Anda di halaman 1dari 7

PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN

A. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Suku Bangsa Agama Alamat : Ni Wayan Trisnawati : 24 tahun : Perempuan : Pegawai Swasta : Bali : Hindu : Br. Blahpane Kelod, Sidan, Gianyar

Tanggal pemeriksaan : 15 Januari 2013 Tanggal kunjungan : 18 Januari 2013

B. ANAMNESIS Keluhan utama : Pilek, hidung tersumbat dan bersin-bersin Penderita datang dengan keluhan pilek, hidung tersumbat dan bersin-bersin sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu. Selama 3 bulan tersebut keluhannya kambuhkambuhan. Awalnya penderita tidak menghiraukan keluhan ini karena biasanya keluhan akan hilang sendiri setelah beberapa jam. Pilek dan bersin dirasakan sepanjang hari sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, keluar ingus dari hidung berwarna bening dan encer, bahkan sering merembes spontan. Serangan bersin terjadi terutama bila kontak dengan debu pada saat membersihkan rumah, bersin-bersin dirasakan lebih dari 5 kali tiap terjadi serangan. Biasanya hidung tersumbat bergantian kanan dan kiri atau keduanya, sehingga mengganggu pernafasan. Selain keluhan pilek, bersin dan hidung tersumbat, penderita juga mengeluh gatal pada hidungnya. Tidak ada keluhan panas badan, nyeri kepala ataupun nyeri pada sekitar wajah dan keluhan nyeri menelan.

Riwayat Pengobatan Penderita belum memeriksakan diri ke dokter dan belum meminum obat untuk mengurangi keluhan saat ini. Penderita juga menyangkal mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Riwayat Penyakit Dahulu Penderita mengatakan memiliki riwayat alergi debu dimana bila penderita kontak dengan debu maka penderita akan bersin-bersin dan keluar ingus yang encer, namun akan membaik dengan sendirinya bila penderita tidak kontak lagi dengan debu. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat penyakit yang sama pada anggota keluarga yang lain disangkal oleh penderita. Ibu penderita dikatakan memiliki riwayat penyakit asma. Riwayat Pribadi/Sosial Penderita adalah seorang pegawai swasta yang bekerja di garmen. Penderita tinggal bersama keluarga dimana sehari-hari penderitalah yang bertugas membersihkan rumah setiap paginya. Penderita tidak memiliki kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Keadaan lingkungan sekitar rumah penderita kering dan berdebu. Keluhan Tambahan : Telinga Sekret Tuli Tumor Tinitus Sakit Korpus Alienum Vertigo (-) (-) kanan (-) (-) (-) (-) (-) (-) Kiri (-) (-) (-) (-) (-) (-) Hidung Sekret Tersumbat Tumor Pilek Sakit Korpus Alienum Bersin (+) (+) Kanan (+) (+) (-) (+) (-) (-) kiri (+) (+) (-) (+) (-) (-) Tenggorok Riak Tumor Sakit Sesak Batuk Korpus Alienum Suara Normal (-) (-) (-) (-) (-) (-)

Pemeriksaan Fisik Vital Sign Keadaan umum Kesadaran : baik : compos mentis 2

Tekanan darah Nadi Respirasi Temperatur Status General Kepala Mata THT Leher

: 110/70 mmHg : 80 x/ menit : 18 x/ menit : 36,50C

: normo cephali : anemis -/-, ikterus -/: ~ status lokalis : kelenjar limfe dalam batas normal kelenjar parotis dalam batas normal kelenjar tiroid dalam batas normal

Thorak

: Cor : S1S2 tunggal reguler, murmur (-) Po : ves +/+, rh-/-, wz-/: dalam batas normal : dalam batas normal

Abdomen Ekstremitas Status Lokalis THT Telinga Daun telinga Liang telinga Discharge Membran timpani Tumor Tes pendengaran Suara bisik Rinne Weber Schwabach Tes keseimbangan Hidung Hidung luar Cavum nasi

Kanan : : : : : normal lapang (-) intak (-)

Kiri normal lapang (-) intak (-)

: tidak dievaluasi :+/+ : lateralisasi (-) :N/N : tidak dievaluasi Kanan : : normal sempit Kiri normal sempit 3

Septum Discharge Mukosa Tumor Sinus Konka Koane Tenggorok Dispneu Sianosis Mukosa Dinding belakang Stridor Suara Tonsil Laring Epiglotis Plica ventricularus Plica vocalis Plica glotis Kelenjar limfe leher

deviasi (-)

deviasi (-) (+) serous, jernih pucat (-) N kongesti tidak dievaluasi

: (+) serous, jernih : : : : pucat (-) N kongesti

: tidak dievaluasi

: (-) : (-) : merah muda : Post Nasal Drip (-) : (-) : normal : T1/T1, tenang

: tidak dievaluasi : tidak dievaluasi : tidak dievaluasi : tidak dievaluasi : PKGB (-)

C. DATA KELUARGA Keluarga penderita beranggotakan 4 (empat) orang, yang dapat dilihat dalam tabel di bawah ini: NO 1 2 NAMA I Nyoman Dharma Ni Putu Rusmini KELAMIN Laki-laki Perempuan UMUR 50 th 48 th STATUS Ayah Ibu PEKERJAAN Pegawai swasta Ibu rumah tangga 3 Ni Trisnawati 4 Wayan Perempuan 24 th Anak I Pegawai swasta

