Anda di halaman 1dari 3

BAIS DWI ARMANDA/1101100069/IA

DIARE

1. Pengertian Diare dapat disebabkan oleh reaksi imun tubuh yang mencoba untuk melawan antigen yang masuk ke dalam tubuh sehingga mengakibatkan respon tubuh yaitu dengan cara mengeluarkan caira sebayak-banyaknya yang bertujuan untuk mengeluarkan bakteri atau antigen tersebut. Wikipedia (2000) menyatakan bahwa diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

2. Epidemiologi Di Indonesia penyakit diare menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian terutama pada bayi usia 29 hari-12 bulan dan usia 12 bulan59 bulan (Riskesdas, 2007).

Sudigbia (1991:57) menjelaskan beberapa mengenai epidemiologi diare. Diare akut sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, tidak saja di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penyakit diare masih sering menimbulkan kejadian yang luar biasa dengan penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Makanan bisa dianggap sebagai penyebab penyakit, memperparah keadaan atau membantu penyembuhan bahkan mungkin dapat

menghindarkan kejadian penyakit tersebut. Interaksi antara diare, infeksi

dan gizi akan berdampak pada kelangsungan hidup. Kematian akibat penyakit diare selain karena dehidrasi juga karena daya tahan tubuh penderita menurun akibat kekurangan gizi.

Kejadian diare ini selalu berkaitan dengan perilaku utamanya kebersihan air perorangan maupun lingkungan, kebersihan makanan mulai dari memilih jenis makanan, sifat dan cara penyiapannya.

3. Pengobatan Sunoto (1990:127) menyatakan Perawatan untuk diare melibatkan sesorang harus mengonsumsi sejumlah air..., lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Penderita penyakit diare membutuhkan pemberian diit yang adekuat untuk penyembuhannya, mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna dan diabsorbsi serta mempunyai energi tinggi yaitu makanan berprotein dengan kadar mutu yang tinggi, tidak mengandung laktose, asam lemak bebas, dan asam lemak tidak jenuh rantai sedang (Mien, 1992:86).

DAFTAR RUJUKAN

Mien, K. M. 1992. Peran Pangan Tradisional (Tempe) Dalam Menanggulangi Diare dan Atherosklerosi. Makalah Kursus Penyegar Ilmu Gizi, Semarang: Persagi. (http://eprints.undip.ac.id/23806/1/Sri_Yuniati_Hartiningrum.pdf), diakses pada 25 April 2012 Riskesdas. 2007. Laporan Nasional 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Desember 2008.

(http://yumizone.files.wordpress.com/2008/11/diare2.pdf), diakses pada 25 April 2012 Sudigbia, I. 1991. Diare Akut Dalam : Pedoman Pelayanan Medik Anak RSDK/FK UNDIP. Semarang : laboratorium Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP. pada 25

(http://triagusti.staff.uns.ac.id/files/2010/07/diare-mencret.pdf), April 2012

diakses

Sunoto. 1990. Buku Ajar Diare. Jakarta: Departemen Kesehatan RI Wikipedia. 2000. Diare. (Id.wikipedia.org/wiki/Diare), diakses pada 25 April 2012