Anda di halaman 1dari 10

Sabtu, 14 Januari 2012 Cara Mengambil Emas Dari Barang Elektronik Barang elektronik yang dicoba pada awal

percobaan ini adalah komputer. Usahakan mencari komputer yang tua karena semakin tua atau lama,kandungan emas semakin banyak. Contoh komputer tua adalah komputer seri 286, 486, pentium 1 dan pentium 2. Kumpulkan semua bagian komputer yang mengandung emas tersebut baik yang telah dipotong maupun yang di hancurkan tersebut pada 1 buah ember dan beri label ember 1. Berikut dibawah ini adalah bahan dan alat yang diperlukan: 1. Ember yang tebal dan kuat 3 buah, pakailah ember bekas cat ukuran yang 5 liter. 2. Mangkok kaca bening yang tahan panas 1 buah (Tidak mutlak diperlukan) 3. Alat pengaduk dari kayu atau plastik. 4. Pakaian pelindung. ( Sarung tangan karet, Masker, Jaket ) 5. Alat penyaring berupa kain sprei atau kain kaos dan juga kain handuk untuk menutup ember. 6. HCL / muriatic acid 1 liter 7. Nitric Acid / HNO3 1 liter 8. Baking Soda / Sodium bicarbonat (untuk menghilangkan noda) (Tidak mutlak diperlukan) 9. Pupuk UREA 1 kg 10. Cairan pengetes emas (Tidak mutlak diperlukan) 11. Aqua Ammonia (Tidak mutlak diperlukan) 12. Air Suling (Air AKI) jika air ledeng anda kotor atau air PAM yang bersih. 13. Sodium Metabisulfite 1kg. (sebagai bahan kimia yang mengendapkan emas)

Sumber: http://jawarakampung.blogspot.com Minggu, 03 Februari 2013 Cara Mengambil Emas dari PCB Postingan kali ini mengulas tentang Cara Mengambil Emas dari PCB. Diantara kita ada yang tidak tau mengambil emas dari pcb komputer, ada juga informasi diwebsite sebelah bahwa kita bisa menambang emas dari telpon genggam, ini masuk akal, karena barang elektronik membutuhkan penghantar atau penyalur listrik yang sangat cepat, dan ternyata logam penghantar listrik yang paling baik adalah emas. Panduan Lengkap Mendulang EMAS dari PCB / Elektronik : Cari PCB yang sudah tidak terpakai lagi dengan cara membeli atau punya sendiri. Kumpulkan semua pcb anda. Dari 1 kg IC-IC yg terkumpul itupun hanya menghasilkan emas sekitar/mungkin hanya 1gram dengan kadar hanya sekitar 45%-60%. yang merepotkan dan sulit serta hati hati karena menggunakan bahan kimia yg berbahaya seperti air keras/nitric acid. cara pengerjaannyapun sangat lama bagi yg belum terbiasa. karena yang kita ambil adalah lapisan emasnya bukan bahan dasar ICnya,sangat tipis sekali lapisan emasnya,hati2 karena tertiup sedikit mereka akan terbang atau bergerak/berantakan dengan resiko hilang. Kemudian IC atau pin elektronik yg diduga mengandung lapisan emas kita kumpulin terus kita bakar menggunakan api, setelah panas kita masukkan pada wadah/baskom stainless yg tahan terhadap air keras/nitric.