Ni

Made

Ayu Perempuan

18 th

Anak II

Pelajar

Suliasmini

D. STATUS SOSIAL EKONOMI Hubungan sosial antara anggota keluarga penderita cukup harmonis. Demikianpula hubungan dengan tetangga. Ayah penderita merupakan pegawai swasta yang bekerja di sebuah toko, sedangkan penderita bekerja di sebuah garmen dengan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

E. LINGKUNGAN FISIK Rumah penderita merupakan bangunan permanen yang berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 2 are. Bangunan rumah penderita terlihat terawat, beratapkan genteng, tembok bata yang sudah diplester dan dicat dengan cat berwarna putih, plafon terbuat dari triplek dan lantai terbuat dari keramik. Rumah penderita terdiri dari teras depan, 3 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, 1 kamar mandi dan halaman dibelakang rumah sebagai tempat mencuci pakaian dan menjemur pakaian. Penerangan di dalam rumah cukup baik dan cahaya matahari dapat berfungsi sebagai penerang alami saat pagi dan siang hari. Ventilasi udara juga cukup memadai, akan tetapi tirai-tirai yang menutupi jendela rumah nampak agak kotor dan berdebu. Perabot rumah tangga cukup banyak terutama rak-rak dengan buku, majalah dan koran memenuhi ruang tamu yang terlihat agak berdebu. Mebel rumah penderita ada yang terbuat dari kayu dan terdapat sofa berlapis kain di ruang tamu dan ruang keluarga. Lantai ruang tamu penderita dialasi dengan karpet tebal. Kamar tidur penderita tertata cukup rapi, bantal, guling dan kasur terbuat dari kapuk. Sprai penderita terbuat dari bahan katun dan menggunakan bed cover sebagai selimutnya. Di balik pintu kamar penderita terdapat beberapa baju dan celana kotor bergelantungan. Penderita tidak menggunakan alas karpet di dalam kamarnya. Dapur penderita penuh dengan peralatan memasak dan rak piring. Meja makan terletak dibagian tengan dengan vas bunga yang nampak berdebu ditengahnya. Kamar mandi di rumah penderita cukup bersih. WC yang digunakan di rumah penderita adalah WC dengan toilet jongkok pada kedua WC. Saluran air yang digunakan oleh penderita berasal dari PAM. 5

Penderita memelihara dua ekor anjing di rumahnya. Anjing tersebut terlihat cukup terawat dengan bulu yang lebat.

F. DENAH RUMAH

1 U 3

4 2 7 5

Keterangan : 1. Sanggah 4. Ruang Keluarga 5. Kamar mandi 2. Ruang tamu 6. Dapur 7. Tempat 3. Kamar tidur pakaian cuci dan jemur

G. RESUME Penderita, perempuan 22 tahun, mengeluh pilek, hidung tersumbat dan bersinbersin sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu, kambuh-kambuhan, dirasakan sepanjang hari sehingga mengganggu aktivitas, frekuensi bersin lebih dari 5 kali setiap serangan, disertai ingus bening dan encer, hidung biasanya tersumbat. Keluhan muncul terutama saat kontak dengan debu dan asap. Pasien belum ke dokter dan belum meminum obat untuk keluhannya. Riwayat alergi debu dikatakan ada oleh pasien. Ibu penderita dikatakan memiliki riwayat penyakit asma. Penderita tinggal di rumah yang permanen dengan pencahayaan dan ventilasi yang memadai, tapi jendela dan tirai-tirai yang menutupi jendela rumah agak kotor dan berdebu, ditambah lagi dengan kondisi ruang tamu yang penuh dengan koran, majalah 6

serta buku yang bertumpuk dan berdebu. Di dalam kamar banyak digantung baju serta celana kotor. Dapur terlihat sempit dengan vas bunga diatas meja makan yang nampak berdebu serta penderita juga memelihara dua ekor anjing yang cukup terawat. H. SARAN Penderita sebisa mungkin sebaiknya menghindari pencetus penyakitnya, seperti misalnya menghindari kontak terlalu banyak dengan debu terutama saat membersihkan rumah atau menyapu. Saat membersihkan rumah atau menyapu sebaiknya menggunakan masker penutup wajah atau sapu tangan untuk meminimalisir debu yang terhirup saat membersihkan rumah. Tirai-tirai yang ada sebaiknya dicuci minimal 2 minggu sekali secara bergantian, dan jendela rumah dilap agar debu dapat dibersihkan. Perabotan rumah tangga yang dianggap tidak perlu dan tidak dipergunakan lagi sebaiknya dibuang. Buku-buku, majalah dan koran perlu ditata dengan baik dan dibersihkan dari debu, serta yang sudah tidak dibaca sebaiknya ditaruh dengan rapi di gudang. Membersihkan kaca jangan menggunakan sapu, melainkan menggunakan lap basah sehingga debu tidak naik. Kasur dan bantal dari kapuk sebaiknya diganti dengan yang terbuat dari busa. Sprai, selimut dan sarung bantal sebaiknya dicuci dengan air panas untuk membunuh tungau-tungau yang biasanya melekat pada kain tersebut. Baju-baju kotor sebaiknya langsung dicuci, tidak digantung di balik pintu. Halaman rumah rajin disiram untuk mencegah debu-debu yang beterbangan. Sebaiknya tidak memelihara anjing, kucing atau binatang peliharaan lain. Kalau bepergian dengan sepeda motor sebaiknya menggunakan masker untuk menghindari debu. Melakukan tes alergi untuk mengetahui alergen-alergen yang menyebabkan alergi. Melakukan pengobatan dengan baik dan mematuhi nasehat yang diberikan, dan bila terdapat perburukan gejala atau gejala penyakit tidak kunjung sembuh segera kembali memeriksakan diri ke rumah sakit.