PEMERINTAH KOTA MAKASSAR DINAS PEKERJAAN UMUM

POKJA ULP/PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA TAHUN ANGGARAN 2012
Jl. Urip Sumoharjo No. 8 Makassar

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING ) Nomor : 51/SPL/PAN-DPU/VI/2012 Paket Pekerjaan : PERENCANAAN PENYUSUNAN MASTER PLAN AIR BERSIH KOTA MAKASSAR Lokasi : KOTA MAKASSAR Tahun Anggaran : 2012 Pada hari ini, Rabu tanggal Empat bulan Juli tahun Dua Ribu Dua Belas (04-07-2012) kami Pokja ULP/Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar yang diangkat berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Nomor : 027/07.7/KEP/I/2012 tanggal 10 Januari 2012, telah melaksanakan Aanwijzing secara online. Penjelasan pekerjaan tersebut di atas dilaksanakan melalui website http://www.lpsemakassar.info/eproc dimulai dari jam 10.00 WITA sampai dengan Jam 14.00 WITA, dengan hasil sebagai berikut :

Tampilan Pada Portal

seharusnya Perencanaan Penyusunan Master Plan Air Bersih Kota Makassar sebagaimana terlampiran. seharusnya Perencanaan Penyusunan Master Plan Air Bersih dengan rincian sebagaimana terlampir. Revisi BOQ BOQ yang ada dalam dokumen pemilihan berjudul Perencanaan Tower Balaikota. Pokja ULP/ Panitia Pengadaan Barang Dan jasa Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar .Penjelasan tambahan: 1. Ttd. KAK yang ada dalam dokumen pemilihan tertulis Perencanaan Gedung Kantor.

Staf Administrasi 2. Biaya Komsumsi/Akomodasi Rapat/Seminar 60 x D. Eksekutif Summary 6. Biaya Telepon / Fax / Materai / Leges B. Laporan Akhir dan Eksekutif Summary 5. Biaya Tenaga Supporting Staf 1. Ahli Geodesi 5. Ahli Teknik Sipil 4. Ahli Geografi Lingkungan 6. Biaya Tenaga Sub Profesional 1. Biaya Operasional Kantor 1. Biaya Langsung Non Personil A. Asisten Ahli Teknik Lingkungan C. I. Biaya ATK dan Operasional Komputer 2. Uang Harian 8 x 2. Biaya Jasa Peralatan Kantor dan Survey 3. Ahli Teknik Lingkungan (Team Leader) 2. Draftman VOLUME SATUAN 1 1 1 1 1 1 1 1 x x x x x x x x 4 4 4 4 4 4 4 4 Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan - - 1 1 x x 4 4 Orang/Bulan Orang/Bulan - - 1 1 2 1 x x x x 4 4 4 4 Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan Orang/Bulan - - II. Ahli Planologi 8.Lampiran I: RINCIAN BILL OF QUANTITY (BOQ) PEKERJAAN PENYUSUNAN MASTERPLAN AIR BERSIH KOTA MAKASSAR TAHUN 2013 . Biaya Rapat /Seminar 1. Operator Komputer 3.2027 HARGA SATUAN (Rp.) JML BIAYA (Rp. Laporan Antara 3. Laporan Pendahuuan 2. Biaya Tenaga Profesional 1. Album Peta 7. Ahli Kelembagaan 7. U R A I AN Biaya Langsung Personil A. Biaya Laporan 1.) NO. Transportasi 8 x C. Surveyor 4. Draft Laporan Akhir 4. Ahli Hidrologi / Hidrogeologi B. Biaya Operasional Survey 1. Laporan Soft Copy dalam CD ROM/Flash Disk Ls Ls Ls 60 60 3 5 5 5 10 10 5 3 Orang/hari Orang/hari Orang/kali Exp Exp Exp Exp Exp Exp Bh - - . Ahli Teknik Penyehatan 3. Asisten Ahli Teknik Sipil 2.