Terus kita tuang wadah tersebut dengan air keras agar menutupi komponen lapis emas tadi,terus kita taruh di atas kompor (minyak lho),spt kita masak air, tapi hati-hati lingkungan/tetangga harus mendukung, karena baunya yg sangat menyengat dan berbahaya bagi yg tdk biasa, bisa dilempar tetangga, karena anda tahu sendiri air keras kaya gimana effeknya. Lalu lama-lama ada proses pemisahan antara bahan dasar ic dgn emas itu, perlu diketahui, logam apapun akan habis dimakan air keras, kecuali emas, perak. Baja/stainles steel pun lama2 akan habis. kita tuang ke ember yg dilapisi kertas semen/lap/kain bekas, biar tersangkut lapisan emasnya dan airnya akan tutun keember. Langkah terakhir bungkus hasil lapisan emas tadi,kita lebur/bakar (waspada tengok kanan kiri) dan akan terlihat hasilnya berupa emas. Masih ada 3 proses lagi untuk menjadi emas murni 24 karat Rabu, 23 Januari 2013 Cara Mengambil Perak Fixer Artikel kali ini mengulas tentang Cara Mengambil Perak Fixer. Meskipun harga perak tidak semahal emas tapi lumayan buat percobaan, buat kalian yg mau ngolah perak dr limbah fixer/cucian ronsen, atau film ronsennya sekalian mengandung perak..buat kalian gratis,sdh tdk waktunya rahasia2an ilmuwakob untuk alloh. fixer: - air limbah fixer di cemplungi kabel tembaga telanjang 2 meter(tekuk-tekuk) -tunggu 8 jam,ambil tembaga (tembaga akan berkerak,itu peraknya) -cemplungkan lg tembaga sampai tdk berkerak -bakar kerak td di kowi beri sedikit borak,bila sdh meleleh/mencair tunagkan ke wadah/kaleng berisi minyak gorengberes -kl mau lebih bersih peraknya/murni, caranya(kerak sebelum dibakar): -taruh kerak kedlm gelas pirex/gelas tahan panas dan asam, lalu rendam tunagkan asam nitrit/asid nitric/NaOH setinggi 1cm dr dasar kerak -awas akan terjadi reaksi kimia/asap tebal coklat -bekerjalah ditempat sirkulasi udara bagus -panaskan diatas kompor yg sdh dialasi seng, smpi mendidih sesaat -ambil airnya, tetesi air garam(garam dicairkan pekat), akan trjd reaksi seperti telur ceplok, aduk pelan sambil tetesi air garam, hentikan bila tdk ada reaksi -ambil ampas putih, bilas dg air 2x -bilas dan aduk pelas dg air zuur(air buat accu/aki baru), bilas air lg 2x - masukkan beberapa paku kayu 4biji,tunggu 15 menit/sampai warna a,pas putih menjadi abu2 seperti semen rata.. -bilas -bakar hasil 99,9%perak -fixer bekas cuci film 500 lembar menghasilkan perak kira2 70-80gr untuk film ronsen - rendam film ronsen kedalam soda api yg sdh dicairkan -rendam/masukkan satu persatu, tunggu 8 jam, ambil film satupersatu - biarkan mengendap, ambil ampasnya - lalu bisa dilanjutkan proses seperti diatas(rendam ke asam nitrit dstnyadiatas) -beres, selamat mencoba,.mendulang perak sendiri. Rabu, 23 Januari 2013 Cara Pengolahan Emas dengan Sistem Sianidasi

Artikel kali ini Membahas tentang Cara Pengolahan Emas dengan Sistem Sianidasi, proses ini cukup lumayan rumit. Pada dasarnya proses pengolahan batuan/lumpur emas dengan proses sianidasi terdiri dari beberapa tahapan yaitu: 1. Pelarutan logam Proses awal adalah melarutkan logam-logam seperti emas, perak dan tembaga yang terkandung dalam lumpur atau batuan. Pelarutan di lakukan dengan menambahkan sianida ke dalam larutan lumpur pada PH 10. Reaksi pada saat pelarutan: 4 Au + 8 NaCN + O2 + 2 H2O 4 Na*Au(CN)2+ + 4 NaOH Beberapa parameter yang perlu di perhatikan dalam proses ini adalah: - PH, PH larutan harus di jaga antara PH 10.5-PH 11 agar proses pelarutan berjalan optimal. Penambahan sianida pun harus ketika PH larutan sudah di naikkan ke PH 10- PH 10.5 untuk menjaga agar sianida tidak menguap. Sianida menguap pada suhu 26 derajat celcius pada PH di bawah PH 10. Untuk menaikkan PH dapat di gunakan lime (kapur tohor) atau HaOH (soda api/caustic soda). - Oksigen terlarut. Oksigen di perlukan pada saat proses pelarutan emas oleh sianida oleh karena itu perlu di perhatikan kandungannya dalam larutan. Oksigen dapat di tambahkan ke dalam larutan dengan menyemburkan oksigen murni/udara atau dengan penambahan Hidrogen Peroksida (H2O2) ke dalam larutan. - Waktu, proses pelarutan dapat memakan waktu antara 12-48 jam. - Jenis batuan, hati-hati jika bahan baku yang anda olah merupakan batuan sulfida karena akan mempengaruhi proses sianidasi akibat pengaruh kandungan besi dan sulfur dalam batuan. 2. Pengambilan logam Proses pengambilan logam dapat di lakukan dengan karbon aktif baik dengan sistem karbon dalam lumpur maupun karbon dalam larutan kaya. Jika tidak menggunakan karbon bisa dengan resin ataupun cukup dengan memisahkan lumpur dan larutannya untuk di ekstraksi. 3. Ektraksi logam - untuk proses ekstraksi dari karbon aktif dapat dilakukan dengan beberapa cara: pembakaran langsung, karbon aktif di bakar langsung sampai logam yang ada dalam karbon melebur. proses ini kurang ekonomis karena akan memakan biaya yang tidak murah, akan tetapi proses ini adalah proses tercepat dan termudah untuk di lakukan. Lakukan proses ini hanya jika anda yakin bahwa hasil yang anda peroleh dapat menutupi biaya produksi. Elusi karbon, logam di dalam karbon di luruhkan terlebih dahulu ke dalam larutan panas untuk kemudian di ekstraksi dengan zinc ataupun elektrowinning.

