Anda di halaman 1dari 86

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

DAFTAR ISI Hal 1 : . 1 : 2 : 30 : 55 : 60 : 69 : 73

SISTEM START PENDAHULUAN JENIS FUNGSI GOVERNOR BEBERAPA SCKEMATIC DIAGRAM BAB 1 : GOVERNOR TYPE UG BAB 2 : BAGIAN GOVERNOR BAB 3 : PENGATURAN-PENGATURAN BAB 4 : PRINSIP OPERASI GOVERNOR

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

SISTEM START 1. Sistem S t a r t Kecepatan putaran start yang diperlukan bervariasi antara 50 200 rpm, ini tergantung dari berat/massa piston dari mesin yang bersangkutan. Jadi setiap pabrikan sudah merancang (mendesain) sistem start yang sesuai dengan mesinnya Pada mesin Diesel untuk pembangkit listrik terdapat tiga Macam kecepatan putaran porosnya 1. Kecepatan putaran start Adalah kecepatan putaran poros mesin yang cukup untuk menyebabkan udara yang pertama dikompresi menjasi cukup panas untuk membakar bahan bakar yang pertama (50 200 rpm, kecepatan tak stabil)

2.

Kecepatan putaran stasioner

Adalah kecepatan putaran mesin yang paling kecil yang dapat dipergunakan gunannya untuk pemanasan mesin setelah distar. Contoh ; 100, 200, 300, 400, 500 dsb

3.

Kecepatan putaran nominal

Adalah kecepatan putaran mesin pada saat memikul beban normal. Contoh : 125 rpm, 333 rpm, 428 rpm, 500 rpm, 750 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, dsb

1.1. Jenis Jenis start ada 3 (tiga) sistem, Yaitu : 1. 2. 3. Sistem start manual : a. Slenger b. Pegas Sistem start motor listrik (accumulator) Sistem star udara bertekan

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

1.2. F u n g s i Ad1. Sistem strat manual Yaitu dengan cara memutar langsung crankshaft lewat tenaga manual, secara mekanisme kerja lewat gigi reduksi dan ataupun jenis pegas, yaitu secara :

a. Slenger A = Pena B = Poros C = Pegas D = Slenger E = Gigi

Poros B di tekan sehingga berhubungan dengan poros engkol. Slenger di putaran sehingga Roda gigi E memutarkan roda B dan pena A. Pena A memutar poros engkol sampai mesin hidup. Bila mesin sudah hidup, putaran mesin lebih tinggi dari putaran sehingga pena A dan poros B akan kembali sendiri Koling

Batang penekang

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Ad.2. Sistem start motor listrik Sistem start dengan motor listrik. Prinsip kerja motor listrik (untuk peralatan start) : a. Rotor Selalu ditarik kebelakang. b. Bila tombol start ditekan, kontak jembatan tertarik oleh magnet sehingga sambil berputar perlahan dan roda gigi masuk ke roda gigi pada roda gila. Setelah motor meluncur maju, kumparan utama terhubung oleh bagian bawah kontak jembatan sehingga motor berputar cepat dan memutar engkol untuk start.

c.

Gbr. 02. 1 3

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Rotor luncur (Rotor = tempat terjadinya induksi) Demikan Roda gigi yang berada di ujung poros engkol dibuat saling memegang poros alat start masuk dan start

Gbr. 02. 1 4

Dalam semua mesin listrik, bagian mesin yang berputar dapat ditarik ke tengah bagian stator oleh medan magnit, itu yang timbul selama mesin bekerja. Segera setelah mesin bekerja, rotornya dapat ditarik sampai berputar Tetapi jika tumbukan terjadi waktu roda gigi masuk, ada kemungkinan untuk merusak giginya

Accumulator Untuk mengoperasikan motor start (listrik), digunakan sumber tenaga dari accu. Fungsi : Accu berfungsi menyimpan muatan listrik dan mengalirkannya kembali (DC)

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

MUATAN (KAPASITAS) BATTERY ACCUMULATOR

Gbr. 02. 1 6

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Muatan accu : adalah lamanya kesanggupan accu untuk mengeluarkan arus listrik. Kapasitas accu dinyatakan dalam ampere hour (AH) misalnya accu yang mempunyai kapastitas sebesar 45 AH, berarti accu tersebut mampu mengeluarkan arus listrik

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Kapasitas Accu dan Arus pengisian Waktu mengisi Accu (Charging) Perlu diperhatikan besarnya arus pengisian. Arus pengisian yang terlampau besar dapat mempercepat rusaknya Accu untuk itu, tabel berikut dapat dijadikan pedoman : Kapasitas Accu (AH) 9-20 50-60-85 100-110-120 140-150 160-170 AH AH AH AH AH Arus pengisian 1 4 5 6 7 Amp Amp Amp Amp Amp

Pengukuran Potensi Accu Potensi Accu dapat diketahui dengan cara mengukur BJ elektrolitnya (dengan alat Hydrometer) dengan patokan sebagai berikut : 1. Bola Karet Potensi accu : BJ eletrolit : (Pembacaam skala) Terisi penuh Terisi bagian Terisi bagian Terisi bagian 1.275 1.30 1.245 1.27 1.245 1.24 1.18 1.21

Alat Hidrometer ada juga yang memakai skala warna sebagai berikut : Potensi accu : warna pada Hydrometer Terisi 90 100% Kuning Terisi 50% Biru Kosong Merah

Gbr. 02. 1 -8

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Ad.3

Sistem start udara bertekanan Yaitu dengan cara menekan piston ke bawah pada langkah usaha dengan cara memasukan udara bertekanan + antara 20 30 kg / m2 Peralatan sistem start ini, terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. Kompresor Tangki udara Saringan udara masuk dan cerat air Pemipaan Peralatan/sistem start di mesin

Gbr. 02. 1 9

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Contoh : Sirkit udara start mesin SWD DRO

Gbr. 02. 1 10

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Four way cook valve Three way magnetik valve Three way magnetik valve Microcylinder Filter water separator Reducing valve Savety valve

8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Non Return valve Accumulator Air compresor Presure gauge Pressure switch Air vessel Screw-down valve

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

2.

Sistem Bahan bakar 3.1. F u n g s i Seperti diketahui bahwa bahan bakar minyak diperlukan sebagai sumber energi bagi mesin diesel. Untuk penyaluran bahan bakar tersebut sampai pada ruang bakar dengan suatu kondisi tertentu di perlukan suatu sistim bahan bakar. Jadi fungsinya adalah : a. Mengatomkan atau mengabutkan bahan bakar supaya mudah bercampur merata dengan udara supay mudah terbakar. Mengatur jumlah bahan bakar yang sama pada setiap pemasukan disetiap silinder pada setiap kebutuhan sehingga tenaga (power) setiap silinder adalah sama. Mengatur saat mulai penyemprotan dan lamanya penyemprotan.

b.

c.

10

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

ALIRAN SISTEM BAHAN BAKAR

Gbr. 02. 3 1 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. injection valve injection line double filter differential pressure gauge fuel injection pump screw in orifice non return valve ball cock fuel tank hand pump fuel delivery pump pressure control valve leakage lines double filter

11

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

BASIC FUEL CIRCUIT

Gbr.02. 3 2

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Intake drom fuel service tank Engine-driven fuel booster pump Duplex final fuel filter Fuel manifold Fuel injection pump Hight-pressure injection pipe Fuel injector Injector valve and nozzle Fuel return

10. Pressure regulating valve 11. Return to fuel service tank 12. Injector leakage collection pipe 13. Leakage collection manifold 14. Fuel pipe casing leakage collection manifold 15. Float chamber 16. Leakage drain

12

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

FUEL INJECTION SYSTEM

Gbr. 02. 3 3

FUEL PUMP

Gbr. 02. 3 - 3

13

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

3.2. Komponen-komponen Injector sebagai alat injeksi bahan bakar dimana proses kerjanya adalah : ( lihat gambar ) a. Kekuatan/tenaga pegas F menekan jarum (needle) sehingga menutup tempat dudukan jarum di nozzle. Bila pompa injeksi bekerja, tekanan bahan bakar P naik pada ruang nozzle dan mengangkat ke atas jarum. b. Jarum terangkat sewaktu ada tekanan bahan bakar P selama waktu tertentu. c. Setelah tekanan P turun, berarti proses injeksi bahan bakar selesai maka jarum menutup atau bergerak ke bawah.

Gbr. 02. 3 - 4

a. Sebuah nozzle (4) dan sebuah nozzle holder (1) dengan pegas untuk jarum (needle) (5) diikat pada bagian bawah oleh tutup (cupment) (6).

14

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

b. Tenaga pegas (7) dibebankan kepada jarum lewat push rod (8). Di mana pengaturan beban tekanan pegas tersebut diatur oleh regulating screw (9). c. Pipa penghubung aliran bahan bakar (2) ditahan atau dirapatkan oleh gland (3) untuk menjaga dari kemungkinan kebocoran. d. Pendingin mengalir dan keluar injektor lewat lubang pendingin yang ada di nozzle dan nozzle holder, untuk menjaga supaya tepat (presisi) dalam pemasangan, dipakai dowel pin (10).