I. Biaya Tenaga Administrasi / Kantor II. Biaya Laporan Jumlah PPN 10 % Total Dibulatkan Terbilang : ……………………………………………….. JML BIAYA (Rp) Biaya Langsung Personil A.- U R A I AN .2027 NO . Biaya Tenaga Profesional B. Biaya Langsung Non Personil B. Biaya Tenaga Sub Profesional C. Biaya Operasional Survey D. Biaya Operasional Kantor C. Biaya Rapat /Seminar E.REKAPITULASI BILL OF QUANTITY (BOQ) PEKERJAAN PENYUSUNAN MASTERPLAN AIR BERSIH KOTA MAKASSAR TAHUN 2013 ..

perotelan. diantaranya adalah : . B. Namun kenyataan yang dihadapi masyarakat kota. Dalam rangka memberikan gambaran dan untuk lebih terarahnya pembangunan prasarana dan sarana air bersih yang akan dibangun di Kota Makassar. maka perlu di susun suatu master plan system penyediaan air bersih yaitu suatu rencana jangka panjang (10 s/d 25 tahun) yang merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air bersih di suatu kota atau kawasan yang berisikan periode. tahapan. dimensi komponen-komponen utama system. ataupun pelayanan komersil lainnya seperti industri. Tingginya permintaan akan pelayanan air bersih saat ini di Kota Makassar. Sejauh ini masyarakat perkotaan khususnya Kota Makassar menaruh harapan besar kepada pemerintah melalui PDAM untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut. seiring dengan perkembangan penduduk yang sangat pesat di Kota Metropolitan Makassar yang disebabkan oleh bertambahnya kebutuhan untuk pelayanan rumah tangga. bark air permukaan maupun air tanah dalam kawasan yang belum terjankau oleh pelayanan PDAM. sepenuhnya belum tertangani dengan optimal. Untuk pembangunan infrastruktur di bidang air bersih perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. LATAR BELAKANG   Air bersih merupakan kebutuhan pokok kehidupan manusia. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyiapkan suatu rencana induk system penyediaan air bersih di Kota Makassar. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. juga memanfaatkan air tanah dangkal. air tanah dalam serta potensi sumber daya air lainnya yang belum termanfaatkan. Kebutuhan air bersih yang memenuhi syarat baik dari segi kualitas maupun kuantitas merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat Kota Makassar. prakiraan biaya dan keuntungan yang didapat. Dengan demikian penduduk Kota Makassar saat ini belum terlayani secara baik. Kebutuhan air bersih ini akan selalu meningkat. sehingga pilihan alternatif yang digunakan masyarakat selain memanfaatkan sumber air minum dari PDAM. sebagian besar PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat baik ditinjau dari aspek kuantitas terutama distribusi air pada saat pemakaian bersamaan ( jam puncak ) maupun kualitas air yang didistribusikan. C. sedangkan tujuan dari pekerjaan ini adalah tersusunnya Master Plan Air Bersih Kota Makassar Tahun 2013-2027. kuantias maupun kontinuitas. proyeksi. baik segi pelayanan yang ada saat ini. maupun kapasitas produksi yang tersalurkan sampai ke konsumen.2027     A.Lampiran II: KERANGKA ACUAN KERJA   PEKERJAAN :  PENYUSUNAN MASTER PLAN AIR BERSIH KOTA MAKASSAR TAHUN 2013 . PEDOMAN DAN KRITERIA Penyusunan Master Plan Air Bersih ini harus memenuhi beberapa kriteria teknis. dan pariwisata ataupun kebutuhan lainnya. oleh karena itu optimalisasi pelayanan air bersih harus selalu diupayakan untuk dicapai seiring dengan laju perkembangan jumlah penduduk dan tingkat sosial ekonomi masyarakat yang dilayani. sehingga pembangunan sarana dan prasarana air bersih lebih terencana dan terarah menuju pada terpebuhinya kebutuhan masyarakat akan air bersih baik secara kualitas. sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.

