Pendekatan Rantai Nilai dengan Solusi Berbasis Pasar

sebagai Instrumen Pengembangan Cluster

Semarang, 30 April 2013

Sumber: Action For Enterprise (AFE)

27.04.2013

page 1

Definisi Cluster Kementerian Perindustrian (PP Nomor 28 Tahun 2008)
sekelompok industri inti yang terkonsentrasi secara regional maupun global yang saling berhubungan atau berinteraksi sosial secara dinamis, baik dengan industri terkait, industri pendukung maupun jasa penunjang, infrastruktur ekonomi dan lembaga terkait dalam meningkatkan efisiensi, menciptakan aset secara kolektif dan mendorong terciptanya inovasi sehingga tercipta keunggulan kompetitif.

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013 27.04.2013

page Seite 22

Beberapa Contoh Klaster
Contoh-contoh di Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. 6. Klaster batik di Simbang Kulon, Mbuaran Kab. Pekalongan (Solichedi, 2008 Klaster keramik di Plered, Purwakarta (Jawa Barat); Klaster industri barang-barang dari logam di Sukabumi (Jawa Barat); Klaster pengrajin rotan di Cirebon (Jawa Barat); Klaster industri tekstil di Pekalongan (Jawa Tengah) dengan PT Pismatex sebagai salah satu perusahaan pemimpin; Klaster industri mebel di Jepara (Jawa Tengah) dengan Duta Jepara, Grista Mulya, dan Satin Abadi termasuk sejumlah perusahaan kunci; 7. Klaster industri genteng di Boyolali dan Kebumen (Jawa Tengah) dengan perusahaan-perusahaan pemimpin antara lain Mas Sokka; 8. Klaster industri sepatu di Kabupaten Bogor (Jawa Barat). 9. Klaster pembuatan rambut palsu dan aksesoris-aksesoris rambut di Purbalingga (Jawa Tengah) dengan PT. Royal Korindah dan PT. Indo Kores sebagai perusahaan-perusahaan pemimpin; 10.Klaster kerajinan di Kasongan dan Sleman (DI Yogyakarta) dengan PT Out of Asia sebagai perusahaan pemimpin. 11.Greater Jakarta, atau Jabodetabek, dan Batam export processing zone.
Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page Seite 33

Definisi Rantai Nilai
“rantai nilai” bisa diartikan.....
suatu kumpulan kegiatan pelaku pasar guna menggerakkan barang dan jasa dari awal pengembangannya hingga sampai kepada konsumen akhir; keterkaitan kelembagaan yang menghubungkan dan mengkoordinasikan para produsen, pengolah, pedagang dan distributor dari suatu produk dan jasa;  dapat pula merujuk pada sebuah produk akhir atau suatu layanan (misal, mebel kayu, kacang hijau untuk pasar ekspor, dsb.)
Regional Economic Development (RED)

Sumber: Action For Enterprise (AFE)

27.04.2013

page Seite 44

(contoh)

Rantai Nilai Jeruk Mandarin

Kegiatan2 dalam rantai nilai jeruk mandarin
Input Khusus
Produksi

Transformasi

Perdagangan

Konsumsi

Lahan, Bibit, Pupuk, Obat

Penanaman, Pemeliharaan, Pemanenen

Sorting, Pengemasan, Merek

Distribusi, Penjualan

Konsumsi akhir

Para pelaku dalam rantai nilai jeruk mandarin
Pemilik lahan, Penyedia bibit, Pedagang pupuk
Regional Economic Development (RED)

Petani,

Perusahaan pengepakan

Pedagang

Konsumen Jeruk mandarin (pasar)
27.04.2013 page Seite 55

Apa yang dimaksud “Solusi Berbasis Pasar” (market-based solutions) ?
Definisi:
Solusi yang sifatnya berkesinambungan (sustainable) untuk mengatasi kendala-kendala usaha  “berbasis pasar” = bersifat komersial yang disediakan oleh pelaku usaha (sektor swasta)

Regional Economic Development (RED)

Sumber: Action For Enterprise (AFE)

27.04.2013

page Seite 66

Regional Economic Development (RED)

Sumber: Action For Enterprise (AFE)

27.04.2013

page Seite 77

Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Desain Program Rantai Nilai
Langkah 6 Sistem Pengukuran Hasil Langkah 1 Memilih Rantai Nilai

Langkah 5 Identifikasi Intervensi Program

Pendekatan Tradisional

Langkah 2 Analisa Rantai Nilai

Langkah 4 Menilai Solusi Berbasis Pasar

Langkah 3 Identifikasi Solusi Berbasis Pasar

Regional Economic Development (RED)

Sumber: Action For Enterprise (AFE)

