PERENCANAAN JALAN LUMPAT DAHUQ SEMPAN – JL.

POROS DAMAI KUTAI BARAT

JL. SULUBUS SALAM NO 056 RT 34 SIDOMULYO SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR

LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat

CV. MITRA UTAMA DAFTAR ISI Hal Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan 1.3. Lingkup Umum Kegiatan 1.4. Pelaporan 1.5. Sistematika Pembahasan Bab 2 Tinjauan Sistem Transportasi 2.1. Umum 2.2. Sedikit Tentang Perkembangan Jalan 2.3. Panjang Jalan Kabupaten 2.4. Sedikit Tentang Daerah Perencanaan 2.5. Sedikit Tentang Lokasi Perencanaan Bab 3 Kondisi Eksisting 3.1. Kondisi Tanah atau Permukaan Tanah 3.2. Kondisi Topografi Bab 4 Perencanaan Geometri Dan Perkerasan Jalan 4.1. Perencanaan Geometri Jalan Bab 5 Perencanaan Turap dan Box Culvert 5.1. Perencanaan Box Culvert 5.2. Perhitungan Box Culvert Bab 6 perencanaan Drainase 6.1. Drainase Permukaan 6.2. Perencanaan Drainase i ii iv v 1 2 2 3 3 5 5 9 12 12 14 15 15 19 20 20 26 26 27 28 28 31 33

ii
DAFTAR ISI

LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat

CV. MITRA UTAMA Bab 7 Kesimpulan dan Rekomendasi 7.1. Kesimpulan 7.2. Rekomendasi 35 35 36

iii
DAFTAR ISI

Gambar 3.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.2. Gambar 3.2.1.1.5. Gambar 3. Gambar 4.2. Gambar 4.3.1. Skema Keterkaitan Sistem Kelembagaan Peta Kutai Barat Sebagian Ruas Jalan Yang Masih Berupa Tanah Sebagian Ruas Jalan Yang Masih Berupa Pasir Sebagian Ruas Jalan Yang Hanya dapat dilewati kendaraan beroda dua Sebagian Ruas Jalan yang sudah diberi papan untuk menghindari Becek Kondisi Sebagian Jembatan Ulin tang ada di Lokasi Tipikal Melintang jalan pada daerah timbunan dan galian Tipikal Melintang jalan pada daerah galian Tipikal Melintang jalan pada daerah Timbunan 21 21 21 18 17 17 8 13 15 16 iv DAFTAR ISI .3. MITRA UTAMA DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 2. Gambar 3.4. Gambar 3. Gambar 2. Gambar 4.

Tabel 4. MITRA UTAMA DAFTAR TABEL Hal Tabel 4.4. Tabel 4.3. Tabel 4. Tabel 6.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Tabel 6. Tabel 6. Tabel 6.3.2. Tabel 4.1. yang disarankan dan panjang kritis Pelebaran perkerasan pada tikungan Kecepatan aliran air yang diizinkan berdasarkan jenis material Hubungan kemiringan selokan samping (i) dan jenis material Koefisien kekasaran dinding (n) untuk Rumus Manning Koefisien aliran air permukaan (formula rasional) 32 30 30 29 25 23 24 20 22 22 v DAFTAR ISI . Tabel 4.4.1.2.6. Kecepatan Rencana Minimum Panjang bagian lurus maksimum Jari-jari minimum Panjang Lengkung Peralihan (Ls) dan panjang pencapaian superelevasi (Le) Landai maks.5.

Latar Belakang Program pembangunan jalan dan jembatan merupakan salah satu upaya pemerintah yang dalam terkait menunjang dengan sasaran melalui Pembangunan pemerataan Nasional usaha-usaha pembangunan beserta hasil-hasilnya pengembangan prasarana jalan dan jembatan.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Diharapkan setelah proyek ini dibangun dapat dapat memperlancar arus lalu lintas kendaraan dan lalu lintas perdagangan terutama mempercepat akses jalur lalu lintas pada Jalan Lumpat Dahuq – sampan – jalan poros damai. Keberadaan jalan yang akan dibuat ini 1 LAPORAN AKHIR . sesuai dengan tuntunan laju pertumbuhan lalu lintas yang diakibatkan oleh perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. pembuatan jalan dan embatan baru dan peningkatan kondisi jalan dan jembatan yang ada. maka diperlukan suatu perencanaan teknis yang mencakup penyelesaian perencanaan teknis dan penyusunan dokumen tender guna mendukung pelaksanaan proyek tersebut. baik dari segi kelancaran sarana transportasi maupun dari sisi perkembangan perekonomian masyarakat sekitarnya. MITRA UTAMA BAB – 1 PENDAHULUAN 1. Namun secara khusus pembangunan jalan sangatlah besar manfaatnya bagi masyarakat.BAB I PENDAHULUAN . Sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.1. Pembangunan sarana dan prasarana transportasi ini sangatlah menunjang dalam pembangunan dan pengembangan wilayah. baik lalu lintas koleksi maupun distribusi.