- jika tidak menggunakan karbon, setelah memisahkan larutan dari lumpur dan kemudian di endapkan dan di ambil air larutan bersihnya, ekstraksi dapat di lakukan dengan pengendapan menggunakan zinc. Pastikan zinc yang anda gunakan adalah zinc murni agar proses pertukaran ion berlangsung cepat. Rabu, 23 Januari 2013 Cara Mengambil Emas dari Limbah PCB handphone Artikel ini mengulas tentang Cara Mengambil Emas dari Limbah PCB handphone, Langkah-langkah pengolahan: 1. Bersihkan PCB dari komponen-komponen yang dapat menjadi pengganggu saat proses pembakaran seperti IC, resistor, dll. Usahakan PCB dalam kondisi bersih tanpa komponen. 2. Rendam dalam larutan AP atau HNO3 encer sambil sesekali di goyang-goyang atau di aduk. 3. Setelah lapisan emas lepas dari PCB angkat PCB dari rendaman 4. Saring air rendaman dengan kertas saring untuk menyaring lapisan emas 5. Bakar lapisan emas yang tertangkap atau larutkan dalam larutan HCl-Cl/AR untuk pemurnian. Demikian artikel tentang Cara Mengambil Emas dari Limbah PCB handphone, semoga bermanfaat. thnks for anugrahemas Diposkan oleh kicau mania di 01.56 Rabu, 23 Januari 2013 Cara Proses Pengambilan Perak dari Larutan Nitrat Kali ini kita membahas Cara Proses Pengambilan perak Perak | cara mengambil perak dari larutan nitrat, Pada saat anda melakukan proses cukim, perak dan tembaga akan terlarut dalam larutan asam nitrat dan meninggalkan endapan emas. Jangan buang larutan nitrat tadi karena terdapat perak yang dapat anda gunakan lagi untuk proses pemurnian berikutnya. Perak terlarut menjadi perak nitrat (AgNO3) dan dapat di endapkan dengan menggunakan garam dapur atau HCl menjadi perak klorida (AgCl) untuk kemudian di jadikan perak logam dengan proses pertukaran ion: 1. Larutan di tambahkan garam dapur atau HCl secukupnya dan anda akan melihat pembetukan awan putih dalam larutan yang merupakan bentuk dari perak klorida. Biarkan sampai mengendap seluruhnya selama kurang lebih 24jam. 2. Saring endapan dan cuci dengan air bersih. Masukkan endapan ke dalam wadah untuk kita ubah menjadi perak logam. 3. endapan tadi di tambahkan larutan H2SO4 encer (10%) lalu di aduk dengan batang besi atau aluminium. Aduk sebentar lalu diamkan sampai semua endapan berubah warna menjadi coklat kehitaman.