27.04.2013

page Seite 88

1. Memilih Rantai Nilai

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page Seite 99

Proses Pemilihan Rantai Nilai
    Menetukan kriteria pemilihan Membuat daftar calon-calon rantai nilai Meng-evaluasi sumber informasi sekunder Mengumpulkan informasi primer (mis: melalui wawancara)  Melakukan short-listing terhadap calon peserta rantai nilai (dengan membuat matrix)  Mengumpulkan hasil untuk seleksi tahap akhir (menggunakan metode ranking grid)

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 10 Seite 10

2. Analisa Rantai Nilai

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 11 Seite 11

Alasan melakukan analisa rantai nilai
 Untuk mengidentifikasi pelaku utama dalam rantai nilai dan untuk mengetahui peran dan hubungan mereka satu sama lain  Untuk mengetahui penjualan, peluang pasar dan pesaing internasional  Untuk mengidentifikasi jalur pasokan dan trend dalam rantai nilai  Untuk mnegidentifikasi kendala dan peluang yang mempengaruhi perkembangan dan persaingan dalam rantai nilai

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 12 Seite 12

Elemen-elemen dalam Analisa Rantai Nilai

Pasar dan Persaingan Hubungan antar Pelaku

Kendala

Analisa Rantai Nilai

Struktur Tata Kelola

Pemetaan Rantai Nilai

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 13 Seite 13

Analisa Pasar
Peluang Pasar
 apakah ada bukti cukup kuat adanya peluang pasar bagi produk yang dihasilkan?  Apakah ada permintaan yang belum terpenuhi?  bagaimanakah trend minat konsumen?  bagaimanakah kecenderungan global dan dalam negeri untuk berinovasi pada rantai nilai?  Adakah potensi untuk berkembangnya pasar?  Bagaimana resikonya dalam hal penurunan permintaan pasar?  Bagaimana potensi perkembangan pasar dalam jangka pendek, menengah dan panjang?  Apakah faktor produksi yang tersedia (tanah, tenaga kerja, infrastruktur, dsb.) cukup menunjang pertumbuhan?
27.04.2013 page 14 Seite 14

Trend

Potensi Bertumbuh

Regional Economic Development (RED)

Analisa Persaingan Pasar
Persaingan
 apakah pelaku pasar mampu memproduksi barang berkualitas secara berkesinambungan, meningkatkan penjualan dan pendapatan, dan sekaligus memenuhi permintaan pasar, ?  Apakah pelaku pasar mampu berkembang dan bertahan menghadapi persaingan?  Apakah ada ancaman dari produk substitusi (mis. Barang impor yang lebih murah, produk substitusi yang diproduksi melalui teknologi baru)?  bagaimanakah tren minat konsumen?  bagaimanakah kecenderungan global dan dalam negeri untuk berinovasi pada rantai nilai?  Bagaimana pendapat pasar internasional terhadap rantai nilai dalam negeri dibandingkan dengan produsen global lainnya?

Ancaman Persaingan Global Benchmarking
Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 15 Seite 15

Pemetaan Rantai Nilai dan hubungan antar pelaku

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 16 Seite 16

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 17 Seite 17

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 18 Seite 18

Mengapa pemetaan Rantai Nilai merupakan bagian yang penting dari design Program?
 Membantu untuk mengidentifikasi peserta yang akan di wawancara  Memberikan gambaran terhadap pelaku utama dan hubungan antar mereka  Membantu untuk mengidentifikasi intervensi yang tepat pada rantai nilai

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 19 Seite 19

Tata Kelola

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 20 Seite 20

Tata Kelola Rantai Nilai

Tata Kelola (Governance) rantai nilai  Bagaimana pengelolaan rantai nilai?  Siapa yang menentukan untuk memproduksi apa?  Bagaimana tata niaga ditentukan?  Bagaimana sifat hubungan antar pelaku dalam rantai nilai?

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 21 Seite 21

Kendala

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 22 Seite 22

Identifikasi Kendala pada Rantai Nilai
 Jenis kendala/hambatan
       Teknologi/pengembangan produk Akses pasar Organisasi dan Manajemen Regulasi (kebijakan) Keuangan Bahan baku Infrastruktur

 Kendala/Hambatan lain dalam bentuk sosio-kultural juga bisa termasuk dalam hambatan pada rantai nilai (mis: kasta, tradisi, peran wanita, dsb)

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 23 Seite 23

3. Mengidentifikasi dan Memilih Solusi-solusi Berbasis Pasar

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 24 Seite 24

Solusi berbasis Pasar
Definisi:
Solusi berbasis pasar memecahkan masalah usaha secara permanen/berkesinambungan “berbasis pasar” = berorientasi komersial yang disediakan oleh sektor swasta.