Transmisi . .Reservoir . kelestarian.1. 5. Pengembangan Air Baku Dikaji semua potensi sumber air baku yang ada. Periode Perencanaan Periode perencanaan suatu sistem air bersih perlu disinkronkan dengan horison tahapan perencanaan induk kota dengan jangkauan waktu selama 15 tahun. Indikator Tingkat Konsumsi Air Hidran Kebakaran Sumber Air Baku Tekanan Air di titik kritis distribusi utama Kualitas Air Waktu Pengoperasian Target Perencanaan 190 L/Org/Hr Harus ada Air Permukaan. namun dalam tahapan pembangunan didasarkan pada investasi yang paling murah dan kelayakan teknisnya (keandalan. Penggunaan air tanah hanya dipertimbangkan padakeadaan khusus. Komponen utama sistem penyediaan air bersih meliputi : . Kebutuhan non domestik (komersial. 5. Kualitas Air Kualitas air yang diterima pelanggan harus memenuhi standar air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku. Mata Air ≥ 10 m kolom air Air Bersih 24 Jam 3. 2. Penduduk yang dilayani (domestik) b. 6. Pedoman Perencanaan NO 1.Jaringan distribusi utama 6. 7. 2.Instalasi PengolahanAir (IPA) . Kebutuhan Air Bersih Kebutuhan air bersih ditentukan berdasarkan : a. Perencanaan tersebut harus dibagi dalam beberapa tahapan dimana periode setiap tahapan adalah 5 tahun dengan memperhitungkan peningkatan pelayanan. Tingkat pemakaian air per kapita per hari c. dan upaya pengamanan). Komponen Utama Sistem Komponen utama sistem penyediaan air bersih harus mampu untuk mengalirkan air agar dapat memenuhi hari maksimum dan kemampuan jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan jam puncak dari kebutuhan rata-rata atau ditentukan dari hasil survey daerah pelayanan. 4.Intake/ Sumber air baku . sosial dll) 4. 3. Tekanan Air Tekanan maksimum dalam pipa pada umumnya dibatasi sekitar 80 meter kolom air tekanan minimum umumnya dibatasi 10 meter kolom air. industri.

Kondisi  topografi  kawasan  perencanaan  melalui  analisis  foto  udara  (skala  1  :  20. meliputi :  1.D.000  Survey Permintaan Nyata  Survey Haga Satuan  4. Koordinasi dengan direksi pekerjaan.  penyebaran  penduduk  dan  kepadatan  e.  Pengumpulan  data  awal.  Survey Air Baku untuk mengetahui kondisi debit air baku serta kualitasnya.Adat istiadat .000  skala vertikal 1 :  100.  sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. tradisi.   C. dan budaya  f.000  atau  1 : 2. Evaluasi dan analisis teknis kondisi kawasan perencanaan. Kegiatan survey ini meliputi :  1.000  –  1  :  5. Survey Lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting daerah.  3.  Desk studi dan diskusi awal  Pembuatan dan penyususunan program kerja. ekonomi. Analisis dan Perencanaan Teknis.  bak  penampung)  skala  1  :  1. 5.    F.000  dan  trase  pipa  skala  horisontal  1  :  1.  meliputi  pemetaan  situasi  lokasi  bangunan  (captering. 2. dan karakteristik wilayah yang meliputi :  . kondisi sanitasi dan lingkungan yang meliputi :  . Melakukan  survey  dan  pengukuran  Rencana  Pengembangan  dan  Penyediaan  Sarana  Air  Bersih di wilayah perencanaan dan sekitarnya. Persiapan  Pada tahap pekerjaan persiapan Konsultan harus melaksanakan kegiatan sebagai berikut :  1.Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)  .  klimatologi  dan  geologi  dari  daerah studi  d. 4.000  atau  1  :  2.000  atau 1 : 2. Data Kesehatan. 2.  sumber  air.Pengeluaran biaya hidup per bulan per keluarga  . Data  dan  gambaran  umum  hidrologi. Apabila dikemudian  hari terdapat sesuatu kekurangan terhadap apa yang sudah dibuat. Survey  Topografi.   E. Evaluasi.   B. Fungsi  strategis  kawasan  perencanaan  dari  produk  Rencana  Tata  Ruang  Kawasan  Perkotaan (RTRK) dan Rencana Rinci Kota  b.  data  primer  dan  sekunder.Statistik kesehatan/ kasus penyakit  .  buku‐buku  referensi  yang  berhubungan dengan pekerjaan ini sebagai  bahan referensi medan/lapangan dan untuk  penyempurnaan  program  kerja  sehingga  akan  dicapai  suatu  hasil  pekerjaan  yang  maksimal. serta pemetaan situasi lokasi bangunan IPA skala : 1. pembagian tugas dan pengarahan. yaitu :  a. budaya.000)  dan  peta  topografi  (skala  1  :  5. 3. Data sosial. KUALITAS   Dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan teliti dan cermat.Mata Pencaharian dan Kepadatan Penduduk  . Data  demografi  saat  ini  dan  10  tahun  terakhir. LINGKUP PEKERJAAN DAN JENIS KEGIATAN Lingkup pekerjaan yang tercakup dalam kerangka acuan ini adalah :  A. TANGGUNG JAWAB   Konsultan harus bertanggung jawab penuh terhadap apa yang telah dilaksanakan.000  atau  disesuaikan  dengan  luas  daerah  studi/ perencanaan)  c. Konsultan berkewajiban untuk  menyempurnakannya atas biaya sendiri.