1. survey topografi  Membuat gambar rencana.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.3. 1.  Membuat usulan dan saran mengenai tahapan pekerjaan konstruksi sesuai dengan alokasi dana yang tersedia dengan memperhatikan kemantapan dan aspek fungsional ruas jalan dan jembatan yang direncanakan. perhitungan biaya proyek dan dokumen tender untuk setiap jembatan dan ruas jalan yang bersangkutan. Lingkup Umum Kegiatan Lingkup pekerjaan jasa layanan konsultasi untuk pekerjaan perencanaan teknis jalan ini adalah:  Melaksanakan survey lapangan yang terdiri dari survey pendahuluan. MITRA UTAMA turut menstimulasi perkembangan ekonomi untuk lebih meningkat.2. Bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam pekerjaan jasa konsultasi ini antara lain:  Survai Lapangan: o o Pengenalan Lapangan (Site Visit/Site Reconnaissance) Survey Jalan dan Jembatan 2 LAPORAN AKHIR . Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan proyek ini adalah memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat dalam menetapkan kebijakan serta strategi investasi untuk Proyek ”Perencanaan Jalan Lumpat Dahuq – Sempan – Jalan Poros Damai” yang dilanjutkan dengan perencanaan teknis jalan secara lengkap sehingga tercapai penyesuaian tehadap tingkat optimum dari investasi dan perencanaan teknis jalan untuk menunjang kelancaran pelayanan lalu lintas.BAB I PENDAHULUAN .

LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Bab II.5.pelaporan dan sistematika pembahasan. dan  Pendahuluan. berisi uraian pendahuluan. ruang lingkup perencanaan.4. berisi uraian yang berkaitan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Kalimantan Timur yang berhubungan dengan konsep dasar sistem transportasi nasional dan Propinsi Kalimantan 3 LAPORAN AKHIR . Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan Laporan Perencanaan ini adalah sebagai berikut:  Bab I.BAB I PENDAHULUAN . maksud tujuan pekerjaan konsultasi. MITRA UTAMA o   Survey Topografi Desain Jalan Hitungan Volume untuk setiap pekerjaan Analisa Harga Satuan Perkiraan Biaya Konstruksi Perencanaan Teknis o Analisa Biaya Konstruksi o o o   Penyusunan Dokumen Tender Pembuatan Laporan 1. Pelaporan Laporan yang diserahkan oleh konsultan dalam rangka pekerjaan konsultasi teknis ini terdiri dari:   Laporan Pendahuluan Laporan Akhir o o o o o Laporan Pengukuran Topografi Laporan Estimate Engineer (EE) Laporan Gambar Detail Design Laporan Gambar Copy Dokumen Lelang 1. Tinjauan Sistem Transportasi.

kondisi tanah atau permukaan tanah. desain perencanaan. perhitungan dan 4 LAPORAN AKHIR .  Bab V. tinjauan pola sistem jaringan jalan dan kondisi umum daerah perencanaan merujuk kepada data-data sekunder yang berhasil diperoleh oleh konsultan maupun kunjungan konsultan lapangan. kesimpulan dan rekomendasi yang disampaikan setelah melalui tahap-tahap pelaksanaan studi yang direncanakan. berisi uraian kondisi eksisting geometri jalan (vertikal dan horisontal). berisi uraian perencanaan turap dan jembatan box culvert meliputi data perencanaan. tebal perkerasan dan lain-lainnya. desain struktur. berisi uraian perencanaan teknis jalan meliputi data perencanaan. berisi uraian drainase jalan dan hasil perencanaan drainase jalan. kriteria desain.  Bab III. Kondisi Eksisting.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Bab VII. serta tata guna lahan. Perencanaan Drainase.  Bab IV.BAB I PENDAHULUAN . MITRA UTAMA Timur.   Bab VI. kondisi jembatan. berisi uraian data desain Kesimpulan dan Rekomendasi. Perencanaan Geometri dan Perkerasan Jalan. perencanaan geometrik. Perencanaan Box Culvert.

Pertimbangan utama penggantian UU didasari oleh 5(lima) alasan. 3. yaitu : 1. wilayah negara.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . 5 LAPORAN AKHIR . membentuk dan memperkukuh kesatuan nasional untuk memantapkan pertahanan dan keamanan nasional. Bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan ber-bangsa dan bernegara. 13 Tahun 1980 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 83. dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa.1 Umum Pemerintah telah menetapkan UU No. Bahwa untuk terpenuhinya peranan jalan sebagaimana kewajiban mestinya. sosial dan budaya serta lingkungan dan dikembang-kan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antardaerah. 38 Tahun 2004 tentang Jalan sebagai pengganti UU No. Bahwa jalan sebagai bagian sistem transportasi nasional mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi. 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3186). serta mem-bentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional. pemerintah mempunyai hak dan tersebut paling tidak menyelenggarakan jalan. MITRA UTAMA BAB – 2 TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI 2. dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.