4. setelah berubah warna artinya perak anda sudah bisa di bakar untuk kembali di gunakan untuk memudakan kadar emas yang akan di murnikan. Sisa larutan nitrat biasanya mengandung tembaga dan tidak baik untuk lingkungan. Masukkan rongsokan besi ke dalam larutan tersebut untuk mengendapkan tembaga lalu encerkan larutan sebelum di buang. Demikian Artikel tentang Cara Proses Pengambilan Perak dari Larutan Nitrat, semoga bermanfaat. thnks for anugrahemas Diposkan oleh kicau mania di 01.44 Rabu, 23 Januari 2013 Cara Memurnikan Emas Menjadi 24 karat Artikel Kali ini Mengulas Cara Memurnikan Emas Menjadi 24 karat dengan metode cukim. Proses pemurnian emas dengan metoda cukim 1. campur emas kotor anda dengan perak sampai kadar emas anda kurang atau sama dengan 25% 2. masukkan emas kadar 25% anda ke dalam larutan asam nitrat encer (1:1) 3. tunggu sampai perak atau tembaga yg bercampur dengan emas anda larut dan endapan di dalam wadah berwarna coklat bersih. 4. saring endapan dengan kertas saring, keringkan lalu ambil endapannya 5. bakar endapan. dengan metode cukim anda akan memperoleh emas dengan kadar maksimal 99.95%. Silahkan baca dulu artikel tentang Pengertian Air Raja a k a Aqua Regia Jika anda menginginkan kadar kemurnian emas yang lebih tinggi endapan yang berasal dari proses cukim jangan langsung di bakar akan tetapi di proses dengan aqua regia terlebih dahulu: 1. Masukkan endapan emas ke dalam larutan aqua regia dan tunggu sampai seluruh emas melarut. 2. setelah emas melarut larutan akan berubah warna menjadi kuning keemasan. 3. tambahkan urea ke dalam larutan untuk menghilangkan nitrat berlebih di dalam larutan. Jika nitrat tidak di hilangkan maka akan menyebabkan reaksi eksplosif ketika proses pengendapan. 4. encerkan cairan hingga 2-3x lipat dengan aquades 5. campur 28.3 gram sodium meta bisulphite (SMB) ke dalam 240ml air panas. 6. tuangkan secukupnya larutan SMB ke dalam larutan aqua regia encer tadi sambil di aduk terus untuk mengendapkan emas yang terlarut. 7. akan muncul endapan emas berwarna coklat dan warna larutan aqua regia akan menjadi jernih. 8. saring lalu bakar endapan emas tadi. untuk mendapatkan kadar 99.99% proses pelarutan dengan aqua regia dapat di ulang 2-3x. Demikian pembahasan tentang Cara Memurnikan Emas Menjadi 24 karat, semoga bermanfaat.

thnks for anugrahemas. Diposkan oleh kicau mania di 01.18

Rabu, 23 Januari 2013 Pengertian Air Raja a k a Aqua Regia Postingan kali ini mengulas tentang Pengertian Air Raja. Kalau anda berkecimpung di dunia emas pasti sering mendengar tentang "air raja" ini. Adapun yang di maksud air raja adalah larutan hasil percampuran antara asam klorida pekat dan asam nitrat pekat dengan perbandingan 3:1. Larutan ini biasa di gunakan untuk melarutkan emas dan logam-logam golongan platina. Larutan ini sangat korosif dan asap yang di hasilkan sangat berbahaya jadi harap berhati-hati jika anda menggunakan larutan ini. Perak akan terlarut dan kemudian mengendap lagi setelah membentuk perak klorida di dalam larutan aqua regia. (Endapan perak klorida berwarna putih bersih) Demikian sekilas tentang Pengertian Air Raja a k a Aqua Regia

tnks for anugrahemas

Koran Bekas Dapat Digunakan Untuk Mengambil Emas Dari Komponen Elektronika Bekas Posted on Juli 22, 2008 | 18 Komentar Jangan buang koran bekas Anda karena siapa tahu bisa bermanfaat untuk memanen emas. Menurut ilmuwan Jepang, koran bekas merupakan salah satu bahan ramuan gel ramah lingkungan untuk memisahkan emas dari sampah elektronika.

