Anda di halaman 1dari 8

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

BAB I Pendahuluan

A. Skenario

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

B. Learning Objectives
1. Mampu mengetahui analisis skenario 2. Mampu mengetahui diagnosis kerja a. COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) 3. Mampu mengetahui diferential diagnosis a. Bronkiektasis b. Carsinoma Paru c. CHF Cor. Pulmonal d. Asma

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

C. Mapping Concept

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

BAB II Pembahasan

1. Analisis Skenario
Anamnesis Identitas KU RPS : Pr, 30 tahun : demam : demam sejak 10 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri

sendi pada kedua tangan dan kaki, mudah lelah. Riwayat gangguan status mental yang hilang timbul Pemeriksaan fisik TD Nadi Frekuensi nafas Suhu aksila : 100/70 mmHg : 80x / menit : 24x / menit : 37,8 C

Macula eritema pada wajah yang terlihat jelas bila terpapar sinar matahari. Ulkus cavum oris yang tidak nyeri. Sendi lutut kanan dan kiri edema, teraba hangat, & nyeri tekan. Pemeriksaan laboratorium Hb : 7 gr/dl WBC : 3000 PLT : 100.000 ( normal : 12 gr/ dl pada wanita ) ( normal : 4500 11000 ) ( normal : 150000 400000 )

Pada urin didapatkan proteniuria dan cast Pembahasan

2. COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease)


A. Etiologi B. Epidemiologi C. Patofisiologi dan Patogenesis D. Manifestasi klinis
4

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

E. Penegakan diagnosis F. Penatalaksanaan G. Prognosis dan Komplikasi

3. Bronkiektasis
A. Definisi B. Etiologi C. Patofisiologi D. Manifestasi klinis E. Penegakan diagnosis F. Penatalaksanaan

4. Carsinoma Paru
A. Pendahuluan B. Etiologi dan Klasifikasi C. Patogenesis dan Patofisiologi D. Manifestasi klinis E. Penegakan Diagnosis F. Penatalaksanaan

5. CHF menuju Cor Pulmonal


A. Pendahuluan B. Etiologi dan Klasifikasi C. Patogenesis dan Patofisiologi D. Manifestasi klinis E. Penegakan Diagnosis F. Penatalaksanaan

6. Asma (Bronkial)
A. Pendahuluan B. Etiologi dan Klasifikasi C. Patogenesis dan Patofisiologi D. Manifestasi klinis
5

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

E. Penegakan Diagnosis F. Penatalaksanaan

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

BAB III Penutup

Simpulan
Prevalensi SLE lbh banyak wanita dibandingkan pria (10:1). SLE bersifat eksaserbasi dan tidak dapat disembuhkan. Butuh ketelitian dan penegakan diagnosis yg tepat untuk menyingkirkan DD dari SLE. Prognosis SLE dapat memburuk jika komplikasi tidak segera ditangan.

BLOK XII Sistem Respirasi 2011

Daftar Pustaka

Barbara J. Bain, F. R. A.CP., F. R.C. Path.,Diagnosis from the Blood Simer. http://www.NEJM.com. Html. Volume 353:498-507.Augustus 4, 2005 Hahn BH, BP Tsao. (2008). Patogenesis dari lupus eritematosus sistemik. Dalam: GS, Budd RC, Harris, Jr DE et al. Firestein, eds. 's Textbook of Rheumatology Kelley . 8 ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier: chap 74. Hauser, Kasper, Braunwald., et al. (2008). Harrisons principles of internal medicine, 17th ed. New York : Mc Graw Hill Medical. Made IB., (2006). Hematologi Klinik Dasar. Jakrta: Buku kedoketran EGC. Porth, M.S, (2007). Essentials of pathophysiology. ed. 2nd. hal 366-76 Price, S.A & Wilson, L.M. (2006). Patofisiologi : konsep klinis dasar proses proses penyakit. ,vol. 1 & 2, 6th edition.Jakarta: EGC. Ruiz-Irastorza G, Ramos-Casals M, Brito-Zeron P Khamashta, MA. (2010) Klinis kemanjuran dan efek samping anti-malaria dalam lupus eritematosus sistemik: review sistematis. Ann selesma Dis . 69:20-28. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata MK, Setiati S (editor)., (2007). Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Staf pengajar ilmu kesehatan anak FKUI. (2002). Ilmu kesehatan anak I. Jakarta : Info Media Jakarta.

Stoll & Kliegman. (2003). High-Risk Infants dalam Nelson Texbook of Pediatric 17 ed. Iternational Edition. USA : Elsevier.