(13) dan (14). serta pengoperasian dan pemeliharaan jalan. Bahwa agar penyelenggaraan jalan dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna diperlukan keterlibatan masyarakat. Abbas. dan jalan kabel…. Secara sederhana jalan sebagai bagian dari prasarana transportasi berfungsi untuk menghubungkan dan atau membawa barang / penumpang dari satu tempat dengan tempat lainnya1. di bawah permukaan tanah dan/ atau air.. Sedangkan menurut Pasal 1 (4) UU No. (2006). yaitu jalan umum (public facility) jalan khusus (private facility). dan pengawasan jalan sesuai dengan kewenangannya. di atas permukaan tanah. pembangunan. perseorangan. Jalan yang dimaksud pada Pasal 1 (4) di atas. adalah : …. kecuali jalan kereta api. ISBN 979-421-369-1. atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri. badan usaha. p. pembinaan. PT. RajaGrafindo Persada. pelaksanaan konstruksi. Jakarta. HA. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas. menambahkan sebagai berikut : (12) Pembangunan jalan adalah kegiatan pemrograman dan penganggaran.Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan.2 6 LAPORAN AKHIR . serta di atas permukaan air. 1 Salim. 38 tahun 2004. “Manajemen Transportasi” Ed-1.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. pembinaan. jalan lori. Sementara jalan kedua biasanya diadakan oleh instansi swasta. (14) Penyelenggara jalan adalah pihak yang melakukan pengaturan. tantangan persaingan global. perencanaan teknis. 5.. (13) Pengawasan jalan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan tertib pengaturan. yang berada pada permukaan tanah.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . Bahwa dengan adanya perkembangan otonomi daerah. diperluas lagi menjadi dua. MITRA UTAMA 4. Lebih lanjut Pasal 1 ayat (12). dan tuntutan peningkatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan. Jalan yang disebut pertama diadakan oleh pemerintah sebagai prasarana fungsi sosial dan menjadi bagian dari public services. dan pembangunan jalan.

Human centered development yang telah merajai sistem perencanaan pembangunan saat ini merupakan harga mati karena semua pembangunan akan ditujukan dan difungsikan untuk sebesar-besar bagi kemakmuran masyarakat. MITRA UTAMA Perencanaan jalan dewasa ini pertimbangan utamanya bukan lagi menjadi domain disiplin teknik sipil semata-mata. namun lebih jauh dari itu aspek manusia dan kemanusiaan sudah merupakan kemutlakan yang tidak bisa dilepaskan dari perencanaan itu sendiri. serta dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. skala menengah (umur rencana 10 – 25 tahun) dan skala pendek (umur rencana 5 – 10 tahun) serta untuk skala sangat pendek umur rencananya maksimum 5 tahun2. pertahanan dan keamanan. (2000). yaitu : skala panjang (umur rencana sampai 25 tahun). “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. 38 Tahun 2004 dimana disebutkan bahwa : “Jalan sebagai bagian prasarana transportasi mempunyai peran penting dalam bidang ekonomi. politik. Dalam perencanaan transportasi di banyak negara. Institut Teknologi Bandung.. Edisi Ke-2. ISBN 9799299-10-1. lingkungan hidup. p. Di 2 Tamin.25 7 LAPORAN AKHIR . Konsekwensi dari penyertaan manusia kedalam akan menyertakan aspek sosial. Ofyar Z. Ini merupakan baku biaya yang dapat diterima dan dipakai untuk pekerjaan rekonstruksi jalan dan didasarkan pada keperluan untuk pemeliharaan yang sesuai dan yang harus dilaksanakan.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . lingkungan hidup. ada beberapa priode waktu yang dijadikan rujukan. tata guna lahan. Untuk kasus-kasus perencanaan jalan di Indonesia umur disain jalan diambil selama 10(sepuluh) tahun. Wawasan pembangunan tersebut itupun sesuai dengan Pasal 5(1) UU No. disparitas pendapatan ekonomi dan lain-lain. sosial budaya. Bandung.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. demikian pula halnya untuk pembangunan jalan.

Titik tolak awal bergeraknya perencanaan transportasi yang menyeluruh harus akomodatif terhadap (1) sistem pergerakan. Polisi Lalu Lintas dan masyarakat pengguna. Sedangkan sistem kegiatan akan membawa Bappeda. (2) sistem jaringan dan (3) sistem kegiatan. Sistem Pergerakan DLLAJ. Sistem jaringan akan ada Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dalam hal ini Bina Marga. Organda. Jakarta. No.1 : Skema Keterkaitan Sistem Kelembagaan Sumber : Modified dari Tamin (2000:28) 3 Martakim. Sistem pergerakan akan melibatkan DLLAJ. Suharsono. Departemen Pekerjaan Umum.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. “Petunjuk Teknik Survei dan Perencanaan Teknik Jalan Kabupaten”. (1995). Ketiga sistem ini akan mempengaruhi satu dengan lainnya dalam keberhasilan perencanaan (preliminary design sampai detail engineering design) dan ketika jalan tersebut dimanfaatkan nanti oleh penggunanya. Legislatif dan Dinas-dinas berkenaan pada Pemerintah Daerah.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . MITRA UTAMA samping itu juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi praktis bahwa kebanyakan pekerjaan jalan kabupaten saat ini umur pakai nya sangat pendek (1-3 tahun) yang mengakibatkan kebutuhan untuk rehabilitasi besar secara berulang-ulang dengan biaya yang relatif tinggi3. Organda. : 013/T/Bt/ 1995. Direktorat Jenderal Bina Marga. Legislatif dan Pemerintah Daerah Sistem Kegiatan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Sistem Jaringan Gambar 1. p 2-1 8 LAPORAN AKHIR . Polantas dan Masyarakat Bappeda.