Selama ini kita tahu bahwa komputer bekas, televisi, dan ponsel mengandung logam mulia pada sebagian komponennya. Namun, sampah dibiarkan begitu saja karena memisahkan logam yang diinginkan termasuk sulit. Seringkali membutuhkan zat kimia beracun yang dapat merusak lingkungan. Dengan koran bekas, para ilmuwan dari Universitas Saga, Jepang tidak hanya membuat proses tersebut menjadi lebih mudah, namun juga murah dan ramah lingkungan. Tim ilmuwan yang dipimpin Katsutoshi Inoue menghancurkan koran bekas menjadi bubur dan membersihkannya dengan mencampurkan ke dalam cairan klorin. Bubur kertas tersebut kemudian dicampur dimethylamine (DMA) dan formaldehid sehingga membentuk senyawa dalam bentuk gel. Kemudian, gel dikeringkan dan ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk tersebut diuji untuk mengikat atau menyerap logam dari sampah elektronika yang biasanya telah dicairkan dengan asam hidroklorik. Cairan beracun tersebut mengandung logam berat seperti tembaga, seng, dan besi yang masing-masing berkonsentrasi antara 190-840 bagian per mil. Namun, sekitar 250 bagian per mil adalah emas dan antara 11-16 bagian per mil adalah platina dan palladium. Bubuk gel tersebut ternyata efektif memanen logam mulia. Senyawa gel mengikat sekitar 90 persen emas, platina, dan palladium, namun tembaga, seng, dan besi tidak terkat.

Kertas bekas menjadi komponen utama gel tersebut karena berasal dari kayu sehingga memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi. Sifat alami selulosa yang fleksibel memudahkan zat kimia menembus matrik larutan logam dan mengikatnya. Satu kilogram gel dapat mengikat 906 gram emas. Dan Anda dapat menggunakan gel itu kembali setelah memisahkan logamnya, ujar Chaitanya Raj Adhikari, peneliti lainnya. Ia mengatakan belum dipastikan apakah kekuatannya mengikat logam mulia tetap. Selain itu, proses pengikatanya sangat lama. Untuk mengikat secara sempurna, gel harus dibiarkan pada larutan selama sekitar lima jam. Hal tersebut mungkin kurang efektif jia dipakai pada skala industri. Namun, setidaknya temuan ini telah menjanjikan senyawa yang murah dan lebih ramah lingkungan untuk memanen logam-logam mulia dari sampah elektronika. Cara Mengembang Biakan Bakteri Anaerob Serba Guna Untuk Pakan Ternak Posted on Juli 12, 2010 | Tinggalkan Komentar Masyarakat urban tidak jarang menjumpai persoalan kloset mampet. Penghuni apartemen menemui saluran pencuci piring tersumbat sisa-sisa makanan. Aroma tak sedap pun sering merebak dari saluran air kotor permukiman. Jika penyebabnya adalah bahan-bahan organik, bakteri-bakteri pengurai bisa memperbaiki keadaan tersebut. Bakteri-bakteri pengurai dipilih dari jenis bakteri anaerob. Bakteri anaerob merupakan jenis bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Bakteri anaerob tumbuh tanpa terkontaminasi udara bebas. Salah satunya tumbuh di dalam kotoran hewan yang masih berada di dalam perut. Ada dua cara untuk memperolehnya. Cara pertama, mengambil bakteri anaerob dari kotoran di dalam perut hewan yang disembelih. Cara kedua, mengambil kotoran dari dalam perut hewan ternak yang dipertahankan tetap hidup. Cara ini menggunakan teknologi medis dengan operasi fistula. Operasi fistula untuk membuat saluran pengambilan kotoran hewan ternak dari dalam perut tanpa menyebabkan hewan itu mati. Secara ilmiah, terbukti kandungan bakteri anaerob paling banyak berada di rumen, yaitu bagian perut pertama pada hewan pemamah biak. Bagian ini terletak di antara kerongkongan dan perut jala. Kotoran yang mengandung bakteri anaerob dapat diambil setiap hari dari hewan yang dioperasi fistula, kata Suryadi, periset pada Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Minggu (21/3/2010) di Jakarta. Batan sejak 2006 mengembangkan riset pemanfaatan bakteri anaerob yang diambil dari hewan ternak yang dioperasi fistula. Hewan sapi dan kerbau yang dipilih. Operasi fistula sudah dilakukan pada tiga sapi dan seekor kerbau. Pada uji coba pertama mengakibatkan seekor sapi mati, ujar Suryadi. Hewan yang akan dioperasi fistula harus berusia di atas dua tahun. Setiap pagi dapat diambil kotoran melalui lubang operasi fistula di bagian samping atas perut sapi atau kerbau tersebut.