FUEL INJECTION VALVE

Gbr. 02 3 - 5

15

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

3.3. Prinsip kerja a. Fuel injection pump digerakan oleh cam dan roller tappet yang diikuti gerakan naik dan turun dari plunger. b. Langkah/posisi bawah : dimana aliran bahan bakar terjadi dalam barrel (delivery space), jadi tidak ada (belulm ada) bahan bakar yang diinjeksikan, jadi hanya mengalir dari lubang masuk dan keluar dari lubang keluar yang di barrel. c. Langkah saat start mulai injeksi : dimana plunger naik menutupi keseluruhan lubang bahan bakar pada barrel. Ini berarti di mulainya injeksi bahan bakar. d. Langkah injeksi (delivery) pemasukan bahan bakar : selama gerakan ke atas plunger, selama itu pula bahan bakar di injeksikan. e. Apakah akhir injeksi : adalah bila ada Kebocoaran bahan bakar yang di tekan oleh plunger, artinya bila alur (helical groove) menghubungkan kedua lubang masuk dan keluar pada barrel. SROKE PUMP PLUNGER (full delivery)

16

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gbr. 02. 3 6

Dari uraian diatas kita bisa melihat bahwa pada injection pump dapat di atur : 1. Jumlah (massa) bahan bakar yang diinjeksikan kedalam ruang pembakaran. 2. Saat mulai diinjeksikan (timing injection) bahan bakar ke dalam ruang pembakaran

SETTING OF FUEL AMOUNT NO DELIVERY PARTIAL DELIVERY FULL DELIVERY

Gbr. 02. 3 7

17

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

SINGLE PUMP

Gbr. 02. 3 8

18

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

MULTIPLE PUMP TYIPE BOSCH

Gbr. 02. 3 9

19

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

PENDAHULUAN Governor adalah suatu alat yang sangat fital sebagai pengendali pengoperasian pada Satuan Pembangkit Diesel yang dapat diatur baik secara manual atau secara automatis dengan prinsip kerjanya adalah mengatur kecepatan pada putaran tetap (isochonous) dan pengatur beban secara automatis melalui Speed Droop, dengan mengatur jumlah pemakaian bahan bakar fuel rack Unit Pembangkit (primover). Perlu kita akui bahwa sebagian besar dari kalangan pengelola Satuan Pembangkit Diesel beranggapan governor masih dianggap sebagai alat yang sakral untuk disentuh, sehingga sampai saat ini pemeliharaan governor sepertinya masih merupakan hak paten pabrikan melalui sub agennya, termasuk gangguan pada governor yang ringan sekalipun harus dikirim ke agen service station khusus, tentunya dengan biaya yang tidak sedikit, karena apa, setiap governor yang bermasalah kita tidak pernah tahu alat apa yang rusak pada governor tersebut kita percaya apapun yang diinformasikan oleh servicer, selain itu petugas pemeliharaan kita selama ini masih sedikit sekali yang mau memberanikan diri mempelajari tentang governor tersebut, hal ini karena kurangnya dukungan dari Manajemen dalam memberikan kesempatan untuk mempelajari atau memberikan kursus tentang governor. Padahal apabila dipelajari via buku petunjuk, governor tidaklah serawan yang kita bayangkan selama ini untuk disentuh dan juga dibongkar sekalipun asal memang terlebih dahulu dipelajari dengan benar dari prinsip kerjanya, penyetelan-penyetelan, pemeliharaan, pengoperasian, serta pengenalan fungsi pada masing-masing bagian pada governor tersebut. Dalam pemeliharaan governor akan menjadi kendala apabila terjadi kerusakan pada bagianbagian yang fital, karena selama ini belum pernah mengadakan penggantian suku cadang governor yang dilakukan oleh petugas pemeliharaan PLN, paling tidak sebelum governor yang terganggu dikirim ke service station, terlebih dahulu sudah bida diidentifikasi kerusakan suku cadangnya, atau kalau perlu dapat diusahakan terlebih dahulu dengan memperbaiki dan mengganti suku cadang (kanibal) dari bagian-bagian governor type yang sama yang sudah tidak berfungsi lagi. Dengan kursus ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang benar bagian mengoperasikan, memelihara, mengenal bagian-bagian secara menyeluruh tentang governor atau paling tidak dapat memicu keinginan petugas pemeliharaan untuk mengenal lebih jauh tentang governor guna menghindari, karena tidak tahunya petugas tentang governor didalam pengoperasian PLTD menjadikan suatu penghalang / penghambat dalam mengatasi atau menganalisa masalah / gangguan yang terjadi pada sistem pembangkit di PLTD tersebut.

20

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

JENIS FUNGSI GOVERNOR

Berbicara tentang governor, banyak orang berpendapat bahwa alat ini berfungsi untuk mengatur putaran / freqwensi, pendapat ini tidak perlu benar, karena bila dilihat dari fungsinya governor ada 3 macam yaitu : 1. Over speed trip governor 2. Over speed trip governor 3. Regulation governor

1. Overspeed Governor Governor ini akan mengurangi jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar karena adanya penurunan beban yang tiba-tiba / beban hilang, sehingga kenaikan putaran mesin akan dipelihara pada putaran over speed dalam batas aman.

Putaran Alat pengatur pada titik ini sudah tidak berfungsi

Over speed governor memelihara pada putaran tinggi (aman)

Over speed governor memelihara setting ke putaran tertentu Over speed Over speed Governor Governor kerja tidak kerja Start Waktu

Gambar 1 21

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

2. Over Speed Governor Governor ini akan berfungsi menyetop bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar bila mesin mencapai putaran tertentu (Over speed) karena beban turun / hilang tiba-tiba, sehingga putaran menjadi nol, mesin stop. Putaran Over speed trip mulai kerja mengurangi Alat pengatur putaran mesin pada titik ini sudah tidak berfungsi

Over speed Over speed trip tidak kerja trip kerja Start Over speed trip governor terdiri dari 2 tipe : 1. Tipe riset manual 2. Tipe riset automatis Stop Waktu

22

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

1. Tipe Riset manual E D C Alat pengukur sudah tidak berfungsi Over speed trip mulai kerja untuk menurunkan putaran

B Over speed trip tak kerja Over kerja Start Gambar 3. speed trip Waktu Mesin stop

Bila terjadi over speed bahan bakar akan di blokir masih ke dalam ruang bakar, sehingga putaran mesin turun sampai mesin berhenti Sebelum mesin di start kembali, operator mesin harus terlebih dahulu meriset over speed trip governor tersebut secara manual.

23

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

2. Tipe Riset Automatik Putaran Alat pengatur titik ini sudah tidak berfungsi Overspeed trip pada titik ini mulai kerja Overspeed trip di reset pada titik ini karena overspeed Putaran mesin sudah hilang kembali normal

Over speed trip speed trip Tidak kerja kerja Start

Over speed trip Over Kerja Tidak Waktu Gambar 4.

Putaran

Pengatur tak berfungsi

OST mulai kerja

OST mulai kerja

OST di reset

OST di reset

OST

Over speed Over Over speed Overspee trip tak speed trip trip tak kerja d trip kerja kerja kerja Start Waktu Gambar 5.

24

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Bila terjadi over speed bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar akan diblokir, sehingga putaran mesin turun sampai hampir mendekati putaran terendah yang ditentukan. Setelah mendekati putaran terendah tersebut, secara automatis overspeed trip direset, sehingga bahan bakar akan kembali mengalir ke dalam ruang bakar ----> puataran mesin akan naik kembali keputaran nominal.

3. Regulating Governor Governor ini berfungsi mengatur jumlah bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar sesuai dengan perubahan beban sehingga putaran mesin menjadi tetap.

Putaran Overspeed Tinggi (aman) Normal Rendah (berbahaya) Regulative memelihara normal governor putaran

Stop Start

Regulative bekerja

governor Waktu

Dari penjelasan di atas over speed governor dan over speed trip governor adalah termasuk governor berfungsi sebagai alat pengaman, dan untuk orang pembangkit umumnya jarang menyebut alat ini governor, tetapi lebih sering disebut realy overspeed. Sedang regulating governor adalah pengatur governor pengatur putaran dan untuk pembangkit listrik di kenal dengan istilah pengatur freqwensi.

25

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Regulating governor pada pembangkit listrik jelas sangat di butuhkan, berarti ini boleh dikatakan selalu ada, namun over speed governor juga sering dipergunakan terutama pada pembangkit-pembangkit menengah ke atas.

Freqwensi adalah fungsi dari putaran generator dengan rumus : PxN = ------60 Dimana : f F P N = Freqwensi = Pasangan kutub = Putaran per menit

Karena freqwensi berbanding luas dengan putaran, maka untuk mengatur freqwensi kita selalu mengatur putaran. Usaha yang diberikan dalam satu detik sama dengan daya, kalau daya yang diberikan oleh diesel generator set saama dengan daya yang diserap oleh jaringan maka putaran selalu konstan.

Daya yang diberikan Diesel generator set PG

Daya yang diserap oleh jaringan PJ

Gambar 7

26

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Apakah yang terjadi apabila daya yang diserap oleh jaringan berubah-ubah untuk selanjutnya, daya yang diserap jaringan disebut beban.

Bila tidak ada pengaturan maka putaran akan berubah-ubah pula Naik Kecepatan putaran PG naik sampai ada PG = PJ

Kecepatan putaran bisa menjadi besar dan di atas kecepatan maximum BERBAHAYA

Bila PJ turun PJ PG

PJ

Kecepatan putaran nominal

PG Kecepatan >

PJ

PG

Keseimbangan untuk kecepatan putaran normal

PJ

PG

Kecepatan <

PJ Bila PJ naik

PG

BERHENTI Kecepatan putaran PG turun sampai ada atau PG = PJ Kecepatan putaran bisa menjadi kecil dan dibawah kecepatan minimum 27

Turun

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 8

Bila kita mau agar frequensi tetap 50 Hz maka : Motor diesel harus bekerja dengan putaran nominal yang konstan bagaimana untuk memperoleh putaran diesel yang konstan ?. Kita harus memberikan bahan bakar yang . Sebanding dengan permintaan beban . Pada saat itu. Keseimbangan antara beban dan daya generator dapat dilihat dari.