2 Sedikit Tentang Perkembangan Jalan Modernitas membawa konsekwensi khusus tentang jarak jika dihubungkan dengan waktu. (3) Sistem Pergerakan : Pengaturan teknik dan manajemen lalu lintas (jangka pendek). menambah jaringan simpang dan atau prediksi pembangunan jalur baru pada jalur yang akan direncanakan. Rinciannya. sebagai berikut : (1) Sistem Kegiatan : Rencana tata guna lahan yang baik dapat menciptakan perencanaan. sekolah dan lain-lain penggunaan lahan yang ada pada daerah 9 LAPORAN AKHIR . Rugi waktu bermakna kehilangan uang. maka manusia saat ini lebih cenderung untuk menghitung jarak satu benda tertentu dengan skala waktu.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. fasilitas angkutan umum yang lebih baik (jangka pendek dan menengah) dan lain-lain. interaksi positif antara lahan perumahan. MITRA UTAMA Jabaran ketiga sistem kelembagaan tersebut akan memfokuskan diri pada sasaran umum perencanaan transportasi. mil (M) dan lain-lain. atau jam. (2) Sistem Jaringan : Upaya peningkatan kapasitas pelayanan.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . Oleh sebab itu. Di era cyber sekarang ini dimensi jarak tidak diukur lagi dengan memakai satuan panjang seperti yang kita kenal beberapa dasawarsa sebelumnya. misalnya dengan memperlebar. 2. Pola perhitungan seperti ini akan selalu memasukkan kecepatan (velocity) sebagai komponen utama. maka pameo lama “time is money” sungguh merupakan pertimbangan pertama dalam konteks waktu. seperti misalnya meter (m). misalnya detik. Karena jarak adalah fungsi waktu. menit. Persamaan berikut ini akan menggambarkan secara jelas masalah yang dibahas di atas.

Pembangunan tersebut dilakukan dengan kerja paksa pada akhir abad 18 atas perintah Daendels (Alamsyah. Belanda selaku penjajah telah memperhitungkan manfaat pembangunan jalan tersebut. Perkembangan jalan diawali dengan sejarah manusia itu sendiri yang mobile guna kebutuhan hidup dan berkomunikasi dengan sesama. Kepentingan strategi adalah kecepatan responsif dalam hal memobilisasi artileri dan pasukan. p. Cetakan Kedua – Edisi Revisi. 2006:1)4.22 m/s (70-80 km/jam). serta merta seseorang akan menjawab sekitar 30 menit. Malang.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. MITRA UTAMA X Dimana : X V T = Jarak dalam meter (m) = Kecepatan dalam meter per detik (m/s) = Waktu tempuh dalam detik (s) Untuk menggambarkan berapa jarak antara Tenggarong dan Samarinda dengan kondisi jalan saat ini. Universitas Muhammadiyah Malang. ISBN 979-3021-83-7. Alik Ansyori. Indonesia pernah mencatat pembangunan jalan yang cukup panjang lebih kurang 1. Jawaban tersebut tidak lagi mengetengahkan unsur kecepatan. Jalan setapak inilah yang akan menjadi cikal bakal dari road trace di jaman modern ini. karena kecepatan rata-rata kendaraan yang melewati jalur tersebut diasumsikan sekitar 19. Ini bermuara pada pentingnya waktu yang singkat. yaitu untuk kepentingan strategi dan untuk memudahkan pengangkutan hasil bumi.1 10 LAPORAN AKHIR . Sedangkan kemudahan pengangkutan hasil bumi pun bermuara =VxT 4 Alamsyah.44 m/s ~ 22. Tapak kaki manusia pra-sejarah akan berfungsi sebagai marking territorial untuk menandai wilayah jelajahnya. (2006).BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI .000 km yang dibangun dari Anyer di Banten sampai Panarukan di Banyuwangi Jawa Timur. “Rekayasa Jalan Raya”.

namun paling tidak Daendels telah menerapkan pola pembangunan jalan dengan melibatkan pekerja yang banyak (kendati dengan kerja paksa) dan menjadi tonggak awal dari sejarah perkembangan jalan di Indonesia. sedangkan Macadam oleh Jhon London Mac Adam (1756-1836).BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI mulai berkembang di Indonesia pada tahun 1975. Perkerasan jalan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat ditemukan pertama kali di Babylon pada tahun 625 SM. kemudian disusul oleh Asphalt . Buras). Di Indonesia perkembangan perkerasan aspal diawali oleh pemberian lapis aus pada permukaan Telford dan MacAdam yang kemudian berkembang menjadi lapisan penetrasi (Lapisan Burtu. Tahun 1980 diperkenalkan perkerasan jalan dengan aspal emulsi dan Butas. Konstruksi Telford diciptakan oleh Thomas Telford (1757-1834). tetapi perkerasan jenis ini tidak berkembang sampai ditemukan kendaraan bermotor oleh Gofflieb Daimler dan Karl Benz pada tahun 1880. tetapi dalam pelaksanaan atau pemakaian aspal Butas terdapat permasalahan dalam hal variasi kadar aspalnya yang kemudian disempurnakan pada tahun 1990 dengan teknologi beton mastic.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Perkerasan jalan yang menggunakan aspal panas (hot mix) Concrete (AC) dan lain-lain. MITRA UTAMA pada pentingnya memperpendek waktu tempuh atau dengan kata lain mempersingkat jumlah waktu perjalanan. Meski belum memanfaatkan teknik perencanaan seperti sekarang ini (tinjauan geometrik dan jenis perkerasan). 11 LAPORAN AKHIR . Konstruksi batu belah (Telford) dan konstruksi MacAdam merupakan konstruksi perkerasan jalan raya pertama yang diterapkan Indonesia. Burda. Mulai tahun 1920 sampai sekarang teknologi konstruksi perkerasan dengan menggunakan aspal sebagai bahan pengikat maju pesat.

LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. 2. 5 -----. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Barat. pada tahun 2009 panjang jalan propinsi di Kabupaten Kutai Barat tercatat sebesar 508 Km.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . MITRA UTAMA 2. Dimana 198 Km merupakan jalan aspal dan 19 km jalan yang terbuat dari kerikil dan 291 Km jalan yang masih tanah5. “Kutai Barat Dalam Angka”.4 Sedikit Tentang Daerah Perencanaan Kabupaten Kutai Barat memiliki luas wilayah 31. • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.628. p.70 km2 atau kurang lebih 15 persen dari luas Propinsi Kalimantan Timur yang secara geografis terletak antara 113O48’49” BT – 116O32’43” BT dan 1O31’05” LU – 1O09’33”LS dengan batas administratif sebagai berikut: • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Malinau dan Negara Sarawak (Malaysia Timur) .185 12 LAPORAN AKHIR . • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. (2010). • Sebelah Barat berbatasan dengan dengan Propinsi Kalimantan Tengah serta Propinsi Kalimantan Barat.3 Panjang Jalan Kabupaten Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Barat.

Kecamatan Muara Lawa. Kecamatan Nyuatan. Kecamatan Long Iram.2 : PETA KUTAI BARAT Kabupaten Kutai Barat terbagi menjadi 21 Kecamatan dan 223 Kampung. Kecamatan Bentian Besar.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Kecamatan Tering dan Kecamatan Laham. Kecamatan Long Hubung.500 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan antara 0 – 60 persen. Kedua Puluh Satu Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bongan. Kecamatan Manor Bulatn. Kecamatan Muara Pahu. dari kemiringan landai sampai curam dengan ketinggian berkisar antara 0 – 1. Kecamatan Penyinggahan. Kecamatan Long Bagun. Kecamatan Siluq Ngurai. Kecamatan Long Pahangai.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . Kecamatan Long Apari. Kecamatan Sekolaq Darat. MITRA UTAMA Gambar 1. Daerah dataran rendah 13 LAPORAN AKHIR . Kecamatan Linggang Bigung. Kecamatan Melak. Daerah Kabupaten Kutai Barat didominasi Topografi bergelombang. Kecamatan Damai. Kecamatan Barong Tongkok. Kecamatan Jempang.

administratif Kecamatan Damai. • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Barito Utara.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Barat. Kalimantan Timur. Barong Tongkok. MITRA UTAMA pada umumnya dijumpai di kawasan danau dan kawasan sepanjang sungai (DAS).43 km2 yang dibagi dalam 14 (Empat Belas) kelurahan. Sementara jumlah penduduk kecamatan ini mencapai 8.5 Sedikit Tentang Lokasi Perencanaan Lokasi pada perencanaan yang dan dilaksanakan berada pada Batas kecamatan Damai.BAB II TINJAUAN SISTEM TRANSPORTASI . dan Lingang Bingung.750. 2.8 jiwa/km2. Kalimantan Tengah. (2010). Sedangkan daerah perbukitan dan pegunungan memiliki ketinggian rata-rata lebih dari 1. “Kutai Barat Dalam Angka”.538 jiwa (2010) dengan tingkat kepadatan 4. • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Muara Lawa dan Bentian Besar. adalah sebagai berikut6: • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Long Iram.5 14 LAPORAN AKHIR .000 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 30 persen terdapat di bagian barat laut yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia. Secara geografis Kecamatan Damai terletak 115o15’16’’-115o46’54’’ 0o18’LS-0o52’LS. 6 -----. • Sebelah Barat berbatasan Kabupaten Barito Utara. p. Kecamatan Damai merupakan sebuah kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kecamatan Damai memiliki luas wilayah mencapai 1. Kalimantan Tengah.

Jalan ini sudah biasa dilewati oleh penduduk Kecamatan Damai tetapi hanya hanya kendaraan roda dua karena lebar jalan berkisar antara 0.0 m. 15 LAPORAN AKHIR – BAB III KONDISI EKSISTING . MITRA UTAMA BAB – 3 KONDISI EKSISTING 3.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. seperti pada gambar berikut. sebagian masih berupa perkerasan tanah dan sebagian jalan berpasir.5m sampai 4.1 Kondisi Perkerasan Dan Jembatan Kondisi eksisting jalan pada lokasi rencana jalan yang akan dibangun.

MITRA UTAMA Gambar 3.1. Sebagian Ruas Jalan Yang Masih Berupa Tanah 16 LAPORAN AKHIR – BAB III KONDISI EKSISTING .LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.