Pengambilan kotoran dalam bentuk cairan sekitar 120 mililiter, tetapi berisi jutaan bakteri anaerob yang siap dikembangbiakkan. Selanjutnya, pembiakan bakteri bisa untuk berbagai tujuan, antara lain, untuk menghasilkan bahan peluruh bahan-bahan organik yang menimbulkan sumbatan-sumbatan pada kloset, wastafel, saluran cuci piring, dan sebagainya. Batan sendiri mengembangkan untuk campuran pakan ternak yang dikeringkan. Pakan ternak dengan kandungan bakteri anaerob (direkayasa dalam keadaan mati suri) akan membantu proses pencernaan ternak, kata Suryadi. Bakteri anaerob yang sebelumnya direkayasa supaya mati suri itu akan kembali hidup ketika masuk ke dalam perut hewan bersamaan dengan bahan makanan yang dikonsumsi. Dengan imbuhan bakteri anaerob, proses pencernaan makanan menjadi lebih cepat. Pembiakan bakteri Suryadi selama ini juga mendampingi usaha skala kecil dan menengah untuk usaha produktif pembiakan bakteri anaerob. Salah satunya, Koperasi Serba Usaha Agro Makmur di Karanganyar, Jawa Tengah. Soelaiman Budi Sunarto, selaku pendiri koperasi tersebut, menuturkan, proses membiakkan bakteri bisa dilakukan di tingkat petani dengan bahan baku pedesaan yang melimpah. Koperasinya membuatnya dengan produk yang diberi merek BioJoos. Medianya bisa menggunakan sekam padi yang digiling atau umbi-umbian yang dijadikan tepung, kata Budi. Menurut Budi, langkah pertama, yaitu mempersiapkan media tepung sekam padi atau umbi-umbian. Kotoran ternak yang sudah diambil lalu diperas. Air perasan itu mengandung biang bakteri. Air itu lalu dicampur dengan tepung sekam atau tepung umbi-umbian. Namanya proses probiotik, ujarnya. Proses itu harus seminimal mungkin terkontaminasi udara bebas agar kandungan bakteri aerob (bakteri yang membutuhkan oksigen) tidak tumbuh subur di media tersebut. Media tepung sekam atau umbi-umbian yang sudah dicampuri biang bakteri kemudian diperam dalam wadah tertutup rapat. Lamanya diperam sampai dua minggu, tetapi setiap dua hari sekali harus diadukaduk selama beberapa menit. Proses selesai setelah dua minggu diperam. Media tepung sekam atau umbi-umbian itu sudah mengandung bakteri anaerob yang mati suri dan siap digunakan. Kalau tidak akan digunakan langsung, sebaiknya dikemas ke dalam plastik yang tertutup rapat, kata Budi. Penyimpanan produk disarankan pada suhu 30 derajat celsius dalam keadaan tertutup rapat sehingga bakteri anaerob tetap mati suri dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun lamanya.