BEBAN MOTOR

JUMLAH BAHAN BAKAR

Gambar 9

Bagaimana cara mengatur jumlah bahan bakar, kapasitas bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder diatur sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh pompa bahan bakar, pengaturan ini dilakukan oleh " Rek Bahan Bakar ". Rek bahan bakar itu harus sangat peka terhadap perubahan beban jaring, yang akan mengakibatkan perubahan putaran pada motor diesel / freqwensi, itulah tujuan dari regulator regulator bekerja sebagai komandan. 1. Mendeteksi perubahan putaran 2. Mengatur posisi rek bahan bakar 3. Start dan mematikan mesin

28

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 10.

29

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Bagaimana Regulator mendekati perubahan, prinsip yang dipakai adalah pengaruh dari segi gaya sentrifugal masa yang berputar.

Bila benda dengan masa (M) yang tergantung di putar pada sumbunya, maka masa M1 dan masa M2 akan saling menjauhi, sebanding dengan jumlah putaran per menit.

30

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 11

Pemakaian dalam pengaturan

M1

M2

Gambar 12

Posisi dari titik geser mana akan selalu berubah berubah tergantung dari jumlah putaran permit dan besar massa (M).

A A

Gambar 13

31

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

N1 < N2 Putaran (N1) lebih besar dari putaran (N2) Perpindahan dari titik geser (A) dapat dibatasi dengan menggunakan pegas G. gaya yang menyebabkan perpindahan massa (M) dan titik geser (A) sebanding dengan besarnya gaya sentrfugal - gaya pegas G.

M1

M2

Gambar 14

Sistem ini akan tetap bekerja walupun letaknya dibalikan atau mendengar.

M1 G A

M1

M2

M2

32

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 15

Kalau putaran per menit lebih besar, maka akibat dari gaya sentrifugal jarak antara massa N1 dan N2 makin jauh, sehingga titik geser A lebih dekat ke titik O. sebaliknya kalau putaran permenit lebih kecil, maka jarak massa N1 < dan N2 lebih kecil, sehingga titik geser A lebih jauh dari titik O. Regulating governor yang selanjutnya kita singkat saja dengan " Governor ", di tinjau dari prinsif / media kerjanya dibagi menjadi 3 macam sebagai berikut : 1. Gevornor Mekanis 2. Governor Hidrolis 3. Governor Electronic Dalam sistem ini perubahan putaran diesel yang dideteksi oleh titik geser A, dipakai untuk merubah posisi rek bahan bakar.

L A Contoh : Bila beban jaring turun, maka putaran akan naik Massa M1 dan M2 akan mendapat gaya sentrifugal yang lebih besar, sehingga saling menjauh. Akibatnya titik geser A tertarik Level L akan berputar ke kiri Rek bahan bakarpun di tarik ke kiri Hal ini akan membuat bahan bakar berkurang.

Gambar 16

Berapa hal yang menjadi fungsi bekerjanya alat pengaman. 1. Besarnya massa M1 dan M2 2. Kecepatan putaran 3. Panjang lengan

33

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Pada ummnya governor ini dipergunakan pada mesin diesel yang telah tua, governor ini sering dipergunakan pada mesin diesel dengan daya < 100 KW. PJ = PG PJ = PG

PJ

PG

Kecepatan Nominal

Kecepatan Baru

Perbedaan Kecepatan t0 t1 t2 t3 t4 t5 t7 t9

Gambar 17

t0 t1 t2 t3

Penurunan beban pada jaringan (PJ) governor mengurangi jumlah bahan bakar yang diemprotkan tetapi selama periode ini, putaran mesin bertambah. Beban pada jaringan sama dengan governor, tetapi pada saat ini putaran lebih tinggi dari putaran nominal Daya generator turun sampai keadaan terendah, pada saat ini putaran menjadi putaran nominal Daya pada generator dan jaringan sama, putaran dari motor diesel turun. Regulator bergerak untuk menambah bahan bakar.

Demikian terjadi selama daya pada jaringan dan generator dan juga putaran belum sama.Kenapa putaran akhir system berbeda dengan putaran awalnya.

34

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Kerja regulator mekanik

PJ = PG PJ PJ = PG PG

Kecepatan Nominal

Perbedaan putaran

Kecepatan baru t0 t1 t2 t3 t4 t5 t7 t9 t10

Gambar 18 Kenapa putaran akhir system berbeda dengan putaran awalnya ? Pada setiap keadaan, mengatur rek bahan bakar akan terlihat bahwa, pada keadaan seimbang antara beban jaring (PJ) dengan daya generator (PG). Terjadi perbedaan tekanan terhadap pegas keseimbangan gaya, terjadi juga perbedaan jarak antara massa M1 dengan M2 seperti D1 daan D2 1. Diakibatkan perbedaan gaya sentrifugal 2. Diakibatkan adanya perbedaan putaran sedikit Terdapat suatu hubungan yang erat antara posisi titik geser A dan pengatur rek bahan bakar. Posisi rek bahan bakar menentukan daya motor diesel Posisi titik geser A ditentukan oleh putaran motor diesel 35

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Ada hubungan yang erat antara : 1. Daya motor 2. Putaran Hubungan ini dapat diperlihatkan dengan sebuah kurve, kurve statisme yang merupakan suatu garis lurus. Putaran

AV VO Vm Daya Gambar 19 Perbedaan putaran pada beban rol dan beban maximum sebesar V Besarnya statisme dilihat dalam %. Vo - Vm ------------ x 100 % Vo

S =

Pada regulator biasanya besar statisme ini = 4 % antara putaran maximum dan putaran minimum terdapat perbedaan freqwensi, sebagai contoh : Untuk 50 Hz : 48 Hz untuk S = 4 %. Apa kegunaan dari statisme ?. 1. Untuk mendapat perbedaan putaran sekecil mungkin haruslah statisme sekecil mungkin juga 2. Statisme tak mungkin dibuat nol karena, apabila hal ini terjadi maka hubungan antara putaran dan daya tidak berlaku lagi, sehingga regulator tidak bekerja / berfungsi sebagai mana mestinya.

36

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Dimanakah statisme karena statisme ini memberikan kesimbangan kerja motor diesel, oleh sebab itu regulator tidak dapat menjamin freqwensi tetap (contoh 50 Hz). Untuk itu kita memberi pengaturan yang kedua !

Pengaturan ke dua

A Pada sistem ini posisi titik A di kembalikan kepada kedududkan awal (pada beban nol) dan juga mengatur rek bahan bakar

D1

Gambar 20

Dengan sistem ini kita peroleh keseimbangan daya, PG = PJ. Pada keadaan putaran nominal Putaran pengaturan sederhana setelah

Putaran awal AV Vn 50 Hz

PO Putaran setelah pengaturan kedua

P2

P1

P max 37

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 21

Speed governor Bosch EP / RSUV 1. Governor housing 9. Supplementary idling spring 2. Governor cover 10. Governor spring 3. Control rod 11. Stop or idle limit 4. Drive gear wheel 12. Adjustment lever 5. Flyweight 13. Tension lever 6. Full load stop 14. Swivel lever 7. Torgue control spring 15. Starting spring 8. Guide lever 16. Fish plate Regulator hydrolis menggunakan kerja dari rek antara, pengaturan sederhana.

M1 A

G K

P Minyak pompa masuk dari P Rek antara

Ke minyak

tangki P

Ke tangki minyak Servo motor

Gambar 27

38

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Prinsip : Bila daya pada jaring, putaran akan bertambah massa M1 dan M2 saling berjalan. Titik geser A menarik poros relay ke atas menyebabkan minyak akan menekan torak P dari atas di dalam servo motor torak servo motor atau turun, rek bahan bakar akan mengurangi jumlah bahan bakar , putaran akan turun

Gaya yang menyebabkan posisi rek bahan bakar adalah fungsi dari : 1. Tekanan minyak 2. 0 dari pada torak dalam servo motor Ruglator ini biasanya dipakai pada diesel yang baru dimulai dengan daya 150 KW, pada pemakaiannya, governor ini selalu dihubungkan langsung dengan rek bahan bakar.

Kerja regulator hydrolis (pengaruh sederhana) dalam penurunan beban pada jaringan.

PJ = PG

PG PJ PJ = PG

10 16

11

12

13

14

15

Harga Nominal Perbedaan putaran

39

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 28

Jika Pg = Pj maka putaran konstan, tidak ada perubahan pada regulator. Bila Pj turun maka regulator akan mengurangi bahan bakar, putaran akan naik selama regulator belum sempat mengurangi jumlah bahan bakar sebanyak yang diperlukan sampai diperoleh Pg = Pj (t 1). Sementara itu putaran sudah terlalu tinggi, regualtor yang sudah diatur/di setel untuk membuat putaran normal akan terus mengurangi jumlah bahan bakar yang kaan membuat putaranturun lagi. Pada saat putaran berada putaran normal (t 2) daya generator (Pg) menjadi lebih kecil dari daya jaringan (Pj) putaran akan turun lagi sampai dibawah harga nominal, sementara itu regulator akan menambah bahan bakar dan demikianlah seterusnya.