Sebagian Ruas Jalan yang hanya dapat dilewati kendaraan beroda dua 17 LAPORAN AKHIR – BAB III KONDISI EKSISTING . MITRA UTAMA Gambar 3.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.3.2. Sebagian Ruas Jalan yang masih berupa Pasir Gambar 3.

4. MITRA UTAMA Gambar 3.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Sebagian Ruas Jalan Yang Sudah diberi papan untuk menghindari becek 18 LAPORAN AKHIR – BAB III KONDISI EKSISTING .

sehingga diupayakan kemiringan lantai Jalan dengan jalan pendekat tidak terlalu curam.5. Hal tersebut akan sangat membantu dalam pemilihan lokasi penempatan lokasi struktur Jalan. mengingat telah adanya existing jalan. Adapun kondisi topografi jalan menunjukkan tidak terdapatnya lereng yang cukup terjal.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Kondisi lahan di sekitar lokasi perencanaan yaitu pada umumnya 19 LAPORAN AKHIR – BAB III KONDISI EKSISTING . Kondisi Sebagian Jembatan Ulin Yang Ada Di Lokasi 3 Kondisi Topografi Berdasarkan Suvey Pendahuluan yang telah dilaksanakan. MITRA UTAMA Gambar 3. menunjukkan lokasi perencanaan cukup layak dijadikan Jalan. Acuan elevasi Jalan akan mengacu pada elevasi jalan existing disamping beberapa faktor lainnya.

20 LAPORAN AKHIR . 013/T/Bt/1995" dan “Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No. Standar Geometris yang dimaksud meliputi standar penentuan parameter-parameter alinyemen horisontal. maupun jalan yang akan dipakai dalam perencanaan teknis. Dimensi Melintang Jalan Standar Desain Geometrik untuk untuk lebar perkerasan.BAB IV PERENCANAN GEOMETRI DAN PERKERASAN JALAN .1. Perencanaan Geometri Jalan Perencanaan jalan direncanakan berdasarkan pada buku “Petunjuk Teknik Survai dan Perencanaan Teknik Jalan Kabupaten No. 038/TBM/1997” yang dikeluarkan oleh oleh Bina Marga. kemiringan melintang dan daerah milik jalan (damija) dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Berikut tabel kriteria perencanaan untuk jalan luar kota.2.1. Kecepatan Rencana Tabel 4. MITRA UTAMA BAB – 4 PERENCANAAN GEOMETRI DAN PERKERASAN JALAN 4. vertikal. lebar bahu jalan.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.1.1.1. yang ditetapkan pada pekerjaan perencanaan teknis jalan sebagai berikut: 4. dengan kecepatan rencana 40 km/jam. Kecepatan Rencana Minimum Kelas Jalan IIIA IIIB1 IIIB1 IIIC Datar 50 40 40 30 Bukit 40 30 30 30 Pegunungan 30 30 30 20 4.

LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. MITRA UTAMA Gambar 4.1.BAB IV PERENCANAN GEOMETRI DAN PERKERASAN JALAN . Tipikal melintang jalan pada daerah galian Gambar 4.3. Tipikal melintang jalan pada daerah timbunan 21 LAPORAN AKHIR . Tipikal melintang jalan pada daerah timbunan dan galian Gambar 4.2.

dan kelelahan pengemudi maka panjang maksimum bagian jalan yang lurus (terutama jalan antar kota) ditempuh tidak lebih dari 2.5 menit. Panjang Lengkung Peralihan (Ls) dan panjang pencapaian superelevasi (Le) Panjang Lengkung Peralihan (Ls) dan panjang pencapaian superelevasi (Le) untuk jalan 2 lajur 2 arah dapat ditetapkan dengan menggunakan Tabel 4.1. departemen PU.3. Ditjen Bina Marga.2.3. 1997 4. Alinyemen Horisontal 4. Jari – Jari Minimum Tabel 4.3. atau sesuai dengan tabel berikut : Tabel 4.1. Jari-jari minumum VR (km/jam) Jari-jari minimum Rmin(m) Jari-jari minimum tanpa lengkung peralihan (m) Jari-jari minimum tanpa superelevasi (m) 120 600 2500 5000 100 370 1500 80 210 900 60 110 500 700 50 80 350 - 40 50 250 - 30 30 130 - 20 15 60 - 2000 1250 Sumber : Tata Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota.3.3. departemen PU. 22 LAPORAN AKHIR . dengan pertimbangan faktor keselamatan. Panjang Bagan Lurus Untuk panjang bagian lurus. MITRA UTAMA 4. 4.5. sesuai dengan kecepatan rencana .1.1. Panjang bagian lurus maksimum Fungsi Arteri Kolektor Ditjen Bina Marga.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.1. 1997 Panjang bagian lurus maksimum (m) Datar 3000 2000 Bukit 2500 1750 Pegunungan 2000 1500 Sumber : Tata Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota.BAB IV PERENCANAN GEOMETRI DAN PERKERASAN JALAN .3.4.

