P. 1
Sex Bebas Di Indonesia

Sex Bebas Di Indonesia

|Views: 185|Likes:
Dipublikasikan oleh Cendyana Riza Chaniago

More info:

Published by: Cendyana Riza Chaniago on Apr 28, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

Sex Bebas Di Indonesia

Sex Bebas Di Indonesia - Terjadi karena budaya seks bebas di Indonesia adalah karena kuatnya budaya barat yang meracuni moral bangsa terutama golongan remaja, Hampir sebagian besar remaja pernah melakukan hubungan seks menurut data hasil survey KPAI, sebanyak 32 % remaja usia 14 – 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia pernah berhubungan seks.

Kota-kota besar yang dimaksud tersebut antara lain Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Dari survei KPAI diketahui bahwa salah satu pemicu utama dari perilaku remaja tersebut adalah muatan pornografi yang diakses via internet.

Fakta lainnya yang juga mencengangkan adalah sekitar 21,2 % remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi. Selebihnya, separuh remaja wanita mengaku pernah bercumbu ataupun melakukan oral seks. Survei yang dilakukan KPAI tersebut juga menyebutkan, 97 % perilaku seks remaja diilhami pornografi di internet.

Sebagaimana diketahui, ada sekitar empat juta (4.000.000) situs porno yang bebas dikonsumsi bebas di Indonesia. Sebenarnya pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat telah mencanangkan pendidikan seks bagi pelajar. Misalnya, bahaya human immunodeficiency virus (HIV) akibat seks bebas.

Berkaitan dengan masalah pendidikan seks tersebut, harus benar-benar ditekankan aspek dampak dan resiko yang ditimbulkan dari perilaku seks bebas. Pendidikan seks bukan berarti memperkenalkan secara gamblang dan vulgar tentang seks kepada remaja. Melainkan mengedukasi bagaimana seks yang sehat dan kapan sebaiknya seks tersebut dilakukan. Juga harus diikuti informasi pendidikan seks ditinjau dari aspek kesehatan, psikologis, norma-norma sosial, norma agama, dan aturan-aturan lain yang ada.

Namun demikian, sekuat apapun penyuluhan ataupun derasnya masalah pornografi lewat internet, pengawasan orang tua tetap utama,melekatnya budaya barat ini kian marak malangnya hal ini sulit dibendung dan tak mudah diatasi,sekarang yang terbaik adalah memberi pengertian bukan menekan karena itu malah akan menjadi bumerang,selebihnya kita hanya bisa melihat proses transisi tersebut.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->