Kerja regulator hydrolis (pengaturan sederhana) dalam penaikan beban pada jaring. PJ PJ = PG

PJ PG

PG Perbedaan putaran

Kecepata n nominal

Harga nominal Gambar 29

40

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Sehingga regulator tersebut tidak dapat membuat putaran yang selalu konstan, pada dasarnya regulator tersebut mengatur putaran diantaranya dua batas harga-harga, ialah sedikit diatas maupun sedikit di bawah harga normalnya.

Harga tersebut di atas berlaku juga bila beban jaringan (Pj) naik, dan hasil pengamatan akan serupa bagaimana caranya dalam pengaturan kecepatan untuk meniadakan penyimpangan-penyimpangan tersebut.

PJ turun V naik

G A

Kemudian dibuat di titik KG, yang menghubungkan gerak titik K dengan gerakan servo motor K Dengan sistem kemudi maka torak dari relay akan lebih cepat kembali ke posisi seimbang

P Minyak masuk dari pompa O P1 Relay antara Servo motor P

Gambar 30

41

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

A G A G K K

Gambar 31 Prinsip kerjanya : Misal daya pada jaring turun putaran naik, maka Mj dan mg saling berjalan Titik geser K naik dan menarik piston torak dari relay Minyak menolkan torak servo motor dari atas Torak dari servo motor turun

Sementara itu poros KG menekan torak-torak relay ke bawah, yang menyebabkan terjadi pengurangan bahan bakar (daya generator Pg turun). Pada saat itu putaran sedikit berada dibawah harga normal. Regulator akan bekerja lagi. Hubungan antara putaran dan daya tergantung dari bentuk poros hubungan AK.

42

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Kerja dari regulator dengan sistem kompensasi dalam penurunan beban pada jaring. PJ = PG

PG PJ

PJ = PG PJ = PG

Kecepatan baru

10

11

12

13 14 15 16

Kecepatan nominal

Gambar 32

Jika Pg = Pj (seperti to) putaran konstan, regulator tidak bekerja Jika Pj menurun (mulai dari to) maka regulator segera mengurangi jumlah bahan bakar sebanyak yang diperlukan sampai diperoleh Pj = Pg (t1).

Sementara itu putaran sudah terlalu tinggi relay bergerak yang membuat sukar motor turun lagi, hal ini menyebabkan relay berada pada posisi seimbang yang menutup lubang minyak (t2) pada saat ini generator Pg lebih kecil dari daya jaring putaran akan turun dan regulator menambah bahan bakar sampai diperoleh. 43

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Pg = Pj ( t3 )

Sementara ini putaran naik lagi, tetapi lamanya goyangan kecil sekali.

Peredam

Membuat torak dari relay cepat kembali ke posisi stabil/seimbang

Mempersingkat waktu

Terjadi sedikit perbedaan putaran

Membuat STATISME ke stabilan putaran

Pengaturan ke dua

Ini adalah pengaturan tingkat pertama

Seperti pada governor mekanis kita harus mengadakan koreksi putar : Pengaturan tingkat kedua Suatu sistem dengan menggunakan perubahan tekanan dari pegas untuk mengatur posisi titik geser M sehingga putaran kembali ke putaran nominal dengan mengatur posisi rek bahan bakar. Dalam keseimbangan daya pada putaran nominal

Pg = Pj

44

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 33

Prinsipnya menelusuri perubahan putaran

Massa yang diputar

Gambar 35

Keseimbangan antara gaya sentrifugal dengan gaya pegas, semua perubahan putaran menyebabkan terjadinya perubahan posisi titik geser A turun naik sistem ini menemukan perubahan putaran.

45

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Prinsip komando rek bahan bakar pengaturan sederhana Contoh A

PJ

PG

A Kompensator tekanan

Servomotor

Katup searah Pompa Saluran buang

46

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Gambar 36

Titik A langsung dihubungkan dengan katup kemudi (katup utama)

Prisip komando rek bahan bakar pengaturan sederhana

Contoh B

PJ PG

Gambar 37

47

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Prisip komando rek bahan bakar pengaturan sederhana

Contoh C

PJ + A

PG

S1

S2

S1 < S2

S1 x p < S2 x p

Gambar 38

48

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

BEBERAPA SCHEMATIC DIAGRAM JENIS GOVERNOR HIDROULIC

GOVERNOR HIDROLIS MENURUT PROSES KERJANYA TERDAPAT 4 MACAM :

1. 2. 3. 4.

Governor Tanpa Compensasi Isochronous Governor Speed Droop Governor Compensasi Isochronous Governor Compensasi Dengan Speed Droop

1. Governor Tanpa Compensasi Isochronous 1. Adalah bekerja pada kecepatan yang konstan tetapi bersifat labil 2. Biasa digunakan pada pesawat terbang (air craft) baling-baling

Ballhead Speed Proportional to Engine Speed

Increase Fuel Throttle

Oil Supply

49 Drain

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

2. Governor Speed Droop

1. Speed Droop adalah membatasi perubahan kecepatan dan beban melalui pergeseran speed setting pada speeder spring (dengan mempercepat keseimbangan antara speeder spring dengan gaya sentrifugal flyweigth) 2. Speed droop permanen diset antara 1 %-4%. 3. Penggunaan pada PG Governor Increase Fuel

Governor Speed Droop

Increase Fuel

50 Supply

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Increase Fuel

51

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

3. Governor Compensasi Isochronous 1. Mempertahankan kesetabilan kecepatan dari berbagai perubahan beban pada mesin melalui alat Compensasi dengan mengatur pilot valve : 2. Penggunaan / dipasang pada : - UG. Governor - ICD Governor - PSG. Governor LSG Governor - Air Craft gas turbine

Centering Spring

Needle Valve Increase Fuel

Receiving Piston

Transmitting Piston

52

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Governor Compensasi Isochronous

Increase Fuel

Needle Valve

Buffer Piston

53

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

4. Governor Compensasi Isochronous Dengan Speed Droop 1. Governor ini dapat dioperasikan secara isochronous pada mesin paralel dan isolated 2. Speed droop dapat diatur pada setiap mesin yang diparalel dengan banyak mesin sesuai kondisinya masing-masing 3. Dipasang pada Governor UG 8 dan UG 40.

Centering Spring

Needle Valve Increase Fuel

Receiving Piston

Transmitting Piston

54

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

55

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

56

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

57

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

BASIC SISTEM GOVERNOR ELEKTRIK Magnetic pick-up dipasang pada tutup fly wheel dari mesin, untuk membuat siganal AC. Freqwensi dari signal dikontrol dengan kecepatan / perputaran dari gigi-gigi di fly wheel dan berputar melewati megnetic pick-up. Signal freqwensi kecepatan mesin ini di kirim ke kontrol 2301. Kontrol 2301 mempunyai sensor kecepatan yang membuat perbandingan antara sinyal input untuk kecepatan yang ada dan kecepatan mesin yang diinginkan (setting), itu terdapat dalam kontrol box yang perlu dijaga dan dipelihara. Jika putaran yang ada dan putaran setting (yang diinginkan) tidak sama, maka kontrol 2301 akan memberi koreksi sinyal (perintah) DC, ke coil selenoid dari actuator. Actuator akan mengatur / menyesuaikan jumlah bahan bakar untuk membuat putaran mesin sesuai dengan setting (yang diinginkan). Pilot valve plunger di hubungkan dengan sebuah magnit permanen yang ditahan oleh pegas penahan di dalam penguatan dua buah coil selenoid. Hasil signal dari kontrol 2301 digunakan ke coil selenoid untuk membuat gaya megnit yang sebanding dengan arus dalam coil. Gaya magnit ini selalu berusaha merubah magnit dan pilot plunger ke bawah (bahan bakar bertambah). Gaya centering skring (diatas plunger) selalu berusaha merubah magnit dan pilot valve plunger ke atas (bahan bakar berkurang) Bilamana magnit berputar pada putaran stabil (steady state condations), ini berarti dua gaya sama tetapi arahnya berlawanan. Pilot valve plunger pada saat itu berada di tengah (the control land menutup control part). Jika terjadi penurunan setting putaran mesin pada kontrol 2301 atau kenaikan putaran mesin (disebabkan dari penurunan beban mesin), input tegangan ke coil selenoid di actuator menjadi turun. Daya magnit dari coil selenoid juga kan turun, pada waktu gaya dari centering spring lebih besar dari dari pada gaya coil pilot valve plunger akan bergerak keatas posisi center. Maka olie yang dibawah power piston mengalir ke sump, dan gerakan turun power piston akan menyebabkan berputarnya terminal shaft kearah penurunan bahan bakar. Jika terjadi kenaikan setting putaran mesin pada control 2301 atau penurunan putaran mesin (disebabkan dari kenaikan beban mesin) input tegangan ke coil selenoid actuator menjadi naik. Daya magnit dari coil selenoid juga akan naik, sekarang gaya dari coil menjadi lebih besar dari pada gaya centering spring dan pilot valve plunger akan bergerak turung mengikuti (tekanan olie bekerja lagi) dari power piston adalah lebih besar dari pada bagian bawah dari pada bagian atas piston, piston akan bergerak keatas. Terminal shaft berputar kearah penambahan bahan bakar.

58

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

SCHEMATIC OF EG-10PC ACTUATOR HYDROULIC SYSTEM Power piston adalah bagian dari actuator yang mengerjakan semua pekerjaan. Dalam kondisi operasi norma , tekanan olie pada kedua bagian di atas dan di bawah piston adalah seimbang, dan piston tetap berada di posisi tengah. Pilot valve plunger mengatur aliran dari olie dan ke power piston. Control land pada bagian bawah pilot valve plunger panjangnya cukup untuk menutup seluruh lubang kontrol (control part) pada pilot valve bushing bila punjer tepat di tengah.