Biasanya hanya untuk kendaraan roda 4 Kereta yang ditarik kuda : 1 : 8 (12.4. Batas-batas yang ekstrim ialah sbb.6 dibawah. Alinyemen Vertikal ada landai yang terjal pada jalan-jalan di 4.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.5%) Jika landai ekstrim ini tidak dapat dihindari. Panjang Lengkung Peralihan (Ls) dan panjang pencapaian superelevasi (Le) VR (Km/Jam) 40 50 60 70 80 90 100 110 120 2 4 Superelevasi.:   Kendaraan bermotor : 1 : 6 (16%). seperti yang diberikan pada tabel 4. 23 LAPORAN AKHIR . Landai Maksimum Dan Panjang Kritis Apabila pegunungan maka harus hati-hati agar membatasi landai sampai suatu maksimum yang dapat dilalui dengan aman oleh/dan sesuai dengan batas kemampuan kendaraan bermotor dan kereta yang ditarik kuda.1.BAB IV PERENCANAN GEOMETRI DAN PERKERASAN JALAN .4.5.e (%) 6 8 Ls Le Ls Le 15 25 25 30 20 30 30 40 25 40 35 50 30 45 40 55 45 70 65 90 50 80 70 100 55 90 80 110 60 100 90 120 70 110 95 135 10 Ls 10 15 15 20 30 30 35 40 40 Le 20 25 30 35 55 60 65 75 80 Ls 15 20 20 25 40 40 45 50 55 Le 25 30 35 40 60 70 80 85 90 Ls 35 40 50 60 90 100 110 - Le 40 50 60 70 120 130 145 - 4.1. MITRA UTAMA Tabel 4. maka landai harus dibatasi hanya pada jarak pendek saja untuk menyesuaikan dengan jenis lalu-lintas yang umum dan mempertahankan kecepatan perjalanan yang layak.1.

Alasannya ialah: Kendaraan yang berjalan pada suatu lengkung menempati lebar lapis perkerasan yang lebih besar daripada kendaraan yang berjalan pada jalan yang lurus karena roda-roda belakang pada lintasan jalan dengan kecepatan rendah disebelah dalam bagian depan. MITRA UTAMA Tabel 4. yang disarankan dan panjang kritis Kecepatan Kendaraan (Km/jam) Landai Maksimum Disain % Absolut % 4 7 4 8 5 9 6 10 7 11 8 12 10 14 12 16 80 70 60 50 40 30 25 20 Panjang Maksimum 500 410 350 275 225 140 100 100 (kritis) dalam m Kriteria : Landai maksimum berdasar pada standard Bina Marga kecuali pada 20 km/jam dimana batas ekstrim diberikan. Panjang kritis berdasar pada rumus jalan Kabupaten NAASRA dimana panjang = 0.2. 4. antara Juga kendaraan-kendaran menyiap 24 LAPORAN AKHIR . Pelebaran Lebar Perkerasan Lapis perkerasan harus diperlebar pada lengkung yang radiusnya lebih kecil dari 120 m untuk menjaga agar pandangan bebas kearah samping (lateral) antara kendaraan-kendaraan sama dengan jarak pandangan bebas yang ada pada bagian jalan yang lurus.5.5. 4.1. Landai maks.5. dan tonjolan depan yang mengurangi dan kebebasan melewatinya.00413 (v1^2 – v2^2)/kenaikan landai % 4. Perencanaan Alinyemen Horisontal Rekapitulasi hasil perhitungan alinyemen horisontal untuk semua tikungan dapat dilihat pada Lampiran I.2. Hasil Perencanaan 4. Perencanaan Alinyemen Vertikal Rekapitulasi hasil perhitungan alinyemen vertikal untuk semua landai dapat dilihat pada Lampiran II.1.6.1.5.1.BAB IV PERENCANAN GEOMETRI DAN PERKERASAN JALAN .LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.1.

50 4.3. 25 LAPORAN AKHIR .00 1. kemiringan melintang jalan. volume galian dan timbunan dalam pekerjaan tanah merupakan salah satu faktor yang sangat penting.75 1.75 0. Hasil (volume) timbunan dan galian pada perencanaan ini dapat dilihat pada Lampiran IV. Volume galian sangat dipengaruhi oleh kelandaian vertikal yang di syaratkan. Catatan : tidak perlu pelebaran apabila kecepatan rencana < 30 km/jam Rekapitulasi hasil perhitungan pelebaran perkerasan pada tikungan dapat dilihat pada Lampiran III.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV. Pelebaran perkerasan pada tikungan Jari-Jari Lengkung 160 120 90 60 45 30 Lebar Lapis Perkerasan 6.50 1. Volume Galian dan Timbunan Tanah Pada konstruksi jalan.BAB IV PERENCANAN GEOMETRI DAN PERKERASAN JALAN . kemiringan galian.50 0.7.1. Sehingga pekerjaan galian dan timbunan harus dilaksanakan seoptimal mungkin. MITRA UTAMA putaran kendaraan pada suatu jalur pada suatu tikungan lebih besar daripada putaran kendaraan pada jalan yang lurus.0 m 0.00 1.75 1.25 1. Tabel 4.25 1.75 Sumber : Standar Geometri B.5 m 0. 4.5.75 0. Jumlah galian dan timbunan akan menentukan harga pekerjaan pembangunan jalan secara keseluruhan.M.