  jalan  dan  sarana  transportasi. dsb  Perkiraan kebutuhan air diperhitungkan juga dengan besarnya kehilangan air. Penelitian tingkat kemauan dan kemampuan masyarakat dalam membeli air  Survey dapat dilakukan dengan menyebarkan daftar pertanyaan.  Tingkat dan cakupan pelayanan yang ada   Unjuk kerja pelayanan  Tingkat kehilangan air  Jumlah calon pelanggan terdaftar/ potensial  Kapasitas yang belum dimanfaatkan (idle Capasity)  Kebutuhan pengembangan jaringan distribusi dan/ atau kapasitas pengolahan  Unjuk kerja kelembagaa. Evaluasi kondisi air bersih yang ada.  kawasan  industri. e. f.Sosial  b.    4. sumber daya manusia dan keuangan  Jangkauan Pelayanan  Tingkat Pelayanan  Tingkat Konsumsi  Periode Pelayanan  Kinerja Sitem Air Bersih  Prosedur dan kondisi operasi serta pemeliharaan  Tingkat kehilangan air  b.  meliputi  :  ar  bersih.. g. d. kematian dan migrasi  .Pelabuhan.Komersial   . Perkiraan kebutuhan air  Kebutuhan air diklasifikasikan berdasarkan fungsi kawasan perencanaan dan aktifitas  masyarakat di kawasan tersebut. Penentuan keinginan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan air bersih  c.  telepon. Tingkat kesulitan masyarakat mendapatkan alternatif sumber air bersih  b. Sarana  dan  prasarana  kota  yang  ada  (infrastruktur). c.  kawasan  pariwisata.  listrik. Penentuan standar pemakaian air bersih  d.  pembuangan  air  limbah  dan  sampah.Sarana pelayanan kesehatan  G. meliputi :  a.Industri  . b.Data penyakit akibat kualitas air yang buruk  .Perkantoran  .  drainase.   5. Domestik  .    2. Teknis    3. yaitu :  a.Angka kelahiran.  kawasan  perdagangan.Rumah Tangga  . Non Domestik  . Identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan  Hal‐hal yang perlu diidentifikasi antara lain :  a. Analisis terhadap hasil survey permintaan nyata dari masyarakat.  kesehatan  dan  sosial  budaya serta pendidikan.Fasilitas Umum  . yaitu meliputi :  a. Non Teknis  Organisasi dan tata kerja  Kondisi dan kinerja karyawan  Kondisi dan kinerja keuangan  Struktur dan nilai tarif air bersih  Peraturan daerah yang berlaku  .

  6. Kuaitas air dan pemakaian sumber‐sumber saat ini    7. f. Pemilihan alternative system  Setiap alternatif harus dikaji kelayakan :  a. maka ditentukan :  a. c. b. d. dan keuangan  sehingga para ahli dapat menganalisa dengan cepat dan cermat. Pengembangan alternatif system  Dengan memadukan prakiraan kebutuhan air dan ketersediaan sumber air baku. Identifikasi sumber air potensial  Identifikasi air baku berdasarkan kajian hidrologis dan hidrogeologis untuk memperoleh  informasi mengenai :  a. Alternatif terpilih  adalah yang terbaik ditinjau dari berbagai aspek tersebut diatas dan juga merupakan  kesepakatan bersama pihak‐pihak terkait.  8.    9. tingkat kehilangan  air dan rencana tahapan pengembangan pelayanan. Sosial  Budaya  Lingkungan  Teknis  Keuangan  Ekonomi  Setiap alternaif sistem harus dipersiapkan dan disajikan secara lengkap dan sistematis. Pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia  Pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia yang profesional dalam  pengelolaan sistem penyediaan air bersih dirumuskan dari rencana pengembangan  pelayanan dan peningkatan sumber daya manusia diperoleh melalui sistem pendidian  dan pelatihan. strategi penanganannya  disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi masing‐masing daerah dengan  mempertimbangkan kapasitas sistem air bersih yang belum terpakai. b. Debit pengambilan air yang aman  c. d. Rencana Induk  Setelah alternatif terbaik ditetapkan. lingkungan teknis.  sehingga para penilai dapat menganalisa dengan cepat dan cermat. c. Jarak dan beda tinggi sumber‐sumber air terhadap daerah pelayanan   b. Pradesain dari alternatif terpilih merupakan  dasar dalam prakiraan biaya investasi dan prakelayakan proyek. e.    11.    10.  Setiap alternatif harus dikaji dari aspek sosial. Rencana kegiatan utama pertahapan pengembangan  Rencana pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia  Rekayasa awal sistem (Preliminery Engineering)  Rekomendasi langah‐langkah penguasaan dan pengamanan sumber air baku  Rencana pentahapan pengembangan  . maka  dapat diidentifikasikan dan dikembangkan menjadi berbagai alternatif sistem yang  kemudian akan dipilih sebagai alternatif pemecahan permasalahan/ pemenuhan  kebutuhan air bersih. budaya. e. Strategi pelaksanaan  Dalam ranka memenuhi kebutuhan air bersih disuatu kawasan.

   Laporan Akhir    Laporan harus berisikan semua perbaikan dan penyempurnaan  dari  Draft Laporan Akhir  yang    telah  didiskusikan dengan Direksi Pekerjaan.f.  Produk rencana induk ini harus mendapatkan pengesahan dari Walikota.Gambar peta situasi detail skala 1 : 1. laporan ini wajib di diskusikan  dalam suatu workshop yang melibatkan dari beberapa pihak yang nantinya dapat menambah dan  memperkaya data dan informasi.    .  Laporan Antara     Pelaksanaan survey lapangan dan pengukuran yang diperoleh disusun dalam Laporan Hasil  Survey dan Pengukuran harus diserahkan   oleh  pihak  konsultan   kepada   Direksi Pekerjaan 1  (satu) buku asli dan 4 (empat) buku copy.000 atau 1 : 2.000 Peta ini digambar dengan koordinat yang sesuai dengan kaidah-kaidah dalam teknologi Geografis Informasi System berbasiis Map Info / Arc Info .   Rencana tindak lanjut untuk studi kelayakan dan perencanaan teknik.  Laporan Pendahuluan         Laporan ini berupa hasil pengumpulan data. Jumlah  Laporan Akhir  yang harus diserahkan  adalah  1 (satu) buku Asli dan 9 (sembilan) buku copy. Sebelum diserahkan.Gambar Detail skala 1 : 50. hasil peninjauan  pendahuluan  ke  lapangan.  Diskusi tersebut berupa seminar dengan mengundang Tim Teknis yang ditunjuk oleh Direksi dan  stakeholder lainnya yang sekiranya perlu untuk memberikan masukan‐masukan demi lebih  baiknya output yang akan dihasilkan. Ringkasan (Executive Summery)  Merupakan laporan ringkasan yang terdiri dari 1 (satu) buku asli dan 4 (empat) buku copy. Laporan akhir ini     5.   program  kerja Konsultan.  hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan  dan masalah yang ada untuk  didiskusikan sebanyak 1  (satu) buku  asli  dan  4 (empat)  buku  copy  kepada  Direksi Pekerjaan.    2.Gambar Perencanaan yang harus diserahkan oleh Konsultan berupa 5 (Lima) Set gambar A3   6. Draft Laporan akhir adalah merupakan konsep yang direncanakan oleh konsultan dan akan dikonsultasikan dengan direksi dan para pengambil keputusan serta tim Teknis dalam suatu seminar/workshop. atau 1 : 20 atau 1 : 10 . setelah  dilakukan konsultasi publik.   4. Penyusunan Laporan      Konsultan harus membuat dan menyerahkan laporan produk pekerjaannya sebagai berikut :  1.   Draft Laporan Akhir  Draft Laporan Akhir yang harus diserahkan pihak konsultan adalah 1 (satu) buku asli dan 9 (sembilan) buku copy.  Gambar Pengukuran/Perencanaan  .    3.    D.

      .            3.     Tenaga Ahli Planologi  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Planologi dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun dalam  perencanaan air bersih untuk pengembangan kota dan atau kawasan.        5.    E. Personil I.      Tenaga Ahli Kelembagaan  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Manajemen Kelembagaan dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun  dalam kegiatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat .7. Pemimpin tim harus mengkoordinir pekerjaan dari tim dan  menentukan standar yang seragam untuk pekerjaan yang dilakukan oleh anggota tim.        4.  Ketua Tim  : 1 (satu) orang   Lulusan Sarjana Teknik Lingkungan merangkap ahli lingkungan / air bersih dengan  pengalaman kerja profesional sedikitnya 9 (Sembilan) tahun dalam perencanaan sistem  penyediaan air bersih. perumahan dan perencanaan jalan serta  perhitungan volume dan biaya konstruksi.  Tenaga Ahli Sipil  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 6 (enam) tahun dalam  perencanaan air bersih.     Tenaga Ahli Geodesi  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Geodesi dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun dalam  pengukuran dan pemetaan trace perpipaan dan perencanaan air bersih atau perencanaan  irigasi.            2. Tenaga Profesional           1.     Tenaga Ahli Geografi Lingkungan  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Geografi Lingkungan dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun  dalam perencanaan lingkungan regional dan atau kawasan.    7.  Tenaga Ahli Teknik Penyehatan  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Teknik Penyehatan/Lingkungan dengan pengalaman kerja minimal 6  (enam) tahun dalam perencanaan air bersih.        6. CD‐ROM Softcopy Laporan  Merupakan rekaman softcoy dari seluruh laporan yang disampaikan kepada direksi yang  berjumlaj 3 (Tiga) Buah. perumahan dan perencanaan jalan serta perhitungan volume dan  biaya konstruksi.

  Tenaga Ahli Hidrologi/ Hidrogeologi : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Teknik Pengairan/Sipil‐Hidro dengan pengalaman kerja minimal 6 (enam)  tahun dalam perencanaan air bersih.           Tenaga Sub – Profesional  1.  Surveyor  : 2 (dua) orang  Lulusan dari  Sekolah  Teknik Menengah dengan pengalaman kerja sedikitnya 5 (lima)  tahun  dalam  mengatur survey untuk pekerjaan air bersih.   Staf Administrasi  Operator Komputer  Surveyor   Draftman  F. 3.        8. bendungan dan pekerjaan‐pekerjaan irigasi. perumahan dan perencanaan jalan serta perhitungan  volume dan biaya konstruksi.     Pembiayaan  Biaya pelaksanaan pekerjaan ini dbebankan pada Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah Kota  Makassar Tahun Anggaran 2012 melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum  Kota Makassar.    G.    III. perumahan dan perencanaan jalan serta perhitungan  volume dan biaya konstruksi.               4.   Draft Man  : 2 (dua) orang        Drafman adalah minimal lulusan STM  dengan  pengalaman kerja  sedikitnya 5 (lima) tahun  dalam  menyiapkan  gambar desain untuk pekerjaan air bersih. Supporting Staff    1.        3.    II. Waktu Pelaksanaan            Waktu pelaksanaan yang disediakan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 120  (seratus dua  puluh) hari Kalender.  Asisten Tenaga Ahli Lingkungan  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun  dalam perencanaan air bersih.  Asisten Tenaga Ahli Sipil  : 1 (satu) orang  Lulusan Sarjana Teknik Sipil jurusan Konstruksi dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat)  tahun dalam perencanaan air bersih. perumahan  dan jalan.            2. 2. 4. perumahan dan  perencanaan jalan.  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times