Bila dari kontrol 2301 menjadikan pilot valve plunger bergerak ke atas, olie di bawah power piston dapat mengalir cepat lewat control land ke sump. Tekanan olie yang tinggi pada bagian atas psiton sekarang akan menggerakkan piston ke bawah sampai control land dari plunger akan menutup kembali kontrol port.

Pergerakan piston ini akan juga menggerakkan terminal shaft (arah pengurangan bahan bakar), yang berhubung satu sama lainnya.

Bila signal dari control 2301 mengakibatkan pilot valve plunger (dan control land) bergerak ke bawah, tekanan pompa olie sekarang dapat melewati control port ke bagian bawah dari piston. Kejadian mengalirnya tekanan pompa olie di dalam sirkuit diatas piston sama dengan sirkuit di bawah piston, piston akan bergerak keatas.

Ini bisa terjadi untuk sebuah permukaan piston yang cukup luasnya pada bagian atas piston. Pergerakan piston sekarang akan memutar terminal shaft kearah penambahan bahan bakar.

59

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Magnetic Force

Lines

Of Gap

Permanent Magnet Gambar 60

Ferous Metal gear

Schematic magnetic Pickup Magnetic pick up adalah sebuah kutub tungggal (single pole), generator magnit permanen yang terbuat dari lilitan kawat mengelilingi ssebuah batang kutub magnit. Sewaktu gigi-gigi dari fly wheel memotong garis-garis magnit, tegangan AC segera dibangkitkan. Perbandingan adri freqwensi tegangan AC ini dan kecepatan mesin adalah berbanding lurus. Signal freqwensi dari kecepatan mesin dikirimkan ke 2301 box yang kemuadian dikonversikan (dirubah) kebesaran tegangan DC. Signal tegangan DC ini kemudian dikirimkan ke actuator dan tegangan ini berbanding terlebih dengan kecepatan mesin. Ini berarti bahwa bila kecepatan mesin naik tegangan out put actuator turun, sebaliknya bila kecepatan mesin turun tegangan out put actuator naik. Actuator ini adalah sebagai " Electrohydroulic actuator ", yaitu yang berfungsi sebagai perubah perintah electrik menjadi gerakan mekanik.

60

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

GOVERNOR ELEKTRIK Governor elektrik gunanya untuk mengadakan peraturan-peraturan mesin dengan akurat dan pembagian bebannya. System kontrol governor elektrik 2301 terdiri dari lampiranlampiran sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Kontrol governor elektrik 2301 Actuator Magnetic pick up Pheregulator (optional)

Lebih jelasnya sebagai contoh perhatikan skema basic 2301 Load Sharing System

ENGINE Magnetic Pickup

GENERATO R ACTUATOR

3 PT 2301 LOAD SHARING & SPED CONTROL

3 CT

DCPower 20 V to 40 vdc

Remote speed trim (optional)

BASIC 2301 LOAD SHARING SYSTEM 1

Paralleling Lines

BUS

Gambar. 61

61

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

System governor electric memberikan pengaturan putaran mesin yang akurat. Pengaturan generator electric 2301 mengatur putaran mesin terus menerus dan yang penting mengadakan koreksi kepengaturan bahan bakar mesin melalui sebuah actuator yang dihubungkan ke sistem bahan bakar. Putaran mesin dosensor dengan sebuah magnetic pick up. Magnetic pick up membangkitkan tegangan AC dan dikirim ke kontrol 2301. Control 2301 mengirim signyal tegangan DC ke actuator, actuator merubah input listrik dari control 2301 ke gerak mekanik dan ini dihubungkan dengan tuas system bahan bakar. Contoh : Bilamana putaran mesin lebih besar dari pada setting putaran, maka control 2301 akan menurunkan out putnya actuator akan menggerakan tuas bahan bakar menurun. PRE REGULATOR Pre Regulator dibuat untuk mengamankan control governor 2301 terhadap kemungkinan kerusakan dari salah satu masalah seperti dibawah ini : 1. Sewaktu beroperassi battery terputtus 2. System battery Micad. Sistem ini akan bekerja menurunkan tegangan bilamana tegangan change melebihi 70 KV menjadi 36 2 Volts 3. Kerusakan tegangan balik 4. Hubung singkat

62

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

PREREGULATOR INSTALLED ON 2301 LOAD SHARING CONTROL BOX PARAREL CONTROL BOX Pararel Control Box 2301 mempunyai 2 fungsi yaitu pengaturan putaran mesin dengan akurat dan pembagian bebannya (Kilo watt). Sistem ini mengukur putaran mesin terus menerus dan yang penting mengadakan koreksi terhadap pengaturan bahan bakar mesin melalui actuator yang dihubungkan dengan sistem bahan bakar. Putaran mesin di sensor dengan magnetic pick up. Karena adanya bentuk gigi-gigi fly wheel yang berputar disekitar daerah medan magnit, maka akan timbul tegangan AC ratio antara freqwensi pada tegangan tersebut dengan putaran mesin berbanding prapontional. Arus listrik didalam kontrol box merasakan tegangan AC. Respen ini di kirim dengan tegangan DC dari kontrol, ini berbanding terbalik terhadap putaran mesin ke actuator. Actuator tersebut dihubungkan ke sistem bahan bakar dengan tuas. Actuator ini merubah input listrik dari kontrol box ke mekanikal out put seterusnya merubah setting bahan bakar mesin.

63

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

2301 PARALLEL CONTROL BOX FUNGSI TOMBOL PENGATURAN 1. Rated Speed Ini berfungsi untuk mengatur putusan tinggi mesin (High Idle Rpm), mempunyai 10 kali putaran. Diputar ke kanan menaikan putaran putar ke kiri menurunkan putaran mesin. 2. Low Idle Speed Berfungsi untuk mengatur putaran mesin, mempunyai satu kali putaran 3. Ramp Time Berfungsi untuk mengatur waktu pencepatan putaran dari putaran rendah keputaran tinggi, mempunyai satu kali putaran dengan waktu kecepatan 0 sampai 10 detik. 4. Droop Berfungsi untuk mengatur prosentase penurunan mesin dari putaran tinggi ke putaran beban penuh, terhadap beban penuhnya di istilahkan sebagai speed droop, mempunyai satu kali putaran. 5. Gain Berfungsi untuk mengatur response perubahan putaran mesin apabila ada perubahan bahan, mempunyai satu kali putaran. 6. Stability Berfungsi untuk mengatur kesetabilan putaran / meredam overshoot, undershoot putaran tinggi. Putar ke kanan / ke kiri untuk mendapatkan kestabilan putaran mesin putar ke kanan untuk mengurangi atau meredam overshoot, pengaturan ini berkaitan dengan response atau gain. 7. Lood Gain Berfungsi untuk mengatur pembagian beban pada generator set yang diparalelkan 8. De Droop Berfungsi memberikan kompensasi (selama operasi isochronous) terhadap penurunan yang disebabkan toleransi komponen dan pengaturan electric dari luar.

64

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

PROSEDUR PENGATURAN Sebelum dilakukan pengaturan dan mencoba start, sebaiknya dilakukan pengecekan instalasi dan statistik cek. Ini harus dilakukan apabila pertama kali melakukan pemasangan (instalasi) penggantian module atau pemasangan kembali (reinstallation). Jika kedua hal di atas sudah dilakukan dan hasilnya baik, maka langkah start up bisa dilakukan. Pada langkah start-up tombol-tombol potentiometer harus diset terlebih dahulu (presset) pada posisi tertentu sebagai berikut : 1. Ser " RATED SPEED " potentiometer pada posisi minimum atau putar ke kiri penuh (CCW). Jika dilengkapi dengan remote " speed " potentio meter, set pada posisi tengah. 2. Set " RESET " potentiometer pada posisi tengah 3. Set " GAIN " potentiometer pada posisi tengah 4. Set " RAMP TIME " potentiometer pada posisi minimum (putar ke kiri penuh (CCW). 5. Set " LOW IDLE SPEED " potentiometer pada posisi tengah maksimum (full CCW) 6. Set " LOAD GAIN " potentiometer pada posisi tengah 7. Set " DROOP " potentiometer pada posisi minimum (putar ke kiri penuh (full CCW). 8. Set " ACTUATOR CONPENSATION " potentiometer pada posisi : a. Posisi dua dari skala 0 sampai 10 jika digunakan pada diesel engline, gas turbin, fuel injected gas, gasoline engine. b. Posisi 6 dari skala 10 jika digunakan pada carborated gas engine, gasoline engine steam turbine. 9. Set " START FUEL LIMIT " potentiometer pada posisi maksimum (putar ke kanan penuh / full CCW) 10. Pilih salah satu mode (droop atau insochronous)

65

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

GOVERNOR TYPE UG INFORMASI UMUM Governor ukur jenis UG adalah tipe sistem hidroulik dan normaly isochronous atau kecepatan tetap (akan memelihara stabilitas putaran mesin dalam segala kondisi beban) pengatur putaran (synchronizer), speed droop (penahan putaran) Load limit control (kontrol pengatur beban) adalah standar yang istimewa. Tersedia dalam 3 macam out put kerja yang minyak sebesar 120 psi sedang UG. 5,8 UG. 8, UG. 5,7 dan UG. 8 menggunakan tekanan minyak sebesar 120 psi sedang UG. 12,8 150 psi. Capasitas kemampuan kerja governor adalah :

4.5 8.0 10.0 50.0

ft-lbs. Untuk UG. 5,7 ft-lbs. Untuk UG. 8 ft-lbs. Untuk UG. 12,8 ft-lbs. Untuk UG. 40

Dasar pengoperasian jenis UG, penyetelannya, cara mengatasi dan menggantikan komponennya adalah sama seperti UG. 5.7, UG. 5.8 dan UG. 12.8, UG. 40.

Simpangan maksimum dari poros out put (Terminal Shaft) adalah 420 (380 UG. 40). Simpangan yang diijinkan adalah 280 (250 UG. 40) dari keadaan tanpa beban sampai beban penuh, yang mana sisa simpangan tersebut dapat digunakan oleh governor untuk langkah menutup bahan bakar (stop mesin) dan membuka maksimal bahan bakar (sampai beban penuh).

66

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

FULL GOVERNOR TRAVEL FULL PRIME MOVER NO TRAVEL FUUL LOAD LOAD B C A AD PRIME MOVER STOP

100%

PRIME MOVER STOP

A. Kelebihan simpangan untuk memastikan governor dapat stop / menghentikan mesin penggeraknya. B. Simpangan dari tanpa beban ke beban penuh, normalnya direkomendasikan 2/3 dari simpangan penuh governor. C. Simpangan diperlukan untuk mempercepat gerakan respon mesin penggeraknya. D. Simpangan juga diperlukan untuk mempercepat atau menghentikan mesin penggerak.

SYARAT - SYARAT TUMPUAN GOVERNOR 1. 2. 3. 4. 5. Poros penggerak harus dapat berputar bebas Pilih jarak copling yang sesaui antara governor dengan mesin penggerak Governor harus duduk pada tumpuannya dengan tepat Gaya sampingan yang menekan poros penggerak terhadap governor tidak boleh ada Copling harus berputar bebas tanpa sentakan (backlass), kelurusan yang kurang tepat antara poros governor dengan copling atau kurangnya kelonggaran yang cukup diantara bagian-bagian dapat menimbulkan keausan dan kerusakan. Hal ini juga menimbulkan getaran tinggi yang tidak diinginkan atau goncangan pada poros governor.

Standar UG governor drive memberi sedikit masalah instalasi jikalau kelurusan shaft governor dengan copling drive tidak dipelihara.

67

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Peringatan Ketidak lurusan atau bengkoknya poros penggerak dapat menimbulkan kondisi kecepatan lebih (Overspeed) atau kecepatan liar pada mesin. Kecepatan rata-rata yang direkomendasikan untuk penggerak governor adalah 1000 - 1500 rpm. Daya penggerak yang diperlukan 1/3 HP pada kecepatan dan temperatur operasi normal. Governor ini boleh digerakkan pada putaran searah atau berlawanan jarum jam. Temperatur operasinya berkisar 200 sampai 2100 F.

Poros Penghubung (Terminal shaft) Penyetelan poros penghubung harus dapat mengatur jumlah bahan bakar dari posisi menutup sampai terbuka penuh dalam batasan 420 dari simpangan poros penghubung governor, juga dapat mengatur untuk sekitar 300 simpangan poros penghubung atau terminal shaft diantara bahan bakar posisi tertutup sampai terbuka penuh pada rack pompa injeksi. Hubungkan tuas fuel rack ke poros penghubung governor. Jangan sampai ada sambungan yang longgar atau kocak dan tidak boleh macet bila digerakkan tuasnya, pada setiap sambungan tuas harus terpasang sistem pengunci. Susunan tuas-tuas secara linier biasa digunakan, dimana posisi poros out put governor adalah sebanding sama dengan tuas-tuas out put pada mesin, sehingga gerakan simpangan poros out put / penghubung governor sebanding dengan gerakan tuas fuel rack pada mesin. Hubungan tuas yang linier adalah susunan tuas yang membuat poros out put governor mampu bergerak secara bebas untuk setiap pertambahan gerakan katup pada beban rendah maupun beban tinggi.

68

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Spesifikasi Oli : Oli governor berfungsi sebagai minyak pelumasan dan minyak hidroulik. Oli ini harus mempunyai indek viskositas dengan unjuk kerja meliputi rangkuman temperatur operasi dan memiliki sifat mampu campur terhadap bahan tambahan (additive) agar unjuk kerjanya tetap stabil dan dapat diramalkan.

Memilih minyak pelumas / oli yang digunakan pada governor adalah sangat perlu untuk mencapai hasil kerja governor yang optimal dan umur servis panjang, oli harus memiliki tendensi yang sangat minim terhadap busa, kandungan air, lumpur, endapan vernish, oli harus dapat melindungi bagian-bagian governor dari korosi dan tidak merusak seal dan cat, tidak direkomendasikan oli yang bahan dasarnya dari syntatic.

Pemilihan oli harus memiliki indek viscotias yang tinggi, antara dari 100 - 200 saybolt, universal seconds pada temperatur normal, biasanya apabila temperatur operasi rata-rata oli governor dibawah 1200 F, S.A.E, 10 cukup baik. Dan bila diantara 120 - 1400 F, S.A.E. 20, dan dari 140 - 1600 F, S.A.E. 30. Oli diantara 160 - 1800 F, S.A.E. 40 dan diatas 1800 F, S.A.E. 50. Oli mesin dapat digunakan pada governor bilamana didapati seperti petunjuk tersebut. Oli yang terkontaminasi adalah penyebab yang paling besar terhadap gangguan governor, gunakanlah hanya pada oli yang baru atau oli yang tersaring, tempat yang digunakan oli harus bersih, dan harus dibilas dengan oli yang encer dari jenis yang sama sebelum digunakan.

Suatu ketika oli governor kelihatan kotor atau terkontaminasi, atau temperatur yang berlebihan maka drain oli governor saat masih panas, bilas dengan oli yang encer dari jenis yang sama dan ganti dengan oli baru. Dapat juga digunakan bahan pelarut yang tidak merusak seal dan gasket, dan bahan pelarut harus dibilas keluar sampai bersih sebelum mengganti oli yang baru

69

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Keausan komponen-komponen yang berlebihan secara berlebihan pada governor merupakan indikasi dari hal berikut : 1. Pelumas kurang disebabkan oleh : a. Ketika dingin, aliran oli terlalu lambat terutama selama menghidupkan mesin b. Pipa oli tersumbat atau bengkok (hanya pipa suplai dari luar) c. Governor kekurangan minyak 2. Oli terkontaminasi, disebabkan oleh : a. Wadah / tangki oli kotor b. Governor mengalami siklus pemanasan dan pendinginan yang menyebabkan terkondensasi didalam oli 3. Oli tidak sesuai dengan kondisi operasi yang disebabkan oleh : a. Perubahan temperatur sekeliling b. Level oli tidak benar, yang mana timbul busa, gelembung-gelembung oli.

Rekomendasi viskositas oli spasifik diberikan pada tabel 2-1. Oli yang dipilih harus jenis yang baik, terbuat dari bahan atau sintetis dan selalu gunakan dari merk yang sama, jangan mencampur oli dengan klas yang berbeda. Klasifikasi oli mesin untuk governor yang memenuhi standar API adalah salah satunya group S atau group C yang dimulai dari tingkat SA atau CA sampai SF dan CD. Oli mesin yang memiliki spesifikasi seperti : MIL-L-2104A, MIL-L-2104C, MIL-L-46152A MIL-L-45199B, MIL-L2104B MIL-L-46152 MIL-L46152B bisa juga dipakai

Temparatur oli untuk operasi yang kontinyu direkomendasikan dari 1400 F (600 C) sampai F (900 C). Temperatur lingkungan diatasi sekitar - 200 F (-300C) sampai 2000F (930C).

70

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Viscositas and Operating Temperature of Oils VISCOSITY COMPARISONS CENTISTOKES (CBT, CS, OR CTS) 15 22 32 46 66 100 250 220 320 480 SAY BOLT UNIVERSAL SECONDS (SUS) NOMINAL AT 100 F 90 104 151 214 310 463 696 1020 1483 2133 SAE MOTOR (APROXIMATE) 5W 5W 10 W 10 20 30 40 50 60 70 SAE GEAR (APPROXIMATE) 180 15 22 23 46 80 100 150 220 320 480

75 75 80 80 85 90 115 140

Equivalent Viscosities for Lubricating Oils

Ukurlah temperatur governor pada bagian luar disisi bawah dari rumahnya. Temperatur oli sesungguhnya akan sedikit lebih hangat (tinggi) kira-kira 10 F (6 C).

Perhatian Hilangnya kestabilan kontrol governor dan kemungkinan terjadinya putaran lebih pada mesin, boleh kadi karena viskositas oli melebihi harga 50 - 3000 SUS. Putaran lebih (overspeed) pada mesin dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian-bagian rangkaian governor.

71

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

BAGIAN - BAGIAN GOVERNOR Sebelum sampai hal pengoperasian governor UG, keterangan ringkas dari komponen akan membantu memahami cara-cara pengoperasian governor. Pompa Oli Tujuan pompa oli (14) (gambar Scematic hal 61) adalah memberikan tekanan oli pada governor. Pompa oli adalah pompa jenis perpindahan positip dengan roda gigi yang dilengkapi 4 buah katup satu-arah (13) untuk salah satu arah rotasi. Gear berputar digerakkan oleh poros penggerak governor yang digerakkan oleh mesin. Pompa oli roda gigi dapat digerakkan salah satunya searah putaran jarum jam atau sebaliknya oli mengalir langsung masuk ke accumulator (11).

Penampang Oli (Accumulator) Tujuan dari penampang oli adalah menyimpang oli bertekanan untuk pengoperasian governor jenis UG. Penampungan oli terdiri dari dua silinder yang bekerja sebagai katup pelepas tekanan lewat lobang pelepasan (relief port) jika tekanan oli melebihi 120 psi (UG. 5.7 dan UG. *) daan 150 psi (UG. 12.8). Penampang melalui alur-alur menuju kebagian atas torak daya (power piston) dan sistem katup pandu (pilot valve)

Torak Daya (Power Piston) Fungsi torak daya (9) adalah untuk memutar poros penghubung governor untuk menambah atau mengurangi jumlah bahan bakar. Torak daya adalah jenis differensial dengan tekanan oli pada kedua sisi dari torak, ujung atas torak dihubungkan ke poros penghubung governor (6) melalui dengan sambungan tuas, bagain bawah torak memiliki luas yang lebih besar dari bagian atas oleh karena itu perbedaan tekanan diperlukan antara bagian bawah dengan bagain atas untuk mempertahankan torak tetap stasioner. Jika tekanan oli sama pada bagian atas dan bawah dari torak, torak akan bergerak ke atas memutar poros penghubung governor kearah penambahan bahan bakar, torak bergerak ke bawah hanya ketika oli di bawah piston dikeluarkan ke penampungan oli (sump). Oli ke dan dari bagian bawah torak daya diatur oleh sistem katup pandu.

72

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Sistem Katup Pandu (pilot valve) Fungsi katup isap pandu (pilot valave plunger) dan bushing adalah untuk mengatur aliran oli ke dan dari bagian bawah torak daya, sistem katup pandu terdiri dari bushing putar (38) dan katup pandu (39) bushing diputar oleh poros penggerak (36) sementara katuppandu dipertahankan stasioner / tetap. Ketika katup isap pandu (39) diturunkan, oli tekanan tinggi mengalir ke bawah torak daya / power piston (9) dan menekan torak daya ke atas, ketika katup isap pandu naik ke atas, oli dibagian bawah torak daya keluar ketempat oli (sump) sehingga tekanan tinggi pada bagian atas torak daya (9), menekan torak turun, ketika kaatup isap pandu (39) berada di tengahtengah landasan kontrol menutup lobang kontrol sehingga tidak ada aksi yang menggerakkan torak daya. Gerakkan katup isap pandu ini di ataur oleh sistem bola roda (ball head) (32) dan torak kompensasi dashpot (35) dan (35)

Sistem Ball Head Fungsi sistem ball head (23) adalah sebagai alat sensor perubahan kecepatan dari mesin terhadap kecepatan referensi yang distel oleh pegas speeder (25) dan terhadap posisi katup isap pandu (39). Sistem ini terdiri dari ball head (23), flyweight (24), speeder spring (25), speeder plug (29), speed spring (30) daaan speeder ro (21). Pada saat poros penggerak governor (36) berputar dan roda gigi bushing penggerak (32) berputar dan memutar roda gigi ball head (23). Flyweight (24) berpegang pada ball head denan sebuah pin dan trush bearing (30) duduk diatas kaki flyweight (24) speeder spring ditahan tetap pada posisinya terhadap trush bearing (30) oleh speeder plug (29) speeder plug (29) berfungsi untuk memutar tekanan pada pegas speeder spring (25). Mesin harus berputar lebih cepat untuk menaikkan gaya sentrifugal guna melawan gaya speeder spring untuk menyeimbangkan pada sistem, gaya speede spring atau speed seeting (25) di kontrol secara manual lewat knop pengatur syncrounizer (5), ini juga dapat dikontrol dari jauh bilamana governor dilengkapi dengan motor pengatur kecepatan (syncrounizer motor).

73

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Sistem Compensasi Fungsi dari sistem compensasi adalah memberikan kestabilan governor dan mendapatkan kontrol kecepatan yang tetap. Hal ini juga apabila di stel dengan tepat, sistem compensasi secara efektif mengatur jumlah bahan bakar yang diperlukan agar mesin menghasilkan daya sesuai dengan penurunan dan penambahan beban. Sistem compensasi membangkitkan perubahan kecil speed setting dengan gerakan poros hubung governor untuk menghasilkan karakteristik speed droop yang stabil di dalam governor, perubahan pengaturan kecepatan diikuti gerakan lambat kembalinya pengatur kecepatan ke harga semula. Kompensasi adalah kata lain yang sederhana untuk karakteristik speed droop yang bersifat sementara. Sistem kompensasi terdiri dari : Torak kompensasi dashpot besar (34), torak kompensasi dashpot kecil (35), lengan apung (31), lengan pengatur kompensasi (22), tumpuan yang dapat berputar (18) katup jarum (33).

Catatan Kompensasi harus di stel dengan jenis mesin dan beban untuk memberikan operasi yang stabil (lih. Pengaturan kompensasi) Synchronizer Sincrinis adalah suatu alat kontrol pengatur putaran digunakan untuk merubah / mengatur kecepatan mesin untuk unit operasi tunggal dan untuk merubah beban apabila mesin telah diparalel dengan unit lain, syncronizer indikator terletak di bawah syncronizer, yang hanya menunjukkan berapa kali putaran dari syncronier knop (tuas syncronizer) Motor Sincronisasi Motor syncronisasi terpasang pada cover / tutup governor UG 8, untuk menyediakan pengaturan putaran jarak jauh, digunakan untuk pengaturan frequensi salah satu unit mesin dengan unit mesin yang lain melalui panel kontrol, atau system yang lain sebelum paralel dan mengatur beban sesudah paralel. Motor Dibuat split field (medan alur bagi), belitan seri, tipe dapat dibolak balik, dapat digunakan pada salah satu dari arus bolak balik pada tegangan yang telah ditentukan rangkaian pengawatannya dapat dilihat pada hal. 32

74

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Copling Tipe gesekan terpasang diantara shaft motor dan gear pengatur syncronier, untuk operator agar dapat mengatur putaran mesin dengan memutar knop syncronizer pada governor (pengaturan secara manual), untuk penyetelan copling gesekan lihat hal. 64 poin 11. Speed Droop Speed Droop aatau droop sederhana adlaah salah satu metode untuk membuat stabil pada governor. Droop juga dapat di set secara otomatis untuk pembagi dan penyeimbangan beban antara unit mesin penggerak shaft yang sama atau pada beberapa unit mesin pembangkit listrik yang paralel pada suatu sistem. Droop adalah pengurangan kecepatan yang sedang berlangsung pada saat poros out put governor bergerak dari posisi bahan bakar minimum ke maksimum sebagai respon dari pertambahan beban yang dijelaskan sebagai prosentasi dari kecepatan rata-rata. Jika sebaliknya dari penurunan kecepatan, pertambahan terjadi, maka governor menunjukkan droop negatip, droop negatip akan menyebabkan ketidak stabilan di dalam governor, tidak cukupnya droop dapat menyebabkan ketidak stabilan dalam bentuk hunting (berayun), sentakan akatu kesulitan di dalam merespon beban. Droop yang terlalu banyak dapat mengakibatkan reaksi governor lamban dalam menaikkan atau menurunkan beban.

Contoh : Kecepatan tanpa beban 1500 rpm dan berubah menjadi 1450 rpm pada saat menerima beban penuh, maka droop dapat dihitung dengan persamaan : % Droop - Kecepatan tanpa beban - kecepatan beban penuh x 100 % (1500 - 1450) rpm % Droop ---------------------------- x 100 = 3,5 % 1450 rpm Jika penurunan kecepatan lebih dari 50 rpm, poros out put governor bergerak dari posisi minimum ke posisi maksimum bahan bakar maka droop lebih besar 3,5 % ditunjukkan oleh governor. Jika penurunan kecepatan lebih kecil dari 50 rpm, droop lebih kecil 3,5 % ditunjukkan oleh governor.

75

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Catatan Jikalau poros out put governor tidak menggunakan simpangan penuh 300 yang tersedia dari posisi " tanpa beban " ke " beban penuh " droop juga akan berkurang secara proporsional. Angka-angka skala penyetelan droop pada panel ukur hanya sebagai angka referensi saja dan bukan mewakili prosentasi droop yang sebenarnya. Jadi angka 100 tidak berati 100 % droop tetapi hanya merupakan droop maksimum yang ada (khusus jenis UG). Speed droop terdiri dari tombol kontrol, cam dan tuas yang mana pada saat penyetelan, melalui tuas dengan merubah-ubah tekanan pada speeder spring sesuai gerakkan / putaran terminal shaft, ketika menambah bahan bakar dengan mengurangi / menurunkan tekanan speeder spring, dan menurunkan speed setting governor seketika dan unit mesin akan secara pelan-pelan mengurangi sesuai beban yang dipikulnya.