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 25 Seite 25

Regional Economic Development (RED)

Sumber: Action For Enterprise (AFE)

27.04.2013

page 26 Seite 26

Mengapa perlu mengidentifikasi solusi berbasis pasar?
Mengapa tidak langsung intervensi dalam upaya mengatasi masalah/hambatan pada rantai nilai?  Untuk memastikan bahwa pemecahan masalah bersifat permanen/berkesinambungan  Untuk menghindari distorsi pasar  Supaya mencapai jangkauan yang luas melalui keterlibatan penyedia jasa sektor swasta  Mendorong untuk mencari solusi yang dapat diberikan oleh sektor swasta

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 27 Seite 27

4. Penilaian Terhadap Solusi-solusi Berbasis Pasar

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 28 Seite 28

Mengapa penting untuk menilai solusi berbasis pasar? Untuk menentukan apakah solusi tersebut cukup layak secara bisnis

Untuk meng-identifikasi keuntungan dan kerugian dalam menerapkan solusi tersebut dan untuk meng-identifikasi penggunaan dari solusi yang dipilih Untuk meng-identifikasi sektor swasta sebagai penyedia jasa dalam solusi yang dipilih

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 29 Seite 29

5. Mengidentifikasi Program-program Intervensi

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 30 Seite 30

Apa prinsip dasar untuk menerapkan solusi berbasis pasar dalam mengatasi KENDALA UMKM/rantai nilai?

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 31 Seite 31

Prinsip 1:
Fasilitasi solusi berbasis pasar yang berkesinambungan (sustainable) dan fasilitasi hubungan antar pelaku pasar

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 32 Seite 32

Sumber: Action For Enterprise (AFE)
Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 33 Seite 33

Sumber: Action For Enterprise (AFE)
Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 34 Seite 34

Prinsip 2:
Identifikasi intervensi program (kegiatan fasilitasi) berdasarkan kendala yang ada pada solusi yang berbasis pasar

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 35 Seite 35

Prinsip 3:
Buat exit strategy untuk intervensi program yang dikembangkan

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 36 Seite 36

Bagaimana mendefinisikan Exit Strategy?
“suatu strategi dimana intervensi oleh fasilitator dalam waktu tertentu memastikan bahwa solusi terhadap hambatan dilakukan melalui mekanisme pasar, yang akan menjamin kesinambungan (sustainable) setelah intervensi berakhir”

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 37 Seite 37

Prinsip 4:
Pisahkan peran penyedia jasa dan peran fasilitator dalam mengembangkan solusi berbasis pasar

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 38 Seite 38

Prinsip 5:
Bekerjasama dengan berbagai penyedia jasa dalam membangun solusi berbasis pasar

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 39 Seite 39

Prinsip 6:
Bangun hubungan dengan penyedia jasa dalam menerapkan solusi berbasis pasar seperti hubungan bisnis

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 40 Seite 40

Prinsip 7:
Buatlah program cukup fleksibel dan responsif terhadap peluang

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 41 Seite 41

Prinsip 8:
Selalu waspada terhadap akibat dari pendekatan yang saling berbenturan/duplikasi

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 42 Seite 42

Prinsip 9:
Kembangkan sikap positif terhadap sektor swasta (termasuk peran yang dimainkan oleh perantara/middlemen)

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 43 Seite 43

6. Pengukuran Dampak / Kinerja Pengembangan Rantai Nilai

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 44 Seite 44

Mengapa perlu dilakukan pengukuran terhadap dampak program pengembangan UMKM/rantai nilai?
 Untuk memastikan kemajuan dalam mencapai tujuan program (mengukur dampak program terhadap UMKM). Untuk “pembuktian”  Untuk membuat penyesuaian yang perlu terhadap program. Untuk “perbaikan”

 Untuk membuat laporan

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 45 Seite 45

Pada level mana dilakukannya pengukuran terhadap dampak program pengembangan UMKM/Rantai Nilai?

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 46 Seite 46

Tiga level pengukuran dampak

Pada level UMKM

Pada level solusi berbasis pasar Pada level program

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 47 Seite 47

Hambatan dan Indikator
Pada level UMKM:
Kendala Rantai Nilai: Kurangnya kemampuan untuk membeli makanan ternak yang bermutu menyebabkan penurunan hasil petani susu

Indikator Kinerja: Peningkatan hasil petani susu
Pada level solusi berbasis pasar: Solusi berbasis pasar: Akses terhadap makanan ternak yang bermutu Indikator Kinerja: Peningkatan jumlah penjual makanan ternak bermutu yang beroperasi dipasar dengan menghasilkan keuntungan

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 48 Seite 48

Terima Kasih

Regional Economic Development (RED)

27.04.2013

page 49 Seite 49