0 m = 3 inci (76. 26 LAPORAN AKHIR – BAB V PERENCANAAN BOX CULVERT .05 MAB : + 41.0 m) = 7.05 + b 39. Density (kepadatan) beton sebesar ((γ Poison Ratio : 0. Data Teknis/Perencanaan +42.1.0 x 8.080 kg/cm2).10 A B = 8 m B +42. MITRA UTAMA BAB – 5 PERENCANAAN BOX CULVERT 5.1. Perencanaan Box Culvert 5. beton) : 2.1.55 C = 7 m     Bentang box Lebar lantai kendaraan Tinggi tiang sandaran Diameter pipa sandaran = double box (4.2. Dasar Perencanaan 5.500 kg/m3 Besi Tulangan   Mutu baja tulangan BJ-24 (fy = 2.1. Kuat leleh tulangan σ*au untuk baja polos dan ulir dari kelas BJ-24.2 mm) Beton Bertulang    Berdasarkan kuat tekan karakteristik beton pada umur 28 hari sesuai dengan K-250 .1.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.4 m = 1.1. σ*au = 240 MPa.

1. Beban kendaraan di atas konstruksi gorong-gorong persegi ini diperhitungkan secara dengan muatan tanah setinggi 60 cm.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN Perencanaan jalan lumpat dahuq – sampan – jalan poros damai Kabupaten kutai barat CV.0 X 8.28.2.2.1.1. adalah:   Pedoman perencanaan pembebanan gorong-gorong persegi Pembebanan Jembatan dan Jalan Raya (SKBI – 1.2. dengan mengambil hasil       pembebanan terbesar/maksimum dari kombinasi pembebanan sebagai berikut : Berat sendiri gorong-gorong persegi beton bertulang Beban roda ganda (dual wheel load) 10 ton atau muatan rencana sumbu 20 ton. Analisa Pembebanan Perhitungan struktur didasarkan pada asumsi tanah lunak yang umumnya disebut highly compressible.1.0 27 LAPORAN AKHIR – BAB V PERENCANAAN BOX CULVERT .21 5.3. Dasar Pembebanan Standar pembebanan yang digunakan sebagai kriteria perencanaan.042 : 624. 5. 5. Perhitungan Box Culvert Hitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran VII Lampiran VIIA PERHITUNGAN BOX 4. Tekanan tanah aktif Tekanan air dari luar Tekanan hydrostatic (qa). MITRA UTAMA  Modulus elastisitas Es = 2 x 105 MPa.1987 dan UDC : 624.

417.0m x 8. ASRI SEMESTA BANGUN BAB – 7 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 7. 37. 5. Panjang total jalan setelah perencanaan adalah 10. Perkerasan jalan menggunakan lapis perkerasan bawah setebal 20 cm. dan lapis aspal setebal 5 cm dengan panjang total 5.375 m yang terbagi atas dua seksi yaitu stasioning 0 + 000 s/d 9 + 533 dan stasioning 0 +000 s/d 0 + 842. Dua buah double box culver di rencanakan dengan ukuran 4. Tiang pancang besi triangle yang direncanakan dengan dimensi 32/32/32 dengan panjang 6 m (panjang total 522 m). lapis perkerasan atas setebal 15 cm.059.94 m3 dan 10.33 m3 (galian saluran). 35 LAPORAN AKHIR – BAB VIII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI .0m.1 Kesimpulan Dari hasil perencanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Jalan Lumpat Dahuq – Semptn – Jalan Poros Damai Kutai Barat dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: 1. 4. 6. Volume total galian pada perencanaan ini adalah 20. Kecepatan rencana yang digunakan adalah 50 km/jam (sesuai standar perencanaan kabupaten untuk daerah bukit atau gunung) dengan landai vertikal maksimum 10%.63 m3 untuk timbunan. 2.900 m.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN PERENCANAAN TEKNIS PENINGKATAN JALAN DAN SEMENISASI SEPANJANG 23 KM DI DESA SANTAN TENGAH KECAMATAN MARANG KAYU PT. 3.087.

ASRI SEMESTA BANGUN 7. Mitra Utama lebih merekomendasi pengaspalan pada tahap awal dengan Lapis Penetrasi (LAPEN). maka CV. bukan 3 (tiga) tahun anggaran. Untuk mencegah banyaknya dana APBD yang terserap pada ruas ini maka pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum sebaiknya melaksanakan proyek ini dengan pola tahun jamak selama 2 (dua) tahun anggaran. 3.LAPORAN AKHIR PERENCANAAN PERENCANAAN TEKNIS PENINGKATAN JALAN DAN SEMENISASI SEPANJANG 23 KM DI DESA SANTAN TENGAH KECAMATAN MARANG KAYU PT. baru dua atau tiga tahun sekali kemudian dilapisi dengan ATB atau langsung dengan AC – WC.2 Rekomendasi Rekomendasi yang dapat kami sampaikan berkenaan Perencanaan Teknis Jalan Lumpat Dahuq – Sempan – Jalan Poros Damai yaitu: 1. 2. 36 LAPORAN AKHIR – BAB VIII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI . agar pelaksanaan pelelangan phisik dapat diupayakan pada akhir Maret 2012. Perencanaan Bangunan pelengkap (box culvert)juga dilaskanakan pada awal tahun a nggaran 2012. Jika pemilik kerja dalam hal ini pemerintah Kabubaten Kutai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum memandang harus mengaspal lapis ausnta.

LAMPIRAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful