adekuat (berspektrum luas. aerob. ◦ Uterotonika . dan anaerob) dilanjutkan dengan tindakan kuretase.ABORTUS FEBRILIS  Anamnesis : ◦ Mungkin disertai syok septik ◦ ◦ ◦ ◦ Ostium uteri umumnya terbuka Rahim teraba sisa jaringan Nyeri pada perabaan Fluksus (+)  berbau  Pemeriksaan dalam :  Terapi ◦ Perbaiki keadaan umum.

ABORTUS HABITUALIS    Abortus spontan  ≥ 3 kali berturut-turut Sering terjadi pada primi tua. Etiologi : ◦ kelainan genetik/kromosomal ◦ Kelainan hormonal (imunologik) ◦ Kelainan anatomis. .

terjadi saat kuretase atau karena abortus kriminalis. .PENYULIT    Perdarahan yang hebat Kerusakan serviks Infeksi  sepsis ◦ Infeksi tuba  infertilitas   Syok bakterial Perforasi.

Terima Kasih .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->