Alasan Nyamuk Tidak Terbang Ketika Cuaca Berkabut Posted on Desember 2, 2012 | Tinggalkan Komentar Hujan lebat sekalipun tak dapat menghalangi nyamuk terbang. Meski air hujan yang menimpa 50 kali lipat massa tubuhnya, nyamuk tetap tak terpengaruh. Tetapi, seperti pesawat terbang modern, nyamuk juga berhenti terbang ketika kabut tebal. Peneliti dari Georgia Institute of Technology mempresentasikan temuan mereka dalam pertemuan Division of Fluid Dynamics, American Physical Society ke-65, 18-20 November di San Diego, Amerika Serikat. Pengaruh dampak air hujan dan kabut terhadap nyamuk amat berbeda, kata Andrew Dickerson, peneliti Georgia Tech. Dari sudut pandang nyamuk, kejatuhan air hujan seperti kita ditabrak mobil kecil. Partikel kabut, yang berbobot 20 juta kali lebih ringan daripada seekor nyamuk, hanya seperti ditabrak remah roti. Jadi kabut bagi nyamuk itu kira-kira sama seperti hujan bagi manusia. Ketika hujan lebat, rata-rata seekor nyamuk dihantam air hujan setiap 20 detik, tapi partikel kabut terusmenerus menyelubungi nyamuk saat dia terbang. Interaksi nyamuk dengan air hujan sangat singkat, tapi interaksi dengan partikel kabut terus berlangsung dan tak bisa dihindari begitu nyamuk berada dalam kabut tebal. Meski jumlahnya banyak, butiran air dalam kabut sangat kecil sehingga seharusnya tak mempengaruhi kemampuan nyamuk untuk terbang. Untuk memecahkan teka-teki ini, Dickerson dan rekannya, David Hu, menggunakan videografi kecepatan tinggi. Mereka mengamati penurunan frekuensi kepakan sayap nyamuk dalam kabut tebal. Daya yang dihasilkan cukup kuat untuk mengangkat tubuh nyamuk, tapi gagal mempertahankan posisi tegak yang dibutuhkan untuk terus terbang. Hal itu terjadi karena dampak kabut terhadap mekanisme pengendali terbang utama nyamuk, yang disebut halteres. Struktur bulat kecil pada sayap belakang ini berukuran sebanding dengan droplet kabut dan mengepak 400 kali per menit, memukul ribuan tetes kabut setiap detik. Meski secara normal halteres anti-air, tumbukan berulang kali dengan partikel kabut 5 mikron (0,005 milimeter) dapat mengganggu kendali terbang nyamuk. Halteres juga tak bisa mendeteksi posisi mereka dengan benar dan malfungsi, sama seperti wiper kaca mobil yang tak bisa berfungsi baik ketika hujan terlalu deras, kata Dickerson. Studi ini memperlihatkan bahwa, sama seperti pesawat terbang, serangga juga tidak bisa terbang ketika mereka tidak dapat mendeteksi sekelilingnya. Cara Membuat Oli Bekas Menjadi Bahan Bakar Kendaraan Posted on April 24, 2011 | 4 Komentar DIPERKIRAKAN lebih dari 30,3 miliar liter oli bekas dihasilkan setiap tahun oleh kendaraan di seluruh dunia. Sebagian didaur ulang menjadi oli baru dan sisanya dibakar dalam tungku panas yang tidak seluruhnya proses tersebut aman bagi lingkungan. Saat ini, peneliti dari Universitas Cambridge mengumumkan bahwa dengan menggunakan gelombang microwave, limbah oli bekas tersebut dapat diubah menjadi bahan bakar kendaraan. Para ilmuwan telah menggunakan proses yang disebut pyrolysis untuk mendaur ulang oli dengan metode berbeda.

Minyak yang dipanaskan pada suhu tinggi dalam ketidakadaan oksigen menyebabkan oli terpecah menjadi beberapa campuran gas, cairan, dan meterial padat. Gas-gas dan cairan dapat diubah menjadi bahan bakar. Ilmuwan di Cambrige menyatakan bahwa proses pyrolysis tradisional tidak dapat memanaskan oli secara merata sehingga proses perubahan menjadi bahan bakar sangat sulit dan tidak praktis. Untuk mengatasi hal itu para ilmuwan tersebut menambah material penyerap gelombang microwave dalam sampel limbah oli sebelum melakukan proses pyrolysis yang kali ini memanfaatkan gelombang microwave. Penambahan material tersebut ternyata membuat limbah oli menjadi panas secara merata yang membuat hampir 90% limbah oli dengan mudah diubah ke dalam sebuah campuran bensin dan solar konvensional. Pimpinan penelitian Howard Chase, seorang profesor biochemical engineering, meyakini bahwa proses pyrolysis unik yang mereka lakukan menunjukkan potensi besar untuk dapat ditingkatkan dalam skala komersial. Hasil penelitian ini dipresentasikan di acara National Meeting & Exposition of the American Chemical Society yang ke-241 yang digelar di Anheim, California, AS