Hubungan antara beban dan kecepatan, adalah suatu proses gerakan untuk bertahan dari adanya perubahan beban, ketika unit mesin diparalel dengan unit lain baik paralel secara mekanik atau elektrik. Bilamana droop di turunkan ke skala nol, unit mesin akan dapat merubah beban dengan tanpa merubah kecepatan, petunjuk secara umum bila unit mesin beroperasi sendirian (tanpa paralel) agar droop di setting pada skala nol, pada unit-unit yang diparalel agar di setting pada skala rendah (dibawah 40) supaya dapat meberikan pembagian beban sesuai yang dibutuhkan pada masing-masing unit. Pada unit AC generator yang diperalel dengan unit lain harus mendapat setting droop yang cukup antara 30 - 50, untuk mencegah terjadinya tarik menarik beban antara unit mesin, bilamana salah satu dalam sistem terdapat unit kapasitas terbesar,governor dapat di setting pada skala nol droop yang akan mengatur frequensi pada sistem tersebut, unit tersebut akan memikul semua perubahan beban sebatas kemampuan kapasitasnya dan akan mengontrol frequensi selama beban masih dibawah kapasitasnya. " Pada sistem paralel, frequensi di ataur melalui syncronizer pada mesin yang menggunakan droop nol, sedang pendistribusian beban antar unit mesin dilakukan melalui syncronizer pada unit mesin yang droopnya di setting di atas nol ".

76

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Speed Droop adalah : " Penurunan putaran mesin karena pertambahan beban dan pertambahan putaran mesin karena penurunan beban ".

HZ Putaran Mesin / Frequensi

25

50

100 Beban Nol Perubahan beban Beban Nol

Catatan : Garis horizontal HZ adalah menunjukkan garis frequensi atau garis kecepatan mesin yang mana dalam grafik nanti posisinya akan selalu berubah naik / turun sesuai dengan perubahan beban.

Besar Nilai Speed Droop 77

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Beberapa karakteristik speed droop dari 2 buah mesin yang paralel. 1. Mesin A dan mesin B berkapasitas sama ===> speed droop mesin B = 2 speed droop mesin A maka ===> mesin A mengangkat beban 2 kali mesin B.

Droop Besaran Nilai Speed Droop Besaran Nilai Speed Droop A Putaran Mesin / Frequensi B

Beban Nol

Beban Penuh

2. Beban = kapasitas mesin (A + B) ===> maka : Mesin A = kapasitas mesin Mesin B = kapasitas mesin

Droop A Putaran Mesin / Frequensi B

Beban Nol

Beban Penuh

78

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

3. Beban = 1 kapasitas mesin (A + B) ===> maka : Mesin A = 1 kapasitas mesin Mesin B = Kapasitas mesin Droop B B Besaran Nilai Speed Droop Putaran Mesin / Frequensi A

Beban Nol Beban Penuh

Hubungan Antara Beban, Fuel Rack, Speed, Frequensi Pada Satuan Pembangkit Diesel hubungan antara beban dengan bahan bakar adalah merupakan hubungan keseimbangan untuk mencapai kecepatan dan frequensi nominal yang telah ditentukan sesuai data pada pembangkit yang bersangkutan (speed 750 rpm pada frequensi 50 Hz). Bilamana beban bertambah maka bahan bakar harus bertambah agar mencapai nilai harga kecepatan dan frequensi nominalnya demikian sebaliknya. mm 40 HZ. 50 pd 100 % Fuel Rack, Speed, Frequensi 30 HZ. 50 pd 75 %

20

HZ. 50 pd 50 %

HZ. 50 pd 25 % 10 6 HZ. 50 pd 0 %

0%

25 %

50 %

75 %

100 % 79

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Grafik hubungan antara : Beban, Fuel Rack, Speed dan Frequensi (HZ dan RPM pada posisi harga yang tetap) Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. Pada beban 0 % fuel rack menunjuk 6 mm speed dan frequensi pada harga nominal Pada beban 25 % fuel rack menunjuk 13 mm speed dan HZ pada harga nominal Pada beban 50 % fuel rack menunjuk 20 mm speed dan HZ pada harga nominal Pada beban 75 % fuel rack menunjuk 28 mm speed dan HZ pada harga nominal Pada beban 100 % fuel rack menunjuk 36 mm speed dan HZ pada harga nominal

Load Limit : Fungsi load limit adalah membatasi beban secara mekanik atau hidroulik yang dapat dipasang pada mesin dengan membatasi simpangan poros hubungan governor di dalam arah penambahan bahan bakar yang akan disuplai ke mesin. Pembatasan beban secara mekanik atau hidroulik pada mesin dapat dilakukan dengan membatasi putaran terminal shaft pada governor, dengan demikian jumlah bahan bakar pada mesin terbatasi, sebagai alat pengaman juga dapat digunakan untuk mematikan mesin dengan memutar knop load limit pada skala nol. Perhatian : Jangan memutar terminal shaft dengan manual untuk menambah bahan bakar sebelum memutar knop pada skala 10.

Scematic Diagram Pada scematic diagram UG. 8 dial control governor tanpa alat bantu, serfo tipe differential digunakan pada governor di dalam selalu penuh sejumlah oli yang bertekanan pada bagian atas power piston (dimanapun posisi pilot valve) yang menggerakkan terminal shaft yang diteruskan untuk menutup bahan bakar bila tidak ada tekanan atau tekanan tidak cukup pada bagian bawah power piston. Pilot valve akan mensuplay oli dengan tekanan sama pada bagian bawah power piston ketika pilot valve bergerak ke bawah memberikan tekanan pada luas area yang berbeda antara ruang atas dan ruang bawah dari power piston, sehingga tekanan yang lebih besar pada bagian bawah piston akan menggerakkan piston ke atas, memutar terminal shaft diteruskan untuk menambah jumlah bahan bakar.

80

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Ketika pilot valve bergerak keatas, area bagian bawah piston terbuka dan oli mengalir keluar (sum tank) menurunkan tekanan bagian bawah piston, ssehingga tenaga dari atas piston menekan ke bawah dan memutar terminal shaft diteruskan untuk mengurangi bahan bakar. Spring di bawah pilot valve menopang beban pilot valve, floating lever dan sebagainya, dan tidak mempengaruhi pengoperasian governor. Spring diatas compensating actuating piston, untuk menghilangkan kelonggaran pada compensating linkage dan tidak memberikan efek pada pengoperasian governor.

81

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

82

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Trouble Shooting Chart

TROUBLE

PENYEBAB

PERBAIKAN

1. Mesin hunting bergoyang

atau A. Penyetelan kompensasi - Setel needle valve dan tidak benar jarum kompensasi B. Oli kotor atau terdapat - Drain, bersihkan governor lumpur dan isi kembali C. Level oli rendah level - Tambah oli sebatas level rendah memungkinkan gelas penduga, periksa udara masuk ruang kebocoran khususnya hidrolik pada drive shaft D. Oli berbusa karena ada - Drain oli dan isi kembali udara didalamnya. E. Ada kelonggaran pada - Perbaiki tuas atau fuel tuas penggerak BBM pump atau fuel pump F. Tuas BBM atau fuel pump tertahan / terjepit - Perbaiki dan stel kebali tuas atau pup BBM G. BBM tidak mau menutup atau tidak mau mebuka - Rubah tuas penyetelan atau keduanya atau posisi pada terminal shaft governor sampai mencapai gerakangerakan shaft yang luwes. H. Spring dari tuas governor - Pasang spring yang lebih ke fuel rack terlalu kuat / berat daya lemah. kengkangnya I. Tekanan oli rendah - Kirim governor ke pabrik (noralnya 110-12- Psi. untuk distel kembali untuk UG 7,5 dan UG 8 cek valve pompa tidak duduk / bocor

83

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

J. Voltage regulator tidak bekerja dengan baik

- Periksa voltage regulator

K. Tidak segaris lurus hubungan antara rangkaian tuas governor - Disetel rangkaian tuas dengan tenaga output governor ke valve untuk mesin memperoleh hubungan yang lurus antara rangkaian penggerak governor dengan out put mesin

TROUBLE

PENYEBAB

PERBAIKAN

L. Load limit indicator terjepit - Ganti panel dan shaft load pada panel, shaft load limit limit bengkok M. Droop yang negatif ketika - Kalibrasi droop, keluarkan speed droop knob pada dari pengoperasian dan titik nol. stel ulang sesuai bag. 4 pengaturan operasi governor.

2. Mesin tidak dapat start A. Tekanan Minyak governor - Kirim governor ke pabrik atau dapat start terlalu terlalu rendah untuk diperbaiki lambat. B. Gerakan putarnya terlalu - Bila perlu gunakan booster lemah servo meter untuk membuka power piston governor - Periksa reaksi automatic valve udara start, jalur udara dan jalur oli - Set knob pada skala 10 D. Knob load limit membatasi BBM E. Selenoid sutdown tepat setelannya. tidak - Stel kembali selenoid

C. Booster servomotor (bila ada) tidak berfungsi benar.

84

PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan

3.

Bergoncang pada A. Gerakan yang kasar / Periksa mekanis terminal shaft governor tersendat, baik mesin atau penggeraknya : Governor a. Periksa kelurusan gear b. Periksa gerigi gear yang kasar, gear accentrik, atau luka permukaan gear train c. Periksa gear kunci dan baut-baut atau baut pengikat gera penggerak ke shaft d. Ikat rantai antara crank shaft ke camshaft bila ada e. Periksa vibratin dumper mesin bila ada

Catatan : Apabila sebuah drive pengunci digunakan, reaksi jelek yang berlebihan dan getaran-getaran gear harus diperiksa, sehingga tidak ada ikatan yang terlalu kencang / jepitan & reaksi jelek yang berlebihan. Hal ini perlu dilakukan setiap pengganti atau memasangn governor baru Jikalau drive bergerigi digunakan, kelurusan dari shaft copling harus diperlihara, copling harus sedapat mungkin memberikan flaxibiltas yang tinggi.

85